Sabtu, 25 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Orientasi Batas Kawasan Hutan TN MerBeti Bersama BPKH Wilayah IX Yogyakarta

Jember, 26 Maret 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melaksanakan kegiatan orentasi batas kawasan hutan bersama dengan BPKH Wilayah IX Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 23 Maret ini terbagi tiga tim yang bergerak di lokasi yang berbeda. Satu tim terdiri dari 2 (dua) personil BPKH dan seorang personil dari Balai TN MerBeti, serta dibantu dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Sampai dengan hari ini (26/3), tim tiga sudah melakukan orientasi batas dari blok tangki nol sampai ke blok nongkoan yang termasuk dalam kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru. Selanjutnya akan ada koordinasi ke perkebunan terbasalak guna memastikan kebenaran posisi pal batas kawasan hutan TN MerBeti dengan kebun treblasala. Kemudian tim akan melanjutkan orentasi batas ke pal IV dan pal VI di Resort Sumberpacet. Sedangkan, tim dua telah melakukan orientasi batas di sepanjang blok dam hingga kali towo. Dalam pelaksanaannya tim disertai oleh perangkat Desa Sanenrejo dan juga warga desa yang ikut dalam pemasangan batas bersama BPKH tahun 2007. Untuk batas alam di sepanjang kali towo hingga blok dam Sanenrejo tidak menemui kendala. Di sepanjang mandilis hingga krajan (Resort Sanenrejo) dan blok dam hingga timur sawah (Resort Andongrejo) ditemui banyak pal yang hilang, dan prioritas penitikan pada pal batu (jaman belanda), pal batas BPKH, pal bantu sementara dan batas zona rehabilitasi yang jelas batasnya. Batas dengan perkebunan dilakukan pengambilan koordinat pal batas yang ada di lapangan. Dan dilanjutkan dengan koordinasi ke PTPN Kotta Blater yang hasilnya disepakati bahwa pengecekan di lapangan yang berbatasan dengan kebun akan melibatkan personil dari kebun. Rencana besok dilanjutkan sisa pekerjaan yang berbatasan dengan tanah perjuangan di sekitar timur lapangan Curahnongko. Untuk kegiatan tim tiga belum ada kabar hingga saat ini. Semoga Tim diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat Mikrohidro

Kendari, 27 Maret 2019. Direktorat PJLHK Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Balai KSDA Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat Mikrohidro dari tanggal 24 – 27 Maret 2019 di Swiss Bell Hotel Kendari dan Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa. Kegiatan diikuti Masyarakat yang telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yakni KTH Desa Sumber Sari, KTH Desa Wowonga Jaya dan BKSDA Sultra berjumlah 25 Orang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang management organisasi dan kelembagaan khususnya kelembagaan mikrohidro. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua yaitu pendidikan kelas (Swiss Bell Hotel Kendari) dan praktek lapangan di Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa (Desa Sumber Sari). Kegiatan di buka oleh Kasubdit PJL Air (Bpk. Dr. Ir. Widada, MM) yang menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkontribusi dalam mendukung program ketahanan energi untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mendukung program ini yaitu dengan pembangunan PLTMH dan saat ini PLTMH yang telah dibangun yaitu di Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, kami dari Direktorat PJLHK melakukan kegiatan peningkatan kapasitas Kelembagaan Masyarakat Mikrohidro sehingga kelembagaan masyarakat mikrohidro menjadi lebih baik dan dapat sustainable (berkelanjutan). Sementara itu, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang optimal dalam hal pemanfaatan energi air untuk dikembangkan sebagai mikrohidro. Saat ini BKSDA Sulawesi Tenggara telah membangun 3 (unit) mikrohidro yang tersebar di Desa Sumber sari dan Desa Wowonga Jaya. Anggaran yang digunakan dalam pembangunan PLTMH ini cukup besar sehingga dengan adanya kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat Mikrohidro ini kami harapkan agar bantuan PLTMH ini berkelanjutan sehingga ekonomi masyarakat dapat meningkat dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi. Direktorat PJLHK, BKSDA Sultra, BP2LHK Makassar dan WWF menjadi narasumber kegiatan dengan materi yang disampaikan yaitu Kebijakan Pengelolaan Jasa Lingkungan air dikawasan konservasi dengan narasumber Pengelolaan Kawasan Konservasi Untuk Mendukung Keberlanjutan Mikrohidro, Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Konservasi Kelompok Masyarakat, Pengenalan Sistem Mikrohidro dan Pemeliharaannya, Mikrohidro Untuk Ekonomi Produktif, Struktur Organisasi dan Manajemen Administrasi Pengelolan Mikrohidro, Praktek Operasional dan Pemeliharaan Sistem Mikrohidro dan Praktek Fasilitasi Penyusunan SOP Untuk Operasional dan Pemeliharaan Mikrohidro. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Pelepasliaran Penyu Hasil Sitaan di Pantai Kuta, Badung

Denpasar, 27 Maret 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA Bali) bersama dengan instansi terkait, melepasliarkan 18 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) hasil sitaan di Pantai Kuta, Badung. Penyu-penyu tersebut berasal dari sitaan pada tanggal 13 Maret 2019 oleh Polres Gianyar dan sitaan pada tanggal 17 Maret 2019 oleh Polres Buleleng dan TNI AL. Selain pelepasliaran penyu hasil sitaan, juga dilakukan pelepasliaran 50 ekor anak penyu (tukik) jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea) hasil relokasi dan penetasan semi alami yang dilakukan oleh kelompok pelestari penyu Satgas Pantai Kuta. Total penyu hasil sitaan selama bulan Maret 2019 yaitu sebanyak 27 ekor. Semuanya dari jenis penyu hijau dengan ukuran panjang kerapas bervariasi, mulai dari panjang 30 cm sampai dengan yang terbesar yaitu dengan panjang 100 cm. Sebanyak 4 ekor diantaranya telah dilepasliarkan di pantai Penimbangan Buleleng dan 3 ekor masih dirawat oleh tim medis Universitas Pendidikan Ganesha di kelompok pelestari penyu Penimbangan karena sakit serta 2 ekor dirawat dan disisihkan sebagai barang bukti di TCEC Serangan. Penyu-penyu tersebut telah melalui tahapan perawatan dan rehabilitasi di fasilitas kolam yang dimiliki oleh TCEC Serangan. Diperkirakan penyu-penyu telah melalui jalan panjang mulai dari penangkapan di laut, perjalanan darat sampai pada akhirnya tertangkap di tempat kejadian. Perawatan dimaksud diantaranya pengobatan terhadap luka flipper bekas ikatan serta pemulihan kondisi dari stress perjalanan jauh, sampai pada akhirnya tim medis menyatakan satwa telah layak untuk dilepasliarkan. Sebelum dilepasliarkan, terhadap penyu-penyu tersebut telah dilakukan penandaan berupa pemasangan tag berbahan loga anti karat yang dipasang pada salah satu bagian flipper depan. Penandaan dilakukan sebagai penanda jika penyu-penyu tersebut karena susuatu hal terdampar, tertangkap atau ditemukan lagi oleh masyarakat, dapat melaporkan kepada Balai KSDA Bali. Penandaan ini juga dapat dipergunakan untuk bahan kajian ilmiah untuk mengetahui daya jelajah penyu-penyu tersebut setelah dilepasliarkan. Pada salah satu sisi tagg telah dibubuhi nara hubung berupa alamat email sebagai pelaporan. Pada acara kegiatan pelepasliaran ini, juga dilakukan penandatanganan pernyataan bersama antara penegak hukum dan instansi terkait, tentang komitmen dan peran serta bersama melakukan upaya pelestarian tumbuhan dan satwa liar di wilayah provinsi Bali. Adapun pihak-pihak yang dilibatkan untuk melakukan penandatanganan ini antara lain : Pemprov Bali, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Lanal Denpasar, Pangkalan PSDKP Benoa, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar. Semua jenis penyu berdasarkan Undang-undang No.5 tahun 1990 jo. PP Nomor 7 tahun 1999 dan berdasarkan Lampiran Permen LHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 sebagaimana telah diubah dengan Permen LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 merupakan satwa liar dilindungi, segala macam pemanfaatan dilarang kecuali untuk kepentingan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penyelamatan jenis. Selain karena populasinya yang semakin menurun, penyu hijau memiliki peran penting dalam ekosistem. Peran penting penyu yaitu menjaga kesehatan laut antara lain; pengontrol dan mendistribusi lamun, mengontrol distribusi spons, memangsa ubur-ubur, mendistribusikan nutrisi dan mendukung kehidupan biota/mahluk lainnya. IUCN telah menyatakan Penyu Laut masuk dalam Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies yang Terancam) dengan kategori Endangered. Penyu sebenarnya memiliki fekunditas yang tinggi, dalam sekali musim bertelur penyu dapat menghasilkan antara 200 – 250 telur, namun angka kematian (mortality) sangat tinggi juga. Pendapat ahli mengatakan bahkan dari 1000 tukik yang menetas diperkirakan hanya 1 ekor yang dapat survive hingga dewasa. Sebagai spesies yang daur hidupnya secara alamiah sudah rentan, kelangsungan populasi Penyu Laut makin terancam dengan meningkatnya aktivitas manusia. Aktivitas-aktivitas tersebut mencakup hilangnya habitat bersarang, tangkapan tidak sengaja, tangkapan sampingan, pencurian telur, perdagangan ilegal produk penyu, dan berbagai eksploitasi lainnya. Hilangnya habitat bertelur penyu diantaranya yaitu akibat abrasi dan pembangunan fisik didaerah pesisir. Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan terima kasih kepada POLDA BALI (Polres Gianyar dan Polres Buleleng), TNI AL atas upaya penegakkan hukum terhadap peredaran satwa liar dilindungi. Upaya pelestarian harus terus dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi terhadap aktifitas perburuan satwa dilindungi di daerah-daerah pesisir Bali. Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali Call Center BKSDA Bali 081246966767 Penanggung Jawab Berita: Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai KSDA Bali I Ketut Catur Marbawa, S.Hut., M.Si - 08123963008 Informasi lebih lanjut hubungi: Kepala Balai KSDA Bali Budhy Kurniawan, S.Hut – 081236090739
Baca Berita

Stop Pasang Jerat

Pekanbaru, 26 Maret 2019. Bapak Suharyono sebagai Kepala Balai Besar KSDA Riau dengan tegas memberikan pernyataan bahwa akan memprioritaskan pembersihan jerat terutama di areal yang berdekatan dengan kawasan konservasi. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Penyelamatan Satwa Liar Harimau Sumatera. Si Belang berjenis kelamin jantan dengan berat lebih dari 90 kg yang diselamatkan di areal PT. Gemilang Cipta Nusantara (RAPP Group) Desa Sangar, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Riau pada tanggal 24 Maret 2019, kemudian diberi nama Inung Rio telah berhasil diselamatkan dari jerat yang melukai kakinya, namun masih banyak jerat jerat lain yang tersebar di areal lintas Harimau Sumatera yang sengaja dipasang para pemburu. Ayo sobat konservasi, dukung prioritas kerja Balai Besar KSDA Riau untuk membersihkan seluruh jerat para pemburu Harimau Sumatera. Buatlah foto/video dukunganmu yang kreatif agar semakin banyak sobat konservasi yang peduli bahwa Harimau Sumatera punya hak hidup yang sama dengan manusia. Jangan biarkan Harimau Sumatera punah!! Oya jangan lupa beri tagar foto/video mu ya #saveharimausumatera #harimausumatera Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Tandatangani RPP Dan RKT Pembangunan Infrastruktur Sistem Deteksi Dini Ancaman Tsunami Selat Sunda

Jakarta, 25 Maret 2019. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan antara BKSDA Bengkulu dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka Pembangunan Infrastruktur Sistem Deteksi Dini Ancaman Tsunami Selat Sunda untuk Mitigasi Bencana Gunung Anak Krakatau di Cagar Alam dan Cagar Alam Laut (CA dan CAL) Kepulauan Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada 15 Maret 2019 yang lalu. Kepala BKSDA Bengkulu, Ir. Donal Hutasoit, M.E. bersama Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana – BPPT, Ir. Eko Widi Santoso, M.Si. kembali menandatangani dokumen lanjutan berupa Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang juga bertempat di ruang rapat Direktorat Jenderal KSDAE Blok I Lt.8 Gd. Manggala Wanabakti. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal KSDAE, Kepala Biro Humas KLHK, Direktur PIKA, Kasubdit PIKA, Kadishutprov Lampung, Kasubdit Direktorat KK dan Kepala SKW III-Lampung. Pembangunan infrastruktur sistem deteksi dini ancaman tsunami yang dilakukan di CA dan CAL Kepulauan Krakatau bertujuan untuk mengurangi resiko atau dampak negatif bencana tsunami di Selat Sunda seperti yang terjadi pada 22 Desember 2018 yang lalu. Dimana bencana tsunami yang terjadi tidak didahului adanya gempa bumi. Sarpras yang akan dibangun adalah berupa Cable Based Tsunameter (CBT), dimana nantinya alat tersebut akan memberikan informasi dan peringatan dini terhadap bahaya tsunami akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Semoga dengan adanya alat ini dapat meminimalisir dampak akibat akibat erupsi. Dan pesan pentingnya adalah kesadaran kita semua untuk menjaga bersama-sama keberadaan dan fungsi adanya alat tersebut serta memahami bahwa Kepulauan Krakatau bukan tempat wisata dengan statusnya sebagai kawasan cagar alam. Sumber: Eka Sophian - PEH Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kemandirian Kelompok Masyarakat Sekitar TN MerBeti Menuju Kesejahteraan

Sarongan, 25 Maret. Kepala Resort Rajegwesi Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sarongan Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan pendampingan pada SPKP Sarongan. Bertempat di Rumah Muhaimin, kegiatan ini dihadiri oleh Ponidi, selaku Ketua SPKP Sarongan dan anggotanya. Kelompok SPKP Sarongan secara mandiri mengembangkan budidaya ikan gurami. Saat ini SPKP memiliki 3 kolam ikan berukuran 3x6x1,5 m. Kolam pertama diisi 600 bibit gurami yang sudah berumur 12 bulan dan sekitar 20 ekor ikan mati. Diperkirakan ikan akan siap panen pada Bulan April dengan kisaran berat 5-7 ons/ ekor dan estimasi harga Rp. 33.000,- / Kg. Usaha dikembangkan di kolam kedua dengan menabur 1.000 bibit ikan gurami dengan modal Rp. 1.000,-/ekor, sekarang berumur 2 bulan. Untuk kolam ketiga masih kosong, karena belum ada terpal dan isinya. Pada kesempatan ini, masyarakat SPKP Sarongan berharap mendapatkan pendampingan dan dukungan dari pihak TN MerBeti secara berkelanjutan untuk mengembangkan upaya peningkatan kelompoknya. TN MerBeti akan mendukung perkembangan SPKP Sarongan menuju masyarakat mandiri dan sejahtera. Eko Setyo Budi, SH, Kepala SPTN Wilayah I Sarongan memberi arahan agar pendampingan dilakukan kontinu, dipantau perkembangan kelompok agar bisa dilaporkan ke Balai TN MerBeti sebelum diusulkan untuk mendapatan bantuan. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Anak Kucing Kuwuk Diserahkan Dishutprov. Kalsel

Banjarbaru, 25 Maret 2019 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan pada hari Senin, 25 Maret 2019 menerima penyerahan 1 (satu) ekor satwa liar dilindungi undang-undang yaitu Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) dengan jenis kelamin betina berumur dua bulan dari masyarakat melalui perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimatan Selatan, Bapak Pantja Satata dan Supiani, S.Hut M.P. beserta perwakilan dari KPH Balangan, Ibu Kiki Ayu Lestari, S.Hut. Satwa ini ditemukan di Desa Air Tawar, Kec. Amuntai Utara, Kab.HSU, oleh Bapak Suriadi pada hari Sabtu, 23 Maret 2019 sekitar pukul 20.00 malam di lahan sawah miliknya dalam keadaan sakit dan terpisah dari induknya. Warga tersebut kemudian berinisatif mengamankan dan merawat sebelum diserahkan kepada Kepala Desa Air Tawar. Bapak Suriadi juga sempat memuat berita penemuan tersebut di media sosial yang akhirnya mendapatkan perhatian dari KPH Balangan. KPH Balangan kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, dan juga Bapak Aris Fadillah, polhut Balai KSDA Kalimantan Selatan di Resort Banua Enam. Berdasarkan hasil observasi dan pemerikasaan oleh dokter hewan, Drh. Dina Kartika Riani di tempat kejadian, satwa tersebut dalam keadaan stres dan cidera cukup parah dengan sendi lepas pada kaki kanan. Karena keadaan tersebut, akhirnya satwa dikarantina selama satu hari sebelum akhirnya diserahkan kepada KPH Balangan. Satwa kemudian diserahkan secara langsung kepada Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan terlebih dahulu di buatkan dan ditanda tangani berita acara penyerahan satwa liar di lindungi undang-undang. Satwa dalam kondisi cukup stabil dan saat ini berada di kandang transit satwa SKW II Banjarbaru BKSDA Kalimantan untuk perawatan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi,M.Sc. menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bu Kiki Ayu Lestari, S.Hut dan tim selaku perwakilan dari KPH Balangan yang telah bertindak cepat terhadap masalah satwa liar ini, juga kepada Dr. Hanif Faisol Nurafiq, S.Hut, MP selaku Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan atas koordinasi dan inisiatif timnya. Kepala Balai berharap kedepannya akan ada kerjasama lebih lanjut antara Resort BKSDA dan KPH Dishutprov sebagai implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah ditandatangani. Kepada warga masyarakat, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan juga terus mengajak dan menghimbau agar tidak memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang karena hal tersebut merupakan pelanggaran undang-undang dan akan lebik baik dan bijaksana membiarkan satwa liar tesebut hidup bebas dan berkembang biak di alamnya demi keseimbangan lingkungan. (jrz) Sumber : Tisha Wildayanti Ramadhini, S.Hut - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Jatim Bersama Parapihak Lepasliarkan Monyet Ekor Panjang

Jember, 26 Maret 2019. Tepat ditanggal 25 Maret 2019 Pukul 06.30 WIB di Pantai Nyamplung Kobong, Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember dilakukan Press Release Pelepasliaran Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) hasil konflik satwa khususnya Monyet Ekor Panjang (MEP). Ini merupakan hasil kerjasama antara Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) dengan JAAN (Jakarta Animal Aid Network) yang berhasil membawa 31 MEP Ke SM Pulau Nusa Barung untuk dilakukan proses pelepasliaran. Press Release dihadiri Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Drh. Indra Exploitasia, M.Si., Kepala Biro SDA Privinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Kepala Balai TN Meru Betiri, Kepala Balai TN Baluran, Administratur Perum Perhutani KPH Jember, BBKSDA Jawa Barat, BTN Alas Purwo, Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Dinas LH Kab Jember, Muspika Gumukmas, Muspika Puger, Media elektronik (Kompas TV, SCTV, Indosiar, Jember 1 TV, Radar Jember), Pokmaswas Puger dan Pokmaswas Gumukmas. Press Release ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada Masyarakat luas tentang proses penyelamatan satwa Monyet EKor Panjang hasil konflik satwa mulai dari penyerahan masyarakat atau penyelamatan topeng monyet, cek kesehatan (ada tiga tahapan pemeriksaan), penempatan di kandang rehabilitasi di Jember dan kandang habituasi di SM Pulau Nusa Barung; Sebagai puncak dari tahapan pelepasliaran, dilakukan pelepasliaran Monyet ekor panjang sebanyak 31 ekor dibawa ke Kandang Habituasi di SM Pulau Nusa Barung. Sebanyak 13 ekor merupakan hasil rehabilitasi dari kandang rehabilitasi Forest City and Farm H.M Arum Sabil Jember serta 18 ekor merupakan hasi rehabilitasi dari rumah sakit hewan Cikole, Jawa Barat. Kegiatan pelepasliaran (dibawa ke Kandang Habituasi) dilakukan pada tanggal 20 Maret 2018 sebanyak 13 ekor dan pada tanggal 25 Maret 2019 sebanyak 18 ekor Monyet EKor Panjang. Direktur KKH melepas MEP menuju SM Pulau Nusa Barung tanggal 25 Maret 2019 Sekitar pukul 08.30 untuk dibawa ke kandang habituasi. Rombongan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama-sama dengan stakeholder terkait menuju SM Pulau Nusa Barung menyaksikan MEP di bawa ke Kandang Habituasi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi parapihak yang concern terhadap penanganan konflik monyet ekor panjang, Balai Besar KSDA Jawa Timur, Balai Besar KSDA Jawa Barat, JAAN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember, Bapak Arum Sabil, dan parapihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semoga dengan kegiatan pelepasliaran ini dapat menjadi momentum untuk bersama-sama melakukan pengendalian konflik monyet ekor panjang khususnya di Jatim. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Manggala Agni Balai Besar TaNa Bentarum Padamkan Karhutla di Semitau

Putussibau, 26 Maret 2019. Manggala Agni Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali berhasil memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Semitau, lahan seluas 6,5 Ha merupakan lahan warga yang terletak di Desa Semitau Hulu Kecamatan Semitau. Pemadaman berlangsung sejak hari minggu, 24 Maret 2019 yang melibatkan 3 orang anggota Manggala Agni Brigdalkarhut TaNa Bentarum, 4 orang Anggota Manggala Agni Daops Sintang. Dalam pemadaman tersebut, anggota Manggala Agni TaNa Bentarum Toni Asmidi melalui telepon menyampaikan “Pemadaman telah dilaksanakan sejak Minggu dan Saat ini sedang dilaksanakan mopping up untuk memastikan api telah benar-benar padam”. Pada Saat berita ini diturunkan kegiatan pemadaman telah berhasil dilaksanakan. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa cuaca ekstrem dengan panas dan suhu yang tinggi beberapa hari ini menjadi alarm akan bahaya kebakaran hutan dan lahan, hal ini juga didukung oleh laporan BMKG yang menyebutkan gejala cuaca panas ekstrem di beberapa wilayah di Kalimantan Barat. Terkait hal tersebut kami Balai Besar TaNa Bentarum akan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, mengaktifkan kembali Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta bersurat kepada Bupati Kapuas Hulu untuk mendorong menetapkan status siaga karhutla dan untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. “Kami tetap siaga, walaupun libur kami tetap waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan” Imbuh Arief. Selama 2019 telah terjadi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Semitau sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 20 Maret 2019 di sekitar Telkom Desa Semitau Hulu dengan luasan kebaran 0.1311 ha, tanggal 21 Maret 2019 di daerah Mungguk Gereja Desa Semitau Hilir dengan luasan kebakaran 0.657 ha dan tanggal 24 Maret 2019 di sekitar belakang Mako Kodim lama Desa Semitau Hulu dengan luasan kebakaran 6.5 ha. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Pemasangan SPLU di Pantai Perengan Taman Nasional Baluran

Wonorejo, 26 Maret 2019. Kelompok Mayarakat Perengan Indah Lestari bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Baluran telah menunjukkan kiprah dan partisipasinya dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat di Pantai Perengan. Hal ini dilakukan kelompok tersebut dengan menginisiasi pemasangan SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) dari PT. PLN (persero). SPLU ini akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan listrik foodcourt, souvenir shop, musholla, MCK serta sarana prasarana lainnya di Pantai Perengan. SPLU ini diresmikan pada tanggal 26 Maret 2019 dan dihadiri oleh Perwakilan PLN Cabang Banyuwangi, Ketua Kelompok Masyarakat Perengan Indah Lestari, Kepala Resort Perengan SPTN Wilayah I Bekol, Sekretaris Desa Wonorejo, tokoh masyarakat dan pengelola foodcourt. Diharapkan dengan adanya supply listrik ini penataan dan pengelolaan wisata Pantai Perengan dapat berjalan dengan baik dan mampu lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Berita

Wujud Nyata Kemitraan Konservasi di TN MerBeti

Banyuwangi, 26 Maret 2019. Pendampingan kelompok pemanfaat zona tradisional di pal IV dan pal IV yang berada di Desa Kandangan Kab. Banyuwangi dilaksanakan hari ini Selasa, 26 Maret 2109. Tim pendampingan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) terdiri dari Kepala Resort Sumberpacet, Samsidi beserta 2 anggota resort. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Pal IV, Mat Toha, dan Ketua Kelompok Pal IV, Aliyadi beserta ibu-ibu anggota kelompok yang berjumlah 8 orang. Pada kesempatan ini masyarakat mencoba membuat ice cream yang berasal dari durian segar hasil dari pemanfaatan zona tradisional TN MerBeti. Sebelumnya masyarakat telah mendapatkan pelatihan dan bantuan alat berupa 1 unit alat pembuat ice cream dan 5 freezer dari TN MerBeti pada tahun 2018 lalu. Hasil olahan pada hari ini sebanyak 10 cup besar ice cream dengan citarasa khas durian hutan. Harga jual ice cream durian Rp. 35.000,-/ cup besar dan Rp. 5.000,-/cup kecil. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Siswa-Siswi SDIT Robbani Mengenal Hutan Konservasi Bersama BKSDA Kalsel

Banjarbaru, 19 Maret 2019 – Pagi yang cerah itu ruang aula Sekolah SDIT Robbani dipenuhi siswa-siswi Kelas 3, mereka akan menyimak penjelasan tentang hutan dan fungsinya oleh tim Balai KSDA Kalimantan Selatan. Tim yang digawangi pejabat fungsional PEH dan Penyuluh ini membawa siswa menjelajah hutan belantara di nusantara. Proses pembelajaran kepada anak akan lebih mudah jika disajikan dalam bentuk audio maupun visual, maka dari itu tim menjelaskan fungsi hutan dengan menyimak vidio tentang hutan nusantara dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Dialog interaktif yang sangat seru terjalin antara tim dengan para siswa. Berbagai pertanyaan cerdas muncul dari para cikal bakal generasi muda ini. “Mengapa kita harus menghemat penggunaan kertas?”. Salah satu pertanyaan dari siswa kala itu. Pertanyaan lainpun tak kalah menarik, “Apa yang akan terjadi jika pohon sudah tidak ada semua?”. Pertanyaan-pertanyaan yang sederhana namun mampu menggugah kesadaran kita untuk lebih peduli pada lingkungan. Salut !!! Umpan balik diberikan tim kepada siswa dengan menantang ingatan mereka atas penjelasan yang telah disampaikan. Dan sekali lagi tim cukup kagum kepada para siswa ini ketika mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan sempurna. Sebagai penghargaan atas keberanian mereka menyampaikan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan, tim memberikan souvenir berupa gantungan kunci yang memuat berbagai jenis satwa dilindungi. Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., berpesan kepada tim untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah atas undangan yang telah disampaikan. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala. Menurutnya, program ini membawa dampak positif terhadap lingkungan dan generasi muda. (jrz) Sumber : Titik Sundari, S.Hut - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Silat Kodim 0615 Penuhi Janji Tanam Pohon Di Gunung Ciremai

Kuningan, 25 Maret 2019. Kabut tipis melayang di antara pepohonan dan ilalang pagi (24/3). Suara aneka burung dan serangga saling bersahutan menyambut kedatangan rombongan manusia. Suhu udara terasa sejuk cenderung dingin karena memang berada 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl) di daerah Palutungan. Namun semua itu tak menyurutkan langkah mereka yang hendak menanam pohon di blok Gunung Gundul, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Komando Distrik Militer (Kodim) 0615 Kuningan, Pramuka Saka Wirakartika, Siliwangi Adventure Trail (Silat), komunitas Trek Kuningan, Perum Perhutani Kuningan, dan Masyarakat Mitra Pengelola Wisata Gunung Ciremai (MPGC) ialah peserta penanaman bibit pohon kali ini. Acara ini merupakan inisiasi Silat yang tempo hari menjanjikan penanaman pohon terkait rangkaian kegiatan bakti sosial di beberapa desa sekitar kawasan TNGC. Namun tidak ada salahnya bila sekaligus untuk berpartisipasi dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2019. Silat yang memang komunitas binaan Kodim layak mendapatkan apresiasi karena benar-benar memenuhi janjinya. "Kegiatan ini wujud kepedulian kita terhadap lingkungan hidup. Karena kita sadar manfaatnya bagi semua makhluk", kata Kolonel Infantri Daru Cahyadi, Komandan Kodim 0615 Kuningan. Sebanyak 1500 bibit pohon akan ditanam. Pagi ini ditanam 25 pohon dulu sebagai simbolis langkah awal. Sedangkan sisanya akan ditanam Silat secara berkelanjutan setelahnya. Jenis pohon yang ditanam ini tergolong agak langka seperti Ki Putih, Caruy, Ki Meong, Laban, Saninten, Pasang, Ki Cangkudu, dan Ki Bima. "Terima kasih semuanya. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal pemulihan ekosistem gunung Ciremai secara swadaya", ungkap Kuswandono, Kepala Balai TNGC. Hadirin tampak antusias mengikuti acara penanaman kali ini. Lebih dari 30 orang hadir pagi tadi. "Walapun hari libur sekolah tetap senang menanam pohon karena akan banyak gunanya. Misalnya udara semakin segar karena banyak oksigen", ucap Tika Santika, Pramuka Saka Wirakartika, binaan Kodim 0615. Setiap pohon yang kita tanam pasti menghasilkan manfaat yang besar bagi kehidupan. Contohnya meningkatkan jumlah oksigen, mencegah bencana longsor, dan tentunya membantu mengatur tata air sehingga kita tidak kekeringan di musim kemarau dan tidak kebanjiran di musim hujan. So, ayo kita tanam pohon dan jangan lupa merawatnya ya! [Teks © Tim Admin, foto © koezky-BTNGC | 032019] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

BBKSDA Riau Kembali Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi

Riau – 23 Maret 2019, Berkat informasi dari masyarakat yang sadar akan konservasi dan pelestarian satwa, upaya penyelundupan satwa dilindungi undang-undang kembali digagalkan oleh Balai Besar KSDA Riau yang bekerjasama dengan Bea Cukai Dumai dan TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Roro Bandar Sri Junjungan Dumai... Sahabat konservasi, Alhamdulillah satwa yang berhasil kita selamatkan : Balai Besar KSDA Riau menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang luar biasa kepada semua pihak atas kerjasama dan dukunganya dalam upaya pemberantasan perdagangan satwa yang dilindungi secara illegal... YUUUKKK laporkan ke CALL CENTER BB KSDA RIAU apabila mengetahui adanya perdagangan satwa yang dilindungi ke nomor 0813 7474 2981. Sumber: BBKSDA Riau
Baca Berita

Bangkitkan Semangat Kekeluargaan dan Kepedulian Para Rimbawan dan Rimbawati NTB di Hari Bakti Rimbawan ke-36

Mataram, 17 Maret 2019. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dengan dukungan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup Provinsi NTB menyelenggarakan rangkaian Acara dalam menyambut Hari Bakti Rimbawan ke-36 Tahun 2019. Kegiatan dimulai dengan Perlombaan Bulu Tangkis antar Dinas dan UPT KLHK sejak tanggal 07 Maret 2019 lalu. Kemudian disusul dengan dengan Perlombaan Tenis Meja, Catur, Voly Putra, Voly Putri, Futsal, Panah Putra dan Panah Putri. Semangat Para Rimbawan dan Rimbawati tak pernah surut mulai dari awal Perlombaan selama sepuluh hari berlangsung hingga Puncak Acara pada tanggal 17 Maret 2019 kemarin, dimana pada tanggal itu diselenggarakan Puncak Acara yakni Kumpul Keluarga Rimbawan NTB. Kemeriahan pun tampak di Lapangan Kantor BPDSA HL Dodokan Moyosari sebagai lokasi Puncak Acara pada hari itu. Para rimbawan dan rimbawati mengajak seluruh anggota keluarga untuk memeriahkan acara. lomba anak-anak pun turut digelar seperti lomba kelereng, makan krupuk, dsb. Perlombaan terakhir yakni panah putra dan panah putri juga turut digelar dihari yang sama sekaligus pengumuman Pemenang Piala Bergilir Perlombaan Hari Bakti Rimbawan 2019 yang tetap dipertahankan oleh Balai KSDA NTB yang juga menang ditahun sebelumnya dengan perolehan Juara Tahun 2019 ini sebanyak 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Lanjut dihari berikutnya Senin 18 Maret 2019 dimana UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup NTB diundang oleh Bapak Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Bapak Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD yang hadir dalam Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36 Tahun 2019 di Halaman Kantor Gubernur Provinsi NTB. Dan Selasa 19 Maret 2019, kepedulian Para Rimbawan dan Rimbawati ditunjukkan melalui Aksi Donor Darah di Kantor BKSDA NTB dengan diikuti oleh 77 Pendonor yakni dari Para Pegawai BKSDA NTB, BPDAS HL DM, Balai TN Gunung Rinjani, Balai TN Tambora, Gakkum NTB, Litbang Kehutanan BPPTHHBK Mataram dan Dinas LHK Provinsi NTB. Sumber: Balai KSDA NTB
Baca Berita

Menangani Gangguan Harimau Sumatera di Pagarambira Julu

Padangsidimpuan, 25 Maret 2019. Informasi gangguan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Pagarambira Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas, pada Rabu 13 Maret 2019, bermula dari laporan warga, Andreas Simbolon, kepada Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan melalui Kepala Desa Siundol Julu. Dalam laporannya disebutkan bahwa pada tanggal tersebut terlihat harimau berkeliaran di areal kebun dan memangsa ternak kambing peliharaan warga. Menerima laporan tersebut, Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan menindaklanjutinya dengan menurunkan tim. Tim bekerja mengambil titik koordinat lokasi kejadian, kemudian melakukan pengecekan dan menemukan jejak harimau, namun tidak menemukan bekas/sisa-sisa bangkai kambing yang oleh warga disebutkan dimangsa harimau. Selanjutnya tim menghimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktifitas di areal kebun, tidak melakukan tindakan yang berbahaya bagi diri sendiri maupun bagi satwa, serta memberikan alat jenduman yang digunakan untuk mengusir harimau jika kembali masuk ke kampung. Setelah beberapa lama menunggu dan harimau tak kunjung datang, tim kemudian memutuskan meninggalkan lokasi dan kembali ke Padangsidimpuan. Namun pada Jumat, 15 Maret 2019, sekitar pukul 19.05 wib, Andreas Simbolon, kembali melaporkan munculnya harimau di lokasi kebunnya, yang disertai dengan bukti-bukti berupa foto serta vidio. Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan dengan kembali menurunkan tim. Tim ini berkoordinasi dengan aparat keamanan dari Polsek dan Koramil 007 Sosopan. Selanjutnya tim gabungan meninjau lokasi, namun tidak menemukan harimau dan hanya menemukan jejaknya. Untuk memantau perkembangan gangguan harimau ini, Tim Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, untuk sementara waktu membuat posko di lokasi. Upaya penyelesaian konflik jangka panjang diperlukan kordinasi dan kolaborasi semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI/POLRI) lembaga swadaya masyarakat yg peduli satwa liar, termasuk masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Tim BBKSDA Sumut diskusi dengan masyarakat setempat

Menampilkan 5.889–5.904 dari 11.140 publikasi