Senin, 27 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kemah Konservasi di Bumi Perkemahan Boelanboong

Detusoko, 25 Juli 2019. Kemah Konservasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kebersamaan pengelolaan Kawasan Taman Nasional Kelimutu diselenggarakan di Bumi Perkemahan Boelanboong, Desa Wologai Tengah, Kec. Detusoko (24/26 Juli 2019). Kegiatan diikuti oleh peserta yang terdiri dari staf Balai TN Kelimutu bersama kelompok binaan Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api, Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan dan kader konservasi. Selain itu juga diikuti oleh para mitra yaitu Trashero Ende, Anak Cinta Lingkungan (ACIL), Relawan Peduli Lingkungan, Kelompok Flopala dan Green Syur. Acara berkemah sambil belajar dan diskusi ini diawali oleh sambutan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Kelimutu (Joko Waluyo, S.Hut.,) dilanjutkan dengan oleh pihak Balai TN Kelimutu (Yohanes B. Fua, S.Hut. dan Aditya Kuspriyangga, S.Hut), HPI Ende (Ferdi Radawara), ACIL dan Penggerak Pemuda (Nando Watu). Semoga kegiatan Kemah Konservasi dapat menguatkan tali persaudaraan antara Balai TN Kelimutu dan Mitra TN Kelimutu untuk menjaga dan merawat pengamanan hutan dan mendukung pengelolaan kasawan TN Kelimutu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Kawasan SM Tasik Tanjung Padang

Pekanbaru, 23 Juli 2019 - Balai Besar KSDA Riau menggelar konsultasi publik rencana pengelolaan kawasan SM Tasik Tanjung Padang tahun 2020-2029 di Hotel Grand Meranti Selat Panjang, Kab. Kepulauan Meranti. Dihadiri instansi terkait lingkup Pemda Kab. Kepulauan Meranti, Pemerintahan Kecamatan Putri Puyu, pemerintahan desa dan masyarakat desa Putri Puyu, desa Tanjung Padang, desa Mekar Delima, desa Dedap, desa Kudap dan desa Bandul yang merupakan desa penyangga kawasan SM Tasik Tanjung Padang peserta terlihat sangat antusias. Acara di buka oleh Asisten II Pemda Kab.Kepulauan Meranti, Bapak Said Asmarudin yang sebelumnya diawali dengan sambutan dari Balai Besar KSDA Riau yg di wakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV, Bapak M Zanir. Acara dilanjutkan dengan paparan dari Bappeda Kab. Kepulauan Meranti dan disampaikan oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda perihal komitmen dan harapan Pemerintahan Kab. Kepulauan Meranti dalam mewujudkan pengelolaan kawasan SM Tasik Tanjung Padang yang lestari. Selanjutnya disampaikan paparan draft dokumen Rencana Pengelolaan SM Tasik Tanjung Padang yang diwakili oleh Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan, Bapak Ujang Holisudin dan Tim (Ade Ricard). SM Tasik Tanjung Padang yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tasik Putri Puyuh diharapkan dalam pengelolaannya bisa memberikan manfaat terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesejalanan rencana pengelolaan kawasan SM Tasik Tanjung Padang dengan RTRW Kabupaten dan arah pembangunan Kab. Kepulauan Meranti terlihat dari peran kawasan ini sebagai sumber air baku, lokasi untuk keseimbangan ekologis serta destinasi wisata alam terbatas. Permasalahan akses menjadi perhatian peserta pada saat diskusi, mengingat kawasan ini di kelilingi oleh hutan produksi. Peserta konsultasi menyepakati bahwa visi pengelolaan kawasan ini adalah menjadikan SM Tasik Tanjung Padang sebagai laboratorium ekosistem rawa gambut di kepulauan Meranti dengan 3 tujuan besar pengelolaan yaitu terjaganya keutuhan kawasan SM Tasik Tanjung Padang, tergalinya potensi kawasan dan terbangunnya kerjasama pengelolaan kawasan baik bersama pemda maupun para pihak terkait. Acara ditutup dengan penandatangana Berita Acara Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Kawasan oleh perwakilan peserta konsultasi publik. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Jawa Barat dan The Aspinall Foundation Mengantarkan Pasangan “Boris dan Inge” Kembali ke Habitat Aslinya

Bandung - 25 Juli 2019, Sebagai salah satu satwa primata endemik pulau jawa, Owa Jawa dengan nama ilmiah Hylobates moloch saat ini masuk dalam daftar satwa terancam punah (endangered). Dengan estimasi sekitar 2.500 individu yang tersebar di beberapa kawasan konservasi dan hutan lindung di Jawa Barat serta sebagian kecil di kawasan hutan di Jawa Tengah, Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan menetapkan satwa ini sebagai satwa yang perlu ditingkatkan populasinya. BBKSDA Jawa Barat menetapkan satwa dengan ciri khas memiliki bulu berwarna abu ini sebagai spesies kunci yang populasinya akan ditingkatkan sebanyak 10% sepanjang pelaksanaan Rencana Strategis 2015-2019. Berbagai upaya dilakukan diantaranya bekerjasama dengan sebuah Lembaga Konservasi The Aspinall Foundation yang fokus pada rehabilitasi primata endemik jawa. Upaya yang dilakukan secara bersama untuk mendukung kegiatan peningkatan populasi Owa Jawa salah satunya adalah dengan melakukan pelepasliaran sebagaimana yang dilakukan pada hari ini tanggal 25 Juli 2019 di Cagar Alam Telaga Patengan. Pada sambutannya Ammy Nurwati selaku Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat menuturkan bahwa upaya peningkatan populasi Owa Jawa tidak bisa dilakukan oleh BBKSDA Jawa Barat sendiri, namun perlu dukungan para pihak. Dengan dilepasliarkannya Boris dan Inge di CATP Ammy berharap keduanya dapat berkembang biak sehingga meningkatkan populasi Owa Jawa di Jawa Barat dan kepada masyarakat sekitar kawasan Ammy juga menyampaikan agar keberadaan Boris dan Inge di CATP dapat diterima. Hal yang sama juga disampaikan Dadang Wardhana kasubdit peredaran tumbuhan dan satwa liar Direktorat Keanekaragaman Hayati bahwa untuk mencapai target peningkatan populasi sebagaimana terdapat pada Renstra perlu dukungan banyak pihak, bukan saja lembaga konservasi namun butuh peran swasta lainnya. Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan pelepasliaran. Kepada seluruh yang hadir Dadang menyampaikan acara ini merupakan salah satu sarana sosialisasi dan edukasi, serta menunjukkan bukti nyata kerjasama antara Ditjen KSDAE dengan The Aspinall Foundation. Sebagai Lembaga Konservasi yang konsen terhadap rehabilitasi primata endemik jawa TAF telah merehabilitasi sebanyak 45 individu Owa Jawa sepanjang tahun 2011 – 2019, tutur Made Wedana selaku Direktur The Aspinall Foundation. Masih dalam penuturannya dalam 10 tahun terakhir sebanyak 35 Individu telah dikembalikan ke habitat aslinya dan pelepasran Boris dan Inge yang dilakukan hari ini merupakan individu ke 36 dan 37 yang dilepasliarkan. Sebagai lokasi pelepasliaran TAF memilih tiga kawasan sebagai lokasi pelepasliaran yaitu Cagar Alam Gunung Tilu, Hutan Lindung Kanaan dan Cagar Alam Telaga Patengan. Pada kesempatan yang sama Disril sebagai perwakilan PT. Biofarma Persero menyampaikan dukungannya terhadap upaya konservasi satwa yang dilakukan secara bersama-sama seperti saat ini. Dengan dukugan para pihak selain The Aspinall Foundation, dan beberapa pihak lain seperti PT. Bio Farma (persero) dan Bali zoo sepasang Owa Jawa Boris dan Inge dilepasliarkan. Drh. Sugih dari Bali Zoo yang merawat Boris dari lahir hingga berumur 8 tahun hingga menyerahkan Boris kepada Aspinall pada 2018 lalu, menyampaikan rasa bahagia dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mengantarkan Boris yang saat ini berumur 9 tahun ke Habitat Aslinya. Tentunya bukan tanpa alasan mengapa keduanya dilepasliarkan, melalui tangan dingin Head Keeper dan tim medis TAF selama proses rehabilitasi ± 1 tahun, mulai mengenalkan Boris kepada Inge sang owa betina yang berumur 5,5 tahun sampai menunjukkan ketertarikan. Proses mengenalkan (pairing) antara Boris dan Inge dilakukan selama 3 bulan, setelah memperlihatkan interaksi kertarikan yang terus menerus barulah sepasang Owa Jawa ini dikandangkan bersama. Dari pengamatan tim TAF kedua Owa Jawa tersebut menunjukkan layaknya sebagai pasangan sehingga untuk memberikan kehidupan yang seharusnya, maka sepasang primata tersebut dinilai layak untuk dikembalikan ke habitat aslinya. Pasca pelepasliaran, selama setahun kedepan BBKSDA Jawa Barat dengan The Aspinall Foundation serta mahasiswa volunteer akan melakukan pemantauan secara intensif perkembangan sepasang primata ini. Pelepasliaran ini tentunya menunjukan tren positif terhadap capaian peningkatan populasi Owa Jawa di Jawa Barat, sehingga kedepannya butuh dukungan semua pihak. Diakhir acara Ammy menyampaikan pesan konservasi untuk semua yang hadir “ Jadilah Manusia yang Sayang dengan Alam”. Sumber: BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Visitasi Lapangan Dewan Juri Indonesia Sustainable Award 2019 ke Taman Nasional Sebangau

Kamis, 25 Juli 2019 - Indonesia Sustainable Tourism Award 2019 (ISTA)merupakan penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk destinasi yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Ajang ISTA diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata untuk ketiga kalinya pada tahun ini dan terbuka untuk seluruh pengelola destinasi Pariwisata baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal. Taman Nasional Sebangau pada tahun ini mengusung destinasi Sungai Koran yang masuk ke dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Palangka Raya dalam ajang kompetisi ISTA 2019. Ini adalah kali pertama TN Sebangau ikut serta dalam kompetis ini dan langsung berkesempatan menjadi salah satu nominasi diantara 37 nominasi. Sungai Koran merupakan destinasi unggulan di Taman Nasional Sebangau karena memiliki akses yang mudah (terletak di Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah), terintegrasi dengan wisata alam Dermaga Kereng Bangkirai yang sekaligus menjadi pintu gerbang wisata alam di TN Sebangau dan dikelola dengan menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Jika dilihat dari jumlah kunjungan, menunjukkan trend jumlah kunjungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan geliat pariwisata di TN Sebangau mulai berkembang dengan pesat. Berdasarkan hasil keputusan Juri ISTA 2019 pada Kamis, 27 Juni 2019 dari 263 destinasi yang mendaftar terpilih 37 (tiga puluh tujuh) destinasi yang menjadi nominasi ISTA 2019 dan Sungai Koran adalah salah satu destinasi yang masuk dalam nominasi tersebut. Menindaklanjuti hasil keputusan tersebut pada Hari Selasa, 23 Juli 2019 dilakukan visitasi lapangan oleh Tim Dewan Juri ISTA 2019, agenda visitasi tersebut berisi kegiatan yakni Focus Grup Discussion (FGD), wawancara dan diskusi, pemeriksaan dokumen dan data bukti pendukung, selanjutnya dilakukan kunjungan lapangan (technical tour). Kegiatan visitasi lapangan ISTA 2019 dilakukan di aula Balai TN Sebangau dan dihadiri oleh mitra pariwisata Balai TN Sebangau yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, agen travel wisata, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Palangka Raya, Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kalimantan Tengah dan kelompok perahu getek wisata “Maju Mandiri” yang merupakan kelompok yang bergerak di jasa angkutan wisata dan pramuwisata yang merupakan kelompok masyarakat binaan Balai TN Sebangau. Dalam kesempatan ini, Balai TN Sebangau berkesempatan memaparkan presentasi mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan di Taman Nasional Sebangau yang dipresentasikan oleh Lisna Yulianti (Kepala SPTN Wilayah I) yang mewakili Kepala Balai TN Sebangau. Dalam paparannya dijelaskan upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pihak Balai TN Sebangau dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan berdasarkan 4 pilar utama yakni: Pada saat kunjungan kelapangan (technical tour), juri diajak secara langsung menikmati keunikan dan kealamian objek wisata Sungai Koran yakni pesona air hitam dan wisata susur sungai. Tidak hanya itu, para juri juga diajak untuk tracking pengamatan satwa khas hutan rawa gambut tropis. Dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, Balai TN Sebangau memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan penghargaan ISTA 2019 untuk salah satu destinasi wisatanya. Sumber: Lisna Yulianti, S.Hut dan Tatang Suwardi, S.Hut - Balai TN Sebangau
Baca Berita

Pendidikan Konservasi Generasi Milenial

kalibaru, 25 Juli 2019 - Berlokasi di SD Negeri 2 Kebonrejo Kalibaru dilaksanakan pendidikan konservasi tingkat sekolah dasar oleh 3 Anggota Resort Malangsari dan 1 penyuluh SPTN III Kalibaru. Kegiatan ini diikuti oleh 62 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Pemberian materi tentang pentingnya hutan dan menjaga kelestariannya disampaikan melalui metode diskusi, pemutaran film potensi kawasan TN Meru Betiri (MerBeti), dan kuis berhadiah. Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama para siswa dan para guru. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Kunjungan Kerja Rombongan Wakil Gubernur NTB ke TWA Gunung Tunak

Lombok Tengah, 23 Juli 2019 - Sebagai salah satu role model Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat sesuai arahan dari Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TWA Gunung Tunak kali ini mendapat Kunjungan Kerja dari Wakil Gubernur NTB, Ibu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. beserta rombongan. Turut mendampingi Wakil Gubernur NTB yakni Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Fauzal, Kadisbudpar Lombok Tengah H. Lalu Putrie, M. Pd., Asisten I dan Asisten II Provinsi NTB beserta staf. Kunjungan Kerja Wakil Gubernur NTB kali ini adalah dalam rangka Peninjauan Calon Desa Wisata yang akan ditetapkan dalam SK Gubernur NTB ditambah dengan ketertarikan Wakil Gubernur NTB terhadap model operasional ekowisata berbasis masyarakat dan konservasi. Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur NTB dan rombongan disuguhkan Makan Siang khas yang merupakan hasil budidaya masyarakat dan tangkapan nelayan lokal Desa Mertak seperti Kepiting Kari, Lobster dan Ikan Sambal Matah. Santap Siang juga diselingi dengan diskusi santai antara Wakil Gubernur NTB, Kelompok Masyarakat bersama Kepala BKSDA NTB. Kelompok Masyarakat juga mencoba memamerkan sedikit hasil pelatihan dihadapan Wakil Gubernur NTB dengan menunjukkan karya berupa Pengawetan Off-set Kupu-kupu sebagai souvenir khas TWA Gunung Tunak. Tak lupa, pemaparan singkat tentang sejarah terbentuknya "Tunak Cottage" yang pengelolanya tidak lain adalah Kelompok Masyarakat "Tunak Besopoq" binaan BKSDA NTB. Tunak Cottage merupakan Sarana dan Prasarana Pendukung Ekowisata Berbasis Masyarakat yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Pemerintah Korea melalui KFS (Korea Forest Service). "Perkembangannya luar biasa dan dikelola sepenuhnya dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Harapannya agar masyarakat bersungguh-sungguh dalam mengelola (Sarpras Ekowisata), karena pelatihan sudah sering dilakukan dan terus semangat. Sekali lagi selamat untuk Taman Wisata Alam Gunung Tunak" ungkap Wakil Gubernur NTB dalam testimoni singkat usai diskusi. Secara Administrasi, TWA Gunung Tunak terletak di Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. TWA Gunung Tunak juga merupakan Kawasan Penyangga KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah yang memiliki segudang potensi wisata. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Spirit Konservasi Alam Milenial di SD Sudirman

Makassar, 24 Juli 2019. Road to HKAN 2019, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) melaksanakan kegiatan Kegiatan School Conservation Campaign dilaksanakan Rabu, 24 Juli 2019 dilaksanakan 08.00 WITA di Kompleks SD Sudirman, Jl. Jend. Sudirman No.7 dengan peserta dari siswa SD berjumlah 200 Orang kelas 3 dan 4, terdiri dari SD Sudirman I, SD Sudirman II, SD Sudirman III dan SD Sudirman IV. Sebagai informasi SD Sudirman adalah sekolah Adiwiyata KLHK yaitu sekolah yang peduli lingkungan. HKAN 2019 digelorakan dengan rangkaian Hari Anak Nasional 23 Juli yang dipusatkan di kota Makassar. Giat di SD Sudirman tediri dari sosialisasi HKAN 2019, Story Telling dan Game Konservasi, Musical oleh siswa SMKK dan Demo penanganan karhutla oleh tim Balai PPI. Dalam giat ini dibagikan simbolik bibit tanaman hutan, tumbler kendalikan sampah plastik serta kantong nabati. Sesuai dengan tema HKAN 2019 Spirit Konservasi Alam Nasional 2019 maka ditanamkan solidaritas konservasi alam kepada anak-anak didik sebagai generasi milenial sejak dini. Acara diakhiri dengan pesan-pesan konservasi dan foto bersama. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kegiatan School Conservation berkerja sama dengan Balai PPI, SMKK BPTH, Ditjen PSLB3, Media dan para mitra pendukung yang menampilkan Band Akustik, pengenalan satwa liar serta peragaan pemadaman api oleh Balai PPI.
Baca Berita

Dua Monyet Dilepasliarkan

Kusan, 23 Juli 2019 - Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan, kembali melakukan pelepasliaran satwa milik masyarakat, Senin (22/7). Dua ekor monyet dikembalikan ke habitat alam di kawasan hutan Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe. Monyet tersebut sebelumnya dipelihara warga Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat. Pelepasan ini melibatkan anggota Polhut, TKPH, dan staf Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan. KPH Kusan, akhir-akhir ini terus berupaya mencari dan menemukan satwa-satwa yang dipelihara warga secara ilegal. "Hewan yang tadinya hidup dalam kurungan, dilepas kembali ke alam. Karena di sanalah rumah mereka sebenarnya," kata Kepala KPH Kusan, Safriani. (eri/kphkusan) Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan
Baca Berita

Asyik Telusuri Hutan Lumut, Tim Road to HKAN Temukan Tanaman Obat

Rabu, 24 Juli 2019. Selama mengikuti Road to Hari Konservasi Alam Nasional 2019 (HKAN) di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, 5 – 9 Juli 2019 yang lalu, salah satu rute favoritku saat menyusuri hutan lumut Gunung Argopuro. Kenapa? Karena selama perjalanan begitu sejuk, teduh, tidak banyak tanjakan, dan tentu saja karena sebentar lagi tiba di Danau Taman Hidup. Tempat ini menjadi pos berikut yang kami tuju untuk beristirahat dan makan siang. Semula tim kami berangkat berlima dari Alun-alun Lonceng, saya ditemani Pak Toto, Mas Gatut, Pak Wawan, dan porter kami Mas Samsul. Rombongan ini masih utuh hingga di Cemara Lima. Di hari ke-3 ini, stamina Pak Toto bukannya menurun malah semakin bertambah, dan ia-pun berjalan lebih cepat meninggalkan kami. Saya yakin, bisa jadi ini efek gula merah yang dibawakan oleh Bu Sukarni. Di tengah jalan, Mas Gatut kesakitan karena kakinya lecet dan mulai bengkak. Agar dapat melanjutkan perjalanan, akhirnya Pak Wawan menawarkan sandal gunungnya untuk dipakai Mas Gatut. Rupanya sandal gunung tersebut cukup membantu Mas Gatut untuk meneruskan perjalanan. Ditemani Mas Samsul, Mas Gatut pun berjalan menyusul Pak Toto. Dan saya tercecer di belakang bersama Pak Wawan yang juga petugas RKW 23 Argopuro. Saya benar-benar menikmati perjalan menyusuri hutan lumut Argopuro yang indah, sejuk dan terasa damai ini. Pak Wawan banyak bercerita tentang keanekaragaman hayati di hutan lumut ini yang masih masuk dalam Ekosistem Hutan Hujan Tropis. Jenis pohon yang ada antara lain Pasang, Jamuju dan Sapen. Pohon yang memiliki tinggi di atas 30 meter dengan tajuk yang rapat, yang membuat kelembaban cukup tinggi sehingga bagus untuk petumbuhan lumut. Mungkin karena itulah maka di hutan ini disebut hutan lumut. Ingat pohon Pasang, saja jadi teringat Cagar Alam Gunung Sigogor di Ponorogo. Di sana juga banyak terdapat pohon Pasang dan hutan lumut. Pun demikian dengan tipe ekosistemnya yang Hutan Hujan Tropis. Kalau begitu mungkin tumbuhan semak dan perdu di hutan lumut ini juga tak jauh berbeda dengan di CA. Gunung Sigogor. Di Sigogor pernah dilakukan survei potensi tanaman obat yang dibantu oleh tenaga ahli dari Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BP2TO2T) Tawangmangu. Hasil dari kegiatan tersebut lebih dari seratus tanaman obat dapat diidentifikasi. Selanjutnya untuk lebih mengoptmalkan potensi tanaman obat di kawasan konservasi, saat ini Balai Besar KSDA Jawa Timur sedang merencanakan untuk kerja sama dengan BP2TO2T Tawangmangu. Harapannya potensi tanaman obat yang ada di kawasan konservasi dapat dibudidayakan di luar kawasan konservasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi. Menurut Pak Wawan di hutan lumut Argopuro juga ada beberapa jenis tanaman obat, seperti Kayu Angin. “Ada juga jenis tumbuhan yang sering digunakan masyarakat untuk menutup luka, tapi saya tidak tahu namanya”, jawab jujur Pak Wawan sambil terkekeh. Karena tertarik dengan obrolan tanaman obat ini, akhirnya saya meminta Pak Wawan untuk berjalan lebih santai sambil mengamati tanaman di sekitar jalur pendakian dan sesekali mengambil foto dengan ponselku. Aku pikir dengan mengambil foto-foto tumbuhan di hutan lumut ini, nanti saat di kantor saya dapat mengidentifikasi dengan bantuan buku-buku tentang tanaman obat dari BP2TO2T dan buku Tumbuhan Obat di CA. Gunung Sigogor. Benar saja dari foto-foto tersebut saya dapat mengidentifikasi beberapa jenis tanaman obat, seperti Alang-alang (Imperata cyllindrica) untuk obat penurun panas, dan menghentikan pendarahan. Lalu Begonia (Begonia parviflora) yang dapat mengatasi gejala mual, muntah, dan diare. Selain dua tanaman obat diatas, juga didapati Pakis (Cyhea australis), Pohpohan (Pilea melastomodes), Kayu Angin (Usnea barbata), Puspa (Schima waliiichi L), Anggrek primitif (Apostasia odorata Blume), Sirih hutan (Piper caducibracteum C.DC), dan Lumut (Trachymitrium ciliatum). Hasil pengamatan sambil lalu selama 3 jam perjalanan di hutan lumut dijumpai lebih dari 10 jenis tanaman obat ada. Jika dilakukan identifikasi lebih seksama kemungkinan besar lebih banyak lagi yang didapat. Saya yakin potensi tanaman obat di SM. Dataran Tinggi Yang cukup besar, mengingat selain memiliki ekosistem Hutan Hujan Tropis, di SM Dataran Tinggi Yang juga memiliki ekosistem hutan cemara, ekosistem savana, dan ekosistem rawa/danau. Keempat ekosistem tersebut tentu saja memiliki karakteristik flora dan fauna yang berbeda, termasuk jenis tanaman obatnya. Untuk mengetahui potensi tanaman obat di kawasan ini lebih lanjut, kerja sama dengan BP2TO2T bisa diperluas ruang lingkupnya dengan kawasan konservasi lainnya di Balai Besar KSDA Jawa Timur. Dengan data potensi kawasan yang lebih baik, dapat digunakan sebagai pertimbangan kebijakan pengelolaan kedepan. Semoga suatu saat potensi tanaman obat di SM. Dataran Tinggi Yang dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan. Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur Penulis : Th. Patty Novianti, Kasubag Perencanaan Program dan Kerjasama Foto : Toto Sutiyoso Penyunting : Agus Irwanto
Baca Berita

Kunjungan Ass Staf Potensi Maritim ke Sarpras Wisata Alam Pulau Pramuka TN Kepulauan Seribu

Rabu, 24 Juli 2019 - Seperti biasanya Sarpras Wisata Alam Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu pada hari Minggu dibuka pada pukul 05.30 WIB, pengunjung silih berganti datang untuk melihat dan menikmati keindahan alam di sekitar tracking mangrove, daerah lamun sampai ke plaza tubir sambil menikmati angin sepoi - sepoi dan suara deburan ombak timur yang sangat merdu bagaikan irama musik yang mendayu-dayu. Diantara kerumunan pengunjung terlihat rombongan dari keluarga besar Ass SPOT Maritim Korps Marinir yang dikomandani oleh Bapak Kolonel Marinir Baedhowi Oktafidia. Rombongan berjumlah 14 orang yang sengaja datang ke Pulau Pramuka ini, yaitu untuk mengucapkan terimakasih atas edukasi konservasi yang telah diberikan kepada keluarga besar korp marinir pada saat berkunjung ke Pulau Payung pada tanggal 20 Juli 2019 yang lalu. Adapun edukasi konservasi tersebut diantaranya, berupa: penanaman mangrove, transplantasi karang dengan metode rock pile dan pelepasan tukik. Sebagai tanda ucapan terimakasih, beliau menyerahkan plakat kenang - kenangan kepada Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang diterima oleh Agus Setiawan Polhut SPTN Wil. III Pulau pramuka. Pada kesempatan tersebut kami memberi informasi bahwa pada bulan agustus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2019 yang dipusatkan di Batam, kepada beliau kami mohon untuk memberikan ucapan selamat hari HKAN 2019 dalam bentuk video. Setelah selesai memberikan ucapan selanjutnya rombongan mohon diri untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut Republik Indonesia. Selamat jalan bapak Ibu semua.. Doa kami semoga selamat sampai tujuan dan semoga dilain waktu kita berjumpa lagi dengan program konservasi yang lebih dahsyat lagi Salam konservasi.. huha.... huha... Sumber: Agus Setiawan (POLHUT) - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Kucing Hutan Dilepas di Tahura

Banjarbaru, 23 Juli 2019 - Dinas Kehutanan dan Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama-sama melepasliarkan satwa liar yang dilindungi dari Desa Tandui Kecamatan Tatakan Kabupaten Tapin, Senin (22/7). Seekor kucing hutan dikembalikan ke kawasan Tahura Sultan Adam. Kucing hutan ini didapatkan dari warga bernama M Sani. Informasinya sendiri berawal dari media sosial facebook. Pemilik akun telah mengamankan hewan ini karena mengganggu ternak ayam miliknya. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Dinas Kehutanan Kalsel. Pemilik akun dihubungi dan diminta menyerahkan kucing hutan untuk dilepasliarkan kembali. Tim "animal rescue" dari Dishut Kalsel langsung menuju lokasi tempat kucing hutan diamankan dan langsung dievakuasi ke BKSDA Kalsel. Setelah dilakukan observasi, kondisi kucing hutan itu baik dan sehat. Tak ditemukan luka atau cacat. Hingga akhirnya dilepas di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin. Kucing hutan adalah salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri LHK nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengimbau kepada warga agar tak memiliki atau memelihara secara ilegal satwa liar dan dilindungi. "Satwa liar yang hampir punah harus kita lindungi, kita jaga kelestariannya. Rumah terbaik mereka adalah di alam bebas. Bukan di kerangkeng," kata dia. (ian/dishut). Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan
Baca Berita

Konferensi Pers Penyelamatan Harimau Sumatera Yang Terperangkap

Medan, 24 Juli 2019. Sehubungan terperangkapnya 1 (satu) individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada kandang jebak di Desa Hutabargot Padang Lawas, pada Selasa, 16 Juli 2019, dan untuk menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat luas, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan konferensi pers dihadapan para jurnalis/wartawan dari berbagai media, baik media cetak, elektronik maupun media on-line, pada Kamis 18 Juli 2019, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sejumlah awak media hadir dalam konferensi pers dimaksud, diantaranya : Detik.com, CNN Indo TV, Trans TV, Metro Rakyat, TVRI, Waspada, LKBN Antara, Antara, Kitakini News, Medan Bisnis, Efarina TV, Sumut 24, Tagar News, Digtara.com, Digtara.TV, Metro TV, Kompas TV, Analisa Online, dan Kompas.com. Konferensi Pers disampaikan Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut. Dalam paparannya, Ir. Irzal Azhar, M.Si., menyampaikan bahwa sebelum terperangkapnya harimau tersebut, terlebih dahulu terjadi konflik warga dengan Harimau Sumatera yang memakan korban jiwa, masing-masing : Abu Sali Hasibuan, warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas yang tewas mengenaskan pada tanggal 16 Mei 2019, dan Faisal Hendri Hasibuan, warga Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas yang mengalami luka kritis akibat serangan Harimau Sumatera, pada tanggal 26 Mei 2019. Dalam menanggulangi konflik satwa ini, Tim Satgas Penanggulangan Konflik dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Pemkab Palas, Kepolisian, TNI dan lembaga mitra kerjasama, melakukan patroli bersama di lapangan, pemasangan camera trap, serta pembuatan kandang jebak. Dan hasilnya, pada tanggal 16 Juli 2019 dini hari, Harimau Sumatera yang meresahkan masyarakat tersebut masuk dalam perangkap/kandang jebak. “Selanjutnya harimau yang kami beri nama “Palas” segera di evakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Padang, Sumatera Barat, dengan kondisi kaki kanan sebelah depan terluka, diperkirakan terkena jeratan. Keputusan mengevakuasinya ke PRHSD Sumatera Barat, mengingat Sanctuary Harimau Sumatera Barumun kondisinya tidak memungkinkan untuk menerima tambahan, karena sampai saat ini dihuni oleh 4 (empat) individu Harimau Sumatera, yaitu : Monang dan Gadis beserta 2 anaknya,” ujar Irzal. Dengan terperangkapnya harimau ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas peran serta dan dukungan dari semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian konflik dengan Harimau Sumatera di Padang Lawas. Secara khusus apresiasi disampaikan kepada Bupati Padang Lawas yang memberi perhatian serta terlibat langsung dalam upaya penanganan konflik, dan bahkan menetapkan konflik tersebut sebagai bencana daerah, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ikut andil membantu dalam hal pemberian bantuan beras kepada masyarakat di Dusun/desa terdampak, mengingat masyarakat tidak berani turun ke ladang/kebun. Juga penghargaan dan terima kasih disampaikan kepada TNI, POLRI, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya Sumatera Barat, Mitra BBKSDA Sumut (WCS-IP, GEF-UNDP Tiger Project dll), serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya penyelesaian konflik, ujar Irzal. Meskipun 1 (satu) individu Harimau Sumatera telah berhasil di evakuasi, Irzal tetap mengingatkan warga untuk tidak memasang jerat di hutan, tidak berburu dan tidak melakukan perbuatan/tindakan yang merusak kawasan hutan yang berdampak terhadap rusaknya habitat Harimau Sumatera. Sumber : Ade Yunita - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Antang Gunung Meratus Kelola Habitat Bekantan

Banjarbaru, 24 Juli 2019 - Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Kalsel, telah melakukan survei habitat dan bekantan di kawasan PT Antang Gunung Meratus (AGM). Kegiatan ini didampingi oleh Separtemen Ekowisata PT AGM, Jeni, Selasa (23/7). Kawasan habitat bekantan tersebut berada di lahan rawa gambut. Sekitar 90 hektare diperuntukkan bagi primata dilindungi ini dan hewan lainnya. Sebelumnya, kawasan tersebut banyak ditumbuhi pohon pohon rawa seperti galam, jingah, dan lainnya. Namun, pada tahun 2015 terjadi kebakaran yang menyebabkan semua pohon terbakar dan sebagian bekantan banyak yang mati. Mulai tahun 2016 , PT AGM telah melakukan rehabilitasi seluas 90 Ha dengan jenis pohon seperti jelutung, panggang, jingah, sengon dan jenis lainnya. Saat ini pohon pohon tersebut telah tumbuh subur dan selalu dilakukan penyulaman dengan jenis yang sesuai. Perushaan pertambangan batu bara ini juga membangun fasilitas dermaga sekaligus tempat istirahat, pos pantau, papan informasi, nursery habituasi, dan taman di sekitar dermaga. Saat ini Pemerintah Kabupaten Tapin juga ikut membangun fasilitas berupa jalan ke kawasan tersebut sepanjang 12 Km. Sebelumnya, Bupati Tapin pada tahun 2014 telah mengeluarkan SK Nomor 188.45/060/KUM /14 tentang Penetapan Kawasan Bernilai Penting Bagi Konservasi Spesies Bekantan (Nasalis Larvatus) di Kabupaten Tapin. SK tersebut akan dikoordinasikan ke KemenLKH untuk sinkronisasi dengan kawasan ekosistem esensial (KEE). Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan KEE merupakan salah satu upaya perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi atau tidak dilindungi, agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. (ian/dishut) Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kehutanan Kalimantan Selatan
Baca Berita

E-SIMAKSI di SIMPul-Seribu

Rabu, 24 Juli 2019 - Anda akan berkegiatan di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu? Untuk kegiatan non-wisata (penelitian, jurnalistik dan ekspedisi) perlu dilengkapi dengan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang disebut SIMPUL SERIBU, yang dapat diakses di tautan simpulseribu.id. Pada SIMPUL SERIBU juga disediakan mekanisme E-SIMAKSI, dimana pendaftaran Perizinan Simaksi dapat dilakukan secara online. Silakan masuk ke tautan simpulseribu.id, tidak perlu login, langsung ke pendaftaran Perizinan Simaksi. Isi data sesuai form dan unggah dokumen yang diperlukan, seperti KTP pemohon, surat pengantar, proposal dan daftar anggota. Tim pengelola akan melakukan verifikasi permohonan dan akan dikonfirmasi melalui email pemohon. Kedatangan Pemohon ke Kantor Balai TNKpS dapat diusulkan oleh pemohon dan disesuaikan dengan jadwal kegiatan di Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kedatangan tersebut untuk presentasi dan diskusi rencana kegiatan. Jika tidak ada perubahan permohonan, SIMAKSI dapat diterbitkan. Pemohon juga diminta untuk memenuhi ketentuan lainnya, seperti pembayaran untuk kegiatan yang dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan E-SIMAKSI ini, pemohon cukup sekali datang ke Kantor Balai TNKpS dengan waktu perjanjian. Semoga sistem ini membantu pemohon SIMAKSI mendapatkan pelayanan perizinan yang memudahkan dan cepat. Salam SIMPul-Seribu. Sumber: Yohanes Budoyo - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Nongkrong Santai Ngobrol Konservasi Para Milenial di Pekanbaru

Pekanbaru, 24 Juli 2019 - Meskipun diguyur hujan, tak sedikitpun mengurangi semangat para pejuang konservasi ngobrol santai tentang konservasi di halaman Balai Besar KSDA Riau. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka road to HKAN 2019. Pada kesempatan tersebut diumumkan juga para pemenang lomba dari berbagai kategori yaitu Sukria dengan vidio terbaiknya, Riski Efendi dengan foto terbaiknya, Aini Anggrai dengan caption terbaiknya dan Elsa Nofriyanti dengan like terbanyaknya. Sedang para pemenang lomba melukis dan mewarnai kaleng/botol bekas untuk pot bunga telah diumumkan sebelumnya dan di acara tersebut mereka berkesempatan menerima hadiahnya. Adapun pemenang lomba dimaksud adalah Lee Quinza dari SMP Dharmayudha juara 1, Evelyn Aurellia dari SMP Dharmayudha juara 2, Prita Suciati dari SMPN 8 Pekanbaru juara 3, Felicia Evelin dari SMP Dharmayudha harapan 1, Safana dari SMAN 8 Pku harapan 2 dan peserta favorit Alfad Surya A dari SMPN 21 Pekanbaru. Selamat untuk semuanya, tingkatkan terus bakat dan keahliannya ya... Salam konservasi!! Salam lestari!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau #kemenlhk #hkan_2019 #rimbangbalingjungletrek2019
Baca Berita

Menuju Global Tiger Day 2019

Selasa, 23 Juli 2019. Global Tiger Day (GTD) atau Hari Harimau Sedunia dideklarasikan pada Pertemuan International Tiger Forum di Saint Petersburg, Rusia Tahun 2010 dan diperingati setiap tanggal 29 Juli setiap tahunnya. Dalam rangka peringatan Global Tiger Day (GTD) Tahun 2019, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (BTNBT) telah menyiapkan serangkaian acara. Berbeda dengan acara tahun-tahun sebelumnya, peringatan GTD tahun ini digelar di daerah penyangga TNBT. Tujuannya agar lebih menyentuh masyarakat yang tinggal di batas kawasan TNBT yang selama ini berbagi ruang dengan habitat Harimau Sumatera. Tema yang diusung pada Peringatan GTD tahun ini adalah “Aksi Kita untuk Harimau Kita”. Tema ini memberi makna bagi kita untuk beraksi secara nyata dan berdampak bagi kelestarian Harimau Sumatra. Saatnya kita beraksi untuk Harimau dilambangkan dengan tagar #time4tigers. Rangkaian acara telah disiapkan untuk menyambut GTD berupa Visit to School, patroli sapu jerat dan lomba video pendek. Sabtu 27 Juli 2019 akan dilakukan sarasehan dan nonton bareng bersama masyarakat. Kegiatan ini dimulai pada malam hari dan bertujuan untuk membangun keakraban dengan masyarakat setempat. Puncak acara GTD dilaksanakan pada Minggu 28 Juli 2019, panitia mempersiapkan acara senam bersama, talkshow dan pameran. Registrasi peserta dimulai pukul 06.00 WIB, panitia menyediakan sebanyak 500 kupon undian dan terbuka untuk umum kecuali pegawai Balai TNBT. Bagi 100 pendaftar umum pertama yang beruntung akan mendapatkan kaos GTD gratis . Panitia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik dengan hadiah utama berupa kulkas dan sepeda gunung dimana pengundian doorprize akan dilakukan pada saat jeda selama acara berlangsung. Inti acara GTD ini adalah Talk Show sesuai dengan tema GTD “Aksi Kita untuk Harimau Kita” , menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu, NGO yang bergerak di bidang Konservasi Harimau Sumatra dan Kepala Balai TNBT. Selain masyarakat umum, Balai TNBT mengundang perwakilan perangkat desa yang berada di daerah penyangga seputaran Batang Gansal, siswa sekolah dan mitra TNBT. Target peserta sebanyak 500 orang. Balai TNBT mengundang Bapak Bupati Indragiri Hulu, H. Yopi Arianto, SE untuk berkenan hadir dalam acara pembukaan. Sumber: Balai TN Bukit Tiga Puluh

Menampilkan 5.265–5.280 dari 11.140 publikasi