Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Mengintip Hari ke-1 Rangkaian Kegiatan HKAN Balai TN Aketajawe Lolobata

Sofifi, 16 Agustus 2018. Rangkaian kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) hari ke-1 telah dimulai (16/8). Diawali dengan penjemputan peserta kegiatan dari mahasiswa Himakova IPB, Indonesia Dragon Fly, Spectackle dan Putri Pariwisata Maluku Utara tahun 2016 di bandara Babullah Ternate dan bandara Buli, Halmahera Timur. Para peserta kegiatan kemudian diperiksa oleh tim kesehatan Manggala Wanabhakti dari Jakarta. Pemeriksaan ini dilaksanakan di kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate, Balai KSDA Maluku sesaat setelah mereka tiba di Ternate. Setelah pemeriksaan berakhir, para peserta bergegas menuju lokasi kegiatan di puncak gunung Uni-Uni, Kabupaten Halmahera Timur. Selain pemeriksaan kesehatan, Kepala Balai TNAL beserta para pejabat eselon IV juga melaksanakan koordinasi terakhir terkait pelaksanaan HKAN tahun 2018. Koordinasi dilakukan ke kantor Bupati Halmahera Timur dan Kepolisian Resort Buli. Hasil dari koordinasi tersebut didapatkannya dukungan kegiatan dari Pemda Halmahera Timur maupun dari Polres Buli. Rencananya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur akan menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Uni-Uni. “Kita telah mendapat dukungan dari Pusat dan Daerah, jadi kita harus menampilkan yang terbaik dalam kegiatan ini”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL. “Kegiatan ini akan diliput oleh salah satu televisi nasional yang telah menghubungi saya”, papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Uniknya Upacara Bersama Masyarakat Tobelo Dalam

Sofifi, 17 Agustus 2018. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 menjadi rangkaian hari ke-2 kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) turut hadir bersama mahasiswa Himakova IPB, UGM, Universitas Khairun Ternate, Universitas Nuku Tidore, Universitas Halmahera dan Sekolah Tinggi pariwisata Bandung. Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) menyita perhatian dengan membawa seluruh peralatan berburu dalam upacara bahkan sebagian dari mereka tidak menggunakan alas kaki dan berbusana lengkap. Upacara dilaksanakan pukul 09.30 WIT di Gunung Uni-Uni, Halmahera Timur dengan Inspektur Upacara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Tiimur, Hardi Musa. Sedangkan yang menjadi petugas upacara adalah Polisi Kehutanan Balai TNAL di pimpin Yusra Abdul Kadir sebagai Komandan upacara. Himakova IPB juga mendapat tugas sebagai paduan suara untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Hadir dalam upacara, Kepala Balai TNAL, Kepala SPTN Wilayah II dan III, Putri Pariwisata Maluku Utara tahun 2016 dan relawan dari Ulrick yang akan ikut melaksanakan Ekspedisi TNAL. Tak lupa kegiatan ini juga diliput oleh salah satu televisi nasional. Selesai upacara, perwakilan dari MTD diminta mengambil tempat untuk menerima bingkisan berupa bahan pokok dan busana layak pakai. Setelah menerima bingkisan, terlihat senyum yang gembira pada wajah mereka. “Kegiatan ini sangat unik dan sangat bagus untuk dilaksanakan”, kata Hardi. “Kami (Pemda Haltim), akan mendukung kegiatan Balai TNAL terkait bidang pariwisata”, tambahnya. “Kita duduk bersama MTD, mahasiswa, LSM, instansi pemerintah dan komunitas-komunitas ini menandakan bahwa Balai TNAL dalam mengelola kawasannya tidak sendirian dan terus bersinergi dengan para pihak sebagai mitra yang baik”, tegas Wahyudi, Kepala Balai TNAL. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra- Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Semangat Kemerdekaan BKSDA Jambi

Jambi, 17 Agustus 2018. Dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 diadakan upacara bendera yang bertempat di halaman kantor gubernur kota Jambi. Berbagai instansi pemerintah ikut ambil bagian dalam upacara tersebut, tidak terkecuali BKSDA Jambi. Upacara dilakukan pada pukul 09.00 WIB waktu setempat. Dengan memakai seragam korpri, seluruh pegawai BKSDA tampak khidmat dalam melakukan upacara bendera. Upacara bendera sendiri dipimpin langsung oleh Plt. Gubernur Jambi, Bpk. Fachrori Umar. Upacara berjalan lancar sesuai dengan jadwal dan berakhir pada pukul 11.00 WIB waktu setempat. Kasubbag TU BKSDA Jambi, Teguh Sriyanto mengatakan “Alhamdulillah BKSDA Jambi ikut ambil bagian upacara bendera, upacara berjalan lancar tanpa kendala. Semoga diusia yang ke 73 negara ini makin maju kedepannya, dan BKSDA Jambi terus berupaya membantu untuk mewujudkannya”. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Warga Cianjur Dukung Permen LHK Nomor 20 Tahun 2018

Cibodas, 17 Agustus 2017. Terbitnya Permen LHK No.P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi diharapkan akan menertibkan keberadaan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang beredar di masyarakat dan lebih jauh untuk meningkatkan populasinya di alam. Sebagai konsekuensi terbitnya Permen LHK tersebut masyarakat dituntut lebih hati-hati dalam memiliki atau meniagakan jenis TSL yang ada. Tentunya tidak semua orang mau menerima aturan baru tersebut, terutama para penggemar burung yang belum sadarupaya konservasinya. Hal ini terbukti dengan munculnyademo penolakan Permen LHK No. P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 dibeberapa tempat. Namun untuk wilayah sekitar TNGGP, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor tidak terusik dengan terbitnya Permen tersebut malah mereka mendukungnya. Sebutlah Mulyana, salah seorang warga Kp. Ciharashas, Desa Jamali, Kec. Mande, Kab. Cianjur melapor ke salah satupetugas TNGGP yang dikenalnya dan menanyakan langkahyang perlu diambil dengan satwa peliharaanya elang ular bido(Spilornis cheela). Setelah diberi penjelasan oleh, Chandra Noor Abdillah, petugas TNGGP, Mulyana pun sadar danmenyerahkan elang tersebut kepada Polhut Balai Besar TNGGP untuk dirawat di Lembaga Konservasi. Proses evakuasi dilakukan pada hari Selasa 14 Agustus 2018, setelah mendapat laporan ada warga yang mau menyerahkansatwa peliharaannya elang ular bido, Satuan Polhut TNGGP a.n. Ida Rohaida dan Sahrul Munir serta staf Balai Besar TNGGP Chandra Noor Abdillah segera bertolak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berhubung dengan pemahanan dan kesadarannya, tentang Permen LHK No. P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018, maka Mulyana pun secara sukarela bersedia menyerahkan elang ular bido kepada Polhut TNGGP dengan disertai Berita Acara SerahTerimanya. Saat itu juga elang ular bido dibawa ke Lembaga Konservasi Suaka Elang yang bertempat di Resort Gunung Salak I, TN Gunung Halimun Salak untuk direhabilitasi. Secara administratif Suaka Elang berada di Kp. Loji, Desa Ciburayut, Kec. Cijeruk, Kab. Bogor. Proses rehabilitasi di Suaka Elang sendiri terdiri dari beberapa tahapan, dimana perkembangan elang akan terus dipantau dan dilaporkan setiap bulannya. Kemungkinan untuk bisa dilepasliarkan ke alam tergantung pada proses pemulihan perilaku dan kesehatan satwa selama proses rehabilitasi. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Ida Rohaida – Kasat Polisi Kehutanan Balai Besar TNGGP
Baca Berita

Senam Bersama UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Provinsi Papua Barat

Manokwari, 16 Agustus 2018. Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (selaku Koordinator Wilayah UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup Papua Barat) bersama dengan seluruh UPT KLHK Provinsi Papua Barat melakukan kegiatan senam bersama Kamis pagi (16/8). Kegiatan senam bersama ini bertempat di halaman kantor Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari. Ratusan pegawai KLHK Provinsi Papua Barat tampak begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Empat (4) instruktur senam didatangkan secara khusus guna mendukung kelancaran pelaksanaan acara. Selain sebagai sarana menguatkan kebersamaan seluruh UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Papua Barat, kegiatan senam bersama ini merupakan salah satu rangkaian agenda peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73 tahun 2018, yang pada tahun ini mengambil tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Prianto, S.Hut., M.Si (Kepala Bidang Teknis Konservasi TNTC), beliau menyampaikan bahwa “Kegiatan senam dan olah raga ini merupakan salah satu acara dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 yang diikuti oleh sebagian besar ASN dari UPT KLHK Lingkup Papua Barat”. Beliau juga menambahkan, “Acara Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada esok hari (17/8) di lapangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan Manokwari. Kami berharap semua ASN dari UPT KLHK di Papua Barat ini dapat berpartisipasi dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan sehingga dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air”. Apresiasi disampaikan oleh M. Hendy Noordianto, S.Si., M.Sc (Kasie. Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDASHL Remu Ransiki), beliau menyampaikan bahwa “Sudah lama tidak senam bareng, menyehatkan dan bagus untuk mengakrabkan rimbawan UPT KLHK Papua Barat”. Hal senada juga diutarakan oleh Teguh Santoso, S.Hut, M.Eng, MIDS (staf di BPHP Wilayah XVI Manokwari), ia mengatakan “Kegiatan yang bagus untuk terus dilanjutkan sebagai ajang berkumpul rimbawan Papua Barat, sekaligus berolah raga bersama. Semoga ke depan menjadi lebih kompak dan terjalin koordinasi dengan baik”. Setelah selesai melakukan senam, acara di lanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Peserta disuguhi dengan hidangan sederhana namun menyehatkan berupa jagung, kasbi dan pisang rebus serta bubur kacang hijau sebagai minumannya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Baca Berita

Menarik, Masyarakat Belajar Promosi Wisata Alam Gunung Ciremai via Media Sosial

Kuningan, 16 Agustus 2018. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengadakan kegiatan peningkatan Kapasitas Tematik Kelompok Masyarakat Binaan di aula Tiga Dara Majalengka. Kegiatan diikuti perwakilan pengelola wisata lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka sebanyak 40 orang. Amanat Undang-undang nomor 41 tahun 1999 pasal 70 menyatakan bahwa masyarakat turut berperan serta dalam pembangunan di bidang kehutanan, pemerintah wajib mendorong peran serta masyarakat melalui kegiatan di bidang kegiatan yang berdaya guna. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan promosi dalam pengelolaan wisata agar dapat eksis waktu yang terbatas. Acara dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah II Majalengka, Jaja. "Kita harus memanfaatkan peluang yang sudah terbuka di depan mata. Dengan dibukanya Bandara Internasional Kertajati tak hanya wisatawan nasional saja namun sudah bisa mendatangkan wisatawan mancanegara" tegas Jaja. Narasumber kegiatan merupakan pakar bidang pariwisata alam yaitu Ketua ASITA Ciayumajakuning, Kepala Bidang Pengelolaan Industri Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Majalengka serta Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Informatika Diskominfo Kabupaten Majalengka. Jaman milenial seperti ini harus diimbangi oleh masyarakat pengelola wisata alam. Media sosial menjadi peluang besar dalam memasarkan paket ekowisata. Ekosistem dan sumberdaya alam hayati yang ada di TNGC menjadi pemikat bagi para wisatawan. Sasaran lanjutan wisatawan ini tidak hanya nasional namun juga internasional. Pada kesempatan kali ini, Kepala Bidang Pengelolaan Industri Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Majalengka, M. Muhidin juga menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah dan TNGC dapat bersinergi sehingga destinasi wisata alam dapat berkembang. Antusias masyarakat sekitar kawasan untuk berkontribusi dalam pengelolaan taman nasional melalui wisata alam menunjukkan bahwa kawasan taman nasional tidak hanya mutlak untuk dilindungi, namun juga dapat memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial. [teks ©? Gandi, foto ©? Adit - BTNGC | 082018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Semangat Kemerdekaan, Semangat Robohkan Pondok Penebang

Sungai Penuh, 16 Agustus 2018. Tanggal 14 Agustus 2018 Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mendapat informasi pengaduan dari masyarakat bahwa mereka mendengar bunyi suara chainsaw disekitar desa mereka. Pengaduan tersebut direspons cepat dengan menurunkan tim dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kerinci yang beranggotakan Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Sesampai dilokasi, tim melakukan pengintaian, namun tidak ditemukan adanya aktifitas manusia maupun bunyi suara chainsaw yang dimaksud, diduga kehadiran tim sudah diketahui sebelum mencapai lokasi. Namun tim tetap siaga dan memutuskan untuk bermalam disekitar tempat kejadian perkara untuk melakukan pengintaian. Keesokan harinya (15/8), tim melakukan upaya pemusnahan terhadap 3 buah pondok yang ditemukan dalam kawasan TNKS serta melakukan pencarian dan penyisiran dilokasi bekas tebangan. Akhirnya upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya 1 unit chainsaw yang disembunyikan disebelah barat lokasi / titik koordinat yang dilaporkan oleh masyarakat. Untuk proses selanjutnya barang bukti berupa 1 unit chainsaw diamankan di kantor SPTN Wilayah I Kerinci guna proses penyelidikan lebih lanjut. Sumber : Rahmat Arifin, Polhut SPTN Wilayah I, Balai Besar TN Kerinci Seblat dan Humas Balai Besar TN Kerinci Seblat
Baca Berita

Demi Si Belang, Pulihkan Ekosistem SM Dangku

Palembang, 16 Agustus 2018. Suaka Margasatwa (SM) Dangku merupakan habitat Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatranus ). Kawasan dengan luas 47.996,45 hektar menyimpan potensi flora fauna yang cukup beragam. Selain harimau sumatera juga terdapat Tapir (Tapirus indicus), Menjangan (Cervus sp.), Kijang (Muntiacus Muntjak), Trenggiling (Manis javanica), Burung dilindungi. Sedangkan Flora Meranti (Shorea sp), Merawan (Hopea mangarawan), Medang (Lixsos spp.), Manggeris (Kompassis spp.), Balam (Palagium sp.), Jelutung, Merbau, Tembesu. Kondisi SM Dangku tak lepas dari kerusakan. Kerusakan SM Dangku sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia. Pemulihan ekosistem menjadi salah satu upaya mengembalikan kelestarian hutan sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Pemulihan Ekosistem pada KSA dan KPA. Pemulihan ekosistem adalah tindakan yang dilakukan untuk memulihkan struktur, fungsi, dinamika, populasi, serta keanekaragaman hayati dan ekosistemnya yang dilakukan melalui mekanisme alam, rehabilitasi, dan restorasi. Sebagai langkah awal, Balai KSDA Sumatera tahun 2017 telah menyusun Dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem SM Dangku Periode 2017-2021. Dalam periode tersebut akan dilaksanakan pemulihan ekosistem seluas 780 hektar. Topografi kawasan yang akan dipulihkan landau hingga begelombang ringan, kelerengan antara 0-25 % dengan ketinggian dari permukaan laut antara 20-130 m. Berdasarkan penataan blok SM Dangku, blok rehabilitasi seluas 21.976,58 hektar (46 %). Hasil interpretasi citra penginderaan jauh dioverlay dengan peta citra penutupan lahan tahun 2016 diketahui SM Dangku memiliki areal kritis yaitu areal belukar (1.244,572 ha), tanah terbuka (754,655 ha), pemukiman (753,761 ha), hutan tanaman (772,631 ha), perkebunan (9.871,076 ha). Berdasarkan tipologi kerusakan, lokasi yang akan dilakukan kegiatan pemulihan masuk pada tipologi kerusakan sedang dan ringan. Tipologi kerusakan sedang terjadi pada lokasi bekas sumur bor, kebakaran dan perambahan, sedangkan tipologi kerusakan ringan terjadi pada lokasi illegal logging. Semoga ini menjadi langkah awal menghijaukan SM Dangku sebagai habitat “Si Belang” Harimau Sumatera. Sumber : Agnes Indra Mahanani, Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Duduk Bareng Untuk Pemberdayaan Masyarakat TN Bukit Tigapuluh

Rengat, 16 Agustus 2018. Kegiatan Pembahasan Draft Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat dan Rencana Pengelolaan Zona Tradisional Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2018 di Balai TNBT dengan sasaran masyarakat Kab. Indragiri Hulu dan Kab. Indragiri Hilir. Pembahasan Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Zona Tradisional TNBT dengan berbagai pihak terkait menjadi fokus kegiatan. 40 orang hadir dari berbagai instansi dan lembaga meliputi SKPD Kab. Inhu (Dinas Pertanian dan Perikanan ), Pemerintah Kecamatan Kemuning dan Batang Gansal, Pemerintah desa di Rantau Langsat, Siambul Keritang dan Selensen, Mitra kerja Yayasan PKHS dan PASA, para pengurus kelompok tani hutan binaan Balai TNBT dan tokoh masyarakat. Narasumber yang diundang meliputi 1.) Bisro Sya'bani, S.Hut, M.Eng selaku Kepala Seksi Bina Daerah Penyangga, Direktorat Kawasan Konservasi, KLHK (materi : Kebijakan dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Konservasi) 2). Aldhy Akbar, SE selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab.Inhu (materi : Pola Pemberdayaan Masyarakat Yang Efektif di Kab.Inhu . 3). Lukman HP., S.Hut, M.Eng selaku Kepala SPTN Wilayah II Belilas (materi : Draft Awal Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Zona Tradisional TNBT) 4). Pembukaan diawali dengan sambutan oleh Kepala Balai TNBT, 5). moderator Kepala Sub Bagian TU Balai TNBT. Kedepan pemberdayaan masyarakat dapat tersinkronisasi dengan seluruh stakeholder. Ada 24 desa interaksi utama dan TNBT tidak dapat bergerak sendiri, perlu dukungan Pemda dan pihak terkait lainnya yang memiliki wewenang. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Kenalkan Konservasi Alam, Balai Besar TN. Gunung Leuser Kembali Lakukan Visit to School

Aceh selatan, 16 Agustus 2018. Masih dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 dan menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Tapaktuan melakukan kegiatan “Visit To School” dalam bentuk Bina Cinta Alam ke siswa/i SMP Negeri 2 Kluat Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, pada tanggal 16 Agustus 2018 dengan mangangkat tema “Kenali dan Cintai Alam dan Budayamu dengan Cara yang Baik dan Benar” Pada pelaksanaan Bina Cinta Alam kali ini, antusiasme siswa nampak terlihat jelas saat petugas TNGL mendistribusikan materi yang akan disampaikan. Ahmad Yani yang merupakan siswa kelas IX mengungkapkan bahwa “kegiatan ini sangat bermanfaat baginya karna pengetahuan tentang konservasi alam yang terdapat dalam kegiatan Bina Cinta Alam tidak bisa di dapatkanya secara lebih mendalam jika bukan dari pihak luar sekolah”. Pengendali Ekosistem Hutan TNGL di BPTN Wilayah I Tapaktuan, Arif Saifudin S.Si setelah pemaparan materi menyebutkan bahwa “sebagai generasi muda, sudah seyogyanya kita dapat hidup berdampingan dengan alam agar keseimbangan antar mahluk hidup dapat terjaga kelestariannya. Kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi tentang pendidikan konservasi alam, pengenalan satwa liar yang dilindungi, games dan pemutaran film konservasi” tambahnya. Selain itu, TNGL juga mengenalkan secara sekilas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terbaru tentang tumbuhan dan satwa di lindungi yakni PermenLHK Nomor. P.20 tahun 2018. Dalam peraturan tersebut, terdapat jenis satwa lindung yang hidup di dalam kawasan TNGL antara lain : harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), orangutan sumatera (Pongo abelii), dan beberapa jenis penyu seperti penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu abu abu (Lepidochelys olivacea). Saat ini BPTN Wilayah I Tapaktuan sedang berupaya mengelola penyu yang diharapkan dapat menjadi ikon Kabupaten Aceh Selatan kedepan, imbuhnya. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kluet Selatan, yang diwakili oleh Bapak Syamsul Bahri, S.Pd , mengutarakan bahwa “Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan kepada para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa, dapat mengetahui informasi dasar terkait pengetahuan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,yang selanjutnya dapat terimplikasi pada semangat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup dan hutan disekitar mereka seperti halnya api semangat para pejuang negeri kita yang dengan segenap tumpah darah mempertahankan indonesia 73 tahun silam”. Beliau mengucapkan banyak terima kasaih kepada instansi TNGL yang telah melaksakan kegiatan ini dan berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkala kesekolah-sekolah lain. Secara terpisah, Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan, Buana Darmasyah, S.Hut.T mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program yang difasilitasi oleh BCCPGLE - KFW. Lanjutnya, program BCCPGLE-KFW ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Excecuting Agency. Sumber : Achmad Yaskur dan Efa Wahyuni, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser
Baca Berita

Kerjasama TN Matalawa Dengan Stakeholder Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Karhutla

Waingapu, 16 Agustus 2018. Bertempat di halaman depan Polres Kabupaten Sumba Timur, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim menggelar apel siaga pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. AKBP Viktor M. T Silalahi, SH MH selaku Kapolres Sumba Timur memimpin langsung apel siaga tersebut, turut hadir tamu undangan dari jajaran Forkompinda diantaranya: Wakil Bupati Sumba Timur, Wakil Ketua DPRD Sumba Timur, Dandim 1601 Sumba Timur, Ketua Pengadilan Negeri Sumba Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satuan Pamong Praja, adapun peserta apel siaga Karhutla berjumlah 200 orang yang terdiri dari pasukan Polres Sumba Timur, pasukan Kodim 1601 Sumba Timur, Pasukan Satuan Polisi Pamong Praja Sumba Timur, Pasukan TN Matalwa dan Pasukan Masyarakat Peduli Api, tema yang diangkat dalam Apel Siaga adalah “Melalui Gerakan Hijaukan Tanah Humba Kita Cegah dan Kendalikan Karhutla” tema tersebut menjadikan komitmen bersama Jajaran Aparat dengan masyarakat Sumba Timur dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla. Beberapa arahan dari Jajaran Forkompinda menyatakan hal yang sama bahwa dalam skala nasional Pulau Sumba secara kuantitas masih menjadi penyumbang Hotspot cukup banyak, namun secara kualitas masih belum berdampak begitu besar bagi kehidupan manusia, namun hal tersebut akan tetap menjadi perhatian para pihak untuk tetap terus bersiap siaga dalam mencegah dan mengendalikan Karhutla, mengingat pertengahan tahun ini sudah memasuki musim kemarau. Di akhir gelaran apel siaga Kepala Balai Taman Nasional Matalawa Maman Surahman S.Hut., M.Si secara simbolis membagikan alat pemadam kebakaran dan diakhiri dengan aksi penanaman perindang dan tanaman buah di Lingkungan Polres Sumba Timur. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu tanah daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Dengan Semangat Kemerdekaan Harmoniskan Alam dan Budaya

Jayapura, 15 Agustus 2018. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (BBKSDA Papua), Ir. Timbul Batubara, M.Si., menggelar jumpa pers di sela coffee morning dalam kegiatan HUT RI ke-73 sebagai rangkaian Festival Cycloop. Tepat pukul 09.00 WIT jumpa pers dimulai di kantor BPHP Wilayah XV Jayapura. Hadir dalam kesempatan tersebut para Kepala UPT KLHK di Jayapura, serta Kepala Seksi Wilayah III Balai Penegakan Hukum LHK. Adapun reporter dan wartawan berasal dari TVRI Papua, Radio Republik Indonesia (RRI) Papua, Radio Bahana Sangkakala 92,5 FM, dan Radio Swaranusa Bahagia Am 1170. Kepala Balai Besar KSDA Papua menyampaikan, “Kegiatan yang kita lakukan hari ini terfokus untuk memperingati HUT RI, yang dilaksanakan oleh seluruh pegawai UPT KLHK di Jayapura. Kami juga mengundang mitra-mitra kehutanan dan para pejuang konservasi.” Balai Besar KSDA Papua sebagai korwil mempunyai tugas mengoordinasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di setiap UPT. Hal ini bertujuan mendapatkan sinergitas pembangunan kehutanan di Papua, sehingga misi KLHK dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, pembagian bibit kepada masyarakat, dan membentangkan bendera raksasa Merah Putih di C.A. Pegunungan Cycloop. “Membentangkan merah putih di C.A. Pegunungan Cycloop erat kaitannya dengan semangat mengelola kawasan konservasi berbasis kearifan lokal,” Kata Timbul Batubara di sela jumpa pers. Ini kita lakukan guna mendukung pengelolaannya, juga sebagai upaya mengenalkan Cycloop beserta seluruh kekayaan alam dan budayanya kepada masyarakat luas. Lebih dari itu juga sebagai bentuk penghargaan kepada Pegunungan Cycloop yang selama berabad-abad telah memberikan kehidupan bagi masyarakat di Kabupaten dan Kota Jayapura.” Pada bulan November 2018 akan dilaksanakan Festival Cycloop, kegiatan ini merupakan bagian dari Cycloop Role Model yang berbasis kearifan lokal. Role Model ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan konservasi lainnya. Salah satu kearifan lokal masyarakat di sekitar Kawasan Cycloop adalah menganggap Cycloop sebagai ibu. Cycloop memberikan air kehidupan. Masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Cycloop dalam kehidupan sehari-hari, mereka memiliki kekuatan untuk menjaga keseimbangan alam, serta mengelola sumber daya alam secara bijaksana. Progres pengelolaan yang telah dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah pembangunan mini microhidro di pasir 6, pengembangan ekowisata di Kampung Tablasupa dan Penangkaran anggrek dan gaharu di Kampung Maribu. Dan selanjutnya diharapkan setiap kampung yang ada sekitar CA. Peg Cycloop mempunyai kemandirian dalam mengembangkan potensi dan kearifan lokalnya yang merupakan penyangga terhadap CA. Peg. Cycloop. Dalam pelaksanaan Cycloop Role Model seluruh UPT lingkup KLHK di Papua telah menyatakan siap mendukung sesuai tupoksi masing-masing. Hal ini merupakan wujud sinergitas yang terjalin di antara semua stakeholder dalam mewujudkan pengelolaan Cycloop berbasis kearifan lokal. Sumber : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua
Baca Berita

TaNa Bentarum Sosialisasikan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Taman Nasional Danau Sentarum kepada Stakeholder

Putussibau, 15 Agustus 2018. Balai Besar TaNa Bentarum bekerja sama dengan GIZ hari ini menyelenggarakan Sosialisasi Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Danau Sentarum tahun 2018-2027 yang telah disahkan pada Oktober 2017 lalu. Acara tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Danau Sentarum tahun 2018-2023. Dalam sosialisasi ini, terdapat 4 point penting yang disampaikan diantaranya terkait perencanaan daerah Kabupaten Kapuas Hulu oleh Bappeda dengan RPJP TNDS, Garis Besar RPJP, Garis Besar Kegiatan TNDS selama 2017-2018, Peran Taman Nasional bagi masyarakat serta sosialisasi kelompok kerja pengelolaan Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu 2018-2023 oleh Kepala Balai PDASHL. Dalam Sambutannya Arief Mahmud, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum menegaskan “Penyusunan RPJP ini bertujuan memberikan arah dan target capaian yang tepat untuk pelaksanaan pengelolaan Danau Sentarum dalam kurun waktu 10 Tahun kedepan” ungkapnya. Arief menambahkan “Visi yang dirumuskan dalam RPJP TNDS adalah mewujudkan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, Ramsar Site dan Destinasi ekowisata unggulan di Jantung Kalimantan yang tentunya untuk mewujudkan visi tersebut harus mendapat dukungan dari berbagai pihak”. Ardi Andono, Kepala Bidang Teknis TaNa Bentarum menyampaikan bahwa RPJP TNDS yang telah disahkan diarahkan untuk mencapai 5 program unggulan dengan berbagai kegiatan prioritas. Salah satunya adalah Peningkatan Keberdayaan dan Peran Serta Masyarakat Lokal dalam pelestarian Ramsar Site Danau Sentarum. “Besar harapan kami tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yaitu Pemerintah Daerah, Masyarakat dan NGO akan lebih mengetahui arti pentingnya kawasan hutan dan berperan aktif dalam menjaganya akan tercapai, sehingga manfaat dari kawasan hutan dapat lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan daerah”, ungkap Ardi. Acara ini dimulai pukul 08.00 di Aula Kantor Balai Besar TaNa Bentarum. Peserta undangan dalam acara sterdiri dari berbagai pihak yang masing masing memiliki peran penting dalam upaya menjaga kelestarian kawasan TNDS diantaranya dari Instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Instansi Pemerintah Kecamatan, Desa, dan Tokoh Masyarakat/Kelompok Masyarakat di sekitar TNDS, serta staf lingkup Balai Besar TNBKDS. Selain sosialisasi RPJP TNDS 2018-2027, dilaksanakan juga sosialisasi mengenai Kelompok Kerja Pengelola Danau Sentarum 2018-2023. Kelompok Kerja ini bertujuan untuk optimalisasi dan efektivitas upaya-upaya penanganan Danau Sentarum untuk dapat kembali sesuai fungsi dan peruntukkannya. Hal ini didasarkan bahwa Danau Sentarum dan kawasan sekitarnya memiliki nilai historis serta fungsi sosial, ekonomis dan ekologis yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bahkan saat ini kondisi fisik dan ekologis Danau Sentarum telah mengalami degradasi yang ditandai dengan kerusakan daerah tangkapan air, penurunan kualitas air, kepunahan jenis endemik serta bencana kenaikan muka air danau, sehingga perlu dilakukan upaya penanganan secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan. Tim Kelompok Kerja Pengelolaan Danau Sentarum ini terdiri atas berbagai stakeholder baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu serta berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Diharapkan dengan adanya kelompok Kerja Pengelola Danau Sentarum dapat terjalin sinergi dalam pelaksanaan program dari berbagai stakeholder demi pengelolaan Danau Sentarum yang lebih lesteri. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Petugas BBTN Kerinci Seblat Tangkap 2 Tersangka Perdagangan Harimau Sumatera

Jambi, 15 Agustus 2018. Petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) berhasil menangkap dua tersangka pelaku perdagangan harimau Sumatera di Jalan Lintas Bangko – Kerinci, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Merangin, Provinsi Jambi pada Selasa malam, tanggal 14 Agustus 2018. Dua tersangka perdagangan harimau Sumatera tersebut berinisial S (34 tahun), warga Desa Beringin Tinggi dan B (30 tahun), warga Desa Rantau Suli, di Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Bersama tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu lembar kulit harimau sumatera basah, satu bungkus tulang harimau seberat 6,8 kg dan peralatan berupa ransel dan dua kendaraan yang digunakan oleh tersangka. Keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil dari investigasi tim Taman Nasional Kerinci Seblat yang dilakukan sejak 8 Agustus yang lalu. Tim TNKS kemudian berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Merangin, dan juga didukung oleh seorang petugas BKSDA Jambi. Pelaku dan barang bukti saat ini diamankan di Polres Merangin untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan satwa liar adalah salah satu kunci pelestarian satwa yang dilindungi termasuk harimau Sumatera. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Buaya Sinyulong Pengganggu Warga Aek Natas

Pematangsiantar, 14 Agustus 2018. Bermula pada Sabtu tanggal 11 Agustus 2018, tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendapatkan laporan tentang keberadaan satu individu Buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii). Buaya Sinyulong ini kerap menampakkan diri di aliran sungai Aek Natas Kelurahan Bandar Durian Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhan Batu Utara dan mengganggu warga yang sedang mandi serta memancing. Selanjutnya tim Penanganan Konflik Satwa dan Manusia Balai Besar KSDA Sumatera Utara dari Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar segera menindaklanjuti laporan tersebut. Tim bekerjasama dengan personil Koramil dan Kepolisian Sektor Aek Natas serta warga Kelurahan Bandar. Setelah melakukan berbagai upaya akhirnya warga berhasil menangkap Buaya Sinyulong yang berjenis kelamin betina dengan panjang 3 meter, dan diamankan oleh Kepala Dusun. Pada hari itu juga Kepala Dusun menyerahkannya kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara guna penanganan dan proses tindak lanjut. Buaya Sinyulong berhasil dievakuasi tim dalam kondisi hidup dan dititipkan di Taman Margasatwa Medan Zoo. Sampai saat ini Buaya Sinyulong dirawat dan ditangani secara khusus oleh tim pengelola Taman Margasatwa Medan Zoo. (Presli) Sumber : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara
Baca Berita

Sang Garuda Kembali Lahir

Kuningan, 15 Agustus 2018. Kabar gembira datang lagi dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Salah satu spesies kunci kawasan TNGC yang merupakan lambang dari Negara Indonesia yaitu burung Garuda atau lebih dikenal dengan nama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) telah kembali lahir. Kelahiran anakan Elang Jawa tersebut berasal dari indukan yang sama yang juga melahirkan anakan Elang Jawa pada tahun 2017. Pada saat monitoring elang Jawa tepatnya tanggal 28 Maret 2017, tim yang tergabung fungsional. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dikejutkan dengan benda putih bergerak-gerak di sarang. Setelah diamati dengan bantuan binokuler, ternyata ditemukan anakan elang Jawa yang baru berusia tiga minggu (berdasarkan referensi buku Dewi Malia Prawiradilaga). Setelah itu, tim intens melakukan pemantauan dan mendokumentasikannya setiap minggu. Bahkan terekam sampai anakan elang jawa belajar terbang dari pohon satu ke pohon lainnya kira-kira berumur delapan minggu (dua bulan) karena ke lokasi pohon sarang jaraknya cukup jauh jalan kaki kurang lebih satu kilo dengan menyusuri sawah dan mendaki hutan pinus (Pinus merkusii) yang cukup terjal. Kondisi sarang ketika anakan usia 2,5 bulan sudah mulai rusak dan hilang materialnya. Kemudian monitoring dilakukan kembali pada tahun 2018 tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2018. Monitoring kali ini sebenarnya bertujuan untuk memantau kondisi sarang yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan hilang materialnya. Pohon sarang posisinya berada di cerukan (lembah) dan tidak jauh dari sumber mata air di atas pohon tinggi besar jenis Kedondong hutan (Spondias pinnata) pada ketinggian ±25 meter dari permukaan tanah. Di bagian bawah pohon sarang sekelilingnya ditumbuhi pohon Salak (Salacca zalacca) sehingga manusia atau satwa lain sulit untuk memanjat. Formasi vegetasi di sekitar sarang cukup rapat oleh pohon tinggi besar seperti jenis Kecapi (Sondaricum koetjape), Saninten (Castanopsis argentea), Pasang (Lithocarpus elegant), Keruing Jawa (Dipterocarpus hasselti) dan sebagian tumbuhan didominasi oleh jenis Bambu (Gigantochloa apus). Namun fakta yang terjadi adalah tim monitoring elang Jawa kembali dikejutkan dengan lahirnya individu baru elang Jawa di dalam sarang yang sama. diperkirakan lahir dari indukan yang sama. Usia anakan diperkirakan berusia enam minggu (1,5 bulan). Fakta ini telah membantah beberapa pendapat para ahli yang menyatakan bahwa elang Jawa hanya bertelur dua tahun sekali. Sebelumnya tim memprediksi indukan elang Jawa pada sarang tersebut akan bertelur dan beranak lagi pada tahun 2019, namun ternyata kelahiran anakan elang Jawa lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Nasional Gunung Ciremai masih menjadi habitat yang mendukung keberlanjutan hidup sang Garuda di alam liar. [Teks & Foto © Iwan Sunandi-BTNGC | 082018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Menampilkan 7.217–7.232 dari 11.140 publikasi