Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Jambi Lakukan Pengecekan SATS-DN Gaharu

Merangin, 5 November 2018. SKW I BKSDA Jambi melakukan kegiatan pengecekan terkait permohonan SATS-DN gaharu PO. Herman dan izin budidaya gaharu atas nama herman di Desa Simp. Parit Kec. Renah Pembarap Kab. Merangin. PO. Herman mengajukan permohonan SATS-DN untuk budidaya gaharu sebanyak 8000 Kg untuk 2 perusahaan yaitu CV. Sinar Utama Lima Sembilan di Jakarta Selatan sebanyak 5000 Kg dan CV. Cikira Ilhamda di Jakarta Barat sebanyak 3000 Kg. 2 Orang dari SKW I BKSDA Jambi ditugaskan untuk melakukan pengecekan yaitu Sdri. Desi Anggraini (Penyuluh Kehutanan) dan Sdr. Sukendro (Polhut). Hari pertama petugas melakukan pengecekan ke lapangan untuk verifikasi pemanenan. Pohon mana yang akan dipanen, dilakukan pengukuran keliling dan tinggi pohon. Pohon kemudian diberi penomoran untuk dipanen. Hari kedua dan ketiga petugas mengukur dan mencatat berat setiap pohon yang dipanen. Hasil pengukuran di lapangan pohon yang dipanen berjumlah 12 batang pohon dengan berat 8.035 Kg. Setelah pengukuran di lapangan petugas membuat berita acara verifikasi pemanenan dan berita permohonan SATS-DN serta dokumentasi sebagai syarat untuk terbitnya SATS-DN. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Balai KSDA Jambi Hadiri Uji Petik Penilaian Operasioanl KPHK non TN Regional Sumatera

Palembang, 5 November 2018. Selama tanggal 24 hingga 25 Oktober 2018 BKSDA Jambi mengikuti kegiatan Uji Petik Penilaian Operasional KPHK non TN di Regional Sumatera. Kegiatan ini bertempat di Hotel Santika Premier Palembang dan diikuti oleh Direktorat KK, WI Pusdiklat SDM LHK, Peneliti Puslitbang Sosekjak dan PI KLHK, Ka. Balai KSDA Sumsel, Ka. Balai KSDA Jambi dan beberapa kepala KPHK Regional Sumatera (16 orang). Ka. Balai KSDA Jambi sendiri diwakilkan oleh Sdr. Seto Soedarmono, SP. Penilaian operasional KPHK non TN diarahkan pada penilaian kesiapan beroperasinya KPHK tersebut bukan pada penilaian kinerja. Implementasi KPHK non TN Regional Sumatera masih memiliki keterbatasan baik sarana prasarana, SDM, anggaran, kewenangan dan regulasi (untuk kemandirian KPHK). Nantinya akan dipilih KPHK model dari hasil penilaian uji petik operasional KPHK di setiap wilayah. Pengelola KPHK non TN berkewajiban membangun baseline data pengelolaan kawasan serta mengembangkan pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan. Terdapat peluang pendanaan bagi operasional KPHK dengan terbitnya Perpres No. 77/2018 tentang pengelolaan dana LH. Untuk kedepannya perlu dilakuka perbaikan terhadap matrik penilaian diantaranya batas wilayah sebagai verifier penilaian dan kematangan dalam penilaian verifier. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Dari Kalimantan Barat menuju Ibukota untuk mewartakan Konservasi Keanekaragaman Hayati Kekayaan Bumi Khatulistiwa.

Pontianak, 4 November 2018. Suasana halaman Kantor Balai KSDA Kalimantan Barat pada hari minggu ini 4/11/2018 tidak seperti biasanya, terlihat sangat ramai hingga berjejal oleh para peserta Audisi Liga Dangdut Indonesia (Lida) Ke 2/Dangdut Academy (Da) Ke 5. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Tim Penyuluh Balai KSDA Kalimantan Barat “Yana Angels” menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan kampanye konservasi. Kegiatan audisi ini sekaligus untuk mewartakan semangat konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain kampanye juga dilakukan peliputan oleh tim publikasi dari Balai KSDA Kalbar dan Tim Publikasi dari Indosiar dan SCTV tentang potensi kawasan konservasi, tumbuhan dan satwa liar, serta pelayanan perijinan terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar rencananya hasil liputan akan di muat di media online group Emtek (liputan 6.com, kapanlagi.com dan bintang.com) dan media sosial Indosiar. Liputan tentang kawasan konservasi, tumbuhan dan satwa liar juga akan ditayangkan On Air Program Audisi. Prime Time pukul 20.00 - 23.00 Wib, dan Program Berita Fokus Pagi Indosiar. Jadi bagi peserta audisi dan masyarakat khususnya Kalimantan Barat, jangan lewatkan menonton kampanye konservasi melalui ajang pencarian bakatdi program yang telah disebut diatas. Siapa tahu dari sekian ratus peserta audisi ada perwakilan dari Kalimantan Barat yang akan masuk ke semi final dan akan diundang ke studio Indosiar/SCTV di Jakarta. (YS). Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Mewartakan Konservasi Melalui Ajang Pencarian Bakat Liga Dangdut Indonesia (Lida) Ke 2/ Dangdut Academy (DA) Ke 5

Pontianak, 4 November 2018. Berlokasi di Studio 121 diselenggarakan kampanye konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang dibarengi dengan event nasional. Menjadi hal yang tidak biasa bagi Tim Kampanye Konservasi Balai KSDA Kalimantan Barat yang sering disebut “Yana Angels”, biasanya Yana Angels melakukan kampanye/penyadartahuan tentang konservasi diperuntukan bagi anak-anak sekolah namun kali ini menjadi unik karena melakukan kampanye bagi peserta audisi pencarian bakat dalam audisi liga dangdut indonesia yang diselenggarakan oleh TV Nasional yaitu Indosiar dan SCTV. Acara sangat ramai, dapat dilihat dari asal peserta yang mengikuti ajang tersebut berasal dari Kota Pontianak dan beberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Tim berkesempatan menyambangi peserta yang bernama Ria yang berasal dari Kabupaten Sambas, jauh dari Sambas mengikuti audisi berharap bisa masuk nominasi. Tim kampanye menyampaikan bahwa di Kab. Sambas, Balai KSDA Kalimantan Barat mengelola 5 kawasan Taman Wisata Alam (TWA), salah satu diantaranya TWA Tanjung Belimbing yang sudah sangat familiar namanya sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat Kalimantan Barat. Selain ria ada juga peserta berasal dari Kabupaten Sintang bernama Maria, Maria sendiri tanpa ditanya cukup kenal dengan kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Sintang yakni TWA Hutan Baning dan TWA Bukit Kelam. Kampanye kali ini menjadi luar biasa, dengan melihat antusiasnya peserta audisi dan respon terhadap kegiatan konservasi. Tidak lupa, seperti biasa pengetahuan tentang tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang menjadi materi tambahan bagi peserta kampanye. Tumbuhan dan satwa khas Kalimantan Barat sepertinya tidak asing lagi ditelinga peserta audisi, terlihat dari jawaban peserta ketika tim yana angels bertanya. (YS) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

BKSDA Jambi Periksa Permohonan SATS-DN Kulit Reptil

Bungo, 22 Oktober 2018. SKW I BKSDA Jambi menerima permohonan SATS-DN dari PD. Budiman dengan rincian Sanca batik 150 lembar, Sanca darah 120 lembar, Biawak 400 lembar yang akan dikirim ke CV. Reptindo Utama di Jakarta Pusat. SKW I BKSDA Jambi menugaskan 2 orang untuk melakukan pengecekan terhadap permohonan SATS-DN yang diajukan yaitu Sdr. Satria Putra M.S.Hut dan Sdr. Ridwan. Petugas melakukan pemeriksaan di gudang milik PD. Budiman di Bungo. Pengecekan dilakukan sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh PD. Budiman. Hasil pengecekan sesuai dengan permohonan tersebut. Petugas lalu membuat berita acara permohonan SATS-DN dan dokumentasi untuk menerbitkan SATS-DN. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Kantor Resort 1 Muara Batang Angkola dan Resort II diresmikan

Mandailing Natal, 2 November 2018. Taman Nasional Batang Gadis merupakan kawasan taman nasional ke 42 di Indonesia dan salah satu kawasan pelestarian alam yang lahir berkat dukungan dan dorongan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah (Kabupaten Mandailing Natal), Lembaga Swadaya Masyarakat seperti Conservation International Indonesia. Deklarasi TN Batang Gadis oleh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, dan Pemerintah kabupaten Mandailing Natal. Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis merupakan pengelolaan yang bersifat kolaboratif anatara TNBG dengan masyarakat dan stakeholder, pengelolaan kolaboratif ini sangat efektif karna menyentuh langsung permasalahan yang ada di masyarakat. Koordinasi dan komuikasi yang intensif antara pihak TNBG dengan masyarakat adalah salah satu kunci dari sistem pengelolaan di TNBG sendiri, untuk mewujudkan dan mempertahankan agar sistem pengelolaan seperti ini. TN Batang Gadis merencanakan membangun kantor – kantor resort yang berlokasi di desa penyangga TN Batang Gadis. Bulan Nopember 2018 dua kantor resort yaitu Resort 1 Muara Batang Angkola dan Resort II Roburan dolok telah diresmikan oleh Ibu Etti Nurwanti, M.Si selaku Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, peresmian ini dihadiri oleh Kelompok masyarakat, MMP dan stakeholder TN Batang Gadis, keberadaan kantor resort ini berfungsi sebagai kantor dan pondok konservasi untuk memudahkan koordinasi yang intensif antar pihak taman nasional dengan lapisan masyarakat desa penyangga. “Kantor resort ini berfungsi sebagai kantor dan rumah kita bersama baik TN Batang Gadis maupun masyarakat untuk dijadikan sebagai akses yang lebih mudah untuk berkoordinasi antara pihak TNBG dengan masyarakat desa penyangga", ujar Ibu kepala Balai TNBG. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Menilik Biodiversitas Burung di Wilayah Resort Selo

Boyolali, 2 November 2018. Resort Selo menjadi satu dari 5 resort yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dengan wilayah admistrasi terdiri dari 7 desa di Kecamatan Selo, serta obyek wisata jalur pendakian Selo dan wisata Bukit Kinasih. Tipe ekosistem di wilayah Resort Selo sangat lengkap dengan tipe hutan alam di blok Tulangan, hutan campur di blok Pitikan dan hutan tanaman eks Perhutani. Terkait potensi satwa jenis burung di wilayah Resort Selo terdapat data awal hasil penelitian dari mahasiswa UGM tahun 2012 yaitu Hary Sakti AP dengan hasil perjumpaan burung 33 jenis. Kurun waktu Mei – Oktober 2018 ini hasil pengamatan dan catatan perjumpaan jenis burung di wilayah Resort Selo oleh petugas PEH – pengendali ekosistem hutan (Jarot Wahyudi dan Stefanus Mau Ati) sedikitnya telah terkumpul 50 jenis burung dengan dokumentasi foto lengkap. Sebagian besar perjumpaan berada di sepanjang jalur pendakian Selo, kemudian beberapa dari wilayah blok Bukit Kinasih, Tuk Babon, Tuk Pakis dan perbatasan hutan dengan lahan pertanian. Pengumpulan data perjumpaan burung ini dilakukan melalui kegiatan yang dikelola secara mandiri oleh PEH di Resort Selo dan kegiatan teknis yang diagendakan tingkat Balai TNGMb melalui penganggaran rutin DIPA. Perkembangan pengelolaan kawasan taman nasional memberikan input tupoksi petugas lapangan (PEH) untuk berinovasi dan berkarya lebih luas sesuai dengan potensi resort dan personilnya. Hal ini juga sebagai transfer knowledge bagi teman-teman PEH di taman nasional lainnya di Indonesia. Khusus potensi burung telah banyak karya dari beberapa taman nasional dalam bentuk buku, tulisan/artikel, buletin, bahkan sampai aplikasi panduan burung berbasis telepon genggam (Burungnesia). Selengkapnya : Menilik Biodiversitas Burung di TN Gunung Merbabu Sumber : Jarot Wahyudi, S.Hut - PEH Pertama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Sosialisasi TSL dan UU TSL oleh BKSDA Jambi

Sarolangun, 1 November 2018. BKSDA Jambi melakukan kegiatan sosialisasi pelestarian satwa dan tumbuhan alam di Desa Guruh Baru Kec. Mandiangin Kab. Sarolangun. Sebanyak 2 orang petugas ditugaskan untuk melakukan sosialisasi yaitu PEH SKW I BKSDA Jambi Sdr.Seto Soedarmono dan Staf BKSDA Jambi Sdri. Santi Simanjuntak. Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat Dusun Guruh Baru tentang TSL yang dilindungi UU dan TSL yang tidak dilindungi UU serta TSL yang dapat dimanfaatkan melalui penangkaran,budidaya dan perdagangan. Masayarakat terlihat antusias terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BKSDA Jambi. Sosialisasi juga didukung oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Sekitar 30 orang hadir mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan. Petugas juga membagikan poster kepada masyarakat desa melalui Sekdes sebanyak 60 lembar terdiri dari poster TSL dan Karhutla. Masyarakat merasa sosialisasi ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang TSL dan UU yang mengatur TSL. Masyarakat berharap sosialisasi ini dapat dilakukan rutin setiap tahun nya. Kepala SKW I BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin mengatakan “Sosialisasi berjalan lancar dan masyarakat juga antusias menyambut nya, kami usahakan sosialisasi seperti ini akan rutin dilakukan setiap tahun. Kami berharap dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang TSL dan UU nya.” Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Merangkul Masyarakat Meningkatkan Wawasan TSL

Merangin, 1 November 2018. BKSDA Jambi melakukan kegiatan sosialisasi pelestarian satwa dan tumbuhan alam di Desa Ma. Panco Kec. Renah Pembarap Kab. Merangin.Sebanyak 2 orang petugas ditugaskan untuk melakukan sosialisasi yaitu Polhut SKW I BKSDA Jambi Sdr. Agus Tubel dan Staf BKSDA Jambi Sdr. M. Arif Togar Hasibuan.Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat Desa Muara Panco tentang TSL yang dilindungi UU dan TSL yang tidak dilindungi UU serta TSL yang dapat dimanfaatkan melalui penangkaran,budidaya dan perdagangan. Masayarakat terlihat antusias terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BKSDA Jambi. Sosialisasi juga didukung oleh Kades, Sekdes, Perangkat Desa, Babinsa TNI dan Polri. Sekitar 30 orang hadir mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan. Petugas juga membagikan poster kepada masyarakat desa melalui Kades sebanyak 60 lembar terdiri dari poster TSL dan Karhutla. Masyarakat berharap sosialisasi ini dapat dilakukan rutin setiap tahun nya. Kepala SKW I BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin mengatakan “Sosialisasi telah kami lakukan dan berjalan lancar, masyarakat juga antusias menyambut nya, kami usahakan sosialisasi seperti ini akan rutin dilakukan setiap tahun. Kami berharap dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang TSL dan UU nya.” Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Perahu Bidar Kecamatan Putussibau Selatan Menjuarai Di Festival Danau Sentarum

Masih dalam semarak festival danau sentarum 2018, TNBKDS gelar lomba sampan bidar di sekitar pulau sepandan danau sentarum, Selasa (27/10/2018). Sebanyak 18 tim dayung sampan bidar dari berbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu turut meramaikan Festival Danau Sentarum 2018. Ratusan masyarakat tumpah ruah memadati area Pulau Sepandan dan sekitar nya untuk menyaksikan perlombaan yang sangat digemari tersebut. Penyelenggaran Lomba Sampan Bidar berjalan dengan lancar dan kondusif serta menjadi ajang untuk mencari bibit atlit dayung sampan. Dengan diadakan nya perlombaan sampan bidar ini tidak hanya mampu menarik wisatawan dalam negeri tetapi juga luar negeri karena mengingat Kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan beberapa negara. Kejuaraan lomba dayung ini menggunakan sistem gugur dengan menempuh jarak sepanjang 600 meter. Juara pertama berhasil di rebut oleh tim dayung Kecamatan Putussibau Selatan, juara kedua tim dayung Kecamatan Silat Hilir dan juara ketiga tim dayung Embaloh Hilir. Tambul Husin selaku Mantan Bupati Kapuas Hulu berharap, kedepan nya pemerintah bisa menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung destinasi wisata air dan olahraga dayung di Kawasan Danau Sentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Meningkatkan Wawasan Masyarakat Tentang TSL

Bungo, 1 November 2018. BKSDA Jambi melakukan kegiatan sosialisasi pelestarian satwa dan tumbuhan alam di Dusun Tanjung Agung Kec. Muko Muko Bathin VII Kab. Bungo. Sebanyak 2 orang petugas ditugaskan untuk melakukan sosialisasi yaitu Penyuluh SKW I BKSDA Jambi Sdri. Desi Anggraini dan Staf BKSDA Jambi Sdr. M. Bachtiar Risyad. Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat Dusun Tanjung Agung tentang TSL yang dilindungi UU dan TSL yang tidak dilindungi UU serta TSL yang dapat dimanfaatkan melalui penangkaran,budidaya dan perdagangan. Masayarakat terlihat antusias terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BKSDA Jambi. Sosialisasi juga didukung oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Masyarakat merasa sosialisasi ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang TSL dan UU yang mengatur TSL. Masyarakat berharap sosialisasi ini dapat dilakukan rutin setiap tahun nya. Kepala SKW I BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin mengatakan “Sosialisasi berjalan lancar dan masyarakat juga antusias menyambut nya, kami usahakan sosialisasi seperti ini akan rutin dilakukan setiap tahun.” Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Si Raja Hutan Menampakkan Diri

Kerinci, 1 November 2018. BKSDA Jambi mendapatkan laporan bahwa telah terjadi konflik harimau (Panthera tigris sumatrae) di Dusun Serpih Desa Muara Hemat Kab. Kerinci. 2 Ekor harimau dilaporkan berkeliaran di kebun masyarakat setempat. Lokasi kejadian terletak di areal APL sekitar 600 meter dari kawasan TNKS. Tim BKSDA Jambi langsung meluncur ke TKP guna melakukan pengusiran satwa harimau tersebut dan memberikan penyuluhan kepada masayrakat sekitar lokasi. Penyuluhan juga dihadiri oleh Sekdes Muara Hemat Bpk. Ali Akbar, Tim BKSDA menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan langsung melaporkan apabila terjadi konflik satwa dan jangan beraktivitas sendirian dikebun minimal membawa teman. Untuk antisipasi lebih lanjut, Tim BKSDA (Tim satgas mitigasi konflik SKW-1 BKSDA Jambi, BBTNKS, MHS, KPHP unit 1 Kerinci dan Anggota FFI) memberikan bantuan meriam spritus sebanyak 2 unit dan mercon untuk pengusiran satwa dengan bunyi bunyian kepada Sdr. Agus selaku pemilik kebun yang dihampiri oleh harimau. Berdasarkan info dari tetua desa, sejak dulu kebun milik Sdr. Agus memang merupakan home range atau daerah perlintasan satwa harimau. Beruntung konflik ini tidak ada korban dikarenakan masyarakat cepat melaporkan kejadian. Kepala SKW I BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin mengatakan “Tim BKSDA dan teman teman sudah turun ke lapangan untuk melakukan tindakan pengusiran terhadap satwa, alhamdulillah tidak ada korban dan kami juga telah memberikan penyuluhan dan bantuan terkait konflik satwa ini. Untuk kedepan kami harap masyarakat cepat melapor seperti saat ini apabila terjadi konflik satwa lagi.” Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Hampir Dua Ribu Pramuka Kapuas Hulu Memeriahkan Festival Danau Sentarum 2018

Lanjak, 2 November 2018. Bertempat di Bumi Perkemahan Mungguk Murin, Lanjak, Desa Sepandan, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum bekerja sama dengan Kwartir Cabang Kabupaten Kapuas Hulu gelar Kemah Konservasi sekaligus memperingati HUT Pramuka Ke 57 Tahun 2018, Selasa (23/10/2018). kemah konservasi ini dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 23 s/d 27 Oktober 2018 dengan jumlah peserta sebanyak 1.864 ribu orang yang terdiri dari 17 Kecamatan yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan kemah ini juga di hadiri oleh pengurus pramuka dari Kwartir Daerah Kalimantan Barat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengingatkan kembali akan pentingnya upaya konservasi. kemah ini juga mensosialisasikan kegiatan good event bahwa setiap kegiatan bisa dilakukan dengan ramah lingkungan seperti bebas sampah, mengurangi penggunaan plastik, hemat energi, hemat penggunaan air dll. "Pada kegiatan ini akan ada sharing pengetahuan tentang satwa, lingkungan, dan kegiatan menanam pohon. Melalui kemah konservasi kami membina mental anak-anak untuk mencintai lingkungan," kata Ardi (sapaan Ardi Andono), Rabu (24/10/2018). Dia menguraikan peserta kemah konservasi ialah para anggota Saka, di antaranya Saka Wanabakti, Saka Bakti Husada, Saka Kalpataru, maupun Saka Bhayangkara. Masing-masing Kecamatan juga diminta mengirimkan perwakilannya. Dalam kegiatan ini, diberikan beberapa penghargaan yaitu Penghargaan Bebas Sampah Dan Penghargaan Pancawarsa I-V yang di serahkan oleh Ketua Kwarda Kalimantan Barat Kak Suryadi, S.Sos kepada 30 org diantaranya Bupati, Wakil Bupati, Kapolres Kapuas Hulu, Dandim 1206 Kapuas Hulu dan Pembina Saka Wana Bakti Kapuas Hulu sdr. Mustarrudin. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BKSDA Jambi Ikuti Rapat Konsultasi Publik Penyusunan Konsep Peraturan Dirjen KSDAE

Medan, 24 Oktober 2018. Balai KSDA Jambi mengikuti kegiatan Rapat Konsultasi Publik Penyusunan Konsep Peraturan Dirjen KSDAE tentang Pedoman Operasional Resort dalam Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru di Hotel Madani, Medan. Balai KSDA Jambi diwakilkan oleh Sdr. Ikawa dari SKW I KSDA Jambi. Narasumber kegiatan ini adalah Kabag Hukum Kerjasama Teknis KLHK yaitu Sdr. Agus Supriyanto dan Sdr. Agus Yulianto selaku Kabag Kepegawaian Ortala Setditjen. Jumlah peserta kegiatan rapat yang hadir berjumlah 50 orang, yang berasal dari UPT lingkup Ditjen KSDAE. Rapat Konsultasi Publik membahas atau menampung masukan, koreksi tentang draft Perdirjen KSDAE tentang Pedoman Operasional Resort dalam pengelolaan KSA, KPA, dan Taman Buru. Isi draft terdiri dari 3 Bab dan 21 Pasal. Hasil diskusi, pendapat serta masukan dari peserta rapat, di rekam dan dicatat oleh panitia untuk dilakukan pembahasan dan perbaikan lebih lanjut sebelum ditetapkan perdirjen tersebut. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Rescue "Bung Tabun" oleh Unit Penanganan Satwa BBKSDA NTT

Kupang, 1 November 2018. Unit Penanganan Satwa Balai Besar KSDA NTT berhasil melakukan evakuasi buaya muara (Crocodylus porosus) dari Tabun, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupatan Kupang (31/10). Buaya jantan sepanjang 339 cm itu kemudian dinamai “Bung Tabun” dan telah direlokasi ke lokasi penampungan sementara di Kantor Seksi Konservasi Wilayah II di Kupang. Relokasi buaya muara tersebut diawali laporan masyarakat Desa Soliu (Bapak Okto Kameo, 1 Oktober 2018). Kehadiran buaya di Desa Soliu meresahkan warga, terlebih lagi pada tanggal 21 September 2018 terjadi konflik satwa liar-manusia hingga mengakibatkan 1 (satu) orang meninggal. Korbannya adalah Bhakti Aristo Kurniawan Tiknaidj (8 tahun), warga Dusun Daus, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Sebelum pelaksanaan penyelamatan dan relokasi, tim pendahuluan dari Unit Penanganan Satwa telah melakukan survey lokasi, sosialisasi serta pemasangan papan peringatan hati-hati buaya. Tim kedua yang beranggotakan 7 orang diturunkan tanggal 29 Oktober – 1 November 2018 untuk melakukan proses rescue dengan target utama pada lokasi kejadian serangan. Tim menjumpai jejak buaya pada beberapa danau kecil/rawa. Lalu, tim memasang perangkap apung serta jerat (snare bite). Hingga akhirnya buaya yang menjadi target dapat di-rescue pada tanggal 31 Oktober 2018. Sampai dengan November 2018, jumlah korban meninggal akibat konflik dengan buaya muara di Provinsi NTT mencapai 7 (tujuh) orang. Kegiatan rescue buaya muara ini dilakukan sebagai upaya jangka pendek untuk meminimalisir terjadinya korban baik dari pihak manusia maupun dari pihak buaya sebagai salah satu jenis dilindungi. Sumber : Dadang Suryana - Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Festival TNDS 2018 dimeriahkan dengan atraksi 2 Pesawat Trike BBTNBDS

Lanjak, 2 November 2018. Acara Pembukaan Festival Danau Sentarum Tahun 2018 pada tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu turut dimeriahkan dengan atraksi 2 pesawat milik Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS). Salah satu pesawat menjadi perhatian bagi pengunjung yang ikut dalam acara pembukaan festival karena melakukan penarikan banner dengan panjang 15 x 1 meter dengan tulisan Festival Danau Sentarum 2018 dan temanya “Memacu Ekowisata Lintas Batas di Jantung Borneo”. Hal adalah sangat langka terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu dan hanya dilakukan dalam kegiatan Festival Danau Sentarum saja. Arief Mahmud, Kepala BBTNBKDS menyatakan bahwa saat ini BBTNBKDS memiliki 3 unit pesawat Microlight Trike dan 3 orang pilot yang telah tersertifikasi. Keberadaan pesawat Microlight Trike ini adalah untuk mendukung pengamanan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) menjadi lebih efektif. Manfaat lain dari pesawat ini diantaranya untuk monitoring kawasan, potret udara, dokumendasi, wisata udara dan salah satunya bisa untuk menarik banner. Kami sebagai pengelola kawasan TNBK dan TNDS sangat serius untuk menjadi bagian suksesnya kegiatan Festival Danau Sentarum 2018 ini, sehingga salah satunya perlu untuk melakukan atraksi penarikan banner dengan menggunakan 2 unit pesawat trike, ujar kepala Balai Besar yang telah 4 tahun bertugas di Kapuas Hulu ini bersemangat. Sementara di tempat terpisah, Syarif M. Ridwan sebagai Koordinator kegiatan Patroli Udara BBTNBKDS yang juga adalah pilot penarik banner tersebut membenarkan bahwa kegiatan ini memang sengaja dilakukan khusus untuk memeriahkan kegiatan Festival TNDS 2018. Persiapan telah dilakukan seminggu sebelumnya dengan memasang alat khusus penarik banner di pesawat trike serta pemesanan banner dengan bahan khusus yang dipesan di Bogor. Sementara pesawat yang digunakan untuk menarik banner adalah merk Aquila bermesin 582 HP dengan sayap yang lambat. Pemilihan sayap lambat ini agar lebih cepat airbone saat takeoff sehingga banner tidak menjadi rusak. Untuk menambah atraksi, pesawat penarik banner dikawal oleh 1 pesawat Airbone bermesin 912 HP yang dipiloti oleh saudara Hartono. Sedangkan penerbangan dimulai dari Putussibau mulai pukul 15.25 Wiba ke Lanjak dan kembali lagi ke Putussibau pukul 17.35 WIB. Tantangan penarikan banner ini adalah jarak tempuh yang cukup jauh yaitu lebih dari 2 jam perjalanan pulang dan pergi, serta cuaca yang mendung dan hujan lokal di sekitar jalur terbang. Kami harus menghindari beberapa titik hujan lokal dalam perjalanan. Serta yang agak ekstrem adalah angin yang cukup kencang di sekitar lokasi Festival di Lanjak. Namun kegiatan penarikan banner ini telah berlangsung cukup baik dan menjadi tontonan menarik bagi pengunjung yang turut menyaksikan acara festival TNDS 2018. Untuk kegiatan penutupan Festival pada tanggal 28 Oktober 2018 direncanakan akan dilakukan penarikan banner kembali. Akan tetapi karena pertimbangan cuaca dan waktu yang kurang mendukung akhirnya tim penarik banner harus kembali lagi ke Putussibau tanpa berhasil sampai ke Putussibau. Kami berharap kegiatan FDS tahun berikutnya bisa menjadi bagian kemeriahan dan kesuksesan festival, ujar Syarif yang juga adalah seorang fungsional PEH BBTNBDS. Sumber : Balai Besar Taman Nasional betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 6.705–6.720 dari 11.140 publikasi