Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kunjungan Sekjen dan Biro Perencanaan Kementerian LHK di BSB

Kuningan, 1 Juli 2018. Batuluhur, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) disinggahi Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) beserta rombongan Biro Perencanaan Kementerian LHK sebelum melanjutkan perjalanan ke Bukit Seribu Bintang (BSB) pada Sabtu, 30 Juni 2018. Untuk melakukan perjalanan ke BSB, rombongan transit di Batuluhur untuk berganti kendaraan khusus berpenggerak 4 roda (4 WD). Tepat pukul 10.00 perjalanan di mulai dari Batuluhur dengan menggunakan 10 mobil. Jalan menuju BSB memang sangat mengasyikan, tanjakan, turunan dan berbatu menjadikan tantangan dan menguji adrenalin bagi yang belum pernah ke BSB. Sekjen KLHK dan rombongan tiba di BSB pukul 11.30 dengan sajian “coffee break” berupa teh jahe dan makanan tradisional khas setempat dihiasi pemandangan alam yang luar biasa di ketinggian 980 m dpl. Kedatangan Sekjen KLHK dan rombongan Biro Perencanaan di BSB ini adalah dalam rangka pembinaan pegawai Biro Perencanaan serta pelepasan purna tugas Kepala Biro Kepegawaian dan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri. Sambutan selamat datang, kepala Balai TNGC memperkenalkan konsep pelibatan aktif peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, diantaranya pengendalian kebakaran hutan, melalui pemberian ijin usaha jasa wisata alam, seperti yang dilakukan pada pembangunan “Camp Fire Care” di BSB. Hal tersebut mendapat apresiasi yang baik dari Sekjen KLHK. Selanjutnya Sekjen KLHK menyampaikan pentingnya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi yang baik, melalui peningkatan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual khususnya bagi seluruh staf KLHK, yang mengelola sumber daya alam pada kawasan Indonesia yang cukup luas. Dalam sesi pelepasan purna tugas tersebut, ada rasa haru sekaligus bahagia yang disampaikan oleh masing-masing rekan kerja purna tugas Kepala Biro Kepegawaian Erni Mayana dan purna tugas Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Sri Murniningtyas. Menutup rangkaian acara di BSB, Sekjen KLHK beserta beberapa pejabat yang hadir melakukan penanaman pohon bersama dan pelepasan burung Kutilang sebagai tanda pelepasan purna tugas. Sekjen KLHK beserta kepala Balai TNGC juga berkesempatan menerima Bupati Kuningan, Acep Purnama pada sore harinya. Perbincangan seru tentang pengelolaan hutan konservasi TNGC dan pelibatan masyarakat, khususnya pengelolaan pariwisata alam menjadi topik utamanya. Pada kesempatan tersebut juga ditawarkan keterlibatan Bupati Kuningan pada acara Festival Taman Nasionan dan Taman Wisata Alam (FTN-TWA) 2018 yang akan digelar di pelataran candi Prambanan Yogyakarta, pada tanggal 6-8 Juli 2018 nanti. Ajakan tersebut pun disambut baik oleh Bupati Acep Purnama. Termasuk kesediaannya menjadi salah satu narasumber pada “talkshow” bertema “Pengelolaan Lestari Gunung Ciremai untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Budaya Luhur” yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Juli 2018 jam 13.00-14.00 di panggung utama FTN-TWA 2018, bersama narasumber lainnya. [teks © Oman Depe, foto © Biro Perencanaan KLHK & kOEszky - BTNGC |072018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Balai KSDA Bali Temukan Penyelundupan Kerang

Denpasar, 30 Juni 2018. Personil Polisi Kehutanan (Polhut) bandara bersama petugas Avsec PT.JAS melakukan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) di gudang kargo International dan ditemukan adanya pengiriman kerajinan yang terbuat dari kerang oleh CV. Prasada Bali Utama dengan tujuan Typical Souvenirs Republic Maldives (30/6). Setelah dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray, petugas mencurigai adanya spesies yang diduga dilindungi undang-undang, selanjutnya petugas membuka kotak - kotak tersebut dan ternyata benar diantara kotak tersebut terdapat spesies yang dilindungi undang-undang yaitu : Nautilus berongga (Nautilus pompilius) sebanyak 19 pcs dan Batu Laga (Turbo marmoratus) sebanyak 15 pcs. Adapun modus operandinya adalah pengiriman barang-barang tersebut dicampur dengan produk yang terbuat dari resint handicraft dan woods handicraft (dari data dokumen yang ada) yang ditempeli oleh jenis-jenis kerang. Saat ini barang tersebut sudah diserahterimakan dari bea cukai kepada Balai KSDA Bali. Sedangkan untuk proses hukum, Balai KSDA Bali telah berkoordinasi dengan Dit. Gakkum untuk melakukan proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Reaksi Cepat Tanggap Balai KSDA Kalbar Selamatkan Satwa Ikonik Orangutan

Mempawah, 1 Juli 2018. Call centre Balai KSDA Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) mendapatkan informasi kemunculan Orangutan di Parit Yakob, Kec. Wajok Hilir, Mempawah (1/7). Dalam hitungan jam tim telah sampai di lokasi untuk mengevakuasi seekor jantan dewasa bertubuh kurus yang telah ditangkap warga. Menurut keterangan Ketua RT 02/04 Bp. Sudaryo, bahwa individu ini telah berkeliaran selama 3 hari di kebun Ibu Sabie. Kebun ini berjarak 2 km dari pemukiman terdekat. Warga berjumlah puluhan berusaha menangkap satwa ini yang telah memakan tanaman kebun mereka dengan tali tambang. Kebetulan individu ini sedang turun dari pohon Albasia tempat bernaungnya. Warga mengikat dan membawanya menuju pemukiman dengan pengawalan Tim Kepolisian Sektor Siantan serta melaporkan kejadian ini kepada pihak BKSDA Kalimantan Barat. Gayung bersambut, usaha penyelamatan satwa oleh masyarakat, pemerintah daerah setempat dan Kepolisian RI dapat berlangsung efektif. "Meminimalkan trauma bagi individu Orangutan telah dipahami oleh masyarakat sekitar sehingga tidak terdapat luka dari proses penyelamatan nya." ungkap Sudaryo. Ibu Sabie sang pemilik kebun, lokasi ditemukannnya satwa ini memberikan keterangan singkat tentang kemunculan orangutan. Kebun Ibu Sabie ditanami sawit, semangka, dan nanas. Jenis inilah yang selama ini dimakan oleh Orangutan. Tiga serangkai, biasanya kemunculan satwa ini bersama dua ekor lainnya. Satu diantaranya masih anakan. Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar berterimakasih atas reaksi positif warga dan instansi terkait untuk usaha penyelamatan satwa liar. Hal ini akan terus dibina demi kelestarian keanekaragaman hayati Borneo (er). Sumber : Tim WRU SKW I Ketapang, Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Bersama JISC, Balai TN Matalawa Siaga Karhutla

Waingapu, 30 Juni 2018. Terdapat 4 blok hutan di Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang menjadi lokasi restorasi, yaitu blok hutan Taman Mas, Tangairi, Manurara, dan Waimanu yang dikerjakan oleh Japan International Cooperation System (JICS) dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan sebagai tenaga kerja (29/6). Asisten manajer lapangan, Fahri, beserta 3 asisten lapangan memaparkan hasil kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama 1 bulan. Fahri mengungkapkan bahwa kegiatan pada bulan ini difokuskan pada patroli pencegahan kebakaran hutan oleh para masyarakat yang bekerja dalam proyek restorasi. Kegiatan sosial kemasyarakatan yang biasanya dilakukan dengan kampanye ke sekolah-sekolah belum dilakukan karena sedang masa libur sekolah. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, mengapresiasi JICS sebagai mitra kerja TN Matalawa yang telah membantu meringankan beban petugas dalam melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa bulan kedepan, puncak musim panas akan datang sehingga diperlukan patroli yang lebih intens. TN Matalawa memiliki masyarakat binaan yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang siap turut serta dalam kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan dengan kegiatan peninjauan lapangan di 4 lokasi restorasi serta pengarahan kepada tim patroli tentang kesiapsiagaan dalam pengendalian kebakaran hutan (30/6). Restorasi kawasan Taman Nasional merupakan bagian penting dalam pengelolaan kawasan, oleh karena itu, perlu diadakan peninjauan dan pencermatan terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dan akan dilakukan kedepan. (abn/mtlw) Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Peduli Pelestarian Alam, KPA Tarsius Toraut Gelar Pengukuhan Pengurus

Toraut, 30 Juni 2018. Komunitas Pecinta Alam (KPA) Tarsius Toraut menggelar pelantikan pengurus periode 2018-2019. Komunitas yang beranggotakan 30 orang dari berbagai latar belar belakang yang berbeda ini dilantik oleh Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Bina Cinta Alam Toraut, sabtu 30 Juni 2018 ini juga hadiri oleh para perangkat desa Toraut, tokoh-tokoh masyarakat serta pihak Balai TNBNW diantaranya kepala SPTN Wilayah 2 Doloduo dan Kepala Resort Dumoga Barat. KPA Tarsius Toraut ini merupakan komunitas yang dibentuk oleh beberapa pemuda dari kelompok masyarakat yang berada di Desa Toraut (Desa yang berbatasan dengan kawasan TNBNW) yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan difasilitasi dan didorong oleh petugas Resort Dumoga Barat maka terbentuklah KPA yang dinamakan Tarsius Toraut. Nama Tarsius diambil dari salah satu satwa endemik yang ada di TNBNW dan sering dijumpai di lokasi hutan toraut, sedangkan Toraut adalah nama desa. Kepala Balai TNBNW, Bapak Lukita Awang Nistyantara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada komunitas ini karena telah berinisiatif membentuk suatu wadah untuk menyalurkan rasa kepedulian mereka. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hal yang telah dilakukan meskipun belum dilantik, seperti melakukan penanaman di sekitar kawasan. Tak lupa pula Kabalai menyampaikan harapan terhadap KPA Tarsius Toraut agar dapat bergandengan tangan dengan TNBNW dan membantu dalam menyampaikan fungsi dan manfaat TN kepada masyarakat. Diakhir sambutannya beliau menyampaikan pesan agar dapat menjalankan hak dan kewajiban sebagai KPA dengan sebaik-baiknya seperti yang diucapkan dalam pelantikan. Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Toraut Utara mewakili perangkat desa lainnya bahwa semoga apa yang sudah diamanatkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, juga diharapkan komunitas ini dapat membantu program-program desa terutama yang berhubungan dengan kawasan TNBNW. Kegiatan ini kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan penanaman pohon jenis cempaka di sekitar lokasi wisma bina cinta alam. Sumber : Nuraini - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata TWA Kawah Ijen dan SM Dataran Tinggi Yang

Banyuwangi, 25 Juni 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) gandeng Nurdin Razak (praktisi ekowisata) sebagai pembicara dalam acara peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemandu wisata di TWA Kawah Ijen dan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang. Selain Nurdin Razak, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi turut hadir sebagai pembicara yang bertempat di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi. Acara dihadiri para pemandu wisata dan pengusaha makanan minuman di sekitar kawasan TWA Kawah Ijen dan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Acara digelar tidak hanya di kelas melainkan juga di lapangan yakni di paltuding, TWA Kawah Ijen. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 30 Juni 2018. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan Balai Besar KSDA Riau dengan Perkumpulan Elang yang merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat di Riau dan anggota dari konsorsium Jikalahari, Walhi Riau dan Sawit Watch Indonesia. Kerjasama tersebut mengenai Penguatan Kelembagaan Taman Nasional Zamrud melalui Penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan yang dilakukan di Balai Besar KSDA Riau pada hari Rabu, tanggal 30 Mei 2018 yang lalu pukul 10.00 Wib oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dan Direktur eksekutif Perkumpulan Elang, Janes Sinaga. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi Perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kerjasama; Pengolahan data dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan TN Zamrud; dan Penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Taman Nasional Zamrud. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat terwujudnya penguatan kelembagaan dalam pengelolaan Taman Nasional Zamrud. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Buaya Hebohkan Banjarmasin Berhasil Dievakuasi

Banjarmasin, 29 Juni 2018. Tim Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) bersama-sama dengan Polsek Banjarmasin Timur, berhasil menyelamatkan 1 (satu) ekor buaya muara (Crocodylus porosus). Informasi tentang munculnya buaya di Banjarmasin disampaikan warga via layanan call center sekitar pukul 18.00 Wita. Tim BKSDA Kalsel kemudian segera meluncur ke lokasi. Dari hasil cek ke lokasi diketahui bahwa buaya tersebut merupakan jenis buaya muara (Crocodylus porosus), dengan panjang tubuh sekitar 2 m. Umur buaya diperkirakan sekitar 2 tahun. Buaya ini merupakan peliharaan warga, yang diduga terlepas dan masuk ke rawa. Oleh warga buaya tersebut ditangkap dan dibawa ke Polsek Banjarmasin Timur. Secara simbolis, buaya muara diserahkan oleh Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, Bp. Timur Yono kepada Tim BKSDA Kalsel, yang diwakili R. Hafizh Muhardiansyah, AMd dan disaksikan anggota Tim BKSDA Kalsel lainnya, Jarot Jaka M, Kamir Setiahadi, Muliadi Gunawan dan Dariansyah. Sekitar pukul 23.00 Wita, sesuai arahan dari Kepala BKSDA Kalsel Dr. Mahrus Aryadi, buaya kemudian dievakuasi Tim BKSDA Kalsel ke Banjarbaru. Sambil menunggu observasi lebih jauh tentang kondisi kesehatan dan kesiapannya untuk dilepasliarkan ke habitatnya di alam, untuk sementara waktu buaya tersebut dititiprawatkan di kandang transit di Banjarbaru. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Edelweis Sang "Bunga Abadi"

Kuningan, 30 Juni 2018. Edelweis adalah sejenis bunga endemik zona alpine/montana yang dapat dijumpai di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Bunga ini hanya mampu tumbuh di daerah pegunungan dan memerlukan sinar matahari penuh. Bunga dari famili Asteraceae ini sangat cantik dan mampu mekar dalam waktu yang lama sehingga dijuluki "bunga abadi". Edelweis memiliki peran sebagai tumbuhan pioner (pelopor) bagi tanah vulkanik muda pegunungan serta mampu beradaptasi dengan baik di tanah yang tandus dan miskin hara. Di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terdapat tiga jenis spesies edelweis yang dapat dijumpai yaitu Anaphalis javanica, Anaphalis longifolia dan Anaphalis viscida. Menariknya kini telah ditemukan satu jenis edelweis yang sebarannya hanya ada di pulau Jawa, yaitu Anaphalis maxima. Jenis ini dijumpai di Batu Pangsujudan pada ketinggian 2.500 meter di bawah permukaan laut, yang berada di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka. Sobat Ciremai, perlu kita ketahui pada tingkat semai, edelweis hanya mencapai tinggi 20 cm yang memerlukan waktu kurang lebih selama 13 tahun. Sungguh sangat disayangkan apabila keberadaannya di alam terganggu oleh tangan jahil manusia yang merenggut keindahannya. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang harus dihabiskan untuk bisa melihat bunga ini tumbuh dengan indahnya di alam pegunungan. Sangatlah bijak apabila ungkapan "mencintai tidak harus memiliki" digunakan pada sang "bunga abadi". Mencintai bunga ini dengan turut menjaga kelestariannya tanpa harus memiliki agar keberadaannya di alam tetap bisa terjaga dengan baik. [teks & foto © Hendri Heryadi - BTNGC |062018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Pemberdayaan Masyarakat Daerah Penyangga TN Tesso Nilo bersama UGM

Pelalawan, 30 Juni 2018. TN. Tesso Nilo laksanakan kegiatan pendataan masterplan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga di TN. Tesso Nilo. Petugas dari TN. Tesso Nilo bersama dengan tenaga ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Dr. Ir. Lies Rahayu W. F. Kegiatan pendataan ini dilaksanakan selama satu minggu penuh dimulai dari tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2018. Diawali dengan rapat mengenai teknis pelaksanaan kegiatan di Kantor Balai TNTN pada siang 28 Juni 2018 yang di pimpin langsung oleh kepala Balai TN. Tesso Nilo Supartono, S.Hut, MP. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Desa penyangga sekitar TN. Tesso Nilo yaitu Desa Lubuk Kembang Bunga, Desa Air Hitam, Desa Bagan Limau, Desa Kesuma, Desa Lubuk Batu Tinggal, Desa Gunung Melintang, Desa Situgal, dan Desa Rambahan. Fauzan Kahfi, S.Hut, M.Sc kepala urusan perencanaan TN. Tesso Nilo menerangkan, kegiatan masterplan tersebut adalah langkah awal kegiatan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga (PMDP) kawasan konservasi yang merupakan salah satu upaya pembangunan berbasis konservasi dengan tujuan utama meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang masih tertinggal di sekitar kawasan konservasi menuju ke kemandirian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan mutu kehidupan yang lebih baik, yang hidup harmonis dengan kawasan konservasi dan alam sekitarnya. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

TIM Gabungan Tangkap Alat Berat Di TN Tesso Nilo

Pekanbaru, 30 Juni 2018. Sebuah alat berat merek Hitachi ditangkap oleh tim gabungan TN.Tesso Nilo di kawasan hutan TN.Tesso Nilo, Resort Onangan Nilo pada Sabtu tanggal 30 Juni 2018 pukul 10.00 WIB. Alat berat ditemukan petugas tepatnya di tepi sungai Nilo daerah perbekalan Resort Onangan Nilo. Alat berat ditangkap oleh tim yang tergabung dari 3 (tiga) orang Polisi hutan SPTN II TNTN, 13 orang petugas Balai Gakkum KLHK Seksi Wilayah II Sumatera, 3 orang TNI Korem Wirabima, dan 5 orang anggota Brimob Polda Riau. Pada saat ditangkap oleh tim gabungan, alat berat kedapatan sedang bekerja membersihkan lahan di tepi sungai Nilo dan diduga ingin membuka lahan baru. Saat penangkapan tim menemukan satu orang operator alat berat dan langsung diamankan di markas Balai Gakkum KLHK Seksi Wilayah II Sumatera di Pekanbaru dengan status saksi. Sementara itu proses pengevakuasian alat berat sendiri yang dirolling keluar kawasan hutan memakan waktu hingga 17 jam. Proses yang berlangsung alot dikarenakan kondisi alat berat yang dalam keadaan rusak. Alat berat yang rusak kemudian diperbaiki langsung oleh tim gabungan, sehingga berhasil diamankan dan di lakukan proses penyidikan lebih lanjut oleh PPNS Balai Gakkum KLHK Seksi Wilayah II Sumatera di Pekanbaru. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Pendakian G. Semeru Tetap Buka Walau Ada Perayaan Kasada

Ranupani, 30 Juni 2018. Pelayanan pendakian G. Semeru di Ranupani TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tetap dilakukan selama perayaan Kasada oleh masyarakat Tengger. Proses pemeriksaan tiket dan simaksi bagi pendaki tetap dilakukan seperti biasa oleh petugas TNBTS. Bidhin Lintang selaku Kepala Seksi PTN III Senduro, yang membawahi pintu masuk pendakian Ranupani menyampaikan, “briefing kepada para pendaki tetap dilakukan untuk menginformasikan apa yang boleh dan tidak boleh selama melakukan pendakian, terutama masalah sampah, karena di pendakian Gunung Semeru ini kami wanti-wanti kepada para pendaki untuk selalu membawa kembali turun semua sampah yang dibawa selama pendakian, jika itu dilanggar maka ada beberapa sanksi yang akan didapat selain akan di black list tidak boleh mendaki di Gunung Semeru.” Selain itu “Sarif” Kasubag Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS yang diperbantukan dalam pelayanan pendakian menambahkan, “kesadaran para pendaki untuk tidak meninggalkan sampah sangat kami harapkan, karena jika terjadi penumpukan sampah di Gunung Semeru dikhawatirkan akan merusak habitat satwa prioritas terancam punah seperti Macan Tutul dan Elang Jawa sehingga keberadan satwa tersebut semakin lebih terancam untuk punah”. Pendakian Gunung Semeru saat ini sudah dibatasi dengan kuota 600 orang pendaki perhari. Selain itu telah diterapkan sistem booking online 100% sehingga setiap orang yang ingin mendaki Gunung Semeru harus mendaftar dan memverifikasi pembayaran di aplikasi booking online TNBTS ( http:booking.bromotenggersemeru.org). Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Perjuangan Petugas Balai TN Matalawa 24 Jam Padamkan Api di Nggongi

Waingapu, 26 Juni 2018. Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang didominasi padang rumput sangat rentan terbakar. Terlebih pada musim kemarau ini, rumput yang mengering dan hembusan angin yang kuat menjadi faktor sempurna pemicu kebakaran. Seperti yang terjadi pada hari Minggu, 24 Juni 2018 yang lalu sekitar pukul 3 sore, petugas piket siaga kebakaran hutan di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai TN Matalawa, Sipri, melaporkan kejadian kebakaran yang terjadi di Nggongi. Tim pengendalian kebakaran hutan SPTN Wilayah III langsung menanggapi laporan dengan mengirim petugas berjumlah 6 orang yang dikomandani Kepala Resort Tandulajangga, Polhut Pelaksana Romelus Lopianus. Setelah dilakukan penelusuran, kebakaran terjadi di blok hutan Watubara yang tersebar pada 3 lokasi berbeda dengan jarak 6 km dari pemukiman masyarakat. Kegiatan pemadaman berlangsung cukup dramatis karena lokasi kebakaran berada pada lokasi berbukit. Angin kencang dan tidak adanya sumber air memperparah keadaan. Petugas hanya mampu memadamkan dengan alat sederhana yaitu ranting-ranting pohon yang dipukul-pukulkan pada api. Dinginnya malam ternyata juga tidak mampu memadamkan kebakaran yang terjadi. Setelah lebih dari 24 jam terbakar, api baru dapat dijinakkan keesokan harinya sekitar pukul 6 sore dengan total areal yang terbakar seluas 30 hektar. Petugas memperkirakan bahwa kebakaran terjadi karena aktifitas masyarakat yang hendak berburu dan menggembala ternak.(rlr/mtlw) Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan BBKSDA Papua

Jayapura, 29 Juni 2016. Sekitar tiga puluh warga Kampung Baru, APO Gunung, Kelurahan Bayangkara, Kota Jayapura, berkumpul di kediaman Yehuda Seseray, S.Sos, salah satu warga Kampung Baru. Mereka memenuhi undangan kepala Resort Port Numbay, Victory Karubaba, untuk kegiatan Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan. Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi pertanian vanili, kerja sama Balai Besar KSDA (BBKSDA) Papua dengan LSM USAID Lestari. Pertanian vanili merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan penyangga C.A. Pegunungan Cycloop. Di antara materi yang disampaikan penyuluh BBKSDA Papua, Septi Pascaisnawati, S.Hut, mengenai peran serta masyarakat dalam menjaga hutan. Hal ini didasarkan pada pasal 62, 69, dan 70 UU 41/1999 tentang kehutanan. Masyarakat memiliki kewajiban turut serta menjaga hutan, berperan aktif dalam rehabilitasi dan pembangunan kehutanan, selain memanfaatkan hutan dan hasil hutan. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban mendorong peran serta yang dilakukan masyarakat. Di sela diskusi, Ketua RT 25 Kampung Baru menyampaikan himbauan supaya warga lebih waspada terhadap segala kemungkinan terjadinya kebakaran hutan. Bahkan ia berpesan agar para orang tua menjaga dan memberikan pengertian kepada anak-anak mereka agar tidak sembarangan bermain api. Mengingat terjadinya berbagai kasus kebakaran di Jayapura beberapa waktu ini. Ketua RT 25 Kampung Baru juga menyampaikan pandangannya mengenai keharusan menjaga Cycloop. Sementara ketua MMP (Masyarakat Mitra Polhut), Ishak Wenda, menuturkan, “Kita ini benar-benar merasakan manfaat mata air dari Cycloop. Kita bisa mandi, minum, mencuci, dan sebagainya, itu karena mata air dari Cycloop masih mengalir hari ini. Oleh sebab itu, kita jaga yang ada supaya kita tetap bisa merasakan manfaatnya sampai anak cucu kelak. Jangan sampai hutan di Cycloop ini semakin gundul dan kita beli air galon untuk mandi”. Sejak zaman nenek moyang masyarakat Jayapura dan sekitarnya memegang filosofi bahwa Cycloop adalah mama, yang menyediakan segala kebutuhan dasar hidup, terutama sumber air. Menilik filosofi itu, sejatinya mereka telah memiliki nilai kearifan lokal tentang pelestarian lingkungan. Mereka mengerti bagaimana pentingnya menjaga “Sang Mama” agar tetap lestari dan terus mengalirkan air hingga di kehidupan generasi-generasi yang akan datang. Salah satu mata air yang dicurahkan Cycloop terletak di kawasan APO Gunung, Kelurahan Bayangkara, Kota Jayapura. Masyarakat memasang selang-selang kecil,dengan panjang mencapai seribu meter dari mata air dialirkan ke rumah-rumah warga. Selang-selang itu menjadi pemandangan yang khas, bertumpan-tindih di pinggir jalan kampung yang menanjak tajam. saat menuju Kampung Baru. Airnya sangat jernih dan segar, mencitrakan air pegunungan yang alami. Usai penyampaian materi Pencegahan Kebakaran Hutan, Yohanes Dwi Handoko dari LSM USAID Lestari menyampaikan sosialisasi tentang pertanian vanili. Sosialisasi mencakup penyiapan lahan, penanaman, perawatan, pemanenan, hingga pemasaran. Saat ditemui usai kegiatan, Yohanes menyampaikan, pertanian vanili adalah alternatif bagi warga agar tidak melakukan perambahan hutan. Lokasi penanaman vanili dicanangkan di daerah penyangga, atau bahkan memanfaatkan halaman rumah warga. “LSM Lestari dan BBKSDA Papua memiliki tujuan yang sama, menjaga Cycloop. Kegiatan-kegiatan yang membuat kita bersinergi seperti ini sangat bagus,” ungkap Yohanes. Sumber : Dzikry el Han - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Petugas TN Bromo Siaga Pengaman Kasada

Malang, 29 Juni 2018. Masyarakat Suku Tengger yang mendiami seputar kawasan TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merayakan Hari Yadnya Raya Kasada 29/30 Juni 2018. Dalam rangka menjamin kelancaran perayaan Yadnya Kasada, petugas TNBTS bersama dengan Pemda dan Muspika serta TNI/Polri wilayah Kab. Probolinggo dan Pasuruan melaksanakan kerja bersama pengamanan Kasada 2018. John Kenedie selaku Kababes TNBTS dalam arahan persiapan pengamanan mengungkapkan, “Selalu ingatkan kepada pengunjung yang menyaksikan Kasada untuk mejaga ketertiban dan kebersihan, jangan sampai membuang sampah sembarangan, supaya tidak mengganggu kekhusukan masyarakat Tengger dalam beribadah.” "Walaupun baru saja kita melaksanakan pengamanan Lebaran 1439 H, saya mengharapkan kepada seluruh staf yang bertugas tetap semangat, tetap jaga kesehatan, ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai Pengelola TNBTS untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, semoga tugas ini menjadi ladang amal kita kepada Tuhan YME", ucap ‘John Kenedie’ memberikan semangat kepada seluruh petugas. Hari Raya Yadya Kasada adalah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada hari-14 dalam Penanggalan Jawa diadakan upacara sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur suku Tengger. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Dukungan Pengelolaan Kawasan TN Berbak

Muara Sabak, 28 Juni 2018. Dalam rangka penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Kawasan Taman Nasional Berbak tahun 2019-2028, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melalui dukungan GEF-UNDP Tiger Project telah melaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak yang berkaitan dengan proses penyusunan dokumen RPJP antara lain : a). Rapat Pendahuluan Penyusunan RPJP dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2017 merupakan tahap persiapan dan pembentukan Tim Kerja, b). Workshop Ekosistem Lahan Basah Berbak dan Workshop Species Kunci TN Berbak yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Nopember 2017 untuk mengeksplorasi data dan informasi terkait kawasan TN Berbak dalam rangka merumuskan kembali nilai-nilai penting kawasan TN Berbak, dan c). Workshop Isu-isu Strategis Rencana Pengelolaan TN Berbak dan Workshop Strategi dan Rencana Aksi TN Berbak yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Maret 2018 untuk mengggali informasi mengenai isu-isu yang relevan dalam pengelolaan TN Berbak dari berbagai pihak, menentukan Tujuan Pengelolan serta Visi dan Misi pengelolaan TN Berbak. Tahapan penyusunan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.35/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/3/2016 yang dituangkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Nomor: P.14/KSDAE/SET/KSA.1/12/2017 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Pada Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. Dalam rangka penyempurnaan dan menampung masukan serta rekomendasi dari para pihak dalam penyusunan RPJP TN Berbak, pada tanggal 28 Juni 2018 dilaksanakan konsultasi publik tingkat kabupaten di Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain itu dengan adanya konsultasi publik ini diharapkan para pihak khususnya pemerintah daerah dapat mempertimbangkan keberadaan kawasan TN Berbak sebagai bagian dari kesatuan pembangunan wilayah dalam penyusunan perencanaan maupun dalam pelaksanaan pembangunan Kegiatan Konsultasi Publik ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait (Bappeda Propinsi, Dinas Kehutanan Propinsi, BKSDA Jambi, BTNBS, BPDASHL Batanghari, UPTD Tahura Rangkayo Hitam, Universitas Jambi, Bappeda Tanjung Jabung Timur, OPD lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kodim Tanjung Jabung, Camat lingkup kawasan TN Berbak, Kepala Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TN Berbak serta tokoh masyarakat sekitar kawasan TN Berbak. Dari kegiatan konsultasi publik ini dihasilkan rumusan yang disepakati bersama dan ditanda tangani perwakilan peserta dalam rangka mendukung pengelolan kawasan TN Berbak. Sumber : BTN Berbak dan Sembilang

Menampilkan 7.633–7.648 dari 11.140 publikasi