Sabtu, 25 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Wujudkan Orang Rimba Sebagai Subjek Pengeloaan Kawasan Konservasi

Sarolangun, 21 Maret 2019. Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) terus berupaya menjadikan masyarakat sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan melalui kegiatan yang diberi judul “Membangun agenda bersama, memadukan aturan adat dengan aturan negara dalam pengelolaan TNBD”. Tujuannya adalah untuk mewujudkan mandat khusus pengelolaan TNBD sebagai ruang hidup Orang Rimba yang sejalan dengan upaya konservasi kawasan. Pada tahun 2019 ini dilanjutkan dengan “Agenda Bersama jilid II” tentang rencana pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam di masing-masing zona/ruang adat TNBD. Dialog pertama telah dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Maret 2019 bertempat di Balai Betotomuon “Kartika” Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun dengan jumlah peserta kurang lebih 60 orang terdiri dari perwakilan 13 kelompok temenggung yang ada di kawasan TNBD serta para pihak terkait. Tambahan para pihak yaitu Kecamatan Air Hitam, Kepala Desa Pematang Kabau, LSM Yayasan Prakarsa Madani, PT. Sari Aditya Loka (PT.SAL), PT. Wana Perintis, PT. Limbah Kayu Utama (LKU), PT. Bahana Karya Semesta (PT.BKS), PT.Sawit Desa Makmur (PT.SDM), Koramil Pauh, KPHP Batang Hari, Jenang, Tim Gugus Multi Pihak (GTM) KSDAE, dan perwakilan Direktorat PIKA. Acara dialog dibuka dengan paparan tentang latar belakang dan tujuan Agenda Bersama Jilid II oleh Haidir, S.Hut, M.Si, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian pandangan setiap Temenggung terkait pemanfaatan sumber daya alam dan aturan adatnya. Hasil dialog ini antara lain disepakati untuk dilakukan sosialisasi mengenai zonasi/tata ruang adat kepada tiap-tiap Temenggung sekaligus membahas secara detail aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan pada tiap-tiap zona/ruang adat. Selanjutnya berdasarkan hasil sosialisasi tersebut, akan dilakukan survey sumber daya alam secara bersama antara para pihak dengan Orang Rimba/SAD. Pertemuan selanjutnya akan membahas secara lebih detail teknis penyusunan rencana pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di masing-masing zona/ruang adat Orang Rimba/SAD. Hasil akhir Agenda Bersama Jilid II ini berupa rencana pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di masing-masing zona/ruang adat dan sekaligus menjadi Dokumen Rencana Pengelolaan/Seloko Adat TNBD. Keterlibatan para pihak khususnya Orang Rimba/SAD dalam setiap tahapan Agenda Bersama Jilid II ini diharapkan akan mewujudkan program-program pengelolaan yang tepat sasaran untuk mewujudkan tujuan pengelolaan kawasan TNBD. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Duabelas Penanggung jawab berita : Hubungan Masyarakat Balai TNBD Asri Buliyansih – 0813 1111 4507
Baca Berita

Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Menjadi Tuan Rumah Diklat Polhut Tahun 2019

Cimande, 19 Maret 2019. Untuk peningkatan keterampilan Polhut, BP2SDM KLHK melaksanakan Diklat alih tingkat Polhut terampil ke Polhut ahli dan melaksanakan praktek lapangan di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kegiatan mengambil lokasi di Santa Monica dan Resort PTN Cimande, SPTN V Bodogol, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Praktek yang dilaksanakan pada 14 – 19 Maret 2019 ini, diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari UPT Gakkum, PPI, dan KSDAE, dibuka secara resmi oleh Bapak Novianto Bambang W. selaku ketua panitia penyelenggara dan dihadiri oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Kapolsek Caringin, Koramil Ciawi, Kepala Seksi PTN Wilayah V Bodogol, Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos. Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor Dadang Suryana mewakili kepala Balai Besar memberikan sambutan dan menyampaikan sekilas tentang pengelolaan TNGGP. Selama kegiatan lapangan, peserta didampingi oleh Polhut Bidang PTN Wilayah III Bogor. Untuk kelancaran pelaksanaan praktek, peserta dibagi dalam 3 kelompok, masing-masing didampingi 2 orang Polhut. Materi praktek terdiri dari patroli, penjagaan, penangkapan, dan pemberdayaan masyarakat. Praktek patroli, penjagaan, dan penangkapan dilaksanakan di kawasan hutan Resort PTN Cimande. Sedangkan untuk praktek terkait pemberdayaan masyarakat dilakukan kunjungan Kelompok Tani Hutan (KTH) LBC Lestari di wilayah kerja Resort PTN Tapos, KTH Wangunjaya desa Pasir Buncir dan KTH Kompak di Desa Nanggerang keduanya termasuk wilayah kerja RPTN Bodogol. Dalam kegiatan ini peserta melakukan interaksi langsung dengan anggota KTH, menggali informasi lebih dalam terkait pemanfaatan jasa lingkungan, pemungutan hasil hutan bukan kayu, dan tanaman sereh wangi untuk meminimalisir konflik dengan satwa. Kunjungan terakhir dilakukan dengan masyarakat mitra Polhut (MMP) yang berada di kampung Leuwisapi, Desa Lemah Duhur wilayah kerja RPTN Cimande. Di sini peserta melakukan dialog dengan masyarakat tentang alasan warga masyarakat kampung Leuwisapi mau menjaga kawasan hutan, cara yang ditempuh masyarakat untuk menghutankan kembali lahan bekas garapan masyarakat, pendekatan yang dilakukan sehingga penggarap mau meninggalkan lahan garapannya, dan cara menjalin keharmonisan antara petugas dan penggarap, serta harapannya kedepan jika hutan sudah lestari. Kegiatan Diklat ini berakhir pada 19 Maret 2019. Upacara penutupan dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB ditutup oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat Teknis M. Tangkas. Dari 30 peserta Diklat semuanya dinyatakan lulus, dengan predikat memuaskan sebanyak 12 orang dan sangat memuaskan 18 orang. Lima lulusan terbaik diraih oleh Agus Komarudin dari BBKSDA Jawa Barat, Indra Hari Gunawan dari BPPHLHK Maluku Papua, Samsul Bachri, dari BTN Berbak dan Sembilang, Indra Lestari Marunduh dari BPPHLHK Sulawesi, dan terbaik pertama Syufriadi dari BPPHLHK Sumatera. Selamat, bagi para lulusan Diklat semoga sukses selalu ! Sumber: Rina Wulandari, A. Md – Polhut Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Bersinergi Menyusun RKT Kelompok Binaan Balai TN MerBeti

Kalibaru, 21 Maret 2019. Kelompok SPKP Multi Kreasi Sejahtera di Desa Kebonrejo, Kec. Kalibaru merupakan salah satu kelompok binaan Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti). Tim Pendampingan masyarakat yang terdiri dari penyuluh kehutanan, staf Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru, Kepala Resort Malangsari dan anggotanya pada Kamis, 21 Maret 2019 mengadakan Forum Grup Discussion (FGD) guna penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Kelompok SPKP Multi Kreasi Sejahtera. Bertempat di Balai Desa Kebonrejo, acara ini dihadiri juga oleh Kepala Desa Kebonrejo, Sekdes, Sekcam Kec. Kalibaru, Babinsa Koramil Kalibaru. Hasilnya tersusun dokumen RKT SPKP Multi kreasi Sejahtera dengan skala prioritas peningkatan kapasitas managemen kelompok, peningkatan ketrampilan usaha produktif seperti budidaya jamur tiram, pengolahan kopi, dan budidaya ikan air tawar. Untuk mensukseskan pelaksanaan RKT, masyarakat bersama TN MerBeti didukung penuh oleh Pemerintah Desa Kebonrejo dan Kec. Kalibaru. Arif Rahman, SH selaku Kepala Desa Kebonrejo berjanji akan menganggarkan sebagian dari anggaran desa untuk mendukung out put RKT. Pihak Kecamatan Kalibaru akan menghubungkan kelompok dengan pihak ke-3 yang memiliki dana CSR untuk membantu mewujudkan program kegiatan hasil RKT. “Sering-sering bertemu masyarakat untuk menghimpun aspirasi/ keinginan yang dapat kita support.” pesan Maman Surahman, S.Hut, M.Si, Kepala Balai TN MerBeti. Duduk bersama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan seperti ini adalah melaksanakan salah satu dari 10 cara baru kelola KK, lanjutnya. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Meriahnya Rangkaian Hari Bhakti Rimbawan BTN Bukit Tiga Puluh

Rengat, 18 Maret 2019. Hari Bhakti Rimbawan merupakan momen yang sangat sayang dilewatkan untuk diperingati oleh para rimbawan. Tema peringatan Hari Bhakti Rimbawan tahun ini adalah “Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”. Beberapa rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 ini dari tanggal 16 sampai dengan 18 Maret 2019. Tidak hanya sendiri dalam menyemarakkan Hari Bhakti Rimbawan tahun ini, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) turut menggandeng pihak lain seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai TNBT, Manggala Agni Daops Rengat, mitra kerja Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) dan Mahasiswa-mahasiswi Kehutanan Universitas Riau. Sabtu / 16 Maret 2019, dilaksanakan perlombaan dengan peserta dari berbagai segmen . Lomba segmen anak-anak meliputi lomba mengenal bau bumbu dapur dan bertujuan untuk mengenalkan tumbuhan rempah Indonesia. Lomba dengan segmen perempuan adalah lomba makan kuaci dan tahu pedas dengan peserta Ibu-ibu DWP Balai TNBT dan mahasiswi Kehutanan Universitas Riau. Lomba segmen laki-laki adalah lomba Futsal dengan peserta Manggala Agni Daops Rengat, Yayasan PKHS dan Balai TNBT. Minggu / 17 Maret 2019, Balai TNBT melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan pemeliharaan tanaman secara internal. Jenis yang ditanam adalah Ketapang, Beringin (focus sp) dan Cemara. Kegiatan pemeliharaan pohon jenis Sirsak sebanyak kurang lebih 500 batang dilakukan di Obyek Wisata Danau Meduyan dan Makam Raja Kota Lama. Pemeliharaan melalui pemupukan dan pembersihan gulma terhadap tanaman Sirsak yang telah ditanam pada tgl 28 November 2018 (perawatan tahun ke-2). Kegiatan ini dilaksanakan bersama BTNBT, Manggala Agni Daops Rengat, Yayasan PKHS, Mahasiswa/i Univ. Riau dan masyarakat sekitar Danau Menduyan dan Makam Kota Lama. Khusus daerah Riau, kegiatan penanaman pohon ini dilakukan secara serentak di Taman Wisata Alam Buluh Cina pada Senin, 18 Maret 2019 dikoordinir oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera Pekanbaru. Senin / 18 Maret 2019, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Bhakti Rimbawan dan penyerahan bantuan sosial berupa pakaian layak pakai dan alat tulis dari DWP BTNBT untuk masyarakat tradisional suku Talang Mamak, dilanjutkan lomba masak nasi goreng dengan peserta semua pegawai laki-laki Balai TNBT. Berikut dilaksanakan aksi sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Rengat, jumlah kantong darah (pendonor) sebanyak 20 kantong dari 26 orang. Semoga melalui rangkaian acara tersebut tersebut dapat meningkatkan semangat dan jiwa korsa para rimbawan TNBT serta menguatkan jalinan silaturahmi dengan keluarga besar, mitra dan masyarakat, serta dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat dan lingkungan sehat sesuai dengan tema Peringatan Hari Bhakti Rimbawan tahun ini. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Penanggung Jawab Berita : Koordinator Bagian Data, Evlap dan Humas Astri Meirani Mulyono Putri - 0812-2968-597
Baca Berita

Kawasan Penyangga Suaka Margasatwa Budidaya Itik Petelur

Tabunganen, 21 Maret 2019 – Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru, Mokh. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si, dan Kepala Resort SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget Bapak Barkati beserta tim mengunjungi Kelompok Masyarakat Budidaya Itik Petelur Maju Bersama di Desa Telan Besar, Kecamatan Tabunganen pada tanggal 21 Maret 2018. Kedatangan ini dalam rangka monitoring dan pendampingan kelompok yang merupakan kelompok binaan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Pertemuan ini tidak hanya untuk bersilaturahmi namun juga untuk mengevaluasi kegiatan budidaya itik petelur yang sudah berjalan kurang lebih lima bulan sejak Oktober 2018. Bantuan yang diberikan berupa dana yang digunakan sebagai modal untuk beternak itik petelur. Dipilihnya budidaya itik petelur sesuai dengan kondisi alam dan aspirasi masyarakat Desa Telan Besar yang berdampingan dengan kawasan SM Kuala Lupak. Saat ini jumlah itik petelur yang dimiliki kelompok sebanyak 110 ekor dan dapat menghasilkan 80 buah telur setiap harinya. Pendapatan tiap bulannya terus meningkat dan cukup dapat menjadi pemasukan tambahan bagi anggota kelompok. Perkembangan produksi telur selama dua bulan terakhir cukup baik, diharapkan terus ada peningkatan pendapatan untuk kedepannya. Ketua kelompok Maju Bersama, Bapak Helmi dan anggota kelompok, Bapak Anang Haris juga menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi pada pertemuan ini. Harga pakan itik yang dalam beberapa bulan terakhir terus naik menjadi kendala karena biaya produksi semakin membengkak. Tidak hanya itu, beberapa itik sudah tidak terlalu produktif lagi dikarenakan umur. Mereka menilai perlu adanya regenerasi itik petelur dengan yang baru. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai sangat mengapresiasi dan mendukung kemajuan yang telah dicapai. Disarankan untuk mengatasi permasalahan harga pakan dengan menggunakan pakan alternaif yang harganya lebih terjangkau. Sedangkan untuk regenerasi itik yang sudah tidak produktif dapat diatasi dengan mengkaji lebih jauh mengenai umur produktif dan tingkat produktifitas itik petelur tersebut. Koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Peternakan sangat diperlukan kedepannya. Tidak hanya itu, untuk kedepannya dicanangkan pengembangan untuk pengolahan telur itik hasil budidaya kelompok Maju Bersama. Saat ini telur yang diperoleh langsung dijual kepada pelanggan dalam keadaan mentah. Jika produksi telur itik sudah meningkat dan stabil, kedepannya dilakukan pelatihan dan pendampingan untuk mengolah telur tersebut menjadi telur asin atau olahan telur lainnya. Pengolahan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok Maju Bersama. Usaha budidaya itik oleh kelompok Maju Bersama ini didukung penuh oleh Balai KSDA Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi untuk mengurangi dampak negatif aktivitas masyarakat di dalam kawasan dan membangun harmonisasi antara masyarakat dengan pengelola kawasan. Keberhasilan usaha ini kedepannya diharapkan dapat menjadi contoh dan diterapkan oleh masyarakat sekitar untuk mengelola usaha yang dapat berdampingan dengan kegiatan konservasi sumber daya alam. (jrz) Sumber : Tisha Wildayanti Ramadhini, S.Hut - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Hari Bakti Rimbawan Maluku Utara, Dari Donor Darah Sampai Perebutan Gelar Juara

Sofifi, 21 Maret 2019. Hari Bakti Rimbawan di provinsi Maluku Utara dilaksanakan dengan melibatkan semua UPT Kementerian LHK seperti Balai TN Aketajawe Lolobata, Balai PDASHL Akemalamo, dan Seksi KSDA ternate termasuk Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan mitra. Rangkaian Hari Bakti Rimbawan di Maluku Utara berlangsung selama 3 (tiga) hari. Sejak hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 telah dilakukan beraneka perlombaan antar instansi lingkup kehutanan dan lingkungan hidup dan mitra. Jenis perlombaan yang dilombakan adalah voli, sepak bola gawang kecil, bulu tangkis, tenis meja, dan menyanyi. Perlombaan dilaksanakan di Sofifi, di Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Selain perlombaan juga dilakukan kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan. Juara umum perlombaan di raih kembali oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Hal ini menegaskan bahwa Balai TNAL merupakan langganan juara pada perlombaan Hari Bakti Rimbawan, karena telah mengoleksi piala juara umum selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan donor darah oleh para rimbawan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Heboh Lebah Raksasa, Komda SDG Malut Adakan Pertemuan di BTN Aketajawe Lolobata

Sofifi, 21 Maret 2019. Lebah raksasa atau Megachile pluto menjadi perbincangan peneliti dan akademisi beberapa bulan terakhir. Menyikapi hal tersebut, Komisi Daerah Sumber Daya Genetik (Komda SDG) Maluku Utara menggelar pertemuan anggota. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019 di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara selaku Wakil Ketua Komda SDG tersebut dihadiri juga oleh Bappeda Provinsi Maluku Utara, Wallacea Nature, Pemandu Lokal, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Balai KSDA Maluku Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, BPTP Maluku Utara, LPPM Universitas Khairun dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara. Pada kesempatan tersebut pemandu wisata setempat menceritakan tentang kronologis kedatangan Clay, fotografer serangga, beserta rekanannya yang berhasil mendokumentasikan Lebah Raksasa Wallace tersebut. Kronologis ini perlu disampaikan untuk meluruskan beberapa pemberitaan yang simpang siur terhadap penemuan kembali lebah endemik Maluku Utara ini. Balai TNAL juga menyampaikan bahwa pihak pusat, Direktorat KKH, LIPI, Puslitbanghut, dan BKSDA Maluku telah mengadapkan pertemua atas temuan Lebah Raksasa tersebut. Hasil pertemuan tingkat pusat tersebut menghasilkan arahan dari Direktur KKH agar Balai TNAL bersama Balai KSDA Maluku segera melakukan pre-survei sebelum tim gabungan dari pusat melakukan survei bioekologi terhadap lebah tersebut. Pertemuan Komda SDG Malut ini menghasilkan 7 (tujuh) rekomendasi yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Maluku Utara. Diantara rekomendasi tersebut diantaranya adalah melakukan riset bersama terhadap Megachile pluto dan seluruh pihak akan melakukan pengawasan terpadu terhadap peredaran pemanfaatan, dan perlindungan lebah raksasa. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Persaingan Sehat dalam Mendampingi Masyarakat

Jember, 21 Maret 2019. Sebagaimana resort-resort lain yang ada di Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti), Resort Baban Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru juga tidak mau ketinggalan dalam melakukan kegiatan pendampingan masyarakat. Sulistrianto, S.Si, M.Si (Kepala SPTN Wilayah III) dan petugas Resort Baban telah melaksanakan musyawarah/fokus group diskusi bertempat di Ruang Pertemuan Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada hari Kamis, 21 Maret 2019. Kegiatan musyawarah ini sebagai bentuk fasilitasi dan pendampingan yang melibatkan unsur kelompok kerja (Pokja) Baban Lestari, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Mulyorejo, Kelompok Darwis, BPD, Pemdes Mulyorejo, serta Muspika Kecamatan Silo. Adapun fokus musyawarah mengenai Penyusunan Rencana Kerja Tahun (RKT) 2019 Kelompok Kerja (Pokja) Baban Lestari. Hasil akhir dirumuskan beberapa butir keputusan yaitu 1. Melanjutkan program kerja tahun 2018 berupa delapan butir yang belum terealisasi; 2. Akan membuat proposal untuk diajukan ke instansi terkait yang akan diendorse oleh BTN MerBeti; 3. Muspika Silo, Pemdes Mulyorejo , Pokja dan TN MerBeti sepakat akan memanfaatkan kantor Resort Baban sebagai Sekretariat Pusat pembuatan proposal dan kegiatan lain; 4. Khusus kelompok penerima bantuan kambing PE akan melaksanakan musyawarah lanjutan tersendiri; 5. Akan melakukan studi banding pembelajaran teknik budidaya lebah madu Apis mellifera; 6. Alat penghancur kotoran kambing akan dibuatkan tempat tersendiri dan masing - masing anggota Pokja dipersilakan memanfaatkan; 7. Kontribusi oleh anggota bagi kepengurusan Pokja akan diputuskan dalam diskusi lanjutan tersendiri dan 8. RKL 2015 sd 2019 telah selesai sehingga disarankan menyusun RKL periode 2020 sd 2024 Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Dorong Kawasan Ekosistem Esensial Bersama Parapihak

Rantau, 20 Maret 2019 – Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi KSBTU Suwandi S.Hut.,M.A dan Kepala Seksi I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut.,M.Hut beserta tim mengunjungi PT. Antang Gunung Meratus (PT. AGM) pada tanggal 20 Maret 2019. Kedatangan rombongan Balai KSDA Kalimantan Selatan disambut hangat oleh pihak PT. AGM yang diwakili oleh Timbul Raharjo SE dan Jeni SE selaku Ecotourism Officer PT. AGM. Setelah dilaksanakan Induction Safety di kantor PT. AGM, kunjungan dilanjutkan ke lokasi Ekowisata Bekantan. Lokasinya berjarak 30 menit dari kantor PT. AGM dan ditempuh melalui jalan tambang kemudian dilanjutkan menggunakan speed boat. Kawasan Ekowisata Bekantan PT. AGM memiliki luas 90 (sembilan puluh) hektar sesuai Surat Keputusan Bupati Tapin No.188.45/060/KUM/2014 tentang Penetapan Kawasan Bernilai Penting bagi konservasi Species Bekantan (Nasalis Larvatus) Di Kabupaten Tapin, merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial. Terjadi kebakaran besar pada tahun 2015 yang mengakibatkan sebagian besar lahan Ekowisata terbakar, agar hal tersebut tidak terulang kembali, sebagai langkah pencegahan PT. AGM membentuk tim khusus beranggotakan 12 (dua belas) orang dan melibatkan masyarakat sekitar khusus untuk menangani masalah kebakaran lahan, tutur Jeni. Sejak tahun 2016 PT. AGM telah melakukan rehabilitasi pada lahan Ekowisata, dengan adanya potensi Fauna Bekantan pada lokasi tersebut, PT. AGM melakukan penanaman pohon pakan untuk Bekantan seperti tanaman Pulantan, Pakis, Belangiran, Sengon, galam, rambai padi dan Jambu-jambuan. Selain itu juga telah dibangun kandang habituasi seluas 18 m2 dan beberapa shelter untuk memfasilitasi Bekantan berteduh dan makan, tambah Timbul. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada PT. AGM karena telah peduli dengan keberadaan Fauna Endemik Kalimantan Selatan yaitu Bekantan dan berperan aktif dalam melestarikan lingkungan. Mahrus menyarankan segera dilaksanakan penanaman pohon-pohon besar untuk tempat tinggal Bekantan seperti Rambai dan Matoa. Juga pohon buah-buahan dan Kaliandra. Pohon buah-buahan akan meningkatkan keanekaragaman burung sedangkan Kaliandra akan menarik perhatian lebah madu sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar, pungkasnya. Kepedulian parapihak, seperti yang dilakukan oleh PT. AGM merupakan kontribusi nyata dalam memperkaya dan memperluas kawasan untuk satwa dan tumbuhan liar d luar kawasan konservasi. Kegiatan pengembangan KEE di Indonesia dalam rangka memberi kesempatan parapihak berperan aktif terhadap perlindungan dan pengawetan tumbuhan dan satwa liar. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

25 Peserta Prolat BA Gakkum Polair Praktek Ke BBKSDA Jatim

Sidoarjo, 21 Maret 2019. Sebanyak 25 Peserta Prolat BA Gakkum Polair – SPN Mojokerto beserta pendampingnya melakukan kunjungan praktek ke kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur di Juanda – Sidoarjo, 21 Maret 2019. Selama sehari, para peserta menggali informasi mengenai peredaran tumbuhan dan satwa liar. Dalam arahannya, AKBP Ir. Andar Praminto menjelaskan bahwa siswa-siswa Program Latihan ini berasal dari wilayah Polres yang memiliki wilayah perairan. “Mereka ditunjuk untuk mengikuti pelatihan ini karena dianggap mampu menjadi penyidik di wilayah perairan, sehingga diharapkan dapat menyerap ilmu dari BKSDA mengenai satwa yang dilindungi, dan dapat diterapkan di daerah masing-masing,” ujar Andar. Para peserta diterima oleh Kepala Bidang Teknis KSDA, Ir. Hartojo, di ruang rapat beserta staf Seksi Pelayanan dan Pemafaatan. Dalam sambutannya, Hartojo memberikan gambaran awal tentang peraturan dan mekanisme peredaran tumbuhan dan satwa liar. “Semoga bisa sinergis lebih baik lagi antara Kepolisian dengan BKSDA di waktu mendatang,” harapnya. Selanjutnya, Fajar Hasan Fadli (PEH Pelaksana) memberikan materi mengenai Tugas Pokok Balai Besar KSDA Jawa Timur sebagai penyelenggaraan konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Ia juga menjelaskan mengenai dasar peraturan yang digunakan dalam penanganan peredaran satwa liar. Mulai Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 hingga produk terbaru Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam. Beberapa pertanyaan sempat dikemukakan peserta, antara lain mengenai dokumen angkut satwa, kuota tangkap satwa, konflik satwa liar, penangkaran, pengambilan spesimen untuk penelitian, hingga perlakuan terhadap satwa sitaan. Diakhir kunjungan prakteknya, para peserta mengunjungi kandang transit untuk lebih mengenal satwa liar hasil sitaan dan penyerahan dari masyarakat. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Masyarakat Dusun Terpencil Tak Luput Dari Sasaran Pendampingan

Sukamande, 21 Maret 2019. Petugas Resort Sukamade Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I melakukan kegiatan Pendampingan Kelompok Kerja Masyarakat Peduli Sukamade (MPS) pada tanggal 21 Maret 2019. Kegiatan yang dilakukan adalah wawancara dengan Bapak Edi selaku Ketua Kelompok MPS untuk mengumpulkan data dan informasi terkait program dan kegiatan kelompok yang telah dan akan dilaksanakan. Selain itu tim juga menanyakan progres bantuan alat pembuatan kerajinan/ souvenir dan olahan makanan yang telah diserahkan pada tahun 2018 kemarin. Kegiatan pembuatan souvenir berupa gantungan kunci dari batok kelapa belum berjalan secara optimal dikarenakan masih terkendala musim hujan, sehingga terkendala proses pengeringan. Bapak Edi juga menjelaskan banyak program kelompok MPS yang belum bisa berjalan dengan baik seperti pengelolaan penyebrangan (getek), objek wisata, pemanduan, dll. Oleh karena itu, Bapak Edi butuh dukungan dan pendampingan secara intens dari berbagai pihak khususnya Balai TN MerBeti untuk mengaktifkan kembali kelompok MPS ini. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Rapat Bersama Burung Indonesia dan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 21 Maret 2019. Burung Indonesia kembali melakukan rapat bersama di Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) pada tanggal 19 dan 20 Maret 2019. Agenda rapat tersebut adalah pemaparan hasil investigasi sementara peredaran dan perburuan burung paruh bengkok di Provinsi Maluku Utara, persiapan pengisian materi/bahan di gedung pusat informasi Suaka Paruh Bengkok, dan Penyusunan Rencana Kerja (RKT) tahun 2019 serta evaluasi kegiatan tahun 2018. Hasil investigasi sementara peredaran burung paruh bengkok diantaranya adalah adanya penurunan tingkat kategori perburuan pada beberapa desa dari 27 desa yang dijadikan lokasi penelitian serta motif ekonomi bukan menjadi penyebab utama dari perburuan burung tersebut. Burung Indonesia berkomitmen membantu pengisian bahan materi atau media pada Suaka Paruh Bengkok termasuk memberikan dukungan terhadap rencana Balai TNAL dengan Kesultanan Tidore untuk melakukan pengukuhan kawasan TNAL secara adat oleh Sultan Tidore di Kedaton Tidore. Pelaksanaan program kerja sama antara Burung Indonesia dengan Balai TNAL sebagian besar telah dilaksanakan, diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat, rapat penyusunan roadmap pengelolaan Suaka Paruh Bengkok dan peningkatan kapasitas SDM. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Edukasi Konservasi di Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 21 Maret 2019 - Halo para pejuang konservasi, hari ini (21/3) Balai Besar KSDA Riau sangat bersemangat karena dikunjungi para pejuang muda konservasi dari SMP Metta Maitreya Pekanbaru. Apalagi ke 85 pelajar kelas VII dengan dua guru pembimbing SMP tersebut sangat antusias mengikuti pembelajaran yang disampaikan Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Besar KSDA Riau, Bastianto. Materi yang disampaikan keren keren loh, tentang peran Balai Besar KSDA Riau dalam konservasi satwa dan tumbuhan yang dilindungi terus penjabaran akan konservasi itu sendiri. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para pejuang muda dan dijawab pemateri dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Setelah itu mereka diajak melihat langsung satwa dilindungi yang diobservasi di kandang transit Balai Besar KSDA Riau. Dan tidak ketinggalan tentu saja kami ajak mereka berwefie. Asyik banget kan? Makanya kami tunggu kedatangan para pejuang muda konservasi dari sekolah lainnya ya... Pokoknya CONSERVATION #everyonecandoit deh..... Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pengembangan Kawasan Geopark Ujung Kulon di Pandeglang

Carita, 21 Maret 2019. Dalam rangka pengembangan Geopark Ujung Kulon, Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang bersama-sama stakeholder terkait, termasuk didalamnya Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengadakan diskusi untuk membentuk Badan Pengelola Geopark Ujung Kulon di Hotel Wira Carita, Pandeglang. Geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi yang unik/khas di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Istilah Geopark merupakan singkatan dari “ Geological Park ” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai taman geologi atau taman bumi. Kawasan Geopark Ujung Kulon yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang meliputi 8 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Sumur, Cimanggu, Panimbang, Cigeulis, Sukaresmi, Pagelaran, Labuan, dan Carita, termasuk didalamnya adalah kawasan TN. Ujung Kulon. Selain kriteria keanekaragaman hayati, TN. Ujung Kulon masuk sebagai wilayah pengembangan Geopark Ujung Kulon karena memiliki keunikan geologis. Pulau Panaitan, yang masuk dalam kawasan TN. Ujung Kulon, sekitar 20 juta tahun yang lalu merupakan gunung api purba. Saat ini di Pulau Panaitan tepatnya di puncak Gunung Raksa juga terdapat peninggalan arkeologi berupa patung Ganesha. Di Cibunar terdapat sandstone, batuan yang terbentuk dari pasir pantai yang mengeras, yang merupakan fenomena geologi yang langka. Serta keberadaan bukti-bukti sejarah letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 di Tanjung Layar dsk. Badan Pengelola Geopark Ujung Kulon terdiri dari beberapa institusi pemerintah, swasta dan NGO. Turut serta mendampingi dalam proses pengembangan Geopark Ujung Kulon adalah Kementerian Pariwisata, Kementerian ESDM dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Dengan pembentukan Badan Pengelola Geopark Ujung Kulon ini diharapkan dapat mempercepat proses pengajuan penetapan Geopark Ujung Kulon sebagai Kawasan Geopark Nasional. Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Geliat Petugas Balai TN MerBeti Dalam Mendampingi Masyarakat

Jember, 20 Maret 2019. Pendampingan kelompok masyarakat desa penyangga di Desa Andongrejo yaitu dengan pertemuan kelompok Kandangmotor 2 dan Timursawah 2 pada tanggal 20 Maret 2019. Kegiatan ini dilakukan petugas Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) yang terdiri dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Hutan (Polhut) dan Penyuluh dengan mengundang aparat Desa Andongrejo dan Ketua IKM (Industri Kecil Menengah) Jember. Pertemuan bertempat di rumah Bapak Suwandono (ketua kelompok Kandangmotor 2) dan di rumah Bapak Mistam (kelompok Timur Sawah 2). Nuril Anwar (Ketua IKM Jember) selaku narasumber menyatakan bahwa kebutuhan industri keripik nangka miliknya masih terkendala kurangnya bahan baku. Kapasitas produksi keripik nangka mampu menerima bahan baku sampai 15 ton buah nangka per bulan untuk memenuhi kebutuhan ekspor, lanjutnya. Dengan informasi tentang pangsa pasar yang demikian besar membuat masyarakat antusias untuk untuk memelihara tanaman nangkanya dan bahkan berkeinginan untuk mencari bibit nangka dengan kualitas yang unggul. Pihak pemerintah Desa juga sangat mendukung dan akan menjadi bahasan di tingkat pemerintah Desa Andongrejo. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Geliat Kegiatan di Seksi Konservasi Wilayah II Batam

Pekanbaru, 20 Maret 2019. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam Balai Besar KSDA Riau, Decky Hendra Prasetya bersama Tim melaksanakan patroli rutin di Kampung Tembesi Buton TWA. Muka Kuning pada Selasa, 19 Maret 2019. Tim juga melakukan pembersihan areal telaga Bumi Perkemahan yang berlokasi di kawasan konservasi tersebut sebagai salah satu upaya persiapan menjadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional 2019 yang berskala Nasional. Sebelum melakukan kegiatan, Tim mengikuti undangan sosialisasi RHL Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh BP DASHL Sei Jang Duriangkang Kepulauan Riau di kantor Kelurahan Kibing, TWA.Muka Kuning. Terus semangat kawan kawan...Selamat menyambut kedatangan kami di Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2019 yang akan diselenggarakan di TWA. Muka Kuning ya! Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 5.921–5.936 dari 11.140 publikasi