Rabu, 22 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kemah Konservasi 2018 Balai KSDA Sulteng

Palu, 4 Desember 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah, mengadakan program kemah konservasi selama 3 hari mulai tanggal 22 – 24 November 2018 di Camping Ground TWA Wera Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Program kemah konservasi yang diikuti sekitar 60 orang ini bertujuan agar peserta yang terdiri dari pramuka saka wanabakti, Kelompok Pecinta Alam Kab. Sigi, siswa siswi SMU, pemuda dan pemudi Desa Kaluku Tinggu dan Desa Balumpewa mempunyai pengetahuan, sikap dan kesadaran yang tinggi tentang lingkungan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan program pendidikan yang edukatif namun sekaligus rekreatif dengan metode pengajaran langsung berdekatan dengan alam/ lingkungan pada kawasan konservasi tersebut (resource based learning). Materi disampaikan adalah dasar-dasar kehutanan, pengenalan kawasan konservasi, mitigasi dan penanggulangan bencana, optimalisasi tugas dan fungsi kader konservasi serta pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam. Penyampaian materi dengan cara diskusi, permainan dan bentuk interaktif lainnya sehingga kegiatan lebih menyenangkan. Kegiatan kemah konservasi init rutin dilaksanakan oleh Balai KSDA Sulawesi Tengah setiap tahunnya. Meski rutin dilaksanakan, tidak menyurutkan semangat dan motivasi generasi muda untuk terus mengikuti kegiatan tersebut. Kemah konservasi sebagai salah satu metode pendidikan konservasi bisa menjadi tonggak perlindungan suatu kawasan, khususnya kawasan TWA Wera, tempat pelaksanaan kemah konservasi tersebut. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan para pemuda dapat menjadi perantara pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Penghargaan Pamong Pariwisata Berkelanjutan Diraih Balai TN Bunaken Pada ISTA 2018

Jakarta, tanggal 30 November 2018. Pada ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 di Hotel Borobudur Jakarta, Penghargaan Pamong Pariwisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata pada untuk Taman Nasional Bunaken diberikan. ISTA Award 2018 merupakan penghargaan kepada para pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, sebagaimana yang tertuang dalam Permenpar No. 14 tahun 2016 tentang pedoman destinasi berkelanjutan yang dikenal dengan istilah People, Planet, and Prosperity. Balai Taman Nasional Bunaken bersama kelompok Cahaya Tatapaan melalui kemitraan di Zona Tradisional mengembangkan ekowisata bersama masyarakat, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam penetapan Desa Wisata di bagian penyangga Desa-Desa Kecamatan Tatapaan. Proses-proses ini merupakan awal dimulainya pengelolaan destinasi berkelanjutan dengan pelibatan langsung dengan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Pada ajang ISTA 2017 Cahaya Tatapaan menjadi nominasi peraih penghargaan bagi kelompok masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan yang mengelola destinasi wisata bekelanjutan dan pada gelaran ISTA 2018 Balai TN Bunaken mendapatkan penghargaan Pamong Pariwisata Berkelanjutan. Tahun 2018 merupakan ISTA award kedua, jumlah peserta mendaftar sebanyak 176, dengan demikian hampir mendekati 50% peningkatan peserta jika dibanding tahun 2017 sebanyak yang, 96 peserta. Hal ini menunjukkan konsep wisata berkelanjutan sudah lebih banyak dipahami oleh masyarakat. ISTA award bukan hanya bentuk sebuah penghargaan, tetapi juga merupakan platform destinasi, daya tarik wisata, dan usaha priwisata yang untuk diterapkan dalam destinasi masing-masing. Penganugerahan ISTA Award 2018 Taman Nasional Bunaken terpilih sebagai penerima penghargaan Pamong atas keteguhan melestarikan destinasi untuk pariwisata berkelanjutan dengan destinasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Penghargaan yang langsung diterima oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken - Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si di Balairung Hotel Borobudur Jakarta. Sumber: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - PEH pada Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Kesadaran Masyarakat Meningkat, SKW III-BKSDA Kalteng Terima Serahan Owa dan Ular Cobra dari Masyarakat

Palangka Raya, 3 Desember 2018. Kesadaran masyarakat terkait perlindungan dan penyelamatan satwa liar dirasakan semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan diserahkannya 2 satwa liar oleh masyarakat Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Tepatnya Pada hari Kamis tanggal 8 November 2018, SKW III menerima kedatangan warga a.n Agus, Warga Desa Lanjas Kecamatan Teweh Tengah ini secara sukarela dan penuh kesadaran meyerahkan satwa owa-owa (Hylobates muelleri) peliharaannya kepada petugas BKSDA Kalteng. Satwa dilindungi tersebut telah dipelihara selama 3 tahun. Saat ini owa berumur 3,5 tahun itu telah dititipkan ke Yayasan Kalaweit untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan proses rehabilitasi. Selain itu, pada hari selasa tanggal 27 November 2018 SKW III kembali menerima kedatangan warga A.n Andi Tanaka dari Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah yang bermaksud meyerahkan satwa liar yaitu ular king kobra (Ophiophagus sp) kepada petugas BKSDA Kalteng. Satwa tidak dilindungi ini berumur kurang lebih 1 tahun itu ditemukan dekat rumahnya. Karena dikhawatirkan membahayakan warga maka ular tersebut diserahkan kepada BKSDA Kalimantan Tengah dan selanjutnya akan dilepaskan ke Cagar Alam Pararawen. Penyerahan satwa liar hasil temuan masyarakat maupun yang pernah dipelihara sangat penting untuk meminimalisir penularan penyakit dari satwa ke manusia (zoonosis). Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Masuk Kebun Masyarakat, Orangutan Dievakuasi WRU SKW I-BKSDA Kalteng

Palangka Raya, 3 Desember 2018. Datangnya musim buah-buahan di wilayah Kalimantan Tengah telah memancing kehadiran satwa liar seperti orangutan untuk datang ke kebun masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Polmas Baun Bango, Bapak Suramansyah yang mendapat laporan dari Bapak Ledo bahwa pada tangal 21 November 2018 pada pukul 06.30 WIB, ada orangutan besar yang telah merusak kebun rambutan milik warga. Menindaklanjuti hal tersebut, WRU SKW I-BKSDA Kalteng dan BOSF Nyaru Menteng melakukan rescue orangutan di kebun masyarakat tersebut. Orangutan yang berhasil dievakuasi tersebut berjenis kelamin jantan dengan umur ± 20 tahun pada lokasi koordinat S.02°14'00.6" dan E.113°27'15,6". Selanjutnya orangutan tersebut di translokasikan ke Punggu Alas wilayah Taman Nasional Sebangau. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Undang Motivator Lingkungan, Balai TN Bali Barat Fokus ke Sampah

Gilimanuk, 1 Desember 2018. Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mendatangkan fasilitator dan motivator lingkungan dari Pemerintah Kota Surabaya untuk melatih para kader lingkungan peduli sampah TNBB bertempat di kantor Balai TNBB di Gilimanuk. Adi Chandra, S.Si, M.Si, adalah fasilitator dan motivator lingkungan yang sehari-hari bertugas di Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Kota Surabaya. Dipilihnya fasilitator dan motivator lingkungan dari Surabaya karena dipandang kota Surabaya sudah berhasil mewujudkan pengelolaan lingkungan yang sangat baik dan menyabet banyak penghargaan baik nasional maupun internasional. Peserta dilatih untuk menjadi kader lingkungan yang diharapkan bisa menginisiasi kegiatan peduli lingkungan khususnya permasalahan sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kepala Balai TNBB yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Wiryawan S.Hut, M.Ec.Dev. dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan meminta personil yang telah dilatih untuk menularkan ilmu dan keterampilannya kepada anggota masyarakat lain di sekitar lingkungan mereka. Unsur masyarakat yang diundang sebagai perserta sebanyak 20 orang masyarakat yang mewakili tiga desa/kelurahan penyangga kawasan TNBB yaitu Kelurahan Gilimanuk, Desa Sumberklampok, dan Desa Pejarakan. Turut menjadi narasumber adalah I Putu Eka Darmawan dan I Gede Ganesha dari Bank Sampah dan Rumah Plastik Singaraja. Materi pelatihan antara lain terkait peluang usaha bidang pengelolaan sampah, teknis pemilahan sampah, pengelolaan sampah skala rumah tangga, dan asistensi penyusunan rencana kerja bagi para kader lingkungan. Dalam upaya mengatasi sampah plastik di TNBB, Kepala Balai, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si telah menandatangani kontrak kerja dengan Dirjen KSDAE melalui Role Model pengendalian sampah plastik/anorganik. Targetnya, permasalahan sampah di TNBB selesai tertangani dengan solusi bersama melalui kolaborasi dengan para pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Puncak Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit

Medan, 3 Desember 2018. Setelah berjalan ± 11 bulan, akhirnya kegiatan Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit mencapai titik klimaks, dengan digelarnya acara Puncak Promosi yang dirangkai dengan semarak Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2018, di kawasan TWA Sibolangit Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis 29 Nopember 2018. Kegiatan Puncak Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit ini dihadiri tamu dan undangan dari instansi terkait, diantaranya : Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara (diwakili UPT Pengelola Tahura Bukit Barisan), Polrestabes Medan (diwakili Kapolsek Pancur Batu), Dandim Deli Serdang (diwakili Danramil Sibolangit), Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Wampu Sei Ular, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera dan unsur Muspika Kecamatan Sibolangit. Selain itu, turut juga hadir Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Propinsi Sumatera Utara, Kelompok Sadar Wisata Alam Sibolangit Berseri, pelajar dari SD Darma Medan dan SMP Negeri 2 Sibolangit, mitra Lembaga Konservasi (Rahmat Gallery) serta lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Yayasan Ekosistem Lestari-SOCP dan ISCP. Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Puncak Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit merupakan rangkaian akhir dari seluruh pelaksanaan kegiatan promosi TWA Sibolangit. “Beberapa kegiatan telah dilakukan sebelum acara puncak diantaranya, promosi TWA Sibolangit yang dirangkaikan dengan peringatan hari-hari bertemakan konservasi alam dan lingkungan hidup, seperti : Hari Bumi, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Konservasi Alam Nasional dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, serta menggelar berbagai perlombaan, diantaranya : lomba foto (untuk masyarakat umum), lomba mewarnai (untuk tingkat SD) dan lomba kreasi daur ulang sampah (untuk tingkat SMP),” urai Mustafa Sementara itu Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit sejatinya dilaksanakan tujuannya bukan hanya sekedar untuk promosi wisata alam, melainkan juga mengedukasi masyarakat akan arti penting keberadaan kawasan TWA Sibolangit serta kawasan hutan lainnya di sekitar Sibolangit, sehingga secara bersama-sama peduli dan ikut menjaga kelestarian kawasan TWA Sibolangit. “Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini berkaitan juga dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2018 (yang biasa diperingati setiap tanggal 5 Nopember) dan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2018 (yang biasa diperingati setiap tanggal 28 Nopember), hal inipun mengandung arti bahwa kegiatan Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit dimaksudkan juga untuk mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat, khususnya kita yang hadir pada saat ini, untuk ikut peduli dalam gerakan penyelamatan dan pelestarian puspa (tumbuh-tumbuhan) dan satwa Indonesia, serta gemar menanam pohon untuk kelestarian lingkungan,” ujar Hotmauli Rangkaian acara Puncak Promosi Wisata Alam TWA Sibolangit, diisi dengan berbagai kegiatan, seperti : penyerahan simbolis buku konservasi dan tumbler(botol air minum) kepada perwakilan Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara (UPT Pengelola Tahura Bukit Barisan), perwakilan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara (Kepala Balai Pengelolaan DAS Wampu Sei Ular), perwakilan Polrestabes Medan (Kapolsek Pancur Batu), perwakilan Dandim Deli Serdang (Danramil Sibolangit), Himpunan Pramuwisata Indonesia Propinsi Sumatera Utara, perwakilan Kepala Sekolah (Kepala Sekolah SD Darma Medan) serta perwakilan siswa (dari SMP Negeri 2 Sibolangit). Selain itu juga penampilan tari Selamat datang, tari Ramayana dan tarian Go Green dari SD Darma Medan, Tarian Tiga Sibolangit dari kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri, lagu-lagu konservasi dari SMP Negeri 2 Sibolangit, pembagian tumbler kepada seluruh tamu dan undangan (± 270 orang), pembuatan mural, peninjauan stand pameran Resort Konservasi Wilayah TWA Sibolangit, penanaman pohon dan lomba vlog. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

SKW I BKSDA Jambi Lakukan Pemeriksaan SATS-DN

Bungo, 1 Desember 2018. Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Jambi melakukan pemeriksaan permohonan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar - Dalam Negeri (SATS-DN) PD. Budiman di Kabupaten Bungo. PD. Budiman mengajukan pemeriksaan permohonan SATS-DN atas 200 lembar kulit Sanca Batik, 50 lembar kulit Sanca Darah, dan 150 ekor labi-labi hidup, yang nanti nya akan dikirim oleh PD. Budiman ke daerah Kota Jambi, Jakarta dan Tangerang. Pemeriksaan permohonan SATS-DN dilakukan setelah surat permohonan masuk ke Balai KSDA Jambi dan di disposisi oleh Kepala Balai untuk bisa dicek dan dibuat berita acara pemeriksaan nya. SKW I BKSDA Jambi mengutus 2 orang petugas untuk melakukan kegiatan pemeriksaan permohonan SATS-DN yaitu Kepala Resort Bungo Sdr. Ikawa dan Penyuluh SKW I Sdri. Desi Anggraini. Pemeriksaan permohonan dilakukan di gudang milik PD. Budiman di Bungo. Hasil dari pemeriksaan oleh petugas bahwa permohonan yang diajukan sesuai dengan jumlah yang diperiksa oleh petugas. Setelah pemeriksaan dilaksanakan petugas membuat berita acara pemeriksaan permohonan SATS-DN sebagai salah satu syarat dokumen SATS-DN dapat dikeluarkan. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Direktur BPEE Luncurkan Informasi Spasial Kawasan Ekosistem Esensial

Bogor, 3 Desember 2018. Bertempat di Hotel Royal Padjadjaran Bogor, Direktur BPEE, Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, meresmikan WebGIS Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). WebGIS KEE ini merupakan informasi data KEE berbasis spasial yang terintegrasi dengan geoportal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada peresmian WebGIS KEE, Direktur BPEE menyampaikan tujuan dari dibangunnya sistem informasi KEE berbasis spasial ini, diantaranya yaitu tersedianya data dan informasi KEE yang lengkap dan terkini untuk mendukung pengelolaan KEE. Sebenarnya, sistem informasi KEE yang dibangun terbagi menjadi dua, yaitu data tabular dan data spasial. Data tabular berisikan informasi tentang profil atau deskripsi umum KEE sesuai karakteristik dan tipologi yang disusun dalam bentuk spreadsheet. Data tabular ini selanjutnya akan terhubung dengan SIDAK KSDAE. Data spasial KEE yang dibangun terintegrasi dengan Jaringan Data Spasial di Direktorat IPSDH, Ditjen PKTL berbentuk geodatabase dan mendukung program kebijakan satu peta. Direktur BPEE berharap WebGIS KEE ini mendukung program kerja KSDAE untuk informasi konservasi di luar KSA/KPA. Dengan terbangunnya sistem informasi ini, maka data dan informasi KEE dapat diakses oleh public kapanpun dan dimanapun, utamanya lingkup KSDAE untuk kebutuhan peningkatan kinerja KSDAE. Sistem informasi ini juga diharapkan menjadi data pemahaman dan sosialisasi perdataan terkait KEE. Apresiasi diberikan kepada tim yang telah membangun system informasi ini. WebGIS KEE yang dibangun memuat data spasial tentang Kawasan ekosistem esensial, fungsi Kawasan hutan, informasi ecoregion darat dan sebaran mangrove. Maka dengan diresmikannya peluncuran WebGIS KEE ini, informasi tersebut dapat dilihat oleh publik melalui geoportal KLHK(https://geoportal.menlhk.go.id/arcgis/home) di alamat berikut https://dbgis.menlhk.go.id/portal/apps/webappviewer/index.html/id=cde89b425f0f47e397c7639f05f63f7. Pada peluncuran WebGIS ini, peserta lingkup KSDAE dan PKTL menyarankan sistem informasi yang dibangun, diantaranya yaitu kelengkapan dan keakuratan data ditingkatkan sehingga informasi yang terbangun dapat menjadi alat pengendali pengelolaan KEE. Rencananya, WebGIS KEE ini akan dikembangkan melalui penambahan data sebaran satwa, geomorfologi dan kehati. Selamat mengakses informasi KEE. Be spasial ! Sumber : Direktorat BPEE
Baca Berita

Restorasi Pada Program Pemulihan Ekosistem TN Matalawa

Waingapu, 1 Desember 2018. Distribusi anakan serta penanaman pada program Pemulihan Ekosistem (PE) di blok hutan Tanamodu mulai dilakukan para pegawai serta masyarakat sekitar di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN. Matalawa). Kegiatan ini dilakukan sejak akhir bulan November saat curah hujan sudah mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini berbeda dengan lokasi PE di SPTN Wilayah II yang telah mulai menanam pada awal November. Kepala Balai TN Matalawa, Maman Surahman, S.Hut, M.Si, turut hadir dalam penanaman perdana di lokasi ini pada tanggal 1 Desember 2018. Kepala Balai menyampaikan pesan kepada para pegawai serta masyarakat yang menanam untuk tetap waspada terlebih pada musim kemarau. Kepala Balai melihat bahwa lokasi ini merupakan lokasi yang sering terbakar karena terdapat tanda-tanda bekas terbakar pada permukaan rumput dan alang-alang. Pada tahun 2018 ini, luas lokasi PE di blok hutan Tanamodu ± 128 ha yang menggunakan 2 metode yaitu restorasi dan mekanisme alam. Sedangkan pada tahun berikutnya, di tahun 2019, PE di Tanamodu akan menggunakan metode rehabilitasi dengan luas ± 22 ha.(dpn/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

WRU BKSDA Kalteng Rescue Orangutan Seberat 87,7 kg di Dusun Remiling, Kotawaringin Timur

Kotawaringin Timur, 3 Desember 2018. Hari Selasa (27/11), Wildlife Rescue Team SKW II BKSDA Kalimantan Tengah bersama OFI telah berhasil melakukan rescue Orangutan di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kec. Seranau Kab. Kotawaringin Timur dengan titik Koordinat 02.646771 113.007140. Rescue merupakan tindak lanjut dari laporan Kepala Desa Ganepo, bahwa dalam kurun tanggal 19 sd 24 November 2018, ada orangutan masuk kedalam kebun masyarakat dan memakan buah-buahan seperti Cempedak, Manggis, Nangka, Rambutan, Durian, Rambai, dan Petai. Karena melimpahnya buah-buahan, dikhawatirkan orangutan akan bertahan lama dilokasi tersebut. Ditambah dengan akses yang mudah untuk keluar masuk lokasi gangguan dan dekatnya dengan pemukiman warga yang hanya sejauh 10 meter, kehadiran orangutan tersebut menimbulkan keresahan dan kekhawatiran warga. Untuk menghindari konflik antara orangutan dan masyarakat, WRU SKW II - BKSDA Kalteng bersama-sama dengan perangkat desa, Kepolisian setempat, dan warga melakukan evakuasi orangutan dari lokasi gangguan. Saat ini orangutan tersebut telah berada di OCCQ Pasir Panjang di Pangkalan Bun untuk dilakukan pengecekan kesehatan Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Pelatihan Interpreter Bagi Masyarakat Di Sekitar Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean

Ampana, 3 Desember 2018. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean telah melaksanakan Kegiatan Pelatihan Interpreter Bagi Masyarakat pada tanggal 30 November – 01 Desember 2018 di Gedung Pertemuan Hotel Lawaka. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Burhanudin Lahay, S.Ag. M.Si. (Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan) dan peserta yang berasal dari perwakilan masyarakat Seksi Pengelolaan TN Wilayah I Wakai, SPTN II Lebiti, SPTN III Popolii serta perwakilan guide yang berasal dari Cottage yang berada disekitar kawasan, HPI Provinsi Sulawesi Tengah dan HPI Kabupaten Tojo Una-Una. Pemateri atau Narasumber kegiatan ini antara lain: 1. Dr. Hendra Gunawan, S.Pd., M.P. (Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dengan materi yang bertemakan Teknik Interpretasi; 2. Ir. Ridwan (Kasubdit Promosi dan Pemasaran, PJLHK) dengan tema Arah Dan Kebijakan Pengelolaan Pariwisata di Kawasan Konservasi; 3. Bapak Nurdin Razak selaku praktisi ekoturisme di Indonesia dengan tema Perkembangan Ekoturisme di Indonesia; 4. Ir. Bustang (Kepala Balai TNKT) dengan tema Gambaran Umum Pengelolaan TNKT; 5. Bapak Joko Harianto (Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah) dengan tema Arah Dan Kebijakan Pengelolaan Pariwisata di Provinsi Sulawesi Tengah; dan 6. Bapak Arfan (Dinas Pariwisata kabupaten Tojo Una-Una) dengan tema Arah Dan Kebijakan Pengelolaan Pariwisata di Kabupaten Tojo Una-Una. Pelaksanaan Praktek lapang dilakukan di Cagar Alam Tanjung Api dengan membagi peserta menjadi 6 (enam) kelompok. Kelompok yang telah terbentuk diberi tugas oleh pemateri untuk menentukan tema dan mengamati lingkungan sekitar lalu digambar dalam karton untuk kemudian dipresentasikan setelah pulang dari lapangan. Tujuan presentasi ini adalah untuk melihat seberapa besar pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan saat berada di ruangan dan melatih peserta untuk menginterpretasikan tema yang telah mereka tentukan. Satu kalimat yang sangat bermakna dari Bapak Nurdin Razak dan menjadi cambuk bagi kita semua, yaitu “Kesuksesan berawal dari perubahan, komitemen dan konsistensi”. Mari Kita melakukan perubahan dengan komitmen dan konsistensi demi tercapainya kesuksesan dalam hidup dan konservasi, amin. Salam Lestari.. Sumber : Mega Putri Armanesa - Penyuluh Muda Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Patroli Perairan Polhut Balai TN Bukit Tigapuluh Sepanjang Sungai Gansal

Rengat, 3 Desember 2018. Upaya perlindungan hutan gencar dilakukan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), salah satunya perlindungan hutan dengan patroli perairan yang dilakukan Polisi Kehutanan (Polhut) pada tanggal 26 s.d 30 November 2018 di sepanjang Sungai Gansal. Rute patroli perairan dengan titik akhir menuju hulu Sungai Gansal dimulai dari Dusun Lemang sampai dengan Dusun Suit yang berada di zona tradisional TNBT. Dusun sasaran meliputi Dusun Nunusan, Air Bomban, Sadan dan Suit dengan masyarakat mayoritas Suku Talang Mamak dan Melayu Tua. Tim dipimpin Lukman Hery Prasetyo, S.Hut.,M.Eng selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Belilas Riau melakukan pengamanan dan perlindungan serta monitoring pembukaan lahan. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat terkait peraturan dan regulasi pemanfaatan di zona tradisional serta upaya perlindungan hutan. Tak lupa silaturahmi dengan aparat setempat, kepala dusun dan RT sepanjang pemukiman sungai gansal. Kesempatan ini juga digunakan untuk mendata perkembangan penduduk beserta aktifitas masyarakat dusun. Hal ini untuk mencegah adanya tindakan illegal yang kemungkinan belum diketahui oleh masyarakat dusun. Petugas juga melakukan monitoring aktifitas lembaga masyarakat non profit (LSM), instusi lainnya maupun perorangan di dalam kawasan TNBT. Hasil pemantauan aktifitas pihak mitra atau institusi lainnya banyakanya kegiatan mengajar yang dilakukan oleh Utusan Dewan Dakwah Indonesia bertempat di Masjid Air Bomban, adanya kegiatan pengobatan untuk masyarakat dari Dusun Bengayauan sampai dengan Dusun Suit yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat PLN Rayon Rengat serta kegiatan mengajar anak SD dari utusan dompet Dhuafa di Dusun Nunusan. Dari hasil wawancara dengan pihak mitra, bahwasanya kegiatan yang telah dilakukan telah sesuai dengan peraturan dan memiliki Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi. Berdasarkan hasil patroli di sepanjang Sungai Gansal dan pengamatan di sekeliling dusun sasaran tidak ditemukan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh masyarakat dusun. Hal ini dimungkinkan karena kegiatan kemitraan konservasi mulai berkembang dengan sasaran masyarakat Dusun Sadan, Air Bomban dan Nunusan, sehingga masyarakat mulai menjadi subjek dalam pengelolaan zona tradisional. Sungai Gansal berada di Daerah Aliran Sungai Indragiri yang membelah sebagian besar kawasan hutan TNBT di wilayah Riau yang berhulu di Dusun Datai. Berada di Resort Siambul, Seksi Pengelolaan Wilayah Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Belilas Riau. Secara administratif lokasi ini berada di Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu Riau. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Release Elang Bondol di Beting Camar

Medan, 3 Desember 2018. Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2018 adalah suatu momentum pengingat bagi kita semua akan perlunya menyelamatkan dan melestarikan Puspa dan Satwa Indonesia, agar tetap lestari dan terhindar dari kepunahan. Berkaitan dengan itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dalam memperingati HCPSN tahun 2018, melaksanakan kegiatan pelepasliaran 5 individu Elang Bondol (Haliastur indus) pada Jum’at, tanggal 30 Nopember 2018 di kawasan Beting Camar di Kabupaten Langkat. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari puncak promosi wisata alam TWA Sibolangit yang dikemas bersamaan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2018. Ke 5 (lima) individu Elang Bondol berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) TWA Sibolangit. Kegiatan pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam rangka pelestarian dan perlindungan satwa tersebut di habitatnya. Satwa-satwa liar yang direlease berasal dari penyerahan masyarakat serta hasil operasi penertiban yang dilakukan oleh aparat penegak hukum baik dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera maupun dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara. Release satwa Liar di Kawasan Beting Camar dihadiri oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, S.P, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbet B.P. Aritonang, S.Sos, M.H., Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Jurnalis. Pasca release harapannya elang ini mampu beradaptasi dan berkembang biak habitat alaminya. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bukti Mampu Kelola Wisata Berkelanjutan, Balai TN Bali Barat Sabet Dua Penghargaan

Jakarta, 1 Desember 2018. Jumat, tanggal 30 November 2018 menjadi catatan prestasi pengelolaan kawasan dengan keberhasilan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) meraih penghargaan pada ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kementerian Pariwisata dan Tri Hita Karana (THK) Tourism Award & Acreditation. Kedua penghargaan ini diperoleh melalui tahapan penilaian yang dimulai pada awal tahun meliputi proses screening, pengumpulan portofolio, visitasi juri/asesor, dan wawancara para pihak yang menjadi pengelola dan pemangku kepentingan dari obyek yang dinilai. Pada malam penghargaan ISTA Award 2018 yang bertempat di Balairung Flores, Hotel Borobudur Jakarta, TNBB terpilih sebagai Pemenang Hijau Perunggu, Kategori Pelestarian Lingkungan. Untuk kategori ini, semua pemenang merupakan destinasi wisata di kawasan konservasi. Ekowisata Tangkahan sebagai Pemenang Hijau Emas, dan Destinasi Tanjung Puting sebagai Pemenang Hijau Perak. Destinasi pemenang kategori ini dipandang telah mengupayakan dan melaksanakan pelestarian lingkungan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di kawasannya. Kepala Balai TN Bali Barat, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si menerima penghargaan ISTA 2018 yang diberikan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersama Dewan Juri ISTA 2018 dengan disaksikan Dirjen KSDAE Kementerian LHK. Pada sambutannya, Arif Yahya menyatakan bahwa penghargaan semacam ini penting dilakukan karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, kredibilitas, dan dapat dijadikan sebagai pengukur performansi atau yang biasa disebut 3C: confidence, credibility, calibration. THK Tourism Award 2018 yang diselenggarakan oleh Yayasan Tri Hita Karana, diikuti 165 peserta dari hotel bintang 3 sampai bintang 5, instansi pemerintah, unsur pendidikan, dan unsur pelayanan publik. Malam penganugerahan dilakukan di Taman Budaya Art Center Denpasar. Acara dibuka oleh Sekda Provinsi Bali mewakili gubernur Bali. Penerimaan anugerah di bagi dalam 19 tim dgn jumlah asesor sebanyak 3 sampai 6 org. Penilaian dilakukan oleh asesor/juri dari kalangan profesional dan akademisi serta praktisi pariwisata di Bali dan nasional. Penilaian ini dilakukan terhadap upaya peserya selama 1 tahun dalam hal pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Dengan memperoleh hasil penilaian spesifikasi sangat baik, Balai TNBB yang baru pertama kali ikut berhasil mendapatkan kategori Penghargaan Emas (Gold Award). Penganugerahan penghargaan THK diterima oleh Wiryawan, S.Hut, MEc.Dev, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, mewakili Kepala Balai TNBB yang dalam waktu bersamaan menerima penghargaan ISTA Award di Jakarta. ISTA Award 2018 merupakan penghargaan yang diadakan untuk membangun kesadaran pengelola akan pentingnya pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan sesuai dengan Permenpar No. 14 Tahun 2016 tentang pedoman destinasi berkelanjutan. Tahun ini merupakan ISTA Award kedua dengan peserta berjumlah 176. Meningkat jauh jika dibanding tahun 2017 dengan total 96 peserta. Hal ini menunjukkan konsep wisata berkelanjutan sudah lebih banyak dipahami oleh masyarakat. ISTA Award bukan hanya sebuah bentuk penghargaan, tetapi juga merupakan platform destinasi daya tarik wisata dan usaha priwisata untuk diterapkan dalam destinasi masing-masing. Terdapat empat kategori penghargaan ISTA Award 2018, yaitu: bidang tata kelola, bidang pemanfaatan ekonomi kepada masyarakat lokal, bidang sosial-budaya, dan bidang pelestarian lingkungan. Untuk penghargaan THK Tourism Award & Acreditation, pertama kali dilakukan pada Tahun 2000 dan telah berjalan selama 18 tahun. THK Award merupakan salah satu penghargaan yang prestisius bagi pengelolaan destinasi wisata, akomodasi, dan instansi/lembaga yang mengimplementasikan nilai - nilai filosofis Tri Hita Karana dalam tata kelola dengan mewujudkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan manusia dengan alam lingkungannya. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Cegah Konflik Buaya dan Manusia, SKW II-BKSDA Kalteng Pasang Perangkap Buaya dan Papan Himbauan Masyarakat

Pangkalan Bun, 3 Desember 2018. Beberapa bulan terakhir kemunculan buaya di sekitar pemukiman masyarakat sering terjadi. Kemunculan satwa ini membuat khawatir masyarakat yang beraktivitas disekitar sungai. Pada hari Senin, pukul 20.00 WIB tanggal 19 November 2018, SKW II BKSDA Kalteng menerima laporan dari masyarakat Pangkalan Bun, terkait kemunculan Buaya di Sungai Arut, Kel. Raja Seberang Kec. Arut Selatan Kab. Kotawaringin Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, keeseokan harinya Selasa tanggal 20 November 2018, TRRC SKW II-BKSDA Kalteng melakukan pemasangan perangkap buaya pada lokasi tersebut. Selain itu menindaklanjuti laporan masyarakat di Desa Genepo, tim juga menuju lokasi serangan buaya di awal tahun 2018 (8 Maret dan 2 April) untuk mencari informasi terbaru terkait keberadaan buaya di lokasi tersebut. Dari keterangan warga, buaya masih sering terlihat bahkan diperkirakan jumlahnya bertambah. Selanjutnya TRRC BKSDA Kalteng bersama Polair Polda Kalteng memberikan himbauan langsung kepada masyarakat untuk berhati-hati dan selanjutnya memasang spanduk/plang himbauan disekitar sungai yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Plang himbauan di pasang di 2 lokasi yaitu di Desa Ganepo, Kec. Seranau dan Desa Belanti, Kec. MB Ketapang, serta Kabupaten Kotawaringin Timur. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Aksi Tanam Mangrove di KEE Mangrove Lombok Barat Bersama Masyarakat

Lombok Barat, 2 Desember 2018. Dalam rangka upaya pelestarian ekosistem Mangrove yang bertepatan dengan HUT NTB ke-60, Balai KSDA NTB bersama Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Mahasiswa Pecinta Alam FKIP Universitas Mataram serta Masyarakat Desa Cendi Manik, Lombok Barat melakukan aksi penanaman Mangrove di KEE Mangrove Lombok Barat. Sebelum melakukan aksi penanaman, acara dibuka dengan sepatah dua patah kata dari Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove (Pokmaslawisma) Bagek Kembar, H. Agus. Beliau mengakatan, "Kami sangat berterima kasih karena Perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah sudah sangat besar sekali untuk Desa Cendi Manik, terutama untuk Ekowisata Mangrove "Bagek Kembar" disini. Semoga kami mampu menjaga ekosistem mangrove ini dengan baik dan lancar tidak kurang satu apapun. Mengingat juga bahwa Wisata Mangrove telah menjadi sumber pendapatan sebagian besar Warga Desa Cendi Manik". Kepala Balai KSDA NTB, Ir. Ari Subiantoro, M.P. juga menambahkan bahwa, "Potensi Ekowisata Mangrove ini sangat besar. Dan Cendi Manik merupakan desa yang sangat sangat beruntung mendapat perhatian sebesar ini dari pemerintah. Semoga banyak masyarakat yang bisa merasakan dampak dari ekowisata mangrove ini". Tak lama para peserta kemudian langsung berlanjut untuk diajak untuk mengambil bibit mangrove yang telah disiapkan. Bapak Muhammad Barmawi dari BPSPL Wilker NTB memberikan pengarahan mengenai teknis penanaman Mangrove. Setelah dirasa cukup, para peserta langsung beranjak menuju lokasi penanaman di pesisir pantai dengan membawa bibit masing-masing. Desa Cendi Manik merupakan Desa di Wilayah Lombok Barat yang masuk kedalam Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Mangrove. Desa ini memiliki Destinasi Wisata Mangrove yang diberi nama "Bagek Kembar" yang di kelola oleh Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove (Pokmaslawisma). Di tempat ini, para pengunjung bisa menikmati tracking potensi mangrove, lanskap mangrove melalui menara pengamatan, bermain kano dan swafoto. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat

Menampilkan 6.497–6.512 dari 11.140 publikasi