Sabtu, 25 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pelatihan Operator SMART Tingkat Operator Resort Lingkup BPTN I Semaka Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan

Gisting, 30 April 2019. Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan bersama mitra kerja WCS-IP melakukan pelatihan operator SMART (Spatial Monitoring And Reporting Tools) Kamis (20/3) lalu. Bertempat di Gisting, Kabupaten Tanggamus, kegiatan ini dihadiri oleh kepala SPTN Wilayah I dan II, serta diikuti oleh kepala resor dan perwakilan dari 8 (delapan) resor BPTN Wilayah I Semaka. Resor-resor tersebut, antara lain: Sukaraja, Pemerihan, Way Nipah, Way Haru, Ngambur, Biha, Ulu, Belu dan Tampang. “SMART mampu menyajikan data riil yang terukur, akurasi, data terstandarisasi dan lengkap, serta user friendly. Hal ini dapat membantu polhut dengan mitra dan MMP dalam mengumpulkan dan melaporkan data hasil patroli darat yang dilakukan,” papar Hagnyo Wandono, selaku pemateri pelatihan. Selama tiga hari, peserta diberikan materi dan pelatihan penggunaan sistem SMART sebagai alat bantu dalam pelaporan kegiatan patroli. Data yang diinput ke dalam sistem, selanjutnya dapat dianalisis dan diajukan sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan lingkup Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan. “Selain hadir di lapangan dan terlibat dalam kegiatan masyarakat, sebagai pemangku kawasan, kita harus memiliki data dan informasi yang lengkap pula. Itulah salah satu fungsi adanya SMART untuk membantu terkumpulnya data dan informasi yang lengkap,” ujar kepala SPTN Wilayah II Bengkunat, Jimmy Fonda. Sumber: Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Hari Bumi 2019 Diperingati di TWA Sibolangit

Sibolangit, 30 April 2019. Sabtu pagi, 27 April 2019, yang cerah, Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit diramaikan oleh 445 pengunjung. Hari itu Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe bersama dengan Indonesia Conservation Species Program (ISCP), melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Bumi Tahun 2019. Generasi muda, baik dari kalangan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), yaitu SD Negeri 101833 Sibolangit dan SD DOD Medan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sibolangit, maupun dari kalangan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) berbaur merayakan Hari Bumi yang biasa diperingati setiap tanggal 22 April. Thema yang diusung tahun ini “Protect Our Species” sebagaimana yang dikutip dari situs Global Earth Day, dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para penghuni bumi akan pentingnya menjaga lingkungan serta spesies di dalamnya, ujar Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., selaku penyelenggara Peringatan Hari Bumi. “Sebagai makhluk berakal mulia sudah menjadi kewajban kita untuk menjaga bumi dengan baik dan bukan malah merusaknya. Dengan aksi nyata kita, seperti aksi bersih dan pungut sampah merupakan bagian dari peran kita dalam merawat bumi,” ujar Samuel Siahaan. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Bumi Tahun 2019, diisi dengan aksi bersih pungut sampah plastik yang diikuti siswa/siswi SD Negeri 101833 Sibolangit dan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit, wisata edukasi konservasi dan lingkungan (Ekoling) SD DOD Medan, pelepasliaran 1 (satu) individu satwa jenis monyet ekor panjang ke kawasan TWA Sibolangit hasil penyerahan warga Kota Medan, Netty Manurung, kuliah lapangan mahasiswa/i Universitas Negeri Medan dalam mempelajari keanekaragaman tumbuhan TWA Sibolangit, serta pembuatan vidio Ekoling oleh Team Kreatif Fakultas Kehutanan USU. Acara peringatan Hari Bumi semakin meriah dengan penampilan siswa/i SMP Negeri 2 Sibolangit peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan SMP Negeri 2 Sibolangit, yang menampilkan lagu-lagu bertemakan konservasi alam, dengan pesan mengajak semua orang untuk peduli melestarikan alam, serta melindungi flora dan fauna Indonesia. (Samuel Siahaan, SP. / PEH Pertama) WisataEkoling SD DOD Medan dipandu Kepala Resort CA/TWA Sibolangit (a), 8 Aksi Pungut Sampah Siswa/i SD 101833 dan SMP Negeri 2 Sibolangit (b) Kuliah Lapangan Mahasiswa Unimed
Baca Berita

Komunitas Pendaki Kalimantan Peduli Kelam

Sintang, 28 April 2019.Berangkat dari kepedulian terhadap sampah, sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas Pendaki Kalimantan wilayah Sintang melakukan aksi Bakti Sosial dan Pemungutan sampah di TWA Gunung Kelam. Acara yang digagas para generasi muda ini menjadi sebuah moment berharga bagi konservasi. SKW II Sintang, selaku otoritas pemangku kawasan melakukan pendampingan dan pembinaan kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan selama dua hari dari tanggal 27-28 April 2019, mereka isi dengan sharing isu lingkungan dan diakhiri dengan aksi pemungutan sampah di wilayah jalur pendakian. Sebuah langkah maju bagi para anggota Komunitas Pendaki Kalimantan wilayah Sintang dapat turut serta menjadi bagian dari proses penyadartahuan konservasi.Semoga apa yang menjadi tujuan konservasi tidak hanya sebatas di lingkungan komunitasnya saja, tetapi tertanam kepada masyarakat pada umumnya. Work Fun, Stay Productive Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Gajah Kembali Keluar Kawasan Taman Nasional

Tanggamus, 27 April 2019. Peristiwa gajah masuk ke kawasan penduduk adalah hal yang bisa saja terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Kawasan konservasi. Seperti yang baru saja terjadi di Dusun Sri Mulyo, Pekon Pesanguan, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, dimana sebanyak 6 ekor gajah merusak ladang pisang dan beberapa pohon kelapa milik masyarakat Pekon Pesanguan. Gajah-gajah tersebut dapat dihalau dan kembali ke dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan berkat kerjasama apik petugas resort TNBBS dan masyarakat Pekon Pesanguan. Belum diketahui secara pasti penyebab gajah-gajah tersebut keluar kawasan dan merusak ladang milik warga. Diduga, gajah-gajah tersebut merusak ladang milik warga karena kebutuhan pakan. Petugas resort dan warga masyarakat masih terus berjaga-jaga dan melakukan pemantauan di lokasi tersebut untuk antisipasi dini agar gajah-gajah tersebut tidak kembali keluar kawasan TNBBS. Sumber: Yusuf Fajar Pratama - Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Jatim Lepas 74 Penyu Lekang Kembali Ke Habitanya

Pulau Sempu, 30 April 2019. Bersama Pokwasmas Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) dan masyarakat sekitar, Resort Konservasi Wilayah (RKW) 21 Pulau Sempu – Balai Besar KSDA Jatim melepasliarkan 74 ekor Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Bajulmati, pada 29 April 2019 pukul 18.30 WIB. Tukik Penyu Lekang yang dilepasliarkan tersebut berasal dari penyelamatan telur Penyu di sekitar pantai Banjulmati pada 10 Maret 2019 yang lalu, kemudian dipindahkan ke lokasi penetasan penyu Bajulmati Sea Turtle Conservation. Sehari sebelumnya, petugas RKW 21 Pulau Sempu menerima laporan dari Pokwasmas BSTC bahwa telur penyu di lokasi penetasan sudah keluar Tukik. Petugaspun menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan ke lokasi penetasan untuk memastikan kondisi dan menghitung jumlah Tukik yang ada. Selanjutnya dilakukan persiapan pelepasliaran dan pembuatan Berita Acara Pelepasliaran. Dalam kesempatan ini Kepala RKW 21 menyampaikan ucapan terima kasih kepada BSTC dan masyarakat sekitar pantai Bajulmati atas kepeduliannya dalam upaya penyelamatan telur penyu, dan mendukung upaya pelestarian Penyu di Malang Selatan. Sumber : Hari Purnomo - Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Semangat Yang Terbayarkan

Singkawang, 30 April 2019. “Work Fun Stay Productive”, tagline ini menjadi sebuah motivasi dari seorang Sadtata Noor Adirahmanta selaku kepala Balai KSDA Kalimantan Barat kepada seluruh anggota personilnya. Mengandung pengertian bahwa bekerja harus dilakukan dengan hati yang gembira, output dan target menjadi lebih optimal sebagai tujuan utamanya. SKW III Singkawang menterjemahkan tagline tersebut dalam sebuah event tahunan yang sederhana namun penuh makna. Gelaran Event yang diberi nama SKW III Gifts And Awards tahun 2018 merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Dani Arief W dan timnya. Acara ini merupakan bentuk penghargaan terhadap pegawai, mitra kerja dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi terbaiknya dalam upaya konservasi khususnya di wilayah SKW III sepanjang tahun 2018. Ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, namun akan memberi motivasi dalam langkah berikutnya. Bravo Konservasi Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Sebatang Pohon Untuk Sejuta Kehidupan

Pekanbaru, 30 April 2019. Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan sosialisasi program adopsi pohon dalam kawasan di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai (28/4). Banyak kelompok pecinta alam yang menaruh minat untuk mengikuti kegiatan, ada KPA Rimbawan Pesisir Dumai, MAPALA Jagad Biru, MAPALA Umah Pumpun, Satwa Rimba Foundation, KPHP Bagan Siapi-api dan Manggala Agni Daops Dumai. Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya kepedulian berbagai pihak akan kelestarian hutan TWA Sungai Dumai serta kepedulian beberapa perusahaan di Kota Dumai untuk menyalurkan dana CSR nya untuk kepentingan perbaikan lingkungan. Semoga adopsi pohon ini dapat direalisasikan sesuai harapan ya....Ayo tanam lagi..ayo tanam terus... Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Menjelajahi Hutan Alam TN Bukit Barisan Selatan Bersama Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Lampung

Kota Agung, 30 Maret 2019. Petugas Teknis Bidang Konservasi dan Petugas SPTN Wilayah 1 Sukaraja Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan melakukan pendampingan kepada mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Lampung dalam melaksanakan kuliah kerja lapangan dengan judul kegiatan pengamatan hutan primer dan sekunder TNBBS di Resort Sukaraja Atas. Sebelum kegiatan kuliah kerja lapangan dimulai Kepala Bidang Teknis Konservasi Ismanto, S.Hut MM, memberi sambutan kepada mahasiswa “selamat datang di TNBBS selamat menyusuri hutan dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari kegiatan ini, tetap jaga ucapan dan perilaku selama di dalam hutan, dan jangan lupa cukup tinggalkan jejak dan kenangan di dalam sana yang lainnya bawa pulang”. Begitulah sepenggal kalimat pembuka yang disampaikan Kabidtek TNBBS. Kegiatan kuliah kerja lapangan diikuti oleh 53 mahasiswa yang terdiri atas 48 mahasiswa perempuan dan 5 mahasiswa laki-laki, 2 orang dosen pembimbing, dan 5 orang asisten pratikum, dan didampingi oleh 8 petugas TN Bukit Barisan Selatan. Rombongan mahasiswa sampai di Resort Sukaraja Atas pada pukul 11 siang dan berkumpul di Rhino Camp lokasi dan camp tempat rombongan mahasiswa menginap. Setelah makan siang dan beristirahat petugas pendamping dari TNBBS serta dosen memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait kegiatan yang akan dilakukan di lapangan. Tepat pukul 12.30 rombongan mahasiswa yang telah dibagi kedalam 5 kelompok dan didampingi oleh asisten pratikum dan pendamping lapangan mulai jalan menuju lokasi praktek yang telah dibagi menjadi 5 tempat. Di lokasi yang telah ditentukan mahasiswa melakukan pengamatan di petak ukur berukurang 5 x 5 meter dan mengamati tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, dan pohon serta liana yang ada di petak ukur tersebut. Pengamatan selanjutnya dilaksanakan keesokan harinya di lokasi yang berbeda dengan mengamati suhu dan kelembaban yang ada di Resort Sukara Atas. Setelah selesai pengamatan dan praktek mahasiswa, dosen, dan pendamping lapangan berisitirahat dan makan siang bersama dan selanjutnya rombongan mahasiswa pamit meninggalkan TNBBS. Hutan lestari ketika dimanfaatkan tidak melebihi riapnya, riap ilmu tak akan pernah habis maka ambil ilmunya, lestarikan kayu dan manfaat intangibelnya. Sumber: Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Balai Besar KSDA Papua Selenggarakan PKTBT di Kampus Universitas Ottow Geissler

Jayapura, 29 April 2018. Para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Besar KSDA Papua melangsungkan kegiatan PKTBT (Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas) pada Sabtu-Minggu (27-28/4). Kegiatan bertempat di ruang kelas Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan, Universitas Ottow Geissler, Jayapura, Papua. PKTBT merupakan pra aktualisasi, salah satu jenjang yang harus dilalui oleh para calon ASN di lingkup Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan, sebelum melaksanakan Pelatihan Dasar (Latsar). Tujuannya memberikan gambaran dan modal dasar dalam tupoksi fungsional menjelang Pelatihan Dasar (Latsar) calon ASN Golongan III dan II Tahun 2019, yang akan dilalui dalam tiga tahapan, yaitu klasikal, habituasi, dan evaluasi. PKTBT ini dikemas menjadi bagian dari kegiatan Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa Kehutanan, yang dicanangkan untuk pembentukan Pengurus Cabang Persiapan Sylva Indonesia (Ikatan Mahasiswa Kehutanan Seluruh Indonesia), Universitas Ottow Geissler, Papua. Ketua Jurusan Kehutanan yang membuka kegiatan ini memberikan apresiasi sangat besar. Demikian pula Wakil Dekan Tiga Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan, serta para dosen Jurusan Kehutanan. Rencananya kegiatan ini akan menjadi prioritas bagi Jurusan Kehutanan setiap tahun. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan, “Kegiatan PKTBT ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pegawai baru sebagai bekal melaksanakan tugas. Jadi bukan hanya dalam lingkup internal, tetapi mereka juga harus memiliki pengetahuan eksternal, terjun langsung ke lapangan, memberikan pelatihan, ini akan sangat berguna.” Dalam kegiatan ini para calon ASN Balai Besar KSDA Papua dibagi tiga tim, yaitu tim Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan. Masing-masing tim memberikan materi sesuai kapasitas dan bidang keahlinan yang dimiliki. Tim Polisi Kehutanan membawakan materi tentang Camp Survival dan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD), yang disampaikan dalam teori hingga praktik. Peserta diberikan simulasi tahapan melakukan kompresi dada, dan pembuatan kompor lapangan. Tim Pengendali Ekosistem Hutan membawakan materi tentang pengenalan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi dan TSL yang masuk dalam kategori Satwa Buru di Papua, Perijinan SATS DN/LN untuk TSL, dan metode survei TSL. Dalam praktiknya dibuat simulasi pengenalan dan penggunaan alat lapangan, seperti GPS, aplikasi ArcGis, dan pembacaan peta. Adapun tim Penyuluh Kehutanan membawakan materi tentang metode-metode silvikultur, pengembangan ekowisata, dan hutan mangrove. Chandra Irwanto Lumban Gaol, Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Papua sekaligus pendamping mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Ottow Geissler dalam persiapan Sylva Indonesia, menyampaikan, “Saya bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Bahkan pihak kampus, dalam hal ini Wakil Dekan III dan Ketua Jurusan Kehutanan mendukung dan memfasilitasi teman-teman calon ASN ini untuk memberikan materi pada kuliah ekstra setiap hari Sabtu. Nantinya akan dibuat kelas minat bidang khusus sesuai kebutuhan, misalnya metode TSL, Metode Pemetaan, dan sebagainya.” Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Keluarga Rafflesiaceae yang Kembali Mekar di TN Bukit Barisan Selatan

Lampung Barat, 16 April 2019. Kembali mekar – Rhizanthes lowii yang merupakan famili dari Rafflesiaceae, kembali mekar di sekitar Resort Kubu Perahu, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Selasa (16/4) lalu. PEH TNBBS beserta murid-murid SMK Kehutanan Kadipaten yang sedang melakukan praktek lapang, berhasil menemukan jenis tersebut di antara semak-semak. “Selain Rhizanthes lowii, di Kubu Perahu ada satu jenis lagi yang sama seperti yang ada di Resort Sekincau,” ujar Supriatna, PEH TNBBS menerangkan. Jenis ini memiliki sebaran geografi di Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terkenal dengan floranya yang beragam dan merupakan kawasan konservasi yang banyak ditemukan jenis-jenis bunga langka seperti Rafflesia arnoldii, bunga bangkai, serta Rhizanthes sp. Sumber: Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Polres Agam dan BKSDA Amankan Pemburu Satwa Dilindungi

Agam - 28 April 2019, Belum sampai 1 bulan, setelah mengungkap kasus kepemilikan belasan bagian tubuh satwa dilindungi, Kepolisian Resor Agam bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat kembali mengamankan pelaku Pemburu Satwa dilindungi. Mendapatkan informasi dari masyarakat, tim gabungan melakuman pengecekan ke lokasi TKP. Pelaku diamankan di Aia Tigo Raso Jorong Mukomuko Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam ketika selesai memotong tubuh dari bagian satwa jenis Kijang (Muntiacus muntjak). Pelaku berinisial AW (36 tahun) diamankan bersama barang bukti 1 bagian kepala dan 23 potong daging dalam berbagai ukuran. Pelaku sebelumnya memasang jerat dilokasi TKP dan tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB menyembelih satwa yang sudah terjerat tersebut. Pelaku dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 100 juta rupiah. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Latihan Evakuasi Bencana di Balai Taman Nasional Gunung Palung

Ketapang, 29 April 2019 – Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) mengadakan latihan dan simulasi evakuasi bencana kebakaran yang dilaksanakan pada Jum’at, 26 April 2019 di kantor Balai Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang. Latihan ini merupakan salah satu latihan kesiapsiagaan dalam bentuk koordinasi,komunikasi dan evakuasi dengan melibatkan seluruh pegawai dan staff TANAGUPA. Pemilihan simulasi bencana kebakaran berdasarkan pada bencana yang mungkin terjadi di Balai Taman Nasional Gunung Palung Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai dan staff yang berada di Ketapang dan diramaikan juga oleh peneliti dari Amerika yang pada saat itu sedang mempresentasikan penelitiannya. Dalam simulasi tersebut seolah-olah terjadi bencana kebakaran dan bunyi sirine sebagai peringatan bencana, kepanikan terjadi dan semua segera berlari menuju titik kumpul di halaman belakang kantor TANAGUPA. Kegiatan ini berjalan lancar. Keseriusan dan keaktifan pegawai saat simulasi menjadi indikator bahwa para pegawai dan staff TANAGUPA siap menghadapi bencana di kemudian hari. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung (TaNa GuPa)
Baca Berita

Penyerahan Chainsaw Ke-105 Kepada Balai TaNaGuPa dan ASRI, Bukti Warga Peduli Kelestarian Alam

Kayong Utara, 29 April 2019 – Balai Taman Nasional Gunung Palung (TaNa GuPa) dalam menyelesaikan permasalahan gangguan kawasan bermitra dengan para pihak. Salah satu mitra Balai TaNa GuPa adalah Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI). ASRI bekerja sama dengan Balai TaNa GuPa salah satunya melalui program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimulai sejak Januari 2017. Dalam program UMKM ini, masyarakat yang menyerahkan chainsaw-nya kepada ASRI akan mendapatkan modal usaha untuk kegiatan bisnis bersama. Bisnis bersama tersebut akan menjadi alternatif mata pencaharian bagi mantan pelaku penebang liar sebagai upaya menanggulangi penebangan liar di kawasan TNGP. Penyerahan chainsaw tukar putus ke-105 dari masyarakat kepada Balai TaNa GuPa dan ASRI dilakukan pada selasa (23/4), yaitu oleh Bapak Muhamad Soleh atau akrab dipanggil pak Tole (48) warga desa Sedahan Jaya Dusun Tanjung Banjar Kab. Kayong Utara. Chainsaw yang telah diserahkan kepada pihak ASRI selanjutnya akan ditukar dengan uang modal usaha dagang. Bapak Tole menyerahkan chainsawnya untuk ditukarkan ke modal usaha peraih (berjualan keliling ikan, sayur, buah,dll) Yayasan ASRI yang diwakili oleh Agus, mengatakan bahwa Berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2017 ada sekitar 150 orang penebang liar, dan pada tahun 2019 ini kami berencana untuk melalukan survey kembali, karna faktanya penjualan chainsaw masih tinggi. Harapan saya semoga lebih banyak lagi penebang liar yang beralih profesi, meskipun pendapatannya tinggi tapi pekerjaan tersebut beresiko tinggi.” Salah seorang Polisi Kehutanan dari Balai TaNa GuPa berharap masyarakat bisa lebih sejahtera dan berharap kegiatan penebangan liar dapat semakin berkurang. “Semoga masyarakat yang sudah menyerahkan chainsawnya bisa lebih sejahtera dibandingkan sebelumnya. Dan semoga masyarakat yang belum menyerahkan bisa segera mengikuti jejak yang lain, dalam arti kata yang sudah menyerahkan chainsawnya. Tentunya saya juga berharap kegiatan penebangan liar di TaNa GuPa bisa sangat berkurang bahkan tidak ada lagi penebangan liar di TaNa GuPa.” Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung (TaNa GuPa)
Baca Berita

Latihan Evakuasi Mandiri Bencana Balai TN Gunung Merbabu

Boyolali, 26 April 2019. Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengadakan Latihan Evakuasi Mandiri Bencana pada hari Jumat 26 April 2019. Latihan Evakuasi Mandiri Bencana ini dilaksanakan di kantor BTNGMb Boyolali dengan melibatkan seluruh pegawai yang ada di kantor Balai dan Resort Ampel. Tujuan dilaksanakan kegiatan latihan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pada situasi darurat bencana untuk mengurangi dampak buruk bencana. Latihan evakuasi mandiri bencana kali ini berupa latihan evakuasi mandiri bencana gempa bumi mengingat sebagian besar waktu pegawai berada di dalam kantor Balai. Latihan evakuasi mandiri bencana ini dimulai dengan pengarahan oleh Plt Kepala Balai Ir. Junita Paryanti MT yang menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan kita saat terjadi bencana karena bencana tidak dapat diperkirakan waktu dan besarnya. Setiap pegawai perlu tahu dan sadar apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi termasuk juga jalur evakuasi dan titik kumpul evakuasi. Latihan evakuasi ini dimulai dari pegawai saat berada didalam ruangan masing-masing dan pada saat terjadi bencana gempa bumi, bunyi sirine akan menyala. seluruh pegawai BTNGMb tetap berada diruangan masing – masing dan berlindung. Saat gempa sudah mereda dan bunyi sirine kedua menyala seluruh pegawai keluar ruangan melewati jalur evakuasi menuju titik kumpul (halaman depan kantor). Selanjutnya masing – masing koordinator ruangan memastikan bahwa seluruh anggota ruangan sudah berada dititik kumpul dan melaporkan ke koordinator lapangan dan koordinator lapangan meneruskan ke tim evakuasi. Tim evakuasi melakukan penyisiran ruangan dan segera melakukan evakuasi dan penyelamatan korban. Tim P3K melakukan pertolongan pertama pada korban jika perlu penanganan lebih lanjut segera dibawa ke RS terdekat. Pasca kejadian Pemegang Komando menenangkan seluruh pegawai dan tetap waspada mengantisipasi gempa susulan serta mengikuti perkembangan situasi dan memantau berita atau informasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang. Video simulasi/ latihan evakuasi mandiri bencana BTNGMb dapat disaksikan melalui laman youtube : https://youtu.be/0Kv4HcOOC5c. Sumber : Astekita - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Penandatanganan RPP PT. PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Utara dengan BKSDA Sumatera Barat

Medan, 29 April 2019. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) Dr.Ir. Erly Sukrismanto, M.Sc atas nama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan Penandatanganan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) Perjanjian Kerja Sama dengan PT. PLN (Persero) UIP Sumbagut yang diwakili oleh General Manager-nya Octavianus Padudung (29/4). Penandatangan dilaksanakan di Kantor PT. PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Utara Jalan Dr. Cipto No. 12 Medan. RPP ini merupakan rangkaian dari Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara dua belah pihak yang telah ditandatangani pada tanggal 14 Februari 2019. RPP ini disusun berdasarkan ruang lingkup yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama yang diharapkan bisa memberikan manfaat untuk peningkatan pengelolaan kawasan konservasi dan masyarakat sekitar kawasan CA. Batang Pangean I dan SM. Malampah Alahan Panjang selama 10 (sepuluh) tahun ke depan. Pada kesempatan tersebut, Octavianus Padudung menyampaikan banyak terima kasih atas kerjasama tim yang solid dan kooperatif sehingga proses pengurusan mulai dari dokumen Perpanjangan PKS sampai dengan penandatanganan RPP dapat cepat terlaksana. Padudung juga menyampaikan bahwa Manajemen PLN akan selalu konsisten untuk menyelesaikan hal- hal seperti ini, karena ini adalah amanat perundang-undangan yang jika dilanggar dapat berakibat pidana hukum. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai KSDA Sumbar yang berterima kasih dengan Manajemen PT PLN UIP Sumbagut atas pengertian dan kerja sama yang baik sehingga proses penandatanganan dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya, diharapkan komunikasi yang baik tersebut tetap dipelihara dan rencana pelaksanaan program yang sudah disepakati dapat direalisasikan dengan sebenar-benarnya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Balai TN Kutai Dan PT Pertamina EP Lakukan Pendampingan Manajemen Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Bontang, 25 April 2019. Sampah, tentu jika mendengar hal tersebut yang terlintas di pikiran kita adalah sesuatu yang bau, jorok dan lain sebagainya yang konotasinya negatif. Memang pemikiran demikian tidak salah, dimana sampah-sampah tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi sebuah permasalahan yang serius. Lalu apa hubungannya sampah dengan kawasan konservasi Taman Nasional Kutai? Hhhmmm...tau kah bapak,ibu dan rekan-rekan sekalian, bahwasanya masyarakat yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan konservasi termasuk di kawasan TN Kutai adalah masyarakat pinggiran, yang notabene-nya jauh dari administratif pemerintahan kota atau kabupaten kecuali desa itu sendiri apalagi dari tempat pengelolaan sampah dengan kategori layak/baik. Kemana sampah-sampah mereka? tentu saja mereka akan membuang sampahnya di sembarang tempat yang mereka pikir layak untuk menjadi penampungan sampah mereka. Ya, sampah-sampah tersebut akan dibuang di kawasan konservasi, yang sudah barang tentu pada akhirnya kawasan konservasi TN Kutai juga akan menjadi sebuah Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah - sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Hal inilah yang mendasari dilaksanakannya program manajemen pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diinisiasi oleh pihak Balai Taman Nasional Kutai bersama dengan PT PERTAMINA EP Sangatta melalui payung hukum yang bernama Perjanjian Kerjasama, sedangkan untuk pendampingan selama program, akan dilaksanakan oleh Yayasan Bikal Karya Lestari bersama-sama dengan penyuluh kehutanan Balai TN Kutai. Desa Sangkima dan Desa Teluk Singkama adalah 2 desa yang akan menjadi Pilot Project dari program ini. Sebagai langkah awal, masyarakat dari Desa Sangkima dan Teluk Singkama beserta dengan Kepala Desa dan Camat Sangatta Selatan diajak melakukan kunjungan belajar pengelolaan manajemen sampah ke Kota Bontang dengan 3 titik sasaran, yaitu ; Kunjungan belajar pengelolaan sampah, tentu diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan dapat merangsang masyarakat, pemerintah desa, dan pihak kecamatan sangatta selatan untuk mau dan mampu mengelola sampah mereka menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah secara ekonomi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan. Sumber: Balai Taman Nasional Kutai

Menampilkan 5.697–5.712 dari 11.140 publikasi