Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Membangun Pariwisata di Bumi Senentang

Sintang, 18 Juli 2018. Rangkaian upaya menciptakan iklim investasi pariwisata yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Sintang mengangkat tema TWA GUNUNG KELAM. Salah satu keunikan alam ini diyakini mampu memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Sintang melalui daya tarik wisata alam. Hotel My Home menjadi lokasi pusat diskusi bisnis pembangunan wisata pada tanggal 14-18 Juli 2018. Sinergi Pemerintah Kabupaten Sintang, Balai KSDA KALBAR, pelaku wisata alam, seni budaya bersama para calon investor menggali potensi kolaborasi memainkan Gn. Kelam. Saksikan Kemeriahan Acara dan Jadilah Bagian Dalam Pembangunan Wisata Alam Bumi Senentang, Salam Lestari! Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Balai KSDA Kalimantan Barat Call Center Balai KSDA Kalbar (Mita) : 08115776767
Baca Berita

Sarang Elang Jawa Ditemukan di Pasir Hantap

Cibodas, 17 Juli 2018. Tim Inventarisasi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Pasir Hantap Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menemukan sarang Elang Jawa di Blok Cipatala pada ketinggian 700 m dpl (ekosisterm sub montana) pada peralihan hutan damar dan hutan alam pada Selasa, 10 Juli 2018. Sarang berada di pohon pingku setinggi 35 meter ditempati satu ekor anak elang diperkirakan berumur empat bulan yang masih diasuh kedua indukannya. Pertama kali ditemukan, sarang diisi satu anak burung elang, setelah diamati dengan seksama ternyata anakan dari jenis elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang sedang diasuh oleh kedua indukannya. Pada hari-hari selanjutnya, tidak jauh dari lokasi sarang terpantau indukan elang jawa sedang bertengger pada pucuk dahan pohon yang sudah kering/ mati, diduga sebagai pohon pemantauan. Elang jawa dewasa tersebut perching cukup lama tanpa merasa terganggu oleh kehadiran tim dibawahnya. Pemantauan sarang dilakukan hanya 2 orang dan yang lainnya menunggu cukup jauh dari sarang dengan tujuan supaya tidak mengganggu anak elang jawa tersebut. Terpantau anak elang jawa yang di sarang itu baru bisa berdiri dan sesekali bersembunyi di sarang, sementara indukan elang itu juga terus mengawasi dari kejauhan (terutama dari pohon pemantauan) serta sesekali mendatangi sarang. Hal ini menandakan sifat sensitifnya terhadap kehadiran manusia (keberadaan tim pengamat yang berada sekitar 60 meter dari pohon sarang). Perjumpaan sarang elang jawa ini adalah kabar menggembirakan bagi kelestarian elang jawa, mengingat sebelumnya hanya dijumpai elang brontok, elang hitam, dan elang ular bido saja di Resort PTN Pasir Hantap. Upaya perlindungan sarang (nest protection) perlu dilaksanakan dan harus menjadi rangkaian kegiatan yang terpadu berupa monitoring sarang dengan pembentukan monitoring unit, peningkatan pengamanan (terutama daerah sekitar sarang), menghitung menginventarisir dan menghitung kelimpahan pakan, serta yang tidak kalah penting penyuluhan kepada masyarakat. Diharapkan dengan ditemukannya sarang Elang Jawa ini menjadi awal untuk menemukan sarang Elang Jawa lainnya yang berada di seluruh kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Elang jawa merupakan jenis burung endemik jawa yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999, dengan status IUCN Endangered atau terancam punah. Populasi Elang Jawa yang tersebar di beberapa lokasi dari jawa bagian barat sampai jawa bagian timur semakin berkurang, berbagai ancaman (seperti perburuan liar, gangguan dan penyempitan habitat serta penggunaan pestisida disekitar hutan), dapat mengganggu kelestarian jenis ini. Di TNGGP Elang Jawa dapat dijumpai di beberapa lokasi di kawasan yang berada di wilayah Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Narasi dan Foto: Robi Rizki Zatnika, A.Md. – PEH Balai Besar TNGGP
Baca Berita

Setelah 10 tahun, Dewi Harus Berpisah Dengan Perawatnya

Bandung, 17 Juli 2018. Hari Senin, 16 Juli 2018, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Bogor Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) Resor Konservasi Wilayah Sukabumi telah menerima penyerahan sukarela satwa jenis Buaya muara betina sebanyak 1 (satu) ekor dari masyarakat berinisial UA (51 tahun) dengan ukuran panjang lebih kurang 3 meter dalam keadaan sehat dan tanpa luka, yang dikenal dengan nama “Dewi”. Tim Gugus Tugas yang dibantu personil dari Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), SAR Daerah Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi dan masyarakat setempat harus berkutat dengan lumpur lebih kurang 2 jam sejak pukul 10.00 WIB, Menurut keterangan pemelihara yang tinggal di sebuah vila di Jalan Raya Pelabuhanratu-Cisolok, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, buaya tersebut dulunya dapat dibeli dari seseorang kurang lebih 10 tahun yang lalu dan disimpan di dalam kolam berukuran 20mx20m. Akhir-akhir ini buaya tersebut kurang pemeliharaannya dan air kolam pun mengering. Keberadaan buaya ini akhirnya diketahui oleh anggota Kepolisian Sektor Pelabuhanratu dan diinformasikan bahwa buaya tersebut termasuk satwa yang dilindungi Undang-undang dan untuk mencegah terjadinya konflik satwa buaya yang akhir-akhir ini sedang menghangat, maka yang bersangkutan bersedia menyerahkan satwa tersebut kepada negara. Anggota polisi tersebut melalui anggota Polisi Pamong Praja Kab Sukabumi, menginformasikan kepada Kepala Resor Konservasi Wilayah Sukabumi SKW II Bogor. Hasil tersebut diatas, merupakan salah satu buah dari sinergisitas yang telah terjalin dengan baik antar aparat pemerintahan. Saat ini buaya tersebut, dititiprawatkan di PPSC untuk direhabilitasi, sebelum dilepasliarkan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Menggaet Investor Dalam Kelam Festinvest Sintang

Sintang, 17 Juli 2018. Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut. M.T. Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat menggambarkan rancang bangun wisata bertaraf internasional di TWA Gunung Kelam Sintang. Hadir mendukung upaya pembangunan wisata alam ini antara lain dr. Jarot Winarno, M.Med PH. (Bupati Sintang), HE Noor Nambora (Duta Besar Kamboja), Agus Suwondo, SH. (BKPM RI), Broto Probohascoyo (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Dr. Mubariq Ahmad (Lembaga Conservation Strategy Fund). Atraksi sky lodge, sky camp, paralayang, camping ground, rock climbing dan penginapan di puncak gunung dengan nuansa iglo ditawarkan kepada investor dalam serta luar negeri pada kesempatan ini. Suasana yang kondusif dan dukungan pemerintah daerah adalah salah satu parameter positif untuk memberikan iklim investasi yang baik di Sintang. Ruang usaha dan macam atraksi yang ditawarkan dikemas dalam video 3D inovatif. Video animasi ini cukup menggelitik perhatian pelaku wisata alam yang hadir pada acara tersebut. Dan Balai KSDA Kalimantan Barat akan membuka peluang sebesar - besarnya kepada multiply effect yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Sintang. Mari Kita Wujudkan, Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, Salam Lestari! ?? Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

4 Hari Brigdalkarhut TNBKDS Berjibaku Memadamkan Api Di Area Penyangga TNDS

Putussibau, 17 Juli 2018. Sebanyak 1 regu brigdalkarhut Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum berjibaku memadamkan api di Desa Lanjak Deras Kecamatan Lanjak Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sejak hari Jumat 13/7/2018 sejak pukul 17.00 WIB, dengan koordinat titik api : N; 1o02’77.2’’ dan E; 112o23’42.2’’. Berdasarkan keterangan dari Komandan Koramil 03 Lanjak kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB yang bermula dari pembuaan lahan untuk kebun oleh warga. Jarak antara areal kebakaran dengan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) sekitar 7 Km garis lurus. Pemadaman api mengalami tantangan mengingat sumber air terdekat bejarak 450 meter, kondisi kering, dan angin cukup kencang. Dengan metode pemadaman manual dan mengisolir kepala api agar tidak menyebar. Pemadaman dilanjutkan pada hari Sabtu pagi (14/7/2018) dengan bantuan masyarakat yang pernah dilatih oleh TNBKDS dan perangkat TNI dan Polri , sedangkan 1 Tim Brigadalkarhut TNBKDS mendatangkan 2 unit mesin yakni Vanguard dan Max 3 dan menggunakan water tank karena sumber air, selain itu cara manual juga akan dilakukan pada hari tersebut. Tim gabungan berhasil mengendalikan kepala api dan api dapat dijinakan , luasan kebakaran diperkirakan 5 ha. Di hari minggu (15/7/2018) beberapa titik api masih ada dan petugas Manggala Agni Brigdalkarhut TNBKDS melakukan pemadaman dan size up terlebih dahulu. Api dipastikan padam pada sore hari pukul 16.00 WIB. Untuk hari senin (16/7/2018) satu regu Manggala Agni meluncur menuju semitau guna melakukan groun check atas laporan kebakaan hutan, sedangkan satu regu lagi mastikan kembali keberadaan api sambil mengukur luas areal kebakaran lebih detil. Koordinasi dilakukan Tim Manggala Agni dengan Muspika Kecamatan Batang Lupar dan mengharapkan agar adanya sosialisasi serta pengusutan masyarakat yang melakukan pembakaran lahan. Dengan demikian efek jera dapat diterapkan sehingga areal kecamatan yang rawan kebakaran sejak dahulu dapat diminimalisir. Bravo Manggala Agni Brigdalkarhut TNBKDS yang telah berhasil memadamkan api di Desa Lanjak Deras, pantang pulang sebelum padam. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Membangun Kesadaran Bersama Demi Kelestarian Ekosistem Karst Maros - Pangkep

Makassar, 17 Juli 2018. Diseminasi dan lokakarya dengan tema “Memastikan Perhatian Konservasi Untuk Keanekaragaman Hayati Spesifik Batu Kapur Di Sulawesi Selatan” dilaksanakan oleh FFI (Fauna & Flora International) pada tanggal 17 s/d 19 Juli 2018 di Hotel Ibis Makassar yang disupport oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan Balai TN. Bantimurung-Bulusaraung. Kegiatan Diseminasi dan Lokakarya ini merupakan penyebarluasan informasi dan konsultasi publik terkait hasil survey yang dilaksanakan oleh FFI dari tahun 2016 hingga 2018 yang terdiri dari 3 (tiga) komponen yaitu : (1) Kajian karst Maros Pangkep; (2) Analisa daftar merah IUCN (red list) jika ditemukan jenis-jenis yang dianggap kritis oleh LIPI; (3) Kegiatan penyadartahuan kepada para pihak di kawasan karst Maros-Pangkep (KKMP). Kegiatan deseminasi dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc yang juga menyampaikan materi tentang strategi konservasi karst di Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Peserta yang hadir dalam diseminasi ini dari berbagai pihak, antara lain : Direktorat BPEE, BBKSDA SULSEL, BTN. Bantimurung Bulusaraung, LIPI, Tim Pansus DPRD (Ranperda pengelolaan kawasan karst Maros-Pangkep), Balai Arkeologi, Balai Cagar Budaya, Universitas Hasanuddin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Maros dan Pangkep, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan, Indonesian Speleogical Society (ISS), Kelompok Sadar Wisata di KKMP, PT. Semen Bosowa, dan Yayasan Wallaceae. Output dari kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan strategi konservasi dalam pengelolaan karst Maros-pangkep sehingga pengelolaan kawasan karst dapat berkelanjutan. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Evaluasi Perlindungan Satwa Liar Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Bersama YIARI

Sintang 17 Juli 2018. Bertempat di ruang rapat kantor Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), BTNBBBR melakukan rapat evaluasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) kerjasama Pelepasliaran (Reintroduksi) dan monitoring serta penyadartahuan masyarakat tentang perlindungan orangutan dan satwa liar lainnya di kawasan TNBBBR semester I Tahun 2018. Rapat evaluasi tersebut dipimpin Kepala Balai TNBBBR dengan moderator Kasubbag Tata Usaha Balai TNBBBR. Dalam acara rapat tersebut selain kegiatan evaluasi juga diagendakan kegiatan lain yang terkait dengan kerjasama YIARI-TNBBBR yaitu Presentasi Hasil Survey Desa Penyangga TNBBBR di wilayah kerja IAR di Resort Mentatai oleh lembaga INTAN (Mitra YIARI), Presentasi Program Re-Introduksi Orangutan dan Kegiatan Edukasi oleh Koordinator Lapangan YIARI di TNBBBR, serta Presentasi Program Community Development YIARI. Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan Evaluasi adalah untuk mengetahui progress pencapaian kegiatan yang tertuang dalam RKT dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan RKT mulai Januari hingga Juni 2018, disamping juga untuk mengukur capaian kerja tahunan dan bahan perbaikan bagi pelaksanaan kegiatan di semester berikutnya pada tahun 2018. Diskusi dilakukan untuk menelaah progress-progress capaian selama 6 bulan pertama tahun 2018 dan hal-hal yang masih kurang, kendala kendala yang dihadapi, dan juga perbaikian-perbaikan yang diperlukan dimasa yang akan datang guna pencapaian target RKT. Diskusi dan pembahasan selain difokuskan pada progress Program Reintroduksi Orangutan di Resort Mentatai SPTN Wilayah I Nanga Pinoh TNBBBR, juga mengupas Program Community Development dan penyampaian hasil survey potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di desa penyangga di sekitar zona tradisional oleh Tim INTAN (Mitra YIARI). Selengkapnya dapat dilihat di : Evaluasi Rencana Kerja Tahunan Kerjasama Pelepasliaran dan Monitoring Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Kunjungan Tim Kementerian LHK di BBTN Kerinci Seblat

Sungai Penuh, 17 Juli 2018. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dikunjungi tim Kementerian LHK pada hari Senin, 16 Juli 2018. Tim yang datang adalah Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Kepala BP2SDM, Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Taman Bunga Nusantara, Perwakilan dari Ciputra Grup, ditambah dengan unsur pemerintah daerah yang diwakili oleh Asisten 1 Pemkab Kerinci dan Pemko Sungai Penuh serta Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Kerinci dan Pemko Sungai Penuh. Tim sempat melakukan pertemuan di kantor Balai Besar TNKS yang dilaksanakan dengan singkat dan padat untuk efektifitas slot waktu kegiatan kunjungan tim selama di Sungai Penuh dan Kerinci. Selanjutnya, tim beserta rombongan singgah terlebih dahulu ke kantor Walikota Sungai Penuh dan langsung melakukan kunjungan kerja ke Bukit Khayangan, pengecekan lapangan terhadap lokasi rencana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pengelolaan sampah Kota Sungai Penuh. Terakhir tim berkunjung ke danau Kerinci melakukan observasi lokasi untuk taman bunga sekaligus bersantai bersama rombongan sambil menikmati keindahan alam danau Kerinci. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Memenangkan Gugatan Atas Kepemilikan Hak Atas Tanah Kawasan TWA

Bengkulu, 17 Juli 2018. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu menolak permohonan/gugatan Andry MT selaku Pemohon yang melawan: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cq. Kepala Balai KSDA Bengkulu selaku Tergugat, pada Senin 25 Juni 2018 di PN Bengkulu Klas IA di Bengkulu. Pemohon (Andry MT) melalui surat gugatannya tanggal 11 Januari 2018, yang didaftarkan di Kepaniteraan PN Bengkulu di bawah register perkara Nomor2/Pdt.G/2018/PN Bgl, telah mengajukan gugatan terhadap bidang tanah seluas + 2.000 m2 yang masuk dalam batas kawasan Taman Wisata Alam Pantai Panjangdan Pulau Baai sebagai pemilik sah dengan berlandaskan serifikat hak milik. Lokasi obyek sengketa yang merupakan kawasan hutan yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan, maka Menteri Kehutanan (sekarang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), mempunyai kewenangan atributif (kewenangan yang merupakan perintah Undang-Undang) untuk mengatur segala sesuatu terkait hutan dan kawasan hutan. Sehingga tidak memerlukan izin dari dari pihak lain (in casu penggugat). Dengan demikian dalil penggungat yang menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum adalah tidak berdasar hukum, sehingga harus ditolak. Selain itu kewenangan hukum dari penggugat dengan mengajukan gugatan dengan mendalihkan kepemilikan hak atas tanah nomor 3670/BU atas nama Zakaria telah dikuasakan untuk menjual kepadanya yang diberikan oleh ahli waris tidak memiliki wewenang untuk melakukan tuntutan hak melalui pengadilan dengan dalih sebagai pemilik tanah dimaksud. Dengan eksepsi tersebut maka pokok perkara serta bukti-bukti lain yang diajaukan penggugat tidak perlu dipertimbangkan lagi dan gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima. Bravo untuk Tim Kuasa Pembelaan atas gugatan kepemilikan lahan yang merupakan kawasan hutan konservasi di wilayah kerja BKSDA Bengkulu. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kebakaran di KPHK SM Barumun Berhasil Dipadamkan

Padangsidimpuan, 17 Juli 2018. Hutan di KPHK SM Barumun, tepatnya di Desa Morang Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara terbakar pada hari Selasa tanggal 03 Juli 2018, seluas kurang lebih 10 Hektar. Kebakaran berawal dari aktivitas masyarakat yang membakar lahannya. Karena angin yang kencang api meluas akhirnya merambat dan memasuki sebagian dari kawasan KPHK SM Barumun. Lokasi kebakaran berada pada koordinat N 01O 24’ 09,6’’ – E 099O 22’ 46,8’’ – E 099O 22’ 43,0’’. Setelah berkoordinasi, petugas Seksi Konservasi Wilayah VI, Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan beserta masyarakat melakukan pemadaman dan api berhasil dipadamkan pada hari itu juga. Upaya tindak lanjut setelah api padam, Kepala seksi Konservasi wilayah VI menghimbau masyarakat agar jangan membuka lahan dengan cara membakar, sosialisasi bahaya kebakaran dan batas-batas KPHK SM Barumun. Monitoring pasca kebakaran dipastikan bahwa tidak terjadi lagi kebakaran, kegiatan pemadaman ini juga sudah dilaporkan kepada Manggala Agni dan pihak Koramil 07 Sosopan Padanglawas. (Darmawan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kemarau Tiba, Saatnya Siaga Kebakaran

Kuningan, 17 Juli 2018. Musim kering telah tiba, ditandai hembusan angin kencang dan panas matahari yang menyengat. Daun pepohonan mulai berguguran, alang-alang mulai menguning dan cadangan sumber mata air mulai berkurang. Tingkat kewaspadaan mulai ditingkatkan khususnya lokasi-lokasi rawan kebakaran. Salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Sejak tahun 2007 perubahan status kawasan dari hutan produksi ke hutan lindung kemudian hutan konservasi, setiap tahunnya kawasan TNGC terbakar. Lokasi yang paling rawan terbakar adalah bagian utara dan timur karena memiliki ekosistem savana dan berbatu. Bahan bakar yang tersedia banyak, ditambah dengan hembusan angin yang kuat. Untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan, berbagai kegiatan dilakukan oleh Polisi Kehutanan TNGC berupa kegiatan Preventif (patroli pencegahan kebakaran) dan kegiatan Pre-emtif (penyuluhan, sosialisasi dan anjangsana) kepada masyarakat penyangga. Mitra TNGC lainnya pun turut dilibatkan dalam kegiatan yaitu masyarakat peduli api (MPA) dan masyarakat mitra polisi kehutanan (MMP). Begitupula dengan kelompok pengelola wisata alam yang juga turut bertanggung jawab menjaga ekologi kawasan TNGC yang menjadi sumber ekonomi. Hilangnya fungsi hutan TNGC akibat kebakaran hutan hanya akan merugikan makhluk hidup yang lain di sekitarnya terutama manusia. Tanggung jawab menjaga kawasan TNGC tidak hanya menjadi tugas polisi kehutanan, namun juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kawasan TNGC, maka dapat meminimalisir terjadinya kebakaran hutan. Ayo selamatkan hutan demi masa depan yang lebih baik. [Teks © Hendra Rimbani & foto © Oman DP-BTNGC |072018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Upgrading Skill Operator PUTA/Drone Balai TN Gunung Merapi

Cibodas, 17 Juli 2018. Selama ini, di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah mempunyai Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) dan ada operatornya, sehingga bimbingan teknis diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme, keamanan, dan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan mengadakan bimbingan teknis angkatan 2 pada tanggal 16 – 20 Juli 2018, bertempat di Balai TN Gunung Gede Pangrango, yang diikuti 35 peserta yang berasal dari 31 UPT se-Indonesia. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) juga mengirimkan operator PUTA/Drone pada kesempatan ini, yaitu Wahid Adi Wibowo, S.Hut. Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan keterampilan personel pengoperasian PUTA/Drone, meningkatkan pemahaman personel pengoperasian PUTA/Drone dalam hal prosedur keselamatan pengoperasian PUTA/Drone, meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam mengoperasikan PUTA/Drone, serta mendukung kegiatan pokok KLHK dalam hal pengamanan, pengawasan, dan pengendalian kawasan hutan. Hadir sebagai narasumber kali ini yaitu Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan, Kepala Bidang Sarana dan Peralatan Perlindungan Hutan, dan Diorama Training Department, dilanjutkan dengan praktek pengoperasian PUTA/Drone. Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) atau yang biasa lebih dikenal sebagai pesawat drone menjadi kebutuhan utama untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta meningkatkan kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini untuk menunjang pengumpulan data yang tepat, cepat dan akurat, sehingga pengambilan kebijakan lebih efektif dan efisien. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Pemodelan Lokasi Restorasi Menggunakan Software CONDATIS

Kabandungan, 17 Juli 2018. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menyelenggarakan pelatihan penggunaan software CONDATIS. Aplikasi berbasis web ini merupakan alat yang dapat digunakan untuk menentukan lokasi restorasi hutan yang berfungsi menjadi koridor satwa. Sepuluh orang peserta yang terdiri dari 8 orang tenaga fungsional TNGHS serta masing-masing 1 orang perwakilan Direktorat KK dan PIKA mengikuti pelatihan yang terlaksana atas kerjasama dengan Fakultas Kehutanan IPB dan Liverpool University. Degradasi pada beberapa wilayah mengakibatkan terfragmennya habitat satwa liar. Penggunaan model ini diharapkan menjadi solusi dalam upaya pembangunan koridor pergerakan satwa di kawasan TNGHS. Awen Supranata, Kepala Balai TGHS mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong dilanjutkan kerjasama penelitian untuk mengaplikasikan model ini. “Semoga ini menjadi awal untuk melakukan kerjasama dalam bidang lainnya” tambahnya. Akhirnya, pengaplikasian software CONDATIS di halimun salak diharapkan dapat menjadi masukan dalam penentuan areal restorasi pada masa mendatang. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Baca Berita

Masyarakat Malinau Serahkan Satwa Liar

Malinau, 18 Juli 2018. Balai Taman Nasional Kayan Mentarang menerima penyerahan satwa liar yang dilindungi Undang-undang yakni satu ekor Beruang (Helarctos malayanus) dan satu ekor Owa Kalimantan (Hylobates sp.) masing-masing berjenis kelamin jantan. Kedua ekor satwa liar yang dilindungi Undang-undang tersebut merupakan penyerahan dari masyarakat bernama Yanti Halim, warga Malinau Kota. Serah terima dilakukan pada hari Selasa, 17 Juli 2018 bertempat di Malinau Kota RT.007 Kabupaten Malinau. Pada awalnya, pemilik satwa liar ini tidak memiliki informasi kemana satwa liar ini harus diserahkan. Setelah memperoleh informasi dari staf Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Polisi Kehutanan Balai TN Kayan Mentarang menjemput ke rumah warga tersebut. Setelah menandatangani Berita Acara Serah Terima, kedua ekor satwa liar ini dibawa ke kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Penyerahan satwa liar oleh masyarakat ini merupakan bukti bahwa masyarakat semakin memahami jenis-jenis satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. “Kita mengapresiasi kesadaran dari masyarakat yang telah dengan sukarela menyerahkan satwa liar ini kepada kami, yang nantinya akan kami serahkan kembali kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya” tutur Johnny Lagawurin, Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Untuk diketahui, secara status konservasi Beruang Madu (Helarctos malayanus) memiliki status rentan dan telah terdaftar dalam Appendix I CITES sedangkan Owa-owa Kalimantan (Hylobates sp.) dikategorikan ke dalam status genting (endangered, EN) oleh IUCN. Keduanya merupakan jenis satwa liar yang dilindungi oleh Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Kami akan terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai media, termasuk media sosial online akan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati khususnya di kabupaten Malinau. Semoga satwa liar di Indonesia tetap lestari saat ini dan di masa depan” ujar Johnny Lagawurin mengakhiri. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Kunjungan Dirjen Ksdae Ke Salemba 9

Jakarta, 16 Juli 2018. Dirjen KSDAE (Ir. Wiratno, M. Sc) berkunjung ke Kantor Balai KSDA Jakarta dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang beralamat di Jl. Salemba Raya nomor 9 Jakarta Pusat. Kunjungan ini adalah mendadak dan tanpa dugaan di tengah Kantor Balai KSDA Jakarta sedang mengadakan renovasi. Pada kesempatan ini, Dirjen yang didampingi oleh Direktur BPEE menyempatkan memberikan petuah bagi pegawai didampingi langsung oleh Ahmad Munawir, S. Hut., M. Sc. selaku Kepala Balai KSDA Jakarta dan Ir. Evi Haerlina selaku Kepala Balai TN Kepulauan Seribu. Rasa kekeluargaan dan kehangatan diberikan Bapak Dirjen dengan penyampaian yang biasa tanpa memandang bahwa pejabat dan bawahan. Beliau berpesan bahwa sesama pegawai harus menjalin keakraban dan silaturahmi yang baik bahkan dengan lingkungan sekitar. Kunjungan ini hanya singkat ditengah agenda Bapak Dirjen yang cukup padat yang menyempatkan diri singgah sebentar di Salemba 9. Jamuan yang sederhana memberikan kesan tersendiri bagi beliau, dengan menyantap sebuah pisang goreng dengan mengomentari bahwa enak sekali. Semoga kunjungan ini menjadikan kenangan yang indah bagi Beliau dan dapat memberikan energy positif bagi pegawai Salemba 9 untuk bekerja lebih baik. Sumber : Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Pertanian Sehat Ala Masyarakat Gunung Ciremai

Kuningan, 16 Juli 2018. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) membuat plot percontohan pengembangan pertanian sehat. Dengan harapan agar masyarakat dapat mencontoh dan mengubah perlakuan terhadap lahan pertaniannya. Dari penggunaan bahan kimiawi buatan menjadi menggunakan bahan organik. Pertanian sehat merupakan proses budidaya tanaman yang memprioritaskan penggunaan bahan-bahan alami. Bahan alami yang digunakan berupa kompos, pupuk organik dan pestisida organik dan material pertanian sehat lainnya yang dikembangkan melalui eksplorasi dan penelitian mikroorganisme positif dari hutan TNGC. Saat ini masyarakat di sekitar kawasan TNGC sudah mulai menerapkan pertanian sehat. Petani di Ciboer, Majalengka merupakan petani yang mempelopori penerapan pertanian sehat. Hasil pertanian sehat, khususnya padi dalam setahun mengalami tiga kali musim panen. Yang menghasilkan rata-rata 5 sampai dengan 6 ton dari setiap hektar sawah. Penerapan pertanian sehat ini membuat biaya produksi menjadi lebih murah dengan hasil yang tinggi. Selain itu karena bahan-bahan yang digunakan alami dan ramah lingkungan. Maka dapat melestarikan keseimbangan ekosistem pertanian, mengembalikan kesehatan dan kesuburan tanah serta menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai tinggi. Harapan ke depan, apa yang dilakukan bahwa petani Desa Ciboer dapat menjadi inspirasi petani Indonesia yang kelak menerapkan pertanian sehat untuk menunjang kehidupan yang lebih baik. [teks & foto © Yusup H – BTNGC | 072018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Menampilkan 7.521–7.536 dari 11.140 publikasi