Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Seksi PTN II Tumpang BBTNBTS Melaksanakan Aksi Menanam Pohon pada Hari Bhakti Rimbawan

Tumpang, 7 Maret 2019. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan kegiatan penanaman bibit pohon Cemara Gunung di Blok Bantengan Resort Coban Trisula Seksi PTN II Tumpang Bidang PTN II Pasuruan, pada hari Kamis 7 Maret 2019. Aksi tersebut diikuti oleh 74 orang perwakilan dari Petugas TNBTS, Paguyuban jip Ngadas, Malang dan Tumpang; Paguyuban PKL, Ojek, Asongan Jemplang; Paguyuban ojek Wedi ireng; Kelompok Tani Terong Londo; HIPAM Daarusaadah, HIPAM Jarak ijo dan HIPAM Duwet Krajan. Kepala Seksi PTN II Tumpang Tatag Hari Rudhata, SH mengatakan bahwa aksi ini merupakan aksi spontanitas Mitra TNBTS yang ada di Seksi PTN II Tumpang pada hari Bhakti Rimbawan. Acara ini juga merupakan kepedulian Mitra TNBTS yang ada di Seksi PTN II Tumpang pada kelestarian, sekaligus bagian dari tanggung jawab moral Mitra dalam menjaga dan melestarikan TNBTS. Sementara itu Kepala Resort PTN Coban Trisula BBTNBTS Bambang Rudiyanto (BR) sekaligus pembina Mitra pelaku wisata Coban Trisula, menyampaikan bahwa pada aksi kali ini dinanam 730 batang pohon jenis Cemara Gunung di sepanjang Tebing Bantengan arah Ranu Pani. Dari segi jumlah memang relatif sedikit tetapi insha Allah dengan niat ikhlas mitra untuk menanam akan menjadi titik awal kegiatan- kegiatan yang lebih bermanfaat bagi TNBTS dan masyarakat sekitar di masa yang akan datang. Ini hanya rangsangan agar pada kegiatan berikutnya bisa lebih banyak terlibat dan lebih banyak lagi pohon yang ditanam, demikian harapan BR. Meski di guyur hujan dan kabut aksi berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Pembinaan Pegawai Balai Taman Nasional Wakatobi

Baubau, 6 Maret 2019. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE (Setditjen KSDAE), Ir. Herry Subagiadi, M.Sc. kembali berkeliling untuk memberikan arahan dan pembinaan kepada UPT dibawah Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kali ini Setditjen KSDAE melakukan kunjungan kerjanya ke Balai Taman Nasional Wakatobi. Dalam kunjungannya didampingi oleh Kepala Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana KSDAE Munarto, B.Sc.F.S.P.M.M., melakukan pembinaan pegawai lingkup Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) bertempat di Ruang Aula Kantor BTNW. Pembinaan tersebut diikuti oleh Pejabat Eselon IV, Kepala-kepala Resort dan perwakilan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, II, III serta staf yang berada di balai sebanyak 39 orang ASN. Pada pembinaan tersebut Kepala Balai Darman, S.Hut., M.Sc memberikan sambutan dan menyampaikan kondisi kepegawaian yang ada di BTNW. Momentum pembinaan pegawai yang dilakukan saat ini diharapkan dapat menularkan energi semangat, membangun jiwa korsa sebagai punggawa, penjaga dan pengelola taman nasional untuk selalu membangun inovasi-inovasi baru dan memantapkan fondasi yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya sehingga menjadikan TNW sebagai Taman Nasional Kebanggaan Indonesia, ujar Herry Subagiadi dalam sambutannya. Herry juga menyampaikan pesan khusus dari Dirjen KSDAE agar mengaplikasikan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi, dengan memahami masyarakat dilokasi dan membuka peluang-peluang yang sesuai peraturan yang ada untuk mengelola kawasan konservasi serta melaksanakan Resort Based Management. Dalam kesempatan ini Munarto memberikan arahan mengenai disiplin pegawai, Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) bagi pejabat fungsional dihimbau agar Kepala Seksi bertanggung jawab terhadap DUPAK di wilayah seksinya masing-masing, bagi CPNS untuk melakukan orientasi dib alai sesuai arahan Dirjen KSDAE sebelum melaksanakan tugas ke lapangan, memahami manajemen, struktur organisasi KLHK sampai UPT dan mendalami tugas dan fungsi pokok juga pembinaan bagi tenaga kontrak yang prosedurnya harus melalui PPPK. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Lagi, Tim Expedisi Tana Bentarum Berhasil Temukan Langur Borneo (Presbytis chrysomelas ssp. cruciger) di Bukit Semujan

Putussibau, 8 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan Ekspedisi Langur Borneo dari tanggal 2 s/d 8 Maret 2019 di Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Tim terdiri dari 11 orang petugas Tana Bentarum yang terdiri Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polisi Kehutanan (Polhut) berhasil menemukan secara langsung dan tidak secara langsung Langur Borneo di Bukit Semujan. Tim ini merupakan tim perdana yang diterjunkan setelah mendapatkan pelatihan pembuatan aplikasi dan wali data SMART-RBM khusus Balai Besar Tana Bentarum pada tanggal 26 Februari – 2 Maret 2019 oleh POKJA SMART-RBM Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE. Temuan ini merupakan sejarah baru bagi SMART RBM di BBTNBKDS sekaligus sejarah baru untuk Langur Borneo di Indonesia. Presbytis chrysomelas ssp. cruciger merupakan sub spesies dari Presbytis chrysomelas. Jenis ini diklasifikasikan kedalam Ordo Primata dan Famili Cercopithecidae, (Payne, dkk. 1985). Sebelumnya, Primata ini dianggap sebagai sub-spesies dari Presbytis femoralis dan Presbytis melalophos. Sebaran Presbytis chrysomelas ssp. Cruciger hanya terbatas di Borneo bagian Utara (Brunei dan Malaysia). Dengan sebaran yang sangat terbatas tersebut, primata ini digolongkan sebagai jenis primata yang sangat kritis (Critically Endangered) oleh IUCN (Nijman, dkk. 2008). Menurut Nijman, dkk. (2008), catatan terkini dan terpublikasi dari jenis Presbytis chrysomelas terbatas pada 5 lokasi di Malaysia yaitu di Taman Nasional Maludam, Suaka Margasatwa Semunsam, Taman Nasional Similajau, Taman Nasional Tanjung Datu, dan Lingga Area. ).Secara spesifik TNDS tidak disebutkan sebagai lokasi yang diperhatikan dalam aksi konservasi Presbytis chrysomelas oleh IUCN (Nijman, dkk. 2008). Hal ini dimungkinkan karena belum pernah ada catatan temuan jenis primata ini di TNDS.Berdasarkan informasi tersebut, dapat diketahui bahwa catatan Presbytis chrysomelas di Indonesia masih belum ada dan belum terpublikasi secara ilmiah, sehingga catatan perjumpaan di Indonesia dapat memberikan kontribusi terhadap upaya konservasi Presbytis chrysomelas di Borneo. Catatan pertama oleh petugas TNBKDS jenis Presbytis chrysomelas ssp. cruciger di Indonesia adalah berupa catatan fotografik (photographic record) yang didapatkan pada 20 April 2018 di Sekitar Bukit Semujan, Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dengan ketinggian 82 mdpl (0,784382°N; 112,255436°E). Photographic record ini membuktikan bahwa TNDS merupakan salah satu habitat Presbytis chrysomelas ssp. cruciger di Borneo. Sebaran Langur Borneo di lokasi banyak ditemukan di hutan sekunder bagian bawah Bukit Semujan. Beberapa jenis pohon yang diindikasikan sebagai pohon pakan Langur Borneo ditemukan di lokasi adalah cempedak, mangga hutan, rambutan hutan, rambai, kelengkeng hutan, durian hutan dan buah karet. Secara spesifik TNDS tidak disebutkan sebagai lokasi yang diperhatikan dalam aksi konservasi Presbytis chrysomelas oleh IUCN (Nijman, dkk. 2008). Hal ini dimungkinkan karena belum ada catatan jenis primate ini di TNDS. Namun, dengan adanya photographic record dan status konservasi jenis primate ini yang tergolong Critically Endangered, maka kegiatan penelitan yang lebih konverhensif harus segera dilakukan sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk masuk dalam satwa dilindungi. Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan apresiasinya kepada tim ekspedisi yang telah berhasil menemukan dan mendokumentasikan Langur Borneo sehingga bisa menjadi bukti otentik keberaadaannya di TNDS. “Penemuan ini sangat penting bagi BBTNBKDS karena ternyata TNDS menyimpan potensi satwa langka yang tinggi, untuk itu kami akan meningkatkan upaya-upaya penyelamatan dan perlindungan bagi Langur Borneo agar tidak terjadi penurunan populasi namun justru meningkatkan populasi”, pungkasnya. Bravo Tim Ekpedisi Langur Borneo TNBKDS Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Bibliografi Ampeng, A., Md-Zain, B.M. 2011. Ranging Patterns of Critically Endangered Colobine, Presbytis chrysomelas chrysomelas. The Scientific World Journal. Volume 2012, Article ID 594382, 7 pages doi:10.1100/2012/594382 Nijman, V., Hon, J. & Richardson, M. 2008. Presbytis chrysomelas. The IUCN Red List of Threatened Species 2008: e.T39803A10268236 Payne, J., Francis, C.M. and Phillipps, K. 1985. A field guide to the mammals of Borneo. The Sabah Society and WWF Malaysia, Kota Kinabalu and Kuala Lumpur, Malaysia. Roos, C., Boonratana, R., Supriatna, J., Fellowes, J.R., Groves, C.P., Nash., S.D., Rylands., A.B., Mittermeier, 2014. An Updated Taxonomy and Conservation Status Review of Asian Primates. Asian Primates Journal 4 (1).
Baca Berita

Ecobricks, Seni Pemanfaatan Sampah Plastik

Sidoarjo, 7 Maret 2019. Masih dalam semarak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019 dimana pada tanggal 4 Maret 2019 kemarin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan bersih-bersih sampah serentak di 74 Titik Kawasan Konservasi yang ada diseluruh Indonesia dengan jumlah peserta aksi mencapai 4.600 orang. Tidak hanya bersih-bersih saja namun Sosialisasi pengelolaan sampah juga dilaksanakan di berbagai daerah. Sampah memang menjadi masalah serius di Indonesia. Pada musim penghujan seperti ini Sampah yang menumpuk disungai menimbulkan potensi bencana banjir, sampah yang tidak terkelola di lingkungan masyarakat menjadi sarang berbagai vektor penyakit dan menimbulkan bau yang tak sedap. Jalan keluar untuk permasalahan sampah sepertinya juga belum ada titik terang, setiap tahun jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia semakin meningkat sedangkan jumlah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) jumlahnya sangat terbatas. Sampah bukan menjadi masalah dikota yang padat penduduknya, di desa pun banyak dijumpai sampah di kanan dan kiri jalan bahkan Digunung kita dapat menemukan keberadaan sampah. Kampanye budaya hidup 3R (Reduce,Reuse, dan Recycle) menjadi pilihan yang sederhana namun efektif untuk menekan laju penambahan sampah, khususnya sampah plastik apa bila kita bisa menerapkan prinsip tersebut secara konsisten didalam kehidupan kita sehari-hari. Berbelanja mengunakan tas kain, Membawa air minum isi ulang, mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang berguna serta Ecobrick merupakan contoh implementasi budaya 3R. Ecobrick atau “Bata Ramah Lingkungan” merupakan botol Plastik yang disi dengan sampah-sampah plastik dengan kepdatan tertentu yang kemudian disusun atau dirangkai menjadi sebuah benda atau bangunan. Ide pemanfaatan sampah ini dicetuskan oleh pasangan suami istri Russell Maier, pria asal Kanada dan Ani Himawati perempuan asal indonesia. Cara pembuatan Ecobrick adalah dengan memotong-motong sampah plastik yang bersih dan kering kemudian dimasukan dalam wadah botol bekas air minum atau yang lainya. Sampah –sampah tersesebut dipadatkan menggunakan stick dari kayu atau bambu. Untuk menambah nilai seni maka sampah plastik berwarna-warni yang dimasukan kedalam botol di susun posisinya. Botol-botol yang sudah terisi sampah atau disebut dengan Ecobrick selanjutnya disusun/dirangkai dan direkatkan menggunakan lem untuk membuat kursi, meja atau barang-barang lainya. Selain itu bata-bata ecobrick juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sebagaimana fungsi bata pada umumnya, tentu semua dilakukan dengan proses yang cukup lama dan butuh kesabaran. Ecobrick sangat ampuh untuk mengurangi jumlah sampah plastik, dari hasil praktek dari satu kardus sampah Plastik dapat diringkas menjadi 3 botol Ecobrick (botol Teh dalam Kemasan). Sifat sampah plastik yang tidak bisa terurai membuat Ecobrick menjadi bahan bangunan yang tidak dapat lapuk dan sangat ramah lingkungan tentunya. Kesimpulanya Ecobrick mampu menjadi salah satu cara sederhana pengurangan sampah plastik yang terus diproduksi setiap hari sehingga sangat perlu untuk disosialisasikan. Meskipun tidak mampu menjadi solusi utama permasalahan sampah namun dengan Ecobrick kita telah sedikit berkontribusi menyelamatkan bumi dari tumpukan Sampah. Salam Lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019 di Camp Granit

Belilas, 6 Maret 2019. Memperingati Hari Kelola Sampah Nasional 2019, di Camp Granit, 4 Maret 2019. Kegiatan diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) bersama dengan pihak lain dari unsur mitra kerja, mahasiswa, pelajar, Mapala, Sispala dan masyarakat umum, mengusung tema “Kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai”. Apel pagi dipimpin oleh Kepala Balai diikuti oleh para pejabat Eselon IV dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak Balai TNBT, yang dikoordinir oleh Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah Taman Nasional Wilayah II Belilas Riau. Kegiatan yang sama dilaksanakan di 74 titik di seluruh Indonesia di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam. Dalam apel pagi, pasca pembacaan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dilanjutkan menyanyikan lagu Seruan Rimba untuk menggiring semangat para peserta aksi bersih sampah. Pembersihan sampah pun dimulai di seputaran Camp Granit, selanjutnya menyusuri track menuju Danau Muun dan Air Terjun. Peserta aksi bersih sampah berjumlah 80 orang. Ucapan terima kasih disampaikan kepada para pihak yang telah berpartisipasi, meliputi Pimpinan Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS), Mahasiswa-mahasiswi Kehutanan Universitas Riau, Guru dan Pelajar/ Paskibra SMK Negeri I Batang Gansal, Mapala OASIS STIE Indragiri, BRIMASPALA UNISI Tembilahan, Sispala Ospalindup dan masyarakat sekitar. Dari hasil aksi bersih sampah telah terkumpul sebanyak 106 Kg, yang terdiri dari 50 kg sampah organik dan 56 sampah non organik berupa plastik botol minuman dan makanan ringan. Sampah botol minum diolah untuk dijadikan wadah media tanam Anggrek dan dipajang sebagai penghias di pondok wisata Camp Granit. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Penanggung Jawab Berita : Koordinator Bagian Data, Evlap dan Humas Astri Meirani Mulyono Putri - 0812-2968-597
Baca Berita

Menyambut Kedatangan Ikan Arwana Irian di Tempat Asalnya

Merauke, 3 Maret 2019. Ikan arwana irian (Scleropages jardinii) dipulangkan ke tempat asalnya di Kabupaten Merauke pada 2 Maret 2019 oleh Balai KSDA Kalimantan Barat. Sebanyak 3.505 ikan arwana Irian tiba dengan selamat di Bandara Mopah, Merauke, pada pukul 09.35 WIT, dengan penerbangan pesawat garuda GA513 dari Pontianak. Kedatangan ribuan ikan endemik Papua yang dilindungi undang-undang itu disambut oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua, Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, dan Stasiun Karantina Ikan Merauke. Sebelumnya, tanggal 13 Januari 2019 pukul 07.30 WIB, ribuan ekor ikan arwana Irian tersebut telah berhasil digagalkan pengirimannya secara ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia oleh petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamaan (BKIPM), Entikong. Ribuan ikan arwana Irian tersebut akan diselundupkan ke Kuching, Malaysia. Anakan Ikan Arwana Irian yang diperkirakan berumur dua bulan tersebut berada di Pontianak secara resmi dengan dokumen asal usul dan dokumen pengiriman yang lengkap dari Merauke. Balai Besar KSDA Papua mengupayakan penanganan maksimal terhadap ribuan ikan arwana Irian itu, sehingga dapat menjalani pemulihan atau aklimatisasi di salah satu supplier ikan arwana Irian di Kabupaten Merauke yang memiliki izin pemanfaatan. Ikan-ikan tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya di Sungai Wanggo, Kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke pada tanggal 8 Februari 2019. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan restocking ikan arwana irian sejumlah 817 ekor Ikan tersebut dikembalikan ke habitatnya dengan harapan akan menambah jumlah indukan dalam rangka menjaga kelestarian jenis satwa tersebut di habitatnya. Ikan arwana Irian merupakan jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan Lampiran perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang TSL yang dilindungi Undang-Undang. Meskipun dilindungi, jenis satwa ini dapat dimanfaatkan secara lestari. Kepala Balai Besar KSDA Papua Edward Sembiring, S.Hut M.Si menegaskan, selama masa pemulihan anakan Ikan Arwana Irian dipastikan mendapatkan perawatan yang baik agar pada saat pelepasliaran di alam ikan tersebut dalam keadaan sehat. Ikan Arwana Irian dapat dimanfaatkan secara lestari dengan menaati peraturan perundangan yang berlaku. Dihimbau kepada masyarakat agar memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian dalam pemanfaatan satwa ini. Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 082398029978
Baca Berita

Pemeriksaan Satwa Liar di Kandang BKSDA Aceh

Banda Aceh, 6 Maret 2019. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) lakukan pemeriksaan satwa liar dikandang Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh). BKSDA Aceh mendapat kunjungan Mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, untuk memeriksa kesehatan satwa yang ada dalam kandang Balai KSDA Aceh. Rombongan kali ini dipimpin oleh Drh. Arman Sayuti dan turut hadir Dr. Med.Vet.Maya Kummrow, dokter hewan senior di klinik hewan peliharaan dan satwa liar di Universitas Zurich, Swiss serta Drh. Christopher. Kegiatan ini adalah bentuk kerjasama antara FKH Unsyiah dengan BKSDA Aceh dalam dalam upaya konservasi satwa liar baik yang dilindungi maupun tidak yang ada di Provinsi Aceh. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah Balai Taman Nasional Manusela dalam rangka memperingati HPSN 2019

Masohi, 8 Maret 2019. Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Taman Nasional Manusela melakukan Aksi Bersih sampah pada tanggal 4-6 Maret 2019. Pada aksi bersih ditargetkan membersihkan jalan trans seram sepanjang 44,7 km yang merupakan kawasan zona khusus berupa jalan sebagai penghubung antar kabupaten di kawasan Taman Nasional Manusela. Pembersihan dibagi di dua lokasi jalan yang melintasi kawasan TN Manusela yaitu jalan trans seram dari gerbang SS-Resort Masihulan sepanjang 34,7 km dan jalan trans Seram Wahai-Sasarata 10 km serta pantai Faung dan sekitarnya. Kegiatan ini diikuti 240 peserta yang terdiri dari Pegawai lingkup Balai TN. Manusela, Masyarakat Mitra Polhut, Dosen dan Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon, Guru dan Siswa SMK Kehutanan Negeri Manokwari, serta Aparat TNI. Terbagi dalam dua kelompok lokasi yaitu sebanyak 193 Peserta di jalan Trans Seram dari gerbang SS-Resort Masihulan dan 47 peserta jalan trans Seram Wahai-Sasarata dan Pantai Faung. Kegiatan dimulai dengan upacara pengibaran bendera sekaligus pembukaan acara dan pembacaan kata sambutan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya oleh Kepala Balai Taman Nasional Manusela Dr. Ivan Yusfi Noor. Pesan tersebut menekankan perlunya pengelolaan sampah yang baik sehingga pengelolaan sampah dapat ditingkatkan. Tak lupa juga Ibu Menteri LHK memberikan ucapan terimakasih kepada peserta yang terlibat dalam aksi bersih sampah ini. Pada kegiatan aksi bersih sampah yang dilakukan, peserta dapat mengumpulkan 2,098 ton sampah, meliputi 1,897 kg sampah di jalan trans seram SS-kantor resort masihulan, 75 kg sampah di jalan trans seram Wahai-sasarata serata 136 kg di Pantai Faung. Berdasarkan kategori sampah yang telah dipilah yaitu sampah botol plastik besar ukuran 1500 ml (BPB), botol plastik sedang 600 ml (BPS), botol plastik kecil 200 - 300 ml (BPK), botol kaca (BK), minuman kaleng (MK), plastik minuman gelas 200-220 ml (PMG), plastik kresek (PK), kertas(K), kain (KN), bungkus rokok (BR), minuman Kaleng (MK) dan kantong semen(KS), serta sampah jenis lainnya diluar kategori, sampah yang paling banyak adalah sampah BPS sejumlah 7.389 pcs sampah, disusul PK berbagai ukuran sejumlah 7.082 pcs, PMG 5.339 pcs sampah, BR 1861 pcs, BPK 1.440 pcs, MK 918 pcs, KS 822 pcs, BPB 631 pcs, K 613 pcs, KN 330 pcs, BK 280pcs. Sedangkan untuk jumlah sampah dengan kategori lainnya sejumlah 24.069 pcs sampah. Selain membersihkan sampah di sepanjang jalan, peserta aksi juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengelola sampah dan melakukan himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di sepanjang zona khusus jalan taman nasional manusela kepada pengendara dan penumpang yang melalui jalan, tak lupa juga membagi stiker yang berisi himbauan. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Berita

Ada Apa Di Balik "Bedah Buku Menggapai Puncak Ciremai, Atap Tertinggi Jawa Barat"

Jakarta, 7 Maret 2019. Selepas gegap gempitanya "opening ceremony" Indonesia Outdor Festival (Indofest) 2019, digelar "talkshow” interaktif "Bedah Buku Menggapai Puncak Ciremai, Atap Tertinggi Jawa Barat". Secara interaktif, “talkshow” ini dipandu oleh Kuswandono, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki 'ikatan batin' dengan gunung Ciremai. Ir. Wiratno, MSc, Direktur Jenderal KSDAE, Harley Bayu Sastha, penulis buku & penggiat alam bebas, Medina Kamil, eks Presenter Jejak Petualang, dan Yusuf "Oeblet", budayawan nasional kelahiran kaki gunung Ciremai adalah narasumber dimaksud. Semua narasumber sepakat memberikan apresiasi terhadap penyusunan buku ini karena mampu menjawab tuntutan para petualang pendakian milenial akan sebuah panduan yang utuh dan penuh makna dalam menjelajahi trek pendakian gunung Ciremai. "Prinsipnya, seorang pendaki yang hebat bukan hanya yang mampu menaklukan puncak gunung. Tapi mampu juga untuk tidak ‘nyampah’ di gunung. Itu yang terpenting dalam pengelolaan pendakian gunung Ciremai", kata Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE. Hal itu diamini Yusuf "Oeblet", budayawan nasional kelahiran Cilengkrang, kaki gunung Ciremai, "Bila dibandingkan dengan tahun 1970an, pengelolaan pendakian gunung Ciremai sekarang lebih maju dan relatif lebih bersih dari sampah serta yang terpenting adalah mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di kaki gunungnya". Sementara Harley Bayu Sastha selaku penulis buku mengatakan, "Dari sekian banyak ‘spot’ pendakian gunung di Indonesia, Ciremai memiliki nilai keunikan tersendiri yang membuat dirinya merasa tertantang untuk ikut menorehkan sebuah karya penuh makna bagi para pendaki”. Setali tiga uang, Medina Kamil mengutarakan bahwa Ciremai memiliki kesan tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Ciremai merupakan gunung yang pertama kali berhasil didaki dengan berbagai cerita "chemistry" dan eksotisme keindahan alamnya. Di penghujung “talkshow”, audiens dimanjakan dengan klip video yang menceritakan perjalanan singkat penyusunan buku pendakian ini. Untuk menarik minat pengunjung Indofest mengikuti “talkshow” ini, disela-sela dan diakhir sesi dilakukan kuis interaktif yang menyuguhkan beragam hadiah menarik, termasuk buku “Menggapai Puncak Ciremai, Atap Tertinggi Jawa Barat". Yang penasaran dengan buku ini serta informasi detail terkait pendakian gunung Ciremai melalui 4 jalur pendakian yang ada, yaitu Linggajati, Linggasana, Palutungan dan Apuy. Ayo segera kunjungi “booth“ Balai TNGC nomor 67 di Indofest 2019, JCC Jakarta. Setiap hari disediakan buku gratis dan hadiah menarik lainnya dengan mengikuti kuis “on-site”. Oh ya, selamat kepada para pemenang hadiah yang berhasil menjawab pertanyaan narasumber dengan tepat. Semoga hadiahnya bermanfaat bagi sobat [teks © Eska NS, foto © Momon Biro Humas KLHK-BTNGC| 032019]. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Pelatihan Penggunaan Aplikasi SIMRELI

Palu, 8 Maret 2019. Setelah diakhir bulan Januari 2019 Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) launching Aplikasi SIMRELI (Sistem Informasi Manajemen Lore Lindu), tanggal 5 - 6 Maret 2019 silam BBTNLL melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi SIMRELI bagi Pegawai Lingkup TNLL, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL), Tenaga Kontrak lainnya, Konsultan dan Fasilitator Desa Forest Programme III (KFW), personil Project EPASS dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 lingkup Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (8/3). Aplikasi SIMRELI merupakan aplikasi berbasis web dan mobile yang dikembangkan khusus untuk membantu pengelolaan data konservasi. Pelatihan ini difasilitasi oleh Forest Programme III (KFW) melalui PT. DES Teknologi Informasi (Desnet) dan juga sebagai narasumbernya. Kepala BBTNLL, Ir. Jusman membuka langsung acara dan memberikan arahan bahwa aplikasi SIMRELI ini merupakan aplikasi yang kedepannya diharapkan dapat membantu dan mempermudah personil lingkup BBTNLL dalam melakukan pengumpulan data dan pelaporan kegiatannya. Jusman juga menjelaskan bahwa SIMRELI terbuka untuk masukan dari berbagai pihak terkait upgrade dan penyempurnaan aplikasi, semua masukan akan ditampung dan difasilitasi ujar Jusman. Seluruh pegawai sudah harus mulai mencoba menggunakan aplikasi pada tiap kegiatan dan aktivitas yang dilaksanakan, bahkan diharapkan sampai ke tingkat tapak, personil sudah mampu menggunakan aplikasi ini dan juga termasuk bagi Admin SIMRELI agar memahami alur pelaporan dan rekap datanya tegas Jusman. Agenda pelatihan ini berlanjut ke pemaparan mengenai tujuan, dasar dan bagaimana cara menggunakan aplikasi SIMRELI yang disampaikan oleh pihak Desnet selaku mitra BBTNLL dalam pembuatan dan pengembangan SIMRELI. Pelatihan berjalan lancar dan aktif terlihat dari diskusi dan tanya jawab diantara pemapar dan peserta pelatihan. Aplikasi SIMRELI ini dalam perkembangannya diharapkan dapat pula digunakan oleh para peneliti dan pengunjung kawasan TNLL yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan pelaporan kunjungan ke kawasan TNLL terutama terkait dengan penelitian sehingga kedepannya data yang dikumpulkan dan data yang tersimpan di server SIMRELI akan sangat berguna untuk manajemen pengelolaan TNLL. Pada pelatihan ini juga dirangkaikan dengan pembagian 12 (dua belas) unit smartphone kepada tiap Kepala Resort lingkup BBTNLL yang difasilitasi oleh Forest Programme III (KFW) dalam rangka mendukung optimalisasi pengelolaan Taman Nasional Lore Lindu khususnya melalui aplikasi SIMRELI. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Giat Patroli Air Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 7 Maret 2019. Patroli pengamanan kawasan dan kebakaran rutin dilakukan Balai Besar KSDA Riau terutama oleh para pemangku wilayah. Memasuki awal Maret, di cuaca yang cerah para petugas Resort Kerumutan Utara dan Resort Kerumutan Selatan melakukan kegiatan tersebut dari pagi hingga petang hari di SM Kerumutan. Para pejuang konservasi harus menempuh medan yang cukup sulit, namun dengan semangat rimbawan yang membara mereka terjang semua rintangan. Selain melakukan kegiatan pengamanan kawasan mereka juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan di sekitaran Sungai Kerumutan. Semoga apa yang telah kalian lakukan terhadap kawasan konservasi menjadi nilai ibadah tersendiri. Semangat dan terus berjuang kawan. Do'a kami selalu menyertai... video selengkapnya : Giat Patroli Air Balai Besar KSDA Riau Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dari TN Gunung Palung untuk Indonesia Bersih Sampah

Ketapang, 4 Maret 2019. Sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Dampak negatif sampah tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merusak lingkungan. Dalam upaya menangani sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan tanggal 21 februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari sejak tahun 2006 dengan motivasi lebih baik dalam mengelola sampah sebagai upaya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. HPSN tahun ini bertema “Kelola Sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai” dengan target “Pengelolaan sampah yang ingin dicapai 100% sampah terkelola dengan baik, dan benar pada 2025 Indonesia bersih sampah.” Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Balai TN Gunung Palung melaksanakan kegiatan aksi bersih sampah. Kegiatan berlangsung pukul 07.30 di Objek wisata alam Gunung Peramas, Kab. Kayong Utara bersama dengan pemerintah daerah Kayong Utara, Polsek Kayong Utara, Yayasan ASRI, Yayasan Palung, NGO, Fauna & Flora International Indonesia Programme (FFI), Tropenbos Indonesia, Sindikat, siswa-siswi Sispala SMA di Kabupaten Kayong Utara dengan jumlah peserta lebih kurang 120 orang, kegiatan aksi bersih sampah berjalan dengan lancar. Bapak M. Ari Wibawanto, Kepala Balai TN Gunung Palung berterimakasih kepada semua pihak yang telah bergabung bersama TNGP dalam aksi bersih sampah pada 4 Maret 2019 “Tanggal 4 Maret merupakan kegiatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi hari kegiatan fisik di seluruh kawasan konservasi di Indonesia, yaitu kegiatan pembersihan sampah di kawasan konservasi taman nasional. diharapkan kegiatan ini menjadi suatu budaya bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia.” Kegiatan aksi bersih sampah pada tanggal 4 Maret 2019 dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 berhasil mengumpulkan 95.5 kg yang didominasi oleh sampah plastik. Semoga dengan adanya kegiatan tahunan ini semakin banyak masyarakat yang peduli akan kebersihan lingkungan demi menciptakan Indonesia bersih sampah 2025. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Hari Nyepi Kawasan Wisata Bromo BBTNBTS ditutup

Cemorolawang, 7 Maret 2019. Menyambut hari nyepi yang jatuh pada tgl 7 Maret 2019, kawasan wisata Bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup untuk sementara waktu dari aktivitas wisatawan. Menurut Kepala Seksi PTN I Cemorolawang penutupan ini merujuk surat rekomendasi Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo nomor: 37/rekom/PHDI-kab/x/2018 dan surat panitia hari raya nyepi tahun saka 1941 Kabupaten Pasuruan. Atas dasar surat rekomendasi dan permohonan itu BBTNBTS menutup kawasan wisata Bromo dan sekitarnya dari kunjungan/aktivitas wisatawan pada tanggal 7 Maret 2019 pukul 05.00 WIB s.d. 8 Maret 2019 pukul 05.00 WIB. Penutupan ini merupakan wujud penghargaan BBNBTS pada masyarakat Tengger yang berada disekitar TNBTS dan mayoritas menganut agama Hindu. BBTNBTS sangat menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kepercayaan yang dianut sebagian besar masyarakat Tengger yang sudah menjadi bagian/ikon TNBTS. "Diharapkan dengan sinergi yang terbangun positif antara BBTNBTS dan masyatakat Tengger dan atau masyarakat lain sekitar TNBTS, menjadikan kawasan TNBTS lebih lestari dan maju dalam hal pengelolaan kawasan di masa yang akan datang dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan masyarakat lokal", pungkas Sarmin. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

DPRD Madiun Kunjungi BBKSDA Jatim

Sidoarjo, 6 Maret 2019. Sebanyak 11 anggota Komisi C DPRD Kabupaten Madiun melakukan kunjungan ke Balai Besar KSDA Jawa Timur, 6 Maret 2019. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Balai Besar, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut, M.Sc. yang didampingi Kepala Bidang Teknis serta Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan. Dalam sambutannya, Drs. Suparno, Ketua Komisi C mengutarakan kebahagiaannya akan PD. Umbul Square yang menjadi salah satu ikon wisata alam di Kabupaten Madiun. Menurutnya, sebagai calon lembaga konservasi PD. Umbul Square menunjukkan progres yang terus meningkat. “Keberadaan Umbul ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Madiun, dan masyarakat dari kabupaten di sekitar Madiun”, imbuhnya. Selain membahas wisata alam di Kabupaten Madiun, kunjungan ini juga menjadi sarana diskusi bagi anggota dewan mengenai penangkaran satwa liar, peredaran, dan perdagangannya. Bak gayung bersambut, Nandang menjelaskan mengenai penangkaran yang dapat ikut meningkatan perekonomian masyarakat, seperti penangkaran Merak Hijau dan Rusa Timor. Pun dijelaskan mengenai perizinan dari kegiatan penangkaran yang dimaksud. “Di Madiun ada penangkar Merak yang sudah berhasil, Mbah Surat, dan harga perpasangnya sudah di atas 20 juta”, tambah Nandang. Dan diskusipun semakin menghangat hingga pada penangkaran jenis-jenis burung ocehan serta proses pemasaran dari hasil penangkaran. Di akhir kunjungannya, seluruh anggota DPRD Kabupaten Madiun beserta pejabat eselon BBKSDA Jatim melakukan foto bersama. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Laut dan Pantai Bukanlah Tempat Sampah (Eps. 2)

Pandeglang, 5 Maret 2019. Masih dalam rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, kegiatan bersih pantai di TN. Ujung Kulon terus dilakukan. Hari kedua dan ketiga, tanggal 5 – 6 Maret 2019 telah berhasil mengumpulkan sampah anorganik sebanyak 89 kantong dari wilayah pantai Karang Ranjang dan Kelejetan. Sampah yang berhasil dikumpulkan merupakan sampah anorganik berupa botol plastik, sandal, styrofoam, botol kaca, tali plastik/tambang dan jaring bekas. Kegiatan bersih pantai ini dilakukan Balai TN. Ujung Kulon bersama-sama dengan Srikandi Nusantara, dan didukung oleh Pokdarwis Cimanggu, Pemuda Sumur Peduli, dan Volunteer Gunung Gede Pangranggo. Bersih pantai masih akan terus dilakukan hingga tanggal 9 Maret 2019 dan ditutup dengan pelaksanaan workshop pengelolaan sampah oleh Srikandi Nusantara di Desa Tamanjaya Sumber: Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Buka Kembali, TWA Wera Gelar Aksi Bersih Sampah 2019

Palu, 5 Maret 2019. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari, tahun ini merupakan momentum seluruh pihak untuk mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian dalam pengelolaan sampah. Peringatan HPSN tahun 2019 dilaksanakan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara serempak pada tanggal 4 Maret 2019. Balai KSDA Sulawesi Tengah memusatkan kegiatan HPSN 2019 di TWA Wera Kecamatan Dolo Barat diikuti seksi dan resort pada wilayah kerjanya masing-masing. Kegiatan diawali dengan Apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi bersih sampah di TWA Wera yang dilakukan bersama multi pihak, yaitu Kepala BKSDA Sulawesi Tengah dan staf, Camat Dolo Barat dan Staf, Kapolsel Dolo Barat dan Babinkamtibmas, Kepala Desa Kaluku Tinggu dan Kepala Desa Balumpewa beserta perwakilan masyarakatnya, Tokoh agama dan Tokoh Pemuda, Mahasiswa KKN Universitas Tadulako, Kader Konservasi (Perwakilan KPA di sekitar TWA Wera), Kelompok Pemandu Wisata dan MMP yang jumlahnya kurang lebih 250 peserta. Total sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 62 Kg dari masing-masing lokasi bersih sampah yaitu di TWA Wera yang terdiri dari : Kaca (4 Kg), wadah plastic (22 kg), botol pastik (7 kg), Kaleng bekas (3 kg), dan TWA Bancea yang terdiri dari : Kaca (7 Kg), wadah plastik (11 kg), botol pastik (6 kg), dan Kaleng bekas (2 kg). Tak hanya bersih sampah, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembukaan kembali Taman Wisata Alam Wera pasca terjadinya Gempa Bumi dan Likuifaksi pada tanggal 28 September 2018 lalu. Salah satu acaranya yaitu penandatanganan Berita Acara Kesepahaman dan kesepakatan pengelolaan bersawa TWA Wera oleh Camat Dolo Barat, Kades Balumpewa, Kades Kaluku Tinggu dan Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah. Penandatanganan BA kesepahaman dan kesepakatan ini sebagai wujud penerimaan masyarakat masyarakat Desa Balumpewa terhadap BKSDA Sulawesi Tengah yang selama ini ditolak oleh masyarakat Desa Balumpewa. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah

Menampilkan 6.017–6.032 dari 11.140 publikasi