Senin, 25 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kader Konservasi Alam Sumatera Utara Menjadi Fasilitator Outbound Pengembangan Diri

Sibolangit, 17 Januari 2025. SMP/SMAT Al Bukhari Muslim Medan merupakan salah satu perguruan swasta yang rutin melakukan kegiatan Outbond Pengembangan Diri bagi siswa/i nya. Agenda tahunan sekolah ini dilaksanakan selain sebagai bentuk refreshing bagi siswa setelah sepekan sebelumnya berkutat dengan penilaian semester, sekaligus juga sebagai pembelajaran secara langsung di alam terbuka sesuai tema pembelajaran pada saat itu. Kegiatan Outbond atau metoda pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam ini diikuti sebanyak 53 orang siswa dan dilaksanakan di Scout Village Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, pada Minggu-Selasa, 12-14 Januari 2025. Kepala SMP/SMAT Al Bukhari Muslim Ismail Yusa M.AGRIC.,SC.,IR, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan outbond ini dimaksudkan untuk membekali kemandirian, kedisiplinan dan pengembangan diri siswa. Tujuannya antara lain mengajarkan anak untuk berfikir, menguatkan nilai diri yang bertumpu pada kasih sayang dan saling menghargai, membantu menguasai perasaan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, membuka diri terhadap lingkungan dan saling peduli antar sesama serta membangun sikap. "Tentunya kegiatan ini sangat penting sebagai sarana untuk membangun dan memajukan sumber daya manusia yang dapat membangun karakter dan melatih para siswa. Dengan diadakannya outbond, diyakini akan dapat meningkatkan rasa sosial terhadap sesama teman, menumbuhkan sikap kepemimpinan (leadership), kerja sama antar sesama dan saling menghormati dengan yang lebih tua baik itu guru/orang tua, dan melatih aktivitas fisik (psikomotorik),” ujar Ismail Yusa Dalam Outbound Pengembangan Diri ini di pandu oleh fasilitator outbound dari Genetika FP UISU Medan. Adalah Nurhabli Ridwan, yang juga merupakan Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang bertindak sebagai fasilitator. Nurhabli Ridwan menerapkan model outbond dengan membagi siswa dalam 5 kelompok dan diharuskan menyelesaikan berbagai misi permainan. Semua siswa terlihat gembira dan menikmatinya. Siswa juga pro aktif dan tanggap sebagai pertanda antusias mengikuti kegiatan. Meski dikemas dalam bentuk permainan, kegiatan outbond pengembangan diri tidak melulu bersifat having fun atau sekedar bersenang-senang tanpa makna. Jenis-jenis permainan yang ditawarkan dalam kegiatan Outbond Pengembangan Diri kali ini antara lain edukasi konservasi lingkungan, penjelajahan alam, rapling, permainan tradisional pecah piring, lomba memasak, mini soccer, api unggun dan selesai camp peserta melakukan aksi bersih di lingkungan camp. Setiap permainan mengkondisikan para siswa untuk mengembangkan kecakapan sosial-emosionalnya seperti kerjasama tim, keberanian, ketangkasan, kecerdasan, dan kepercayaan terhadap rekan setim. Selain itu, kegiatan outbond pengembangan diri juga ditujukan agar siswa dapat lebih menghormati dan menghargai orang lain, melatih tanggung jawab, melatih kerjasama, dan meningkatkan motivasi berkompetisi siswa secara positif. Diharapkan ke depannya siswa SMP/SMAT Al Bukhari Muslim akan menjadi lebih komunikatif, lebih kreatif, berdisiplin dan mandiri. Puncak kegiatan outbond SMP/SMAT Al Bukhari Muslim dilakukan dengan api unggun dimana setiap kelompok diharuskan menampilkan kreativitasnya. Ada yang menampilkan yel-yel kelompok, menyanyi hingga menampilkan kesenian lompatan api. Sumber : Nurhabli Ridwan (GRAS/Kader Konservasi Alam) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai TN Taka Bonerate Tingkatkan Patroli dan Pengawasan

Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 17 Januari 2025 – Maraknya informasi destruktif fishing di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) menjadi perhatian serius Balai Taman Nasional Taka Bonerate (BTNTBR). Dalam upaya mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekosistem laut, Kepala Balai TNTBR, Ali Bahri, mengambil langkah tegas dengan meningkatkan frekuensi dan titik patroli di wilayah konservasi. Sebelumnya, patroli hanya dilakukan oleh tingkat resort di area tertentu. Kini, tim khusus yang dibentuk langsung oleh Kepala Balai telah diterjunkan untuk memperluas pengawasan dan penindakan. Tim ini akan menjalankan tugas intensif meliputi pemeriksaan kapal-kapal, tempat penampungan ikan sementara, hingga pelabuhan yang diduga menjadi lokasi aktivitas ilegal. Giat patroli intensif ini sudah digencarkan sejak minggu lalu, mengejar dan menghalau para pelaku praktik ilegal, memeriksa 12 penampungan ikan sementara, 1 orang pelaku yang menggunakan alat bantu kompresor dan 2 buah kapal gae (purse seine). “Kami tidak akan mentolerir praktik destruktif fishing yang merusak ekosistem laut dan terumbu karang yang menjadi aset berharga kawasan ini. Dalam penindakan dan penyidikan tim khusus akan bekerja sama dengan instansi terkait (Gakkum Kehutanan, KKP-PSDKP dan POLRI) untuk memastikan pelaku mendapatkan sanksi tegas sesuai hukum,” ujar Ali Bahri dalam keterangannya. Upaya ini juga bertujuan memberikan efek jera kepada pelaku destruktif fishing, yang tidak hanya merugikan ekosistem tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar. Kepala Balai menegaskan, langkah preventif melalui edukasi masyarakat tetap menjadi prioritas, namun penindakan hukum juga akan dilakukan untuk melindungi kawasan konservasi. Langkah tegas ini diharapkan dapat menjaga kelestarian Taman Nasional Taka Bonerate sebagai salah satu kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia dan bagian dari Cagar Biosfer UNESCO. Kepala Balai mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya ini demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang. Sumber: Asri - Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate Sumber Foto : Tim Patroli Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Awal Tahun UIN Sumut Sambangi TWA Sibolangit

Sibolangit, 15 Januari 2025. Awal tahun 2025, Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit disambangi mahasiswa/mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dari Fakultas Sains dan Teknologi, pada Selasa (14/1). Sebanyak 49 orang mahasiswa/i didampingi 1 satu orang dosen pembina melakukan kegiatan kuliah lapangan program studi biologi stambuk 2021 untuk memenuhi mata kuliah Biokonservasi. Selama di lapangan, mahasiswa/i didampingi petugas Resort CA/TWA Sibolangit dibekali informasi dan pengetahuan tentang sejarah TWA Sibolangit, arti penting keberadaan kawasan TWA Sibolangit, potensi keanekaragaman hayati serta potensi wisata yang ada di kawasan. Beragam koleksi tumbuhan dan tanaman yang ada di dalam kawasan menarik perhatian mahasiswa dan berusaha mendalaminya dengan meminta penjelasan dari petugas yang mendampingi. Kunjungan ini dirasakan memberi manfaat pengetahuan bagi mahasiswa, sebagaimana disampaikan oleh dosen pembina, dan berharap kedepan akan berlanjut kunjungan mahasiswa secara rutin untuk menjadikan TWA Sibolangit sebagai laboratorium pusat pembelajaran keanekaragaman hayati. Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sosialisasi Babi Kutil, Jembatani Keresahan Masyarakat Bawean

Gresik, 14 Januari 2025. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Pulau Bawean - Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Yayasan BINAYA melakukan Sosialisasi mengenai "Konservasi Babi Kutil" di Desa Pudakit Timur, Bawean, Gresik, Selasa (14/1). Kegiatan dihadiri oleh 20 orang masyarakat setempat yang mengalami konflik satwa dengan Babi Kutil. Sosialisasi dimulai dengan pengisian kuisioner terkait pengetahuan Babi Kutil dan mitigasi konflik yang dilakukan. Sedangkan materi yang disampaikan meliputi Morfologi Babi Kutil, Persebaran Babi Kutil, Status Babi Kutil, serta alternatif tindakan untuk mengurangi babi masuk ke lahan pertanian. Beberapa alternatif kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi Babi Kutil masuk lahan pertanian seperti membentuk hutan penyangga dan pola tanam agroforestri. Juga pembuatan pagar hidup atau memasang bunyi-bunyian penganggu. Dari sesi diskusi terkuak keresahan masyarakat terkait rencana babi kutil yang akan dilindungi. Mereka juga meminta agar pihak terkait mengambil langkah agar babi tidak memasuki lahan pertanian, sehingga masyarakat juga dapat mengurangi intensitas perburuan terhadap babi. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Membawa Satwa Liar Tanpa Dokumen, Dua Warga Surabaya Ditangkap Di Bandara Juanda

Sidoarjo, 11 Januari 2025. Dua orang warga Surabaya tertangkap membawa puluhan kilogram Kalajengking kering bernilai ratusan juta rupiah, saat hendak terbang menuju Hongkong via Singapura. Hal itu terungkap saat Pers Conference Penggagalan Penyelundupan Satwa Liar Kalajengking di Bandara internasional Juanda, 11 Januari 2025 yang lalu. Modus yang dipakai pelaku menyaru sebagai penumpang biasa dengan membawa 2 koper dan 2 kardus besar di Terminal 2 Penumpang, Bandara Internasional Juanda, Sedati - Sidoarjo. Kedua pelaku yang berinisial SS dan DSS tidak bisa mengelak saat koper dibuka ternyata berisi Kalajengking (Lychas mucronatus) tanpa membawa dokumen yang sah. Barang tersebut rencananya akan dibawa ke Hongkong transit di Singapura menggunakan pesawat SQ 923. Karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah maka barang beserta pelaku diamankan oleh AVSEC dan SATGASPAM Bandara Juanda. Setelah dilakukan pengecekan berat barang bukti tersebut sebesar 54 kg atau setara dengan 400 juta rupiah. Baik pelaku dan barang bukti setelah Pers Conference diserahkan kepada pihak BKHIT Jawa Timur untuk dilakukan proses lebih lanjut. Dalam Pers Conference tersebut turut hadir SM. Avsec Bandara Internasional Juanda, Kepala Badan Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, dan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur. (ak) Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BBKSDA Sulawesi Selatan Penanaman Pohon Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Makassar, 14 Januari 2025 – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., memimpin kegiatan penanaman pohon serentak di seluruh Provinsi Indonesia pada 14 Januari 2025 dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada waktu yang sama, di Provinsi Sulawesi Selatan, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), memimpin pelaksanaan kegiatan penanaman pohon serentak di lokasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, T. Heri Wibowo, S.Hut., M.Eng., turut serta menghadiri dan melaksanakan penanaman jenis pohon Mahoni (Swietenia macrophylla). Peserta penanaman pohon ini, antara lain: Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Forkopimda Kabupaten Gowa, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Perangkat Daerah Kabupaten Gowa, UPT Kementerian Kehutanan di Sulawesi Selatan, UPT Dinas LHK Sulawesi Selatan, Badan Usaha (BUMN/BUMD/Pelaku Usaha), serta unsur Lembaga dan Organisasi Kemasyarakatan seperti PPLH Suma. Penanaman pohon serentak yang dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia ini bertujuan untuk pemulihan lahan kritis dalam mendukung program ketahanan pangan, energi, dan air, serta upaya mengurangi potensi bencana hidrometeorologi. Di Kabupaten Gowa, kegiatan ini mencakup lahan seluas 2,5 hektare dengan total 1.300 pohon yang ditanam. Jenis pohon yang ditanam meliputi Mahoni, Rambutan, Alpukat, Durian, Mangga, dan Pala. Lokasi penanaman berada pada ketinggian 635 meter di atas permukaan laut, yang sangat sesuai untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis dan memperkuat daya dukung lingkungan. “Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menjaga alam, memulihkan lahan kritis, dan juga mengurangi potensi bencana alam dengan meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi erosi, dan memulihkan keseimbangan ekosistem,” ujar T. Heri Wibowo, S.Hut., M.Eng., Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Sulsel, saat mengikuti kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi erat antara Kementerian Kehutanan, Pemerintah Daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya. Tidak hanya sekadar seremonial, penanaman pohon serentak ini dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan yang mencakup pemeliharaan jangka panjang terhadap pohon-pohon yang ditanam. Setiap kegiatan penanaman akan dilakukan dengan geotagging untuk memantau hasil dan perkembangan pohon yang ditanam serta memastikan keberlanjutannya. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan terhadap bencana alam yang tinggi, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Degradasi lahan dan kerusakan hutan menjadi salah satu faktor yang memperburuk dampak bencana hidrometeorologi. Penanaman pohon serentak ini menjadi bagian dari upaya mitigasi mengurangi potensi bencana tersebut, sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem dan pemulihan lahan kritis. Kementerian Kehutanan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan alam demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dari semua pihak sangat diharapkan untuk memastikan keberhasilan program ini, yang tidak hanya berdampak pada penghijauan, tetapi juga pada ketahanan pangan, energi, dan air di Indonesia. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.03/K.8/TU/Humas/01/2025) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

70 Wisatawan Mancanegara Jelajahi TN Taka Bonerate Menanam Pohon Serentak Nusantara

Pulau Tinabo - Taka Bonerate Kepulauan Selayar, 14 Januari 2025 – Sebanyak 70 wisatawan mancanegara dari berbagai negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Selandia Baru, Swiss, dan mayoritas dari Australia tiba di Taman Nasional Taka Bonerate menggunakan kapal pesiar MV Coral Geographer. Kapal mewah ini memulai perjalanan dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menuju Pulau Tinabo di TN Taka Bonerate sebelum melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo. Wisatawan menikmati serangkaian aktivitas wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Di Pulau Tinabo, mereka berinteraksi langsung dengan hiu muda (baby shark), menyaksikan tukik (anak penyu) di demplot penyu, berpartisipasi dalam kegiatan transplantasi karang, snorkeling menikmati keindahan bawah laut, mengunjungi kebun pembibitan, serta mengelilingi pulau yang menawan. Momentum spesial hari ini (14/01) adalah kegiatan penanaman pohon serentak di seluruh Provinsi Indonesia yang diikuti oleh wisatawan di Pulau Tinabo. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Setelah menikmati pesona Pulau Tinabo, para wisatawan melanjutkan perjalanan ke Pulau Rajuni untuk wisata berbasis masyarakat lokal (land tour). Di sana, mereka disambut hangat oleh warga setempat dan menikmati berbagai aktivitas yang memperkenalkan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Kunjungan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi para wisatawan, tetapi juga memperkuat promosi pariwisata Taman Nasional Taka Bonerate sebagai destinasi ekowisata unggulan di Indonesia. Taman Nasional Taka Bonerate kembali membuktikan daya tariknya sebagai surga tersembunyi yang mampu memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Evakuasi Kucing Kuwuk: Upaya Penyelamatan Satwa Liar Dilindungi di Kabupaten Gresik

Gresik, 13 Januari 2025. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Desa Sedagaran, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, terkuak sebuah kisah penyelamatan satwa liar dilindungi undang-undang. Seekor anakan Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis javanensis), yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, ditemukan dalam kondisi lemah dan membutuhkan bantuan. Berkat kepedulian masyarakat dan kerja cepat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09, satwa ini kini berada dalam penanganan yang tepat. Awal Penemuan Sabtu siang, 11 Januari 2025, saudara Rahman Agus, warga setempat, sedang membersihkan gulma di kebun jeruk miliknya di Desa Wedeng. Tak disangka, ia menemukan dua individu Kucing Kuwuk, induk dan anaknya. Saat merasa terancam oleh aktivitas tersebut, induk satwa menyerang lalu melarikan diri, meninggalkan anaknya. Kekhawatiran bahwa induk tidak akan kembali, ditambah kerusakan sarang, mendorong Rahman untuk mengamankan anakan Kucing Kuwuk tersebut. Segera ia melaporkan penemuan tersebut kepada RKW 09 melalui call center BBKSDA Jatim. Laporan tersebut menjadi awal dari proses evakuasi yang cepat dan terkoordinasi. Proses Evakuasi Pada 13 Januari 2025, tim bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan. Anakan Kucing Kuwuk yang masih dalam fase menyusui ditemukan dalam kondisi lemah, sehingga memerlukan perhatian khusus. Setelah proses evakuasi, satwa tersebut dibawa ke kandang Wildlife Rescue Unit (WRU) - BBKSDA Jatim di Sidoarjo. Di fasilitas ini, anakan Kucing Kuwuk akan mendapatkan perawatan intensif hingga kondisinya memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Fungsi Kucing Kuwuk di Alam Kucing Kuwuk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai predator alami, satwa ini membantu mengontrol populasi hewan-hewan kecil seperti tikus, burung kecil, dan serangga. Dengan demikian, keberadaan Kucing Kuwuk turut menjaga stabilitas rantai makanan dan mencegah ledakan populasi yang dapat merusak ekosistem. Selain itu, Kucing Kuwuk juga berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa suatu habitat masih memiliki sumber daya dan kualitas lingkungan yang baik untuk mendukung kehidupan satwa liar. Komitmen Melindungi Satwa Liar Sebagai langkah lanjutan, BBKSDA Jatim akan melakukan peninjauan ke lokasi penemuan untuk memastikan keberadaan induk atau individu lain dari spesies ini. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga akan digencarkan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga satwa liar dan habitatnya, serta menghindari tindakan yang dapat mengancam kelestarian mereka. Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa peran aktif masyarakat. Khususnya kepada saudara Rahman Agus, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap satwa liar dengan melaporkan penemuan ini kepada pihak berwenang. Kerja sama semacam ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, khususnya di wilayah Jawa Timur. Mari bersama-sama menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan satwa liar, demi masa depan yang lebih baik untuk kita semua. Sumber : Fajar Dwi Nur Aji - Pengendali Ekosistem Hutan Muda pada Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Hari Sejuta Pohon, Balai TN Taka Bonerate Tanam Cemara Laut di Pulau Tinabo dan Latondu

Kepulauan Selayar, 11 Januari 2025. Memperingati Hari Sejuta Pohon (10/01), petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa, Balai Taman Nasional Taka Bonerate mengadakan aksi penanaman pohon di Pulau Tinabo Besar. Sebanyak 20 bibit pohon Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) ditanam di sekitar jalur trail yang dikomandoi oleh Kepala SPTN Wilayah I Tarupa, Raduan. Diharapkan tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan menjadi peneduh serta pelindung bagi makhluk hidup di sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Di tempat lain, SMPN Satap Latondu No. 48 Kepulauan Selayar juga menggelar aksi penanaman pohon Cemara Laut di sepanjang pinggir jalan menuju Itana Beach, Dusun Barat, Desa Latondu. Sebanyak 50 bibit ditanam dalam kegiatan yang melibatkan Kepala Dusun Barat (Bapak Arsan), Kepala Dusun Timur (Bapak Sumardi), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Passiana Latondu, dan masyarakat setempat. Selain untuk menghijaukan lingkungan, penanaman ini juga untuk mencegah abrasi di sepanjang pantai Pulau Latondu Taman Nasional Taka Bonerate. Harapannya, aksi ini dapat memotivasi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus melakukan kegiatan serupa demi menjaga ekosistem pesisir. "Aksi penanaman pohon ini merupakan langkah nyata yang menggambarkan semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi mendatang", pungkas Kepala Balai TN Taka Bonerate, Ali Bahri. Sumber: Andi Firman Ali Safaat & Hendra Marannu - Polhut SPTN Wilayah I Tarupa Balai TN Taka Bonerate Editor : Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

BBKSDA Sulsel Terima Seekor Anoa dari Warga Masyarakat Toraja Utara

Makassar, 11 Januauari 2025 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Bidang Wilayah I Palopo menerima seekor Anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi) dari salah satu keluarga di Desa Malakiri, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja, pada tanggal 10 Januari 2025. Setelah diserahkan, Tim WRU Bidang Wilayah I Palopo melakukan evakuasi Anoa yang merupakan spesies endemik Sulawesi untuk selanjutnya dibawa ke kandang transit satwa di Kantor Bidang Wilayah I Palopo. Tim WRU dipimpin oleh Kepala Resor Nanggala III bersama personil Polisi Kehutanan Bidang Wilayah I Palopo. Evakuasi Anoa ini berawal dari laporan yang disampaikan oleh salah seorang personil Polisi Kehutanan Balai TN Rawa Aopa Watumohai, Elfardo Galyeri Bulo, S.Hut., yang sedang menghadiri upacara adat pemakaman keluarga di Museum Ne' Gandeng, Desa Malakiri, Lembang Palangi, Kec. Balusu, Kabupaten Toraja Utara kepada Kepala Bidang Wilayah I Palopo. Elfardo melihat keberadaan seekor Anoa di antara hewan yang akan disembelih pada upacara adat tersebut. Menyadari bahwa Anoa adalah satwa endemik Sulawesi yang dilindungi, maka dengan sigap dia memberikan penjelasan kepada pihak keluarga mengenai status Anoa sebagai satwa liar yang dilindungi Undang Undang, sehingga penyembelihan satwa tersebut merupakan pelanggaran hukum. Berkat pemahaman yang diberikan, pihak keluarga akhirnya bersepakat menyerahkan Anoa tersebut secara sukarela kepada BBKSDA Sulsel. Setelah mendapat laporan tentang penyerahan Anoa, Tim WRU Bidang Wilayah I Palopo segera berangkat menuju lokasi keberadaan satwa tersebut untuk melakukan evakuasi. Saat ini Anoa tersebut berada di kandang transit Bidang KSDA Wilayah I Palopo, sekitar 65 km dari lokasi evakuasi, untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian satwa liar dilindungi yang saat ini populasinya di alam semakin punah. Pihak keluarga yang diwakili oleh Bapak dr. Antonius Pasulu, menyampaikan terima kasih kepada BBKSDA Sulsel atas tindakan cepat dalam proses evakuasi. Mereka juga berkomitmen untuk terus memberikan pemahaman kepada keluarga dan masyarakat di Toraja Utara tentang pentingnya menjaga dan melestarikan Anoa dan satwa liar dilindungi lainnya. Sebagai bentuk apresiasi, Balai Besar KSDA Sulsel memberikan piagam penghargaan sebagai tanda terima kasih atas sikap positif dan sukarela dalam menyerahkan satwa yang dilindungi tersebut. Anoa termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia dan diakui sebagai spesies yang terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status "Vulnerable" atau Rentan. Anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi) adalah salah satu spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan merupakan mamalia yang dikenal sebagai hewan liar yang habitatnya terbatas pada kawasan hutan pegunungan Sulawesi Perburuan ilegal dan kerusakan habitat merupakan beberapa faktor penyebab menurunnya populasi Anoa. Karena itu, langkah-langkah konservasi yang berkelanjutan sangat penting untuk melindungi spesies ini dan memastikan kelangsungan hidupnya di alam liar. Upaya pelestariannya memerlukan sinergitas peran pemerintah dan masyarakat yang dibangun melalui sosialisasi dan peningkatan kesadaran konservasi dan perlindungan satwa liar dilindungi. Sehingga generasi yang akan datang dapat terus menemukenali Anoa. Salam konservasi ! Sumber Berita: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.02/K.8/TU/Humas/01/2025) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Gerak Cepat Mitigasi Temuan Jejak Harimau di Sidikalang

Sidikalang, 13 Januari 2025. Setelah penemuan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) oleh masyarakat Lae Great, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi pada Jumat (3/1), Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya, S.Sos. melakukan gerak cepat menyambangi Pemkab Dairi untuk melakukan koordinasi dalam hal penanganan. Tuahman Raya beserta staf disambut dengan baik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi yang saat itu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Dairi, Kepala KPH Wilayah XIV Sidikalang, Camat Sitinjo dan Lurah Panji Dabutar, pada Senin (6/1). Usai dari Pemkab Dairi, masih pada hari yang sama Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang juga melakukan koordinasi dengan Kabag Ops Kepolisian Resort (Polres) Dairi. Hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait ini menyepakati untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam penanganan interaksi negatif antara warga dengan satwa liar serta dalam memberikan sosialisasi (penyuluhan) dan edukasi kepada warga Langkah selanjutnya, pada Selasa (7/1), dilakukan sosialisasi terkait penanganan interaksi negatif manusia dan satwa liar jenis Harimau Sumatera kepada masyarakat Dusun Lae Gerat yang dilaksanakan di ladang salah satu warga, Bapak Padang, bersama-sama dengan Lurah Panji Dabutar dan Kapolsek Sidikalang Kota. Tim Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang juga melakukan penelusuran kembali setelah adanya informasi tentang temuan jejak baru harimau, pada Rabu (8/1). Selain mendokumentasikan Tim pun melakukan sosialisasi kepada pemilik ladang serta masyarakat Dusun Lae Great untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Upayakan dalam beraktifitas dilakukan secara berkelompok. Jejak baru yang ditemukan Selanjutnya pada Kamis, (9/1) Tim Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang melakukan koordinasi dengan PT. Wahana Graha Makmur. Tim menyampaikan bahwa satwa liar jenis Harimau Sumatera memiliki jalur jelajah yang cukup luas dan tidak tertutup kemungkinan akan melintasi areal konsesi PT. Wahana Graha Makmur serta perladangan masyarakat yang berbatasan dengan PT. Wahana Graha Makmur. Pihak PT Wahana Graha Makmur melalui Manager Umum menyampaikan kepada Tim belum ada pegawainya yang menemukan jejak ataupun mendengar dan melihat keberadaan satwa liar tersebut. Namun perusahaan berjanji akan kooperatif dengan Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang dalam penanganannya kedepan. Tim Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang koordinasi dengan PT. Wahana Graha Makmur Hingga Jumat (10/1) Tim Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bersama dengan Camat Sitinjo, Lurah Panji Dabutar, Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan pemasangan kamera trap pada 4 titik lokasi, yaitu 2 titik di PT. Wahana Graha Makmur dan 2 titik di Dusun Lae Gerat, Kelurahan Panji Dabutar. Upaya ini dilakukan guna memantau keberadaan satwa liar serta menyiapkan langkah-langkah penanganannya kedepan. Sumber : Hafsah Purwasih (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pelestarian Rusa Sambar dan Bekantan bersama PLTU Asam-Asam

Asam-Asam, 10 Januari 2025 – Upaya pelestarian satwa dilindungi rusa sambar (Cervus unicolor) dan bekantan (Nasalis larvatus), tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan koordinasi dengan PLTU Asam-Asam serta peninjauan lapangan lokasi Penangkaran Rusa dan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam melestarikan satwa liar dan habitatnya. Dipimpin langsung oleh kepala Balai KSDA Kalsel Bapak drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si. tim diterima oleh Bapak Reo Yanuar Hadi selaku Manager PLTU ASAM-Asam dan Bapak Pahrinnor selaku tim leader environment. Saat peninjauan lokasi penangkaran rusa, dilakukan pembinaan terhadap kewajiban administrasi terkait perizinan penangkaran, serta teknis dengan melihat kondisi dan jumlah rusa. Dalam diskusi permasalahan, terungkap adanya kendala perpanjangan perijinan penangkaran yang harus ditindaklanjuti bersama. Perjalanan selanjutnya menuju kawasan SM Asam-Asam dengan menggunakan long boat dengan titik start dari dermaga PLTU Asam-Asam. Peninjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi open area di kawasan konservasi SM Asam-Asam yang merupakan habitat bagi bekantan yang menjadi spesies kunci dan primata khas Kalimantan. Bekantan (Nasalis larvatus) yang memiliki bentuk hidung yang unik dan masuk dalam daftar primata dengan status Appendix I dari CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Statusnya juga dinyatakan “Endangered” dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List . Selama giat dijumpai 4 kelompok Bekantan dengan masing-masing kelompok berjumlah antara 5 s/d 8 individu teramati. Dari hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa area yang memerlukan rehabilitasi habitat untuk meningkatkan daya dukung habitat terhadap populasi satwa liar. Selain itu, tim juga mencatat adanya ancaman seperti degradasi lahan dan perambahan kawasan yang membutuhkan perhatian lebih dalam pengelolaan kawasan. “Pelestarian Rusa Sambar dan Bekantan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat lokal,” ujar Bapak Agus Ngurah Krisna. Keberadaan satwa liar seperti Bekantan sebagai satwa endemik yang dilindungi memiliki peran ekologis yang signifikan, baik dalam menjaga rantai makanan maupun keseimbangan ekosistem hutan. Hasil dari peninjauan lapangan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen rencana pengelolaan SM Asam-Asam. Beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan meliputi rehabilitasi open area dengan penanaman vegetasi asli yang sesuai dengan kebutuhan habitat satwa, peningkatan patroli kawasan untuk mengurangi ancaman perburuan liar dan perambahan, serta pengembangan program edukasi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan melakukan penanaman pohon bersama dengan PT. IP PLTU Asam asam pada kawasan open area. (Ryn) Sumber: Agus Erwan S.Hut, M.Sc (Kasi SKW I) & Doc. by: Badrul Arifin, S.Hut (PEH SKW I) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Temuan Jejak Harimau dan Jerat di Sipirok

Jejak harimau yang ditemukan Sipirok, 13 Januari 2025. Bermula dari adanya laporan masyarakat ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok tentang temuan jejak satwa liar diduga Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok segera menyambangi lokasi. Setibanya di Desa Aek Batang Paya, Tim melakukan pengumpulan bahan data dan keterangan dari warga. Menurut penjelasan warga, harimau tersebut sudah terlihat melintas di dekat perkampungan/permukiman sejak hari Senin (6/1). Masyarakat khawatir dengan kehadiran si raja hutan ini. Ada hewan ternak peliharaan warga jenis kambing yang dikejar harimau tersebut, namun berhasil selamat dari kejaran. Setelah mengumpulkan keterangan, kemudian Tim bersama dengan masyarakat melakukan penyisiran ke lokasi guna mencari jejak harimau. Tim pun menemukan adanya jejak baru. Disamping jejak, Tim juga menemukan jerat di sekitar lokasi. Upaya penangan pun dilakukan, jerat disita dan segera diamankan ke kantor Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Setelah menyisir lokasi dan tidak menemukan keberadaan harimau, Tim memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas sehari-hari di kebun/ladang. Diupayakan tidak dilakukan sendiri tetapi secara berkelompok, minimal 3-4 orang. Kegiatan berkebun/berladang juga dibatasi waktunya paling lama sampai pukul 16.00 Wib. Jerat yang ditemukan di lokasi Warga juga diingatkan untuk tidak memasang jerat meskipun tujuannya hanya untuk menjerat hewan/satwa yang dianggap sebagai hama pengganggu tanaman seperti babi hutan, karena beresiko bagi satwa liar lainnya, khususnya jenis yang dilindungi, yang akan menjadi korban. Perbuatan menjerat satwa liar jenis dilindungi merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp. 100 juta, sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (2). Warga dihimbau apabila kembali menjumpai adanya tanda-tanda keberadaan dari satwa liar harimau, agar segera melaporkan ke petugas terdekat untuk dilakukan penanganan. Sampai saat ini petugas masih terus memantau perkembangan di lapangan. Sumber : M. Nasir Siregar (Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Bersama Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan Sepakat Realisasikan RKT IV

Medan, 13 Januari 2025. Tidak terasa Perjanjian Kerja Sama (PKS) Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan tentang Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Barumun Dan Konservasi Harimau Sumatera Serta Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang KSDA Wilayah III Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sebagaimana yang tertuang dalam PKS Nomor: PKS.4165/TU/PK/8/2021 dan Nomor: 080/YPBMM/VIII/2021 tanggal 26 Agustus 2021 tanggal 26 Agustus 2021, sudah memasuki tahun ke IV. Perjanjian Kerja Sama ini berlangsung selama 5 (lima) tahun. Sebelum kegiatan dilaksanakan tentunya didahului penyusunan dan pembahasan bersama Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) IV. Untuk itulah Balai Besar KSDA Sumaera Utara menginisiasi pertemuan dengan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan guna penyusunan RKT IV dimaksud, pada Jumat (10/1) bertempat di ruang rapat Balai besar KSDA Sumatera Utara. Adapun maksud dari dokumen RKT IV Tahun 2024-2025 ini adalah sebagai penjabaran dari Rencana Pelaksanaan Program kerja sama antara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Ketua Pembina Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan tentang Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Barumun Dan Konservasi Harimau Sumatera Serta Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang KSDA Wilayah III Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sedangkan tujuan dari dokumen RKT IV Tahun 2024-2025 ini adalah sebagai acuan pelaksanaan kegiatan kerja sama antara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Ketua Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan tentang Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Barumun Dan Konservasi Harimau Sumatera Serta Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang KSDA Wilayah III Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada tahun 2024-2025. Dalam rapat yang dipimpin Kepala Balai besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL., dihadiri pengurus Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Bresman Marpaung, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Hermanto Siallagan, SH., MH., Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, Suyono, SH., M.Si dan staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pertemuan diawali dengan pembahasan evaluasi realisasi kegiatan RKT III periode 2023-2024. Ada beberapa kegiatan yang sudah direalisasikan, seperti : tersusunnya 1 (satu) dokumen RKT, pemberian beasiswa konservasi kepada 2 (dua) siswa, dukungan kerja sama perlindungan kawasan dan satwa liar melalui sosialisasi dengan skema RBM di SM. Barumun dalam rangka penguatan KPHK Barumun berupa patrol sebanyak 1 (satu) kali, terpeliharanya 4 (empat) ekor satwa Harimau Sumatera, terlaksananya 1 (satu) kegiatan penanganan rescue Harimau Sumatera di Desa Huta Tongah, Kecamatan Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun, terpenuhinya 1 (satu) dokter hewan dan 1 (satu) set perlengkapan medis serta laporan monitoring. Sedangkan untuk RKT IV periode 2024-2025, akan dilaksanakan serangkaian kegiatan, seperti : pemberian beasiswa konservasi, kegiatan peningkatan tim rescue Harimau Sumatera, kegiatan pelatihan tim mitigasi konflik manusia dengan harimau, peningkatan ekonomi masyarakat, kegiatan sosialisasi, terpeliharanya 4 (empat) ekor satwa Harimau Sumatera, terlaksananya kegiatan rescue Harimau Sumatera dan terlaksananya kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan. Setelah melalui diskusi akhirnya tercapai kesepakatan dan komitmen antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan untuk bersama-sama merealisasikan RKT IV periode 2024-2025. Para pihak sepakat berkolaborasi mewujudkan seluruh kegiatan yang sudah dituangkan dalam RKT tersebut. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

30 Tukik Penyu Hijau Menetas di Resort Tinabo TN Taka Bonerate

P. Tinabo, 10 Januari 2025 – Petugas Resort Tinabo, Balai Taman Nasional Taka Bonerate, kembali mencatat keberhasilan dalam pelestarian Penyu Hijau (Chelonia mydas), Kamis (09/1). Pada pengecekan rutin sarang penyu yang dilakukan Jumat (10/1), sebanyak 30 ekor tukik ditemukan baru menetas dari sarang yang telah dipantau sejak 25 November 2024. Sebagai langkah lanjutan, petugas segera membawa tukik-tukik tersebut ke kolam Demplot Penyu di Resort Tinabo. Upaya ini dilakukan untuk memberikan perlindungan awal sebelum tukik-tukik tersebut dilepasliarkan ke laut. Perawatan di kolam Demplot bertujuan meningkatkan peluang tukik bertahan hidup dari ancaman predator dan kondisi lingkungan ekstrem di awal kehidupannya. Penyu Hijau merupakan salah satu spesies yang dilindungi dan menjadi ikon konservasi Taka Bonerate. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras para petugas, tetapi juga komitmen Taman Nasional Taka Bonerate dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Semoga tukik-tukik ini tumbuh sehat dan kelak kembali ke habitat aslinya untuk memperkuat populasi Penyu Hijau di perairan Taka Bonerate. Sumber: Yohanes & Khalik - PEH Resort Tinabo SPTN Wilayah I Tarupa Balai Taman Nasional Taka Bonerate Editor : Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur Siap Mendukung Pengelolaan Objek Wisata di Kawasan Hutan

Makassar, 9 Januari 2025 - Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar KSDA (BBKSDA) Sulawesi Selatan menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur pada tanggal 9 Januari 2025 di Ruang Rapat Anoa. Kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur ini dalam rangka konsultasi dan konfirmasi tentang obyek wisata di Kabupaten Luwu Timur yang masuk di dalam kawasan hutan atau kawasan konservasi. Tim Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur terdiri atas Ketua Komisi II, tujuh (7) orang Anggota Komisi II, dan tiga (3) staf. Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan, T. Heri Wibowo, S.Hut., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk mengunjungi Balai Besar KSDA Sulsel dalam upaya mendapatkan informasi tentang pengembangan obyek wisata alam di Kabupaten Luwu Timur yang lokasinya berada di dalam kawasan konservasi. “Kawasan konservasi di Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi wisata yang besar, tetapi pengelolaannya harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan memperhatikan kaidah konservasi sumber daya alam. Kami siap mendukung sesuai dengan pedoman teknis dan regulasi yang berlaku,” ujar T. Heri Wibowo. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan memaparkan sejumlah potensi wisata alam kawasan koservasi beserta pengelolaan yang berada di Kabupaten Luwu Timur. Terdapat tiga Taman Wisata Alam (TWA), yaitu TWA Danau Matano, Danau Towuti, dan Danau Mahalona, yang memiliki daya tarik wisata alam yang sangat potensial, kekayaan flora dan fauna yang khas serta keindahan lanskapnya. Lokasi-lokasi unggulan seperti Pantai Ide, Gua Subagio, dan pesona matahari terbit di Danau Mahalona menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, aktivitas wisata minat khusus, seperti diving di Danau Matano menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan juga menjelaskan mekanisme pengajuan Perizinan Berusaha melalui Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau One Single Submission (OSS) untuk memastikan kegiatan wisata di kawasan konservasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur menyampaikan: “Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian hutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, potensi wisata Luwu Timur dapat dimaksimalkan tanpa mengorbankan pelestarian hutan”. Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur menyampaikan bahwa pelaksanaan Perda Retribusi Wisata Alam mengalami kendala, terutama diimplementasikan untuk objek wisata yang berada di kawasan hutan seperti di objek wisata Malela, Kecamatan Mangkutana. Pemerintah daerah telah membangun fasilitas di kawasan tersebut, tetapi regulasi belum memperbolehkan pengenaan retribusi. “Kami mencoba mencari mekanisme pengelolaan yang sesuai, mengingat infrastruktur sudah tersedia. Namun, kawasan ini berada di dalam kawasan hutan sehingga butuh solusi yang tidak melanggar aturan,” ungkap salah satu anggota DPRD. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur dengan penuh antusias mengikuti paparan dan diskusi dalam kunjungan kerja ini. Pertemuan ini memberikan wawasan baru terkait pengelolaan kawasan konservasi, yang mendapat apresiasi tinggi dari para anggota dewan. Keterlibatan pihak luar di dalam kawasan konservasi melalui dua mekanisme, yaitu kerja sama dan perizinan. Mekanisme izin untuk memberi peluang usaha dan penarikan retribusi, sedang pada kerja sama tidak dapat dimanfaatkan untuk komersial atau penarikan retribusi. Penjelasan yang disampaikan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan mengenai tata kelola kawasan konservasi, termasuk peluang pemanfaatannya untuk mendukung pembangunan daerah, menjadi bahan berharga untuk dirumuskan dalam kebijakan daerah. DPRD Luwu Timur menyatakan akan menjadikan hasil pertemuan ini sebagai acuan dalam menyusun kebijakan, khususnya terkait upaya pelestarian kawasan hutan dan pengembangan potensi wisata berbasis konservasi di Kabupaten Luwu Timur. Pada kesempatan tersebut diserahkan Plakat Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan kepada Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur. Kunjungan kerja ini menegaskan pentingnya sosialisasi tentang kawasan hutan, kawasan konservasi, dan regulasinya dalam pengembangan wisata alam di daerah. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.01/K.8/TU/Humas/01/2025) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883

Menampilkan 609–624 dari 11.141 publikasi