Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Memupuk Jiwa Korsa, Balai Besar TNBBS Gelar Buka Puasa Bersama

Kotaagung, 30 Mei 2018. Upaya meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta memupuk jiwa korsa, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengadakan kegiatan siraman rohani dan buka puasa bersama (30/5). Buka puasa bersama dihadiri pejabat struktural, pegawai Balai Besar TNBBS yang berdomisili di Kotaagung dan perwakilan pegawai dari lapangan. Dalam siraman rohaninya, ustadz Al Wandi menyampaikan agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Sedangkan Kababes TN BBS dalam sambutannya menyampaikan agar kita senantiasa menjaga kekompakan karena kita bekerja sebagai tim yang besar. Kita harus saling mendukung karena tugas kita sangat berat sekaligus mulia yaitu menjaga keragaman hayati di salah satu hutan hujan tropis yang tersisa di bumi. Di sela – sela acara buka puasa bersama, dilakukan komunikasi dan diskusi antara Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono denga para mitra strategis Balai Besar TNBBS, antara lain WCS – IP, RPU YABI, Pili dan UNDP Tiger Project. “Di Bulan Ramadhan ini, saat kita menunaikan ibadah puasa, tidak menyebabkan kita lengah dan mengendurkan semangat bekerja bersama – sama. Justru bekerja dalam kondisi menunaikan ibadah puasa, insyallah pahala yang kita dapatkan berlipat ganda, dan Allah SWT memudahkan kita dalam mengemban tugas menjaga kelestarian TNBBS”, ujar Agus. “Bekerja adalah ibadah dan setiap manusia adalah khalifah” Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Jatim Sosialisasikan Peredaran TSL

Surabaya, 31 Mei 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan Sosialisasi Pemanfaatan dan atau Peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) kepada instansi terkait dan pemegang kebijakan di Surabaya. Kegiatan tersebut digelar di ruang rapat Kantor BBKSDA Jatim pada tanggal 31 Mei 2018. Tampak hadir beberapa perwakilan dari Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, KP3 Tanjung Perak, Balai karantina Ikan Kelas I Juanda, KPP Bea Cukai Tipe Madya Juanda, PT. Angkasa Pura II, dan Syah Bandar Pelabuhan Tanjung Perak. Serta, beberapa pemangku kebijakan lainnya seperti Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Menurut Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc, Kepala BBKSDA Jatim, sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada pihak terkait, dalam hal peredaran tumbuhan dan satwa liar dari dan ke luar Jawa Timur. Selain itu, menurut Nandang perlunya menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam kesempatan itu, Nunu Anugerah, S.Hut., M.Sc., Kepala Subdit Pemanfaatan Jenis Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, menyampaikan paparan mengenai Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan Serta Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Dalam paparannya, Nunu menjelaskan beberapa hal seperti 5 Prinsip Pemanfaatan Komoditas TSL diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan No SK No. 447 Tahun 2003 dan Mekanisme peredaran TSL. Beberapa diskusi berkembang terkait batasan antara satwa dan tumbuhan dikatakan liar dan yang domestikasi. Juga mengenai SATS-DN/ SATS-LN berasal dari penangkaran. Serta aktifitas burung liar yang ada di bandara juanda yang mengganggu pesawat terbang, dimana teridentifikasi lebih kurang 38 jenis burung. Dari KP3 Tanjung Perak lebih menyoroti penangan hukum peredaran TSL yang sudah sering dilakukan dengan melibatkan BBKSDA dan Karantina, serta modus-modus yang ada. Koordinasi antar instasi perlu ditingkatkan mengingatkan akan memasuki Hari raya Idul Fitri, dimana hilir mudik penumpang semakin meningkat. Sempat mengemuka adanya Forum Komunikasi Lintas Sektor di tingkat tapak, serta inisiasi untuk koordinasi dengan instansi yang terkait dalam rangka penangangan peredaran TSL melalui pembentukan forum atau membentuk WA grup. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Izin Pemanfaatan Air ke-5 Balai TN Bogani Nani Wartabone

Tapadaka utara, 31 Mei 2018. Bertempat di Kantor Resort Dumoga Utara SPTN Wilayah II Doloduo, Kepala Resort Dumoga Utara M. Nur Amama mewakili Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menyerahkan SK Izin Pemanfaatan Air (IPA) kepada Panitia Pengurus Air Bersih Desa Toraut Utara. Hadir dalam acara tersebut Sangadi (Kepala Desa) Desa Toraut Utara beserta beberapa masyarakat Desa Toraut Utara, anggota Resort Dumoga Utara serta Masyarakat Mitra Polhut TNBNW. Izin pemanfaatan air tersebut diberikan kepada panitia pengurus air bersih Desa Toraut Utara untuk dimanfaatkan atau digunakan oleh 200 KK di desa tersebut dengan debit air yang diizinkan sebesar 0,0075 m3/detik (sedikit lebih besar dari permohonan masyarakat yaitu 0,007 m3/detik) dan masa berlaku selama 3 tahun. Izin yang diberikan kepada panitia pengurus air bersih Desa Toraut Utara ini merupakan izin pemanfaatan air non komersial ke-5 yang dikeluarkan Balai TNBNW, dimana sebelumnya telah diberikan kepada 1 kelompok masyarakat dan 3 instansi pemerintah. Sebagaimana diketahui bersama bahwa salah satu manfaat dari Taman Nasional adalah untuk kegiatan pemanfaatan air serta energi air seperti yang tercantum dalam PP.28 Tahun 2011 Pasal 35 ayat 1, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.64 Tahun 2013, yaitu pemanfaatan air atau energi air yang sifatnya non komersial dapat dilakukan oleh kelompok masyarakat, instansi pemerintah maupun kelompok sosial jika mendapatkan izin. Dengan dukungan dana dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow, kelompok masyarakat ini akan membangun intake serta saringan pasir lambat di dekat sumber air (air terjun London/Tumpah) yang termasuk dalam zona pemanfaatan. Disamping itu akan dibangun pula bak penampung yang letaknya agak lebih keluar dan jauh dari sumber air namun masih masuk dalam zona pemanfaatan. Dengan diterimanya izin pemanfaatan air ini, kelompok masyarakat Desa Toraut Utara memiliki beberapa kewajiban yang mesti dilaksanakan, diantaranya melakukan penanaman dan menjaga kebersihan di sekitar lokasi sumber air, menyusun rencana kerja tahunan dan memberikan laporan setiap tahun, tidak melakukan penebangan pohon serta tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku dan merehabilitasi kerusakan yang terjadi akibat adanya kegiatan pemanfaatan air ini, kata Kepala Resort Dumoga Utara Nur Amama mengakhiri arahannya. Gayung bersambut, arahan yang disampaikan kepala resort juga senada dengan yang disampaikan Sangadi Desa Toraut Utara “Kami siap melaksanakan semua kewajiban yang ada di dalam izin ini dan juga siap membantu Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dalam menjaga kawasan terutama lokasi-lokasi sekitar sumber air” ujar Sangadi sekaligus menutup acara penyerahan izin pemanfaatan air ini. Sumber : Nuraini – Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Desa Penyangga BKSDA Maluku Selaraskan Rencana Kerja di PEMDA Kabupaten SBB

Ambon, 31 Mei 2018. Dalam pengelolaan cara baru kawasan konservasi salah satu upaya yang dilakukan adalah memposisikan masyarakat sebagai subyek pengelolaan kawasan. Langkah ini diambil dengan mengembangkan daerah-daerah penyangga di sekitar kawasan konservasi lewat pembentukan kelompok masyarakat sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mencapai tujuan kelompok. Untuk mencapai cita-cita tersebut, pada tanggal 28 Mei 2018, bertempat di ruang rapat kantor Bappeda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dilaksanakan kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Kelompok Masyarakat Desa Penyangga Kawasan Konservasi lingkup Kabupaten SBB. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kab. SBB, Seith Selanno, dan dihadiri oleh instansi terkait di Pemerintah Daerah Kab. SBB antara lain Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMK, Badan Lingkungan Hidup, Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH) SBB, Camat Seram Barat, Camat Huamual, Kepala Desa Ariate. Selain itu turut hadir perwakilan dari 3 kelompok masyarakat yang berada di kabupaten SBB yaitu: KTH Hunipopo (Desa Ariate), KTH Osi Mokussa (Dsn. Osi), KTH Horinusa (Desa Koibobu). Dalam paparannya Kepala BKSDA Maluku, Amin Ahmadi, mengutarakan pentingnya merangkul kelompok masyarakat sekitar kawasan konservasi dan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan. Pembinaan desa penyangga juga menjadi wujud kehadiran Pengelola kawasan di tingakt tapak untuk membantu mensejahterkan masyarakat. Sesuai usulan kelompok dan didasari potensi yang ada di desa, KTH Hunipopo akan mengembangkan usaha kopra dan minyak kelapa. KTH Osi Mokussa akan memanfaatkan ijin jasa wisata dan souvenir/kerajinan rumah tangga karena desa ini merupakan desa penyangga dari TWA Pulau Marsegu. Tidak berbeda, KTH Horinusa juga akan mengembangkan jasa wisata bahari karena potensi desa yang berada di sekitar TWAL Pulau Kasa. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Hari Keanekaragaman Hayati, BBKSDA Papua Suarakan Penanganan TSL

Jayapura, 31 Mei 2018. Rangkaian kegiatan lanjutan guna memperingati Hari Keanekaragaman Hayati dan menuju Festival Cycloop 2018 yaitu penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar KSDA Papua (BBKSDA Papua) dan FMIPA Universitas Cenderawasih (26/5). PKS ini tentang penguatan fungsi berupa dukungan penyelenggaraan konservasi SDA dan ekosistem melalui pendekatan ilmiah di Provinsi Papua. Selain itu, BBKSDA Papua meluncuran bulletin inscupta edisi 2, dan menyerahkan sarpras kepada kepala Resort berupa printer, HT, dan smartphone. BBKSDA Papua kemudian melanjutkan dengan Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Tumbuhan dan Satwa Liar, Rabu (30/5) bertempat di ruang rapat kantor BPHP Wilayah XV Papua. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, Kodam XVII/Cenderawasih, POLAIR POLDA Papua, Avsec Bandara Sentani, USAID Lestari, Kasi BPPHLHK Wilayah III Jayapura, POLDA Dirkrimsus, JNE Jayapura, Kantor Pos Persero Indonesia, Tiki Jayapura, J & T Jayapura, dan PT Cargo Jayapura. Dalam rapat koordinasi tersebut, empat narasumber menyampaikan materi sesuai kapasitas dan tupoksi masing-masing. Narasumber BBKSDA Papua, yang diwakili Ibu Septi Pascaisnawati, mengupas tentang prosedur izin peredaran dan upaya perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL). Tiga narasumber lainnya dari Balai Karantina Kelas 1 Jayapura, POLDA Dirkrimsus, dan Balai Penanganan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masing-masing mengusung materi tentang peran karantina pertanian dalam peletarian SDA, penanganan pelanggaran sebagai upaya perlindungan TSL yang dilindungi, dan penegakan hukum peredaran tumbuhan dan satwa liar. Semua pihak menyatakan komitmen yang sama dalam mengatasi peredaran tumbuhan dan satwa liar, yang kian beragam modusnya saat ini. Perwakilan dari Kantor Pos menyatakan, pihaknya telah berupaya maksimal. Namun terkadang bagian tubuh satwa luput dari pengawasan karena rapinya modus yang digunakan oleh pelaku, contohnya peredaran tanduk rusa. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak. Harapan ke depan, peredaran tumbuhan dan satwa liar dapat dikendalikan sesuai undang-undang yang berlaku. Sumber : Dzikry el Han - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Ekowisata di Bukit Peyapata TN Bogani Nani Wartabone Siap Dikembangkan

Gorontalo, 31 Mei 2018. Masyarakat Desa Tunggulo yang tergabung di dalam kelompok Ekowisata “Tinggabu” dan “Malahu” telah melaksanakan penyusunan Draft Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) periode 2018-2023, untuk menindaklanjuti Draft Perjanjian Kerjasama (PKS) yang telah disusun sebelumnya. Diskusi penyusunan draft RPP dan RKT ini dilaksanakan di Kantor Balai Desa Tunggulo, Bone Bolango, Gorontalo yang difasilitasi oleh petugas Resort Bolango Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Enchancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity (Epass) BNW. Alwin Nasaru, Kepala Desa Tunggulo dalam arahannya mengatakan “Kelompok harus mandiri dan jangan bergantung kepada Balai TNBNW maupun Epass, karena pengelolaan ekowisata ini sudah diserahkan untuk dikelola oleh kedua kelompok. Selain itu kelompok juga harus tetap menjaga kelestarian di kawasan konservasi”. Penyusunan Draft RPP dan RKT ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan PKS antara kedua kelompok dengan Balai TNBNW. Kelompok Tinggabu (anggota 13 orang) dan Kelompok Malahu (anggota 35 orang) merupakan kelompok yang dibentuk untuk mengembangkan potensi ekowisata di Bukit Peyapata. Bukit Peyapata selama ini sudah menjadi lokasi bumi perkemahan (camping ground) dan outbound yang dikembangkan oleh Balai TNBNW. Diharapkan kedua kelompok ini menjadi pihak utama yang mengelola potensi wisata, sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga kawasan TNBNW. Sumber : Diah Ayu Lestari - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Kordinasi dengan Kantor Pos Probolinggo, BBKSDA Jatim Amankan Offsetan Satwa Liar

Probolinggo, 31 Mei 2018. Berawal dari koordinasi pihak kantor pos Probolinggo, Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) berhasil menggagalkan pengiriman satwa liar jenis kumbang, kelelawar dan kaki seribu yang sudah diawetkan (offsetan) (31/5). Offsetan tersebut tidak disertai dokumen surat angkut dan asal usul yang jelas. Menurut keterangan Sdri. AISYAH (pegawai kantor pos Probolinggo) offsetan satwa tersebut di terima dari agen dengan tujuan pengiriman ke Taiwan. Sambil menunggu pemilik, barang bukti diamankan di Kantor Seksi. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pendampingan Masyarakat Oleh SPTN Wilayah II Maba

Sofifi, 30 Mei 2018. Dalam minggu ini terdapat beberapa kegiatan pada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), salah satunya adalah pendampingan kelompok ekonomi produktif masyarakat Desa Miaf dan Desa Dorolamo yang dilaksanakan di Desa Dorolamo, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur yang salah satu tujuannya adalah membantu meningkatkan usaha perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNAL. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pegawai SPTN Wilayah II Maba dan Koordinator Pemanfaatan Balai TNAL dengan mengundang pemateri dari Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Timur. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang menggunakan metode consensus dan fishbone. Hasil FGD tersebut menyatakan bahwa bidang usaha ekonomi yang menjadi prioritas masyarakat Desa Dorolamo adalah bidang pertanian, khususnya tanaman padi jenis sentana. Sedangkan Desa Miaf usaha prioritasnya bidang kelautan dan perikanan karena berdekatan dengan laut Halmahera. Pendampingan ini mendapat dukungan penuh dari dinas terkait. Terbukti pada saat kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Timur berkenan hadir dan memberikan materi terkait kebijakan pemerintah kabupaten. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan diwakili oleh Kepala Bidang Penangkapan, Pengawasan dan Pengelolaan Ruang Laut yang membawakan materi terkait sarana dan teknis penangkapan ikan, salah satunya adalah penggunaan kartu “KUSUKA” yang memberikan kemudahan bagi para nelayan, antara lain asuransi kecelakaan di laut dan subsidi bahan bakar untuk nelayan. Kelompok masyarakat Desa Dorolamo dan Desa Miaf sangat senang dengan penjelasan dari kedua narasumber yang didatangkan Balai TNAL. Mereka mendapatkan informasi dan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan pada sesi tanya jawab. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Si Bulu Putih dan Tengger Kuning yang Memikat

Kuningan, 29 Mei 2018. Dari ratusan jenis burung yang ada di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), jenis kutilang menjadi salah satu spesies yang menarik. Tak hanya berada di kawasan hutan, namun ditemukan pula di pemukiman masyarakat. Hal menarik kami jumpai satu bulan lalu saat survei di blok Sijungkring. Di tengah perjalanan, kami jumpai sekelompok cucak kutilang yang ribut, yang menjadi perhatian karena salah satunya mempunyai bulu dominan putih bertopi hitam dikepala dan tungging jingga kuning sepintas mirip burung Kenari. Kami penasaran dsn terus mengikuti, ternyata memang kutilang yang mengalami perubahan warna bulu yang secara alami dari lahir karena adanya mutasi gen (Leucistic). Kutilang yang mengalami perubahan warna bulu seperti itu hanya dapat dijumpai pada lokasi tertentu saja sehingga ini sangat menarik apabila dijadikan pembelajaran minat khusus bagi para pelajar maupun mahasiswa. Burung Kutilang dengan nama latin Pycnonotus aurigaster dari suku Pycnonotidae dengan nama daerah “Pedet” atau “Cangkurileung“. Burung ini berukuran sedang, bertopi hitam dengan tunggir keputih-putihan dan tungging jingga kuning. Dagu dan kepala atas hitam. Kerah, tunggir, dada, dan perut putih. Sayap hitam, ekor coklat. Iris merah, paruh dan kaki hitam. Kebiasaan hidup dalam kelompok yang aktif dan ribut, sering berbaur dengan jenis cucak lain. Lebih menyukai pepohonan terbuka atau habitat bersemak, di pinggir hutan, tumbuhan sekunder, taman dan pekarangan, atau bahkan kota besar. Namun demikian, keberadaannya sebagai konsumen tingkat 1 mempunyai peranan penting dalam satu ekosistem sehingga sangat tidak bijak apabila dilakukan perburuan. Mari kita jaga dan lestarikan sumberdaya alam hayati yang ada di sekitar kita sebagai penyangga kehidupan manusia. [teks&foto © BTNGC- Iwan Sunandi | 052018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Indahnya Berbagi di Dusun Pengekahan Daerah yang Berbatasan Langsung TN Bukit Barisan Selatan

Belimbing, 27 Mei 2018. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Ir. Agus Wahyudiyono didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Heru Rudiharto, S.Si.,M.P dengan difasilitasi PT. Adhiniaga Kreasinusa (AKN) melaksanakan kunjungan ke Dusun Pengekahan Desa Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat. Dusun pengekahan adalah bagian dari enclave Way Haru merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBBS. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke SD 2 Way Haru. Rombongan Balai Besar TNBBS dan PT. Adhiniaga Kreasinusa disambut oleh Parade Picak Akod dan tarian daerah Sembah Penguton yang dibawakan siswa – siswi SD 2 Way Haru dan SMP Satu Atap Bengkunat Belimbing. Pada kesempatan ini, Kepala Balai Besar TNBBS memberikan motivasi ke siswa – siswi SD 2 Way Haru dan SMP Satu Atap Bengkunat Belimbing, agar tetap memiliki semangat yang tinggi walaupun mereka berada di Dusun Pengekahan yang jauh dari keramaian. Kepala Sekolah Bpk. Mat Yani menyatakan bahwa keberadaan PT. Adhiniaga Kreasinusa sangat membantu dunia pendidikan di Dusun Pengekahan. “Perusahaan sangat membantu kami, di sekolah kami PNS hanya 1 orang, saya sendiri. Selebihnya tenaga pengajar merupakan perbantuan dari perusahaan yang statusnya diangkat menjadi karyawan tetap perusahaan. Kemudian banyak dari lulusan SMP kami yang disekolahkan oleh perusahaan ke tingkat yang lebih lanjut SMA dan perkuliahan melalui Program Beasiswa. Dan masih banyak lagi bantuan dari Perusahaan yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu”, tutur Bpk. Mat Yani. Rombongan Balai Besar TNBBS bersama PT. Adhiniaga Kreasinusa yang diwakili oleh Anton (Community Development) membagikan alat tulis dan makanan ringan untuk para siswa siswi SD 2 Way Haru dan SMP Satu Atap Bengkunat Belimbing. Mendekati waktu berbuka puasa, rombongan menuju Masjid Pengekahan untuk mengikuti acara buka puasa bersama masyarakat Dusun Pengekahan. Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri Bapak Tomy Winata. “Pada kesempatan yang baik ini, di Bulan Ramadhan yang penuh berkah, mari kita jalin silaturahmi dengan tetangga kita, dalam hal ini Dusun Pengekahan merupakan tetangga terdekat dari TNBBS. Kami ucapkan terimakasih kepada PT. AKN yang telah memfasilitasi kegiatan ini”, kata Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono. Acara buka puasa bersama dilanjutkan dengan pemberian sembako bersubsidi, baju koko dan perangkat sholat dari PT. AKN untuk masyarakat pengekahan. “Kami menyiapkan 150 paket yang akan diberikan untuk 135 KK yang ada di Dusun pengekahan. Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan PT. AKN melalui Artha Graha Peduli, dan merupakan kepedulian PT. AKN pada masyarakat disekitar kami”, ujar Anton Community Development PT. AKN. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Papua Barat Luncurkan SIWAS TSL

Sorong, 30 Mei 2018. Bertempat di Hotel Mariat, Kota Sorong, Papua Barat, Balai Besar KSDA Papua Barat luncurkan aplikasi Sistem Pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (SIWAS TSL) di Provinsi Papua Barat pada Senin (28/5). Launching ini bertujuan untuk mensosialisasikan aplikasi online berbasis android tersebut kemasyarakat dan mitra kerja. Unsur yang terlibat dalam peluncuran diantaranya Otoritas Bandara, Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Pertanian, Karantina Ikan, Kepolisian, Mitra NGO/LSM, Mitra Tumbuhan dan Satwa Liar serta Media. Aplikasi ini dapat dipergunakan berbagai pihak, cukup dengan menginstalnya. Fitur di dalamnya cukup lengkap; pengaduan, satwa dilindungi, gambar/foto satwa dilindungi, kuota TSL, realisasi kuota dan pengiriman TSL. Sistem ini dikembangkan mengingat adanya peningkatan pemanfaatan TSL khususnya satwa dilindungi. Harapannya aplikasi ini dapat menjadi deteksi dini dan menambal keterbatasan SDM dalam pengawasan TSL dengan pelibatan stakeholder ungkap Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R. Basar Manullang. Selain itu, dapat pula menjadi media edukasi dan penyadartahuan, tambahnya. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Selalu Belajar, BBTN Kerinci Seblat Pelatihan SIG

Sungai Penuh, 29 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bersama mitra kerja Fauna & Flora International – Indonesia Programme dan proyek Sumatran Tiger GEF – UNDP menyelenggarakan pelatihan sistem informasi geografis (SIG) khusus bagi petugas lapangan di Hotel Arafah, Sungai Penuh (27-28/5). Pelatihan secara resmi dibuka Bapak Agusman, S.P., M.Sc. selaku Plt. Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat. Peserta berjumlah 36 orang, merupakan perwakilan petugas (Polhut, PEH) Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, petugas BKSDA SKW I Jambi, petugas KPHP Kerinci, dan mitra BBTNKS. Fazullrahman Somad, staf spatial analyst dari FFI - Indonesia Programme hadir sebagai pemateri pelatihan. Materi yang disampaikan meliputi konsep sistem informasi geografis yang dibagi dalam pengertian sistem informasi geografis , pengertian data spasial, sumber-sumber data spasial dan pengertian GPS sebagai salah satu sumber data spasial. Disampaikan juga pengenalan GPS serta pengelolaan data GPS menggunakan perangkat lunak Basecamp. Selain itu, peserta dikenalkan pembacaan peta kontur, pengenalan perangkat lunak ArcGIS, ArcMap, QGIS dan pengantar dasar analisis data spasial. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatan kapasitas petugas di lapangan, sehingga mendukung upaya penguatan pengelolaan kawasan konservasi khususnya disekitar bentang alam Kerinci seblat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Bicara IPPA & Optimalisasi Kawasan, AW dan TW Bertemu di TWNC

Belimbing, 27 Mei 2018. Balai Besar TNBBS mengirim 2 tim menuju Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Belimbing Kabupaten Pesisir Barat, terdiri dari Tim Pengawasan IPPA PT. Adhiniaga Kreasinusa dan Tim Evaluasi Lingkup BBTNBBS pada Kegiatan / Program Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Besar TNBBS dengan Balai KSDA Bengkulu dan PT. Adhiniaga Kreasinusa. Dua kegiatan ini dilakukan bersamaan yaitu pada tanggal 24 – 28 Mei 2018. Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono (AW) dan Kepala Bagian Tata Usaha Heru Rudiharto, S.Si.,M.P ikut dalam kunjungan kerja ini. “Keberhasilan PT. Adhiniaga Kreasinusa (AKN) dalam pengelolaan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dan optimalisasi pengelolaan kawasan TNBBS merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya bertumpu pada PT. AKN, melainkan juga merupakan tanggung jawab Balai Besar TNBBS selaku Pembina IPPA dan mitra kerja PT. AKN dalam optimalisasi pengelolaan kawasan TNBBS. Dalam pengelolaan kawasan TNBBS yang luas ini serta terbatasnya SDM yang dimiliki Balai Besar TNBBS, kehadiran PT. AKN dalam mendukung pengelolaan kawasan TNBBS sangat berarti dan berdampak signifikan”, ujar AW saat bertemu dengan Tomy Winata (TW) di TWNC. “Kami menjalankan amanat yang telah diberikan kepada kami oleh TNBBS, yaitu izin pariwisata dan mendukung pengelolaan kawasan TNBBS. Telah banyak yang kami lakukan, dan kami berharap masukan dari semua pihak khususnya Balai Besar TNBBS, apabila ada sesuatu yang perlu dibenahi. Semua ini kami lakukan atas dasar kecintaan terhadap kelestarian alam di TNBBS, dan kecintaan ini sulit dinilai dengan apapun”, ungkap TW dengan tegas dan lugas. PT. AKN mendapatkan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) seluas 100 Ha di daerah Tampang Belimbing kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sejak tahun 2007, dan merupakan peralihan Pengusahaan Pariwisata alam dari PT. Sac Nusantara. IPPA ini akan berakhir di tahun 2022. Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Besar TNBBS dan Balai KSDA Bengkulu dengan PT. Adhiniaga Kreasinusa No. PKS.36/BBTNBBS-I/2015 dan No. 02/AKN-PKS/III/2015 tentang Optimalisasi Pengelolaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesisir Barat dan Cagar Alam Laut Bukit Barisan Selatan Propinsi Lampung telah ditandatangani pada tanggal 5 Maret 2015 untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, merupakan payung hukum PT. AKN dalam mendukung pengelolaan kawasan TNBBS. “Manajemen kolaborasi merupakan solusi pengelolaan kawasan konservasi agar tetap lestari” Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Rapat Koordinasi Operasionalisasi SMART Lingkup BBTNKS

Jambi, 30 Mei 2018. Fauna & Flora International (FFI-IP), sebagai mitra Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), dengan dukungan dana proyek Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscapes (proyek Sumatran Tiger GEF – UNDP) menyelenggarakan rapat koordinasi operasionalisasi Spatial Monitoring And Reporting Tools (SMART) lingkup BBTNKS. Rapat ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas admin SMART dalam pengelolaan basis data di lingkup BBTNKS. Rapat koordinasi operasionalisasi sistem SMART lingkup BBTNKS ini dilaksanakan pada tanggak 28-29 Mei 2018 bertempat di Hotel Arafah Sungai Penuh, Propinsi Jambi, dan merupakan pertemuan kedua di tahun 2018. Peserta yang hadir dalam rapat koordinasi ini sebanyak 22 orang yang merupakan admin data SMART di tingkat balai besar, admin data SMART di tingkat bidang wilayah pengelolaan TN, admin data SMART di tingkat seksi wilayah pengelolaan TN, admin data SMART PHS-KS, admin data SMART MHS-KS, serta admin data SMART Lingkar Institute. Plt. Kepala BBTNKS Bapak Agusman, S.P., M.Sc yang hadir membuka acara menyatakan bahwa hasil evaluasi pertemuan ini akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi struktural BBTNKS yang akan dilangsungkan pada tanggal 30 Mei 2018 ini di kantor BBTNKS. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan sistem SMART di lingkup BBTNKS dan mendukung pembangunan situation room Direktorat Jenderal KSDAE yang terintegrasi dan berbasis data lapangan dengan adanya sistem SMART. Bapak Andrinaldi Adnan, S.Hut, M.Sc., selaku Pejabat Pembuat Komitmen Daerah pada proyek Sumatran Tiger GEF – UNDP juga ikut duduk bersama dalam kegiatan ini. Berbagai upaya yang telah dilakukan, baik itu dalam bentuk training maupun rapat koordinasi terkait sistem SMART diharapkan dapat memberikan dampak positif yang tentunya akan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pengelolaan BBTNKS. Bapak Donny Gunaryadi selaku Head of Biodiversity FFI – IP menjadi narasumber sekaligus fasilitator dalam rapat ini. Beberapa materi yang disampaikan pada pertemuan ini adalah mengenai overview hasil/capaian data SMART periode Januari-April 2018 di lingkup BBTNKS; dan penyampaian progress POKJA SMART Nasional. Pada hari kedua dilanjutkan diskusi operasionalisasi SMART di lingkup BBTNKS berikut SOP, kendala beserta solusinya; finalisasi dan update data lapangan SMART lingkup BBTNKS; dan pengenalan SMART versi 5.0.3 (terbaru) kepada admin lingkup BBTNKS (termasuk mitra). Sumber : Balai Besar TN Kerinci Seblat
Baca Berita

Siaga Karhutla di Kawasan Restorasi TN Matalawa

Waingapu, 30 Mei 2018. Bahaya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) semakin meningkat seiring pergantian musim hujan ke kemarau. Kawasan restorasi seluas 261 Ha pada 4 blok hutan yang sudah dikerjakan sejak tahun 2011 pun juga terancam hal yang sama. Berbagai cara penanggulangan pun dilakukan seperti pelatihan dan pembinaan pada tanggal 29 dan 30 Mei bagi para anggota patroli kebakaran hutan yang telah dibentuk. Anggota patroli ini merupakan warga sekitar lokasi restorasi yang turut diberdayakan sebagai pekerja harian proyek restorasi. Pelatihan yang diinisiasi Japan’s Grant Aid for the Forest Preservation Programme Technical Assistance in Republic of Indonesia (JAGAFOPPTA) diikuti oleh total 76 orang pada 4 site restorasi. Pelatihan diisi dengan materi yang diberikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Waibakul, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Si, Komandan Rayon Militer 05, Kapten Inf. Nurhadi, dan Manajer Lapangan JAGAFOPPTA, Arya. Selain pemberian materi tentang dasar-dasar penggulangan kebakaran hutan dan penjagaan teritorial, diberikan juga perangkat keselamatan dalam penggulangan kebakaran hutan seperti pompa, punggung, helm, dan rompi.(abn/mtlw) Sumber: Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Begini Obrolan Santai Pengelolaan Kolaboratif SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 30 Mei 2018. Setelah melakukan kunjungan ke bangunan Suaka Paruh Bengkok (SPB) yang menjadi Role Model Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Mehd (World Parrot Trust) dan Simon Purser (Wallacea Nature) melakukan diskusi terkait pengelolaan SPB di ruang Kepala Balai TNAL. Diskusi tersebut diikuti oleh Kepala SPTN Wilayah I dan Wilayah II, Koordinator SPB yang sekaligus Koordinator PEH, Fungsional PEH, Polhut dan tentu saja Kepala Balai TNAL, Muhammad Wahyudi. Diskusi tersebut berisi seputar rencana kegiatan jangka panjang dan jangka pendek pada SPB. Rencana jangka panjang salah satu contohnya adalah pengelolaan gedung fasilitas umum yang disediakan bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan ekonomi produktifnya. Sedangkan rencana dalam jangka pendek antara lain menyelesaikan pembangunan bangunan prioritas seperti klinik dan kandang karantina dan mengisi gedung pusat informasi dengan bahan-bahan promosi yang informatif serta acara launching SPB dengan mengundang pejabat lingkup KLHK. Selain itu rencana kunjungan petugas SPB ke Jurong Park di Singapura juga tidak luput dibahas. Bahwa pihak Wallacea Nature telah membantu menjembatani melalui komunikasi dengan Jurong Park sehingga kegiatan tersebut nantinya bisa dilaksanakan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - BTN Aketajawe Lolobata

Menampilkan 7.793–7.808 dari 11.140 publikasi