Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Mahasiswa KKN UB Bantu Percepatan Desa Edelweiss TNBTS di Ngadisari

Ngadisari, 14 Juli 2018. Kelompok Tani Desa Edelweiss Kembang Tana Layu Desa Ngadisari melakukan rapat rutin di Balai Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Rapat kali ini membahas rencana persiapan kegiatan pembibitan dan penanaman edelweiss yang saat ini difokuskan di sekitar Rumah Adat Tengger Desa Ngadisari. Selain anggota kelompok dan pendamping dari TNBTS, rapat kelompok kali ini dihadiri pula oleh 2 kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata, Universitas Brawijaya, Malang. Kelompok KKN pertama mengambil tema tentang Pendidikan Bahasa Inggris dan kelompok kedua mengambil tema wisata. Kedua kelompok KKN tersebut sengaja diundang hadir dalam rangka mendukung percepatan terbentuknya Desa Edelweiss TNBTS di Ngadisari. Kelompok KKN dengan Tema Pendidikan Bahasa Inggris diharapkan bisa membantu kesiapan kelompok untuk lebih mahir praktis Bahasa Inggris. Bahasa Inggris ini penting untuk mengantisipasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Edelweiss di Ngadisari. Sedangkan kelompok KKN dengan Tema Wisata diharapkan bisa berkontribusi untuk membantu integrasi Desa Edelweiss dengan sarana prasarana pendukung wisata lainnya. Namun demikian, minimal mahasiswa KKN bisa membantu tenaga bergotong royong menanam edelweiss di sekitar desa bersama masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah bantuan publikasi Desa Edelweiss melalui media sosial. Diharapkan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam mewujudkan Desa Edelweiss akan semakin cepat terwujud Desa Edelweiss di Desa Ngadisari. Mari bergotong royong mewujudkan Desa Edelweiss, sinergi Konservasi TNBTS dan Adat Budaya Tengger. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Halal Bihalal Bubuhan Banjar di TN Kutai

Bontang, 14 Juli 2018. Kerukunan Bubuhan Banjar mengadakan halal bihalal dalam rangka memperingati milad ke-20 Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur cabang Bontang di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai. Kegiatan dilaksanakan di TN Kutai selain untuk mendukung tema yang diangkat yaitu "hijau hutanku lestari alamku", kegiatan ini juga sebagai ajang untuk mempromosikan wisata alam BMP kepada masyarakat khusunya Bubuhan Banjar serta untuk menanamkan nilai-nilai kepada generasi penerus agar tetap menjaga alam dan lingkungan. Kegiatan halal bihalal diikuti oleh kurang lebih 1000 orang dan dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Bupati Kutai Timur, Kepala Balai Taman Nasional Kutai dan staf, Dandim 0908/Btg, Wadan Den Arhanud Rudal 002/Btg, Kapolsek Bontang Utara, Kepala Kesbangpol Bontang, Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, Forkopimda Bontang, PT Indominco Mandiri, PT Pupuk Kaltim, warga RT 008 Bontang Baru dan warga RT 13 Kel Bontang Kuala. Kegiatan diisi dengan acara senam bersama, jalan santai, donor darah, dan tausyiah oleh ustadz H. Manzur. Selain itu, diisi juga hiburan dari Chandra Idol dan juga pembagian doorprize utama berupa 2 unit sepeda motor dan 3 unit kulkas. Dalam kesempatan tersebut Bapak Bupati Kutai Timur, Wakil Walikota Bontang dan tamu undangan menyempatkan diri melihat keindahan hutan mangrove BMP sepanjang jalur tracking. Dengan adanya kegiatan ini Kepala Balai mengharapkan agar silaturahmi dapat terus terjaga dan Taman Nasional Kutai dapat memberikan manfaat kepada masyarakat baik di Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. #TN Kutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Bayi Kembar Orangutan Tapanuli di Hutan Batang Toru

Medan, 13 Juli 2018. Staff Sumatran Orangutan Conservation Programme, Andayani Oerta G dan Ulil Amri Silitonga melaporkan telah menemukan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) betina dewasa dengan dua bayi kembar di sebelah barat daya Stasiun Riset Camp Mayang, Batang Toru yaitu jalur transek H pada hari Minggu, 20 Mei 2018. Penemuan ini menarik perhatian karena biasanya Orangutan hanya melahirkan satu individu anak. Kesimpulan sementara kedua individu bayi Orangutan tersebut merupakan anak kembar yang terlihat di gendong induknya pada saat mencari makan. Saat ditemukan Orangutan betina dewasa bersama kedua bayinya sedang makan buah sampinur tali (Dacrydium Beccarii) yaitu salah satu buah kesukaan Orangutan di sekitar hutan Batang Toru. Selang beberapa menit, Orangutan berpindah ke cabang pohon lainnya, yaitu pohon mayang merah (Madhuca laurifolia) dan duduk masih menggendong kedua bayinya sambil mengeluarkan suara kissqueak. “Terkait dengan penemuan Orangutan ini perlu dilakukan kajian lebih lanjut dan mengingat populasi Orangutan Tapanuli saat ini kecil maka perlu segera dilakukan upaya-upaya konservasi yang melibatkan semua pihak (multi stakeholder)”, ujar kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc, For. Lebih lanjut Hotmauli mengatakan langkah-langkah konservasi yang harus dilakukan, berupa pembinaan habitat, seperti pengayaan tanaman pakan, dan lain-lain, serta pembinaan populasi berupa inventarisasi, pembuatan koridor, kegiatan meminimalisir konflik dan lain-lain. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tingkatkan Kualitas Penilaian Rehab DAS, TN Kutai Latihan Pengenalan Jenis

Sangkima, 11 Juli 2018. Selama 3 hari kedepan (11 – 13 Juli 2018), Balai Taman Nasional Kutai bersama PT. Indominco Mandiri (PT. IMM) akan melaksanakan kegiatan pelatihan pengenalan jenis pohon dalam rangka penilaian Rehab DAS PT. IMM di Taman Nasional Kutai dengan peserta sebanyak 26 orang yang berasal dari PT. IMM, PT. KITA, PT. Tambang Damai, PT. Wahana Agro Berjaya. Penanaman dalam rangka rehab DAS yang dilakukan oleh PT. IMM di kawasan TN Kutai seluas 18.600 ha dilakukan dalam beberapa tahapan. Hingga tahun 2017, luasan yang teranam adalah 3.600 ha dimana 600 ha telah dilakukan penilaian dan diserahkan kepada Balai TN Kutai. Proses penilaian hasil pelaksanaan penanaman pada tahun ketiga merupakan proses akhir yang menentukan dalam pelaksanaan penanaman dalam rangka rehab DAS sehingga perlu persiapan yang baik sehingga proses penilaian dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang baik. Berdasarkan pada pengalaman penilaian sebelumnya kendala dalam pelaksanaan penilaian adalah minimnya tenaga pengenal pohon yang mengetahui jenis–jenis pohon dengan baik sehingga jumlah jenis yang terekam dalam data sangat sedikit dari yang seharusnya. Untuk mengatasi hal tersebut penting kiranya melakukan pelatihan terhadap tenaga pelaksana agar dalam proses penilaian memiliki tenaga pengenal jenis yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penilaian sehingga didapatkan data sesuai dengan kondisi lapangan. Pada pelatihan ini, Kepala Balai Taman Nasional Kutai Bapak Nur Patia Kurniawan, S.Hut., M.Sc. hadir untuk membuka acara sekaligus menyampaikan materi terkait dengan pengenalan TN Kutai. Sebelum membuka acara, dalam sambutannya Kepala Balai menyatakan bahwa pengenalan jenis pohon ini sangat bermanfaat karena setiap kali ada pemegang izin yang ingin melakukan penanaman maka sebelum persiapan penanaman, saat penanaman dan saat penilaian, sangat perlu untuk mengetahui jenis pohon yang ada. Beliau juga berharap ilmu yang diterima pada kegiatan ini bisa melekat pada masing-masing peserta. Dalam tiga hari kegiatan tersebut, akan diisi dengan materi pengenalan TN Kutai oleh Kepala Balai TN Kutai dan teori pengenalan jenis oleh Ir. Boiga, M.Sc dan Slamet Romahdi serta Sugianur, S.Hut. selaku instruktur. Selain teori, untuk meningkatkan dan menguji kemampuan peserta akan dilaksanakan praktek lapangan, tes secara tertulis dan tes akhir. Dengan adanya kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengenal jenis tumbuhan yang ada dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas penilaian hasil penanaman dalam rangka rehab DAS PT. Indominco Mandiri yang akan diserahkan kepada pemangku kawasan yaitu TN Kutai. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Menyambut HKAN, BBKSDA Sumut Lepasliarkan Satwa

TWA Danau Sicike-cike, 12 Juli 2018. Pasca Peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2018 di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut/Karang Gading, kali ini dalam rangka menyambut peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2018, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang. Adapun Satwa liar yang direlease (dilepasliarkan) berjumlah 4 individu, terdiri dari 3 (tiga) individu Kukang Sumatera (Nyticebus coucang) dan 1 (satu) individu Kucing Hutan (Felis bengalensis), yang dilepasliarkan di kawasan Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike pada tanggal 12 Juli 2018. Satwa tersebut merupakan penyerahan masyarakat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan sebelum direlease telah menjalani proses perawatan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) TWA Sibolangit. Berdasarkan rekomendasi dokter hewan di PPS TWA Sibolangit, satwa-satwa tersebut dinyatakan layak untuk dilepasliarkan kehabitat alaminya. Tema HKAN 2018 yaitu “Harmonisasi Alam dan Budaya”. Keberadaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike sebagai habitat dari berbagai satwa liar juga menjadi pusat ritual budaya suku Pakpak Dairi, khusunya Sulang Silima Sipitu Marga, sehingga tema ini sangat tepat dalam upaya pelestarian kawasan TWA Sicike-cike agar terjaga harmonisasi antara kawasan dengan budaya. Release satwa Liar di kawasan TWA Sicike-cike dihadiri oleh Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP , Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP serta Direktur Lembaga ISCP Rudianto Sembiring. Sebelum pelepasliaran pada 3 (tiga) individu Kukang terlebih dahulu dipasang/dikalungkan Colar TRX.165. RECEIVER dan transmiter (colar) Num kitted di bagian leher satwa oleh tim medis PPS TWA Sibolangit dibantu ISCP. Pemasangan Colar dimaksudkan untuk memonitor pergerakan satwa pasca dilepasliarkan. (Samuel Siahaan, SP/PEH). Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Satwa Liar Yang “Imut” Diserahkan Masyarakat

Tasikmalaya, 13 Juli 2018. Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW VI Tasikmalaya telah menerima penyerahan sukarela dari masyarakat 3 (tiga) ekor anak Kucing hutan dan 1 (satu) ekor Kukang. Penyerahan satwa tersebut diawali adanya informasi dari salah satu elemen masyarakat Peduli Gunung Ciremai melalui Call Center Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya pada tanggal 12 Juli 2018 terkait adanya kepemilikan satwa dilindungi undang-undang di masyarakat Kab. Kuningan, maka pada hari Jum,at tanggal 13 Juli 2018 Tim Gugus Tugas melakukan pendalaman informasi dengan melakukan Pulbaket pada target informasi. Setelah melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap target informasi, Tim Gugus Tugas, memperoleh data dan informasi akurat terkait adanya kepemilikan satwa dilindungi di masyarakat Kab. Kuningan, yaitu anakan Kucing Hutan (Felis bengalensis) sebanyak 3 ekor dengan usia kurang lebih 2 bulan (anakan) oleh masyarakat berinisial AS yang berlamat di Dusun Kliwon RT. 018 RW. 005 Desa Pagundan Kecamatan Lebakwangi Kaupaten Kuningan. Menurut keterangan yang bersangkutan, satwa tersebut ditemukan di sebuah ladang dekat rumahnya. Kemudian dibawa pulang untuk dirawat dan dipelihara dengan pertimbangan rasa kasihan karena di duga ketiga anak kucing hutan tersebut terpisah dari induknya. Dari hasil pengamatan, secara fisik ketiga satwa tersebut sehat tidak terdapat cacat pada salah satu anggota tubuhnya. Sedangkan untuk satwa jenis Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) sebanyak 1 ekor, jenis kelamin dan usia belum diketahui dipelihara oleh masyarakat berinisial ER yang beralamat di Lingkungan Kliwon RT 011 RW 001 Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Menurut yang bersangkutan satwa tersebut ditemukan di atas pohon dekat jalan pemukiman warga. Kemudian satwa tersebut di tangkap dan dibawa pulang untuk dirawat dan dipeliharanya. Berdasarkan hasil pengamatan secara fisik satwa tersebut sehat tidak ada cacat pada salah satu anggota tubuhnya. Untuk sementara keempat satwa tersebut diamankan di kandang transit Kantor Resor KSDA Cirebon untuk selanjutnya akan di evakuasi ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya sebelum direhabilitasi di Lembaga Konservasi. Sumber : Balai Besar BKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Gelar Kampanye Cegah Karhutla, TN Bantimurung Bulusaraung Kebanjiran Peserta

Bantimurung, 13 Juli 2018. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kembali gelar kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Polisi Kehutanan bersama Manggala Agni Brigade Macaca selaku panitia melaksanakan kampanye bahaya, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan di Desa Bontomanai, Tompobulu, Maros. Kampanye digelar pada hutan pinus bekas kebakaran yang terjadi tahun 2017 lalu. Lokasi ini berada pada zona rimba, Resor Pattunuang, SPTN Wilayah II Camba. Kampanye ini digelar pada hari Selasa (10/7/2018). Kampanye dilaksanakan dengan mengusung konsep outdoor. Lokasi kampanye disulap sedimikan rupa sehingga nyaman bagi peserta. Peserta kampanye adalah masyarakat sekitar kawasan yang bermukim di Desa Bontomanai. Mereka begitu antusias saat panitia mengajaknya menjadi peserta. Tak kurang dari 80 orang hadir saat kampanye dimulai. Turut berpartisipasi Polsek Tompobulu, Koramil Tompobulu, Puskesmas Tompobulu, staf Kecamatan Tompobulu dan Desa Bontomanai serta tokoh pemuda setempat. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membuka kampanye Karhutlah secara resmi. Kepala balai menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dan stekholder untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan. “Jika menemukan tanda-tanda adanya kebakaran hutan sesegera mungkin melaporkan kepada kami melalui kontak quick respon yang telah kami release,” pungkas Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Panitia menghadirkan tiga narasumber. Kapolsek Tompobulu menyampaikan materi “Tindakan Hukum Karhutlah”, Kadaops Gowa dengan materi “Penanganan Karhutlah” dan Personil Manggala Agni Brigade Macaca menggelar simulasi pemadaman kebakaran hutan. Peserta sangat antusias mengikuti kampanye ini. Saat sesi diskusi peserta tampak aktif mengajukan sejumlah pertanyaan. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak taman nasional yang menggelar kampanye kebakaran hutan dengan konsep mendatangi masyarakat secara langsung. Saya berharap ke depan kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan,” ujar Sadolla, Kepala Dusun Tala-tala di mana lokasi dilaksanakan. Api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan. Mari bersama-sama bebaskan hutan dari bahaya kebakaran. Sumber : Paisal dan Muh. Farid – Staf Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Dukungan Konsulat Jenderal Tiongkok untuk Pengembangan Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat di TNBTS

Malang, 13 Juli 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru kedatangan konsulat jenderal Tiongkok di Surabaya Mr. Liu Qiang yang diterima langsung oleh Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru Ir. John Kennedie , MM yang didampingi 4 orang pejabat esselon 3 dan 4. Kunjungan ini merupakan kunjungan ke 2 Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya ke Kantor TN Bromo Tengger Semeru. Kunjungan ini merupakan dukungan langsung Pemerintah Tiongkok terhadap pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di TN Bromo Tengger Semeru. Melalui Mr. Liu pemerintah Tiongkok menyampaikan kekaguman atas wisata yang ada di TN Bromo Tengger Semeru dan akan membantu membuka peluang kunjungan wisatawan Tiongkok ke TN Bromo Tengger Semeru. selain itu Mr. Liu juga memberikan saran dan masukan mengenai pengelolaan wisatawan khususnya yang menggunakan kendaraan Jeep agar disamping memberikan kenyamanan pengunjung juga memperhatikan keamanan pengunjung misalnya menggunakan safety belt untuk pengunjung Jeep. Dalam peningkatan Sumber Daya Manusia TNBTS, Pemerintah Tiongkok melalui Konsulat Jenderal yang ada di Surabaya akan memberikan kesempatan kepada petugas TNBTS untuk berkunjung ke Tiongkok sebagai upaya pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan wisata alam. John Kennedie pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dukungan pemerintah Tiongkok pada pengelolaan wisata TNBTS, seraya berharap kerja sama tersebut dapat terus berlangsung dan semakin di tingkatkan untuk pengelolaan TNBTS yang lebih baik. Selain kepada petugas TNBTS John berharap adanya kesempatan bagi masyarakat sekitar TNBTS diberi kesempatan berkunjung ke Tiongkok untuk menambah pengetahuan mengenai konsep pemberdayaan masyarakat sekaligus menimba ilmu mengenai pengelolaan wisata dan pemberdayaan masyarakat di Tiongkok. lebih jauh harapan TNBTS tersebut akan di akomodir dalam kesempatan yang akan datang sehingga tidak hanya petugas TNBTS yang berkesempatan menimba ilmu di Tiongkok tetapi masyarakat sekitar sekitar TNBTS diberi kesempatan. Diakhir kunjungan dilakukan tukar menukar cindera mata sebagai bentuk keakaraban dan dukungan pada kedua institusi tersebut. Sumber: Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Strategi BKSDA Sumsel Bangun Peran Aktif Masyarakat di SM Isau - Isau

Lahat, 14 Juli 2018. Pendekatan skema mengelola masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi dilakukan oleh Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat, Balai KSDA Sumatera Selatan (Sumsel) dengan mengelola komitmen masyarakat terutama pengguna kawasan secara non prosedural untuk mendukung upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan SM Isau-Isau. Pada kesempatan kali ini upaya tersebut dilakukan terhadap pengguna kawasan secara non prosedural di Talang Air Deras dan Talang Air Emprian. Dialog intensif terkait upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan SM Isau-Isau tersebut dilakukan di Desa Air Lingkar,Kecamatan Pagar Gunug,Kabupaten Lahat. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa Air Lingkar beserta perangkat desa dan 40 orang pengguna kawasan secara non prosedural di Talang Air Deras dan Talang Air Emprian berjalan dengan baik dimana masyarakat sangat antusias untuk terlibat aktif bersama BKSDA Sumsel melindungi dan merehabilitasi kawasan SM Isau-Isau. Semoga melalui pengelolaan komitmen, penyadartahuan dan penyamaan cara pandang akan nilai penting kawasan menjadi langkah strategis dalam upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan konservasi dengan mengajak masyarakat untuk mulai terlibat aktif memikirkan kelestarian SM Isau-Isau. Harapan yang dibangun bersama masyarakat adalah bagaimana upaya yang dilakukan agar kelestarian kawasan dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya karena SM Isau-Isau adalah titipan anak cucu yang harus dijaga bersama-sama dengan baik. Degradasi kawasan Suaka Margasatwa akan bergerak pada tingkatan yang mengkhawatirkan apabila pemerintah, masyarakat, dan elemen lain yang terkait tidak bergerak secara bersama-sama untuk terlibat aktif dalam melindungi dan merehabilitasi kawasan. Penggunaan kawasan secara non prosedural untuk pengembangan tanaman kopi semakin masif menekan kawasan SM Isau-Isau yang dominan dilakukan oleh masyarskat desa penyangga. Sebuah tantangan untuk mencari solusi melalui strategi pengelolaan kawasan yang menempatkan masyarakat menjadi bagian penting dan strategis untuk dilibatkan secara aktif dalam merencanakan upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan SM Isau-Isau Sumber : Wahid Nurrudin - Pengendali Ekosistem Hutan Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Sosialisasi Kemitraan Konservasi dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di TN. Taka Bonerate

Benteng- Kep. Selayar, 12 Juli 2018. Untuk usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan, Balai TNTBR mengadakan pertemuan dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelompok masyarakat, dan Dinas Perikanan Kab. Kepulauan Selayar terkait sosialisasi juknis kemitraan konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam (Perdirjen KSDAE No.6/2018) Bertempat di Aula Pertemuan Balai TN. Taka Bonerate, sosialisasi ini dibuka oleh Ka.SPTN II Jinato Abd.Rajab mewakili kepala balai. Peserta yang hadir antara lain Kabid Pengelolaan TPI dan Penerbitan SIUP Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Selayar Marzuki Adam, mewakili Kepala Dinas, perwakilan dari Kecamatan Taka Bonerate, perwakilan Desa Tarupa, Kepala Desa Jinato, Kepala Desa Tambuna, perwakilan Perusahaan UD. Pulau Mas Bali, Kepala SPTN Wil. I Tarupa Muh. Hasan dan para Koordinator Fungsional lingkup Balai TN. Taka Bonerate. Ruang lingkup Perdirjen KSDAE No.6/2018 ini meliputi kemitraan konservasi untuk pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekosistem serta monitoring pengendalian dan evaluasi. Terkait usaha perikanan masyarakat dalam kawasan diarahkan untuk dikelola oleh kelompok masyarakat setelah diverifikasi oleh desa untuk selanjutnya melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Pemanfaatan sumberdaya perairan dilakukan terhadap beberapa jenis tumbuhan dan satwa yg tidak dilindungi dan tidak menggunakan alat tangkap yang dapat menimbulkan kerusakan pada ekosistem laut. Setelah pengajuan PKS oleh kelompok masyarakat, maka TN. Taka Bonerate akan memverifikasi terkait profil kelompok tersebut, okasi kegiatan dan komitmen pelestarian lingkungan. Kegiatan verifikasi, monitoring dan evaluasi juga akan melibatkan instansi terkait. Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat, pemerintah setempat dan pengusaha bisa membangun komitmen pemanfaatan yang mendukung pengelolaan TN. Taka Bonerate untuk pemanfaatan berkelanjutan dan lestari. Sumber : Asri - Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Sosialisai Kesiapsiagaan Karhutla 2018

Lumajang, 12 Juli 2018. Seksi PTN Wilayah III, Bidang PTN Wilayah II Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lumajang melakukan Sosialisasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bertempat di Aula SPTN Wilayah III. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II dan dihadiri oleh Kepala Seksi PTN Wilayah III, staf SPTN Wilayah III dan RPTN Wilayah Senduro. “Kita hari ini melakukan sosialisasi kepada 40 peserta yang terdiri dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), Pelaku Jasa Wisata B29, PKL B29, dan Masyararakat Pemanfaat Air (Hippam),” ucap Khaerul Saleh, Kepala Resort PTN Wilayah Senduro. Khaerul juga mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan mengecek kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi Karhutla di kawasan TNBTS,” ucap Kepala Resort PTN Wilayah Senduro. Jika masyarakat ikut berperan aktif dalam pencegahan dan antisipasi Karhutla maka Karhutla dapat kita cegah bersama. Sumber: Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

BKSDA Jambi Melepasliarkan Burung Beo (Gracula religiosa) Kembali Ke Habitatnya

Muara Jambi, 12 Juli 2018. Tim BKSDA Jambi telah melepasliarkan 8 (delapan) ekor satwa burung beo (Gracula religiosa) di dalam kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang yang bekerjasama dengan Balai PPHLHK wilayah Sumatera, Balai TN Berbak Sembilang dan ZSL. Burung-burung beo tersebut diperoleh dari hasil kegiatan operasi pengamanan peredaran TSL di Wilayah Kabupaten Muara Jambi pada tanggal 11 Juli 2018 ungkap Ka. SKW II Muara Bulian (Wawan Gunawan) yang dilakukan bersama dengan Balai KSDA Jambi, Balai PPHLHK wilayah Sumatera, Polres Muara Jambi. Burung Beo ini ditangkap dikarenakan tidak terdapat pada kuota tangkap. Oleh karena itu, burung-burung tersebut diserahkan kepada Balai KSDA Jambi untuk dilepasliarkan. Di habitatnya sendiri, burung beo berperan sebagai penyebar biji yang membantu secara tidak langsung dari pertumbuhan tanaman dan pepohonan di hutan basah, hal seperti sangat menakjubkan bagi burung beo yang menjadi primadona pecinta burung akan kebolehan suaranya di alam dan juga peran atraktif dalam pelestarian hutan sendiri. Jenis burung ini berdasarkan CITES termasuk Appendiks I dimana satwa liar ini dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. “Burung beo jenis ini merupakan satwa yang dilindungi yang tidak boleh dipelihara atau diperdagangkan secara ilegal, oleh karena itu pemanfaatan untuk satwa burung yang dilindungi dapat dilakukan melalui budidaya penangkaran dengan memperoleh izin dari Balai KSDA setempat”, ungkap Tim penanganan konflik Balai KSDA Jambi. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

BTN Tambora Gelar Penyegaran Polisi Kehutanan Tahun 2018

Bima - 11 Juli 2018, Guna meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Polhut, Balai Taman Nasional Tambora selenggarakan kegiatan penyegaran Polisi Kehutanan di Hotel Camelia dan Mako Brimob Bima. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 11 s/d 12 Juli 2018 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota Polhut dan tenaga pengaman hutan dalam melaksanakan tupoksinya masing-masing. Balai Taman Nasional Tambora juga serta mengundang Polisi Kehutanan dari berbagai Instansi di Provinsi Nusa Tenggara Barat lainnya seperti dari BKSDA NTB, Taman Nasional Gunung Rinjani, dan BKPH Tambora dengan jumlah total peserta sebanyak 28 orang. Kegiatan Penyegaran Polhut Balai Taman Nasional Tambora Tahun 2018 dilaksanakan dalam bentuk teori dengan nara sumber Bapak Ir. Dadang Suganda, M.Si yang merupakan Kasubdit PPH Wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara, dan dalam bentuk praktek dengan praktek menembak di lapangan tembak Mako Brimob Bima. Kegiatan penyegaran ditutup dengan pelaksanaan upacara penutupan yang ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan pemberian sertifikat peserta penyegaran polhut. “The Sound From Caldera” Sumber : Balai TN Tambora
Baca Berita

Buaya Muara Membanjiri Ibukota Negara

Jakarta, 12 Juli 2018. Team of Wildlife Rescue Balai KSDA Jakarta kembali melakukan evakuasi Buaya di daerah Cipayung Jl. Sumur Bungur, Kel. Setu, Kec. Cilayung. Evakuasi ini sebagai tindak lanjut dari informasi dari Ir. Asep Sutisna (seorang pensiunan dari Dinas Kehutanan Pemda Provinsi DKI Jakarta) yang menyampaikan bahwa terdapat satwa dilindungi berupa Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang berada di sebuah kolam di daerah Cipayung. Informasi tersebut direspon cepat oleh Kepala Resort Jakarta Timur (Davis Purnawan) dengan mengecek kebenaran dari informasi tersebut dan diperoleh hasil bahwa memang benar informasi tersebut. Pada hari Senin, 9 Juli 2018, Team of Wildlife Rescue Balai KSDA Jakarta bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi Buaya Muara tersebut. Berdasarkan cerita dari warga Buaya ini diperkirakan dirawat dari tahun 1994 oleh H. Mamat yang dia peroleh dari pemberian seorang temannya dari Grogol, Jakarta Barat yang diletakkan di sebuah kolam alami yang terdapat mata airnya. Kemudian perawat tersebut meninggal dilanjutkan oleh Bapak Maah. Pihak kelurahan setempat telah memberikan informasi bahwa telah dilakukan penyuluhan untuk memberikan informasi bahwa satwa tersebut adalah satwa yang dilindungi dan tidak dibenarkan apabila seorang warga melakukan pemeliharaan. Penyadartahuan tersebut memberikan hasil bahwa yang bersangkutan sukarela akan menyerahkan kepada instansi yang berwenang yaitu Balai KSDA Jakarta. Proses evakuasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar dikarenakan Buaya tersebut memiliki berat 150 Kg dengan ukuran panjang sekitar 4,3 meter dan posisi kolam yang begitu dalam. Kelihaian dan keberanian Team of Wildlife Rescue Balai KSDA Jakarta sangat diuji ketika harus menundukkan keganasan Buaya untuk dibawa tempat penyelamatan sementara sebelum dilakukan pelepasliaran pada habitat alaminya. Berkat kegigihan dan kehandalan tim dengan salah satu anggotanya keeper yang berasal dari PPS Tegal Alur (Nasum dan Ismet). Penyerahan Buaya Muara ini menambah catatan bahwa tingkat kepemilikan satwa dilindungi di wilayah kerja Balai KSDA Jakarta masih sangat tinggi. Apalagi belum lama ini, Ibukota ini dihebohkan pada sosial media secara viral sebuah video kemunculan Buaya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Bahkan upayah tindak lanjut penanganan buaya tersebut telah dilakukan Balai KSDA Jakarta secara terpadu dengan Pemerintan Daerah DKI Jakarta, Lantamal III Angkatan Laut, LSM, dan pihak terkait lainnya. Sumber : Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Kesungguhan dan Ketelitian yang Membuahkan Hasil

Waingapu, 12 Juli 2018. Penindakan hukum kepada para pelaku pembuang sampah sembarangan acap kali menemui jalan buntu karena tidak adanya bukti atau saksi. Hal ini pun juga sering dihadapi para petugas Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang kawasannya sering dijadikan lokasi pembuangan sampah. Seperti yang dialami Kepala Resort Bidi Praing, Polisi Kehutanan Penyelia, Kristoforus, ketika memimpin tim patroli rutin pada Kamis (12/7). Mereka menemukan tumpukan sampah berserakan yang tidak jelas siapa pelakunya. Tim akhirnya memutuskan untuk menunda perjalanan mereka dengan maksud melakukan identifikasi sampah-sampah tersebut. Setelah kurang lebih 1 jam membongkar sampah yang menggunung, tim menemukan titik terang pelaku yang membuang sampah tersebut. Tim menemukan beberapa nota toko yang sama sehingga dapat disimpulkan bahwa toko tersebut merupakan pelakunya. Tim kemudian mendatangi toko tersebut untuk meminta klarifikasi. Pemilik toko mengakui bahwa itu sampah mereka dan bersedia memungut kembali sampah-sampah tersebut. Tak lupa tim meminta surat pernyataan bermaterai untuk ditandatangani agar kejadian ini tidak terulang lagi. Tim menyampaikan bahwa bila kejadian ini terulang, maka akan ditempuh jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.(kda&omy/mtlw) Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Anis Gunung, Penyambut Tamu di Puncak Ciremai

Kuningan, 12 Juli 2018. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki berbagai keanekaragaman hayati. Salah satunya adalah berbagai jenis burung yang tersebar dari batas kawasan sampai dengan puncak gunungnya. Jenis burung yang dapat sobat Ciremai jumpai pada saat mendaki ke puncak ciremai adalah anis gunung (Turdus poliocephalus). Burung akan menyambut para pendaki dari ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut sampai puncak Ciremai. Interaksinya dengan pengunjung di sepanjang jalur pendakian sangatlah unik. Karena keberadaan burung ini mampu membantu menjadi petunjuk untuk mengetahui arah jalur pendakian pada saat cuaca buruk. Yang menjadi salah satu ancaman bagi keberadaannya di alam adalah dari sisa-sisa aktifitas pengunjung di jalur pendakian, yaitu sampah. Karena meskipun makanan alami anis gunung adalah buah dan serangga. Namun burung ini sering terlihat beraktifitas mencari makanan di sekitar area perkemahan. Sisa-sisa makanan yang mengandung bahan kimia serta sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung. Apabila termakan oleh burung ini, akan mengancam populasi serta habitatnya di alam. Sobat Ciremai, mari kita turut menjaga kelestariannya. Dengan tidak membuang sisa-sisa makanan serta sampah pada saat melakukan aktifitas pendakian. Bawalah kembali sampah untuk diletakkan pada tempatnya. Agar kicauan dari salah satu tuan rumah gunung Ciremai ini tetap terdengar indah dan nyaring di alam. Memberikan semangat serta interaksi unik bagi para pendaki saat mencapai puncak gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat ini.[teks © Taufikurohman, Foto © Robi Gumilang - BTNGC | 072018] Sumber : Balai TN Gunung Ciremai

Menampilkan 7.553–7.568 dari 11.140 publikasi