Kamis, 30 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Dukungan para Pihak dalam Penanggulangan Karhutla

Pekanbaru, 19 September 2019. Balai Besar KSDA Riau menerima penyerahan bantuan masker 3M half facepiece reusable respirator 6200 dan particulate filter 7093 P100 dari Transportasi Gas Indonesia (TGI) dan Hutama Karya ( HK) sebanyak 100 unit bertempat di kantor Balai Besar KSDA Riau, jl. HR Soebrantas Pekanbaru. Bantuan diterima oleh Andri Hansen Siregar mewakili Balai Besar KSDA Riau dan penyerahan dari HK dilakukan oleh M. Anas serta dari TGI diwakili oleh Antonius Totok selaku Manager Operasional TGI Reg 3 Pekanbaru. Bantuan tersebut ditujukan bagi petugas di lapangan yang tengah melakukan pemadaman dan ini merupakan komitmen serta tindakan nyata kedua perusahaan tersebut dalam membantu pemadaman kebakaran. Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang KSDA Wil. 1, Hansen Siregar menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan mengharapkan kepada pihak pihak lain untuk ikut berperan secara nyata dalam membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Prov. Riau. Mari kita birukan langit lancang kuning.... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penanaman Bibit Mangrove pada Festifal Barata Kahedupa

Kaledupa Selatan - Rabu, 18 September 2019. Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah II Kaledupa, Balai Taman Nasional Wakatobi telah melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove dalam rangkaian kegiatan Festifal Barata Kahedupa. Penanaman ini dilaksanakan oleh seluruh personil Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kaledupa bersama dengan Wakil Bupati Wakatobi dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Wakatobi yaitu Kepala Badan Lingkungan Hidup Wakatobi, Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, Camat Kaledupa Selatan, Camat Kaledupa, UPTD Kecamatan Kaledupa Selatan, Sara Barata Kahedupa, Siswa Siswi Tingkat SMA, Tingkat SMP dan Tingkat SD Kaledupa Selatan serta tokoh masyarakat Kaledupa Selatan. Lokasi pelaksanaan penanaman dipusatkan di Desa Sandi, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi. Lokasi penanaman berada padi titik koordinat -5.54215, 123.79550. Penanaman mangrove dilakukan dengan jarak tanam 1 m x 1 m, jenis bibit mangrove yang ditanam yaitu Bruguiera gymnorhiza. Secara keseluruhan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1000 (seribu) bibit, dengan luas lokasi penanaman ± 0,5 Ha. Upaya melestarikan kawasan mangrove melalui kegiatan penanaman merupakan bagian dari aksi nyata penyelamatan sumber daya alam dan ekosistemnya. Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, S.E., M.Si. mengatakan kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan dalam rangkaian festival Barata Kahedupa tidak boleh berhenti tetapi terus dilanjutkan oleh siapapun yang merasa anak wakatobi yang cinta akan konservasi sehingga ekosistem di wakatobi tetap terjaga. Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman, S.Hut., M.Sc. mengatakan kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan untuk pemulihan kawasan mangrove yang terdegradasi sehingga dapat berfungsi kembali, salah satunya dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Manfaatnya yaitu nantinya akan menjadi habitat mikro organisme atau planton yang juga sumber pakan bagi kehidupan di laut seperti ikan, udang, kepiting dan lain lain. Bahwa kedepan kegiatan pemulihan ekosistem mangrove akan terus dilakukan melalui program rehabilitasi dan sosialisasi/ penyuluhan kepada masyarakat. Kepala Seksi PTN Wilayah II Kaledupa, La Fasa, S.Sos., M.H. mengatakan kegiatan penanaman mangrove kali ini dalam rangka rehabilitasi dan mensukseskan festival barata kahedupa. Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah program edukasi masyarakat sehingga ekosistem mangrove di wakatobi khususnya kaledupa tetap lestari dan dapat bermanfaat untuk pembangunan ke depan. Terima kasih kepada Wakil Bupati Wakatobi, stakeholder serta semua masyarakat yang terlibat dan mendukungan kegiatan penanaman ini. Sumber : Ajufin - Polhut Pelaksana Lanjutan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kaledupa Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Giat Pemadaman di Kerumutan Selatan

PEKANBARU, 19 September 2019. Resort Pekan Heran, Bidang Wil. I melakukan pemadaman gabungan bersama Polres Inhu, Danramil Kec. Rengat, Manggala Agni Daop Rengat, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Dengan peralatan pemadaman 3 unit mesin pompa dan 3 unit jetshuter mereka melakukan pemadaman di Penyangga kawasan SM. Kerumutan Selatan tepatnya di wilayah Desa sungai Guntung Hilir, Kec. Rengat, Kab. Inhu. Pemadaman dilakukan berdasarkan hasil patroli anggota Resort Pekan Heran dan anggota Manggala Agni Daops Rengat pada tanggal 18 September 2019, yang menemukan kepulan asap di kawasan hutan penyangga SM. Kerumutan Selatan sebanyak 5 titik. Api diduga berasal dari bekas bara api lahan yang sudah dipadamkan sebelumnya. Karena tiupan angin cukup kencang maka bara api yang belum padam menyala kembali dan merambat ke kawasan penyangga SM. Kerumutan Selatan. Sampai sore, baru dua titik kepala api yang dapat dipadamkan, karena sulitnya dan resiko pemadaman di dalam hutan yang mana banyak pohon yang telah terbakar. Sewaktu Tim melakukan pemadamanpun ada pohon tumbang dan hampir menimpa petugas yang melakukan pemadaman. Bersyukur petugas dapat selamat dari peristiwa tersebut. Untuk itu Tim akan melanjutkan pemadaman esok harinya dengan tambahan bantuan personil dan peralatan, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di bumi lancang kuning dapat segera teratasi. Sumber: BBKSDA Riau
Baca Berita

Intip Kelanjutan Itto Project Di Wilayah Bogor

Bogor, 17 September 2019 - Kepala Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Bogor, diwakili oleh Plh Kepala Bidang, Amru Ikhwansyah membuka kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) di Kantor Bidang PTN Wilayah III Bogor. Kegiatan ini merupakan rangkaian Project International Tropical Timber Organization (ITTO) yang dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai area inti Cagar Biosfer Cibodas. Selain pihak TNGGP, hadir pada FGD tersebut, yaitu pihak ITTO (project team and consultant), perwakilan KTH LBC Lestari dan KTH Wangun Jaya, dengan jumlah peserta 20 (dua puluh) orang. KTH yang menjadi target kegiatan ini merupakan kelompok masyarakat eks. penggarap lahan kawasan TNGGP yang saat ini telah beralih mata pencaharian dan berusaha mengembangkan potensi kawasan di luar sektor pertanian, dimana KTH Wangun Jaya merupakan kelompok yang sedang menginisiasi budidaya ikan lele di desa Pasir Buncir dan KTH LBC Lestari dengan kegiatan pengembangan wisatanya di Blok Lebak Ciherang Desa Cileungsi. Tujuan FGD adalah dalam rangka memfasilitasi arah pengembangan potensi kelompok yang nantinya akan didukung melalui kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan akan dijadikan percontohan (model) bagi kelompok lainnya, seperti yang disampaikan Laksmini, konsultan ITTO dari Tim Natural Resource Development Centre (NRDC). Selain menggali potensi yang dapat dikembangkan dalam masyarakat di daerah penyangga taman nasional, juga menggali berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat. Dalam FGD tersebut, semakin memperjelas bahwa kelompok binaan TNGGP diarahkan untuk memiliki usaha perekonomian lain yang tidak memerlukan lahan yang luas baik itu untuk jangka panjang, menengah dan pendek. Seperti halnya, KTH Wangun Jaya yang merupakan kelompok pemohon perpanjangan akses pemungutan HHBK di Zona Tradisional Resort PTN Bodogol Seksi PTN Wilayah V Bodogol, telah melaksanakan kerjasama dalam kegiatan HHBK dari tahun 2016 hingga 2019. Saat ini kelompok memulai aktivitas pada kegiatan budidaya lele sebagai sumber pendapatan untuk jangka menengah, dimana lele dapat dipanen empat kali dalam setahun. Sedangkan KTH LBC Lestari saat ini melaksanakan kegiatan pengembangan wisata alam di blok LBC, dengan harapan goalnya adalah terbitnya IUPJWA dengan jenis usaha penjualan makanan dan minuman serta souvenir wisata di sekitar LBC. KTH LBC Lestari menyadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut memerlukan proses yang cukup panjang, maka dalam usaha jangka pendek dan atau menengah nya, kelompok memulai kegiatan budidaya lebah madu Trigoona sp. yang diharapkan dapat juga menjadi salah satu daya tarik wisata. FGD berjalan sangat menarik dan cair, diskusi atau wawancara terhadap kelompok dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan sehingga memudahkan dalam pemetaan potensi, kendala dan upaya tindak lanjut. Dari hasil pemetaan tersebut, akan dijadikan referensi dalam FGD lanjutan yang akan lebih mengarah pada peningkatan kapasitas yang implementatif sesuai dengan kebutuhan dari kelompok. Selain menggali potensi, permasalahan/kendala yang dihadapi dan harapan, hal yang digali juga yaitu pemetaan mitra atau stakeholder yang dapat dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan kelompok sesuai dengan kepentingannya. Mari kita tunggu aksi selanjutnya. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Ratih Mayangsari, S.Hut dan Andie Martien Kurnia, S.P.
Baca Berita

BBTNKS Gelar Sosialisasi, Penyuluhan dan Penyadartahuan Bidang Kehutanan

Rejang Lebong, 19 September 2019. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasinal Wilayah II gelar di Beta Agrowisata Desa Karang Jaya Kec. Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Inilah bentuk aktualisasi program Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, khususnya menjadikan masyarakat sekitar kawasan hutan TNKS sebagai subyek pengelolaan. Masyarakat sekitar kawasan TNKS serta kelompok masyarakat pengusul Izin Pemanfaatan Air dari Kawasan TNKS dan Pemerintah Desa Karang Jaya turut hadir menjadi bagian kegiatan. Masyarakat Desa Karang Jaya yang telah mendapatkan Izin Pemanfaatan Air (IPA) langsung merasakan manfaat dan fungsi hutan TNKS dan harapannya dapat menjadi pendukung/mitra TNKS dalam menjaga kelestarian kawasan TNKS. Pemerintah Desa juga sepakat berkomitmen membantu BBTNKS dalam upaya perlindungan dan pengamanan serta pemulihan ekosistem kawasan TNKS guna mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan TNKS yang lestari dan taat terhadap aturan perundang – undangan. Perwujudan komitmen ini dimulai dengan melakukan upaya pendataan secara komprehensif dan terpadu antara Pemerintah Desa Karang Jaya dan BBTNKS terhadap masyarakat yang selama ini berakses di kawasan TNKS, selanjutnya akan dirumuskan bentuk Kemitraan konservasi untuk mewujudkan pengelolaan kawasan TNKS yang menghasilkan hutan lestari masyarakat sejahtera. Program kemitraan konservasi akan diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat berupa perlindungan pengamanan hutan kolaboratif dan pemulihan ekosistem kawasan TNKS. Kegiatan ini juga didukung oleh pihak Kepolisian setempat sesuai dengan dialog Kepala Polsek Curup Kota bahwa dalam upaya pengelolaan kawasan hutan terdapat aturan – aturan berlaku yang perlu menjadi perhatian bersama agar upaya pemanfaatan yang dilakukan masyarakat dapat memberikan hasil kesejahteraan masyararakat dan kelestarian kawasan hutan yang terjaga. Selesai acara dialog dilanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon bersama di lokasi acara yang dilakukan oleh Kepala Polsek Curup Kota, Kepala Resort TNKS Rejang Lebong, Kepala Desa Karang Jaya dan Perwakilan Masyarakat Desa Karang Jaya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat - Zainuddin, Kabid Wilayah III BBTNKS - Humas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Penataan Blok Taman Wisata TWA/TWL Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil

Singkil, 19 September 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Publik Review Penataan Blok Taman Wisata TWA/TWL Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil bertempat di Operasional Room Kantor Bupati Aceh Singkil pada tanggal 19 September 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dan diawali oleh sambutan Kepala Balai KSDA Aceh Sapto Aji Prabowo yang dilanjutkan pemaparan hasil review oleh Staf Balai KSDA Aceh Dino Budi Satria. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan modal usaha kepada Kelompok Binaan BKSDA Aceh BUMDES POKDARWIS Desa Teluk Nibung Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Konsultasi publik ini dihadiri oleh para kepala SKPK Aceh Singkil, Camat Pulau Banyak dan Camat Pulau Banyak Barat, para Kepala Desa Lingkup Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, Pejabat struktural Balai KSDA Aceh, perwakilan BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh, dan perwakilan KPH Wilayah VI Dinas LHK Aceh. Hasil konsultasi publik ini digunakan sebagai dasar untuk pengesahan dokumen Review Penataan Blok TWA Kepulauan Banyak oleh Dirjen KSDAE. Kegiatan ini merupakan evaluasi terhadap zona atau blok pengelolaan KSA dan KPA yang bertujuan untuk menilai perkembangan penerapan kriteria dan kegiatan zona atau blok pengelolaan KSA/KPA maupun membandingkan perkembangan dari realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap penerapa kriteria dan kegiatan sebagai dasar pengambil keputusan tindakan yang diperlukan dalam penerapan kriteria dan kegiatan pada zona atau blok pengelolaan KSA/KPA sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderak Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor : P.14/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016 tentang Petunjuk Teknis Evaluasi Zoa Pengelolaan atau Blok Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Pengelolaan KSA dan KPA merupakan upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk mengelola kawasan melalui beberapa tahapan kegiatan, dimana salah satu dari tahapan tersebut yaitu penataan kawasan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Nomor : P.76/Menlhk-Setjen/2015 tentang Kriteria Zona Pengelolaan Taman Nasional dan Blok Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam disebutkan bahwa penataan kawasan dalam KSA dan KPA dilakukan dengan membagi kawasan ke dalam zona pengelolaan atau blok pengelolaan sesuai dengan hasil inventarisasi potensi kawasan serta mempertimbangkan prioritas pengelolaan kawasan. Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, 20 September 2019 Penanggung Jawab Berita : Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh - Sapto Aji Prabowo, S.Hut. M.Si (08125006527) Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam - Hadi Sofyan, S.Si., M.Sc. (085327899281)
Baca Berita

Kebakaran Hutan di kawasan TNDS dan Upaya Penanggulangannya oleh Balai Besar TaNa Bentarum

Putussibau, 19 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan saat ini melanda Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera yang menyebabkan kerugian yang besar bagi bangsa ini, baik dari sisi kehilangan tutupan lahan, hilangnya flora dan fauna, kerugian ekonomi, juga menurunnya kualitas udara yang berdampak bagi kesehatan masyarakat serta mengganggu hubungan dengan negara tetangga. Kebakaran hutan juga melanda kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang terletak di Kab Kapuas Hulu Kalbar, terhitung dari 1 Januari s/d 18 September 2019 mencapai 138,16 hektar yang menyebar di 11 titik kebakaran. Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan TNDS diawali pada awal bulan Juli 2019 s/d sekarang ini. Berdasarkan data pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Manggala Agni Brigdalkarhut Daops Semitau Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), kebakaran hutan yang paling besar terjadi di kawasan TNDS pada bulan Juli 2019, dimana luasan kebakaran mencapai 74,33 ha dari 4 (empat) lokasi yang terbakar. Kebakaran hutan di TNDS terjadi pada musim kemarau dimana air danau surut serta terjadi pada daerah-daerah atau lokasi-lokasi bekas kebakaran lama. Hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab utama kebakaran di TNDS namun diperkirakan adanya aktifitas masyarakat yang melakukan pemanenan ikan dan juga faktor alam. Selain itu TNDS dikenal juga sebagai areal yang bergambut dan serasah yang tinggi hal tersebut berdampak mudahnya api menjalar dan tak terkendali, diperkuat dengan faktor cuaca yang panas cukup ekstrim yang dikenal dengan Elnino. Kondisi kebakaran tahun ini lebih tinggi dari tahun 3 tahun sebelumnya yakni 2016 (luas 14,5 hektar), 2017 (luas 103,68) dan 2018 (luas 68,83 hektar) namun lebih rendah dari tahun 2015 seluas 164,32 ha. Berbagai upaya pengendalian kebakaran hutan terus dilakukan oleh BBTNBKDS melalui Manggala Agni Brigdalkarhut Daops Semitau. Upaya-upaya yang sudah dilakukan sampai dengan saat ini yaitu (1) memaksimalkan potensi Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa-desa seperti Desa Madang Permai, Desa Pulau Majang, Desa Vega, Desa Sepandan, Desa Manua Sadap, Desa Bungan Jaya, 2) membentuk posko siaga di daerah rawan kebakaran seperti Desa Sepandan, Desa Laut Tawang, Desa Vega dan Bukit Tekenang, 3) meningkatkan patroli pencegahan kebakaran dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP Kecamatan dan Desa, termasuk di tingkat Kabupaten Kapuas Hulu, 4) Peningkatan penyadartahuan kepada masyarakat melalui sosialisasi ke rumah-rumah; (5) peningkatan kesiapsiagaan setiap harinya agar mesin dan peralatan dapat digunakan semaksimal mungkin ketika digunakan. Selain itu upaya lain dilakukan oleh Manggala Agni Brigdalkarhut Daops Semitau TNBKDS yaitu mensosialisasikan Pembukaan Lahan Tanpa Balar (PLTB) melalui Cuka Kayu khusus untuk masyarakat di luar kawasan serta melakukan pengembangan inovasi melalui Pengolahan Limbah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin. Pada kondisi sekarang ini agar proses pemadaman lebih cepat dan deteksi dini lebih optimal, personil Manggala Agni tersebar di 3 lokasi kebakaran hutan di kawasan TNDS yaitu di Desa Laut Tawang, Desa Madang Permai dan Desa Sepandan. Namun upaya ini tidak akan berarti apa-apa apabila seluruh masyarakat dan elemen lainnya memiliki kesadaran untuk tidak membakar atau membuat perapian di TNDS, marilah kita bersama-sama bahumembahu untuk menghentikan segala bentuk pembakaran hutan dan lahan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Garrulax mitratus | Spectacled Laughingthrush (Poksay Genting) Penghuni Hutan Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 20 September 2019. Burung poksay dengan warna abu-abu dan memiliki kepala berwarna cokelat menyerupai topi dengan lingkar mata berwarna putih. Penyebarannya meliputi Semenanjung Malaysia dan Sumatera. Sering terlihat mencari makan pada pohon-pohon pendek dalam kelompok yang ribut di pagi hari. Sebelumnya termasuk jenis yang sama dengan yang ditemui di kalimantan ( Garrulax treacheri | Chesnut-hooded Laughingthrush). Tapi sekarang dianggap spesies terpisah didasarkan pada beberapa morfologi tubuh dan perbedaan suara. Status burung Poksai Genting ini sendiri masuk ke dalam status "hampir terancam" (Near Threatened) menurut IUCN. Burung ini cukup sering ditemui di pinggiran hutan Taman Nasional Batang Gadis terutama di wilayah dataran tinggi. Karena habitat burung ini umumnya berada pada ketinggian 500 - 3200 mdpl. Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan burung "eko-eko". Sumber: Balai Taman Nasiona Batang Gadis
Baca Berita

Kolaborasi Membangun KEE Jaring Halus

Stabat, 19 September 2019. Bertempat di Stabat Seafood, telah dilaksanakan Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial Jaring Halus (KEE-JH) Periode 2020-2024 (16/9). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat penyusunan rencana aksi yang sudah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 29 Agustus 2019 di Hotel Saka, Medan. Dokumen Rencana Aksi KEE-JH ini merupakan dokumen penting yang diharapkan menjadi pedoman dalam pengelolaan tahun 2014-2019. KEE Jaring Halus berupa ekosismtem hutan bakau yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat setempat. Jaring Halus adalah salah satu desa penyangga Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut (SMKGLTL) yang memiliki potensi keanekaragaman hayati, mempunyai fungsi sosial, dan budaya yang perlu dan mendesak untuk dilestarikan dan tentunya dikembangkan. Acara di hadiri oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr.Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For, Pemerintah Kabupaten Langkat yang diwakili oleh Asisten Bupati Administrasi Tata Pemerintahan, Drs. Abdul Karim, MAT, Jajaran Dinas Kabupaten Langkat terkait, Direktorat Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial, Camat Secanggang, Aparat Desa Jaring Halus, Tokoh Adat Jaring Halus, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia, Fondasi Hidup, LKIM, dan Masyarakat Desa Jaring Halus yang diwakili oleh Ikatan Pemuda Jaring Halus (Ipanjar). Konsultasi Publik diawali oleh sambutan dari Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang wakili oleh Kasubdit Lahan Basah dan Taman Kehati, Ir. Kholid Indarto. “Kawasan Ekosistem Esensial Jaring Halus merupakan kawasan yang sangat berpotensi untuk di kembangkan, yang paling penting dalam menyusun rencana aksi adalah kondisi seperti apa yang kita harapkan untuk Jaring Halus pada tanggal 31 Desember 2024” ujar Kholid Indarto. Selanjutnya, acara dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi. “ Tugas BBKSDA disini adalah sebagai fasilitator antara Pemerintah Kabupaten Langkat, NGO, dan masyarakat Desa Jaring Halus, kita sama-sama berharap jika semua stakeholder terkait dapat membantu menyumbangkan tenaga, pikiran, dan anggaran untuk kemajuan Jaring Halus” ujarnya. Pemaparan materi dari Narasumber Usai dibuka acara dilanjutkan oleh pemaparan materi yang disampaikan oleh (2) dua orang narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Herbert Aritonang, S.Sos.,M.Hum selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat yang menyampaikan tentang kondisi umum terkini Jaring Halus, kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh BBKSDA Sumatera Utara, permasalahan di Jaring Halus dan strategi rencana aksi pengelolaan kawasan. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Wayan dari Direktorat BPEE, beliau menyampaikan tentang implementasi kawasan ekosistem esensial yang ada di Indonesia sehingga dapat dijadikan gambaran untuk pengembangan kawasan ekosistem esensial mangrove yang ada di Jaring Halus. Proses fasilitasi yang melibatkan para pihak untuk mengembangkan KEE Jaring Halus Fasilitasi penyusunan rencana aksi dipimpin oleh Fitri Noor Ch, S.Hut, M.P (PEH Muda di BBKSDA Sumatera Utara). Para pihak diminta untuk menuliskan apa saja yang ingin dilakukan serta harapan untuk Jaring Halus. Dari pertemuan ini, telah disepakati bersama sepuluh poin strategi rencana aksi pengelolaan KEE-JH diantaranya yaitu (1) Strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, (2) Strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat, (3) Strategi kolaborasi pengelolaan keanekaragaman hayati, (4) Strategi penataan ruang Desa Jaring Halus, (5) Strategi pengelolaan sampah terpadu, (6) Strategi penyediaan transportasi, (7) Strategi peningkatan peran serta aktif dari masyarakat dan para pihak dalam pengelolaan KEE Jaring Halus, (8) Strategi sosialisasi dan publikasi potensi KEE Jaring Halus, (9) Strategi dukungan kebijakan yang mengakomodir pengelolaan KEE Jaring Halus, dan (10) Strategi penyadartahuan masyarakat Acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh para pihak yang hadir kemudian ditutup oleh Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Sumatera Utara, Mustafa Imran Lubis, S.P. Harapannya kedepan setelah tersusunnya Rencana Aksi ini, semoga Kawasan Ekosistem Esensial Jaring Halus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, secara ekologi, ekonomi, dan social. Sumber : Aini - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Ajak Sekda Prov Sulteng Koordinasi Bersama Bahas Karhutla

Palu, 18 September 2019. Pembicaraan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi topik utama pertemuan Kepala Balai KSDA Sulawsi Tengah (Ir. H. Hasmuni Hasmar, M.Si) dengan Sekertaris Daerah Prov. Sulawesi Tengah (Dr. Hidayat Lamakarate,M.Si) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah kemarin (18/9). Pertemuan ini sekaligus sebagai bagian koordinasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sulawesi Tengah serta terciptanya komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Daerah setempat demi kelancaran pengelolaan daerah Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya dan kawasan konservasi pada khususnya. Koordinasi bersama Pemda juga harus dilakukan secara bersama-sama antara instansi terkait juga masyarakat. Selain itu Kepala Balai juga melaporkan tentang rencana pembuatan master plan pemberdayaan masyarakat, serta koordinasi tentang pengesahan dokumen desa penyangga kawasan konservasi di Balai KSDA Sulawesi Tengah. Sumber: Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Melaksankan Monev Kelompok Ekonomi Desa Penyangga

Air Hitam Bagan Limau, 19 September 2019. Selasa-Rabu, 17-18 September 2019 – Guna mensukseskan program pemberdayaan masyarakat desa penyangga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), petugas Balai TN Tesso Nilo dan Resort Air Hitam Bagan Limau Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) melaksanakan kegiatan monev (monitoring dan evaluasi) kelompok ekonomi desa penyangga di Dusun 5 Pondok Kompeh Desa Lubuk Batu Tinggal, Kec. Lubuk Batu Jaya Kab. Indragiri Hulu (INHU). Kegiatan monev ini, diisi dengan berdiskusi terbuka bersama masyarakat pondok kompeh yang berjumlah lebih kurang 50 orang. Kegiatan dihadiri juga oleh Camat Lubuk Batu Jaya Bapak Triyatno Surgiwo, SIP, Pj Kades Lubuk Batu Tinggal (LBT) Bapak Suyono beserta jajaran dan perangkat Dusun, RT/RW. Berdasarkan dari keterangan Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau Bapak Ahmad Gunawan, S.Hut, diskusi ini mendapat sambutan baik oleh masyarakat maupun perangkat pemda dan desa dengan didapatkan kesepakatan bersama bahwa Pemda INHU, Pemdes, dan masyarakat siap mendukung segala bentuk program dari Balai TN Tesso Nilo seperti Program PE (Pemulihan Ekosistem), Pencegahan Karhutla, Pemberdayaan Ekonomi dan Mempertahankan hutan alam TN Tesso Nilo. Usai berdiskusi panjang, seluruh peserta yang hadir melanjutkan kegiatan dengan melakukan penanaman bibit pohon bersama-sama. Selanjutnya tim bersama pemda dan pemdes meninjau lokasi pembibitan kelompok Mitra Sejahtera, dari peninjauan tersebut diketahui bahwa bibit yang sudah jadi berjumlah 1.500 batang diantaranya terdiri dari jenis jengkol, melinjo dan Kabau. Pertumbuhan dari bibit yang ada saat ini juga sangat baik dan subur. Pada hari kedua, Rabu tanggal 18 September 2019 Kepala Balai TN Tesso Nilo Ir. Halasan Tulus juga melakukan kunjungan ke Dusun 5 Pondok Kompeh Desa LBT didampingi oleh Karesort AHBL, Kaur Program, Anggaran dan Kerjasama serta 3 orang personil SPTN I LKB. Dalam kunjungan ini Kabalai berkesempatan berdialog dengan para perangkat dusun dan masyarakat tentang kondisi sosial masyarakat, keinginan terhadap pengelolaan Balai TN Tesso Nilo dan bentuk - bentuk kerjasama yang dapat dikerjakan. Setelah pertemuan, Kabalai juga mengunjungi lokasi pembibitan kelompok Mitra Sejahtera. Dilokasi pembibitan ini Kabalai memberikan arahan penting kepada kelompok agar memaksimalkan dan memanfaatkan bantuan modal usaha yang sudah diberikan oleh Balai TN Tesso Nilo. Dari lokasi pembibitan Kabalai melakukan pengecekan kedalam kawasan tepatnya wilayah Bukit Apolo. Kabalai ingin memastikan secara langsung terkait kondisi Bukit Apolo dan bentuk kegiatan/aktivitas masyarakat di wilayah tersebut Kepala Balai TN Tesso Nilo Ir. Halasan Tulus mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan dan mengatakan,”Pendekatan langsung terhadap masyarakat seperti ini memang tengah kita gencarkan untuk rutin dilaksanakan oleh petugas dan tim, dengan cara ini kita berharap baik masyarakat maupun pemda dan pemdes dapat membantu kita bersama-sama untuk mengelola dan menjaga kawasan TN Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo juga mengapresiasi masyarakat Pondok Kompeh beserta Pemdes LBT yang telah sukarela membantu pihak BTNTN dalam mengamankan kawasan, terutama pencegahan Karhutla”, ungkap Kepala Balai. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Demi Menjaga Kualitas, TN. Aketajawe Lolobata Lakukan Latihan Menembak Bagi Polhut

Sofifi, 17 September 2019. Guna menjaga kualitas dan meningkatan kapasitas personilnya dilapangan, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menyelenggarakan “Peningkatan Kapasitas Polisi Kehutanan". Kegiatan tersebut terdiri dari psikotes dan latihan menembak. Selain Polisi Kehutanan, beberapa pejabat fungsional lainnya pun turut mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan di Sofifi, yaitu di Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dan markas Kompi Senapan D TNI Angkatan Darat. Jumla peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 peserta. Psikotes dilaksanakan pada hari pertama (16/9) di kantor Balai TNAL oleh POLDA Maluku Utara. Psikotes ini dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan ijin penggunaan dan memegang senjata api bagi Polisi Kehutanan. Beberapa hal yang dinilai dalam psikotes ini antara lain kecepatan pengambilan keputusan, kecerdasan, dan kepribadian atau emosi para peserta. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta terlihat sangat antusias dan percaya diri. Pada hari kedua (17/9), kegiatan dilanjutkan dengan latihan menembak di Kompi Senapan D, Sofifi. Sesuai prosedur yang telah ditetapkan, para peserta diberikan materi terlebih dahulu terkait senjata api yang akan digunakan. Selanjutnya para peserta dibagi dalam 8 group dan menunggu giliran untuk menembak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan menembak ini juga diperlombakan. Tidak sedikit peserta yang nilainya diatas rata-rata. Setelah melesatkan sebanyak 10 butir peluru, penilaianpun segera dilakukan. Hasil dari latihan menembak tersebut adalah penembak terbaik pertama diraih oleh Roland B. Hadi (Polhut), terbaik kedua diraih oleh Nur Indah Apriliani (Calon Polhut) dan terbaik ketiga diraih oleh Jarot Triatmoko (Penyuluh Kehutanan). Sebagai bentuk apresiasi, Tutut Heri Wibowo selaku Kepala Balai TNAL memberikan tambahan hadiah bagi para juara dan menyampaikan harapannya agar para peserta lebih giat lagi dalam meningkat kemampuannya. "Alhamdulillah kegiatan telah selesai dilaksanakan dengan baik. Bagi para juara akan saya beri apresiasi dengan tambahan hadiah”, kata Heri, panggilan Kepala Balai. “Tahun depan akan kami upayakan agar kegiatan ini dapat kembali diselenggarakan. Untuk itu, bagi setiap peserta yang terlibat hari ini harus lebih meningkatkan skillnya dan tentunya saya berharap ada juara baru di tahun depan" tutur Heri. Rangkaian acara peningkatan kapasitas polisi kehutanan akhirnya resmi ditutup dan ditandai dengan proses foto bersama peserta dengan para pelatih. Sumber : Aris Rafli - PEH Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kembali, Pengiriman Ratusan Burung Digagalkan di Tanjung Perak

Surabaya, 19 September 2019. Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jatim Tanjung Perak kembali berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis burung asal Papua, 19 September 2019. Penyergapan tersebut dilakukan pada Pukul 02.15 WIB dini hari tadi. Setidaknya 140 burung dari berbagai jenis telah disita dalam kegiatan penyergapan semalam tersebut. Yakni, Burung Jagal Papua, Cica Papua, Nuri Tanimbar, Koakio, dan beberapa tanduk rusa. “Seluruh satwa tersebut dikirim menggunakan kapal cargo KM. Senja Persada asal dari Pelabuhan Kaimana,” ujar Doki Djati, Kepala Resort Konservasi Wilayah 07 Surabaya. Bersama barang bukti, turut diamankan juga 4 anak buah kapal KM. Senja Persada. Saat ini keempat ABK tersebut dalam pemeriksaan penyidik Ditpolair Tanjung Perak. Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Penanaman Pakan Burung Maleo di SM Bakiriang

Palu, 17 September 2019. Kegiatan siaga seremoni penanaman pohon kemiri di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bakiriang telah dilaksanakan Balai KSDA Sulawesi Tengah dalam rangka peringatan Hari Perlindungan Ozon sedunia. Penanaman ini juga bekerja sama dengan PT. Donggi Senoro LNG yang merupakan salah satu mitra Balai KSDA Sulawesi Tengah yang dihadiri oleh Camat Batui Selatan, KPH Toili Baturube, Kasubsektor Batui Selatan, Koramil Batui, Desa Sinorang serta Manajemen PT. Donggi Senoro LNG. Pohon kemiri yang ditanam di kawasan SM Bakiriang sejumlah ±500 pohon, dimaksudkan agar bisa menambah tanaman pakan burung maleo yang merupakan satwa endemik sulawesi. Selain itu juga diharapkan bisa menjadi “pembersih” udara dari partikel-partikel yang mencemari udara dan juga sebagai penyediaan oksigen bagi dunia. Harapannya kegiatan seperti ini rutin dilakukan demi menjaga kualitas lingkungan hidup kedepannya. Sumber: Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

BBKSDA Sumut Luncurkan Survey Okupansi Harimau

Medan, 18 September 2019. Balai Besar KSDA Sumut bekerjasama dengan Proyek Sumatran Tiger – Leuser (GEF-UNDP) meluncurkan survey okupansi harimau, 18 September 2019, di Kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara- Meda. Survey kali ini dilaksanakan di 2 kawasan konservasi yaitu SM Siranggas (Kabupaten Pakpak Barat) untuk 4 grid dan SM Dolok Surungan (Kabupaten Tobasa, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu Utara) untuk 6 grid. 1 grid adalah 17 km X 17 km, angka ini didasarkan pada homerange harimau sumatera dewasa yang diketahui, yaitu homerange di lansekap Leuser. Survey ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi terbaru khususnya tentang harimau sumatera, terkait populasi, sebaran dan habitat. Selain itu survey ini juga akan mencatat satwa liar lainnya yang ditemukan di lokasi survey. “ Survey okupansi harimau ini penting dilaksanakan untuk mendapatkan data terbaru, angka yang mendekati kenyataan di alam dan sebarannya. Sehingga kita dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berbatasan dengan hutan intensif untuk meminimalisir terjadinya konflik manusia dengan harimau sumatera” ujar Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Dr.Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. Survey di 2 lokasi belum dianggap cukup bila dibandingkan dengan luas wilayah kerja BBKSDA Sumut. Namun demikian beberapa mitra seperti PT. Toba Pulp Lestari (TPL) berkomitmen mendukung survey okupansi harimau berikutnya, selain itu juga Konsursium Barumun. NSHE (North Sumatera Hydro Energy) diharapkan juga akan memberikan dukungan terkait survey ini. Pada peluncuran survey okupansi harimau di Sumut, hadir juga salah satu ahli harimau yaitu Hariyo T Wibisono, dari Yayasan Sintas Indonesia. “Sulit untuk mengetahui jumlah pasti populasi harimau sumatera. Karena satwa ini sulit untuk dijumpai atau dihitung langsung. Metode yang digunakan adalah metode jejak yang ditinggalkan harimau yaitu Patch Occupancy Metode atau studi untuk mengetahui proporsi penggunaan wilayah suatu kawasan oleh harimau” menurut Hariyo. BBKSDA Sumut berharap bahwa survey okupansi harimau ini dapat berjalan lancer sesuai dengan rencana yang ditentukan. Hasil survey ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan strategi konservasi harimau sumatera di Sumatera Utara. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Perangi Sampah Plastik Mulai dari Kesadaran Diri Sendiri.

Gilimanuk, 17 September 2019. Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China (sumber: liputan6.com 15/7/2019). Bahkan untuk kawasan TN Bali Barat dari data rekapitulasi Balai TNBB, sampai bulan Agustus 2019 tercatat lebih dari 61.000 kg sampah yg diangkut terdiri sampah dari kunjungan wisata mencapai 10.000 kg, sampah kiriman laut 45.000 kg dan sisanya sampah yg diangkut dari kegiatan aksi bersih2 di kawasan. Pernah terbayang bagaimana sampah yang terbuang sampai ke laut atau berserakan di hutan? Sampah terbawa atau terbuang sampai ke laut salah satunya karena tidak terkelola dengan baik di daratan. Besarnya volume sampah berasal dari aktivitas kita semua. Banyak hal sederhana yang kita lakukan ternyata menyumbang dampak terhadap lingkungan lho. Kepala Balai TN Bali Barat, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si selalu mengingatkan untk melakukan kegiatan perubahan yg nyata, kita ubah kebiasaan kita, kurangi penggunaan kemasan produk sekali pakai agar bisa mengurangi produksi sampah harian kita. Mari belajar cintai lingkungan, berperilaku bijak dalam bertindak, dan hindari aktivitas-aktivitas yang bisa memberi dampak buruk bagi lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan produk dengan bahan plastik. Kelihatannya sederhana kan ? Yuk mulai dari diri sendiri sekarang ! Salam konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat #balibarat #uselessplastic #saveindonesianocean #indonesiabebassampah

Menampilkan 4.881–4.896 dari 11.140 publikasi