Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sinergi Peduli Sampah di Kepulauan Seribu

Pulau Pramuka, 4 Maret 2019. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di Kepulauan Seribu diperingati dengan Aksi Bersih Laut pada tanggal 4 Maret 2019 secara sinergis antara Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu. Kegiatan Aksi Bersih Laut difokuskan pada ekosistem penting di Kepulauan Seribu, yaitu laut (terumbu karang), mangrove dan pantai peneluran penyu sisik. Lokasi kegiatan menyebar di beberapa pulau, yaitu Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, Pulau Kayu Angin Bira, Pulau Belanda, Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang. Meskipun Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang jauh dari kawasan TN Kepulauan Seribu tetapi masih termasuk wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Seribu yang tidak mau ketinggalan ikut serta aksi bersih dalam rangka kampanye Indonesia Bersih. Aksi Bersih Laut diawali dengan apel. Pelaksanaan apel di P.Pramuka yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu dipimpin oleh Bupati Kepulauan Seribu. Apel HPSN 2019 juga diadakan di Pulau Harapan oleh Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Dalam apel HPSN di P.Pramuka, Bupati tidak hanya menyampaikan sambutan Menteri KLHK terkait makna Hari Peduli Sampah Nasional tapi juga menyerahkan peralatan aksi bersih secara simbolis kepada peserta dan mencanangkan gerakan “1000 tumbler di Kepulauan Seribu”. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN 2019) di Kepulauan Selayar

Kampung Penyu - Kepulauan Selayar, 04 Maret 2019. HPSN sendiri merupakan momentum yang sangat berharga dalam membangun kesadaran untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang sangat pelik dan kompleks. HPSN menjadi sangat strategis diperingati setiap tahun oleh semua elemen bangsa di seluruh tanah air. Momentum HPSN untuk Gerakan Indonesia Bersih, menjadi sangat penting untuk: (1) memastikan langkah-langkah percepatan Gerakan Indonesia Bersih, pada kebijakan sektor dan kebijakan daerah. (2) mendorong pemerintah daerah dalam mewujudkan target-target nasional upaya pencapaian Gerakan Indonesia Bersih. (3) mensinergikan kebijakan sektor dalam upaya-upaya pengelolaan sampah, melalui peningkatan sarana dan parasarana dan dalam mendorong partisipasi publik mendorong fasilitasi pemerintah daerah kepada kegiatan, gerakan dan dinamika masyarakat. (4) membangun usaha bersama dan kolaborasi untuk efektifitas terwujudnya perilaku bersih dan sehat. Dilaksanakan secara serentak di seluruh kawasan konservasi di Indonesia, hari ini sebanyak 74 titik setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada tgl 21 Februari 2019 di 18 titik dengan total aksi hari ini 92 titik aksi. Di Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri, Bertempat di Kampung Penyu Dusun Tulang Desa Barugaia Kec. Bontomanai Kab. Kepulauan Selayar (Senin, 4 Maret 2019) dilaksanakan kegiatan Bersih Pantai dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Sebelum dilakukan aksi bersih sampah, terlebih dilaksanakan Apel Kesiapan Peserta yg dipimpin langsung oleh H. Basli Ali Bupati Kepuluan Selayar sekaligus membacakan Sambutan Menteri LHK. "Seluruh elemen agar peduli dengan sampah, bukan hanya seremonial saja, bijakasana menghasilkan dan mengelola sampah", tambahnya. Setelah itu Bupati dan Kepala Balai melakukan pelepasan penyu jenis Sisik dan Hijau yang beberapa hari lalu terjerat jaring nelayan. Di mulai pukul 07.00 hingga 10.00 wita kegiatan ini diikuti kurang lebih 400 org yang terdiri dari : seluruh ASN TN.TBR, Kodim dan Persit (dipimpin lgsg Dandim 1415 Selayar), Polres Selayar (Wakapokres), Dinas LHK Kab.Kep.Selayar, Dispar, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana, Kecamatan Bontomanai, desa Barugaia, Mitra TN.TBR, MMP, Komunitas, Saka Wanabakti, serta warga setempat. bersih pantai ini dilakukan secara manual dibantu dgn alat berat. "Balai TNTBR disini hanyalah inisiator saja namun kegiatan ini adalah kegiatan bersama karena tujuannya adalah menumbuhkan kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan", ucap Kepala Balai Faat Rudhianto. Sampah yg terkumpul sebanyak 7 truk sampah, sekira 21 ton atau 21 m3, dan dipilah berdasarkan jenisnya, sebagian dibawa ke TPA dan Bank Sampah. "Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Kepulauan Selayar, Dandim 1415 Kep. Selayar, Kapolres Kep. Selayar, instansi-instansi serta semua pihak yang turut berpartisipasi pada pagi ini", ucap Faat Rudhianto Kepala Balai TN Taka Bonerate Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Beginilah Aksi Bersih Sampah Plastik Gunung Ciremai

Kuningan, 4 Maret 2019. Cuaca mendung tidak menghalangi bersih sampah pagi ini (4/3). Karena seluruh elemen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar acara bersih sampah serentak. Ya, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bersama Mitra Pengelola Gunung Ciremai (MPGC) turut menggelar kegiatan tersebut. Bersih sampah sebagai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini terpusat di tiga lokasi. Lokasi tersebut yakni bumi perkemahan (buper) Ipukan, buper Palutungan, dan pendakian Apuy. Selain lokasi itu, pengelola wisata lainnya juga turut menyelenggarakan. Ratusan peserta bergerak dalam aksi ini. Baik dari pemerintah daerah, aktivis lingkungan, Pelajar dan masyarakat sekitar. Mereka saling bekerjasama memungut dan memilah sampah. Sampah yang telah terpilah itu, nantinya dapat dimanfaatkan kembali terutama sampah plastik. "Seluruh sampah ini akan diangkut dengan mobil sampah punya kami. Lalu diserahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Ciniru, Kuningan, Jawa Barat", kata Kuswandono, Kepala Balai TNGC. "Sebagian sampah plastik akan menjadi bahan 'ecobrick' seperti diolah menjadi kuris atau meja", terang Kuswandono. Tercatat 40 lokasi wisata alam telah berpartisipasi dalam aksi ini. Tak heran puluhan karung berisi sampah plastik berhasil dikumpulkan. Sebenarnya setiap hari pun MPGC rutin memelihara kebersihan lokasi wisata alam. "Meskipun kami sudah terbiasa menjaga kebersihan, tapi kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran hidup bersih", ungkap Jawil, pengelola buper Ipukan. Sejak dulu plastik memang sudah dalam setiap lini kehidupan kita. Kini plastik-plastik tersebut menjadi masalah yang melilit kita. Salah satu cara termudah mengatasinya yakni dengan mengurangi pemakaian plastik seperti menggunakan "tumbler". So, ayo kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai [Teks & Foto © BTNGC | 032019]. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Aksi Bersih Lingkungan dan Penyadartahuan Warnai HPSN di TN Bukit Barisan Selatan

Kotaagung, 4 Maret 2019. Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tanggal 4 Maret 2019, Balai Besar TNBBS bersama Mitra Strategis (YABI; WCS-IP; WWF; UNDP Tiger Project) dan Saka Wana Bakti, melakukan aksi bersih lingkungan di ruas jalan Sanggi-Bengkunat sepanjang 11,5 Km. “Jalan Sanggi-Bengkunat merupakan jalan negara yang berada di dalam kawasan TNBBS. Pengguna jalan merupakan masyarakat umum, dari Lampung dengan tujuan Bengkulu atau sebaliknya. Jumlah pengguna jalan yang banyak didominasi oleh truk. Sampah yang ditemukan di ruas jalan ini sebagian besar adalah sampah plastik pembungkus makanan dan minuman yang dibuang oleh para pengguna jalan”, papar Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono saat melaksanakan aksi bersih lingkungan bersama jajarannya. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Semaka Siti Muksidah, S.Hut.,M.Sc menyatakan perlunya upaya penanggulangan permasalahan sampah di ruas jalan Sanggi-Bengkunat. “Ke depan, kita akan mengupayakan pemasangan papan larangan membuang sampah bagi pengguna jalan di ruas jalan Sanggi-Bengkunat. Untuk mengingatkan, karena kesadaran pengguna jalan untuk menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Hal ini dapat dilihat dengan mudahnya kita temukan sampah disepanjang ruas jalan”, kata Siti. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P. “Oleh sebab itu, kita melakukan aksi bersih lingkungan juga disertai dengan kegiatan penyadar tahuan bagi pengguna jalan. Kita meminta waktu sebentar pada pengguna jalan untuk menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan, dan menyampaikan pesan bahwa hutan bukan tempat buang sampah, melalui stiker yang kita tempelkan pada kaca depan kendaraan mereka”, ungkap Ismanto. Kegiatan yang melibatkan 130 orang ini berhasil mengumpulkan sampah dari ruas jalan Sanggi-Bengkunat seberat 1.050 Kg. Sampah kemudian dikumpulkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggamus. Tidak hanya di ruas jalan Sanggi-Bengkunat, aksi serupa juga dilakukan oleh Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) II Liwa TNBBS, di ruas jalan Liwa-Krui sepanjang 15 Km yang berada di dalam kawasan TNBBS. Dengan peserta aksi mencapai 200 orang berhasil mengumpulkan sampah seberat 10.000 Kg. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ikut berpartisipasi dalam aksi bersih lingkungan, dengan diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup Lampung Barat; Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Barat; Pegawai Kecamatan Balik bukit dan Peratin beserta warga Pekon Balik Bukit. “Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mengsukseskan kegiatan ini. Bahkan, Pemkab Lampung Barat mengirimkan 7 unit truk pengangkut sampah untuk memudahkan pengangkutan sampah ke TPA Lampung Barat”, kata Kepala BPTN II Liwa Amri, S.H.,M.Hum. Kelola Sampah Hidup Besih, Sehat dan Bernilai… Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Kepala BBTN Kerinci Seblat Ajak Generasi Muda Menjadi Agen Perubah Gaya Hidup

Rejang Lebong, 4 Maret 2019. Dalam rangka puncak kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, pada tanggal 4 Maret 2019 Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) telah melakukan kegiatan bersih sampah yang dipusatkan di Objek Wisata Alam Madapi Resor Rejang Lebong, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI dengan sampah terkumpul lebih kurang 500 kg. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BBTNKS, pejabat struktural beserta staf BBTNKS, Pramuka Sakawanabhakti, MMP, MAPALA, Kelompok Perempuan Peduli Situs Warisan Dunia (KPPSWD), Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL), serta Mitra Konservasi Kelompok Tani Karya Utama. Dalam kegiatan bersih sampah ini Kepala Balai Besar TNKS berharap gaya hidup bersih dan sehat menjadi pola hidup generasi muda sekarang. Diharapkan para peserta generasi muda tersebut bisa menjadi agen perubah gaya hidup bersih dan sehat ditengah masyarakat maupun pada lingkungan masing-masing. Tidak lupa Kepala Balai mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja TNKS dan pihak-pihak yang telah ikut dalam kegiatan aksi ini serta telah berperan aktif dalam upaya menjaga alam dan lingkungan. Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Apel Dan Aksi Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Balai Besar KSDA Jawa Timur

Tretes, 4 Maret 2019. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) menggelar apel bersama dan aksi bersih-bersih kawasan konservasi serta lingkungan. Kegiatan peringatan HPSN 2019 sekaligus menjadi momen Balai Besar KSDA untuk berkomitmen bersama berbagai stakeholder, masyarakat dan pelajar untuk: (1). Mewujudkan hutan yang merupakan maha taman dan lingkungan sebagai kawasan yang nyaman, asri dan lestari, (2). Merubah pola hidup dan perilaku bijak terhadap sampah dengan cara mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah yang masih layak dan dapat dipergunakan, (3). Mewujudkan lingkungan sekitar bebas sampah untuk menuju kehidupan yang bersih, sehat dan bermanfaat. Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan kegiatan peringatan HPSN tahun 2019 di 3 lokasi, yaitu di (1). TWA Kawah Ijen pada tanggal 1 Maret 2019. Kegiatan bersih-bersih kawasan TWA Kawah Ijen sudah menjadi agenda rutin setiap bulan pada jumat minggu pertama dengan program “Ijen Rijik”. (2). TWA Tretes Kab. Pasuruan dan (3). Danau Kastoba di CA/SM Pulau Bawean yang dilaksanakan serentak pada tanggal 4 Maret 2019. Kegiatan peringatan HPSN di ketiga lokasi berjalan semarak, lancar dan penuh semangat. Sebagai puncak acara, Peringatan HPSN 2019 Balai Besar KSDA Jawa Timur kali ini dipusatkan di TWA Tretes, dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Bappeda, Biro Adm SDA, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup), Bupati Pasuruan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kab. Pasuruan beserta unsur SKPD, Kepolisian dan TNI. Selain unsur pemerintah, kegiatan ini juga dihadiri oleh kelompok masyarakat peduli lingkungan (Grojogan sewu, Trash bag comunity) dan para pelajar di kecamatan prigen Kab. Pasuruan serta masyarakat desa Pencalukan. Selain penandatanganan deklarasi oleh perwakilan peserta, kegiatan peringatan HPSN 2019 di TWA Tretes ini juga diisi dengan agenda teconference bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Dr. Siti Nurbaya Bakar yang juga melaksanakan kegiatan serupa di Muara Angke Jakarta. Ibu Menteri LHK memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap jawa timur bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Jawa timur sudah bagus dalam pengelolaan sampah, sudah banyak unit-unit pengelolaan sampah yang dapat dijadikan contoh, tetap semangat untuk mewujudkan lingkungan yang bebas sampah, kata siti nurbaya. Suatu bentuk koordinasi dan sinergitas antar instansi, dalam kesempatan ini pula Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jawa Timur Menyampaikan bantuan tong sampah untuk dipasang pada kawasan konservasi di TWA Tretes dan TWA Gunung Baung. Sesuai rencana bahwa kegiatan peringatan HPSN Balai Besar KSDA Jawa Timur dilaksanakan di 3 lokasi yang telah disebutkan diatas, namun kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa kawasan lainnya, yaitu di kawasan sekitar CA. Manggis Gadungan, Sekitar Kawasan CA. Goa Nglirip, Sekitar CA. Gunung Picis dan di MAN 2 Pamekasan yang secara serentak dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2019. Untuk kegiatan di MAN 2 Pamekasan difokuskan pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah. Kegiatan berupa penyampaian materi bagaimana pengelolaan sampah dilakukan, dilanjutkan dengan praktek pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick. Kegiatan sosialisasi di MAN 2 ini akan dilanjutkan dengan pendampingan oleh BBKSDA Jatim SKW IV dalam beberapa kegiatan ekstra kulikuler khususnya Pecinta Alam (PA) dan pendampingan MAN 2 sebagai sekolah Adiwiyata. Mari tetap jaga kebersihan untuk menuju Indonesia bersih dan Bebas Sampah. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Hari Peduli Sampah Nasional, TNKT Gelar Bersih Pantai Dan Laut

Ampana, 4 Maret 2019. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) ikut serta berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kementerian LHK. Kegiatan tersebut serempak dilaksanakan di Kawasan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), yakni di Desa Siatu Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Wakai, Desa katupat SPTN Wilayah II Lebiti dan Desa Loe SPTN Wilayah III Popolii pada hari senin tanggal 04 Maret 2019 dari pukul 08.00 WITA hingga selesai. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan mulai dari bersih-bersih daratan, pantai hingga laut. Pelaksanaan kegiatan bersih Pantai dan laut di Desa Siatu dipimpin langsung Ir. Bustang (Kepala Balai TNKT), didampingi Kasubag TU dan Kepala SPTN Wilayah I Wakai, staf BTNKT serta bekerjasama dengan stakeholder terkait yakni Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una yang diwakili oleh Camat Batudaka, Kepala Desa Siatu, Kepala Sekolah dan guru-guru di SD Siatu, pegawai puskesmas pembantu, pengusaha mutiara, turis dan pemilik cottage sekitar desa Siatu, Pelajar SD Desa Siatu dan masyarakat sekitar Desa Siatu dengan total jumlah partisipan ±200 orang. Pelaksanaan kegiatan HPSN di SPTN Wilayah II Lebiti di Desa katupat dipimpin langsung Mustaming Syahrul (Kepala SPTN Wilayah II Lebiti) bersama dengan stakeholder terkait antara lain Camat Togean, aparat Desa, kecamatan, Turis dan pemilik cottage beserta masayarakat di sekitar Desa Katupat dengan jumlah partisipan ±100 orang. Sedangkan pelaksanaan Bersih pantai dan laut di SPTN wilayah III Popolii dilaksanakan di Desa Loe yang dipimping langsung oleh Hariadi Siswantoro (Kepala SPTN Wilayah III Popolii) bekerjasama dengan stakeholders terkait dengan jumlah partisipan ±80 orang. Hasil dari bersih pantai dan laut di kawasan TNKT SPTN wilayah I, II dan III diperoleh sampah sebanyak ±1,5 ton. Sampah-sampah yang telah terkumpul dikumpulkan menjadi satu lalu diangkut menggunakan perahu untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Dekat Desa Siatu, Desa Katupat dan Desa Loe. Isu terkait pencemaran sampah di laut lebih kompleks dan menjadi perhatian publik serta pemerintah Indonesia. Di lain Pihak, Pemerintah secara konsisten terus mengembangkan sektor pariwisata serta infrastruktur transportasi penghubung antar kepulauan di Indonesia yang dikenal dengan Tol Laut. Kebijakan pembangunan ini harus ditunjang dengan kondisi lingkungan yang bersih dari sampah terutama di kawasan pesisir dan laut, ujar Bustang. Ir. Bustang menyatakan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Gerakan Indonesia Bersih, dengan sub tema: “Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai”. Beliau dalam sambutannya menyampaikan agar Balai TNKT selaku inisiator kegiatan HPSN di kepulauan togean mengupayakan agar kegiatan bersih-bersih pantai dan laut ini dapat dilaksanakan rutin setiap bulannya serta dapat memberikan kesempatan dan kesadaran kepada kelompok masyarakat/komunitas/LSM di sekitar kawasan akan pentingnya arti pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia Bebas Sampah 2020. Sumber : Mega Putri Armanesa - Penyuluh Muda Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

TaNa Bentarum Gelar Apel dan Aksi Bersih sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional

Putussibau, 4 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (BB TaNa Bentarum), pada hari ini melaksanakan apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Peringatan HPSN tahun 2019 mengambil tema Gerakan Indonesia Bersih, dengan sub tema: “Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai”. Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu komponen dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016. Pada tahun ini BB TaNa Bentarum memfokuskan kegiatan HPSN di Desa Vega, Kecamatan Selimbau, Taman Nasional Danau Sentarum. Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disampaikan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero selaku pemimpin apel HPSN tahun 2019, menyampaikan “Perhatian nasional dan internasional pada sampah juga tertuju pada sampah laut, terutama plastik, dengan segala (potensi) akibatnya kepada manusia dan satwa. Sampah plastik di laut ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya bagi manusia dan satwa karena mengganggu kesehatan apabila debris masuk kedalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan (food chain).” “Kita juga mengetahui dan memahami tantangan pengelolaan sampah dengan pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang akan berakibat meningkatnya volume dan jenis sampah, selain hadirnya karakteristik sampah yang semakin beragam. Kita hadapi tantangan itu dengan langkah sistematis dan kerja kolaboratif dalam semangat gotong royong”, ujar Anton menutup sambutan. Dalam kesempatan yang sama Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan “Kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Kapuas Hulu merupakan hulu Sungai Kapuas, sehingga apabila hulu sudah tercemar, maka hilir akan tercemar.” Pada pelaksanaan HPSN Tahun 2019 ini kami melibatkan unsur-unsur Masyarakat desa Vega, Murid-Murid Sekolah Dasar, Masyarakat Peduli Api, Pramuka Saka Wana Bhakti, Manggala Agni dan Segenap Pegawai BB TaNa Bentarum. “Kami ajak anak-anak untuk melaksanakan aksi bersih sampah agar mereka menyadari dampak kerusakan akibat sampah plastik dan mereka menjadi agen perubahan”, pungkas Arief. Kegiatan HPSN 2019 melibatkan kurang lebih 250 orang yang terdiri dari beberapa unsur meliputi Masyarakat desa Vega, Murid-Murid Sekolah Dasar, Masyarakat Peduli Api, Pramuka Saka Wana Bhakti, Manggala Agni dan Segenap Pegawai Balai Besar TaNa Bentarum. Dalam aksi bersih sampah di Desa Vega diperoleh 47 kantung sampah dengan berat rata-rata 8 Kg/karung sehingga diperoleh kurang lebih 376 Kg sampah. Sampah yang berupa sampah anorganik dikumpulkan dan dibuang ke TPA, sedangkan sampah dalam bentuk organik akan diolah menjadi pelet (makanan ikan) menggunakan peralatan pengolah sampah yang merupakan bantuan dari Balai PDASHL Kapuas. Sumber : Sub Bagian Data, Evaluasi dan Humas BBTNBKDS Dian Banjar Agung (08113514841)
Baca Berita

247 Objek Pajak di Dalam Kawasan TNBBS Dicabut

Suoh, 28 Februari 2019. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat telah menyatakan diri sebagai Kabupaten Konservasi melalui Peraturan Bupati No. 48 Tahun 2018. Untuk Peraturan Daerah terkait Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi masih dalam tahap penyusunan di DPRD Kabupaten Lampung Barat. Berbagai langkah nyata telah dilakukan oleh Pemkab Lampung Barat dalam mendukung program konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). “Kawasan TNBBS dengan luas ± 313.572,48 Ha, lebih dari sepertiga kawasan TNBBS berada di Kabupaten Lampung Barat. Untuk itu, penetapan Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi pada tahun lalu melalui Perbup merupakan hal yang sangat positif, sehingga program konservasi TNBBS dapat dilakukan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat”, kata Amri, SH.,M.Hum Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Liwa. Salah satu langkah nyata dukungan Pemkab Lampung Barat pada program konservasi TNBBS adalah dengan dicabutnya 247 Objek Pajak yang berada di dalam kawasan TNBBS. Hal ini diungkapkan oleh Romidi, Sekretaris Pekon Suka Marga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat , saat Tim Balai Besar TNBBS melakukan kunjungan ke Pekon Suka Marga dalam rangka Monev kegiatan Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar TNBBS dengan Yayasan WWF Indonesia, Kamis 28 Februari 2019. “Kami telah merekap 247 objek pajak dengan nilai iuran PBB nya sekitar 9 juta rupiah lebih, dan telah kami ajukan penghapusan PBB nya ke Dinas Perpajakan dikarenakan berada di kawasan TNBBS. Dipastikan di tahun 2019 tidak keluar lagi tagihan PBB nya. Tadinya, masyarakat menunjukkan bukti pembayaran PBB kepada petugas TNBBS, hal ini menjadi pembenaran mereka dalam menggarap kawasan TNBBS. Dengan dihapuskannya 247 tagihan PBB, maka Pemerintah Kabupaten Lampung Barat khususnya pada Pekon Suka Marga dapat menekan masyarakat yang masih berada di kawasan TNBBS secara illegal, agar segera keluar dari kawasan TNBBS”, ungkap Romidi. Meningkatnya dukungan masyarakat dan aparat Pekon Suka Marga atas kelestarian TNBBS merupakan hasil dari sosialisasi program konservasi TNBBS, yang dilakukan oleh petugas lapangan dan mitra kerja TNBBS secara terus menerus. Yayasan WWF Indonesia di Bulan November 2018 telah membentuk Sekolah Lapangan dengan nama Sekolah Lapangan Tunas Jaya yang beranggotakan 20 orang, berasal dari 11 Kelompok Tani yang ada di Pekon Suka Marga. “Masyarakat Pekon Suka Marga sangat berterima kasih dengan adanya program Sekolah Lapangan ini. Masyarakat mendapat pengetahuan mengenai budidaya tanaman kakao, dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami merasakan adanya perhatian dari TNBBS dan WWF pada perekonomian masyarakat Pekon Suka Marga, sehingga ketergantungan masyarakat pada kawasan TNBBS dapat berkurang”, kata Ridho, masyarakat Pekon Suka Marga dan juga merupakan tenaga pendamping Sekolah Lapangan Tunas Jaya. Plh. Kepala Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto, S.Si.,M.P menyambut positif informasi pencabutan 247 Objek Pajak Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat. “Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, memang ada pungutan PBB yang dilakukan oleh Pemkab Lampung Barat di dalam kawasan TNBBS. Kami sempat menyurati Bupati Lampung Barat untuk meminta klarifikasinya. Alhamdulillah, telah ada respon dari Pemkab Lampung Barat dengan mencabut 247 PBB di Pekon Suka Marga, yang secara pengelolaan kawasan TNBBS berada di Resort Suoh SPTN III Krui. Kami harap, akan dilakukan hal serupa pada objek pajak di daerah lain, apabila terindikasi berada di dalam kawasan TNBBS” Kata Heru, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kantor BPTN II Liwa, Kamis 28 Februari 2019. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

BKSDA Kalbar Peringati HPSN di 4 Kawasan Konservasi

Pontianak, 4 Maret 2019. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tanggal 21 Februari, Balai KSDA Kalimantan Barat bersama-sama penggiat lingkungan, anggota manggala agni, sispala, mapala serta beberapa stakeholder melaksanakan bersih-bersih kawasan konservasi lingkup Kalimantan Barat. Peringatan HPSN 2019 dilaksanakan di 4 tempat, CA Muara Kendawangan di Kabupaten Ketapang, TWA Gunung Kelam di Kabupaten Sintang, TWA Tanjung Belimbing di Kabupaten Sambas, dan CA Raya Pasi (Gunung Poteng) Singkawang (4/3). Kepala Balai KSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta berkesempatan mengikuti HPSN di CA Raya Pasi, dalam sambutannya sesaat sebelum dimulainya aksi bersih sampah ini menyampaikan bahwa momentum hari ini menjadikan semangat kita untuk berkomitmen menjaga kawasan konservasi serta mengajak generasi muda untuk berbudaya bersih. Tidak hanya di rumah, sekolah, fasilitas umum, tapi dimanapun kita berada. Budaya bersih akan membawa pada hidup sehat. Ketika kita sehat, maka hidup kita akan lebih bernilai. Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah “Berani Bergabung” dalam rangka HPSN 2019. Ciptakan budaya bersih diawali dari diri sendiri. Mari Kelola Sampah untuk Hidup Lebih Bersih, Sehat dan Bernilai. Salam Konservasi Work Fun, Stay Productive Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Jamur Bulan, Si Liar Yang Istimewa

Sobat pasti tahu bahwa jamur liar ada yang beracun dan tidak. Saat kita berada di alam bebas, pengetahuan tentang jamur akan sangat berguna. Mengingat hutan adalah habitat sebagian besar tumbuhan ini. Mengenal jamur yang aman dikonsumsi tentunya akan memberikan manfaat. Apalagi bagi para pecinta petualangan di alam bebas. Salah satu jamur hutan yang bisa dimakan yakni jamur bulan. Jamur bulan atau "Gymnopus sp" adalah jenis jamur liar yang aman dikonsumsi dan paling istimewa. Kenapa bisa begitu sobat?. Ya, jamur ini punya rasa yang lebih enak bila dibandingkan rasa daging. Jamur bulan tumbuh dan hidup pada musim penghujan. Berkembang biak secara berkelompok di tanah yang lembab atau di akar tanaman. Jamur ini punya tudung putih atau kecoklatan serta putih bersih. Apabila sobat masih bingung menbedakan jamur beracun atau tidak, berikut ulasan umum ciri-ciri jamur yang tidak beracun. Pertama, kita dapat mengenali dari warna yang tidak mencolok serta cincin pada pangkal batangnya tidak ada. Kedua, tidak mengeluarkan aroma yang menyengat. Saat kita memotongnya tidak meninggalkan noda pada pisau. Ketiga, ketika sobat mengoleskan jamur ini ke kulit, tidak menimbulkan gatal. Keempat, ketika kita memasaknya, tidak terjadi perubahan warna. #SobatCiremai, mengenali karakteristik jamur adalah hal yang sangat penting. Sebaiknya sobat mengkonsumsi jamur yang telah diketahui dapat dimakan seperti jamur bulan. So, ayo kenali jenis jamur hutan, agar petualangan sobat di alam bebas semakin sempurna. Sumber: Aom Muhtarom - Balai TN Gunung Ciremai
Baca Berita

Clean Up Bersama Peringati HSPN 2019 di TN Bali Barat

Gilimanuk, 4 Maret 2019. Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Bali yang sudah bertaraf internasional. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraih oleh Balai Taman Nasional Bali Barat baik penghargaan dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa penghargaan tersebut antara lain: 2nd Place Sustainable Destinations 2018 Best of Asia-Pacific yang diberikan oleh ITB Berlin. Dari dalam negeri terdapat 2 penghargaan yang diraih pada tahun 2018 yaitu Juara 3 Kategori Destinasi Bidang Pelestarian Lingkungan pada Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 dan Gold Award Tri Hita Karana Tourism Award 2018. Salah satu prinsip pengelolaan wisata di Taman Nasional Bali Barat adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan mengatasi serta mengelola sampah plastik atau anorganik. (Dalam mengatasi sampah-sampah tersebut, Balai Taman Nasional Bali Barat secara rutin melakukan aksi clean up bersama masyarakat untuk membersihkan sampah di pantai maupun di dalam kawasan lainnya.) Berdasarkan data hasil celan up Balai Taman Nasional Bali Barat, pada tahun 2018 telah berhasil membersihkan lebih dari 20 ton sampah plastik atau anorganik dari dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat. Sampah tersebut didominasi dari sampah plastik yang terbawa arus laut dan mengotori area pesisir pantai Cekik, Semananjung Prapat Agung dan Pulau Menjangan. Dalam aksinya, Balai Taman Nasional Bali Barat bekerjasama dengan kelompok masyarakat, aktivis lingkungan, institusi baik pemerintah maupun swasta serta dari para siswa-siswi sekolah yang berada di sekitar kawasan TNBB. Pada hari Senin, 4 Maret 2019 Balai Taman Nasional Bali Barat kembali melaksanakan aksi bersih (clean up) bersama untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019 dengan melibatkan siswa-siswa dari SD, SMP dan SMA sederajat di sekitar kawasan taman nasional, instansi pemerintah dan BUMN yang berdampingan dengan TNBB (KPH Bali Barat, Tripika Kecamatan Gerogak, Polsek KP3 Gilimanuk, UPT Jembatan Timbang, Kelurahan Gilimanuk, Desa Sumberklampok, PLTG, PLN Gardu Induk Gilimanuk dan PLN Distribusi Gilimanuk), swasta (PT Shorea Barito Wisata, PT Trimbawan Swastama Sejati, hotel sekitar kawasan), masyarakat, FKKSMG (Forum Komunikasi Kelompok Swadaya Masyarakat Gilimanuk), KTH Sawo Kecik, Klp. Tani Tunas Mekar, Bali Starling Volunteer, Relawan Bali Asri Lestari, CMI (Clean of Menjangan Island), Friends of Menjangan, NCF Putri Menjangan, Trash Hero Community, kelompok pemandu wisata, pedagang, pemilik warung, dll. Aksi ini dibagi ke beberapa lokasi yaitu di Karangsewu, Cekik, Prapat Agung dan Pulau Menjangan. Dari keseluruhan peserta clean up yang berjumlah total lebih dari 500 orang, telah berhasil membersihkan sampah sejumlah 2.789 kg. Sampah tersebut terdiri dari sampah plastik, karet/sandal, sterofoam, botol/kaca dan sampah anorganik lainnya. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke rumah pilah dan untuk sampah yang tidak memiliki nilai jual langsung diangkut menuju TPS. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembacaan deklarasi peduli sampah oleh kelompok masyarakat Gilimanuk bersama parapihak, serta penandatanganan dukungan peduli sampah dari berbagai unsur masyarakat sebagai komitmen untuk mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan khususnya di kawasan TN Bali Barat. Diharapkan masyarakat akan semakin peduli dalam keikutsertaannya untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat. Dengan terciptanya lingkungan yang bersih akan mendorong perkembangan wisata alam yang nantinya berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar kawasan TNBB. Marilah mulai sekarang kita kurangi penggunaan plastik dan barang-barang sekali pakai yang dapat menimbulkan limbah anorganik. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Deklarasi Masyarakat Gilimanuk Peduli Sampah pada Peringatan HPSN di TN Bali Barat

Gilimanuk, 4 Maret 2019. Berlokasi di Karangsewu, Resort Gilimanuk Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Jembrana, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), masyarakat instansi sekitar TNBB berkumpul bersama untuk melakukan Aksi bersih dalam rangkai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Acara di mulai dengan pembukaan dan sambutan Kepala Balai TN Bali Barat Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si dengan membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan di ikuti 360 orang yang terdiri dari : Personil TNBB, Kepolisian Sektor Kawasan Laut Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, kepala lingkungan se-Gilimanuk, MIN 6 Jembrana, MTSN Gilimanuk, SMPN 4 Gilimanuk, MA-Almubarok, PLTG, PLN Gardu Induk, PLN Distribusi Gilimanuk, PT. Shorea Barito Wisata, Relawan Bali Asri Lestari, FKKSMG, Brimob, dan lain-lain. Dalam acara ini masyarakat Gilimanuk juga membacakan sebuah deklarasi bersama yang diberi nama “Gilimanuk Peduli Sampah”. Ali Purwanto, S.Hut, M.Sc Kepala Seksi SPTN Wilayah I Jembrana menyampaikan, sinergisitas dan kebersamaan dalam pengelolaan sampah mutlak diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Upaya yang dilakukan TN Bali Barat dalam rangka membangun kesadaran masyarakat yang selama ini membuang sampah ke kawasan TNBB tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh semua pihak. Untuk itu pendampingan dan pendekatan yang dilakukan para fasilitator TNBB masih perlu ditingkatkan dengan kerja keras dan dukungan semua pihak. Upaya pendekatan diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat sekitar untuk semakin peduli dengan lingkungannya. Adapun isi Deklarasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Kami akan mengurangi penggunaan bahan yang terbuat dari plastik. 2. Kami siap melakukan pemilahan sampah dari rumah masing masing. 3. Kami siap melaksanakan kebersihan dimasing masing lingkungan 4. Kami siap tidak membuang sampah di kawasan TN Bali Barat. Harapannya, dengan adanya deklarasi bersama ini, sampah yang ada diwilayah Gilimanuk bisa berkurang dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan bisa berubah dalam rangka menciptakan Gilimanuk yang BALI ( Bersih Aman Lestari dan Indah). Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Pembahasan Tindak Lanjut Evaluasi Kesesuaian Fungsi CA & CAL Kepulauan Krakatau Pasca Erupsi

Bandar Lampung, 27 Februari 2019. Bertempat di ruang rapat Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, rapat pembahasan tindak lanjut hasil Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Cagar Alam dan Cagar Alam Laut (CA dan CAL) Kepulauan Krakatau dilaksanakan. Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. serta dihadiri oleh seluruh tim teknis dan pihak-pihak terkait lainnya. Rapat diawali dengan presentasi yang menampilkan kronologis dan tahapan kegiatan EKF dan dokumentasi kondisi terkini Kepulauan Krakatau paska erupsi Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 lalu. Dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dan saran oleh seluruh peserta yang hadir terkait hasil evaluasi dengan memperhatikan kondisi perubahan yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau. Hal lain yang dibahas dalam rapat ini adalah permasalahan terkait pariwisata yang terjadi di kawasan CA dan CAL Kepulauan Krakatau dan dengan ditetapkannya Krakatau sebagai kawasan strategis prioritas nasional dan menjadi ikon wisata Provinsi Lampung dengan kegiatan tahunannya yaitu festival krakatau. Salah satu upaya BKSDA Bengkulu untuk menanggapi permasalahan itu dengan menerbitkan pengumuman penutupan dan larangan pemasaran paket wisata Krakatau juga menjadi topik bahasan. Pada bagian akhir, disimpulkan beberapa kesepakan hasil rapat, di antaranya adalah hasil kajian tim teknis evaluasi kesesuaian fungsi CA dan CAL Kepulauan Krakatau yang disajikan dalam laporan akhir sudah tidak dapat lagi menjadi acuan bagi proses perubahan fungsi. Selanjutnya Balai KSDA Bengkulu diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi yang terjadi di CA dan CAL Kepulauan Krakatau. Sumber: Sarifudin - PEH Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Mensosialisasikan Rencana Pemasangan GPS Collar Kepada Masyarakat di Seumanah Jaya Aceh Timur

Aceh Timur, 28 Februari 2019. Personil Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe Resor Konservasi Wilayah 12 Langsa dibantu oleh Personil Mitra Kerja BKSDA Aceh Forum Konservasi Leuser melaksanakan koordinasi ke Instansi Kecamatan Ranto Peurlak Kabupaten Aceh Timur dan Sosialisasi ke Masyarakat Desa Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Peurlak Kabupaten Aceh Timur terkait rencana pemasangan GPS (Global Positioning System) Collar pada salah satu individu di Kawanan Gajah Sumatera Liar yang kerap berkonflik di wilayah tersebut. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut: Upaya ini merupakan bagian Penanganan konflik gajah liar dengan manusia dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh berpedoman kepada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/MENHUT-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar dalam upaya mewujudkan tujuan dan target yang tertuang dalam Rencana Aksi Konservasi Gajah Sumatera dan Kalimantan Tahun 2007-2017. Sumber: Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Sapto Aji Prabowo, S.Hut. M.Si 0812-5006-527 Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe BKSDA Aceh Dedi Irvansyah, SP 0811-6486-696
Baca Berita

Ikan Arwana Irian Pulang Ke Merauke

Pontianank, 2 Maret 2019. Pukul 09.00 WIB di Bumi Borneo Khatulistiwa, Balai KSDA Kalimantan Barat bersama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Entikong mengadakan Press Realese Ikan Arwana Irian (Scleropages jardini) dan di hadiri juga dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut, Bea Cukai dan Korwas PPNS Pontianak. Balai KSDA Kalimantan Barat menerima penyerahan satwa Ikan Arwana Irian (Scleropages jardini) tanggal 26 Februari 2019 Pukul 18.00 WIB, satwa tersebut merupakan hasil tangkapan tim gabungan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Entikong yang diterima langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta. Dari total 4.500 ekor, dan dalam beberapa hari waktu berjalan yang masih hidup berjumlah 3.505 ekor. Selanjutnya dengan mempertimbangkan kondisi, tingkat kematian yang tinggi dan animal welfare ikan-ikan tersebut maka pada Hari Sabtu, tanggal 2 Maret 2019 Balai KSDA Kalimantan Barat akan membawa dan menyerahkan Ikan Arwana Irian (Scleropages jardini) tersebut ke Balai Besar KSDA Papua untuk dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat Call Center: 08115776767

Menampilkan 6.065–6.080 dari 11.140 publikasi