Kamis, 30 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Sumbar menangkap pedagang TSL dilindungi

Padang, Sabtu 31 Agustus 2019. Bagian bagian Harimau Sumatera (Panthera Sumatrae) berhasil diamankan di Nagari Talu Pasaman Barat. Operasi ini dilakukan atas informasi yang didapat dari masyarakat, atas informasi tersebut Tim BKSDA Resor Pasaman yang di komandoi oleh Ade Putra melakukan skenario penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli. Skenario penyamaran berhasil sampai terjadi "deal dealan" dengan pelaku sampai terjadi transaksi. Disaat transaksi terjadi Kasat Reskrim Kepolisian Resor Pasaman Barat yang memimpin Operasi tersebut bersama dengan petugas Resor KSDA Pasaman dan KPHL Pasaman barat langsung mendatangi tempat kejadian perkara, dan langsung mengamankan 3 (tiga) orang pelaku pedagang TSL dilindungi beserta barang bukti berupa tengkorak dan tulang tulang Harimau Sumatera, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Pasaman Barat untuk dijadikan penyidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf a Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 100 Juta rupiah. Sumber: Balai KSDA Sumbar
Baca Berita

Begini Giat Balai TN Taka Bonerate Lakukan Peningkatan Kapasitas PAAP

Latondu - Kepulauan Selayar, 02 Agustus 2019. Peningkatan Kapasitas PAAP ( Pengelolaan Akses Area Perikanan) Forum Peduli Laut Rajuni-Latondu bertempat di Desa Latondu, Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Kamis kemarin (29/08). Hadir dalam forum ini sebanyak 20 orang, terdiri dari Balai TN Taka Bonerate sebanyak 6 orang, Kementerian Kelautan dan Perikanan 2 orang dan dari Komunitas Genpi 2 orang. Giat dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wil.1 Tarupa, Raduan dengan dipandu oleh Fahmi Syamsuri. Dalam sambutannya, Raduan menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Balai, tidak bisa hadir ditengah-tengah peserta dan memberikan apresiasi kepada anggota forum khususnya dan Masyarakat Desa Latondo dan Rajuni pada umumnya yang sangat peduli akan kelestarian TNTBR. Lebih lanjut Raduan mengemukakan beberapa hal penting mengenai kebijakan Pengelolaan Kawasan konservasi Taman Nasional, dimana saat ini masyarakat bukan sebagai objek melainkan sebagai subjek dalam pengelolaan Kawasan konservasi TN. Taka Bonerate, sehingga posisi masyarakat sangat penting dan faktor penentu dalam pengelolaan taman nasional. Sebagai tindak lanjut zonasi khususnya Zona inti diperlukan kemitraan konservasi untuk memanfaatkan potensi sumber daya perairan yang berkelanjutan. Materi kedua oleh Bapak Haryono perwakilan penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beliau membawakan materi tentang Pembuatan proposal, dan menjelaskan bahwa dalam pembuatan proposal hal-hal yg diperhatikan adalah unsur-unsur seperti kelembagaan yang jelas, struktur organisasi dan anggota-anggota yang aktif. Kedua adalah item-item yg diperlukan dalam mengajukan permohonan agar jelas dan dibutuhkan. Yang ketiga adalah konsistensi dalam membuat proposal, setiap proposal pasti akan diterima dan diproses tetapi perlu dipahami bahwa proposal yg diajukan tidak semua bisa di wujudkan, sehingga perlu kesabaran. Kegiatan selanjutnya adalah rapat forum pembentukan pengurus baru setelah tiga tahun menjabat pengurus sebelumnya yang dipandu langsung oleh koordinator penyuluh Asep Pranajaya. Dalam rapat yang berlangsung sangat demokratis tersebut, terpilih ketua baru yaitu bapak Suparman dan ketua sebelumnya menjabat sebagai dewan penasehat. Kemudian dilakukan praktek pembuatan proposal. Anggota Forum terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini dimana mereka semua dilibatkan langsung dalam pembuatan proposal dan mereka dilatih untuk efisien mengajukan item-item yang diperlukan dalam melakukan kegiatan. Terakhir ditutup dengan motivasi dan pesan-pesan kepala SPTN Wil.1 Raduan SH untuk memberikan semangat keanggota forum dan pengurus yang baru. Kemudian dilakukan pembagian tumbler sebagai bentuk peduli lingkungan serta tak lupa foto bersama. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Pengirim : Firman - Calon Polhut Pertama Balai TN Taka Bonerate Editor : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Konferensi Pers Penegakan Hukum Pemilikan Binturong

Medan, 2 September 2019. Kelanjutan dari pengungkapan kasus pemilikan satwa liar dilindungi jenis Binturong (Red. liputan tanggal 23 Agustus 2019), Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan Konferensi Pers dihadapan awak media cetak, elektronik dan on-line, pada Jumat 30 Agustus 2019, di halaman Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam paparannya menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya upaya hukum yang diambil/ditempuh oleh Unit 3 Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Reskrimsus Polda Sumut, mengingat satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi. “Binturong (Arctictis binturong) merupakan jenis musang bertubuh besar dan termasuk family Viverridae, berdasarkan Red List IUCN masuk dalam golongan hewan dengan status vulnerable atau rentan, akibat adanya penurunan jumlah populasi. Oleh karena itu upaya perlindungan menjadi penting artinya agar populasinya di alam dapat terjaga,” ujar Hotmauli. Disamping Binturong, dalam Konferensi Pers tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga menjelaskan kepada awak media tentang tindak lanjut barang bukti 1 lembar kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan 1 lembar kulit Macan Dahan (Neofis diardi) hasil operasi penindakan Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut, pada tanggal 27 Januari 2019 yang lalu, di Dusun Pantai Gadung, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, yang dititip ke Pusat Informasi TWA Sibolangit untuk digunakan sebagai media/alat/bahan peragaan pembelajaran dan edukasi bagi pengunjung. “Pusat Informasi TWA Sibolangit menjadi tempat penyimpanan koleksi kulit Harimau Sumatera dan Macan Dahan tersebut, mengingat kawasan ini merupakan salah satu role model pengelolaan kawasan konservasi di Sumatera Utara yang fokus dalam mengembangkan kegiatan wisata EKOLING (Edukasi Konservasi Lingkungan),” jelas Hotmauli. Sementara itu Kanit 3 Subdit IV Tipiter Polda Sumut, Kompol Wira Prayatna, menjelaskan bahwa berdasarkan interogasi petugas terhadap tersangka AA, Binturong tersebut diperolehnya dari seseorang dari Aceh. “Tersangka ini pemain lama, sudah hampir tiga tahun melakukan jual beli satwa lewat media sosial,” beber Wira. Sedangkan berkaitan dengan kulit Harimau Sumatera dan Macan Dahan, Wira Prayatna, menguraikan bahwa tersangka IS alias Wito sebagai pelaku, telah meninggal dunia pada bulan Maret 2019 yang lalu, sehingga kasusnya SP3. Konferensi Pers diakhiri dengan wawancara oleh awak media dari Metro Tv, TVRI, CNN Indonesia, Kompas Tv, Sumut Tv, Kompas on-line, Medan Pos, Metro 24 Jam.com., Digtara.com, dan berbagai media lainnya, dengan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Kanit 3 Subdit IV Tipiter Polda Sumut. Sumber : Evan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara 1 lembar kulit Harimau Sumatera dan Macan Dahan yang diperlihatkan kepada awak media (gbr. kiri) dan wawancara awak media dengan Kepala Balai Besar KSDA Sumut didampingi Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., dan Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut. (gbr. kanan)
Baca Berita

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tinjau Candi Borobudur

Yogyakarta 30 Agustus 2019, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr. Siti Nurbaya, M.Sc mengunjungi Candi Borobudur Kamis (29/8/19). Kunjungan dilakukan dalam rangka peninjauan fasilitas wisata Candi Borobudur. Presiden RI telah menetapkan empat destinasi wisata prioritas meliputi Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika dan Candi Borobudur. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian LHK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah telah menyusun kegiatan penanaman di empat destinasi wisata prioritas tersebut. Penanaman di komplek Candi Borobudur dimotori oleh Balai Pengelolaan DAS Serayu Opak Progo. Kepala Balai Pengelolaan DAS Serayu Opak Progo, Ir. Sri Handayaningsih M.Sc, menjelaskan penanaman di Borobudur ini. "Rencana penanaman di kawasan Candi Borobudur di lakukan di zona 2 Gunadarma seluas 1 ha dengan tanaman sebanyak kurang lebih 400 batang. Pada tahap pertama ini telah ditanam sebanyak 205 batang, terdiri atas 75 batang tanaman Kepel (Stelechocarpus burahon), 25 batang tanaman Nagasari (Mesua ferra) dan 55 batang tanaman Pulai (Alstonia scholaris). Penanam selanjutnya direncanakan di Bulan Nopember mendatang sebanyak 200 batang."jelasnya. Balai KSDA Yogyakarta mendukung kegiatan penanaman yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan DAS SOP melalui dukungan peralatan dan fasilitas penyiraman tanaman. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, telah berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan DAS SOP untuk bersama-sama melakukan perawatan bibit yang ditanam. “Saya sudah berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan DAS SOP dan segera disusun jadwal penyiraman bibit tanaman dengan melibatkan Balai Konservasi Borobudur, Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan Balai KSDA Yogyakarta.” tutur M. Wahyudi. Lebih lanjut Wahyudi menyatakan bibit yang ditanam harus dipelihara agar terus hidup dan tumbuh karena kegiatan penanaman ini merupakan kegiatan pembuatan Taman Hutan di komplek Candi Borobudur dan sekaligus termasuk rangkaian pengelolaan konservasi untuk mendukung Borobudur sebagai destinasi wisata prioritas. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Peningkatan MDK, Balai TN Taka Bonerate Gandeng Komunitas

Desa Rajuni - Desa Jinato, Kepulauan Selayar, 02 September 2019. Giat peningkatan Masyarakat Desa Konservasi (MDK) dilaksanakan di desa Jinato (27/08) dan di Desa Rajuni (30/08) Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Dihadiri oleh anggota MDK, penyuluh Kementerian Kelautan dan Perikanan Selayar serta dari perwakilan komunitas nitizen Genpi (Generasi Pesona Indonesia) Selayar. Di awali dengan pembukaan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 1 Tarupa Raduan dengan master of ceremony (MC) oleh Renhard C Manurung. Dalam sambutannya, Raduan menyampaikan salam Kepala Balai Faad Rudianto dan memberikan apresiasi kepada anggota MDK Masyarakat Desa Rajuni. Lebih lanjut Raduan mengemukakan beberapa hal penting mengenai fokus kedepan yang akan diangkat adalah wisata alam di Desa Rajuni berbasis Masyarakat melalui MDK tersebut. Untuk itu beliau berharap kedepan anggota MDK bisa lebih memahami konsep tersebut dengan lebih mengetahui obyek daya tarik wisata di Desa Rajuni dan mengaplikasikan dalam waktu dekat ini. Balai TNTBR senantiasa berusaha untuk memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas kelompok, sesuai dengan tupoksi Balai. Materi dilanjutkan oleh perwakilan dari Genpi Selayar, Muh. Yusran. Bertemakan tentang potensi wisata alam, materi ini sangat penting untuk diperhatikan masyarakat karena dalam paparannya, Yusran menjelaskan bagaimana menggali potensi yang ada di dalam desa dan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul agar memiliki keahlian dan kemampuan yang diharapkan untuk kemajuan desa. Materi selanjutnya oleh Syamsuriani salah satu penyuluh dari Balai TN Takabonerate yang membawakan materi tentang Pembuatan proposal, dan menjelaskan bahwa dalam pembuatan proposal hal-hal yg diperhatikan adalah unsur-unsur seperti kelembagaan yang jelas, struktur organisasi dan anggota-anggota yg aktif. Kedua adalah item-item yg diperlukan dalam mengajukan permohonan agar jelas dan dibutuhkan. Yang ketiga adalah konsistensi dalam membuat proposal, setiap proposal pasti akan diterima dan diproses tetapi perlu dipahami bahwa proposal yg diajukan tidak semua bisa di wujudkan, sehingga perlu kesabaran. Kemudian dilakukan praktek pembuatan proposal yang dimentori oleh Fahmi Syamsuri. Anggota MDK terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini dimana mereka semua dilibatkan langsung dalam pembuatan proposal dan mereka dilatih untuk efisien mengajukan item-item yang diperlukan dalam melakukan kegiatan. Terakhir ditutup dengan motivasi dan pesan-pesan kepala SPTN Wil.1 Raduan, memberikan semangat dan motivasi ke anggota MDK agar kedepannya Desa Rajuni dapat eksis dalam pengelolaan Wisata alam, sehingga kedepan Desa Rajuni menjadi desa model desa konservasi percontohan dalam pengelolaan wisata berbasis masyrakat. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Pengirim: Firman - Calon Polhut Pertama Balai TN Taka Bonerate Editor : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Sambut Tahun Baru Islam Manggala Agni Brigade Macaca Padamkan Kobaran Api

Bantimurung, 2 September 2019. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kembali terlalap api. Kali ini kebakaran hutan terjadi di zona khusus yang meluas hingga ke zona rimba dan inti Resort Pattunuang, SPTN Wilayah II Camba. Kejadian naas ini berlangsung Sabtu, 31 Agustus 2019, lokasinya berada di Kampung Ranayya, Desa Bonto Manai, Tompobulu, Maros. Informasi berawal dari laporan warga: Daeng Bella, melalui kontak quick respon Posko Siaga Manggala Agni Brigade Macaca pukul 10.10 Wita. Posko kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tim size up ke lokasi. Tim size up melaporkan presentase tipe kebakaran: 80 persen kebakaran bawah dan 20 persen membakar tegakan pinus. Arah angin dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 20 km per jam. Vegetasi yang terbakar berupa hutan pinus. Tim ini juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan mengidentifikasi sumber air terdekat. Dengan kekuatan penuh Manggala Agni Non DAOPS Brigade macaca bersama beberapa warga melakukan pemadaman pada pukul 14.20 Wita. Satu unit mobil slip on, dua unit mobil pengangkut personil, tiga unit motor trail, sepuluh jetshooter, alat navigasi dan dokumentasi, peralatan tangan, hingga mesin pompa menjadi perlengkapan pasukan berseragam merah ini. "Angin kencang, kurang penerangan serta pohon pinus yang mudah tumbang menjadi kedala sehingga tim tak bisa meneruskan pemadaman malam. Tepat pukul 18.00 Wita pemadaman kita hentikan sementara. Besok kita lanjutkan," instruksi Surapil, Kepala Unit Manggala Agni Brigade Macaca. Sebelum istrahat mereka membuat sekat bakar. Mengantisipasi kebakaran tak meluas. Pasukan berjumlah 30 orang ini memutuskan menginap di rumah warga, tak jauh dari lokasi kebakaran. Menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriah dengan berjibaku dengan kobaran api. Keesokan harinya, Minggu, 1 September 2019, pasukan panglima api ini melanjutkan pemadaman. Pagi sekali mereka sudah bergelut dengan api. Hingga pukul 08.00 Wita api sudah padam. Kepulan asap masih terlihat di mana-mana. Batang pinus yang tumbang karena terbakar menjadi sebab. Tim lalu melakukan mop up. Memastikan api telah padam total. Proses ini berlangsung cukup alot hingga pukul 16.00 Wita. Kebakaran hutan pinus ini akhirnya tuntas. Hutan pinus yang terbakar sekitar 5,98 hektar pada zona khusus, zona rimba dan zona inti Resort Pattunuang, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Betapa sulit memadamkan api yang telah membesar. Bijaklah memakai api. Boleh jadi kelalaian kita menjadi sumber bencana. Sumber: Taufiq Ismail dan Muh. Ikhfar – Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Pemadaman Api oleh Tim Resort Kapou KSDA Riau, Manggala Agni dan Satgas Karhutla

Pekanbaru, 31 Agustus 2019. Tim Resort Kapou, Bidang KSDA Wilayah I melakukan pemadaman di tempat kebakaran di pinggir kawasan SM Kerumutan tepatnya di Eka Merbau. Tim bersama anggota Manggala Agni KLHK Daop Rengat, beberapa mahasiswa UNRI yang sedang melakukan penelitian karhutla dan masyarakat sekitar. Tak ketinggalan satgas Karhutla juga membantu menggunakan helikopter untuk melakukan waterboming memadamkan api yang masih menyala. Sore (31/8), api sudah berhasil dipadamkan. Direncanakan tim pemadam karhutl akan kembali ke lokasi kebakaran pada keesokan hari (1/9) untuk melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada lagi api yang menyala. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Menikmati Akhir Pekan di Borobudur ala Brigdalkarhut Balai KSDA Yogyakarta

Yogyakarta 1 September 2019, Waktu akhir pekan merupakan waktu yang dinantikan untuk sejenak rehat dari rutinitas pekerjaan. Kali ini ada akhir pekan yang sedikit berbeda bagi anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Balai KSDA Yogyakarta. Akhir pekan mereka digunakan untuk berlibur dan sekaligus bekerja. Spot Candi Brorobudur yang megah menjadi lokasi mereka bekerja, Sabtu (31/8/19). Polhut Balai KSDA Yogyakarta yang tergabung dalam Brigdalkarhut ini mempersiapkan unit mobil pengangkut dan mulai menata peralatan untuk melakukan penyiraman tanaman di lokasi Taman Hutan Candi Borobudur yang tengah dibangun oleh Kementerian LHK sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap Borobudur sebagai destinasi wisata prioritas. Kegiatan penyiraman tanaman di Taman Hutan Borobudur ini dilakukan hingga senja hari dan ditutup dengan makan malam bersama di komplek Candi Borobudur. Sederhana namun penuh makna kesan yang muncul dibalik dedikasi dan keikhlasan kerja anggota Brigdalkarhut Balai KSDA Yogyakarta ini. Kegiatan penyiraman tanaman ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan penanaman yang dilakukan beberapa waktu yang lalu. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi sangat mengapresiasi kerja Brigdalkarhut Balai KSDA Yogyakarta. “Luar biasa semangat dan kerja keras teman-teman Brigdalkarhut Balai KSDA Yogyakarta ini, di hari libur pun tetap memberikan performa kerjanya yang bagus. Terimakasih kepada teman-teman semua yang telah mempersiapakan dan melaksanakan kegiatan ini dengan baik.” tuturnya. Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menetapkan empat destinasi wisata prioritas yang meliputi Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika dan Candi Borobudur. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian LHK telah menyusun kegiatan penanaman di empat destinasi wisata prioritas tersebut. Penanaman di komplek Candi Borobudur dimotori oleh Balai Pengelolaan DAS Serayu Opak Progo selaku UPT Kementerian LHK yang melaksanakan tugas rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Meskipun demikian, untuk pemeliharaan tanaman di Taman Hutan Borobudur ini akan dilakukan melalui sinergisitas UPT Kementerian LHK (Balai KSDA Yogyakarta dan Balai TN Gunung Merapi) serta Balai Konservasi Borobudur. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Dukungan Para Pihak Konservasi TN Bukit Barisan Selatan

Bandar Lampung, 30 Agustus 2019 - Bertempat di Swiss-bel Hotel Bandar Lampung, 4 mitra kerja Balai Besar TNBBS antara lain: Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat; Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat; Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Padang dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIX Bandar Lampung menyatakan dukungannya pada program konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Langkah kongkrit dukungan para pihak adalah dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama penguatan fungsi dan pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan di Balai Besar TNBBS. “Ada empat Perjanjian Kerjasama (PKS) yang ditandatangani para pihak. 3 PKS merupakan perpanjangan dari periode PKS sebelumnya dalam rangka pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan dengan periode kerjasama selama 10 tahun, dan 1 PKS yang merupakan PKS baru dalam rangka penguatan fungsi KSA dan KPA di TNBBS dengan periode kerjasama selama 5 tahun”, papar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBBS selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Heru Rudiharto, S.Si.,M.P. Empat perjanjian Kerjasama ditanda tangani oleh para pihak pada hari jumat 30 Agustus 2019 antara lain: Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono mengatakan bahwa perjanjian kerja sama yang ditandatangani para pihak dengan Balai Besar TNBBS merupakan mekanisme yang sejalan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Aturan yang menjadi kebiasaan, bukan kebiasaan yang dijadikan aturan. Hal ini yang kita lakukan dalam menjalankan tugas”, kata Agus. Bupati Kabupaten Pesisir Barat Dr. Drs. H. Agus Istiqlal, S.H.,M.H menambahkan perlu adanya keseimbangan antara pelaksanaan program konservasi TNBBS dengan perlindungan hak-hak rakyat Pesisir Barat. “TNBBS harus memberikan nilai manfaat pada masyarakat, untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. Kami sedang mengupayakan kompensasi dari ozon (carbon trade.red). Perhatian yang diberikan pada kejadian matinya seekor gajah harus sama dengan perhatian yang diberikan pada meninggalnya seorang warga pada kejadian konflik antara manusia dan satwa liar” tambah agus. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengungkapkan harapannya pada percepatan pelaksanaan kegiatan kemitraan konservasi untuk kesejahteraan rakyat di Kabupaten Lampung Barat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah ditandatangani antara Bupati Lampung Barat dengan Dirjen KSDAE, saat kunjungan kerja Dirjen KSDAE ke Kabupaten Lampung Barat pada Bulan Juli yang lalu. Sumber: HUMAS Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Deklarasi Dukung Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian TN Meru Betiri

Jember,30 Agustus 2019 - Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut, M.Si. Dihadiri oleh pejabat struktural TN MerBeti, kelompok desa binaan, kelompok masyarakat desa konservasi, kelompok pemanfaat zona tradisional dan kelompok mitra rehabilitasi. Selain itu dihadiri juga oleh pemerintah desa di sekitar kawasan TN MerBeti. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi terkini tentang kondisi kegiatan pemberdayaan masyarakat di setiap kelompok, kendala, ataupun masalah serta keinginan di masa depan setiap kelompok masyarakat. Peserta FGD diberikan kesempatan untuk memaparan tentang kelompoknya. Kapala Balai TN MerBeti berdiskusi dengan peserta dan memberikan spirit tentang pentingnya silaturahmi, kerjasama dan koordinasi. Kegiatan yang dilakukan bersama akan terasa ringan. Pemberdayaan masyarakat yang sudah terbentuk dimajukan bersama dan didampingi. “Jangan pernah takut untuk bermimpi. Jangan lupa didampingi usaha dan doa.” Pesan Maman Surahman, S.Hut, M.Si. Pada akhir kegiatan dilakukan penandatangan berita acara FGD dan deklarasi komitmen bersama para pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian hutan TN MerBeti. Masyarakat sejahtera, Hutan Lestari. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Penyerahan TSL Oleh Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Kepada BKSDA Maluku

Ambon, 27 Agustus 2019. Tepat pukul 10.00 WIT, bertempat di kantor Balai KSDA Maluku telah dilakukan penyerahan satwa liar yang dilindungi berupa 4 (empat) ekor burung Nuri Maluku (Eos bornea) dari Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS kepada petugas BKSDA Maluku. Burung-burung tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat Negeri Morella kepada petugas satgas yang melaksanakan penjagaan/BKO di wilayah tersebut. Dari hasil pemeriksaan petugas terhadap burung-burung tersebut diketahui bahwa kondisi burung tersebut sangat sehat dan masih sangat liar, oleh karena itu rencanannya setelah menjalani masa observasi yang tidak terlalu lama burung- burung tersebut sudah siap dilepasliarkan di habitat aslinya. Sumber : Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Evaluasi, Sosialisasi, dan Soft Launching Penyelenggaraan Sistem Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki di Sulawesi Tengah Secara Kolaboratif dan Terintegrasi oleh Bapak Bupati Sigi

Dolo, 30 Agustus 2019. Dalam pengelolaan pendakian gunung di kawasan konservasi di Indonesia, Direktorat Jenderal KSDAE selalu menekankan prinsip safety, comfort, and satisfaction, sehingga para pengelola kawasan perlu menyediakan sistem pelayanan pendakian gunung secara kolaboratif dan terintegrasi. Seirama dengan hal tersebut melalui proyek perubahan yang diinisiasi oleh Ir. Jusman selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu dalam membangun sistem pelayanan pendakian salah satu tujuan wisata minat khusus pendakian gunung yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu tepatnya di wilayah Kabupaten Sigi yaitu Gunung Nokilalaki secara kolaboratif dan terintegrasi bersama masyarakat, Paguyuban Pendakian Gunung Nokilalaki, Instansi terkait seperti berbagai dinas daerah dan provinsi, Polri, TNI, Basarnas, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dimana soft launchingnya dilakukan langsung oleh Bapak Bupati Sigi Mohamad Irwan,S.Sos,M.Si. Kegiatan Evaluasi, Sosialisasi dan Soft Launching Penyelenggaraan Sistem Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki di Sulawesi Tengah Secara Kolaboratif dan Terintegrasi oleh Bapak Bupati Sigi dilaksanakan di Kolam Pemancingan Nagaya, Kabupaten Sigi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Bupati Sigi beserta Rombongan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Konsultan Forest Programme III Sulawesi, Koordinator wilayah GIZ forclime, Field Coordinator EPASS Project Sulawesi, Ketua Paguyuban Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki, serta Pejabat Struktural dan personil lingkup BBTNLL. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Balai Besar TN Lore Lindu. Pembangunan sistem pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki secara kolaboratif dan terintegrasi tidak lepas dari dukungan dan kerjasama berbagai pihak. “ ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Sigi, Pemda Sigi, Kepala Dinas Terkait, Paguyuban Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki, Instansi terkait, dan masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya sehingga sistem pelayanan ini dapat diinisiasi” ujar Ir. Jusman. Gunung Nokilalaki sudah sejak lama menjadi destinasi wisata bagi para pencinta petualangan pendakian dengan suguhan trek yang menantang dan panorama yang indah, namuan akibat belum adanya sistem pelayanan terpadu yang mengusung konsep kolaboratif dan terintegrasi sehingga masih banyak terdapat kendala dan minim perhatian seperti permasalahan sampah, kurangnya pengetahuan pendaki akan kesiapan fisik serta logistic dan juga minimnya kontribusi ekonomi destinasi wisata tersebut terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Ir. Jusman dalam sambutannya “diharapkan pengembangan sistem pelayanan ini mampu meminimalisir masalah terkait sampah, kecelakaan dalam pendakian, permasalahan lingkungan lainnya serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki ini” ujar beliau. Layaknya gayung bersambut, Kabupaten Sigi juga sedang gencar dalam mempromosikan moto pembangunan daerahnya yaitu Sigi Religi, Sigi Masegena, dan Sigi Hijau termasuk peningkatan pariwisata alam yang memiliki konsep lestari dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya serta mendukung dan mengapresiasi pengembangan sistem pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki tersebut. “selaku pimpinan daerah Kabupaten Sigi saya menyambut dengan sangat baik dan memberi apresiasi tinggi kepada unsur yang terlibat khususnya Kepala Balai Besar TNLL atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dalam rangka peningkatan ekowisata minat khusus, semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Sigi” Mohamad Irwan dalam sambutannya. Lebih lanjut Bupati Sigi menyampaikan pentingnya penetapan standar prosedur dan panduan dalam aktivitas pendakian serta pelibatan masyarakat di dalamnya “ sekali lagi kami berterima kasih kepada Ir. Jusman yang telah meletakkan batu pondasi dalam tahapan tahapan pembangunan wisata minat khusus ini seperti penetapan prosedur standar operasional dalam pendakian agar para pendaki aman dalam pendakiannya termasuk persiapan peralatan yang tepat saat digunakan, dan juga tahapan-tahapan dalam pelibatan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata ini sehingga menerima manfaat dari penyelenggaraannya”. Setelah arahan dari Bupati Sigi acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Mohamad Irwan selaku Bupati Sigi sebagai symbol soft launching sistem penyelenggaraan pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki di Sulawesi Tengah secara Kolaboratif dan Terintegrasi. Kegiatan pada siang hari di Kolam Pemancingan Nagaya tersebut dilanjutkan dengan evaluasi dan sosialisasi terkait penyelenggaraan sistem pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki di Sulawesi Tengah secara kolaboratif dan terintegrasi. Sebelumnya pada tanggal 17 Agustus 2019 telah dilaksanakan acara pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Nokilalaki yang di inisiasi oleh Paguyuban Pelayanan Pendakian Gunung Nokilalaki yang bekerjasama dengan Balai Besar TNLL yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar TNLL beserta jajarannya sebagai acuan dalam evaluasi dan sosialisasi ini. Terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dalam pelaksanaannya antara lain permasalahan sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki, kecelakaan dalam pendakian dimana pada kegiatan tersebut tercatat 4 kejadian cedera ringan hingga berat, permasalahan kesiapan fisik serta logistik para pendaki menjadi catatan dalam evaluasi untuk penyelenggraan sistem pelayanan pendakian Gunung Nokilalaki secara kolaboratif dan terintegrasi. Seirama dengan arahan serta evaluasi dari Bupati Sigi dan Kepala Balai Besar TNLL perlu adanya tindak lanjut dari beberapa permasalahan yang tercatat dalam penyelenggaraan pendakian di Gunung Nokilalaki agar lebih baik dan optimal yaitu : Semoga setiap langkah menuju puncak dalam hal mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam khususnya di wilayah Gunung Nokilalaki dapat berjalan baik dan mendapat dukungan semua pihak. Salam Konservasi, salam lestari, maroso !! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

TN Meru Betiri Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Jember, 31 Agustus 2019 - Petugas Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) bersama masyarakat berhasil memadamkan kebakaran lahan. Kejadian ini bermula dari laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran lahan di zona rehabilitasi Blok Pondok Jati Resort Sanenrejo, SPTN Wilayah II Ambulu sekitar pukul 16.30 WIB. Laporan tersebut disampaikan ke petugas Resort Sanenrejo. Dengan sigap petugas langsung menuju ke lokasi di titik koordinat UTM x 0804409 y 9072532 dan melakukan pemadaman menggunakan gebyok. Tim yang terdiri dari 12 orang dikerahkan untuk memadamkan api. Tim ini gabungan antara Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Sanenrejo yang terlebih dahulu mencoba memadamkan api, selanjutnya 3 orang petugas resort, 4 orang Pokdarwis Sanenrejo dan 3 orang MMP dari Andongrejo dan Wonoasri. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun kemungkinan besar diduga karena human error, dari kebun sekitar kawasan yang merembet masuk dalam kawasan terutama semak belukar yang kondisinya kering. Lahan yang terbakar sekitar 0.5 ha dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Untuk berjaga-jaga petugas melakukan mob up yang dilanjutkan patroli di beberapa lokasi rawan dan berbatasan dengan kebun masyarakat. Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut., M.Si menghimbau kepada Petugas Resort bahwa di musim kemarau ini kita harus selalu waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apabila terjadi karhutla segera dikendalikan, infokan dan harus saling memback-up. "Tingkatkan patroli karhutla dan lakukan anjangsana ke masyarakat, terutama petani penggarap lahan rehabilitasi agar tidak membakar semak belukar." Pesan Kepala Balai TN Merbeti. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Kompor Biomas Untuk Kelompok Tani Rimbawan Desa Nduaria

Desa Nduaria, 29 Agustus 2019. Pertemuan pembinaan dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Moni Balai Taman Nasional Kelimutu dengan Kelompok Tani Rimbawan Desa Nduaria di Pondok Pupuk Organik desa Nduaria (29/8). Pertemuan tersebut dalam rangka penyerahan dan pelatihan serta sosialisasi kompor Biomas kepada anggota kelompok Tani Rimbawan. Kompor Biomas merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat Taman Nasional Kelimutu terkait pemberantasan IAS Kirinyuh karena menggunakan bahan bakar dari batang tumbuhan Krinyuh sebagai pengganti minyak tanah yang sulit didapat dan mahal. Acara dihadiri Kepala SPTN 1 dan Kepala Desa Nduaria serta personil Resort setempat. Dalam pertemuan ini juga dilakukan ujicoba memasak ubi dan kopi yang dinikmati bersama. Semoga kemitraan Taman Nasional Kelimutu bersama kelompok Tani Rimbawan desa Nduaria makin berkembang dan memberikan manfaat bagi kawasan dan masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Sosialisasi Mitigasi Konflik Orangutan Sumatera Di Sibolangit

Sibolangit, 29 Agustus 2019. Sosialiasasi Mitigasi Konflik Satwa Orangutan Sumatera dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah I yang bekerjasama dengan Lembaga Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatera Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP) pada Selasa, 27 Agustus 2019, di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Sosialisasi berkaitan juga dengan Peringatan Hari Orangutan Internasional Tahun 2019. Kemunculan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) disekitar desa, berpotensi untuk terjadinya konflik dengan warga. Oleh karena itu, untuk antisipasi dini, perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Mitigasi Konflik Satwa Orangutan Sumatera. Sosialisasi ini dihadiri sekitar 40 orang peserta yang berasal dari masyarakat, kepala desa, aparat desa dan tokoh masyarakat (adat dan agama), Kepolisian Sektor Pancur Batu, KPH I Stabat, KPA Gras, YPKSI/ISCP dan kader konservasi. Materi sosialisasi terdiri dari “Kebijakan dan Peranan BBKSDA SU Dalam Implementasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Sumatera, oleh Dede Tanjung, SP., PEH pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, serta “Pengenalan Orangutan Sumatera dan Penanganannya”, disampaikan oleh Arista Ketaren dan drh. Citra dari Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatera Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP). Kepala Desa Tanjung Beringin, Nelson, dalam sambutannya berharap agar orangutan yang habitatnya berada dekat dengan desa, tetap aman dan bebas dari gangguan ataupun konflik. Dengan sosialisasi ini masyarakat bertambah pengetahuan tentang orangutan dan upaya konservasinya. Desa yang berada pada Hutan Produksi dekat dengan Hutan Lindung dan Tahura Bukit Barisan merupakan jalur jelajah orangutan untuk mencari makannya. Sehingga perlu peranserta masyarakat dalam menjaga orangutan serta habitatnya, ujar Nelson. Hal senada disampaikan Kepala Bidang KSDA Wilayah I Mustafa Imran Lubis, SP mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, bahwa melestarikan keberadaan orangutan dihabitatnya butuh kerjasama yang harmonis dengan seluruh masyarakat beserta stakeholders yang ada. Kita tahu bahwa Orangutan Sumatera merupakan satwa khas dan unik. Habitatnya bisa terancam apabila ada aktifitas perburuan serta pembukaan lahan hutan yang tidak terkendali, ujar Mustafa. Pada kesempatan itu, Kepala Reseort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. sebagai moderator menghimbau kepada masyarakat apabila ada orangutan yang berpotensi menyebabkan konflik, agar segera melaporkan kepada petugas terdekat atau Call CenterBalai Besar KSDA Sumatera Utara di nomor 0853-766-99066. “Kami menghimbau masyarakat agar tidak berburu satwa dilindungi serta tidak memasang jerat satwa apapun di dekat kawasan hutan. Marilah kita hidup berdamai dengan satwa terutama orangutan, dengan tidak mengganggu habitatnya dan berbagi pakan sebagai salah satu upaya pembinaan habitat,” ujar Samuel. Pada akhir acara Kepala Desa Tanjung Beringin menyampaikan permintaan Bibit tanaman buah-buahan seperti manggis dan durian untuk ditanam di lahan desa yang dapat menambah pendapatan masyarakat kelak. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Penyelamatan Orangutan Sumatera di Longkib Kota Subulussalam

Subulussalam, 29 Agustus 2019. Personil Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam Resor Wilayah 17 Rundeng bersama mitra dari OIC dan WCS-IP telah melakukan Penyelamatan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang Kecamatan Longkib Kota Subulussalam. Kegiatan evakuasi terhadap Orangutan Sumatera (Pongo abelii) berjalan dengan baik. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang dievakuasi berjenis kelamin jantan dengan jumlah 1 (satu) ekor individu. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter hewan OIC, Orangutan Sumatera (Pongo abelii) tersebut berada dalam kondisi tidak sehat sehingga tidak dapat dilepasliarkan langsung ke habitat alaminya. Selanjutnya Orangutan Sumatera (Pongo abelii) akan menjalani perawatan medis di Pusat Karantina-Rehabilitasi Orangutan Sumatera YEL-SOCP Batu Mbelin Sibolangit Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Penyelamatan Orangutan Sumatera yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh berpedoman kepada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.53/MENHUT-II/2014 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/MENHUT-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari Kelompok Mamalia Famili Hominidae berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang ikut membantu dalam melaporkan kejadian ke petugas BKSDA Aceh di Subulussalam sehingga dapat diambil upaya penanganan yang tepat dan tidak menimbulkan dampak negatif baik bagi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) sendiri maupun masyarakat sekitar yang berada di area perkebunan kelapa sawit. Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Penanggung Jawab Berita : Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Sapto Aji Prabowo, S.Hut. M.Si (08125006527) Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam Hadi Sofyan, S.Si., M.Sc. (085327899281)

Menampilkan 5.025–5.040 dari 11.140 publikasi