Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Support dan Motivasi Untuk Resort Wonoasri

Jember, 19 Maret 2019. Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) Maman Surahman, S. Hut, M.Si pada hari ini (19/3/19) setelah melakukan pembinaan pegawai di Kantor Balai TN. MerBeti, Maman melanjutkan aktivitas ke wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu. Dengan didampingi Kepala SPTN Wilayah II, Maman menyambangi Kantor Resort Wonoasri yang sempat tergenang air akibat banjir yang melanda Desa Wonoasri. Pada kesempatan tersebut Kepala Balai memberikan support dan motivasi kepada petugas untuk senantiasa semangat dalam menjalankan tugas dengan tetap mengutamakan keselamatan dan Kabalai menyatakan bahwa beliau selalu siap kapanpun dibutuhkan. Maman yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala Balai TN MerBeti sebelumnya memberikan lima arahan dan semangat baru untuk seluruh pegawai di Kantor Balai. Adapun lima arahan Kepala Balai TN MerBeti adalah 1) bekerja keras, cerdas dan ikhlas; (2) bekerja bergandengan tangan, saling mengisi sesuai tusi dan kemampuan masing - masing; (3) keluarkan segala ide, gagasan dan inovasi untuk mengembangkan TN MerBeti; (4) selesaikan semua permasalahan secara internal dengan musyawarah karena tidak ada masalah yang tidak diselesaikan dan (5) reward atas pegawai yang berkinerja bagus minimal dalam bentuk fasilitasi sarpras yang diperlukan. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Semangat Rimbawan Sumut Menanam 100 Pohon

Medan, 19 Maret 2019. Mars “Seruan Rimba” yang dikumandangkan dari tape recorder, di pagi hari yang cerah, pada Sabtu 16 Maret 2019, menyambut kehadiran lebih dari 100 orang rimbawan Provinsi Sumatera Utara, berasal dari perwakilan Dinas Kehutanan beserta 11 UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Rimbawan ini berkumpul untuk melaksanakan penanaman 100 bibit pohon sebagai rangkaian dari kegiatan Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 Tahun 2019. Penanaman dilakukan di sepanjang jalan Simalingkar – Durian Tonggol, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dengan jenis tanaman tanjung dan flamboyan. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc. For., selaku Koordinator Wilayah UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, dalam sambutannnya menyampaikan tidak terasa sudah 36 tahun rimbawan berbakti di negara Republik Indonesia. Para rimbawan harus menjadi barisan terdepan untuk merawat dan melestarikan bumi ciptaan Tuhan. “Menanam pohon itu mudah, bahkan biji yang jatuh dari pohon pun bisa tumbuh. Tapi yang paling utama adalah merawat dan menjaganya sehingga menjadi pohon yang besar dan subur. Jangan hanya ditanam lalu ditinggalkan,” ujar Hotmauli. Suasana penanaman yang meriah mengundang perhatian masyarakat yang lalu lalang di sepanjang jalan. Beberapa pengendara kendaraan roda dua dan empat bahkan sempat menghentikan kendaraannya untuk menyatakan simpati serta mengucapkan selamat Hari Bhakti Rimbawan. Kekompakan dan keakraban seluruh rimbawan terpancar dari kegiatan penanaman. Usai penanaman seluruh rimbawan berbaur menyatu berfoto bersama dengan wajah ceriah. Rimbawan Sumatera Utara ini masih akan bertemu dan berkumpul kembali dalam puncak acara Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2019, pada Senin 18 Maret 2019, di kompleks Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Penanaman pohon oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara (gbr.1), Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara (gbr.2), Balai Penelitian dan Pengembangan LHK (gbr.3), Balai Perhutanan Sosial dan Kelembagaan Lingkungan Wilayah Sumatera (gbr.4), Balai Pendidikan dan Pelatihan LHK Pematangsiantar (gbr.5) dan Balai Pengelolaan DAS Wampu Sei Ular (gbr.6)
Baca Berita

Pulau Nain, Mengasah Destinasi Wisata Alam Terpendam di Taman Nasional Bunaken

Manado, 19 Maret 2019. Pulau Nain secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Pulau terjauh dalam kawasan TN Bunaken. Terdapat 3 Desa di Pulau Nain yakni Desa Nain, Desa Nain I dan Desa Tatampi dengan dihuni oleh beragam etnis dimana Suku Bajo menjadi ikonik pulau ini selain Suku Sanger dan Minahasa. Aktivitas Etnis Bajo terlihat sangat mencolok dibandingkan suku suku lainnya, ciri khas utamanya yaitu rumah di atas air. Suku Bajo tradisional menggunakan kayu untuk membuat rumah di atas air, beberapa sudah dimodifikasi menggunakan beton. Selain itu masyarakat bajo terkenal dengan nelayang ulung, dengan menggunakan perlengkapan semi modern sebagian merupakan penangkap ikan Tuna di laut lepas, dan sebagian lagi menjadi petani Rumput laut, bahkan hasil produksi rumput lautnya merupakan suplay terbesar di Sulawesi Utara, walaupun produksinya semakin memprihatinkan karena serangan penyakit. Pulau Nain dengan luas -/+ 118 ha, terdapat sumur air tawar yang bernama Sumur Mbowai. Sumur ini dimanfaatkan oleh suku bajo untuk keperluan air minum dan memasak, sedangkan untuk mandi suku bajo biasanya menampung air hujan. Selain itu, terdapat sumur keramat "Boki Tibe Tiah" (Sumur Jere), yang oleh penduduk setempat menjual air bersihnya seharga Rp. 10.000-, per jerigen. Pulau Nain memiliki beberapa potensi wisata alam antara lain wisata bawah laut (terumbu karang) dengan 4 divespot utamanya yakni Jalan masuk Nain, Batu kapal, Helga point (Nain kecil) dan Nain utara serta yang sudah begitu viral diberbagai media masa dan media sosial yakni wisata pasir timbul (Bungin). Hanya saja Pulau Nain masih terkendala dengan sulitnya akses internet sehingga kurangnya promosi, sehingga ditengarai menjadi sebab kurangnya wisatawan di Pulau ini. Padahal di era digital ini seharusnya promosi di bidang pariwisata lebih ditingkakan lagi agar wisatawan tahu bahwa surga wisata bahari bukan hanya terdapat di Pulau Bunaken, tetapi juga di Pulau Nain. Sumber : Heni Sulastri, S.Hut Calon PEH Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Dua Ratus Bibit Ditanam untuk Memperingati Hari Bakti Rimbawan 2019 Lingkup DI Yogyakarta

Sleman, 16 Maret 2019. Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang setiap tahun diperingati pada tanggal 16 Maret, tahun 2019 ini merupakan HBR yang ke-36. Rangkaian acara dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluruh Indonesia. Demikian juga yang dilaksanakan oleh UPT di lingkup D.I Yogyakarta. Untuk UPT lingkup wilayah DIY ada 9, yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS SOP), Perhutani, serta Fakultas Kehutanan UGM. Acara penanaman ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HBR lingkup DIY yang terlaksana sejak tanggal 13 Maret 2019. Acara ini dihadiri 150 peserta dari kesembilan UPT lingkup DI Yogyakarta. Bibit yang ditanam 200 bibit terdiri dari Rasamala (Altingia excelsa) 1 batang, Sarangan (Castanopsis argentea) 1 batang, Pronojiwo (Sterculia javanica) 2 batang, Tesek (Dodonaea viscosa) 105 batang, Pasang (Quercus sundaica) 27 batang, Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) 32 batang, Puspa (Schima wallichii) 20 batang dan Kina (Cinchona succirubra) 12 batang. Penanaman ini diawali penanaman oleh para pimpinan UPT KLHK lingkup D.I. Yogyakarta, dilanjutkan oleh para peserta penanaman. Penanaman di Kalikuning, kawasan TNGM ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemulihan Ekosistem berbasis Kemurnian Genetik, sebagai upaya pelestarian jenis-jenis tumbuhan lokal di kawasan TNGM. Bibit yang digunakan berasal dari hasil budidaya kelompok masyarakat Forum Peduli Lingkungan (FPL) PALEM, dusun Batur, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Kelompok tersebut merupakan mitra kerja Balai TNGM dalam kegiatan Pengawetan Jenis jenis tumbuhan lokal di kawasan TNGM. Adapun benih berasal dari dalam kawasan TNGM, dari hasil eksplorasi bersama antara Balai TNGM, BBPBPTH dan kelompok FPL PALEM (tsr) Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi (Titin Septiana)
Baca Berita

Apel Serentak Hari Bakti Rimbawan Ke 36 Tahun 2019

Labuan, 18 Maret 2019. Karyawan Balai TN. Ujung Kulon melaksanakan apel Hari Bakti Rimbawan Ke 36 Tahun 2019 dengan tema "Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat". Apel dipimpin oleh Bapak KSBTU Ir. Agus Bambang Haryono dan diikuti oelh seluruh ASN lingkup kantor Balai TN. Ujung Kulon di Labuan. Dalam kesempatan tersebut pemimpin apel membacakan amanat Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019. Salah satu point yang disampaikan dalam amanat tersebut adalah upaya penataan ulang alokasi sumberdaya hutan salah satunya dengan mengedepankan ijin akses bagi masyarakat dengan hutan sosial atau yang lebih dikenal sebagai kemitraan konservasi di TN. Ujung Kulon. Saat ini lahan garapan didalam kawasan TN. Ujung Kulon seluas kurang lebih 1.117 Ha telah dinaungi dengan Perjanjian Kemitraan Konservasi. Dalam skema kemitraan konservasi, petani tetap dapat menggarap lahan dengan mengikuti aturan yang berlaku. Aturan tersebut antara lain lahan garapan tidak dapat diperluas dan tidak diperbolehkan menebang pohon. Melalui skema kemitraan konservasi, masyarakat yang menggarap di dalam kawasan TN. Ujung Kulon diberikan akses pemanfaatan sumberdaya alam berupa pemanfaatan jasa lingkungan dan pengolahan hasil hutan bukan kayu seperti aren, bambu, madu hutan, jengkol, dan petai. Masyarakat sekitar juga didorong untuk mengoptimalkan sumberdaya alam yang ada di desa untuk membantu meningkatkan pendapatannya. Kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019 telah dimulai dengan penanaman 1.250 batang pohon di lingkungan dan halaman Kantor Balai dan SPTN lingkup Balai TN. Ujung Kulon. Semoga para rimbawan seluruh Indonesia, khususnya rimbawan di TN. Ujung Kulon tetap berdedikasi dalam menjaga lingkungan dan hutan kita. Selamat Hari Bakti Rimbawan!!! Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

GERBANGMAS Menumbuhkan Semangat dan Wawasan Korservasi di Jayapura

Jayapura, 16 Maret 2019. Panitia Hari Bakti Rimbawan UPT KLHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua telah melangsungkan kegiatan Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak (GERBANGMAS) pada Sabtu, 16 Maret 2019. Kegiatan ini dikoordinir oleh Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Pengurus Daerah Papua, dan merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36. Lokasi kegiatan adalah lingkungan sekolah SMPN 8 Kota Jayapura, Koya Barat, dan Jalan Raya Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Pihak-pihak yang hadir antara lain Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Kepala Balai Besar KSDA Papua bersama semua staf, Kepala UPT KLHK Provinsi Papua, P3E Papua, TNI, Siswa dan guru SMPN 08 Kota Jayapura, Kepala KPH Kota Jayapura, IKA SKMA Jayapura, Saka Wana Bhakti, dan masyarakat umum. Jumlah keseluruhan peserta mencapai 400 orang. Adapun bibit yang ditanam sebanyak 1.500 dari jenis pohon trembesi (Samanea saman) dan pucuk merah (Syzygium oleana). Jumlah tersebut merupakan bagian dari target penanaman sebanyak 6000 pohon selama tahun 2019 oleh IKA SKMA Pengda Papua. Tujuan kegiatan ini tertera dalam naskah sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat IKA SKMA, yaitu menambah tutupan lahan untuk mencegah bencana banjr dan longsor, konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity), penyerapan karbon untuk mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim, memulihkan kondisi lingkungan pada skala mikro, dan mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air bersih untuk kesejahteraan masyarakat melalui penanaman MPTS (Multipurpose Tree Species). Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si. memberikan arahan pada momentum apel kegiatan, “Ini kita laksanakan di lingkup sekolah dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini bagi siswa-siswa, khususnya SMPN 8 Kota Jayapura. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa memberikan dampak baik yang lebih luas bagi semua masyarakat di Distrik Muara Tami.” Lebih lanjut beliau menyampaikan kepada semua rimbawan di Papua agar mengenang dan meneladani para rimbawan Papua terdahulu dalam membangun serta mengelola hutan dan kehutanan di Provinsi Papua. [] Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

Donor Darah, Sarana Berbagi Para Rimbawan Yogyakarta untuk Kemanusiaan

Yogyakarta, 18 Maret 2019. Rangkaian acara Hari Bhakti Rimbawan (HBR) 2019 lingkup Satker Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di wilayah D.I Yogyakarta, diantaranya adalah donor darah. Donor darah dilaksanakan di ruang B, Dinas LHK DIY. Pelaksanaan donor darah ini bekerja sama dengan PMI Kota Yogyakarta. Donor darah ini selain penting bagi kesehatan, juga sebagai sarana berbagi para rimbawan untuk kemanusiaan. Adapun ke-9 satker yang berpartisipasi dalam kegiatan ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS SOP), Perhutani, serta Fakultas Kehutanan UGM. Menurut petugas PMI Kota Yogyakarta, manfaat yang diperoleh jika kita melakukan donor darah, diantaranya menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu mengurunkan sel darah merah, mendapatkan kesehatan psikologis dan mendeteksi penyakit serius. Beliau juga menyampaikan syarat donor darah, yaitu usia 17-60 tahun, berat badan minimal 45 kg, ystoleure tubuh 36,6 – 37,5°C, tekanan darah baik yaitu ystole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg, denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit, hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram, jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka dari 95 orang calon pendonor keseluruhan, hanya 60 orang yang layak donor, sedangkan dari BTNGM hanya 6 orang yang layak mendonorkan darahnya. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi (Titin Septiana)
Baca Berita

Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan Ke 36 Tahun 2019 Tingkat Provinsi Banten

Serang, 18 Maret 2019. Balai TN. Ujung Kulon yang diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wilayah II P. Handuleum beserta 6 (enam) orang Polhut dan 1 (satu) orang penyuluh mengikuti serangkaian Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019 Tingkat Provinsi Banten yang bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Serang. Tamu undangan yang hadir di antaranya Alumni Dinas LHK Prov.Banten, Seksi KSDA Wil. I Serang, BPDAS, PKSM Prov. Banten, BTN Ujung Kulon, BTN Halimun Salak dan Rimbawan/i Seprovinsi Banten. Peringatan ditandai dengan pelepasan burung oleh para Kepala UPT yg hadir. Selain pelepasan burung, para tamu undangan diwajibkan untuk melakukan penanaman pohon disekitaran bendungan Dinas LHK Prov. Banten dan diadakan donor darah bagi para tamu undangan. #HariBaktiRimbawan2019 Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Upacara Hari Bakti Rimbawan Ke 36 Lingkup Rimbawan Jawa Timur

Sidoarjo, 18 Maret 2018. Rimbawan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Apel dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke 36 pada hari senin tanggal 18 Maret 2019. Peringatan hari bakti rimbawan yang jatuh setiap tanggal 16 maret diperingati sejak tahun 1983. Apel peringatan hari bakti rimbawan tahun 2019 diselenggarakan di Plaza Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, bertindak selaku pembina upacara Dr. Nandang Prihadi, S.Hut.,M.Sc, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur. Nandang Prihadi membacakan pidato Menteri KLHK pada upacara peringatan hari Bhakti Rimbawan tahun 2019 dengan mengusung tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”. Dalam amanat yang dibacakan pembina upacara, para rimbawan harus tetap menjunjung tinggi semangat dan dan misi keberadaan jatidiri dalam berjuang membangun kehutanan dan lingkungan. Rimbawan juga harus bekerja dengan dedikasi yang tinggi, semangat yang membara untuk negeri tercinta Indonesia, bersungguh-sungguh dan bermakna demi masa depan Negara dan Bangsa. Apel peringatan hari bhakti rimbawan tahun 2019 prov jawa timur dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terisi dari Rimbawan Dinas Kehutanan Prov. Jawa Timur, Rimbawan Balai Besar KSDA Jawa Timur, Rimbawan Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum LHK Wil. Jabalnusra, dan Rimbawan Balai Pengelolaan DAS Brantas Sampean. Selamat Hari Bhakti Rimbawan bagi kita semua, para Rimbawan Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, meridhoi segala upaya dan langkah kita bersama. “Salam Rimbawan” Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak Prov Jawa Timur Dalam Rangka Hari Bhakti Rimbawan Ke 36 Tahun 2019

Pacet Mojokerto, 16 Maret 2019. “Gerbang Mas”, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan hari Bhakti Rimbawan ke 36 tahun 2019. Gerbang Mas merupakan gerakan yang diharapkan dapat menjadikan penyemangat bagi setiap rimbawan untuk secara terus menerus menorehkan kebaikan bagi lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas untuk bersama-sama memulihkan, menjaga dan melestarikan lingkungan. Kegiatan Gerbang Mas di Prov. Jawa Timur yang dimotori oleh IKA SKMA Daerah Jawa Timur diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cleket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada tanggal 16 Maret 2019. Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Kehutanan Prov Jawa Timur, Balai Besar KSDA Jawa Timur, BPDAS Brantas Sampean, BPPHLHK Wil. Jabalnusra. Lokasi penanaman adalah kawasan Bumi Perkemahan yang berada dalam kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Luas areal penanaman 0.5 ha, jumlah bibit sebanyak 1.000 bibit dengan jenis bibit berbagai tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan. Kegiatan Gerbang Mas yang terlaksana pada tanggal 16 Maret 2019 bukan hanya dilaksanakan oleh para rimbawan prov jawa timur, namun juga diikuti oleh para keluarga rimbawan, rimbawan cilik dan masyarakat sekitar kawasan tahura Raden Soerjo dengan jumlah peserta kurang lebih 400 peserta. Alam Tidak Butuh Kita....... Tetapi kitalah yang membutuhkan alam...... Mari kita jaga, lestarikan dan kembalikan alam sesuai dengan fungsinya.......... Selamat Hari Bhakti Rimbawan “Salam Rimbawan” Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Upacara Hari Bhakti Rimbawan ke-38 Lingkup DI Yogyakarta

Yogyakarta, 18 Maret 2019. Diantara rangkaian peringatan Hari Bhakti Rimbawan (HBR) lingkup Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) D.I Yogyakarta, dilaksanakan upacara memperingati HBR, yang diselenggarakan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) D.I Yogyakarta. HBR diperingati setiap tanggal 16 Maret sejak 1983, dan kali ini merupakan HBR yang ke-36. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”, sejalan dengan semangat dan misi keberadaan serta jati diri Rimbawan dalam perjuangan pembangunan kehutanan dan lingkungan. Upacara ini diikuti oleh 9 UPT, yaitu Dinas LHK DIY, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS SOP), Perhutani, serta Fakultas Kehutanan UGM. Dalam kesempatan ini, upacara dipimpin oleh Kepala Dinas LHK DIY, sekaligus membacakan pidato tertulis Menteri KLHK, Siti Nurbaya. Dalam pidato tertulisnya dipaparkan tentang ekosistem hutan, Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), perizinan yang diberikan hingga 2018, serta pokok-pokok korektif bidang kehutanan dan lingkungan. Melalui pidato tertulisnya, menteri KLHK menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh Rimbawan seluruh Indonesia, karena berkat kerja kerasnya semua tantangan dan capaian telah dapat dilaksananakan. Juga disampaikan harapannya agar para rimbawan seluruh Indonesia dapat menjadi garda penjaga dan membangun iklim kondusif pelaksanaan Pemilu 2019. Dalam rangkaian upacara HBR 2019 juga dilaksanakan penyematan tanda satya lencana kepada para ASN UPT KLHK lingkup DI Yogyakarta, yang telah mengabdi 10, 20 dan 30 tahun. Dan di akhir upacara diumumkan para pemenang lomba olahraga dan karaoke sekaligus pemberian hadiah kepada para juara. Dan dilanjutkan acara donor darah, dengan peserta para karyawan/karyawati UPT. (tsr) Sumber : BTN Gunung Merapi (Titin Septiana)
Baca Berita

Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Tutup Rakaian PHBR Ke-36 dengan Upacara Bendera

Malinau, 18 Maret 2019. Balai Taman Nasional Kayan Mentarang telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 dengan lancar dan sukses. Setidaknya terdapat dua agenda penting yang telah dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang sejak 16 hingga 18 Maret 2019. Yang pertama adalah kegiatan penanaman pohon serentak yang dilaksanakan pada hari sabtu 16 Maret 2019 dan kedua adalah Upacara Bendera yang berlangsung pagi tadi pada pukul 07.30 Wita di halaman Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Upacara Bendera ini selain dihadiri oleh seluruh pegawai fungsional dan beberapa pejabat structural Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, juga di hadiri oleh perwakilan Kader konservasi serta TPHL TN Kayan Mentarang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Plh. Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Tamsil, S.Hut., M.Si membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehuatanan Siti Nurbaya di hadapan puluhan rimbawan yang bertugas di kawasan perbatasan Negara di Taman Nasional Kayan Mentarang. “Rimbawan adalah putra penjaga dan penyayang ibu pertiwi, itu merupakan bagian penting dari kiprah kerja yang harus dilaksanakan sepenuh hati, dalam rangka kita mewujudkan Hutan Untuk Kesejateraan rakyat dan menciptakan lingkungan yang sehat”, ungkap Tamsil mengutip sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya. Setelah upacara bendera selesai dilaksanakan, peserta upacara langsung melaksanakan senam bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan olahraga lainnya, seperti Volly dan Panahan yang dilaksanakan seluruhnya dilingkungan Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Siaran Pers Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 Lingkup Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Sintang, 18 Maret 2019. Hari Bhakti Rimbawan memiliki arti penting bagi segenap keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setiap tanggal 16 Maret diperingati sebagai Hari Bhakti Rimbawan seluruh Indonesia. Pada tanggal tersebut tiga puluh enam tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah kelahiran Departemen Kehutanan. Peringatan Hari Bhakti Rimbawan merupakan momentum yang tepat bagi para rimbawan untuk me-recharge komitmen bersama dalam upaya membangun hutan dan kehutanan Indonesia. Hari Bhakti Rimbawan lingkup Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 16 Maret 2019. Pada 15 Maret 2018 peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 ini diisi dengan kegiatan Senam Sehat Rimbawan. Senam sehat ini diikuti oleh seluruh staf pada Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dan Bripdalkar PPI Daops Sintang. Acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada peserta senam. Agenda peringatan Hari Bhakti Rimbawan dilanjutkan dengan kegiatan apel dan penanaman pohon pada 16 Maret 2019. Kegiatan apel diikuti oleh empat puluh lima orang peserta meliputi segenap Rimbawan lingkup Balai TNBBBR, SPTN Wilayah I Nanga Pinoh juga diikuti perwakilan Rimbawan dari KPH Melawi, PT. Sari Bumi Kusuma dan masyarakat desa di sekitar kawasan TNBBBR. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Acara apel digelar di Komplek Pusat Informasi TNBBBR pada wilayah kerja Resor Belaban – SPTN Wilayah I Nanga Pinoh. Dalam arahan apel tersebut, Kepala Balai TNBBBR Bapak Agung Nugroho, S.Si., M.A. menyampaikan pidato peringatan ke 36 Hari Bhakti Rimbawan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain memaparkan kondisi pengelolaan hutan Indonesia, capaian-capaian serta tantangan dalam pengelolaan kawasan hutan, dalam pidato tersebut juga disampaikan pesan kepada segenap Rimbawan agar tetap menjaga solidaritas dan kinerja yang baik untuk menghadapi tantangan pengelolaan di masa yang akan datang. Setelah pelaksanaan kegiatan apel, acara dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon dari berbagai jenis endemic seperti Ulin (Eusideroxylon zwageri), Tengkawang (Shorea spp.), Meranti (Shorea spp.) dan berbagai tanaman jenis asli lainnya. Secara simbolis Kepala Balai TNBBBR memulai agenda penanaman tersebut dengan melakukan penanaman bibit pohon Meranti Merah (Shorea sp.) didampingi oleh Plh. Kepala sub Bagian Tata Usaha BTNBBBR Bapak Zulfiady, S.Hut. pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman oleh perwakilan dari KPH Melawi, PT Sari Bumi Kusuma dan masyarakat setempat. Dari kegiatan tersebut berhasil dilakukan penanaman sebanyak lebih kurang tiga ratus bibit pohon di sekitar Pusat Informasi pada wilayah kerja Resor Belaban SPTN Wilayah I Nanga Pinoh. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 di Sulawesi Tengah

Palu, 18 Maret 2019. Dalam memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-36 tahun 2019 lingkup Provinsi Sulawesi Tengah yang diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang ada di Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Palu dan Dinas Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan peringatan ini dilaksanakan secara sederhana dengan melibatkan rimbawan/rimbawati yang bertugas di Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkokoh jiwa korsa rimbawan. Rangkaian kegiatan Hari Bakti Rimbawan ini dimulai pada tanggal 11 s.d 18 Maret 2018 melalui serangkaian pertandingan dan perlombaan yaitu bola volly, tenis meja, badminton dan futsal serta pelaksanaan kegiatan penanaman pohon pada kawasan UPT Tahura di Ngatabaru, donor darah, bakti sosial pembagian 2 ton beras di titik-titik pengungsian wilayah Sigi dan Donggala. Mengusung tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”, puncak kegiatan Hari Bhakti Rimbawan di Sulteng ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera pada tanggal 18 Maret 2019 di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Bunga Elim Somba, M.Sc dilaksanakan dengan tertib dan khidmat oleh seluruh peserta upacara. Dalam sambutannya Bunga Elim Somba, menyampaikan sambutan Menteri LHK yang antara lain menekankan di tahun 2019 dilakukan gerakan penanaman secara nasional di seluruh Indonesia. Rehabilitasi dan penanaman pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, penyelamatan dam/waduk, pemukiman serta menjaga keindahan alam sekaligus untuk perluasan kesempatan kerja, serta penyediaan kayu rakyat dan berbagai manfaat ekonomi lainnya bagi tabungan masyarakat di masa depan. Reklamasi dan rehabilitasi lahan dilakukan pada 15 Daerah Aliran Sungai (DAS), 15 danau dan wilayah bagian hulu dam pada sebanyak 65 lokasi. Sebagai penutup pidato, Menteri LHK menghimbau agar peringatan ini menjadi tempat rimbawan untuk melakukan refleksi, menggali inspirasi, motivasi dan berbagai inovasi dalam kiprah kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Penyampaian pemenang lomba dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada akhir pelaksanaan upacara. Khusus Balai Besar TN Lore Lindu keluar sebagai juara 1 untuk bola volly putri, juara 2 dan 3 untuk badminton, juara 2 untuk tenis meja serta juara 3 untuk futsal. Sumber : Balai Besar TN Lore Lindu
Baca Berita

Pelepasliaran Dugong (Dugong dugon) di perairan Pulau Lego Distrik Seget Kabupaten Sorong

Sorong, 18 Maret 2018. Setelah melalui negosiasi panjang dengan masyarakat Distrik Seget akhirnya kegiatan pelepasliaran satwa yang dilindungi Duyung atau yang lebih dikenal dengan Dugong (Dugong Dugon) dapat dilaksanakan. Dugong merupakan satu-satunya mamalia laut herbivora atau maun (pemakan dedaunan). Dugong sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumber makanan, sehingga penyebaran hewan ini terbatas pada kawasan pantai tempat ia dilahirkan. Di Indonesia sendiri, Dugong dapat dijumpai di beberapa perairan timur Indonesia salah satunya perairan Papua Barat. Pelepasliaran Dugong kehabitat aslinya dilaksanakan pada hari Senin, 18 Maret 2019 di perairan Pulau Lego Distrik Seget. Kegiatan pelepasliaran Dugong melibatkan BBKSDA Papua Barat LOKA PSPL Sorong, Pengawas Perikanan, Kapolsek Seget, Kepala Kampung Seget serta Sekretaris Dewan Adat Seget. Lokasi pelepasliaran berada di Perairan Pulau Lego kurang lebih 15 menit dari Kampung seget menggunakan perahu longboard. Dugong yang dilepasliarkan berasal dari perairan Seget yang tanpa sengaja masuk kedalam jaring warga yang melaut disekitar periaran seget saat air laut sedang surut pada bulan Januari 2019. Sebelumnya masyarakat telah melepaskan kembali ke perairan akan tetapi Dugong tersebut kembali terjaring oleh masyarakat dan kemudian dipelihara. Keberadaan Dugong yang dipelihara masyarakat ini kemudian diketahui oleh penyuluh dari LOKA PSPL Sorong dan meminta masyarakat untuk melepaskan kembali ke habitat aslinya, masyarakat yang memelihara Dugong tersebut menyetujui dengan syarat diberikan insentif ganti rugi sebesar 10 Juta Rupiah. Melihat hal tersebut penyuluh LOKA PSPL Sorong kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Seget untuk dapat bernegosiasi dengan masyarakat. Hasil akhir negosiasi memutuskan akan dilaksanakan pelepasliaran Dugong tersebut dengan tetap memberikan insentif kepada masyarakat yang memeliharanya. Pelepasliaran Dugong berjalan dengan lancar, cuaca perairan cerah dan mamalia laut tersebut telah kembali ke habitat aslinya. Diharapkan satwa yang masuk kategori rentan oleh IUCN ini dapat tetap terjaga kelestarian populasinya mengingat Dugong menjadi hewan buruan selama beribu-ribu tahun untuk diambil daging dan minyaknya. Kawasan penyebarannya pun semakin berkurang dan populasinya semakin menghampiri kepunahan. (S.M) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Ragam Budaya Semarakan Peringatan Upacara Puncak Hari Bhakti Rimbawan

Putusibau, 18 Maret 2019. Upacara Bendera dalam rangka puncak peringatan Hari Bhakti Rimbawandi Balai Besar TaNa Bentarum berlangsung dengan khidmat. Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir. Membacakan amanah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nasir menyampaikan “Pada April 2018, Presiden menegaskan untuk dilakukan reklamasi dan rehabilitasi hutan secara besar-besaran mulai tahun 2019. Harus dilakukan gerakan penanaman secara nasional di seluruh Indonesia. Rehabilitasi dan penanaman pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, penyelamatan dam/waduk, pemukiman serta menjaga keindahan alam sekaligus untuk perluasan kesempatan kerja, serta penyediaan kayu rakyat dan berbagai manfaat ekonomi lainnya bagi tabungan masyarakat di masa depan.” “Peringatan Hari Bhakti Rimbawan saat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk kita melakukan refleksi, menggali inspirasi, motivasi dan berbagai inovasi dalam kiprah kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, di mana kita bertugas, rimbawan adalah sosok yang kuat dalam identitas, skill, perspektif berpikir, solidaritas dan bergotong royong, rimbawan juga sosok yang teguh dan tangguh, kuat dan disiplin dalam kerja dan pantang surut hadapi tantangan lapangan, “imbuh Nasir menutup sambutan. Puncak Upacara Bendera Peringatan Hari Bhakti Rimbawan kali ini dihiasi dengan pakaian adat lokal dan nusantara yang digunakan oleh para peserta. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan ”Pada puncak peringatan hari Bhakti Rimbawan ke-36 ini kami ingin menonjolkan harmoni antara budaya dan alam, ini kami tunjukan dengan penggunaan pakaian adat lokal dan nusantara dalam Upacara”. Keragaman budaya memang menjadi salah satu andalan untuk mampu meningkatkan pemasukan dari sektor wisata melalui atraksi budaya. Apa yang ditampilkan oleh Balai Besar TaNa Bentarum mungkin bukan hal yang baru bahkan banyak dilakukan oleh instansi lain. Namun demikian, hal ini menjadi sebuah terobosan baru dalam upaya meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk mencintai adat dan budayanya khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu eksistensi budaya dan adat setempat juga telah dijamin oleh negara sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengelolaan hutan termasuk kawasan konservasi. “Kami ingin menumbuhkan kembali budaya dan adat masyarakat lokal sehingga ke depannya masyarakat menjadi mitra utama kami dalam melestarikan kawasan Taman Nasional”, pungkas Arief menutup wawancara. Pada saat upacara disampaikan juga penghargaan kepada ASN berupa Satya Lencana Karya 30 Tahun, 20 Tahun dan 10 Tahun. Penghargaan juga diberikan kepada Tenaga Fungsional Polhut Terbaik atas nama Irman Fajar, Pengendali Ekosistem Hutan Terbaik atas nama Ahmad Gozali Darda, Tokoh Masyarakat Teladan atas nama Sinaryo (Kepala Desa Vega), Anggota Purna Saka Wana Bhakti Terbaik atas nama Imam Agung Prastowo, Kader Konservasi Teladan atas nama Agustinus Surya Indrawan, Kelompok Pecinta Alam Terbaik kepada Kelompok Pecinta Alam Bumi Penepian, dan Tenaga kontrak terbaik atas nama Andi Tarsita. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Penanggung jawab Berita : Dian Banjar Agung (08113514841)

Menampilkan 5.953–5.968 dari 11.140 publikasi