Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Operasi Tangkap Tangan Pembakar Hutan TN Matalawa

Waingapu, 6 Juni 2018. Tingginya intensitas hotspot di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) membuat para petugas dan juga mitra terkait melakukan patrol rutin pada daerah-daerah rawan kebakaran. Mendekati libur hari raya pun, para petugas tetap siaga dalam menanggulangi bahaya kebakaran hutan dan lahan. Hal ini tercermin dari tertangkapnya pelaku pembakaran di padang savanna dalam kawasan TN Matalawa. Pada kira-kira pukul 11.00 WITA, pelaku sebanyak 2 orang terpergok oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumba Tengah ketika sedang membakar rerumputan. Para pelaku sempat melarikan diri dari kejaran Satpol PP, namun, dengan bantuan petugas TN Matalawa yang sedang bertugas di Resort Praimahala, mereka dapat tertangkap di dalam hutan kawasan TN Matalawa. Hingga berita ini dilaporkan, para pelaku sudah diamankan oleh para petugas dan sedang diperiksa di Polsek Umbu Ratu Nggay. (yam/mtlw) Sumber : Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Sosialisasi Kawasan TWA Wera oleh Balai KSDA Sulteng

Palu, 8 Juni 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah melaksanakan Sosialisasi kawasan Taman Wisata Alam Wera dilaksanakan di Desa Balumpewa dan Desa Kalukutinggu yang merupakan daerah penyangga kawasan TWA Wera. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai batas-batas kawasan TWA Wera termasuk fungsi dari kawasan itu sendiri, peranan masyarakat dalam pengelolaan kawasan serta pengembangan wisata alam berbasis masyarakat di TWA Wera sebagai salah satu Role Model Balai KSDA Sulawesi Tengah. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Camat Dolo Barat, Kepala Desa Balumpewa, Kepala Desa Kalukutinggu, Sekretaris/aparat desa, tokoh masyarakat, masyarakat Desa Balumpewa, dan Desa Kalukutinggu serta para pemuda/masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata binaan Balai KSDA Sulawesi Tengah. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dengan peserta kegiatan sosialisasi. Dalam suasana yang santai dan akrab tersebut, Kepala Balai menghimbau masyarakat Desa Balumpewa dan Desa Kalukutinggu untuk mendukung program pemerintah dalam kegiatan konservasi di kawasan TWA Wera. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengga
Baca Berita

Gerak Cepat Tim Gabungan Ungkap Sindikat Perdangan Harimau Sumatera

Kotaagung, 6 Juni 2018. Setelah melakukan penangkapan terhadap 6 orang mediator yang diduga memperjualbelikan organ tubuh satwa liar yang dilindungi Undang – Undang pada Sabtu (2/6) di Metro, Tim gabungan yang terdiri dari Polda Lampung, Balai Besar TNBBS, Balai KSDA Bengkulu-Lampung, RPU YABI dan WCU WCS-IP (Tim Reaksi Cepat – TNBBS), melakukan pengembangan kasus jual beli organ tubuh Harimau Sumatera. Dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap 6 tersangka pelaku yang ditangkap di metro, diperoleh informasi bahwa pelaku perburuan berasal dari daerah Sinar Ogan, Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus. Tanggal 4 Juni 2018, Tim Gabungan berangkat menuju Tampang sekira pukul 04.00 WIB. Tim Gabungan berhasil menangkap 3 orang tersangka berinisial Sa (49); Po (31) dan Un (42). Tersangka Po dan Un adalah pelaku pemasangan jerat seling terhadap satwa harimau sumatera, sedangkan Sa adalah orang yang menjualkan hasil perburuan harimau tersebut, berupa tulang, taring dan kulit. Satu orang tersangka berinisial Su (27) yang diduga sebagai eksekutor / penembak satwa Harimau Sumatera tidak berada di Tampang, sehingga Tim Gabungan melakukan pengembangan pencarian di Daerah Pubian, Lampung Tengah. Pada tanggal 5 Juni 2018 sekira pukul 15.00 wib, Su dapat ditangkap oleh Tim Gabungan. Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono saat berada di kantor Balai Besar TNBBS Kotaagung mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari kerjasama antara Balai Besar TNBBS dan Polda Lampung serta mitra kerja Balai Besar TNBBS yang concern atas penegakan hukum, terhadap tindak pidana kehutanan perburuan satwa Harimau Sumatera. “Setiap perkembangan kasus ini selalu kita sampaikan ke Jakarta, dan ini merupakan langkah nyata kepedulian kita bersama untuk kelestarian Harimau Sumatera” ujar Agus. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Taman Koleksi Anggrek (Orchidarium) Dari Taman Nasional Lore Lindu

Poso, 6 Juni 2018. Taman Nasional Lore Lindu memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, salah satunya flora Anggrek yang banyak ditemui di dalam kawasan ini. Untuk menjaga kelestariannya, Balai Besar TN Lore Lindu sebagai pengelola membuat Taman Koleksi Anggrek yang berlokasi di dalam objek wisata Telaga Tambing (Desa Sedoa, Kabupaten Poso) dan dikelola oleh Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Makmur. Taman Koleksi Anggrek (Orchidarium) yang dibangun sejak tahun 2015 ini memiliki sekitar 40 jenis anggrek di dalamnya. Anggrek-anggrek ini diperoleh dari kawasan TN Lore Lindu yang dirawat/dipelihara serta dibudidayakan oleh petugas TN Lore Lindu yang bernama Sardi. “Keberadaan Orchidarium ini selain sebagai upaya pelestarian dan wahana pendidikan lingkungan terutama jenis flora anggrek, juga untuk memperkenalkan potensi anggrek yang bernilai ekonomis kepada masyarakat”, ujar Jusman selaku Kepala Balai Besar TN Lore Lindu. Selanjutnya diungkapkan pula oleh Jusman bahwa dengan adanya Orchidarium ini diharapkan masyarakat sekitar taman nasional akan tertarik untuk usaha budidaya anggrek, selain bisa menambah penghasilan juga melestarikan keberadaannya. Sumber : Balai Besar TN Lore Lindu
Baca Berita

Duyung Terperangkap Di Jaring Sero Nelayan Dilepaskan Ke Alam

Tatapaan, 6 Juni 2018. Bertempat di perairan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, dilaksanakan pelepasliaran seekor Duyung (Dugong dugon) dan 2 ekor penyu hijau yang terperangkap sero/ jaring nelayan diperairan bagian selatan Taman Nasional Bunaken. Pada kegiatan pelepasliaran satwa tersebut, dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M. Si bersama Assisten II Kab. Minahasa Selatan, Decky Keintjem yang mewakili Ibu Bupati Minahasa Selatan, hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan Alexander Sonambela, Hukum Tua Wawontulap Fadly Tapola, Kelompok Cahaya Tatapaan mitra pengembangan ekowisata di zona tradisional, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan para warga setempat. Duyung si sapi laut hingga saat ini keberadaannya masih misterius, salah satu satwa pemakan lamun (seagrass) ini sering kali keberadaannya sulit terdeteksi, akan tetapi hewan tersebut justru sering terperangkap jaring sero milik nelayan, kata Sem Sambur Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan yang sejak 2 hari ini berusaha melepas satwa tersebut. Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam sambutan singkat diatas katinting menyampaikan, bahwa Duyung dalam bahasa latin (Dugong dugon) merupakan hewan yang dilindungi menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa Liar, demikian penyu ini, sehingga apabila masuk dalam perangkap jaring nelayan secepatnya untuk dilepaskan. "Kita bersyukur dengan hadirnya para pihak dan masyarakat dalam pelepasliaran satwa duyung dan penyu ini sekaligus bertepatan dalam Hari Lingkungan Hidup yang jatuh tanggal 5 Juni kemarin", tutur Kepala Balai. Bagian selatan Taman Nasional Bunaken merupakan habitat utama bagi satwa duyung, dengan tutupan lamun yang tinggi yang terwakili oleh 8 spesies lamun seperti : Thalassia hemprichii, Enhalus accoroides, Cymodocea, Hallodule, mensuplai pakan alami satwa duyung. Jalur migrasinya antara lain, mulai dari Perairan Teluk Amurang selanjutnya pesisir Selatan TN Bunaken untuk mencari makan dan bermain, kemudian menuju pesisir Teluk Manado, bahkan sampai diperairan kepulauan di bagian Utara TN Bunaken sampai ke Likupang dan sebaliknya. Duyung terperangkap pada jaring sero milik warga nelayan Wawontulap Abdullah Daeng Riboko, memiliki panjang 250 cm lingkaran badan 150 cm; penyu pertama memiliki panjang 1 meter lebar 75 cm; dan penyu kedua memiliki panjang 76 cm dan lebar 54 cm. Sumber : Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Dirjen KSDAE Temui Masyarakat Adat di Sekitar Taman Nasioal Lore Lindu

Sigi, 5 Juni 2018. Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekosistem (KSDAE) Bapak Ir. Wiratno, M.Sc melakukan kunjungan ke Taman Nasional Lore Lindu tepatnya kepada masyarakat adat Ngata Toro di Kabupaten Sigi dan masyarakat adat Tampo Pekurehua Tawelia di Kabupaten Poso, pada tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 2018. Pada kunjungan Dirjen KSDAE ini didampingi oleh Tim Gugus Multipihak yang terdiri dari Antropolog Universitas Indonesia, Badan Registrasi Wilayah Adat, CIFOR, EPASS, LSM, perwakilan Ditjen PSKL dan Praktisi TORA. Selama kunjungan ini, Dirjen KSDAE selalu ditemani oleh Ir. Jusman (Kepala BBTNLL) yang mendampingi kunjungan ke Desa Toro dan Desa Wuasa. Dirjen KSDAE dalam kunjungan ini memberikan pesan kepada pengelola Taman Nasional untuk menata suatu hubungan dan cara komunikasi dengan masyarakat termasuk masyarakat adat, karena masyarakat adat adalah saudara-saudara kita. Selain itu, disampaikan pula untuk menyambungkan hubungan dan sinergi antara perencanaan dan lembaga desa dengan sumber-sumber penghidupan yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu sehingga kemitraan bisa dibangun atas dasar 3M (mutual respect, mutual trust dan mutual benefits). Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Begini Hasil FGD Penetapan Alur Pelayaran dan Perlintasan di Dalam Kawasan TNTBR

Makasar, 05 Juni 2018. Pada hari ini, Selasa 5 Juni 2018 telah dilaksanakan FGD (focus Group di Balai Diklat KLHK Makassar terkait penetapan alur pelayaran dan perlintasan, sistem rute, tata cara berlalu lintas dan daerah labu kapal di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Dimulai dengan sambutan Sekditjen KSDAE yang diwakili oleh Kepala Balai Faat Rudhianto yang dibuka oleh asisten bidang Kesra yang mewakili Bupati Kepulauan Selayar. Dalam kegiatan ini hadir Kepala Subdit Penataan Alur Navigasi Kementerian Perhubungan, Kapala SPTN Wilayah II Jinato dan Staf, Kepala Divisi Navigasi Makasar, Asisten Deputi Kemenko Kemaritiman, Pushidros TNI AL, TIM Gabungan Survey serta OPD terkait se Kabupaten Kepulauan Selayar. Beberapa poin penting yg dihasilkan dari FGD ini adalah :Penetapan peta laut penting untuk keselamatan pelayaran dan mitigasi kerusakan sumber daya alam, sekaligus mengakomodir kepentingan masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan taraf hidup; Kesesuaian alur pelayaran dengan kebijakan penetapan Daerah Perlindungan Laut /Perdes DPL di setiap Desa; Hasil penetapan alur pelayaran diharapkan untuk disampaikan ke Pemprov Sul-Sel untuk sinkronisasi penyusunan Rencana Pemanfaatan Ruang di Pulau-pulau Kecil, yang saat ini masih tahap penyusunan draft; Penting untuk dilakukan kajian terkait titik koordinat batas kawasan TNTBR oleh Baplan dan BPKH karena antara peta penunjukan, penetapan dan zonasi TN Taka Bonerate yang jadi acuan Pushidros TNI-AL dalam membuat peta laut, terdapat pergeseran titik koordinat; Terkait daerah labuh kapal dengan tonase yang besar (kapal cruise), disarankan untuk ditempatkan di dua wilayah dalam kawasan TN Taka Bonerate untuk efektifitas kapal-kapal pesiar menjangkau spot-spot dive dan pulau-pulau berpenghuni di dalam kawasan; Perlu dilakukan penandaan area spot dive dengan pemasangan mouring boy atau penandaan lainnya yang akan di fasilitasi oleh Distrik Navigasi kelas 1 Makasar melalui mekanisme permohonan dukungan dari TN Taka Bonerate dan diketahui oleh pemda setempat. Setelah FGD ini selanjutnyta akan ada rapat finalisasi yang akan dilaksanakan di Jakarta dengan waktu yang belum ditentukan. Sumber : Asri - Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Partisipasi Balai Besar TNGGP dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Cibodas, 5 Juni 2018. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaksanakan upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertemakan “Kendalikan Sampah Plastik”. Upacara dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Wasja, S.H. Upacara yang berlangsung sekitar satu jam ini, diikuti oleh karyawan dan karyawati Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Mengangkat tema “Kendalikan Sampah Plastik” pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pesan yang ingin disampaikan melalui sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu perlunya komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik di berbagai belahan dunia, juga di Indonesia. Dalam sambutan tersebut mengharapkan motivasi kerja sekuat tenaga untuk atasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengolah sampah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), serta yang penting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak, pemerintah pusat/ pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha. Sampai saaat ini partisipasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam “Kendalikan Sampah Plastik”, 1) Penyuluhan kepada masyarakat dan pendidikan konservasi kepada generasi muda; 2) Pemberian bantuan alat pencacah sampah plastik kepada kelompok binaan di Resort Sarongge tahun 2010; 3) Pendirian Bank Sampah Assalam di Desa Nyalindung tahun 2017; 4) Pengolahan sampah plastik menjadi barang yang berguna; dan 5) Kegiatan pemilahan sampah menjadi barang bermanfaat yang rutin dilakukan pada setiap pintu pendakian (Resort Cibodas, Resort Gunung Putri, dan Resort Selabintana). Mari kita bersatu dan bertekad untuk kelola sampah plastik bersama-sama. Kendalikan sampah plastik, jaga lingkungan tetap bersih untuk lingkungan yang lebih baik. Sumber : BBTN Gunung Gede Pangrango Teks : Poppy Oktadiyani, S.Hut., M.Si. Foto : Randi, S.E.
Baca Berita

Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Propinsi Sulawesi Tengah

Palu, 5 Juni 2018. Pada hari ini tanggal 5 Juni 2018, seluruh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Palu-Poso, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah XII Palu dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan XVI Palu melaksanakan upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertemakan “Kendalikan Sampah Plastik”. Upacara ini dipimpin oleh Kepala Balai Besar TN Lore Lindu, Ir. Jusman, yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Dengan mengangkat tema “Kendalikan Sampah Plastik” pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pesan yang ingin disampaikan yaitu perlunya komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik di berbagai belahan dunia, juga di Indonesia. Juga dalam sambutan tersebut mengharapkan motivasi kerja sekuat tenaga untuk atasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengolah sampah dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), serta yang penting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak, pemerintah/pemda, masyarakat, dan dunia usaha. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Implementasi SMART PATROL dalam pengelolaan TaNa Bentarum

Putussibau 5 Juni 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) mengadakan kegiatan pelatihan kompilasi data hasil monitoring biodiversity dan patroli pengamanan kawasan yang berbasis Smart Patrol. Dalam pembukaannya Kepala Balai Besar TN Bentarum Arief Mahmud, menegaskan bahwa dalam pengambilan data lapangan harus jujur, obyektif dengan metode yang tepat sehingga data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawaban. "Ambil data tidak boleh asal harus jujur dan mengedepankan obyektivitas", tegasnya. Selain itu dia kembali mengingatkan bahwa pengolahan data dengan formula yang benar akan memberikan masukan yang positif dalam pengelolaan biodiversity di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. "Metodologi yang digunakan harus ada referensinya, formulasinya harus benar sehingga datanya valid dan bisa dimanfaatkan", ujarnya di depan peserta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan kegiatan monitoring biodiversity dan patroli pengamanan kawasan hutan yang dilaksanakan di Sub DAS Embaloh dan Sub DAS Sibau kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Adapun pelaksanaan monitoring biodiversity dan patroli pengamanan kawasan yang berbasis smart patrol dilaksanakan pada pada tanggal 11 sampai dengan 15 Mei 2018. Metode yang digunakan yaitu observasi dengan menyusuri lokasi-lokasi yang menjadi target patroli. Untuk di Sub DAS Embaloh dilakukan di 3 lokasi yakni Sungai Peang, Sungai Kupit, dan Sungai Mengkaok. Sedangkan di Sub DAS Sibau dilakukan di 3 lokasi yakni Sungai Sibau, Sungai Menyakan, dan Sungai Peyang. Pendataan yang dilakukan dengan menggunakan Manual Tally Sheet yang dibagi menjadi 6 form tally sheet, yakni form posisi, fitur alam dan non alami, aktifitas ilegal, kehati flora, kehati fauna dan temuan satwa mati. Kendala yang dihadapi oleh Tim dalam implementasi Smart Patrol di lapangan yakni input data ke dalam aplikasi Smart Patrol. Oleh karena itu, guna mendukung kapasitas Tim Smart Patrol dalam input data di lapangan dalam aplikasi Smart, maka perlu kegiatan pelatihan kompilasi data hasil monitoring dan patroli berbasis Smart Patrol yang dilaksanakan pada tanggal 5 – 6 Juni 2018 di Sitroom Balai Besar TNBKDS. Beberapa fokus yang menjadi pembahasan pada kegiatan ini adalah merumuskan format tabulasi data dalam bentuk format excel, kompilasi data dari Sub DAS Sibau dan Sub DAS Embaloh, persiapan data dan entry data ke dalam aplikasi Smart Patrol. Adapun persiapan data meliputi persiapan data spasial dan data tabular. Data tabular merupakan back up tally sheet dari lapangan ke dalam format excel. Data ini juga menjadi basis data untuk pivot analisis. Kemudian untuk hari berikutnya akan dilakukan diskusi evaluasi kegiatan patroli yang sudah dilakukan di TNBK dan rekomendasi untuk rencana tindak lanjut kegiatan patroli dan manajemen data. Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama antara pihak Balai Besar TNBKDS dengan WWF Program Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti oleh Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan dan didampingi WWF Program Kalimantan Barat. Sumber : Ahmad Rindoan, S.Hut - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Tim Gabungan Tangkap 6 Mediator Perdagangan Harimau Sumatera

Metro, 2 Juni 2018. Tim Gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Polda Lampung, Balai KSDA Bengkulu, RPU YABI dan WCU WCS-IP melakukan penangkapan terhadap 6 orang yang diduga memperjualbelikan organ tubuh satwa liar dilindungi Undang - Undang (2/6) pukul 22.00 waktu setempat. Penangkapan dilakukan di daerah Metro Kotamadya Metro Provinsi Lampung dengan barang bukti berupa 1 (satu) lembar kulit harimau sumatera utuh, panjang 130 cm. Para pelaku diduga perantara (mediator) untuk memperjualbelikan kulit harimau tersebut, sedangkan pelaku perburuan satwa telah terdeteksi di daerah Limus Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus dan akan segera dilakukan penangkapan. Saat ini keenam pelaku beserta barangbukti diamankan di Polda Lampung guna proses penyidikan lebih lanjut. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Pelatihan Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Taman Nasional Kelimutu

Flores, 5 Juni 2018. Dalam rangka pembinaan masyarakat desa penyangga dengan meningkatkan keterampilan bagi masyarakat sekitar kawasan dalam kegiatan ekowisata, Balai TN Kelimutu melaksanakan paket kegiatan Pelatihan Pengembangan Ekowisata bagi Masyarakat yang diadakan secara paralel selama 10 hari, berlangsung dari tanggal 21 sampai degan 31 Mei 2018 di TN Kelimutu dan sekitarnya. Pelatihan ini diikuti oleh total 30 peserta, terdiri atas, kelompok SPKP (Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan beberapa perwakilan masyarakat desa penyangga di TN Kelimutu (Niowula, Wologai Tengah, Saga, Sokoria, Waturaka dan Pemo). Narasumber dan pelatih dalam kegiatan ini merupakan para praktisi ekowisata M Nurdin Razak, Mamuk Ismuntoro dan Risma Restyana Putri selain dari Balai TN Kelimutu sendiri. Kegiatan dan materi yang dilatih adalah Penyusunan jalur dan paket ekowisata, Pelatihan interpreter dan SOP pelayanan prima, Tata Kelola homestay, Penataan Higienis dan sanitasi, dan Promosi online dan offline Selain itu dalam kegiatan ini dilakukan juga simulasi praktek pemanduan di jalur tracking yang akan dikembangkan dan objek-objek wisatanya dengan langsung membawa wisatawan asing. Diharapkan dari rangkaian kegiatan ini masyarakat sekitar kawasan dapat lebih berdaya dengan mengembangkan ekowisata di desa masing-masing sesuai potensinya sehingga mendukung dalam pengembangan wisata alam di TN Kelimutu, dimana hal ini sesuai dengan role model Taman Nasional Kelimutu, yaitu: Manajemen Pengunjung dan Diversifikasi Kunjungan Wisata Terpadu dengan Budaya. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Hari Lingkungan Hidup dari Batas Ujung Negeri

Putussibau. 5 juni 2018. Balai Besar Tana Bentarum menggelar Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Upacara yang dilaksanakan mulai pukul 07.30 ini dihadiri seluruh pegawai Tana Bentarum. Di Hadapan peserta upacara, Kepala Balai Besar selaku inspektur upacara dalam arahannya menyampaikan bahwa kunci untuk memgurangi sampah khususnya sampah plastik salah satunya menerapkan prinsip 3R dalam keseharian kita. “Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan di sekitar kita yang murah dan mudah untuk dilakukan. If u can reuse it, Refuse it “ ujarnya. Dia menambahkan bahwa tidak mungkin mewujudkan Indonesia bebas sampah jika masih ada ketiadaan komitmen masyarakat “Indonesia tanpa sampah akan terwujud jika seluruh elemen berkomitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan.” pungkasnya. Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) merupakan perayaan untuk menyerukan program pelestarian lingkungan, diperingati setiap tanggal 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi kelestarian lingkungan. Hari Lingkungan Hidup diperingati sejak tahun 1972 dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB. Tahun ini, Hari Lingkungan hidup sedunia mengangkat Tema “Kendalikan Sampah Plastik”. Sampai saat ini permasalahan sampah plastik masih menjadi isu yang serius. Tema ini mengajak kita semua untuk berpartisipasi dalam mengurangi beban lingkungan akibat pencemaran plastik, langkah sekecil apapun yang kita lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik akan sangat membantu kelestarian lingkungan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia TN Matalawa Gelar Pameran

Waingapu, 05 Juni 2018. Hari Lingkungan Hidup Sedunia awalnya dicetuskan dalam konferensi Stockholm tahun 1972 yang didasarkan atas pengentasan kemiskinan untuk melindungi lingkungan. Konferensi ini mendorong agar negara – negara maju membantu negara miskin dan berkembang untuk memperbaiki perekonomiannya sehingga lingkungan pun juga ikut terjaga. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga turut dilaksanakan di Indonesia. Sebagai unit pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di ujung selatan Indonesia, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Liwangi Wanggameti (TN MATALAWA) juga ikut memeriahkannya dengan melaksanakan upacara di kantor Balai TN MATALAWA di waingapu yang dihadiri oleh 42 orang pegawai .Sesuai dengan sambutan Menteri LHK yang disampaikan oleh Plh Kepala Balai, Hastoto Alifianto, S.Hut, M.Si, Balai TN MATALAWA telah turut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan. Kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan dalam mengurangi sampah plastik antara lain pengurangan penggunaan plastik dalam acara sehari-hari dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya melalui kegiatan sosialisasi, school visit, dan peringatan hari–hari bertema lingkungan hidup dan kehutanan. Selain upacara, Balai TN MATALAWA dan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sumba Timur hari ini juga akan memeriahkan Hari Lingkungan Hidup dengan mengikuti pameran yang dibuka oleh Bupati Sumba Timur. Balai TN MATALAWA membawa pesan-pesan konservasi dan penyelamatan lingkungan serta bahan-bahan promosi wisata untuk dibagikan kepada pengunjung pameran. (dpn/mtlw) Sumber : Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Liwangi Wanggameti
Baca Berita

Buka Bersama Sambil Evaluasi Penataan Pengunjung Di View Poin Penanjakan TN Bromo Tengger Semeru

Probolinggo, 5 Juni 2018. Rapat evaluasi penataan penanjakan dirangkai dengan kegiatan buka bersama TNBTS dan para pihak dilaksanakan tanggal 4 Juni 2018 di Hotel Java Jiwa di Cemoro Lawang Kabupaten Probolinggo. Rapat evaluasi dihadiri oleh para pihak terkait diantaranya : Pejabat Struktural dan staf TNBTS, Perwakilan Dinas Perhubungan Pasuruan Kab Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang; Muspika Pasuruan, Lumajang, Malang dan Probolinggo; Perwakilan TNI dan Polri Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo; Paguyuban wisata ( jeep, ojek, kuda, pkl), PHRI, Pokdarwis masyarakat Desa Ngadisari dan Wonokitri yang di pimpin langsung oleh Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru Ir. John Kenedie, MM. Rapat membahas perkembangan tindak lanjut kesepakatan penataan penanjakan serta kendala dalam pelaksanaannya, diantaranya: pembuatan parkir jeep dan ojek di Simpang Tatal, pemasangan wadah kotoran Kuda, penertiban kelengkapan kendaraan bermotor baik jeep dan ojek (plat nomor, surat kendaraan, helm, maksimal jumlah penumpang), serta pemakaian seragam / uniform pelaku wisata (memakai udeng khas Tengger). Dalam kesempatan sambutan John Kenedie menyampaikan bahwa : pertemuan ini merupakan pertemuan yang ke tiga kali untuk diskusi dan sharing persoalan yang muncul dalam pengelolaan wisata khususnya persoalan parkir view point Penanjakan. John berharap komitmen yang sudah disepakati oleh pihak pada pertemuan pertama betul-betul dilaksanakan oleh para pihak. Wisata TNBTS merupakan "kue" bersama yang diharapkan mampu memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karenanya perlu dukungan semua pihak agar pengelolaan wisata TNBTS semakin optimal dan berkesan bagi pengunjung bukan malah sebaliknya." Lebih lanjut Kepala Seksi PTN I, Sarmin S.Hut menyampaikan bahwa, "pembuatan tempat parkir (Blok Tatal) saat ini sudah dilakukan kerjabakti pembersihan dan jalan lokasi parkir tetapi masih membutuhkan alat berat untuk meratakan area parkirnya. Adapun lokasi tempat parkir berada sekitar 80 meter dari jalan menuju view poin penanjakan (dekat dengan Mesjid BSM) dan diperkirakan dapat menampung 700 kendaraan jeep. Dari Lokasi kantong Parkir inilah pengunjung akan di distribusikan dengan menggunakan ojek ke lokasi yang dituju. Diharapkan pada liburan Lebaran 2018 ini sudah dapat digunakan. Selanjutnya agar pengelolaan Kantong Parkir tersebut lebih optimal akan di kelola oleh masyarakat (pokdarwis) Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kab Pasuruan." Pada akhir acara John menyampaikan bahwa, "dukungan stakeholders yang hadir terhadap pengelolaan TNBTS khususnya penataan kantong parkir penanjakan yang merupakan persoalan urgen dan harus segera di realisasikan, mutlak diperlukan mengingat Penanjakan menjadi icon utama kunjungan wisata di TN Bromo Tengger Semeru pungkasnya." Setelah rapat evaluasi seluruh peserta melaksanakan buka bersama yang di fasilitasi oleh manajemen Hotel Java Jiwa Cemorolawang Kabupaten Probolinggo. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Camp Fire Care di Gunung Ciremai

Kuningan, 5 Juni 2018. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki berbagai keunikan, yang melahirkan sejuta pesona untuk dikagumi. Satu diantaranya adalah hamparan padang rumput, yang terbentuk di atas bebatuan lelehan larva letusan gunung api Ciremai. Namun di balik hamparan pesona keindahan tersebut, kawasan TNGC tidak luput dari ancaman kebakaran hutan. Sobat Ciremai, bisa dikatakan pada tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan di TNGC terjadi hampir setiap tahun. Hal ini didukung oleh keberadaan bahan bakar alami berupa rumput semak belukar yang terhampar ± 1.000 ha. Camp Fire Care adalah salah satu upaya yang di lakukan oleh Polisi Kehutanan TNGC dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan, bahkan juga pengunjung yang datang ke kawasan TNGC. Lokasi Camp Fire Care berada di daerah rawan kebakaran hutan blok Kubang Bukit Seribu Bintang, desa Padabeunghar, Pasawahan, Kuningan. Kegiatan ini berupa kemah wisata, dimana pengunjung dibekali dengan materi berupa pengenalan alat pemadam kebakaran hutan, pendidikan lingkungan akan bahaya kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem pasca kebakaran hutan. Sehingga pengunjung merasa gembira, paham, peduli dan bangga ikut serta melestarikan hutan dari bahaya kebakaran. Ayo, ikut serta dalam Camp Fire Care sebagai bentuk peduli kita terhadap bahaya kebakaran hutan. [teks & foto © BTNGC - Oman DP | 062018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Menampilkan 7.745–7.760 dari 11.140 publikasi