Minggu, 26 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai KSDA Sumatera Barat Melepasliar Binturung di Kawasan Hutan Pendidikan Universitas Andalas

Padang, 24 Juni 2019. Warga Jorong Tungka Kampuang Panyalaian, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman pada hari Sabtu, 22 Juni 2019 menemukan satwa langka jenis Binturung. Satwa liar tersebut masuk dalam perangkap yang diletakkan di belakang rumah warga. Warga kemudian melapor kepada Resort Konservasi Wilayah Padang Pariaman tentang kejadian tersebut. Esoknya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tanah Datar Eka Dhamayanti, S,Hut, MT bersama Kepala Resort Konservasi Wilayah Padang Pariaman, Andrick bersama anggotanya mengecek ke lokasi kejadian. Selanjutnya satwa diserahkan warga (dengan Berita Acara Serah Terima Satwa) dan dievakuasi ke Kantor Resort Konservasi Wilayah Padang. Hasil pemeriksaan kesehatan oleh Drh. Windarti, M.Si, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai KSDA Sumatera Barat menunjukkan bahwa satwa dinyatakan sehat dan siap untuk dilepasliarkan lagi. Satwa dilepasliarkan ke habitat alaminya sekaligus untuk memperkaya populasi satwa liar di Hutan Pendidikan Universitas Andalas Padang pada hari Senin, tanggal 24 Juni 2019 pukul 18.30. Lepas liar dipimpin oleh Kepala Seksi Wilayah II dan disaksikan oleh mahasiswa Universitas Andalas. Lepas liar berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Kepala Balai KSDA Sumbar, Dr. Ir. Erly Sukrismanto, M.Sc menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berkenan melapor dan menyerahkan satwa liar kepada Balai KSDA dan mengharapkan makin sadar untuk perlindungan dan pelestarian satwa liar. Masyarakat dapat melaporkan hal-hal yang terkait dengan Tumbuhann dan Satwa Liar kepada Call Center Balai KSDA Sumbar di nomor: 081266131222. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

TN Kepulauan Seribu menggelar acara pisah sambut pejabat Eselon III dan IV

Minggu, 23 Juni 2019. Pada kesempatan ini sekaligus digunakan untuk reuni dan sharing pengalaman mantan kepala balai, para srikandi Ibu Ir. Sri Andajani , ibu Dr. Ir. Cherryta Yunia, MM (Plt. Kepala Balai) dan ibu Ir. Evi Haerlina dan staf TN Seribu yang sudah purna tugas serta mantan staf baik fungsional maupun non struktural yang pernah mengabdi, para kepala seksi PTN wilayah 1, 2 dan 3 serta perwakilan staf masing masing seksi pada tanggal 22 s.d 23 Juni 2019 bertempat di P. Pramuka. Acara juga dihadiri oleh Kabag kepegawaian, setditjen KSDAE, Bapak Munarto. Acara dimulai dengan penampilan staf SPTN wilayah3 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Rimbawan serta tari sambutan tradisional betawi "Nandak Ganjen" oleh siswi SMA 69 Jakarta. Sharing pengalaman dan kesan pesan disampaikan oleh para kabalai yang sudah purna tugas dengan suasana kekeluargaan. Sore harinya dilakukan kegiatan penanaman mangrove, lamun dan transplantasi karang sambil menunggu keindahan sunset di spot tracking mangrove, yang sayang kalau tidak diabadikan dengan foto bersama. Malam harinya acara dilanjutkan dengan menikmatai makan malam lesehan "candle light dinner" di plaza tracking mangrove sambil mendengarkan interpretasi wisata bintang, sebagai uji coba paket wisata yang akan digarap di sptn wilayah 3. Acara diisi dengan ramah tamah "curhat-curhatan" dan hiburan menyanyi bersama. Keesokan harinya kegiatan dimulai dengan melakukan senam pagi sehat dan ceria di plaza tracking mangrove. Selanjutnya sarapan nasi uduk untuk mengisi perut yang kosong setelah terkuras karena senam sehat dan ceria. Acara dilanjutkan dengan melakukan pelepasan tukik Penyu, snorkling di seputaran dermaga P.Pramuka serta menikmati serunya naik banana boat. Acara yang dikemas dengan rileks dan fun ini juga diharapkan bisa merehatkan jiwa dan pikiran dari segala rutinitas yang terjadi setiap harinya. Selain itu pastinya juga meningkatkan rasa kekeluargaan sesama keluarga TN Kepulauan Seribu. Semoga acara seperti ini bisa diagendakan kembali dengan melibatkan banyak senior, guru konservasi kita. Dengan semangat "Biru lautku ..... Hijau Pulauku...... Kepulauan Seribu Surgaku...", semoga TN Kepulauan Seribu makin Bermanfaat. Sumber: Alinar (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Bekali 50 Orang dari 5 Desa

Putussibau 25 Juni 2019. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) yang diwakili Fery AM Liuw,S.Hut.T.,M.Sc membuka kegiatan pembekalan peningkatan mata pencaharian alternatif mengenai produksi pengolahan dan pemasaran yang bertempat di Hotel Merpati Indah Putussibau. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Balai Besar TaNa Bentarum dengan Balai Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan dan PISU ADB FIP-1 Kapuas Hulu. Kegiatan ini diikuti 50 orang yang berasal dari 5 Desa yaitu Desa Bungan Jaya, Desa Tanjung Lokang, Desa Tanjung Lasa, Desa Nanga Betung dan Desa Selauk. Dari peserta tersebut, 2 Desa merupakan Desa yang berada di dalam kawasan dan 1 Desa merupakan Desa yang berada di penyangga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Forest Investmen Program Phase 1 (FIP-1) adalah program di bawah perjanjian antara Pemerintah Indonesia (KLHK) dengan Asian Development Bank (ADB). Program ini merupakan investasi sektor kehutanan berbasis masyarakat untuk menanggulangi deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia (REDD+) di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang. Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas pendamping dan masyarakat dalam meningkatkan mata pencaharian lewat Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) baik dalam proses pengolahan dan pemasaran. Pemateri berasal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi dan Mening Galeri. Dengan pelaksanaan kegiatan pembekalan ini diharapkan para peserta dapat menerapkan materi yang disampaikan di lapangan sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan melalui pengelolaa dan pemasaran Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) yang tepat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Aksi Bersih-bersih di Sungai Siak

Pekanbaru, 20 Juni 2019. Kawan-kawan dari Balai Besar KSDA Riau dengan penuh semangat melakukan kegiatan aksi bersih-bersih di sungai Siak. Mereka sangat antusias karena apa yang mereka lakukan adalah sebagian dari iman. Mereka sedang berpartisipasi ikut memeriahkan Hut kota Pekanbaru, Provinsi Riau yang ke 235. Selamat Ulang Tahun kota Pekanbaru....., semoga kebersihan akan mempercantik wajah kotaku.... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pengenalan Kawasan Konservasi Kerjasama Balai KSDA Sumsel dan Mapala Universitas Sjakhyakir

Palembang, Juni 2019. Balai KSDA Sumatera Selatan bekerjasama dengan Mapala Universitas Sjakhyakirti (Masakti) menyelenggarakan seminar Pengenalan Kawasan Konservasi di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebagai sarana pengenalan kawasan konservasi kepada masyarakat pada umumnya dan kelompok pecinta alam pada khususnya. Seminar yang dihadiri lebih dari 60 peserta ini berlangsung sangat hangat dan interaktif. Balai KSDA Sumatera Selatan memaparkan status kawasan, fungsi, potensi serta permasalahan yang ada di dalam kawasan konservasi. Dalam seminar ini diisi oleh dialog dengan peserta. Banyak peserta yang tertarik untuk melakukan penelitian dan ekspedisi di kawasan konservasi salah satunya guna mendukung upaya pelestarian. Selain itu juga Balai KSDA Sumatera selatan mengajak para peserta untuk ikut aktif dalam menjaga hutan dan lingkungan. Dengan kawasan konservasi yang cukup luas dan tersebar di dua provinsi pengelola kawasan akan sangat membutuhkan peran serta berbagai pihak guna menunjang keberhasilan pengelolaan. Diakhir acara Mapala Universitas Sjakhyakirti mewakili Kelompok Pecinta Alam dan para peserta seminar akan terus bekerjasama dan bersinergi dengan Balai KSDA Sumatera Selatan guna mendukung upaya konservasi khususnya di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Sumber : Taufan Kharis - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Pelestarian Keanekaragaman Hayati di TN Kepulauan Seribu Melalui Kegiatan Penilaian Potensi Terumbu Karang Tahun 2019

Senin, 24 Juni 2019. Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) yang sebagian besar berupa perairan laut berperan penting dalam menyumbangkan keanekaragaman hayati bagi Indonesia, terutama Propinsi DKI Jakarta. TNKpS terdiri dari 4 ekosistem pesisir yang saling berinteraksi yakni ekosistem hutan pantai, ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang. Empat ekosistem tersebut berkontribusi besar sebagai penyedia jasa pendukung kehidupan dan penyedia jasa kenyamanan. Kondisi dan kualitas empat ekosistem tersebut perlu diperhatikan karena berpengaruh langsung terhadap kesinambungan sumber pangan serta kesehatan manusia khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah utara Teluk Jakarta. Penyelenggaraan Penilaian Potensi Terumbu Karang (PPTK) tahun 2019 oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan salah satu upaya mengetahui gambaran kondisi sumber daya hayati terkini serta adanya perubahan-perubahan lingkungan. Kegiatan PPTK tahun ini merupakan kegiatan kelima yang telah dilaksanakan sejak tahun 2011 secara time series di 40 titik di empat zona TNKpS. PPTK dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya pelibatan dan peningkatan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya upaya pelestarian lingkungan berikut sumber daya hayati yang berasosiasi didalamnya. Hasil yang diperoleh dari PPTK diantaranya berupa prosentase tutupan karang hidup dan keanekaragaman jenis terkini serta kelimpahan karang, ikan, makrobentos, octocoral dan lamun. Data-data tersebut akan digunakan oleh Taman Nasional Kepulauan Seribu dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan dan dapat digunakan sebagai langkah mitigasi dan adaptasi penurunan kualitas lingkungan akibat perubahan iklim serta aktivitas manusia secara massif. Data PPTK juga dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait kebutuhan pengkajian ekosistem terumbu karang maupun ekosistem lamun di wilayah Kepulauan Seribu. Dalam 10 tahun terakhir tutupan karang hidup di Taman Nasional Kepulauan Seribu temasuk dalam kategori sedang dengan indeks keanekaragaman dari sedang hingga tinggi. Sedangkan nilai kelimpahan biota (karang, ikan, makrobentos, octocoral dan lamun) sangat fluktuatif. Hal tersebut diduga akibat kegiatan manusis Dan pembangunan yg tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu upaya-upaya melestarikan sumberdaya alam hayati dan ekosistem di taman nasional Kepulauan Seribu harus dilakukan oleh semua pihak, agar jasa lingkungannya mampu terus mendukung kehidupan masyarakat banyak dan berkelanjutan. Sumber: Feny Wiendyah Asih, S.Pi. (PEH) - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

12 Ekor Burung Dilindungi Hasil Operasi Dikembalikan ke Maluku dan Papua

Jambi, 20 Juni 2019. Balai KSDA Jambi bersama-sama dengan Penyidik Polres Tanjung Jabung Timur dan ZSL Indonesia mengembalikan 12 ekor burung dari Famili Cacatuaidae ke Maluku dan Papua Barat untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan ke habitatnya. Burung-burung tersebut adalah hasil operasi penegakan hukum terhadap perdagangan illegal satwa liar yang berhasil dilakukan Kepolisian Resort Tanjung Jabung Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi pada tanggal 18 Februari 2019 di wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur. Dari pengembangan penanganan kasus tersebut juga berhasil dilakukan penangkapan terhadap pelaku lain di Batam Kepulauan Riau yang merupakan salah satu jaringan pelaku. Dalam operasi tersebut berhasil diamankan 1 orang tersangka dengan barang bukti berupa : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengidentifikasi burung-burung kakatua tersebut berasal dari Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat. LIPI merekomendasikan agar satwa-satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat asalnya. “Sesuai arahan Direktur Jenderal KSDAE, dalam rangka penyelamatan satwa yang dilindungi hasil penggagalan perdagangan satwa liar secara illegal di Provinsi Jambi pada tanggal 18 Februari 2019 berupa burung kakatua agar dikembalikan ke habitat alaminya di Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat melalui Balai KSDA Maluku dan Balai Besar KSDA Papua Barat” ujar Rahmad Saleh (Kepala Balai KSDA Jambi). Lebih lanjut Rahmad Saleh menjelaskan bahwa dalam rangka penyelamatan satwa liar di Provinsi Jambi, baik satwa liar korban konflik maupun korban perdagangan satwa liar secara illegal berprinsip pada 3R (Rescue, Rehabilitation dan Release). Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Inventarisasi dan Verifikasi Open Area di SM Padang Sugihan

Palembang, Juni 2019. Balai KSDA Sumatera Selatan pada tahun 2019 melakukan kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi di Kawasan Konservasi tepatnya di Suaka Margasatwa Padang Sugihan dengan luasan 88.148,05 Ha. Hasil peta tutupan lahan tahun 2018 memiliki area terbuka yang cukup luas, sehingga dilakukan inventarisasi dan verifikasi pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan tracking pada lokasi yang sudah menjadi target, selain itu tim Balai KSDA Sumatera Selatan juga menggunakan Drone untuk membantu dalam inventarisasi dan verifikasi mengingat kondisi medan yang bergambut dan tergenang air sangat susah untuk ditembus. Inventarisasi merupakan pengumpulan data atau pencatatan data sedangkan verifikasi adalah pemeriksaan kebenaran akan sebuah keadaan atau situasi. Kegiatan inventarisasi dan verifikasi open area didalam kawasan yang dimaksud adalah melakukan pendataan sekaligus melakukan groundcheck terhadap lokasi lokasi yang terbuka didalam kawasan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena akan menjadi tolak ukur arah pengelolaan berbasis tapak, dengan mengetahui keadaan area terbuka di dalam kawasan maka pengelola akan lebih tepat untuk melakukan kegiatan pengelolaan. Dengan adanya kegiatan ini kemudian dianalisis dan dioverlay di aplikasi pemetaan sehingga didapatkan data yang terkinidan akurat yang nantinya dapat digunakan untuk dasar dalam menentukan arah pengelolaan. Sumber : Taufan Kharis, PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau mengadakan pertemuan untuk mematangkan rencana kegiatan HKAN 2019

Pekanbaru, 23 Juni 2019. Bertempat di kota Batam, Balai Besar KSDA Riau mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dan dihadiri oleh Sekditjen KSDAE, Direktur PJLHK KemenLHK, asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov. Kepri, Protokoler Pemprov. Kepri, Pemko Batam, dan pejabat lainnya serta panitia HKAN 2019. Kegiatan HKAN 2019 yang akan diselenggarakan di TWA Muka Kuning, Batam pada tanggal 5 - 8 Agustus 2019 mengambil tema Spirit Konservasi Alam Milenial. Bertujuan agar konservasi dapat dipahami oleh generasi muda, karena tanggungjawab konservasi merupakan tanggungjawab bersama termasuk generasi mudanya. Adapun pemilihan Batam sebagai lokasi puncak peringatan HKAN 2019 adalah hutan yang berada di tengah kota industri adalah Batam sehingga hal ini menjadikannya isu strategis mempertahankan kawasan konservasi di tengah laju industrialisasi di era generasi milenial, disamping letaknya berdekatan dengan negara tetangga sehingga diharapkan gaung konservasi bisa sampai ke manca negara. Hasil koordinasi dengan Pemprov. Kepri, Pemko Batam dan Badan Pengusahaan Batampun sangat mendukung kegiatan tersebut. Diharap negara negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam dapat ikut serta meramaikan HKAN 2019. Semangat konservasi!!!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Menyusuri sungai Subayang nan indah menuju Desa Muara Bio Kabupaten Kampar

Kampar, 14 Juli 2019. Dari Tanjung Belit kita susuri sungai Subayang nan indah menuju Desa Muara Bio di Kab. Kampar, Riau..... Mendaki, menurun, menyebrangi sungai, lembah bahkan menaiki perahu bermesin atau masyarakat setempat biasa menyebutnya piau dilalui. Seru dan mengasyikkan. Survey track ini kita lakukan untuk persiapan pelaksanaan Jungle Trek di Rimbang Baling yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Juli 2019 dengan peserta 200 orang. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan road to HKAN 2019 selain Wanabakti Batam Green Warrior 2019, visit to school, Pelepasliaran ikan Arwana dan Car Free Day. Adapun lokasi puncak peringatan HKAN 2019 akan dilaksanakan di TWA Muka Kuning, Batam pada tanggal 7 Agustus 2019 mendatang. Pasti sahabat konservasi penasaran ingin ikutan kan? makanya ikutin terus fb kami ini agar tidak ketinggalan beritanya ya... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kebakaran Hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani

Mataram, 24 Juni 2019. Telah terjadi kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Rinjani yang berlokasi di kawasan hutan Bukit Kondo, pada koordinat 116o 31’ 10.5” BT dan 08o 25’ 6.6”. Kebakaran terjadi pada Hari Minggu tanggal 23 Juni 2019 sekitar pukul 17.00 wita. Setelah menerima informasi, petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani langsung melakukan koordinasi dan memastikan hotspot di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kondisi areal yang terbakar didominasi oleh rumput dan alang-alang (savana) dengan topografi yang sangat terjal. Upaya yang dilakukan pada tanggal 23 Juni 2019 adalah melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah (Kapolsek Sembalun, Danramil Sembalun, Camat Sembalun, BPBD Kabupaten Lombok Timur dan BNPB); menyiapkan anggota Tim pemadaman dan evakuasi; melakukan Evakuasi Masyarakat yang berada dalam kawasan sejumlah 18 (delapan belas) orang dan seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mempertimbangkan kondisi malam hari dan lokasi kebakaran yang terjal maka Tim melakukan pemantauan kondisi api. Upaya yang dillakukan pada tanggal 24 Juni 2019 adalah melakukan koordinasi lanjutan; menyiapkan anggota dan peralatan Tim pemadaman; melakukan pemantauan kondisi api dan melakukan pemadaman. Jumlah Personil (Tim Pemadam dan Evakuasi) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sebanyak 14 orang, Masyarakat Peduli Api sejumlah 10 orang, masyarakat / Pokdarwis : 15 orang, MMP sebanyak 4 orang, Balai KPH Rinjani Timur : 4 orang, Polsek Sembalun : 3 orang dan Koramil Sembalun sejumlah 3 orang. Sarpras Pemadaman yang disiapkan berupa ; 1 Unit Mobil Slip on, 1 Unit Mobil Patroli Damkarhut, 2 buah Jet Shoter, 4 buah Gareng kecil, 2 buah Gareng Besar, 1 buah Gepyok, 3 jerigen (@ 20 liter) Cairan Adiktif, 2 buah Sekop dan parang. Luas areal kebakaran hutan diperkirakan seluas 141,6 Ha. Vegetasi terbakar rumput, alang-alang, edelweiss, Bangsal dan Cemara Gunung. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Hingga saat berita ini diterbitkan, Tim masih melakukan pemadaman. Titik api masih terpantau 2 hot spots mengarah ke bukit kondo dan arah gunung pusuk. Apabila membutuhkan informasi dan data kondisi kawasan TNGR dan proses pemadaman kebakaran hutan dapat menghubungi kami melalui Call Centre Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan nomor 0811283939 atau media sosial di twitter:@tnrinjani, instagram: gunungrinjani_nationalpark, Facebook: Taman Nasional Gunung Rinjani, dan website: tngr.menlhk.go.id. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Penandatanganan Antara BKSDA Kalsel dengan Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin

Banjarbaru, 19 Juni 2019 – Bertempat di ruang rapat Balai KSDA Kalimantan Selatan telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dengan Kepala Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin Abdul Kasim Tualeka tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakan Dalam Rangka Pemanfaatan Bangunan Navigasi Eksisting Di Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak Kabupaten Barito Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya Dr. Mahrus menyampaikan bahwa tujuan kerjasama yang dilakukan pada blok khusus dengan luas areal 0,484 ha adalah untuk menjamin terwujudnya keutuhan, kelestarian, dan manfaat SM. Kuala Lupak serta meminimalkan dampak baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat kegiatan pemanfaatan bangunan navigasi eksisting di SM. Kuala Lupak melalui peran serta para pihak. Ruang lingkup perjanjian kerjasama meliputi: Dengan ditandatanganinya PKS ini kedua belah pihak berharap dapat memperoleh manfaat secara bersama-sama terutama adanya kepastian hukum dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan pada kawasan konservasi SM. Kuala Lupak. (Ryn) Sumber : Prawira Aditya Rahman, SE - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Forum Mitra Criticial Ecosystem Parnership Fund Bersama Balai TN Kelimutu

Maumere, 20 Juni 2019. Untuk menjaga keberlanjutan upaya konservasi di wilayah Wallacea yang telah berjalan sejak tahun 2015 dan telah memasuki fase akhir di tahun 2019, Yayasan Penabulu dan Burung Indonesia yang didukung oleh Criticial Ecosystem Parnership Fund (CEPF) menyelenggarakan pertemuan multipihak bersama mitra organisasi masyarakat sipil di daratan flores, yaitu Yayasan Ayu Tani Mandiri, Yayasan Wahana Tani Mandiri, Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial, Yayasan Komodo Survival Program, Yayasan Tananua, dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata, pemerintah daerah setempat dan Balai Taman Nasional Kelimutu sebagai salah satu pemangku program konservasi keanekaragaman hayati di daratan flores. Kegiatan ini berlangsung di Maumere pada tanggal 20 Juni 2019. Dalam kegiatan ini, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu memaparkan program dan kebijakan pengelolaan Taman Nasional Kelimutu yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat dan mengacu pada role model Taman Nasional Kelimutu yang telah berjalan sejak tahun 2017 dan mulai menunjukkan hasil dari progress pelaksanaan di tingkat tapak. Peserta kegiatan mengapresiasi langkah maju dari BTN Kelimutu dalam proses pendekatan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, dan dari hal itu memunculkan minat mereka untuk mempelajari strategi pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh BTN Kelimutu. Dari pelaksanaan kegiatan ini, penyelenggara berharap mitra CEPF dapat belajar banyak dari TN Kelimutu yang melibatkan partisipasi masyarakat secara positif dan mengembangkan di wilayah masing-masing. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Deklarasi Anak Jaman Now Ikut Lestarikan Hutan TN Meru Betiri

Banyuwangi, 20 Juni 2019. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Kalibaru Balai TN Meru Betiri (TN MerBeti) mengadakan pendidikan konservasi tingkat sekolah dasar di SDN 04 Kalibaru Kulon. Kegiatan yang dilaksanakan oleh 3 Staf SPTNW III Kalibaru dan seorang penyuluh kehutanan ini dimulai dengan silaturahmi dan koordinasi kepada dewan guru sebelum pemberian materi kepada para siswa. Pendidikan Konservasi ini diikuti oleh 85 orang siswa dari kelas kelas 4, 5 dan 6. Penyampaian materi oleh TN MerBeti menggunakan metode pemutaran film tentang kawasan TN MerBeti dan pentingnya menjaga hutan. Para siswa antusias menyimak materi yang diberikan ditambah lagi dengan adanya kuis berhadiah membuat mereka semakin bersemangat. Selama kegiatan berlangsung para siswa mendengarkan dengan baik dan aktif dalam berdiskusi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran para siswa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dan hutan. Kegiatan diakhiri dengan deklarasi kids jaman now ikut serta melestarikan hutan. Setelah selesai kegiatan pendidikan konservasi di dalam kelas diadakan foto bersama para siswa dan guru, serta pemberian bibit tanaman kepada sekolah secara simbolis. Sumber: Meru Betiri
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Lepas 15 Siswa SMKKN

Putussibau, 21 Juni 2019. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) telah melepas calon siswa peserta didik baru SMKKN (Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri) Samarinda tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 15 orang. Kelimabelas siswa telah lulus dari 52 orang peserta seleksi yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2019 lalu di kantor Balai Besar. Calon siswa merupakan putra-putri daerah dari penyangga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu. Pelepasan calon siswa dilakukan Kepala Balai Besar yang diwakili Ardi Andono, S.TP., M.Sc, Ardi menyampaikan pesan agar calon siswa tetap menjaga kekompakan, disiplin, serta menjaga nama baik daerah Kabupaten Kapuas Hulu dalam melaksanakan pendidikan sampai selesai. Dengan mengikuti pendidikan SMKKN di Samarinda diharapkan calon siswa kedepannya menjadi Rimbawan yang siap kerja dan mengabdi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Peringati Hari Lingkungan Hidup, 1000 Bibit Bakau Ditanam di Kabupaten Sumba Timur

Waingapu, 21 Juni 2019. Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni merupakan hari yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran penduduk di bumi agar turut serta menjaga kondisi bumi dengan melakukan tindakan-tindakan positif seperti mengurangi sampah plastik, tidak membuang sampah sembarangan, menanami daerah kritis, dan sebagainya. Hari Lingkungan Hidup di Kabupaten Sumba Timur diperingati dengan menanam bibit bakau di areal mangrove di areal pelabuhan lama. Kegiatan yang berlangsung pagi hari ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Timur beserta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan seluruh pegawai di dinas terkait. Selain itu, Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) turut hadir bersama seluruh pegawai untuk ikut dalam acara penanaman tersebut. 1000 bibit bakau yang disiapkan untuk ditanam, telah selesai ditanam dalam waktu singkat oleh para undangan yang hadir. Bupati Sumba Timur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini dan mengharapkan bahwa ke depannya lingkungan sekitar dermaga lama lebih terjaga kelestariannya. Selain itu, kegiatan-kegiatan serupa perlu juga dilakukan di daerah lain yang memiliki tingkat kekritisan lahan tinggi. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti

Menampilkan 5.473–5.488 dari 11.140 publikasi