Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sosialisasi Satwa Liar Dilindungi UU, BBKSDA Jabar Cetak Hattrick

Bandung, 25 Mei 2018. Kepemilikan dan perdagangan satwa liar dilindungi Undang-Undang di Indonesia begitu meresahkan dimana masih banyaknya masyarakat yang memelihara serta memperdagangkan satwa liar dilindungi Undang-Undang tersebut. Modus perdagangan satwa liar tersebut pun semakin canggih, tidak hanya melalui perdagangan konvensional di pasar-pasar burung akan tetapi mulai memanfaatkan media sosial. Keadaan inilah salah satu yang melatar belakangi Balai Besar KSDA Jawa Barat mengadakan kegiatan Sosialisasi Satwa Liar Dilindungi Undang-Undang, yaitu tepatnya pada hari Kamis, 24 Mei 2018 tidak tanggung-tanggung “Hattrick” sekaligus di 3 (tiga) lokasi yang berbeda yaitu Bandara Husein Sastranegara, Pasar Burung Sukahaji dan Kebun Binatang Bandung. Balai Besar KSDA Jawa Barat menurunkan pejabat fungsional Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan dan Penyuluh Kehutanan di 3 (tiga) lokasi tersebut untuk menyampaikan materi tentang peraturan peredaran dan pengenalan jenis Satwa Liar Dilindungi Undang-Undang, antara lain : UU No. 5 th 1990 ttg KSDAE, tipologi kejahatan terhadap Tumbuhan dan Satwa Liar (perburuan liar, perdagangan/pemanfaatan illegal satwa liar, pemilikan/pemeliharaan illegal satwa liar, penyelundupan satwa liar dan penyalahgunaan dokumen), pengenalan jenis-jenis burung, reptil, mamalia yg dilindungi dan tidak dilindung. Metode sosialisasi pun disesuaikan dengan lokasi kegiatan, untuk Bandara Husein Sastranegara dan Kebun Binatang Bandung dilakukan dengan metode pemaparan/presentasi menggunakan proyektor lcd sedangkan di Pasar Burung Sukahaji menggunakan metode dialog langsung dengan para pedagang dan membagikan leaflet. Sasaran peserta pun berbeda dari masing-masing lokasi, untuk Bandara Husein Sastranegara peserta terdiri dari TNI AU, Bea Cukai, Karantina Pertanian, Karantina Ikan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sedangkan swasta terdiri dari perusahaan-perusahaan cargo sebanyak 15 perusahaan. Peserta sosialisasi di Kebun Binatang Bandung terdiri dari staf manajemen dan staf pengelola Kebun Binatang Bandung, sedangkan untuk peserta sosialisasi di Pasar Burung Sukahaji adalah para pedagang satwa. Sosialisasi di masing-masing lokasi dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta. Dengan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menekan kepemilikan dan perdagangan ilegal satwa liar dilindungi Undang-Undang di wilayah kerja Balai Besar KSDA Jawa Barat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Balai KSDA Sumatera Selatan Lakukan Pelatihan Pembibitan Bagi Masyarakat Sekitar Kawasan

Palembang, 25 Mei 2018. Balai KSDA Sumatera Selatan lakukan pelatihan pembibitan bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Suaka Margasatwa Isau-Isau, Suaka Margasatwa Dangku, dan Suaka Margasatwa Bentayan. Kegiatan pelatihan dilakukan di desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni meningkatkan keterampilan masyarakat dalam upaya mendukung penghijauan daerah penyangga. Nara sumber pelatihan yakni fungsional PEH dari Balai Perbenihan Tanaman Kehutanan Sumatera dan peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang. Materi pelatihan yakni pembangunan persemaian, hama dan penyakit tanaman kehutanan, dan praktek pembuatan persemaian. Peserta cukup antusias dalam mengikuti pelatihan dan praktek. Semoga dengan pelatihan ini, masyarakat menjadi memahami proses pembuatan pembibitan secara mandiri dan menjadi agen penghijauan lahan dan hutan. Sumber : Agnes Indra Mahanani - Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Pembangunan Sarpras Wisata TWA Wera Berbasis Masyarakat

Palu, 25 Mei 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah adakan rapat pembahasan klaim lahan di lokasi pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana wisata TWA Wera, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah. Rapat tersebut dihadiri Kepala Desa Kalukutinggu, Ketua BPD Kalukutinggu dengan masyarakat yang mengklaim lahan (5 orang) di TWA Wera Kabupaten Sigi. Rapat ini menindaklanjuti penghentian pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana wisata TWA Wera yang dilakukan masyarakat Desa Kalukutinggu pada tanggal 16 Mei 2018. Adapun hasil rapat bahwa pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana wisata TWA Wera di lokasi yang diklaim masyarakat Desa Kalutinggu adalah pembangunan pintu gerbang, loket karcis, gedung pertemuan, shelter dan jalan setapak ruas dua. Lokasi pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana wisata yang diklaim masyarakat Desa Kalukutinggu berada di kawasan Taman Wisata Alam Wera Kabupaten Sigi. Pembangunan sarana dan prasarana wisata TWA Wera merupakan salah satu bentuk pencapaian Role Model dalam upaya pengembangan wisata berbasis masyarakat di TWA Wera yang dilakukan BKSDA Sulawesi Tengah untuk meningkatkan pengunjung serta peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat Desa Kalukutinggu mendukung upaya pengembangan wisata berbasis masyarakat di TWA Wera yang dilakukan BKSDA Sulawesi Tengah baik dalam bentuk pembangunan sarpras, pemberdayaan masyarakat, pengamanan kawasan TWA Wera dan kegiatan lainnya bersama masyarakat, aparat desa/ dusun setempat. Pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana wisata TWA Wera dilanjutkan sesuai dengan gambar kerja dari BKSDA Sulawesi Tengah dengan melibatkan masyarakat, aparat desa/ dusun setempat. Lokasi TWA Wera yang berada di Desa Kalukutinggu dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Kalukutinggu sendiri dengan mekanisme kerjasama antara BKSDA Sulawesi Tengah dengan masyarakat Desa Kalukutinggu. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Polhut Balai KSDA Bali Latih Skill Menembak

Denpasar, 25 Mei 2018. Selama dua hari yakni tanggal 24-25 Mei 2018, Polhut Balai KSDA Bali mengikuti pelatihan menembak di Lapangan tembak Mako Brimob Polda Bali. Dibawah binaan Polda Bali, 30 orang personil Polisi Kehutanan (Polhut) mendapatkan pelatihan terkait cara merawat dan menggunakan senjata yang benar. Tipe senjata yang dipakai jenis PM 1A1 dan Pistol Ceska. Senjata tersebut merupakan senjata yang saat ini tersimpan di Kantor Balai KSDA Bali. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan Polhut dalam memelihara, sekaligus dalam menggunakan senjata, serta guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Kepala Balai KSDA Bali Ir. Dadang Wardana, M.Sc dalam sambutannya mengatakan “Polhut agar senantiasa meningkatkan kemampuan dan kompetensinya karena polhut adalah garda terdepan pengamanan hutan serta pengawasan peredaran TSL”. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Tim Resort Air Sawan Dan Bagan Limau Lakukan Kegiatan Pembinaan Habitat

Lubuk Kembang Bunga, 25 Mei 2018. Berupaya agar kawasan hutan TNTN mampu mendukung bagi habitat satwa liar, Tim Resort Air Sawan dan Resort Bagan Limau laksanakan kegiatan pembinaan habitat selama 5 (lima) hari penuh pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2018 mendatang. Kegiatan pembinanan habitat tersebut dilaksanakan di kawasan Resort Air sawan-Lancang Kuning oleh 5 (lima) orang personil dari TNTN dan dibantu oleh 5 (lima) orang buruh. Pembinaan habitat diawali dengan menentukan calon lokasi pembinaan oleh tim. Setelah menemukan lokasi, tim bersama para buruh lakukan kegiatan pembinaan dengan cara menanam tanaman yang merupakan tanaman pendukung peningkatan populasi satwa liar. Bibit tanaman yang digunakan untuk kegiatan pembinaan habitat tersebut merupakan bibit yang diambil dari hasil usaha pembibitan kelompok binaan TNTN yakni PERBANI (Perempuan Batang Nilo). Menurut ketua tim pembinaan habitat Bapak Asari,“Pengambilan bibit tanaman melalui kelompok PERBANI merupakan upaya mendukung program Balai TNTN dalam hal pemberdayaan masyarakat, dan memajukan usaha persemaian milik PERBANI”. Dibantu oleh cuaca yang mendukung dikarenakan hujan, Kegiatan pembinaan habitat yang sudah berjalan selama 4 (empat) hari dikatakan oleh Asari sudah dalan 80 persen selesai dan berjalan sebagaimana yang direncanakan, diprediksi kegiatan pembinaan habitat penanaman tersebut akan rampung pada hari ke lima. “Sudah kita selesaikan sekitar 80 persen, dan akan dirampungkan esok hari, harapannya nanti pembinanan habibat ini memang akan dukung dan tingkatkan populasi satwa liar yang berada di TNTN” ujar Kepala Resort Lancang kuning sekaligus ketua tim Asari. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BBTN Bentarum dan WWF Latih Pemandu Wisata Lokal

Putussibau 25 Mei 2018. World Wildlife Fund for Nature (WWF) dan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengadakan pelatihan kepemanduan dan organisasi bagi masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Pariwisata (KPP) Desa Datah Diaan. Sebanyak 23 orang menghadiri acara yang digelar di Rumah Adat Desa Datah Diaan Kec. Putussibau Utara Jumat (25/5). Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pelayanan dan Pemanfaatan Zainal Muttaqien TN Bentarum mewakili Kepala Balai Besar mengatakan bahwa sudah saatnya masyarakat lokal mengambil peran dalam pengelolaan wisata yang terus berkembang saat ini. KPP sebagai kelompok pengelola wisata lokal harus mebjadi bagian juga dalam pengembangan wisata khususnya di TNBK. Zainal juga menekankan bahwa KPP harus bisa menjadi agen wisata yang profesional dan handal untuk menjamin kepuasan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. "Pelatihan ini nantinya mampu meningkatkan kemampuan KPP dalam melayani wisatawan utamanya luar negeri sehingga mereka merekomendasikan ke teman-temannya untuk datang dan berkunjung kesini lagi" urainya. Zainal juga menegaskan bahwa Desa Datah Diaan sebagai daerah penyangga TNBK menjadi prioritas dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat salahsatunya melalui wisata. "Desa Datah Diaan sebagai pintu masuk ke kawasan TNBK di Das Mendalam menjadi prioritas kami dalam peningkatan ekonomi masyarakat salahsatunya pengembangan wisata" jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius menekankan kembali peran penting sektor pariwisata dalam pembangunan. Menurutnya saat ini pariwisata telah menjadi sumber devisa kedua utama Indonesia mengalahkan sektor migas yang menjadi andalan. "Menurut catatan hari ini pariwisata merupakan sumber devisa kedua terbesar Indonesia sudah menggeser pendapatan dari migas" tuturnya. Terkait pengelolaan wisata yang prima, Antonius menekankan bahwa KPP dan Pemerintah Desa harus mampu bersinergi dengan baik."Antara KPP dan desa harus beriringan, paket wisata yang mereka (KPP) buat didorong oleh perdes dan ditaati bersama" terangnya. Pelatihan pemanduan dasar yang digagas WWF bekerjasama dengan TNBK dan Kompakh dibagi menjadi dua kegiatan kepemanduan dan pengelolaan organisasi. Narasumber yang ditampilkan merupakan para praktisi kepariwisataan dari WWF dan BBTN Bentarum. KPP merupakan kelompok pengelolaan wisata lokal bentukan Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (KOMPAKH) binaan WWF Indonesia. Saat ini anggota terdaftar berjumlah 23 orang dan memiliki variasi latar belakang profesi dari mulai penari, penyanyi dan pemilik perahu. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Tingkatkan pengamanan kawasan, TN Matalawa kolaborasi dengan Polres Sumba Timur

Waingapu, 24 Mei 2018. Dalam rangka optimalisasi pengamanan kawasan, petugas Taman Nasional Matalawa duduk bersama dengan anggota Polres Sumba Timur di Resort Bidipraing SPTN Wilayah II Lewa untuk sharing informasi. Selain itu juga dibahas tentang upaya yang perlu dilakukan untuk mendukung pengamanan tumbuhan dan satwa liar dalam kawasan. Hal ini sejalan dengan langkah langkah yang diambil Polres Sumba Timur berdasarkan instruksi dari Kabareskrim Mabes Polri dalam upaya memerangi pelanggaran bidang kehutanan khususnya tentang peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Seperti yang disampaikan Brigpol Jibrael David Pulingdaka anggota Unit Tipiter Reskrim Polres Sumba Timur bahwa potensi tumbuhan dan satwa liar dalam kawasan Taman Nasional Matalawa sangat melimpah, sehingga sangat perlu untuk dilestarikan. Permasalahan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar dan kebakaran hutan harus diberantas, sesuai dengan instruksi dari Kabareskrim Mabes Polri. Dalam kesempatan tersebut juga membahas buku burung burung di Taman Nasional Matalawa untuk lebih mendalami jenis-jenis dan status burung burung yang ada di dalam kawasan. Diharapkan dengan kolaborasi yang baik antara petugas Taman Nasional Matalawa dengan Polres Sumba Timur dapat menekan dan meminimalisir gangguan dan pelanggaran bidang kehutanan. Sumber : Balai TN Matalawa
Baca Berita

Memupuk Jiwa Konservasi Dan Sadar Lingkungan Pelajar Sumba Timur

Waingapu, 24 Mei 2018. Pelajar adalah generasi muda yang memililiki jiwa dan semangat untuk belajar mengenai hal-hal baru. Untuk lebih menanamkan semangat cinta konservasi, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengadakan kegiatan visit to school pada 4 sekolah di Kabupaten Sumba Timur. Sekolah yang dikunjungi antara lain SMAN 3, SMKN 2, dan Madrasah Aliyah di Waingapu serta SMP Ngadungala di Kecamatan Karera yang berbatasan dengan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III. Petugas memberikan sejumlah penjelasan kepada para pelajar seperti materi tentang pengelolaan dan potensi kawasan TN serta sejumlah film konservasi untuk lebih menumbuhkan cinta lingkungan. Sejumlah 50 pelajar pada tiap sekolah sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Mereka mendengarkan dengan seksama penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh para petugas TN Matalawa. Tidak hanya pelajar, para guru juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka mengapresiasi program yang diadakan TN Matalawa ini dan berharap untuk kedepannya agar lebih sering diadakan kegiatan seperti ini. Respon positif dari para pelajar dalam mendengarkan materi diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lingkungan sekitar dan kawasan konservasi tetap lestari.(dho&ama/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

BKSDA Jambi Amankan Burung Dilindungi

Jambi, 24 Mei 2018. Kembali lagi Balai KSDA Jambi bersama Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah II Sumatera dan Polda Jambi berhasil mengamankan 340 (tiga ratus empat puluh) ekor burung kolibri dan 2 (dua) ekor burung pelatuk bawang yang dilindungi. Burung-burung tersebut ditemukan dari toko burung yang berada di Jalan RB Siagian Kec. Jambi Selatan Kota Jambi. “Said Hadi” merupakan Pemilik Toko mengatakan bahwa mereka mendapatkan burung tersebut dari daerah Petaling dan mengakui bahwa toko burungnya tidak memiliki izin edar terhadap burung-burung yang tidak dilindungi. Teguh Sriyanto yang merupakan Kasubbag TU, dengan tegas mengungkapkan bahwa setiap burung harus memiliki izin tangkap dan izin edar dari BKSDA Jambi. Untuk Provinsi Jambi, mulai tahun ini telah mendapat kuota tangkap burung. Oleh karena itu, setiap pedagang burung yang memiliki izin harus mematuhi aturan pemanfaatan sesuai dengan kuota tersebut. Satwa dilindungi dapat dimanfaatkan tetapi keturunan keduanya (F2) dan merupakan hasil penangkaran yang mendapat izin dari BKSDA. Berdasarkan informasi dari Pemilik toko bahwa harga burung-burung tersebut di Jambi berkisar Rp 50.000 sd Rp 60.000 per ekor sedangkan di Pulau Jawa bisa mencapai harga dengan kisaran Rp 150.000 setiap ekornya. Upaya penyelamatan satwa liar burung ini adalah sebagai upaya tetap menjaga kelestarian ekosistem terutama tumbuhan dan satwa liar untuk menunjang kehidupan manusia. "Balai KSDA Jambi akan terus berada di posisi terdepan dalam penyelamatan tumbuhan dan satwa liar baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi UU. Kami menghimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian TSL sebagai titipan generasi mendatang dan untuk itu terkait perlindungan TSL, Balai KSDA Jambi telah mengaktifkan Call Center dengan nomor WhatsApp dan Telpon (0823 7779 23840) dan informasi lainnya yang terkait melalui www.bksdajambi.com", ungkap Teguh Sriyanto. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Ini Klarifikasi Balai TN Gunung Merapi Terkait Isu Monyet Ekor Panjang

Sleman, 24 Mei 2018. Berdasarkan hasil pemantauan dan pengumpulan informasi dari warga sekitar dan anggota SAR DIY di Pos Aju Kalikuning terkait monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berada di lahan masyarakat belakang kantor Balai TN Gunung Merapi (TNGM) bahwa monyet yang dijumpai adalah bagian kelompok monyet yang habitatnya di bantaran Kali Kuning di luar kawasan TNGM. Lokasi titik perjumpaan, merupakan homerange (daerah jelajah) kelompok monyet dari bantaran Kalikuning tersebut. Masyarakat seringkali dan sudah biasa menjumpai monyet tersebut, bahkan ketika status Gunung Merapi normal. Berkenaan hal tersebut, maka disimpulkan bahwa monyet yang dijumpai tersebut belum bisa dijadikan indikasi reaksi satwa terhadap peningkatan aktivitas merapi. Jika terindikasi ada pergerakan satwa dari kawasan TN Gunung Merapi akan disampaikan lebih lanjut. Sumber : Balai TN Gunung Merapi Call center 081327691368 IG : btngunungmerapi Twitter : btngunungmerapi Facebook : Taman Nasional Merapi
Baca Berita

Rehabilitasi 5 Owa di Yayasan Kalaweit

Palangka Raya, 24 Mei 2018. Tim Rescue Reaksi Cepat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai KSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) menyerahkan 5 (lima) ekor owa ke kantor Balai KSDA Kalteng (23/5). Kelima owa tersebut merupakan penyerahan sukarela masyarakat dengan kronologis 1 (satu) ekor owa jantan diserahkan warga Perumahan Beringin Rindang Gg. Anggur, Desa Pasir Panjang, Kec. Arut Selatan, Kab. Kotawaringin Barat pada tanggal 11 Desember 2017. Kemudian 2 (ekor) jantan juga diserahkan oleh warga Jl. Kerinci, Desa Bina Bakti, Kec. Sematu Jaya, Kab. Lamandau pada tanggal 15 Desember 2017. 2 (dua) ekor owa lainnya merupakan serahan masyarakat di Jl. Pangeran Antasari Kel. Mendawai, Kec. Arut Selatan, Kab. Kotawaringin Barat dengan jenis kelamin betina, dan diserahkan pada tanggal 1 Maret 2018. Saat ini kelima owa tersebut dititipkan di Yayasan Kalaweit untuk dilakukan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan di alam. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Kepala Balai TN Kutai Lepas 3 PNS Purna Tugas

Bontang, 24 Mei 2018. Tercatat 5 orang staf Balai TN Kutai yang menjalani purna tugas sampai bulan ke-5 tahun 2018. Pada akhir bulan Februari 2018 lalu, dua orang staf Balai TN Kutai menjalani purna tugas dan pada bulan Mei 2018 Balai TN Kutai melepas 3 orang staf atas nama Juwadi (kepala urusan kepegawaian), Hery Hendro (PPNS) dan Surya MY (Penata Usaha Umum pada SPTN II Tenggarong). Ketiga staf tersebut menjalani tugas dan pengabdian di TN Kutai sejak kawasan masih berstatus Unit Taman Nasional. Berakhirnya masa kerja dan pengabdian ketiga PNS, diharapkan tidak memutus tali silaturahmi dengan staf yang masih aktif. Pelepasan ketiga staf Balai TN Kutai yang purna tugas tersebut, dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan bersama seluruh staf Balai TN Kutai di Bontang pada tanggal 24 Mei 2018. Saling memberi pesan dan kesan baik dari yang purna tugas, rekan seperjuangan maupun dari Kepala Balai TN Kutai. Meskipun ada yang menjalani purna tugas, diharapkan untuk tetap menggalang rasa persaudaraan dengan Keluarga besar Balai Taman Nasional Kutai. Menutup acara pelepasan, sebagaimana tradisi yang terjadi di Balai TN Kutai selama ini, Kepala Balai, kepala SPTN mewakili seluruh keluarga besar Balai TN Kutai memberikan kenang-kenangan sebagai simbol persaudaraan dalam keluarga besar Balai TN Kutai. Acara pelepasan pegawai purna tugas kemudian ditutup dengan acara foto bersama. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Peningkatan Integritas ASN, Balai TN Gunung Merbabu Gelar Pembinaan Pegawai

Boyolali, 24 Mei 2018. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menggelar acara pembinaan pegawai untuk menindaklanjuti keluarnya Siaran Pers No.006/RILIS/BKN/V/2018 tentang Enam Aktivitas Ujaran Kebencian Berkategori Pelanggaran Disiplin ASN dilanjutkan dengan SE/Menlhk/Setjen/OLT.2/5/2018 tentang Birokrasi KLHK dalam menjaga stabilitas Pemerintahan serta terbitnya Surat Edaran Menteri Kehutanan Nomor SE. 5/Menlhk/Setjen/OTL.2/5/2018 Tentang Birokrasi KLHK Dalam Menjaga Stabilitas Pemerintahan. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Ir. Edy Sutiyarto memimpin acara yang dilaksanakan di Aula Kantor Balai dan diikuti seluruh Pejabat Struktural serta staf Balai TN Gunung Merbabu. "Seluruh PNS agar selalu mengingat dan menjalankan sumpah janji PNS" pesan Edy dalam arahannya. Edy juga menambahkan semua harus berkomitmen dalam meningkatkan integritas sebagai ASN Balai TN Gunung Merbabu. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Penyadartahuan Anggrek Merapi

Sleman, 24 Mei 2018. Ditengah aktivitas Gunung Merapi yang sedang bergejolak, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) gelar Sosialisasi Penyadartahuan Konservasi Anggrek Merapi di Kawasan TNGM Tahun 2018. Gelaran sosialisasi yang bertempat di Aula Museum Gunungapi Merapi, Pakem, Sleman, DIY, dihadiri sekitar 40 (empat puluh) orang stakeholder yang berasal dari unsur Pemerintah, Akademisi, Peneliti, Guru, Agamawan, Swasta, Organisasi, Kelompok Masyarakat dan Pemerhati Anggrek. Kegiatan ini digelar agar masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai konservasi Anggrek Merapi, sehingga membangkitkan kesadaran dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dan memiliki solidaritas serta sinergitas yang tinggi dalam menyelamatkan dan melestarikan Anggrek Merapi di kawasan TNGM. “Konservasi Anggrek Merapi merupakan salah satu fokus dalam pengelolaan TNGM, bahkan tahun 2018 ini diwujudkan dalam bentuk Role Model Konservasi Anggrek Merapi Berbasis Masyarakat Desa Penyangga. Pilihan ini juga menampik anggapan bahwa Taman Nasional membatasi ruang gerak masyarakat” ujar Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati. Ammy juga menekankan pemanfaatan secara legal Anggrek Merapi, bukan sekedar pemanfaatan secara komersiil namun lebih jauh lagi potensi nilai pariwisata. Salah satu keistimewan Anggrek Merapi adalah Gen ketahanan terhadap cekaman panas (Gen HSP70) yang tinggi, diantaranya Vanda tricolor ucap pemateri pertama Dr. Endang Semiarti, MS., M.Sc (Dosen Fakultas Biologi UGM/Ketua PAI Cabang DIY Adalah pemateri kedua Sulistyono, S.Si., M.Sc.(Dosen Sanatadharma) membagi pengalamannya dalam melestarikan Anggrek Merapi yang diilhami dari hobi fotografi yang dilanjutkan pesan bijak dari pemateri ketiga, Bp. Musimin (Ketua KT Ngudi Makmur), bahwa Kunci konservasi Anggrek Merapi hanya diperlukan satu kesepakatan, harus dijaga kemurniannya, tidak perlu merekayasa walaupun dengan teknologi apapun. Pada sesi diskusi, AYPBC Widyatmoko, peneliti BBPPBPTH Purwobinangun, menyampaikan bahwa restorasi anggrek harus berbasis Kemurnian Sumber Daya Genetik indukan, kejelasan asalnya, kondisi habitat, dan lokasi restorasi yang tepat. Beliau siap untuk berkontribusi untuk mendukung upaya konservasi anggrek melalui kultur jaringan. Kisworo, Dekan Fak. Bioteknologi UKDW, menekankan bahwa masyarakat merupakan unsur utama yang menjamin keberhasilan konservasi anggrek. Kesepatan sosialisasi melalui rumusan bahwa pelestarian plasma nutfah Anggrek Merapi berdasarkan Kemurnian Sumber Daya Genetik indukan, asalnya, kondisi habitat, lokasi restorasi baik secara in situ dan ex situ berbasis masyarakat; Perlu adanya tindak lanjut pelaksanaan FGD untuk membahas kolaborasi stakeholder dalam Konservasi Anggrek Merapi Berbasis Masyarakat; Adanya media yang efektif untuk membangun komunikasi antar stakeholder; Bentuk-bentuk kegiatan Konservasi Anggrek Merapi harus berbasis Pendidikan yang Berkelanjutan dan Mendukung pengembangan Ecotourism Anggrek Merapi di TN Gunung Merapi dan desa penyangga. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Gunung Ciwaru yang Eksotis

Kuningan, 24 Mei 2018. Obyek wisata Gunung Ciwaru di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai terletak di desa Payung, Pajajar, Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat. Gunung Ciwaru merupakan satu kebanggaan karena memiliki pemandangan asli khas pengunungan. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Ciwaru. Di sana rerimbunan pohon pinus berderet rapi, pemandangan matahari terbit dipagi hari dan matahari terbenam di petang hari menjadi bonus keindahan alam yang bisa dengan leluasa disaksikan di Gunung Ciwaru. Lokasi satu ini memang menawarkan pesona wisata super seksi dan identik dengan landscape perbukitan. Hamparan hijaunya hutan pinus yang dipisahkan oleh lembah sungai dijamin akan menyegarkan kembali mata dan pikiran sobat Ciremai dari kesibukan dan kepenatan rutinitas pekerjaan. Sobat Ciremai juga bisa melihat dengan jelas betapa tinggi dan gagahnya Gunung Ciremai, bahkan seakan kita sedang berdampingan dengan gunung tersebut. Untuk sobat Ciremai yang suka selfie, di sini terdapat beberapa titik selfie, seperti sarang burung dan gardu pandang. Mari kenali dan cintai alam dan negeri kita dengan cara yang baik dan benar. [Teks & foto ©? BTNGC – Gandi Mulyawan | 052018 ] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Inhouse Training Masyarakat Mitra Gunung Ciremai

Majalengka, 15 Mei 2018. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) rutin melakukan pembekalan kepada masyarakat di sekitarnya. Masyarakat tersebut tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). MPA dan MMP memiliki peran penting sebagai informan kepada petugas. Oleh karenanya, pengetahuan mereka di bidang pengamanan hutan (PAMHUT) dan pengendalian kebakaran hutan (DALKARHUT) harus terus diperbaharui atau di update. Inhouse training dilaksanakan pada 14 Mei 2018 di Desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, dengan peserta 30 orang. Pemateri membekali informasi terkini yang berkenaan dengan tugas peserta. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka, Jaja Suharja Senjaya, S. Hut memberikan materi strategi PAMHUT dan DALKARHUT. Polsek Sindangwangi menyampaikan materi penegakan hukum tindak pidana khusus. Sedangkan Polisi Kehutanan Resor PAMHUT memberikan materi teknik dasar DALKARHUT. Setelah kegiatan ini, MPA dan MMP diharapkan mampu untuk mengaplikasikan kemampuannya, terutama untuk menghadapi musim kemarau. [Teks & foto © BTNGC – Agus Darmawan| 052018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Menampilkan 7.841–7.856 dari 11.140 publikasi