Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Wisata Edukasi di Pulau Tinabo Besar Bersama Pengunjung

Tinabo - Kep. Selayar, 12 Juli 2018. Sebanyak 10 orang pengunjung Pulau Tinabo, mereka adalah keluarga besar Darmawan Hendra yang merupakan pensiunan PT. Garuda Indonesia. Guide tour merupakan salah seorang anggota kelompok MDK yang bertugas mendampingi keluarga ini selama beraktifitas di Pulau Tinabo. Disela aktivitas mereka disisipkan pula unsur edukasi konservasi, yakni penanaman pohon Cemara Laut sebanyak 10 pohon dan transplantasi karang sebanyak 3 rangka model spider dengan total anakan karang tertanam sebanyak 54 anakan. Hal tersebut bermanfaat bagi pengembangan ekowisata dan eduwisata di TN Taka Bonerate yang akan terus dikawal untuk meningkatkan pengembangan ekonomi, konservasi alam dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat lokal. Sumber : Saleh Rahman- Balai TN. Taka Bonerate Editor : Asri - Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Asian Development Bank (ADB) Mission dari Filipina Kunjungi TaNa Bentarum

Putussibau, 12 Juli 2018. Forest Investment Program-1 (FIP-1) adalah salah satu dari tiga sub program dari Dana Iklim Strategis di Bawah Dana Investasi Iklim (Climate Investment Fund/CIF) yang bernilai $17.000.000. FIP memiliki 3 skema yang dijalankan melalui lembaga keuangan yaitu: Asian Development Bank (FIP-1), World Bank (FIP-2) dan International Finance Cooperation (FIP-3). Kegiatan yang bersumber dari anggaran FIP-1 ini akan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu selama 5 tahun (2017-2021) dengan lokasi proyek di 4 Desa Penyangga Kawasan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dan 8 desa di wilayah kerja KPH Kapuas Hulu Utara dan KPH Kapuas Hulu Selatan. Tujuan kegiatan Tim ADB mission adalah dalam rangka melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan FIP-1. Rombongan tim ADB mission diterima di kantor Bupati Kapuas Hulu oleh Bung Tomo, Staf Ahli Bupati Kapuas Hulu. Pada kesempatan tersebut Bung Tomo menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mendukung pelaksanaan proyek FIP-1 yang melibatkan 12 desa yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu. “Pelaksanaan kegiatan tersebut harus dikoordinasikan secara intensif dengan perangkat desa dan pihak terkait lainya, hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan yang serupa di lokasi yang sama”, imbuhnya. Pemerintah Daerah melalui dinas terkait akan memberikan dukungan secara maksimal terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Arief Mahmud menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan sebagai ajang komunikasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan proyek FIP-1 di Kabupaten Kapuas Hulu. “Kalau komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan berjalan baik, pasti dalam pelaksanaan proyek akan berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan oleh semua pihak”, imbuhnya. Kepala Sub Direktorat Pengembangan Usaha Kemitraan Hutan Rakyat dan Hutan Adat, Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Catur Endah Prasetiarini menyampaikan nilai proyek FIP-1 di Kabupaten Kapuas Hulu selama lima tahun (2017-2021) sebesar Rp.46.628.975.000,- yang akan digunakan untuk pembangunan hutan gaharu, kopi dan mata pencaharian lainya berupa kerajinan, budidaya lebah madu dll. “FIP-1 ini juga ditujukan untuk meningkatkan infrastruktur pedesaan dengan memberikan bantuan solar panel, pengembangan listrik mikro hidro dan bantuan prasarana lainya, termasuk alat-alat pencegah kebakaran hutan dan pembangunan fasilitas wisata alam”, imbuh perempuan yang biasa disapa e`eng menutup penjelasanya pada saat audeinsi sebagai wakil dari KLHK. Pada kesempatan yang sama perwakilan ADB mengharapkan proyek FIP-1 dapat bersinergi dengan program dan rencana pembangunan wilayah Kapuas Hulu. Dengan adanya proyek FIP-1 diharapkan dapat mencapai “Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari”. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BKSDA Kalimantan Barat Kembali Release Orangutan dan Kukang

Ketapang 11 Juli 2018. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah l Ketapang Balai KSDA Kalimantan Barat bekerjasama dengan Yayasan Internasional Animal Rescue Indonesia (YIARI) dan warga Desa Pangkalan Joging Kecamatan Nanga Tayap kembali melepasliarkan dua individu orangutan dan dua ekor Kukang. Kedua orangutan ini bernama Maili (10 tahun) dan Osin (1 tahun) keduanya merupakan ibu dan anak. Maili merupakan orangutan hasil penyerahan warga ke BKSDA Kalbar dan kemudian dititiprawatkan di YIARI Ketapang. Selain orangutan, dua ekor Kukang juga hasil dari penyerahan warga dilepasliarkan. Kukang berjenis kelamin jantan (Shiro) dan betina (Susan) ini dititiprawatkan di YIARI sejak bulan April dan Mei 2018. Keempat satwa tersebut dilepasliarkan di kawasan hutan lindung Gunung Tarak Desa Pangkalan Teluk Kecamatan Nanga Tayap. Pelepasliaran satwa setelah melalui proses rehabilitasi akibat adanya ketergantungan satwa terhadap manusia merupakan salah satu program Balai KSDA Kalimantan Barat bekerjasama dengan pusat rehabilitasi satwa demi menjaga kelestarian satwa liar, terutama jenis yang terancam punah. Kesadaran dan kepedulian di semua lini baik masyarakat hingga pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian satwa beserta habitatnya diharapkan mampu melestarikan kehidupan satwa di habitat aslinya. (DS) Sumber : Tim WRU SKW l Ketapang, Balai KSDA Kalimantan Barat Call center BKSDA KALBAR (Mitha) : 08115776767
Baca Berita

Petugas BBTN Kerinci Seblat Evakuasi Korban Kecelakaan Gunung Kerinci

Sungaipenuh, 11 Juli 2018. Kurnia Abimanyu, mahasiswa Universitas Jambi berhasil dievakuasi petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) karena mengalami kecelakaan saat turun dari puncak gunung kerinci (9/7). Proses evakuasi petugas BBTNKS dibantu anggota komunitas pecinta alam (KPA) dan BASARNAS setempat. Korban saat ini berada di RS. Umum A. Thalib untuk perawatan lebih lanjut. Untuk menghindari terulangnya kecelakaan pada saat melakukan pendakian ke gunung Kerinci, manajemen Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat tidak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya persiapan sebelum mendaki, mematuhi aturan dan rambu-rambu yang ditemukan pada saat pendakian untuk menjaga keselamatan para pengunjung. Sebagai informasi, pada hari Sabtu tanggal 7 Juli 2018 rombongan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi melakukan pendakian ke Gunung Kerinci. Rombongan tersebut berjumlah 18 orang, terdiri dari 14 mahasiswa dan 4 orang mahasiswi untuk melakukan pengamatan vegetasi dan satwa yang terdapat pada hutan dataran tinggi. Petugas jaga BBTNKS di pos R.10 pada hari Senin tanggal 9 Juli 2018 mendapatkan laporan sekitar pukul 9 pagi bahwa salah satu anggota rombongan mengalami kecelakaan saat turun dari puncak gunung Kerinci. Petugas jaga beserta seorang anggota KPA langsung berangkat untuk memberikan pertolongan. Petugas berhasil menemukan rombongan mahasiswa tersebut, selanjutnya mengevakuasi korban ke shelter 2. Esok harinya (10/7), petugas TNKS dengan dibantu oleh BASARNAS dan relawan KPA melanjutkan evakuasi korban sampai di pos R.10 pada pukul 21.50 WIB. Kemudian dari pos R.10, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Dialog Bersama Masyarakat Melalui Sosialisasi Peraturan Perundangan Dan Pengelolaan Kawasan Konservasi

Kandolo, 11 Juli 2018. Balai Taman Nasional Kutai melaksanakan sosialisasi peraturan perundangan dan pengelolaan kawasan konservasi kepada masyarakat Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Kutai untuk ikut serta dalam upaya pelestarian kawasan Taman Nasional Kutai. Tingginya gangguan terhadap kawasan konservasi seperti perambahan hutan, pencurian hasil hutan baik berupa kayu maupun non kayu, penyerobotan areal untuk dijadikan pemukiman dan perladangan, pembakaran hutan dan lain sebagainya menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan dan rusaknya habitat flora dan fauna. Berkaitan dengan pelanggaran – pelanggaran yang terjadi terhadap kawasan hutan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan, perlu diadakan kegiatan sosialisasi peraturan perundangan. Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Taman Nasional Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. hadir untuk membuka acara sekaligus menyampaikan materi terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional Kutai. Sebanyak ± 50 orang peserta hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Kepala Desa Kandolo, Ketua RT, Kepala Dusun, Ketua Kelompok Tani, Tokoh masyarakat, Pemuda dan perangkat Desa Kandolo serta mahasiswa KKN dari Universitas Mulawarman. Pada kesempatannya menyampaikan sambutan, Kepala Desa Kandolo menyatakakan bahwa sosialisasi ini penting untuk didengarkan bersama sebagai referensi. Menurut Beliau, materi ini perlu sosialisasi lebih lanjut. Aturan yang sudah ditetapkan, paham atau tidak paham wajib untuk ditaati. Perlu diketahui oleh masyarakat Kandolo bahwa TN Kutai sama dengan pemerintah desa. Ketika peraturan dari pemerintah Kabupaten Kutai Timur turun maka harus dijalankan untuk menegakkan peraturan daerah. Jadi, jika ada aturan dari KLHK turun maka sebagai masyarakat, kita tidak bisa lagi menyalahkan TN Kutai karena itu adalah tugas yang harus dijalankan. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Kutai oleh Kepala Balai TN Kutai, perundangan terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional Kutai oleh Dede Nurhidayat S.Hut., Batas dan Zonasi Pasca Enclave oleh Edy Purwanto, S.Hut, Kebijakan Polres Kutai Timur dalam penegakan hukum pengelolaan kawasan TN Kutai oleh Polres Kutai Timur serta undang - undang agraria dan peraturan agraria oleh BPN Kabupaten Kutai Timur. Dengan adanya sosialisasi peraturan perundangan, diharapkan kerjasama yang baik antara pengelola TN Kutai dan masyarakat sekitar kawasan dapat terjalin. TN Kutai tetap lestari dan masyarakat bisa memperoleh manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan. #TN Kutai Sumber : Balai Taman Naional Kutai
Baca Berita

Orientasi Pemulihan Ekosistem dengan Mekanisme Alam di TN Matalawa

Waingapu, 10 Juli 2018. Kawasan di Resort Tandulajangga Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengadopsi metode mekanisme alam dalam memulihkan kondisi ekosistemnya. Membangun kesamaan persepsi antara pemangku kawasan sebagai penanggung jawab kegiatan pemulihan ekosistem dengan kelompok kerja (POKJA) yang terdiri dari para masyarakat sekitar kawasan perlu dibangun sejak dini. Oleh karena itu, dengan dipimpin oleh Romelus sebagai kepala Resort Tandulajangga, tim penanggung jawab mengadakan sosialisasi dan orientasi lapangan kepada POKJA. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Resort Tandulajangga pada tanggal 9 dan 10 Juli dengan dihadiri oleh 10 anggota POKJA dan 5 orang dari tim penanggung jawab. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan penguatan kelompok serta penyusunan hak dan kewajiban POKJA serta dilanjutkan dengan pemberian gambaran umum pelaksanaan RPE mekanisme alam. Kegiatan lapangan dilakukan pada hari kedua dengan orientasi pada kawasan yang akan dipulihkan ekosistemnya. Dalam orientasi lapang ini, para anggota tim penanggung jawab juga tidak lupa menyampaikan amanat dari Kepala Balai agar para anggota POKJA meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan. Pemulihan ekosistem pada kawasan konservasi yang menjadi amanat pemerintah memiliki beberapa metode pengerjaan. Salah satu metode yang digunakan adalah mekanisme alam yaitu tindakan perlindungan terhadap kelangsungan proses alami, untuk tujuan tercapainya keseimbangan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya mendekati kondisi aslinya.(asi/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Kodim 0908/BTG Gelar Pembukaan TMMD di TN Kutai

Bontang, 10 Juli 2018. Bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai, pada hari Selasa (10/7/2018) Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Kodim 0908/BTG Kota Bontang tahun 2018 hari ini menggelar upacara pembukaan di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai. Kegiatan ini diikuti oleh ±1500 orang baik dari instansi pemerintah, ormas, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar dan lain-lain. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan selama 1 bulan mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2018 mendatang bertujuan untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik Upacara pembukaan TMMD dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang dan dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan S.Hut., M.Sc. dan staf, Wakil Wali Kota Bontang, Komandan Kodim 0908 Bontang, Danrudal, Kapolres Bontang, perwakilan dari Kodam Mulawarman, Instansi Pemerintahan Se-Kota Bontang, Perwakilan perusahaan se-Kota Bontang, pelajar dan mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, serta perwakilan masyarakat. Selain upacara pembukaan, dilaksanakan juga beberapa kegiatan seperti penyerahan sembako kepada masyarakat, pagelaran Reog Ponorogo dan Pencak Silat Setia Hati Terate, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, serta sosialisasi kebakaran hutan dan lahan dari staf Balai Taman Nasional Kutai, yang merupakan salah satu sasaran pada TMMD tahun ini.#TN Kutai Sumber: Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Dua Tahun Dipelihara, Balai KSDA NTB mengamankan satu ekor Landak

Lombok, 10 Juli 2018. Menindaklanjuti laporan yang masuk melalui Call Center BKSDA NTB mengenai seorang warga yang memelihara satu ekor Landak (Hystrix brachyura). Berbekal informasi tersebut, Pada hari Selasa 10 Juli 2018 Tim Polhut Balai KSDA NTB langsung menuju lokasi di Dusun Mentoko, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Menurut Pengakuan sang pemilik bahwa Landak yang dimaksud adalah pemberian teman yang telah dipelihara sekitar dua tahun lalu. Sang pemilik sama sekali tidak mengetahui bahwa satwa ini dilindungi, dan setelah diberikan penjelasan dan pengarahan lebih lanjut, akhirnya yang bersangkutan menyerahkan dengan sukarela satwa yang dimaksud kepada Tim Balai Polhut Balai KSDA NTB. Hingga berita ini diturunkan, satu ekor Landak (Hystrix brachyura) telah diamankan di Kantor Balai KSDA NTB. Quick Respond / Call Center Balai KSDA NTB. Diperuntukan sebagai Pelayanan aduan masyarakat terkait penyerahan satwa liar, kasus Konflik Satwa, Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar, dan Permasalahan didalam Kawasan Konservasi lingkup wilayah kerja Balai KSDA NTB di Provinsi NTB. Melalui Nomor : +6287882030720 (WhatsApp, Telepon dan SMS) Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Kunjungan Menteri Korea Forest Service ke TWA Gunung Tunak

Tunak, 9 Juli 2018 - Menteri Korea Forest Service H.E Kim Jae Hyun melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, dan ini merupakan kali pertama sejak beliau dilantik menjadi Menteri. Kunjungan pertama ke Taman Wisata Alam Gunung Tunak ini, Menteri KFS dan rombongan didampingi oleh Kepala Balai KSDA NTB dan staff untuk meninjau fasilitas wisata alam berbasis masyarakat yang dibangun atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Korea Forest Service. Sebagai Ucapan selamat datang, Kehadiran Menteri KFS disambut oleh Kelompok Masyarakat "Tunak Besopoq" dengan kesenian tradisional Jaran Kamput grup Kamput Celuakan. Menteri KFS dan Dirjen International Affairs Bureau ditandu sambil menikmati musik tradisional. Setelah Upacara Penyambutan dengan Tarian Tradisional, Acara dilanjutkan dengan laporan singkat kerjasama oleh Direktur Korea Indonesia Forest Center Kim Yong Chul dan diskusi bersama BKSDA NTB yang disampaikan oleh Kepala Balai KSDA NTB, Ir. Ari Subiantoro,MP. Sebagai Menteri yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan wisata berbasis masyarakat, Mr. Kim Jae Hyun sangat tertarik dengan konsep Pengelolaan wisata alam di TWA Gunung Tunak, karena melibatkan kelompok masyarakat. Tunak Besopoq sebagai Kelompok Masyarakat Pengelola tak lupa memanfaatkan ajang Kunjungan Menteri KFS kali ini dengan menampilkan dan memamerkan hasil kerajinan tangan tradisional karya mereka. Tak hanya disitu, dalam kunjungan satu hari ini beberapa agenda lanjutan di TWA Gunung Tunak antara lain, penanaman pohon Ketapang (Terminalia catappa), meninjau fasilitas guest house dan pusat ekologi kupu-kupu serta pusat informasi. Agenda kunjungan ditutup dengan Kelompok Masyarakat Tunak Besopoq memainkan alat musik tradisional Gendang Beleq sebagai musik perpisahan dan Mr. Kim Jae Hyun melanjutkan agenda kunjungan di lokasi berikutnya. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Masyarakat Antusias Mengunjungi Stand Pameran TN Gunung Palung di Festival TN dan TWA Tahun 2018

Yogyakata, 9 Juli 2018. Balai Taman Nasional Gunung Palung mengikuti Festival Taman Nasional dan Taman Wiasata Alam Tahun 2018 yang diselenggrakan di komplek Candi Prambanan, Yogyakarta dari tanggal 6 – 8 Juli 2018. Agenda acara festival antara lain meliputi : Lomba Film Pendek, Festival Tari dan Budaya, Talk Show Torehan 1 Abad Konservasi Alam Indonesia, Launching Lagu “Ayo ke Taman Nasional” dan Apikasi Android Wisata Alam serta pameran Taman Nasional dan Taman Wsiata Alam di pelataran candi Prambanan. Balai Taman Nasional Gunung Palung hadir dalam kegiatan pameran selama festival berlangsung. Stand Pameran Taman Nasional Gunung Palung berada di booth no 48. Materi yang ditampilkan selama pameran yaitu : informasi umum mengenai TN Gunung Palung, potensi ekowisata di TN Gunung Palung, Stasiun Riset Cabang Panti, Infografis TN Gunung Palung dan video satwa liar hasil tangkapan camera trap. Di stand pameran juga terdapat informasi mengenai beasiswa bagi mahasiswa yang berminat melakukan kegiatan penelitian di TN Gunung Palung. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan pameran, masyarakat sangat antusias mengunjungi stand pameran TN Gunung Palung. Masyarakat yang mengunjungi stand pameran TN Gunung Palung berasal dari berbagai kalangan meliputi tourist mancanegara, anak sekolah, komunitas pecinta satwa, tour and travel, mahasiswa, pecinta alam, tokoh masyarakat, pegiat konservasi, investor, NGO’s yang bergerak di bidang konservasi dan keluarga yang sedang berlibur. Masyarakat sangat antusias dengan informasi yang ditampilkan dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai TN Gunung Palung. Antusiame masyarakat menjadikan pameran kali ini istimewa karena menjadi ajang pertemuan para pihak yang menghasilkan ide-ide atau kegiatan yang menunjang kemajuan pengelolaan Taman Nasional Gunung Palung. Ayo ke Taman Nasional Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Stand Bunaken Masuk 10 Besar Terbaik Dalam Gelaran FTN dan TWA Di Prambanan Jawa Tengah

Manado, 9 Juli 2018. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia yang digelar pada tanggal 6 – 8 Juli 2018 di Pelataran Shiwa Candi Prambanan, Jawa Tengah, telah resmi ditutup oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam kesempatan ini, stand Taman Nasional Bunaken menampilkan beberapa atraksi menarik untuk disajikan kepada pengunjung antara lain foto both penyelam, model adat Sangir, lagu-lagu daerah Minahasa dan Manado, dan badut ikan baronang (si Baron), selain itu stand Taman Nasional Bunaken memadukan berbagai kuliner khas daerah yakni bubur Manado (Tinutuan), mie cakalang, pisang goroho dan sambal roa. Para pemandu sigap melayani pengunjung yang datang setiap harinya, dengan menggunakan pakaian adat untuk menghormati budaya Sangir, tercatat rata-rata 300 orang/ hari mengunjungi both Taman Nasional Bunaken. Gelaran festival ini sekaligus juga untuk memperkenalkan potensi wisata alam Taman Nasional Bunaken serta wisata lain yang terkait dengan Bunaken. Dalam gelaran tersebut stand Taman Nasional Bunaken masuk dalam katogori 10 besar terbaik. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Road to HKAN 2018 : Buyan Jungle Run Kembali Digelar

Denpasar, 9 Juli 2018. Menuju gelaran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 tanggal 10 Agustus, Balai KSDA Bali selenggarakan event Buyan Jungle Run (BJR) III. Inilah event tahunan dalam rangka Road to HKAN 2018 berupa Lomba Lari Lintas Alam melewati kawasan konservasi TWA Danau Buyan - Danau Tamblingan Wilayah Kerja Balai KSDA Bali. BJR III tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2018. Seperti BJR tahun - tahun sebelumnya dengan alasan keamanan, keutuhan kawasan serta anggaran, peserta dibatasi 200 orang. Baik peserta asal WNI dan WNA tidak dibatasi. Registrasi dimulai dari tanggal 5 - 20 Juli 2018 (bit.ly/2IZbkhm), dengan registrasi ulang tanggal 4 Agustus di Bumi Perkemahan (Dasong) Desa Pancasari, Kec. Sukasada, Kab. Buleleng, Bali. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Tinabo

Tinabo, Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 9 Juli 2018. Transplantasi terumbu karang adalah salah satu metoda dalam pelestarian (pemulihan ekosistem) terumbu karang dengan teknik pencangkokan. Guna meningkatkan pengelolaan terumbu karang dengan kondisi memprihatinkan karena terdegradasi, maka dilakukan upaya transplantasi terumbu karang dengan memperbanyak koloni karang melalui teknologi transplantasi yang sudah teruji dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat. "Tujuan kegiatan adalah merehabilitasi terumbu karang yang rusak, memulihkan ekosistem laut, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemulihan terumbu karang agar mereka banyak menerima manfaat dari pemulihan ekosistem tersebut", jelas Faat Rudhianto Kepala Balai TN Taka Bonerate. Kegiatan transplantasi karang ini dilakukan di Pulau Tinabo Besar Taman Nasional Taka Bonerate selama tujuh hari (1 s.d 7 Juli 2018), tepatnya ditempatkan di daerah sekitar tubir dengan substrat dasar perairan berupa karang mati, pecahan karang, pasir dan di antara karang hidup. "Luas substrat/rangka model jaring laba-laba adalah 1 m2/rangka, jumlah rangka yang dipasang sebanyak 300 buah, dengan jumlah total bibit/anakan karang yang ditanam sebanyak 5.400 bibit. Total luas lokasi yang dicover seluas 300 m2", ucap Saleh Rahman fungsional PEH Balai TN. Taka Bonerate yang sekaligus Ketua Tim kegiatan. Diharapkan kedepan transplantasi karang juga menjadi atraksi wisata pendidikan bagi pengunjung atau mejadi wisata edukasi. Sumber : Saleh Rahman - Balai TN Taka Bonerate (Editor : Asri - Balai TN Taka Bonerat)
Baca Berita

Ukiran Prestasi TN Matalawa di FTN & FTWA

Waingapu, 9 Juli 2018. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN & FTWA) yang digelar sejak tanggal 6 Juli 2018 di Pelataran Shiwa, Candi Prambanan, Yogyakarta resmi ditutup malam tadi oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata (KSDAE). Banyak cerita yang hadir di perhelatan perdana yang melibatkan hampir seluruh Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Indonesia ini serta para stakeholder terkait wisata alam. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) sebagai salah satu peserta FTN dan FTWA berpartisipasi aktif dalam gelaran ini. Dekorasi stand TN Matalawa dengan mengangkat tema Harmony Nature and Culture berhasil menarik banyak pengunjung. Tidak hanya itu, dekorasi yang menarik ini memperoleh penghargaan sebagai juara 1 stand terbaik. Selain itu, seni tari Sumba yang dibawakan oleh mahasiswa asal Sumba yang sedang melanjutkan studi di Jogja juga memukau para penonton. Tidak hanya dekorasi dan seni tari, Balai TN Matalawa juga membuat film pendek yang diikutsertakan dalam kompetisi film pendek antar TN dan TWA. Konsep film yang dibuat TN Matalawa mengangkat cerita peran serta masyarakat sekitar hutan yang menjaga kelestarian kawasan hutan sehingga membuat banyak wisatawan datang ke TN Matalawa. Film ini berhasil memukau juri dan memperoleh penghargaan sebagai juara 3. (dpn/mtlw) Sumber: Balai TN Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Balai TN Gunung Ciremai Raih Booth Terbaik Kedua pada FTN & TWA 2018

Yogyakarta, 8 Juli 2018. Rangkaian Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN&TWA) 2018 berakhir pada hari Minggu 8 Juli 2018 pukul 21.00. Open trip TN Merbabu - TN Merapi menjadi acara pembuka pada pagi hari, dilanjutkan dengan kampanye keanekaragaman hayati oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam DI Yogyakarta yang dihadiri Bapak Wiratno selaku Direktur Jenderal KSDAE. Hari ketiga Festival ini, booth Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) semakin ramai dikunjungi mengingat hari minggu adalah hari libur. Cuaca di Prambanan yang cerah semakin menambah semangat dan keceriaan menyambut dan melayani pengunjung. Tak lupa ada kejutan dari Kepala Balai TNGC, Bapak Kuswandono yang menghiasi wajahnya dengan icon booth, macan tutul Jawa. Sampai dengan penutupan, jumlah pengunjung yang hadir pada booth TNGC sebanyak 530 orang. Pemenang kuis grand prize sepeda yang diadakan TNGC adalah Bambang Prayitno dari Yogyakarta. Berikut lainnya yang mendapat voucher pendakian adalah Heru Setyawan, Jessica Ginting, Haris, Nandang dan Herman Suparman dan pemenang voucher Homestay desa wisata Cibuntu adalah Adelina Kristin dkk (4 Orang). Sebelum penutupan, diadakan gelar tari dan budaya dari Kalimantan Timur. Kegiatan FTN & TWA 2018 ditutup Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) sekaligus mengumumkan 3 juara booth terbaik. Tanpa disangka, booth Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) meraih booth terbaik kedua setelah Balai TN Matalawa dan juara ketiga Balai TN Aketajawe Lolobata. Kebanggaan dan kebahagiaan terpancar dari seluruh pegawai TNGC, Dharma Wanita Persatuan (DWP) TNGC, pemerintah daerah dan mitra masyarakat yang ikut serta meramaikan booth TNGC. Semoga kedepannya dapat menampilkan yang lebih baik lagi. Sampai jumpa di HKAN selanjutnya yang rencananya akan dilaksanakan di Manado sobat. [Teks © Mendry & Nissa - BTNGC | foto © David & Indri | 072018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

TaNa Bentarum Berpartisipasi dalam FTN TWA di candi prambanan

Yogyakarta, 8 Juli 2018. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia yang diadakan di Candi Prambanan Yogyakarta, 6-8 Juli 2018, merupakan frestival yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan keberadaan 54 Taman Nasional dan 118 Tahman Wisata Alam. Selain itu, gelarffan ini juga diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Kesempatan ini merupakan ajang yang tepat untuk mengenalkan dan mempromosikan potensi wisata alam dan keanekaragaman hayati Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Selain mempromosikan keindahan alamnya, TNBKDS bersama Taman Nasional yang berada di Heart of Borneo (HoB) mempromosikan nilai penting dari HoB. HoB sendiri memiliki nilai penting dalam menjaga keanekaragaman hayati serta jasa lingkungan air dan serapan karbon. Selain itu, HoB merupakan daerah penting bagi kehidupan masyarakat adat yang tinggal didalamnya. Pada Kesempatan ini, Stand HoB melakukan talk-showdengan tajuk Visit Heart of Borneo. Talk-show ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Arief Mahmud (BBTNBKDS), Bonaventura (KOMPAKH), Eri (WWF) dan Marischka Prudance (travel blogger). “Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum merupakan Taman Nasional yang memiliki keunikan dan keindahan yang luar biasa, namun karena medan yang menantang, kedua taman nasional ini dapat dikategorikan sebagai wisata minat khusus”, jelas Arief. Hal ini juga diamini oleh salah satu travel blogger Indonesia, “Sewaktu saya travelling ke Taman Nasional Betung Kerihun, medannya sangat menantang, Sungainya memiliki jeram yang deras sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak terlupakan”, ujar Marischka.h Meskipun begitu, untuk mencapai kedua taman nasional ini sudah relative mudah dijangkau, “untuk menuju Putussibau yang merupakan pintu gerbang kedua Taman Nasional ini sudah bisa dijangkau dengan Pesawat terbang dengan jadwal 3 kali sehari”, tegas Arief. Kemudahan akses ini merupakan sebuah angin segar yang bisa mendukung pariwisata di Heart of Borneo. Dengan Keindahan, tantangagn ditambah lagi dengan kemudahan akses menuju Putussibau, sangat layak jika Visit Heart Borneo menjadi tagline baru pariwisata di Indonesia. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 7.569–7.584 dari 11.140 publikasi