Minggu, 26 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Presentasi Hasil Pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Balai TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 28 Mei 2019. Bertempat di ruang pertemuan Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR), Benteng-Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan telah berlangsung presentasi hasil pelaksanaan PKTB (Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas) oleh CPNS Balai TNTBR pada Senin (27/5/2019) CPNS bersangkutan telah melakukan kajian bidang tugas selama 20 hari kalender sejak tanggal 22 April 2019 lalu. Selama giat tersebut ada 10 pengampu/pembimbing teknis yang membimbing CPNS bersangkutan. PKTB ini merupakan pelatihan dasar (latsar) CPNS dengan tujuan untuk mengubah pola perilaku dan mindset peserta, dengan harapan mereka akan mampu menjadi pelayan publik yang profesional berbasis pelayanan prima dengan spirit super moralitas. Sekadar informasi untuk formasi tahun 2018, Balai TN Taka Bonerate mendapat jatah 4 CPNS dengan komposisi 1 PEH, 3 POLHUT. Giat ini dipimpin langsung oleh kepala balai dan dihadiri para pejabat struktural, fungsional dan staf Balai TN Taka Bonerate. Dalam sambutannya Kepala Balai berharap banyak hal yang didapat selama pelatihan tersebut, sehingga mereka sudah siap dilepas dan bertugas di lapangan. Nantinya saat mengikuti prajabatan, CPNS tersebut benar benar telah siap dengan pengalaman bidang teknis, administrasi, dan lapangan. Adapun sajian materi yang dipresentasikan diantaranya Pengantar, Pengelolaan Kepegawaian, Tata Naskah Dinas, Pengelolaan Keuangan, Pengelolaan BMN, Tugas dan Fungsi Organisasi, serta Tugas dan Fungsi Jabatan Fungsional PEH dan POLHUT. Selain disajikan dalam presentasi juga dilakukan sesi tanya jawab. Dengan pola latsar seperti ini akan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi, nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang tugas masing-masing. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Akhirnya Tuntaslah Sudah, Rencana Teknik Tahunan RHL pun Ditandatangani

Bogor, 27 Mei 2019. Rencana Teknik Tahunan Rehabiltasi Hutan dan Lahan (RTnRHL), akhirnya selesai juga tersusun dan ditandatangani para pihak, di “Bogor Icon Hotel” pada tanggal 27 Mei 2019. RTnRHL ini ditandatangani oleh Kepala Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung, Kepala Balai Besar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP). Acara ini dihadiri pula oleh Ida Bagus Putra Prathama (Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung), Listya Kusumawardani (Direktur Pemolaan dan Informasi Konservai Alam mewakili Dirjen KSDAE), Ammy Nurwati (Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat), dan Wahju Rudianto (Kepala Balai Besar TNGGP). Dalam sambutannya Dirjen BPDASHL mengatakan bahwa persoalan RHL di Propinsi Jawa Barat dan Banten amat mendesak dan prioritas, sehingga perlu dilaksanakan RHL. Dirjen BPDASHL juga berharap agar kegiatan yang sangat luhur bagi manusia dan alam ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, tertib administrasi dan selalu mengupdate system, monitoring RHL lewat Sistem Informasi Tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Sitar Hutla). Sementara itu, menurut Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung, tutupan lahan di areal konservasi memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian erosi pada kondisi tofografi lahan yang curam dan pengaturan tata air. Untuk itu dialokasikan anggran RHL seluas 2.998,45 ha di kawasan Balai Besar KSDAE Jawa Barat dan 689,62 ha di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Mudah-mudahan harapan Pak Dirjen dapat dilaksanakan dengan baik sehingga eksosistem hutan cepat pulih dan berfungsi seperti sediakala. Aamiin... Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

BKSDA Kalbar Gagas Inovasi Pengelolaan Cagar Alam Di Indonesia

Pontianak - 28 Mei 2019, Bertempat di ruang rapat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Gedung Manggala Wana Bhakti Blok I Lantai 8, pada tanggal 21 Mei 2019 Sekretaris Direktur Jenderal KSDAE Ir. Herry Subagiadi, M.Sc memandu jalannya rapat. Diawali dengan pembukaan acara, Kepala Balai KSDA kalimantan Barat Sadtata Noor Adirhamanta, S.Hut, M.T. melanjutkan dengan pemaparan materi utama. Sebuah inovasi baru yang disampaikan oleh Sadtata dalam pengelolaan Cagar Alam (CA) melalui skema pelibatan masyarakat. Tanpa mengurangi fungsi pokok sebuah kawasan konservasi, pola pengelolaan CA ini bertujuan untuk lebih memberdayakan masyarakat di dalam sebuah kawasan Cagar Alam. Kepulauan Karimata menjadi pionir yang diusung oleh BKSDA KALBAR dalam penerapan konsep pengelolaan Cagar Alam sebagai "DESTINASI PENELITIAN BERBASIS MASYARAKAT". Mendasari pemilihan CA Karimata sebagai awal pelaksanaan konsep ini, beberapa kesempatan sebelumnya telah dilakukan kajian melalui sebuah kegiatan yang dinamakan "JELAJAH KARIMATA 2019". Kegiatan jelajah ini mengeksplore seluruh potensi Karimata mulai dari bawah laut sampai puncak pegunungan. Singkat cerita, hasil ekplore melalui Jelajah Karimata 2019 merupakan data awal dalam pengembangan Cagar Alam Sebagai Destinasi Penelitian Berbasis Masyarakat. Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh BKSDA KALBAR. Ia mengatakan bahwa hal-hal seperti ini merupakan suatu terobosan langkah yang baik dalam pengelolaan kawasan konservasi. "Konsep seperti ini akan saya sampaikan juga ke Menteri" imbuhnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa konsep pengelolaan Cagar Alam Laut Karimata ini akan ditindaklanjuti pembahasannya untuk memberikan payung hukum yang tepat. Semoga apa yang menjadi cita-cita luhur dalam pengembangan konsep pengelolaan kawasan konservasi yang melibatkan masyarakat akan menjadi kenyataan. Resources Are Limited, Creativity Is Unlimited Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Kemitraan Konservasi Solusi Konflik Bermartabat

Batakan, 27 Mei 2019 – Dalam rangka persiapan pembentukan Kemitraan Konservasi di TWA Pelaihari, Senin (27/5/2019) diselenggarakan pertemuan di Balai Desa Batakan. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala SKW 1 Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P, Kepala Resort TWA Pelaihari Alfredo De Araujo, Kepala Desa Batakan Bapak Arsani dan masyarakat peladang Desa Batakan. Masyarakat ini merupakan calon mitra konservasi di TWA Pelaihari. Pertemuan ini diisi dengan diskusi konsep kemitraan konservasi agar bisa dipahami dan kebijakan KLHK terkai t dengan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Kepala Balai KSDA Kalsel menyebutkan bahwa Pembentukan Mitra Konservasi ini merupakan program Pemerintah berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal KSDAE No: P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018 tentang Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam yang diamanahkan melalui BKSDA Kalsel untuk melakukan kerja sama dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan atau pemulihan ekosistem. Menurut Kepala BKSDA Kalsel, program Kemitraan Konservasi merupakan program kerjasama yang mendudukkan masyarakat Desa sebagai pelaku utama untuk mengelola lahan menjadi produktif sekaligus lestari sesuai fungsinya. “Untuk itu keterlibatan dan dukungan Kepala Desa serta kerja sama masyarakat dalam mendorong percepatan pembentukan Mitra Konservasi di TWA Pelaihari Kabupaten Tanah Laut sangat penting”. Berdasarkan hasil diskusi, semua pihak baik Aparatur desa dan masyarakat yang terlibat menyatakan siap dalam penyiapan usulan kerja sama dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat kepada BKSDA Kalsel berupa legalitas pemohon calon mitra (KTP) dan Naskah Perjanjian Kerjasama (NPKS) yang memuat lokasi serta rencana kegiatan. Disepakati target penyelesaian persiapan administrasi dan ground cek lapangan pada bulan pertengahan bulan Juni 2019. (jrz) Sumber : Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Resort Situgal dan Resort Onangan Laksanakan Penanaman Pakan Gajah

Beserah, 25 Mei 2019. Petugas Resort Tesso Situgal dan Resort Onangan Nilo laksanakan kegiatan pembinan habitat dalam bentuk penanaman tanaman pakan satwa gajah yang dilaksanakan di kawasan Resort Tesso Situgal dan Resort Onangan Nilo. Rangkaian Kegiatan ini dimulai dari pengiriman bibit ke lokasi tanam yg dimulai dari tanggal 22 Mei s.d 23 Mei 2019. Selanjutnya tanggal 24 Mei 2019, tim melakukan pembersihan lahan dan pembuatan jalur sekaligus pemasangan ajir/patok tanaman. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit tanaman yang menjadi pakan gajah. Bibit tanaman yang ditanam adalah jenis cempedak hutan dan bamboo. Kedua jenis tanaman ini adalah tanaman yang disukai oleh gajah. Luas areal penanaman 2 Ha di Resort Situgal dan 2 Ha di Resort Onangan Nilo. Lokasi penanaman tersebut merupakan jalur alami pergerakan gajah di TN.Tesso Nilo Menurut Kepala Resort Situgal Bapak Amir Hamzah, S.Hut, kegiatan penanaman pakan gajah ini berlangsung sesuai rencana dan tidak ada kendala berarti di lapangan, “kami berharap tanaman ini mampu menjadi sumber pakan masa depan bagi gajah-gajah di TN.Tesso Nilo”. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Sertijab Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran

Medan, 28 Mei 2019. Balai Besar KSDA Sumatera Utara menggelar acara Serah Terima Jabatan Eselon IV Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, pada Kamis 23 Mei 2019, bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Serah Terima Jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.346/Menlhk/Setjen/ Peg.2/5/2019 tanggal 15 Mei 2019 tentang Pengisian dan Mutasi Jabatan Pengawas (Eselon IV) Kementerian LHK. Sertijab yang dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dilaksanakan dari Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Amenson Girsang, SP. kepada pejabat baru Alfianto Luat Siregar, S.Hut., MT., MP.P. Pelaksana Tugas (Plt.) sebelumnya merangkap jabatan sebagai Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan pada Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Dalam sambutan dan arahannya Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. menyampaikan beberapa hal kepada pejabat baru, diantaranya agar segera membangun kekuatan melalui konsolidasi baik di internal Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran maupun dengan stakeholders lainnya, seperti : Camat, Kapolsek dan Koramil yang ada disekitar wilayah kerja. Konservasi tidak akan berjalan dengan baik bila tidak membangun serta menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholders, ujar Hotmauli. Selain itu, Kepala Balai Besar juga mengingatkan pejabat baru untuk segera mempelajari dan menguasai wilayah kerjanya, termasuk kondisi kawasan konservasi serta menginventarisir berbagai permasalahan-permasalahan yang ada, dan mencarikan solusi penyelesaiannya. “Bangun kariermu dan jangan kotori sumur (mata air)mu, karena itulah sumber kehidupanmu. Sekali berbuat cacat, maka akan sulit untuk memperbaiki/memulihkannya,” nasehat bijak Kepala Balai Besar kepada pejabat baru, sebelum mengakhiri sambutan dan arahan. Pejabat baru Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumut yang telah memberikan kesempatan untuk promosi serta memberikan arahan-arahan yang akan dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas nantinya. Diharapkan juga bantuan dan dukungan dari seluruh pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, terlebih dari Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar beserta jajarannya. Alfianto Luat Siregar, S.Hut., MT. MP.P. yang dilahirkan di Pematangsiantar, 35 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 Mei 1984, merupakan pejabat promosi. Karier PNS nya dimulai pada tahun 2008 sebagai staf di Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung. Setelah itu, berbagai bidang tugas dijalaninya, seperti : staf pada Sub Bagian Program dan Kerjasama, staf pada Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan dan terakhir sebelum promosi, sebagai Analis Data pada Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Bapak dari 1 orang putri ini, Aiko Siregar, merupakan alumni Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007. Pada tahun 2011 mendapat kesempatan tugas belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Jepang serta berhasil meraih gelar kesarjanaan MT dan MP.P. Prinsip hidupnya yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan selalu tertarik dengan tantangan pekerjaan, mengantarkannya untuk mengasah dan menguji kemampuan dalam menjalani tugas baru sebagai Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran pada Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar. Acara sertijab yang dihadiri pejabat struktural eselon III dan eselon IV lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta pegawai Balai Besar KSDA Sumatera Utara berjalan dengan penuh keakraban. Selamat bertugas bagi pejabat baru. Sumber: Nofri Yeni, SP. (PEH Pertama) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai Besar KSDA Jawa Timur Lepasliarkan 318 Penyu Lekang

Malang, 27 Mei 2019. Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali melepasliarkan 318 Tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Ngantep. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan - Malang, Kapos Angkatan Laut Sendang Biru, Satpol Airud Sendang Biru, Penggiat penyu Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Profauna Indonesia, Forpinka Kecamatan Gedangan, serta masyarakat dan nelayan di sekitar Pantai Ngantep. Pelepasliaran tersebut menindaklanjuti laporan Pokwasmas BSTC mengenai penetasan telur penyu di lokasi penetasan sehari sebelumnya. Setelah melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi dan menghitung jumlah Tukik yang sudah keluar, maka dilakukan persiapan pelepasliaran ke habitatnya di Pantai Ngantep. Sebelum pelepasliaran dilakukan terlebih dahulu sosialisasi dan penyadartahuan kepada masyarakat sekitar Pantai Ngantep tentang pentingnya konservasi Penyu dengan kegiatan penyelamatan, perlindungan dan pelestarian Penyu. Setelah sosialisasi selesai, barulah dilaksanakan kegiatan pelepasliaran Tukik oleh Petugas Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu bersama instansi terkait yang hadir, serta stakeholder di sekitar Pantai Ngantep. Tukik yang dilepasliarkan berasal dari penyelamatan telur Penyu di sekitar pantai Ngantep tanggal 10, 12, 24 dan 29 Maret 2019 yang lalu. Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi penetasan penyu BSTC di Pantai Bajulmati. Dalam kesempatan tersebut, BBKSDA Jatim menyampaikan terimakasih kepada BSTC, instansi terkait dan masyarakat sekitar pantai Ngantep atas keperduliannya serta dukungannya dalam upaya penyelamatan telur penyu, guna pelestarian Penyu di Malang Selatan. Sumber : Hari Purnomo, Kepala Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu - Balai Besar KSDA Jawa Timur Penyunting : Agus Irwanto
Baca Berita

Pembentukan Karakter Generasi Milenial

Jayapura, 25 Mei 2019. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menghadiri kegiatan penanaman pohon pada Sabtu, 25 Mei 2019. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh siswa kelas IX SMPN 12 Jayapura yang akan menyelesaikan studi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 120 orang. Pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Kepala Sekolah, para guru, dan orang tua siswa SMPN 12 Jayapura, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Dofonsoro, Kepala Resort Port Numbay, dan masyarakat setempat. Titik lokasi penanaman berada di sekitar gedung sekolah SMPN 12, Angkasapura, Jayapura dan di kawasan penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloop, sekitar pal batas No 99. Kegiatan ini bertujuan menyampaikan pesan peduli sosial serta peduli lingkungan dan kawasan hutan, sekaligus mendukung SMPN 12 Jayapura sebagai Sekolah Adiwiyata. Jumlah bibit yang ditanam di dua lokasi tersebut sebanyak 150, yang terdiri dari jenis pohon soang (Xanthosthemon novaguineense Valeton), araucaria (Araucaria columnaris), dan pohon cemara (Casuarina sp.). Selain kegiatan menanam, dilakukan pula kegiatan sosial dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada Pondok Pesantren Al Payage, Angkasapura. Ini dilakukan dalam rangka mempererat tali silahturahim pada bulan Ramadhan yang suci dan penuh berkat. Pada kesempatan tersebut Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak sekolah SMPN 12 Jayapura, khusunya para siswa kelas IX. “Luar biasa. Siswa kelas IX SMPN 12 Jayapura sebagai generasi milenial memiliki kepedulian, peka terhadap kondisi sosial, lingkungan, dan alam sekitarnya. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara pembentukan karakter, dan bisa menjadi model yang baik bagi sekolah-sekolah lainnya,” ungkap Edward. Senada dengan Kepala Balai Besar KSDA Papua, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura juga menyampaikan, kegiatan ini sangat positif dan harus didukung oleh semua pihak. Selanjutnya beliau akan menyampaikan kepada sekolah-sekolah lain untuk turut melakukan kegiatan yang sama, khususnya terkait dengan kegiatan sosial dan lingkungan. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

Bersinergi Mengamankan CA. Pegunungan Cycloop

Senin, 27 Mei 2019. Balai Besar KSDA Papua sebagai pemangku kawasan konservasi merangkul semua pihak terkait, khususnya pemilik hak ulayat dan pemerintah daerah dalam upaya menjaga dan melestarikan CA. Peg Cycloop. Aksi nyata dan upaya tindak yang dilakukan adalah Patroli Gabungan. Patroli Gabungan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura. Kegiatan patroli gabungan juga melibatkan BASARNAS, SATPOL PP, Masyarakat adat, Batalyon Infanteri 751, Lanud Silas Papare Jayapura, Kepolisian Resort Jayapura, Kodim Jayapura, BPBD Kabupaten Jayapura, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura serta media lokal. Kegiatan patroli gabungan dilaksanakan selama tiga hari, dengan target lokasi yang diduga ada aktifitas masyarakat seperti perambahan/perkebunan liar di sekitar daerah penyangga maupun di dalam kawasan CA. Peg Cycloop. Sasaran hari ini di daerah kimiri (dalam kawasan) dan Kampung Taruna sosial (daerah penyangga) yang merupakan wilayah kerja Resort Sentani pada Balai Besar KSDA Papua. Hasil patroli gabungan di Resort Sentani ditemukan 6 orang masyarakat yang melakukan perambahan atau perkebunan liar di dalam kawasan. Tim patroli melakukan pendataan dan penyuluhan secara persuasif agar mereka menghentikan kegiatan perambahan. Selain itu juga dilakukan pemasangan plank larangan melakukan aktifitas di dalam kawasan CA Peg. Cycloop. Pegunungan Cycloop adalah ibu bagi masyarakat adat pemilik ulayat yang sudah memberikan kehidupan bagi mereka sehingga mereka sangat mendukung upaya pelestarian CA. Peg. Cycloop. Tim Patroli Gabungan secara serentak melakukan pengamanan dan perlindungan di empat wilayah Dewan Adat Suku (DAS) yang meliputi DAS Ravenirara, DAS Tepera Yewena Yongsu, DAS Moi dan DAS Sentani yang secara administratif pemerintahan terletak di Kabupaten Jayapura. Keempat DAS tersebut merupakan dasar pembentukan Resort KSDA yang ada di CA. Peg Cycloop dari total lima resort yang dibentuk oleh BBKSDA Papua (Resort Port Numbay di wilayah Kotamadya Jayapura). Jumlah personil gabungan tersebut adalah 140 orang. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut. M.Si menyampaikan bahwa patroli gabungan seperti ini, merupakan model pengelolaan yang baik kedepan. Semakin banyak pihak yang peduli dan membantu pengamanan kawasan CA.Peg. Cycloop, membuktikan bahwa masyarakat di sekitar kawasan beserta stakeholders terkait semakin memahami betapa pentingnya CA. Peg. Cycloop. Dengan demikian diharapkan, kawasan ini aman dari segala gangguan dan ancaman. Sehingga CA. Peg. Cycloop dapat memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat adat di sekitar kawasan pada khususnya. Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA : 082398029978
Baca Berita

Penanganan Konflik Dengan Harimau Sumatera di Padang Lawas

Medan, 28 Mei 2019. Sehubungan dengan terjadinya konflik antara warga Kabupaten Padang Lawas dengan Harimau Sumatera, mendorong Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan siaran pers dihadapan para jurnalis/wartawan dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media on-line, pada Senin 27 Mei 2019, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Media yang hadir adalah TVRI Medan, Mongabay, Kompas, Tribun, CNN Indonesia, Evarina TV, NET TV, Analisa Online, Pojok 1, dll. Dihadapan jurnalis, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menguraikan kronologis konflik yang terjadi dengan Harimau Sumatera di 2 desa dalam waktu yang berdekatan. Konflik pertama, terjadi di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, pada tanggal 16 Mei 2019, memakan korban tewasnya seorang warga, Abu Sali Hasibuan, 61 tahun, petani, dalam kondisi yang mengenaskan. 10 hari berselang, tepatnya tanggal 26 Mei 2019, peristiwa kedua terjadi di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, dimana Harimau Sumatera kembali melakukan penyerangan yang mengakibatkan seorang warga, Faisal Hendri Hasibuan, 40, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Padang Lawas, menderita luka-luka disekujur tubuhnya dan saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan. Langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan memasang camera trap di beberapa titik dan bersama-sama dengan Koramil 007 Sosopan, Polsek Sosospan, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumatera Barat, Muspida Padang Lawas dan Camat/Kepala Desa dan masyarakat. Berkoordinasi dan bersama-sama melakukan pencarian dan patroli dengan membentuk 3 Tim di 3 titik (Desa Siraisan, Desa Hutabargot, Desa Pagaran Bira Jae). Upaya yang dilakukan oleh tim meliputi : (1) masing-masing tim terdiri dari petugas KSDA, PRHSD, TNI, POLRI dan masyarakat dilengkapi senjata bius dan senjata tajam untuk keamanan, melaksanakan patroli bersama di 3 titik berbeda supaya lebih efektif, (2) tim 1 patroli ke wilayah Desa Hutabargot, tim 2 patroli di wilayah Desa Pagaran Bira Jae dan tim 3 patroli di wilayah Desa Siraisan dimana ketiga desa ini adalah lokasi kejadian dan ditemukannya jejak Harimau Sumatera, (3) memasang pancingan/umpan (kambing) di salah satu kebun, ditunggui oleh tim dan akan ditembak bius ketika harimau sumatera muncul dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan Tim. Saat ditanya awak media tentang tingkat kerawanan konflik dengan Harimau Sumatera di Propinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2019, Hotmauli Sianturi, menjalaskan bahwa sepanjang tahun 2019, ada sekitar 5 kasus konflik warga dengan Harimau Sumatera di beberapa kabupaten, namun yang sangat serius dan sampai menimbulkan korban jiwa terjadi di Kabupaten Padang Lawas ini. “Kami menghimbau kepada warga/masyarakat untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas terutama saat melakukan aktivitas di perladangan maupun perkebunan, usahakan aktivitas tersebut dilakukan secara berkelompok. Sesegera mungkin melaporkan kepada petugas dan pihak-pihak terkait lainnya bila mendengar dan menemukan tanda-tanda kehadiran binatang buas, baik itu Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya, serta menghindari tindakan/perbuatan yang menyebabkan terluka atau matinya satwa liar khususnya yang dilindungi undang-undang, terkecuali dalam kondisi yang terancam dan terpaksa guna melindungi keselamatan diri,” ujar Hotmauli mengakhiri penjelasannya. (Evan) Sumber: Balai Besar KSDA Sumatera Utara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara saat diwawancarai awak media
Baca Berita

Sinkronisasi Jalan Tol dan Perlintasan Gajah

Pekanbaru, 27 Mei 2019. Sahabat konservasi, di Provinsi Riau akan ada persilangan jalan tol dengan jalur satwa Gajah loh....tepatnya akan dibangun di jalan tol Pekanbaru-Dumai. Pembahasan plenonya sudah dilaksanakan di hotel Ayola Pekanbaru. Asyik ya, apalagi pembangunan jalan tol sepanjang 131 Km yang akan membelah daerah perlintasan Gajah tersebut dibangun dengan sistem underpass nantinya ada rest area, pasti akan menjadi objek wisata alam yang sangat menarik. Hadir dalam rapat tersebut, pihak kontraktor PT Hutama Karya (HK), Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Balai Besar KSDA Riau. Pihak PT Hutama Karya, selaku kontraktor jalan tol menyampaikan bahwa saat ini telah menyediakan 5 titik underpass untuk perlintasan Gajah di tol perlintasan SM Balai Raja tersebut. Semoga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana ya, sehingga pembangunan infrastruktur tetap optimal dan kelestarian satwa tetap terjaga. Alangkah indahnya...... Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #balaibesarksdariau #humasklhk #humasksdariau #sobathijau
Baca Berita

TN. Tesso Nilo Lakukan Pemeliharaan Batas Kawasan Bersama Masyarakat

Baserah, 22 Mei 2019. Petugas TN.Tesso Nilo laksanakan penandaan dan pemeliharaan batas kawasan hutan selama 10 (sepuluh) hari di SPTN Wilayah II Baserah, Resort Tesso Situgal, Desa Segati, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan selama tanggal 13 s/d 22 Mei 2019. Penandaan dan pemeliharaan batas dilaksanakan oleh 8 (delapan) petugas TN.Tesso Nilo yang terdiri dari PEH, Polhut dan Penyuluh TN.Tesso Nilo serta 2 (dua) orang masyarakat lokal. Sebanyak 102 buah Pal Batas Kayu sudah dipasang oleh petugas dan masyarakat, selain itu tanda batas lainnya berupa plat seng sebanyak 100 lembar telah dipasang pada jalan-jalan, daerah, dan atau tempat yang sering dilalui/menjadi aktivitas masyarakat. Dari keterangan ketua tim Bapak Dodi Firmansyah, S.Hut, di sela-sela penandaan dan pemeliharaan batas kawasan, petugas juga sempatkan waktu untuk sosialisasi singkat kegiatan yang dikerjakan kepada masyarakat sekitar bertujuan agar masyarakat sekitar mengetahui batas kawasan dan ikut dalam memelihara tanda dan batas yang telah dipasang. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Penandatanganan PKS pembangunan jaringan listrik di TN Meru Betiri

Surabaya, Jumat 24 Mei 2019. Bertempat di pada hari Hotel Vasa Surabaya Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. PLN (Persero). Kerjasama ini dalam rangka pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan tenaga listrik di kawasan TN MerBeti. Acara ini dihadiri oleh General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur beserta jajarannya dan Kepala Balai TN MerBeti beserta staf terkait. Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Bob Saril selaku GM PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur dengan Maman Surahman selaku Kabalai TN MerBeti. Perjanjian kerjasama ini telah diinisiasi berawal dari permohonan Bupati Banyuwangi. Terlaksananya kerjasama ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Harapannya dengan terbangunnya jaringan listrik ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga kesejahteraan meningkat, dan pada akhirnya kelestarian TN MerBeti dapat diwariskan hingga anak cucu kita. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, TN Matalawa Ajak Generasi Milenial Untuk Mengenal dan Melestarikan Kekayaan Sumba

Waingapu, 22 Mei 2019. Indonesia merupakan negara yang kaya akan biodiversitas sehingga menjadi salah satu negara yang dikenal sebagai negara megabiodiversity. Berbagai macam flora dan fauna endemik pun tersebar di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. 12 jenis burung endemik hidup di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dan diperlukan perhatian khusus agar keberadaannya tetap lestari. Untuk lebih mengenalkan serta memberikan pemahaman tentang kekayaan biodiversitas Sumba, TN Matalawa mengundang pelajar-pelajar SMA untuk datang berdiskusi pada peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia. Acara ini diselenggarakan di visitor centre TN Matalawa di Kota Waikabubak pada tanggal 20-22 Mei. Para pelajar sangat antusias memperoleh informasi-informasi baru tentang kekayaan alam Pulau Sumba di kawasan TN Matalawa. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, juga turut hadir memberikan materi kepada para pelajar. Rasa ingin tahu para pelajar yang tinggi menimbulkan dialog interaktif antara para pelajar dengan Kepala Balai. Beliau berpesan kepada para pelajar untuk turut menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di Pulau Sumba. Hal ini penting demi menjaga keseimbangan ekosistem serta sebagai warisan kepada anak-cucu kelak di masa yang akan datang. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Anak Pulau Mencintai Penyu

Pulau Pramuka, 23 Mei 2019. Dalam rangka memperingati Hari Penyu Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 Mei, Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKps), Rumah Hijau, Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, dan Dompet Dhuafa melalui kegiatan Kelas Iklim mengadakan acara peringatan dengan tema “Ramadhan untuk Bumi”. Acara yang berlangsung hari Sabtu, 25 Mei 2019 ini, diikuti oleh 50 orang anak kelas 4 dan 6 dari SDN Pulau Panggang 02 Pagi. Materi mengenai penyu disampaikan dengan dua cara yaitu paparan dan dongeng. Paparan secara interaktif tentang pengenalan jenis penyu dan upaya pelestarian penyu dilakukan oleh petugas TNKpS. Petugas TNKpS juga menyebutkan cara mudah yang dapat dilakukan oleh anak-anak untuk melestarikan keberadaan penyu. Selanjutnya juga dilakukan pelepasliaran 50 ekor tukik penyu sisik oleh anak-anak. Anak-anak diajarkan cara melepasliarkan tukik yang benar. Setelah itu dilanjutkan dengan dongeng mengenai penyu disampaikan oleh pendongeng ceria, Kakak Juli dan Adieb. Mereka adalah pendongeng yang sudah terbiasa memberikan dongeng kepada anak-anak korban bencana untuk tujuan trauma healing. Acara ditutup dengan ceramah agama oleh General Manager Dompet Dhuafa, Bapak Udhie dan dilanjutkan buka puasa bersama dan shalat bersama. Kita berharap anak-anak ini kelak ikut berperan aktif dalam melestarikan penyu. Sumber : Balai TN. Kepulauan Seribu
Baca Berita

Nafas Baru Di Bawah Kanopi TN Gunung Palung

Kamis, 23 Mei 2019. Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) sedang bersuka cita menyambut kelahiran anggota baru yaitu satu individu bayi orangutan di kawasan SRCP (Stasiun Riset Cabang Panti). Orangutan ini lahir dari induk bernama Walimah. Walimah mulai terlihat menggendong bayi. Diperkirakan bayi Walimah ini baru berusia sekitar satu minggu. Walimah sendiri merupakan orangutan liar yang lahir dan besar di SRCP. Walimah lahir pada tahun 1999 dari Ibu bernama Marisa dan merupakan salah satu orangutan yang diambil datanya dari bayi hingga melahirkan. Ini adalah kelahiran Walimah yang kedua, kelahiran yang pertama terjadi pada tahun 2015. Namun di usia 4 bulan bayinya menghilang dan Walimah kehilangan 2 jari tangannya pada saat itu. Sampai sekarang masih menjadi misteri, siapakah yang menjadi pelaku peristiwa tersebut. Walimah juga pernah difilmkan oleh National Geographic Television dengan judul Mission Critical: Orangutan on The Edge. SRCP merupakan stasiun riset yang berdiri sejak 1985 dan masih aktif sampai sekarang dan dikelola sendiri oleh taman nasional. Stasiun riset ini mempunyai luas 2.100 Ha dan memiliki 8 tipe ekosistem yang saling berdekatan satu sama lain. Dari 1985 sampai sekarang tercatat 230 peneliti baik peneliti dalam negeri maupun mancanegara yang melakukan penelitian dengan fokus Orangutan dan ekologi hutan hujan tropis Borneo. Kelahiran bayi dari Walimah sangat ditunggu-tunggu karena sebelumnya termonitor bahwa Walimah sedang hamil besar. Berita kelahiran bayi Walimah menjadi hadiah yang sangat berarti bagi para petugas di lapangan yang merupakan ujung tombak konservasi Orangutan di TANAGUPA. Berdasarkan hasil monitoring, baik Walimah dan bayinya berada dalam kondisi sehat. Kelahiran bayi Walimah ini diharapkan dapat mendorong multipihak untuk dapat bersinergi meningkatkan upaya konservasi orangutan, tidak hanya dalam lingkup spesies tetapi juga dalam skala lanskap. Hutan butuh orangutan, begitupun sebaliknya. Mari kita jaga hutan untuk masa depan. Salam Konservasi! Sumber: Balai TN Gunung Palung

Menampilkan 5.553–5.568 dari 11.140 publikasi