Rabu, 29 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Mesin Pompa di Desa Sebangau Jaya dan Desa Sungai Kaki

Kasongan, 15 Agustus 2019 - Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi momok bagi kelestarian hutan di Taman Nasional Sebangau (TNS). Melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, TNS bersama WWF-Indonesia Sebangau Katingan Landscape melakukan kegiatan penyuluhan pencegahan serta bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke Desa Sebangau Jaya dan Desa Sungai Kaki yang merupakan desa penyangga kawasan TNS. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mencegah terjadinya karhutla di kawasan TNS. Sosialisasi yang dilakukan dihadiri oleh Camat Kecamatan Katingan Kuala, H. Surianto, SE., Kapolsek Katingan Kuala, Danramil Katingan Kuala, serta Kepala Desa Sungai Kaki, Kepala Desa Sebangau Kuala, masyarakat Desa Sungai Kaki dan Desa Sebangau Jaya, serta kelompok masyarakat yang terlibat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (MPA). Selain itu kegiatan ini juga melibatkan pihak perusahaan swasta yang beroperasi di Kecamatan Katingan Kuala melalui program CSR. Penyuluhan yang dilakukan melalui tatap muka dengan warga maupun kelompok masyarakat desa-desa penyangga kawasan TNS selain untuk memberikan pengetahuan mengenai pencegahan karhutla, kegiatan ini dimaksudkan juga untuk melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat sekitar kawasan sehingga upaya dalam pencegahan karhutla menjadi lebih efektif dan efisien. Selain dengan pola tatap muka, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya karhutla juga dilakukan dengan pemasangan berbagai jenis peraga sosialisasi berupa papan himbauan serta spanduk berisi larangan-larangan melakukan kegiatan yang rawan menyebabkan kebakaran hutan serta mengolah lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara dibakar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan WWF-Indonesia Sebangau Katingan Landscape untuk pencegahan karhutla. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Resort Mendawai kepada Kepala Desa Sungai Kaki dan Sebangau Jaya masing-masing berupa 2 unit mesin pompa air ukuran besar, 1 unit mesin pompa air ukuran kecil, 2 buah selang penghisap, 8 buah selang pelempar ukuran 2,5 inch, 5 buah nozzle 2,5 inch, 2 set kunci, 1 buah tutup penghisap, 16 roll selang ukuran 1,5 inch. Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNS terutama desa-desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan TNS. Sumber: Teguh W.N & Selvia M.O - Balai TN Sebangau
Baca Berita

Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Nokilalaki (2355 Mdpl)

Tongoa, 17 Agustus 2019. Peringatan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 74 lingkup Balai Besar Taman Nasional Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) tahun ini dilaksanakan berbeda dari sebelumnya. Paguyuban Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki bekerjasama dengan BBTNLL melaksanakan kegiatan pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Nokilalaki yang merupakan salah satu destinasi pendakian gunung populer di Sulawesi Tengah. Gunung yang memiliki ketinggian 2355 Mdpl ini masuk ke dalam kawasan Resort Kadidia - SPTNW III Tongoa dan sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata minat khusus dengan sitem pelayanan yang terintegrasi dan kolaboratif sehingga dianggap “cocok” untuk dijadikan lokasi peringatan hari besar Bangsa Indonesia tahun ini. Pendakian bersama yang dikoordinatori oleh Ketua Paguyuban Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki ini dihadiri oleh unsur kepolisian sebanyak 2 regu yaitu anggota BRIMOB Polda Sulteng dan Kepolisian Resort Sigi, BASARNAS Sulawesi Tengah, Kelompok Pencinta Alam se Sulawesi Tengah, unsur Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi, pejabat struktural dan staf Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, serta para pengunjung/ wisatawan Gunung Nokilalaki. Jumlah peserta yang mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT NKRI ke 74 di Gunung Nokilalaki berjumlah sekitar 200 orang, dan sebagian peserta sampai di puncak Gunung Nokilalaki. Pendakian ke puncak Gunung Nokilalaki melalui jalur pendakian di Desa Tongoa dan menempuh perjalanan sejauh 8,16 Km. Sepanjang jalur pendakian disuguhkan pemandangan indah hutan dengan udara yang sejuk serta medan yang cukup menantang. Pendakian dimulai tanggal 16 Agustus 2019 menuju shelter 2 jalur pendakian Gunung Nokilalaki untuk kemudian membangun basecamp persiapan menuju puncak Gunung Nokilalaki esok harinya. Sebelum perjalanan menuju puncak terlebih dahulu dilakukan briefing dan arahan dari Kepala Balai Besar TNLL pada pagi hari tanggal 17 Agustus 2019. “ kita berharap kegiatan ini berlanjut dan menjadi agenda tahunan di sini, dan ini merupakan momentum untuk membangkitkan pariwisata di Kabupaten Sigi” ujar Ir. Jusman dalam arahannya. Jalur pendakian Gunung Nokilalaki memang merupakan salah satu destinasi pendakian bagi para pencinta alam dan pendaki di Sulawesi Tengah yang harus didukung oleh multipihak dan standar pelayanan yang baik. “semoga dengan kerjasama antar stakeholder mampu membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat di sekitar Gunung Nokilalaki ini” Ir. Jusman dalam arahannya pagi itu yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju puncak tepat pukul 07.00 WITA. Pukul 11.00 WITA dengan membawa semangat kemerdekaan Republik Indonesia tim ekspedisi upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Nokilalaki pun tiba di puncak disambut oleh belaian kabut dan kicauan angin berlapis udara sejuk. Pada pelaksanaannya Kepala Balai Besar TNLL (Ir. Jusman) sebagai Inspektur upacara, komandan upacara oleh Koordinator Polhut BBTNLL (Syukur Asa), kemudian sebagai petugas pengibar sang saka merah putih adalah CPNS dari BBTNLL. Upacara pengibaran bendera berlangsung khidmat di atas puncak Gunung Nokilalaki dan bersama dengan alunan lagu Indonesia Raya Sang Merah Putih pun berkibar, dan tepat pukul 12.00 WITA upacara di puncak selesai dilaksanakan. Dengan semangat kemerdekaan dan kolaborasi antar Instansi serta unsur organisasi masyarakat kegiatan dapat berjalan lancar, semoga dengan semangat peringatan HUT NKRI ke 74 tahun ini yaitu “SDM Unggul Indonesia Maju” mampu tertanam di setiap unsur Bangsa Indonesia. Merdeka !! salam lestari !! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Peduli Keletasrian BAJAKAH, Danrem 102/Panju Panjung ke TN Sebangau

Palangkaraya, 19 Agustus 2019. Taman Nasional Sebangau (TNS) mendapatkan kunjungan tamu istimewa yakni Bapak Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung, Kolonel Arm Saiful Riza (16/8). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap keberadaan bajakah di TNS selain itu merupakan wujud nyata dukungan beliau terhadap kelestarian bajakah yang sedang viral beberapa hari belakangan ini. Seperti yang kita ketahui sejak munculnya pemberitaan mengenai bajakah, banyak masyarakat Kalimantan Tengah yang mencari bajakah untuk dikonsumsi secara pribadi maupun untuk diperjual belikan karena dianggap mampu menyembuhkan penyakit kanker berdasarkan hasil temuan tiga pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Palangka Raya. Dalam observasinya, Danrem 102/Panju Panjung didampingi oleh Lisna Yulianti (Ka SPTN Wil I), Kapten Inf Suradi dan masyarakat asli Dayak setempat yang merupakan pengenal jenis tanaman obat. Salah satu wilayah TNS yang menjadi lokasi observasi adalah Sungai Koran yang masuk ke dalam wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I. Rombongan berjalan kaki masuk ke hutan untuk mengamati bajakah di alam liar serta melihat jenis-jenis bajakah yang ada di TNS. Bajakah dikenal sebagai tumbuhan yang hidup di ekosistem gambut dan dapat kita temui keberadaannya di dalam kawasan TN Sebangau. Dari penjelasan masyarakat asli Dayak setempat yakni Bapak Jumadi, arti bajakah sendiri dalam Bahasa Dayak adalah tumbuhan merambat. Bajakah memiliki jenis yang beraneka ragam sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai manfaat masing-masing jenisnya. Tidak hanya batangnya saja yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tetapi daunnya juga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit seperti kanker. Dalam pemanfaatannya, daun bajakah yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit adalah daun yang masih segar. Bapak Jumadi menjelaskan bahwa terdapat kearifan lokal yang dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat Dayak ketika akan mengambil bajakah dari alam, terdapat ritual khusus diantaranya adalah harus permisi terlebih dahulu sebelum mengambil, posisi badan ketika mengambil tidak boleh menutupi arah cahaya matahari, dan pada umumnya masyarakat Dayak percaya bahwa mereka perlu mengganti bajakah tersebut dengan paku dan garam. Tidak hanya itu, masyarakat Dayak juga percaya bahwa pengambilannya juga hanya diperuntukan bagi yang sedang menderita penyakit, jadi bukan pengambilan secara besar-besaran seperti yang terjadi pada saat ini. Bapak Jumadi juga menambahkan bahwa terdapat juga jenis bajakah yang mengandung racun, oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan ketika mengkonsumsi bajakah. Dari hasil observasi ke TN Sebangau, Danrem 102/Panju Panjung mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menanggapi isu terkait bajakah. Teliti dahulu sebelum mengkonsumsi bajakah, karena bajakah sendiri banyak sekali jenisnya di alam dan diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap kegunaan dari masing-masing jenis bajakah. Jika ingin memanfaatkan bajakah sebagai obat tradisional maka perlu pendampingan dari orang yang yang berkompenten di bidangnya. Danrem 102/Panju Panjung juga menambahkan “Mengingat TN Sebangau merupakan hutan konservasi yang perlu dijaga kelestariannya oleh karena itu tidak diperbolehkan adanya pengambilan bajakah dari dalam TN Sebangau, kita harapkan berbagai jenis bajakah dan jenis tumbuhan berkhasiat lainnya dapat hidup dengan lestari di TN Sebangau sehingga dapat menjadi cadangan plasma nutfah bagi generasi penerus kita kelak” Sumber : Balai Taman Nasional Sebangau
Baca Berita

Peringati HUT RI KE 74 BBKSDA Papua Barat Lepasliarkan 13 Burung Dilindungi dan Lakukan Aksi Bersih Sampah

Sorong, 16 Agustus 2019 - Dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-74, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat (BBKSDA Papua Barat) melakukan sejumlah aksi konservasi. Tidak ingin kehilangan momen Hari Konservasi Alam Nasional, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sebagai aksi nyata dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang berkelanjutan. Kekayaan biodiversitas Indonesia, khususnya Papua sebagai wilderness area menjadi salah satu target utama dalam illegal trade tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Sebanyak 914 jenis TSL dilindungi di Indonesia, 339 jenis atau 37% diantaranya terdapat di Papua. Provinsi Konservasi, yakni Papua barat harus berkomitmen penuh dalam pembangun secara berkelanjutan, termasuk di dalamnya pelestarian jenis-jenis TSL dilindungi. Sebagai instansi yang bertugas dalam hal konservasi di Papua Barat, Balai Besar KSDA Papua Barat melakukan aksi pembersihan jalan, pelepasliaran burung dilindungi, dan pembagian bibit pohon endemik. Kegiatan pembersihan sampah dilakukan dari Kantor BBKSDA Papua Barat di KM 16 sampai dengan Pos Resort Taman Wisata Alam Sorong di KM 14. Pada kegiatan tersebut turut hadir kelompok Pecinta Alam Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Mahasiswa Universitas Victory dan Universitas Muhammadiyah Sorong, dan segenap keluarga besar BBKSDA Papua Barat. Selanjutnya dilakukan kegiatan pelepasliaran burung dilindungi. Sebanyak 13 ekor Burung dilindungi antara lain Kakatua Koki 3 ekor, Kasturi Kepala Hitam 2 ekor, Nuri Bayan 1 ekor, dan Perkici Pelangi sebanyak 7 ekor. Burung-burung tersebut merupakan burung hasil Operasi Fungsional Polisi Kehutanan, Operasi Gabungan, dan penyerahan secara sukarela oleh masyarakat yang telah sadar. Sebelum dilepaskan, burung-burung tersebut dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan sifat liarnya selama 3 sampai 12 bulan. Selanjutnya dilakukan penilaian perilaku liar satwa oleh staf PEH dan pengecekan kesehatan oleh Dokter Hewan. Burung yang sudah dianggap layak dan mampu bertahan hidup di alam kemudian dilepasliarkan karena burung-burung pun ingin merdeka terbang bebas di habitat aslinya. Turut Hadir dalam kegiatan pelepasliaran ini ini Komando Armada III, Pasukan Marinir 3, Korem 171, Lantamal XIV, Polres Sorong Kota, Kodim 1802, Kejaksaan Negeri Sorong, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, PSO Bea Cukai Sorong, Dinas LH Kota Sorong, Cabang Dinas Kehutanan, KPHP, KPHL, Pertamina, Petrogas, Akademisi, LSM/NGO, Perwakilan Masyarakat Ulayat, Media Pers, serta komunitas Pecinta Alam di Kota Sorong. Acara di akhiri dengan pembagian bibit pohon endemik Papua kepada para tamu undangan. Besar harapan bibit pohon tersebut tumbuh besar dan berkembang menjadi hutan yang menopang bumi kita berpijak. Bumi saat ini sedang berusaha bertahan dalam cekaman pemanasan global dan perubahan lingkungan. Manusia sebagai spesies berakal memiliki peran paling penting untuk merawat bumi. Karena ketika pohon terakhir tumbang, dan air berhenti menentes, uangpun tak mampu menolong. Sumber: Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

BKSDA NTB dalam Apel Siaga Karhutla Kab. Lombok Tengah

Lombok Tengah, 16 agustus 2019 - BKSDA NTB turut serta sebagai peserta dalam apel siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kab. Lombok Tengah. Kegiatan Apel Siaga diikuti oleh BKSDA NTB yang diwakili SKW I Lombok, Wakil Bupati Lombok Tengah Bapak H. L. Fathul Bahri, S.IP., Polres Lombok Tengah, Kodim, POLPP , BPBD Lombok Tengah dan PMI. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memang menjadi salah satu atensi Pemerintah Indonesia yang kemudian diteruskan kepada Pemerintah Daerah Prov. NTB. Meski terbilang tidak sebanyak kasus Karhutla di wilayah lain di Indonesia, UPT Pusat serta OPD Daerah Kab. Lombok Tengah tanpa kompromi melakukan tindak pencegahan dan harus selalu siap siaga dalam menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di NTB khususnya Kab. Lombok Tengah kedepan. Kapolres Lombok Tengah yang bertindak sebagai Pembina Upacara juga memberikan arahan sebagai berikut : 1. Menyatukan persepsi dan tekad dalam pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 2. Meningkatkan patroli dan deteksi dini pencegahan. 3. Sosialisasi dengan intens tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada seluruh lapisan masyrakat. 4. Melaksanakan dengan baik 8 arahan presiden terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sumber : BKSDA NTB
Baca Berita

Semangat Menanam Generasi Milenial Bersama TN MerBeti

Jember, 16 Agustus 2019. Kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) mengadakan kegiatan penanaman bersama di lingkungan SMP Negeri 9 Jember. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74. Acara diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit tanaman dari Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut.,M.Si kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Jember, Sony Yudi Hardono. Pihak sekolah menyambut baik kedatangan dan siap mensukseskan acara ini. Bibit tanaman yang ditanam sebanyak 200 batang dari jenis durian, alpukat, sirsak, petai dan jambu biji merah. Sebelum penanaman dilakukan oleh para siswa, Kabalai memberikan arahan tentang bagaimana cara menanam yang baik dan memberikan contoh. Para siswa memperhatikan dengan seksama penjelasan yang diberikan dan melakukan penanaman dengan sangat antusias. Dengan melihat bagaimana bersemangatnya siswa-siswi SMP Negeri 9 Jember, Kepala Balai TN. MerBeti menyampaikan harapannya agar sebagai generasi milenial, para siswa lebih peduli lagi dengan lingkungan. Misalnya dengan kegiatan menanam dan merawat tanaman hingga tumbuh besar. Kabalai dan Kepala Sekolah sepakat bahwa pohon yang ditanam perlu dirawat, dengan cara adopsi pohon. Nantinya setiap kelas akan diberikan tanggung jawab merawat pohon tersebut hingga tumbuh besar. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (MerBeti)
Baca Berita

SDM Unggul, Sumut Maju, Indonesia Maju

Medan, 19 Agustus 2019. Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 Tahun 2019, lingkup Kehutanan Propisi Sumatera Utara diperingati dengan menggelar upacara bendera di halaman kantor Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, pada Sabtu, 17 Agustus 2019. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., selaku Koordinator Wilayah UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, dan dihadiri Kepala-kepala UPT Kementerian LHK, pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan lingkup UPT Kementerian LHK serta seluruh pegawai baik fungsional maupun fungsional umum dan pegawai honorer. Sambutan Gubernur Sumatera Utara, yang dibacakan pembina upacara, menjelaskan bahwa perayaan 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia mengambil tema : “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan kepada segenap bangsa Indonesia, bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci Indonesia ke depan. SDM merupakan faktor yang sangat penting dalam menopang pembangunan suatu daerah atau negara. Dengan SDM yang memiliki kompetensi serta produktivitas tinggi, maka suatu daerah atau negara dapat mencapai pertumbuhan optimal dan juga memiliki daya saing yang lebih tinggi. Tidak ada pilihan lain agar kita menjadi Sumut maju dan Indonesia maju, kita harus melakukan perubahan-perubahan, yaitu : perubahan mindset, perubahan pola pikir, perubahan cara kerja, perubahan model organisasi, produktivitas, disiplin nasional dan inovasi, semuanya harus ikut berubah. “Hari ini SDM Unggul sangat penting untuk mencapai Sumut Maju dan Indonesia Maju. Untuk itu mari kita terus belajar seraya meningkatkan kemampuan dan kualitas diri kita,” ujar Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dalam sambutannya yang dibacakan pembina upacara. Masih dalam rangkaian Peringatan HUT Ke 74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019, dilaksanakan juga penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada 10 orang pegawai lingkup Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, masing-masing : Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun sebanyak 2 orang, Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun sebanyak 4 orang dan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun sebanyak 4 orang. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Foto Serangga Resort Akejawi, Juara Fotografi Satwa Liar

Sofifi, 18 Agustus 2019. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional dan menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengadakan lomba fotografi satwa liar tingkat pelajar menggunakan kamera telepon genggam. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi kegiatan lanjutan dari kegiatan Seminar Pelatihan Fotografi Satwa Liar yang diadakan oleh Ake Jawi Birdwatcher Community (AJBC) bulan lalu. “Ini (lomba fotografi), merupakan kelanjutan dari kegiatan seminar pelatihan fotografi bulan lau”, kata David, Ketua AJBC. Kegiatan yang di gagas oleh Resort Ake Jawi yang didukung oleh AJBC, PT Antam Tbk dan Burung Indonesia ini diikuti oleh siswa SMP 10 Wasile dan siswa SMK N 2 Halmahera Timur dengan jumlah peserta sebanyak 53 siswa. Sebelum kegiatan di mulai, para peserta terlebih dahulu diberikan pengenalan tentang taman nasional, etika fotografi satwa liar dan beberapa trik teknik foto satwa menggunakan HP oleh petugas Resort. Lomba fotografi satwa liar ini memperebutkan piala Kepala SPTN Wilayah III Subaim. “Kita tidak boleh mengganggu satwa tersebut, dalam mengambil foto kita juga harus sabar dan sebisa mungkin diam”, kata David, petugas Resort Ake Jawi yang juga sebagai ketua AJBC. Hasil foto para peserta yang di ambil dari area bendungan kemudian dikumpulkan ke panitia lomba untuk di seleksi. Pemenang lomba foto yang dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus tersebut adalah: “ini merupakan kegiatan yang positif untuk mengenalkan dan membuat tertarik para generasi muda agar mereka mencintai satwa liar dengan mendokumentasikannya di alam”, kata Junesly, Kepala SPTN Wilayah III Subaim. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019 setelah pelaksanaan upacara bendera. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Semarak Hari Kemerdekaan ke-74 RI, KLHK Lingkup Sulawesi Selatan Gelar Upacara dan Lomba Tradisional

Makassar, 17 Agustus 2019. Unit pelaksana tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Sulawesi Selatan melakukan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di BDLK Makassar. Kepala P3E Sulawesi Maluku bertindak selaku inspektur upacara. Polisi Kehutanan Balai Gakum LHK Wilayah Sulawesi dengan gagah memimpin jalannya upacara. Cuaca pagi di Makasar begitu cerah menambah khidmat jalannya upacara. Paskibraka siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar dengan lihai mengibarkan sang saka merah putih. Peserta upacara berasal dari Balai TN Bantimurung Bulusaraung, BP2LHK Makassar, BPKH Wilayah VII Makassar, dan BPDASHL Jeneberang Saddang. Tak ketinggalan P3E Sulawesi Maluku, PSKL Wilayah Sulawesi, Balai Gakum Wilayah Sulawesi, BP2HP Wilayah XIII Makassar, BPTH Wilayah Sulawesi, dan Kesatuan Pemangkuhan Hutan. Juga Hadir BPPIKHL Wilayah Sulawesi dan BBKSDA Sulawesi Selatan. Selepas upacara peserta secara teratur mempersiapkan diri ikuti lomba perayaan hari kemerdekaan. Tarik tambang, lomba kelereng, lomba makan kerupuk, lomba makan bubur kacang hijau, hingga lomba yel-yel. Semua tampak bersorak gembira ikuti dan saksikan jalannya perlomba. Sesekali galak tawa terdengar rayakan kemenangan hingga kelucuan perlombaan. Mari jadikan moment peringatan hari kemerdekaan sebagai tonggak ciptakan kualitas manusia Indonesia unggul. Sumber: Taufiq Ismail (PEH) - Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Aksi Nyata Orang Muda Katolik di TWA Madapangga

Bima 18 Agustus 2019 - Dalam rangkaian kegiatan Temu Orang Muda Katolik (OMK) Se-Pulau Sumbawa dengan tema "Formasi Iman dan Membangun Karakter Orang Muda Katolik" yang diadakan di Gereja Katolik Paroki Tolo Nggeru, di Desa Donggo, Kec. Donggo Kabupaten Bima 16 s.d 18 Agustus 2019. Sebanyak 157 Orang Muda Katolik se Pulau Sumbawa bersama petugas Resort TWA Madapangga SKW 3 Bima BKSDA NTB melakukan kegiatan aksi Peduli Lingkungan dengan membersihkan aliran sungai dan Mata Air yang ada di Taman Wisata Alam Madapangga hari minggu 18 agustus 2019. Kegiatan ini dilakukan dengan maksud agar generasi penerus bangsa dalam hal ini Orang muda Katolik se Pulau Sumbawa khususnya dan generasi muda pada umumnya sadar akan pentingnya peduli pada lingkungan, karena lingkungan menyediakan apa yang dibutuhkan. Kegiatan ini juga merupakan penerapan ajaran "kasih" tidak hanya pada sesama manusia namun diterapkan pada seluruh alam. Kedatangan peserta Temu Orang Muda Katolik se Pulau Sumbawa tahun 2019 di TWA Madapangga merupakan repsentasi dari tema Hari Konservasi Alam Nasional 2019 "Spirit Konservasi Alam Milenial". SUMBER : BKSDA NTB
Baca Berita

Kiprah Kang Uden Yang Edun

Senin, 19 Agustus 2019 - Kader Konservasi Alam (KKA), adalah seseorang atau sekelompok orang yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) setiap tahun memberikan penghargaan kepada Kader Konservasi Alam (KKA) melalui Lomba Wana Lestari. Salah satu KKA binaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Uden Suherlan merupakan salah satu KKA yang diusulkan untuk mendapat penghargaan tersebut pada tahun 2019 ini Uden Suherlan, biasa kami panggil dengan Kang Uden adalah warga asli Cianjur yang tinggal di desa penyangga TNGGP, yaitu Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Tempat tinggal yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, membuat Kang Uden sangat dekat dengan hutan sejak kecil. Sebelum tahun 1997 ketergantungan masyarakat di Desa Gekbrong terhadap hutan sangat tinggi, saat itu masyarakat membuka lahan hutan milik Perum Perhutani, dan masyarakat masih melakukan penebangan pohon/ pencurian kayu. Musibah banjir yang terjadi di Desa Gekbrong tahun 1997 membuat Kang Uden tergerak untuk lebih peduli terhadap keberadaan hutan di wilayahnya. Pada tahun 1998 Kang Uden tergabung menjadi Pamswakarsa untuk ikut serta bersama petugas TNGGP dalam menjaga kelestarian kawasan TNGGP. Sejak tahun 1998 Kang Uden aktif melakukan kegiatan-kegiatan konservasi seperti patroli bersama petugas TNGGP, membuat persemaian tanaman endemik, dan menanam pohon. Setelah pengukuhan sebagai anggota KKA TNGGP pada tahun 2003, aktifitas Kang Uden dalam kegiatan konservasi semakin meningkat. Peralihan kawasan hutan milik Perum Perhutani menjadi kawasan konservasi TNGGP menjadi tantangan Kang Uden bersama petugas TNGGP dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lahan eks. Perum Perhutani. Dengan niat ikhlas dan tulus, Kang Uden terus berjuang melebarkan sayap mengajak masyarakat sekitar dan bermitra dengan pihak-pihak terkait untuk peduli dan berperan aktif terhadap kelestarian kawasan hutan. Akhirnya pada tahun 2007 sudah tidak ada lagi masyarakat yang beraktifitas di kawasan TNGGP eks. Perum Perhutani. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Kang Uden sebagai KKA TNGGP hingga saat ini yaitu, penanaman pohon, penyuluhan/ pemberian informasi terkait 3P (Pelindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan) kawasan TNGGP, pembuatan sumur resapan, mengikuti seminar/ pelatihan terkait konservasi, menginisiasi pemberdayaan masyarakat dalam budidaya paprika serta pertanian ramah lingkungan, dan kegiatan lainnya terkait konservasi dan kelestarian lingkungan. Sehubungan dengan kiprahnya pada upaya konservasi yang cukup tinggi, maka pada Bulan Mei 2019, Kepala Balai Besar TNGGP, mengusulkan sebagai peserta Lomba Wana lestari tahun 2019 kategori KKA ke Dinas Provinsi Jabar melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jabar. Kang Uden terpilih sebagai pemenang terbaik pertama Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Jawa Barat Kategori KKA. Dengan kemenangannya ini, Dinas Kehutanan Propinsi mengusulkan Kang Uden untuk ikut lomba tingkat Nasional. Kang Uden terpilih menjadi nominasi 5 (lima) terbesar KKA Tingkat Nasional. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 (17 Agustus 2019), Kang Uden mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Kader Konservasi Alam terbaik pertama Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. “Kang Uden memang edun euy”...selamat untuk Kang Uden semoga Kang Uden menjadi juara Lomba Wana Lestari tahun 2019 dan kiprah Kang Uden menjadi KKA dapat tersalurkan ke masyarakat Desa Gekbrong lainnya, sehingga terlahir Kang Uden baru lainnya demi kelestarian kawasan TNGGP dan masyarakat sekitar kawasan hutan lebih sejahtera. Sumber: Febriyani, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan) - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Dua Upacara Pengibaran Bendera Balai TN Kepulauan Togean

Ampana, 19 Agustus 2019. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) gelar rangkaian upacara dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74. Rangkaian kegiatan terdiri dari Upacara Pengibaran Bendera di Kantor Balai TNKT dan Upacara pengibaran Bendera di Bawah Laut. Pengibaran Bendera di kantor Balai TNKT dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Oktovianus, S.Hut. pada tanggal 17 Agustus 2019 pukul 07.30 Wita. Pelaksanaan upacara bendera berlangsung hikmad dengan peserta yang berasal dari ASN dan PPNPN Balai TNKT serta ASN dari KPH Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una. Saat Upacara berlangsung juga ada pemberian tali asih yang diberikan kepada rekan-rekan Balai TNKT yang mengalami kedukaan serta melangsungkan pernikahan ananda tercinta. Upacara Selesai Pukul 08.30 Wita dan dilanjutkan dengan ramah tamah antara pegawai. Pada Pukul 09.00 dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 dilanjutkan dengan kegiatan pengibaran bendera bawah laut di perairan Tojo Una-Una. Pembukaan acara dihadiri oleh Bupati Kabupaten tojo Una-Una dan stakeholders terkait. Petugas pengibar bendera bawah laut berjumlah 17 orang yang terdiri dari penyelam Balai TNKT, Dinas Pariwisata dan Komunitas Ampana Diving Club dan menyelam pada kedalaman 10 m. Ir. Bustang menyatakan bahwa Upacara Bawah Laut pernah dilaksanakan oleh TNKT pada tahun 2016 dan tahun 2019 ini. Menurutnya pelaksanaan upacara bawah laut ini telah dipersiapkan jauh-jauh dari dengan konsep yang matang dan dilengkapi dengan peralatan menyelam yang memadai. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya demi tercapainya kemerdekaan negara Republik Indonesia hingga kita dapat menikmatinya saat ini. “Pesan lingkungan yang dapat dipetik dari kegiatan ini bahwa kita sebagai makhluk hidup harus menjaga kelestarian laut dari kegiatan yang merusak seperti Destructive Fishing, membuang sampah di laut atau sembarang tempat untuk manfaat yang diperoleh oleh generasi yang akan datang,” ujarnya. Sumber : Mega Putri A. - Penyuluh Muda Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Ake Jawi Menjadi Desa Ramah Burung Pertama di Maluku Utara

Sofifi, 18 Agustus 2019. Menjadi desa di sekitar kawasan konservasi, seperti Desa Ake Jawi yang menjadi desa penyangga Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) memberikan nilai tambah tersendiri, misalnya makin terjaganya kelestarian flora dan fauna serta peningkatan ekonomi melalui wisata alam minat khusus di dalam kawasan TNAL. Tak dipungkiri berbagai tantangan untuk bekerja sama mengelola kawasan taman nasional harus tetap dihadapi, salah satunya adalah turut menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi aset Desa Ake Jawi. Tepat setelah pelaksanaan upacara bendera Hari Kemerdekaan RI ke 74 yang dilaksanakan tanggal 17 Agustus dibendungan Desa Ake Jawi, Kepala Desa Ake Jawi mendeklarasikan desanya menjadi “Desa Ramah Burung”. Deklarasi tersebut dibacakan di depan staf kantor Desa, Kepala Balai TNAL dan seluruh peserta upacara bendera. Alasan menjadi “Desa Ramah Burung” adalah jumlah wisatawan pengamat dan fotografi burung pada kawasan taman nasional yang berada di Desa Ake Jawi semakin meningkat sepanjang tahun. Oleh karena itu, Desa Ake Jawi melihat bahwa “burung” sebagai aset desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya harus selalu di jaga. Selain itu, jenis-jenis burung endemik seperti Bidadari Halmahera, Mandar Gendang, Paok Halmahera, Paok Maluku Utara dan jenis-jenis Cekakak dan Raja Udang dapat dijumpai di Desa Ake Jawi. “Di atas (jenis endemik) merupakan jenis-jenis yang sangat digemari oleh wisatawan pengamat burung, terlebih lagi bagi wisatawan fotografer burung”, kata Sugito, Kepala Desa Ake Jawi dalam pidato deklarasinya. “Dengan mengucap Bismillah dengan ini saya Kepala Desa Ake Jawi menyatakan, mendeklarasikan dan memutuskan bahwa Desa Ake Jawi adalah Desa Ramah Burung”, deklarasi Sugito yang di sambut tepuk tangan penuh semangat oleh para peserta upacara. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan lega telah sampai pada tahap ini (Desa Ramah Burung), semoga ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi tindakan nyata seperti Desa Jatimulyo di Jawa Tengah yang pernah saya datangi”, kata David, Petugas Resort Ake Jawi. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Lagi, Tim Quick Response BKSDA Yogyakarta Evakuasi Buaya Muara

Yogyakarta 18 Agustus 2019, Tim Quick Response (QR) Balai KSDA Yogyakarta menindaklanjuti laporan masyarakat perihal penemuan seekor buaya muara (Crocodylus porosus). Informasi awal diperoleh dari anggota Polsek Minggir Sleman yang melaporkan kejadian tersebut ke call center BKSDA Yogyakarta. Kronologi penemuan buaya berawal dari adanya warga Moyudan Sleman, Rujiyanto (40th) pada hari Sabtu (17/8/19) hendak memancing dan melihat buaya di lokasi persawahan Jalan Gedongan, Balangan, Minggir, Sleman. Selanjutnya bersama-sama dengan warga setempat melakukan penangkapan buaya tersebut dan menyerahkannya ke Polsek Minggir sekitar pukul 15.00 WIB. Anggota Polsek Minggir, kemudian menindaklanjuti penyerahan satwa tersebut dengan menghubungi BKSDA Yogyakarta. Kepala Balai KSDA Yogyakarta M. Wahyudi, segera menugaskan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto, ST., MT untuk segera melakukan penanganan terhadap satwa tersebut. "Tim QR saya minta untuk segera melakukan evakuasi satwa buaya muara dari Polsek Minggir ke TWA Gamping sambil menunggu proses koordinasi dengan LK" tutur Untung Suripto. Setelah dilakukan koordinasi dan perencanaan yang matang oleh tim QR - BKSDA Yogyakarta, pada minggu pagi tanggal 18/8/2019 dilakukan evakuasi buaya muara bersama-sama dengan personil dari Kampung Satwa Sleman. Hasil identifikasi menunjukkan satwa jenis buaya muara (Crocodylus porosus) dalam kondisi hidup dengan panjang 121 cm dan lingkar perut 38 cm. Saat ini satwa tersebut diamankan di komplek TWA Batu Gamping. sumber: BKSDA Yogyakarta
Baca Berita

Lorong Kehati di Mini Expo Maluku Utara

Sofifi, 14 Agustus 2019. Mini expo HAKTEKNAS Semarak Kemerdekaan RI ke 74 Tahun dilaksanakan di Kantor Gubernur tepatnya di JL. Trans Halmahera, Gosale Puncak, Oba Utara, Sofifi, Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 14-15 Agustus 2019 ini merupakan kegiatan mini expo yang pertama kali digelar di Sofifi. Kegiatan tersebut dalam rangka menyongsong hari kemerdekaan RI yang ke 74 tahun dan hari jadi Provinsi Maluku Utara. Tema yang diusung yaitu “Innovation mini expo”, dimana dalam kegiatan ini setiap partisipan menampilkan inovasi dibidangnya masing-masing. Kegiatan yang diikuti oleh 18 peserta ini di buka secara resmi oleh Wakil Gubernur provinsi Maluku Utara, M. Al Yasin Ali salah satunya diikuti oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Setelah membuka mini expo tersebut, beliau berkunjung ke setiap stand pameran, antara lain Bank Indonesia, KKN kebangsaan UNKHAIR, dan beberapa instansi daerah maupun vertikal seperti Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Dalam kesempatan ini TNAL memperkenalkan keanekaragaman hayati milik Maluku Utara yang berada dalam kawasan konservasi dan Role Model Suaka Paruh Bengkok. Konsep yang diusung adalah Lorong Keanekaragaman Hayati Maluku Utara. Saat berada di stand Balai TNAL, M Al Yasin Ali menanyakan jenis-jenis burung yang fotonya terpampang di pameran. Tak lupa, beliau juga langsung bertanya tentang Bidadari Halmahera, jenis burung cenderawasih “yang jenis Bidadari Halmahera ada fotonya?”, tanya M. Al Yasin Ali. Dengan sigap, pemandu stand Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata menjelaskan tentang semua pertanyaan Wakil Gubernur Maluku Utara. Sesaat sebelum meninggalkan stand TNAL, Wakil Gubernur menuliskan pesan konservasi untuk Maluku Utara yang telah disiapkan. Pesan beliau adalah “penting konservasi dilestarikan, sebagai ruang satwa-satwa yang langka di Indonesia”. Dalam kesempatan tersebut pihak Balai TNAL memberikan cinderamata berupa Topi Rimba, Gantungan Kunci, dBuku Jelajah Rimba Biodiversity Of Halmahera, serta sedotan bambu dimana cinderamata tersebut juga dibagikan kepada pengunjung mini expo. Sumber: Nur Indah Apriliyani (CPNS Calon Polhut) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Bulusaraung

Bulusaraung, 17 Agustus 2019 - Sang saka merah putih berkibar di ketinggian 1.353 m dpl. Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 berlangsung di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep. Agenda tahunan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balocci, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung berlangsung berkat kerjasama dengan berbagai pihak. SAR Gabungan Siaga Merah Putih Gunung Bulusaraung, Mahasiswa Universitas Tadulako Palu, KPE Dentong, Pajokka Balocci, dan SAR Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah satkeholder yang turut mendukung. Polisi Kehutanan SPTN Wilayah I, Syaiful Fajrin, bertindak sebagai pemimpin upacara. Pembina upacara kali ini adalah Kepala SPTN Wilayah I, Iqbal Abadi Rasjid. Adalah mahasiswa magang dari Universitas Tadulako, mengambil alih pengibaran sang saka merah putih. Sedikitnya seribu pendaki yang berasal dari 210 kelompok menjadi peserta upacara. Para Pendaki ini berasal dari Maros, Pangkep, hingga Makassar. Komunitas yang terlibat di antaranya: Pajokka Balocci sebanyak 15 orang dan SAR Gabungan Siaga Merah Putih Gunung Bulusaraung 2019 berjumlah 39 orang. SAR gabungan ini berasal dari 11 organisasi: SAR Pangkep, WIRPALA, KPA Pelita Romang, Papa Karlos, Ikaspala, Rimba Adventure, KPA Senja, SAR UNM, KPA Pekar, KPA Kalpataru, dan KPPA Bontoa. Registrasi peserta upacara berlangsung di pusat informasi Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berada di Desa Tompobulu. Desa ini merupakan desa wisata yang berada tepat di kaki Gunung Bulusaraung pada ketinggian sekitar 800 m dpl. Proses registrasi berlangsung selama sehari penuh pada Jumat (16/8/2019). Panitia membuka pendaftaran pukul 08.00 hingga registrasi selesai pada pukul 00.00 Wita. Registrasi berjalan lancar atas kerjasama Pemerintah Desa Tompobulu, KPE Dentong, dan SAR Pangkep. Antusiasme pendaki untuk mengikuti upacara di puncak gunung ini begitu besar. Hampir seluruh pendaki mengikuti pengibaran bendera. Setelah upacara berlangsung, pendaki menikmati puncak Bulusaraung dengan sajian hamparan tunggak-tunggak menara karst berpadu hamparan cakrawala alam yang memukau. Para pendaki menunjukkan kepeduliannya terhadap alam dengan memunguti sampah plastik yang berada di puncak Bulusaraung. Sumber: Erista Murpratiwi (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Bantimurung Bulusaraung

Menampilkan 5.121–5.136 dari 11.140 publikasi