Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pemilahan Sampah di Hari Peduli Sampah

Ambon, Senin, 4 Maret 2019. Balai KSDA Maluku melakukan aksi bersih di kawasan konservasi TWA Laut Pulau Pombo dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional. TWA Laut Pulau Pombo sendiri dipilih karena selain merupakan destinasi wisata andalan di Provinsi Maluku yang cukup tinggi tingkat kunjungannya dan sampah merupakan permasalahan yang kompleks di Pulau Pombo. Sampah tidak hanya berasal dari pengunjung yang tidak bertanggung jawab tapi juga dari luar yang terbawa arus. Aksi bersih tersebut diikuti oleh SMA N 1 Salahutu, SMA N 5 Waai, Remaja Masjid Desa Penyangga (Dusun Wainuru, Desa Liang, dan Desa Kailolo), Angkatan Muda Desa Waai, dan FK3I Provinsi Maluku. Tak hanya itu, aksi bersih juga diikuti oleh UPT KLHK lainnya seperti BPKH, BPDAS, BPSKL, BPHP, dan Balai Gakkum, serta mitra Balai KSDA Maluku seperti Burung Indonesia serta Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Toisapu. Aksi bersih ini juga diikuti oleh aktivis lingkungan berkebangsaan Belanda. Total peserta sekitar 150 orang. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan sampah yang dikumpulkan seperi plastik kemasan (sachet), botol air kemasan ukuran 1 liter dan 600 ml, gelas plastik, minuman kemasan (kotak kertas), sandal dan karet, jerigen, sampah residu (kaleng dan kaca), sedotan, dan limbah B3 seperti popok sekali pakai, pembalut, dan bekas obat. Total sampah yang berhasil dikumpulkan yaitu 639,7 kg dengan rincian botol plastik 135,kg; jerigen 97,6 kg; gelas plastik 175 kg; sandal 68 kg; botol kosmetik 6 kg; botol kaca 25 kg; plastik kresek 70,5 kg; streofoam 8,5 kg; kaleng 14,5 kg; Residu 30 kg; B3 5,1 kg; serta sedotan plastik sebanyak 4.521 buah. Dalam aksi bersih TWA Laut Pulau Pombo, Irene Sohilait, Kepala UPTD IPST Toisapu mengedukasi seluruh peserta akan bahaya sampah. Dalam paparannya, Irene menyampaikan juga akan bahaya sampah plastik yang masuk ke laut, karena selain tidak dapat terurai, sampah2 plastik dapat menjadi microplastic yang sering dikira plankton oleh ikan. Hal itu membahayakan tidak hanya bagi biota laut tapi juga bagi manusia. Salah satu cara mengolah sampah yaitu dengan mengubah botol plastik menjadi eco-brick yang dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan mebel seperti meja dan kursi. Mengingat asal sampah di TWA Laut tidak hanya berasal dari pengunjung yang tidak bertanggungjawab, tetapi juga dari sampah yang terbawa arus laut, oleh karena itu perlu adanya aksi bersama para pihak. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Setengah Ton Lebih Sampah Berhasil di Pungut dari Selokan di Seputaran Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau

Malinau, 5 Maret 2019. Aksi Serentak Peduli Sampah Nasional yang di selenggarakan hari ini (4 Maret 2019) di Kabupaten Malinau oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang berjalan lancar. Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional penanggulangan sampah dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2019. aksi Peduli Sampah Nasional ini dihadiri oleh 106 partisipan yang terdiri dari Pegawai Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau, Inhutani 1, Inhutani 2 serta sejumlah Kader Konservasi dan Volunteer Gerakan Malinau Peduli Rakyat (GEMPUR). dimulai sejak pukul 8 pagi aksi serentak ini di awali dengan apel singkat dan pengarahan Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang sekaligus menyampaikan sambutan Meteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemudian peserta di sebar untuk menyisir area Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau yang menjadi pusat kegiatan. Hasilnya, selama kurang lebih 3 jam penyisiran di sepanjang jalan pusat pemerintahan Kabupaten Malinau, para peserta berhasil mengumpulkan sebanyak 562,6 Kilogram Sampah plastik yang terkumpul dalam 72 kantong sampah. Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Johnny Lagawurin menyadari bahwa aksi serentak peduli sampah nasional yang dilaksanakan oleh pihaknya belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap intensitas sampah plastik yang ada di wilayah kerjanya di Kabupaten Malinau, namun setidaknya hal positif ini telah dimulai dengan harapan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari para peserta aksi maupun masyarakat secara luas, hingga memberikan perubahan yang berarti dalam meminimalisir produktivitas sampah secara nasional. “Aksi serentak ini kita sambut secara positif sebagai langkah awal bentuk kesadaran kita terhadap kondisi lingkungan sekitar. 562,6 Kilogram sampah plastik yang terkumpul ini mungkin belum memberikan perubahan yang signifikan, tapi setidaknya kita telah berbuat dan memulai untuk melanjut penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk hidup sehat, bersih dan bernilai”, ungkap Johnny Selanjutnya, sampah yang sudah terkumpul itu dipisahkan antara sampah kering dan sampah basah kemudian diserahkan langsung kepada pengepul melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

TN Tesso Nilo Peringati Hari Peduli Sampah Nasional Dengan Aksi Bersih-bersih Bersama Gajah

Pelalawan, Senin 04 Maret 2019. TN.Tesso Nilo melaksanakan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 di SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 diperingati oleh TN.Tesso Nilo dalam bentuk kegiatan aksi bersih bersih sampah dikawasan TN.Tesso Nilo, di ikuti oleh petugas TN.Tesso Nilo, KAPOLSEK UKUI, Masyarakat desa LKB, PERBANI, BRIGDALKARHUT TNTN, WWF, SMPN 1 Ukui, MMP LKB, MMP AIR HITAM, MMP BAGAN LIMAU, Komunitas Tapak Rimba, dan PME. Sebelum kegiatan aksi dimulai, TN.Tesso Nilo bersama seluruh undangan kegiatan terlebih dahulu dimulai dengan apel kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Bapak Ir. Halasan Tulus dengan menyampaikan amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan aksi bersih sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengumpulan sampah kawasan TN.Tesso Nilo terfokus di daerah Klinik gajah, menara, dan jalur track wisata. Kegiatan pengumpulan sampah di mulai secara simbolis oleh 2 (dua) ekor gajah Flying Squad. Pada kegiatan aksi bersih sampah ini TN.Tesso Nilo berhasil membersihkan sampah sebanyak 15 keranjang, pada areal sekitar 2 Hektar. Sampah dikumpulkan untuk kemudian di musnahkan. Kegiatan aksi di tutup dengan makan bersama. Berdasarkan keterangan Kepala SPTN Wilayah I LKB aksi bersih sampah merupakan bentuk kepedulian kepada lingkungan “selain dalam rangka memperingati HPSN tahun 2019, aksi bersih sampah ini merupakan bentuk kepedulian TN.Tesso Nilo dan masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan sekitar dan kawasan TNTN bersih dari sampah, semoga langkah kita dapat menjadi rujukan bagi semua pihak agar selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan” terang Kepala SPTN I LKB Taufiq Haryadi, SP. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

6 Kawasan Konservasi, 350 Peserta, dan 3,5 Ton Sampah dalam Peringatan HPSN 2019 di Kawasan Konservasi NTB

Lombok Tengah, 4 Maret 2019. Dalam rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, BKSDA NTB bersama masyarakat, Kelompok Tunak Besopoq dan Pemegang IUPSWA melakukan aksi bersih sampah yang dipusatkan di Pantai Teluk Ujung dan Pantai Bilasayak TWA Gunung Tunak. Kegiatan di TWA Gunung Tunak diawali dengan Apel Kegiatan yang dipimpin oleh Plh. Kepala Balai, Bapak L. Muhammad Fadli, S.H. (Kepala SKW I Lombok) yang menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Isi sambutan mengajak seluruh peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R - Reduce, Reuse, Recycle). Sementara itu Kepala Balai KSDA NTB Ir. Ari Subiantoro, M.P. yang menghadiri kegiatan di TWA Semongkat Sumbawa juga menyampaikan hal serupa. Arahan lanjutan yakni Aksi Bersih Sampah di fokuskan kepada sampah plastik yang dijumpai di Pos Kerja serta pada jalur menuju spot wisata termasuk gerbang pintu masuk di masing-masing TWA. Tiap peserta dibekali satu karung untuk kemudian disebar dan mengumpulkan sampah sebanyak mungkin dan dikumpulkan di truk sampah/tempat lain yang disediakan. Tak Hanya TWA Gunung Tunak dan TWA Semongkat (SKW II Sumbawa), Aksi Bersih Sampah di Taman Wisata Alam juga dilakukan di TWA Kerandangan (SKW I Lombok), TWA Suranadi (SKW I Lombok), TWA Madapangga (SKW III Bima) dan CA Toffo Kota Lambu (SKW III Bima). Kegiatan diikuti oleh para Staff Balai dan masing-masing SKW, masyarakat, komunitas, kelompok masyarakat, Pemerintah Daerah, Aparat Desa, Kelompok Pecinta Alam, Balai KPH, Kader Konservasi, Masyarakat Mitra Polhut dan siswa-siswi Sekolah Dasar dengan total lebih dari 350 orang dan sekitar 3,5 Ton sampah yang tersebar di 6 Kawasan Konservasi. Diharapkan aksi bersih sampah ini dapat menularkan kepada pengunjung dan masyarakat untuk lebih baik lagi dalam mengelola dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari yakni dengan membiasakan membawa botol minuman yang dapat digunakan kembali (tumbler), membawa wadah sendiri untuk membeli makanan dan minuman, membawa tas belanja sendiri, serta memakai sedotan (stainless) yg dapat dipakai kembali. Dan terakhir dengan tidak membuang sampah sembarangan dan senantiasa membawa sampahnya kembali. Hari Peduli Sampah Nasional 2019 Gerakan Indonesia Bersih! Ayo Kelola Sampah untuk Hidup yang Bersih, Sehat dan Bernilai! Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Aksi Peringatan HPSN Balai Besar KSDA Jawa Timur

Sidoarjo, 5 Maret 2019. Setelah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada 1 Maret yang lalu, BBKSDA Jatim kembali menggelar aksi bersih-bersih kawasan konservasi serta lingkungan pada 4 Maret 2019. Kegiatan yang dipusatkan di TWA. Tretes tersebut juga menggelar apel bersama serta telekonferensi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya Bakar. Apel serta aksi bersih-bersih diikuti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti Bappeda, Biro Adm. SDA, Dinas Kehutanan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Juga, Sekretaris Daerah Kab. Pasuruan beserta unsur SKPD, Kepolisian, TNI, kelompok masyarakat peduli lingkungan (Grojogan sewu, Trash bag comunity) dan para pelajar di Kecamatan Prigen Kab. Pasuruan. Kegiatan peringatan HPSN 2019 sekaligus menjadi momen bagi BBKSDA Jatim untuk berkomitmen bersama berbagai stakeholder, masyarakat dan pelajar. Seperti mewujudkan hutan sebagai kawasan yang nyaman, asri dan lestari, serta merubah pola hidup dan perilaku bijak terhadap sampah. Juga ikut mewujudkan lingkungan sekitar yang bebas sampah untuk ehidupan yang bersih, sehat dan bermanfaat. Pada kesempatan ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menyampaikan bantuan berupa tong sampah kepada BBKSDA Jatim. Tong-tong sampah tersebut akan dipasang di TWA. Tretes dan TWA Gunung Baung guna menampung sampah-sampah dari pengunjung. Setelah pelaksanaan aksi bersih-bersih, dilaksanakan telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga melaksanakan kegiatan serupa di Muara Angke Jakarta. Dalam telekonferensinya, Siti Nurbaya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap Jawa Timur bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Karena di Jawa Timur telah banyak unit-unit pengelolaan sampah yang dapat dijadikan contoh. “Tetap semangat ya, untuk mewujudkan lingkungan yang bebas sampah,” ujar Siti mengakhiri telekonferensi siang itu. Di hari yang sama, BBKSDA Jatim melaksanakan kegiatan peringatan HPSN di beberapa lokasi di Jawa Timur. Yakni, Danau Kastoba di CA. Pulau Bawean - Gresik, sekitar CA. Manggis Gadungan - Kediri, sekitar CA. Goa Nglirip - Tuban, sekitar CA. Gunung Picis – Ponorogo, dan MAN 2 Pamekasan Untuk kegiatan di MAN 2 Pamekasan difokuskan pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah. Kegiatan berupa penyampaian materi pengelolaan sampah, dan praktek pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick. Mari tetap jaga kebersihan untuk menuju Indonesia bersih dan bebas sampah..! Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

TN Tesso Nilo Jadi Narasumber Dialog Interaktif RRI Pekanbaru Bahas Kebakaran Hutan dan Lahan

Pekanbaru, 04 Maret 2019. Pada pukul 08.00 s/d 09.00, Balai TN. Tesso Nilo menjadi Narasumber di RRI Pro 1 Pekanbaru pada Kegiatan Dialog Interaktif yang bernama Jaksa Menyapa bersama Kejaksaan Negeri Pelalawan. Alam dialog tersebut diangkat “masalah Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pelalawan sebagai wilayah hukum Kajari Pelalawan”. Selain Balai TN. Tesso Nilo yang diwakilkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bapak Delfi Andra, SP Narasumber dalam dialog di RRI juga mendatangkan 3 (tiga) orang dari Kejaksaan Negeri Pelalawan yang terdiri : Kasi Pidum Kajari Pelalawan, Kasi Intel Kajari Pelalawan dan Kasi Datun Kajari Pelalawan. Pada kesempatan dialog interaktif kali ini Balai TN. Tesso Nilo menyampaikan Informasi tentang upaya penanggulangan dan pencegahan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan khususnya di kawasan TN. Tesso Nilo Dari keterangan Ka Sub Bag TU Balai TN.Tesso Nilo Tindak lanjut dari dialog ini akan di agendakan pertemuan antara Kejaksaan Negeri Pelalawan dengan Balai TN. Tesso Nilo terkait upaya Sosialisasi, masalah kasus Tipihut, penanganan Karhutla dan informasi terkait pengelolaan TN. Tesso Nilo, “akan segera kita agendakan pertemuan dengan Kejaksaan Negeri Pelalawan dengan pihak Balai terkait dari hal-hal yang sudah kita bahas” ungkap Ka Sub Bag TU Balai TN.Tesso Bapak Delfi Andra, SP Sumber: BTN Tesso Nilo
Baca Berita

TN Tesso Nilo Rangkul Masyarakat Dalam Rencana Pemulihan Ekosistem Seluas 500 Ha

Pelalawan, 04 Maret 2019. TN.Tesso Nilo melaksanakan koordinasi dengan diskusi dengan Kepala Desa Air Hitam. Koordinasi kali ini dilakukan sebagai bentuk upaya tindak lanjut menuju program Pemulihan Ekosistem seluas 500 Hektar di Desa Air Hitam. Disambut baik oleh Kepala Desa, dari koordinasi dan diskusi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa dalam waktu dekat Kepala Desa Air Hitan akan membentuk dan menyelesaikan kelompok untuk kemitraan konservasi, selain itu Kepala Desa Air Hitam juga akan mengundang masyarakat terutama kepada masyarakat yang sudah menguasai lahan dilokasi tersebut untuk melakukan sosialisasi terkait rencana pemulihan ekosistem seluas 500 Hektar yang dimaksud. “Rencana Pemulihan Ekosistem yang kita buat mendapat respon baik dari Kepala Desa Air Hitam, pihak desa juga bersedia untuk membantu kita lakukan sosialisasi, semoga berjalan lancar dan terwujud” jelas Kepala Resort Air Hitam Ahmad Gunawan, S.Hut. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Kerja Bakti Bersih Sampah Plastik Taman Nasional Lore Lindu

Bobo, 4 Maret 2019. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) mengadakan kegiatan kerja bakti bersih sampah plastik yang dipusatkan di Resort Bobo – Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Makmur, Senin (4/3). Kerja bakti bersih sampah plastik ini dilaksanakan di sepanjang bahu jalan dan pinggir jalan di Desa Bobo dan Bunga yang merupakan desa-desa penyangga kawasan TNLL, dengan diikuti peserta berjumlah sekitar 200 orang yang berasal dari siswa-siswi Madrasah Aliyah Al-Khaerat, Madrasah Tsanawiyah Al-Khaerat, SMPN 30 Sigi, SDN Bobo (Desa Bobo), SD Bala Keselamatan (Desa Bunga), dewan guru, personil lingkup BBTNLL, masyarakat dan aparat desa. Kegiatan ini dimulai dengan Apel Siaga yang dipimpin langsung oleh Kepala BBTNLL, Ir. Jusman dan dalam sambutannya membacakan sambutan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan tema "Gerakan Indonesia Bersih" dan sub tema “kelola sampah, hidup bersih, sehat dan bernilai". Melalui kerja bakti bersih sampah plastik ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian serta mengedukasi sejak dini terutama kepada para generasi muda untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik dan bagaimana daur ulang sampah dengan prinsip 3R (Reuse,Reduce,Recycle), ujar Jusman menambahkan dalam sambutannya. Dari kerja bakti bersih sampah plastik ini terkumpul sampah plastik sekitar 30 karung (300 kg) yang selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan akhir sampah. Dalam kesempatan ini pula Kepala BBTNLL memberikan sauvenir berupa alat-alat tulis untuk para siswa-siswi yang berpartisipasi kegiatan kerja bakti ini yang diserahkan pada guru-guru dari perwakilan sekolah tersebut di atas. Selain itu di momen peringatan HPSN tahun 2019 ini pula sekaligus BBTNLL memperkenalkan Taman Bacaan Resort Bobo yang dapat dimanfaatkan para siswa-siswi yang berada di Desa Bobo dan sosialisasi release anggrek kepada masyarakat sekitar Resort Bobo. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Gelar HPSN 2019 Bersama Mitra di Suaka Margasatwa Sermo

Kulonprogo, 4 Maret 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang diselenggarakan secara serentak oleh seluruh UPT direktorat Jenderal KSDAE. Kegiatan ini dimaaksudkan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat Indonesia, mulai dari pribadi, komunitas, hingga bangsa, dalam mengelola sampah untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah Tahun 2020. Puncak peringatan HPSN Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Balai KSDA Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulonprogo; Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Yogyakarta (Hotel 101, Hotel Tara, Hotel Grand Zurich dan Hotel Jayakarta); Pengelola Wisata Kalibiru; Kwarcab Kulonprogo dan MMP/MPA Kulonprogo di laksanakan di Blok Pemanfaatan Suaka Margasatwa Sermo, Kulonprogo. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain, di kawasan Suaka Margasatwa Sermo terdapat spot pemanfaatan wisata alam terbatas dan bumi perkemahan serta menjadi salah satu jalur yang dilalui untuk wisata menuju beberapa obyek wisata alam seperti Waduk Sermo, Kalibiru, Perbukitan kKarst Kulonprogo, serta berbatasn langsung dengan desa penyangga sehingga rentan dengan permasalah sampah. Rangkaian acara Peringatan HPSN Tahun 2019 diawali dengan pembukaan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Junita Parjanti, MT. Dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum peringatan HPSN Tahun 2019 sebagai langkah penyadartahuan dan memotivasi masyarakat sehingga dapat merubah pola pikir, menyempurnakan perilaku serta bijak dan cerdas dalam pengelolaan sampah. Lebih lanjut menyampaikan apresiasi mendalam kepada mitra dan masyarakat yang telah memberikan sumbangsih dan dukungnya demi suksesnya acara hari ini tutur Junita Sementara itu Hadir dalam kegiatan ini Kepala Sub Bidang Tindak Lanjut Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Mayasih Wigati, S.Sos, M.Si, M.Sc yang menyampaikan arahan teknis pengelolaan sampah. Dalam kesempatan ini, Mayasih Wigati memberikan gambaran mengenai pengelolaan sampah rumah tangga serta pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan sampah baik dengan cara komposting untuk sampah organik, maupun untuk meningkatkan nilainya menjadi barang kerajinan untuk sampah anorganik. Aksi Bersih Sampah kawasan Suaka Margasatwa Sermo berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.00 WIB dengan peserta sebanyak 200 orang yang berasal dari unsur Instansi Pemerintah (Kementerian LHK, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, PDAM Kulonprogo, PT PLN Persero ULP Kulonprogo), IHGMA Chapter Yogyakarta; Kwarcab Kulonprogo, Muspika lingkup Kecamatan Kokap dan Pengasih, serta masyarakat sekitar kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Dari aksi bersih sampah dan pemilahan sampah yang dilakukan dikumpulkan sampah organik seberat 126,5 Kg dan sampah anorganisk 462,7 Kg. Selanjutnya sampah anorganik yang terkumpul tersebut diangkut oleh UPTD Kebersihan dan Pertamanan DPU Kabupaten Kulonprogo ke TPA Kulonprogo. Sementara itu sampah organik berupa dedauanan ditimbun untuk proses komposting. Mari ikut Peduli sampah. *ach Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Hari Peduli Sampah Nasional, BKSDA Kalsel Bersihkan TWA Pelaihari

Pelaihari, 4 Maret 2019 – Sampah plastik saat ini menjadi momok dalam hal kebersihan lingkungan. Salah satu caranya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Sejalan dengan itu pada momentun Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang serentak dilakukan se-Indonesia, Senin siang (4/3/2019) HPSN 2019 untuk Kalsel di pusatkan di objek wisata Pantai Batakan (TWA Pelaihari) di Kecamatan Panyipatan yang di prakarsai Balai KSDA Kalimantan Selatan. Kegiatan berupa aksi bersih-bersih pesisir pantai Batakan yang melibatkan berbagai komunitas, lintas SKPD, TNI, Polri dan masyarakat setempat menyisir pantai sambil membawa kantong plastik dan karung plastik untuk sampah yang di pungut. Di awali dengan gelar pasukan, aksi bersih-bersih sampah di buka Bupati Tanah Laut, Drs. H. Sukamta, M.AP. Bupati Tanah Laut dalam amanat gelar pasukan membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya. Amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya mengungkapkan, HPSN sebagai momentum yang sangat strategis di peringati setiap tahun, di samping mendorong pemerintah daerah untuk menuju Indonesia Bersih. Tanpa ragu puluhan masyarakat peduli sampah bersama Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc, Bupati Tanah Laut, Drs. H. Sukamta, M.AP dan Manager PLN UPK Asam Asam, Doni Ocniza turun memungut sampah di Taman Wisata Alam Pelaihari Pantai Batakan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Menurut Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc, memang sengaja dipilih TWA Pelaihari dalam peringatan HPSN karena Pantai Batakan tampak masih stagnan dalam pengelolaan sehingga mereka menginisiasi sejak 2018 lalu ada kegiatan pembersihan pantai. “Nanti minimal setiap sebulan sekali ada kegiatan bersih-bersih pantai bersama kelompok sadar wisata konservasi,” terang Mahrus. Setidaknya harapannya kegiatan bersih-bersih pantai dapat menyadarkan masyarakat akan sampah plastik yang harus dikurangi di pantai. Terlebih di pantai ada sampah dari laut dan sampah dari pengunjung pantai. “Nantinya BKSDA Kalsel juga akan membenahi TWA Pelaihari, Pantai Batakan untuk lebih bersih dengan menambah jumlah tempat sampah. Selain itu sampah yang terkumpul juga akan diolah menjadi barang yang bermanfaat”. “Kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan sekitar dan pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam pembenahan nanti, seperti hari ini gelaran ini juga didukung beberapa perusahaan,” terangnya. Ya salah satu perusahaan yang mendukung peringatan HPSN yang digelar di TWA Pelaihari, Pantai Batakan adalah PLN UPK Asam Asam. Terang Manager PLN UPK Asam Asam, Doni Ocniza selama ini PLN UPK Asam Asam selalu berkontribusi dalam kegiatan lingkungan. “Terlebih sebagai badan usaha milik negara, pihaknya juga harus ikut andil dalam program peduli lingkungan”, tambahnya. Sementara dalam gelar peringatan HPSN kali itu dibuka langsung oleh Bupati Tanah Laut Drs. H. Sukamta, M.AP. “TWA Pelaihari, Pantai Batakan memang layak menjadi lokasi bersih-bersih pantai karena merupakan pantai yang belum dibenahi layaknya Pantai Takisung”, terangnya. Dari kegiatan HPSN 2019 di TWA Pelaihari ini sampah yang terkumpul sebanyak 2,5 ton. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 di Lautan Pasir G. Bromo Dan B29 Argosari

Bromo, 4 Maret 2019. Untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru menggelar aksi bersih sampah di 2 tempat yaitu Laut Pasir G.Bromo dan view point B29 Argosari. Acara tersebut diikuti± 500 orang yang melibatkan elemen masyarakat (kader konservasi, Masyarakat Peduli Api, Pecinta Alam, Kelompok Hippam, Kelompok Tani Konservasi, masyarakat sekitar kawasan), Pemerintah Daerah (Kab. Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang), pelaku jasa wisata (paguyuban jeep, paguyuban kuda, paguyuban ojeg, asongan, kaki lima, home stay). Kegiatan HPSN serentak dimulai dari jam 09.00 WIB – selesai, sebelum acara dimulai di masing-masing tempat pelaksanaaan, terlebih dahulu dilakukan apel peserta dengan arahan dan pembacaan amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Kepala Bidang PTN Wilayah I Pasuruan dan Kepala Bidang PTN Wilayah II Lumajang. Sebelum aksi bersih sampah dimulai Kepala Bidang PTN Wilayah I Pasuruan (Murdiyono, S. H) berpesan ‘ Membersihkan sampah di lingkungan kita bukan hari ini saja, hari ini adalah hari memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, selanjutnya kita budayakan jangan buang sampah sembarangan’, ungkapnya demikian. HPSN dari 2 tempat berhasil mengumpulkan sampah pengunjung sebanyak 735 kg. Untuk view point B29 Argosari sebanyak 115 Kg dan Laut Pasir G.Bromo sebanyak 620 Kg. Sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah plastik, botol, kertas, bungkus mie instan, roti, kopi sachet, puntung rokok dan kardus. Sampah yang terkumpul dipilah menjadi sampah organik dan anorganik, sampah plastic (botol aqua, minuman kemasan) dipisahkan. Sedangkan sampah yang tidak bernilai ekonomis diangkut ke TPA Poncokusumo Kab.Malang, TPS Cemoro Lawang Kab. Probolinggo, TPA Jurang Sari Kab.Pasuruan dan TPA Lumajang Kab. Lumajang. Diakhir kegiatan Kepala SPTN I (Sarmin, S. Hut) mengucapkan terima kasih banyak kepada semua undangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan HPSN Tahun 2019, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salahsatu destinasi bertaraf internasional sehingga harus dijaga kelestariannya, demikian ungkapnya. Harapan dari kegiatan HPSN Tahun 2019 ini, pengunjung Bromo dan masyarakat sekitar lebih peduli terhadap sampah dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sehingga lingkungan menjadi indah, bersih, sehat dan bernilai. Sumber : Siti Maya - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Peringati HSPN 2019, Balai TN Bali Barat Bersih Pantai Pasir Putih Prapat Agung

Prapat Agung, Senin 4 Maret 2019. Secara serempak petugas Taman Nasional Bali Barat (TNBB) bersama para pihak melakukan aksi bersih sampah di berbagai titik dalam kawasan TNBB, salah satunya mengambil lokasi di pantai pasir putih Prapat Agung, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Buleleng. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia. Wilayah Resort Prapat Agung merupakan wilayah TNBB yang mempunyai potensi keragaman flora dan fauna yang tinggi baik di daratan maupun di kawasan perairan lautnya. Di kawasan ini juga terdapat beberapa pura yg sering di kunjungi oleh masyarakat Bali untuk bersembahyang atau wisata religi. Namun begitu, kawasan ini juga memiliki permasalahan klasik yaitu sampah yang terbawa arus laut dan terdampar di pantai pasir putih Prapat Agung. Pada waktu-waktu tertentu pantai pasir putih Prapat Agung menjadi kotor akibat sampah tersebut. Selain itu masih adanya sebagian pengunjung yg kurang peduli akan keberadaan sampah anorganik dan meninggalkan sampahnya dalam kawasan TNBB. Untuk menjaga lingkungan pantai pasir putih Prapat Agung tetap bersih dan indah, melalui moment HPSN tahun 2019 ini dilakukan kegiatan bersih sampah bersama masyarakat dan parapihak. Di lokasi ini, kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi PTN Wilayah II Buleleng, Ir. Hartatik, dan sebagai koordinator lapangan adalah Kepala Resort Prapat Agung, Tosin, SH. Tema dalam peringatan HPSN tahun ini adalah "Kelola Sampah Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai". Kepala Balai TNBB melalui KSPTN II Buleleng menyampaikan ucapan terimakasih kepada peserta aksi bersih ( clean up) yg telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu KSPTN II mengajak seluruh peserta agar senantiasa menanamkan jiwa hidup sehat dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. " Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga lingkungan kita" ujarnya. Peserta giat bersih pantai pasir putih Prapat Agung kali ini di hadiri oleh perwakilan Desa Sumberklampok, Babinsa, kelompok Tani Tunas Mekar, kelompok masyarakat peduli api, kelompok Tani Hutan Sawo Kecik, Kelompok pemandu Bali Starling Volunteer, dan pemangku Pura Segara Rupek. Dalam kegiatan clean up ini, berhasil dikumpulkan dan dikeluarkan sampah anorganik sebanyak 250 Kg, (31 karung) dengan jenis sampah anrara lain berupa : botol kaca, botol plastik, plastik bungkus makanan, stereofoam, sandal, plastik bungkus sabun, kresek, dll. Menurut Kepala Resort Prapat Agung, sampah anorganik yg telah di kumpulkan ini akan di pilah. Sampah yang masih bisa di daur ulang akan di serahkan ke pengepul barang bekas, sisanya akan di bawa ke TPS yang ada di desa penyangga TNBB. Dengan adanya kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional ini diharapkan masyarakat menjadi lebih peka untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Lingkungan bersih hidup menjadi sehat dan bernilai. "Salam Konservasi". Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kumpulkan 10 ton Sampah

Bantimurung, 4 Maret 2019. Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung gelar aksi bersih sampah di dua lokasi berbeda. Kegiatan aksi peduli lingkungan ini berlangsung Senin, 4 Maret 2019, mulai pukul 08.30 s.d. 12.00 Wita. Gelaran ini berlangsung serentak pada unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-tanah air. Lokasi pelaksanaan kegiatan berpusat di Kawasan Wisata Bantimurung dan Sepanjang jalan poros Karaenta. Kedua lokasi pengumpulan sampah ini memiliki luas sekitar 13 ha. Sulaiman, Asisten III Pemda Maros, mewakili Bupati Maros, membuka kegiatan Aksi Bersih Sampah ini secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi aksi bersih lingkungan ini dengan melibatkan sejumlah kalangan. Sulaiman juga menyampaikan terima kasih kepada warga Maros atas pencapaian Adipura. “Saya juga menyampaikan terima kasih kepada warga Maros yang telah mendukung tergapainya Adipura untuk Maros. Selama lima tahun berturut-turut meraih penghargaan kabupaten bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” pungkas Sulaiman. Peserta yang berpartisipasi tak kurang dari 300 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari komunitas pecinta alam, mahasiswa, kader konservasi, TNI, Polri, komunitas penangkar kupu-kupu, hingga masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan kegiatan. Sejumlah undangan juga turut meriahkan acara pembukaan, di antaranya: Kepala Disbudpar Maros, Kepala Dinas Kebersihan Maros, BLHD Maros. Juga hadir Batalyon Kostrad 433, Polsek Bantimurung, Danramil Bantimurung, kepala desa dan Camat sekitar lokasi pelaksanaan, Kepala Cabang BRI Maros, Kepala Caban Bank Mandiri. Tak ketinggalan BPJS Ketenagakerjaan Maros, PT. Adikitra Pinus Utama, PT. Toyota Kalla Group Maros, PT. Pertamina Depot LPG Makassar, dan KPE Helena Sky Bridge. Sampah yang berhasil dikumpulkan tak kurang 10 ton. Sampah yang terkumpul terdiri dari sampah plastik yang dikumpulkan dari Kawasan Wisata Bantimurung. Sedikit berbeda dengan sampah yang berasal dari Karaenta, lebih kompleks. Sampah rumah tangga, sampah organik seperti sisa batok kelapa muda, bahkan sampah medik ditemukan pada salah satu spot pengumpulan sampah. Sejak beberapa tahun terakhir ini, kawasan taman nasional ini sering dimanfaatkan warga yang melintas untuk membuang sampahnya. Menjadikan hutan sebagai tempat membuang sampah. Sungguh perbuatan yang kurang terpuji. Sampah yang dikumpulkan menggunakan truk sampah Dinas Kebersihan Maros. Lalu meneruskannya menuju tempat pembuangan akhir. Ayo kelola sampah untuk hidup lebih bersih, sehat, dan bernilai. Sumber: Taufiq Ismail – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

170 kg Sampah Berhasil Terkumpul di Kaliurang

Sleman, 4 Maret 2019. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 dilaksanakan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KSDAE seluruh Indonesia, termasuk Taman Nasional (TN) dan Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA). Untuk lingkup Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), peringatan HPSN 2019 ini dipusatkan di Obyek Wisata Alam (OWA) Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo, Kaliurang, Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan kali ini, hadir karyawan/karyawati TNGM, Kecamatan Pakem, Polsek Pakem, Koramil Pakem, PT Anindya Mitra International, Aparat Desa Hargobinangun, Dinas Pariwisata kab Sleman, Kepala Dukuh Kaliurang Timur, Kepala Dukuh Kaliurang Barat, SAR Kaliurang, MMP Resort Pakem Turi, MPA resort Pakem Turi, serta Paguyuban Pedagang di kawasan OWA Tlogo Muncar. Dalam kesempatan ini, kegiatan diselenggarakan pukul 07.00 s.d 11.00, diawali dengan senam bersama, kerja bakti dan diakhiri keakraban dengan mitra kerja yang hadir. Ada 4 (empat) titik kerja bakti pembersihan sampah, bukit Pronojiwo, OWA Tlogo Muncar dan parkiran Tlogo Putri, OWA Tlogo Nirmolo dan parkiran Tlogo Nirmolo, serta jalur tracking Goa Jepang, Tlogo Nirmolo. Keseluruhan sampah yang diperoleh pada kesempatan kali ini sebanyak 170 kg, yang terdiri dari 115,5 kg sampah organik dan 54,5 kg sampah anorganik. Selanjutnya tindak lanjut penanganan sampah: organik yang berupa seresah daun, pangkasan rumput, sisa makanan ditimbun, untuk dijadikan pupuk organik, sedangkan anorganik yang dapat didaur ulang (kertas, kardus, botol minuman, dll) dijual ke pedagang daur ulang, serta dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). (tsr). Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Upaya Pencegahan Konflik Buaya Muara Dengan Manusia di Ujung Mangki Aceh Selatan

Aceh Selatan, 4 Maret 2019. Personil BKSDA Aceh Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam Resor 15 Tapaktuan dipimpin oleh Kepala Resor Wirli melakukan upaya pencegahan konflik satwa liar Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang berpotensi terjadi di Desa Ujung Mangki Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan. Upaya pencegahan ini berawal dari laporan masyarakat pada tanggal 23 Februari 2019 adanya kemunculan buaya muara yang terlihat disekitar tempat tinggal mereka. Maka pada keesokan harinya BKSDA Aceh mengirimkan tim penanggulangan konflik menuju ke lokasi bergabung bersama personil resot 15 tapaktuan dan masyarakat di sana untuk melakukan upaya penangkapan dengan perangkap. Tanggal 26 Februari 2019 perangkap mulai dipasang di wilayah perairan lokasi Buaya Muara tersebut muncul akan tetapi setelah pemasangan ± 3 (tiga) hari tidak membuahkan hasil, sehingga tim memutuskan untuk kembali ke Banda Aceh akan tetapi masyarakat memohon agar perangkap buaya tetap dipasang sampai Buaya Muara yang muncul tersebut dapat ditangkap. Pada tanggal 04 Maret 2019 akhirnya Buaya Muara tersebut masuk perangkap yang dipasang oleh tim BKSDA Aceh, menurut keterangan masyarakat buaya yang masuk perangkap tersebut merupakan yang selama ini muncul disekitar pemukiman di wilayah tersebut. Buaya Muara yang berhasil ditangkat tersebut berukuran panjang ± 2,8 m dan selanjutnya Buaya Muara yang berhasil ditangkap tersebut akan dibawa ke kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh untuk diamankan sampai melihat rencana kedepannya apakah akan dilepasliarkan kembali ke Habitatnya apabila ada lokasi yang memungkinkan atau dititipakn ke Lembaga Konservasi yang ada di Provinsi Aceh manjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang arti penting satwa liar bagi kehidupan dibumi dengan berwisata pendidikan konservasi di lembaga tersebut. Masyarakat sangat mengapresiasi atas upaya yang sudah dilakukan oleh tim BKSDA Aceh untuk mencegah terjadinya konflik satwa dan menghilangkan kecemasan atas kemunculan buaya tersebut disekitar pemukiman mereka. Buaya Muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari Kelompok Mamalia Famili Crocodylidae berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi/ Dalam katergori IUCN Buaya Muara (Crocodylus porosus) berstatus Least Concern/tingkat resiko rendah dengan penyebaran/distribusi hampir seluruh kawasan hutan di Pulau Sumatera dengan Distribusi populasi terbesar mulai dari Perairan Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Myamar, Palau, Papua New Guinea, Philipina, Pulau Salomon, Sri Lanka, Vanatua hingga Vietnam, dengan kemungkinan telah punah di Thailand dan Singapura. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh sangat berterimakasih atas apa yang telah dilakukan oleh Masyarakat Desa Ujung Mangki Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan dengan melaporkan kemunculan Buaya Muara tersebut sehingga upaya pencegahan sehingga tidak sampai menimbulkan dampak negatif baik bagi satwa maupun masyarakat. Sumber : Balai KSDA Aceh Penanggung Jawab Berita : Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh - Sapto Aji Prabowo, S.Hut. M.Si 0812-5006-527 Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam BKSDA Aceh - Hadi Sofyan, S.Si. M.Sc 0853-2789-9281 Kepala Resor 15 Tapaktuan Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam BKSDA Aceh - Wirli 0822-7648-9219
Baca Berita

Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai

Jakarta, 4 Maret 2019. Kawasan konservasi Taman Wisata Angke Kapuk dibawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta (BKSDA Jakarta) secara Nasional menjadi pusat aksi bersih-bersih kawasan konservasi se-Indonesia yang dilaksanakan serentak pada tanggal 4 Maret 2019. Ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 yang mengambil tema: “Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai”. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama jajaran eselon satu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Wakil Walikota Jakarta Utara turut hadir dilokasi HPSN 2019, tak cuma aksi bersih - bersih, Menteri LHK beserta rombongan turut berpartisipasi tanam mangrove. Kegiatan bersih-bersih Kawasan Konservasi pada hari ini (4/3) dilaksanakan di 74 lokasi seluruh Indonesia dengan peserta tidak kurang dari 37.000 orang. Bahkan sebelumnya, pada tanggal 21 Februari 2019, telah dilaksanakan pula aksi bersih-bersih Kawasan Konservasi di 18 lokasi dengan peserta tidak kurang dari 9.000 orang yang bertepatan dengan launching Gerakan Indonesia Bersih di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian LHK. Gerakan aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan pegawai BKSDA atau Balai Taman Nasional yang bersangkutan namun juga melibatkan komunitas konservasi atau komunitas peduli lingkungan, pelajar dan mahasiswa, dunia usaha, serta pemerintah daerah. Sebagai bagian dari Gerakan Revolusi Mental yang berkesinambungan, Gerakan Indonesia Bersih harus diwujudkan di setiap masyarakat Indonesia dan di setiap wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perwujudan Gerakan Indonesia Bersih ini tidak hanya di wilayah perkotaan dan perdesaan namun juga termasuk di wilayah tapak, diantaranya di seluruh wilayah Kawasan Konservasi ucap Siti Nurbaya. Sumber : Direktorat Jenderal KSDAE

Menampilkan 6.049–6.064 dari 11.140 publikasi