Sabtu, 25 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penyelamatan 28 Individu Burung Dlindungi di Pelabuhan Belawan

Medan, 16 April 2019. Hari Kamis, 15 April 2019 bertempat di Aula KPP Bea Cukai Tipe Madya Pabean Belawan dilaksankan pers release penyelamatan 28 individu burung dilindungi dan tercantum dalam appendix I dan II CITES (Convention on International Trade Endagered Species). Pers release dilaksanakan oleh Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc. For Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Drh. Bambang Haryanto, MM Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, dan Haryo Limanseto Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Belawan, dihadiri oleh TNI, POLRI, Balai Pengamanan dan Gakkum LHK Wilayah Sumatera, media cetak dan online, TV. Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Drh. Bambang Hariyanto, MM dan Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Belawan, Haryo beserta Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc. For Melakukan Konfrensi Pers Penyelamatan burung dilindungi ini diawali saat Tim Patroli Laut KPP Bea Cukai Belawan melakukan patroli rutin pengawasan antar pulau atas barang tertentu di wilayah perairan Belawan berbuah manis. Ketika dilaksanakan tindakan pemeriksaan dan pencegahan atas sarana pengangkut laut TUG Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon-Belawan yang sedang menarik Tongkang bermuatan kayu log di perairan Belawan menemukan 28 individu burung dilindungi disimpan pada kamar tidur ABK dan disembunyikan dengan cara membuat ruangan kosong dalam dinding kamar ABK (modus false coancealment) pada hari Sabtu 13 April 2019 sekitar pukul 22.30 WIB. 28 (dua puluh delapan) individu burung dilindungi tersebut adalah 23 (dua puluh tiga) individu burung Nuri Ambon (Alisterus amboinensis) termasuk dalam dan 1 (satu) Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) termasuk dalam Appencix II CITES serta 4 (empat) individu burung Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua sulohurea) tercantum dalam Appendix I CITES. Selanjutnya Bea Cukai Belawan mengamankan 9 (sembilan) ABK dan 28 ekor burung dlindungi dan berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Sumut untuk dilakukan penegakan hukum. Pelaku diduga melanggar pasal 21 ayat 1 dan 2 pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- serta pasal 31 ayat 1 Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan bahwa terhadap penemuan 28 ekor burung dilindungi,kami berharap Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum LHK Wilayah Sumatera dapat diusut tuntas dan dipidana sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku agar dapat memberikan efek jera kepada pelaku. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya terkait penemuan dan penyelamatan 28 ekor burung dilindungi ini” ungkap Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara berikutnya. Selanjutnya 28 burung tersebut dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di TWA Sibolangit untuk dirawat dan dipelihara. Direncanakan juga burung-burung ini akan ditranslokasi dan direlease ke habitat alaminya di wilayah Timur Indonesia. Untuk penegakkan hukum akan dilaksanakan oleh Balai Pengamanan dan Gakkum LHK Sumatera Utara. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Barang Bukti 28 Satwa Dilindungi Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc, For Wawancara bersama Wartawan
Baca Berita

BBKSDA Sumut Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas Bagi CPNS

Medan, 16 April 2019. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For didampingi oleh Kabag TU Teguh Setiawan, S.Hut membuka Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) bagi CPNS di Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumut pada hari Senin 15 April 2019. Kegiatan ini berpedoman pada SK Kepala Pusat Diklat SDM LHK Nomor : SK. 56/Dik/PEPE/Dik-2/3/2019 tanggal 1 Maret 2019 tentang Kurikulum dan Silabus Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas pada pelatihan Dasar Calon PNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk tahun 2018, Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendapat kiriman CPNS sebanyak 5 (lima) orang dengan rincian 1 orang Polhut (Esra Barus, S.Hut) , 1 orang PEH (Gibran Muhammad Tri Rahmawan, S.Si) dan 3 orang Penyuluh Kehutanan (Ainy Amelya Utami, S.Hut, Efrina Rizkiyah Pohan, SP, Hafsah Purwasih, S.Hut). Hari pertama CPNS mendapatkan materi berupa Tugas dan Fungsi Organisasi, yaitu Peraturan Men LHK No. P. 8/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis KSDA. Mengawali presentasi Ibu Kepala Balai Besar KSDA Sumut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah cara tercepat CPNS mempelajari dan memahami tupoksi di tempat tugasnya yaitu BBKSDA Sumatera Utara. Jadi ketika bekerja nanti para CPNS sudah mempunyai bekal. Di kampus hanya membentuk pola pikir, sedangkan sekarang adalah dunia bekerja yang sangat berbeda. “Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Hargai dan hormati pegawai kita yang sudah lama bekerja. Mereka lebih kaya akan pengalaman dalam bekerja dan serap ilmu mereka”, pesan beliau berikutnya. Pelatihan yang terintegrasi ini dijalankan sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 pasal 63 ayat (3) dan (4) bertujuan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dna kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang yang diselenggarakan dengan memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan serta membuatnya menjadi kebiasaan dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional. Ada 2 (dua) garis besar dalam pelatihan ini, yaitu meliputi Teknis Administratif dan Teknis Substantif. Teknis administratif termasuk didalamnya Pengelolaan Kepegawaian, Tata Naskah Dinas, Pengelolaan Keuangan, Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Sedangkan untuk Teknis substantif meliputi Tugas dan Fungsi Organisasi, Tugas dan Fungsi Jabatan, Pelaporan dan Paparan. Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) bagi CPNS di Balai Besar KSDA Sumatera Utara ini direncanakan dilaksanakan selama 20 (dua puluh) hari mulai hari ini. Materi yang diberikan sesuai dengan pedoman teknis dari Pusdiklat SDM LHK dan BiroPeg dan Organisasi. Hari pertama diberikan Tupoksi BBKSDA Sumut, hari 2 dan 3 Pengelolaan kepegawaian, hari 4 dan 5 Tata Naskah Kedinasan, hari 6 dan 7 Pengelolaan Keuangan, hari 8 dan 9 Pengelolaan BMN, hari 10 s/d 17 Tusi Jabatan Peserta, hari 18 dan 19 Pelaporan dan terakhir hari ke 20 adalah presentasi laporan PKTBT. Ke depan, diharapkan dengan adanya Pelatihan ini dapat menghasilkan PNS profesional yang berkarakter dalam menjalankan tugas dan jabatanya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Selamat datang kepada CPNS Balai Besar KSDA Sumut. Selamat bekerja dan Berkarya!. Sumber : Nofri Yeni - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Papua Ground-Check dan Koordinasi di Kawasan Cagar Alam Enarotali

Paniai, 17 April 2019. Balai Besar KSDA Papua pada tanggal 6 April 2019 telah membentuk tim guna melakukan ground-check dan koordinasi dengan instansi dan pihak terkait dalam rangka pengumpulan data primer dan sekunder di Cagar Alam (CA) Enarotali Kabupaten Paniai. Kegiatan ini didasarkan Surat Tugas Kepala Balai Besar KSDA Papua No.ST.154/K.4/TU/PEG/04/2019. Kegiatan dilaksanakan selama 9 hari dari tanggal 8 – 16 April 2019 untuk mendapatkan data dan informasi tentang data kawasan yang terkait dengan permasalahan kawasan, kerjasama pengelolaan, letak administrasi, tipe ekosistem dan data keanekaragaman Hayati yang mencakup potensi flora fauna secara umum, satwa kunci, kondisi habitat serta data sosial ekonomi budaya yang meliputi demografi, sejarah permukiman di dalam kawasan, kearifan lokal masyarakat disekitar kawasan. Semua data primer dan sekunder akan disusun dalam blok pengelolaan CA. Enarotali. C.A. Enarotali merupakan salah satu kawasan konservasi dari 19 kawasan yang di kelola oleh Balai Besar KSDA Papua. C.A. Enarotali ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 782/Menhut-II/2012 dengan luas 280.363,59 ha. Secara geografis, Cagar Alam Enarotali terletak pada 3°22’ - 3°58’ LS dan 136°03’ - 135°32’ BT dan dalam wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah II Nabire. Potensi flora yang terdapat di kawasan ini antara lain Araucaria spp, Castanopsis spp, Nothofagus spp, Bulbophyllum sp. Sedangkan potensi faunanya antara lain : Paradigalla carinculata intermedia, Astrapia splendissima, Dendrolagus sp, Goura victoria, Zaglossus bruijnii, Cacatua galerita triton, Lorius lory lory. Aksesibilitas untuk menuju kawasan dapat ditempuh melalui udara dan darat. Perjalanan darat ditempuh dengan waktu 6-7 jam dari Kabupaten Nabire. Secara administrasitif wilayah kabupaten, kawasan CA. Enarotali terletak di empat (4) wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Paniai, Kabupaten Deyai, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Intan Jaya. Tiga (3) kabupaten yaitu Kabupaten Deyai, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Intan Jaya merupakan kabupaten baru dari pemekaran wilayah Kabupaten Paniai. Terdapatnya empat (4) kabupaten di dalam kawasan menjadikan CA. Enarotali memiliki potensi yang tinggi akan tekanan dan ancaman yang akan berdampak pada keutuhan dan kelestariannya. Saat ini terdapat 216 kampung dan 24 distrik di wilayah Kabupaten Paniai berada di dalam Kawasan CA. Enarotali. Namun pada prinsipnya pemerintah Kabupaten Paniai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Papua. Kawasan CA. Enarotali mesti dipertahankan keberadaannya sebagai kawasan konservasi, karena Kawasan hutan merupakan bagian dari tata ruang wilayah yang menjadi substansi utama yang ditampilkan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Paniai. Kepala Bappeda Kabupaten Paniai, Dance Gobai, S.IP mengatakan bahwa pada tahun 2019 akan dilakukan Peninjauan Kembali (PK) RTRW Kabupaten Paniai sehingga penataan blok CA. Enarotali diharapkan dapat sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Pada kesempatan diskusi dengan Kepala Bappeda Kabupaten Paniai, ketua tim kegiatan Yulius Palita, S. Hut. T menyampaikan bahwa penataan kawasan CA. Enarotali merupakan upaya menata ruang CA. Enarotali atas dasar karakteristik tertentu untuk kepentingan pengelolaan dengan memperhatikan aspek keanekaragaman hayati, Sosial, ekonomi dan budaya serta aspek pengelolaan itu sendiri. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data dan infromasi tentang kawasan CA. Enarotali, sehingga data dan informasi tersebut akan menjadi data pokok dalam penyusunan perencanaan baik itu untuk penataan kawasan maupun untuk rencana pengelolaan. Lebih lanjut Yulius Palita, S. Hut. T mengatakan pada saat akan dilakukan Konsultasi Publik RTRW Kabupaten Paniai hendaknya pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan dengan Konsultasi Publik Penataan Blok CA. Enarotali. Konsultasi Publik akan melibatkan seluruh komponen/pihak terkait sehingga dapat bersinergi dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara optimal. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 082398029978
Baca Berita

Kucing Langka Menghirup Kebebasan

Pontianak, 16 April 2019. Tatapannya begitu tajam, erangannya terdengar seolah ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang disekitarnya. Meski tak satupun ada yang mampu berkomunikasi dengannya, kami menyampaikan, "Selamat dan semoga kalian bisa hidup selayaknya dan berkembang biak". Itulah ungkapan kebahagiaan tersendiri bagi kami, orang-orang yang peduli konservasi. Berada di sebuah kawasan konservasi, Tim WRU BKSDA Kalbar melakukan kegiatan pelepasliaran satu ekor Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) dan satu ekor Kucing Tandang (Prionailurus planiceps). Peristiwa penting bagi kami dalam upaya pelestarian satwa. Work Fun, Stay Productive. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Patroli Rutin dan Sosialisasi Oleh SPTN II Baserah Resort Onangan Nilo

Baserah, 11 April 2019. SPTN II Baserah Resort Onangan Nilo melaksanakan patroli rutin di sekitar hutan alam Resort Onangan Nilo. Dilaksanakan oleh 2 Petugas Polhut, 3 Orang YTNTN, dan 2 Orang Tenaga Kontrak TN.Tesso Nilo. Patroli di laksanakan di wilayah batas hutan alam, Resort Onangan Nilo, daerah Kuala Renangan dan Nilo. Pada hari pertama patrol, disela-sela kegiatan, tim mensosialisasikan himbauan tentang pencegahan karlahut kepada Pak RW Boimin Kuala Renangan, Tim patroli kemudian menyusuri kawasan hutan alam, tim memantau titik bekas illegal logging yang terjadi sebelumnya. Pada hari pertama tim juga melakukan Himbauan kepada warga yang mendiami pondok di dalam kawasan TN.Tesso Nilo untuk tidak melakukan pembakaran serta membantu memantau titik api di sekitar pondoknya.. Tim Patroli juga menemukan keadaan pos yang telah dirusak oleh Gajah dengan merusak dinding pos berupa papan sebanyak tiga lembar dikarenakan keberadaan rombongan gajah di sekitar pos. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

TN Tesso Nilo dan WWF Riau Laksanakan Pengecekan Lokasi Penanaman dan Pembangunan Camp Restorasi

Pelalawan, 10 April 2019. TN Tesso Nilo bersama WWF Central Sumatera melaksanakan Pengecekan rencana lokasi camp restorasi dan lokasi penanaman bersama WWF untuk tahun 2019 di batas antara Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL) dan Resort Air Sawan Lancang Kuning (ASLK) SPTN I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Pengecekan lokasi dilaksanakan oleh 3 (tiga) Orang Petugas SPTN I LKB, 3 (tiga) Orang petugas SPTN II Baserah, 2 (dua) Orang Tenaga Kontrak SPTN I LKB, dan 4 (empat) Orang WWF Riau. Menggunakan sampan pompong, tim melakukan pengecekan rencana lokasi pendirian camp restorasi dengan menyusuri sungai nilo selama 3,5 jam. Rencana penanaman yang akan dilakukan berada di tepi Sungai Nilo, resort ASLK, SPTN I LKB dengan semak belukar dan lahan terbuka. Hasil pengecekan dilapangan lokasi berada di Grid H18 resort ASLK, SPTN I LKB, sedangkan dari hasil pengecekan dilapangan, rencana lokasi pembangunan camp restorasi berada di grid H 19 yang merupakan wilayah resort AHBL SPTN I LKB. Dalam kegiatan pengecekan ini, tim yang dipimpin oleh Kepala SPTN II baserah langsung melakukan sosialisasi tentang akan dilakukannya penanaman di rencana lokasi penanaman tersebut. Berdasarkan keterangan Kepala SPTN II Baserah yang memimpin tim pengecekan, tahap awal rencana penanaman dilakukan dibantaran sungai nilo ke timur yang terbuka “pengecekan lokasi sudah kita lakukan bersama dengan para mitra dari WWF, kedepannya semoga penanaman dan pembangunan camp restorasi akan dapat terlaksana sesuai dengan yang kita harapkan, dan kita akan upayakan itu” terang Kepala SPTN II Baserah Bapak Ibram Eddy Candra, S.Hut, M.Sc. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Pesona Tersembunyi di Ujung Barat TN MerBeti

Jember, 13 April 2019. Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri (MerBeti), Maman Surahman, S.Hut, M.Si. didampingi beberapa orang personil SPTN Wilayah II Ambulu dan Resort Wonoasri berkunjung ke lokasi zona pemanfaatan yang ada di wilayah kerja Resort Wonoasri yaitu Pantai Nanggelan. Akses menuju pantai nanggelan memang belum terkelola secara baik sehingga perjalanan menuju pantai nanggelan ditempuh mobil melalui jalur lintas selatan (sampai perkebunan Afdeling Terate) dilanjutkan dengan naik motor sampai parkiran (Pak Poniran) dan kemudian berjalan kaki sekitar 50 menit melewati satu punggungan bukit. Rasa lelah dalam perjalanan setidaknya dapat terobati setelah melihat birunya laut dan hijaunya hutan yang ada di Nanggelan. Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada beberapa pantai termasuk juga Nanggelan yaitu sampah. Sampah yang dijumpai di Pantai Nanggelan berupa ranting-ranting serta bambu kering yang terbawa oleh ombak dan menepi di pantai. Sumber: Indah Sulistiyowati, S.Hut - Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Praktikum Ekologi dan Biologi Konservasi Oleh 157 Akademis Universitas Riau di TN Tesso Nilo

Pelalawan, 14 April 2019. Petugas SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga berikan pemdampingan kepada mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang tengah melaksanakan Kegiatan praktikum Ekologi dan Biologi Konservasi di kawasan hutan TN.Tesso Nilo SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga tepatnya di Jalur track Flying Squad. Kegiatan praktikum diikuti oleh 139 praktikan, 15 asisten dosen dan 3 dosen, Serta didampingi oleh 3 Org Polhut, 1 org PEH, 2 Org Tenaga Kontrak TN.Tesso Nilo. Dalam rangkaian kegiatan praktikum, petugas TN.Tesso Nilo beri pemaparan kepada mahasiswa dari terkait gambaran Taman Nasional Tesso Nilo. Praktikum ekologi dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok di dampingi oleh 2 orang petugas TN.Tesso Nilo. Sedangkan praktikum biologi konservasi terdiri dari 1 kelompok dan didampingi oleh dosen Universitas Riau. Para praktikan juga berdiskusi dengan mahout gajah mengenai pengelolaan konservasi gajah. "TN.Tesso Nilo khususnya SPTN I LBK mendukung penuh dan siap memberikan pendampingan kepada kegiatan seperti ini, kami berharap praktikum yang sudah dilaksanakan dapat memberikan pemahaman lebih tentang konservasi kepada seluruh peserta". Ungkap Kepala SPTN Wilayah I LKB, Bapak Taufiq Haryadi, S.P Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Sambang Taretan Balai TN MerBeti

Jember, 12 April 2019. Dalam pelaksanaan sambang taretan Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) menuju Blok Tangki Nol, M Andik Boediono, SH selaku Kepala Resort Baban menjumpai masyarakat yang sedang Kerja Bakti. Mereka sedang memperbaiki jalan yang rusak karena hujan. Kepala Resort ini pun ikut bergabung membantu untuk memperingan pekerjaan masyarakat. Perjalanan dilanjutkan menuju Blok Curah Burun. Sambang Taretan dalam rangka Pendampingan Program Desa Binaan. Kegiatan yang dilakukan yaitu memonitoring bantuan kambing etawa. Perguliran pertama tercatat pada tanggal 09 April 2019 telah beranak seekor kambing jantan milik Pak Er (penerima bantuan). Program bantuan kambing etawa telah berjalan sejak tahun 2017. Progres bantuan kambing pada kelompok Baban Lestari Desa Mulyorejo Kec. Silo Kab. Jember telah berkembang. Kambing berjumlah 12 ekor kini menjadi 27 ekor. Sedangkan bantuan kambing pada tahun 2018 jumlah belum bertambah (belum beranak). Adanya program ini diharapkan masyarakat bisa memelihara dan mengembangbiakkan kambing. Dan pada akhirnya cita-cita Program Desa Binaan dapat terwujud yaitu kemandirian Ekonomi dan sadar Konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Berita Teraktual Bekantan Batu Ampar

Kubu Raya, 16 April 2019. Perjalanan darat dan laut selama 8 jam Tim WRU menuju Dsn Semanggang, Ds Batu Ampar akhirnya dapat menjumpai satwa cantik endemik Pulau Kalimantan. Namun kisah sedih harus kita hadapi melihat bekantan ini terbaring tak bernyawa lagi. Hasil nekropsi yang dilakukan oleh Tim Medis WRU menyatakan bahwa bekantan mati karena trauma hebat di kepala. Trauma ini dimungkinkan karena gigitan anjing. Hasil nekropsi juga memperlihatkan bahwa satwa ini berusia kurang lebih 4 tahun dan tidak dalam keadaan hamil. Bekantan adalah satwa yang sensitif, mudah stress juga pemilih dalam pakannya. Menghuni relung ekosistem tertentu di kawasan mangrove. Pakan umumnya adalah daun pohon mangrove, namun memakan jenis serangga tertentu juga. Gangguan terhadap habitatnya akan sangat fatal bagi kelangsungan hidup populasi bekantan. Sedih, namun inilah hukum alam bahwa yang hidup akan mati. Manusia dikirim utk menjadi wali di muka bumi. Jadi mari jaga bekantan demi lestarinya Bumi Khatulistiwa. Selamat Jalan Bekantan Batu Ampar, Kami akan terus berjuang melestarikan jenismu. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Balai TN Taka Bonerate Kembali Gelar Kemah Konservasi 2019

Benteng - Kepulauan Selayar, 16 April 2019. Kemah Konservasi Balai Taman Nasional Taka Bonerate akan segera digelar kembali tahun ini (30 April sd. 1 Mei 2019). Giat ini juga sebagai rangkaian peringatan Hari Bumi yang jatuh tiap tanggal 22 April. Kegiatan ini rencananya dilaksanakan di Pulau Tinabo dan Pulau Latondu, Taman Nasional Taka Bonerate. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini tema yang diangkat adalah "Bangkitkan Jiwa Konservasi Generasi Jaman Now", dengan harapan generasi muda dapat berperan sebagai pelopor serta penggerak dalam upaya konservasi alam dan lingkungan hidup, serta menjadi motivator dan dinamisator dalam aksi-aksi konservasi di tengah-tengah masyarakat. Hari ini (16/04) digelar rapat pemantapan persiapan kegiatan "Kemah Konservasi" Taman Nasional Taka Bonerate 2019 yang dipimpin langsung Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Faat Rudhianto serta dihadiri para koordinator divisi-divisi kegiatan dan pejabat fungsional. Setiap koordinator divisi memaparkan masing-masing rancangan dan progres persiapan divisinya. Sesuai dengan temanya "Bangkitkan Jiwa Konservasi Generasi Jaman Now" menyasar kaum muda untuk menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan sekitarnya. Banyak kegiatan aksi lingkungan, mulai dari pemilihan Duta Karang 2019, bersih pantai, pengenalan ekosistem bawah laut, atraksi seni dan budaya sampai sharing ilmu pengetahuan dari pemateri yang kompeten dan berpengalaman. "Kemah Konservasi ini selain untuk kampanye lingkungan, giat ini juga memberikan ruang sebesar-besarnya untuk generasi muda dalam kawasan TN Taka Bonerate untuk berkreativitas" ucap Faat Rudhianto di rapat pemantapan ini. Nah sebagai generasi muda atau generasi jaman now, jangan mau ketinggalan untuk ikut kegiatan keren dan positif ini. Salam konservasi, salam lestari!!! Info lebih lanjut : Asep Pranajaya : 0813-2055-2445 Irfandi Aznur : 0813-1797-2890 Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Koordinasi Lintas Bidang Penanganan Arwana

Pontianak - 16 April 2019, Semakin banyak yang melakukan kebaikan maka kemudahan hidup akan datang setiap saat menghampirimu. Begitulah pepatah yang mungkin tepat untuk mengungkapkan suasana rapat koordinasi antara BKSDA Kalbar dan BPSPL Pontianak di Aula Rapat Kantor BKSDA Kalbar. Rapat yang dipimpin langsung Ka Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adhirahmanta berlangsung dengan santai namun serius. Pada kesempatan ini disampaikan bahwa arwana hasil penanganan tangkapan Bea Cukai di Cross Border Entikong beberapa waktu yang lalu telah dilepasliarkan. Ke depannya, Balai KSDA Kalimantan Barat dan BPSPL Pontianak akan terus berkoordinasi tentang pengelolaan satwa cantik ini. Semoga apa yang menjadi tujuan utama semua pihak yaitu menjaga kelestarian Sumber Daya Alam khususnya ikan arwana menjadi kenyataan. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Dua Kucing Langka Diserahkan

Pontianak, 15 April 2019. Berawal dari informasi Call Center, Tim WRU menerima penyerahan satwa yang dilindungi secara sukarela dari masyarakat berupa Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) dan Kucing Tandang (Prionalurus planiceps). Kedua kucing ini masuk dalam daftar Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Menurut pengakuan pemelihara satwa, Kucing Kuwuk dibeli melalui media social saat satwa berusia kurang lebih 3 bulan dan sudah dipelihara selama 9 bulan. Namun ketika mengetahui status perlindungan satwa ini maka pemelihara menyerahkan kepada Balai KSDA Kalimantan Barat. Di hari yang sama Tim WRU menerima satwa yang dilindungi jenis Kucing Tandang (Prionailurus planiceps). Peneyerahan ini dilakukan oleh seorang mahasiswa yang menemukannya di sekitar kolam penampungan air pabrik sawit daerah Wajok. Saat ini kedua satwa diamankan dikandang transit untuk dilakukan pengecekan kesehatan oleh Tim Medis sebelum selanjutnya dilepasliarkan. Penyerahan ini merupakan dampak positif yang diterima oleh masyarakat melalui sosial media tentang fasilitas Call Center. Call Center mampu berperan sebagai wadah Quick Respon terhadap laporan masyarakat demi pelestarian tumbuhan dan satwa liar. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Together In Harmony

"Tingkatkan kerjasama, persaudaraan dan gotong royong. Selalu ikhlas, kerja keras dan cerdas penuh semangat dalam kebersamaan wahai Rimbawan sejati.... Terima kasih bapak Inung Wiratno, bapak Helmi Basallamah dan bapak Suharyono atas malamnya yang penuh kehangatan dan keakraban... Kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.... Masih di Together in Harmony nih sahabat konservasi..... Kami melakukan berbagai permainan yang mengutamakan dan menguji kekompakan, kerjasama, gotong royong serta kebersamaan seperti pesan bapak bapak di malam pembinaan.... penerapan setelah arahan yang disampaikan bapak Wiratno, bapak Helmy dan bapak Suharyono... Pokoknya seru deh.... BINTAN - Tanjung Pinang - Kepulauan Riau. 12 s.d 14 April 2019 Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

TN Tesso Nilo Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Kawasan Dengan Sosialisasi Kemitraan Konservasi

Pelalawan, 09 April 2019. Dalam rangka meningkatkan pengelolaan TN.Tesso Nilo dan mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan, Balai TN. Tesso Nilo melaksanakan Sosialisasi Kemitraan Konservasi di kantor SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga. Sosialisasi diikuti oleh sebanyak 20 orang mitra yang berasal dari Desa Lubuk Kembang Bunga, Batin Putih, WWF Indonesia Central Sumatera Tengah, Forum Masyarakat Tesso Nilo dan Asosiasi Petani Madu Hutan Tesso Nilo. Sosialisasi kemitraan konservasi dilaksanakan melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yakni madu sialang di Zona Tradisional. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggali peran serta masyarakat dalam perlindungan sumber daya alam hayati di kawasan TN.Tesso Nilo. Pemanfaatan madu sialang dan konservasi lebah madu hutan merupakan salah satu sasaran utama yang diberikan kepada peserta sosialisasi kemitraan konservasi. Disamping itu peserta sosialisasi diajarkan tentang manajemen kelompok tani. Sosialisasi diisi oleh narasumber dari Balai TN.Tesso Nio, SMK Kehutanan Pekanbaru dan WWF Indonesia Central Sumatera Tengah. “Dengan sosialisasi kemitraan konservasi yang kita laksanakan, semoga dapat mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan TN.Tesso Nilo ” Terang Ka Sub Bag Tu TN.Tesso Nilo Bapak Delfi Andra, SP. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

SM Pelaihari Bentuk Masyarakat Mitra Polhut

Jorong, 11 April 2019 – Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari (SM Pelaihari) adalah wujud keseriusan Balai KSDA Kalimantan Selatan terhadap masyarakat desa sekitar kawasan konservasi untuk bersama-sama melindungi dan mengelola kawasan SM Pelaihari. Sekretaris Camat Jorong Drs. H. Lalu Takdir sangat menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan dalam upaya perlindungan dan pengamanan hutan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Peranan desa pun penting dalam mendukung pemerintah daerah di sektor perlindungan dan pengamanan hutan beserta ekosistem di dalamnya. Lebih lanjut dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Perlindungan dan pengamanan hutan merupakan tanggung jawab seluruh pihak guna menjaga kelestarian kawasan hutan, termasuk masyarakat yang berdekatan dengan kawasan SM Pelaihari”. Kegiatan Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut di ikuti oleh 30 orang calon anggota MMP yang berasal dari perwakilan desa di sekitar SM Pelaihari Kecamatan Jorong meliputi: Desa Jorong, Alur, Sabuhur dan Swarangan. Dasar pembentukan MMP ini, selain UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang KSDAE, tertera pada pasal 4 dan pasal 37 terkait keterlibatan masyarakat dalam konservasi KSDAE. Juga merujuk pada Permenhut 56 Tahun 2014 tentang Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Fungsi dan tugasnya adalah melaksanakan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan pada kawasan konservasi (SM Pelaihari). Saat acara pembukaan, dihadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr.Ir.Mahrus Aryadi, M.Sc, yang didampingi Kepala Resort Jorong SM Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut, serta Tim Panitia Balai KSDA Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Jorong Drs. H. Lalu Takdir dan dari Polsek Jorong Bripka Sahata Fernando Manurung, serta masing-masing perwakilan aparat dan tokoh masyarakat desa. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan sendiri, sejauh ini terus mendorong pelibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi membantu dalam pengelolaan kawasan. Hal ini, sesuai dengan arahan Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc dalam 10 cara baru pengelolaan konservasi dengan menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pengelolaan kawasan konservasi. Keberadaan masyarakat di sekitar kawasan memiliki peran penting dalam membantu usaha perlindungan dan pengamanan hutan di kawasan Balai KSDA Kalimantan Selatan khususnya SM Pelaihari. Selain pembentukan pengurus MMP, juga dilaksanakan pembekalan teknis perlindungan dan pengamanan hutan bagi calon anggota MMP seperti pengenalan GPS sebagai salah satu syarat bagi anggota kelompok MMP. Pada Acara pembentukan MMP, terpilih Nordin dari Desa Sabuhur sebagai ketua kelompok MMP yang diberi nama “MMP Hijau Lestari”. Dalam sambutannya, Nordin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan serta menghimbau kepada anggota untuk tetap menjaga kawasan SM Pelaihari serta mendukung program-program pemerintah (Balai KSDA Kalimantan Selatan) kedepannya sebagai langkah awal dalam keseriusan melaksanakan perlindungan dan pengamanan hutan di SM Pelaihari. (jrz) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Kepala Resort Jorong SM Pelaihari, SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 5.761–5.776 dari 11.140 publikasi