Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

H+3 Lebaran, Tercatat 60 Calon Pendaki Argopuro

Baderan 18 Juni 2018. Petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) tetap bertugas di libur lebaran. Libur lebaran pun menjadi momen para pendaki naik ke Argopuro. Puncak Argopuro merupakan salah satu daya tarik bagi para pendaki gunung. Tercatat ada 60 orang calon pendaki ke Argopuro melalui Pos pemantauan di Baderan pada senin, 18 Juni 2018. Pendataan pendaki dilakukan petugas termasuk sosialisasi agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan serta menjadi pendaki yang bertanggung jawab. Selamat mendaki. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Nyaris terjual, 104 telur penyu diamankan Polhut TN Matalawa

Waingapu, 18 Juni 2018. Rommy, Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) berhasil mengamankan sebanyak104 telur penyu yang hendak dijual. Rommy menemukan telur-telur tersebut dijual bersama dengan ikan laut hasil tangkapannelayan di pasar Matawai, Kota Waingapu. Telur-telur tersebut dibawa ke kantor Balai TN Matalawa danpenjualnya juga ikut diamankan untuk diminta keterangan olehPenyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Pelaku yang diamankan, dimintai identitas diri dan dilakukan pembinaan untuk tetapmenjaga kelestarian satwa. Selain itu, pelaku jugamenandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangiperbuatannya dan turut serta bersama petugas TN Matalawauntuk mengembalikan telur-telur tersebut ke pantai.(fbm/mtlw) Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

TWA Kawah Ijen Sambut Wisatawan di Hari Libur Lebaran 2018

Licin, 17 Juni 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) siaga libur Hari Raya Idul Fitri dengan kegiatan pengamanan kunjungan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah ijen. Petugas BBKSDA Jatim tidak sendiri melainkan bekerjasama dengan Polsek Licin dan Posmil Licin Sebagai informasi, kunjungan wisata ke TWA Kawah Ijen pada tanggal 16 Juni 2018 tercatat 44 orang untuk wisatawan mancanegara dan 788 orang wisatawan lokal. Hal ini disertai dengan masuknya kendaraan roda dua sebanyak 93 dan 127 untuk kendaraan roda 4. Lonjakan terjadi di tanggal 17 Juni 2018, kunjungan wisata ke TWA Kawah Ijen mencapai 58 orang untuk wisatawan mancanegara dan 1.368 orang wisatawan lokal. Jumlah tersebut dibarengi lonjakan kendaraan roda dua yang masuk sebanyak 314 dan 259 kendaraan roda empat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Relaksasi di TWA Lejja

Soppeng, 17 Juni 2018. Setelah bersilaturrahmi bersama keluarga besar selama tiga hari Lebaran, dengan sajian cita rasa kuliner dan kudapan nikmat yang berkolesterol dihari Lebaran, maka berendam dikolam pemandian air panas diyakini dapat menyembuhkan aneka macam penyakit dan kepenatan serta relaksasi urat betis dan kaki. Di Sulawesi Selatan ada beberapa pemandian kolam air panas sebagai destinasi wisata. Namun hanya di Taman Wisata Alam Lejja di Soppeng yang mampu memberikan sensasi relaksasi dikeasrian hutannya yang hijau kepada wisatawan. Pada Hari Idul Fitri kali ini tercatat 318 tiket terjual. Kemudian pada H+1 meningkat drastis menjadi 4287 tiket. Dan pada H+2 berbarengan dengan hari Minggu tercatat 6622 tiket terjual, dengan total 11.226 pengunjung selama 3 hari. Antusiasme masyarakat yang berkunjung ke TWA Lejja di Soppeng yang berjarak 4 jam dari kota Makassar melalui jalan darat ini menyebabkan antrian sepanjang 3 km memasuki loket masuk hingga ke area parkiran kendaraan. Kepadatan pengunjung terjadi diarea kolam permandian dari hari biasanya. Namun petugas dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, dapat mengantisipasi dan mengatasi lonjakan pengunjung mulai dari pintu loket sampai ke area permandian sehingga kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan terjaga. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc menyampaikan apresiasi kepada petugas yang tetap siap dan antisipatif dalam melaksanakan pelayanan publik semasa libur Lebaran dan libur bersama kali ini. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Hari Pertama Idul Fitri TN Bromo Tengger Semeru Tetap Melayani Ribuan Pengunjung

Malang, 18 Juni 2018. Hari pertama lebaran bagi umat Muslim identik dengan silaturahmi kepada kerabat keluarga atau tetangga untuk bermaaf-maafan atau bagi umat selain Islam momen libur lebaran dimanfaatkan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata eksotik seperti melihat sun rise, menikmati laut pasir di ketinggian, atau sekedar foto dibukit mirip film animasi Telletubies TN Bromo Tengger Semeru untuk memanfaatkan waktu libur dan melepas kepenatan. Di hari pertama idul fitri tepatnya tanggal 15 Juni 2018 minat masyarakat untuk berwisata ke TN Bromo Tengger Semeru masih cukup tinggi, tercatat lebih kurang 1.947 orang yang terdiri dari 1.906 wisatawan Nusantara dan 41 orang wisatawan Mancanegara, melalui pintu masuk Coban Trisula Malang, Cemoro Lawang Probolinggo dan Wonokitri Pasuruan. Jumlah kunjungan wisatawan pada hari pertama lebaran ditahun 2018 ini menurut staf Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TN BTS Ponco Supriyandogo lebih tinggi 10 % dibanding dengan kunjungan pada hari pertama idul fitri ditahun 2017 sejumlah 1.776 orang wisatawan. Tingginya kunjungan wisatawan ke TN Bromo Tengger Semeru di hari pertama lebaran 2018 menurut ponco selain karena memang TN Bromo Tengger Semeru masih menjadi Wisata Alam favorit masyarakat juga mungkin karena pengaruh semakin mudahnya aksebilitas menuju ke lokasi TN Bromo Tengger Semeru, misalnya karena sudah beroperasi interkoneksi tol Jawa mulai dari Jakarta Surabaya sampai ke Malang ujarnya. Disisi lain banyaknya pengunjung yang berwisata ke TN Bromo Tengger Semeru menurut Kepala Seksi PTN Wilayah I Cemorolgawang Sarmin, tidak menyurutkan pelayanan kepada masyarakat untuk berkunjung wisata ke TN Bromo Tengger Semeru. "Meskipun libur lebaran atau masa cuti Iedul Fitri kami tetap melayani pengunjung sesuai arahan pimpinan. Sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat kami tetap optimalkan pelayanan pengunjung dengan jadual piket sehingga pelayanan pengunjung sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat tetap bisa dilaksanakan. Dengan sistem jadual piket, pelayanan pengunjung atau masyarakat yang ingin berwisata terlayani tetapi kekhusyu'an petugas yang ingin merayakan Idul Fitri juga bisa dijalankan", demikian ujar Sarmin. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Masih Suasana Lebaran, Petugas Balai TN Rawa Aopa Watumohai Siaga Padamkan Api

Langkolawa, 17 Juni 2018. Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN RAW) bersama dengan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II melakukan piket penjagaan dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Piket bersama ini berhasil mengendalikan api yang membakar areal savanna dan hutan pada H+1 Lebaran (16/6/2018). Lokasi kebakaran terjadi pada Blok Hutan Rayu yang masuk kedalam wilayah Resort Langkowala SPTN Wilayah II dengan total luasan kebakaran adalah ± 3,5 hektar. Dugaan sementara api berasal dari ulah masyarakat yang melewati jalan umum yang berada didalam kawasan TN RAW yakni Jalan Poros Konsel-Bombana, untuk itu pelibatan masyarakat secara aktif seperti MPA dan MMP dalam membantu meminimalisir kebakaran hutan dan lahan disepanjang perlintasan (jalan umum) tersebut menjadi sangat penting dan perlu terus dikerjasamakan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan terutama pada ekosistem savanna di kawasan TNRAW yang mudah terbakar selama cuti bersama dan menjelang masuknya musim kemarau akan terus ditingkatkan. Hal inu untuk meminimalisir berbagai dampak negatif yang ditimbulkan akibat dari kejadian kebakaran hutan dan lahan. Piket penjagaan yang dilakukan Balai TN RAW dan SPTN Wilayah II selama cuti bersama didasari oleh Surat Edaran Sekretaris Jenderal KemenLHK Nomor: SE.8/Setjen/Roum/Set-1/5/2018 tanggal 17 Mei 2018 tentang Pengaturan Cuti Bersama dan Surat Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai Nomor: 285/T.22/TU/PEG/05/2018 tanggal 17 Mei 2018 perihal Data Petugas/Jadual Piket Hari Raya Idul Fitri 2018. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Libur Lebaran TN Bromo Tengger Semeru Tetap Melaksanakan Patroli Pengamanan Kawasan

Malang, 17 Juni 2018. Menjelang hari raya lebaran (idul Fitri 1439 H) Resort PTN Tengger Laut Pasir (Resort TLP) TN Bromo Tengger Semeru tetap melaksanakan patroli pengamanan kawasan. Patroli pengamanan kawasan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 14 Juni 2018 melibatkan personil Resort Tengger Laut Pasir dan Masyarakat Mitra Polhut dengan target lokasi Blok Njarakan Gunung Kursi. "Patroli pengamanan kawasan merupakan tugas pokok yang rutin dilaksanakan di wilayah kerjanya, selain pelayanan pengunjung wisata. Kami harus bisa mengoptimalkan antara pelayanan pengunjung wisata dan pengamanan kawasan yang salah satunya dengan dukungan dari Mitra Polhut Resort TLP”, jelas Kepala Resort PTN Tengger Laut Pasir Subur Hari Handoyo. Pada kesempatan patroli tersebut tim berhasil memergoki dua orang yang melakukan pelanggaran pengambilan kemlandingan di dalam kawasan Resort TLP. Selanjutnya oleh Tim kedua orang tersebut beserta barang bukti di amankan di Kantor Resort TLP untuk dimintai keterangan dan proses pembinaan oleh Resort TLP. Subur menegaskan upaya preventif yang di lakukan jajarannya merupakan komitmen yang akan terus di upayakan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang masih memiliki ketergantungan terhadap kawasan TN Bromo Tengger Semeru dan belum memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan kawasan. Diharapkan dengan kegiatan patroli preventif dengan dibantu mitra polhut tindak pelanggaran didalam kawasan akan sedini mungkin terdeteksi dan bisa dikendalikan, demikian harapan subur. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Gotong Royong di Posko Lebaran Balai TN Kelimutu

Ende, 17 Juni 2018. Selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1439BH, aktifitas kunjungan di Taman Nasional Kelimutu meningkat dibanding hari biasa. Dari tanggal 11-18 Juni 2018, jumlah pengunjung telah mencapai 9.614 orang, dengan rincian Wisatawan Nusantara 9.194 orang dan wisatawan mancanegara 420 orang. Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 16 dan 17 Juni 2018 yang setiap harinya kunjungan mencapai lebih dari 2.700 orang. Mengantisipasi peningkatan kunjungan ke Danau Kelimutu ini, Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu membentuk tim Posko Lebaran yang terdiri dari petugas Balai TN Kelimutu, anggota TNI/Polri bergotong royong dengan masyarakat sekitar kawasan (MMP) membentuk Posko Lebaran dengan total petugas berjumlah 55 orang, untuk melayani dan memantau aktifitas pengunjung serta menjaga kebersihan di obyek wisata Danau Kelimutu. Tim Pengamanan dan pelayanan wisata ini tersebar mulai dari pintu masuk (loket), area parkir, danger area, view point atapolo, jalur tangga dan view point puncak. Aktifitas pengunjung di Danau Kelimutu selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, terpantau berjalan dengan baik dan aman, dan tidak terjadi masalah kebersihan atau keselamatan baik bagi petugas maupun pengunjung. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Keunikan Beringin Pencekik

Kuningan, 17 Juni 2018. Beringin pencekik adalah salah satu tumbuhan khas indonesia, yang termasuk ordo Rosales dan memiliki nama ilmiah Ficus annulata. Lokasi penyebarannya di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), terdapat di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Pohon ini memiliki keunikan tersendiri dari pertumbuhannya maupun cara bertahan hidup. Keunikan ini terlihat dari caranya mengawali hidup sebagai parasit (hidup menumpang) dari pohon lain. Kemudian setelah besar mematikan pohon inangnya dengan cara mencekik. Kehidupan beringin pencekik ini berawal dari biji yang dibawa oleh satwa liar seperti monyet atau burung. Biji tersebut kemudian terjatuh dan tersangkut di tajuk pohon. Setelah bersemai kemudian menjadi parasit yang menempel di cabang pohon. Awalnya beringin pencekik ini memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dari menghisap zat hara dari pohon inangnya. Setelah akarnya tertancap kuat pada inangnya, akar-akar sulurnya tumbuh ke bawah. Kemudian merambat dan membelit pohon inangnya untuk mendapatkan asupan makanan secara langsung dari tanah hutan. Seiring berjalannya waktu, belitan akar sulurnya dan rimbunnya tajuk beringin akan mengalahkan pohon inangnya dalam menyerap makanan dari tanah dan mendapatkan sinar matahari. Sehingga secara perlahan akan mengakibatkan kematian pohon inangnya. Menariknya, beringin pencekik ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi burung pemakan buah dan penghuni hutan lainnya. Karena mampu memproduksi buah dalam jumlah yang sangat besar, masak dalam waktu yang cepat dan berbuah sepanjang musim. Keunikannya menjadi harmonisasi kehidupan di alam liar. Sobat Ciremai, hal ini menunjukkan tingginya keterkaitan dan ketergantungan antara tumbuhan dan satwa di alam. [Teks & foto ©? Yusuf - BTNGC | 062018] Sumber :Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Membludaknya Pengunjung di Hutan Madapi TN Kerinci Seblat

Sungaipenuh, 17 Juni 2018. Meski masih masa cuti bersama lebaran Idul Fitri 1439 H, bagi petugas-petugas lapangan tidak ada istilah liburan, sehingga harus dibuat jadwal piket pada beberapa objek wisata alam. Kebijakan ini ditempuh sebagai antisipasi membludaknya pengunjung selama libur lebaran tahun ini. Termasuk untuk objek wisata unggulan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI Hutan Madapi, yang terletak di Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, propinsi Bengkulu. Sehingga, lebaran hari keduapun tanggal 16 Juni 2018 para petugas sudah harus berada di lokasi untuk melayani para pengunjung. Selama 2 (dua) hari terakhir (16-17 Juni), sudah lebih dari 300an lembar tiket masuk objek wisata alam Hutan Madapi ludes terjual. Diharapkan pada beberapa hari kedepan jumlah pengunjung yang datang akan lebih banyak lagi, sehingga dapat mendongkrak target capaian PNBP Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat tahun 2018 ini. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Foto : Zainuddin (Ka. SPTN Wil. VI)
Baca Berita

Libur Lebaran, Balai TN Gunung Palung Tetap Berikan Pelayanan Prima

Sukadana, 17 Juni 2018. Untuk memberikan pelayanan kepada pengunjung selama libur Lebaran Tahun 2018, Balai Taman Nasional Gunung Palung mensiagakan petugas di Objek Wisata Alam Lubuk Baji. Pelayanan kepada pengunjung dimulai pada hari kedua lebaran hingga hari ketiga lebaran terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan dibanding jumlah pengunjung tahun sebelumnya. Keberadaan petugas selama libur lebaran di objek wisata alam Lubuk Baji selain untuk menarik tiket masuk juga untuk meminimalisir kecelakaan yang mungkin terjadi serta mengantipasi sampah yang ditimbulkan akibat melonjaknya jumlah pengunjung sehingga kebersihan di objek wisata alam Lubuk Baji tetap terjaga. Sebagai informasi, untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung di objek wisata Alam Lubuk Baji, Balai Taman Nasional Gunung Palung telah membangun fasilitas jembatan dan tangga di sepanjang jalur wisala alamLubuk Baji. Untuk memberikan rasa aman dan menjaga keselamatan pengunjung telah dipasang rambu-rambu peringatan di sepanjang jalur wisata alam Lubuk Baji. Diharapkan dengan fasililitas yang ada pengunjung dapat menikmati libur lebaran objek wisata alam Lubuk Baji dengan rasa aman dan nyaman. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Pantang Libur, Tim Pemulihan Ekosistem Matalawa Tetap Giat Bekerja

Waingapu, 16 Juni 2018. Pemulihan ekosistem (PE) merupakan amanat dari pemerintah untuk memulihkan kembali ekosistem terutama dalam kawasan konservasi. Pada tahun 2018, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mempunyai target luasan ± 453 hektar yang akan dipulihkan ekosistemnya dengan 3 metode, yaitu: restorasi (penanaman intensif), rehabilitasi (pengkayaan) dan mekanisme alam. Lima lokasi yang tersebar di 3 seksi wilayah ini antara lain: Hutan Tanamodu, Hutan Kambatawundut, Hutan Wara, Hutan Tandulajangga dan Hutan Mahaniwa. Proses pekerjaan yang sedang dilakukan sampai saat ini adalah persiapan penyemaian bibit untuk kelompok kerja (pokja) PE di Hutan Tanamodu dan Kambatawundut. Sebanyak 20 orang turut andil dalam pembuatan bedeng dan pengisian polybag dengan ±115.000 bibit anakan lokal yang akan disiapkan untuk ditanam pada bulan November dan Desember. Pendampingan dari petugas Balai TN Matalawa yang berperan aktif dalam melakukan pembinaan dan pengarahan kepada anggota pokja juga menjadi pembangkit semangat bagi para anggota untuk tetap bekerja di hari libur ini. (lry&ggl/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Lestari KEE Penyu di Lombok Utara

Lombok Utara, 8 Juni 2018. Berlanjut setelah Pembentukan Forum Komunikasi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Penyu Wilayah Lombok Barat, Balai KSDA Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) kembali melanjutkan ke wilayah Lombok Utara (7/6) di Aula Kantor Camat Gangga Kabupaten Lombok Utara. Dari hasil survey dan pengambilan titik koordinat beberapa waktu kebelakang, dijumpai lokasi Penyu Bertelur yang cukup signifikan di wilayah Lombok Utara. Tak hanya itu, Kelompok Masyarakat bahkan ada sudah terbentuk dan melakukan kegiatan konservasi Telur Penyu di lokasi bertelur Penyu. Hal ini tentu disambut baik BKSDA NTB dengan melakukan Fasilitasi Pembentukan Forum Komunikasi KEE Penyu kedua ini. Acara dihadiri beberapa perwakilan dari BKSDA NTB, Dinas Lingkungan Hidup Prov. NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Bappeda Kab. Lombok Utara, Dinas Lingkungan Hidup Lombok Utara, Dinas Pariwisata Kab. Lombok Utara, BPSPL Bali Nusra, Camat Tanjung, Camat Gannga, Kepala Desa Malaka, Kepala Desa Medana, Kepala Desa Gondang, Pertamina Wilayah kerja Ampenan, Kelompok Pelestari Penyu, Gili Shark Convention dan Kelompok Swadaya Masyarakat Pelestari Penyu. Kepala Balai KSDA NTB Ir. Ari Subiantoro, M.P. sebagai Narasumber mengatakan "Potensi laut dan pesisir wilayah Lombok yang berada di luar Kawasan Konservasi memang sangat luar biasa, Balai KSDA NTB akan berusaha semampu kami untuk mendukung dan mengelola potensi-potensi ini, Pembentukan Forum Komunikasi KEE Penyu ini adalah salah satunya.". Tak lupa Ibu Lanasari, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Seksi Pemolaan Direktorat Bina Pengelolaan Ekosisten Esensial Jakarta kembali menekankan, "Kawasan Ekosistem Esensial sejatinya adalah untuk Melestarikan Alam DAN Mensejahterakan Masyarakat sekitarnya." Sesuai dengan nama, Forum Komunikasi KEE Penyu sangat diharapkan akan menjadi forum yang menjadi tempat berkomunikasinya para pelesatari penyu. Instansi pemerintah baik pusat maupun daerah yang hadir juga diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang mendukung pengelolaan KEE Penyu di wilayah Lombok Utara. Kawasan Ekosistem Esensial, Melestarikan Alam dan Mensejahterakan Masyarakat! Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Petugas TN Bromo tetap Padamkan Kebakaran Saat Idul Fitri 1439 H

Malang, 15 Juni 2018. Kebakaran hutan terjadi di kawasan TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jumat 15 Juni 2018 selepas sholat Ied Lebaran 1439 H. Lokasi kebakaran berada tepi jalan menuju lembah Bantengan. Petugas bersama masyarakat dan mitra (Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, Mitra LSM, PKL sekitar Jemplang) bahu membahu segera memadamkan api supaya tidak membesar dan meluas dengan jet shooter dan gepyok sederhana. Jumlah personil yang terlibat pemadaman 16 orang. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 14:00 WIB, api diduga karena semak belukar yang sudah kering (memasuki musim kemarau), diperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 1 (satu) Ha. "Kepada seluruh pengunjung wisata G. Bromo agar tidak merokok di kawasan G. Bromo karena sekarang sudah memasuki musim kemarau dan savana Bromo saat ini sudah kering dan mudah terbakar", himbau 'Bambang Rudi' selaku Kepala Resort Coban Trisula yang ditujukan kepada pengunjung wisata G. Bromo. Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru juga memberi arahan kepada para petugas dan mitra, “tingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, ingatkan kepada pengunjung untuk tidak melakukan hal-hal yg dapat menyebabkan kebakaran, tetap semangat walaupun saat ini masa cuti lebaran, kita tetap harus memberikan pelayanan yang optimal terhadap pengunjung”. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Asyiknya Wisata di Bumi Perkemahan Cidewata

Majalengka, 14 Juni 2018. Bumi Perkemahan (buper) Cidewata di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terletak di desa Payung, Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat. Diapit dua hulu sungai, sungai Cidewata dan sungai Ciwaringin. Buper Cidewata dibuka untuk tujuan meminimalisir kebakaran hutan di tempat tersebut, karena lahan buper tersebut justru rawan kebakaran. Buper Cidewata berada di ketinggian 1.078 mdpl. Suhu pada siang hari di area buper dibawah 25ºC dan pada malam hari mencapai 14ºC. Fauna yang dapat dijumpai di sekitar buper, antara lain : babi hutan, luwak, menjangan, ayam hutan, elang jawa, kutilang, tekukur dan yang paling sering dijumpai adalah jalak kebo. Flora yang terdapat di sekitar buper, diantaranya pinus, pakis, suren, eukaliptus, harendong dan puspa. Buper Cidewata memiliki lansekap alam yang sangat indah dan dikelilingi dengan pegunungan dan perbukitan. Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam. Matahari terbit yang indah dapat dilihat dari bukit Liang Angin, sedangkan dari sebelah barat buper Cidewata dapat dilihat matahari terbenam di balik gunung Tampomas, Sumedang. Selain itu, terkadang wisatawan juga dapat menikmati pemandangan langit yang dihiasi oleh pelangi. “Camping” atau berkemah merupakan alternatif liburan menarik yang dapat dilakukan di luar ruangan. Menikmati keindahan alam melalui kegiatan berkemah dapat mengurangi rasa jenuh akan hiruk pikuk aktivitas keseharian di perkotaan. Pemandangan alam yang indah dan sejuknya udara di kawasan buper Cidewata merupakan daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung. Fasilitas yang terdapat di buper Cidewata diantaranya area berkemah, sepeda gantung, program edukasi “outbond”, toilet, mushola, warung dan ayunan. Selain itu, buper Cidewata juga menyediakan fasilitas penyewaan tenda, “sleeping bag” dan “hammock”. [Teks ©? Gandi - BTNGC | foto ©? Rudi - BTNGC | 062018]
Baca Berita

Ekowisata di Hutan Madapi, Andalan BBTN Kerinci Seblat

Sungaipenuh, 13 Juni 2018. Hutan Madapi merupakan salah satu objek ekowisata andalan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Balai Besar TNKS terus berbenah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan pengunjung yang diprediksi terjadi selama liburan panjang dan cuti lebaran tahun ini. Beberapa aktifitas yang bisa dilakukan di Hutan Madapi antara lain Kemah, Penelusuran lebatnya hutan Mahoni, Damar dan Pinus, Fotografi dan aktifitas ekowisata lainnya. Tidak lupa manajemen SPTN Wilayah VI Balai Besar TNKS juga menyampaikan pesan-pesan agar selalu menjaga kebersihan dan lingkungan di Hutan Madapi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat

Menampilkan 7.697–7.712 dari 11.140 publikasi