Senin, 27 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Balai TN Sebangau dan Yayasan Borneo Nature Foundation

Palangka Raya, 26 Juli 2019 - Bertempat di Aquarius Boutique Hotel, pada hari Jumat telah di tandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) dan Yayasan Borneo Nature Foundation (BNF) tentang Penguatan Fungsi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati. Penandatangan PKS ini merupakan tindak lanjut persetujuan Dirjen KSDAE atas permohonan PKS antara BTNS dan Yayasan Borneo Nature Indonesia melalui Surat Direktur Jenderal Nomor : S.440/KSDAE/SCT/Kspo-33/6/2019 tanggal 10 Juni 2019. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Borneo Nature Foundation Bapak Juliarta Otae menyampaikan bahwa PKS ini merupakan langkah nyata kerjasama TNS dengan BNF sehingga kedepan diharapkan bahwa TNS dan BNF bisa lebih bersinergi dalam mencapai tujuan PKS ini. Sejak penandatanganan ini hingga beberapa tahun mendatang sesuai dengan jangka waktu PKS, BNF berharap bisa mendukung TNS antara lain melalui penguatan kelembagaan (peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan-pelatihan teknik survei keanekaragaman hayati serta penyiapan infrastruktur guna mendukung program riset TNS). Selain itu BNF akan berkontribusi dalam pengembangan wisata alam melalui kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam interpretasi wisata serta survey obyek dan daya tarik wisata alam serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan pendidikan lingkungan. Bapak Andi Muhammad Kadhafi, S.Hut., M.Si selaku Kepala Balai TNS sangat mengapresiasi adanya PKS antara TNS dan BNF ini karena dengan keterbatasan dan kendala yang dihadapi oleh TNS selama ini terutama dalam hal ketersediaan dana/anggaran serta kemampuan atau kapasitas SDM, adanya PKS ini telah menjadi salah satu solusi (filling the gap) untuk mengatasi kendala tersebut. Dalam arahannya Kepala Balai TNS menekan kan pentingnya tindak lanjut dari penandatanganan PKS ini yaitu penyusunan RKT (Rencana Kerja Tahunan) serta pengaturan waktu pelaksanaan agar kegiatan bisa terlaksana secara efektif dan efisien. Pada akhir sambutannya, Kepala Balai TNS berharap bahwa implementasi PKS ini bisa berjalan lancar serta terus berlanjut untuk periode berikutnya. Sumber : Kartini Eko Wiharjo - Balai TN Sebangau
Baca Berita

Balai Besar TN BBS Upayakan Kawasan Bebas Jerat Satwa

Krui, 29 Juli 2019 - Pasca ditemukannya seekor Harimau Sumatera dewasa berjenis kelamin jantan terjerat di Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc menginstruksikan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen KSDAE untuk melaksanakan upaya pembersihan jerat satwa liar di kawasannya masing-masing. Balai Besar TNBBS bersama Mitra Kerja WWF menindaklanjutinya dengan melaksanakan Patroli Sapu Jerat, salah satu lokasi patroli yang sedang dilaksanakan di Resort Balai Kencana SPTN III Krui BPTN II Liwa. Berdasarkan data patroli tim TNBBS dan para mitra yang telah melaksanakan patroli perlindungan dan pengamanan hutan di kawasan TNBBS dengan jelajah ±36 ribu km sejak tahun 2013, telah ditemukan kurang lebih 105 jerat harimau dan mamalia besar. Tercatat sebanyak 225 kasus konflik telah ditangani dalam kurun waktu 2008 – Juni 2019. Kepala BPTN Wilayah II Liwa Amri, S.H.,M.Hum menyatakan bahwa Upaya-upaya yang telah dilakukan Balai Besar merupakan bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan populasi Harimau Sumatera. Hal ini disampaikan oleh Amri saat mewakili Kepala Balai Besar TNBBS dalam acara puncak kampanye ”Global Tiger Day” di Bumi Perkemahan Kubuperahu Resort Balik Bukit SPTN III Krui BPTN II Liwa, Senin 29 Juli 2019. “Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas di lapangan yang telah melaksanakan kegiatan Patroli Sapu Jerat Satwa, dan menyampaikan agar melaksanakan instruksi Bapak Dirjen KSDAE dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan amanah yang diemban, yaitu menjaga kelestarian satwa kunci Harimau Sumatera di TNBBS. Patroli ini juga merupakan implementasi dari Tema Kampanye Global Tiger Day 2019 yaitu Aksi Kita untuk Harimau Kita”, tambah Amri. Sumber: Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Aksi Kita untuk Harimau Kita

Liwa, 29 Juli 2019 - Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menjadi salah satu Tiger Conservation Landscape (TCL) yakni bentang alam yang dapat mendukung kelestarian harimau sumatera. Namun, keberadaan harimau sumatera di kawasan ini masih dihadapkan pada berbagai ancaman diantaranya adanya aktivitas perburuan, perdagangan ilegal, perambahan, pembalakan liar, dan konflik dengan manusia. Dalam rangka merayakan Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day yang jatuh setiap tanggal 29 Juli, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bekerja sama dengan Sumatran Tiger Project GEF-UNDP dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) menyelenggarakan rangkaian kegiatan kampanye Tiger Day 2019 yang diadakan sejak 17 – 29 Juli 2019. Kampanye yang bertajuk “Aksi Kita untuk Harimau Kita" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa liar khususnya harimau sumatera. Kampanye “Global Tiger Day 2019” ini merupakan rangkaian acara yang diawali dengan kegiatan road show dalam bentuk Wildlife School Visit di sekitar Resor Tampang, Kabupaten Tanggamus dan Resor Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat pada 17 dan 23 Juli 2019. Kegiatan dilanjutkan dengan perkemahan yang dilaksanakan pada hari Minggu-Senin, tanggal 28-29 Juli 2019, di Bumi Perkemahan Kubu Perahu yang berada di Resor Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Rangkaian kampanye diakhiri dengan acara puncak pada tanggal 29 Juli 2019, dihadiri oleh oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat yang mewakili Bupati Lampung Barat. Kegiatan pada acara puncak berupa pentas seni drama dan tarian kreasi pramuka binaan Balai Besar TNBBS, lomba melukis totebag, jungle tracking, face painting, press release, penandatanganan Komitmen Bersama Perlindungan Harimau Sumatera, selfie backgroud kegiatan teatrikal harimau sumatera, live music, pembagian material kampanye harimau di Taman Ham Tebiu. Kampanye ini terselenggara berkat dukungan dari Sumatran Tiger Project GEF-UNDP, Disney Conservation Fund, TFCA Sumatra dan PILI dan Pundi Sumatera. Dalam perayaan acara puncak Kampanye “Global Tiger Day” pada 29 Juli 2019, Amri, S.H., M.Hum., selaku Kepala BPTN Wil. II Liwa TNBBS sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan menyatakan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan merupakan salah satu Tiger Conservation Landscape (TCL) yakni bentang alam yang dapat mendukung keberadaan dan kelestarian populasi harimau sumatera. Upaya konservasi harimau sumatera di TNBBS berkontribusi penting bagi penyelamatan populasi harimau sumatera secara keseluruhan. “Berdasarkan hasil survey di site monitoring harimau sumatera TNBBS tren populasi meningkat dari tahun 2014 sampai 2018 dengan estimasi jumlah populasi pada tahun 2014 sejumlah 28 individu, tahun 2015 sejumlah 32 individu, tahun 2016 sejumlah 37 individu, tahun 2017 sejumlah 40 individu. Namun, di tahun 2018 populasi Harimau Sumatera di Site Monitoring diperkirakan tidak mengalami peningkatan”, papar Amri. Sumber: Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Generasi Muda, Ujung Tombak Konservasi Harimau Sumatera

Liwa, 29 Juli 2019 - Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bersama mitra kerja UNDP Tiger Project dan WCS-IP menggelar Kemah Konservasi tanggal 28-29 Juli 2019 di Bumi Perkemahan Kubuperahu Resort Balik Bukit SPTN III Krui BPTN II Liwa. Kegiatan diikuti oleh Saka Wana Bakti dari Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat dengan jumlah partisipan 94 orang. Peserta Kemah Konservasi terdiri dari Saka Wana Bakti Lampung Barat 70 orang, Saka Wana Bakti Batu Tegi 14 Orang dan Saka Wana Bakti Tanggamus 10 orang. Kemah Konservasi digelar dalam rangka merayakan Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day 2019 yang jatuh setiap tanggal 29 Juli. Kepala BPTN II Liwa Amri, S.H.,M.Hum selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Global Tiegr Day Balai Besar TNBBS tahun 2019 mengatakan pentingnya peranan generasi muda dalam mendukung program konservasi TNBBS, khususnya upaya pelestarian Harimau Sumatera. Hal senada juga disampaikan oleh salah satu peserta Kemah Konservasi. “Sebagai generasi penerus, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berkontribusi melestarikan harimau sumatera. Hal ini bisa dimulai dari aksi kecil namun berdampak besar seperti ikut serta menyebarkan informasi pentingnya keberadaan harimau sumatera di ekosistemnya. Kita dapat menyampaikan pesan melalui berbagai media dan aktivitas yang dikemas secara menarik seperti pentas drama, tarian kreasi, maupun kegiatan perkemahan,” ujar Medi yansah, anggota Pramuka Saka Wanabakti Tanggamus. Sumber: Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Sumut Peringati Hari Sungai Nasional 2019 di Sibolangit

Sibolangit, 26 Juli 2019. Memperingati Hari Sungai Nasional Tahun 2019, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Koordinator Cabang Deli Serdang bersama dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2019, dilingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit dan kawasan TWA Sibolangit. Habibullah Nasution, Ketua Koordinator Cabang FK3I Deli Serdang, didampingi Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Tarigan, S.Sos., dan Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., dalam penjelasannya menyebutkan bahwa kegiatan Peringatan Hari Sungai Nasional Tahun 2019 dilaksanakan 2 hari berturut-turut, tanggal 26 dan 27 Juli 2019. Habibullah Nasution, Ketua Koordinator Cabang FK3I Deli Serdang, selaku Ketua Pelaksana Peringatan Hari Sungai Nasional 2019 Khusus hari ini, tanggal 26 Juli 2019, kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 2 Sibolangit, dimaksudkan sebagai edukasi kepada generasi muda khususnya pelajar untuk menghargai lingkungan sekitar, termasuk sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu kegiatan utama yang dilakukan adalah aksi pungut sampah dilingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh siswa serta guru-guru, ujar Habibullah. 4 karung sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dari lingkungan SMP Neneri 2 Sibolangit (gambar kiri), Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. memberikan penyuluhan Hanya dalam waktu 1 jam, terkumpul 4 karung sampah, khususnya sampah plastik, dari lingkungan sekolah. Disela-sela kegiatan, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., juga menggunakan kesempatan untuk memberi penyuluhan kepada siswa-siswi dan juga mahasiswa dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, yang ikut serta dalam kegiatan aksi bersih dan pungut sampah, tentang bahaya sampah plastik dan perlunya mengubah perilaku penggunaan bahan-bahan dari plastik, seperti : minuman mineral berbahan plastik, serta plastik kresek. Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit, Drs. Marumbal Siahaan, M.Pd., menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada FK3I Koordinator Cabang Deli Serdang dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara atas penyelenggaraan kegiatan Peringatan Hari Sungai Nasional Tahun 2019 di lingkungan SMP Negeri 2 Sibolangit, dan berharap kegiatan ini memberi manfaat edukasi bagi siswa serta dapat rutin dilakukan setiap tahunnya. Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit, Drs. Marumbal Siahaan, M.Pd., saat menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepad semua pihak yang ikut dalam kegiatan Peringatan Hari Sungai Nasional Tahun 2019 Peringatan ini selain diikuti seluruh siswa dan guru-guru, juga turut hadir mahasiswa dari USU dan UIN Sumatera Utara, Kelompok Sadar Wisata Sibolangit, perwakilan PDAM Tirtanadi Cabang Sibolangit dan lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara ISCP. Kegiatan ini pun didukung oleh Bupati Deli Serdang, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Medan dan Kepala Kepolisian Sektor Pancur Batu. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Yuk Liat Hasil Ekspedisi Lentera Putussibau

Putussibau 25 Juli 2019. Tim Ekspedisi Lentera Putussibau telah selesai melaksanakan ekspedisi di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Ekspedisi dilakukan di wilayah Desa Tanjung Lokang sejak tanggal 12 - 24 Juli 2019. Tim Ekspedisi mengeksplorasi kawasan Karst dan sosial budaya masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Tim yang beranggotakan 21 orang ini terdiri dari 15 orang mahasiswa aktif Lawalata IPB , 9 orang ASN, 1 orang ahli Goa dan 6 orang masyarakat desa Tanjung Lokang. Tim telah berhasil memetakan enam goa dengan grade 3C, yang diantaranya terdapat satu ekosistem goa yang menghubungkan dua goa menjadi satu yaitu Goa Arong dan Goa Ngingit. Tim juga berhasil menemukan biota dalam goa yang sangat unik, yaitu Stenasellus sp atau Udang Purba yang sampai saat ini hanya ditemukan di pulau Jawa, tepatnya di Bogor dan Sukabumi. “Dari hasil ekspedisi ini ada hal yang menarik yang kami temukan yaitu adanya dua goa yang saling menyatu antara Goa Arong dan Goa Ngingit serta ditemukannya Udang Purba yang menunjukan keunikan tersendiri”, ujar A.B. Rodhial Falah praktisi speleologi. Di desa Tanjung Lokang, tim bersama masyarakat suku Dayak Punan Hovongan yang merupakan masyarakat sekitar kawasan ini melakukan analisa pandangan masyarakat terhadap goa, pembangunan jalan lintas provinsi (Kalimantan Barat – Kalimantan Timur) dan keberadaan Taman Nasional, dengan responden sekitar 31% dari keseluruhan kepalakeluarga yang ada. Selain itu, tim juga mempelajari beragam budaya dan kondisi sosial budaya di desa. Di akhir kegiatan, tim ekspedisi Lentera Putussibau juga meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman di SD Negeri 11 Tanjung Lokang yang merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Tanjung Lokang bersama guru dan murid. Disana, tim memberikan materi Pendidikan Lingkungan Hidup, Kewarganegaraan serta Rasa Cinta Tanah Air sebagai penutup kegiatan selama di Desa Tanjung Lokang. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) yang dalam hal ini diwakili Fery, A M Liuw,S.Hut,T. M.Sc. menyampaikan rasa syukur atas kembalinya Tim Ekspedisi Lentera Putussibau dengan selamat dan menyampaikan terimakasih atas kinerja tim yang telah berhasil menggali potensi gua di dalam kawasan TNBK serta sosial budaya masyarakat setempat. Kepala Balai Besar berharap dengan hasil tim ekspedisi ini dapat menambah informasi terkait potensi gua dan sosial masyarakat setempat untuk arah pengelolaan kawasan TNBK kedepannya. Sumber : Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Balai TN Bogani Nani Wartabone Ajak Mahasiswa & Stakeholder Menanam Pohon

Bolonsio, 25 juli 2019. Kegiatan penanaman di sepanjang jalan arah air terjun bolonsio melibatkan unsur - unsur stakeholder yang terdiri dari masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow, aparat pemerintah Desa Totabuan dan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado yang sedang melakukan kegiatan KKN di Desa Totabuan. Pelaksanaan kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan pengenalan alam ke mahasiswa, koordinasi lintas stakeholder terkait pengembangan wisata alam di air terjun bolonsio, dan peninjauan lapangan terkait pembangunan jalan trail untuk hibah ke masyarakat oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow. Kegiatan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kepada generasi muda dan masyarakat sekitar kawasan dalam menjaga lingkungan. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Maleang Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Yulian Sadono melalui pesan singkat menyampaikan pentingnya serta manfaat taman nasional bagi kehidupan masyarakat saat briefing pagi sebelum kegiatan. Sumber : Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Observasi Lapang Diklat Petugas Pamhut Provinsi Jatim di TN MerBeti

Jember, 26 Juli 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) menjadi lokasi observasi lapang Diklat Petugas Pengamanan Hutan Tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Diklat yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta Satuan Pamhut Tahura Raden Suryo ini dari dimulai pada tanggal 24 s/d 26 Juli 2019. Peserta didampingi 8 (delapan) orang pembimbing/ widiaswara dari Badan Pengembangan SDM Jatim. Kedatangan peserta diklat disambut langsung oleh Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman,S.Hut., M.Si. di aula kantor Balai. Pada kesempatan ini, Kepala Balai menyampaikan materi tentang gambaran umum TN MerBeti, serta perlindungan dan pengamanan hutan dan kawasan konservasi. “Konservasi sudah menjadi jalan hidup bagi bapak-bapak, bukan lagi pilihan hidup. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena kelestarian dan keutuhan kawasan berada di pundak kita semua.” pesan Kabalai TN MerBeti. Materi juga diberikan Ketua Pokjab Fungsional TN Meru Betiri tentang Perencanaan Pengamanan Hutan dan Intelijen. Peserta antusias mengikuti diklat dan berdiskusi hingga sesi berakhir. Hari kedua, peserta diklat melaksanakan observasi lapangan di Resort Sanenrejo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu. Praktek lapang ini bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan peserta diklat dengan terjun langsung ke lokasi praktek untuk mengimplementasikan teori di kelas serta sebagai bahan perbandingan dengan pengalaman yang selama ini didapatkan di tempat kerja. Ada 3 tema dalam praktek tersebut yaitu: Perencanaan Pengamanan Hutan, Intelijen, dan Penyuluhan di sekitar hutan. Dihari ketiga acara penutupan diklat. Harapan Kepala Balai TN MerBeti kepada Badan Pengembangan SDM Prov. Jatim agar pelaksanaan praktek lapang di masa yang mendatang dapat dilaksanakan kembali dan dijalin ikatan kerjasama antara kedua belah pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Selingkuh Sampai Gila, Program Baru TN Matalawa Berdayakan Masyarakat

Waingapu, 26 Juli 2019 - Permasalahan yang kerap terjadi di sekitar kawasan hutan adalah ketergantungan masyarakat terhadap kawasan hutan untuk penghidupan mereka sehari-hari. Kurangnya pengetahuan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan membuat mereka tidak dapat memaksimalkan sumber daya lain yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) sebagai pengelola kawasan konservasi juga menghadapi masalah yang sama. Kawasan yang dikelilingi oleh masyarakat di sekitar kawasannya, membuat tingkat kerawanannya semakin tinggi. Oleh karena itu, Balai TN Matalawa terus berusaha meningkatkan kemampuan para tokoh masyarakat desa sehingga mereka mampu menularkan ilmu-ilmu yang didapat di lingkungan desanya. Kali ini, Balai TN Matalawa membuat kegiatan dengan nama yang cukup unik, yaitu Selingkuh Sampai Gila. Nama kegiatan ini adalah kependekan dari ‘Selamatkan Lingkungan Hidup Sampai Terwujud Gerakan Insani Lestarikan Alam’. Kegiatan ini berisi berbagai macam pelatihan, diantaranya: pengolahan dan pembuatan jamu, pengenalan dan cara penanaman jenis-jenis toga (tanaman obat keluarga), pembuatan keripik, serta pembuatan probiotik dari gula sabu dan jantung pisang. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I yang mewakili Kepala Balai, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, berlangsung selama 3 hari di Lewa, Sumba Timur. Peserta utama dari kegiatan ini oleh 7 kelompok Desa Penyangga TN Matalawa, yaitu masyarakat dari Desa Nangga, Wanggameti, Umamanu, Padiratana, Manurara, Hupumada, dan Katikuloku. Kepala SPTN I menyampaikan rasa terima kasih kepada para fasilitator yang telah membimbing masyarakat dalam kegiatan ini. Dari kegiatan ini, para perwakilan masyarakat diharapkan dapat turut menularkan materi-materi yang telah diberikan kepada masyarakat sekitar tempat mereka tinggal. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki di sekitar tempat tinggal untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Tim TN Tesso Nilo, Mitra dan Masyarakat Lakukan Survey Lapangan Lokasi Calon Pemulihan Ekosistem

Bagan Limau, 26 Juli 2019 – Dalam rangka pelaksanaan Pemulihan Ekosistem (PE) kawasan TN.Tesso Nilo seluas 592 Ha di Resort Air Hitam Bagan Limau, petugas TN Tesso Nilo, mitra, dan masyarakat Bagan Limau bersama-sama melakukan survey ke lokasi calon PE di Bagan Limau. Survey lokasi PE dilaksanan sejak hari Senin tanggal 22 Juli 2019 hingga sekarang. Selain petugas TN Tesso Nilo dan mitra, kegiatan ini diikuti pula oleh Masyarakat Mitra Polhut ( MMP) Bagan Limau dan para kelompok KTHK di Desa Bagan Limau. Kegiatan survey lapangan ini merupakan rangkaian kegiatan PE di kawasan Resort Air Hitam Bagan Limau tepatnya di Desa Bagan Limau. Sebelum melaksanakan kegiatan dilapangan, tim survey melaksanakan rapat persiapan dipimpin langsung Kepala SPTN I LKB Bapak Taufiq Haryadi, SP. Kepala SPTN I LKB memberi arahan dan petunjuk pelaksanaan dan teknis kegiatan dilapangan. Dalam pelaksanaan survey dilapangan, Pengerjaan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Blok I KTHK Manunggal, Blok II KTHL Sejahtera, dan Blok III KTHK Benua Permata. Tiap-tiap kelompok dipandu langsung oleh petugas Resort Air Hitam Bagan Limau dan ketua kelompok KTHK. Secara keseluruhan lokasi yang di survey merupakan kawasan semak belukar dan sesuai untuk dilaksanakan kegiatan PE. Menurut Kepala Balai TN Tesso Nilo, Bapak Ir Halasan Tulus, kegiatan PE di Resort Air Hitam Bagan Limau diharapkan berhasil,”PE di Desa Bagan Limau diharapkan dapat berhasil baik dan akan direplikasikan polanya di areal lain di kawasan TNTN, Oleh karena itu perlu dukungan penuh serta kerjasama intensif dari perangkat desa dan Kelompok Taninya.” Ujar Kepala Balai. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Melaksanakan Peningkatan Kapasitas SDM ke Balai KSDA Sumatera Barat

Jumat, 26 Juli 2019 - Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, Balai TN Tesso Nilo (BTN TN) melaksakan kegiatan peningkatan kapasitas dan kunjungan kerja ke Balai KSDA Sumatera Barat selama tiga hari mulai tanggal 27 – 29 Juni 2019. Kegiatan ini diikuti oleh staf BTN TN baik ASN maupun staf. Pada hari pertama Balai TN.Tesso Nilo juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (BPTSTH) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan yang yang berada di Kuok, Kabupaten Kampar. Selama tiga hari tersebut. seluruh pegawai dan staf Balai TN Tesso Nilo ikuti berbagai rangkaian acara upgrading seperti malam keakraban, motivasi dari pimpinan serca ice breaking dan outbon, dll. Kunjungan TN Tesso Nilo disambut dengan ramah tamah oleh Balai KSDA Sumatera Barat selaku tuan rumah. Dalam sambutan pula pihak Balai KSDA Sumatera Barat menyampaikan memiliki keinginan besar untuk melaksanakan kunjungan balasan ke TN Tesso Nilo Pada motivasi dimalam keakraban yang diberikan kepada pegawai, Kepala Balai TN Tesso Nilo secara gamblang menjelaskan 10 cara kelola kawasan konservasi yang diantaranya: Makna dalam rangaian kegiatan peningkatan kapasitas ini pula, seluruh pegawai dan staf ditekankan untuk menanamkan semangat kerja , disiplin, kekompakan sesama pegawai dan staf serta menjaga suasana kekeluargaan antar pegawai. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Balai Besar TN BBS Sosialisasikan Kemitraan Konservasi Pada Bupati Pesisir Barat

Krui, 25 Juli 2019 - Bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Pesisir Barat Krui, Tim Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Liwa Amri, S,H.,M.Hum mensosialisasikan Perdirjen KSDAE Nomor P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018, tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam pada Bupati Pesisir Barat H. Agus Istiqlal, S.H.,M.H, Kamis 25 Juli 2019 di Krui. “Bupati sebagai Kepala Daerah dan pengambil kebijakkan tertinggi di tingkat kabupaten, perlu mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai Kemitraan Konservasi beserta aplikasinya di lapangan, sehingga program ini dapat berjalan dan mencapai tujuan yang kita harapkan, yaitu menempatkan masyarakat sebagai pelaku (subjek) dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNBBS”, kata Amri, SH.,M.Hum. Kabupaten Pesisir Barat berbatasan langsung dengan kawasan TNBBS, selain Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung. Bupati Pesisir Barat beserta jajarannya dengan antusias mengikuti acara sosialisasi ini. “Harapan kami, Pak Dirjen KSDAE dapat berkunjung ke Kabupaten Pesisir Barat dan berdialog langsung dengan masyarakat di sekitar kawasan TNBBS, seperti yang pernah dilakukan di Kabupaten Lampung Barat pada awal bulan ini”, ungkap Bupati Pesisir Barat H. Agus Istiqlal, S.H.,M.H. Sumber: Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan 2019
Baca Berita

Belajar Mengenal Penyu Di Demplot Balai Taman Nasional Wakatobi

Tomia, 25 Juli 2019. Balai Taman Nasional Wakatobi bekerjasama dengan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit SG-03 melaksanakan pengenalan konservasi penyu kepada 20 (dua puluh) siswa SD Negeri 2 Timu, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi. Kegiatan yang dilaksanakan di demplot pengelolaan semi alami spesies penyu di Resort Tomia, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Tomia-Binongko merupakan bentuk komitemen Balai Taman Nasional Wakatobi dalam upaya menyebarluaskan pesan konservasi kepada pelajar di Kabupaten Wakatobi. Sebelum berkunjung ke demplot, para siswa terlebih dahulu diberikan materi terkait dengan biota laut oleh mahasiswa KKN-PPM UGM. Pada kunjungan ini, para siswa diajak untuk mengenal dan melihat langsung tukik (anak penyu) yang terdapat di demplot. Melalui penjelasannya, Amiluddin (Polhut SPTN Wilayah III) yang telah puluhan tahun bertugas mengelola demplot menjelaskan bahwa telur yang akan menjadi tukik tersebut sengaja dipindahkan ke demplot untuk menghindari kerusakan akibat sarang yang terkena air laut maupun ancaman lainnya. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (KSPTN) Wilayah III (Chris Awang) mengatakan, “Pelajar merupakan sarana yang tepat untuk menyebarluaskan pesan konservasi. Harapannya, pesan-pesan konservasi yang telah disebar dapat sampai dan diterima oleh masyarakat” Sumber : Parulian Situmorang-Balai Taman Nasional Wakatobi.
Baca Berita

Serunya Talkshow dan Conservation Award di Rotterdam

Makassar, 25 Juli 2019. Setelah tanggal 21 kemarin melakukan street campaign dan 24 juli dengan school conservation-nya puncak Road To HKAN BBKSDA Sulsel akhirnya terlaksana pada Kamis, 25 Juli di kompleks Benteng Rotterdam Makassar. Acara yang dimulai 16.00 Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita ini menyuguhkan pembacaan puisi tentang alam dari siswa SMK Kehutanan, penyerahan bibit tanaman endemik Sulawesi, pameran satwa dari Gowa Discovery Park, Pameran kopi Binturong (Luwak), penandatanganan kerjasama BBKSDA Sulsel dengan Program Studi Kedokteran Hewan UNHAS dan Media Klik Hijau, penyerahan Conservation Awards yang diberikan oleh Wali kota Makassar yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Ahmad Kahrawi, Rilis satwa secara simbolik, Talkshow Konservasi Milenial dan penanaman pohon endemic di Benteng Rotterdam. Di Talkshow “Spirit Konservasi Alam Milenial” 8 tokoh pejuang konservasi di Sulawesi selatan dan barat menyampaikan tindakan konservasi yang sudah mereka lakukan antara lain : Timous (Ambe Daud) – 91 Tahun seorang pejuang konservasi Gunung Gandang Dewata, Ambe daud dalam pesan konservasinya “Gandang Dewata adalah sebuah jantung dan jiwa kita di Sulawesi Selatan dan Barat yang harus kita jaga untuk anak cucu kita”, Lalu tokoh kedua Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc mewakili akademisi mengatakan “Konservasi harus ada re-generasi, beliau menyarankan untuk melabeli jenis-jenis pohon dan satwa yang ada di kota madya khususnya agar masyarakat tahu dan lebih peduli dari status pohon dan satwa tersebut” terang professor kehutanan yang sedang menulis Novel tentang cinta dan konservasi alam. Selanjutnya tokoh yang ketiga seorang penangkar satwa Binturong untuk menghasilkan Kopi Luwa Malino drg. Danny Permadi, pesan konservasi yang disampaikan Danny “Saat ini Binturong saya sudah 90-an ekor yang tersebar di beberapa kelompok binaan saya. Awalnya Binturong dari BBKSDA Sulsel sebanyak 4 Ekor tapi melalui penangkaran dan metode reproduksi berhasil menjadi 90-an ekor. Konservasi itu bukan artinya kita tidak melakukan apa-apa tapi memanfaatkan untuk kesejahteraan manusia dan alam” pungkas dokter gigi sekaligus pensiunan Letkol (purn) TNI-AL. dan 5 tokoh lagi yang tidak kalah perjuangannya yaitu Nevy Jamest Tonggiroh biasa disapa Bang Nevy seorang pecinta alam yang memperjuangakn Gunung Bawa Karaeng menjadi Heritage di Indonesia lalu Sapparuddin daeng Talli seorang yang dulu lawan tapi kini menjadi kawan bahkan menjadi garda terdepan BBKSDA Sulsel melindungi Kawasan hutan di Komara Takalar, Bapak Lasamu pejuang konservasi dari Sidrap, Desa Cenreangin dan Bapak Iwan yang mewakili daeng Beta dari wisata perahu Rammang-rammang maros. Talkshow spirit konservasi alam milenial ini diakhiri dengan penanaman pohon endemic di lokasi yang sudah di sediakan yaitu sudut Benteng Rotterdam dan foto Bersama. Konservasi alam bukan hanya untuk melestarikan lingkungan hidup, namun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Di tahun 2019 ini, Indonesia memperingati 11 tahun Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Konservasi merupakan upaya pelestarian atau perlindungan, yaitu kegiatan yang dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan, dengan tetap mendapatkan manfaat yang berkelanjutan dan mempertahankan komponen-komponen alam yang ada. Dengan kata lain konservasi dapat di artikan sebagai upaya yang dilakukan seseorang atau lembaga yang bertujuan untuk pelestarian alam. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita. Husain, SH Kasubag Data Evaluasi dan Kehumasan
Baca Berita

Kepala Resort Lancang Kuning Air Sawan Pantau Lokasi Persemaian Pemulihan Ekosistem

Jumat, 26 Juli 2019 - Dalam rangka program kegiatan Pemulihan Ekosistem (PE) seluas 500 Ha di wilayah Resort Lancang Kuning Air Sawan SPTN I LKB, Kepala Resort beserta tim melaksanakan pengecekan ke area persemaian yang luasnya 0,6 Ha. Berdasarkan pantauan, dipersemaian tersebut sudah tersedia 69.000 bibit terdiri dari petai sebanyak 38.000 batang, Tampui 10.000 batang, dan durian 21.000 batang. Total bibit yang sudah disemaikan masih 20 % dari kebutuhan bibit yang akan digunakan. Dari keterangan Kepala Resort Lancang Kuning Air Sawan, Saat ini di persemaian masih terus dilakukan untuk memenuhi 100% kebutuhan bibit , kegiatan ini pula dapat menciptakan peluang kerja karena tenaga kerja untuk persemaian diambil dari masyarakat lokal sekitar kawasan. Setidaknya jumlah masyarakat yang telah dipekerjakan lebih kurang 20 orang. Didalam lokasi persemaian kini lebih mudah diakses karena sudah dilakukan pembukaan jalan yang dilakukan untuk pengangkutan bibit, selain itu juga sudah dibangun 4 buah pondok kerja. Pondok kerja tersebut merupakan bangunan tidak permanen yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan persemaian tersebut. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Pelepasliaran Tukik dan Deer Feeding Bersama Wakil Gubernur NTB

Lombok Tengah, 23 Juli 2019 - Ibu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. selaku Wakil Gubernur NTB menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung kegiatan Konservasi dan Pelestarian Lingkungan di Wilayah NTB dengan melakukan pelepasliaran tukik dan Deer Feeding (Pemberian Makan Rusa) di Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Lombok Tengah. Kegiatan diikuti oleh Wakil Gubernur NTB, OPD Pemkab Lombok Tengah, BKSDA NTB beserta staf dan Masyarakat. Pelepasliaran tukik dilakukan di salah satu spot wisata TWA Gunung Tunak yakni Pantai Teluk Ujung yang berada disisi Barat Kawasan. Beberapa pengunjung mancanegara yang juga berada dilokasi secara spontan langsung diajak untuk turut serta melepasliarkan tukik. Total lebih dari 30 ekor Tukik dilepasliarkan yang berasal dari Sarang Penetasan Semi-alami Milik Kerabat Penyu Lombok binaan BKSDA NTB di Desa Kuranji, Lombok Barat. Kegiatan kemudian berlanjut ke Deer Feeding di Sanctuary Rusa milik BKSDA NTB. Sebagian Rusa terlihat sedang santai dibawah naungan pepohonan dan sebagian lainnya langsung menghampiri seraya Wakil Gubernur NTB dan rombongan menyuguhkan pakan favorit mereka seperti wortel, kol dan tomat. Sebelum bertolak, Wakil Gubernur NTB mengaku terkesan dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BKSDA NTB selaku UPT Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan Kawasan Konservasi di NTB terlebih melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti pelepasliaran tukik dan deer feeding yang baru saja dilakukan. Wakil Gubernur NTB juga menyampaikan harapan agar populasi rusa NTB bisa bertambah dan ke depan Pemprov NTB ingin lebih terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan Kawasan Konservasi di NTB. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat

Menampilkan 5.249–5.264 dari 11.140 publikasi