Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Jalan Sehat Keluarga Besar Rimbawan Kapuas Hulu Semarakkan Hari Bhakti Rimbawan

Putussibau, 17 Maret 2019. Masih dalam rangkaian Hari Bhakti Rimbawan tahun 2019 Keluarga Rimbawan di Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan jalan sehat yang diikuti kurang lebih 400 orang peserta yang berasal dari Pegawai dan Dharma Wanita BB TaNa Bentarum, OPD Kabupaten Kapuas Hulu, Kesatuan Pengelolaan Hutan lingkup Kapuas Hulu, Mitra-mitra dan NGO. Kegiatan dimulai pukul 06.30 dan menempuh jarak kurang lebih 3 Kilometer. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan “Tema Hari Bhakti tahun ini adalah Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat, untuk menuju hal tersebut tidak kalah penting adalah raga dan jiwa yang sehat. Harapan kita jalan sehat ini bisa membawa kita ke budaya hidup sehat, sehingga kita mampu menjalankan amanah mengelola hutan”. Peserta terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan tidak kalah anak-anak yang sangat antusias mengikuti kegiatan jalan sehat. Pembagian door prize dengan hadiah utama 1 unit TV dan 1 unit Sepeda menambah semarak jalan sehat kali ini. Sarwono menjadi orang yang beruntung mendapat hadiah utama berupa TV 32 Inci. “Alhamdulillah, kebetulan sekali saya bisa mendapat TV. Bulan depan Insya ‘Allah TV ini akan menghiasi ruang keluarga saya yang baru” ujar Sarwono saat di wawancara oleh Tim media TaNa Bentarum. Berdasarkan hasil penelusuran tim media pria yang sehari-hari menjabat Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BB TaNa Bentarum ini memang akan melepas masa lajangnya pada bulan April 2019 Mendatang. Rangkaian Acara Hari Bhakti Rimbawan masih akan berlanjut dengan rangkaian lomba-lomba dan acara puncak pada tanggal 18 Maret 2018. video : Semarak Hari Bhakti Rimbawan BB Tana Bentarum Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Giat Balai TNKT di Hari Bhakti Rimbawan ke-36

Ampana, 18 Maret 2019. Balai TN Kepulauan Togean selaku UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ikut serta berperan aktif dalam memperingati Hari Bhakti Rimbawan yang ke-36 pada hari Sabtu 16 Maret 2019. Dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Bhakti Rimbawan Balai TNKT melakukan kegiatan olahraga, lomba-lomba, Upacara Bendera dan penanaman pohon. Upacara dilaksanakan dengan sangat khidmat dan dihadiri oleh seluruh pegawai lingkup Balai TN. Kepulauan Togean beserta undangan yang berasal dari KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) Sivia Patuju. Upacara dipimpin oleh Kepala KPHP (Bapak Firman). Dalam sambutan Menteri LHK yang dibacakan oleh Bapak Firman bahwa Hari Bhakti Rimbawan diperingati setiap tanggal 16 Maret bertepatan dengan lahirnya Departemen Kehutanan pada tanggal 16 Maret 1983. Hari Bhakti Rimbawan ke-36 Tahun 2019 mengangkat tema “Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”. Peringatan Hari Bhakti seperti saat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk kita melakukan refleksi, menggali inspirasi, motivasi dan berbagai inovasi dalam kiprah kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan serta dimanapun kita bertugas. Setelah kegiatan upacara bendera, Balai TN Kepulauan Togean juga melaksanakan kegiatan penanaman pohon serta rangkaian kegiatan lomba. Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan seusai upacara bendera di lingkungan halaman Balai TN Kepulauan Togean. Penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Kepala KPHP (Bapak Firman), Kasubag TU (Oktovianus, S.Hut), Kepala SPTN Wilayah I, II dan III. Selain rangkaian upacara dan penanaman pohon, di hari sebelumnya dalam rangka untuk memperingati hari Bhakti Rimbawan telah dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 15-16 Maret 2018. Kegiatan perlombaan diikuti oleh seluruh pegawai lingkup Balai TN. Kepulauan Togean, pegawai KPHP Sivia Patuju, Ibu-ibu Perwita serta anak-anak di lingkup Balai TN Kepulauan Togean. Adapun rangkaian kegiatan lomba berupa balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, futsal dan lain-lain. Semua rangkaian perlombaan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan suka cita. Momen Hari Bhakti Rimbawan tahun 2019 diharapkan dapat meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan, melepaskan kepenatan dari aktivitas kerja sehari-hari serta memberikan semangat yang baru dalam memulai aktivitas kembali demi mewujudkan “Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”. Sumber : Wita Nofrinar (Calon Penyuluh Kehutanan Pertama) - Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Penanaman dan Jungle Track-Taman Buru Ko’mara di Hari Bakti Rimbawan ke-36

Takalar, 17 Maret 2019. Kementerian Lingkunga Hidup dan Kehutanan menggelar kegiatan Hari Bhakti Rimbawan Ke 36 yang digelar serentak di 34 Provinsi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Anak Bangsa Tanam Pohon Serentak (Gerbang Mas). Di Sulawesi Selatan kegiatan ini dilaksanakan dibeberapa lokasi, salah satunya digelar di Dusun Pangkaje’ne, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (16/3/2019), dihadiri 300 peserta yang mengikuti Upacara Hari Bhakti Rimbawan Ke 36. Bupati Takalar diwakili Kepala Dinas DLHP Kabupaten Takalar, Andi Rijal Mustamin dan jajaran kepala SKPD se-Kabupaten, perwakilan Polres dan Kodim 1426 Takalar hadir. Tokoh masyarakat setempat, Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA), anak-anak pramuka SD Pakjennekang Polongbangkeng Selatan, aktivis pencinta alam dan peserta Jungle Track turut memeriahkan. Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3ESUMA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir Darhamsyah M Si mengatakan pemilihan Taman Buru Ko'mara didasarkan pada sejarahnya. "Taman Buru Ko'mara memiliki sejarah yang panjang sebagai tempat berburu Karaeng Polongbangkeng, H Padjonga Daeng Ngalle," kata Darhamsyah. Dalam penutupannya, Darhamsyah mengajak semua masyarakat menjaga Taman Buru ini. "Semoga nantinya Taman Buru tidak hanya menjadi aset daerah tapi juga menjadi aset nasional. Jadi kalau mau cari dendeng rusa nanti tidak usah di Papua, cari saja di Takalar," tutup Darhamsyah. Acara kemudian dilanjutkan pemberian bibit secara simbolis dari Kepala P3ESUMA kepada Pemerintah Kabupaten Takalar, dari Kepala Cabang Dinas Kehutanan Sulsel kepada Kepala Bidang Pertamanan DLHP Takalar dan dari Ketua IKA SKMA kepada perwakilan masyarakat serta puncak acara adalah pelepasan disertai Yel Yel lomba lintas alam “Jungle Track”. Kepala Balai BBKSDA Sulsel selaku penanggung jawab lomba lintas alam Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc “Jungle Track ”menuturkan , Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019 adalah momentum kita bersama untuk menunjukkan komitmen kita untuk mewujudkan pembangunan kehutanan secara berkelanjutan. Salah satu giat Hari Bakti Rimbawan adalah Penanaman Pohon dan lintas alam "Jungle Track" di Taman Buru Ko'mara yang menawarkan wisata alam atau nomadic tourism yang unik di Sulsel. Kegiatan Lintas alam "Jungle Track" di Taman Buru Ko'mara Kabupaten Takalar bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata alam sekaligus mengangkat kebanggaan para pajonga dijaman kerajaan dan pejuang dijaman kemerdekaan. Kegiatan ini akan membentuk jiwa kesatria dan sportifitas para pemuda kita sesuai dengan semangat para Pajonga dan Pahlawan Bangsa kita yang ingin diwariskan secara berkelanjutan. “Selamat mengikuti Aksi Jungle Track di Taman Buru Komara kepada 250 orang peserta yang berasal dari kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar dan aktivis Generasi Muda Pecinta Alam, Pelajar, Kelompok Masyarakat Taman Buru komara dan perwakilan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sulawesi Selatan.” Pungkas Thomas dalam arahan pelepasan tim jungle track. Sebagai informasi tutur Thomas, “Pemilihan Taman Buru komara sebagai lokasi puncak perayaan Hari Bakti Rimbawan Sulawesi Selatan akan menjadi momentum bersejarah bagi kita semua, Pemda dan Masyarakat untuk mengembangkan Taman Buru Ko'mara sebagai objek wisata buru yang unik serta menjadi ikon Kab Takalar dan Sulsel. Mari kita dukung pengembangan kepariwisataan Sulsel sebagai salah satu program unggulan yang berdaya saing seperti yang termuat dalam Rancangan Peraturan Daerah RPJMD 2018-2023 sekaligus sebagai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan” Tutup Thomas. Hamka, S.Hut, selaku panitia dari kegiatan Jungle Track mengatakan ada 35 Tim dengan total 250 Peserta harus melewati 5 Pos dengan total jelajah kira-kira 5 Km dan setiap pos terdapat game dan kuis bina cinta alam yang menguji wawasan konservasi alam peserta. Dari hasil penilaian para juri lomba kali ini sangat kompetitif dengan selisih nilai yang sangat tipis. Dan di akhir lomba telah terpilih 10 Tim terbaik yang nantinya akan di umumkan di Website BBKSDA dan Sosial media. Terakhir selamat kepada para Tim Pemenang dan sampai ketemu lagi di kegiatan lomba lintas alam “Jungle Track” berikutnya. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Rangkaian Lomba Diselenggarakan dalam Rangka Hari Bakti Rimbawan (HBR) 2019

Yogyakarta, 18 Maret 2019. Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang setiap tahun diperingati pada tanggal 16 Maret, tahun 2019 ini merupakan HBR yang ke-36. Rangkaian acara dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluruh Indonesia. Demikian juga yang dilaksanakan oleh UPT di lingkup D.I Yogyakarta. Untuk UPT lingkup wilayah DIY ada 9, yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS SOP), Perhutani, serta Fakultas Kehutanan UGM. Rangkaian acara diselenggarakan dalam rangka memperingati HBR 2019, diantaranya beberapa perlombaan untuk menyemarakkan suasana HBR juga untuk ajang silaturahim dan keakraban sesama UPT lingkup D.I Yogyakarta. Adapun perlombaan yang diselenggarakan yaitu lomba tenis meja, volley, tenis lapangan, bulutangkis dan karaoke, kesemuanya diadakan dalam 2 (dua) kategori, putra dan putri. Untuk BTNGM mengirimkan delegasi lomba untuk semua perlombaan. Perlombaan berlangsung sejak hari Rabu, 13 Maret 2019 dan dilanjutkan Jumat, 15 Maret 2019. Sedianya perlombaan akan dilaksanakan dalam tiga hari, Rabu s.d Jumat, 13 – 15 Maret 2019, akan tetapi dikarenakan force majeure pada hari Rabu, maka Kamis perlombaan ditiadakan. Kemudian pada hari Jumat pagi, 15 Maret 2019 dilaksanakan senam pagi bersama seluruh UPT, dan dilanjutkan dengan perlombaan. Hingga berita diturunkan (18/03/2019), 2 (dua) perlombaan masih dilaksanakan yaitu final tenis lapangan antara BBPBTH vs BPDAS SOP dan final bulutangkis antara Dinas LHK DIY vs P3EJ. Sedangkan untuk tim dari BTNGM, pada kesempatan ini meraih juara II volley putra, juara II volley putri, juara II tenis meja putra dan juara II karaoke putra. Sumber : Balai TN Gunung Merapi (Titin Septiana)
Baca Berita

Puncak Acara Hari Bakti Rimbawan TN Matalawa Pulihkan Mangrove Walakiri

Waingapu. 16 Maret 2019. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) telah selesai menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan yang Ke 36 tahun. Kegiatan yang digelar berupa perlombaan antar Instansi baik pemerintah daerah, BUMN dan para Mitra Taman Nasional. Puncak Acara dari kegiatan ini adalah Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan dan dilanjutkan dengan Penanaman Bibit Bakau bersama serta aksi bersih sampah di sepanjang pantai Walakiri, adapun acara ini dihadiri oleh Umbu Lili Pekuwali ST., MT selaku Wakil Bupati Sumba Timur sekaligus sebagai Pembina Upacara. Pemilihan lokasi pada puncak acara peringatan Hari Bakti Rimbawan di pusatkan pada pantai Walakiri, mengingat lokasi ini merupakan wilayah pesisir pantai yang memiliki kawasan hutan mangrove yang sudah mulai terdegradasi akibat dari berbagai aktifitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu Balai Taman Nasional Matalawa menginisiasi dengan melakukan penanaman bibit dengan jenis “bakau menari” yang keberadaan populasi di alam semakin mengkhawatirkan. Dengan menggandeng masyarakat dan Instansi Pemerintah Daerah, TN Matalawa berhasil membudidayakan jenis ini, dengan jumlah anakan lebih dari 150 anakan. Aksi penanaman ini diawali oleh Wakil Bupati Sumba Timur dan Kepala Balai TN Matalawa serta para tamu undangan dilanjutkan oleh seluruh pegawai dan sekolah perwakilan Kabupaten Sumba Timur. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, MM menyebutkan bahwa serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan di harapkan mampu mendorong dan mempertahankan semangat kerja para Rimbawan yang ada di TN Matalawa dan para Rimbawan se pulau Sumba pada umumnya untuk terus berkarya dalam mengelola kawasan hutan yang tersisa di Pulau Sumba. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Semaraknya Upacara Hari Bakti Rimbawan ke-36 Lingkup Korwil Jawa Barat I

Banten, 18 Maret 2019. Upacara bendera pada hari ini 18 maret 2019 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) ke 36 lingkup Korwil Jawa Barat I. Upacara dilaksanakan di lapangan upacara Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat - Banten. Selain seluruh karyawan Perhutani, hadir sebagai peserta upacara ASN dari BBKSDA Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provins Jawa Barat, BPDAS Cimanuk-Citanduy, Balai TN Gunung Ciremai, Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango, BDKLHK, dan SMK Kehutanan Kadipaten. Peringatan HBR k3-36 kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai Inspektur Upacara yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat juga menyerahkan secara simbolis bantuan sosial dari Rimbawan Jawa Barat kepada perwakilan dari Kecamatan Darmaraja, Kab. Sumedang. Pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan HBR ke-36 semakin menambah semarak acara kali ini. Satu persatu para pemenang lomba maju ke podium untuk mendapatkan hadiah yang secara bergiliran diserahkan oleh para Pejabat UPT KLHK maupun instansi terkait lainnya. Di penghujung acara, untuk menunjukkan kebersamaan, kekompakan, dan kesolidan para Rimbawan di Jawa Barat, para peserta upacara membentuk formasi HBR 2019 yang difoto dari udara dengan menggunakan drone. Foto udara ini juga menandai bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan HBR ke-36 tahun 2019 yang melibatkan seluruh UPT KLHK lingkup Korwil Jabar 1 dan instansi terkait lainnya telah berjalan dengan sukses. Semoga di tahun-tahun mendatang semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga. Salam Rimbawan....!!! Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Penanaman Mangrove dari Masyarakat untuk Masyarakat

Wakatobi, 16 Maret 2019. Seribu bibit Mangrove ditanam dalam rangka memperingati Hari Bhakti Rimbawan dan rangkaian Jambore Konservasi Wakatobi di Pulau Kapota, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Taman Nasional Wakatobi. Kegiatan Penanaman pohon ini sesuai dengan arahan Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman, S.Hut., M.Sc. agar pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat sehingga dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelestarian ekosistem mangrove yang ada di sekitarnya. Bibit yang digunakan pun merupakan hasil pembibitan swadaya masyarakat yang rutin menyediakan bibit untuk kegiatan pemulihan ekosistem mangrove secara suka rela kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Mangrove sebagai salah satu ekosistem prioritas pengelolaan di Taman Nasional Wakatobi menjadi pilihan jenis yang tepat dalam penanaman pohon serentak ini. Menurut Union, S.P. selaku Kepala SPTN Wilayah I Wangi-Wangi, penanaman mangrove di Pulau Kapota ini sudah berdasarkan kajian pemulihan ekosistem yang dilaksanakan pada tahun lalu. Metode penanaman yang digunakan yaitu rumpun berjarak dengan jarak tanam 2m x 2m. Melalui metode ini, diharapkan persentase kematian bibit mangrove akibat terpaan arus dapat diminimalisir sehingga ekosistem mangrove dapat tumbuh baik dan berfungsi sesuai dengan peruntukannya, baik sebagai tempat berlindung beberapa jenis biota laut, mencegah abrasi pantai, maupun mengurangi pemasanan global. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Pelepasan Tukik bersama Peserta Jambore Konservasi Wakatobi

Wakatobi, 16 Maret 2019. Jambore Konservasi Wakatobi (JAKORWA) yang sedang berlangsung mulai tanggal 14 s.d 17 Maret 2019 di Wakatobi merupakan hasil inisiasi kelompok Masyarakat peduli lingkungan serta dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, Taman Nasional Wakatobi, serta beberapa instansi terkait lainnya. Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman, S,Hut, M.Sc bersama jajarannya turut hadir dalam pelepasan peserta Jambore Konservasi Wakatobi ke Desa Kolo, Pulau Kapota, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Wangi-Wangi. Semangat pelaksanaan Jambore ini dapat berdampak positif bagi lingkungan, diharapkan dapat berjalan dengan baik pula di setiap pelaksanaan agenda kegiatannya. Salah satu agenda kegiatan tersebut adalah pelepasan tukik jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) sejumlah 47 ekor di Pantai Oa Wolio, Desa Kabita, SPTN Wilayah I Wangi-Wangi. Tukik yang berasal dari demplot penetasan semi alami yang dikelola oleh kelompok masyarakat binaan Balai Taman Nasional Wakatobi di Pulau Binongko ini, dibawa dan diserahkan langsung oleh Kepala SPTN Wilayah III, Chris Lamba Awang, S.H., M.Sc. kepada panitia JAKORWA. Sebelum pelepasliaran tukik, para peserta mendapatkan arahan teknis cara pelepasliaran tukik dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) SPTN Wilayah I, Ayub Gerit Polii, S.P. “Sebelum dilepaskan, tukik dihadapkan ke arah darat sehingga dapat merekam memori tempat mereka akan kembali bertelur puluhan tahun yang akan datang”. Antusiasme peserta sangat terlihat saat kegiatan berlangsung, pelepasan tukik merupakan hal baru bagi sebagian besar peserta. Semoga kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan jiwa konservasi pada generasi muda, sehingga keberadaan penyu dapat terus meningkat di kawasan Taman Nasional Wakatobi. Penyu merupakan spesies prioritas peningkatan populasi satwa terancam punah di Taman Nasional Wakatobi. Selain melakukan pelepasan tukik penyu yang berasal dari hasil demplot penetasan penyu semi alami, Balai Taman Nasional Wakatobi juga melakukan monitoring penyu di pulau-pulau yang merupakan lokasi naiknya penyu bertelur yaitu Pulau Anano, Pulau Cowocowo, Pulau Kentiole, Pulau Ndaa, dan Pulau Runduma. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

2000 Pohon Ditanam BBTN Gunung Gede Pangrango Bersama Mitra

Arca, 16 Maret 2019. Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-36, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berkolaborasi dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (PT. TFJ) – Plant Ciherang (Mayora Group), kembali melakukan kegiatan penanaman pohon dalam rangka pemulihan ekosistem. Penanaman pohon dilakukan di zona rehabilitasi - blok arca, salah satu target lokasi pemulihan ekosistem tahun 2019 di wilayah kerja Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Pada kesempatan tersebut berhasil ditanam jenis-jenis lokal/ asli TNGGP seperti janitri, rasamala, puspa, salam, manglid, dan kilame sejumlah 2.000 pohon pada areal seluas 4 hektar. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi dari program konservasi keanekaragaman hayati berbasis pemberdayaan masyarakat, kerja sama antara Balai Besar TNGGP dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (PT. TFJ) – Plant Ciherang (Mayora Group), sudah dimulai sejak tahun 2017. Apa yang telah dilakukan oleh PT. TFJ sudah sejalan dengan semangat dan misi keberadaan serta jatidiri rimbawan dalam perjuangan pembangunan kehutanan dan lingkungan, serta dapat menjadi stimulan dan contoh bagi pihak lain untuk ikut berperan serta dalam pemulihan ekosistem di kawasan TNGGP. Para pihak yang hadir pada kegiatan penanaman ini: Head M3 PT. TFJ, Factory Manager PT. TFJ Plant Ciherang, CSR Manager PT. TFJ Plant Ciherang, perwakilan Kecamatan Megamendung, Danramil Cisarua - Megamendung, Danramil Ciawi – Caringin, Babinmas, Polsek Caringin, Kepala Desa Sukaresmi, perwakilan PT. Alessia, pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sukaresmi, Romo dari Kepastoran Marius, tokoh masyarakat setempat, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pejabat Eselon III dan IV, serta staf Bidang PTN Wilayah III Bogor - Balai Besar TNGGP. Selain penanaman di Blok Arca, Balai Besar TNGGP ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman bersama Kementerian LHK di Balai Diklat Kehutanan – Rumpin, Bogor. Kegiatan menanam pohon ini merupakan aksi nyata kita sebagai rimbawan patriot yang berdedikasi dalam menjaga lingkungan dan hutan, seiring tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”, semoga. Sumber : Andie Martien Kurnia – PEH Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Hari Bakti Rimbawan Ke-36, BBKSDA Riau Tanam Pohon di TWA Buluh Cina

Pekanbaru 16 Maret 2019 - Penanaman pohon hutan bersempena dengan Hari Bhakti Rimbawan ke 36 sekaligus diikuti oleh Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak (Gerbangmas) Prov. Riau dilakukan di TWA Buluh Cina, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Acara dihadiri langsung Gubernur Riau, bapak Syamsuar beserta ibu Misnarni dan Wakil Gubernur Riau, bapak Edy Natar Nasution, Bupati Kampar dan pejabat OPD Prov. Riau dan Kab. Kampar. Pada kesempatan tersebut, hadir pula tokoh adat, tokoh alim ulama dan beberapa NJO serta aktivis lingkungan. Inilah aksi nyata dalam upaya pemulihan lingkungan dan menularkan semangat untuk ikut serta melakukan kegiatan penghijauan sekaligus mendukung 100 hari kerja Gubernur Riau, sempena Hari Bhakti Rimbawan dan IKA SKMA (Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas). Sasaran penanaman pohon ini adalah lahan kritis, lahan terbuka yang tidak produktif, daerah penyangga dan ruang terbuka hijau. Kegiatan yang dipelopori oleh seluruh elemen rimbawan di Prov. Riau ( Dinas LHK Prov. Riau, UPT Kemen LHK dan IKA SKMA) berlangsung dengan sukses. Dua satwa Gajah Sumatera, Robin dan Ngatini ikut memeriahkan acara tersebut. Bibit yang ditanam di sekitar acara seremonial adalah 900 batang bibit pohon di TWA Buluh Cina serta 3000 bibit pohon di sekitar TWA Buluh Cina. Sedangkan yang dibagi ke masyarakat Desa Buluh Cina dan sekitarnya sejumlah 20.000 batang bibit pohon buah. Dalam sambutannya, Gubernur Riau menyampaikan agar bersama sama menjaga lingkungan hijau di Prov. Riau yang sehat untuk kesejahteraan rakyat dan beliau juga memberikan arahan bahwa tidak hanya menanam saja, tetapi menanam harus dibarengi dengan memelihara. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Aksi Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak di Sulteng

Palu, 17 Maret 2019. Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak (GERBANGMAS) dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke-36 di Provinsi Sulawesi Tengah dipusatkan di Taman Hutan Raya Sulawesi Tengah. Kegiatan dihadiri sekitar 600 orang peserta yang terdiri dari pegawai lingkup Balai KSDA Sulawesi Tengah, masyarakat sekitar TAHURA, UPT Kementerian LHK yang lain, Dinas Kehutanan serta Alumni IKA SKMA Pengda Sulawesi Tengah. Bibit yang ditanam di areal tersebut sekitar 4.000 pohon. Pelaksanaan kegiatan GERBANGMAS ini untuk menambah tutupan lahan untuk mencegah bencana banjir dan longsor; Konservasi keanekaragaman hayati (Biodiversity); Penyerapan karbon untuk mengurangi dampak global warming dan perubahan iklim; Memulihkan kondisi lingkungan pada skala mikro; dan Pada skala makro bisa mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi dan ketersediaan air bersih untuk kesejahteraan masyarakat. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya, mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan penanaman dan lebih menumbuhkan rasa mencintai alam dan lingkungan. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

HBR ke 36, Balai TN Way Kambas Bersama Rimbawan Lampung Hijaukan Pantai Timur

Kuala Penet, 16 Maret 2019. Memperingati Hari Bhakti Rimbawan (HBR) ke 36 (16/3/19) Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melakukan kegiatan Gerakan Menanam bersama dengan melakukan penanaman pohon mangrove di pantai Kuala Penet Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) III Kuala Penet. Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai TNWK ini diikuti oleh para rimbawan Lampung antara lain: seluruh pejabat dan staf Balai TNWK, BPDASHL WSS, BPHP, BPKH, KPH Gunung Balak, TNI AL, Koramil Labuhan Maringgai, Polairud, Polsek Labuhan Maringgai, mitra kerja (WCS, YABI, AlerT, PKHS, KHS, AURIGA), Pramuka Saka wanabakti, IKA SKMA Lampung dan Masyarakat KTH dengan jumlah peserta sekitar 200an orang. Sebelum kegiatan penanaman, acara didahului dengan Apel yang dipimpin langsung oleh Ka. Balai TNWK, Subakir, SH. MH. Dalam arahannya beliau berpesan kepada seluruh rimbawan agar kegiatan pada hari ini tidak hanya sekedar seremonial, setelah penanaman ini diminta kepada pemangku wilayah (Resort Kuala Penet) untuk mengawasi dan menjaganya. Kegiatan penanaman ini direncanakan akan berlangsung selama 2 hari (16-17 Maret 2019) dengan jumlah bibit 12.000 batang dengan luas lahan 30 ha. Bibit disediakan oleh BPDASHL WSS Lampung. Ka. Balai BPDAS dalam kesempatan ini mengenalkan bibit mangrove ramah lingkungan, yang menggunakan media tanam ramah lingkungan (gelas bekas air mineral). Bibit ini juga dapat hidup dengan hanya dilempar setelah dibuka medianya. Beliau juga membuat perlombaan melempar bibit bagi peserta dari Pramuka saka wana bakti, bagi peserta yang berhasil melempar paling jauh akan mendapatkan hadiah dari Ka. Balai TNWK dan Ka. Balai BPDASHL WSS. TNWK bersama BPDASHL WSS akan melakukan penanaman kembali pantai timur TNWK sepanjang 75 km yang mulai terdegradasi. BPDASHL WSS akan menindaklanjuti kegiatan hari ini dengan membuat program penghijauan di sepanjang pantai timur TNWK. Mangrove ini salah satunya berfungsi untuk melindungi kita dari hempasan gelombang pasang dan juga dari tsunami. Seluruh pimpinan dan staf TNI. Way Kambas bersama Rimbawan Lampung mengucapkan Selamat Hari Bhakti Rimbawan ke 36 dan Salam Konservasi. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Way Kambas
Baca Berita

Puncak Hari Bakti Rimbawan Ke-36 Unit Pelaksana Teknis LHK Sulawesi Selatan

Makassar, 16 Maret 2019. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR,) ke-36 berlangsung di lapangan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan Perintis Kemerdekaan 17,5 Makassar. Senin (18/3/2019). Dalam rangka menyemarakkan HBR, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan beberapa kegiatan. Yang pertama Apel bersama memperingati Hari Bakti Rimbawan tanggal 16 Maret 2019 di Taman Buru Ko’mara, Kabupaten Takalar. Dihadiri Kepala Dinas DLHP Kabupaten Takalar, Andi Rijal Mustamin dan jajaran kepala SKPD se-Kabupaten, perwakilan Polres dan Kodim 1426 Takalar hadir. Tokoh masyarakat setempat, Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA), anak-anak pramuka SD Pakjennekang Polongbangkeng Selatan, aktivis pencinta alam dan 250 orang peserta lomba Jungle Track. Penanaman serentak juga dilakukan di areal sekitar Taman Buru Ko’mara setelah apel bersama. Upacara puncak peringati Hari Bakti Rimbawan ke-36, Senin, 18 Maret 2019 dengan Inspektur upacara dipimpin Gubernur Sulsel diwakili Kadis Kehutanan Sulsel, Ir. Tamzil. Upacara dihadiri Rimbawan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian LHK Sulsel, diantaranya Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung (Babul), BBKSDA Sulsel, Balai Penegakan Hukum (Gakum) Sulawesi, Balai PPI Sulawesi, Balai Penelitian dan Pengembangan LHK, Balai BPDAS Jeneberang Saddang, BPTH Wilayah Sulawesi, SMK Kehutanan Makassar, BDLHK Makassar, BPTH Wilayah XIII Makassar, BPKH Wilayah VII Makassar, Balai PSKL Wilayah Sulawesi, P3E Suma, Manggala Agni DAOPS Gowa, Dinas Kehutanan Propinsi Sulsel dan Dharma Wanita Kementerian LHK Sulsel. Final Lomba-lomba seperti Tarik tambang, lomba makan kerupuk, lomba karaoke serta terakhir penyerahan piala dan hadiah kepada pemenang. Dari rangkaian kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pidato seragamnya mengingatkan pengelola hutan (rimbawan) selalu menjaga sumber daya alam dan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Kita harus bahu membahu dalam mewujudkan pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan yang menginternalisasi sembilan nilai dasar rimbawan jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerja sama dan profesiona| dalam pengabdian selaku rimbawan". Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Peringati Hari Bakti Rimbawan, Balai TN Kutai Menanam di Bontang Mangrove Park

Bontang, 16 Maret 2019. Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan IKA SMK Kehutanan Cabang Bontang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Bontang Mangrove Park Taman Nasional Kutai dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-36 dan Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak (GERBANGMAS). Pegawai bersama-sama dengan Kader Konservasi TN Kutai, Saka Wana Bakti, masyarakat sekitar Bontang Mangrove Park, Laskar TN Kutai, Darmawanita TN Kutai, Siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar, dan Mahasiswa IPB menanam bibit jenis Eusideroxylon zwageri (60 batang), Dracontomelon dao (30 batang), Alstonia scholaris (30 batang), Syzygium polyanthum (20 batang), Artocarpus sp. (15 batang), Archidendron pauciflorum (20 batang), Syzygium sp.(150 batang), Durio sp.(50 batang), Artocarpus integer (50 batang), Baccaurea motleyana (50 batang), Shorea sp. (50 batang), Nephelium sp. (50 batang), Syzygium oleana (55 batang), dan mangrove jenis Rizophora mucronata (100 batang), Rizophora apiculata (100 batang) dan Bruguiera (50 batang). Selain kegiatan penanaman, peringatan hari Bakti Rimbawan yang bertema “Hutan untuk kesejahteraan rakyat dan lingkungan sehat”, di TN Kutai juga diisi dengan tausiyah hijau dengan penceramah Gus Lutfi dari Surabaya. Diharapkan dengan rangkaian acara ini dapat menjadi "sedekah" kepada alam dan lebih mencintai alam dan lingkungan. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Membangun Sinergitas Pengelolaan Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 15 Maret 2019. Balai Besar KSDA Riau dengan Pemkab Siak melakukan pertemuan terkait Taman Nasional Zamrud (13/3/19) di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono beserta jajarannya serta plt. Bupati Siak, Alfedri didampingi jajaran terkait di Pemkab Siak yang disaksikan langsung Dirjen KSDAE, Wiratno. Adapun isi dari pembahasan tersebut mengenai kerjasama wisata alam di Taman Nasional Zamrud dimana perlu ditindaklanjuti penyusunan desain wisata alam dengan menyiapkan konsep kerjasama pengelolaan wisata alam pada blok pemanfaatan di TN Zamrud. Tentunya dengan sesegera mungkin menyusun dokumen desain tapak dan mendorong adanya kerjasama yang dituangkan dalam dokumen PKS. Dengan kerjasama pengelolaan ini, diharapkan Taman Nasional Zamrud sebagai kawasan konservasi yang memiliki potensi luar biasa bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dengan tetap terjaga kelestariannya. Selain itu pemanfaatan wisata alam ini akan sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Siak dan Prov. Riau secara umum. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Masyarakat Sebagai Subyek, BTN Meru Betiri Dampingi Kelompok Tani

Jember, 16 Maret 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri melalui Resort Sanenrejo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu melakukan pertemuan dan pendampingan Kelompok tani blok I Aren I dan II. Kepala SPTN Wilayah II dan petugas Resort Sanenrejo memandu proses pendampingan pada tanggal 11 dan 13 Maret 2019 di rumah Sdr. Sadimin (Ketua Kelompok Tani) dengan kegiatan berupa penguatan kelembagaan, konsolidasi kegiatan pemulihan ekosistem (PE) dan pembentukan koordinator. Adapun proses penguatan kelompok tani dalam rangka persiapan penghitungan tanaman pokok di zona rehabilitasi Resort Sanenrejo dapat dilakukan dengan cara: 1. Membentuk satu koordinator setiap 5 petani rehabillitasu; 2. Penghitungan dilakukan oleh masing - masing petani; 3. Penghitungan dimulai setelah panen jagung dan padi; 4. Hasil penghitungan di kumpulkan dimasing - masing koordinator dan 5. Penyerahan hasil penghitungan paling akhir bulan maret 2019. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri

Menampilkan 5.969–5.984 dari 11.140 publikasi