Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pertama dalam Sejarah Kasuari Pulang Kampung

Jayapura, 18 Agustus 2018. Balai Besar KSDA Papua menerima delapan ekor kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius) dari Balai Besar KSDA Jatim pada Jumat (17/8). Diperkirakan usia mereka adalah satu tahun, dan masih tergolong anakan. Pada Nopember 2017 di Bandara Juanda, Polisi Kehutanan BBKSDA Jatim berhasil menggagalkan percobaan pengiriman kasuari-kasuari tersebut secara ilegal dari Surabaya menuju Pangkal Pinang, Kepulauan Riau. Setelah melalui berbagai prosedur sesuai undang-undang yang berlaku, dan semua kasuari dinyatakan siap secara fisik maupun mental, akhirnya proses translokasi delapan ekor kasuari terlaksana tepat di hari kemerdekaan RI ke-73. Pukul 15.00 WIT rombongan kasuari mendarat di Bandara Sentani, Jayapura, menggunakan maskapai Sriwijaya Air. Pihak-pihak yang menyelenggarakan translokasi kasuari tersebut adalah BBKSDA Jatim, BBKSDA Papua, dan BPPHLHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara. Pada kesempatan ini, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Manohara Odelia, seorang artis pemerhati satwa dan lingkungan hidup memberikan dukungan penuh dalam proses pengembalian delapan ekor kasuari ke habitat asalnya di Papua. Kejaksaan Tinggi Jatim dan Papua, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, serta Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, juga memberikan dukungan dan kerja sama yang sangat baik. Selain dari lingkup KLHK, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dan tokoh-tokoh adat juga menyampaikan dukungannya. Hadir dalam seremonial penyambutan kasuari antara lain Bupati Kabupaten Jayapura yang diwakili Asisten I dan III. Sementara dari tokoh adat dan pemerhati lingkungan hadir ketua Dewan Adat Suku, Daniel Toto, serta peraih kalpataru 2017 dan koordinator Isyo Hills Bird Watching Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupten Jayapura, Alex Waisimon. “Ini yang pertama terjadi, kasuari pulang kampung,” ungkap Alex Waisimon Pernyataan itu dibenarkan oleh semua pihak yang menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan depalan kasuari gelambir ganda dari BBKSDA Jatim kepada BBKSDA Papua. Alex secara terbuka berkenan menyediakan lokasi kandang habituasi bagi delapan ekor kasuari tersebut di hutan lindung yang dikelolanya bersama masyarakat adat di Kampung Rhepang Muaif. Kandang habituasi telah disiapkan sekitar satu bulan sebelum rombongan kasuari tiba di Jayapura. Secara umum keadaan kandang dinyatakan representatif, terbuat dari papan kayu seluas kurang lebih 100 meter persegi. Di salah satu sudut kandang terdapat atap memanjang terbuat dari daun sagu. Sementara seluruh bagian lainnya terbuka dan dikondisikan seperti keadaan hutan. Sebelum delapan ekor kasuari memasuki kandang barunya, pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura memastikan kandang cukup aman dari berbagai bakteri dan kuman, dengan menyemprotkan desinfektan jenis virkon pada permukaan tanah, dinding-dinding, juga pohon-pohon di dalam kandang. Selain itu, kandang juga dilengkapi kamera CCTV untuk pemantauan secara saksama terhadap perkembangan delapan ekor kasuari tesebut. Saat memantau keadaan kasuari dan segala perlengkapannya, Sabtu (18/8), kepala BBKSDA Papua, Ir.Timbul Batubara, M.Si. menginstruksikan, “Lakukan analisis. Itu sangat perlu, mulai dari proses habituasi sampai ke tahap pelepasliaran. Sehingga dilepas ke dalam hutan nanti kasuari-kasuari itu bisa bertahan hidup dan berkembang secara alamiah.” [] Sumber : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Katinting Karnaval Ramaikan HUT Ke 73 RI Di Perairan Desa Wisata Popareng

Tatapaan (18/12/17). Katinting karnaval dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke 73 dan peresmian Desa Wisata Popareng dilaksanakan sejak hari Jumat dan sabtu tanggal 17-18 Agustus 2018 yang bertempat di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Aktivitas lapangan mulai dari pendaftaran peserta Balap Katinting dan Parade Perahu Hias dibantu oleh Lantamal VIII serta Kelompok Cahaya Tatapaan mitra Balai Taman Nasional Bunaken. Karnaval Katinting yang digelar merupakan untuk kedua kalinya oleh Balai Taman Nasional Bunaken. Salah satu even yang menyasar kepada masyarakat khususnya nelayan kecil dan tradisional untuk mengapresiasi dan membangun rasa bangga dalam pengelolaan konservasi di Taman Nasional Bunaken, sekaligus kegiatan ini bertujuan mempromosikan kegiatan masyarakat nelayan kecil dan tradisional dalam budaya dari generasi ke generasi. Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Balai Taman Nasional Bunaken dengan bekerjasama dengan Lantamal VIII TNI AL serta dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan khususnya Desa Popareng dan Kelompok Cahaya Tatapaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aspotmar Lantamal VIII, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan, Unsur Muspika Kecamatan Tatapaan, dan segenap warga yang antusias mengikuti kegiatan dan perlombaan. Yus Diamanti salah satu peserta yang diwawancari sangat senang dengan kegiatan ini, dia termotivasi mengikuti kegiatan dengan sukarela, dalam kegiatan karnaval perahu hias Juri telah memberikan predikat Juara I. Ini merupakan hiburan bagi warga desa sekaligus untuk menjaga lingkungan. Aktivitas katinting hias yang diikuti oleh peserta memamerkan berbagai seni warga pesisir yang unik dan atraktif, dengan balutan bendera merah putih serta pernak-pernik berdera kecil berkibar sebagai warga Negara Republik Indonesia. Tutup Yus. Sumber: Balai TN Bunaken
Baca Berita

Merajut Nasionalisme Para Bikers di Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Rengat, 18 Agustus 2018. Berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Peringatan HUT RI di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dirayakan lebih semarak dengan hadirnya 30 komunitas Bikers dari Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Pekanbaru dan Jambi dalam upacara peringatan HUT RI ke 73 di TNBT. Sebanyak 117 Bikers hadir dimana target awal peserta hanya 80 orang. Pada 16 Agustus 2018, dilakukan acara pelepasan para Bikers oleh Kepala Balai TNBT Darmanto bersama - sama dengan Kasat Lantas Polres Inhu yang diwakili oleh Kanit Rajawali (kanit lantas) di Kantor Balai Puncak Selasih, dihadiri sebanyak 40 peserta. Dalam sambutannya, Darmanto menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan para komunitas bikers di TNBT dan berharap semoga acara berjalan dengan lancar di Camp Granit. Konvoi menuju Camp Granit dengan mengusung tema " RIDE TO UNITY" dimulai selepas kepala balai mengibarkan bendera start. Setibanya di Camp Granit, panitia yang merupakan pegawai Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Belilas dipimpin oleh Kepala SPTN Wilayah II Lukman Hery Prasetyo telah mempersiapkan berbagai rangkaian acara. Diantaranya perkenalan, penyampaian profil TNBT, pemutaran video2 ttg upaya konservasi yg telah dilaksanakan oleh TNBT, tanya jawab. Suguhan kopi panas, jagung dan ubi rebus makin menambah nikmat nuansa malam di alam bukit tiga puluh. Pagi harinya, seluruh peserta dengan khidmat mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke 73. Pasca upacara dilakukan kegiatan penanaman pohon Meranti oleh setiap perwakilan komunitas bikers dan aksi bersih sampah di areal sekitar camp. Di akhir acara dilaksanakan penyerahan sertifikat kepada setiap peserta. Tanpa melewatkan pemandangan alam asli perbukitan di Camp Granit, para peserta mengabadikan diri untuk berfoto dan video. Selanjutnya sebagai bagian dari acara, dilakukan aksi sosial yang ditujukan kepada masyarakat suku tradisional Talang Mamak di TNBT. Lokasi yang dipilih berada di Desa Rantau Langsat yang berjarak kurang lebih 25 km dari Camp Granit. Para bikers menyampaikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan diterima langsung oleh Kepala Desa Supno Hatiro dan bantuan dana pembangunan pondok Quran yang dirintis Yayasan Muara. Haji Doni selaku Ketua Komunitas Bikers Inhu menyatakan bahwa sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan dan antusias para peserta yang cukup tinggi, publikasi kegiatan sengaja dibuat tidak terlalu menggaung karena ini kali pertama Bikers mengadakan acara di TNBT. Segenap peserta mengucapkan terima kepada Kepala Balai TNBT karena telah memfasilitasi kegiatan ini. Haji Doni berjanji pada kegiatan tahun depan akan mengadakan acara yang lebih besar dan meriah setelah mendapat gambaran dan pengalaman dari event tahun ini. Melalui kegiatan ini, para Bikers baru mengetahui bahwa terdapat jantung hutan di Sumatera sebagai lokasi habitat Harimau Sumatera. Tantangan kedepannya adalah para Bikers diharapkan dapat menjejakkan rodanya di TNBT di saat melintas jalan lintas timur Sumatera sebelum menuju titik O kilometer Indonesia di Sabang Aceh. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah pertama kali diselenggarakan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI di Camp Granit yang berada di Jantung kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Semoga dengan adanya kegiatan ini, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh semakin dikenal dan dikunjungi oleh banyak wisatawan dan menjadi destinasi wisata terbaik di Riau. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Bunga Rafflesia Warisan Kooders Masih Ada di Puger

Sidoarjo, 17 Agustus 2018. Penemuan Bunga Rafflesia Zollingeriana Kds di kawasan hutan lindung Puger tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Puger, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wuluhan, Perum Perhutani KPH Jember. Secara administratif masuk wilayah Dusun Sebanen, Desa Lojejer, Kec. Wuluhan, Kab. Jember. Penemuan bunga ini merupakan kejadian yang tidak disengaja, karena kegiatan sebenarnya bertajuk Monitoring Populasi Banteng (Bos Javanicus) di Site Pengamatan Blok Hutan Lindung Londo Lampesan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 5 km dari Cagar Alam Watangan Puger I yang merupakan kawasan konservasi Balai Besar KSDA Jawa Timur. Perlu diketahui bahwa pada awalnya kawasan cagar alam ini terdiri dari 5 area yaitu CA Watangan Puger I s.d V namun pada tahun 1958 telah dihapuskan karena keadaan alamnya yang telah rusak sehingga sampai saat ini tinggal CA Watangan Puger I. Saat ini tercatat hanya ada 27 jenis bunga Rafflesia di dunia, 14 jenis tersebut berada di Indonesia. Sebagian besar dapat dijumpai di Pulau Sumatera yaitu 11 jenis, di Bengkulu sendiri terdapat 4 jenis (Susatya, 2011). Bunga ini merupakan endoparasit yang tumbuh pada inang jenis tanaman merambat yaitu Tetrastigma lanceolariu m dan Tetrastigma papillosum namun tidak semua jenis tanaman ini ditumbuhi oleh Bunga Rafflesia. Bunga ini juga tidak memiliki akar, batang dan daun, kelopak bunga berwarna merah kecoklatan dengan diselingi binti-bintik warna putih, umur bunga mekar sempurna sekitar 5-7 hari. Dengan penemuan ini diharapakan semua pihak dapat membantu Pemerintah dalam hal ini UPT Balai Konservasi Sumber Daya Alam, untuk melindungi dan melestarikan tanaman langka ini dari ancaman kepunahan. Bunga Rafflesia Zollingeriana ini merupakan warisan penemuan Dr. Koorders yang pertama kali menemukannya di Pulau Jawa pada tahun 1918 di kawasan hutan Puger. Kemudian jenis bunga ini tidak terlihat lagi keberadaannya selain yang dapat kita jumpai di kawasan Taman Nasional Meru Betiri sampai akhirnya bunga ini ditemukan kembali. Menurut sejarah, bahwa Kooders datang dan melakukan research di kawasan hutan Puger pada tahun 1916 sebelum akhirnya meninggal pada tahun 1919. Mungkin ini juga penemuan Kooders yang terakhir dibidang botani. Pada tahun 1918, Dr. Sijfert Hendrik Kooders, seorang Houtvester , Botanist dan pelopor konservasi alam di Indonesia berkebangsaan Belanda menemukan 2 (dua) jenis bunga Rafflesia yaitu Rafflesia atjehensis di Lokop, Aceh dan Rafflesia Zollingeriana Koorders di Puger, Jember, Provinsi Jawa Timur sehingga kedua jenis bunga tersebut pada nama ilmiahnya ditambahkan nama Koorders (Kds) di belakangnya. Selengkapnya Bunga Rafflesia Warisan Kooders Masih Ada di Puger Sumber : Agus Ariyanto, S.Hut., M.Sc., Bagus Suseno, SP dan Sulis Kritianto - PEH Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Semangat Kemerdekaan Rimbawan Jawa Timur

Sidoarjo, 17 Agustus 2018. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur beserta UPT KLHK Jawa Timur wilayah Surabaya menggelar upacara peringatan HUT RI ke 73. “Kerja Kita Prestasi Bangsa” menjadi tema HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun ini. Inspektur dan petugas upacara berasal dari Balai Besar KSDA Jawa Timuggr. Pembagian hadiah perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 73 menjadi penutup rangkaian acara. “Kerja Kita Prestasi Bangsa” menjadi motivasi untuk lebih bekerja dengan sepenuh hati mendarma baktikan hasil kerja kita untuk bangsa, negara dan alam ciptaan Tuhan yang maha esa. Ingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan, saat nya “Apa yang bisa kita berikan untuk negara dan alam kita, bukan apa yang diberikan negara dan alam kita”. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Sang Merah Putih Berkibar di Gunung Bulusaraung

Pangkep, 17 Agustus 2018. Meriahkan hari jadi Kemerdekaan RI ke 73, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung gelar upacara bendera pagi hari di puncak Gunung Bulusaraung di ketinggian 1.353 mdpl. Adalah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I yang bekerja sama dengan Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong prakarsai upacara di lokasi yang tak lazim ini. “Kami meningkatkan layanan pengunjung tepat menjelang peringatan hari kemerdekaan bangsa ini. Membantu pendaki menyalurkan nasionalisme mereka sembari menikmati alam Indonesia yang indah” tutur Arman, Ketua KPE Dentong. Awalnya pendaki melakukan registrasi di pusat informasi taman nasional yang berada di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep sebagai desa terakhir sebelum memulai mendaki. Setelah itu pendakian ditutup sementara. “Penutupan sementara ini kami maksudkan untuk membatasi jumlah pendaki. Dengan begitu upacara bisa berjalan tertib,” terang Abdul Rasyid, Plh. Kepala SPTN Wilayah I. Jumlah pendaki yang berpartisipasi tak kurang dari 1.200 orang. Pendaki berasal dari kelompok pecinta alam baik dari siswa, mahasiswa hingga komunitas dari wilayah Pangkep, Maros dan Makassar. kelompok umur pendaki bervariasi mulai dari 13 tahun hingga 30-an tahun. Personil SPTN Wilayah I menjadi pelaksana upacara kali ini. SAR Pangkep, Puskesmas Pembantu Desa Tompobulu, dan Muspida desa ini turut membantu berjalannya ajang ini. Setelah upacara bendera, pendaki melakukan aksi bersih gunung seperti memungut sampah yang yang berserakan di atas puncak gunung. Pendaki juga membebaskan jalur pendakian hingga pos 9 dari sampah serta pos registrasi. Pukul 16.00 Wita petugas registrasi kemudian kembali membuka pendakian. Sumber: Erista Murpratiwi – Penyuluh Kehutanan Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Partisipasi Balai TN Gunung Merapi di Pameran Pembangunan 2018

Yogyakarta, 17 Agustus 2018. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali hadir di ajang Pameran Pembangunan 2018 yang diselenggarakan Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Yogyakarta. Pameran yang digelar dari tanggal 16 s/d 20 Agustus 2018 bertempat di Exhibition Hall Gedung Kotak Lt. I dan Area Play Ground/ Halaman Depan Taman Pintar Yogyakarta, diikuti instansi dan UKM di wilayah Yogyakarta. Balai TN Gunung Merapi mengusung tema wisata dan pemberdayaan masyarakat serta informasi perkembangan kegiatan pembangunan dan promosi potensi Taman Nasional Gunung Merapi. Informasi tersebut dikemas dalam bentuk miniatur Kalikuning Park, lukisan, poster, leaflet, buku, kipas, gantungan kunci, mug, puzzle, bantal kotak, bantal leher, awetan kijang, pulpen dan beberapa produk masyarakat lereng Merapi. Beberapa produk masyarakat yang disajikan diantaranya kopi Merapi (Arabica dan robusta), kopi Petruk, teh Turgo, teh mawar, kripik mawar, salak, dan olahan salak (manisan salak, jenang salak, seduhan biji salak dan geplak salak). Tak hanya itu, informasi melalui permainan disajikan dalam bentuk ayunan dengan background lukisan Merapi, kuis dan puzzle. Bagi pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan dan menyusun puzzle berhak mendapatkan hadiah. Ayunan setengah telor menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, mereka dapat berswafoto ataupun hanya merasakan bermain ayunan. Sebagai bentuk pelayanan kepada pengunjung, booth Balai TN Gunung Merapi juga menyajikan makanan dan minuman produk masyarakat. Sembari melihat, berdiskusi dan bermain puzzle, pengunjung dapat mencicipi makanan dan minuman produk masyarakat. Penyelenggaraan pameran ini dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 73 serta ajang promosi potensi daerah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang kinerja pembangunan Pemerintah DIY. Selain pameran visual, Pemerintah DIY memberikan beberapa pelayanan langsung kepada masyarakat seperti pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor se-DIY, SIM A, dan SIM C Kota Yogyakarta, donor darah, konsultasi kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Giat Perayaan “Kerja Kita Prestasi Bangsa” di TN Taka Bonerate

Jinato, Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 17 Agustus 2018. "Kerja Kita, Prestasi Bangsa" inilah tema Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73 tahun ini. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkannya, seperti halnya yang dilakukan Balai Taman Nasional Taka Bonerate (BTNTBR), mulai bersih pantai, transplantasi karang sampai pengibaran bendera di dasar laut. "Tahun ini kami memperingati hari Kemerdekaan dirangkaikan juga dengan Hari Konservasi Alam Nasional. Dilaksanakan di dua Seksi Pengelolaan, Pulau Tinabo dan Desa Jinato, mulai bersih pantai, Visit to School, Pembersihan Areal Transplantasi Karang, Transplantasi Karang sampai dengan pengibaran bendera di kedalaman 20 meter bersama Mahasiswa (UMI, UB dan UNPAD), Pegiat Wisata Himpunan Pramu Wisata Indonesia Cab. Kep.Selayar, Kelompok Model Desa Konservasi dan Lembaga Pegiat Lingkungan WCS_IP dan Pelajar" jelad Faat Rudhianto Kepala Balai TN. Taka Bonerate. Sebagai informasi, sebelum kegiatan bersih pantai dan transplantasi karang dilaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di halaman kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Jinato yang dipimpin Kepala SPTN Wilayah II Jinato Abdul Rajab. "Tujuan perayaan ini untuk menanamkan jiwa patriotisme dan jiwa menjaga kelestarian semangat pelestarian lingkungan" ucap Abdul Rajab. Dengan apa yang kita kerjakan di perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 ini, menjadi rangkaian kerja kita bersama untuk prestasi bangsa dan lingkungan kita tetap lestari. Sumber : Asri - PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Serentak, Upacara Bendera di Lima Tempat TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 17 Agustus 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melaksanakan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 di lima tempat. Kelima tempat tersebut di kantor Balai Besar TNBTS dengan pembina Upacara Kepala Balai Besar TNBTS Ir. John Kenedie M.M, Resort Ranu Pani dengan dengan Pembina Upacara Kepala Bidang PTN II Lumajang Ir. Gendreh Marawayan yang diikuti Petugas TNBTS, masyarakat dan perangkat Desa Ranu Pani. Tempat ketiga dan keempat di Ranu Kumbolo dan Kali Mati yang merupakan spot favorit pendakian Semeru di laksanakan oleh Petugas TNBTS dibantu mitra Gimbal Alas, Saver dan Mahasiswa ITN Malang serta diikuti seluruh para pendaki yang berada di lokasi tersebut, yang terakhir di Laut Pasir Bromo. John menyampaikan bahwa setiap tahun BBTNBTS selalu melaksanakan upacara di 5 tempat serentak yaitu : di kantor Balai TNBTS, di Ranu Pani, Ranu Kumbolo, Kali Mati dan Laut Pasir Bromo. Tema yang diusung dalam hari kemerdekaan RI yang ke 73 di tahun 2018 ini adalah “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. John Kenedie selaku pembina Upacara membacakan amanat Menteri Risert, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang intinya adalah kebanggaan akan stabilitas politik ekonomi dan sosial Indonesia; prestasi indonesia dalam dunia olahraga dan science; tantangan Indonesia ke depan yaitu : pemberantasan korupsi, daya saing industri, perubahan paradigma pendidikan tinggi agar mempu bersaing dalam hal data, teknologi dan human literation; serta harapan sebagai sebuah bangsa untuk terus bersama bergotong royong dan terus bekerja membangun riset dan menorehkan prestasi untuk memperkuat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Teruslah berkarya dan berprestasi karena Kerja Kita Prestasi Bangsa. Diakhir upacara diadakan foto bersama sebagai bentuk ikatan kebersamaan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Salak TN Gunung Leuser

Aceh Selatan, 17 Agustus 2018. Sekitar pukul 09.00 pagi tadi (17/8), Tim Smart Patrol Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) bersama dengan lembaga mitra LSM (WCS-IP) berhasil mengibarkan “Sang Merah Putih” di Puncak Gunung Salak, Gampoeng Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya Jum’at, (17/8). Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan Tim Smart patrol pada ketinggian 575 meter diatas permukaan air laut (mdpl) dengan jumlah personil 7 orang diantaranya 6 orang staf Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Aceh Barat Daya dan 1 orang anggota LSM WCS-IP. Upacara bendera ini sangat jauh berbeda dengan mereka yang berada di tengah pusat kota. Meski jauh dari peradaban tidak menyurutkan semangat para RIMBAWAN SEJATI untuk mengibarkan “Sang Merah Putih” tersebut. Berbekal seadanya peringatan detik – detik proklamasi kemerdekaan menggema dan bergelora. Polhut TN. Gunung Leuser, Suandi Selian, memaparkan bahwa, upacara pengibaran Sang Merah Putih itu mereka lakukan sebagai penghormatan terhadap para Pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan Ibu Pertiwi dari belenggu penjajahan. Sekarang sudah tugas kita Para Rimbawan untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan sebagai warisan para pejuang terhadap anak cucunya sesuai tema HUT RI Ke – 73, “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. “Kami mengapresiasikan diri sebagai bangsa yang kuat dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di tengah hutan belantara Tuhan yaitu di Puncak Gunung Salak” tambah Suandi. Punggungan Gunung Salak merupakan jalur patrol petugas lapangan dalam kegiatan perlindungan terhadap kawasan TN. Gunung Leuser di lingkup Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Tapaktuan, Aceh Selatan. Berdasarkan sejarah para pendahulu, daerah tersebut dulunya merupakan rute perjalanan para pejuang dalam merebut Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan penjajah, medan tempuh berupa sungai besar, tebing curam, lembah terjal danjalanan nan rapat serta menanjak menjadi suatu hal yang tidak mudah untuk dilalui, begitulah kilas balik sejarah para pejuang meraih kemerdekaan bangsa di masa itu. Sumber : Efa Wahyuni – Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Foto. Hema Juliadi
Baca Berita

Peringatan HUT RI ke 73, Bentuk ASN Balai TN Matalawa Bermartabat

Waingapu, 17 Agustus 2018. Detik - detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 dari Sumba Timur digelar di alun-alun depan rumah jabatan Bupati Sumba Timur. Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) turut hadir bersama Kepala Balai TN Matalawa Maman Surahman S.Hut., M.Si. Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si selaku pemimpin upacara menyatakan bahwa 73 tahun Indonesia merdeka merupakan rahmat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Capaian bangsa Indonesia saat ini tidak terlepas dari jasa para pahlawan yang gugur di medan perang demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Gidion juga menyampaikan bahwa sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia patut dipertahankan, wujud nyata yang dapat dilakukan oleh kita semua adalah mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif yaitu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah diemban oleh masing-masing individu. “Kerja Kita Prestasi Bangsa “ menjadi tema HUT RI tahun ini, dipilih karena bersamaan dengan momentum perjuangan atlet Indonesia dalam perjuangan mengaharumkan bangsa Indonesia dalam perhelatan Asian Games. Para atlet yang berjuang di Asian Games merupakan cerminan yang dapat ditiru yaitu mengharumkan bangsa Indonesia. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Upacara Peringatan HUT RI ke 73 Rimbawan Yogyakarta

Yogyakarta, 17 Agustus 2018. Upacara Hari Kemerdekaan RI UPT Kementerian LHK di Yogyakarta di Pusatkan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY, bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY Ir. R. Sutarto, MP dengan peserta dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Perhutani Regional Jateng-DIY, B2PBPTH, BPKH Wilayah XI, BKSDA DIY, BPDAS SOP, dan P3EJ Jawa-Bali. Tepat pukul 07.30 WIB Upacara Bendera dimulai, dalam amanatnya Inspektur Upacara membacakan intisari sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke-X bahwa momen Asian Games mengambil tema Energy of Asia, maka diharapkan perayaan HUT RI ke-73 dapat menjadi Energy of Indonesia untuk menuju masyarakat Yogykarta yang lebih sejahtera dan berkeadilan dalam suasana guyub-rukun aman dan damai. Pada rangkaian Upacara juga dilakukan acara Penyematan Anugrah Tanda Kehormatan Penghargaan Satya Lencana Karya 2018 yang diberikan kepada para PNS yang telah bekerja lebih dari 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Momentum peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 yang mengusung tema Kerja Kita Prestasi Bangsa berdekatan dengan event Asian Games ke-18. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Sensasi Upacara di Danau Vulkanik Tertinggi se-Asia Tenggara

Sungai Penuh, 17 Agustus 2018. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengadakan upacara peringatan HUT RI ke 73 di puncak Danau Gunung Tujuh, dengan ketinggian 1.996 mdpl. Ini merupakan danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Upacara dipimpin Kepala Balai Besar TNKS, Tamen Sitorus dengan peserta upacara pejabat struktural eselon III dan IV lingkup kantor BBTNKD di Sungai Penuh, perwakilan staf balai dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kerinci. Juga hadir Masyarakat Mitra Polhut (MMP), mitra Fasilitator Desa Koordinator Kluster (FDKK) FP2 serta pengunjung danau tujuh yang berada di lokasi upacara. Meski dengan perlengkapan sederhana, upacara berlangsung khidmat dan Kepala Balai Besar TNKS menyempatkan diri beramah tamah serta berdiskusi ringan dengan FDKK dan memberikan arahan untuk percepatan kegiatan role model TNKS. Tidak lupa Pak Tamen unjuk keberanian mencoba bersampan di danau Gunung Tujuh tersebut. Sumber : Humas Balai Besar TN Kerinci Seblat Foto: Dedi 2018
Baca Berita

Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan Semarakkan Peringatan HUT RI 73 dan HKAN TN Bukit Barisan Selatan

Kotaagung, 17 Agustus 2018. Balai Besar TNBBS menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera memperingatiHari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 73 dengantema “Kerja Kita Prestasi Bangsa”, di halaman Kantor Balai Besar TNBBS Kotaagung, Upacara ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kantor Balai BesarTNBBS; perwakilan Bidang Wilayah Pengelolaan TN; PegawaiPemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) dan mitra strategisBalai Besar TNBBS. Plh Kepala Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto, S.Si.,M.Pmengatakan bahwa Upacara Pengibaran Bendera ini merupakan acara puncak peringatan HUT RI ke 73. Sehari sebelumnya yaitu tanggal 16 Agustus 2018, Balai Besar TNBBS melaksanakan Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan yang merupakan rangkaian peringatan HUT RI ke 73 dan HKAN Tahun 2018, bersama mitra kerja antara lain : RPU YABI; WCS – IP; UNDP Tiger Project dan Repong Indonesia. Bakti Sosial dengan membagikan 60 paket alat tulis pada siswa SD Negeri 3 Sedayu dan 40 paket alat tulis pada siswa SD Negeri 2 Sukaraja Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Setelah pelaksanaan Bakti Sosial, kegiatan dilanjutkan dengan Bersih Lingkungan di ruas Jalan Sanggi – Bengkunat, yang merupakan Jalan Negara dan berada di dalam kawasan TNBBS. Dalam aksi bersih lingkungan ini, peserta aksi yang berjumlah ± 90 orang berhasil mengumpulkan sampah non organik yang ditemui di kiri dan kanan ruas jalan, sebanyak 150 karung dengan taksiran berat ± 900 Kg. “Bakti Sosial kita selenggarakan dalam rangkamemperingati HUT RI ke 73 dan HKAN 2018, dan sekaliguskita mengsosialisasikan keberadaan TNBBS beserta program konservasinya pada generasi muda usia dini, karena di pundakmerekalah nantinya, upaya mencapai cita – cita bangsa akandilanjutkan, khususnya dalam mengsukseskan program konservasi alam nasional” Ujar Heru. “Sebagai aksi nyata dalam memperingati HKAN 2018, kitalakukan aksi Bersih Lingkungan bersama mitra kerja BalaiBesar TNBBS dan Saka Wanabakti Balai Besar TNBBS.Keberadaan Jalan Negara yang memotong kawasan TNBBS, menimbulkan beberapa dampak negatif, diantaranya adanyasampah di sisi kiri dan kanan ruas jalan Sanggi – Bengkunat.Upaya lanjutan yang akan kita lakukan dalam mengatasipermasalahan sampah ini, dengan memasang papan laranganmembuang sampah yang ditujukan pada masyarakat penggunajalan” tambah Heru. Selain kegiatan Bakti Sosial dan Bersih Lingkungan, BalaiBesar TNBBS melakukan Penggalangan Dana Peduli BencanaLombok dan menyelenggarakan perlombaan lingkup Balai Besar TNBBS, antara lain Tenis Meja; Bulu Tangkis; Tarik Tambang; Sepak Bola; Gaple dan Catur. Dengan adanyakegiatan ini, diharapkan dapat memupuk rasa persaudaraan danmeningkatkan jiwa korsa pada seluruh jajaran Balai BesarTNBBS. “Kerja Kita Prestasi Bangsa” Hari Konservasi Alam Nasional 2018 Semangat hu ha..! Sumber : Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Launching Ekowisata Bersama Masyarakat Ditengah Semangat Kemerdekaan

Minahasa, 16 Agustus 2018. Pantai Tandusang Tanjung Kelapa Poopoh menjadi tempat peluncuran (Launching) Role Model Balai Taman Nasional Bunaken “Ekowisata Bersama Masyarakat”. Berbagai perwakilan Pemerintah dan masyarakat, turut hadir seperti Lantamal VIII, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Sekretaris Kecamatan Tombariri, BPSPL Makassar-Satker Manado, Hukum Tua Poopoh selaku tuan Rumah acara serta Tokoh agama. Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si Kepala Balai Taman Nasional Bunaken menyampaikan bahwa ini untuk memacu kesiapan kelompok Cahaya Trans dan Desa Poopoh dalam mengembangkan ekowisata, kedepan tentunya desa sangat berperan penting dalam berbagai aspek pengembangan. “Kami berharap berbagai potensi yang ada akan dapat diangkat dan sumber penghidupan untuk masyarakat” lanjut Farianna. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Minahasa Ir. Diane Najoan mengatakan bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken khususnya Poopoh memang diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. “Kami sangat bersyukur dengan terlaksananya acara, ini merupakan awal dari agenda dan program ekowisata kedepan, serta harapan besar kepada masyarakat untuk dapat mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi persaingan di era global” tambah Diane. Beberapa perlombaan juga digelar seperti lomba goyang tobelo, lomba balap karung, lomba lari kelereng dan menggambar untuk anak SD. Seluruh hadirin undangan dan masyarakat beserta peserta lomba goyang tobelo, berjoget bersama sebagai penanda telah diluncurkannya kegiatan Role Model Ekowisata Bersama Masyarakat di Desa Poopoh. Sumber : Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - PEH pada Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Kentawan

Lumpangi, 17 Agustus 2018. Untuk Eksplorasi kawasan & memperingati hari kemerdekaan RI ke-73, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I melakukan ekspedisi ke CA. Gunung Kentawan pada tanggal 16-17 Agustus 2018. Kegiatan eksplorasi ini di mulai dari Dusun Muara Kitar naik ke puncak Gunung Kentawan kemudian mengibarkan bendera merah putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian turun di Desa Hulu Banyu. Eksplorasi ini di pimpin langsung Kepala SKW I Mirta Sari. Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan rasa kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia dan mempersatukan tekad guna mempertahankan kawasan konservasi yang ada di Indonesia. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Mahrus Aryadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan Slogan Salam BEKANTAN, yaitu BEkerja Ikhlas untuk Konsevasi Alam Nusantara dan kemaslahaTAN. Mahrus juga memberikan selamat kepada Tim SKW I yang telah menggagas dan melaksanakan aksi heroik ini. Cagar Alam Gunung Kentawan merupakan gugusan pegunungan Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdiri dari tiga gunung yaitu Kentawan Laki, Kentawan Bini & Kentawan Anak, kawasan ini yang paling unik diantara kawasan meratus yg lain karena terbentuk dari batuan karst, memiliki fungsi hidrologis wilayah Kalimantan Selatan. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 7.201–7.216 dari 11.140 publikasi