Sabtu, 25 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Presentasi Resort Model, Mencari Sistem RBM Ala BKSDA

Sidoarjo, 22 April 2019. Sebanyak tujuh Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) Model lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan presentasi di Kantor Balai. Resort-resort tersebut antara lain RKW 05 Madiun, RKW 06 Ponorogo, RKW 09 Mojokerto, RKW 10 Gresik, RKW 12 Bangkalan, RKW 20 Pasuruan, dan RKW 21 Pulau Sempu. Kepala BBKSDA Jatim, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut, M.Sc. mengatakan bahwa masih perlu sinkronisasi antara kegiatan-kegiatan di tingkat resort, evlap, program dan kerjasama, serta keuangan. Untuk itu kegiatan Resort Base Management (RBM) di BBKSDA Jatim dimulai dengan mencoba pada 7 RKW Model untuk dapat menerapkan RBM ala BBKSDA Jatim. “Harapannya dari presentasi ini didapatkan sistem atau design RBM yang dapat di terapkan di seluruh resort di BBKSDA Jatim,” tambah Nandang. Seperti diketahui, wilayah kerja BKSDA jelas berbeda dengan wilayah kerja Taman Nasional, sehingga RBM yang dapat dengan baik diterapkan pada taman nasional belum tentu bisa diterapkan pada BKSDA. Karena BKSDA tidak hanya mengelola kawasan konservasi, namun juga peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL), penangkaran TSL, dan kegiatan kemitraan lainnya. Ada tiga tipologi RKW di BBKSDA Jatim, pertama yang murni kawasan konservasi, kedua non kawasan konservasi, dan yang ketiga campuran antara keduanya. Artinya pada tipologi yang ketiga wilayah kerja mencakup kawasan konservasi dan teritorial. Dimana penerapan RBM akan berbeda di antara ketiga tipologi RKW tersebut. Sebagai contoh RKW 20 Pulau Sempu yang murni mengelola kawasan konservasi Pulau Sempu. Lalu, RKW 05 Madiun, RKW 09 Mojokerto, RKW 10 Gresik, RKW 12 Bangkalan yang murni teritorial karena tak memiliki kawasan konservasi di wilayah kerjanya. Serta RKW 06 Ponorogo dan RKW 20 Pasuruan yang memiliki wilayah kerja teritorial juga memiliki kawasan konservasi. Masing-masing Kepala RKW mempresentasikan mengenai masing-masing resortnya lengkap dengan progres kerja yang telah dan akan dilakukan ke depan. Banyak ide yang keluar dalam penerapan RBM pada masing-masing resort, tentunya disesuaikan dengan tipologi wilayah kerja. Tak lupa usulan grand design RBM yang dapat diterapkan pada resort di BBKSDA Jatim. Nandang berharap pada tahun 2020, DIPA sudah berbasis kegiatan RKW sehingga kegiatan RBM mendapat dukungan dana yang lebih memadai lagi. Karena dari resort-lah pertama kalinya data dan pekerjaan pertama kalinya masuk. “Sehingga nantinya jabatan Kepala resort itu bukan lagi jabatan sisa, dimana diisi oleh pegawai yang akan purna tugas atau pensiun,” imbuh pria berkacamata tersebut. Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas CPNS Balai TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 23 April 2019. Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) melaksanakan pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) calon PNS yang ditugaskan di Balai TNTBR (22/4). Sekadar informasi, tahun ini Balai TNTBR mendapatkan formasi CPNS dengan kuota 4 orang dengan komposisi jabatan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) sebanyak 1 orang dan Polisi Hutan (Polhut) sebanyak 3 orang. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Balai Faat Rudhianto ini nantinya akan menghadirkan 10 pengampu/ pembimbing teknis untuk membimbing adik-adik CPNS. Sebanyak 8 mata pelatihan yang akan dilaksanakan dan berlangsung selama 20 hari kerja kedepan, mulai tusi (tugas dan fungsi) organisasi hingga Pelaporan. "Harapan saya nantinya adik-adik CPNS bisa ditumbuhkan minat dan keahliannya menjurus kemana. Misalnya lebih minat ke biota laut, ahli karang, pengamanan kawasan, ataupun ekosistem lamun. Mereka akan diikutkan dalam diklat atau workshop tentang keahlian yang diminati" ucap Faat Rudhianto. Dengan terlaksananya pelatihan PKTBT ini diharapkan CPNS bisa memahami dan mengerti tugas serta fungsi baik secara organisasi maupun jabatan masing-masing. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Membangkitkan Semangat RBM Melalui SMaRT RBM di Balai TN Karimunjawa

Semarang, 23 April 2019. Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj) bersama Direktorat Kawasan Konservasi (KK) dan Wildlife Conservation Society (WCS) mengadakan pengenalan dan pelatihan Spatial Monitoring and Reporting Tool – Resort Based Management (SMaRT-RBM). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 22 s/d 24 April 2019 bertempat di Aula Balai TNKj, Semarang. Acara pelatihan yang diikuti para pejabat fungsional, Kepala Resort dan Kepala Seksi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TNKj Agus Prabowo, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan harapannya dengan pengenalan tool baru dalam implementasi RBM ini dapat menambah pengetahuan dan semangat kembali ke lapangan. Kegiatan ini dihadiri narasumber dari Direktorat KK dan trainers dari WCS. Pelatihan SMaRT RBM ini diikuti 16 orang pegawai Balai TNKj yang mewakili pejabat fungsional PEH, Polhut dan Penyuluh baik yang di lapangan maupun di Balai. Selain pejabat fungsional, hadir juga para Kepala Resort Pengelolaan Wilayah dan Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah. Peserta menerima materi dari Direktorat KK tentang Pengenalan SMaRT RBM dan dari WCS tentang Perencanaan dan Pelaksanaan Marine SMaRT Patrol di Kawasan Konservasi NTB serta SMaRT sebagai Sistem Informasi Manajemen Kawasan Konservasi. Para peserta sangat antusias menerima materi tentang SMaRT RBM ini, bahkan ada peserta yang berbagi pengalaman tentang awal pelaksanaan RBM di TNKj yang masih menggunakan form registrasi manual dan menyambut baik SMaRT RBM apabila diimplementasikan di Balai TNKj. Dengan terlaksananya pengenalan dan pelatihan SMaRT RBM di Balai TNKj ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan semangat bagi pengelola Balai TNKj baik petugas yang di lapangan maupun pejabat struktural sebagai pengambil kebijakan dalam mewujudkan salah satu dari 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi yaitu Resort Based Management. Sumber : Balai Taman Nasional Karimunjawa - 2019
Baca Berita

TN Meru Betiri Studi Banding Ke Rumah Jamur Zahra

Jember, 23 April 2019. SPTN Wilayah III kalibaru TN Meru Betiri (MerBeti) melakukan studi banding budidaya jamur di Rumah Jamur Zahra, Ambulu Jember. kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Budidaya Jamur SPKP Multi Kreasi Sejahtera Desa Kebonrejo Kalibaru yang diwakili 3 orang didampingi oleh 2 orang petugas TN MerBeti. Kegiatan dimulai dengan diskusi tentang asal mula budidaya jamur yang dilakukan oleh Ibu Siti Mahmuda (pemilik Rumah Jamur Zahra) dilanjutkan dengan melihat proses pembuatan baglog yang sudah menggunakan alih teknologi dengan alat press baglog mesin. Kreativitas, semangat, dan motivasi yang tinggi menjadi kunci suksesnya budidaya jamur yang telah dilakukan sejak tahun 2012 ini. Budidaya jamur yang dilakukan antara lain dari pembuatan bibit jamur, pembuatan baglog, penjualan jamur tiram putih dan cokelat, hingga olahan jamur seperti jamur crispy dan nugget jamur. Peserta studi banding melihat proses produksi, alat-alat yang digunakan antara lain mixer, alat press, autoclave dan lainnya. Pada kesempatan ini, peserta berkesempatan belajar langsung cara membuat F0 bibit jamur. Kesukseskan yang diraih Ibu Siti Mahmuda tidak hanya dirasakannya sendiri, kebahagiaan ketika bisa berbagi ilmu dan rezeki dengan masyarakat sekitar membuat usaha budidaya jamurnya juga membawa berkah bagi diri dan keluarga serta masyarakat sekitar. Semoga ilmu yang didapatkan kali ini bisa diterapkan di Kalibaru sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TN Merbeti. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BKSDA Kalteng Sosialisasikan Penanganan Konflik Satwa Liar Pada 40 Kepala Desa Kabupaten Barito Utara

Palangkaraya, 12 April 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Kalaweit dan Yayasan BOS melakukan sosialisasi penanganan konflik antara manusia dan satwa liar pada tanggal 26 Maret 2019 di Hotel Jnb, Muara Teweh. Pada Maret 2019 di Kabupaten Barito Utara, terdapat laporan kejadian orangutan yang masuk kedalam pemukiman warga. Tepatnya di Desa Lampeyong Kecamatan Gunung Purei, daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Hal inilah salah satunya yang mendorong diadakannya kegiatan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito utara dan dihadiri 40 kepala desa di Kabupaten Barito Utara yang wilayahnya rawan terhadap konflik satwa liar. Materi yang disampaikan yaitu pengenalan perilaku dan habitat orangutan di Kalimantan, pengenalan perilaku dan habitat Owa di Kalimantan dan konflik satwa liar dan pengendalian peredaran TSL dilindungi di Kalimantan Tengah. Semoga dengan adanya sosialisasi penangan konflik satwa liar ini diharapkan semua pihak yang terkait memilih kesamaan pemahaman, persepsi, serta langkah dan komitmen bersama dalam menanggulangi konflik satwa dengan manusia. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Peringati Hari Bumi, BKSDA Kalteng Ajak Generasi Millennial Bersih Pantai dan Lepas Tukik di TWA Tanjung Keluang

Palangkaraya, 22 April 2019. Hari Minggu, Tanggal 21 April 2019, menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi hampir 50 Tukik (anak penyu) hasil penetasan semi alami di TWA Tanjung Keluang. Mereka di realese ke laut oleh Kepala BKSDA Kalimantan Tengah beserta staf dan generasi millennial Kotawaringin Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya. Selain pelepasan tukik, juga dilaksanakan kegiatan bersih pantai disekitar Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Keluang. Acara ini selain dihadiri oleh Balai KSDA Kalimantan Tengah, juga diikuti oleh siswa pecinta alam dari SMAN 3 Pangkalan Bun (D’Kloser), SMAN 2 Pangkalan Bun (Hill Green) dan SMKN 2 Kumai (Star Beach). Selain itu ikut juga dalam kegiatan Peringatan Hari Bumi ini dari Perguruan Setia Hati Teratai yang saat itu sedang melaksanakan kenaikan tingkat. Peserta yang ambil bagian dalam Peringatan Hari Bumi Tahun 2019 di TWA Tanjung Keluang ini kurang lebih 100 orang. Tema peringatan Hari Bumi Tahun 2019 adalah “Protect our Species”. Diharapkan dengan Kegiatan Bersih pantai, dapat menjaga kebersihan pantai dan mencegah pencemaran terutama dari sampah plastik. Selain karena sampah plastik sulit terurai, juga dapat mengancam kelangsungan hidup Penyu dan hewan laut lainnya beserta habitatnya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Jogja Kreatif Peringatan Hari Bumi di Car Free Day

Senin 22 April 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Bumi melalui gelaran Yogyakarta Kreatif di kawasan Car Free Day Jl. Jenderal Sudirman Yogyakarta Minggu (22/4/19). Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Tribun Jogja dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta dalam peringatan Hari Kartini 21 April bekerjasama dengan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai KSDA Yogyakarta, Balai TN Gunung Merapi, Balai Pengelolaan DAS-HL Serayu Opak Progo, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XI, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY dalam peringatan hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Rangkaian acara peringatan Hari Bumi di Yogyakarta dimulai sejak pukul 06.00 – 09.00 WIB melalui kegiatan senam Zumba, food truck, cek kesehatan gratis, kopi gratis, pembagiaan bibit MPTS gratis dan doorprize. Kepala Balai BPDAS-HL SOP, Ir. Sri Handayaningsih, M.Sc dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan peringatan Hari Bumi ini dan meminta kepada para pengunjung car free day untuk ikut melestarikan lingkungan. Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Junita Parjanti, MT menyampaikan pesannya “Melalui kegiatan ini masyarakat Yogyakarta diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan turut serta melindungi spesies yang ada di bumi Indonesia.” Untuk lebih menyemarakkan kegiatan peringatan Hari Bumi ini, Balai KSDA Yogyakarta memiliki stand yang mengangkat kegiatan peduli lingkungan dengan tema “lindungi spesies kami” melalui face painting satwa liar, sosialisasi satwa liar dilindungi dan permainan puzzle satwa dilindungi. Beberapa personil tim Balai KSDA Yogyakarta memanfaatkan kostum jenis-jenis satwa dilindungi seperti Merak Hijau, Kakatua Jambul Kuning dan Elang yang menyampaikan sosialisasi satwa liar dilindungi dengan membagikan leaflet berupa jenis aves (burung) dilindungi di Indonesia berdasarkan peraturan Menteri LHK No. P 20/Menlhk/setjen/kum.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan satwa yang dilindungi terbit pada tanggal 29 Juni 2018. Dengan kemasan kegiatan yang menarik dan informatif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Cintai lingkungan, Cintai Satwa Liar, Biarkan mereka hidup bebas di alam! Sumber: Dyahning R (Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Selamat Hari kartini

Kepada wanita Indonesia khususnya para wanita tangguh Balai Besar KSDA Riau, tetap berkarya mendidik anak bangsa dalam kesetaraan mengabdi kepada negara. Selalu jadi wanita yang "kuat dan hebat" untuk keluarga.... "SELAMAT HARI KARTINI" Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenklhk #ditjenksdae #humasklhk #sobathijau
Baca Berita

Telur Tuntong Menetas di Pantai Sarang Elang

Stabat, 22 April 2019. Berawal pada 4 Februari 2019, saat Tim dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan teknisi konservasi YSLI serta Kelompok Tani Tumbuh Subur (mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara) menemukan sarang telur satwa jenis Tuntong Laut, di pantai Sarang Elang, dan mendapati 9 butir telur, dimana 8 butir dalam keadaan baik sedangkan satunya lagi dalam keadaan pecah. Kedelapan telur yang dalam kondisi baik tersebut kemudian dipindahkan dalam sebuah bak penetasan yang terbuat dari kayu dengan ukuran 2m x 1m x 1m, di lokasi areal mitra konservasi Balai Besar KSDA Sumut, Kelompok Tani Tumbuh Subur. Berlanjut pada 6 Februari 2019, nelayan Desa Jaring Halus kembali menemukan 7 butir telur satwa Tuntong di pantai Sarang Elang, dan ke 7 butir telur tersebut diserahkan kepada Tim gabungan. Kemudian ke 15 butir telur Tuntong mendapat pengawasan langsung dari Tim untuk proses penetasannya. Akhirnya, pada Rabu 10 April 2019, dari total 15 butir telur Tuntong Laut yang berhasil ditetaskan sebanyak 11 butir, dimana 10 butir telur berhasil menetas sempurna dan 1 butir menetas namun gagal. Sedangkan 4 butir lainnya dalam keadaan busuk. Tuntong Laut (Batagur borneoensis) merupakan salah satu reptil terlangka di dunia. Reptil yang dilindungi di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, juga menyandang status Spesies Critically Endangered dari IUCN Redlist serta terdaftar sebagai apendiks II CITES. Ke 10 ekor tukik yang menetas sempurna kemudian dipindahkan ke dalam styrofoam. Untuk pelepasliaran (release) ke habitatnya masih membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dari waktu menetas, untuk memantau dan memastikan kelayakan pelepasliarannya. Sumber : Herbert BP. Aritonang - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Beberapa anakan Tuntong Laut (tukik) yang berhasil ditetaskan
Baca Berita

Hutan Meranti CA Martelu Purba Sarana Pembelajaran dan Pelatihan

Martelu Purba, 22 April 2019. Kawasan Cagar Alam Martelu Purba yang berada di Desa Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, dikunjungi 30 orang peserta dan 5 widyaiswara/panitia dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar (10/4/19. Rombongan ini akan melaksanakan kegiatan Praktek Lapangan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Hutan. Sebelum meninjau lapangan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan informasi masing-masing dari Pemerintahan Kecamatan Purba, Kepolisian Sektor (Polsek) Purba, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), masyarakat yang mengambil manfaat langsung dari kawasan diakili oleh paragat, serta Kepala Resort CA. Martelu Purba. Usai pembekalan yang diselingi dengan diskusi (tanya jawab), peserta diklat melanjutkan kegiatan observasi lapangan guna melihat dan mengetahui kondisi riil kawasan CA. Martelu Purba, seperti potensi kawasan khususnya flora dan fauna, kondisi serta permasalahan yang ada, dan aktivitas pemanfaatan potensi kawasan oleh masyarakat. Sumber : Alharis Ruhidi, SP. - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Pembekalan dari beberapa narasumber
Baca Berita

Lahirnya Sang Penguasa Langit Jawa

Cibodas, 21 April 2019. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali menemukan “rumah” salah satu satwa endemik jawa kebanggaan Indonesia. Satwa yang diidentikan dengan lambang NKRI yaitu burung “Garuda”. Tim monitoring sangat antusias dengan temuan baru sarang dan anak elang jawa ini. “Alhamdulillah, gembira kuadrat ini mah, sarang baru termasuk anaknya berhasil terpantau” ucap Mukti salah satu anggota tim. Pertama kali terpantau keberadaan sarang ini pada tanggal 13 April 2019, dipantau lagi pada tanggal 18 April 2019 dan diperkirakan umur si anak elang jawa ini sekitar 1 – 2 minggu. Selanjutnya tim harus menahan kegembiraan ini karena tidak bisa terlalu sering mengamatinya pada jarak dekat, karena dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas elang jawa tersebut. Elang jawa merupakan salah satu raptor berstatus terancam punah dalam IUCN Red List dan ditetapkan sebagai satwa dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 106 tahun 2018. Tak berlebihan jika TNGGP memasukan burung “Garuda” ini ke dalam salah satu daftar satwa prioritas TNGGP untuk ditingkatkan jumlah populasinya dari tahun 2015 - 2019. Elang jawa merupakan salah satu indikator kesehatan ekosistem. Lalu jika elang jawa masih bisa melahirkan “juniornya”, bukankah ini secerah harapan bahwa masih ada “rumah” ternyaman bagi elang jawa? Ya... salah satunya adalah TNGGP. Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar TNGGP menuturkan bahwa keberadaan elang jawa bersama jenis satwa dilindungi lainnya merupakan salah satu nilai penting mengapa kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango perlu dipertahankan sebagai hutan konservasi. Diperlukan peran banyak pihak untuk melestarikannya. Salam konservasi... Sumber: Agung Gunawan – PEH Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Lagi, Penguatan Kapasistas Walidata SMART BBTN Bentarum

Putussibau, 21 April 2019. Sebagai bagian proses dari Implementasi Spatial Monitoring and Reporting Tools (SMART), Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) kembali melakukan penguatan kapasitas walidata Spatial SMART dengan melakukan Pelatihan Analisis Data dan Pelaporan Sistem SMART Resort Based Management (RBM). Kegiatan dilakukan di Kantor Balai, Putussibau selama tiga hari terhitung mulai tanggal 19-21 April 2019. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan Walidata SMART BBTN Bentarum yang telah ditunjuk sebanyak 11 Orang, terdiri dari walidata Seksi Pengelolaan Taman Nasional, Bidang Pengelolaan Taman Nasional dan Balai Besar. Sedangkan pemateri berasal dari Pokja SMART RBM Nasional yaitu Laurio Leonald. Spatial Monitoring and Reporting Tools (SMART) merupakan suatu sistem pengelolaan data kegiatan lapangan yang dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis dan dirancang untuk membantu pengelolaan kawasan konservasi. Implementasi SMART RBM dalam pengelolaan kawasan konservasi berdasarkan Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor SE. 14/KSDAE/KK/KSA.1/11/2018 tanggal 6 November 2018. Arahan lebih lanjut mengenai implementasi SMART RBM disampaikan lebih lanjut oleh Direktur Kawasan Konservasi melalui surat nomor S..42/KK/PPKK.1/KSA.1/1/2019 tanggal 28 Januari 2019. BBTN Bentarum telah mengimplementasikan SMART sebagai sistem pengelolaan data kegiatan lapangan dengan melakukan beberapa tahapan kegiatan seperti melakukan Evaluasi Implementasi SMART TN Bentarum, Pengembangan Aplikasi SMART TN Bentarum, Inventarisasi dan Ekstraksi Data Laporan dan Peningkatan Kapasitas Walidata SMART yang telah dilakukan di Putussibau dan Resort Tekenang TN Danau Sentarum pada akhir bulan Februari 2019. Kegiatan pelatihan analis data dan Pelaporan Sistem SMART RBM ini merupakan tahap lanjutan dari implementasi SMART TN Bentarum. Feri AM. Liuw, S. Hut. T., M. Sc, selaku Plh. Kepala Balai Besar TN Bentarum yang membuka acara pelatihan ini menyampaikan agar walidata SMART TN Bentarum mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga mampu menganalisis data hasil kegiatan lapangan menggunakan aplikasi SMART. Harapannya bahwa hasil analisa SMART ini sebagai bahan dalam penentuan kebijakan pengelolaan TN Bentarum sehingga menjadi efektif dan efisien. (Syarif MR) Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum)
Baca Berita

Dirjen KSDAE dan Kepala Balai Besar KSDA Riau Melepasliarkan Tukik

Bintan, 13 April 2019. Pelepasliaran 12 ekor Tukik Penyu di pantai Cassia, Bintan, Tanjung Pinang Kepri oleh Dirjen KSDAE, bapak Wiratno dan Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono... Berenanglah sepuasmu arungi lautan biru... Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #humasklhk #sobathijau
Baca Berita

Kuliah Lapangan dan Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Untan di TN Gunung Palung

Ketapang,18 April 2019. Petugas SPTN Wilayah I Sukadana Balai Taman Nasional Gunung Palung melakukan pendampingan kepada mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) prodi teknik lingkungan dalam melaksanakan kuliah lapangan di kawasan TN. Gunung Palung di riam berasap, Desa Laman satong Kabupaten Ketapang pada tanggal 5 hingga 13 April 2019. Kegiatan kuliah lapangan diikuti oleh 76 orang mahasiswa, 3 orang dosen pembimbing dan 14 orang asisten dosen, serta didampingi oleh 10 orang petugas TN. Gunung Palung dan 8 orang dari Pokdarwis Beringin sebagai pengelola riam berasap. Sebelum kegiatan dimulai, petugas TN.Gunung Palung memberikan pembekalan dengan konsep keselamatan di lapangan. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UNTAN bervariasi, mulai dari menganalisis vegetasi, menganalisis kualitas air, dan pengamatan herpetofauna selama 7 (tujuh) hari. “Sudah kewajiban kita dan sangat mendukung kegiatan ini dan mendapatkan pembekalan berupa keanekaragaman hayati oleh petugas TNGP. Selain kuliah lapangan mereka juga melakukan aksi peduli lingkungan berupa penanaman pohon” Ungkap Kepala SPTN Wilayah I Sukadana Balai Taman Nasional Gunung Palung, Bapak Bambang Hari Trimarsito, S.Si., M.P Sumber: Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Pengecekan Kesehatan Gajah di SM Sebanga Duri

Kamis, 18 April 2019. Drh. Rini Deswita, Aswar Hadhibina dengan dibantu Mahout melakukan pemeriksaan fisik terhadap beberapa ekor Gajah jinak yang ada di sana. Selain pengecekan fisik, pengukuran berat badan Gajah, pengukuran bodi kondisi indek Gajah dan pemberian obat cacing juga diberikan pada 6 ekor Gajah tersebut. Pengobatan sakit juga dilakukan kepada Gajah Rosa yang lidahnya melepuh sehingga agak mengalami kesulitan makan serta Gajah Puja yang mengalami peradangan pada telapak kaki kanan. Yuuk kita do'akan semoga seluruh Gajah yang ada di SM Sebanga sehat sehat semua... Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #humasklhk #sobathijau
Baca Berita

Penanaman Pohon di TWA Muka Kuning

Pekanbaru, 14 April 2019. kawan kawan Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan penanaman bibit pohon di TWA Muka Kuning lho... Bibit yang ditanam ada Pulai, Trembesi dan Matoa. Rencananya di bulan Agustus tahun ini di TWA Muka Kuning akan diselenggarakan Hari Konservasi Alam Nasional 2019. Kami tunggu kehadirannya ya...sampai jumpa di TWA Muka Kuning Batam, Kepulauan Riau... Sumber: Balai Besar KSDAE Riau #kemenlhk #ditjenksdae #humasklhk #sobathijau

Menampilkan 5.745–5.760 dari 11.140 publikasi