Minggu, 26 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pejasling Berbakat di Resort Tayawi TN Aketajawe Lolobata

Sofifi, 19 Juni 2019. Pengelolaan Jasa Lingkungan Air Berbasis Pendekatan Masyarakat (Pejasling Berbakat) di Resort Tayawi TNAL adalah suatu proses kegiatan yang berorientasi peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan Jasa Lingkungan Air. Program dan kegiatan ini merupakan Proyek Perubahan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Weda Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) pada Diklat PIM IV angkatan XXXI tahun 2019, yang merupakan implementasi dan aktualisasi dari salah satu tugas pokok dan fungsi Seksi pengelolaan Wilayah Taman Nasional berupa pengembangan dan pemanfaatan Jasa lingkungan. Proyek ini memiliki tiga tujuan, pertama tujuan Jangka Pendek dengan terbangunnya kesepakatan bersama pengelolaan jasa lingkungan air antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Masyarakat Suku Tobelo Dalam (ohogana manyawa) di Resort Tayawi. Yang kedua tujuan Jangka Menengah dengan terimplementasinya kesepakatan Pengelolaan Jasa Lingkungan Air antara Balai TNAL dan masyarakat Suku Tobelo Dalam di Resort Tayawi. Dan ketiga dengan tersusunnya model kampung konservasi pengelolaan jasa lingkungan air di Resort Tayawi. Program dan kegiatan ini mendapat respon dan dukungan dari Kepala Balai TNAL yaitu Bpk Muhammad Wahyudi , S.P, M.Sc yang sangat konsen dalam pemberdayaan masyarakat. Selain itu, dukungan stakeholder terkait diantaranya internal Balai TNAL SPTN II dan III serta Ka.Sbtu, termasuk staf TNAL. Dukungan stakeholder eksternal meliputi pemerintah Daerah kota Tidore Kepulauan melalui Bepelitbangda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Kph sinopa, Balai Pengelolaan Air Minum Maluku Utara Kementerian PUPR, Balai Dan Akemalamo, Desa Koli, Sanggar Wisata Alam Tayawi (Swat), dan mitra & NGO terkait lainnya. Dukungan stakeholder ini sangat besar dan positif terhadap proyek perubahan ini, terutama Pemkot Tidore Kepulauan. Masyarakat suku Tobelo Dalam di resort Tayawi sangat senang dan menyambut baik proyek perubahan ini, dan berharap peran mereka terus ditingkatkan dalam pengelolaan Sumberdaya Alam Taman Nasional Aketajawe Lolobata dimasa masa mendatang. Kepala SPTN I Weda H. Raduan, SH menyampaikan tetap konsen & komitmen terhadap tahapan proyek perubahan ini, karena menyangkut peningkatan peran masyarakat Suku Tobelo Dalam di resort Tayawi dan berharap stakeholder terkait terus membantu dalam melanjutkan dan mensukseskan Program dan kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar TNAL. Sumber : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Halal Bi Halal dan 100 Hari Kerja Kabalai TN Merbeti

Jember, 18 Juni 2019. Bulan Syawal masih dalam suasana Idul Fitri, Balai TN Meru Betiri (TN MerBeti) mengadakan acara halal bi halal di Kantor Balai TN MerBeti, Jalan Sriwijaya No. 53 Jember. Acara dihadiri seluruh pegawai Balai TN Merbeti beserta suami/ istri, instansi terkait dan stakeholder lingkup Kab. Jember dan Banyuwangi, diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Adm KPH Perhutani Jember, Kepala Bakorwil Prop. Jatim Wilayah V Jember, Kabaops Polres Jember, Kepala SKPD Lingkup Kab. Jember, dan Forkompinda Kab. Jember. Sekda Kab. Jember dalam sambutannya memberikan apresiasi positif acara halal bi halal di TN MerBeti. “Kehadiran beberapa instansi dan stakeholder terkait dalam acara ini, menandakan bahwa TN MerBeti bukanlah organisasi eksklusif. Melainkan Organisasi inklusif, yang membuka diri menjalin hubungan, koordinasi dengan berbagai instansi baik terutama yang di Jember.” Jelas Ir. Mirfano, Sekda Kab. Jember. Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut. M.Si menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1440 H serta ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar TN MerBeti dan para undangan. Semoga ke depan dalam menjalankan tugas menjaga aset dan potensi daerah Jember dan Banyuwangi, di Balai TN MerBeti diharapkan terjalin hubungan baik antara Balai TN MerBeti dan instansi serta stakeholder terkait. Bersama-sama menjaga keutuhan hutan TN MerBeti yang terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi. Dan hari ini bertepatan dengan 100 Hari kerja Kabalai TN MerBeti. Sebagai ungkapan syukur, diadakan pemotongan tumpeng oleh Kabalai TN MerBeti dan diserahkan kepada Sekda Kab. Jember. “Semoga kita mampu mewujudkan sinergitas yang solid antara TN MerBeti dengan seluruh stakeholder lainnya.” Harap Maman Surahman, S.Hut. M.Si. Halal bi halal ini dilengkapi dengan ceramah oleh Ustadz Khawari Hamim tentang pentingnya silaturahim dalam menjalin kehidupan di dunia dan pentingnya halal bi halal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Idul Fitri sebagai sarana membangun tali silaturahmi. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Polres Batubara dan BBKSDA Sumut Sita Belangkas

Kisaran, 18 Juni 2019. Bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan satwa liar dilindungi jenis Belangkas (Tachypleus gigas) disebuah rumah di Kedai Sei Enam, Desa Guntung Kec. Lima Puluh Pesisir. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti petugas Reserke Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Batubara dengan melakukan penggerebekan pada Sabtu, 15 Juni 2019, sekitar pukul 22.00 wib. Hasil penggerebekan, petugas menemukan sebanyak 338 individu Belangkas, dengan rincian 196 individu dalam keadaan hidup dan 137 individu dalam keadaan mati, 5 Individu dalam keadaan mati dititipkan kepada mitra sebagai barang bukti. Namun terduga pemiliknya tidak ditemukan ditempat lokasi. Selanjutnya barang bukti 338 individu Belangkas tersebut diamankan petugas ke kantor Polres Batubara. Mengetahui Belangkas merupakan jenis satwa liar dilindungi undang-undang, pihak Polres Batubara kemudian berkoordinasi dengan Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran menugaskan Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai, SA. Sei Ledong dan CA. Batu Ginurit untuk menindaklanjutinya. Dari hasil koordinasi, bersama dengan Polres Batubara disepakati bahwa terhadap 196 individu Belangkas yang masih hidup segera dilepasliarkan (release) di Pantai Sejarah Kec. Lima Puluh Pesisir, dan 137 individu di musnahkan. sedangkan proses hukum dilaksanakan oleh Polres Batubara Sumber : Alfianto - SKW III Kisaran Balai Besar KSDA Sumatera Utara Lepas liar belangkas di pantai Sejarah
Baca Berita

Polda Sumut Serahkan Opsetan Harimau ke Balai Besar KSDA Sumut

Medan, 10 Juni 2019. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menyerahkan 1 (satu) opsetan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat, 31 Mei 2019. Penyerahan opsetan ini dilakukan oleh Kompol. Thorang Arifin, SH. serta Iptu.Pol. Muallim Harahap, SH., dari Ditreskrimsus Polda Sumut dan diterima Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar KSDA Sumut, Amenson Girsang, SP. Sebelumnya Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes.Pol. Rony Samtana, S.iK., MTCP., dalam surat resminya yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, menjelaskan bahwa Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus sejak tanggal 23 April 2019 melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat 2 huruf d Jounto Pasal 40 ayat 2 UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDA Hayati dan Ekosistemnya. Dugaan tindak pidana tersebut berupa 1 (satu) lembar kulit Harimau Sumatera yang telah diawetkan yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai fisik seekor Harimau, yang ditemukan pada hari Selasa, 23 April 2019 di sebuah rumah di jalan Kenanga Raya Kelurahan Tanjung Sari, Kotamadya Medan. Berdasarkan hasil penyelidikan, pemilik opsetan tersebut adalah BS yang telah meninggal dunia pada tahun 2010. Oleh karena pemiliknya telah meninggal dunia, maka proses penyelidikan tidak dapat ditingkatkan ke proses penyidikan. Selanjutnya terhadap barang bukti berupa 1 lembar kulit Harimau yang telah diawetkan kami serahkan kepada Balai Besar KSDA Sumut, ujar Rony Samtana. Sumber : Ani, SP. - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sinergi Balai Besar KSDA Papua dengan Komunitas di Jayapura

Jayapura, 18 Juni 2019. Balai Besar KSDA Papua menggelar pertemuan dengan berbagai komunitas yang memiliki komitmen menjaga kawasan cagar alam di Jayapura. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Balai Besar KSDA Papua, Senin (17/06), dan dihadiri oleh perwakilan dari sembilan komunitas, yaitu Litter Pickers, JJS Jayapura, 98 Garoge Adventure, SYLVA, RAPI Daerah, Saka Wana Bakti, Freedive Jayapura, Lindungi Hutan, dan Rumah Bakau. Komunitas-komunitas tersebut merupakan bagian dari masyarakat yang berinteraksi dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka dapat menjadi bagian penting dalam proses penyadaran kepada masyarakat tentang urgensi menjaga kawasan cagar alam. Balai Besar KSDA Papua merespon positif berbagai ide dan aksi dari komunitas tersebut, demi menuju kehidupan konservasi yang lebih baik dan terarah. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan, “Papua ini sangat luas, dan terkenal kekayaan hayatinya. Saya mengharapkan semua pihak atau elemen terkait bisa terlibat dalam menjaga dan melindunginya. Atas dasar itu, saya menganggap komunitas-komunitas ini merupakan mitra penting bagi BBKSDA Papua dalam upaya pelestarian sumber daya alam di Papua.” Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

Penutupan Lubang Dan Penanaman Di Lokasi Ex-PETI Kawasan Taman Nasional Lore Lindu

Palu, 18 Juni 2019. Hari Lingkungan Hidup yang setiap tahun diperingati pada tanggal 5 Juni, menjadi momentum untuk bersama-sama melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI). Praktik PETI berpotensi besar menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor, erosi serta pencemaran lingkungan, baik sungai maupun tanah akibat penggunaan logam berat. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup ini melaksanakan kegiatan penutupan lubang PETI di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Dusun Dongi-dongi, Kabupaten Poso. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2019. Kegiatan ini melibatkan personil sekitar 64 orang yang terdiri dari masyakat Dongi - dongi, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL), Polisi Kehutanan (POLHUT), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pejabat Struktural lingkup BBTNLL yang dibantu oleh Brigade Mobil Polisi Daerah Sulawesi Tengah (Brimob POLDA Sulteng). Kepala BBTNLL, Ir. Jusman dalam arahannya sebelum Tim Penutupan Lubang PETI melaksanakan aksinya menyampaikan kepada personil yang terlibat agar selalu waspada dan menjaga kekompakan dalam melaksanakan pengamanan di kawasan Ex-PETI Dongi-dongi ini. Tim penutupan lubang PETI secara umum dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Makmur, Ir. Periskila Sampeliling, M.Si. Rangkaian kegiatan di lokasi PETI berupa Apel persiapan kegiatan; Penutupan lubang sebanyak 35 lubang; Penanaman pohon/pengkayaan pohon sebanyak 200 pohon jenis kemiri, nantu, cempaka; Pengambilan data pohon yang hidup hasil penanaman pemulihan ekositem pada tahun 2016 di lokasi PETI dengan jumlah pohon yang hidup 387 pohon jenis leda, kemiri, nantu dan cempaka; Pengambilan data lapangan lokasi eks – PETI dengan mengunakan drone untuk peta digital serta Patroli malam bersama masyarakat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Halal bi Halal dan Pembinaan Pegawai Balai KSDA Sumatera Barat

Padang, 17 Juni 2019. Balai KSDA Sumatera Barat Menggelar Acara Halal bi Halal sekaligus Pembinaan dan Pelepasan Purna Tugas pegawai Balai KSDA Sumatera Barat. Acara ini menjadi momen silaturahmi seluruh pegawai beserta mitra setelah menjalani cuti bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Barat , Dr. Ir. Erly Sukrismanto, M.Sc dan dihadiri oleh semua pegawai Balai KSDA Sumatera Barat beserta istri/suami, pimpinan UPT-KLHK di Sumbar (BTN Siberut, BPDASHL AK, Bidwil BBTNKS), Dinas Provinsi beserta mitra. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat dalam sambutannya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H dan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar BKSDA Sumatera Barat dan para undangan dan berpesan agar ke depan dapat meningkatkan disiplin dan kinerjanya . Selain itu beliau berpesan untuk terus menjaga kerjasama dan kekompakan dimulai dari resort hingga balai sehingga dapat mencapai tujuan organisasi sesuai dengan yang diharapkan. Setelah sambutan dari Kepala Balai dilanjutkan dengan ceramah dari Ustadz Faisal Abdurrahmah, LC, MA yang menjadi pelengkap halal bi halal dengan harapan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan dan pelepasan purna tugas pegawai BKSDA. Dr. Ir. Erly Sukrismanto, M.Sc menyampaikan kegiatan pembinaan ini untuk melatih pegawai dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku sesuai aturan. Beliau juga menyampaikan pesan dan arahan dari Menteri LHK, Dirjen KSDAE dan para Direktur serta Sekretaris lingkup Ditjen KSDAE: (a) Apresiasi BPK-RI kepada KLHK karena dpt mempertahankan opini WTP dan tidak pernah terjadi Operasi Tangkap Tangan; (b) PNBP naik secara signifikan serta DIPA masih berada di angka aman; (d) Arahan dari Dirjen KSDAE bahwa Balai diminta melakukan evaluasi secara berkala agar pelaksanaan DIPA sesuai target. KSBTU BKSDA Sumatera Barat, Wawan Sukawan, S.Hut menambahkan beberapa informasi yang perlu diketahui oleh seluruh pegawai yaitu mengenai penyusunan DUPAK, absensi, tunjangan kinerja pegawai, BMN, serta kepegawaian. Acara ditutup dengan pelepasan purna tugas. Kepala Balai menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada pegawai yang telah memasuki masa purna tugas karena selama masa pengabdiannya telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik- baiknya dan berharap para purna tugas masih berkenan dilibatkan dalam kegiatan BKSDA. Pada kesempatan tersebut Balai KSDA Sumatera Barat memberikan cendramata dan bingkisan kepada 5 orang pegawai purna tugas dari tahun 2017-2019 sebagai kenang-kenangan yang diserahkan langsung oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Barat dan oleh Ketua Dharma Wanita Balai KSDA Sumatera Barat. Maswar selaku perwakilan dari purna tugas menyampaikan rasa terima kasih kepada BKSDA Sumbar sekaligus karyawan atau karyawati atas kerjasamanya. Beliau berharap agar silaturahmi tetap terjalin dengan baik. Acara diakhiri dengan bersalam-salam. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Geliat Sahabat Alam Bangka Flora Society Melestarikan Anggrek

Puding Besar, 18 Juni 2019. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, serangkaian kegiatan dilaksanakan pada Minggu (16/6/19) di kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar. Puluhan penggiat lingkungan yang terdiri dari Bangka Flora Society (BFS) dan Sahabat Alam (Salam) Upang yang didukung oleh Pemdes Tanah Bawah melakukan kegiatan penanaman anggrek dan dialog tentang pelestarian lingkungan. Hadir pada kegiatan tersebut Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini, Sekretaris BFS Fahmi Andika, Kades Tanah Bawah Holidi, Ketua Salam Upang Hormen. Menurut Dian, serangkaian kegiatan ini merupakan upaya pelestarian lingkungan. "Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 juni lalu dan peringatan hari degradasi lahan tanggal 17 Juni kegiatan ini dilakukan. BFS bersama Pemdes Tanah Bawah dan Salam Upang melakukan konservasi Ex-situ terhadap species anggrek dan pemulihan lahan di kawasan Sungai Upang berupa penanaman Anggrek di pulau anggrek kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang. Kegiatan ini sebagai wujud nyata karya BFS bersama sahabat alamnya untuk pelestarian dan penyelamatan serta pemulihan terhadap keberadaan species anggrek Babel." "Selain konservasi Ex-situ anggrek, pada kegiatan tadi juga pemberian nama pulau anggrek sebagai magnetnya wisata biodiversity di sungai Upang yakni PULAU ANGGREK ELSYE LESTARI. Hal ini dilakukan untuk mengenang jasa Almarhumah Hj.Elsye Lestari Taufiq Rani yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian dan penyelamatan anggrek Bangka Belitung. Dari pihak keluarga, hadir Putra Taufiq Rani yang turut serta melakukan penyemaian anggrek." lanjut Dian Sekretaris BFS, Fahmi menambahkan bahwa jumlah anggrek yang ditanam pada kegiatan ini sebanyak 142 pohon dengan 28 species anggrek diantaranya Phalaenopsis sumatrana, Bulbophyllum limbatum , Dendriboum peradii , Ryncostyllus retusa (vanda ekor tupai), Arundina grammyniflora , maxilaria,Trixpermum, oncydium, Catlya dll. Dari 142 pohon yg ditanam tadi terdapat 75 pohon sumbangan dari keluarga Almarhumah Hj. Elsye Taufiq Rani, 3 diantaranya merupakan anggrek favoritnya Almarhumah yakni Phalaenopsis sumatrana, Ryncostyllus retusa dan Maxilaria. Holidi, Kades Tanah Bawah mengapresiasi kegiatan ini. "Kami selaku Pemerintah Desa berterimakasih kepada Bangka Flora Society dan Komunitas Salam Upang yang telah menyelanggarakan kegiatan ini. Pihak Desa terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kawasan wisata sungai upang dengan menyisihkan anggaran desa untuk pengembangan wilayah parawisata Desa" ungkap Holidi. "Mudah-mudahan gerakan ini bisa meningkatkan kepedulian muda-mudi untuk melestarikan lingkungan. Kegiatan seperti ini rutin kami laksanakan sepanjang tahun untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang agar lebih menarik." ujar Hormen, Ketua Komunitas Salam Upang usai mengajak peserta kegiatan menyusuri sungai dengan menggunakan sampan. Sumber : Dedi Susanto - PEH Pertama Balai KSDA Sumatera Selatan dan Fahmi-BFS
Baca Berita

Eco Camp Boelanboong, Destinasi Alternatif di Kawasan TN Kelimutu

Ende, 18 Juni 2019. Bumi Perkemahan Ekowisata (Eco Camp) Boelanboong kini mulai banyak didatangi masyarakat baik di seputaran Kelimutu maupun Ende. Pada libur lebaran kemarin Eco Camp binaan Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu dan mitra ini telah menjadi salah satu destinasi pilihan wisata alternatif selain Danau Kelimutu. Saat liburan tercatat sekitar 20 pengunjung/hari datang ke Boelanboong di hari biasa dan lebih dari 40 pengunjung/hari di hari sabtu-minggu. Di tempat ini wisatawan dapat melakukan kegiatan berkemah, trekking ke hutan atau Danau Kelimutu ataupun sekedar bersantai menikmati pemandangan atau berfoto ria. Bumi perkemahan Boelanboong ini juga telah dimanfaatkan berbagai lembaga pendidikan terutama untuk sentra kegiatan lapangan seperti pramuka atau pecinta alam atau kegiatan penunjang pendidikan lain yang dimanfaatkan bahkan lebih luas di daratan Flores. Pada beberapa bulan kemarin telah dilakukan perkemahan pramuka tingkat SMA sebanyak 400 peserta di lokasi ini dan saat ini sudah mendaftar juga untuk perkemahan pendidikan sekitar 500-1000 orang yang dikelola dan dilayani oleh Kelompok Masyarakat SPKP Wologai Tengah yang saat ini anggotanya telah berkembang menjadi sekitar 30 orang dengan berbagai divisi kegiatannya baik terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan remaja. Seiring peningkatan kunjungan, Boelanboong terus berbenah dan berkembang menuju kemandirian demi kemanfaatan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat sekitar maupun masyrakat yang lebih luas. Ayo berkunjung ke Bumi Perkemahan Boelanboong dan ajak keluarga dan sahabat mu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Para Pejuang Konservasi Punya Cerita

Pekanbaru, 13 Juni 2019. Tepatnya di Kel. Agro Wisata, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, kawan kawan pejuang konservasi dari PLG Minas dan warga melakukan kegiatan penggiringan satwa liar Gajah dari kebun warga. Dalam pengusiran ini kawanan satwa liar gajah masih berkeliling disekitar kebun. Tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal waktu, dalam kegelapan malampun tim masih terus berusaha menggiring satwa liar Gajah agar keluar dari lokasi kebun ubi yang dirusak untuk menuju ke kawasan hutan Tahura yang berdekatan dengan lokasi gangguan.Dengan ditemani api unggun, tim terus berada dilokasi melakukan penjagaan. Semua dilakukan agar konflik antara manusia dan satwa liar bisa dihindari. Tetap jaga keselamatan dan kesehatan pejuang konservasiku...... Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #balaibesarksdariau #humasklhk #humasksdariau #sobathijau
Baca Berita

Penanganan Konflik Warga Dengan Satwa Liar di Kecamatan Batang Serangan

Batang Serangan, 29 Mei 2019. Lagi, konflik warga dengan satwa liar yang diduga Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi. Kali ini TKP (Tempat Kejadian Perkara)nya berada di Dusun Sei Glugur Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Sengan Kabupaten Langkat. Informasi awal yang didapatkan petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, pada Rabu, 22 Mei 2019, masyarakat Dusun Sei Glugur menemukan seekor lembu peliharaan warga, yang diperkirakan berumur 3 bulan, telah dimangsa oleh satwa liar. Kondisi anak lembu saat ditemukan sudah tidak memiliki (kehilangan) 1 satu kaki. Menindaklanjuti laporan warga tersebut, keesokan harinya, Kamis, 23 Mei 2019, Tim gabungan terdiri dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, lembaga mitra kerjasama WCS dan CRU melakukan pengechekan di lokasi dan menemukan cadaver lembu yang tidak utuh lagi telah bergeser sejauh 25 meter dari lokasi pertama dijumpai. Selain itu Tim juga menemukan bekas jejak satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera. Pada jarak 50 meter dari lokasi, kembali ditemukan bagian kepala, dada dan kaki depan lembu. Lokasi penemuan berada di perladangan dekat areal kerja CV. Sempana, yang berjarak sekitar 300 meter dari Taman Nasional Gunung Leuser. Tim melakukan patroli dan pada Jumat, 24 Mei 2019, lagi-lagi Tim menemukan sisa cadaver lembu berupa kaki depan telah bergeser 10 meter dari penemuan terakhir. Untuk penanganan lanjutan, patroli tetap dilaksanakan di sekitar lokasi serta melakukan pelatihan mitigasi konflik kepada masyarakat. Sumber : Herbert BP. Aritonang - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Organ tubuh anak lembu yang ditemukan Tim di lokasi sudah tidak utuh
Baca Berita

Mengenal Datuak nan Gadang

Pekanbaru, 16 Juni 2019. Kawan kawan konservasi..., kenalan yuuuk dengan Datuak nan Gadang (Gajah) pahlawan konservasi kita kali ini... Datuak nan Gadang yang satu bernama Rahman, berumur sekitar 35 sd 40 tahun dengan berat kurang lebih 4 ton.... wah.....beratnya oke punya ya? sedang Datuak nan Gadang lainnya bernama Indro, dia berumur sekitar 30 sd 35 tahun dengan berat 3,5 ton. Dari namanya kita tau kan kalo keduanya berjenis kelamin jantan. Saat ini mereka sedang membantu Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Riau, Balai TNTN, WWF, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Polsek Peranap, Danramil Peranap dan Satpol PP Kec Peranap untuk melakukan penggiringan Gajah liar di Desa Baturijal, Kec Peranap, Kab. Inhu. Mereka adalah Gajah binaan flyng squad yang berlokasi di Lubuk Kembang Bungo, Kab. Pelalawan. Terus berjuang untuk konservasi sahabat sahabatku, sehat dan semangat selalu ya....... Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #balaibesarksdariau #humasklhk #humasksdariau #sobathijau
Baca Berita

Wisata Alam Terbatas akan Dikembangkan Secara Bersama oleh Balai Besar KSDA Riau dan Pemkab Kampar

Pekanbaru, 13 Juni 2019. Balai Besar KSDA Riau bersama Pemkab Kampar melakukan penandatanganan rencana pelaksanaan program (RPP) kerjasama antara kedua belah pihak sebagai tindak lanjut penandatanganan kerjasama pengembangan wisata alam terbatas sebagai penguatan fungsi kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling melalui pembangunan jalur interpretasi dan pengembangan kekuatan fungsi masyarakat adat yang telah ditandatangani tanggal 13 Maret 2019. Perjanjian antara Kedua belah pihak akan dilaksanakan selama 4 tahun dari tahun 2019 sd 2022 mendatang. Lima poin penting yang ada dalam RPP tersebut adalah : - Program perencanaan monev dan pelaporan; - Pelestarian Lingkungan Hidup; - Pengembangan penguatan fungsi masyarakat dan pembinaan kader lingkungan; - Pengembangan ekonomi wisata alam terbatas; dan - Pembangunan jalur interpretasi pada jalur blok khusus. Penandatanganan di hadiri oleh sekitar 35 orang. Dari Pemkab Kampar terdapat 3 instansi yang ikut menandatangani RPP tersebut, yaitu : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Kampar, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Kampar dan Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kab. Kampar. Semoga dengan adanya kerjasama ini kita dapat meningkatkan sektor wisata terbatas sebagai penguat fungsi kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling dengan melalui penguatan fungsi masyarakat adat. Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #ditjenksdae #balaibesarksdariau #humasklhk #humasksdariau #sobathijau
Baca Berita

Indro dan Rahman, Dua Gajah Jinak TN Tesso Nilo yang Bantu Atasi Konflik Gajah Dengan Manusia

Peranap, 12 - 14 Juni 2019. Satu bulan terakhir terjadi konflik gajah liar dengan masyarakat di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu. BBKSDA Riau sebagai kordinator tim mitigasi konflik satwa liar Provinsi Riau, mendapat laporan terkait hal tersebut bersama dengan Balai TN.Tesso Nilo dan mitra kerja (WWF dan YTNTN) segera melakukan mitigasi konflik dengan melakukan penggiringan gajah liar. Penggiringan ini dilaksanakan karena gajah liar keluar dari habitat menuju perkebunan warga, sehingga harus digiring kembali ke habitat aslinya. Terdapat 2 (dua) kelompok gajah liar yang keluar dari habitatnya diantaranya 3 (tiga) ekor jantan dan 1 (satu) betina di sekitar Kecamatan Peranap serta 2 (dua) ekor jantan di daerah Sei Kuning Benio. Tim mitigasi konflik satwa liar merupakan gabungan dari tim yang terdiri dari BBKSDA Riau, Balai TN.Tesso Nilo, Yayasan TNTN, WWF, Polsek Peranap, TNI (babinsa), PemKab. Inhu ( kec. Peranap ), Masyarakat , dan Pihak perusahaan RAPP & Bintang Mas. Mitigasi konflik gajah ini turut melibatkan gajah jinak TN.Tesso Nilo dari tim flying squad, SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga. Gajah jinak tersebut yaitu 2 (dua) gajah jantan dewasa yakni gajah Rahman dan Indro. Penggunaan gajah jinak ini untuk menggiring gajah liar masuk kedalam kawasan hutan. Untuk menggiring gajah liar tersebut tim membagi personil dalam 3 tim. Tim pertama terdiri dari gajah beserta mahout ( 6 orang dengan 2 ekor gajah masing-masing gajah 3 orang mahot), tim kedua dan ketiga merupakan tim penyisir yang diposisikan dikanan dan kiri posisi gajah liar sebanyak 30 orang dengan pembagian 15 orang sebelah kanan dan 15 orang sebelah kiri. tim yang terlibat merupakan dari semua unsur personil gabungan. Saat ini tim masih berada dilapangan dan berupaya semaksimal mungkin melakukan penggiringan. Gajah jinak Rahman dan Indro merupakan gajah terlatih dan menjadi aktor utama untuk mengatasi konflik ini. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Sosialisasikan Peredaran Satwa Liar, BBKSDA Jatim Satroni Terminal Jember

Jember, 13 Juni 2019. Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember melakukan kegiatan sosialisasi peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Terminal Tawang Alun Jember, 13 Juni 2019. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Terminal Se-Kabupaten Jember, perwakilan BUS Lorena, Rosalia Indah, Pahala Kencana, ALS, dan Bus Antar Kota Antar Provinsi lainnya. Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Setyo Utomo, SH., M.Si, menyampaikan bersama tim menyampaikan materi mengenai Stuktur organisasi BBKSDA Jatim, pengelompokan TSL, Definisi TSL yang dilindungi, CITES, dan Prosedur penerbitan SATS-DN. Juga disampaikan juga modus-modus perdagangan illegal, jenis TSL yang sering diedarkan secara illegal, contoh beberapa satwa yang dilindungi, dan sanksi pidana Undang - Undang Noomor 5 Tahun 1990. Beberapa pertanyaan terlontar dari peserta sosialisasi, seperti hal-hal yang harus dilakukan apabila mendapati adanya penumpang yang diindikasikan membawa satwa liar baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Serta, jika menjumpai masyarakat memelihara satwa liar yang dilindung. Di akhir kegiatan, tim sosialisasi menyerahkan buku, pamflet, serta poster mengenai satwa liar yang dilindungi undang-undang. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Tak Cuma Danau Tiga Warna, Ini Spot Wisata di TN Kelimutu

Ende, 14 Juni 2019. Pada musim libur lebaran tahun ini merupakan puncak kunjungan ke Taman Nasional Kelimutu, beberapa fasilitas baru bagi pengunjung di areal wisata seperti anjungan garugiwa, areal budaya Patika, lopo/saung besar, dinding relief adat, situs Pesanggrahan Belanda atau papan nama taman nasional sudah terlihat dimanfaatkan oleh para wisatawan bahkan mulai menjadi ikon alternatif TN Kelimutu selain danau tiga Warna. Dengan kondisi ini kapasitas pengunjung dapat lebih meningkat karena keberadaan wisatawan lebih terdistribusi tidak hanya menumpuk di area tugu puncak Danau Kelimutu yang kapasitasnya terbatas. Fasilitas-fasilitas ini umumnya dibangun pada tahun 2017 dan 2018 dalam rangka mengoptimalkan areal wisata TN Kelimutu melalui menajemen pengunjung dan diversifikasi objek wisata yang memadukan alam dan budaya menuju ekowisata yang berkualitas di TN Kelimutu. Di fasilitas-fasilitas tersebut para pengunjung dapat menikmati keindahan alam, mengamati flora-fauna, interpretasi kawasan, berfoto ria atau beristirahat dan selalu dihimbau untuk : 1. Tidak melakukan vandalisme (corat-coret) di dalam area obyek wisata 2. Tidak memberi makan satwa liar 3. Tidak membuang sampah sembarangan. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu

Menampilkan 5.505–5.520 dari 11.140 publikasi