Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Berkemah, Dapat Apa Sih?

Tonasa Park, 4 Agustus 2018. Mungkin pertanyaan seperti ini sudah terlalu sering terdengar, atau bahkan terucap. Pertikawan Regional Sulawesi Maluku Tahun 2018 ini berusaha mengikis pertanyaan “satire” tersebut. Setelah berhari hari melaksanakan kegiatan bersama, peserta Pertikawan diharapkan membawa ilmu-ilmu baru, wawasan baru dan mampu mencetuskan ide baru yang dapat memberikan manfaat bagi kawasan hutan dan kelestarian lingkungan sesuai dengan tema dan tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini. Disampaikan dalam laporan ketua panitia Pertikawan, kakak Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari hasil Kerja Bersama seluruh pihak yang telah menyumbangkan materi, tenaga dan pikirannya. Tower Karst Kompleks Bulusaraung sebagai tempat perkemahan akan selalu menanti kedatangan para pejuang konservasi kembali untuk menikmati keindahan Sang Maha Pencipta, dan adalah kewajiban kita semua untuk menjaga kelestariannya sebagai warisan bagi generasi mendatang. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Satu Lagi Terkuak, Manfaat dari Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

Kuningan, 5 Agustus 2018. “Ini yang saya tunggu-tunggu, ini kekuatan kita dalam mengelola kawasan konservasi. Kita tidak hanya melindungi dan melarang. Namun dari kawasan TN ada manfaat berkelanjutan bagi bangsa dan negara ”, tutur Wiratno mengomentari hasil Eksplorasi Mikrobologi (Mikrob) Berguna dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) ini memberikan perhatian khusus terhadap inovasi-inovasi dalam pengelolaan kawasan konservasi, selama inovasi tersebut mempunyai nilai pembaharuan dan manfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut di sampaikan Wiratno dalam pertemuan membahas hasil kegiatan Role Model “Pertanian Sehat” dan “Camp Fire Care” di Kantor Balai TNGC, Sabtu 4 Agustus 2018, kemarin. Kegiatan eksplorasi Mikrob ini dilaksanakan oleh Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai TNGC berkerjasama dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), bertujuan untuk mendapatkan “Beneficial Microbes” bagi Tanaman untuk Patogen Serangga, PGPR (“Plant Growth Promoting Rhizobacteria”, Pemacu Pertumbuhan) dan Anti “frost”. Dr. Ir. Suryo Wiyono M.Sc.Agr selaku ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas IPB, mengatakan bahwa kawasan hutan khususnya hutan Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi incaran para peneliti mikrob, karena di luar kawasan hutan rata-rata sudah terkontamitasi berbagai gangguan. Selanjutnya Suryo mengatakan bahwa hasil dari Gunung Ciremai menemukan sesuatu yang luar biasa di dunia mikrob. “Hasil isolasi, uji hemolisis dan uji hipersensitif menemukan bakteri PGPR yang dapat memacu pertumbuhan akar 3 kali lebih cepat dengan daya kecambah 60 % di banding dengan isolat kontrol”, tutur Suryo. Suryo lebih lanjut mengatakan, terdapat 3 cendawan pathogen serangga, cendawan ini berguna untuk mengendalikan penyakit wereng yang mengerang tanaman. Suryo juga mengatakan, “Hasil uji tersebut menemukan mikrob Anti Frost sebanyak 27 Bakteri, namun setalah di uji hemolisis dari 27 tersisa 21 bakteri, dan setelah di uji hepersensitif lagi hanya tersisa 8 bakteri anti frost.” Frost merupakan penyakit sangat menakutkan bagi dunia pertanian, frost disebabkan suhu rendah yang akan menimbulkan kerusakan pada buah dan sayuran. Kerusakan yang terjadi disebabkan karena terbentuknya kristal-kristal es intraseluler atau interseluler maupun keduanya. Selain itu suhu yang rendah dapat menimbulkan lapisan frost pada tanah sehingga menghalangi akar untuk menyerap air yang diperlukan untuk mengimbangi transpirasi yang dilakukan oleh daun. “Saat ini bakteri anti Frost baru mengeksplor bakteri jenis ini, ini merupakan penemuan yang bisa mengatasi masalah frost di Indonesia, apalagi saat ini frost sedang menyerang tanaman kentang di beberapa daerah di Indonesia seperti di Dieng Wonosono dan Bromo, apalagi ke depan iklim dunia semakin ektrem,” lanjut Suryo. “Kajian resmi hasil eksplorasi mikrob ini dalam waktu secapatnya dapat di terima oleh Dirjen KSDAE, agar kami bisa mempelajari dan menentukan kebijakan selanjutnya terhadap penemuan besar ini,” pinta Wiratno. Kuswandono, Kepala Balai TNGC mengatakan eksplorasi mikrob ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Balai TNGC dalam rangka mendukung kegiatan pertanian sehat untuk Indonesia. Kegiatan pertanian sehat merupakan role model yang di usung oleh Balai TNGC dengan melingkupi kegiatan: eksplorasi mikrob, uji coba mikrob di laboratorium, pembuatan demplot uji coba, “workshop” dan sosialisasi hasil kegiatan. Cerita ini baru sepenggal dari cerita panjang berseri tentang manfaat dari kawasan taman nasional yang bisa kita ketahui untuk kemaslahatan umat manusia. Tentunya masih banyak cerita yang masih tersembunyi. Menunggu anak bangsa mengenal dan mengkajinya. Jadi tidaklah salah bila para pendahulu membuat kebijakan untuk melindungi sebuah kawasan dalam bentuk kawasan taman nasional dan kawasan konservasi lainnya. Sambil menunggu perkembangan ilmu dan teknologi untuk dapat mempelajari dan menemukan cara pemanfaatan sumber daya alam secara tepat, bijak dan berkelanjutan. Tentunya partisipasi dari kalian sobat, sangat ditunggu oleh negeri ini. [Teks ©? San Andre Jatmiko; foto ©? BTNGC| 082018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Petugas BBTN Kerinci Seblat Patroli dengan Pendekatan Persuasif

Sungai Penuh, 4 Agustus 2018. Petugas Resort Merangin Selatan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bersama-sama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) melakukan patroli di wilayah desa Nilo Dingin, Kabupaten Merangin (1/8). Desa Nilo Dingin merupakan salah satu desa yang memanfaatkan air secara langsung dari kawasan TNKS. Masyarakat membuat semacam bak penampungan air yang selanjutnya bisa di alirkan ke rumah-rumah penduduk. Pada saat melakukan patroli tersebut, tim mendatangi beberapa rumah warga yang diketahui bertanam kopi di desa tersebut. Tim memberitahukan bahwa kalau ladang mereka berada dalam kawasan TNKS dan memperingatkan untuk segera menghentikan aktifitas mereka dilahan tersebut. Tim juga memberikan penyuluhan tentang arti penting dan manfaat TNKS untuk kehidupan warga masyarakat saat sekarang dan akan datang, beserta bahaya dan ancaman yang ditimbulkan apabila rusaknya hutan disekitar mereka. Semoga dengan pola pendekatan persuasif tersebut bisa merubah perilaku dan aktifitas warga masyarakat untuk tidak lagi merusak kawasan TNKS. Sumber : Humas Balai Besar TN Kerinci Seblat dan Thabrani - Polhut resort Merangin Selatan, SPTN Wilayah II Muaro Bungo
Baca Berita

Telah Lahir Lagi Anak Gajah di Barumun

Barumun, 3 Agustus 2018. Satu ekor lagi anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir di Barumun sehingga menambah jumlah populasi gajah di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) menjadi 15 ekor. Adapun anak gajah berjenis kelamin betina lahir pada hari Minggu tanggal 29 Juli 2018 pada pukul 23.00 WIB dengan proses kelahiran normal. Anak gajah yang berasal dari indukan betina Poppy dan indukan jantan Dwiky lahir dengan berat badan 96,49 kg tinggi badan 86 cm dan lingkar dada 107 cm. Saat ini kondisi anak gajah sehat, aktif dan sudah langsung menyusu pada induknya. Sebelumnya, pada tanggal 16 Juni 2018 seekor anak gajah telah lahir dari induk betina Dini dan diberi nama Fitri oleh Menteri LHK. Nama fitri ini diberikan sesuai dengan kelahiran anak gajah pada saat suasana hari raya idul fitri. Peningkatan populasi Gajah Sumatera ini merupakan buah manis kerjasama antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) dan BNWS yang di mulai sejak tahun 2016. Hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan upaya konservasi gajah eksitu di Provinsi Sumatera Utara. Diharapkan kelahiran anak gajah di Sumatera Utara bisa menjadi pengobat kesedihan hati akibat kematian gajah yang baru-baru ini terjadi di Aceh (gajah bunta). BBKSDA SUMUT saat ini mengelola konservasi gajah eksitu di 3 (tiga) tempat sebanyak 22 ekor yaitu Pusat Latihan Gajah Holiday Resort Desa Aek Raso Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan sebanyak 3 (tiga) ekor, Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) Desa Batu Nanggar Kecamatan Batangonang Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 15 (limabelas) ekor, Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun sebanyak 4 (empat) ekor. Seperti diketahui bahwa status konservasi gaj ah sumatera adalah satwa dilindungi dan berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN serta tercantum dalam lampiran I CITES. Hilangnya habitat menjadi ancaman utama menurunnya populasi gajah, selain perburuan dan konflik manusia dan satwa liar gajah. Perubahan habitat meningkatkan kerentanan terhadap kelestarian populasi dimana gajah sumatera sangat tergantung pada habitat yang luas sesuai dengan tuntutan kebutuhan pakan, air dan ruang. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Road To HKAN : TN Kutai Adakan Kutai Wana Rally XII

Sangkima, 4 Agustus 2018. Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus, Balai Taman Nasional Kutai mengadakan kegiatan Kutai Wana Rally (KWR) di Sangkima Jungle Park, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sangatta. KWR merupakan kegiatan tahunan TN Kutai berupa lomba lintas alam. Kegiatan ini sempat vakum, namun 2 tahun belakangan ini dihidupkan kembali. KWR tahun ini merupakan kegiatan KWR ke-12 yang diseleggarakan oleh Balai Taman Nasional Kutai. Kegiatan KWR terselenggara atas kerjasama Balai Taman Nasional Kutai dengan Mitra Taman Nasional Kutai dan disponsori oleh PT. KITA, PT. Wahana Agro Berjaya, PT. Tambang Damai, PT. Trubaindo Coal Mining, PT. Insani Baraperkasa, PT. Desindo Agri Mandiri, PT. Mahakam Sumber Jaya. Kegiatan ini juga didukung oleh BPBD kutai timur, Rescue Indominco, RAPI Bontang dan Sangatta, Manggala Agni daops Sangkima, Tim kesehatan RSIB Yabis, Tim kesehatan RSUD, Tim Kesehatan PMI, Tikus Production, Kader Konservasi Bontang, Sangatta dan Samarinda, serta Pramuka Saka Wana Bakti. KWR XII Balai Taman Nasional Kutai Tahun 2018 diikuti oleh 150 tim yang berasal dari Kota Bontang, Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Timur. Setiap tim terdiri dari 4 orang peserta yang akan berjuang untuk memperebutkan piala bergilir Bupati Kutai Timur, dan total hadiah sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) serta berbagai macam doorprize. Adapun rute lomba dirasa sangat menantang dengan panjang jalur 6,4 km melewati jalur yang berbukit, boardwalk dan jembatan gantung di Sangkima Jungle Park. Tema yang diangkat yaitu “Harmonisasi Alam dan Budaya” sesuai dengan tema HKAN 2018. Dengan tema ini Balai Taman Nasioanal Kutai berkomitmen untuk tidak menghasilkan sampah plastik “zero plastic waste”. Peserta dan panitia yang terlibat masing-masing diberikan tumbler untuk mengurangi sampah plastik dan mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dengan membawa botol minum sendiri. Dalam sambutannya Ketua OC Mitra Taman Nasional Kutai menyatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak terlihat lagi botol plastik kemasan air minum. Momen ini perlu diangkat sehingga momen KWR bisa mengangkat TN Kutai dan Kabupaten Kutai Timur ke nasional maupun internasional sehingga masyarakat dapat mencintai lingkungan khususnya mencintai TN Kutai ungkap Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut. M.Sc. Selanjutnya Wakil Bupati Kutai Timur yang hadir saat membuka acara menyatakan bahwa Beliau sangat bangga karena acara KWR telah menjaga alam dengan menegaskan "zero plastic waste" dan telah memperkenalkan budaya kepada masyarakat. Beliau juga menyatakan bahwa kegiatan KWR ini akan dimasukkan menjadi agenda tahunan pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Selain lomba lintas alam ada juga reintroduksi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di Sangkima Jungle Park yang merupakan hasil kultur jaringan PT. Pupuk Kaltim. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Balai Taman Nasional Kutai dengan PT. Pupuk Kaltim. Pada akhir perlombaan dan berdasarkan hasil penjurian yang dilakukan oleh panitia, juara 1 lomba KWR XII Taman Nasional Kutai Tahun 2018 diraih oleh tim RTH, juara 2 oleh tim Ganteng-Ganteng Baik Hati, juara 3 oleh tim Wahana Agro Berjaya, juara 4 oleh tim L21 Arapaima Gigas, juara 5 oleh tim Tarpala, Juara 6 oleh tim XTR. Selamat untuk para pemenang dan kepada seluruh peserta semoga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, bisa menjadi agen konservasi TN Kutai. Selamat untuk semua peserta dan sampai jumpa pada KWR XIII.#TN Kutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Menyusuri Sungai, Tim BBTN Kerinci Seblat Temukan Ratusan Keping Kayu

Sungai Penuh, 5 Agustus 2018. Tim Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Painan bersama beberapa anggota masyarakat Lunang kembali menyusuri Sungai Lunang dan menemukan tumpukan kayu sebanyak 272 keping (29/7). Jenis kayu yang ditebang dan diolah tersebut termasuk kelompok Meranti. Tim juga langsung menemukan tunggul kayu bekas tebangan dan mengambil titik koordinat lokasi tersebut. Setelah titik koordinat diploting ke peta, diketahui bahwa semua tunggul kayu tersebut berada di dalam kawasan TNKS. Selanjutnya tim melakukan penghancuran kayu-kayu tersebut dengan cara menyuntikan besi cor 10", serta membakar 2 buah pondok illoger. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 27 personil Balai Besar TNKS dan 10 personil SPORC Gakkum Jambi dan Riau. Aksi ini sebagai tindak lanjut proses penangkapan seseorang bernama Ardison pada pertengahan bulan Juli 2018 oleh petugas Gakkum Kementerian LHK beserta sebuah truk BA 8893 GU di daerah Lunang, diketahui saat itu truk membawa kayu ke sawmill milik Gani. Oleh petugas Gakkum, truk colt diesel beserta muatan kayu balok sebanyak 10 M 3 langsung diamankan di kantor UPT Kementerian LHK di jalan Khatib Sulaiman 46 Padang. Sementara tersangka Ardison dititipkan di Polda Sumbar. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Bertemu Si Bunga Bangkai di Tangan tangan

Aceh Selatan, 4 Agustus 2018. Petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) khususnya Tim Smart Patrol BBTNGL – WCS-IP temukan flora endemik Sumatera, jenis Rafflesia (bunga bangkai) di sekitar Krueng Susoh, Resort Tangan – tangan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Aceh Barat Daya Kamis, (26/7). Polhut Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Suandi Selian memaparkan tumbuhan endemik sumatera tersebut mereka jumpai di jalur patroli, antara punggungan pegunungan Lhouk Bate Intan dengan Desa Babahlung, kawasan hutan konservasi TN. Gunung Leuser, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan, Aceh Selatan. Bunga Bangkai itu mereka temukan di ketinggian 378 mdpl. Waktu tempuh dari desa terdekat ke lokasi objek sekitar 3 sampai 4 hari perjalanan. “Medan tempuh bervariasi seperti sungai besar, tanjakan terjal, lembah curam dan tebing bebatuan”,jelasnya. Tumbuhan berbau busuk tersebut tumbuh pada akar liana dengan ketinggian 1 meter diatas permukaan tanah (lantai hutan), diameter kelopak setelah dilakukan pengukuran yaitu kurang lebih sekitar 30 cm. [Teks© Efa Wahyuni, Foto Suwandi Selian/bbtngl |2018] Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser
Baca Berita

SPW II Baserah School Visit Di SMP N 1 Atap

Baserah, 4 Agustus 2018. Pada Sabtu pagi ditengah kegiatan ekstrakurikuler, SMPN 1 Atap Desa Gunung Melintang disambangi oleh tim SPTN II Baserah TNTN. Tim dari SPW II Baserah sengaja datangi Sekolah Menengah Pertama tersebut dalam rangka kegiatan School Visit yang sudah menjadi agenda rutin dari TN Tesso Nilo. Sebanyak 6 orang petugas dari SPW Wilayah II Baserah TN Tesso Nilo sambangi SMPN 1 Atap Desa Gunung Melintang. Kegiatan School visit ini bertujuan untuk memberi edukasi dan sosialisasi mengenai kawasan konservasi TN Tesso Nilo kepada para pelajar khususnya yang berada di sekitar kawasan. Menurut keterangan petugas dari salah satu tim SPTN Wilayah II Baserah TN Tesso Nilo, Bapak Revi Yendri, S.Hut. Sebanyak 50 peserta kegiatan shcool visit di SMPN 1 Atap Gunung Melintang antusias dan semangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan mulai pemberian materi konservasi hingga permainan yang dipimpin oleh petugas. Dalam kegiatan school visit di SMPN 1 Atap Gunung Melintang, petugas juga serahkan bantuan bibit sebanyak 30 batang kepada pihak sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap penghijauan lingkungan dipekarangan sekolah. “Secara perlahan dan rutin kegiatan pendekatan kepada sekolah sekolah sekitar kawasan kita lakukan secara berkelanjutan, untuk memberi pemahaman kepada siswa/i yang merupakan generasi paling muda dan mudah kita bentuk untuk pengelola dan pelestarian lingkungan hidup dan hutan, semoga kegiatan serupa bermanfaat untuk kawasan TN Tesso Nilo”, ungkap salah satu tim Revi Yendri, S.Hut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Tana Bentarum Evaluasi Program Release OU bersama YPOS

Putussibau, 3 Agustus 2018. Balai Besar TaNa Bentarum gelar rapat evaluasi program pelepasliaran Orangutan di TNBK. Dimulai pukul09.00 WIB Rapat yang dihadiri Struktural dan Fungsional PEH dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar di ruanganSitroom tersebut diawali dengan presentasi hasil pelaksanaan Release Orangutan di Sub DAS Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) oleh direktur Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), Hasudungan Pakpahan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan pelepasliaran hingga monitoring orangutannya. Arief Mahmud menyampaikan, “kegiatan evaluasi ini merupakan komitmen kerjasama kita dalam melindungi dan melestarikan orangutan khususnya di kawasan TNBK”. Dari kegiatan ini diharapkan proses pelepasliaran dan monitoring orangutan selanjutnya di Sub DAS Mendalam TNBK dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menampung saran dan masukkan dari semua peserta yang kemudian menjadi catatan dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Monitoring orangutan menggunakan metode Focal Animal Sampling yaitu mengamati dan mencatat tingkah laku satu individu yang harus diikuti secara terus menerus selama tiga bulan. Kemudian dikombinasi dengan metode Scan Samplingyaitu mencatat tingkah laku yang tercermati dengan selang waktu tertentu. Orangutan dimaksud yang dilakukan monitoring adalah Jojo, Cemong, Juvi, Bemby, Joy dan Moly. Hasil monitoring menunjukan bahwa 5 individu orangutan memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik terhadap lingkunganya. Sedangkan satu individu yang bernama Joy dilakukan penarikan kembali dikarenakan kemampuanya untuk survive di hutan sangat rendah. Berdasarkan hasil monitoring, Joy didapati pula menyeberang sungai dan lebih sering membuat sarang dilantai hutan tidak pada tajuk pohon. Kemudian Joy lebih senang berinteraksi dengan petugas pelaksana kegiatan monitoring orangutan yang berada dilapangan. Hal-hal tersebut diatas membuat tindakan penarikan kembali segera dilakukan oleh tim BBTNBKDS bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. Evaluasi program pelepasliaran orangutan di TNBK ini menghasilkan beberapa rekomendasi diantaranya adalah untuk memprioritaskan sarana komunikasi untuk kegiatan pelepasliaran dan monitoring orangutan di Sub DAS Mendalam TNBK, Membuat kesepakatan terkait format data, periode data dan analisis serta laporan yang dapat dipublikasi. Selain itu, program-program ini kedepannya akan lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat. YPOS berencana akan membangun perpustakaan desa disekitar kawasan pelepasaliaran orangutan. Tidak hanya itu, program beasiswa untuk penelitian terkait orangutan di Sub DAS Mendalam TNBK akan digagas untuk menunjang hasil dari kegiatan pelepasliaran orangutan di Sub DAS Mendalam yang dilakukan oleh BBTNBKDS bersama Yayasan Penyelamat Orangutan Sintang. “Kami akan menyusun program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar” Tegasdudung, sapaan akrab Hasudungan Pakpahan. Release OrangUtan di Sub DAS Mendalam diawali dengan kerjasama antara Balai Besar TaNa Bentarum dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang pada 13 Juli 2017 yang menghasilkan kesepatan kawasan TNBK sebagai lokasi pelepasliaran Orangutan. Dari kerjasama tersebut, YPOS telah melakukan pelepasliaran sebanyak dua kali dengan jumlah 6 individu Orangutan. Berdasarkan hasil monitoring dilakukan penarikan 1 individu dikarenakan mengalami perubahan tingkahlaku. Monitoring paska pelepasliaran merupakan prosedur yang diwajibkan dalam proses pelepasliaran orangutan, dengan tujuan memastikan orangutan mampu menyesuaikan diri di habitat barunya. Sumber : Bali Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Terima Hibah Kamera Trap dari PT. KRU

Bengkulu, 3 Agustus 2018. Beberapa waktu yang lalu PT. Alno Agro Utama menghibahkan sarana dan prasarana monitoring satwa liar berupa Camera Trap Bushnell sebanyak 6 unit beserta perangkat pengamannya kepada Balai KSDA (BKSDA) Bengkulu sebagai upaya monitoring dan konservasi satwa liar di kawasan TWA Seblat. Selanjutnya bertempat di ruang Kepala Balai KSDA Bengkulu, PT. Kusuma Raya Utama (KRU) juga menghibahkan 2 unit Camera Trap Bushnell sebanyak 2 unit beserta seperangkat pengamannya (2/8). Hibah tersebut merupakan salah satu komitmen dari PT. KRU atas perjanjian kerjasama dengan BKSDA Bengkulu berdasarkan PKS nomor 474/KRU/JKT/X/2016 dan Nomor PKS.2065/K.10/TU/KSK10/ 2016 tentang Penguatan Fungsi dan Keanekaragaman Hayati di Taman Buru Semidang Bukit Kabu. Dengan bertambahnya peralatan pendukung monitoring satli, diharapkan data dan informasi keberadaan bahkan populasi satwa liar di kawasan Taman Buru Semidang Bukit Kabu dapat terpantau lebih baik lagi. Sehingga dapat dijadikan bahan/dasar untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan kedepannya. Dukungan dan komitmen mitra dalam mendukung program konservasi di Provinsi Bengkulu sangat dibutuhkan demi kelangsungan dan kelestarian hidupan liar di Provinsi Bengkulu. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Warga Pematangsiantar Serahkan Burung Dilindungi

Pematangsiantar, 3 Agustus 2018. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar menerima penyerahan satwa yang dilindungi dari Beby, warga kota Pematangsiantar, berupa satu individu Burung kakaktua Jambul Kuning (Cacatua galerita ) dan satu individu Elang Bondol (Haliastur indus), pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018, di kediamannya Desa Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar. Penyerahan ini bermula dari informasi yang diterima oleh Tim Patroli Pengamanan Hutan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar tentang pemeliharaan satwa dilindungi oleh warga. Menindaklanjuti laporan tersebut tim melakukan pendekatan dan penyuluhan kepada warga dimaksud, yang akhirnya dengan kesadaran sendiri dan secara sukarela menyerahkan kedua satwa tersebut kepada petugas. Setelah diterima kemudian petugas membawa kedua satwa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk perawatan dan rehabilitasi. Dengan penyerahan satwa dilindungi ini diharapkan menjadi contoh bagi warga lainnya dalam menumbuhkan kesadaran akan perlunya upaya penyelamatan dan pelestarian tumbuhan dan satwa liar, sehingga kebiasaan yang baik ini nantinya akan menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat. (Presli) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Dukung Konservasi, PT. BIL Komitmen Kerjasama dengan BKSDA Bengkulu

Bengkulu, 3 Agustus 2018. Dukungan mitra untuk berkomitmen kerja bersama dan saling mendukung untuk konservasi di Provinsi Bengkulu sangat dibutuhkan demi kelangsungan program konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Bentuk komitmen tersebut di wujudkan dalam penandatanganan Rencana Kerja Tahunan 2018 antara PT. Bara Indah Lestari (PT. BIL) dengan Balai KSDA (BKSDA) Bengkulu yang merupakan turunan dari perjanjian kerjasama nomor 032/BIL-BKL/DIR/VII/2016 dan Nomor PKS.1637/K.10/TU/KSK/7/2016yang dilakukan pada hari Rabu 1 Agustus 2018 bertempat di Ruang Rapat BKSDA Bengkulu. Dukungan yang disepakati dan tertuang di dalam RKT antara lain: Dukungan pengamanan kawasan, pencegahan dan penanggulangan konflik TSL, evakuasi dan rehabilitasi satwa sitaan dan penyerahan secara sukarela oleh masyarakat, dukungan peralatan rescue untuk biosafety & biosecurity petugas, serta peralatan handling satwa lainnya. Sehingga dengan rencana dukungan tersebut, kualitas dari kawasan konservasi yang dikelola dapat lebih baik lagi. Mengingat kondisi saat ini ancaman terhadap habitat hidupan liar di dalam kawasan dengan adanya perambahan yang cukup tinggi, serta berdampak keluarnya satwa liar dari dalam kawasan dan menimbulkan konflik akibat terganggunya habitat mereka. Dengan kondisi tersebut dukungan mitra untuk melakukan upaya-upaya atau dukungan penyadartahuan terhadap pentingnya kawasan konservasi agar tetap terjaga dan lestari sangat dibutuhkan. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kepala BBKSDA Jatim Kopdar Bersama Penggiat Alam Bebas

Sidoarjo, 3 Agustus 2018. Beberapa permasalahan konservasi khususnya terkait Argopuro menjadi topik hangat obrolan santai bersama Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) Nandang Prihadi. Para penggiat alam bebas ini mendengar penjelasan Nandang bahwa pembangunan jalan yang sekarang dilakukan masih di luar batas kawasan konservasi (sampai mata air 1) dan BBKSDA Jatim tidak punya wewenang terkait hal tersebut karena pembangunan diinisiasi pihak Perhutani dan Pemkab Situbondo. Nandang juga menjelaskan duduk permasalahan motor trail yang masuk ke kawasan Taman Hidup dan Cikasur. "Saya meminta maaf karena kecolongan dan sudah meminta klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan dan dianggap sudah clear” ucap Nandang. Isu 100 motor trail di tanggal 17 Agustus tegas ditepis Nandang. Klub-klub motor trail yang masuk kawasan sampai di Cikasur dianggap tidak punya ijin dan masuk secara tidak legal. “Tugas kita adalah untuk mengawasi agar isu tersebut tidak jadi kenyataan” tegas Nandang. “Akan ada tindakan preventif berupa pemasangan portal yang sudah rusak untuk mencegah kendaraan bermotor masuk kawasan” jelas Nandang. Kopdar ini menghasilkan win-win solution untuk warga sekitar Baderan yang berprofesi sebagai pengojek bahwa cukup sampai mata air 1 (batas proyek pelebaran jalan). Pendaki juga harus tau diri tidak memaksa lebih dari itu apalagi sampai Cikasur. Menutup acara kopdar, Nandang berpesan awasi dan laporkan jika melihat pelanggaran dan pendaki “Bandel. Pihak BBKSDA Jatim sangat membutuhkan partisipasi para pendaki dan masyarakat untuk membantu petugas menjaga kawasan dataran tinggi Yang. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Sekjen KLHK : Pramuka Adalah Wadah Pembentuk Karakter Sejak Dini

Tonasa Park - Pangkep, Sulawesi Selatan, 1 Agustus 2018. Saka Wanabakti Cabang Kepulauan Selayar mengikuti perkemahan bakti Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru Tingkat Nasional Regional Sulawesi-Maluku 2018 di Bumi Perkemahan Tonasa, Kabupaten Pangkep, Kecamatan Balocci, Desa Balocci, Kompleks Semen Tonasa 1. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1 hingga 5 Agustus 2018. Dihadiri Tenaga Ahli Menteri Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka Kakak Ipam, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Kakak Syahrul Yasin Limpo, Wakil Bupati Pangkep, Direktur Tonasa Muh. Subhan AK, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sulsel, seluruh Kepala UPT LHK Se-Sulawesi-Selatan, beberapa Kepala Dinas LH Daerah, Kepala KPH, dan Kepala UPT LHK se-Sulawesi Maluku. "Kami mengutus delapan peserta didik putra dan delapan putri, dua Pamong Saka Wanabakti Selayar, dua orang putra, dua orang putri serta dua instruktur". Ucap Kepala Balai TN.Taka Bonerate Kakak Faat Rudhianto. Selain mengutus Pramuka binaan, BTN Taka Bonerate juga membuka stand pameran di Bumi Perkemahan dengan menampilkan foto, gambar, majalah, dan peralatan kerja bawah laut. Kegiatan kemah bakti ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kakak Bambang Hendroyono, mewakili Menteri LHK Kakak Siti Nurbaya Bakar. Saat pembukaan beliau menyampaikan tentang pentingnya mencintai hutan demi terwujudnya lingkungan yang lestari, dan Pramuka adalah wadah pembentukan karakter sejak dini. Pada kesempatan yang sama, Kakak Bambang Hendroyono melakukan penanaman bibit pohon Eboni di lokasi PERTIKAWAN. Aksi tanam pohon ini serentak diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran instansi yang hadir, mulai dari Ditjen KLHK, UPT.KLHK, Pemprov Sulsel hingga Pemda Kabupaten Pangkep, Direksi PT. Semen Tonasa, serta pejabat lainnya. Jenis bibit yang ditanam saat momen pembukaan kegiatan PERTIKAWAN adalah Eboni, Bitti, Mahoni, Pulai, Cemara Laut, Saga dan Asam. Sesuai dengan tema PERTIKAWAN kali ini “Cinta Hutan, Lestari Lingkungan”, maka serangkaian acara tidak lepas dari berbagai aksi untuk membangkitkan rasa cinta dan peduli terhadap hutan dan lingkungan hidup. "Ada 800an lebih tunas bangsa yang merupakan Pramuka Penegak dan Pandega yang hadir dalam PERTIKAWAN dapat menjadi kader-kader terbaik penyelamat hutan dan pelestari alam-lingkungan" Jelas Kakak Thomas Nifinluri Kepala Balai Besar KSDA SulSel yang juga selaku Ketua Umum Penyelenggaraan Pertikawan ini. Melalui kegiatan PERTIKAWAN, para peserta pramuka diajak untuk melihat langsung wujud Ekosistem Karst sekaligus melakukan upaya pelestarian Ekosistem Karst. Selain itu juga dilakukan bakti lingkungan bersih-bersih sampah dan penanaman 1.500 bibit pohon dilakukan di TAHURA dengan jenis tanaman : Jamblang, Gmelina, Mahoni, Cemara Laut, Kesambi, Bidara, Asam, Kayu Kuku, Bitti dan Jati. Kegiatan penanaman pohon diharapkan akan menjadi Monumen Pelestarian Ekosistem Karst yang dipersembahkan oleh peserta PERTIKAWAN Regional Sulawesi Maluku, dan diharapkan dapat menjadi model percontohan sehingga menumbuhkan kepedulian semua pihak terhadap kelestarian ekosistem karst. Selain berkemah, adapula acara apresiasi film, hunting foto, papan nama pohon, penyuluhan kebakaran hutan, karnaval budaya dan pentas seni serta materi kepramukaan lainnya. Sumber : Asri - PEH Pelaksana Lanjutan Balai TN.Taka Bonerate
Baca Berita

BBKSDA Jawa Barat, Serentak Adakan Sosialisasi Satwa Liar Dilindungi Undang-Undang Di 3 Lokasi

Pangandaran, 3 Agustus 2018. Pada hari Selasa (31 Juli 2018), BBKSDA Jawa Barat secara serentakadakan sosialisasi satwa liar dilindungi undang-undang di 3 (tiga) lokasi yang berbeda, yaitu Pasar Ayam Weru – Kab. Cirebon, Taman Satwa Cikembulan – Kab. Garut dan Desa Sinartanjung Kec.Pataruman Kab. Banjar. Peserta masing-masing sebanyak 30 orang, adapun lokasi dan sasaran sosialisasi sebagai berikut: a. Pendopo Desa Weru Kidul; peserta dari perwakilan pedagang kios satwa, komunitas pemerhati satwa, aparatur desa, koramil dan polsek Weru. b. Taman Satwa Cikembulan; peserta dari karyawan Taman Satwa Cikembulan, komunitas pemerhati satwa. c. Desa Sinartanjung Kec. Pataruman; peserta dari pedagang satwa, Komunitas pemerhati satwa, penangkar, aparatur pemerintah desa. Maksud diadakan kegiatan Sosialisasi Satwa Liar Dilindungi Undang-Undang di Wilayah BBKSDA Jawa Barat yaitu agar menambah wawasan atau edukasi menyangkut satwa liar yang dilindungi undang-undang untuk tidak diperdagangkan, menyimpan, memiliki ataupun menguasai baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi dalam bekerjasama mendukung pengawasan dan penertiban peredaran tumbuhan satwa liar yang dilindungi undang-undang dengan menyebarluaskan dalam bentuk leaflet dan poster kepada masyarakat dan dipasang pada tempat-tempat strategis serta mendukung role model Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL. Materi yang disampaikan yaitu : 1. Kebijakan penertiban peredaran tsl berdasarkan peraturan perundang-undangan. 2. Tata Usaha Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. 3. Aksi Nyata Penanganan Evakuasi dan Penyelamatan TSL BBKSDA Jawa Barat. 4. Permenlhk Nomor 20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tanggal 29 Juni 2018 Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi Upaya penanganan evakuasi dan penyelamatan TSL oleh Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BBKSDA Jawa Barat selama Tahun 2017 -2018 sebagai berikut : 1. Tahun 2017 telah dilakukan evakuasi dan penyelamatan TSL sebanyak 953 ekor 2. Tahun 2018, dari bulan Januari s/d 16 Juli telah dilakukan evakuasi dan penyelamatan TSL sebanyak 210 ekor Pada kesempatan kegiatan tersebut, dilakukan diskusi atau dialog dua arah dan peserta lebih banyak berdiskusi tentang terbitnya Permenlhk Nomor : 20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tanggal 29 Juni 2018. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Lagi, Petugas Resort Di SPW II Baserah Resort Tesso Situgal Jumpai Dan Padamkan Kebakaran Lahan

Baserah, 3 Agustus 2018. Petugas resort Tesso Situgal, SPW II Baserah melakukan patroli dan monitoring di wilayah resort Tesso Situgal pada hari Jumat, 3 Agustus 2018. Kegiatan patroli ini dilaksanakan oleh 3 orang Polhut TN Tesso Nilo dengan melibatkan 1 (satu) orang mitra dari Yayasan Tesso Nilo dan 1 (satu) orang masyarakat. Pada saat patroli di daerah Mamahan, resort Tesso Situgal, tim melihat kepulan asap yg diduga akibat kebakaran hutan dan lahan. Melihat kepulauan asap, petugas dan Tim pun langsung bergegas untuk mengecek kondisi areal terduga terbakar. Berdasarkan keterangan dari ketua tim patroli, Bapak Amir Hamzah, A.Md, saat mendekat ke areal kebakaran, tim menjumpai sebuah pondok. Tim patroli melakukan kegiatan pemadaman terhadap areal yang terbakar. Petugas dan tim juga melaksanakan kegiatan penyisiran pada pondok dan mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan. “Intensitas kebakaran hutan meningkat pada musim kering dan kemarau, oleh karena itu kita tingkatkan kegiatan patroli didalam kawasan dan sekitar kawasan yang rawan kebakaran hutan”, terang bapak Amir Hamzah, A.Md. “Selain itu masyarakat juga perlu disadarkan dan disosialisasikan terkait bahaya dan kerugian karhutla sehingga tidak melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar”, terang beliau lebih lanjut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 7.329–7.344 dari 11.140 publikasi