Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Balai TN Kutai dan PT. Telkomsel

Balikpapan, 12 Maret 2019. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem melalui Balai TN Kutai dengan PT. Telkomsel melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan kawasan dalam bentuk pemanfaatan dan pengembangan sarana komunikasi dan pendukungnya bertempat di TN Kutai di Hotel Maxone Balikpapan. Rencana pelaksanaan program yang akan dilaksanakan selama 10 tahun kerjasama (2019 – 2029) di TN Kutai ada 6 yaitu : a) Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN Kutai, b) Pemulihan ekosistem kawasan TN Kutai, c) Pelestarian fungsi kawasan, d) Perlindungan dan pengamanan kawasan, e) Pengembangan daya tarik objek wisata, f) Penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan kerjasama. Kerjasama ini dilaksanakan untuk menyelesaikan salah satu keterlanjuran yang ada di TN Kutai karena sebelumnya sudah ada beberapa tower yang ada di TN Kutai seperti PT. Telkomsel, PT. XL Axiata, dan Tower Bersama Grup (TBG). PT. Telkomsel sendiri sudah ada di TN Kutai pada tahun 2004 dan baru dilaksanakan penandatanganan kerjasama pada tahun 2019 ini, sedangkan TBG masih dalam proses. Dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama yang dihadiri oleh Vice President ICT Network Management area Papua Maluku Sulawesi Kalimantan (PAMUSUKA), GM Legal area PAMUSUKA, Manager Area Kalimantan dan Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum serta Kepala P3E Kalimantan, Kepala Balai TN Kutai menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama ini menjadi momen tersendiri dalam penanganan keterlanjuran di TN Kutai. Semoga dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama dengan PT. Telkomsel dan PT. XL Axiata dapat menjadi pemicu bagi TBG untuk segera menyelesaikan kelengkapan dokumen untuk pengajuan perjanjian kerjasama dan PT. Telkomsel diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata alam di TN Kutai. Kepala Balai TN Kutai juga berharap agar kerjasama ini dapat berjalan baik dengan prinsip mutual trust, mutual respect dan mutual benefits. Selanjutnya PT. Telkomsel menyatakan hadirnya layanan Telkomsel di wilayah TN Kutai diharapkan dapat memajukan ekonomi masyarakat dan daerah setempat sehingga menjadi lebih terdepan akan informasi serta memperlancar komunikasi dan kedepannya dapat dimanfaatkan lebih baik lagi. Layanan jaringan seluler telkomsel yang terus dibangun dan dijaga agar tetap konsisten menjangkau diseluruh penjuru negeri baik wilayah terluar maupun pelosok indonesia. sebagai wujud nyata telkomsel dalam berperan serta membangun masyarakat digital di Indonesia. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Enam Orangutan Kembali Dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 12 Maret 2019. Pelepasliaran orangutan hasil proses rehabilitasi kembali dilakukan, enam orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Terhitung dari sejak pertama kali dilaksanakan bulan Agustus 2016 lalu, ini akan menjadi pelepasliaran yang ke-15 kalinya di TNBBBR. Pelepasliaran ini secara total dari tahun 2012 adalah yang ke-28 kali diselenggarakan oleh Program Reintroduksi Orangutan Yayasan BOS di Kalimantan Tengah, dan ini membuat jumlah orangutan yang dilepasliarkan Yayasan BOS di TNBBBR kawasan Kabupaten Katingan menjadi 120 individu. Keenam orangutan ini terdiri dari 3 jantan: Rosidin (20 tahun), Tristan (16), dan Borneo (1), dan 3 betina bernama Buntok, induk Borneo (12 tahun), Paijah (15), dan Danida (13) yang dilepasliarkan di kawasan TNBBBR di dua lokasi berbeda. Mereka berada dalam perjalanan selama kurang lebih 10-12 jam menempuh jalur darat dan sungai menuju titik-titik pelepasliaran yang telah ditentukan di TNBBBR. Agung Nugroho, S.Si., M.A., Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) menyampaikan “Melestarikan satwa liar di habitatnya, di hutan, adalah langkah penting memastikan keberhasilan upaya konservasi. Melepasliarkan orangutan yang telah bertahun-tahun menjalani proses rehabilitasi kembali ke taman nasional yang memenuhi syarat seperti TNBBBR merupakan perwujudan hal itu. Kami di Balai TNBBBR bersama tim dari Yayasan BOS dan dukungan semua pihak, memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para orangutan ini. Kami semua berharap mereka bisa membentuk generasi baru populasi orangutan liar yang mandiri dan lestari.” Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

2.227 Kura-kura Moncong Babi Terselamatkan dari Percobaan Pengiriman Tanpa Dokumen

Merauke, 15 Maret 2019. Satwa endemik Papua, kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) kembali mengalami percobaan pengiriman tanpa dokumen dari Agats, Kabupaten Asmat, Papua, menggunakan KM Tatamailau. Namun berhasil digagalkan oleh tim Polres Merauke di Pelabuhan Laut Yos Yudarso, Merauke, pada Kamis pagi (14/3). Seorang lelaki berinisial H, yang diduga sebagai pelaku penyeluncupan, telah diamankan petugas. Kasubbag Humas Polres Merauke, AKP Suhardi, menjelaskan kronologi penyitaan berawal ketika petugas melakukan pengamanan kedatangan KM Tatamailau dari pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, di pelabuhan Merauke pada Kamis pagi. Petugas mencurigai tiga karton yang diangkat buruh pelabuhan. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan satwa jenis kura-kura moncong babi pada ketiga karton tersebut. Setelah petugas melakukan penghitungan, diketahui jumlah satwa tersebut 2.227 ekor dan tidak dilengkapi surat izin dari instansi terkait. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut, Iptu Bambang Irianto, mengatakan, “Ini hewan dilindungi dan tidak diperjualbelikan, kecuali ada surat izinnya. Pelaku pengiriman satwa tanpa dokumen tersebut dapat dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.? Lebih lanjut Iptu Bambang menyatakan, pelaku dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyatakan bahwa tahun 2018 dan 2019 tidak terdapat kuota untuk jenis kura-kura moncong babi. Ini merupakan penegasan, bahwa dalam kondisi apa pun, kura-kura moncong babi selama kurun waktu dua tahun ini tidak diperkenankan keluar dari habitat asalnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Wilayah Merauke BBKSDA Papua, Irwan Effendi menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan Polsek Merauke sejak terjadinya penyitaan. Saat ini barang bukti diamankan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Merauke. Kasus ini akan dikawal hingga tuntas dan satwa endemik kura-kura moncong babi dilepasliarkan kembali ke habitatnya. [] Sumber : Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Call Center Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua : 0823-9802-9978
Baca Berita

Lima Desa Lembah Bada Tandatangani Perjanjian Kerjasama Kemitraan Konservasi Dengan Balai Besar TN Lore Lindu

Poso, 14 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) sebagai pengelola kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu saat ini berupaya mengedepankan pengelolaan kawasan yang melibatkan masyarakat di sekitar kawasan sebagai subjek dalam pengelolaan kolaboratif. Pengelolaan kolaboratif yang memungkinkan masyarakat ikut berperan dalam menjaga, melestarikan dan mengelola kawasan hutan mereka bersama BBTNLL serta stakeholder lainnya perlu didukung dengan skema kemitraan konservasi antara BBTNLL dengan masyarakat termasuk masyarakat di Lembah Bada. Bertempat di Balai Desa Kageroa, masyarakat di 5 (lima) desa di Kecamatan Lore Barat, KabupatenPoso, Provinsi Sulawesi Tengah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) kemitraan konservasi dengan BBTNLL yang difasilitasi oleh Project Forest Programme III Sulawesi (FP III) sebagai tanda keseriusan dan komitmen dalam menjaga dan melestarikan Kawasan Konservasi di wilayah itu (14/3). Penandatanganan PKS kelima Kepala Desa di Lembah Bada yaitu Desa Kageroa, Desa Tuare, Desa Kolori, Desa Lengkeka, dan Desa Lelio dengan Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu Ir. Jusman disaksikan langsung oleh Direktur Kawasan Konservasi pada Direkorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekositem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diah Murtiningsih beserta jajarannya.Turut hadir pada acara tersebut antara lain Asisten II Setda Poso, Kepala BKSDA Sulteng, Kepala Balai TN Kep.Togean, Kepala Balai PSKL Sulawesi, Camat Lore Barat dan Lore Selatan, Kapolsek Lore Barat, Tim dari Direktorat Kawasan Konservasi dan Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA)serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat di Lembah Bada. Kedatangan rombongan dari Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat PIKA, Pemerintah Daerah Poso, BBTNLL, beserta rombongan lain di Desa Kageroa disambut dengan prosesi adat Pepomahile yang merupakan prosesi adat dalam menyambut tamu-tamu penting pemerintah yang untuk pertama kalinya berkunjung di Lembah Bada, prosesi adat ini turun temurun diwariskan dan dilestarikan masyarakat Bada. Prosesi adat juga dirangkaikan dengan tarian momohe-cakalele dan penyerahan secara adat berupa beras putih dan tujuh butir telur ayam, satu ekor ayam jantan sebagai tanda ketersediaan lauk pauk, serta nira sebagai minuman penghormatan. Menurut Direktur Kawasan Konservasi, Dyah Murtiningsih pihaknya menyambut baik kesepakatan kerjasama antara masyarakat Lembah Bada dengan BBTNLL untuk mengolah dan menjaga bersama Cagar Biosfer Lore Lindu yang kini menjadi paru-paru dunia itu. “ Kami (Pemerintah) tentu patut memberikan apresiasi yang besar kepada masyarakat dan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Poso atas dukungan dan kepedulian besar terhadap kawasan konservasi TNLL,” katanya. Dyah mengungkapkan, adanya perjanjian kerjasama kemitraan konservasi yang telah ditandatangani oleh 5 (lima) Kepala Desa dengan BBTNLL, maka semakin memperkuat dan meyakinkan bahwa kawasan konservasi yang ada di wilayah Lembah Bada akan tetap terjaga kelestarian hutan dan alamnya. Diah juga menambahakan ada empat desa lainnya yang juga kedepan ini akan menjalin kemitraan yang sama dengan pihak BBTNLL. “ Ini suatu hal yang patut menjadi contoh bagi daerah lainnya di Tanah Air,” Ujar Dyah. Sementara Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si mengatakan Pemerintah dan masyarakat di daerahnya, termasuk di Dataran Napu dan Bada tetap berkomitmen untuk menjaga aset hutan dan alam yang ada di daerah itu. Menurut dia, kerjasama yang dibangun antara masyarakat lima desa di Kecamatan Lore Barat dengan pihak TNLL merupakan bukti bahwa masyarakat yang ada di sekitar kawasan menginginkan agar hutan dan alam yang ada patut untuk dijaga kelestariannya karena selama ini telah banyak memberikan manfaat bagi mereka. Menurut Samsuri, sejak turun temurun hingga saat ini masyarakat di Lembah Bada sangat peduli dengan hutannya. Mungkin selama ini ada sebagian yang menganggap bahwa hutan lindung adalah momok bagi mereka. Tetapi dengan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi akan saling memberi manfaat dan keuntungan bagi kedua belah pihak baik masyarakat sekitar hutan maupun TNLL sebagai pengelola kawasan tersebut. " Yang jelas Pemkab Poso sangat mendukung dan terus mendorong program-program pemberdayaan yang dilakukan TNLL maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah itu," ujar Samsuri menambahkan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Melawat Lima Desa di Lembah Bada

Palu, 16 Maret 2019 – Kunjungan Dirjen KSDAE dalam rangka menghadiri acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Kemitraan Konservasi antara Lima Desa di Lembah Bada dengan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu yang difasilitasi oleh Project Forest Programme III Sulawesi (FP III) dijadwalkan pada tanggal 14 Maret 2019 namun Dirjen KSDAE berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Direktur Kawasan Konservasi, Ibu Dyah Murtiningsih beserta jajarannya. Balai KSDA Sulawesi Tengah menyambut Ibu Direktur KK beserta jajarannya di Bandara Kasiguncu, Kabupaten Poso dan mengawal perjalanan menuju ke Lembah Bada. Di Bandara, rombongan disambut dengan adat Pekasiwia yaitu bentuk penghormatan kepada tamu-tamu yang datang ke Daerah Poso, proses penyambutan Pekasiwia ini di tuntun oleh seorang pemangku adat dan beberapa gadis cantik yang disebut Ana Wea Madolido dengan menggunakan busana tradisional Pamona, salah satu masyarakat asli daerah Poso. Setelah kegiatan audiensi rombongan Direktur KK dengan wakil Bupati Poso, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tentene yaitu ke Lembah Bada. Dalam perjalanan menuju Tentena, rombongan disambut oleh anak-anak dan Guru dari SDN 2 Tonusu, Polhut, MMP dan kelompok masyarakat Binaan Balai KSDA Sulawesi Tengah sekaligus penyerahan cenderamata berupa hasil produksi kelompok binaan Balai KSDA Sulawesi Tengah. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Rayakan Hari Bakti Rimbawan, BKSDA Sultra Tanam Pohon di Tahura Nipa - Nipa

Kendari, 16 Maret 2019. Peringati Hari Bakti Rimbawan ke 36, Balai KSDA Sulawesi Tenggara bersama rimbawan se Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan penanaman pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa. Tema Hari Bakti Rimbawan ke 36 ini yaitu “Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 16 Maret 2019, bertempat di Tahura Nipa-Nipa Kabupaten Konawe diikuti oleh segenap rimbawan se provinsi Sulawesi Tenggara antara lain Dinas Kehutanan, BKSDA Sulawesi Tenggara, BPDAS HL Sampara, BPKH XXII Kendari, TN. Rawa Aopa Watumohai, TN. Wakatobi, Dinas Lingkungan Hidup, IKA SKMA Provinsi Sulawesi Tenggara, KPH Lingkup wilayah Sulawesi Tenggara, UNHALU, Koramil Soropia, Polsek Soropia, Kecamatan Soropia, Pramuka, Kader Konservasi dan masyarakat sekitar Tahura Nipa-Nipa (Desa Bajo Indah) dengan jumlah sekitar 250 orang. Sebelum penanaman pohon, kegiatan dimulai dengan sambutan dan arahan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Bpk. Ir. H. Rusbandriyo, MP). Dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini di provinsi Sulawesi Tenggara terdapat ± 900.000 Ha lahan kritis. Oleh karena itu sebagai rimbawan kita harus barpartisipasi aktif dalam mengelola lahan kritis, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon pada lahan kritis tersebut. Dan sesuai dengan tema hari bakti rimbawan semoga pohon yang kita tanam ini kelak dapat mensejahterakan masyarakat sekitar Tahura Nipa-Nipa dan menjadikan lingkungan sekitar selalu sehat. Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam yaitu : kayu kuku (Pericopsis mooniana), sengon (Albizia chinensis), jati (Tectona grandhis), bitti (Vitex cofassus), gaharu papua (Aquilaria sp), Jabon (Neolamarckia cadamba), Mahoni (Swietenia mahagoni), angsana (Pterocarpus indicus) dan dua jenis tanaman MPTS (Multi purpose Tree Species) yakni rambutan (Nephelium lapppaceum) dan durian (Durio zibethinus). Luas Areal penanaman yakni 1,5 Ha dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1.200 pohon. Pada kesempatan ini pula BKSDA Sulawesi Tenggara bersama seluruh rimbawan di Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan Selamat Hari Bakti Rimbawan ke 36 dan Salam Rimbawan. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Evakuasi Siamang yang Tergantung di Kabel Aliran listrik Oleh Tim Balai TN Batang Gadis

Mandailing Natal, 16 Maret 2019. Berawal dari informasi dan laporan masyarakat adanya satwa siamang tersengat dan tergantung di kabel listrik, Tim Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) segera bersama dengan petugas PLN Muarasoma melakukan evakuasi Siamang yang tergantung di kabel aliran listrik di wilayah Desa Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal (kiri kanan jalan merupakan kawasan hutan lindung); Kondisi satwa ditemukan sebagian terbakar dan sudah membusuk, untuk mencegah timbulnya penyakit dari satwa tersebut maka dilakukan pemusnahan dengan menguburkannya di Panyabungan (dilengkapi BAP Pemusnahan dan LK non Pro Justitia). Evakuasi satwa siamang di Tanobato adalah hasil upaya dan kerja keras dari berbagai pihak (Balai TNBG bersama PLN, BBKSDA Sumut, Pemda, Masyarakat, Drh serta Kepolisian setempat). Kondisi kawasan hutan terfragmentasi dan kebutuhan pembangunan strategis yang tidak terelakkan perlu disikapi sehingga sejalan dan harmonis dengan ekosistem sekitarnya serta lingkungan secara umum. Ucapan terimakasih kepada respon cepat dari semua pihak. Siamang atau Symphalangus syndactylus adalah kera hitam yang berlengan panjang, dan hidup pada pohon-pohon. Pada umumnya, siamang sangat tangkas saat bergerak di atas pohon, sehingga tidak ada predator yang bisa menangkap mereka. Siamang telah terdaftar sebagai satwa terancam punah (endangered) oleh IUCN Red List. Hal ini disebabkan karena banyaknya penangkapan siamang yang dijadikan pasaran penjualan hewan pemeliharaan. Untuk mencegah punahnya siamang, diperlukan campur tangan pemerintah dalam menjadikan keberadaan siamang sebagai objek wisata dan riset sehingga mendatangkan manfaat bagi daerah tanpa harus mengganggu atau menangkap satwa tersebut. Mayoritas siamang yang tersisa di dunia ditemukan di Sumatera. Meski terdapat populasi lain di daratan Asia, yaitu Semenanjung Malaysia dan Thailand, meski para konservasionis masih memperdebatkan apakah kedua populasi tersebut (yang ada di Sumatera dan daratan Asia) mewakili dua sub spesies yang terpisah. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 36, Balai TN Kayan Mentarang Tanam 1500 Bibit Pohon “Harapan Secara Serentak

Malinau, 16 Maret 2019. Peringatan Hari Bhakti Rimbawan yang di laksanakan setiap tanggal 16 maret meupakan agenda Rimbawan secara nasional untuk merefleksi diri, menggali inspirasi, motivasi dan berbagai inovasi dalam kiprah kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan di mana pun bertugas. Apalagi mengingat aktivitas menghutankan kembali dan memperbanyak ruang terbuka hijau belum menjadi kebiasaan, tentu hal ini menjadi perhatian para Rimbawan tanah air. Berangkat dari hal itu, melalui Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) menggelar Aksi Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak (GERBANG MAS). GERBANG MAS bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungan melalui penenaman serentak di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Provinsi Kalimantan Utara secara khusus di Kabupaten Malinau yang di laksanakan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang bersama IKA SKMA Komisariat Malinau. Tidak kurang dari 1500 bibit pohon telah di tanam, yang terdiri dari bibit pohon gaharu, Eucaliptus, serta MTPS seperti Mangga, Rambutan dan belimbing dan Matoa. Bibit tersebut merupakan bantuan dari PT. Inhutani I dan PT. Adindo Hutani Lestari. Sementara Penanamannya dilaksanakan di 2 lokasi berbeda yakni di Lahan SMA N 8 Malinau sebanyak 250 Bibit dan 1250 Bibit di tanam di area lahan Kampus Politeknik Malinau. Plh. Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Tamsil, S.Hut., M.Si menyebutkan bahwa masyarakat di hadapkan pada kenyataan bahwa sebagian lingkungan hidup mengalamin penurunan secara kuantitas maupun kualitas yang merupakan dampak dari deforestasi hingga pencemaran udara. Oleh karena itu, penanaman serentak menjadi harapan agar generasi mendatang mendapatkan haknya atas kekayaan alam ibu pertiwi. “Menanam Pohon sama halnya kita menanam do’a, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlangsungan hidup generasi yang akan datang. Karena mereka juga memiliki hak atas kekayaan alam ini.” Ungkap Tamsil Selain di hadiri UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, aksi penanaman serentak ini juga di ikuti oleh beberapa perusahaan swasta serta organisasi dan komunitas akademisi seperti PT. Inhutani 1 dan Inhutani 2, PT. Adindo Hutani Lestari, PT. Wana Adi Prima Malinau, PT. Bara Dinamika Muda Sukses, PT. Rimba Makmur Sentosa, BEM Politeknik Malinau, Kader Konservasi, Siswa SMA N 8 Malinau, serta Komunitas Gempur. Di samping itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kepala KPH Unit 10 Malinau Syafarudin menyampaikan pesan penting pada kesempatannya yang mana Rimbawan harus menjadi pelindung segenap tumpah darah bangsa, harus menjadi putra penjaga dan penyayang ibu pertiwi. Karena itu merupakan bagian-bagian yang relevan dalam refleksi jati diri Rimbawan. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Hari Bakti Rimbawan Ke-36, Balai TN Ujung Kulon Penanaman Bibit Pohon Serentak

Labuan, 16 Maret 2019. Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon melakukan penanaman yang dilaksanakan secara serentak sebagaimana surat Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: S.286/Setjen/Roum/Set.1/3/2019 Maret 2019 perihal penanaman serentak dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke 36 tahun 2019 . Penanaman di awali dengan apel yang di pimpin Kepala Balai TN Ujung Kulon (Ir.Anggodo,M.M) sedangkan di lapangan di pimpin oleh Kepala Seksi Wilayah masing-masing. Lokasi penanaman berada di halaman kantor Balai TN Ujung Kulon, halaman Kantor Seksi PTN I P. Panaitan dan Seksi PTN Wilayah II P. Handeuleum serta di halaman pos resort PTN lingkup Balai TN Ujung Kulon. Bibit pohon yang ditanam sebanyak 1.225 bibit yang terdiri dari trembesi (Samanea saman), kayu afrika (Meisopsis emenii), jambu Biji (Psidium guajava), sirsak (Annona muricata), menteng (Baccaurea racemosa), dan jati (Tectona grandis). Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Penandatanganan Naskah Kerjasama Antara Balai Besar Ksda Riau Dengan Pemkab. Kampar

Pekanbaru, 15 Maret 2019. Penandatanganan kerjasama antara Balai Besar KSDA Riau dengan Pemkab. Kampar dilakukan di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta pada tanggal 13 Maret 2019. Penandatanganan dihadiri Dirjen KSDAE, Wiratno, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, Bupati Kampar, Catur Sugeng beserta jajaran terkait dan plt. Bupati Siak, Alfedri. Tujuan ditandatangani perjanjian kerjasama adalah untuk pengembangan wisata alam terbatas dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling melalui pembangunan jalur interprestasi guna mendukung pengembangan wisata alam terbatas tersebut dan membuka jalur keterisolasian pada desa yang ada dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling serta pengembangan fungsi masyarakat adat setempat dalam rangka mewujudkan partisipasinya dalam mendukung kelestarian kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Pada kesempatan tersebut, Dirjen KSDAE, Wiratno memberikan beberapa arahan yang pada prinsipnya mengharapkan program program yang disusun betul betul memberi manfaat pada kawasan dan masyarakat yang ada di dalamnya dengan tetap memperhatikan koridor aturan yg berlaku. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

TaNa Bentarum Hijaukan Rumah Adat Melayu

Putussibau, 16 Maret 2019. Masih dalam rangkaian Hari Bhakti Rimbawan, Balai Besar TaNa Bentarum melaksanakan kegiatan penanaman di halaman Rumah Adat Melayu Kabupaten Kapuas Hulu. Sebanyak 50 tanaman dari jenis Rambutan, Jengkol dan Petai akan ditanam. Penanaman melibatkan unsur Pegawai dan Dharma Wanita Balai Besar TaNa Bentarum, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kapuas Hulu Kesatuan Pengelolaan Hutan Lingkup Kapuas Hulu, Mitra-mitra, NGO, Saka Wana Bhakti, Saka Bhayangkara, Saka Kalpataru, Pramuka Kwarcab Kapuas hulu. Penanaman dilaksanakan mulai pukul 07.30 di Halaman Rumah Adat Melayu Kabupaten Kapuas Hulu. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan “Acara ini merupakan rangkaian Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2019, budaya menanam dan merawat tanaman harus kita tanamkan sejak dini. Sebagai rimbawan kita harus menjadi pelopor gerakan menanam di lingkungan kita, ini sejalan dengan tema hari Bhakti Rimbawan tahun ini yaitu Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat. Setelah penanaman di Rumah Adat Melayu akan dilaksanakan penanaman 500 pohon Aren di Desa Padua Mendalam”. Pemilihan lokasi di Rumah Adat Melayu diharapkan dapat menjadi wujud berbaurnya budaya dan alam. “Kelestarian alam dan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama, menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan anak cucu kita masih dapat menikmati alam yang lestari, mari kita menanam untuk masa depan”, pungkas Arief. Perwakilan Pengurus Masyarakat Adat Melayu, Muslimat menyampaikan “Semoga kegiatan ini menjadi amal ibadah kita, kami akan menjaga tanaman dengan sekuat daya kami”. Rangkaian Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2019 dimulai pada tanggal 15 Maret 2019 dengan aksi donor darah, penanaman pohon, lomba-lomba, jalan sehat dan diakhiri Upacara peringatan Hari Bhakti Rimbawan pada 18 Maret 2019. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

TWA Pulau Bakut Go Internasional Bersama Parapihak

Barito Kuala, 13 Maret 2019 – Mendapat kunjungan Dubes Luar Biasa Republik Indonesia (RI) untuk Finlandia dan Estonis Ibu Wiwiek S. Firman, dan rombongan travel tour, TWA Pulau Bakut Santuari Bekantan Riparian segera berbenah untuk menjadi destinasi eduekowisata internasional. Kunjungan Dubes beserta rombongan yang dikawal langsung Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, M.P lebih menekankan pada aspek promosi untuk dunia internasional. Menurut Hanif, di Kalsel saat ini sudah banyak destinasi wisata berbasis alam seperti Kiram Park, Tahura Sultan Adam dengan beragam atraksi dan Geopark Meratus. Misi kunjungan Dubes beserta rombongan dari Finlandia dan Estonia dalam rangka mendukung Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tujuan wisata internasional ditahun 2019 ini. Disisi lain, untuk menambah Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) pembangunan infrastruktur di TWA Pulau Bakut mengalami percepatan. Selain menggunakan dana DIPA juga didukung oleh pihak ketiga yaitu PT. Adaro Indonesia melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Fungsi TWA Pulau Bakut di Kalimantan Selatan. Saat mendampingi kedatangan Dubes, Abdurahman selaku perwakilan PT. Adaro Indonesia menjelaskan bahwa mereka siap mendukung penuh kegiatan konservasi seperti di TWA Pulau Bakut. Pada tahun 2018 tidak kurang dari 1,6 M telah digelontorkan untuk pembangunan titian ulin 630 meter, menara pantau dan lainnya. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., menyampaikan terima kasih kepada parapihak, khususnya Pemprov. Kalsel yang memberikan kesempatan untuk dipromosikan, Dishutprov. Kalsel yang mendukung penuh kegiatan Santuari Bekantan dan PT. Adaro Indonesia yang telah banyak berbuat untuk TWA Pulau Bakut. Mahrus berharap akan segera dilaksanakan Grand Opening oleh Gubernur Kalimantan Selatan Bapak Sahbirin Noor (Paman Birin). (jrz) Sumber : Jauhari Arifin, S.Kom - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Gerakan Menanam di TWA Semongkat Bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa

Sumbawa, 13 Maret 2019. Balai KSDA NTB melalui Kantor SKW II Sumbawa menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gerakan Menanam bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa di Taman Wisata Alam Semongkat - Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa. Kegiatan digagas oleh Forum Komunitas Hijau yang bekerja sama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa dan BKSDA NTB. Kegiatan ini dimaksudkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk dukungan dan rangkaian untuk turut serta menyambut Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 tanggal 16 Maret 2019 mendatang. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sangat terbuka dan mendukung dalam Gerakan menanam seperti ini dan berharap kedepan semakin banyak masyarakat yang sadar dan ikut serta melakukan kegiatan menanam. Turut hadir dalam kegiatan yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten 1 dan 2, Kepala SKW II Sumbawa dan staff, Anggota Forum Komunitas Hijau dan Masyarakat. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Meriahkan Hari Bakti Rimbawan, TN Matalawa Ajak Rimbawan Sumba Ikuti Lomba

Waingapu, 15 Maret 2019. Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap tanggal 16 Maret merupakan hari spesial bagi para pekerja yang berkecimpung di dunia kehutanan khususnya para pegawai di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seluruh pegawai lingkup KLHK membuat acara-acara meriah di lingkup kerja masing-masing tak terkecuali di Unit Pelaksana Teknis seperti di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Untuk memeriahkan suasana harinya Rimbawan ini, Balai TN Matalawa menyelenggarakan berbagai macam lomba yang dimulai sejak tanggal 14 Maret. Lomba yang diadakan antara lain: tenis meja, catur, kartu remi, dan playstation. Tak ketinggalan lomba-lomba yang membuat ramai acara seperti joget Flobamora, joget balon, dan lain-lain. Rimbawan dari lingkup TN Matalawa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, KPH Sumba Timur, serta stakeholder terkait, ikut memeriahkan lomba-lomba tersebut. Untuk lebih membuktinyatakan peran serta Rimbawan dalam HBR tahun ini, Balai TN Matalawa beserta seluruh Rimbawan di Sumba dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur akan melaksanakan penanaman bibit mangrove di lokasi wisata Pantai Walakiri pada puncak peringatan HBR tanggal 16 Maret esok hari. Wakil Bupati Sumba Timur direncanakan memimpin upacara peringatan tersebut dengan dihadiri oleh seluruh Rimbawan Sumba. (dpn/mtlw) Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Balai TN Kutai Bekerjasama Dengan PT. Pertamina Bantu Laboratorium Komputer

Sangatta, 11 Maret 2019. Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan PT. Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field bekerjasama untuk mencerdaskan siswa-siswi dan masyarakat sekitar kawasan TN Kutai dengan menyediakan sarana pembelajaran berupa laboratorium komputer di SMP Negeri 2 Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Penyediaan sarana pembelajaran berupa laboratorium komputer dilaksanakan untuk melaksanakan salah satu dari tujuh rencana pelaksanaan program kerjasama Balai TN Kutai dengan PT. Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field. Salah satu program tersebut yaitu program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN Kutai. Acara serah terima bantuan dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Komisi VII DPR-RI, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Kepala Balai TN Kutai, Field Manager PT. Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field, Legal and Relation Manager PT. Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field, Ketua PKK dan Kader Posyandu Desa Sangkima dan Teluk Singkama, KSBTU TN Kutai, Kepala SPTN Wilayah I Sangatta, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, Kepala UPT Pendidikan Kec. Sangatta Selatan, Kepala SMP 2 Sangatta Selatan, Kepala SD 05, SD 06, SD 09 dan SD 13 Sangatta Selatan, Camat Sangatta Selatan, Kepala Desa Sangkima, Kepala Desa Teluk Singkama. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh sekolah dasar, sekolah menengah, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar, dan seluruh anggota masyarakat sekitar. Dan yang utama adalah siswa-siswi dapat mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Dalam penggunaannya, masyarakat dapat berkoordinasi dengan SMP Negeri 2 Sangatta selatan. Sekolah-sekolah dapat mengaktifkan kembali kegiatan ekstrakurikuler teknologi informatika komputer. Pihak pemerintah desa dapat memanfaatkan sarana untuk pembuatan laporan atau edukasi untuk meningkatkan kompetensi Karang Taruna Sangatta Selatan terkait teknologi informatika komputer. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Rombongan Kedubes RI untuk Finlandia dan Estonia Kunjungi TWA Pulau Bakut

Barito Kuala, 13 Maret 2019 – Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia (RI) untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek S. Firman kunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Rabu (13/3/2019). Namun spesialnya, tak hanya sendiri, Wiwiek juga ajak serta para koleganya dari Finlandia dan Estonia dari operator dan asosiasi pariwisata, media televisi dan radio serta peneliti ke Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut. Kedatangan mereka atas undangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, KSBTU Suwandi, S.Hut, MA, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si beserta staf Balai KSDA Kalimantan Selatan menyambut kedatangan rombongan sekaligus memberikan penjelasan tentang potensi dan keunikan dari TWA Pulau Bakut sebagai Santuari Bekantan Riparian. Tim dari Duta Besar Finlandia dan Estonia berkunjung ke TWA Pulau Bakut untuk mengambil data dan informasi sebanyak-banyaknya dalam rangka promosi di negara mereka khususnya di Finlandia dan Estonia. Balai KSDA Kalimantan Selatan mempersiapkan TWA Pulau Bakut ini sebaik-baiknya terutama untuk infrastruktur sehingga bisa menjadi daya tarik selain Bekantannya yang istimewa. Setelah memasuki dermaga TWA Pulau Bakut, rombongan mengelilingi TWA Pulau Bakut dengan titian ulin (Ulin Wood Trail) yang panjangnya 630 meter. Rombongan juga sempat menaiki menara pandang untuk melihat sekeliling TWA Pulau Bakut dari atas. Rangkaian kunjungan ini pun dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh rombongan Duta Besar Finlandia dan Estonia yang diwakili oleh Wiwiek Setyawati Firman (Dubes Finlandia dan Estonia), Dini Vita Widjoningtias (Directorate Europe II), Mrs. Merike Halik (Estonian Travel and Tourism Association – Estonia), Mr. Revo Raudjärv (Tallinn TV – Estonia) dan Mrs. Hanne-Mari Tarvonen (Helsingin Sanomat – Finlandia). Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc mengatakan, “setelah kita berikan pemaparan tadi ada beberapa hal yang mereka berikan masukan, yang pertama mereka menginginkan informasi itu lebih detail, misalnya jenis burung apa saja yang ada di sini, mamalia apa saja yang ada di sini selain tentu perkembangan koloni Bekantan. Jenis-jenis tanaman juga begitu, populasinya bagaimana berapa spesiesnya dan untuk apa saja”. “Itu yang mereka perlukan dan mereka mengharapkan dengan informasi dan data series yang lengkap itu akan menjadi daya tarik tersendiri, karena berbeda dengan tujuan wisata yang lain dan tentu berbeda dengan negara mereka. Hal ini memudahkan mereka untuk promosi dan menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga mereka pun akan berhasil mempromosikan TWA Pulau Bakut dan mendapatkan keuntungan dari itu”, tambah Mahrus. Harapan Balai KSDA Kalimantan Selatan meskipun TWA Pulau Bakut ini adalah kawasan wisata edukasi yang terbatas tetapi bisa tetap mendunia dan bisa memberikan informasi seluas-luasnya kepada para pihak yang tertarik dengan spesies khusus Bekantan. Kegiatan diakhiri dengan memberikan souvenir berupa Boneka Bekantan dan Baju Khas TWA Pulau Bakut, dan minum kelapa muda dicampur madu dari hasil binaan BKSDA Kalsel. (jrz) Sumber & Dokumentasi : Jauhari Arifin, S.Kom - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 5.985–6.000 dari 11.140 publikasi