Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kesiapan Rimbawan Sumatera Utara Menyambut Hari Bhakti

Medan, 14 Maret 2019. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bernomor : S.208/Setjen/Roum/Set.1/2/2019, tanggal 19 Februari 2019, yang ditujukan kepada Koordinator UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluruh Indonesia guna melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2019, di Provinsi Sumatera Utara ditindaklanjuti dengan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 Tahun 2019, melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 003/0802, tanggal 11 Maret 2019. Untuk suksesnya penyelenggaraan Hari Bhakti Rimbawan tersebut, pada Selasa, 13 Maret 2019, dilakukan rapat Panitia Penyelenggara di ruang rapat Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Rosihan Noor, Dipl. F., MM (Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara) didampingi Sekretaris Panitia, Teguh Setiawan, S.Hut. (Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara) dan turut dihadiri seluruh koordinator bidang kegiatan. Peserta rapat dengan semangat kebersamaan, sepakat untuk melaksanakan Peringatan Hari Bhakti Rimbawan, dengan rangkaian kegiatan : penanaman 100 batang pohon tanjung dan flamboyan, disepanjang jalan Simalingkar- Durian Tonggol, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu 16 Maret 2019, serta puncak acara peringatan pada Senin 18 Maret 2019. Di puncak acara peringatan akan dilakukan berbagai kegiatan, seperti : upacara bendera, kegiatan bakti sosial aksi donor darah rimbawan Sumatera Utara, kegiatan olahraga (bola volley dan tarik tambang), lomba-lomba (lari goni, bakiak dan lomba masak untuk para kepala UPT) serta acara keakraban berupa hiburan. Semua kegiatan dilaksanakan di areal Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Ketua Panitia Pelaksana berharap, adanya kekompakan dan kerjasama seluruh rimbawan lingkup Provinsi Sumatera Utara untuk menyukseskan kegiatan Hari Bhakti Rimbawan. “Kegiatan ini dari kita, oleh kita dan untuk kita. Mari kita ciptakan semangat persatuan dan kebersamaan rimbawan Sumatera Utara,” ajak Rosihan Noor. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Elang/ Alap Alap yang Selamat dari Bencana

Pekanbaru, 13 Maret 2019. Seekor burung Elang/ Alap alap dewasa berhasil diselamatkan seorang warga Tenayan Raya Pekanbaru bernama Amirudin Akhmad pada Minggu, 10 Maret 2019. Saat itu Elang terlihat terbang rendah dengan kaki terikat tali yang membelit pada kabel listrik. Dengan sigap Amirudin yang mengetahui bahwa satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi Undang undang segera berupaya menyelamatkannya dan secepatnya melaporkan ke call center Balai Besar KSDA Riau (081374742981). Keesokan harinya, dua petugas quick respon segera melakukan penjemputan ke kediaman Amirudin dan menempatkan Burung Elang tersebut di kandang transit sementara Balai Besar KSDA Riau untuk dilakukan observasi sebelum diambil tindakan konservasi demi kelestariannya. Kepala Balai Besar KSDA Riau mengucapkan terima kasih atas penyelamatan dan penyerahan secara sukarela Sdr. Amirudin serta berharap untuk ke depannya semakin banyak masyarakat yang sadar melakukan pelestarian dan upaya penyelamatan terhadap satwa yang dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau call center (081374742981)
Baca Berita

BBKSDA Jatim Latih Operator Tiket Online

Sidoarjo, 13 Maret 2019. Menjelang peluncuran aplikasi pemesanan tiket secara online di 4 kawasan konservasi pada April 2019 mendatang, Balai Besar KSDA Jatim gelar pelatihan bagi administrator dan operator aplikasi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Maret 2019 di Ruang Pertemuaan Kantor Balai yang terletak di Jalan Bandara Juanda – Sidoarjo. Sebanyak 4 kawasan konservasi akan melayani pengunjung melalui aplikasi pemesanan tiket secara online. Kawasan konservasi tersebut adalah TWA. Kawah Ijen, TWA. Gunung Baung, TWA. Tretes, dan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau Gunung Argopuro. Adapun aplikasi yang dimaksud bernama Ijen Blue Fire. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play ataupun website bbksdajatim.org. Sekitar 15 orang dari pengelola keempat kawasan tersebut mengikuti pelatihan yang dihelat selama sehari. Selama pelatihan mereka mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari konsultan sistem aplikasi perizinan online. Peserta juga melakukan simulasi pemesanan dan penanganan perizinan secara online secara bersama-sama. Kegiatan dilakukan mulai pemesanan tiket hingga pencetakan tiket. Dengan melakukan simulasi ini, harapannya peserta dapat siap saat aplikasi ini resmi digunakan. Selain itu, untuk mengetahui kelemahan dari aplikasi sehingga pihak konsultan dapat memperbaikinya sebelum April mendatang. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Bersama Para Pihak, BBTN Kerinci Seblat Amankan Tersangka Pelaku Perdagangan Satwa Harimau Sumatera

Bungo, 12 Maret 2019. Kronologis operasi penegakan hukum terhadap tersangka pelaku perdangangan satwa dilindungi Harimau Sumatera pada tanggal 11 Maret 2019 pukul 12.05 WIB, tim Pelestarian Harimau Sumatera – Kerinci Seblat (PHS-KS) mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pelaku perdagangan satwa dilindungi jenis harimau yang akan melakukan transaksi jual beli di sekitar wilayah Desa Embacang Gedang Simpang Sawmell Kec. Tanah Sepenggal, Kab. Bungo. Pelaku di duga menggunakan kendaraan roda dua yang berasal dari arah Desa Pemunyian Kec. Limbur Lubuk Mengkuang. Pukul 13:30 WIB, Tim PHS-KS melakukan koordinasi dengan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Bungo Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat mengenai informasi tersebut. Hasil Koordinasi disimpulkan bahwa informasi tersebut agar ditindaklanjuti dengan melakukan upaya koordinasi ke Kepolisian Resor Bungo bersama dengan Polhut SPTN II Wil Bungo. Pukul 14.30 WIB, tim yang terdiri dari PHS-KS dan Polhut SPTN II WIL Bungo melakukan koordinasi dengan Kanit Tipiter mengenai informasi tersebut (Sdr. Alfatnam). Hasilnya ialah bahwa POLRES Bungo siap untuk bekerjasama dan menindak lanjuti informasi dengan menyiapkan 3 orang personel untuk melakukan penangkapan. Serta disimpulkan semua tim akan berkumpul di Simpang Sawmell yang kemudian akan melakukan pergerakan patroli jalan raya dan pengintaian bersama. Pukul 15.50 WIB, tim gabungan sudah siap berada di sekitaran wilayah lokasi transaksi untuk melakukan kegiatan pengintaian Sekira pukul 17.45 WIB. Tim mencurigai gerakan 1 (satu) unit Motor jenis Mega Pro Hitam dengan NoPol BH 2985 GF, hasilnya tim berhasil menemukan 1 buah tas berisi 1 lembar kulit harimau beserta tulang dan 3 orang tersangka di Rumah Makan Pecel lele Putri dan dilakukan pengamanan dan selanjutnya di bawa ke Polres Bungo. Sekira pukul 18.30 WIB. Tersangka dan Barang Bukti tiba di Polres Bungo dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan untuk penyidikan lebih lanjut. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dan Kanit I TPCU Jefri Yulius
Baca Berita

Srikandi BKSDA Kalsel Dukung Perempuan Peduli Mangrove

Batulicin, 11 Maret 2019 – Dua Srikandi Seksi Wilayah III BKSDA KALSEL didampingi oleh Kepala Seksi Kawasan Wilayah III dan penataan urusan umum mengikuti acara Penanaman Pohon Mangrove melalui gerakan “Perempuan Peduli Mangrove” yang bertempat di Pelabuhan Ferry Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 11 Maret 2019. Kegiatan Penanaman ini dihadiri oleh beberapa instansi diantaranya DPRD Tanah Bumbu, Kejaksaan dan Pengadilan Tanah Bumbu, UPT KLHK (BKSDA Kalsel dan BPDASHL Barito), SKPD Tanah Bumbu, Dinas Kehutanan Provinsi, Kepolisian, TNI, Persatuan Dharma Wanita, PT. BIB, PT. Jhonlin Grup, dan masyarakat sekitar. Teristimewa acara ini dihadiri oleh Istri Kapolri, Ibu Tri Suswanti Tito Karnavian dan Istri Wakil Mentri Luar Negeri Indonesia, Ibu Yasmin AM. Fachri. Penanaman Pohon Mangrove dilakukan Serentak di 10 Provinsi di Indonesia. Dalam sambutan Ibu Kepala Negara Iriana Jokowi yang dibacakan oleh Ibu Tri Suswanti Tito Karnavian acara penanaman ini bertujuan mengajak masyarakat peduli dan mengerti akan pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi pantai, pengikat karbon, dan turut menjaga kelestarian alam. Sebelum acara penanaman dimulai Ibu Tri Suswanti Tito Karnavian didampingi Ibu Yasmin AM. Fachri dan Ibu Bupati Tanah Bumbu memberikan bibit mangrove secara simbolis kepada masyarakat. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., berharap kegiatan ini terus berlanjut ditingkat tapak, sehingga lebih banyak lagi perempuan yang bisa terlibat dan menjadi gaya hidup perempuan pedesaan. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Konflik Warga Dengan Buaya di Desa Makarti

Sibolga, 11 Maret 2019. Bermula dari informasi yang diterima Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Kolang, pada Sabtu 9 Maret 2019, sekitar jam 09.00 Wib, tentang penangkapan 1 (satu ) individu Buaya oleh warga masyarakat Desa Makarti, Kecamatan Kolang, kabupaten Tapanuli Tengah, dengan kondisi luka pada bagian leher. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta dengan Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga, sekitar pukul 11.00 Wib, mengecek langsung ke lokasi dan menemukan Buaya Muara (Crocodylus porosus) tersebut sudah mati. Kematian buaya ini diduga akibat luka di bagian leher yang disebabkan oleh jeratan yang sengaja digunakan masyarakat untuk menangkap buaya, yang beberapa bulan terakhir meresahkan warga. Buaya Muara tersebut diperkirakan berasal dari Sungai Sordang, merupakan habitat dari buaya. Kehadiran buaya sangat mengganggu dan menyebabkan warga takut untuk berladang. Setelah proses administrasi penandatanganan Berita Acara (BA) serah terima buaya dari warga yang disaksikan Camat Kolang, selanjutnya bangkai buaya dibawa ke kantor Resort CA. Dolok Saut di Sipoholon Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Dan sekitar pukul 18.25 Wib., bangkai buaya dikubur di halaman kantor Resort CA. Dolok Saut. Sumber : Lisbeth Manurung - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Penandatangan Perjanjian Kerjasama Strategis antara Balai Besar Tana Bentarum dengan PT Telkomsel

Balikpapan, 12 Maret 2019. Starting point kerja sama antara Direktorat Jenderal KSDAE melalui Balai Besar TaNa Bentarum dengan PT. Telkomsel dimulai dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama yang bersifat strategis di Hotel Maxone Balikpapan. Proses kerjasama ini sebenarnya telah melalui proses yang sangat panjang, yaitu bermula dari temuan audit BPK RI (tahun 2006) terhadap keberadaan tower (BTS) PT. Telkomsel di kawasan konservasi TN Danau Sentarum tepatnya di Desa Vega Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Temuan audit ini merupakan “Pekerjaan Rumah” bagi Balai Taman Nasional Danau Sentarum sebelum bergabung dengan Balai Besar TaNa Bentarum pada Tahun 2016, sehingga ketika terjadi penggabungan dua institusi tersebut maka temuan ini menjadi salah satu prioritas yang harus segera diselesaikan oleh pengelola kawasan. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum atas nama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Arief Mahmud menyatakan bahwa, “Bagi kami, kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini bukan hanya sekedar menuntaskan temuan audit BPK RI tapi lebih dari itu adalah sebagai starting point bagi Balai Besar TaNa Bentarum dan PT. Telkomsel untuk memulai kerja sama dalam pengelolaan kawasan yang bersifat strategis." “Keberadaan tower (BTS) di dalam kawasan TNDS dari sisi PT. Telkomsel tentu diharapkan dapat memberikan benefit dari sisi bisnis, dan di sisi lain bagi Balai Besar TaNa Bentarum tentunya kerja sama ini akan memberikan kontribusi bagi pengelolaan kawasan untuk mencapai tujuan-tujuan konservasi sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya, yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia", tambah Arief Pada kesempatan ini Vice President ICT Network Management Area Pamasuka PT. Telkomsel, Samuel Pasaribu menyambut baik pelaksanaan kegiatan penandatanganan kerja sama ini, “kami sangat senang akhirnya proses panjang ini dapat diselesaikan dengan baik dan ini merupakan bagian dari langkah strategis PT. Telkomsel untuk melegalkan secara formal semua asset PT. Telkomsel yang ada di kawasan konservasi, sehingga kami ke depan lebih yakin dan mantap dalam mengelola dan meningkatkan pelayanan bagi kepentingan masyarakat.” Dalam rangka mewujudkan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, Balai Besar TaNa Bentarum dan PT. Telokomsel pada kesempatan ini juga telah menetapkan kegiatan-kegiatan prioritas yang mendukung indeks kinerja pengelolaan kawasan. Kegiatan-kegiatan ini dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian kerja sama ini. Kegiatan-kegiatan yang tertuang dalam RPP dan RKT ini diharapkan bisa menjadi filling the gap bagi program dan kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan secara rutin oleh Balai Besar TaNa Bentarum. Beberapa kegiatan yang akan di-support dari kerja sama ini adalah kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan berbasis masyarakat, dengan prioritas kelompok-kelompok masyarakat Desa Vega, yaitu Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, dengan prioritas eksplorasi dan monitoring satwa-satwa terancam punah seperti; Langur Borneo (Presbytis chrysomelas ssp), Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii), dan Burung Migran. Kegiatan pemberdayaan masyarakat, dengan prioritas pengembangan wisata alam di sekitar Bukit Vega. Promosi kawasan, dengan prioritas promosi wisata dan event-event yang dapat meningkatkan kunjungan ke dalam kawasan TNDS seperti Festival Danau Sentarum, pencetakan kartu perdana Telkomsel dengan gambar kawasan atau satwa penting dalam kawasan (Ikan Arwana dan Langur Borneo). Serta kegiatan dukungan manajemen, dengan prioritas kegiatan-kegiatan yang mendukung monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan dalam konteks kerja sama dengan PT. Telkomsel. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

HPSN 2019 Provinsi Sultra di Iringi Pelepasan 50 Ekor di Taman Nasional Wakatobi

Wakatobi, 10 Maret 2019. Puncak kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dipusatkan di Kabupaten Wakatobi yang sekaligus Taman Nasional Wakatobi pada tanggal 10 Maret 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara beserta jajarannya, Walikota dan Bupati se-Sulawesi Tenggara beserta jajarannya, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, serta perwakilan kelompok masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pelepasan tukik jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) sejumlah 50 ekor di Pantai Cemara Desa Wapia-pia, SPTN Wilayah I Taman Nasional Wakatobi. Tukik yang berumur 1 (satu) bulan ini berasal dari hasil penetasan pada demplot semi alami Sentra Penyuluhan Kehutanan Terpadu (SPKP) Koncu Patua Wali, Kelompok Masyarakat Binaan SPTN Wilayah III Taman Nasional Wakatobi di Pulau Binongko. SPKP ini telah secara konsisten melakukan konservasi jenis penyu, baik Penyu Hijau maupun Penyu Sisik sejak tahun 2011. Pelepasliaran tukik bersama instansi terkait ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dalam pembangunan Wakatobi secara kolaboratif, serta menumbuhkan kepedulian masyarakat atas kelangsungan ekosistem di perairan Taman Nasional Wakatobi. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Lagi, BBKSDA Jatim OTT Penjual TSL

Sidoarjo, 9 Maret 2019. Balai Besar KSDA Jawa Timur berhasil menangkap pelaku penjualan satwa liar di Kota Malang pada 8 Maret 2019 sekitar 22.20 WIB. Penangkapan ini merupakan operasi tangkap tangan yang dilakukan bersama Direktorat PPH, Balai Gakkum Jabalnusra, Polresta Malang dan ProFauna. Semua berawal dari sebuah informasi adanya penjualan satwa liar beberapa hari yang lalu. Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Jatim, maka dilakukan transaksi untuk memancing pelaku menjual satwa liar ke tim. Meski sempat gagal, tim berhasil melakukan transaksi jual beli satwa liar dengan perjanjian melakukan pembayaran transfer terlebih dahulu. “Transaksi pertama gagal, karena TO menyatakan hanya punya satwa tidak dilindungi, namun kita tetap membelinya, dan menjanjikan akan menghubungi jika ada satwa dilindungi”, terang Mamat Ruhimat, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo. Akhirnya penyergapan berhasil dilakukan di Madyopuro - Kota Malang. Pelaku (M) saat ini menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Polresta Malang. Bersama pelaku turut diamankan seekor Cacatua moluccencis dan seekor Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory). Dari hasil pengembangan penyidik, ternyata M sebelumnya melakukan penjualan 2 ekor Trenggiling (Manis javanica) kepada KEM warga Kota Batu. Tim segera melacak keberadaan KEM dan telah mengamankannya beserta barang buktinya di Polresta Kota Malang. Tim PPNS terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan penjualan satwa liar, terutama penyuplai dan pemasok satwa liarnya. (Agus Irwanto) Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah TWA Dolok Tinggi Raja

Pematangsiantar, 10 Maret 2019. Moment Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 dimanfaatkan oleh Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk melakukan aksi bersih sampah di kawasan konservasi yang berlokasi di TWA. Dolok Tinggi Raja pada Senin, 4 Maret 2019. Kegiatan ini dikoordinir langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah II Seno Pramudito, S.Hut, ME, bersama Staf Bidang KSDA Wilayah II, Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran dan Staf, Petugas Resort CA/TWA Dolok Tinggi Raja serta Masyarakat Nagori Dolok Marawa. Kegiatan ini menjadi istimewa dengan kehadiran Camat Dolok Silou, Jansimeon Sipayung, S.Pd beserta jajarannya yang turut serta melakukan aksi bersih sampah di TWA. Dolok Tinggi Raja. Sebagian kawasan CA. Dolok Tinggi Raja telah berubah fungsi menjadi Taman Wisata Alam seluas + 60,94 Hektar melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.397/MENLHK/SETJEN/PLA.2/9/2018 tanggal 18 September 2018. Dengan terbitnya Keputusan ini, maka yang tadinya lokasi wisata Dolok Tinggi Raja dengan objek utamanya adalah kawah biru merupakan kegiatan yang dilarang karena status kawasan cagar alam, sekarang sudah diperbolehkan dan dapat dikembangkan untuk tujuan/aktivitas wisata. Sebelum pelaksanaan kegiatan Aksi Bersih Sampah, Bidang KSDA Wilayah II terlebih dahulu memenuhi undangan Pangulu Nagori Dolok Marawa Kecamatan Dolok Silou Kabupaten Simalungun untuk melakukan sosialisasi terkait Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Izin Usaha yang diberlakukan di taman wisata alam. Masyarakat Nagori Dolok Marawa pada intinya ingin mengambil peran dalam pengelolaan wisata di TWA. Dolok Tinggi Raja, bahkan Peraturan Desa pun sudah ada yang mengatur tentang tarif masuk, parkir, dan pemanduan. Namun mereka belum menyesuaikan dengan peraturan pengelolaan wisata di taman wisata alam. Akhirnya melalui sosialisasi ini disepakati bahwa pengelolaan wisata TWA. Dolok Tinggi Raja, Balai Besar KSDA Sumatera Utara akan bermitra dengan masyarakat Nagori Dolok Marawa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dolok Marawa. Harapannya pengelolaan wisata TWA. Dolok Tinggi Raja berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Nagori Dolok Marawa. Selanjutnya, kegiatan Aksi Bersih Sampah TWA. Dolok Tinggi Raja dijadikan tonggak awal memulai kerjasama/kemitraan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Masyarakat Nagori Dolok Marawa. Yang diawali mengumpulkan sampah plastik dari Kantor Resort, dilanjutkan kedalam kawasan. Terkumpulah 8 kantong plastik berkisar + 50 kg sampah dalam waktu 1 jam. Awal yang baik untuk tujuan yang baik buat TWA. Dolok Tinggi Raja dan Masyarakat Dolok Marawa. Kedepannya diharapkan sampah-sampah ini dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, serta secara perlahan penggunaan plastik dapat dikurangi untuk mewujudkan Indonesia Bersih Tanpa Sampah. Sumber : Lisbeth Manurung - Penyuluh kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati Papua Barat, for Learning Center of West Papuan Biodiversity

Sorong, 11 Maret 2019. Provinsi Papua Barat memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi. Data yang ada saat ini masih tersebar di berbagai stakeholders, sehingga perlu dikumpulkan di dalam suatu tempat. Diinisiasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat (BBKSDA Papua Barat), Gedung Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati di Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat berhasil dibangun pada tahun 2018 pada wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah I Waisai, Bidang KSDA Wilayah I Sorong BBKSDA Papua Barat. Gedung Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati akhirnya diresmikan pada tanggal 5 Maret 2019 oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK yang menugaskan Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Ir. Listya Kusumawardhani M.Sc, didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Raja Ampat Noak Komboy, S.H, M.Si yang mewakili Bupati Raja Ampat serta Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat Ir. Basar Manullang M.M. Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati ini dibangun sebagai pusat informasi keanekaragaman hayati di Pulau Papua khususnya Kabupaten Raja Ampat sekaligus sebagai sarana edukasi, informasi wisata alam, pemutaran film konservasi dan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, dan sebagai wadah untuk berkomunikasi antar stakeholders. Kedepannya, informasi yang akan ditampilkan merupakan informasi mengenai keanekaragaman hayati di Papua Barat pada umumnya, serta Kabupaten Raja Ampat pada khususnya. Berbagai instansi dan stakeholders dapat menyimpan dan mempublikasikan informasi mengenai biodiversitas di tanah surga ini. Gedung ini tidak hanya terbatas untuk Balai Besar KSDA Papua Barat namun untuk semua pelaku konservasi baik Pemerintah Daerah Raja Ampat, NGO, dan instansi lainnya dalam rangka untuk informasi dan promosi potensi keanekaragaman hayati sekaligus menarik minat wisatawan baik dalam dan luar negeri. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat Dok. : Selviana M & Reza Saputra
Baca Berita

Viral Video Rangkong, BKSDA Sulteng Lakukan Penyelidikan Cepat

Palu, 10 Maret 2019. Tanggal 7 Maret 2019 lalu, postingan akun An. Acca Accaevara di FB menjadi viral. Di akun tersebut terdapat postingan gambar dan video seekor burung Rangkong yang sementara dikuliti oleh 3 orang sekitar pukul 13.15 WITA. Viralnya postingan tersebut membuat pihak BKSDA Sulawesi Tengah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku dan didapatkan informasi bahwa pelaku yang berada dalam gambar dan video merupakan warga yang berasal dari Desa Korololama, Kec Petasia, Kab Morowali Utara. Pada tanggal 9 Maret 2019 pukul 19.05 WITA, BKSDA Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Seksi Wilayah II Poso (Tasliman, SP, M.P) dan Kepala KPHK Morowali (Laode Rahman), berkoordinasi dengan pihak kepolisian Sektor Petasia, dan Kepala Desa Korololama. Selanjutnya memanggil dan mengambil keterangan dari ke-3 (tiga) pelaku dan 1 (satu) perekam/pemotret yang ada dalam postingan tersebut. Keempat pelaku ini ternyata masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Adapun keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Pengambilan Keterangan, menyebutkan bahwa keempat anak yakni masing-masing bernama Texen Kaliongga, Axel Makegau, Felix Renaldi Makegau, dan Andre Tulaka tidak mengetahui jika burung Rangkong ini merupakan satwa yang dilindungi. Karena para pelaku masih dibawah umur, maka pihak BKSDA Sulawesi Tengah hanya melakukan tindakan pembinaan dalam bentuk penandatanganan surat pernyataan oleh para pelaku untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut dan diharapkan peran serta para pelaku mensosialisasikan kepada teman yang lain untuk tidak membunuh dan mengkonsumsi satwa yang dilindungi. Kegiatan ini ditutup dengan permohonan maaf oleh para pelaku dalam bentuk video yang ditujukan kepada pemerhati satwa, pihak BKSDA Sulawesi Tengah dan masyarakat yang merasa terganggu dengan postingan tersebut. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Tengok Peran Aktif Balai TN Kepulauan Togean Bakti Sosial Sehari Tanpa Sampah

Ampana, 8 Maret 2019. Balai TN Kepulauan Togean ikut serta berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan serempak dilaksanakan di 15 titik lokasi di Kabupaten Tojo Una-Una pada hari ini Jumat tanggal 08 Maret 2019 dari pukul 06.00 WITA hingga selesai. Bakti Sosial Sehari Tanpa Sampah ini dipelopori oleh Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam rangka menindaklanjuti Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari setiap tahunnya. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah bersih-bersih. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh OPD, Instansi Vertikal, PKK, Dharmawanita, Ormas, Guru beserta OSIS/Pramuka Lingkup Tojo Una-Una dan KNPI Kabupaten Tojo Una-Una. Titik Lokasi TNKT dalam pelaksanaan Bakti sosial tersebut adalah di Desa Labuan bekerjasama dengan Darmawanita Kabupaten Tojo Una-Una, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan LH, Dinas Sosial serta masyarakat disekitar Desa Labuan dan dihadiri pula oleh seluruh pegawai Lingkup Balai TNKT. Jumlah Partisipan yang hadir dalam pelaksaan kegiatan dimaksud ±100 orang. Sampah-sampah yang telah terkumpul dikumpulkan menjadi satu lalu diangkut menggunakan truk sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Tojo Una-Una. Ir. Bustang menyatakan bahwa Pemerintah juga telah menetapkan target untuk sampah dikelola 100% pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%. Angka pengurangan sampah sebesar 30% memberikan makna bahwa paradigma pengelolaan sampah memberikan titik tekan pada kebijakan up-stream (hulu), dengan mindset 3R (reduce, reuse, recycle). Sumber : Mega Putri A. - Penyuluh Muda Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Membangun Sinergitas BBKSDA Sumut Dengan Para Mitra

Medan, 10 Maret 2019. Dalam rangka meningkatkan kinerja serta membangun sinergi, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menginisiasi pertemuan Sinkronisasi Program dan Anggaran Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara Bersama Para Mitra, yang dilaksanakan di Fave Hotel Medan, pada Rabu, 6 Maret 2019. Kegiatan ini, sebagaimana laporan Ketua Panitia Pelaksana Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L. (Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama), bertujuan : untuk membangun pemahaman dan sinergitas program maupun anggaran kegiatan kerjasama antara seluruh pihak terkait, serta tercapainya optimalisasi dan efektifitas pelaksanaan kerjasama kemitraan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta, yang berasal dari pejabat dan staf lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta lembaga mitra kerjasama (YEL, YPKSI, Vesswic, Yayasan Scorpion, Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan, PETAI, LSLI, PASAL Foundation, PanEco, Konsorsium Barumun, dan YOSL-OIC). Kepala Balai Besar KSDA Sumatera, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc., dalam arahannya menyampaikan perkembangan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kerjasama, seperti penyempurnaan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari P. 85 tahun 2014 menjadi P.44 tahun 2017. Penyempurnaan ini ditandai dengan penambahan ketentuan/aturan baru yang sebelumnya tidak diatur, yaitu : ketentuan tentang kerjasama penanaman pipa instalasi air, kerjasama kemitraan konservasi dan kerjasama mitigasi bencana. Selanjutnya, Kepala Balai mengingatkan kembali beberapa hal yang berkaitan dengan kerjasama, seperti : kewajiban lembaga mitra kerjasama untuk membuat, menyelesaikan dan menyampaikan laporan kegiatan yang belum terealisasi dengan baik, serta publikasi kegiatan yang selama ini belum dikoordinasikan oleh mitra kerjasama sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Foto bersama peserta Sinkronisasi Program dan Anggaran Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumut Bersama Para Mitra
Baca Berita

Laut dan Pantai Bukanlah Tempat Sampah (Eps. 3 – Habis)

Pandeglang, 11 Maret 2019. Turut berpartisipasi dalam Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, Komunitas Perempuan Petualang Indonesia – Srikandi Nusantara bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah selesai melaksanakan kegiatan bersih pantai “Jelajah Rumah Badak & Bersih Pantai II”. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepekan dari tanggal 4 Maret hingga 10 maret 2019 di beberapa pantai kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan dukungan dari WWF Indonesia, PT Sinde , Yayasan Badak Indonesia, Garuda Nusantara, Komunitas Cula Satu, Matalensa Adv dan Ujungkulon Adv. Beberapa volunteer juga terlibat dalam kegiatan ini, antara lain Volunteer TN. Gunung Gede Pangrango, Pokdarwis Cimanggu, dan Pemuda Sumur Peduli. Kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini merupakan upaya menggalang dukungan dan penyadartahuan bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Aktivitas utama dalam kegiatan ini adalah bersih pantai yang dilaksanakan selama 5 hari di beberapa pantai kawasan TN. Ujung Kulon, yaitu Legon Pakis, Kalejetan, Karang Ranjang, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, Citelang, Jamang, Cidaon, Cibom, dan Tanjung Layar. Selama 5 hari tim operasi bersih (opsih) telah beraktifitas dan bekerja dengan penuh semangat di bawah terik matahari dan sampah yang bertebaran di sepanjang pantai maupun di dalam hutan pantai. Sampah yang berhasil dikumpulkan merupakan sampah anorganik berupa botol plastik, sandal/karet, styrofoam, botol kaca, tali plastik/tambang dan jaring bekas. Sampah anorganik yang dikumpulkan kemudian dipilah, sampah plastik yang sudah tidak memungkinkan untuk di daur ulang, dibakar di tempat karena lokasi pantai yang sangat jauh dari pemukiman. Sampah yang masih bisa didaur ulang dikumpulkan dan dimasukan dalam kantong untuk di olah lebih lanjut oleh Komunitas Cula Satu, salah satu volunteer yang terlibat dalam kegiatan opsih ini. Total sampah yang berhasil dikumpulkan selama opsih di pantai TN. Ujung Kulon adalah sebanyak 325 karung. Banyaknya sampah anorganik yang ditemukan di pantai kawasan TN. Ujung Kulon bukan berasal dari kunjungan wisatawan, tetapi lebih karena sampah limpasan yang terbawa ombak dari lautan. Selain aktivitas opsih di pantai – pantai TN. Ujung Kulon, juga dilakukan penanaman 100 batang pohon butun di sekitar Blok Tanjung Alang – Alang yang hutan pantainya rusak akibat dihantam tsunami Desember 2018 silam. Penanaman pohon ini terasa masih sangat kurang tapi cukup berarti ditengah lahan yang menjadi sangat kritis akibat tsunami tersebut. Kegiatan Jelajah Rumah Badak & Bersih Pantai II di akhiri dengan workshop tentang pengelolaan sampah yang di sampaikan oleh Teh Inuy (Siti Nuraeni) dari Zero Waste Bandung dan Bang Ciko Setiadi dari Wanadri. Workshop diikuti oleh tim opsih dengan sangat antusias dan menghasilkan komitmen pada setiap orang untuk berperan aktif dalam upaya pengurangan penggunaan produk yang menghasilkan sampah plastik, dan tetap berperan aktif dalam membantu upaya mengurangi dampak sampah pada wilayah pesisir. Dalam kesempatan ini Srikandi Nusantara menyerahkan sebuah alat untuk mengolah sampah organik kepada Komunitas Cula Satu, yang diharapkan bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Artikel terkait : 1. http://ksdae.menlhk.go.id/berita/5545/laut-dan-pantai-bukanlah-tempat-sampah.html 2. http://ksdae.menlhk.go.id/berita/5583/laut-dan-pantai-bukanlah-tempat-sampah-(eps.-2).html Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Lepasliar Kukang di Hari Hidupan Liar Sedunia

Sidikalang, 11 Maret 2019. Momentum peringatan Hari Hidupan Liar Dunia (World Wildlife Day) yang biasa disingkat WWD dan diperingati setiap tanggal 3 Maret, menjadi harapan baik bagi 4 (empat) individu primata jenis Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) yang dilepasliarkan ke kawasan konservasi Taman Wisata Alam Danau Sicike cike di Kabupaten Dairi, pada Selasa 5 Maret 2019. 3 (tiga) individu kukang yang dilepasliarkan merupakan hasil penyerahan masyarakat melalui Call Center Quick Response Balai Besar KSDA Sumatera Utara-08537669966, dan sebelumnya tahapan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Sedangkan 1 (satu) individu lagi berasal dari penyerahan masyarakat Desa Sala Bulan Sibolangit, yang dititipkan di Yayasan Program Konservasi Species Indonesia (YPKSI). Kondisi kesehatan ke 4 kukang (3 jantan dan 1 betina) yang direlease cukup baik. Hasil pantauan tim Medis PPS Sibolangit, selama di PPS kondisi kukang sehat dan masih memiliki sifat-sifat liar sejak kukang diterima. Keadaan fisik gigi taring keempat kukang juga terlihat masih lengkap sebagai alat yang digunakan kukang untuk pertahan dari serangan predator atau ketika terancam bahaya. Berangkat dari kondisi liarnya, disamping kesehatan yang cukup baik serta kemampuan beradaptasi menyatu dengan alamnya, menjadi dasar pelepasliaran. Sebelum dilepasliarkan keempat kukang tersebut oleh Tim Medis lebih dahulu ditanamkan Microchip dibagian tubuh kukang sebagai penandaan. Adapun maksud pemberian Mikrochip ini adalah untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan hewan liar sehingga diketahui persebarannya. Adapun nomor Microchip pada kukang pertama dengan Nama Kuat (kelamin jantan) 276095300016737, kukang kedua dengan Nama Ariel (kelamin jantan) 276095300016528, kukang ketiga jenis kelamin betina 276095300016446 dan kukang keempat dengan nama Hotman (kelamin jantan) 276095300016702. TWA Danau Sicike-cike dipilih lokasi pelepaliaran (realese) karena di kawasan ini cukup ketersediaan pakan serta merupakan habitat Kukang Sumatera. Kecukupan pakan kukang seperti madu bunga dan serangga cukup tersedia menjadi sumber pakan yang dibutuhkan kukang di lokasi ini. Pada Pukul 18.30 wib menjelang petang menuju malam Kukang dilepasliarakan oleh Tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara disaksikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya dampingi Petugas Resort TWA Danau Sicike cike, Tim ISCP dan Tim PPS Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara Penanaman Mikrochip Pembacaan Nomor Microchip Tim Pelepasliaran Kukang

Menampilkan 6.001–6.016 dari 11.140 publikasi