Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Jambi Wujudkan Cagar Alam Bebas Sampah

Nipah Panjang, 2 Maret 2019. Balai KSDA Jambi bersama dengan Pemkab Tanjung Jabung Timur, Camat Nipah Panjang, Lurah Nipah Panjang I, Kelompok Tani, Polsek Nipah Panjang, Koramil Nipah Panjang, Kejari Cabang Nipah Panjang , Mitra Konservasi, Pramuka dan Masyarakat melakukan aksi membersihkan sampah terutama sampah plastik di muara Sungai Batanghari yang juga merupakan kawasan Cagar Alam Hutan bakau Pantai Timur. Cagar Alam yang terletak di kawasan muara ini berpotensi dihampiri oleh sampah-sampah yang terbawa dari hulu sungai. Kebanyakan sampah yang terbawa ole sungai adalah sampah rumah tangga yang didominasi oleh plastik. Rumah tangga sendiri merupakan penyumbang sampah terbesar. Kajian menunjukkan bahwa bila tidak ada perubahan signifikan, maka pada tahun 2025 kawasan perairan atau lautan di Indonesia akan terdiri dari komposisi tiga banding satu untuk sampah berbanding dengan ikan. Sampah sangat berbahaya bagi biota yang ada di sekitar Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur terutama sampah plastik. Seringkali kita temui hewan tanpa sengaja memakan plastik ataupun tersangkut oleh sampah-sampah yang terbawa arus sehingga melukai bahkan menyebabkan kematian bagi satwa tersebut. Ada 3 cara untuk mengurangi keberadaan sampah diantaranya reuse, reduce, dan recycle. Reuse yaitu menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai sehingga tidak menjadi sampah. Reduce yaitu mengurangi sesuatu yang dapat mengakibatkan sampah. Sedangkan Reuse yaitu mengolah sampah yang ada menjadi barang baru yang dapat digunakan kembali. Sampah plastik misalnya, bisa dikurangi peredarannya dengan langkah-langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri, membawa botol minum dari rumah, tidak menggunakan sendok ataupun sedotan yang sekali pakai, makan dan minum ditempat, dan lain-lain. Kepala Balai KSDA Jambi Rahmad Saleh menuturkan, “Kegiatan ini merupakan peringatan hari sampah nasional. Kami berupaya untuk mewujudkan Cagar Alam yang terbebas dari sampah baik organik maupun non organik. Mengurangi sampah bisa kita mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai yang nantinya akan mencemari lingkungan sekitar. Kedepannya kami akan terus lakukan kegiatan gotong royong ini tidak hanya pada hari sampah nasional namun hari-hari biasa.” Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Peringatan HSPN di TWA Malino

Gowa, 4 Maret 2019. Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, di Taman Wisata Alam Malino dengan tema “Gerakan Indonesia Bersih - Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai” pada tanggal 4 Maret 2019. Kegiatan diinisiasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) bersama 500 org dari unsur UPT lingkup KLHK, P3E Suma, Pemda Provinsi Sulsel, Pemda Gowa, Kodam XIV Hasanuddin, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, LSM dan Pers. Melalui tema "Kelola sampah untuk hidup besih, sehat dan bernilai." Apel besar dipimpin Bupati Gowa, Adnan Purica. Kegiatan yang sama dilaksanakan di 74 titik seluruh Indonesia di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam. Bupati Gowa usai membaca sambutan seragam Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memimpin Yel Yel dengan teriakan HPSN 2019 dan disambut dengan peserta, " Bersih, Sehat dan Bernilai, Yes!!!" sambil mengangkat tumbler masing-masing sebagai komitmen peduli sampah dan akan mengurangi sampah plastik . Selanjutnya Pemberian bantuan secara simbolis kepada 5 perwakilan masyarakat berupa pupuk kompos dari Daops Balai Perubahana Iklim dan Kebakaran Hutan, inovasi mesin pembuat kompos dari Balai Litbang, Tempat sampah terpilah dari BBKSDA dan pohon dari Balai Permbibitan tanaman hutan Wil 2. Dalam arahan apel hari peduli sampah ini, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan “Kegiatan ini harus dijadikan momentum mengubah pola pikir terhadap penanganan sampah. Hari ini kita nyatakan perang terhadap sampah plastik, Kalau kita menjaga lingkungan kita, maka alam pun akan menjaga kita. Mari jadikan peringatan hari sampah untuk mengubah pola pikir untuk menjadi lebih sehat” Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Thomas Nifinluri mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama untuk pelembagaan hidup bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah. Yang kedua, ia juga berharap lahirnya budaya bersih dan produktif di tengah masyarakat dengan dinamika dan partisipasi masyarakat sebagai modal sosial. "Kemudian meningkatkan peran aktif dan langkah-langkah pemerintah daerah serta masyarakat dalam pengelolaan sampah," kata Thomas. Acara ini juga di selingi dengan “Video conference” dengan Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang juga menghadiri Kegiatan HPSN 2019 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk dimana Menteri siti.nurbaya mengikuti aksi bersih sampah dan melakukan video conference ke beberapa titik lokasi yang melangsungkan aksi serupa. Dalam dialog jarak jauh tersebut walaupun ada sedikit gangguan karena di Malino turun hujan dan turun kabut Ibu Menteri memberikan apresiasi dan semangat kepada perserta Aksi Peduli Sampah di TWA Malino. Dalam pelaksanaannya Aksi peduli sampah ini dilakukan di dua titik yaitu di hutan pinus Malino dan Pasar Sentral Malino. Dari kedua titik tersebut berhasil mengumpulkan 32 kantong sampah seberat kurang lebih 152 kg yang terdiri dari sampah organik 95 kg dan sampah non organik 57 kg. Sampah yang dikumpulkan akan digunakan untuk proses pembuatan pupuk kompos dan dikirim ke bank sampah dan TPA menggunakan armada 2 unit truk sampah DLH Kab Gowa. Sumber : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas Edi Sarwana - 0821-3431-9222
Baca Berita

TN Kutai Gelar Peringatan HPSN 2019, Serentak di 3 Lokasi

Sangatta, 4 Maret 2019. TN Kutai menyelenggarakan peringatan HPSN 2019 melalui aksi bersih sampah. Peringatan HPSN melalui aksi bersih sampah diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh kepala Balai TN Kutai. Dalam apel Kepala Balai TN Kutai membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka HPSN 2019 dengan sub tema: "Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai" Kegiatan bersih sampah yang diselenggarakan tersebut merupakan pelaksanaan yang ke-3 kalinya sejak HPSN tanggal 21 Februari 2019. Dan pada tanggal 4 Maret 2019 dilaksanakan serentak di tiga lokasi di TN Kutai yaitu Bontang Mangrove Park, Sangkima Jungle Park dan BPPUTK Sangatta. Aksi bersih sampah diikuti oleh lebih dari 200 orang yang terdiri dari staf Balai TN Kutai, Sekretariat Mitra TN Kutai, Komunitas pemerhati lingkungan Sangatta, Kader Konservasi, SMKKN Makassar, Pokdarwis, dan masyarakat sekitar. Berbeda dengan pelaksanaan aksi bersih sampah sebelumnya, kali ini sejumlah sampah yang dikumpulkan dipilah dan ditimbang dengan jumlah sampah anorganik pada masing masing lokasi adalah Bontang Mangrove Park ± 120 kg, BPPUTK Sangatta ± 150 kg dan Sangkima Jungle Park ± 25 kg. Volume sampah di BPUTK lebih banyak dibanding dua lokasi lainnya karena sebelumnya belum ada kegiatan aksi bersih sampah di BPPUTK Sangatta, sedangkan pada dua lokasi lainnya sudah dilakukan aksi bersih sampah pada tanggal 21-22 Februari 2019. Selain itu di Bontang Mangrove Park kegiatan bersih Sampah sudah dilakukan secara rutin setiap hari Jumat, sejak awal pembukaan wisata BMP awal Februari 2018. Sampah yang terkumpul di Bontang Mangrove Park lebih banyak berasal dari areal sekitar termasuk pemukiman di sekitar Bontang Mangrove Park dan sampah akibat pasang surut air laut. Untuk penanganan selanjutnya, sampah yang terkumpul di BMP dibawa ke TPA Bontang-Kelurahan Bontang Lestari. Dengan adanya peringatan HPSN 2019, diharapkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. Aksi bersih sampah tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, namun dilaksanakan secara rutin. Lebih jauh lagi, diharapkan kesadaran dan kepedulian terhadap sampah semakin meningkat, bahkan semakin bijak dalam menggunakan bahan-bahan yang potensial menghasilkan sampah. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Asyiknya Bersih Sampah di SPTN Wilayah 1 Gorontalo

Lombongo, 4 Maret 2019. Udara segar dan kicau burung menyambut puluhan orang yang membersihkan kawasan wisata alam Lombongo. Sampah plastik yang berserakan, satu persatu dimasukkan dalam karung. Peserta bersih-bersih ini adalah Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) drh. Supriyanto dan ASN BTNBNW, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) SPTN 1 Limboto, The Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) atau Proyek Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati, ASN BPDAS Bone Bolango, ASN BPKH Wilayah XV Gorontalo, Perwakilan WCS, Perwakilan Biota (Biodiversitas Gorontalo), ormas Oi, siswa SMK Pulubala dan Anggota Pramuka Saka Wanabakti. Seperti tak sedang bekerja, mereka bergembira memburu sampah yang terlihat di sisi kanan dan kiri jalan setapak. Semua sampah yang dipungut berupa plastik kemasan air minum dan pembungkus makanan. Ada 3 karung yang terisi sampah dari kegiatan ini. Jalan setapak pun terlihat bersih dan nyaman dilalui. Saat memasuki pintu gerbang wisata Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) sampah mulai berkurang. "Ada jembatan gantung di sini, asyik sekali berada disini," kata Bagus Tri Nugroho, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 1 Limboto, Senin (4/3/2019). Sepanjang jalur jungle tracking mereka bergerak ke arah air terjun, nyaris tidak ada sampah. Peserta Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dilaksanakan Balai TNBNW tidak merasa lelah. Sepanjang jalan mereka menikmati panorama hutan lebat dengan kayu dan tumbuhan yang saling berhimpitan. "Udaranya segar, enak dibuat jalan-jalan, apalagi riuh dengan suara burung," kata Farida staf BPDAS Bone Bolango Di pinggir kawasan konservasi ini disisakan untuk wisata, pengunjung dapat menikmati hutan tropis yang kaya keanekaragaman hayati. "Pagi ini kami menemani wisatawan mancanegara ke taman nasional, ternyata ada peringatan HPSN, wisatawan semakin senang ada keguatan ini," kata Agus Kamba, pemandu wisata yang membawa wisatawan asing masuk kawasan taman nasional pagi ini. Sumber : Diah Ayu Lestari - Penyuluh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone & Rosyid Azhar
Baca Berita

Peresmian dan Penyerahan Bantuan Sumber Energi Terbarukan di Dua Desa Penyangga TN Matalawa

Waingapu, 4 Maret 2019. Sudah hampir 6 bulan masyarakat Pulau Sumba khsusunya di Desa Wanggameti dan Mahaniwa mendamba-dambakan adanya listrik yang mengalir ke Desa mereka, Umbu Lius sebagai salah satu warga Wanggameti sangat berharap agar memperoleh listrik ke Desanya yaitu Desa Wanggameti, namun kini cita-cita Umbu Lius dan masyarakat Desa Wanggameti dan Desa Mahaniwa pada umumnya dapat menjadi kenyataan. Kini listrik dapat mengalir 24 jam nonstop ke masing-masing rumah penduduk desa Wanggameti dan Desa Mahaniwa. Balai TN Matalawa bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makasar telah membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) dan siap untuk digunakan, lokasi pembangunan PLTMH ini berada di dua lokasi yaitu di Desa Wanggameti dan Desa Mahaniwa, yang bersumber pada terjunan aliran sungai Tadamoru dan Minaboti dan dapat menghasilkan potensi energi listrik masing-masing sekitar 5000 Watt di Desa Wanggameti yang dapat mengaliri ± 30 rumah penduduk, sedangkan pada Desa Mahaniwa 45.000 watt untuk mengaliri ± 70 rumah penduduk. Tepat pada hari Jumat tanggal 1 Maret 2018 berlokasi di Kantor Resot Wanggameti telah dilakukan peresmian dan penyerahan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) kepada dua desa tersebut, acara peresmian ini langsung diresmikan oleh Sekertaris Direktorat Jendral (Sekditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Ir. Herry Subagaiadi M.Sc dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Koramil, Polsek Tanarara, Camat Matawai Lapau, Kepala Desa Wanggameti dan Desa Mahaniwa serta masyarakat kedua desa tersebut, dengan adanya PLTMH ini maka diharapakan mampu memberikan kehidupan yang baru bagi masyarakat Desa Wanggameti dan Mahaniwa pada umunya, Ir. Memen Suparman, MM selaku Kepala Balai TN Matalawa mengungkapkan Pembangunan energi terbarukan (PLTMH) ini merupakan langkah nyata TN Matalawa dalam rangka terus mendorong masyarakat desa penyangga dalam meningkatkan kualitas hidup, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta dengan adanya program ini juga, tingkat kesadaran masyarakat desa penyangga semakin meningkat akan pentingnya lestarinya hutan TN Matalawa. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Mengintip Aksi Hari Peduli Sampah Nasional di TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 4 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar acara puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 dengan tema “Gerakan Indonesia Bersih” dan sub tema “Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai” melalui Apel Aksi Bersih BBTNGGP, penandatangan Deklarasi Bersih Sampah BBTNGGP bersama mitra dan masyarakat, pembagian bibit tanaman, dan dilanjutkan dengan kerja bakti aksi bersih bersama di sekitar kantor BBTGGP, Bumi Perkemahan Mandalawangi – Resort PTN Mandalawangi, Resort PTN Cibodas, serta lingkungan sekitar Cibodas. Rangkaian acara peringatan HPSN di BBTNGGP telah berlangsung sejak tanggal 21 Februari 2019 dengan dilaksanakannya aksi bersih bersama secara serentak di seluruh lingkup wilayah kerja BBTNGGP. Kegiatan dimonitor melalui teleconference dalam rangka pelaporan media visual. Pada acara puncak, Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto bertindak langsung sebagai Pembina Apel Aksi Bersih. Apel ini diikuti seluruh pejabat struktural dan pegawai lingkup BBTNGGP, mitra kerja (volounter Montana, Forum Penggiat Wisata Cibodas, Kelompok Tani Hutan (KTH) Gerbi Lestari, KTH Hejo Cipruk, KTH LBC Lestari, dan mahasiswa Universitas Surya Kencana – Cianjur). Dalam amanatnya, Kepala Balai Besar membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada peringatan HPSN. Ada beberapa point dalam amanat tersebut: 1. Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu komponen dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden RI Nomor 12 Tahun 2016. Langkah-langkah yang dapat kita ambil dalam Gerakan Indonesia Bersih: a. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas. b. Peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat. c. Pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegritas termasuk kali bersih, sarana, dan prasarana pelayanan publik. d. Penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi). e. Pemberian kemudahan bagi perusahaan/ swasta/ lembaga yang melakukan pengelolaan sampah. f. Mengutamakan peran serta masyarakat di dalam menunjang perilaku bersih dan sehat. g. Peningkatan penegakan hukum di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan. 2. Pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai persampahan: Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, dan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. 3. Tantangan pengelolaan sampah harus kita hadapi dengan langkah sistematis dan kerja kolaboratif dalam semangat gotong royong. Dalam Apel Aksi Bersih kali ini, rada beda dari biasanya, dengan dilaksanakan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Bersih Sampah BBTNGGP bersama mitra kerja. Isi dari deklarasi tersebut: (1) Buang sampah pada tempatnya. (2) Kurangi penggunaan plastik. (3) Lakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. (4) Terapkan eco office. Acara dilanjutkan dengan pembagian bibit kepada mitra dan masyarakat serta kerja bakti aksi bersih bersama di sekitar kantor BBTGGP, Bumi Perkemahan Mandalawangi – Resort PTN Mandalawangi, Resort PTN Cibodas, serta lingkungan sekitar Cibodas. Total sampah yang berhasil dikumpulkan seberat 396 kg, paling banyak berasal dari Bumi Perkemahan Mandalawangi – Resort PTN Mandalawangi seberat 224 Kg, sekitar kantor Balai Cibodas seberat 137 Kg, dan dari Resort PTN Cibodas seberat 35 Kg. Pemungutan sampah dipilah antara sampah organik dan anorganik dengan hasil 40 Kg sampah organik dan 356 Kg sampah anorganik. Sampah organik ini untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk organik dengan sistem lubang berpindah dan sampah anorganiknya dikumpulkan untuk diolah lebih lanjut di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Cilaku Cianjur. selengkapnya : https://goo.gl/HDm6Zx Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Rapat Evaluasi dan Pelepasan Purna Tugas 2 Orang Polhut TN Kutai

Bontang, 28 Februari 2019. Sudah menjadi kegiatan rutin Balai TN Kutai untuk melakukan rapat evaluasi setiap bulan. Pada bulan Februari 2019, kegiatan rapat rutin evaluasi bulanan dilaksanakan tanggal 28 Februari untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan satu bulan yang telah lalu, kendala yang dihadapi dan strategi yang dilakukan serta untuk membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya. Rapat evaluasi bulanan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Balai TN Kutai ini dihadiri oleh struktural Balai TN Kutai, Kepala Resort lingkup Balai TN Kutai, Kepala Urusan lingkup Balai TN Kutai, anggota Sekretariat Mitra TN Kutai dan anggota Sekretariat kerjasama Balai TN Kutai. Selain kegiatan evaluasi bulanan, agenda lain yang dilaksanakan pada rapat evaluasi bulan Februari yaitu pelepasan purna tugas Bapak Mardiansyah dan Bapak Muhammad. Kedua staf yang telah memasuki purna tugas tersebut adalah Polisi Kehutanan di Balai TN Kutai. Bapak Mardiansyah sendiri telah mengabdikan dirinya sebagai PNS selama 34 tahun 11 bulan sedangkan Bapak Muhammad 33 tahun 9 bulan. Selain pelepasan 2 orang staf yang telah memasuki purna tugas, juga pelepasan 2 orang staf Sekretariat Mitra TN Kutai yaitu Rahayu Lestari dan Nining Shinta. Sumber: Balai TN Kutai
Baca Berita

Menyambut Kedatangan Ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii) di Tempat Asalnya

Jayapura, 3 Maret 2019. Ikan arwana irian (Scleropages jardinii) dipulangkan ke tempat asalnya di Kabupaten Merauke pada 2 Maret 2019 oleh Balai KSDA Kalimantan Barat. Sebanyak 3.505 ikan arwana Irian tiba dengan selamat di Bandara Mopah, Merauke, pada pukul 09.35 WIT, dengan penerbangan pesawat garuda GA513 dari Pontianak. Kedatangan ribuan ikan endemik Papua yang dilindungi undang-undang itu disambut oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua, Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, dan Stasiun Karantina Ikan Merauke. Sebelumnya, tanggal 13 Januari 2019 pukul 07.30 WIB, ribuan ekor ikan arwana Irian tersebut telah berhasil digagalkan pengirimannya secara ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia oleh petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamaan (BKIPM), Entikong. Ribuan ikan arwana Irian tersebut akan diselundupkan ke Kuching, Malaysia. Anakan Ikan Arwana Irian yang diperkirakan berumur dua bulan tersebut berada di Pontianak secara resmi dengan dokumen asal usul dan dokumen pengiriman yang lengkap dari Merauke. Balai Besar KSDA Papua mengupayakan penanganan maksimal terhadap ribuan ikan arwana Irian itu, sehingga dapat menjalani pemulihan atau aklimatisasi di salah satu supplier ikan arwana Irian di Kabupaten Merauke yang memiliki izin pemanfaatan. Ikan-ikan tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya di Sungai Wanggo, Kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke pada tanggal 8 Februari 2019. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan restocking ikan arwana irian sejumlah 817 ekor Ikan tersebut dikembalikan ke habitatnya dengan harapan akan menambah jumlah indukan dalam rangka menjaga kelestarian jenis satwa tersebut di habitatnya. Ikan arwana Irian merupakan jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan Lampiran perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang TSL yang dilindungi Undang-Undang. Meskipun dilindungi, jenis satwa ini dapat dimanfaatkan secara lestari. Kepala Balai Besar KSDA Papua Edward Sembiring, S.Hut M.Si menegaskan, selama masa pemulihan anakan Ikan Arwana Irian dipastikan mendapatkan perawatan yang baik agar pada saat pelepasliaran di alam ikan tersebut dalam keadaan sehat. Ikan Arwana Irian dapat dimanfaatkan secara lestari dengan menaati peraturan perundangan yang berlaku. Dihimbau kepada masyarakat agar memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian dalam pemanfaatan satwa ini. Sumber : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Balai KSDA Maluku lepasliarkan Buaya yang Resahkan Warga Seram Barat

Kairatu, 2 Maret 2019. Setelah melakukan perawatan selama 2 hari untuk pengobatan di mulut akibat jeratan tasi, buaya yang diamankan di Desa Hatusua, Kec. Kairatu, Kab. Seram Bagian Barat telah berhasil dilepasliarkan ke habitatnya. Lokasi pelepasliaran ini dilakukan di KSA/KPA Sungai Nif, Desa Dawang, Kec. Teluk Waru, Kab. Seram Bagian Timur. Tim pelepasliaran dipimpin oleh Kepala Resort Piru, Sugeng Prayitno, A.Md dan dibantu tim medis BKSDA Maluku, Drh. Dirwan. Dipilihanya KSA/KPA Sungai Nif karena tempat yg aman dan jauh dari pemukiman warga. Warga sendiri sudah mengetahui bahwa Sungai Nif merupakan habitat buaya sehingga mereka jarang masuk ke dalam kawasan konservasi tersebut. Selama ini populasi buaya di KSA/KPA Sungai Nif cukup terpelihara dengan baik. Disamping itu Kawasan ini merupakan habitat Rusa Timor Seram dan Babi Hutan yang menjadi mangsa atau sumber pakan bagi buaya. Selanjutnya Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi, menghimbau kepada masyarakat, apabila melihat kemunculan buaya yg meresahkan, agar segera menghubungi petugas BKSDA atau menangkapnya dalam keadaan hidup supaya dapat dievakuasi ke habitatnya yang aman. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Ijen Rijik Ciptakan Ijen Yang Bersih

Banyuwangi, 1 Maret 2019. Program Ijen Rijik atau Ijen Bersih, berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh tidak kurang 170 peserta, baik dari pihak BBKSDA Jatim maupun stakeholder. Program Jum’at bersih resmi dicanangkan di Taman Wisata Alam Kawah Ijen setiap hari Jum’at pekan pertama. Pada hari itu,Kawah Ijen-pun ditutup dari segala bentuk pariwisata. Selain peserta umum yang mendaftar secara online, peserta yang langsung hadir antara lain dari Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Banyuwangi, Dinas Pariwisata Banyuwangi, Muspika Licin, dan Muspika Ijen. Selain itu juga tercatat dari Mapala UNTAG, Mapala Poliwangi, Banyuwangi Action Squad, FK3I, 851 Rescue, Komunitas Jeep Wisata, PT. Candi Ngrimbi, Pesona Tamansari, dan Penyedia Jasa Wisata Alam Kawah Ijen. Dalam sambutannya pada apel pembukaan, Setyo Utomo, SH., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih ini selain kegiatan rutin bulanan juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2019 yang lalu. Aksi bersih sampah hari ini dimulai dari Pondok Bunder sampai Paltuding. Setiap peserta disiapkan kantong plastik untuk mengambil sampah yang ada. Pihak penyelenggara menyiapkan kendaraan untuk mengangkut sampah dari peseta menuju paltuding tempat mobil pengangkut sampah berada. Seluruh sampah dikumpulkan di Paltuding, yang kemudian diangkut dengan mobil pengangkut sampah ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) Bulusan, di Kalipuro, Banyuwangi. Hambatannya waktu, karena hari jumat jadi peserta harus benar-benar ontime agar tidak terlambat karena mau jumatan. Target jam 7 untuk memulai apel, tapi banyak peserta terlambat dan selesai pada jam 10.30. Harapan kepada pengunjung untuk tidak buang sampah sembarangan. Sumber: BBKSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kunjungan ARC, Oxford University dan UNAS di SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 28 Februari 2019. Kunjungan ARC (Aliance Religion and Conservation), Oxford University dan Universitas Nasional di lakukan ke SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Sebelum turun ke lokasi, mereka didampingi WWF Program Riau melapor ke Balai Besar KSDA Riau selaku pengelola kawasan pada hari Kamis. Kehadiran mereka disambut hangat Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dengan diskusi dan saling bertukar pikiran. Rombongan Tim terdiri dari satu orang dari ARC UK, dua dari Oxford University, dan tujuh orang dari Universitas Nasional. Kedatangan Tim ke kawasan konservasi tersebut adalah untuk mempelajari pendekatan agama sebagai penyadartahuan masyarakat tentang satwa liar dan perlindungan alam di SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Setelah bertemu dengan Kepala Balai Besar KSDA Riau, tim langsung turun ke lapangan dan menginap di home stay Tanjung Belit. Kegiatan yang akan dilakukan di lapangan adalah diskusi dengan masyarakat Rimbang Baling selama 2 hari tentang bagaimana masyarakat melihat nilai nilai agama dan budaya dalam upaya penyadartahuan masyarakat tentang satwa liar dan perlindungan alam. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut pelatihan da'i yg telah dilakukan sebelumnya yang mendorong alim ulama/da'i, para imam dan khotib masjid serta tokoh masyarakat yg berada di tengah-tengah masyarakat sebagai bagian dari pihak yg menyuarakan nilai pentingnya pelestarian/ konservasi kawasan hutan dan perlindungan tumbuhan dan satwa yang ada di dalamnya adalah hal yang sejalan dengan prinsip, nilai dan ajaran agama. Mari sahabat konservasi, kita lakukan aksi nyata untuk konservasi kita. CONSERVATION #everyonrcandoit #kemenlhk #ditjenksdae Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kemunculan Harimau Sumatera di Desa Tanah Datar

Pekanbaru, 25 Februari 2019. Pengecekan Penampakan Satwa Liar yang dilindungi Undang-undang berupa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Pada pukul 10.30 WIB, 26 Februari 2019, Anggota Resort Pekan Heran mendapat informasi dari Camat Rengat Barat adanya perjumpaan warga Desa Tanah Datar, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu dengan satwa yg diduga Harimau Sumatera ( HS) di kebun karet pada hari Senin. Tim Rescue Bidang KSDA Wilayah I Rengat, langsung diperintahkan untuk berangkat ke lokasi oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kasi Wil I Pkl. Kerinci. Tim turun ke lokasi bersama Camat Rengat Barat, Kades Tanah Datar, Babinkamtibmas Polsek Rengat Barat serta masyarakat. Dari hasil pengecekan di lokasi Tim mendapat keterangan dari warga bernama Warsan yang berjumpa langsung dengan satwa HS tersebut pada jam 10.00 wib pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019, Warsan melihat 2 ekor anak HS yang sedang bermain di kebun karetnya, kemudian Warsan mencoba mendekati 2 ekor anak HS dg jarak +/- 20 meter, ketika warsan akan mendekati anak HS tersebut muncul 1 ekor induk HS dari dalam semak, Warsan langsung lari dan menghindar dari satwa HS tersebut dan melaporkan kepada Kades Tanah Datar. Di lokasi Tim menemukan bekas semak/rumput yg rebah tempat 2 ekor anak HS dan 1 ekor induknya. Selanjutnya Tim melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati bila melakukan aktivitas di dalam kebun karet terutama pada pagi dan sore hari, Tim juga menyampaikan kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dan tidak melakukan tindakan yg melanggar hukum, karena satwa HS tersebut dilindungi Undang Undang. Tim akan bekerjasama dengan aparat setempat untuk melakukan pemantauan dan Tim telah memasang Camera Trap sebanyak 4 unit. 2 unit di desa Tanah Datar dan 2 unit di desa Sungai Baung. Hal ini dikarenakan sudah ada beberapa warga yg melihat sebelumnya keberadaan dan kemunculan satwa HS tersebut sekitar 2 minggu yg lalu di desa Sungai Baung yang berbatasan dengan desa Tanah Datar, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Konferensi Pers Bersama Kasus Pemilikan Satwa Liar Illegal di Sumut

Medan, 27 Februari 2019. Setelah berhasil melakukan pengungkapan kasus pemilikan satwa liar yang diduga dilindungi oleh seorang warga sebagai pemilik, Sdr. Robby, laki-laki berumur ± 37 tahun, karyawan PDAM Tirtanadi Belawan, beralamat di Jalan K.L. Yos Sudarso No. 05, Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Rabu 20 Februari 2019, Direskrimsus Polda Sumut dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan konferensi pers bersama dihadapan jurnalis (wartawan) baik media cetak, elektronik dan media on-line, pada Selasa 26 Februari 2019, bertempat di Mapolda Sumut, Jln. Tanjung Morawa. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol. Rony Samtana, S.IK., MTCP., dalam penjelasannya menguraikan kronologis pengungkapan kasus serta beberapa satwa liar yang disita, yaitu : 5 (lima) individu Burung Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), 5 (lima) individu Burung Kesturi Raja/Nuri Kabare (Psittrichas fulgidus), 1 (satu) individu Burung Rangkong Papan/Enggang Papan (Buceros bicornis), 1 (satu) individu Burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis), 1 (satu) individu Burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulpurea) dan 3 (tiga) individu Juvenil Burung Kasuari Klambir Ganda (Casuarius casuarius). Dalam pengungkapan kasus ini, menurut Rony Samtana, pemiliknya Sdr. Robby, berhasil melarikan diri, sedangkan yang tertangkap tangan di lokasi adalah pekerjanya, Sdr. Adil Aulia yang menerangkan bahwa yang bersangkutan ikut dalam kegiatan pemeliharaan satwa dilindungi sejak bulan Desember 2018, serta mengakui bahwa kegiatan pemeliharaan satwa yang dilindungi tersebut tidak memiliki izin apapun dari pihak yang berwenang. Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan satwa-satwa tersebut akan diperdagangkan secara illegal oleh pelaku, termasuk diperdagangankan ke luar negeri, Rony Samtana menjawab, pihak penyidik masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui motif pemilikan satwa serta kemungkinannya untuk diperdagangankan. Sementara itu Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menjelaskan, bahwa dari ke-16 individu satwa tersebut, hanya burung Rangkong/Enggang Papan, yang endemik Sumatera Utara, sedangkan yang lainnya merupakan satwa dari luar Propinsi Sumatera Utara, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Propinsi Maluku dan Propinsi Papua. “Saat ini ke 16 satwa dititipkan sementara di beberapa lembaga konservasi binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk mendapatkan perawatan serta rehabilitasi. Bila kondisinya sudah memungkinkan untuk dilepasliarkan (direlease) maka terhadap burung Rangkong/Enggang Papan akan dilepasliarkan ke habitatnya di kawasan konservasi yang ada di Sumatera Utara, sedangkan jenis yang lainnya akan dikembalikan (dikirim) ke habitatnya di wilayah Indonesia Timur,” ujar Hotmauli. Konferensi Pers dihadiri para pejabat lingkup Ditreskrimsus Polda Sumut, serta pejabat lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diantaranya Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Amenson Girsang, SP., Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, Suyono, SH., dan Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, Andoko Hidayat, S.Hut., MP. Sumber : Nofri Yeni, SP. - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Begini Uniknya Terapi Air Kahuripan Gunung Ciremai

Kuningan, 28 Februari 2019. Tak ada habisnya mengulas keunikan serta petualangan di gunung Ciremai. Di kaki utara gunung ini, sobat bisa berkunjung ke wisata alam bumi perkemahan (buper) Panten. Coba tebak apa yang menarik di sana? Selain pastinya sebagai tempat berkemah, di buper ini juga kita akan menemukan mata air. Masyarakat desa Argalingga menyebutnya mata air Kahuripan. Konon sumber air ini berkhasiat menyembuhkan segala macam penyakit. Oleh karenanya lokasi ini banyak dikunjungi untuk terapi air. Abah Maskub, tokoh Padepokan Pencak Silat Panglipur Jembar Kancana sekaligus ahli pijat syaraf menjelaskan tentang mata air ini. Menurut warga blok Selamanggu, desa Maja Selatan, Kahuripan punya keanehan sekaligus keistimewaan. Orang yang berendam lama di sana akan merasa hangat. Tidak seperti berendam di air pegunungan umumnya. “Terapi air ini mampu mengendorkan urat-urat dalam organ tubuh", terang Abah Maskub. "Sehingga tubuh akan terasa ringan dan tubuh yang kaku bisa digerakkan kembali", jelasnya penuh semangat. Agar mempercepat penyembuhan, terapi air ini dibarengi pemijatan serta dialog medis. Pasien paling sedikit menjalani terapi tiga kali. Selain itu, terapi di kolam Kahuripan Panten harus dilakukan pukul enam hingga sepuluh pagi. Ratusan orang pasien telah mencoba terapi ini. Berkat izin Tuhan, ratusan orang tersebut sembuh. Hakikat kesembuhan itu memang berasal Sang Pencipta. Tapi kita wajib berusaha mencari kesembuhan atas penyakit yang diderita. Salah satunya dengan pengobatan tradisional. So, ayo ke Kahuripan untuk terapi kesehatan [Teks & Foto © Gandi-BTNGC 022019]. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

BBKSDA Sumut Apresiasi Keberhasilan Polda Sumatera Utara

Medan, 27 Februari 2019. Setelah berhasil menangani 2 (dua) kasus dugaan pelanggaran tindak pidana bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yaitu digagalkannya perdagangan on-line satwa liar dilindungi 3 (tiga) individu Lutung Emas (Trachypithecus auratus), 3 (tiga) individu anak Elang Brontok dan 1 (satu) individu Macan Akar, pada Selasa 8 Januari 2019, di Dusun III Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Serta pengungkapan kasus perdagangan organ tubuh satwa liar berupa 1 lembar kulit beserta kepala Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) dan 1 lembar Macan Dahan (Neofis diardi) pada Minggu, 27 Januari 2019, di Desa Bukit Mas, Dusun Pantai Gadung, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, dimana penanganan kedua kasus tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Polda Sumut. Atas dukungan dan bantuan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam penanganan kasus-kasus dibidang KSDAE ini, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera mengapresiasinya dengan pemberian piagam penghargaan kepada jajaran Polda Sumut, khususnya Direktorat Reserse Krimanal Khusus (Ditreskrimsus). Penyerahan piagam penghargaan kepada 14 (empat belas) orang dilakukan di ruangan Direskrimsus, pada Selasa 26 Februari 2019, yang diserahkan langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. secara simbolis kepada Direktur Reskrimsus, Kombes Pol. Rony Samtana, S.IK., MTCP dan Kanit 3 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus, Kompol Wira Prayatna, SH., S.IK., MH. “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada jajaran Polda Sumut yang sudah membantu tugas-tugas kami dalam menangani permasalahan dibidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kedepannya kami masih berharap dukungan dan kerjasama yang baik dari Bapak-bapak Kepolisian Daerah Sumatera Utara,” ujar Hotmauli. Khusus penghargaan untuk Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, menurut Hotmauli, akan dikoordinasikan dengan Direktur Jenderal KSDAE agar berkenaan meluangkan waktunya menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Kapolda. “Terima kasih kepada Ibu Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta jajarannya yang telah memberikan penghargaan ini, dan ini akan menjadi penyemangat bagi kami untuk lebih giat lagi dalam bertugas. Apa yang kami lakukan merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk ikut menjaga serta mewariskan sumber daya alam kepada anak cucu kita generasi yang akan datang,” balas sambutan Rony Samtana. Usai penyerahan penghargaan dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam acara tersebut Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara didampingi Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Amenson Girsang, SP., Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, Suyono, SH., dan Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, Andoko Hidayat, S.Hut., MP. Sumber : Nofri Yeni SP. - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Lereng Barat Gunung Pangrango Siap Tempur

Kalau lereng timur Gunung Gede telah siap dengan sembilan bumi perkemahan (Buper), maka lereng barat Gunung Pangrango telah bersiap dengan paket "eco camping" di empat Buper eksklusif. Berkemah di tengah hutan dengan pemandangan khas ekosistem hujan tropis lereng Pangrango di satu sisi dan indahnya hamparan sawah di sisi lain, membuat orang ketagihan untuk ikut paket wisata sambil belajar. Uniknya air terjun menambah penasaran mereka yang belum pernah datang. Yo…kita coba! Bocimi Mulai Beroperasi Tidak mau terjebak macet? Hindari daerah Puncak, terutama pada waktu libur! Banyak pilihan tempat berlibur yang tidak jauh dari Jakarta selain Puncak. Baru Bolang di Cisarua, Lebak Ciherang di Tapos, Cikaracak di Cimande, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, serta Curug Luhur di Pasir Hantap telah siap menanti. Kondisi destinasi wisata alam ini masih alami, relatif belum banyak dijamah orang. Kegiatan wisata di sini bersifat ekowisata (ecotourism) yang ramah lingkungan, bukan wisata masal (mass tourism). Sehingga pengunjung bisa berwisata sambil belajar dalam situasi yang tenang dan nyaman. Pokoknya asyiik, dah! Beberapa tahun ke belakang, jalur Ciawi-Sukabumi, memang ketularan macet, gara-gara truk dan bus dilarang masuk jalur Puncak. Namun di penghunjung tahun 2018, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah mulai beroperasi, paling tidak sudah bisa dilalui sampai Cigombong. Jadi semua destinasi wisata tersebut di atas sudah terbebas dari kemacetan lalu lintas. Dari Barubolang sampai Cikaweni Di Curug Beret air menari indah seirama relief unik di tebing berbatu setinggi 75 meter. Itu baru keunikan di musim kemarau. Bila musim hujan tiba, keindahan tarian air pada relief tebing ditemani cantiknya air terjun, yang mampu meloncat sampai beberapa meter dari permukaan tebing. Di sekitar air terjun, wisatawan bisa berkemah di bawah naungan pohon pinus yang rimbun di Buper Barubolang (seluas 3 ha), yang berlokasi di Resort PTN Cisarua, sekitar 10 Km dari Gadog (jalan Raya Puncak). Bagi para kaula muda, telah tersedia paket kemah ramah lingkungan “eco camping” yang mengkombinasikan kegiatan rekreasi dengan pendidikan lingkungan; memadukan informasi tentang ekosistem hutan dengan budaya masyarakat; memberikan gambaran saling ketergantungan antara manusia dan hutan; menambah pengalaman dan petualangan yang berujung pada cinta alam. Ikut yu! Sayang deh, kalau dilewatkan begitu saja! Geser sedikit ke arah selatan, Resort PTN Tapos telah menyiapkan arena “jalan santai” di hutan pinus Blok Lebak Ciherang, tidak jauh dari peternakan sapi Tapos (sekitar 10 Km dari Ciawi). Setelah puas jalan-jalan di hutan pinus dengan berbagai keindahannya, wisatawan akan disambut “keserasian relief” pada tebing “Batu Tumpuk” yang tak jauh dari pintu masuk Buper Lebak Ciherang. Nikmati lincahnya tarian air yang meliuk-liuk mengikuti alur relief. Nikmati pula udara pegunungan yang segar dan bersih, sambil minum kopi panas yang disediakan anggota KTH Konservasi “LBC Lestari”. Bagi mereka yang ingin melewatkan malam di hutan, di sini tersedia Buper seluas 2 Ha. Bergeser sedikit lagi agak ke selatan, Resort PTN Cimande dengan bangga mempersembahkan keunikan dan keindahan air terjun Cikarak ( 80 meter). Di kompleks ini dapat dinikmati 2 buah air terjun dengan legenda dan keunikannya masing-masing. Menjelang kompleks air terjun, di ujung areal pesawahan, di awal kawasan hutan, telah menunggu areal datar seluas dua hektar, yang siap dikembangkan jadi Buper Cikaracak. Destinasi wisata ini bisa dijangkau dari pasar Cikereteg (Jl. Raya Sukabumi) sekitar 15 Km. Di ujung selatan Bidang PTN Wilayah III Bogor, Resort PTN Bodogol sedang getol berbenah untuk memanjakan para pelancong. Masyarakat Kampung Bodogol di bawah binaan TNGGP telah membentuk Forum Hoya dengan tagline “Bodogol Kampung Hoya” dengan mengembangkan budidaya tumbuhan hias jenis hoya. Kampung Bodogol memang sedang disiapkan sebagai kampung wisata pendidikan, disinergiskan dengan keberadaan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) yang berada di kawasan hutan tidak jauh dari Kampung Bodogol. Bagi mereka yang senang dan ingin mempelajari owa jawa, Bodogol-lah tempatnya. Di sini bisa diamati perilaku owa jawa liar dari Stasiun Penelitian Bodogol (SPB), disamping itu kita bisa meneliti kehidupan owa jawa yang direhabilitasi di Javan Gibbon Center. Di PPKAB bisa mengikuti paket Dikoling (pendidikan konservasi alam dan lingkungan hidup), termasuk pengamatan keanekaragaman hayati dari ketinggian melalui jembatan kanopi sepanjang 100 meter. Tidak jauh dari kompleks PPKAB, kita bisa menikmati indahnya air terjun Cikaweni (7 meter), air terjun Cisuren (5 meter). Lebih ke dalam lagi akan sampai di komplek air terjun Cipadaranten yang terdiri dari tiga buah air terjun. Masih di lereng barat Gunung Pangrango, namun sudah lintas batas wilayah, di Bidang Wilayah II Sukabumi, tepatnya di Resort Pasir Hantap, wisatawan bisa mengamati keluarga elang jawa tidak jauh dari air terjun Cipatala. Sebelum Cipatala bisa ditemukan destinasi wisata “Hutan Seribu Janji”, habitat kelelawar di “Gua Asgan”, dan tebing “Batu Candi”. Destinasi unggulan di Resort PTN Pasir Hantap sebenarnya adalah Curug Luhur (40 meter). Saat ini petugas sudah mulai disibukan dengan pelayanan pengunjung, terutama di pintu masuk Genteng. Sedangkan dipintu masuk Ciambar lebih disibukan dengan pengunjung ke Hutan Seribu Janji. Sumber Info: Tarya Nuryahya (Polhut Pelaksana Lanjutan – Balai Besar Taman Nasiona Gunung Gede Pangrango)

Menampilkan 6.081–6.096 dari 11.140 publikasi