Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Memperingati HPSN 2019 di TWA Teluk Youtefa

Jayapura, 4 Maret 2019. Gerakan Indonesia bersih merupakan salah satu komponen Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019 di kawasan konservasi dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 4 Maret 2019. Balai Besar KSDA Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura, UPT KLHK, BUMD/BUMN, Organisasi Perangkat Daerah, TNI/Polri, akademisi, komunitas peduli sampah, Sakawanabakti dan masyarakat melakukan aksi bersih sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa. Peringatan HPSN ini bertujuan, antara lain, membangun kesadaran bersama untuk hidup bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah. Aksi bersih sampah yang dilaksanakan di TWA Teluk Youtefa bertujuan mendorong budaya bersih dan produktif di tengah masyarakat dengan dinamika dan partisipasi masyarakat sebagai modal sosial. Aksi bersih sampah di kawasan TWA Teluk Youtefa dipusatkan pada tiga titik yaitu Pantai Hamadi, Pulau Metu Debi, dan Muara Kali Hanyaan. Kegiatan ini diikuti oleh 450 peserta, dan dibagikan tumbler/tempat minum dari Kementerian LHK. Jumlah sampah yang dapat terkumpulkan sebanyak 2.562 kg yang terdiri dari sampah kaca sebanyak 472 kg, sampah campuran 1.928 kg dan sampah plastik 162 kg dengan sebaran luasan yang terjangkau dibersihkan sekitar 60 hektar. Setelah sampah terkumpul selanjutnya diangkut oleh Bank Sampah Waniambey Jayapura untuk olah lebih lanjut. Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan aksi bersih sampah di TWA Teluk Youtefa. Walikota Jayapura sudah mengeluarkan instruksi agar masyarakat tidak menggunakan kantong plastik, tetapi menyediakan noken atau kantong non plastik sebagai pengganti tempat berbelanja di toko-toko atau mall di Jayapura. Di sela-sela acara, dilakukan teleconference antara Walikota Jayapura dengan Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya, yang menghadiri puncak perayaan HPSN di kawasan konservasi TWA Muara Angke Jakarta. Menteri LHK meyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Walikota Jayapura beserta jajarannya, Balai Besar KSDA Papua, dan semua pihak yang sudah mendukung pelaksanaan aksi bersih sampah di kawasan TWA Teluk Youtefa. Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut, M,Si menyampaikan bahwa aksi bersih sampah di kawasan konservasi TWA Teluk Youtefa sebagai salah satu bentuk dukungan nyata kepada Pemerintahan Kota Jayapura dalam menjaga kebersihan kawasan. Aksi bersih sampah ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk sadar dalam menjaga kebersihan lingkungannya. Beliau juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Walikota Jayapura dan jajarannya, serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan aksi bersih sampah tahun 2019. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 082398029978
Baca Berita

Serunya HPSN 2019 TN Aketajawe Lolobata Bersama Stakeholder

Sofifi, 4 Maret 2019. Sampah memang selalu ada setiap saat di sekitar kita. Terutama sampah plastik. Demi mengurangi keberadaan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat program Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) pagi tadi telah melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan Empat Puluh, di Sofifi. Kegiatan ini sekaligus memperingati HPSN 2019. Tidak hanya sekedar membersihkan sampah, tetapi juga dilaksanakan penyuluhan dan penyadartahuan kepada pelajar dan masyarakat dengan melibatkan mereka dalam kegiatan yang positif tersebut. Diawali dengan upacara pembukaan HPSN yang di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Ridwan, mewakili Gubernur Provinsi Maluku Utara yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Ridwan mengajak untuk menjadikan Sofifi sebagai daerah yang bersih dari sampah sehingga nyaman sebagai tempat hunian. Ridwan juga menyampaikan program pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara tahun 2019 terkait tentang pengelolaan sampah. Yaitu, akan di bangun sebanyak 18 titik lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan satu buah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Setelah acara pembukaan selesai, sebagian peserta melakukan penanaman pohon di pinggir jalan dan sebagian lainnya bersih-bersih sampah. Dibekali dengan kantong sampah berukuran besar, para siswa Sekolah Dasar yang didampingi oleh gurunya sangat antusias untuk mengumpulkan sampah. Kantong sampah yang telah penuh dan terkumpul langsung di angkut ke tempat penampungan sampah sementara. Kegiatan ini juga diikuti oleh wartawan Kompas sebanyak 2 (dua) orang. “Semoga dengan kegiatan seperti ini, masyarakat akan semakin sadar tentang pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah di semua tempat”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama, dimana Balai TNAL juga menyediakan gelas minum beserta tutupnya bagi para peserta untuk di bawa pulang sebagai cinderamata dengan tujuan agar tidak menggunakan air mineral dalam kemasan. Hal ini juga untuk mengurangi sampah plastik. Kegiatan HPSN 2019 ini semakin meriah dengan diadakannya kuis tentang sampah oleh instansi-instansi terkait dengan hadiah yang menarik. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Sekditjen KSDAE Resmikan Tower CCTV Deteksi Dini Kebakaran Hutan TN Rawa Aopa Watumohai

Tatangge, 6 Maret 2019. Dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian LHK melalui Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE telah telah memasang dua kamera Closed Circuit Television (CCTV) pendeteksi dini kebakaran hutan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). Pengoperasian CCTV Deteksi Dini kebakaran ini secara resmi di buka oleh Sekditjen KSDAE, Ir. Herry Subagiadi M.Sc yang ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti. Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Herry Subagiadi mengatakan, CCTV ini sebagai alat pendeteksi titik panas atau titik kebakaran yang pertama dipasang di Indonesia khusus dipasang di Kawasan Konservasi dan merupakan pilot project untuk pengembangan kawasan konservasi lain, sehingga dapat membantu percepatan petugas dalam memadamkan api serta mengurangi luas kebakaran di TNRAW. Manfaat lain dari adanya kamera pemantau ini, juga dapat membantu pihak terkait Kepolisian dan Pemda dalam rangka membantu tugas dan fungsinya. Untuk itu TNRAW akan membuka kerjasama dengan pihak lain apabila membutuhkan informasi dalam penggunaan CCTV tersebut. Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai TNRAW, Ali Bahri, S.Sos., M.Si menjelaskan, untuk pengoperasian dan monitoring penggunaan CCTV ini nanti akan dihubungkan ke Manggala Agni Daops Tinanggea sehingga dapat melakukan monitoring bersama, untuk itu dalam beberapa waktu kedepan BTNRAW akan melakukan pelatihan operator bagi tim Manggala Agni Daops Tinanggea. Selain itu untuk tahapan selanjutnya, lokasi pemasangan Tower pemantau tersebut akan dipagar keliling demi keamanan alat. Kepala Balai pun berharap dengan adanya CCTV ini dapat membantu seluruh pihak untuk dapat bekerja cepat dalam pengendalian kebakaran kawasan TNRAW. Berdasarkan data dari Balai TNRAW sepanjang tahun 2018 luas lahan savana yang terbakar mencapai 2.677,1 hektar. Launching penggunaan CCTV pendeteksi dini kebakaran hutan ini dihadiri pula Camat Lantari Jaya, Camat Tinanggea, Polres Bombana, Kapolsek Tinanggea, Kapolsek Lantari Jaya, Danramil Rumbia, Manggala Agni Daops Tinanggea dan beberapa Kepala Desa sekitar kawasan serta Tokoh masyarakat TN Rawa Aopa Watumohai, Kasi Wilayah, Ka Resort lingkup TNRAW dan seluruh staf Balai TNRAW. Prinsip kerja CCTV monitoring kebakaran hutan dengan menggunakan aplikasi INSIGHT GLOBE (aplikasi pendekteksi suhu panas) dan aplikasi SMOKE UI (aplikasi pendeteksi asap). Sumber: TN Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Hasil Pengecekan Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau Terhadap Konflik Manusia dan Satwa Liar di Kec. Gaung

Pekanbaru, 6 Maret 2019. Enam anggota Tim Rescue Bidang KSDA Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, dipimpin Kepala Resort Kerumutan Selatan, Zulkifli atas perintah Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Seksi Wilayah I melakukan pengecekan dan ivestigasi terkait laporan Kapolsek Kuala Lahang, Kec. Gaung, Kab. Inhil tentang adanya warga yg diduga diserang oleh Satwa Liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Hasil kegiatan tim melakukan koordinasi dengan Kades Pungkat dan dilanjutkan sosialisasi serta memberi pencerahan kepada masyarakat agar tidak terulang lagi konflik antara manusia dan satwa liar yg dilindungi undang-undang tersebut. Hadir dalam acara sosialisasi Kades, Sekdes, Ketua BPD, Kanit Reskrim, Babhinkamtibmas, Babinsa dan tokoh serta masyarakat Desa Pungkat, Kec. Gaung, Kab. Inhil. Dalam sosialisasi juga turut hadir keluarga korban dan saksi dari sdr. Mardian yg menjadi korban serangan Harimau Sumatera. Tim mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tebangan liar di dalam kawasan hutan, karena tempat terjadinya serangan satwa Harimau Sumatera terhadap sdr. Mardian dkk adalah kawasan hutan habitat Harimau Sumatera. Kemudian Tim Rescue bersama Kanit Reskrim Polsek Kuala Lahang, Babinsa, saksi korban dan masyarakat melakukan pengecekan lokasi terjadinya serangan Harimau Sumatera terhadap sdr. Mardian. Tim berangkat dari Desa Pungkat dengan melakukan perjalanan selama ± 5 jam melalui akses jalan darat dengan kendaraan roda dua melalui parit 3 Desa Simpang Gaung, Kec. Gaung menuju Sungai Rawa, sampai di parit 3 Sungai Rawa Tim tidak dapat melanjutkan perjalanan lewat darat dan hanya bisa dengan perahu, namun Tim tidak dapat melewatinya karena dangkal. Tak habis akal, Tim mengambil titik kordinat di dalam kawasan hutan yang diperkirakan jarak dari TKP ± 15 sd 20 km dan jarak dari TKP ke pemukiman penduduk ± 25 sd 30 km. Dari hasil pengecekan Tim di lapangan, TKP serangan Harimau Sumatera terhadap sdr. Mardian termasuk dalam kawasan hutan di Landskep SM. Kerumutan bagian Timur, yang mana lokasi tersebut adalah memang kawasan habitat Harimau Sumatera. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

HPSN 2019, Balai TN Gunung Rinjani Bersih Sampah di Dua Lokasi

Mataram, 5 Maret 2019. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengadakan aksi bersih sampah di Pemandian Otak Kokoq Joben dan Tempat Wisata Air Panas Sebau (4/3). Kegiatan peringatan HPSN di Kawasan wisata pemandian Otak Kokoq Joben melibatkan sekitar 300 peserta yang terdiri dari Pegawai TNGR, undangan Dinas Instansi terkait, Pramuka Sakawanabkti, MMP/Kader Konservasi, Siswa Sekolah sekitar Kawasan hutan dan pihak terkait lainnya. Peserta memulai dengan memungut sampah di areal wisata Joben yang dibagi ke dalam beberapa tim, masing-masing tim terdiri 3 orang dengan membawa 1 trashbag. Total sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 187 kg. Tak hanya bersih sampah, peserta melihat demo membuat pupuk kompos dari sampah organik wisata yang di proses untuk menjadi kompos, membuat papan informasi sebanyak 14 buah dari limbah kayu dan mengadopsi kadaka / paku sarang burung / Asplenium nidu sebanyak 150 buah. Adapun kegiatan HPSN di TWA Sebau dihadiri 45 orang peserta yang terdiri dari petugas TNGR, MMP, pokdarwis, dan pokdarling dari desa Bebidas dan Sapit serta masyarakat Jurang Koak menggunakan trashbag. Peserta mengumpulkan sampah diareal parkiran pintu masuk Sebau, sepanjang jalur menuju Sebau, dan sekitar kolam pemandian air panas Sebau yang terkumpul 7 trash bag (70kg) berupa sampah kaca sedangkan sampah kain dan plastik dibakar. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Semarak HSPN 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 5 Maret 2019. Hari Pedui Sampah Nasional (HPSN) pertama kali ditetapkan pada tahun 2005 bertepatan dengan terjadinya peristiwa tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 21 Februari 2005. Insiden tersebut menjadi pemicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional. Tahun ini, 2019, peringatan HPSN mengambil tema Gerakan Indonesia Bersih, dengan sub tema “Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai”. Khusus untuk lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, momentum HPSN 2019 diperingati berturut-turut, mulai dari tanggal 21 Februari 2019, dengan melakukan kegiatan pungut dan pilah sampah di 3 kawasan konservasi, yaitu : Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, TWA. Lau Debuk-debuk dan TWA. Danau Sicike-cike, serta dilanjutkan pada tanggal 4 Maret 2019 di kawasan TWA Sibolangit dengan kegiatan pungut dan pilah sampah, dan juga mengelola sampah dengan sistem 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle). Sedangkan di kawasan TWA Dolok Tinggi Raja dilaksanakan kegiatan pungut dan pilah sampah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diwakili Kepala Bidang Konservasi Wilayah I kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu komponen dari Gerakan Revolusi Mental, sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016. HPSN merupakan momentum yang sangat berharga dalam membangun kesadaran untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang sangat pelik dan kompleks. HPSN menjadi sangat strategis diperingati setiap tahun oleh semua elemen bangsa di seluruh tanah air, jelas Menteri. “Perhatian nasional dan internasional pada sampah juga tertuju pada sampah laut, terutama plastik, dengan segala (potensi) akibatnya kepada manusia dan satwa. Sampah plastik di laut ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya bagi manusia dan satwa karena mengganggu kesehatan apabila debris masuk kedalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan (food chain),” ujar Siti Nurbaya. Lebih lanjut, Menteri mengingatkan bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah bukan semata berada di tangan pemerintah. Masyarakat sebagai penghasil sampah juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban umum terhadap upaya-upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan pungut dan pilah sampah di kawasan TWA Sibolangit, 4 Maret 2019, diikuti oleh ± 50 orang peserta, yang berasal dari : kalangan pelajar dan guru-guru SMP Negeri 2 Sibolangit, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sibolangit, PDAM Tirtanadi, mitra peduli konservasi alam dan lingkungan hidup (Alam Raya Nusantara dan YEL-OSCP), Kelompok Sadar Wisata Alam Sibolangit Berseri dan ASN lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. TWA Sibolangit dipilih sebagai pusat kegiatan peringatan HPSN Tahun 2019 mengingat kawasan ini merupakan lokasi perlintasan aliran sungai dan selokan air dari Desa Sibolangit, dimana kerap kali mengalirkan sampah plastik, botol minuman dalam kemasan dan lain-lain. Selain itu, TWA Sibolangit sebagai lokasi/objek wisata alam yang sebagian berbatasan langsung dengan jalan lintas Medan-Brastagi, juga sering menjadi sasaran pembuangan sampah sembarangan oleh para pengemudi kendaraan (termasuk penumpang), baik bus umum, mobil pribadi, truk maupun kendaraan roda dua yang melintasi jalan tersebut. Dari hasil pungut dan pilah sampah, terkumpul kantongan sampah plastik seberat 61 kg, sampah botol minuman kemasan plastik seberat 8 kg, dan sampah organik (daun-daunan) sebanyak 42 kg. Diharapkan aksi peduli sampah ini tidak berhenti hanya sampai di peringatan HPSN, melainkan menjadi kesadaran untuk mengendalikan sampah setiap harinya. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Mengelola sampah dengan bijak melalui sistem 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle)
Baca Berita

Penandatangan Perjanjian Kerjasama BBTN Kerinci Seblat dengan KPPL Maju Bersama

Bengkulu, 5 Maret 2019. Bertempat di Hotel Madeline Bengkulu, Kepala Balai Besar Taman Nasonal Kerinci Seblat (TNKS) Tamen Sitorus telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dan dua dokumen Rencana Pelaksanaan Program (RPP)/Rencana Kerja Tahunan (RKT). Yang pertama adalah penandatanganan PKS dan RPP/RKT antara Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama, Desa PAL VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. PKS antara BBTNKS dengan KPPL Maju Bersama adalah kemitraan konservasi dalam pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan berupa pemberian akses pemungutan hasil hutan bukan kayu Kecombrang dan Pakis di zona tradisional hutan MADAPI, Taman Nasional Kerinci Seblat. Yang kedua adalah penandatanganan RPP/RKT PKS antara BBTNKS dengan Lingkar Institut tentang penyelamatan ekosistem bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat. Penandatangan ini dihadiri oleh Sekda Propinsi Bengkulu beserta dinas/instansi terkait, Direktur WALHI Bengkulu, Kepala Bidang Teknis BBTNKS, Ketua KPPL Maju Bersama, Ketua Lingkar Institut. Dalam sambutannya Kepala Balai Besar TNKS mengucapkan terima kasih kepada Gubernur propinsi Bengkulu beserta jajarannya, yang telah mendukung kelompok perempuan peduli lingkungan Maju Bersama yang merupakan kelompok perempuan/ibu-ibu pertama di Indonesia yang telah diakui dan telah menunjukkan eksistensinya terhadap upaya penyelamatan lingkungan. Dengan prinsip Mutual, respect, and benefits, Kepala Balai Besar TNKS mengharapkan kerjasama-kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik secara ekonomi maupun kelestarian lingkungan alam, utamanya kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasonal Kerinci Seblat
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah di Objek Wisata Unggulan Lapopu TN Matalawa

Waingapu, 5 Maret 2018. Bertempat di lokasi wisata unggulan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yaitu wisata Air Terjun Lapopu telah menggelar aksi pungut sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar serentak seluruh Indonesia pada tanggal 4 Maret 2019 sesuai dengan instruksi dan arahan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam Aksi pungut sampah ini turut hadir tamu undangan pimpinan dan rombongan diantaranya dari Dinas Lingkungan Hidup Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat, selain itu dihadiri oleh Camat, Polsek dan Kepala Desa setempat, tak ketinggalan Tim Satuan Karya (Saka) Wanabakti TN Matalawa dan perwakilan sekolah di Kabupaten Sumba Barat serta seluruh pegawai TN Matalawa, tercatat kurang lebih 192 orang yang hadir mengikuti acara pungut sampah tersebut . Dalam mengawali aksi pungut sampah ini telah di gelar apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Matalawa Ir. Memen Suparman MM, dalam aksinya pemungutan sampah akan dipilah-pilih mana bagaian sampah organik dan anorganik, dari hasil pengumpulan sampah di daerah wisata lapopu tersebut diperoleh sampah kurang lebih 23 karung dan 7 keranjang sampah atau diperoleh kurang lebih 400 kg sampah. Ir. Memen Suparman MM selaku Kepala Balai Menyebutkan pentingnya kesadaran insan manusia untuk menjaga kebersihan dan tidak untuk membuang sampah sembarangan, mengingat dampak yang sangat berat pada sampah-sampah anorganik yang susah terurai dan dampak bagi keseimbangan ekosistem yang ada disekitarnya, oleh karenanya Kepala Balai menghimbau untuk terus menjaga lingkungan dengan bersih dan sehat dan terpatrinya karakter pribadi yang cinta akan kebersihan. Secara keseluruhan acara pungut sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) berjalan dengan tertib dan lancar. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, BBKSDA Jabar Gelar Aksi Bersih Sampah di TWA Kawah Kamojang

Bandung, 5 Maret 2019. Setelah Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, TWA Pananjung Pangandaran, dan TWA Linggarjati, Balai Besar KSDA Jabar kembali menggelar Aksi Bersih-Bersih TWA. Kali ini, TWA yang menjadi sasaran aksi bersih-bersih ini adalah TWA Kawah Kamojang, sebuah lokasi wisata yang terletak di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Acara yang digelar pada tanggal 4 Maret 2019 ini diawali dengan apel yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ir. Ammy Nurwati, MM. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat menyampaikan Sambutan Menteri KLHK dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang pada intinya mengajak seluruh peserta untuk peduli terhadap pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Redu ce, Reuse, Recycle). Sedikitnya terdapat 299 orang peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan ini yang berasal dari UPT KLHK lingkup Korwil Jawa Barat I, Mitra Kerja, unsur Muspika, Pelajar, Komunitas Guntur, serta Komunitas Pramuwisata Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Tak kalah dengan peserta lainnya, masyarakat yang tergabung dalam komunitas Bank Sampah juga turut serta dalam kegiatan ini. Aksi bersih-bersih sampah menjadi kegiatan inti dari peringatan HPSN 2019 di TWA Kawah Kamojang ini. Seluruh peserta dengan penuh semangat melakukan aksi bersih-bersih ini sehingga tidak mengherankan jika terkumpul sebanyak ±273 kg sampah. Di samping itu, aksi bersih-bersih juga diselingi dengan penanaman pohon sebanyak 40 batang yang membawa pesan bahwa TWA Kawah Kamojang dan kawasan konservasi lainnya harus terus dilestarikan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi yang akan datang. Melalui aksi bersih-bersih yang dilakukan ini, diharapkan agar setiap pelaku wisata maupun para wisatawan serta stakeholder lainnya memiliki kesadartahuan yang tinggi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta kawasan TWA Kawah Kamojang sebagai tempat rekreasi yang sehat, bersih, aman, nyaman, dan bernilai sesuai dengan tema HPSN 2019 kali ini, yaitu Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

“Ngopi Hitam” Ala Forum Interpreter PPKAB

Cibodas, 5 Maret 2019. NGOPI HITAM (Ngobrol Pintar sambil bersih-bersih di taman nasional) menjadi agenda rutin Forum Interpreter Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol. Kali ini “ngopi hitam” bertepatan dengan puncak perayaan Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang serentak dilakukan di 74 kawasan konservasi. Selain melakukan operasi bersih di jalur-jalur interpretasi PPKAB, forum juga melakukan Training of Trainer (ToT) tentunya dengan ala mereka yang penuh dengan kekeluargaan. Kopi dan nasi liwet merupakan bagian tak terpisahkan sebagai media transfer pengetahuan dan pengalaman dari para senior ke junior. Transfer pemahamaan kali ini dilakukan oleh petugas Resort Bodogol, perwakilan CI Indonesia, dan anggota senior forum. Andriansyah selaku ketua forum mengatakan bahwa “kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab forum kepada TNGGP khususnya PPKAB, menjaga kebersihan kawasan dan meningkatkan kapasitas anggota forum mutlak harus dilakukan agar terus menjadi lebih baik lagi”. Ingin tahu keseruan “ngopi hitam” selanjutnya? Ayo siapa yang mau gabung? Salam Konservasi! Sumber : Agung Gunawan – PEH Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Pameran HUT Madina 2019

Mandailing Natal, 5 Maret 2019. Dalam momen Pameran Pembangunan HUT Kabupaten Mandailing Natal ke 20, 4/4/19 s.d. 11/4/19, Kepala Balai TNBG Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si. melakukan rally koordinasi dan silaturahmi dengan Bapak Wakil Bupati Mandailing Natal, H.M. Ja'far Sukhairi Nasution, Kepala Pengadilan Negeri Madina, kepala OPD antara lain Kadis Perhubungan dan Kadisdukcapil, Kepala Badan Pusat Statistik Kab. Madina ,Kepala-kepala Kecamatan (Camat) wilayah penyangga TNBG antara lain : Camat Ulupungkut, Camat Kotanopan, Camat Tambangan, Camat Siabu, Camat Hutabargot, Camat Panyabungan Barat, Camat Panyabungan Selatan, dan Camat Puncak Sorik Marapi serta Kades Pastap Julu. "Modal sosial TNBG sangat kuat", kata Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si. menanggapi hangatnya sambutan berbagai stakeholder yang dijumpai. "Kita harus terus bersemangat membangun Madina ini. Khususnya TNBG agar bermanfaat bagi kemajuan daerah dan masyarakatnya", katanya kepada staf BTNBG di lokasi pameran. Semoga harmoni kolaborasi pengelolaan TNBG terus berjalan. Demi tujuan pembangunan konservasi yang dicita-citakan bersama : masyarakat sejahtera, hutan lestari. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Rimbawan Balai Besar KSDA Riau bersama Masyarakat Riau Peduli Sampah

Pekanbaru, 5 Maret 2019. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di peringati Balai Besar KSDA Riau serentak dengan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ditjen KSDAE di seluruh Indonesia pada tanggal 4 Maret 2019. Pada Balai Besar KSDA Riau bakti Rimbawan peduli sampah di pusatkan di 3 lokasi yaitu TWA Buluh Cina, TWA Sungai Dumai dan apel bersama dalam rangka HPSN 2019 di Kab. Kampar. Dengan moto nasional Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai serta mengambil tagline "Bersih Bisa Kok", dilaksanakan TWA Buluh Cina dengan melibatkan sekitar 100 orang yang terdiri dari pegawai Balai Besar KSDA Riau, siswa sekolah dari tingkat SD sampai SMA, Pemkab. Kampar dan masyarakat sekitar TWA Buluh Cina. Sementara di TWA Sungai Dumai kegiatan diikuti oleh sekitar 90 orang, yang terdiri dari Pegawai Bidang KSDA Wil. 2 Dumai, Seksi 3 Duri, Seksi 4 Dumai, siswa SMP, SMA, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, KPH unit 3 Dumai Bagan Siapi api, KPA Rimba Pesisir, Pecinta Alam Bahari dan tak ketinggalan Kelompok Tani Hutan Maju Lestari Kelurahan Bukit Timah binaan Balai Besar KSDA Riau. Apel Hari Peduli Sampah Nasional juga dilaksanakan oleh Pem. Kab. Kampar yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto dihadiri oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau beserta jajarannya, P3ES Regional Sumatera, TNI/POLRI, DPD Kab. Kampar, Instansi Daerah, pelajar dan masyarakat dengan total peserta sekitar 1.300 orang. Pada kesempatan ini dilakukan vidio call ibu Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dengan Bupati Kampar. Setelah itu peserta apel langsung melaksanakan sosialisasi peduli sampah nasional di Pasar Atas Kota Bangkinang. Untuk perhitungan sampah plastik secara keseluruhan berjumlah 924,8 kg, dengan rincian sampah plastik dari TWA Buluhcina sebanyak 74,8 kg, sampah plastik dari TWA Sungai Dumai berjumlah 500 kg yang berasal dari dalam kawasan dan sungai sekitar TWA Sungai Dumai serta sampah plastik dari kota Bangkinang seberat 350 kg. Sedangkan sampah kertas di kota Bangkinang berjumlah 35 kg dan sampah organik sejumlah 5.000 kg. Acara HPSN 2019 telah mengumandangkan akan arti pentingnya perhatian terhadap sampah. Mari kita wujudkan peduli sampah di lingkungan sekitar kita agar budaya bersih, sehat dan bernilai tetap terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah HPSN 2019 di Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 4 Maret 2019. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN ) tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Balai TN Batang Gadis di sekitar Rest Area Sopotinjak melibatkan Seluruh Staff BTNBG, Dinas Ligkungan Hidup, Saka Wanabakti Madina, dan Masyarkat Sekitar. Kegiatan ini juga membagikan goodie bag ke pengendara yang lewat, yang bertujuan untuk mengurangi penggunaaan kantong plastik saat belanja. Sebanyak 155,5 kg sampah terkumpul. Semoga dengan aksi ini, kita semakin peduli terhadap lingkungan, dan tidak buang sampah sembarangan. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Aksi Bersih Gunung Merbabu pada Puncak HPSN 2019

Gunung Merbabu, 4 Maret 2019. Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu bersama mitra melakukan aksi bersih gunung yang serentak dilaksanakan di 3 lokasi, yaitu Wisata Umbul Songo, Jalur Pendakian Selo, Wisata Grenden dan Wisata Top Selfie. Kegiatan ini diawali dengan apel persiapan bersih gunung yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Gunung Merbabu Ir. Edy Sutiyarto, sekaligus pembacaan Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada peringatan HPSN Tahun 2019, Menteri LHK menghimbau pentingnya pengelolaan sampah untuk mewujudkan hidup bersih, sehat dan bernilai. Bersih Gunung di Wisata Umbul Songo diikuti oleh 100 orang yang terdiri dari staf Balai TN Gunung Merbabu, staf SPTN Wilayah I, serta mitra TN Gunung Merbabu yaitu KPA Pinoes, Grabupal, Komppass, mahasiswa PKL UGM, dan Treetop. Sampah yang dihasilkan sebesar 1.073 kg yang terdiri dari pakaian, plastik (bungkus permen, kantong plastik, plastik mulsa, gelas dan botol minuman), serta spon busa. Selain di Wisata Umbul Songo, bersih Gunung di Jalur pendakian Selo diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari staf SPTN Wilayah II, dengan mitra TN Gunung Merbabu yaitu KPA Rajawali, Banser Desa Tarubatang, mahasiswa PKL UGM, masyarakat sekitar dan Pendaki. Sampah yang dihasilkan sebesar 275 kg yang terdiri dari botol plastik, botol kaca, bungkus mie instant, serta jas hujan plastik. Sedangkan bersih sampah di Wisata Grenden dan Wisata Top Selfie diikuti oleh 24 orang dan menghasilkan 188 kg sampah plastik. Pada akhir kegiatan, Kepala Balai memberikan himbauan agar kita dapat selalu menjaga kebersihan, tidak hanya pada peringatan HPSN saja. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

1,2 Ton Sampah Terkumpul di TWA Lembah Harau pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Padang, 5 Maret 2019. Balai KSDA Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) ikut berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh UPT Direktorat Jenderal KSDAE. Aksi bersih yang menjadi sasaran Balai KSDA Sumbar Tahun 2019, digelar di TWA Lembah Harau, sebuah lokasi wisata yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota, yang sejak lama menjadi destinasi kunjungan untuk pengunjung dari Sumatera Barat dan Riau. Acara yang digelar pada tanggal 4 Maret 2019 ini, didukung oleh Pemda Limapuluh Kota yang diawali dengan sambutan oleh Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Limapuluh Kota. Apel dipimpin secara langsung oleh Kepala Balai KSDA Sumbar, Dr. Ir. Erly Sukrismanto, M.Sc. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai KSDA Sumbar menyampaikan sambutan Menteri KLHK dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, yang mengajak seluruh peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan, melalui pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip mengurangi, menggunakan ulang dan mendaur ulang atau 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sedikitnya terdapat 200 orang peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan ini, yang berasal dari UPT KLHK lingkup Korwil Sumatera Barat, Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Limapuluh Kota yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, Kepala Basarnas Wilayah Payakumbuh, Polres Kab Limapuluh Kota, Kodim 0306, BNPB, Camat Harau. Juga dihadiri oleh Dinas Pemadaman Kebakaran, Basarnas, Dinas Pendidikan, perangkat Nagari Harau, Nagari Tarantang, tokoh masyarakat dan para pedagang sekitar kawasan TWA. Lembah Harau. Aksi bersih-bersih sampah menjadi kegiatan inti dari peringatan HPSN 2019, di TWA Lembah Harau. Seluruh peserta dengan penuh semangat melakukan aksi bersih ini, sehingga tidak mengherankan jika terkumpul sebanyak 1,2 ton sampah. Melalui aksi bersih-bersih yang dilakukan ini, diharapkan agar setiap pelaku wisata maupun para wisatawan memiliki kesadartahuan yang tinggi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tercipta kawasan TWA Lembah Harau sebagai tempat rekreasi yang sehat, bersih, aman, nyaman, dan bernilai, sesuai dengan tema HPSN 2019 kali ini, yaitu Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Laut dan Pantai Bukanlah Tempat Sampah

Labuan, 5 Maret 2019. Turut berpartisipasi dalam Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, Balai TN Ujung Kulon bekerjasama dengan Srikandi Nusantara mengadakan kegiatan bersih pantai dan workshop pengelolaan sampah. Kegiatan bersih pantai bukanlah pertama kali dilakukan oleh Srikandi Nusantara di Ujung Kulon. Tahun kemarin, Srikandi Nusantara berhasil mengumpulkan 180 kantong sampah dari pesisir pantai Ujung Kulon. Tahun ini kegiatan bersih pantai kembali dilanjutkan mengingat bencana tsunami yang terjadi di akhir tahun 2018 yang mengakibatkan dampak sampah di pesisir semakin banyak dan bertambah. Kawasan pesisir yang biasanya mendapat kiriman sampah dari lautan kini semakin menumpuk setelah gelombang besar tsunami. Kepedulian terhadap hal ini mendorong Srikandi Nusantara untuk melakukan kegiatan opsih hutan pantai dan laut untuk kedua kalinya di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Sehingga bersama-sama petugas dan masyarakat melakukan kegiatan yang diharapkan bisa membuat perubahan terhadap lingkungan ke arah yang lebih baik. Dan momen kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai kado ulang tahun buat Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang memperingati hari jadinya yang ke 27 pada tanggal 26 februari seminggu sebelumnya. Kegiatan dilakukan pada tanggal 4 – 10 Maret 2019 meliputi kegiatan bersih pantai dan workshop pengelolaan sampah. Daerah yang menjadi sasaran kegiatan bersih pantai adalah Kalejetan, Karang Ranjang, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, Citelang, Jamang, Cidaon, Cibom, dan Tanjung Layar serta penanaman pohon Butun (Barringtonia asiatica) sebanyak 100 bibit di Tanjung Alang-alang; sedangkan kegiatan workshop pengelolaan sampah dilaksanakan di Kecamatan Sumur. Tim opsih yang terdiri dari petugas Taman Nasional Ujung Kulon, anggota Srikandi Nusantara, anggota Komunitas Cula Satu, tim J-RSCA, tim RPU, volunteer Gede Pangrango, Pokdarwis Kec.Cimanggu dan Pemuda Sumur Peduli pada hari ini Senin, 04 Maret 2019 melakukan apel pemberangkatan yang dipimpin oleh Kepala SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, Ujang Acep, S.Hut. Srikandi Nusantara adalah sebuah Komunitas yang mewadahi perempuan petualang di Indonesia. Di buat dengan maksud untuk menyatukan perempuan-perempuan petualang agar bisa bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan dan bisa saling bertukar informasi juga berbagi pengalaman. Serta bisa berbuat dan bermanfaat bagi alam lingkungan, kemanusiaan dan Tanah Air. Saat ini anggota Komunitas tersebar di wilayah nusantara, dengan anggota aktif sekitar 600 orang. Kegiatan dilakukan dimanapun baik di wilayah Jakarta, jawa barat maupun di wilayah lain. Sehingga perempuan-perempuan petualang dimanapun bisa berperan aktif dalam melakukan sesuatu untuk masyarakat dan lingkungan. Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon

Menampilkan 6.033–6.048 dari 11.140 publikasi