Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

TN Bromo Tengger Semeru berhasil Meng-Konservasi Tanaman Pinang Jawa

Lumajang, 5 Juli 2018. Pinanga javana Blume atau yang lebih dikenal dengan Pinang Jawa merupakan salah satu jenis tanaman yang dilindungi berdasarkan PP No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Saat ini keberadaan Pinang Jawa tersebut terancam punah karena berbagai macam faktor misalnya karena sulitnya proses pertumbuhan Pinang Jawa dan karena "umbut" nya yang bisa dimakan sehingga banyak dikonsumsi masyarakat. Menyikapi persoalan tersebut TN Bromo Tengger Semeru melakukan upaya konservasi Pinang Jawa melalui penanaman di kawasan yang diantaranya berada di 4 (empat) lokasi yang masuk Bidang PTN II Lumajang yaitu Resort PTN Senduro, Resort PTN Ranu Pani, Resort PTN Guci Alit, dan Resort PTN Pronojiwo sebanyak 210 bibit Pinang Jawa pada 6 Februari 2018. Menurut Kepala Bidang PTN II Lumajang G Marawayan atau lebih akrab di sapa Wayan saat ini pertumbuhan Pinang Jawa yang ditanam pada awal Februari 2018 di empat lokasi tersebut mencapai rata-rata tumbuh 95 %. Pohon Pinang Jawa yang sudah ditanam berdasarkan pemantauan petugas TNBTS tumbuh dengan baik dengan rata-rata ukuran tanaman antara 50 -70 cm dengan jarak tanam 3 m. Kita akan terus pantau dan pastikan bahwa tanaman Pinang Jawa yang ditanam di plot yang berada Bidang PTN wilayah II tumbuh dengan baik dan tidak mengalami tekanan eksploitasi pemanfaatan "umbut" nya oleh masyarakat. Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru, Ir. John Kennedie MM menyebutkan bahwa upaya konservasi Pinang Jawa di kawasan TNBTS ini merupakan upaya pengelolaan jenis tumbuhan yang dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman serta nilainya. lebih lanjut John menyampaikan bahwa aksi penanaman Pinang Jawa ini merupakan bentuk kepedulian Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru dalam rangka melestarikan sekaligus membudidayakan Pinang Jawa sehingga tanaman langka tersebut tidak punah di alam bebas. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Launching Mobil Konservasi SKW III

Singkawang, 5 Juli 2018. Melengkapi beberapa media kampanye konservasi yang sudah dimiliki oleh SKW III BKSDA Kalbar, termasuk Gallery of Conservation (GoC) yang berlokasi di Jl. Alianyang No. 1 Singkawang, hari ini Selasa 3 Juli 2018 bertempat di area Sinka Island Park telah dilaunching 4 mobil konservasi. Keempat mobil ini sebenarnya adalah mobil-mobil lama yang dimiliki oleh SKW III BKSDA Kalbar yang penggunaannya belum optimal. Adalah inisiatif dari Kepala SKW III BKSDA Kalbar, Dani Arief Wahyudi, S.Hut., M.AP., M.Agr, yang kemudian menggandeng mitranya yaitu Yayasan Planet Indonesia untuk kemudian melakukan branding terhadap keempat kendaraan tersebut. Dani menyatakan bahwa mobil ini akan digunakan untuk kepentingan kampanye konservasi, terutama di sekolah-sekolah yang sulit dijangkau. Mobil-mobil ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lingkup kerja SKW III terhadap kebutuhan infomasi yang tepat mengenai kawasan konservasi, biodiversitas yang ada di dalamnya, dan sekaligus pengelolaannya. Dalam pernyataannya, Dani menyampaikan bahwa ini merupakan inovasi di bidang konservasi dengan biaya yang tidak terlalu tinggi tetapi jangkauannya luas. Mobil ini seperti iklan berjalan: sepanjang rute yang dilaluinya, pesan-pesan konservasi akan tersampaikan kepada masyarakat. Dalam kesempatan yang berbeda Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T, menyampaikan apresiasi yang besar terhadap inovasi yang dilakukan oleh SKW III. “Sekarang adalah jaman visual, di mana generasi muda saat ini lebih reaktif dan responsif terhadap sesuatu yang bersifat visual. Pilihan SKW III dengan menghadirkan kampanye visual-mobile seperti yang diaplikasikan di mobil tersebut merupakan terobosan yang cerdas. Ini bisa dicontoh oleh yang lain”, lanjutnya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Kukang Lagi… Lagi-lagi Kukang

Bandung, 5 Juli 2018. Kembali Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis telah menerima penyerahan sukarela satwa liar dilindungi Undang-undang seekor Kukang jantan dewasa dalam keadaan sehat pada hari Rabu, 4 Juli 2018. Kukang diserahkan oleh masyarakat berinisial NT dengan alamat Gang Purwajaya Jalan Purwaganda Rt/RW 05/01 Karang Asem Dusun Kliwon Desa Mekarwangi Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan pekerjaan Ibu rumah tangga. Menurut pengakuan yang bersangkutan bahwa satwa tersebut ditemukan di bawah pohon depan rumahnya, saat ini satwa tersebut diamankan di kantor Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan untuk selanjutnya rencananya akan direhabilitasi dilembaga konservasi. Masih di hari Rabu, 4 Juli 2018, sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Balai Besar KSDA Jawa Barat menerima penyerahan secara sukarela dari masyarakat satwa dilindungi jenis Kukang (Nycticebus sp) sebanyak 1 (satu) ekor berjenis kelamin jantan di Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat, satwa tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat berinisial DR (26 tahun) beralamat di Kp. Salawi RT. 064/RW 019 Kel. Mandalahaji Kec. Pacet Kab. Bandung. Menurut keterangan yang bersangkutan, satwa ditemukan di rumahnya, satwa tersebut secara tidak sengaja mendatangi rumah yg bersangkutan pada tanggal 27 Juni 2018. Satwa tersebut langsung diambil dan kemudian sempat dipelihara selama 1 minggu oleh yang bersangkutan di rumahnya. Kemudian yang bersangkutan mengetahui bahwa satwa tersebut termasuk dilindungi undang-undang berdasarkan infomasi di internet dan langsung menyerahkan ke Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat. Himbauan bagi masyarakat yang masih memelihara satwa liar yang Dilindungi Undang-undang untuk segera menyerahkannya kepada Negara. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Pemadaman Kebakaran Jalur Pendakian Piong

Lombok, 5 Juli 2018. Anggota Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kore Balai Taman Nasional Tambora padamkan api di pos 4-5 jalur pendakian piong tepat pukul 17.30 WITA pada hari Rabu, 4 Juli 2018 dengan kordinat S : 08'16'07.3" E : 118'03'10.1" Adapun kronologis pemadaman, petugas SPTN I Kore melihat dari bawah terdapat asap lebat diantara pos 4-5. Selanjutnya, tim melakukan persiapan berupa alat pemadaman dan segera bergerak menuju tempat kejadian perkara (tkp). Tim menempuh jarak 5-6 jam untuk sampai di lokasi pemadaman dikarenakan medan yang sangat sulit dan terjal. Sebagai informasi, luas areal yang terbakar di perkirakan kurang lebih 3 hektar. Sumber : Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kore Balai Taman Nasional Tambora
Baca Berita

Sinergitas TN Matalawa dengan Pemkab Sumba Barat

Waingapu, 5 Juli 2018. Sebagai satu-satunya kawasan konservasi di Pulau Sumba, Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) merupakan asset negara yang sangat berharga dimiliki oleh masyarakat Sumba. Hal ini seperti yang diucapkan Maman Surahman (Kepala Balai TN Matalawa) saat berkoordinasi dengan Bupati Sumba Barat di ruang pertemuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Sumba Barat. Beliau menambahkan kehadiran Balai Taman Nasional Matalawa di Pulau Sumba bertugas untuk mengamankan asset Negara tersebut untuk keberlangsungan kehidupan di Pulau Sumba. Pada kesempatan tersebut selain melaksanakan koordinasi terkait kerjasama pembangunan strategis di kawasan TN Matalawa, disampaikan pula beberapa program yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan Taman Nasional. Diantaranya pelatihan usaha (pengolahan bambu dan kopi), pendampingan kelompok dan pemberian bantuan usaha, serta pembangunan sentra pemasaran hasil/produk masyarakat sekitar kawasan hutan. Program dan capaian-capaian pengelolaan kawasan TN Matalawa tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Agustinus Niga Dapawole (Bupati Sumba Barat), beliau menyambut positif program-program tersebut dan bersedia untuk bekerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan TN Matalawa. Lebih jauh orang nomor satu di Kabupaten Sumba Barat ini berharap koordinasi dan kerjasama antara Balai TN Matalawa dan Pemda Sumba Barat dapat terus terjalin dan berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan di TN Matalawa.(voo/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Balai Besar KSDA Papua Menerima Kunjungan Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Marine Ecosystem dan Kelautan, Dr. Rusdi Ridwan

Jayapura, 5 Juli 2018. Tenaga Ahli Menteri LHK bidang Marine Ecosystem dan Kelautan, Dr. Rusdi Ridwan, mengunjungi Balai Besar KSDA Papua pada Kamis, (5/7). Kunjungan dilaksanakan di sela perjalanan dinasnya ke Papua untuk menyelesaikan persoalan navigasi Taman Nasional Laut. Dengan nuansa kekerabatan yang hangat, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Si. beserta para pegawai menyambut kunjungan tersebut di ruang rapat balai. Dalam kesempatan itu hadir pula Costant Karel Sorondanya, mantan Kepala BBKSDA Sorong yang sekarang fokus sebagai pemerhati konservasi. Pertemuan diisi dengan diskusi ringan mengenai luas kawasan yang menjadi tanggung jawab BBKSDA Papua dikaitkan dengan SDM yang tersedia. Ir. Timbul Batubara, M.Si. menjelaskan, “Balai Besar KSDA Papua ini bertanggung jawab pada 19 kawasan. Luas semuanya mencapai 4.000.000 hektar lebih. Tetapi jumlah SDM di Balai Besar KSDA Papua hanya sekitar seratus orang, ditambah tenaga kontrak sekitar dua puluh orang. Tidak mudah. Perlu kerja yang sangat keras untuk menangani kawasan. Saya merasakan Papua memang tantangannya sangat tinggi.” Selain menyampaikan soal tantangan, Ir. Timbul Batubara, M.Si. juga menggambarkan betapa eloknya alam Papua, serta keunikan budayanya yang sangat khas. Keselarasan antara manusia dan alam dalam kultur Papua, terutama di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop begitu mengagumkan. Andai saja masyarakat Papua tidak memegang ajaran nenek moyang berupa nilai-nilai atau kearifan lokal, mungkin saja Cycloop telah habis saat ini. Tetapi karena keteguhan masyarakat Papua menjaga alam, Cycloop masih dapat kita lihat dalam keadaannya sekarang. Berdasarkan pemantauan lapangan dan analisa dari BBKSDA Papua, kerusakan Cycloop saat ini adalah 6.8 % dari luas kawasan 31.479,84 hektar. Sementara Dr. Rusdi Ridwan yang ternyata sudah cukup akrab dengan kondisi Papua membenarkan keadaan tersebut, terutama mengenai tantangan yang dihadapi BBKSDA. Tetapi sikap optimis digaungkannya saat menceritakan beberapa pengalaman berkunjung ke balai-balai lain di Papua. Dr. Rusdi Ridwan menyampaikan ide tentang peran masyarakat di dalam menjaga kawasan. Menurutnya tak perlu yang hebat-hebat, tetapi setidaknya masyarakat bisa memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian faktual di lapangan. Hal itu sudah sangat membantu kerja-kerja konservasi. (Dzikry) Sumber : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Membangun Kerjasama Dengan Kabupaten Majalengka

Kuningan, 5 Juli 2018. Sobat Ciremai, tanggal 4 Juli 2018 kemarin Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jaja S Senjaya bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka, Gatot Solaeman, beserta jajarannya di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka. Pertemuan ini merupakan ajang koordinasi dan silaturahmi antara Dinas Pariwisata dengan TNGC. Dibicarakan juga persiapan dalam menyongsong Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN-TWA) yang akan digelar di pelataran candi Prambanan, Yogyakarta tanggal 6-8 Juli 2018. Beberapa rencana untuk semakin mensinergikan program antara TNGC dan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, seperti penguatan obyek wisata di TNGC untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan perbaikan aksesibilitas menuju obyek wisata di TNGC. Pada FTN-TWA 2018 direncanakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka akan hadir mewakili Bupati Majalengka menjadi narasumber dalam “talk show”. Nara sumber lain yang akan hadir dalam talk show tersebut antara lain Direktur Jenderal Konervasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Bupati Kuningan. Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka mendukung “booth Balai TNGC” pada ajang FTN-TWA 2018 dengan menampilkan koleksi gambar, leaflet, CD dan film pendek. Diharapkan kolaborasi para pihak dalam “talk show” dan pameran tersebut merupakan awal yang baik untuk meningkatkan pengelolaan TNGC yang lebih baik di masa yang akan datang. [teks & foto © Gandi Mulyawan - BTNGC | 072018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Improving skill Pemandu Wisata Air Terjun Lapopu TN Matalawa

Waingapu, 5 Juni 2017. Meningkatnya kunjungan wisata ke air terjun Lapopu di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang berbatasan dengan desa Katikuloku dan Rewarara juga turut meningkatkan pendapatan masyarakat kedua desa tersebut. Masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dari menjual jasa sebagai pemandu wisata (interpreter) ataupun porter. Balai TN Matalawa pun telah memfasilitasi masyarakat dengan mendirikan kios untuk mereka berjualan di areal loket air terjun. Namun, untuk lebih menyeragamkan pelayanan jasa yang akan diberikan kepada para pengunjung, Balai TN Matalawa mengadakan diskusi dengan para pemandu wisata yang ada di Lapopu. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, dan Kepala Resort Waimanu, Bayu Kurniawan, S.Hut, menekankan kepada para pemandu bahwa perilaku pemandu wisata serta keamanan menjadi kunci minat pengunjung untuk datang ke Lapopu. Oleh karena itu, perlakukan para pengunjung dengan ramah dan sopan. Masalah sampah yang sudah menjadi fokus pembenahan di Kementerian LHK juga disampaikan dalam forum ini. Para pemandu diingatkan untuk menegur pengunjung yang membuang sampah sembarangan dan memungut sampah yang terlihat sehingga Lapopu bersih dari sampah sehingga meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke Lapopu.(bkn/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Akhirnya Pengejaran Buaya Sungai Citarum Berakhir

Bandung, 4 Juli 2018. Setelah penantian yang cukup lama lebih kurang 1 (satu) bulan, akhirnya Buaya di Sungai Citarum tertangkap pada pada hari Selasa tanggal 3 Juli 2018, sekitar pukul 02.00 WIB oleh warga Kampung Sindangsari, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung berinisial A yang sedang mencari ikan di sungai Citarum. Kepala Bidang KSDA Wilayah II Soreang pada hari Selasa tanggal 3 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 memperoleh informasi tertangkapnya Buaya Citarum ini dari Camat Baleendah yang mendapat laporan dari Babinsa Koramil Baleendah Serda Bambang, selanjutnya Kepala Bidang KSDA Wilayah II Soreang memerintahkan Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW III Bandung untuk melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Baleendah untuk proses evakuasi terhadap Buaya tersebut. Akhirnya berdasarkan hasil koordinasi pada tanggal 4 Juni 2018 sekitar pukul 10.00 di Kantor Kecamatan Baleendah/Kantor SatPol PP disepakati antara Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW III Bandung dengan Satpol PP dan Koramil untuk bertemu di rumah Sdr A sekaligus melakukan evakuasi terhadap Buaya. Setelah diberikan penjelasan, akhirnya sdr. A menyerahkan buaya muara tersebut kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW III Bandung dan mengingat kondisi Buaya yang sedikit terluka, maka untuk sementara dititiprawatkan di Kebun Binatang Bandung untuk dilakukan perawatan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Ular Cantik Diserahkan Masyarakat

Bandung, 4 Juli 2018. Hari Rabu, sekitar pukul 14.00 WIB Balai Besar KSDA Jawa Barat menerima penyerahan secara sukarela dari masyarakat satwa dilindungi jenis Ular Sanca Kembang (Python reticulatus) sebanyak 1 (satu) ekor dengan panjang sekitar 4 meter di Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat di Bandung. Satwa tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat berinisial RY (27 tahun) beralamat di Dusun Sukamaju RT/RW 004/002 Desa Kutawaringin, Kec. Purwadadi, Kabupaten Ciamis yang berprofesi sebagai karyawan swasta. Menurut keterangan yang bersangkutan, satwa dipelihara sejak kecil berukuran sebesar ibu jari panjang sekitar 12cm dan dipelihara selama 4 tahun oleh yang bersangkutan di rumahnya. Namun karena tidak dapat merawat dan melihat berita di TV ular tersebut dapat membahayakan manusia, walaupun diakui oleh yang bersangkutan satwa tersebut sudah jinak. Namun atas dasar kekhawatiran membahayakan orang lain tersebut sehingga yang bersangkutan ingin menyerahkan ke lembaga konservasi (LK), awalnya ular tersebut akan diserahkan ke salah satu LK di Garut atau Kebun Binatang Bandung namun disarankan oleh pihak LK tersebut untuk diserahkan melalui Balai Besar KSDA Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh dokter hewan terhadap satwa tersebut, satwa tersebut dalam keadaan sehat, rencananya akan dititprawatkan ke Lembaga Konservasi, Kebun Binatang Bandung. Penyerahan satwa tersebut bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang memiliki/memelihara satwa liar bahwa memelihara satwa liar khususnya yang termasuk ke dalam kategori hewan buas akan memiliki resiko tinggi, dimana sewaktu-waktu satwa liar tersebut dapat membahayakan jiwa pemilik ataupun orang lain, karena pada prinsipnya naluri/sifat liar suatu satwa tidak akan hilang sepenuhnya walaupun telah lama dipelihara dan dalam kondisi tertentu sifat liar tersebut dapat tiba-tiba muncul. Kami menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki/memelihara satwa liar apalagi yang Dilindungi Undang-undang untuk segera menyerahkannya kepada BKSDA setempat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Mengantar Sahabat Menuju Habitat Aslinya – Hari ke-3

Mempawah, 4 Juli 2018. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai KSDA Kalimantan Barat mengantarkan Orangutan hasil evakuasi warga Wajok Hilir ke Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) yang dahulu dikenal dengan Yayasan Kobus. Keberangkatan tim disaksikan Kepala Balai KSDA Kalbar dan Kepolisian Sektor Siantan Polres Mempawah. Doa pun dipanjatkan demi kelancaran misi penyelamatan satwa Ikonik ini. Tim WRU bersama orangutan menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam untuk tiba di Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Sintang. Atas dukungan seluruh warga Kalimantan Barat maka perjalanan ini berlangsung lancar. Sesampai di Kantor SKW II Sintang, tidak begitu lama orangutan tersebut diantar menuju YPOS, dikawal oleh staff SKW II Sintang. Sesampai di YPOS, Tim Medis menyambut dengan memeriksa kesehatan Orangutan tersebut terlebih dahulu sebelum di tempatkan di kandang karantina untuk sementara sambil menunggu kesiapan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya dan segera dapat menghirup kembali segarnya udara di hutan Borneo. (ER) Sumber: Tim WRU Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Pemda Kab. Pasuruan Dukung Role Model Wisata Desa Edelweis TN Bromo

Pasuruan, 4 Juli 2018. Pemda Pasuruan mengundang Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru dalam Rapat Koordinasi Pokja Agropolitan dan Pemanfaatan Kawasan Agropolitan Kab. Pasuruan, Selasa 3 Juli 2018 di Paz Garden Resto, Kota Pasuruan. Rakor yang dihadiri oleh Kepala Bappeda Kab. Pasuruan, Dinas Perhubungan Kab. Pasuruan, Camat Tosari, Pokdarwis Wonokitri, Kelompok Tani Desa Edelweis Hulun Hyang Wonokitri, serta jajaran jajaran Dinas Kab. Pasuruan bertujuan Sinkronisasi Pengembangan Kawasan Agropolitan dan Minapolitan Kab. Pasuruan. Kepala Bappeda Kab. Pasuruan menyampaikan rencana pembangunan Destinasi Wisata yang menghubungkan G. Bromo - Nongko Jajar - Purwodadi yang terdiri dari paket wisata yang menggabungkan antara wisata alam, agrowisata dan wisata religi. “Paket wisata tersebut menggabungkan destinasi wisata Bromo ( Wonokitri, Penanjakan), Air terjun yang berada di Kab Pasuruan, Agrowisata Bunga Krisan, Peternakan sapi perah, Agrowisata buah ( apel, durian, mangga) serta candi- candi yang berada di Pasuruan, wisata religi kasada, trail tracking Tosari, yang bertujuan untuk membuat wisatawan tidak hanya mengunjungi Malang tetapi juga menginap dan mengunjungi Kab. Pasuruan sehingga menumbuhkan perekonomian Kab. Pasuruan”, Kepala Bappeda Kab. Pasuruan dalam paparannya menyampaikan. Kepala Bidang PTN Wil I Pasuruan “ Murdiono” yang ikut menghadiri Rakor tersebut juga menyampaikan, “Role Model wisata Desa Edelweis yang dikembangkan di Wonokitri merupakan upaya TNBTS untuk membantu meningkatkan PAD Kab. Pasuruan dan pendapatan bagi masyarakat Kec. Tosari khususnya Desa Wonokitri, serta sebagai salah satu dukungan kepada Kab. Pasuruan untuk penetapan Desa Wonokitri sebagai Desa Adat”. Diharapkan setelah rakor ini, ada dukungan kongkrit dari stakholder sehingga perwujudan destinasi wisata Bromo-Nongko Jajar - Purwodadi serta Wisata Desa Edelweis Wonokitri segera tercapai. Sumber: Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Brigdalkarhutla BBTNBKDS, Bantu Masyarakat Padamkan Kebakaran 3 Rumah

Kapuas Hulu, 4 Juli 2018. Tiga buah bangunan rumah di Desa Tajau Hulu Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu terbakar Rabu (04/07/2018) sekitar pukul 04.30 WIB. Kebakaran ini menghanguskan 3 rumah, dan satu unit kendaraan roda empat. Awal mula kebakaran ini diketahui berdasarkan laporan dalah satu warga bernama Ono melalui sambungan telpon pada pukul 04.30 pagi kepada petugas piket Brigdalkarhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS). Hanya dalam tempo 40 menit semenjak laporan diterima, Tim tiba di lokasi yang berjarak kurang lebih 25 km dari mako Brigdalkarhut TNBKDS dan segera memadamkan kebakaran yang telah menjalar ke rumah Romi dari rumah Ibu Alan yang disinyalir sebagai lokasi awal kebakaran. Dari keterangan Kepala Desa Sdr. Ngadian, “kebakaran terjadi sekitar pukul 03.45 wib, kebakaran berawal dari rumah Ibu Alan kemudian merambat ke bangunan Garasi dan Gudang milik Pak Romi", jelas Ono. Warga hanya mampu berupaya dengan cara manual menggunakan ember dan mesin robin karenanya bantuan pemadaman dari brigdalkarhut mampu mempercepat padamnya api. "Untung ada tim dari Taman Nasional, jika tidak api akan menjalar lebih luas”, tuturnya. Kepala Brigdalkarhut BBTNBKDS, Ade Arief mengatakan bahwa pihaknya menggunakan peralatan pemadaman yang terdiri dari 1 unit mesin Vangguard + selang hisap, 15 gulung selang stort ukuran 1,5, 2 gulung selang stort ukuran 2,5, 3 unit Nozle, 1 unit Y conex, 1 unit mobil slip on dan 1 unit mobil Pickup Strada Triton. Pukul 06.35 WIB api berhasil dipadamkan dan selanjutnya tim melakukan pembersihan dan penyisiran untuk memastikan api benar-benar padam. Tepat Pukul 06.45 wib pemadaman selesai dan api sudah padam. Kepala Balai Besar TNBKDS Arief Mahmud mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah ke 2 kali selama 2018 dan sangatmengapresiasi kinerja Brigdalkarhut sehingga hubungan baik antara masyarakat dengan TNBKDS dapat terjalin. "Kedepannya akan dilakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat tentang waspada api kebakaran dan upaya pemadaman kebakarannya", jelasnya. Balai Besar Tana Bentarum melalui Brigdalkarhut membuka layanan pengaduan bagi warga masyarakat yang membutuhkan bantuan 24 jam karenaya dia meminta warga tidak sungkanmenghubungi posko apabila kejadian kebakaran terjadi lagi. TNBKDS sangat memperhatikan bahaya kebakaran untuk itu telah dibentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 10 kelompok dengan jumlah keseluruhan anggota MPA sebanyak 305 orang yang tersebar di seluruh desa di TNDS. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Presentasi Rancangan Aktualisasi Calon PEH 2018 di Balai TNAL

Sofifi, 4 Juli 2018. Pelatihan Dasar adalah pengganti dari Prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Metode baru ini memiliki beberapa perbedaan dengan metode Prajabatan. Salah satu kegiatannya adalah CPNS di berikan tugas untuk menerapkan ide atau gagasan barunya untuk mencari solusi dari tantangan terkini instansi CPNS tersebut. Tahun 2018 ini, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mendapatkan 3 (tiga) CPNS baru sebagai Calon Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Dua diantaranya berlatar belakang perikanan dan kelautan. Ketiga Calon PEH tersebut mengangkat isu tentang pengelolaan wisata alam pada masing-masing Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) tempat mereka bertugas nantinya. Pada SPTN Wilayah I isu yang diangkat oleh Nadiya adalah informasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Resort Tayawi dan Keanekaragaman Fauna Aves. Isu yang diambil oleh Agung pada SPTN Wilayah II adalah Pemetaan Potensi ODTWA dan Promosi Wisata Alam di SPTN II. Sedangkan isu yang diangkat oleh Calon PEH pada SPTN Wilayah III, Aris adalah Promosi ODTWA di Kawasan Resort Binagara. Isu-isu tersebut telah dipresentasikan di depan Kepala Balai, Pejabat Struktural yang sekaligus sebagai mentor dan pejabat fungsional Polhut, PEH dan Penyuluh Kehutanan pada tanggal 2 Juli 2018 di ruang rapat Balai TNAL di Sofifi. Beberapa masukan dan perbaikan diberikan oleh peserta, salah satunya adalah pembuatan peta ODTWA yang jelas dan menarik bagi pengunjung. Setelah presentasi selesai, dilanjutkan dengan pencermatan bersama rencana kegiatan tahun 2019. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Intkey 5, Memudahkan Identifikasi Tumbuhan

Boyolali, 4 Juli 2018. Sebanyak sepuluh pejabat fungsional yang terdiri dari PEH dan penyuluh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengikuti pelatihan Identifikasi Tumbuhan. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari tanggal 3 sampai 4 Juli 2017 difasilitatori pengajar dari Pusdiklat Kehutanan Bogor, Prabani Setiohindrianto. Dalam pengantarnya, Prabani Setiohindrianto mengatakan bahwa Pengenalan jenis tumbuhan di alam dalam kawasan hutan sangat diperlukan oleh para pengelola kawasan sebagai salah satu bentuk pemahaman akan kawasan yang dikelola. Identifikasi tumbuhan dengan cara lama menggunakan buku determinasi sangat sulit dilakukan bagi sebagian orang. Selain itu identifikasi dengan kunci determinasi memerlukan waktu yang cukup lama. Saat ini telah tersedia sistem komputer yang dapat membantu petugas melakukan identifikasi dengan cara yang lebih mudah dengan sistem bernama Intkey 5. Sistem Intkey 5 yang merupakan program open source ini telah mengadopsi ciri morpologi tumbuhan dan menbuatnya dalam bentuk visualisasi baik ilustrasi gambar maupun foto. Dengan mendapatkan pelatihan ini dharapkan petugas dapat lebih mudah mengidentifikasi potensi tumbuhan yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Sumber : Kristina Dewi, S.Si., M.Sc., M.Eng. - PEH Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Begini Suasana Pemutaran Film Baru TNAL Perdana di Gedung Pusat Informasi

Sofifi, 4 Juli 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali memproduksi film dokumenter bertajuk “Letter From Ternate” yang dibuat oleh Sofyan, Polisi Kehutanan Balai TNAL. Film ini merupakan kelanjutan film “Jejak Alfred Russel Wallace” yang dibuat tahun lalu. Selain itu film ini juga akan diikutkan dalam lomba film pada gelaran pameran Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta tanggal 6 Juli mendatang. Hadir dalam launching film dokumenter tersebut adalah Kepala Balai TNAL, Pejabat Struktural dan pegawai Balai TNAL. Tampak dari wajah para penonton, bahwa mereka sangat antusias menyaksikan film sejarah awal seleksi alam dan teori evolusi yang mendunia tersebut. “Itu, film (Letter From Ternate) sangat berkesan sekali buat saya, film itu sangat mendidik dan perlu disebarluaskan, karena orang semakin faham karena burung Bidadari bukan hanya sekedar burung tetapi ada sejarah dan penemunya”, kata Raduan, Kepala SPTN Wilayah I dalam sesi wawancara setelah pemutaran film tersebut. Film pemutaran perdana ini sudah dapat dilihat pada media sosial Taman Nasional Aketajawe Lolobata, tetapi film dokumenternya akan ditayangkan beberapa hari kedepan. Penasaran dengan filmnya? Ikuti terus info terbaru akun media sosial Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Menampilkan 7.601–7.616 dari 11.140 publikasi