Kamis, 30 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Sumut Raih Juara Terbaik I Pameran 9thn Indonesia Climate Change Forum and Expo 2019

Medan, 12 September 2019. Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Lingkungan Hidup dan Provsu menyelenggarakan Pameran 9thn Indonesia Climate Change Forum and Expo tahun 2019 dengan mengusung tema “Future Climate and Me” dan Pekan Lingkungan Hidup pada tanggal 5-7 September 2019 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention – Medan Sumatera Utara. Pameran ini diikuti oleh 34 peserta 9thn Indonesia Climate Change Forum and Expo dan 26 Peserta Pekan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Semua peserta hadir dari seluruh Provinsi di indonesia baik dari lingkup Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) maupun industri mitra kerja UPT KemenLHK. Alhamdulillah pada pameran ini “Stand Balai Besar KSDA Sumatera Utara meraih Gelar “JUARA I (SATU)” dalam kategori Kementerian/Lembaga. Ini merupakan bagi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, karena ini merupakan Pameran yang di adakan Se-Indonesia setiap tahunnya. Kunjungan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Djati.Witjaksono Hadi,M.Si ke stand Balai Besar KSDA Sumatera Utara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Hotmauli Sianturi,M.Sc.For mengucapkan “terimakasih kepada seluruh tim pameran BBKSDA SUMUT yang sudah bekerja secara optimal dan maksimal. Berkat kerjasama, kerja kerasnya yang luar biasa. Terpilihnya sebagai stand TERBAIK I (satu) ini adalah hasil dari pekerjaan yang tidak sia-sia, dan terimakasih juga kepada seluruh mitra yang mendukung stand Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Pengunjung yang sudah meramaikan dan membuat stand tampak lebih hidup dan ramai, serta adik-adik binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang sudah mengisi acara dari SMP Negeri 2 Sunggal, SMP Negeri 2 Sibolangit, SD Dharma Medan dan Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri”. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan di kesempatan lain atau waktu-waktu yang akan datang… Pada hari pertama pameran di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diiringi dengan paduan suara dari SDN Sekolah Adiwiyata National 2019, pembacaan do’a, Tarian Persembahan Sumatera Utara, lalu sambutan dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Ir. Djati Witjaksono Hadi,M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provsu, Dr. Ir. Binsar Situmorang,M.Si,MAP, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs.H.Musa Rajekshah,M.Hum, Sambutan sekaligus pembukaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya,M.Sc. selanjutnya ramah tamah dengan meninjau Area Pameran. Kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Utara di Stand Balai Besar KSDA Sumatera Utara Balai Besar KSDA Sumatera cukup berperan pada pameran ini dengan penampilan-penampilan anak didik konservasi dan kelompok sadar wisata di panggung pameran. Di hari pertama tanggal 5 September 2019, stand Balai Besar KSDA Sumatera Utara tampak sangat ramai pengunjung dan sangat berantusias berkunjung ke stand BBKSDA SUMUT, berbondong-bondong untuk berfoto, hal ini di dukung oleh stand pameran yang di desain dengan menggunakan properti dari bambu, pameran berupa satwa dan souvenir gratis. Anak didik Konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara dari SMP Negeri 2 Sunggal juga mendapat kesempatan tampil di panggung Climate Corner dengan Tari Putri Lopian, Tari Genjring (Etnis Jawa) dan Nyanyian Berita Cuaca pada hari pertama. Semangat buat adik-adik konservasi … Tari Putri Lopian SMP Negeri 2 Sunggal Tari Genjring SMP Negeri 2 Sunggal Nyanyian Berita Cuaca Hari kedua Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengadakan dua sesi kuis , sesi pertama kuis di stand pameran bbksda sumut sesi kedua di panggung Climate Corner. Kuis mengenai flora dan fauna di indonesia. Siapa saja berhak menjawab, bagi pengunjung yang behasil menjawab dengan benar mendapatkan souvenir gratis dan menarik. Kuis di Stand BBKSDA SUMUT Di hari kedua 6 September 2019, stand pameran masih ramai pengunjung dan anak didik Konservasi dari SMP Negeri 2 Sibolangit juga mendapat kesempatan untuk menampilkan tetrikal yang mengisahkan dua individu harimau yang terjebak jerat masyaraat yang terpasang di kawasan hutan. Yang menyebabkan kaki harimau terluka, walau sebenarnya niat bukan untuk menjerat harimau. Lalu masyarakat langsung melapor ke pihak berwajib dan langsung menolong dua harimau tersebut. Teatrikal Kisah Dua Harimau Terjebak jerat dari SMP Negeri 2 Sibolangit Pada hari ketiga 7 September 2019, anak didik konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga mendapat kesempatan untuk mengisi acara di penutupan 9thn Indonesia Climate Change Forum and Expo 2019, Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, penampilan pertama dari Kelompok Sadarwisata (POKDARWIS) Sibolangit berseri tampil dengan lagu Konservasi Alam Nasional & lagu Etnik Karo Tiga Sibolangit. Penampilan kedua dari SD Dharma Medan tampil memukau dan sangat menghibur penonton dengan tari “GO Green”, selain itu SD Dharma juga menampilkan teatrikal Singkat tentang Pemilaan dan membuang Sampah pada tempatnya. Lagu Konservasi Alam dari Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri (Kiri), Tari “Go Green” dari SD Dharma Medan Kemeriahan dan ilmu yang di peroleh pada 9thn Indonesia Climate Change Forum and Expo 2019 dan Pekan Lingkungan Hidup ini sangat beragam dan tetap akan tersimpan bagi para pengunjung bahkan bagi pesertanya sendiri. Sumber: Ade Yunita/Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Verifikasi Permohonan Kemitraan Konservasi Pemanfaatan pada Kawasan TNBB.

Gilimanuk, 13 September 2019. Balai TN Bali Barat melaksanakan kegiatan Verifikasi permohonan Pemanfaatan Kawasan Konservasi oleh kelompok masyarakat di zona tradisional. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus kelompok-kelompok masyarakat dari kelurahan Gilimanuk dan desa Sumberklampok yang melakukan pemanfaatan kawasan TN Bali Barat pada zona tradisional, unsur pemerintahan daerah (Camat, perbekel/desa), UPT kehutanan terkait ( Balai P.DAS unda anyar dan Balai PSKL Jabalnusra). Dalam kegiatan ini, disampaikan sambutan oleh Kepala Balai TN Bali Barat, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si terkait pentingnya kemitraan konservasi dalam mengakomodir kepentingan tradisional masyarakat dan kelestarian keanekaragaman hayati. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi terkait prosedur kemitraan konservasi oleh Kepala SPTN Wilayah I Jembrana selaku ketua Pokja pemberdayaan masyarakat TNBB, Ali Purwanto, S.Hut, M.Sc. Setelah penyampaian materi dan diskusi, acara dilanjutkan dengan asistensi oleh petugas TNBB dengan masing-masing kelompok untuk verifikasi kelengkapan usulan dan menyusun proposal sebagai salah satu syarat dalam penilaian dan penyusunan perjanjian kerjasama antara kelompok masyarakat dengan Balai TN Bali Barat. Dengan adanya kegiatan ini, kelompok masyarakat mendapatkan akses dan fasilitasi dari Balai TN Bali Barat untuk mengembangkan kegiatan tradisional di zona tradisional secara legal dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kolaborasi antara Balai TN Bali Barat dengan masyarakat akan terus dijaga untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang sesuai dengan prinsip pemanfaatan berkelanjutan di kawasan konservasi. Salam konservasi.. Sumber: Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Penguatan Fungsi TWA Nabire dalam Perjanjian Kerja Sama Balai Besar KSDA Papua dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire

Nabire, 13 September 2019. Taman Wisata Alam (TWA) Nabire merupakan kawasan konservasi yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.782/MENHUT-II/2012. Dalam SK tersebut, luas kawasan TWA Nabire diterakan sekitar 82,88 hektar. Secara administratif, TWA Nabire terletak di Distrik Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Di sekitar TWA Nabire terdapat tiga kampung, yaitu Kampung Lani, Kampung Air Mandidi, dan Kampung Kimi. Sebagian masyarakat di tiga kampung tersebut berprovesi sebagai nelayan, pedagang, juga pegawai pemerintahan. Namun mayoritas masyarakat di sana memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan mengelola kebun dan mengambil hasil hutan. Sebagian dari mereka menggantungkan hidup kepada kawasan TWA Nabire sebagai lahan kebun dan memanen hasil hutan lainnya. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus untuk menghindari adanya tekanan yang lebih berat terhadap kawasan. Melihat berbagai fakta di lapangan, TWA Nabire memerlukan pengelolaan kolaboratif bersama pihak-pihak terkait. Hal ini sangat penting dilaksanakan, demi menjamin terwujudnya penguatan tata kelola kawasan serta konservasi keanekaragaman hayati di dalamnya. Balai Besar KSDA Papua kemudian melakukan perjanjian kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire. Perjanjian Kerja Sama tersebut bernomor PKS.776/K.4/TU/KSA/8/2019 dan 119.522.5.660.1.556/114/DLH/VIII/2029 tentang Penguatan Fungsi Taman Wisata Alam (TWA) Melalui Pengembangan Wisata Alam dan Pemberdayaan Masyarakat di TWA Nabire. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., dan Ptl. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay, SKM., telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama tersebut di Nabire pada hari Senin, 26 Agustus 2019. Edwad menyampaikan harapan agar kerja sama tersebut dapat berjalan sesuai rencana, serta mencapai hasil optimal. Edward mengungkapkan, “Tujuan kerja sama ini setidaknya ada tiga. Pertama, meningkatkan nilai manfaat kawasan, terutama untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyadartahuan. Ketiga, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan sehingga tingkat ancaman terhadap kawasan bisa berkurang. Harapannya, semua tujuan itu bisa terwujud untuk kebaikan semua pihak.” [] Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

BBKSDA Jatim dan Pemkot Surabaya Berencana Tangani Konflik Satwa Bersama

Surabaya, 13 September 2019. Belakangan aduan masyarakat Kota Surabaya terkait gangguan satwa liar semakin meningkat melalui Layanan Command Center 112. Gangguan tersebut ada yang bersifat meresahkan hingga mengganggu ketertiban umum, seperti satwa yang lepas atau sengaja dilepaskan oleh pemiliknya. Mayoritas satwa atau hewan yang sering diadukan oleh masyarakat berupa ular, monyet, anjing, hingga kucing. Keresahan yang timbul dengan adanya konflik satwa di perkotaan ini berpotensi menyebabkan ketakuan, merusak perumahan, menggigit warga, hingga menularkan penyakit (zoonosis). Pemkot Surabaya berharap adanya kerja kolaborasi dalam proses evakuasi dan penampungan satwa, baik itu satwa liar maupun hewan peliharaan. Hal tersebut diangkat dalam Rapat Penanganan konflik Satwa Wilayah Kota Surabaya di Kantor Badan Penanggulangan dan Perlindungan Masyarakat, 11 September 2019. Rapat tersebut diikuti oleh berbagai instansi dan pemangku kepentingan seperti Badan Penanggulangan dan Perlindungan Masyarakat, Dinas Pemadaman Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta PDTS. Kebun Binatang Surabaya. Juga dari luar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seperti FKH. Universitas Airlangga dan Balai Besar KSDA Jatim. BBKSDA Jatim sendiri memiliki tupoksi yang salah satunya adalah penanganan konflik satwa dan menampung satwa liar penyerahan masyarakat. “Selama ini kami telah bekerja sama dengan Linmas atau layanan CC112 dalam hal penanganan dan evakuasi satwa liar,” ujar RM. Wiwied Widodo, Kepala Bidang KSDA Wilayah II. Kedepan bersama akan disusun peraturan daerah terkait manajeman pemeliharaan hewan dengan etika kesejahteraannya. Pun demikian dengan penyiapan lokasi penampungan satwa hasil evakuasi serta standar penanganannya seperti pengecekan kesehatan, vaksinasi, dan sterilisasi. Nantinya akan dilakukan terlebih dahulu sosialisasi kepada setiap kampung atau kelurahan terkait ketentuan kepemilikan dan pemeliharaan satwa liar / hewan. Kegiatan sosialisasi ini akan melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan seperti BBKSDA Jatim dan lainnya. Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Ingatkan Waspada Kebakaran Hutan kepada Masyarakat di Gunungkidul

Yogyakarta, 12 September 2019. Balai KSDA Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Penyuluhan Dampak Perusakan Hutan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY hari Kamis (12/9/19). Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani “Banyu Moto” Dusun Klayar, Desa Kedung Poh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, dengan sasaran audiens yang meliputi tokoh masyarakat dan perwakilan Kelompok Tani Hutan di Wilayah RPH Kenet, BDH Karangmojo. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini Kasie Perencanaan dan Reboisasi Hutan Balai KPH DIY yang menyampaikan materi "Kebijakan Pemerintah dalam Reboisasi Hutan", dan Kasie Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dinas LHK DIY yang membawakan materi "Peran Serta Masyarakat terhadap Perlindungan Hutan”. Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Untung Suripto, mewakili Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, menyampaikan materi dengan tema “Pencegahan Kebakaran Hutan”. Dalam paparannya Untung Suripto menyampaikan perlunya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan. “Sebagaimana arahan Bapak Kepala Balai, saat ini kita memasuki musim kemarau panjang yang berdampak pada ancaman kebakaran hutan yang tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kebakaran terutama kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di DIY. Selain itu juga perlu adanya kerjasama yang baik untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan. Berhati-hati dan bijak dalam penggunaan api, jangan membakar sampah di kebun, karena kita semua tahu saat musim kemarau seperti ini seresah daun seperti daun-daun jati yang rontok jumlahnya cukup banyak dan sangat kering sehingga mudah sekali terjadi kebakaraan saat ada api.” tuturnya. Di samping himbauan mengenai ancaman kebakaran hutan, pada kegiatan ini masyarakat juga diminta untuk turut serta dalam kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, karena pada dasarnya tanggung jawab untuk menjaga dan mengamankan hutan adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Sumber : Siti Rohimah (Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Peraih Nilai Tertinggi Latsar CPNS Angkatan 7 Bertemu Direktur Jenderal KSDAE

Jakarta 12 September 2019. Peserta Latsar CPNS KLHK angkatan 7 tahun 2019 bernama Andi Rezki Mutmainah asal Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Karimatul Fajriah dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, dan Arista Setyaningrum dari Balai Taman Nasional Wakatobi pada Kamis (12/9) berkesempatan menemui Direktur Jenderal KSDAE di Gedung Manggala Wanabhakti. Ketiga peserta merupakan peraih nilai terbaik pada Latsar CPNS KLHK angkatan 7 yang diadakan di Bogor, Jawa Barat. Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak hanya diikuti oleh CPNS dari Direktorat Jenderal KSDAE, akan tetapi seluruh direktorat di KLHK. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal KSDAE Wiratno menyampaikan beberapa pesan kepada ketiganya untuk tetap bekerja sepenuh hati di bidangnya masing-masing. Selain itu Wiratno berpesan untuk meningkatkan kemampuan, memanfaatkan teknologi dengan optimal, tetapi tetap rendah hati ,jangan sombong dengan prestasi yang diraih saat ini, dan tidak boleh melupakan pihak-pihak yang berjasa sampai sekarang. "Kalian boleh saja merencanakan pendidikan setinggi mungkin, sejauh mungkin, tapi jangan sampai melupakan orang tua" ucap Wiratno. Pertemuan di ruang Direktur Jenderal diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa buku, dan tumbler dilanjutkan foto bersama. Dalam waktu dekat ketiganya akan kembali ke UPT masing-masing, diharapkan dengan bekal ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat meningkatkan kinerja selama bekerja di tiap UPT. Sumber: Sekretariat Direktur Jenderal KSDAE
Baca Berita

Mau Cool dan Gaul Ikut Visit to School

Selasa, 10 September 2019. Udara pagi berhembus lembut penuh kesejukan seiring dengan cuaca yang cerah, menambah semangat kami untuk memacu kendaraan menuju ke SDN Pancawati 1 yang berada di wilayah kerja RPTN Cimande, Seksi Wilayah V Bodogol, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Ya ... pagi ini kami personil Seksi Wilayah V Bodogol yang dipimpin oleh Kepala Seksi Amru Ikhwansyah akan melaksanakan kegiatan visit to school. Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan visi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yaitu “Sebagai Pusat Konservasi Hutan Hujan Tropis Pegunungan di Pulau Jawa Yang Bermanfaat Untuk Mendukung Pembangunan Wilayah dan Masyarakat”. Tepat pukul delapan pagi kami tiba di SDN Pancawati 1, disambut gembira dan antusias oleh para siswa-siswi yang akan mengikuti kegiatan. SDN Pancawati 1 ini merupakan salah satu sekolah dasar yang menjadi SD binaan di wilayah Bidang PTN Wilayah III Bogor. Kegiatan visit to school merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh taman nasional untuk menumbuhkan pemahaman terhadap upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem yang ditanamkan sejak dini. Dengan mengunjungi sekolah yang berada di sekitar kawasan, khususnya sekolah yang menjadi binaan diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman dan menambah pengetahuan anak-anak akan keberadaan hutan dan arti penting hutan khususnya taman nasional. Tanpa menunggu lama kami pun bergegas meyiapkan segala peralatan yang diperlukan dan dalam waktu yang singkat kegiatan telah siap dimulai. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi PTN Wilayah V mewakili Kepala Balai Besar TNGGP, sedangkan sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh wakil kepala sekolah. Dalam sambutannya Kepala Seksi PTN Wilayah V berharap bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterima oleh para siswa-siswi dan diusahakan agar sesuai dengan materi pembelajaran yang ada disekolah. Materi yang disampaikan kepada 58 siswa-siswi SDN Pancawati 1 terdiri dari 3 tema, yaitu : pengenalan taman nasional, pengenalan hutan (fungsi dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hutan), dan penanganan sampah. Mentor yang terdiri dari petugas taman nasional menyampaikan materi yang dikemas sedemikian rupa agar mudah diterima dan dipahami oleh anak seusia mereka. Selain menyampaikan materi dalam bentuk presentasi dan diskusi interaktif, mentor juga meyisipkan pemutaran film yang berkaitan dengan materi yang disampaikan agar anak-anak lebih mudah memahami dan tidak membosankan. Untuk mengukur sejauh mana pemahaman anak-anak terhadap materi yang disampaikan, diberikan pre test terlebih dahulu dan diakhir kegiatan dilakukan post test. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi kedepannya bagi mentor agar bisa menjadi lebih baik dan lebih inovatif. Untuk menghindari kejenuhan anak-anak selama kegiatan, mentor menyisipkan kegiatan ice breaking disela-sela penyampaian materi. Hal ini penting untuk meningkatkan kembali kesegaran dan konsentrasi sehingga daya serap anak-anak kembali pulih. Di akhir kegiatan visit to school mentor melakukan penilaian terhadap hasil pre test dan post test yang telah dilakukan dan dipilih tiga siswa dengan skor nilai tertinggi. Untuk menambah semangat dari anak-anak mentor juga memberikan quiz berhadiah dengan pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan bantuan berupa tempat sampah dari pihak taman nasional kepada pihak sekolah. Sumber: Rina Wulandari, A. Md - Polhut BBTN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

KP2M dalam Edukasi Pengenalan Biota Laut

Mataram, 11 September 2019 - KP2M atau Kelompok Pelestari Penyu Mapak di Mataram mengadakan kegiatan Edukasi Pengenalan Biota Laut khususnya penyu kepada siswa-siswi SD IT Anak Soleh 1 Mataram pada Rabu 11 September 2019 bertempat di Pantai Mapak, Mataram. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 150 siswa-siswi, termasuk guru dan wali murid dari SD IT Anak Soleh 1 Mataram. Turut hadir juga dalam Kegiatan KP2M ini sekaligus sebagai Pemateri yakni dari BKSDA NTB, BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Nusa Tenggara, Dinas Perikanan Kota Mataram dan Kelompok Pelestari Penyu Mapak. BKSDA NTB melalui PEH Kurniasih Nurafifah, S.Hut., M.Si menyampaikan materi perkenalan mengenai jenis-jenis penyu yang ada di Indonesia, Habitat, Siklus Hidup dan Bagaimana melakukan Penandaan atau Tagging Penyu. Selain pemberian materi Pengenalan Biota Laut, agenda kegiatan bersama siswa-siswi SD IT Anak Soleh 1 Mataram juga dilanjutkan dengan Kuis, Pembagian doorprize, outbond, Operasi Semut (Bersih Sampah) dan pelepasliaran tukik (anak penyu). Sebagai informasi, Kelompok Pelestari Penyu Mapak merupakan salah satu Kelompok Pelestari Penyu di Mataram yang akan diinisiasi menjadi Forum KEE Penyu Kota Mataram oleh Balai KSDA NTB dan Pemkot Mataram melalui DKP Kota Mataram. Sumber: BKSDA NTB
Baca Berita

BKSDA NTB dan Pemerintah Kab. Sumbawa Barat untuk TWA Danau Lebo Taliwang

Taliwang, 11 September 2019 - Bertempat di TWA Danau Rawa Taliwang Rabu 11 September 2019 dilaksanakan Koordinasi Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem TWA Danau Rawa Taliwang yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Bapak DR. Ir. H. W. Musyafirin, M.M. dan Fud Syaifuddin, S.T. didampingi OPD terkait dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tennggara I. BKSDA NTB selaku pengelola kawasan juga turut hadir yang diwakili oleh KSBTU Lugi Hartanto, S.P., M.Sc. dan Kepala SKW II Sumbawa Arap, S.P dan staf. Rapat koordinasi ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Wakil Bupati ke Kantor BKSDA NTB di Mataram beberapa waktu lalu. Rapat lanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan percepatan pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Pemulihan Ekosistem TWA Danau Rawa Taliwang antara Pemda Kab. Sumbawa Barat, BKSDA NTB dan BWS langsung di lokasi kegiatan tersebut dilaksanakan. Pemerintah Daerah Kab. Sumbawa Barat melalui Bupati dan Wakil Bupati mengapresiasi perkembangan pelaksanaan pemulihan ekosistem yg telah dilakukan dan adanya dukungan masyarakat serta mendorong peran para pihak agar bisa ditingkatkan. Pada kesempatan tersebut disampaikan pula kendala kendala di lapangan yg dihadapi. Para pihak berkomitmen akan bersinergi dan mendorong pihak masyarakat dan lembaga lain dapat mendukung dan membantu percepatan progrqm tersebut. Keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui komitmen untuk membantu mencari solusi semua kendala dan permasalahan pelaksaanaan pemulihan ekosistem khususnya permasalahan sosial jika dalam pelaksanaan kegiatan muncul kendala sosial masyarakat. Harapan bersama para pihak, ekosistem TWA Danau Rawa Taliwang dapat dipulihkan sehingga kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat bidang pariwisata, perikanan dan bidang lainnya dapat meningkat untuk menjadi motivasi dan semangat bersama. Sumber : BKSDA NTB
Baca Berita

Cicak daun Sumatera dari Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 12 September 2019. Burung cantik dan pemalu ini merupakan salah satu burung endemik Sumatera. Dengan tubuhnya yang berwarna dominan hijau terang, burung ini mampu berkamuflase dengan baik di antara ranting dan daun di tajuk pohon.Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 menetapkan burung ini ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Sementara itu IUCN menetapkan status burung ini ke dalam status "Hampir Terancam" (Near Threatened). Kawasan Hutan Taman Nasional Batang Gadis merupakan salah satu habitat dimana burung mungil ini bisa dijumpai. Jika beruntung kita dapat melihatnya hinggap mencari makan dan bermain diantara tajuk pohon Sumber: Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Edukasi Konservasi melalui Studio 121 BKSDA Kalimantan Barat

Kubu Raya, 12 September 2019. Inovasi dalam edukasi menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Melalui metode yang baru, rasa keingintahuan dan antusiasme pastinya akan meningkat. Selain dalam pendidikan formal, edukasi juga harus diterapkan dalam pendidikan non formal. Demikian juga dengan pendidikan konservasi. Dalam rangka membangun kesadartahuan mengenai pentingnya konservasi, BKSDA Kalbar melalui Studio 121 mengajak generasi muda untuk lebih mengenalnya. Pentingnya pendidikan konservasi ini harus dimulai sejak usia dini. Kali ini BKSDA Kalbar mengajak pelajar-pelajar dari SDIT AL KARIMA Kubu Raya berkesempatan mengunjungi Studi 121 untuk belajar konservasi. Dilaksanakan dengan metode edukasi yang menarik dan menggembirakan, para siswa dengan atusias mengikuti metode pembelajaran ini. Sambutan positif dari para guru dalam kegiatan ini berharap dapat meningkatkan kepedulian kepada siswa terhadap lingkungan dan satwa langka yang dilindungi. Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan menyebar ke sekolah-sekolah lainnya serta generasi muda pada umumnya. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Memotivasi Masyarakat untuk Hutan TN Merbeti Lestari

Jember, 12 September 2019. Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri (Maman Surahman, S.Hut, M.Si) melakukan tinjauan lapangan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Blok Aren, Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Jember. kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data terkini mengenai permasalahan, hambatan dan keinginan masyarakat terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN MerBeti khususnya di Resort Sanenrejo SPTN Wilayah II Ambulu. Kunjungan pertama pada lokasi pembuatan tape. Tape yang biasanya dibuat dari singkong,oleh masyarakat Blok Aren berbahan dasar pisang. Produk tape pisang ini dipasarkan dengan harga Rp. 5.000,00 per bungkus. Selanjutnya mengunjungi persemaian yang dikelola oleh Masyarakat Peduli Hutan Konservasi (MPHK) Sanenrejo. Bibit yang telah berhasil disemaikan antara lain dari jenis Kedawung, Aren, Asem, dan Pakem. Rencananya bibit ini akan digunakan dalam kegiatan pemulihan ekosisten di TN MerBeti. Lokasi terakhir yang dikunjungi yaitu usaha budidaya jamur tiram yang dikelola oleh SPKP Desa Sanenrejo. Pada kesempatan tersebut Kabalai mencoba praktek secara langsung merasakan panen jamur tiram. Dari kegiatan budidaya jamur ini, pendapatan yang diperoleh rata-rata sebesar Rp 50.000,00 setiap harinya. Kabalai TN MerBeti memberikan apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas masyarakat. Selain itu juga siap memberikan bantuan dalam pemasaran serta pengemasan produk tersebut. “Usaha dan inovasi yang telah dilakukan bagus. Dan telah terbukti mampu memberikan tambahan pendapatan pada masyarakat secara langsung, seperti pada budidaya jamur. Mari masyarakat benar-benar bersungguh-sungguh dalam menekuni usaha tersebut.” Pesan Maman Surahman, S.Hut, M.Si. Harapan ke depannya, kegiatan seperti ini dapat lebih ditingkatkan dan dikembangkan agar mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan TN MerBeti. Sumber: Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Keresahan Pelajar Kendawang

Kendawang, 12 September 2019. Menghirup udara berasap menjadi keterpaksaan yang harus diterima siswa SMA N 1 KENDAWANGAN. Kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap tahun seiring dengan datangnya musim kemarau di daerah ini. Namun siswa ini tidak mampu tinggal diam. Mereka mencari alternatif solusi bagi permasalahan lingkungan mereka. Langkah mereka sampai di Markas Manggala Agni Daerah Operasional Ketapang. Inovasi “Asap Cair” menjadi solusi bagi pembukaan lahan yang menimbulkan bencana asap selama ini. Mereka belajar bagaimana mengolah sampah tempurung kelapa dan sisa kayu untuk mengahasilkan Asap Cair yang bermanfaat. Harapan mereka kelak mampu menyebarkannya sehingga bencana asap tidak terjadi lagi. Sumber: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat
Baca Berita

Warga Bandung Serahkan Seekor Kukang

Bandung - 10 September 2019, Seorang warga Kota Bandung bernama Iman Sudarman (43 tahun) menyerahkan secara sukarela seekor kukang jawa (Nycticebus javanicus) kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Balai Besar KSDA Jawa Barat pada hari Senin 9 September 2019. Iman menuturkan bahwa satwa dilindungi tersebut didapatkan dari temannya yang berasal dari Banjaran. Primata berjuluk Malu-Malu ini ditangkap saat berada di atas pohon mangga. “Kukang tersebut diberi pakan buah-buahan seperti pisang dan mangga selama seminggu dirawat di rumah saya”, ungkap Iman lebih lanjut. Melihat sifat liarnya yang masih muncul serta gigi taringnya yang masih lengkap, kemungkinan besar kukang jawa ini dapat segera dilepasliarkan ke habitat aslinya. Namun demikian, kepastian tentang layak atau tidaknya pelepasliaran satwa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter hewan. Sambil menunggu proses tersebut, primata yang terkenal dengan gerakannya yang lambat itu saat ini dirawat di kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat. Apa yang telah dilakukan Iman Sudarman menjadi bukti bahwa semakin banyak masyarakat yang menyadari tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dilindungi. Bahwa satwa liar memang layaknya hidup di habitatnya, bukan hidup di tengah-tengah manusia. (RK/Humas BBKSDA Jabar)
Baca Berita

Bagi Masker Wujud Peduli Bencana Asap

Pekanbaru, 10 September 2019. Balai Besar KSDA Riau bersama Komunitas Penggiat Konservasi melakukan bagi bagi masker untuk masyarakat Pekanbaru, khususnya pengguna jalan di perempatan simpang Pasar Pagi Arengka. Pada kesempatan ini, 2000 lebih masker telah terbagi. Pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor, mobil bahkan pedagang dan pengunjung pasar antusias menerima masker yang dibagikan para petugas. Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis, Mahfud menyampaikan bahwa pembagian masker ini sebagai wujud kepedulian bencana asap yang sedang terjadi di Prov. Riau khususnya Pekanbaru serta rasa saling mengingatkan kepada masyarakat agar peduli kesehatan dengan pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah. Mari kita jaga kesehatan kita dan STOP PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN!!!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Upaya sosialisasi dan pengawasan aktivitas wisata alam di TN.Bali Barat

Gilimanuk, 10 September 2019, Salam, semeton konservasi.! Berwisata atau berpetualang ke alam bebas memang mengasyikkan. Tetapi Berwisata alam tetaplah harus Bijak. Sosialisasi untk Bijak dan tertib dalam berwisata khususnya pada peak season, dilakukan para petugas TN. Bali Barat dengan memberikan himbauan dengan pendekatan humanis khususnya di pintu-pintu masuk kawasan wisata alam TNBB. Setiap pengunjung yang berwisata wajib memiliki tiket masuk dan wajib memiliki tiket aktifitas wisata yang akan dilakukan dalam kawasan. Administrasi pembayaran karcis masuk dan aktifitas dapat dilakukan di Kantor Balai Taman Nasional Bali Barat atau pada pos-pos pintu masuk dalam kawasan yaitu di pintu masuk Karangsewu, Tegal Bunder, Pemuteran, Banyumandi, dan Labuan Lalang. Seperti arahan ka.Balai TN.Bali Barat Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si kepada petugas dilapangan bahwa dengan membeli tiket, berarti telah tertib dalam mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku dan juga berkontribusi untuk negara dan kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan konservasi. Informasi karcis masuk dan aktivitas sesuai Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2014 diinfokan langsung kepada wisatawan tidak hanya ke pemandu atau agen travelnya. Kegiatan ini dilakukan setiap hari oleh para petugas dilapangan dan lebih intens saat musim peak season dalam rangka pencapaian target PNBP dan mencegah potensi kerugian negara. Melakukan aktifitas wisata alam secara Bijak dapat dilakukan dengan : 1. Take nothing but picture (jangan mengambil apapun kecuali gambar). - Jika ingin membawa oleh-oleh cukup dengan memotretnya saja. 2. Leave nothing but foot print (jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak). - Saat berwisata bawalah pulang kembali semua sisa/hasil kegiatan terutama sampah termasuk jangan meninggalkan bekas berupa coretan, guratan, dan sejenisnya di pohon dan dinding/bebatuan. 3. Kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu). - Cukuplah waktu saja yang terbunuh selama berwisata, jangan yang lainnya. Jika hal tersebut benar-benar kita lakukan ketika kita berwisata dimanapun, Kunjungilah, kenali dan nikmati wisatanya tanpa merusak agar kawasan kita tetap indah. Salam konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat

Menampilkan 4.945–4.960 dari 11.140 publikasi