Rabu, 29 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

MERDEKA...

Senin, 19 Agustus 2019 - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) beserta jajaran Bidang PTN Wilayah II Sukabumi sebanyak 20 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan sukarelawan melaksanakan tugas Patroli Pengamanan Hutan dan Pencegahan Kebakaran Hutan di Jalur Pendakian pada tanggal 16 sampai 17 Agustus 2019. Dengan rute perjalanan dimulai dari pintu masuk pendakian Gunung Putri menuju Alun-alun Suryakencana, Puncak Gede, dan turun melalui pintu masuk pendakian Selabintana. Pada rangkaian kegiatan Patroli Pengamanan Hutan dan Pencegahan Kebakaran Hutan di Jalur Pendakian, Tim mendapatkan arahan dari Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Syahrial Anuar dan Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur, V. Diah Qurani Kristina. Patroli bergerak pukul 17.00 WIB. Langkah demi langkah melaksanakan tugas negara sangatlah indah dalam derap korsa rimbawan membangun kebersamaan. Nikmat tiada tara bagi semua anggota yang menyambut kemerdekaan RI dengan kucuran keringat. Di tengah langkah yang semakin berat dan nafas yang semakin kencang, tidak luntur semangat tim untuk mengemban tugas dan amanat, walau nafas mulai tersendat tapi senyum dan tawa pada setiap personil masih bersemangat dan waspada dalam mengemban tugas. Akhirnya tiba di Alun-alun Suryakencana tanggal 17 Agustus 2019 tepat pukul 03.00 WIB dengan aman dan selamat seluruhnya. Pukul 07:00 WIB personil yang terbagi dalam empat tim siap siaga untuk menyusuri setiap sudut Alun-alun Suryakencana hingga puncak Gunung Gede untuk mencegah pendakian illegal dan pencegahan kebakaran hutan. Dantim 2A Mohamad Effendi dan anggotanya menyusuri Alun-alun Barat mengarah ke jalur pendakian Selabintana. Dantim 2B Purnama Pani dan anggotanya menyisir area Alun-alun Barat mengarah ke puncak Gunung Gede. Dantim 2C Bangkit Tribakti Putra dan anggotanya menyelusuri Alun-alun Tengah mengarah ke Puncak Gunung Gede. Dantim 2D Dadang Sonandar beserta anggotanya memeriksa seluruh sudut wilayah Alun-alun Timur. Seluruh Tim berhasil mengamankan tujuh orang pelanggar pendakian ilegal di jalur pendakian Selabintana, yang berasal dari Kecamatan Kadudampit, setelah melakukan pemeriksaan terhadap pendaki ilegal tersebut, tim bersiap untuk melaksanakan upacara penghormatan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang ke-74 pada pukul 10:00 WIB. Meskipun hanya upacara sederhana, namun terkesan mewah dan sarat makna. Rasa haru dan tangis bahagia membaur dalam semangat merah putih. Inilah cara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 unik dan bisa dijadikan tauladan. Selanjutnya tim bersiap melanjutkan perjalanan melalui jalur pendakian Selabintana, dengan menggiring tujuh orang pendaki ilegal, yang akan diserahkan kepada petugas Resot PTN Selabintana, untuk dilakukan proses lebih lanjut. Dengan didasari semangat kemerdekaan, Tim Bidang PTN Wilayah II Sukabumi berhasil menyelesaikan tugas negara ini, serta tiba di Resort PTN Selabintana pada pukul 18:00 WIB dengan aman dan selamat. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Purnama Pani S. Dokumentasi: Bangkit Tribakti Putra, A.Md.
Baca Berita

Wori Divespot, Destinasi Baru Kawasan Taman Nasional Bunaken Dari Wilayah Minahasa Utara

Manado (17/08/2019) dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, ada cara unik ditunjukan oleh para divers Balai Taman Nasional Bunaken, yakni mengexplore sekaligus melaunching Wori Divespot di Resort Wori, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Taman Nasional Bunaken. Dalam launching Wori Divespot tersebut diikuti oleh 12 orang penyelam, 5 orang snorkling, sekaligus melakukan upacara bawah air, yang kemudian dilanjutkan dengan hunting foto dan video. Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dengan didampingi Kepala Sub Bagian TU Bapak Nikolas Loli, SP turut serta dalam kegiatan penyelaman bersama sekaligus melaunching lokasi selam tersebut, menyampaikan destinasi selam baru akan menambah lokasi-lokasi divespot yang ada di Kawasan Taman Nasional Bunaken, sekaligus sebagai diversifikasi lokasi penyelaman alternatif yang dapat dikembangkan di wilayah pesisir. Kondisi ekosistem wilayah pesisir masih lengkap dan bagus, mulai dari ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan eksositem terumbu karang, lokasi ini juga mudah dijangkau karena berada di wilayah pesisir utama Pulau Sulawesi. Wori divespot sekaligus mengangkat wilayah Minahasa Utara sebagai salah satu bagian dari Taman Nasional Bunaken, tutur beliau. Keunikan Wori Divespot kondisi substrat berpasir yang menyatu dengan terumbu karang bertipe flat dan slope, dengan berbagai biota starfish sangat menarik bagi pecinta fotografi makro, shrimp, anemon, lionfish, softcoral xenia. Jika beruntung dilokasi ini dapat dijumpai Duyung saat menjelang bulan purnama penuh karena kedalaman stabil dan terdapat pakan di hamparan padang lamun. Sumber : Balai TN Bunaken
Baca Berita

Deklarasi Desa Ramah Burung TN Aketajawe Lolobata di Puncak HUT ke 74 RI

Akejawi, 17 Agustus 2019. Bertempat di Bendungan Ekor Desa Ake Jawi di Resort Ake Jawi Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Subaim Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) merupakan salah satu saksi tempat berkibarnya sang Saka Merah Putih dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 74 tahun. Dalam peringatan Hari Kemerdekaan ini menjadi berbeda dari sebelumnya karena Taman Nasional Aketajawe Lolobata kali ini memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 74th bersama masyarakat Desa Ake Jawi, pelajar SMP 10 Wasile, pelajar SMK N 2 Halmahera Timur, KPA Rimpal dan kelompok wisata binaan Balai TNAL. Upacara berlangsung sangat hikmat dengan pembacaan pidato Presiden Joko Widodo oleh Inspektur Upacara. Selepas Upacara Bendera dalam peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 74th dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Desa Ramah Burung oleh Kepala Desa Ake Jawi di depan staff desa dan disaksikan oleh seluruh peserta upacara. Naskah deklarasi tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata sebagai tanda dukungan Desa Ake Jawi dalam pengelolaan kelestarian fauna khususnya burung-burung di kawasan TN Aketajawe Lolobata. Acara dilanjutkan dengan pengumuman juara lomba fotografi dan penyerahan hadiah lomba foto satwa liar tingkat pelajar. Lomba foto tersebut dilaksanakan dalam rangka HKAN dan Peringatan HUT RI ke-74. Lomba foto tersebut memperebutkan piala Kepala SPTN Wilayah III Subaim yang disponsori oleh Kelompok Pemerhati Burung Ake Jawi Birdwatcher Community (AJBC) dan PT Antam Tbk. Dalam Kegiatan ini sebagai wujud aktualisasi kampanye cinta lingkungan dengan mengurangi botol plastik, pihak Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata membagikan tumbler kepada peserta upacara. “Inilah cara kami memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-74. Tetap merayakan di rumah kami, sederhana namun tetap menunjukan nasionalisme sebagai Rimbawan” kata Bapak Opan selaku staff TN Aketajawe Lolobata. Sumber : Nur Indah Apriliyani, CPNS Calon Polhut TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Balai KSDA Kalimantan Selatan Apel Hari Kemerdekaan RI ke-74

Banjarbaru, 17 Agustus 2019 – Tanggal 17 Agustus akan selalu menjadi tanggal penting bagi bangsa Indonesia, karena merupakan hari kemerdekaan Indonesia. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia pertama kali memproklamirkan kemerdekaannya. Upacara pengibaran bendera juga selalu digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI. Tujuan pelaksanaan upacara bendera ini tidak lain agar masyarakat dapat merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Pegawai UPT KLHK Prov. Kalsel beserta jajaran Pegawai Dishut Prov. Kalsel menggelar Upacara HUT RI Ke-74 di halaman kantor Dishut Prov. Kalsel. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Dishut Prov. Kalsel Dr.H.Hanif Faisol Nurofiq S.Hut, MP. Dikutip dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo, “Saya mengajak semua Lembaga-Lembaga negara untuk membangun sinergi yang kuat guna menyelesaikan tugas sejarah kita. Bergandengan tangan menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Serta ikut melahirkan lebih banyak lagi SDM-SDM unggul yang membawa kemajuan Bangsa”. BKSDA Kalsel hadir sebanyak 53 orang memadati halaman Dishutprov Kalsel. Ka Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. mengapresiasi kehadiran stafnya dalam upacara penting ini. Rangkaian kegiatan untuk BKSDA Kalsel antara lain bersih2 sampah, penanaman dan pelepas-liaran burung di TWA Pulau Bakut, pertandingan tenis meja, senam bersama dan lainnya, tutur Ka Balai. Semoga kita bisa mengambil makna dari perjuangan para pahlawan untuk menjadi SDM yang unggul menuju Indonesia Maju. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

TN Meru Betiri gandeng Pramuka Jaga kelestarian Hutan

Jember, 16 Agustus 2019. Kantor Resort Baban, SPTN Wilayah III Kalibaru, Balai TN Meru Betiri (TN MerBeti) menjadi tempat Pelatihan perdana kepramukaan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 anggota Saka Wanabakti ranting Silo dan seorang pembina, Kak Sukirno. Pada kesempatan ini, Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru, Sulistrianto menyambut baik kehadiran peserta pelatihan dan memberikan dukungan. Kasi beserta Kepala Resort Baban dan anggota menyampaikan materi tentang pengenalan TN MerBeti, Konservasi, dan Binawana. Untuk keberlanjutan kegiatan ini,rencana ke depan akan dilakukan pertemuan 2 kali sebulan. Kepala Seksi mengijinkan penggunaan kantor resort Baban sebagai Sekretariat Saka Wanabakti Ranting Silo. Semoga terwujud kader kader berwawasan lingkungan yang siap melestarikan hutan dan alam sekitar. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Aksi Bersih Pantai UPT KLHK Provinsi Papua Barat

Manokwari, 16 Agustus 2019 – Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (selaku Koordinator Wilayah UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi papua Barat) beserta seluruh UPT KLHK se-Papua Barat melakukan aksi bersih pantai. Ratusan pegawai UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Papua Barat tampak begitu bersemangat memungut sampah dan membersihkan pantai BLK Manokwari dan sekitarnya. Agenda bersih pantai ini merupakan salah satu rangkaian agenda dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 yang pada tahun ini mengambil tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Selain bersih pantai, juga telah dilaksanakan penanaman mangrove pada tanggal 7 Agustus yang lalu di Telaga Wasti – Sowi dan besok pagi 17 Agustus akan dilaksanakan Upacara Peringatan HUT RI Ke-74 di Lapangan SMK Kehutanan Manokwari. Selain sebagai sarana memperkuat kebersamaan antar pegawai KLHK lingkup Provinsi Papua Barat, acara ini juga merupakan bukti nyata kepedulian para pegawai, adik-adik SMK Kehutanan dan masyarakat terhadap permasalahan sampah dan plastik di lingkungan sekitar khususnya kota Manokwari. Aksi bersih pantai ini dilakukan setelah sebelumnya seluruh pegawai melakukan senam bersama di lapangan SMK Kehutanan Manokwari. Dipandu oleh para instruktur berpengalaman, para peserta dengan penuh energi menirukan setiap gerakan yang dicontohkan. Aksi bersih pantai ini mendapat respon positif dari para peserta. Fredy J. Hutapea (staf Balai LITBANG Manokwari) mengatakan “Aksi bersih pantai yang dilakukan para rimbawan merupakan aksi yang sangat positif bagi lingkungan. Saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berjalan di masa depan demi lingkungan yang lebih baik”. Lain halnya dengan Imam S. Hartanto (Kasubag DEPH BBTNTC) yang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia “Sungguh sangat bangga bisa menjadi bagian acara ini karena kita semua baik dari Kementerian LHK, adik-adik SMK Kehutanan bahkan masyarakat sekitar bisa bersama-sama melakukan aksi kebaikan peduli lingkungan seperti ini. Saya berharap agenda seperti ini lebih sering dilakukan kedepannya. Apresiasi juga kepada panitia atas kerja kerasnya, meskipun waktunya mepet tapi agenda bisa terlaksana dengan baik.” Selesai melakukan aksi bersih pantai, acara di lanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Peserta disuguhi dengan hidangan sederhana namun menyehatkan berupa bubur kacang hijau sebagai minumannya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Baca Berita

Ada BKSDA Jogja di Pameran Pembangunan DIY 2019

Yogyakarta 15 Agustus 2019, Balai KSDA Yogyakarta turut serta dalam kegiatan Pameran Pembangunan tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Pemerintah DIY. Kegiatan dibuka oleh Drs. Tri Saktiyana, MSi (Assek II DIY). Hadir dalam pembukaan G.K.B.R.Ay.A. Paku Alam, secara simbolis melakukan pemotongan pita dan meninjau masing - masing stand pameran termasuk stand BKSDA Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia Tahun 2019. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung maupun yang sudah selesai, serta potensi yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pameran pembangunan tahun ini mengusung tema "SDM Unggul, Indonesia Maju" berlangsung dari tanggal 15 s/d 19 Agustus 2019 mulai pukul 09:00 - 16:00 WIB, berlokasi di Taman Pintar Yogyakarta dan diikuti oleh 28 instansi (pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, BUMD dan komunitas) yang menempati 40 stand pameran. Dalam Laporannya, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Ir. Marlina menyampaikan "Untuk memberikan ruang bagi instansi dan para pihak yang berkontribusi terhadap pembangunan DIY, kami sediakan slot talkshow sebagai wadah untuk menyebarluaskan hasil karya dan kinerja instansi kepada masyarakat luas." Dalam kesempatan ini, Balai KSDA Yogyakarta menggandeng mitra Gembira Loka Zoo melalui kolaborasi apik pengenalan jenis satwa disamping sosialiasi terkait kinerja Balai KSDA Yogyakarta. Pengunjung pameran cukup antusias mengunjungi stand Balai KSDA Yogyakarta -GL Zoo. Keberadaan ular jenis Phyton Albino dan burung Macaw menjadi daya tarik pengunjung untuk mampir di stand BKSDA Yogya. Keinginan pengunjung berfoto bersama satwa tersebut membuat komunikasi interaktif dan proses pertukaran informasi terkait satwa liar dan pengelolaan konservasi di BKSDA Yogyakarta semakin akrab dan menarik. Selain diarahkan untuk mengunjungi stand pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan pentas seni, fashion show, talk show dan aksi sosial donor darah. Sumber : Siti Rohimah (Penyuluh - Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Mengintip Keseruan Peringatan HUT ke 74 RI di TN MerBeti

Jember, 15 Agustus 2019. Keluarga besar Balai Taman Nasional Meru Betiri (MerBeti) yang terdiri dari karyawan/ karyawati dan ibu-ibu Dharma Wanita berkumpul di kantor Balai, Jalan Sriwijaya No. 53 Jember dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke - 74 Republik Indonesia. Agenda acara meliputi lomba-lomba, seperti menghias nasi tumpeng, sepak bola sarung, makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, dan lari kelereng serta belajar membatik. Keseruan di pagi hari tampak di halaman kantor balai dimana Bapak-bapak lomba sepakbola sarung dan Ibu-ibu sibuk dengan cantingnya, belajar membatik. Setelah selesai belajar membatik, ibu-ibu bergabung dengan bapak-bapak mengikuti lomba makan kerupuk. Jelang siang, juri lomba nasi tumpeng yang dikomandani oleh Kepala Balai mengumumkan pemenang. Maman Surahman, Kabalai TN MerBeti selaku ketua juri menetapkan SPTN Wilayah I Sarongan sebagai juara pertama lomba nasi tumpeng. Nasi tumpeng selanjutnya diserbu oleh seluruh peserta sebagai santap siang. Selepas istirahat sejenak. Lomba pun dimulai kembali. Lomba memasukkan paku dalam botol secara berkelompok oleh 3 orang. Untuk menjuarai lomba ini diperlukan kerjasama tim dan kekompakan. Selanjutnya adu cepat sendok kelereng perorangan yang memerlukan konsentrasi dan kecepatan tinggi agar bisa mencapai finish. Perlombaan ditutup dengan pemberian hadiah. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (MerBeti)
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Berikan Pembinaan Generasi Muda di Kemah Pramuka ke-58

Putussibau 15 Agustus 2019. Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Kapuas Hulu bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dalam pemberian materi konservasi kepada para peserta yang mengikuti Kemah Hari Pramuka ke-58 Tahun 2019. Kegiatan kemah yang berlangsung selama 5 hari ini diikuti oleh 590 anggota yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu. Melalui pembinaan generasi muda di Kemah Pramuka yang diberikan materi tentang konservasi ini diharapkan dapat tersampaikannya pesan-pesan konservasi kepada generasi milenial. Kakak Syarif M Ridwan yang juga sebagai Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TaNa Bentarum memberikan materi Pendidikan Lingkungan dan Pengenalan tentang Taman Nasional menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Balai Besar dalam penyadartahuan masyarakat terutama generasi milenial akan konservasi. "Secara rutin kita sudah membina Saka Wanabakti, dan ini wujud kerjasama yg baik antara Kwarcab dengan Balai Besar, harapannya kedepan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut", pungkas Syarif. Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Sejarah membuktikan bahwa generasi muda merupakan aktor utama terjadinya perubahan fundamental dalam tatanan kehidupan berbangsa. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memandang penting untuk menanamkan kesadaran melindungi kualitas lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati kepada generasi muda. Pramuka adalah ujung tombak pembangunan karakter bangsa untuk mempersiapkan kader muda bagi masa depan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Semarakkan 74 Tahun Indonesia Merdeka, Bersihkan Sampah di Kawasan SM Sermo

Yogyakarta 15 Agustus 2019, Balai KSDA Yogyakarta melaksanakan kegiatan bersih kawasan dengan mengambil lokasi blok pemanfaatan SM Sermo. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-74. Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih sampah dan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan. Hadir pada aksi ini Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M.Wahyudi, S.P, M.Sc, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Yogyakarta Untung Suripto, ST, MT dan 50 peserta yang berasal dari unsur Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api, Komunitas Jeep Kalibiru, Kelompok Tani Hutan, serta masyarakat sekitar kawasan. Dalam arahan pembukaannya, Bapak M. Wahyudi mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli menjaga kelestarian lingkungan dengan bijak mengelola sampah dan tidak membuangnya ke kawasan. Selain itu Kepala Balai juga mengingatkan masyarakat mengenai kebakaran hutan. “Musim kemarau ini hendaknya dibarengi dengan kewaspadaan terhadap terhadap ancaman kebakaran hutan. Perlu adanya antisipasi dan upaya penanganan dini di lapangan” tuturnya. Kegiatan aksi bersih kawasan ini dilatarbelakangi adanya aktifitas pengunjung kawasan yang berdampak terhadap banyaknya sampah di kawasan. Dari hasil bersih sampah di kawasan ini, selanjutnya dilakukan pemilahan sampah plastik dan diperoleh sampah plastik sebanyak 38 karung dengan total berat 31 Kg, yang selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan sampah Kulonprogo. Melalui koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat, diharapkan meningkatnya kesadaran untuk tidak membuang sampah ke kawasan. Sumber : Kusmardiastuti (PEH Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Pembinaan Pokja PE Tingkatkan Keamanan Kawasan dari Ancaman Kebakaran Hutan

Waibakul, 15 Agustus 2019. Pemulihan kawasan konservasi yang terdegradasi di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dilakukan melalui program Pemulihan Ekosistem (PE). Tujuan utama dari PE ini sebagai perlindungan sumber air seluas 186 Ha yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional. Demi mencapai tujuan ini, Balai TN Matalawa melakukan langkah-langkah demi suksesnya target tersebut salah satunya adalah pembinaan Kelompok Kerja (Pokja) di 5 lokasi pemulihan ekosistem. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., membuka sekaligus memberikan materi tentang pemberdayaan masyarakat, pada kegiatan pembinaan Pokja tersebut di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I. Peran aktif masyarakat dalam kelompok akan meningkatkan keterampilan sehingga masyarakat dapat mengembangkan keterampilan tersebut di kemudian hari. Kepala SPTN Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, juga ikut menyampaikan materi tentang pentingnya peran aktif anggota Pokja dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan. Hujan yang tidak turun selama beberapa minggu harus diikuti dengan peningkatan kewaspadaan anggota dalam menjaga kawasan PE. Di akhir kegiatan, Kepala Balai meminta komitmen para anggota Pokja untuk senantiasa menjaga kawasan PE dan kawasan hutan lain agar tidak terjadi kebakaran hutan serta pelanggaran bidang kehutanan lainnya. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Ikut Pelatihan Teknis Krida Bagi Instruktur Saka Wanabakti.

Samarinda, 15 Agustus 2019. Pramuka merupakan organisasi kepemudaan yang diharapkan dapat meneruskan perjuangan bangsa, untuk itu diperlukan upaya peningkatan kualitas terutama instruktur nya. Pelatihan instruktur ini dilaksanakan oleh pengurus saka wanabakti pusat dan peserta kegiatan berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Dirjen PHPL & KSDAE KLHK se- Regional Kalimantan. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dalam pelatihan tersebut diwakili oleh Kaka Sukri dan Kaka Nini Maryani. Acara tersebut dilaksanakan mulai tanggal 13 s/d 15 Agustus 2019 di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan dibuka oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka kakak Pramu Risanto. Selama 3 hari calon Instruktur dibekali pemahamanya melalui teori dan praktik dilapangan. Seperti materi tentang kebijakan PPLHK, kepramukaan, materi saka wanabakti, teknik fasilitasi pelatihan dan materi inti yang dikemas melalui krida-krida pada saka wanabakti yaitu krida tata wana, krida reksa wana, krida bina wana dan krida guna wana. Ditambah dengan kegiatan lapangan yaitu melihat proses budidaya lebah kelulut dan berkeliling Arboretum. Diharapkan kegiatan ini dapat membekali pengetahuan, sikap dan keterampilan para instruktur melalui pembinaan dan pengembangan anggota pramuka saka wanabakti. Para peserta yang juga calon instruktur turut melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2019. Selamat hari Pramuka ke 56...Salam Pramuka...Salam Lestari Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Apresiasi Prestasi Dua Binaan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu

Jakarta, 16 Agutus 2019. Keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Merbabu ikut bangga dengan adanya masyarakat binaan Taman Nasional Gunung Merbabu yang sukses menorehkan prestasi dari kerja-kerja konservasi yang dilakukan selama ini (15/8). Binaan Taman Nasional Gunung Merbabu ini berhasil menorehkan sejarah baru dengan memperoleh Penghargaan dua kategori dari 12 kategori yang ada dalam waktu bersamaan di Hotel Santika Premiere Jakarta, dua kategori yaitu Masyarakat Peduli Api (MPA) dan kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA). Yang lebih mengharukan lagi bagi kami, Kedua Kategori ini memperoleh posisi terbaik, dengan perolehan nilai paling tinggi dibandingkan dengan kompetitor – kompetitornya dari daerah lain. Apresiasi MPA diterima oleh Saudara Supriyo sebagai Ketua MPA “PANJI” yang dibentuk oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tahun 2011. Kiprah Saudara Supriyo dalam kegiatan Perlindungan, pengamanan dan penyelamatan hutan dari ancaman kebakaran sudah dilakukan jauh sebelum Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ditetapkan sebagai taman nasional. Untuk kategori Lomba Kelompok Pecinta Alam dimenangkan oleh KPA “PINOES” yang berkedudukan di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. KPA Pinoes yang dikomandani oleh Saudara Mas “guru” Sigit ini juga merupakan mitra konservasi Taman Nasional Gunung Merbabu yang didirikan pada tahun 1999, jauh sebelum Kawasan hutan Gunung Merbabu ditetapkan sebagai Kawasan taman nasional. Dengan berubahnya status Kawasan hutan di daerah tempat tinggalnya, dari kawasan hutan Produksi yang dikelola Perum Perhutani menjadi taman nasional, Saudara Supriyo dan Saudara Sigit semakin aktif bergerak sebagai pioner-pioner konservasi sekaligus menggerakkan masyarakat disekitarnya untuk berperan aktif dalam kegiatan perlindungan, pengamanan dan penyelamatan hutan, karena masyarakat memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Kawasan hutan. Jika Hutan Rusak, keberadaan air bersih didalam Kawasan hutan semakin berkurang dan bahkan hilang. Prestasi yang diperoleh MPA “PANJI” dan KPA “PINOES” ini bukanlah suatu akhir dari proses karya karya nyata konservasi, namun menjadi awalan untuk menjadi lebih.. lebih…. Lebih…. dan lebih baik lagi dalam kerja-kerja konservasi untuk menjaga kelestarian kawasan, khususnya kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, dan pada umumnya menjaga kelestarian alam di semua sudut bumi ini. Dengan prestasi yang diperoleh ini, melekat kewajiban bagi KPA Pinoes dan saudara Supriyo untuk membina dan mendampingi potensi potensi yang lain, sehingga bisa sama sama maju. @danansaja_2019 Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Sambut Hari Kemerdekaan, Balai TN Bunaken Gelar Aksi Bersih Sampah

Manado, 14 Agustus 2019. Bertempat di Pulau Bunaken kegiatan aksi bersih dilaksanakan sebagai persembahan dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Balai Taman Nasional Bunaken, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Prov. Sulawesi Utara, dan Lantamal VIII sebagai inisiator kegiatan aksi bersih sampah berhasil mengumpulkan 689 kg sampah dari daratan dan perairan. Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, Msi menyampaikan bahwa kegiatan aksi bersih sampah ini merupakan wujud kepedulian dari berbagai pihak, Bunaken adalah pusat dari kegiatan wisata bahari, kita mengajak semua pihak untuk terlibat langsung dalam aksi ini. Kondisi perairan hari ini relatif bersih dibandingkan di area pantai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Prov. Sulawesi Utara dalam sambutannya sekaligus membuka acara ini bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sepenuhnya mendukung program dan kegiatan bersih sampah dalam menunjang pariwisata. Taman Nasional Bunaken adalah aset yang harus dipertahankan kelestariannya. Sebagaimana arahan dari Gubernur Sulawesi Utara dalam menindaklanjuti kunjungan Presiden Republik Indonesia bahwa Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu kawasan wisata super prioritas dalam penataan lingkungan hidup. Untuk itu kita harapkan kepedulian semua pihak atas manfaat yang diperoleh dari kawasan ini serta bersama-sama untuk menjaga agar Taman Nasional Bunaken tetap bersih dan bebas dari sampah. Dalam kesempatan ini hadir pula Prof. Purwanto dari LIPI sebagai MAB UNESCO untuk pencalonan Bunaken-Tangkoko-Minahasa sebagai Cagar Biosfer dunia. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia saat ini terdapat 16 Cagar Biosfer, dan Taman Nasional Bunaken sebagai corsite Cagar Biosfer ini akan diusulkan menjadi cagar biosfer ke 17 di Indonesia, sehingga memiliki arti penting yakni sebagai penunjang ekonomi, riset dan branding Sulawesi Utara dan Indonesia. Senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Prof. Ir. Farnis Boneka, M.Sc yang turut hadir dalam aksi bersih sampah, bahwa Taman Nasional Bunaken merupakan laboratorium alam yang sangat luar biasa. Mahasiswa mendapatkan pengetahuan langsung sebagaimana yang didapatkan dari kampus. Saat ini mahasiswa dari dalam negeri dan luar negeri terus meningkat dalam rangka riset dan perkuliahan dengan fokus di Taman Nasional Bunaken. Hal ini sebagaimana menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi dan Perjanjian Kerjasama antara Balai Taman Nasional Bunaken dan FPIK Unsrat, tutup Farnis Dalam kegiatan aksi bersih sampah diikuti oleh para mitra TNI AL (Lantamal VIII) TNI AD (Korem 131 Santiago), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Dive Center dan Resort seperti Villa Dahlia, Murex, Siladen&Spa, Tasik Ria, Bastianos, Oasis, Cicak Senang, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sulawesi Utara. Dari sebanyak 689 kg sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut dengan menggunakan perahu sampah Kecamatan Bunaken Kepulauan Pemkot Manado untuk dibawa Tempat Pembuangan Akhir di Manado. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Siaga Karhutla,BTN Rawa Aopa Watumohai Gelar Apel Kesiapan Pengendalian Karhutla Bersama Polres Bombana

Bombana, 15 Agustus 2019. Sebagai salah satu upaya dalam menangani dan menanggulangi KARHUTLA yang terjadi pada musim kemarau Tahun 2019 ini, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) bekerjasama dengan Kepolisian Resort Bombana menyelenggarakan Apel Kesiapan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA). Apel siaga KARHUTLA di gelar pada lokasi bekas kebakaran hutan di Blok Laea Resort Langkowala SPTN 2, yang dihadiri oleh Bupati Bombana beserta jajaran, DPRD kab. Bombana, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Kepolisian Resort Bombana, PABUNG 1314 BUTON, BNPB kab. Bombana, Damkar kab. Bombana, SATPOLPP kab. Bombana, PT. JHON LIN BATU MANDIRI, Pramuka Saka Bhayangkara kab. Bombana, KPA Watumohai, Komunitas motor Kab. Bombana. Apel dengan tema KESIAPAN PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI WILAYAH HUKUM POLRES BOMBANA bekerjasama dengan TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI bertujuan sebagai latihan gabungan dalam rangka peningkatan kewaspadaan kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta mempererat sinergitas antar pihak terkait dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Dengan dipimpin komandan apel Iptu Abd. Kadir dan pembina apel Bupati Kab. Bombana H. Tafdil SE.MM, Apel Siaga ini dilaksanakan untuk memastikan Satgas yang telah dibentuk agar bekerja secara maksimal, sehingga asap dan kebakaran dapat ditangani secara cepat tanggap. "Asap dari kebakaran hutan yang terjadi merupakan salah satu penyebab tergangunya polusi udara kita, bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bukan hanya untuk manusia namun keanekaragaman hayati yang ada dalam hutan, untuk itu keberhasilan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, memerlukan kerjasama yang baik melalui sinergisitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dengan tidak melupakan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat." tutur H.Tafdil SE, MM. Dalam acara ini, Bupati Bombana beserta kepala Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Kepala DPR kab. Bombana, Kapolres Bombana dan Pabung 1314 Buton juga melakukan pengecekkan personil/gelar pasukan dan alat - alat pemadaman kebakaran. Dari hasil pantauannya, Bupati mengapresiasi kesiapan personil dalam menghadapi KARHUTLA di wilayah kab. Bombana. Setelah gelar pasukan, rangkaian apel dilanjutkan dengan Simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan oleh Personel Polres Bombana, Brigdalkarhut TNRAW dan Damkar Kab. Bombana. Dalam proses simulasi, Bupati Bombana beserta Kepala Balai TNRAW, Kepala DPRD kab. Bombana, Kapolres Bombana dan Pabung 1314 Buton juga ikut terjun langsung kelapangan dan melakukan pemadaman api hingga padam. Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Bukan itu saja, adanya Karhutla, Indonesia mendapat pandangan negatif di mata dunia, asap yang ditimbulkan dari kejadian itu membawa dampak yang cukup besar terhadap kesehatan masyarakat. Untuk itu penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara sinergi oleh semua pihak, sesuai Instruksi Presiden Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Kerjasama Bupati Touna dan Kepala Balai TN Kepulauan Togean

Ampana, 16 Agustus 2019. Bupati Tojo Una-Una dan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean telah menandatangani PKS Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakan Dalam Rangka Peningkatan Jalan Ruas Wakai-Sampobae-Kolongian-Bambu pada Hari Kamis Tanggal 15 Agustus 2019 di Ruang Rapat Eksekutif Kantor Bupati Tojo Una-Una. Penandataganan didampingi oleh Sekretaris Ditjen KSDAE Bapak Ir. Herry Subagiadi, M.Sc beserta Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una. Sebelum penandatanganan PKS, Bupati Touna dan Sekretaris Ditjen KSDAE memberikan Sambutan terkait Pembangunan strategis yang tidak dapat dielaakan. Dalam Sambutannya Bupati Touna menyampaikan bahwa Pembangunan strategis di dalam kawasan konservasi, merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur dan akses bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi dalam kerangka pembangunan nasional. Peningkatan ruas jalan Wakai-Sampobae-Kolongian-Bambu adalah salah satu pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan di dalam kawasan Taman Nasional kepulauan Togean dimana jalan tersebut merupakan jalan sarad ex hutan produksi yang berubah fungsi menjadi kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Togean. Sekditjen KSDAE Bapak Herry Subagiadi dalam sambutannya menegaskan bahwa Upaya konservasi yang dilakukan oleh Taman Nasional Kepulauan Togean akan lebih maksimal dengan dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemda Kab. Tojo Una-Una dimana kolaborasi melalui perjanjian kerjasama ini diharapkan dapat semakin menyelaraskan program pembangunan infrastruktur kabupaten Tojo Una-Una dan program konservasi sumberdaya alam dan ekosistem Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Sumber : Mega Putri Armanesa - Penyuluh Balai Taman Nasional Kepulauan Togean

Menampilkan 5.137–5.152 dari 11.140 publikasi