Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Update Program Penelitian WWF Indonesia bekerja sama Fakultas Ilmu Kelautan Perikanan Unhas

Benteng-Kepulauan Selayar, 4 Juni 2018. Hari ini (04/06) sangat padat Kegiatan diruangan Pertemuan Balai TN.Taka Bonerate. Setelah tim Biorock Indonesia dan UNDP melakukan pemaparan, selanjutnya mitra kami WWF Indonesia juga mempresentasikan hasil kajian atau penelitian update program upaya mitigasi bycath biota laut terancam punah dan dilindungi. Sekedar informasi bahwa kajian ini dilaksanakan selama 1 tahun 3 bulan yang berlokasi di Daratan Selayar dan dalam Kawasan TN. Taka Bonerate yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kelautan Perikanan Unhas. Dihadiri oleh seluruh struktural dan fungsional Balai TN.TBR, WWF Indonesia, Fak. IKP Unhas, WCS, LSM lokal, Dinas Kelautan Perikanan Kab. Kep.Selayar, dan beberapa perwakilan nelayan pulau. Ada tiga update program yang disosialisasikan hari ini yaitu: update program uji coba LED hijau di alat penangkapan ikan jaring insang di selayar oleh Dr. Alfa FP. Nelwan M.Si. (Learning center EAFM UNHAS); hasil survei baseline biota biota laut terancam punah dan dilindungi di kawasan TNTTBR oleh Dwi ariyoga Gautama (Bycatcth and shark concervation coordinator. WWF-indonesia); Update program pendampingan penanganan hasil tangkapan sampingan penyu di selayar oleh Darwan Saputra (Faslok Bycatch WWF-Indonesia). Dari penelitian tersebut disimpulan hasil: penggunaan LED Hijau dapat meningkatkan jumlah, volume, dan jenis ikan tangkapan secara signifikan, dan tidak ditemukan bycatch (penyu) pada jaring nelayan. Kedepannya diharapkan dengan teknologi LED Hijau ini, nelayan tidak lagi menangkap bycatch, khususnya penyu. Sumber : Asri - Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Tim Biorock Indonesia Survey Lapangan untuk Pendalaman PKS dengan TNTBR

Benteng, 4 Juni 2018. Bertempat di ruang rapat Balai TN Taka Bonerate dilaksanakan rapat bersama Tim Biorock Indonesia dan perwakilan United Nations Development Programme Indonesia (UNDP). Tim diterima langsung oleh Kepala Balai Faat Rudhianto dan dihadiri oleh para petugas lapangan dan komandan resort. "Pertemuan ini adalah tindak lanjut yang setelah Mei lalu kami menerima kunjungan Tim Biorock Indonesia dan UNDP, dan mengajak mereka bekerjasama untuk Pemulihan Ekosistem di wilayah TN. Taka Bonerate", ucap Faat Rudhianto. Secara garis besar program Biorock Indonesia ada tiga, yaitu : Pengembangan Masyarakat dimana pemulihan dikelola langsung oleh Organisasi Berbasis Masyarakat, Wokrshop dan Pelatihan Pemulihan Terumbu Karang dan Restorasi Laut. Selama ini Biorock Indonesia cukup berhasil melakukan rehabilitasi habitat terumbu karang dengan cara transplantasi di Bali dan Maluku, menggunakan teknologi arus listrik tegangan rendah (elektroda). "Dengan menggunakan teknologi arus listrik tegangan rendah ini (elektroda) prosentase tumbuh sampai 5 kali dengan cara transplantasi karang konvensional", jelas Komang Astika Technical Instruktur Biorock Indonesia. Meski demikian hasil transplantasi konvesional yang dilakukan di TN.TBR tergolong sukses, tumbuh sekira 1 cm/tahun. Sebagai tindak lanjut, pada rapat tersebut Tim Biorock dan UNDP melakukan pendalaman terkait rencana Perjanjjan Kerjasama dengan TN. Taka Bonerate untuk membantu Pemulihan Ekosistem, dan lakukan survey ke lapangan selama 5 hari. "Hari ini (04/06) kami akan langsung survey ke lapangan selama 5 hari kedapan, dan dari hasil survey ini nantinya akan menetukan apakah program biorock dapat dilakasanakan di wilayah TN. Taka Bonerate", ucap Kamarauddin Azis salah satu TIM survey Biorock Indonesia. Sumber: Asri - Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Peringatan Lahirnya Pancasila BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 4 Juni 2018. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, seluruh UPT KLHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, digelar dilapangan Dinas Kehutanan Jln. Sisingamangaraja Medan, Pada 01 Juni 2018. Upacara dilaksanakan dengan Tema “KITA PANCASILA : BERSATU, BERBAGI DAN BERPRESTASI”. Sambutan Inspektur Upacara menyampaikan, bahwa nilai-nilai luhur pancasila perlu dibumikan kembali melalui berbagai kegiatan dilingkungan masyarakat ditengah-tengah keberagamaan. Melalui hari lahir Pancasila marilah kita secara bersama-sama membangun jiwa semangat 4 pilar yaitu : Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar cita-cita pembangunan yang harapkan dapat berdaya guna dan berhasil guna untuk kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara khususnya dan Indonesia secara keseluruhan. Berhubung Peringatan Hari Lahir Pancasila bertepatan dengan bulan ramadhan, tak lupa Inspektur upacara mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1439 H bagi umat islam. Semoga kita tetap bisa menjalakan kehidupan sehari-hari saling berbagi, meningkatkat prestasi, damai, aman, tentram, seperti Bhineka Tunggal Ika yang maknanya “Berbeda-beda Tapi Tetap Satu”. Sekalipun kita berbeda beda agama, suku dan bangsa kita saling menghargai satu sama lain. (ade yunita) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Lagi, Pegawai TNTN Terima Kenaikan Pangkat

Pangkalan Kerinci, 4 Juni 2018. Senin pagi Pukul 08.00 WIB, 04 Juni 2018, Halaman depan Balai TNTN dilaksanakan apel pagi rutin dipimpin oleh Kepala Sub Bag Tata Usaha TN. Tesso Nilo Delfi Andra, S.P dan dikomandani oleh Andika Setyo Wibowo, S.Akt. Prosesi Apel pagi dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh pegawai TN Tesso Nilo . Saat penyampaian amanat oleh pembina upacara, Kepala Sub Bag Tata Usaha TNTN memberikan pesan-pesan kepada peserta apel. Pesan tersebut itu berupa tugas-tugas yang wajib diselesaikan oleh para pegawai sebelum memasuki libur lebaran. Usai apel, Kepala Sub Bag Tata Usaha BTNTN Delfi Andra, S.P meminta kepada 4 orang staf pegawai TN Tesso Nilo untuk maju kedepan dan berbaris dengan posisi menghadap Pembina upacara. Ke empat staf yang diminta maju kedepan tersebut adalah staf yang baru saja naik pangkat dan akan diserahkan SK kenaikan pangkat dan jabatan oleh Kepala Sub Bag Tata Usaha BTNTN. Ke empat staf pegawai TNTN yang naik pangkat dan jabatan diantaranya Killer Silaban, S.Hut, Riche Rotari, S.Hut, Budi Prakoso A.Md, dan Mariyon. “Apel pagi terakhir sebelum memasuki libur lebaran ini kita jadikan momen untuk menyerahkan SK para pegawai yang baru saja naik pangkat dan jabatan, semoga jadi berkah tersendiri dan amanah terhadap tugas yang diembankan", terang Kepala Sub Bag Tata Usaha TN Tesso Nilo, Delfi Andra, S.P. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pembentukan Kelompok Tani Getah Damar di Negeri Saleman, SPTN Wilayah I Wahai

Saleman, 4 Juni 2018. Untuk mengakomodir pemanfaatan getah damar di zona pemanfaatan yang telah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat di Negeri Saleman, Balai Taman Nasional melakukan Kegiatan Pembentukan Kelompok Tani Getah Damar di Negeri Saleman, SPTN Wilayah I Wahai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2018 di Balai Desa Negeri Saleman dihadiri oleh 15 orang masyarakat, Kepala Pemerintahan Negeri Saleman, Ketua Saniri Negeri, Sekretaris Negeri, dan staf Balai TN Manusela sebagai penyelenggara yang diketuai oleh John P Syaranamual, Polhut Balai TN Manusela, berhasil membentuk kelompok tani getah damar di Negeri Saleman dengan nama Kelompok Tani Sopania. Pada kesempatan itu, Kepala Pemerintahan Negeri Saleman memberi dukungan terhadap upaya pembentukan kerjasama dalam pemanfaatan getah damar yang dilakukan oleh masyarakat Negeri Saleman yang telah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat secara turun temurun. Jumrin Said, S.Hut selaku narasumber, dalam paparannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan getah damar yang dilakukan masyarakat selama ini masih dilakukan secara tradisional dan menjadi perhatian oleh pemangku kawasan demi keberlanjutan sumber daya alam serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, setiap anggota kelompok yang telah didata akan mendapat tanda pengenal dan mengikuti Bimtek Pengelolaan Getah Damar. Selanjutnya dilakukan fasilitasi penyusunan dokumen kerjasama (PKS,RKL, dan RKT) dengan kelompok masyarakat. Dengan adanya pembentukan kelompok tani getah damar di Negeri Saleman, diharapkan kegiatan pemanfaatan getah damar dapat terkontrol sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dalam pengambilan getah damar dengan jaminan kelestarian kawasan. Sumber : Jumrin Said - Balai Taman Nasional Manusela
Baca Berita

Evakuasi Macan Tutul dan Ular Sanca Batik yang tersesat di bulan Ramadhan

Minggu, 03 Juni 2018 sekitar pukul 20.10 Wib, menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Banbinsa Desa Sukaluyu dan Desa Cihideung, Kec. Pengalengan, Kab. Bandung atas nama Sdr. Sertu TNI Didin Wahyudin yang telah melaporkan bahwa di kandang unggas milik Sdr. Bambang warga kampung Ciruntah, Desa Cihideung, Kec. Pengalengan, Kab. Bandung telah masuk seekor satwa Macan Tutul (Panthera pardus melas) yang diperkirakan masuk dan terperangkap dalam kandang unggas pada malam hari sebelumnya, dan telah memangsa 3 ekor ayam, dan 2 ekor mentok. Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan BBKSDA Jawa Barat yg dibantu personil dan peralatan senapan bius dari Kebun Binatang Bandung langsung meluncur menuju ke lokasi kejadian. Tim gabungan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 23.15 Wib. Setelah meminta keterangan secukupnya dari warga masyarakat sekitar dan Sdr. Bambang selaku pemilik kandang unggas, dan sambil mempersiapkan peralatan (kandang dan senjata bius), Tim gabungan langsung bergerak dengan terlebih dahulu memastikan pemblokiran kandang unggas untuk melakukan penangkapan dengan metode penembakan bius. Tim gabungan berhasil melumpuhkan satwa Macan Tutul sekitar pukul 00.15 Wib. dan langsung dilakukan identifikasi secukupnya sebelum dimasukan dalam kandang evakuasi yg telah dipersiapkan. Satwa Macan Tutul jantan, diperkirakan berumur 1,5 tahun, berat badan sekitar 25 kg, dan diperkirakan berasal dari kawasan hutan CA. Gunung Tilu. Mengakhiri proses evakuasi satwa, Tim Gugus Tugas telah memberikan ganti rugi seharga 5 ekor unggas yg telah dimangsa oleh Macan Tutul tersebut. Setelah diliput dengan dokumentasi sesuai SOP, Tim Gabungan membawa Macan tutul tersebut ke kantor Bidang Wilayah II - BBKSDA Jawa Barat di Soreang dan memindahkannya ke dalam kandang transit. Dan rencananya, besok setelah dilakukan indentifikasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap satwa tersebut, apabila kondisinya memungkinkan akan langsung dilakukan pelepasliaran kembali ke habitatnya - kawasan hutan CA. Gunung Tilu. Ditempat yang terpisah, berdasarkan laporan pengaduan ke Call Center BBKSDA Jawa Barat atas nama Sdri. Elly Susanti, alamat Kompleks Perumahan Taman Rahayu Blok C - 7 Cigondewah Hilir, Kec. Margaasih, Kab. Bandung yang melaporkan telah ditangkap seekor Sanca Batik, dimana berdasarkan keterangan ketua RT (Sdr. Supriatna) dan warga sekitar bahwa ular sanca tersebut semula berada di got kompleks perumahan yg diketahui pertama kali oleh seorang pemulung. Kemudian oleh warga ditangkap dan dititipkan di rumah Sdr. Wawan yg disimpan dalam kandang ram. Kemudian oleh Sdri. Elly Susanti (tetangga Sdr. Wawan) melaporkan ke Call Center BBKSDA Jawa Barat. Sekitar pukul 00.04 Wib. Tim Gugus Tugas langsung berkoordinasi dengan ketua RT setempat dan mendatangi rumah kediaman Sdr. Wawan bersama ketua RT dan Satpam, selanjutnya ular sanca tersebut diserahkan ke Tim Gugus Tugas, berdasarkan pengamatan sepintas dan merujuk keterangan dari ketua RT dan warga setempat bhw ular sanca tersebut memiliki panjang sekitar + 3 m dan berat diperkirakan sekitar 30 kg. Setelah diliput dengan dokumentasi sesuai SOP, Tim mengucapkan terima kasih atas kesadaran warga kompleks Perumahan Taman Rahayu, kemudian membawa ular tersebut ke kantor Bidang Wilayah II BBKSDA Jawa Barat di Soreang sekitar pukul 03.35 Wib., dan satwa langsung dievakuasi dalam kandang transit. Rencananya setelah dilakukan identifikasi dan pemeriksaan kesehatan, apabila kondisinya memungkinkan, seprti halnya dengan macan tutul, maka ular Sanca batik tersebut akan dilepasliarkan di kawasan hutan CA. Gunung Tilu yg dipandang sesuai dengan habitatnya. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Kembali Evakuasi Buaya Muara

Palu, 2 Juni 2018. Tim Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar Balai KSDA Sulawesi Tengah kembali mengevakuasi buaya muara (Crocodylus porosus) di Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga Kota Palu. Buaya muara berjenis kelamin betina tersebut memiliki panjang 2,57 m, ditangkap oleh warga Kelurahan Nunu karena telah memasuki kolam milik warga. Penyerahan dilakukan Kepala Kelurahan Nunu Bapak Mohammad Yusuf, S.Sos mewakili warga Kelurahan Nunu dan Pihak Balai KSDA Sulawesi Tengah di wakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Haruna, SP, M.Sc, dengan disaksikan oleh masyarakat kelurahan nunu dan tim satgas penanggulangan konflik. Saat ini buaya tersebut dibawa ke kandang transit milik Balai KSDA Sulawesi Tengah. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Masyarakat Pondok Kompeh Deklarasikan Sikap Siap Pendataan lahan di TNTN

SPW I LKB, MEI 2018 – Niat baik Balai TN. Tesso Nilo dalam melakukan pendataan lahan dikawasan TN. Tesso Nilo mendapat dukungan baik oleh masyarakat Pondok Kompeh dalam pendataan tahap II yang dilaksanakan TNTN pada kamis, 30 Mei hingga 3 April 2018. Pada saat pertama sampai di Pondok Kompeh pada hari Rabu, 30 Mei 2018, tim pendataan lahan dari TN. Tesso Nilo langsung menuju Ketua RW yang juga dijadikan sebagai Posko Pendataan sekaligus tempat menginap tim selama kegiatan. Dirumah ketua RW tersebut Tim dari TN. Tesso Nilo berkoordinasi dengan seluruh tokoh masyarakat untuk kegiatan pendataan lahan tahap II esok harinya. Pendataan dilaksanakan oleh 8 orang dati BTNTN, 3 orang MMP Bali, dan 7 orang masyarakat. Pada Kamis, 31 Mei 2018, Kegiatan pendataan lahan tahap II dimulai sejak pagi hari dengan melanjutkan pendataan dan pengukuran lahan masyarakat yang belum terdata pada Tahap I. Pelaksanaan kegiatan pendataan dibagi menjadi 4 tim kecil yaitu 3 (tiga) tim mendata objek lahan dan 1 (satu) tim stanby di Posko memberikan pencerahan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi. pada sore harinya Pukul 17.00 Wib, atas diskusi dan keinginan masyarakat dilaksanakan acara " DEKLARASI PERNYATAAN SIKAP SIAP" oleh masyarakat Pondok Kompeh yang diwakili oleh Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan beberapa anggota masyarakat, dalam bunyi deklarasi : “Kami masyarakat dusun 5 Pondok Kompeh Desa Lubuk Batu Tinggal Kecamatan Lubuk Batu Jaya, kabupaten Inhil, dengan ini menyatakan sikap, 1 . siap mendukung dan bekerjasama dengan pihak BTNTN untuk mempertahankan hutan tersisa, 2. Siap mendukung dan bekerja sama dengan pihak BTNTN mencegah terjadinya kebakaran hutan. 3. Siap menerima program kemitraan, dari pihak BTNTN, 4. Siap menerima program pemberdayaan ekonomi masyarakat dari pihak BTNTN. 5.siap mendukung pihak BTNTN dan Balai Penegakan Hukum , Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pengusaha atau pemodal yang menguasai lahan ratusan hektar. Pondok kompeh, rabu, 30 Mei 2018”. “Pendataan tahap II sudah kita laksanakan di Pondok Kompeh, deklarasi dari masyarakat untuk mendukung program kita juga sudah dilaksanakan, semoga untuk kedepannya dapat kita selesaikan dengan sesuai harapan dari TNTN”, ungkap Ahmad Gunawan, S.Hut Kepala Resort Air Hitam. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Tim Resort Situgal TN Tesso Nilo dan Polsek Langgam Patroli dan Sosialisasi Karhutla

BASERAH, 01 JUNI 2018 – Tim dari Resort Situgal dan polsek Langgam laksanakan kegiatan patroli dan sosialisasi karhutla di kawaasan Resort Tesso Situgal ada Jumat, tanggal 01 Juni 2018. Kegiatan dilaksanakan oleh empat orang personil dari Resort Situgal didampingi oleh anggota dari Polsek Langgam. Usai meninjau lokasi area bekas terbakar tersebut, Tim beserta anggota dari Polsek Langgam juga melakukan sosialissi keada masyarakat yang ditemui dari pondok ke pondok. Sembari lakukan sosialisasi, Tim TNTN dan Polsek membagikan brosur himbauan agar tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan. Setelah laksanakan sosialisasi kepada masyarakat, Tim melanjutkan patroli ke wilayah Sido Makmur Dusun Palabi Jaya, ditempat tersebut tim juga memasang spanduk serta membagikan brosur himbauan larangan membakar lahan dan hutan. Berdasarkan keterangan dari ketua tim patroli dan sosialisasi Amir Hamzah , S.Hut, tidak ada ditemukannya titik api selama kegiatan dilaksanakan . “Kegiatan Ground Check area bekas terbakar sudah rampung kita laksanakan, brosur dan spanduk juga sudah kita sebar dan pasang, selama patroli tidak ada kita temukan titik api, semoga untuk kedepannya kondisi senantiasa kondusif seperti ini”, ungkap Amir Hamzah , S.Hut Selaku dari ketua tim patroli dan sosialisasi. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Terus belajar.., Balai KSDA Sumatera Selatan Adakan Pelatihan Multimedia

Belajar memang tak kenal oleh waktu... Sepertinya itu kalimat yang tepat untuk Balai KSDA Sumatera Selatan yang tahun ini cukup intens dalam upaya peningkatan SDM bagi para pegawai. Salah satu upaya peningkatan SDM yakni Pelatihan Multimedia. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan publikasi, pelatihan ini cukup penting dilaksanakan sehingga dapat membekali pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Pelatihan Mulltimedia dilaksanakan di kantor Balai KSDA Sumatera Selatan diikuti oleh sekitar 15 (lima belas) peserta. Pelaksanaan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari di penghujung Mei 2018. Materi pelatihan cukup menarik yakni pembuatan infografis dan pembuatan film dokumenter. Keduanya tentu sangat diperlukan dalam mendukung Balai KSDA Sumatera Selatan dalam melaksanakan tugas khususnya di bidang konservasi. Dalam upaya penyebarluasan di berbagai media sosial, kreativitas dalam penyajian informasi sangat penting dilakukan. Semoga kedepan, informasi konservasi alam akan semakin terekspos di semua lapisan masyarakat. Bravo!! Sumber : Agnes Indra Mahanani (PEH Balai KSDA Sumatera Selatan)
Baca Berita

Buka Puasa Bersama BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 4 Juni 2018. Menjalin Silaturahmi di bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menggelar acara Buka Bersama pada hari kamis, 31 Mei 2018. Turut dihadiri Dinas Kehutanan Provsu, seluruh Kepala UPT Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup Provsu, seluruh mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan seluruh karyawan /karyawati. Acara buka bersama di awali dengan lantunan ayat suci Al-Qu’an yang dibawakan oleh Bapak Pahrul, S.Pdi yaitu surat Al-Baqarah ayat 185-186. Kemudian kata sambutan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., “Walaupun berbeda agama kita tetap bisa saling menjaga dan menghargai di bulan Ramadhan ini” Ujarnya. Ceramah Ramadhan dan do’a bersama yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Zahirudin Nasution, MA. “Bulan Ramadhan , bulan yang terdapat didalamnya satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan, bulan yang penuh ampunan. Bulan yang sangat dirindukan oleh umat islam, karena di bulan itu Allah melipat gandakan pahala semua ibadah. Bulan Puasa yang penuh dengan hikmah, dan semua Allah yang ciptakan, tidak ada yang sia-sia” jelasnya dalam ceramahnya. Beliau juga sempat bercerita tentang kehidupan sehari yang terkait dengan ibadah, salah satunya ketika semua mempunyai handphone android yang bisa searching atau menyimpan aplikasi Al-Qur’an dapat memudahkan kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an dimana saja tanpa membawa Al-Qur’annya. Selesai ceramah, tiba waktunya berbuka puasa. Berbuka di suguhi dengan diawali hidangan takjil dilanjut dengan shalat magrib berjamaah, setelah itu berbuka dengan hidangan yang telah disediakan. Acara berbuka puasa itu berjalan dengan lancar, semoga kita semua bisa mengikuti puasa ramadhan di tahun-tahun berikutnya dan menjaga silaturahmi sesama umat. (ade yunita) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sungai Pelike, Ekowisata Minat Khusus di TN Kerinci Seblat

Musi Rawas, 4 Juni 2018. Kegiatan patroli rutin mobile Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di lokasi Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata tidak hanya menemukan ancaman dan gangguan kelestarian kawasan TNKS, namun juga dijumpai potensi ekowisata minat khusus. Adalah Sungai Pelike yang menjadi potensi ekowisat minat khusus dengan air yang super jernih beserta bentang alamnya yang menawan. Ecotravelers yang berminat merasakan mewahnya wisata sungai alam ini harus mempunyai fisik yang prima karena harus menempuh jarak lebih kurang 6 sampai dengan 8 Km dengan waktu tempuh 4 - 6 jam perjalanan jalan kaki dari titik jalan desa (Sukaraya - Kab Musi Rawas). Sumber : Hendrimon - Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

INTAN SATAP Balai TN Rawa Aopa Watumohai

Konawe Selatan, 4 Juni 2018. Balai TNRAW melalui Kepala Balai (Ali Bahri, S.Sos., M.Si.) menginisiasi pengelolaan yang mengintegrasikan Desa dan Resort Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), dimana fungsi petugas resort dalam melakukan pengelolaan kawasan hutan konservasi (TNRAW) dengan melibatkan stakeholders dan masyarakat di sekitar kawasan. Adalah Integrasi Pengelolaan Satu Atap (INTAN SATAP) Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) pada Tingkat Tapak (Resort) merupakan inovasi dan terobosan baru sebagai alternatif penyelenggaraan pengelolaan kawasan konservasi berbasis resort, efektif dan efisien dibandingkan yang telah ada sebelumnya, serta memiliki jangkauan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar hutan di Indonesia hingga dunia internasional. Hampir seluruh stakeholder utama baik eksternal dan internal menyatakan dukungan positifnya akan manfaat Integrasi Pengelolaan Satu Atap (INTAN SATAP) Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Pada Tingkat Tapak (Resort). Stakeholders tersebut diantaranya BPKH, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Dinas BPMD, Dinas Koperasi Konsel, Disnaker Konsel, Bapedalitbang Konsel, Camat Tinanggea, Kepala Desa, Tokoh & Masyarakat Desa Tatangge, PT. Bahula Mining, PT. Ifis Deco, Lemabaga Komunitas Mangrove, Masyarakat Peduli Lingkungan Tinanggea serta staf Balai TNRAW. Implementasi INTAN SATAP dalam rangka Optimalisasi pengelolaan berbasis resort telah dilaksanakan di seluruh kawasan konservasi di Indonesia. Keseluruhan tahapan jangka pendek (7 milestones) telah tercapai dan terdapat capaian 3 tambahan milestones jangka menengah. Dengan tercapainya seluruh milestones pada Jangka Pendek (60 Hari). Keberhasilan implementasi pengembangan INTAN SATAP dengan 10 capaian milestones diperoleh dengan mobilisasi dukungan komitmen penuh dari internal Tim Kerja, rangkaian koordinasi yang efektif antara seluruh stakeholders terkait baik internal maupun eksternal, serta stakeholders lainnya. Sumber: Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Patroli Rimba MMP BBTN Kerinci Seblat

Sungaipenuh, 4 Juni 2018. Patroli Rimba Masyarakat Mitra Polhut (MMP), begitu kami menyebut giat kawan-kawan Masyarakat Mitra Polhut tersebut. Meski dalam suasana bulan puasa, tidak menghentikan MMP melaksanakan tugas-tugasnya. Bersama mitra lainnya Lingkar Institute, MMP Resor Lebong tetap bersemangat menelusuri hutan rimba belantara Taman Nasional Kerinci Seblat yang termasuk dalam wilayah teritori resort mereka. Inilah salah satu upaya tanpa kenal lelah petugas dan mitra Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) di lapangan yang berandil dalam penyelamatan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Kelahiran Anak Kukang BBKSDA Sumatera Utara

Sibolangit, 4 Juni 2018. Kabar gembira kelahiran anak Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) datang dari Direktur Eksekutif Indonesian Species Conservation Program (ISCP), melalui suratnya yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Untuk melihat langsung kondisi bayi dan induknya, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menugaskan tim meninjau lokasi Pusat Rehabilitasi Kukang ISCP, di Desa Rumah Pil pil, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat, 1 Juni 2018. Butuh ketahanan fisik dan nafas yang prima untuk mencapai lokasi Pusat Rehabilitasi Kukang. Jalan setapak yang terjal dan licin, harus dilalui dengan sangat hati-hati, karena disebelah kiri maupun kanan jalan ada jurang. Namun suasana hutan yang sejuk, membuat perjalanan sekalipun meletihkan tapi tetap menyenangkan. “Ada filosofi dalam mendesain tempat ini. Kami sengaja membuat jalan yang sedikit berat menuju lokasi ini, maksudnya supaya orang sadar dan mengerti bahwa bicara konservasi bukanlah pekerjaan yang mudah, namun penuh tantangan dan butuh kerja keras,” ujar Rudianto Sembiring, Direktur Eksekutif ISCP yang mendampingi Tim. Tiba di lokasi, ada sekitar sepuluh kandang jerajak kawat, ukuran kecil yang tersusun rapi sebagai tempat penampungan sementara satwa kukang titipan sebelum dilepasliarkan (direlease). Kandang dibuat sedemikian rupa dikelilingi rimbunnya pepohonan, seolah-olah kukang berada di habitat (hutan) alami. Dari kesepuluh kandang, tiga diantaranya terisi oleh 4 (empat) individu kukang (3 dewasa dan 1 anakan/bayi). Kandang induk beserta anaknya diapit oleh dua kandang kukang berkelamin jantan. “Semua prosesnya secara alami, mulai dari proses kehamilan sampai kukang melahirkan. Menurut estimasi kami, diperkirakan bayi kukang ini lahir pada tanggal 19 Mei 2018. Dan sampai sekarang kondisi induk dan anaknya dalam keadaan sehat dan baik,” ujar Rudianto. Induk kukang sangat sensitif melihat kedatangan tim. Memandangi setiap orang dengan tatapan curiga. Tersirat wajah ketakutan, anaknya pun didekap kemana-mana untuk melindunginya. Sifat liarnya masih terlihat dengan gerakan yang berputar-putar disekitar kandang, mencari jalan keluar. Perlu juga diinformasikan, bahwa induk kukang merupakan penyerahan dari seorang warga Desa Derek, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang kepada Kepala Resort Konservasi Wilayah CA./TWA. Sibolangit, pada tanggal 27 Oktober 2017, dan selanjutnya dititipkan ke Pusat Rehabilitasi Kukang ISCP. Sepengetahuan Rudianto, peristiwa kelahiran anak Kukang Sumatera baik di lokasi Pusat Penampungan Satwa atau Pusat Rehabilitasi Satwa, maupun di lembaga konservasi yang ada di Propinsi Sumatera Utara, baru ini yang pertama kali terjadi. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Kepala Bidang Teknis, Irzal Azhar, menyampaikan apresiasi atas kelahiran bayi kukang tersebut. Tidak lupa juga beliau menghimbau warga masyarakat yang masih memiliki dan atau memelihara jenis-jenis satwa yang dilindungi undang-undang, termasuk Kukang Sumatera, agar segera dengan sukarela menyerahkan satwa peliharaan tersebut ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara maupun Ke Bidang/Seksi Konservasi Wilayah yang ada di Kabupaten-kabupaten di Sumatera Utara, guna direlease (dilepasliarkan) ke habitatnya. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Operasi Pengamanan Terpadu di Taman Buru Semidang Bukit Kabu

Bengkulu, 3 Juni 2018. Operasi Pengamanan Hutan Terpadu pada kawasan Taman Buru Semidang Bukit Kabu sebagai upaya penyelesaian keterlanjuran oleh Balai KSDA Bengkulu bersama Ditjen GAKKUM KLHK, Polri, TNI dan Pemerintah Daerah dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Hasil dari kegiatan tersebut 52,9 hektar lahan yang dirambah dan dialih fungsikan menjadi tanaman non kehutanan berupa tanaman sawit dapat dimusnahkan dan terkuasai kembali. Eksekusi pemusnahan tanaman kehutanan tersebut dilakukan pada lokasi yang telah diserahkan secara sukarela oleh 3 (tiga) orang penggarap lahan dengan tujuan mereka dapat ikut berkontribusi dalam mengembalikan fungsi kawasan, sebagai penyangga kehidupan, sumber plasma nutfah dan fungsi lainnya dari keberadaan hutan yang lestari. Upaya dan hasil yang baik ini merupakan buah dari tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh BKSDA Bengkulu berupa sosialisasi, patroli rutin dan koordinasi yang intensif dengan instansi/pihak terkait dan juga adanya dukungan anggaran dari Direktorat Jenderal GAKKUM Kementerian LHK, sejalan dengan implementasi dari 10 cara baru dalam pengelolaan kawasan yaitu masyarakat sebagai subyek pengelolaan, penghormatan pada HAM, kerja sama lintas Eselon I KLHK, kerjasama lintas kementerian, dan seterusnya. Untuk selanjutnya diharapkan penggarap lahan ilegal lainnya dapat juga secara sukarela menyerahkan lahan garapannya, sehingga selanjutnya upaya pemulihan ekosistem kawasan dapat dilakukan. Penyelesaian persoalan pengelolaan kawasan konservasi yang salah satunya adalah keterlanjuran disfungsi kawasan dengan merubah kawasan konservasi menjadi perkebunan dan pemukiman dengan dalih tuntutan ekonomi dan untuk bertahan hidup menjadi hal yang sangat sulit dan berat dalam penyelesaiannya. Sehingga upaya yang dilakukan perlu adanya tahapan-tahapan yang jitu dan bijak, dengan harapan eksekusi yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan baru dan/atau berpotensi terjadinya perambahan yang lebih luas lagi. Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Menampilkan 7.761–7.776 dari 11.140 publikasi