Rabu, 22 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Implementasi Masyarakat Sebagai Subyek di Desa Penyangga TN Bogani Nani Wartabone

Gorontalo, 1 Desember 2018. Suka Makmur adalah desa penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) yang berada di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Pada Kamis (29/11/18) malam telah dilaksanakan sosialiasi Feasibility Study (FS) dan Detail Engeneering Desain (DED) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) oleh Balai TNBNW di kantor Desa Suka Makmur. Tim sosialisasi dipimpin Kepala Balai TNBNW (Lukita Awang Nistyantara) yang didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Limboto (Bagus Tri Nugroho) dan staf Balai TNBNW, menyampaikan perlunya partisipasi aktif seluruh masayarakat desa. PLTMH ini rencananya akan menyalurkan listrik untuk 3 (tiga) dusun di Desa Suka Makmur. Sosialisasi ini mendiskusikan tentang rencana pembangunan PLTMH secara kolaboratif, yang pembiayaan dan pelaksanaannya akan ditanggung bersama antara Balai TNBNW dan masyarakat desa. Ayahanda/ kepala desa (Usman Isa) dan masyarakat menyambut dengan antusias rencana pembangunan PLTMH tersebut. Pihak desa pun setuju untuk berkolaborasi dengan Balai TNBNW secara swadaya guna mendukung pembangunan ini. Penguatan kelompok serta pendampingan dan pelibatan masyarakat perlu terus dilakukan. Pada Jum'at (30/11/18) Kepala Balai TNBNW didampingi kepala desa/ ayahanda, Ketua Kelompok Lestari dan Kepala SPTN Wilayah I serta staf Balai TNBNW mengecek lokasi pembangunan PLTMH yang rencananya akan dibangun di Sungai Molonuayo pada tahun 2019. Sebelumnya pada bulan Agustus - September 2018, tim ahli yang dipimpin oleh Hunggul Yudono (Peneliti Balai Litbang LHK Makasar), telah melakukan pengukuran dan penyusunan FS DED PLTMH dimaksud. Potensi energi listrik yang akan dihasilkan mencapai 20 - 40 Kwh. Sumber : Diah Ayu Lestari, S.Hut. - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Kunjungan Anggota IV BPK RI ke Kantor BBKSDA Sumut

Medan, 1 Desember 2018. Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Prof. Dr. H. Rizal Djalil, berkenan menyambangi kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, pada Jumat, 30 Nopember 2018. Kunjungan ini disambut baik Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut., Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., dan beberapa pejabat eselon IV dan staf. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam sambutannya memaparkan tentang gambaran umum serta tugas pokok dan fungsi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Program Kerja sepanjang tahun 2018 dan Rencana Program di tahun 2019 serta uraian singkat tentang permasalahan pengelolaan kawasan konservasi yang ada di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selain itu, untuk memperkenalkan beberapa kawasan konservasi secara audio visual, turut juga ditampilkan/diputar video kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, TWA Danau Sicikeh-cikeh, TWA Lau Debuk-debuk serta Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Diakhir pemutaran video, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyerahkan CD video kawasan dimaksud beserta Buku Informasi Kawasan. Anggota IV BPK RI, Prof. Dr. H. Rizal Djalil, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya bisa hadir di Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Merupakan sebuah kehormatan karena Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan kantor Balai KSDA yang pertama di Republik Indonesia ini yang dikunjungi oleh Anggota IV BPK RI. Setelah mendengar dan memperhatikan penjelasan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Prof. Rizal Djalil, memberikan sambutan dan arahan akan perlunya mengedepankan langkah-langkah persuasif atau sosialisasi. Masyarakat harus dilibatkan dalam pengelolaan konservasi di wilayah Sumatera Utara. Harapannya muncul rasa memiliki dari masyarakat sekitar sehingga pengelolaan konservasi akan berhasil. Dalam arahannya disampaikan juga, bahwa wisata alam di kawasan konservasi harus dapat dikelola dengan baik sehingga muncul multiplier effect. Sehingga masyarakat mendapat manfaat dari wisata alam. Salah satu solusi yang disampaikan beliau dalam pelibatan masyarakat di pengelolaan wisata adalah dengan Badan Layanan Umum (BLU). Demikian juga dengan peran serta pemerintahan daerah (Pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten) agar dilibatkan, sehingga ketika menemui kendala, baik Pemprov maupun Pemkab ikut membantu mencarikan solusinya. “Secara khusus buat pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tingkatkanlah kinerja serta lakukanlah pengelolaan kawasan konservasi dengan melibatkan masyarakat guna memaksimalkan manfaat yang didapatkan. BPK RI akan membantu memfasilitasi penambahan biaya belanja modal kepada Sekretaris Jendral Kementerian LHK”, ujar Prof. Rizal. Sebagaimana diketahui Anggota IV BPK RI membawahi beberapa Kementerian, seperti : Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BKSDA Sulteng Gagalkan Perdagangan Penyu

Palu, 2 Desember 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah berhasil menggagalkan perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi berupa Penyu di Wilayah Seksi Konservasi Wilayah 1 Pangi di Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan pada laporan/informasi dari masyarakat bahwa disinyalir adanya perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi berupa Penyu di Kabupaten Parigi Moutong yang selanjutnya atas perintah kepala Balai KSDA Sulteng kepada Kepala seksi Konservasi Wilayah I Pangi agar melakukan intelijen dan patroli Pengamanan Peredaran TSL dengan membentuk Tim Operasi TSL. Pada hari Sabtu, tanggal 1 Desember 2018, Tim Operasi TSL bersama-sama anggota Polres Parigi Moutong menuju 3 lokasi Target Operasi yang telah ditentukan. Dari Operasi ini Tim berhasil mengamankan 3 tersangka dengan inisial masing-masing IGP, IMS, dan IBM serta barang bukti berupa 10 (sepuluh) ekor Penyu yang terdiri dari 1 (satu) ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan 9 (sembilan) ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari 3 target operasi yaitu Desa Torue Barat, Desa Balinggi, dan Desa Balinggi Jati. Tim TSL dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada Seksi 2 PPLHK. Penyu untuk sementara di titip dalam kandang transit di kantor BKSDA Sulawesi Tengah dan selanjutnya menunggu kesiapan satwa untuk dilepasliarkan, sedangkan 3 (tiga) tersangka diserahkan kepada Seksi 2 Balai PPLHK Wilayah Sulawesi untuk dilakukan proses penegakan hukumnya. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa Bersama Balai Karantina Kelas I Banjarmasin dan Yonif 623

Banjarbaru, 30 November 2018 – Dari hasil pengamanan teman-teman Balai KSDA Kalimantan Selatan di Pelabuhan Trisakti ditemukan minimal 4 jenis burung tanpa surat resmi (SATS-DN) sehingga dilakukan penyitaan burung dan segera dilepasliarkan karena kondisi burung cukup sehat. Jenis burung yang dilepasliarkan antara lain cucak hijau 7 ekor, kapas tembak 14 ekor, murai batu 15 ekor, dan tledekan 15 ekor dengan total 51 ekor. Lokasi pelepasliaran berada di Yonif 623 yang dihadiri oleh Komandan Yonif 623/BWU Letkol Inf Roy Fahkrul Rozi, Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc yang didampingi Kepala SKW II Banjarbaru, Mokh. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si serta perwakilan dari Balai Karantina Kelas 1 Banjarmasin. Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc mengharapkan pelepasliaran ke alam ini bisa dijaga oleh teman-teman Yonif 623 yang mempunyai kawasan luasnya sekitar 25 Ha. “Kami yakin teman-teman Yonif 623 akan menjaga keberadaan burung yang dilepasliarkan ini dan menjadikan kawasan mereka lebih asri, sejuk, dan dihadiri oleh bunyi-bunyi serta warna-warni jenis burung yang kita lepas di sana”, tutur Mahrus. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

TNDS dan BPDAS HL Kapuas Latih Masyarakat Dusun Pengembung Membuat Pelet Pakan Ikan

Putussibau, 2 Desember 2018. Sebagai tindak lanjut dari Hibah Alat Penunjang Pengelolaan Danau, kerjasama antara TNDS dan BPDAS HL Kapuas beberapa waktu lalu, TNDS mengadakan kegiatan pelatihan penggunaan bantuan yang berupa alat pembuatan pelet ikan kepada warga Dusun Pengembung, Desa Sekulat, didampingi oleh instruktur dan pendamping dari BPDASHL Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari di Dusun Pengembung Desa Sekulat, diikuti oleh sekitar 15 orang dari kelompok Pengembung Indah Jaya dan sebagian masyarakat Dusun Pengembung. Kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan kelompok penerima bantuan agar bisa mengoperasikan alat tersebut dengan menggunakan bahan – bahan yang diperlukan untuk pembuatan pakan ikan berdasarkan bahan – bahan yang ada disekitar kampung. Menurut instruktur pelatihan bapak Budi “bahan – bahan dasar untuk pembuatan pelet disini cukup melimpah sehingga masyarakat tidak susah mencari dan bisa memanfaatkan dari bahan yang ada”. Adapun bahan yang digunakan adalah ikan Lais/ ikan lainnya, rumput dan kangkung dengan persentase secukupnya. Masyarakat yang hidup di dalam kawasan TNDS memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan baik ikan tangkapan maupun ikan keramba sehingga bantuan ini sangat cocok untuk masyarakat tersebut, terutama untuk pakan ikan keramba. Seperti diketahui ikan Toman (Channa sp) sebagai salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan dipelihara dalam keramba memerlukan pakan berupa ikan berukuran kecil yang cukup banyak, namun sekarang sudah cukup susah diperoleh, sehingga dengan pelatihan ini masyarakat dapat membuat pelet pakan ikan. Saat mendamping kegiatan pelatihan, Kepala Resort Tekenang, Lulu Sutrisno yang menyampaikan “kegiatan ini adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang tujuan akhirnya adalah masyarakat dapat mandiri dan dapat meningkatkan taraf kehidupannya, yang dalam prosesnya dapat dilakukan oleh Taman Nasional Danau Sentarum sebagai pemangku wilayah maupun dengan melibatkan berbagai pihak (stakeholders)”. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Dukung Tata Kelola Air Terjun Lamassua Pemda Bonto Masunggu Keluarkan Perdes

Bantimurung, 30 November 2018. Satu lagi destinasi baru orbitan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung: Air Terjun Lamasua. Air terjun ini berada di Desa Bontomasunggu, Tellu Limpoe, Bone. Tata kelola destinasi ini dimulai dengan terbentuknya kelompok pengelola ekowisata Lamassua. Beberapa bulan kemudian secara resmi telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Balai TN Babul yang terangkai saat Dirjen KSDAE menyambangi TN Babul pada awal November 2018 lalu. Hingga akhirnya pemerintah desa setempat menunjukkan dukungnnya dengan mengeluarkan Peraturan Desa Bontomasunggu nomor 4 tahun 2018 tertanggal 16 November 2018. Peraturan desa ini mengatur tentang tata kelola kegiatan ekowisata di Desa Bontomasunggu pada kawasan TN Babul. Peraturan desa ini terbit setelah melalui rangkaian kegiatan dan pendampingan oleh taman nasional melalui SPTN Wilayah I dan Resor Tondong Tallasa. Termasuk pembahasannya melalui rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bonto Masunggu. Rapat pembahasan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bonto Masunggu, anggota BPD, pemangku adat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan unsur perwakilan perempuan. Rapat tersebut berlngsung pada Jumat (16/11/2018). Rapat ini membahas penyempurnaan penetapan peraturan desa tentang pembagian hasil dan petunjuk pelaksanaan penatausahaan pungutan kegiatan ekowisata di Desa Bonto Masunggu. Hasilnya BPD, kepala desa, dan peserta rapat menyepakati pembagian hasil dan petunjuk pelaksanaan yang diajukan oleh Kepala Desa Bonto Masunggu. Hingga akhirnya peraturan desa tersebut ditanda tangani oleh Kepala Desa Bonto Masunggu di hari yang sama. “Saya berharap melalui peraturan desa ini KPE Lamassua dapat mengelola destinasi ini dengan berpedoman kepada perturan desa yang telah disahkan,” tandas Najamuddin, Kepala Desa Bonto Masunggu saat kami temui di sela-sela rapat. Peraturan desa ini secara umum mengatur tentang tanggung jawab segenap pihak yang terlibat, besar pungutan, pembagian hasil, tata cara pengenaan dan penyetoran, dan pembinaan. “Secara detail tarif dan tata cara pengelolaan telah diatur dalam perdes ini. Karenanya hal ini akan memudahkan pengelola untuk mengelola desa wisata Bonto Masunggu,” pungkas Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I. Tak cukup hanya membenahi tata kelolanya, personil SPTN Wilayah I pun melakukan sejumlah promosi. Membagikan leaflet pada berbagai event seperti pameran, car free day di Makassar dan Maros, hingga pada Festival Bulusaraung. Tak cukup sampai di sana, untuk mengenalkan cantiknya air terjun yang berpadu dengan alamnya yang asri personil resor juga menggaet calon wisatawan melalui media sosial. Instagram dan Facebook adalah pilihan utama memasarkan asrinya alam dan ramahnya penduduk desa wisata ini. Semoga ke depan Desa Wisata Bonto Masunggu terus berkembang. Dengan begitu masyarakat setempat bisa mendapakan penghasilan tambahan dari kegiatan ekowisata di desanya. Sumber : Benny Santo Nugroho – Calon Polisi Kehutanan Balai TN Bantimurung Bulusarauang
Baca Berita

BKSDA Jambi Ajak Susun Masterplan Pemberdayaan Desa Binaan CA Durian Luncuk I

Jambi, 30 November 2018. Balai KSDA Jambi giat menyusun Rencana Induk (masterplan) pemberdayaan masyarakat desa binaan sekitar kawasan konservasi Cagar Alam Durian Luncuk I di Kantor Desa Guruh Baru (27/11). Duabelas warga desa petiduran baru dan duabelas warga desa guruh baru turut hadir, dua desa tersebut merupakan desa penyangga kawasan Cagar Alam Durian Luncuk I. Dalam penyusunan rencana induk masterplan ini, memakai metode Workshop Konsensus. Metode Workshop Konsensus merupakan teknik fasilitasi untuk menggali suatu kondisi tertentu (melalu pertanyaan fokus/inti) sesuai tujuan fasilitasi yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan tujuan bersama. Warga dibekali materi dari 4 narasumber meliputi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Lingkup KSDA Jambi oleh Udin Ikhwanuddin,SP, ME - Kepala Seksi Konservasi Wilayah I; Pemberdayaan dalam RPJP Cagar Alam Durian Luncuk I oleh Seto Sudarmono RS,SP - PEH Muda Seksi Konservasi Wilayah I; Menghitung Potensi Desa Menuju Desa Wisata Konservasi oleh Nur Soleh - Sekdes Guruh Baru dan Penyusunan Masterplan Pemberdayaan Masyarakat Desa Binaan sekitar Kawasan Konsercasi Cagar Alam Durian Luncuk I oleh Desi Anggraini,S.Hut - Penyuluh pertama Seksi Konservasi Wilayah I. Terdapat 11 kesepakatan dari hasil workshop konsensus untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan cagar alam meliputi Peternakan; Perkebunan; Budidaya Gambir; Budidaya Gaharu; Home Industri; Tanaman Obat; Budidaya lebah madu; Budidaya cacing obat; Agrowisata; Budidaya Jernang dan Budidaya Bulian. Dengan hasil workshop konsensus diharapakan dokumen masterplan pemberdayaan masyarakat desa binaan kawasan konservasi Cagar Alam Durian Luncuk I dapat disusun dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam implementasinya di lapangan. (Udin Ikhwanuddin) Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Festival Pesona, Ajang BKSDA Jambi Promosikan Diri

Jambi, 1 Desember 2018. Balai KSDA Jambi mengikuti kegiatan festival Pesona (Perhutanan Sosial Nasional) yang diselenggarakan oleh BPSKL. Bertempat di Ratu Convention Centre Kota Jambi, kegiatan festival berlangsung selama 3 hari dimulai pada tanggal 29 November hingga 1 Desember 2018. Pembukaan festival dilakukan pada tanggal 29 November pukul 19.00 WIB waktu setempat pembukaan langsung dihadiri oleh Irjen PSKL, Bambang Supriyanto. Irjen PSKL disambut dengan tarian sekapur sirih oleh para penari dan tarian tarian tradisional Jambi lainnya. Acara pembukaan festival berlangsung meriah dengan adanya tarian dan atraksi panggung yang mengundang decak kagum para hadirin. Festival Pesona diikuti oleh berbagai kelompok dan instansi termasuk Balai KSDA Jambi. Balai KSDA Jambi sendiri memilih tema alam rimba untuk stand festival ini. Terdapat tempat untuk berfoto untuk pengunjung dan informasi informasi tentang TSL yang ditampilkan sedemikian rupa. Stand Balai KSDA Jambi juga menjual produk-produk yang merupakan hasil kerjasama dengan kelompok tani binaan seperti kopi, madu, dan kerupuk udang. Irjen PSKL pun turut mengunjungi stand Balai KSDA Jambi untuk berbincang-bincang dan berfoto bersama. Penutupan dilakukan pada 1 Desember pukul 11.00 dengan mengumumkan pemenang dari tiap lomba yang diadakan oleh Festival Pesona. Balai KSDA Jambi menerima penghargaan sebagai stand terfavorit nomor 1 dengan jumlah pengunjung terbanyak selama acara festival berlangsung. Kepala Balai KSDA Jambi mengungkapkan, “Alhamdulillah Balai KSDA Jambi mendapatkan penghargaan sebagai stand terbaik dan kami senang pengunjung antusias untuk datang dan mengenal lebih dekat tentang Balai KSDA Jambi." Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Festival Desa Penyangga TNBG 2018

Mandailing Natal, 1 Desember 2018. Festival desa Penyangga TNBG tahun ini berlangsung dari tanggal 28 s.d 30 November 2018 dengan tema "Hilirisasi produk ekowisata mandailing berbasis kopi, alam dan sejarah". Kecamatan Kotanopan yang berada di Wilayah SPTN II dipilih menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan kegiatan ini. Pemilihan Kecamatan Kotanopan sebagai tuan rumah karena dikenal sebagai kota para pejuang, banyak pahlawan pejuang yang terlahir dari Kotanopan, ini dibuktikan dengan berdirinya tugu perintis kemerdekaan yang terletak di depan Pesanggrahan (bekas kediaman Controleur Mandailing Natal pada masa kolonial Belanda) dan salah satu pahlawan yang terkenal dari kota ini yaitu Jenderal besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasuiton, dan masih banyak lagi sejarah mengenai Kotanopan, sehingga sangat tepat untuk tahun ini Kecamatan Kotanopan dipilih sebagai tuan rumah Festival desa Penyangga TNBG 2018. Festival desa Penyangga dibuka secara resmi oleh wakil bupati Mandailing Natal Bapak H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, selain wakil Bupati Mandailing Natal kegitan festival desa penyangga TNBG tahun 2018 ini dihadiri juga oleh Ir. Padmo Wiyoro yang juga sebagai anggota kelompok keahlian Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Jenderal KSDAE dan juga tokoh Mandailing Julu H. Aswin Parinduri serta Camat yang berada di wilyah Penyangga TNBG. Kegiatan festival penyangga ini juga menampilkan kegiatan-kegiatan yang sangat menarik antara lain: pameran, pentas seni, coffe demo, lomba brewing kopi, lomba sortir kopi, lomba cipta lagu TNBG, lomba siswa TK/SD dan seminar. Dalam kegiatan ini peserta pameran festival menampilkan hasil kerajinan tangan dan hasil alam masing–masing desa penyangga. Selain desa penyangga pameran festival juga diikuti beberapa instansi pemerintahan antara lain: Dinas Pariwisata Mandailing Natal, Dinas Pertanian Mandailing Natal, PKK Madina, PMI, dan dari LSM pemerhati lingkungan yaitu BPGC (Batang Pungkut Green Conservation) dan OKR (Organisasi Koservasi Rakyat). Kepala Balai TNBG Madina, Dra. Etti Nurwanti, M.Si, dalam sambutannya menyamnpaikan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan apresiasi dan kolaborasi dalam pengelolaan TNBG dengan semua komponen masyarakat. Wakil Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dalam arahannya memberikan apresiasi kepada TNBG yang telah menciptakan program ini. Dirinya berharap, kegiatan ini berdampak positif untuk kemajuan kopi di Mandailing Natal. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Balai TN Lore Lindu Partisipasi Penanaman di Hutan Kota Bora

Sigi, 30 November 2018. Memperingati hari KORPRI yang ke 47 tahun 2018 dilaksanakan penanaman pohon di Hutan Kota Bora (30/11) yang diinisiasi Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (Jusman) dan Titik Wurdianingsih (BPDAS Palu Poso). Penanaman pohon diikuti pegawai-pegawai dari beberapa unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup provinsi Sulawesi Tengah diantaranya BBTN Lore Lindu, BPDAS Palu Poso dan BP2HP Wil. XIV Palu. Jenis-jenis bibit pohon yang ditanam yaitu pohon mahoni, mangga, nangka dan tanjung yang difasilitasi dari BPDAS Palu Poso. Hutan Kota Bora ini sendiri memiliki luas sekitar 5 Ha. Melalui partisipasi dalam penanaman pohon pada hutan kota ini, diharapkan kondisi lingkungan di Kabupaten Sigi dan sekitarnya menjadi lebih baik dan terjaga ekosistemnya. Sumber : Sub Bagian Data, Evlap dan Humas Balai Besar TN Lore Lindu.
Baca Berita

Berhasil! Upaya Penyelamatan Badak Sumatera, Harapan Baru bagi Pelestarian Badak Sumatera

Kutai Barat, 30 November 2018. Pada hari Minggu tanggal 25 November 2018, pukul 07. 30 WITA, telah masuk seekor badak betina ke dalam pit trap nomor 4 di wilayah kerja tim penyelamatan badak di Kutai Barat Kalimantan Timur. Lokasi pit trap 4 berada dekat aliran anak sungai Tunuq. Badak tersebut diindikasikan sebagai badak Pahu yang selama ini ditargetkan untuk diselamatkan. Tim penyelamat badak Sumatera yang terdiri dari para ahli dari Pemerintah Indonesia, Mitra, dan organisasi konservasi badak yang dibentuk sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor SK. 93/KSDAE/SET/KSA.2/2/2018 Jo SK.321/KSDAE/SET/KSA.2/2/2018 telah berhasil menyelamatkan dan merelokasi badak betina tersebut ke fasilitas yang lebih aman. Setelah memperoleh informasi, pukul 09.00 WITA seluruh tim lapangan penyelamatan badak sudah berangkat menuju lokasi base camp di Kantong 3. Tim membawa semua keperluan logistik dan peralatan yang diperlukan. Sebelumnya telah beberapa kali dilakukan pelatihan, simulasi dan pembagian tugas dari setiap personil. Pembagian tugas dalam tim terdiri dari tim kesehatan yang terdiri dari dokter hewan perawat badak dan pencari pakan. Tim monitoring yang terdiri dari personil cek pit trap, monitring pergerakan badak harian, serta personil penyiapan kandang angkut, boma, dan koridor. Pemindahan badak Pahu dari pit trap ke boma atau kandang angkut dilakukan segera (kurang dari 24 jam). Pemindahan badak dari boma atau kandang angkut ke suaka badak Hutan Lindung Kelian Lestari dilakukan berdasarkan rekomendasi dari tim dokter dan sesuai dengan Peraturan Dirjen KSDAE Nomor P.01/KSDAE/SET/KSA.2/2/2018 tentang Prosedur Operasi Standar Translokasi Badak Jawa, Badak Sumatera dan Badak di Kalimantan. Pemindahan dari lokasi penangkapan ke Suaka Rhino Sumatra (SRS) di Kelian dilakukan pada pukul 16.50 WITA tanggal 27 November 2018, dan tiba di SRS Kelian pada pukul 06.15 WITA tanggal 28 November 2018. Kondisi kesehatan badak stabil dan baik. Translokasi ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya menyelamatkan Badak Sumatera, karena saat ini berada dalam situasi kritis. Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh tidak hanya untuk upaya pengembangbiakan semi alami yang sekarang sedang berlangsung tetapi untuk menjaga habitat alami Badak Sumatera dengan harapan akhirnya melepaskan kembali satwa ke alam. Operasi penyelamatan adalah awal dari program penyelamatan yang telah direncanakan, tujuannya untuk menyelamatkan spesies dari kepunahan, dan akhirnya meningkatkan populasi badak Sumatera di habitat alamnya baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Timur
Baca Berita

Kegiatan "Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi" Bahas Permasalahan Lingkungan Hidup di Provinsi NTB

Sumbawa, 30 November 2018. Balai KSDA Nusa Tenggara Barat dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup Pusat dan Daerah diundang dalam kegiatan "Jumpa Bang Zul" di halaman Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan "Jumpa Bang Zul" kali ini membahas mengenai permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan di Provinsi NTB yang termasuk dalam salah satu Prioritas Pembangunan NTB tahun 2018-2023. Kegiatan dihadiri seluruh Kepala Bidang/Balai Lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi NTB. Selain Kepala Balai KSDA NTB, turut hadir juga beberapa diantaranya dari Balai TN Gunung Rinjani, Balai TN Tambora, BPDASHL Dodokan Moyosari, BPTHHBK Mataram, KPH dan Balai Tahura, Mahasiswa/i Universitas Mataram. Termasuk juga dari LSM Lingkungan seperti GAIA, WALHI dan WWF serta siswa-siswi SMK/SMA dan masyarakat umum. Beberapa aspirasi yang disampaikan langsung dihadapan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur antara lain mengenai pengelolaan sampah, pemasaran hasil kerajinan dari hutan dan perhutanan sosial serta pengamanan hutan di NTB. Yang menarik adalah Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur tidak sendirian, melainkan didampingi oleh seluruh jajaran Kepala Dinas yang ada di Pemprov NTB. Setiap pertanyaan akan langsung dialamatkan oleh Bapak Gubernur ke Kepala Dinas yang bersangkutan untuk dijawab langsung. Sebagai UPT Kementerian Lingkungan Hidup Pusat, dengan hadirnya Balai KSDA NTB selaku Koordinator Wilayah diharapkan mampu mensinergikan kegiatan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Hutan dengan Pemerintah Provinsi NTB guna mencapai tujuan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang lebih terarah serta Pelestarian dan Pengelolaan yang lebih baik lagi. ‘’Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’’ merupakan Kanal Apirasi bagi warga NTB yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB membuka pintu pendopo dan kantor gubernur untuk menerima langsung aspirasi warga NTB. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Peninggalan Kolonial Di Sekitar Cidewata, Gunung Ciremai

Kuningan, 29 November 2018. Bumi perkemahan (Buper) Cidewata terletak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berbatasan dengan desa Payung, Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat. Buper Cidewata kini menjadi salah satu tempat para penikmat alam dan fotografi karena memiliki panorama yang indah dengan bentang alam hamparan "savana" dan batuan beku sisa letusan gunung api Ciremai. Wisata ini menyajikan "landscape" yang mengarah ke perbukitan Kromong dan pantai utara Jawa (#Pantura). Tak hanya itu, di sekitar Cidewata tepatnya di Sadarehe ternyata memiliki sisi sejarah panjang di era penjajahan terutama #Belanda. Sadarehe terkenal sebagai salah satu wilayah perkebunan terutama perkebunan Kina. Kina adalah sebuah tumbuhan asli Amerika Selatan yang dimanfaatkan kulit pohonnya sebagai bahan pembuatan obat malaria. Kina didatangkan dan dikembangkan oleh Junghun, seorang "botani" penjelajah dunia. Junghun menyebarkan Kina di sekitar Bandung hingga wilayah Priangan. Tak heran bila daerah ini menjadi penghasil Kina terbesar pada masa "Kumpeni" hingga menjelang Perang Dunia Ke-II. Jejak perkebunan Kina di wilayah ini belum diketahui kapan berdirinya. Namun hasil penelusuran mendapatkan keterangan lisan dari warga sekitarnya. "Menurut cerita yang saya dengar, perkebunan disini dikelola oleh perusahaan Inggris bernama James Anthony & Quinine Plantations Sadarehe sejak tahun 1926 hingga Jepang datang menguasai Indonesia. Lalu 'Nippon' merebut perkebunan Kina ini tahun 1942", ungkap Adun, pengeloa buper Cidewata dua hari lalu (27/11). Sisa kejayaan perkebunan Kina di sekitar Cidewata masih bisa dinikmati. Reruntuhan bekas pabrik maupun fasilitas perkebunan termasuk bekas rumah "Administratur" perkebunan masih ada. Sebenarnya tak hanya Kina, ada juga perkebunan Teh walau menyisakan sedikit lahan karena merupakan perkebunan milik rakyat. Jelas sudah gunung Ciremai mempunyai potensi kekayaan alam yang berlimpah hingga penjajah pun mengambil manfaat ekonomi darinya. Tentu kita yang dekat dengan gunung subur ini harus mampu meraih peluang itu pula. Namun kita mesti menempuhnya dengan jalan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di taman nasional. So, ayo kita manfaatkan gunung Ciremai untuk kesejahteraan bersama. Bagi #sobatCiremai yang penasaran dengan kebun peninggalan kolonial, mari napak tilas di #buperCidewata [teks & foto © Gandi - BTNGC | 112018]. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Kuliah Lapangan "Biokonservasi"

Kuningan, 29 November 2018. Pengelolaan taman nasional dimanfaatkan untuk tujuan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) telah berusaha mewujudkan tujuan tersebut. Sudah ratusan mahasiswa melakukan penelitian dan belajar dari gunung soliter ini. Ada 12 pertanyaan cerdas yang diajukan mahasiswa biologi, Fakultas Sekolah dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang pengelolaan konservasi pada diskusi awal kuliah lapangan di TNGC. Sabtu (24/11), rombongan mahasiswa ITB dipimpin dosen Samidi, sebanyak 48 orang, terdiri dari 42 mahasiswa Jurusan Biologi, 3 pendamping dan 3 dosen akan melakukan kuliah lapangan #biokonservasi di kawasan konservasi "insitu" TNGC dan "eksitu" Kebun Raya Kuningan (KRK). Acara perkenalan menyampaikan maksud tujuan kuliah lapangan dan alasan mengapa ITB memilih TNGC sebagai lokasi kuliah lapangan "biokonservasi". Dosen Samidi menjelaskan, "TNGC memiliki kekhususan, memiliki terobosan dalam menyelesaikan permasalahan kawasan serta merubah paradigma pengelolaan kawasan konservasi yang negatif yakni serba dilarang dan kontra pembangunan menjadi taman nasional yang berani merubah paradigma lama tersebut". Selanjutnya pemaparan materi pengelolaan TNGC yang disampaikan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, San Andre Jatmiko tentang potensi gunung Ciremai dari ruang bawah tanah, permukaan tanah, antara permukaan tanah dan tajuk serta potensi di tanjuk. Selain itu dijelaskan zonasi kawasan, permasalahan dan upaya penyelesaiannya, progres program dan kegiatan yang telah dicapai serta upaya mengelola resiko dalam menghadapi kesehatan lingkungan sekitar yang semakin kompleks hingga dapat mengancam kelestariannya. Selanjutnya sesion tanya jawab. Tercatat 12 pertanyaan menarik tentang konflik lahan dengan masyarakat, hambatan dalam pengelolaan kawasan, pengelolaan sampah dan dampaknya, pengaruh sampah makanan terhadap perubahan perilaku satwa di obyek wisata, keterlibatan "stakeholders" badan usaha, kiat membangun relasi dengan masyarakat sekitar, antisipasi resiko selain kebakaran, konflik satwa, kesehatan lingkungan kawasan, "patologi", kesehatan air dari bakteri "ecoli" dan pengaruh "mass tourism" dengan ekowisata. Jawaban dan penjelasan disampaikan San Andre dengan jelas. Karena beberapa pertanyaan merupakan yang sering ditanyakan berbagai pihak kepada Balai TNGC. Sebelum berangkat ke KRK di Padabeunghar, Pasawahan, Kuningan, mahasiswa dikenalkan anakan Ikan Dewa (Tor sorro) yang hidup di akuarium Balai TNGC. Sesuai jadwal mahasiswa, Minggu (25/11) kuliah lapangan di Blok Ipukan. Blok yang sejarahnya bekas persemaian dan lahan garapan tumpangsari. Sekarang menjadi tempat wisata alam dengan tema "landscape", Surili, Lutung dan tentunya si Kodok Merah Ciremai (Leptophyrne cruentata). Semakin banyak pengunjung di kawasan konservasi akan menimbulkan dampak positif maupun negatif. Minimalkan hal negatif dan terus tingkatkan hal positifnya. Kepunahan itu suatu keniscayaan karena alam ini bersifat fana. Tetapi kita tidak boleh lemah karena hal itu, tetap semangat menggali potensi dan manfaat taman nasional dengan penuh kearifan. Jangan sampai punah sebelum dikenali manfaat keberadaannya. Gunung Ciremai adalah karunia Yang Maha Kuasa, banyak ilmu pengetahuan di dalamnya, jangan hanya dilihat. So, ayo belajar langsung di lapangan seperti mahasiswa ITB [teks © ISO, foto © BTNGC | 112018]. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Usaha Produktif Desa Penyangga SM Dolok Surungan I

Dolok Surungan, 29 Nopember 2018. Kelompok Swadaya Mayarakat (KSM) Lestari Dongan merupakan kelompok binaan Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang berada di Desa Lobu Rappa yang merupakan Desa Penyangga Kawasan Konservasi SM. Dolok Surungan I. Semenjak ditetapkan menjadi Desa Binaan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor : SK.80/KSDAE/SET/KSA.1/2/2017 tanggal 20 Pebruari 2017 tentang Penetapan Desa Binaan dan Pendamping pada Daerah Penyangga Kawasan Konservasi, beberapa kegiatan pemberdayaan telah dilakukan terhadap KSM. Lestari Dongan seperti penguatan kapasitas dan pengembangan usaha ekonomi kelompok. Pada tahun 2018 KSM. Lestari Dongan mendapatkan Bantuan Ekonomi Produktif yang diberikan pada tanggal 10 Oktober 2018 yang lalu. Bantuan tersebut berupa Demplot Hidroponik dan perlengkapan Perpustakaan Rumah Pintar Dongan. Bantuan usaha produktif budidaya tanaman berdasarkan hidroponik dengan pertimbangan masyarakat Desa Lobu Rappa dan sekitarnya agak kesulitan untuk mendapatkan sayur-sayuran segar. Lahan mereka yang sudah agak tandus karena pada umumnya lahan pertanian mereka sudah diganti dengan perkebunan sawit dan karet, sehingga untuk budidaya sayur-sayuran lahan mereka sangat terbatas. Untuk mengatasi permasalahan ini munculah ide untuk belajar budidaya tanaman dengan hidroponik sederhana. Sebelum pemberian bantuan, Kegiatan Pelatihan Hidroponik pun dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usaha hidroponik nantinya. Dari penyerahan bantuan tanggal 10 Oktober 2018 sampai berita ini dibuat, usaha produktif hidroponik KSM. Lestari Dongan sudah menghasilkan dengan beberapa kali panen sayuran seperti kangkung, selada, dan sawi. Sayuran hidroponik yang tanpa pestisida ternyata mulai diminati oleh masyarakat sekitar Desa Lobu Rappa. Pada panen tanggal 24 Nopember 2018 hasilnya mulai dipasarkan. Tanpa menunggu lama sayur hidroponik hasil panen KSM. Lestari Dongan berupa sawi pokcoy dan selada sudah habis terjual. Hal ini sangat menggembirakan tidak hanya bagi kelompok tapi juga buat Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Tak kalah senangnya Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudito, S.Hut, ME langsung membagikan postingan kegiatan panen tersebut melalui akun media sosial miliknya sekaligus ajang promosi untuk membantu pemasaran produk sayuran hidroponik KSM. Lestari Dongan. Minat untuk membeli produk sayuran hidroponik KSM. Lestari Dongan yang diyakini lebih sehat dibandingkan sayuran hasil pertanian konvensiaonal mulai berdatangan yang ditunjukkan mealui komen-komen di media sosial. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For yang berkeinginan untuk melihat dan belajar hidroponik dari KSM. Lestari Dongan. Euforia menikmati hasil panen semoga semakin menambah semangat bagi kelompok karena ini masih tahap awal. Kelompok harus serius menjalankan usaha hidroponik ini yang harapannya dapat meningkatkan perekonomian anggota KSM. Lestari Dongan.(). Sumber : Lisbeth Manurung - Penyuluh Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Peringati HUT Korpri ke-47, TN Kutai Gelar Apel Bersama

Bontang, 29 November 2018. Memperingati hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia ke-47, Balai Taman Nasional Kutai gelar apel bersama. Apel pagi yang biasanya hanya dihadiri oleh staf kantor Balai TN Kutai Bontang, pada peringatan hari Korpri, lebih istimewa karena dihadiri oleh staf dari SPTN Wilayah I. Sedangkan SPTN wilayah II, yang berkantor di Samarinda bergabung dengan UPT KLHK di Balai Diklat Samarinda. Dalam apel Kepala Balai TN Kutai, Nur Patria Kurniawan, S.Hut.MSc. membacakan sambutan Presiden Rebublik Indonesia Ir.H.Joko Widodo, dalam rangka memperingati hari ulang tahun Korpri ke-47. Dalam sambutannya Presiden RI menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada ASN. Selama 47 tahun, Korpri beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. Jajaran Aparatur Sipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme. Apa yang telah kita capai sampai hari ini, tidak terlepas dari peran serta jajaran Aparatur Sipil Negara yang bekerja di semua sektor, semua level pemerintahan, dan semua wilayah di lndonesia serta peruvakilan di luar negeri. Apresiasi sebesar-besarnya dari kami untuk para Aparatur Sipil Negara yang bertugas di daerah terpencil dan di pulau-pulau terluar yang bekerja penuh dedikasi dengan segala keterbatasan yang dihadapi Presiden RI juga meminta seluruh seluruh jaiaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM bangsa, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Dengan peran Aparatur Sipil Negara yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, maka transformasi kualitas SDM ini bisa dilakukan secara besar-besaran dan akan memberikan hasil yang positif bagi kemajuan bangsa. Sumber : Balai Taman Nasioal Kutai

Menampilkan 6.513–6.528 dari 11.140 publikasi