Senin, 25 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Peringati HCPSN 2024, BBKSDA dan BPDAS Sumut Lakukan Sosialisasi dan Penanaman Pohon

Pancur Batu, 7 November 2024. Bertepatan tanggal 5 November 2024, bertempat di Rumah Kayu Alam Jaya, Desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dilaksanakan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2024. Berbagai rangkaian kegiatan yang digagas oleh Wakil Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP., seperti pelepasan 1200 ekor anak Ikan Jurung ke Sungai Belawan, penanaman pohon produktif dan sosialisasi HCPSN. Acara diikuti lebih 200 orang peserta yang berasal dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, BPDAS Wampu Sei Ular, Pemerintahan Desa Tuntungan II dan Kecamatan Pancur Batu, Komunitas Pencinta/Pengelola Lingkungan (Forum DAS Belawan), Angota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Klinik Reboisasi, tokoh masyarakat dan akademisi (dosen serta mahasiswa) USU dan UINSU, mahasiswa UNUSU dan ITSI, Forum DAS Sumataera Utara. Pada peringatan ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkesempatan mensosialisasikan tentang konservasi khususnya Puspa (tumbuhan) dan Satwa Nasional yang disampaikan oleh Fitri Noor Ch., S.Hut., MP. Sosialisasi Peringantan HCPSN sangat penting agar peserta mengetahui makna Peringatan HCPSN yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993. tentang Satwa dan Bunga Nasional. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kader Konservasi Sumut Ikuti Pelatihan Jurnalisme Lingkungan di HCPSN 2024

Hamparan Perak, 8 November 2024. Lembaga Sahabat Alam Lestari (SALi) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalisme Lingkungan di Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Washliyah, Dusun III Desa Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa dan Rabu (5 dan 6/11). Kegiatan ini merupakan Small Project dari YOSL-OIC (Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre) bekerjasama dengan Voice of Forest, WALHI Sumatera Utara dan Pengurus MIS Al-Washliyah Desa Klumpang Kampung. Nurhabli Ridwan, Kader Konservasi Alam (KKA) binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang juga alumni Green Leadership Indonesia Bacth 1 serta aktivis Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi (GRAS) mendapat kehormatan dan kesempatan mengikuti kegiatan pelatihan ini. Ketua SALi, Rasta Mulk Hajar menyampaikan Dusun III Desa Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang dipilih sebagai lokasi pelatihan mengingat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat rendah. Di sekitar lokasi terdapat sungai yang sudah terkontaminasi dengan air limbah pabrik, sehingga ikan-ikannya tidak layak dimakan. Hal ini tentu menarik untuk dijadikan bahan liputan para peserta pelatihan, Sebagai agen perubahan dan pembentuk opini publik, peserta dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat. Ketua Panitia, Muhammad Maulana Akbar, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2024. Selain kegiatan Pelatihan Jurnalisme Lingkungan juga diisi dengan kegiatan malam kreasi seni serta penanam pohon bersama siswa dan guru MIS Al-Washliyah Desa Klumpang Kampung. Setelah pelatihan selesai, akan ada beasiswa liputan untuk peserta terpilih yang memiliki kompetensi dan diharapkan dapat menjadi langkah awal peserta untuk lebih mendalami Jurnalisme Lingkungan sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Kegiatan ini di mulai dengan Sosialisasi Program pada Minggu (3/11) di Degil House yang di hadiri oleh peserta pelatihan. Kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Jurnalisme Lingkungan yang berlangsung selama 2 hari yaitu Selasa - Rabu, (5-6/11) di MIS Al-Washliyah Desa Klumpang Kampung, dengan mengusung tema For Our Future, In Our Nature. Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari 20 lembaga Pers Mahasiswa dan beberapa organisasi penggiat lingkungan dari berbagai perguruan tinggi di Medan. Materi pelatihan di hari pertama membahas tentang “Adaptasi Perubahan Iklim” yang disampaikan narasumber Fhiliya Himasari, Knowledge Management & Program Manager WALHI Sumut, kemudian dilanjutkan dengan materi “Jurnalisme Lingkungan” oleh narasumber Prayugo Utomo, Co Founder Voice of Forest. Di hari kedua dilanjutkan dengan materi “Teknik Menulis Berita dan Jurnalisme Data” oleh narasumber Arifin Al Alamudi, jurnalis IDN Times Sumut. Sebagai Kader Konservasi Alam dan juga alumni Green Leadership Indonesia Bacth 1 Nurhabli Ridwan merasakan manfaat dari kegiatan ini. Apalagi isu tentang perubahan iklim krusial dan hangat saat ini sehingga sangat urgen untuk ditulis atau dipublikasikan melalui berbagai media sebagai bahan edukasi (pendidikan) dan awareness (penyadaran) bagi masyarakat Di malam kreasi dan seni Nurhabli Ridwan juga membacakan puisi yang di tulis/karya sendiri berjudul “Keanekaragaman Hayati Negeri Ini”, guna memberi semangat dan dan inspirasi bagi peserta dalam memeriahkan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2024. Salam konservasi! Sumber : Nurhabli Ridwan (Kader Konservasi Alam dan alumni Green Leadership Indonesia Batch 1) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Optimalisasi Pelayanan Wisata Alam melalui Implementasi E-ticketing di TWA Lejja

Kabupaten Soppeng, 7 November 2024. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan dan mendampingi Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK) melaksanakan kunjungan kerja di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, pada 6-7 November 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan dan pengembangan wisata alam di TWA Lejja serta mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2024 tentang jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kepala Balai Besar KSDA dan Direktur PJLKK meninjau fasilitas dan layanan yang tersedia di TWA Lejja, termasuk mencoba terapi air panas alami yang menjadi daya tarik utama di kawasan tersebut. Upaya ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi para pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di Sulawesi Selatan. Selain itu, kunjungan ini juga meninjau kesiapan sarana prasarana untuk mendukung penerapan sprogram E-Tiketing terintegrasi , sebuah inisiatif dari yang digalakan Menteri Kehutanan yang baru untuk dalam mengoptimalkan layanan wisata alam. E-Tiketing diharapkan mampu mempermudah proses reservasi dan pembayaran tiket masuk secara digital, meningkatkan transparansi transparasi PNBP, serta mempercepat akses menikmati objek wisata alam bagi wisatawan, serta . Dengan sistem tiket elektronik, wisata alam di Indonesia diharapkan dapat lebih mudah diakses dengan sistem pembayaran yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Implementasi E-Tiketing ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelayanan wisata alam yang dicanangkan pemerintah. Di TWA Lejja, sistem ini diharapkan dapat mendukung penerapan PP No. 36 Tahun 2024 dengan efektif dan effisien , memastikan tarif yang berlaku sesuai regulasi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan wisataTWA. Kunjungan ini menegaskan komitmen Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mewujudkan wisata alam yang profesional, modern, dan berkelanjutan, yang mendukung pelestarian lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah dan masyarakat lokal. Sumber Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Lepasliar Satwa dan Tantangannya

Lutung Kelabu (Presbitis melalophos) dilepasliarkan Kepala Balai Besar KSDA Sumut di Kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, pada HCPSN 2024 Medan, 6 November 2024. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) kembali diperingati dan dirayakan. Tahun ini mengusung tema “Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia Untuk Masa Depan Berkelanjutan”. Banyak aktivitas yang dilakukan untuk memperingatinya, diantaranya yang kerap dan relevan dilakukan adalah kegiatan pelepasliaran satwa. Kegiatan ini tentunya dimaksudkan bukan hanya untuk mengembalikan satwa ke habitatnya, tetapi yang terutama dan utama adalah agar satwa tersebut bisa hidup dan berkembang biak secara alami sehingga terjaga kelestariannya dan terhindar dari kepunahan. Kegiatan lepasliar satwa khususnya jenis yang dilindungi di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara sejatinya menjadi agenda rutin tahunan bukan hanya dalam rangka peringatan HCPSN. Tercatat sedikitnya ada 8 (delapan) kegiatan pelepasliaran yang dilakukan sepanjang tahun 2024 (sampai dengan tanggal 5 November2024), sebagaimana diuraikan berikut ini. Pelepasliaran pertama dilakukan pada tanggal 6 Maret 2024, terhadap 2 (dua) ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) “Ambar Goldsmith” dan “Beru Situtung”, setelah sebelumnya menjalani rehabilitasi di Suaka Satwa (Sanctuary) Harimau Sumatera Barumun Nagari akibat korban interaksi negatif dengan masyarakat. Lepasliar dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. di zona inti Blok Hutan Lubuk Tanggok Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Pelepasliaran kedua dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2024, dimana 1 (satu) individu Kukang (Nycticebus coucang) hasil penyerahan warga dilepasliarkan di Hutan Lindung Batang Toru Blok barat, Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2024, dilakukan pelepasliaran 1 (satu) individu Tuntong Laut (Batagur borneonsis) di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut. Berlanjut pelepasliaran keempat dilaksanakan pada tanggal 9 September 2024, 1 (satu) ekor Beruang Madu (Helarctus malayanus) “Hercules” yang sebelumnya menjadi korban jerat di perkebunan di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, dilepasliarkan ke Kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Leuser. Selanjutnya pada tanggal 30 September 2024, 2 (dua) individu Kukang (Nycticebus coucang), 1 ekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis), 2 (dua) ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dan 2 (dua) ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) hasil dari penyerahan masyarakat dan dari Taman Nasional Gunung Leuser Resort Bekancan, dilepasliarkan di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike. Masih pada tanggal 30 September 2024, 1 (satu) ekor Trenggiling (Manis javanica) hasil penyerahan warga dilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Batang Toru Blok Barat, Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kemudian pada tanggal 29 Oktober 2024, 4 (empat) individu Baning Coklat (Manouria emys) serta 1 (satu) ekor Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) dimana keempat Baning Coklat hasil penyerahan warga, sedangkan Rangkong Badak hasil penindakan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dilepasliarkan di Kawasan Aras Napal 242, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Terakhir, tepat pada tanggal 5 November 2024 dalam rangka memperingati HCPSN, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani, S.Hut., M.AP., M.Env. melakukan pelepasliaran 1 (satu) ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster) dan 1 (satu) ekor Lutung Kelabu (Presbitis melalophos) di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut, tepatnya di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Namun pelepasliaran bukanlah upaya akhir. Tentunya masih ada langkah-langkah lanjutan yaitu memastikan bahwa satwa liar tersebut benar-benar nyaman di habitatnya. Perilaku dan perlakuan selama masa dalam karantina serta rehabilitasi sedikit banyak mempengaruhi kemampuan satwa dalam beradaptasi di habitat yang sesungguhnya yang punya karakteristik dan tantangan tersendiri. Baning Coklat yang dilepasliarkan di Aras Napal 242, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat Oleh karena itu, tugas selanjutnya adalah memantau dan memastikan bahwa satwa liar tidak akan kembali lagi ke kebiasaan lamanya yaitu menyambangi permukiman warga dan melakukan interaksi negatif dengan warga. Mengapa ini perlu terus menerus diingatkan, karena dalam banyak kasus, peristiwa kembalinya satwa liar yang telah dilepasliarkan masih kerap terjadi dan lagi-lagi berinteraksi negatif (berkonflik) dengan warga sampai menimbulkan korban jiwa. Yang juga perlu diseriusi adalah pengawasan terhadap kegiatan pemasangan jerat dan perburuan liar. Tidak ada garansi bahwa satwa yang dilepasliarkan akan aman dari perburuan. Sepanjang pengawasan terhadap kegiatan illegal ini tidak dilakukan secara ketat dan maksimal, ditambah lagi sumber pakan di habitatnya tidak mencukupi, sangat besar peluangnya satwa akan menjadi korban jerat atau perburuan. Akhirnya, momentum peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2024 menjadi bahan evaluasi dan perenungan bersama, agar kedepannya kegiatan pelepasliaran yang akan direncanakan dan dilakukan benar-benar memberi manfaat bagi kesejahteraan dan kelestarian satwa liar di habitat alaminya, sehingga “Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia Untuk Masa Depan Berkelanjutan” dapat diwujudkan. Salam Lestari …. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Rimbawan Mengajar Kembali Menyapa

Kediri, 1 November 2024. Rimbawan mengajar yang dilaksanakan oleh Seksi KSDA Wilayah I kembali digelar, kali mereka menyapa para murid SDN Mojoroto 3, Kota Kediri 1 November 2024. Kali ini tim turut mengundang WWI (Wild Water Indonesia) Kabupaten Kediri untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya melestarikan ikan-ikan lokal di Kediri. ⁠Selain pengenalan profil BBKSDA Jawa Timur serta profesi jabatan fungsional PEH dan Polhut, tim juga memberikan materi tentang pengelolaan hutan dan fungsinya. Pada kesempatan itu juga dibahas mengenai satwa liar dan manfaatnya, rantai makanan, dan praktikum terjadinya banjir. Tak bosan, tim selalu mengajak siswa untuk ikut menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati yang ada. Agar kegiatan sosialisasi lebih menarik antusias para siswa, tim rimbawan mengajar memberikan hadiah bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan yang diberikan. Hadiah tersebut berupa botol minum dan gelas kecil berbahan stainless steel yang berstiker Rimbawan Mengajar - BBKSDA Jawa Timur. Tak lupa diputar juga video kampanye mengenai pelestarian burung. ⁠Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di sekolah ini. Beliau juga menginginkan keberlanjutan dari program Rimbawan Mengajar di masa depan untuk siswa-siswa yang lain. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pemusnahan Arsip Inaktif Mengurangi Beban Penyimpanan

Makassar, 1 November 2024 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) memusnahkan arsip inaktif, Kamis (31/10). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.11675 Tahun 2024 tentang Penetapan Arsip yang Dimusnahkan. Sebanyak 527 bundel arsip inaktif yang telah dimusnahkan, antara lain berkas keuangan, surat masuk, surat keluar, dan laporan kegiatan dari rentang waktu tahun 2004 hingga 2013. Pemusnahan arsip ini dilaksanakan dengan mempedomani Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusutan Arsip, dengan tujuan untuk mengurangi beban penyimpanan arsip yang telah habis masa retensinya dan secara administratif, hukum maupun historis tidak memiliki nilai guna. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dihancurkan dengan alat penghancur kertas secara teliti, cermat dan diawasi oleh petugas terkait. Arsiparis BBKSDA Sulsel sebanyak 4 (empat) orang bertindak sebagai pelaksana, diawasi Arsiparis Ahli Madya dari Biro Umum, Elya Kadarwati, S.Sos. dan Auditor Penyelia dari Inspektorat Jenderal KLHK , Jhony Latuaga, A.Md. yang bertindak sebagai saksi. Sebelum pemusnahan, seluruh arsip yang akan dimusnahkan telah diperiksa secara menyeluruh oleh saksi untuk memastikan kelayakan dan kepatuhan proses. Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Jusman, pada saat mengikuti kegiatan pemusnahan arsip menyampaikan: “Pemusnahan arsip yang sudah tidak relevan tidak hanya merampingkan ruang penyimpanan, namun juga memperkuat keamanan data organisasi. Hal ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip, yang pada gilirannya mendukung kinerja organisasi agar lebih optimal”. Kegiatan pemusnahan arsip inaktif diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Eksekusi Pemusnahan oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sulsel, Dr. Fifin Nopiansyah, S.Hut., M.P., Arsiparis BBKSDA Sulsel serta saksi dari Biro Umum dan Inspektorat Jenderal KLHK. BBKSDA Sulsel berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan penyusutan arsip secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dilaksanakan dalam rangka pengelola kearsipan yang tertib dan mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.47/K.8/TU/Humas/11/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Visit to School SMPN 1 Kelumpang Selatan, Wujud Sosialisasi dan Penyadartahuan Pentingnya Konservasi

Kotabaru, 31 Oktober 2024 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA KALSEL) bekerja sama dengan PT Arutmin Indonesia melalui tim pelaksana lingkup Seksi Konservasi Wilayah III melaksanakan kegiatan Visit to School, sebagai wujud sosialisasi dan penyadartahuan akan pentingnya konservasi dan fungsi hutan sejak dini kepada anak-anak sekolah. Bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kelumpang Selatan, Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan, kegiatan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru dan 150 siswa-siswi yang terdiri dari 6 (enam) kelas. Kegiatan diawali dengan seremonial yang dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah Drs. Sugito terkait kegiatan Visit to School dan dibuka langsung oleh Bapak Nikmat Hakim Pasaribu S.P.,M.Sc. selaku Kepala SKW III Batulicin. Materi yang disampaikan tentang pengenalan BKSDA dan tinjauan umum tentang ekositem dan Bina Cinta Alam. Materi diberikan langsung oleh Bapak Nikmat Hakim Pasaribu S.P.,M.Sc seputar dasar-dasar konservasi, jenis satwa-satwa dan tanaman yang dilindungi, pentingnya hutan mangrove dan beberapa kegiatan yang dilaksanakan PT. Arutmin Indonesia bekerja sama dengan BKSDA KALSEL sebagai bentuk kepedulian corporate terhadap kehidupan sosial dan lingkungan. Pemberian materi kedua diberikan oleh Siti Zakiah, S.Hut selaku penyuluh Kehutanan dengan judul materi Upaya Konservasi di Kehidupan Sehari-Hari. Tidak hanya pemeberian materi-materi terkait konservasi, kegiatan ini juga diisi dengan game, Ice Breaking dan sesi pertanyaan yang bertujuan untuk menciptakan keakraban antara peserta dan peserta, saerta peserta dan tim BKSDA KALSEL. Ucapan terima kasih dari Pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala Sekolah Bapak Drs. Sugito atas kunjungan BKSDA KALSEL, serta berharap semoga kegiatan ini terus berkelanjutan. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi bekal mereka untuk menjaga lingkungan dan dapat berpartisifasi dalam perlindungan lingkungan. (Ryn) Sumber : Siti Zakiah, S.Hut. (Penyuluh SKW III Batulicin) dan Sarah Damayanti N., S.Hut. (Penyuluh SKW III Batulicin) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Dinas Damkar Kota Tebing Tinggi Serahkan Monyet Ekor Pendek

Monyet ekor pendek saat akan dievakuasi Medan, 4 November 2024. Bermula dari laporan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tebing Tinggi kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tentang adanya 1 (satu) ekor Monyet Ekor Pendek yang akan diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selanjutnya, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra Yayasan Scorpion Indonesia segera menyambangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebing Tinggi pada Sabtu, 2 November 2024. Dalam keterangannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, satwa liar tersebut sebelumnya masuk ke pemukiman rumah warga dan mengganggu. Khawatir jatuh korban, warga kemudian melaporkannya ke petugas Dinas Damkar Kota Tebing Tinggi untuk segera ditangkap dan diamankan. Petugas Damkar akhirnya berhasil menangkap monyet tersebut. Usai menandatangani berita acara serah terima, monyet ekor pendek, berkelamin jantan dan dewasa, dalam keadaan terluka ringan di tangannya akibat sengatan listrik tapi masih dalam keadaan/kondisi segar, segera dievakuasi petugas dan dititipkan di Yayasan Scorpion Indonesia, guna dilakukan observasi pemeriksaan kondisi kesehatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Petugas Damkar menyerahkan monyet ekor pendek kepada petugas BBKSDA Sumut Sumber : Joni Agustinus Pasaribu, SP. (Polhut Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Saat Patroli Pengamanan Hutan, Warga Serahkan Lutung

Desa Ramba Sihasur, 4 November 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok melaksanakan giat Patroli Pengamanan Hutan secara kolaborasi dengan KPH X Padang Sidempuan, Lembaga mitra Yayasan Ekosistem lestari (YEL)-SOCP dan masyarakat di Kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok, dari tanggal 25 s/d 31 Oktober 2024. Berbagai fakta dan data ditemukan, diantaranya penggunaan lahan di APL yg ditanami tanaman jenis Eukaliptus, perjumpaan beberapa jenis satwa jenis Elang dan Binturong, tanda-anda satwa, seperti : tapak satwa dan sarang orangutan di beberapa tempat, fitur alami, serta tumbuh-tumbuhan. Menariknya, masih dalam giat patroli pengamanan hutan tersebut, Tim menerima penyerahan satwa jenis Lutung (Trachypithecus) dari warga Desa Ramba Sihasur. Satwa liar ini terlihat dalam kondisi tidak sehat, dikarenakan tidak bisa berdiri untuk menggerakkan kakinya Menurut keterangan warga satwa anakan ini ditemukan di kebun diduga terjatuh dari pohon. Tim kemudian mengevakuasi Lutung tersebut dan menitipkannya ke Lembaga mitra Yayasan Scorpion Indonesia untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi. Warga yang menyerahkan Lutung kepada petugas Lutung merupakan jenis satwa langka, yang berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa termasuk dalam jenis yang dilindungi. CITES memasukkannya dalam kategori Appendix II, sedangkan IUCN menetapkan jenis ini termasuk Vurnerable atau rentan kepunahan. (https://ppid.menlhk.go.id) Penyerahan Lutung ini merupakan bentuk kesadaran warga dalam mendukung upaya penyelamatan satwa liar dilindungi di momentum road to Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2024. Sampai kegiatan patroli pengamanan hutan berakhir, Tim tidak menemukan kerusakan atau aktivitas/gangguan yang ada di dalam Kawasan Cagar Alam Dolok Sipirok. Sumber : Mahdin Oloan Situmorang – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Puluhan Satwa Liar Kembali ke Papua

Sanca hijau (Morelia viridis), satwa liar endemik Papua translokasi dari BBKSDA Sulawesi Selatan pada 4 November 2024. Foto: Dok. BBKSDA Papua. Jayapura, 4 November 2024Balai Besar KSDA Papua menerima 75 individu satwa liar translokasi dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Satwa-satwa tersebut tiba di Jayapura, Papua, pada Senin (4/11/2024), terdiri atas 41 ular sanca hijau (Morelia viridis), 1 ular sanca bibir putih (Bothrochilus albertisii), 20 ular boa pohon papua (Candois carinata), kadal lidah biru (Tiliqua sp.), 4 biawak ekor biru (Varanus doreanus), dan 1 biawak hijau (Varanus prasinus). Pada Berita Acara Serah Terima Satwa tertera, bahwa puluhan satwa Papua tersebut merupakan hasil patroli peredaran satwa liar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Kota Makassar, pada 12 Oktober 2024, oleh Satgas Pengamanan Pelni Lantamal VI Kota Makassar. Sebelum translokasi, satwa-satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi di kandang transit. Berdasarkan keterangan dari pihak BBKSDA Makassar, semua satwa dinyatakan sehat dan siap melakukan penerbangan dari Makassar ke Jayapura dalam waktu sekitar 3 jam di udara. Kepala Kandang Transit Satwa BBKSDA Papua, La Ode Irianto Subu, menyatakan bahwa setibanya di Jayapura, semua satwa mendapatkan perawatan di kandang transit BBKSDA Papua. “Kami akan terus pantau satwa-satwa tersebut selama menjalani masa habituasi, sampai semuanya siap dilepasliarkan ke habitat alaminya,” kata La Ode. Sementara itu, Kepala BBKSDA Papua, A. G. Martana, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlinat dalam translokasi satwa ini. “Tentunya berkat kerja sama semua pihak sehingga translokasi satwa ini dapat terlaksana. Sebenarnya translokasi satwa termasuk peristiwa yang kita sayangkan karena masih terjadi pelanggaran terhadap satwa liar. Namun, kita juga patut bersyukur karena pada akhirnya semua satwa tersebut dapat dikembalikan ke tempat asalnya, yaitu tanah Papua,” ungkap Martana. Lebih lanjut Martana mengimbau semua pihak agar bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga satwa liar Papua karena setiap jenis satwa tersebut memiliki fungsi di alam, yang tidak dapat tergantikan. (dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua: 0823 9770 9728
Baca Berita

Road to HCPSN 2024, BBKSDA Sumut Lepasliarkan 5 Individu Satwa Liar

Rangkong Badak salah satu satwa yang dilepasliarkan Medan, 30 Oktober 2024. Road To Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pelepasliaran 5 (lima) individu satwa liar yang dilindungi undang-undang, masing-masing : 1 (satu) ekor Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) dan 4 (empat) individu Baning Cokelat (Manouria emys), di areal Aras Napal 242, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Selasa (29/10). Kegiatan dipimpin langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amenson Girsang, SP., MH., dan disaksikan jurnalis serta pegawai Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Amenson Girsang dalam penjelasannya kepada awak media, bahwa kelima individu satwa liar ini merupakan hasil penyerahan masyarakat serta hasil penindakan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara bersama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan sebelum dilepasliarkan telah menjalani proses perawatan dan rehabilitasi masing-masing di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit dan di kendang transit Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. 4 (empat) individu Baning Coklat yang dilepasliarkan Saat ditanya awak media, apa alasan dan pertimbangan pemilihan tempat Aras Napal 242 sebagai lokasi pelepasliaran, Amenson Girsang menjelaskan, bahwa kawasan ini merupakan habitat dari ke 5 satwa liar tersebut. Aras Napal 242 dengan tutupan berupa hutan tropis, memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi. Areal ini juga merupakan rumah bagi 3 satwa key species, yaitu : Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae). Terdapat juga berbagai satwa eksotik lainnya, seperti : Kukang, Trenggiling, Beruang Madu, Elang Brontok, dan berbagai jenis burung lainnya. Kelima individu satwa liar yang dilepasliarkan tersebut menurut IUCN Red List masuk dalam status Critically Endangered (CR). Sebelum dilepasliarkan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kondisi Kesehatan oleh Tim medis Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Amenson Girsang saat diwawancarai awak media “Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang menyerahkan satwa liar yang dilindungi dan sekaligus menghimbau kepada siapa saja yang masih memiliki atau memelihara satwa-satwa liar dilindungi lainnya, agar segera menyerahkan ke kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara atau petugas kami terdekat. Kami memastikan satwa-satwa tersebut akan kami kembalikan ke habitatnya agar terjamin kelestariannya,” ujar Amenson Girsang. Sumber : Parlindungan Sinaga, S.Kom. dan Evansus Renandi Manalu (Tim Humas) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

5 Lutung Dilepasliarkan, Begini Ceritanya

Malang, 28 Oktober 2024. Adalah Bella, Sarah, Tejo, Supri, dan Yudi, 5 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yang dilepasliarkan pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) beserta Javan Langur Centre - The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) di Cagar Alam Pulau Sempu – Kabupaten Malang, 28 Oktober 2024. Yup, pelepasliaran ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda! Kelima lutung tersebut merupakan hasil dari penegakkan hukum tahun 2023 di beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Probolinggo. Nyaris 2 tahun lutung-lutung tersebut menjalani masa rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa di Coban Talun, Kota Batu. Selama waktu itu juga mereka menjalani perawatan terlebih dahulu, agar terbebas dari berbagai penyakit bawaan atau yang tertular dari manusia (zoonosis). Menurut Iwan Kurniawan, Manajer JLC-TAFIP, pemberian pelatihan perilaku untuk kelima lutung melalui kegiatan pengkayaan lingkungan (environmental enrichment), hal ini diharapkan dapat membangkitkan naluri lutung untuk berperilaku alami. “Ada 3 unsur penting dalam proses rehabilitasi lutung ini, yakni adaptasi lingkungan, adaptasi pakan, dan adaptasi sosial, sebelum lutung dinyatakan layak untuk dilepasliarkan”, imbuh Iwan. Kelima lutung juga menjalani masa habituasi selama beberapa hari di Cagar Alam Pulau Sempu sebelum dilepasliarkan. Proses ini dilakukan dalam kandang pelepasan yang terbuat dari bahan jaring polinet. Habituasi ini memiliki tujuan untuk membantu lutung beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dihubungi terpisah, Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan mengatakan bahwa ini kali keempat Lutung Budeng dilepasliarkan di cagar alam yang terletak di Malang Selatan tersebut. Setidaknya sudah ada 15 ekor lutung yang telah lebih dahulu dilepaskan. “Harapannya, semoga lutung-lutung yang direhab dan direlease dapat survive dan berkembang biak di Cagar Alam Pulau Sempu”, tambah Heru Rudiharta, Kepala Bidang Teknis – BBKSDA Jatim. Pasca pelepasliaran, tim BBKSDA Jatim dan JLC-TAFIP melakukan monitoring intensif mulai saat lutung-lutung tersebut dilepaskan. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan keberadaan lutung-lutung tersebut dalam bertahan hidup dan berkembangbiak. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BKSDA Kalimantan Selatan Mendapat Kunjungan Mantan Menteri Lingkungan Hidup Ke-8

Banjarbaru, 25 Oktober 2024 – Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, M.S, yang biasa disapa dengan Prof. Hatta dan dikenal sebagai mantan Menteri Lingkungan Hidup RI dan Menteri Riset dan Teknologi berkunjung ke Balai KSDA Kalimantan Selatan. Tujuan kunjungan beliau selain beramah tamah dengan Kepala Balai drh Agus Ngurah Krisna K, M.Si., juga melakukan obrolan santai seputar pengalaman beliau selama berkecimpung di kementerian maupun saat menjadi dosen dan melakukan penelitian di sekitar hutan Kalimantan. Pembawaannya yang begitu sederhana dan merakyat, mudah diajak ngobrol membuat lawan bicara betah untuk berlama-lama berbincang. Prof. Hatta sebagai salah satu penulis buku Ekologi Kalimantan ini menyampaikan ikut senang terkait rencana usulan Taman Nasional Meratus yang diinisiasi oleh pemerintah daerah setempat untuk melestarikan hutan di Kalimantan Selatan. Namun perlu juga diperhatikan masyarakat lokal yang mendiami Pegunungan Meratus, perlu memahamkan mereka terkait apa itu taman nasional, dan juga tidak mengabaikan akan kebiasaan mereka yang sudah turun temurun memanfaatkan hasil hutan bukan kayu untuk kehidupannya. Agus Ngurah menjelaskan bahwa sistem pengelolaan taman nasional didasarkan pada sistem zonasi untuk pengaturan ruang di dalam kawasan taman nasional menjadi zona-zona pengelolaan, termasuk juga mengakomodir masyakakat adat yang sudah bermukim didalamnya. “Keberadaan taman nasional juga akan meningkatkan image daerah dalam hal kepedulian dan komitmen terhadap kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosiatemnya. Juga peluang untuk mendapatkan pengakuan internasional” imbuh Agus Ngurah. Taman nasioanl juga berfungsi sebagai tempat penelitian ilmiah dan peningkatan pengetahuan dengan potensi kehati yang luar biasa di Pegunungan Meratus. Di akhir kunjungannya, Prof. Hatta yang saat ini masih menjadi Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat berharap sinkronisasi antara pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat perlu terus dijalin serta merangkul masyarakat dan LSM untuk mewujudkan lingkungan yang lestari. (Ryn) Sumber: Titik Sundari, S.Hut - PEH BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kelompok Jasa Wisata Alam TN Gunung RInjani Belajar Mengenal Tarif PNBP Baru

Lombok Timur, 28 Oktober 2024. Bertempat di Aula Kawil Orong Gerisak, Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, Jumat (25/10), telah dilakukan kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan dihadiri Perwakilan Dinas Pariwisata Lombok Timur, Perwakilan Asuransi PT. Jasa Raharja Putera, Kelompok Pemegang Jasa Wisata Alam pada Destinasi Wisata Non Pendakian Serta para petugas pemungut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Taman Nasional Gunung Rinjani. Kegiatan diadakan untuk menyampaikan informasi terkait penerapan tarif yang ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024. Sebelumnya, pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2024 bertempat di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara juga telah diadakan kegiatan serupa yang dihadiri oleh Forum Wisata Lingkar Rinjani dan Asosiasi Trek Organizer Lingkar Rinjani. Penerapan tarif tiket masuk baru akan berlaku mulai tanggal 30 Oktober 2024. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Antisipasi Ancaman, Petugas Perketat Pengawasan

Salah satu beko yang di data oleh petugas Sosopan, 25 Oktober 2024. Pada saat petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Suaka Margasatwa (SM) Barumun pada Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang Bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) melakukan kegiatan Patroli Tumbuhan dan Satwa Liar di Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, dari tanggal 21 sampai dengan 24 Oktober 2024, diterima informasi serta laporan dari warga tentang adanya alat berat (beko) sebanyak 7 unit memasuki lahan salah seorang warga, Dahlan Siregar, di sekitaran Desa Hutabara, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian melakukan koordinasi dengan kepala desa setempat, lalu menuju lokasi alat berat yang tengah bekerja dimana ada 3 unit sedang beraktivitas dan 4 unit lagi sedang tidak digunakan. Posisi alat berat berada di lahan APL yang berjarak sekitar 1,6 km dari Kawasan SM. Barumun. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari sipemilik lahan, Dahlan Siregar. Kepada petugas pemilik lahan menjelaskan bahwa alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan lahan miliknya seluas ± 20 Ha yang merupakan program kemitraan dari salah satu perusahaan berupa penanaman eukaliptus dengan sistem bagi hasil dan kontrak lahan. Isi lahan yang dibersihkan tersebut berupa tanaman karet, durian, torop, petai, ingul, kemenyan, aren, salak, dan kemiri. Alat berat yang sedang beraktivitas Petugas memberikan sosialisasi kepada pemilik agar berhati-hati dalam melakukan kegiatan pembersihan lahan, mengingat tidak jauh dari lokasi terdapat Kawasan konservasi SM. Barumun. Dihimbau agar tidak melakukan aktivitas yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap Kawasan SM. Barumun. Selain itu, sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat sekitar, tentang beragam jenis tumbuhan dan satwa liar yang perlu untuk dilindungi demi menjaga kelestariannya . Sampai saat ini, petugas tetap melakukan pemantauan aktivitas alat berat, dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta MMP. Sumber : Supandi (Kepala Resort SM. Barumun II dan Bandara Aek Godang) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Warga Pancur Batu Serahkan Buaya Muara

Sumbul Sembiring menyerahkan Buaya Muara kepada petugas Pancur Batu, 24 Oktober 2024. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat pada Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe menerima informasi dari seorang akademisi Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., pada Minggu 20 Oktober 2024, tentang rekannya yang bermaksud menyerahkan satwa liar jenis Buaya Muara (Crocodylus porosus). Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera menyambangi lokasi di Jl. Lapangan Golf Tuntungan, Desa Tuntungan Dusun 3 Namo Pecawir, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin 21 Oktober 2024. Di lokasi petugas bertemu dengan warga, Sumbul Sembiring, yang menceritakan bahwa buaya tersebut sebelumnya diperolehnya dari penemuan masyarakat di sekitar jalan Tuntungan dan kemudian dipeliharanya. Buaya yang saat itu diperkirakan berumur 14 tahun sempat lepas di lokasi galian c yang letaknya berdekatan dengan kandang kuda miliknya. Namun tidak berapa lama kemudian muncul kembali. Khawatir satwa ini dapat membahayakan, maka dilakukan penangkapan dan selanjutnya dikandangkan. Tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, terdiri dari petugas Resort Pelabuhan Belawan, Resort Bandara Kualanamu, dokter hewan Fatimah Sari SKH, melakukan pemeriksaan kondisi satwa, antara lain: mengukur buaya dengan hasil panjang 210 cm, berjenis kelamin betina, memberikan penandaan dan suntikan obat ke tubuh buaya. Usai pemeriksaan kondisi kesehatan, kemudian dilakukan penyerahan satwa dari Sumbul Sembiring kepada petugas disaksikan Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., dan selanjutnya dievakuasi ke lembaga mitra penangkar PT. PAL guna mendapatkan perawatan serta rehabilitasi. Buaya berada di lokasi penangkaran PT. PAL Sumber : Tim Resort Pelabuhan Belawan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 689–704 dari 11.141 publikasi