Kamis, 30 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pembinaan Habitat Satwa dengan Penyediaan Air Minum di Musim Kemarau

Prapat agung, 23 September 2019. Semeton konservasi! Bila kemarau panjang datang, selain rawan kebakaran Hutan, pemandangan lain di TNBB adalah minimnya air, khususnya di semenanjung prapat agung. Pada saat ini, satwa2 menghadapi dehidrasi yg luar biasa dan perlu perjuangan untk bertahan hidup. Salah satu upaya pembinaan habitat satwa liar yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bali Barat adalah penyediaan sumber air bersih, upaya pipanisasi dengan pengisian bak-bak satwa/ penampungan air masih terkendala anggaran,. Sehingga pada saat kemarau, intensitas pengisian air pada Bak satwa ditingkatkan dengan pengiriman air melalui Mobil tangki dari kantor TNBB. Beberapa lokasi di kawasan TN Bali Barat jauh dari sumber air, sehingga satwa-satwa yang hidup di lokasi tersebut hanya bisa mengandalkan suplai air dari petugas TNBB antara lain di Blok Hutan Lampu Merah, Kubangan Prapat Agung, dan di Pulau Menjangan. Namun begitu, bukan berarti diperbolehkan memberi makan atau minuman oleh pengunjung terhadap satwa-satwa yang ada. Pemberian air oleh petugas sudah disesuaikan dengan SOP dan aturan yang ada dengan mengisi Bak satwa, sedangkan pemberian makan atau minuman oleh pengunjung dapat memberikan dampak negatif terhadap hidupan liar seperti membuat perubahan perilaku satwa, mengubah cara alami proses pencernaan satwa, menyebabkan satwa sakit/cidera, dan penyebaran penyakit zoonosis. Balai TNBB juga mengajak berbagai pihak untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan suplai air di lokasi yang membutuhkan atau dengan kerjasama penguatan fungsi khususnya untk penyediaan air di Bak satwa. Silahkan berkoordinasi dengan kami apabila ada pihak yang ingin berpartisipasi. Mari bersama-sama kita peduli terhadap hidupan liar di kawasan konservasi! Pahami aturan-aturan yang ada, dan jagalah kelestarian habitatnya. Salam konservasi! Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Lagi, Balai KSDA Yogyakarta Terima Penyerahan Satwa dari Masyarakat

Yogyakarta 21 September 2019, Balai KSDA Yogyakarta kembali menerima penyerahan satwa liar dari masyarakat hari Jum’at (20/9/19). Satwa diserahkan oleh pemiliknya Setyo Hartono, SE, warga Ngemplak, Sleman. Dilatarbelakangi ketidaktahuan cara pemanfaatan satwa liar dilindungi sesuai peraturan yang berlaku, selama ini satwa liar tersebut dipelihara sebagai bagian dari keluarganya. Setelah mendapat informasi dari salah satu anggota Polda DIY, pemilik satwa selanjutnya dengan penuh kesadaran dan kerelaan menyerahkan satwa liar dilindungi tersebut ke Polda DIY. Pihak Polda DIY selanjutnya memberi arahan agar satwa diserahkan ke Balai KSDA Yogyakarta. Adanya hubungan yang baik antara Polda DIY dengan Balai KSDA Yogyakarta, sehingga pada saat penyerahan satwa turut didampingi oleh anggota Ditreskrimsus Polda DIY. Satwa yang diserahkan meliputi : 1 (satu) ekor Elang Bondol (Haliastur indus); 1 (satu) ekor Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius lorry); dan 3 (tiga) ekor Landak Jawa (Hystrix javanica). Satwa tersebut diserahkan langsung oleh pemiliknya kepada Balai KSDA Yogyakarta yang diterima langsung oleh Kepala Balai KSDA Yogyakarta. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyambut positif penyerahan satwa dari masyarakat ini. “Kami mengucapkan terimakasih atas kesadaran dan kerelaannya bersedia menyerahkan satwa liar dilindungi ini. Kami juga akan mendorong agar sosialisasi terkait peredaran dan pemanfaatan TSL di wilayah DIY dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mengerti dan memahami peraturan perundangan terkait pemanfaatan TSL ini. Karena menyayangi dan peduli satwa bukan berarti dilakukan dengan memeliharanya. Membiarkan satwa bebeas di alam tidak diganggu dan tidak diburu juga termasuk wujud kepedulian kita terhadap kelestarian satwa liar.” tuturnya. Rencana selanjutnya Nuri Merah Kepala Hitam dan Elang Bondol dititpkan ke LK Gembira Loka Zoo, sementara Landak Jawa akan dibawa ke Stasiun Flora Fauna Bunder untuk penanganan selanjutnya. Sumber : Dyahning R (PEH Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Koordinasi dengan OPD Pemkab. Mandailing Natal

Mandailing Natal, 24 September 2019. Koordinasi Balai TNBG ke kantor Sekda Kab. Mandailing Natal, kantor Bappeda, dan kantor Dinas Lingkungan Hidup. Kepala Balai TNBG dan tim koordinasi disambut baik oleh Sekda Kab.Mandailing Nata, Kepala Bappeda dan Kadis DLH Mandailing Natal. Rangkaian kegiatan koordinasi ini membahas beberapa hal yaitu Rencana kegiatan Festival Desa Penyangga yang akan di selenggarakan di akhir bulan oktober . Balai TNBG mengundang Bupati Madina, Sekda Madina dan Kadis Lingkungan Hidup untuk hadir dan ikut serta berpartisipasi dalam acara Festival Desa Penyangga yang akan dilaksanakan oleh Balai TNBG. Dalam Kun jungan koordinasi ini juga berdiskusi tentang upaya-upaya pencegahan konflik satwa dan manusia melalui pembentukan POKJA penanganan konflik bersama instansi terkait dan masyarakat, dan sehingga akan mempunyai SDM yang terlatih dan memiliki payung hukum nya (SK). Terkait dengan potensi yang ada di TN Batang Gadis Kepala Bappeda Bapak Abu Hanifah menyarankan TNBG membuat miniatur potensi-potensi TNBG sebagai bahan awal dalam pembangunan sarpras yg lebih besar, dan diupayakan Balai TNBG dapat membentuk taruna pemuda TNBG dan membuat acara-acara sperti longmarch yg dapat menggerakkan semangat melestarikan TNBG dan untuk festival desa penyangga selain menampilkan produk, disarankan membuat koleksi literasi yg berkaitan tentag kehutanan. Dinas lingkungan hidup akan berupaya membantu TNBG dalam hal mengembangkan flora dan fauna identitas, dan jika blm ada PerGub nya maka akan dilakukan kajian bersama. Pemerintah Kab. Mandailing Natal sangat mendukung berbagai program Balai TNBG untuk kelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan TNBG. Koordinasi ini bentuk Kolaborasi pengelolaan kawasan taman nasional sehingga akan menjadi lebih baik, dan masyarakat sekitar penyangga dapat merasakan dampak positif tentang keberadaan Balai Taman Nasional Batang Gadis. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Clean Up di Pulau Menjangan, Peringati World Clean Up Day

Pulau Menjangan, 21 September 2019. Memperingati World Clean Up Day yang jatuh pada hari ini dengan tema zero waste for suksma Bali, Diinisiasi oleh CMI (Clean Up Menjangan Island) berjumlah 62 orang bersama petugas Resort Pulau Menjangan, SPTN Wilayah IIII Labuan Lalang, Balai TNBB, melaksanakan aksi bersih/ clean up di Pulau Menjangan baik di wilayah darat maupun di wilayah perairan. Sebanyak 482 Kg sampah plastik berhasil diambil pada kegiatan clean up ini. Kegiatan clean up juga mengikutsertakan para wisatawan yang sedang berkunjung di Pulau Menjangan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kampanye less plastic. Sebagai informasi tambahan, Pulau Menjangan merupakan destinasi wisata favorit pengunjung mancanegara yang datang ke TN Bali Barat. Wisatawan yang datang dihimbau untuk menjaga kebersihan kawasan serta membawa kembali sampah mereka keluar kawasan. Salam Lestari! Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Seekor Tapir (Tapirus indicus) Berhasil dievakuasi

Pekanbaru, 20 September 2019, Tim Resort Bukit Batu mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Sepahat (H. Khairul) tentang adanya satwa dilindung Tapir (Tapirus indicus) yang tekena jerat. Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau diturunkan saat itu juga. Bersama anggota Resort Bukit Batu, anggota TPHL, seorang anggota Manggala Agni Daop Siak, Damkar Kec. Bandar Laksamana, Dokter Hewan Puskeswan Desa Tenggayun serta aparat dan beberapa masyarakat Desa Sepahat bersama sama menuju perkebunan sawit yang telah bersemak di Desa Sepahat, Kec. Bandar Laksamana, Kab. Bengkalis. Sebelum Tim diturunkan, Tim Resort Bukit Batu, Bidang Wil. 2 bersama seorang anggota Manggala Agni Daop Siak telah meninjau lokasi untuk melakukan observasi dan memberikan pertolongan pertama dengan memberi makan dan minum satwa yang terjerat tersebut sekaligus mengamankan lokasi. Setelah tim gabungan turun, segera dilakukan pengobatan karena satwa Tapir terjerat pada kaki bagian kanan depan dengan luka cukup dalam. Syukurlah tidak sampai memutuskan jaringan urat pada kaki yang terkena jerat dan masih dapat dipulihkan. Melihat kondisi lapangan yang vegetasinya tanaman sawit dan semak belukar, makaTim Rescue memutuskan untuk mengevakuasi satwa dilindungi tersebut. Berdasar konsultasi dengan Dokter Puskeswan Desa Tenggayun tentang kondisi Tapir, satwa dapat segera dilepasliarkan. Sabtu, 21 September 2019, Tapir dilepasliarkan di suatu kawasan konservasi yang merupakan habitat aslinya. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Dokter Hewan Puskeswan Desa Tenggayun, Manggala Agni Daop Siak, Damkar Kec. Bandar Laksaman, Aparat Desa Sepahat dan Masyarakat setempat yang ikut membantu proses evakuasi satwa dilindungi tersebut dan mengharapkan untuk ke depannya akan makin banyak masyarakat yang sadar konservasi sebagaimana yang dilakukan masyarakat Desa Sepahat, Kec. Bandar Laksamana, Kab. Bengkalis. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

4 Elang Bondol Disita di Pangkalan Brandan Langkat – Sumatera Utara

Medan, 18 September 2019. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama POLRES Langkat dan Yayasan Scorpion berhasil menyita 4 (empat) individu elang bondol di Pangkalan Brandan Langkat, 18 September 2019. Penyitaan ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya kepemilikan satwa liar jenis elang bondol (Haliastur indus). Menindaklanjuti laporan tersebut Tim Gabungan bergerak cepat ke lokasi yang diinfokan yaitu di Wisma Sutomo, Jalan Sutomo – Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Di TKP, tim menemukan 4 (empat) individu elang bondol di dalam sangkar yang hanya berukuran 2m x 2m x 0.5 m. Sangkar tersebut berada di halaman wisma yang dijaga oleh penjaga wisma. Tim kemudian mengamankan elang dan membawa penjaga wisma ke or Mapolres Langkat untuk dimintai keterangan. Penjaga wisma menuturkan bahwa satwa tersebut sudah berada di tempat tersebut selama 4 (empat) bulan. Pada pukul 14.00 WIB, Penyidik Polres Langkat menitipkan satwa sitaan kepada BBKSDA Sumatera Utara. Selanjutnya BBKSDA Sumut melalui personil SKW II Stabat dan Yayasan Scorpion Indonesia membawa empat ekor elang bondol tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, Kecamatan Sibolangit untuk untuk mendapatkan perawatan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Saat ini proses hukum dilaksanakan oleh POLRES Langkat. Sumber : Aini - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Direktur KKH Release Tukik di Kegiatan Astra Otoparts Conservation Program Sea Turtle

Yogyakarta, 20 September 2019. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mendampingi Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia, M.Si hadir di acara release tukik Astra Otoparts Conservation Program Sea Turtle hari Jum’at (20/9/19). Bertempat di Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Kegiatan release tukik dan penanaman dilaksanakan oleh PT Astra Otoparts Group bekerjasama dengan Balai KSDA Yogyakarta, Kelompok Pelestari Penyu Abadi, Pemerintah Desa Banaran, Muspika Kecamatan Galur, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan diawali dengan release tukik sebanyak 70 ekor jenis Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan dilanjutkan dengan penanaman. Dalam sambutannya Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan mengenai keragaman jenis penyu di Indonesia. “Dari 7 jenis penyu di dunia, 6 diantaranya berada di Indonesia. Pantai Trisik ini merupakan salah satu pantai tempat pendaratan penyu, khususnya jenis penyu lekang. Sebagai tempat pendaratan penyu, Pantai Trisik perlu dilestarikan dengan tetap mempertahankan keberadaan hamparan pasir di sepanjang pantai. Ke depan perlu dibangun nesting site di sepanjang pantai sehingga proses penyu bertelur sampai menetas dapat berjalan secara alami.” jelas drh. Indra Exploitasia. Sementara itu, Kepala Balai KSDA Yogyakarta mengapresiasi kegiatan release tukik dan penanaman ini. “Kegiatan release tukik yang dikemas dalam program Conservation Program Sea Turtle PT Astra Otoparts ini merupakan salah satu bentuk kepedulian corporate terhadap konservasi jenis di Indonesia. Harapan ke depan kegiatan konservasi dengan menggandeng masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.” tutur M. Wahyudi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman 50 bibit Cemara Udang (Casuarina equisetifolia) di laguna Pantai Trisik. Sumber : Titis Firtiyoso (PEH – Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Diskusi bersama Menuju Kemitraan Konservasi

Jember, 23 September 2019. Bertempat di aula BLK (Balai Latihan Kerja) kabupaten Jember, Balai TN. Meru Betiri mengumpulkan para pihak dalam diskusi bersama menuju kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem di zona rehabilitasi TN. Meru Betiri. Diskusi bersama dihadiri oleh Kepala Balai TN. Meru Betiri, KSBTU, Muspika, Kepala Desa 4 desa penyangga, Kepala Resort dan 43 kalompok petani rehabilitasi. Dalam diskusi ini disepakati bahwa hutan Meru Betiri adalah hutan milik negara, tidak ada satupun masyarakat yang memilikinya dan masyarakat sepakat untuk menghijaukan kembali zona rehabilitasi TN. Meru Betiri. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Kerjasama Penyediaan Sarana Komposting, sebagai Solusi Dukungan Pengolahan Sampah di Kawasan TNBB.

Gilimanuk, 20 September 2019. Kawasan Taman Nasional Bali Barat bukanlah tempat pembuangan akhir sampah, namun karena TNBB berbatasan langsung dgn akses masuk pulau Bali dan pemukiman penduduk sehingga timbunan sampah menjadi pemandangan yg tdk biasa di kawasan Konservasi. Atas kesadaran itu, dan dengan persetujuan dari Dirjen KSDAE, maka para pihak antara lain Kelurahan Gilimanuk, PT PLTG dan PT Shorea Barito Wisata (SBW) sepakat bekerjasama dengan Balai TNBB untk penguatan fungsi kawasan TNBB dalam pengelolaan sampah khususnya sampah organik dgn komposting dan penyadartahuan serta pemasangan himbauan2. kerjasama ini telah dimulai akhir tahun 2017., Dalam rangka pencapaian dan monitoring kerjasama, pada tgl 20 September Para pihak melakukan rapat monitoring kerjasama. Rapat dihadiri perwakilan Balai TNBB, Kelurahan Gilimanuk, PT PLTG dan PT SBW,. Rapat membahas progres kegiatan selama tahun berjalan dan perencanaan tahun 2020. Dalam kerjasama ini, para pihak sepakat Pembangunan sarana komposting dengan prasarana pendukung harus dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi kelompok masyarakat yg menjadi operator, namun tdk melupakan upaya konservasi bahkan nantinya sarana yg dibangun dapat menjadi wisata edukasi bagi wisatawan. Juga sebagai salah satu alternatif paket wisata khususnya di Gilimanuk yang merupakan pintu masuk ke pulau Bali sehingga para wisatawan tdk hanya melintas namun singgah dan menikmati paket wisata yg Ada di Gilimanuk. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Presentasi Penelitian ARS (Amfibi Reptil Sumatra) kegiatan survei keanekaragaman hayati pada kawasan Key Biodiversity Areas (KBA) di Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 23 September 2019. Amfibi Reftil Sumatera (ARS) melakukan presentase kegiatan survei keanekaragaman hayati Key Biodiversity Areas (KBA) di Taman Nasional Batang Gadis . ARS melakukan penelitian di kawasan TNBG karena merupakan salah satu kawasan IBA yang ada di Indonesia yang ditetapkan pada tahun 2004 oleh BirLife International, yang secara tidak langsung berarti masuk kawasan KBA. TNBG merupakan habitat beragam jenis satwaliar, termasuk burung, mamalia teresterial dan hepertofauna. Key Biodiversity Areas (KBA) adalah situs country-by country yang teridentifikasi secara internasional untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap keteguhan keanekaragaman hayati secara global, baik dalam ekosistem darat,air tawar dan laut. ARS dalam presentasenya menyampaikan Identifikasi KBA adalah pendekatan penting yang digunakan untuk menangani konservasi keanekragaman hayati pada skala lokasi, yaitu pada tingkat individu kawasan lindung, konsesi dan unit pengelolaan lahan. Pada tahun 2016, KBA di Indonesia telah teridentifikasi menggunakan kriteria dan ambang batas standar global, yang dikembangkan oleh BirdLife International yang disebut sebagai Important Birds Area (IBA), yang kemudian diperluas dengan memasukkan berbagai taksa dan inisiatif konservasi yang dilakukan oleh Alliance for Zero Extinction Sites. Pada tahun 2016, mengidentifikasi masalah utama pada kawasan Keanekaragaman Hayati Utama, dengan batas yang berlaku dan dapat dibandingkan anatara kelompok taksa. Penelitian ini berfokus pada pengecekan status konservasi melalu konsep KBA dalam memperoleh data tentang status keanekragaman hayati (berdasarkan kelompok taksa terpilih) dalam bentuk yang dapat dipublikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk updating data dan status terbaru biodiversity dan mengidentifikasi tekanan dan gangguan terhadap habitat satwa liar di TNBG. Dalam agenda penelitian kedepan ARS memilih lokasi yang tersebar di 6 resort (Hutagodang Muda, Longat, Pastap Julu, Alahan Kae, Sopotinjak dan Muara Bangko) , objek penelitina ini adalah burung, mamalia besar dan hepertofauna yang berlangsung selama bulan September sampai dengan Desember 2019, Kepala Balai TNBG memberikan arahan tentang teknis dilapangan sehingga penelitian ini berjalan baik dan lancar. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 20 September 2019 - Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan melalui METT (Management Effectiveness Tracking Tools) dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama para pihak terkait baik pemerintahan daerah, masyarakat sekitar kawasan konservasi, Perguruan Tinggi dan NGO pada tanggal 18 s.d 20 September 2019 di hotel Grand Suka Pekanbaru. Penilaian dilakukan terhadap 12 kawasan konservasi yang berada dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau. Kawasan konservasi tersebut yaitu CA Bukit Bungkuk, CA Pulau Berkey, SM Bukit Rimbang Bukit Baling, SM Bukit Batu, SM Balai Raja, SM Kerumutan, SM Bukit Bungkuk, SM Giam Siak Kecil, SM Tasik Besar Serkap, SM Tasik Serkap, TWA Buluh Cina, dan Taman Buru Pulau Rempang. Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan merupakan bagian dari upaya peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan sebagai rencana strategis kementerian LHK pada sasaran program Direktorat Jenderal KSDAE yaitu "meningkatnya efektivitas pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati" Penilaian dilakukan terhadap elemen- elemen utama yang berperan penting dalam siklus pengelolaan yaitu nilai penting kawasan (konteks), perencanaan, alokasi sumberdaya (input), kegiatan pengelolaan (proses), produk dan jasa yg dihasilkan (output) dan dampak yang dicapai (outcome). Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Bapak Suharyono. Dalam arahan dan sambutannya disampaikan bahwa penilaian ini merupakan sarana instropeksi bagi upaya pengelolaan kawasan konservasi yang lebih baik sesuai dengan tujuan pengelolaan dan mandat kawasan yang telah ditetapkan. Penilaian yang dilakukan diharapkan akan memberikan masukan mengenai perbaikan yang perlu dilakukan sehingga prosesnya dilakukan secara objektif, transparan, partisipatif, reguler, independen, instropeksi dan sharing knowladge. Selama proses penilaian, peserta penilaian secara aktif menyampaikan pandangan terhadap pertanyaan pertanyaan yang disampaikan oleh fasilitator untuk menetapkan skor berdasarkan kesepakatan bersama. Selain itu juga dibahas rekomendasi dan tindaklanjut dalam setiap parameter penilaian. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mengenal Sistem DDC di Perpustakaan Balai TN Kelimutu

Ende, 23 September 2019. Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu memiliki tiga buah perpustakaan yang sudah menggunakan sistem perpustakaan. Sistem perpustakaan yang diterapkan oleh Balai Taman Nasional Kelimutu yaitu System Dewey Decimal Classifacation (DDC) yang sudah dimanfaatkan oleh staf Balai, Mitra Balai TN Kelimutu, serta Pelajar/Mahasiswa praktek lapangan dan Penelitian di TN Kelimutu. System DDC berfungsi untuk pengelompokkan/pengklasifikasian buku berdasarkan subjek, yang sangat mempermudah seseorang dalam mencari buku/katalog yang dihendaki. Sebelum menggunakan system DDC memang sedikit kesulitan dalam mencari buku yang dihendaki, khususnya perpustakaan di Balai yang lebih lengkap sumber informasi buku. Kini setelah menerapkan program DDC, staf, Mitra maupun Pelajar/Mahasiswa lebih mudah mencari buku/katalog yang dihendaki. Sistem DDC ini masih diterapkan di perpustakaan Balai yang direncanakan akan diterapkan juga pada perpustakaan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 1 Moni dan Pondok baca resort Wologai Tengah (SPTN 2 Detusoko). Selain sudah menerapkan system DDC, Perpustakaan Balai TN Kelimutu juga didukung dengan tersedianya WIFI untuk mendukung dan melancarkan dalam pengaksesan informasi yang dihendaki. Sementara ini Balai TN Kelimutu baru menyediakan WIFI di perpustakaan Balai dan SPTN 1 Moni dan direncanakan pemasangan WIFI pada perpustakaan/Pondok Baca Resort Wologai Tengah (SPTN 2 Detusoko). Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Berlangsung Dramatis, Penyelamatan Orangutan di Lokasi Karhutla

Pangkalan Bun, 20 September 2019. Tim Wildlife Rescue Unit SKW II BKSDA Kalimantan Tengah bersama dengan Orangutan Foundation International (OFI) telah berhasil melakukan Rescue 1 individu Orangutan di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada hari Kamis Tanggal 19 September 2019. Orangutan jantan seberat 80 Kg tersebut di selamatkan di hutan yang tersisa dari sisa kebakaran hutan dan lahan milik warga di KM 15, Pangkalan Bun. Tampak abu sisa kebakaran dan bau asap menyertai proses penyelamatan orangutan yang diperkirakan berumur 30 tahun tersebut. Lokasi yang didominasi gambut bekas terbakar tersebut membuat Tim harus jatuh bangun untuk membawa orangutan keluar dari lokasi kebakaran. Rescue dilakukan mulai pukul 17.00 sd 21.00 WIB. Setelah berhasil di evakuasi, selanjutnya orangutan dibawa ke Orangutan Care Centre and Quarantine (OCCQ) Pasir Panjang untuk diperiksa kesehatannya. Setelah dinyatakan sehat orangutan tersebut di translokasi ke di Taman Nasional Tanjung Puting pada tanggal 21 September 2019. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Monitoring Rutin Bersama, Upaya Mempertahankan Kuantitas Satwa Prioritas.

Labuan Lalang, 20 September 2019. Taman Nasional Bali Barat, identik dengan upaya pemulihan populasi Curik Bali sebagai satu dari 25 satwa prioritas yg ditetapkan oleh Dirjen KSDAE untk ditingkatkan populasinya. Berdasarkan data time series TNBB, dari baseline data tahun 2014 sejumlah 48 ekor, populasi hingga Juni 2019 telah menunjukkan peningkatan yg signifikan yaitu 236 ekor burung terbang bebas di kawasan TNBB bahkan sampai ke desa penyangga. Peningkatan populasi ini tidak hanya dihasilkan dari pelepasliaran, namun karena hasil kembangbiak dari indukan yg dilepeasliarkan. Kepala Balai TNBB, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si selalu mengingatkan kepada semua petugas TNBB bahwa keberadaan burung Curik Bali yang telah menunjukkan peningkatan populasi harus juga dibarengi upaya untk mempertahankan kualitas populasi dan habitatnya sehingga burung Curik Bali memang dapat nyaman dan dapat terus berkembang biak. Upaya yang dilakukan jangan sampai menurun karena Curik Bali adalah kebanggaan kita, provinsi Bali bahkan dunia. Menindaklanjuti arahan untk selalu update populasi, sesuai dengan protokol/SOP dilakukan monitoring Curik Bali, dilakukan monitoring harian oleh petugas resort, monitoring mingguan/bulanan oleh petugas TNBB dibantu juga kelompok masyarakat serta monitoring bersama yang dilakukan pada saat musim pra biak dan pasca biak. Seperti yang dilakukan pada Hari kamis, di lokasi site pelepasliaran/monitoring di labuan lalang, Cekik, Teluk brumbun, lampu merah melakukan monitoring yang dilakukan pada pagi pukul 05.30 wita Dan sore pukul 17.30 wita dengan waktu sekitar 1-2 jam. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi populasi dan perkembangannya, ketersediaan sumberpakan dan informasi lain seperti lokasi tidur, dan perilaku harian lainnya. Curik Bali adalah core business dalam pengelolaan Taman Nasional Bali Barat, perlu upaya berkelanjutan baik di habitat maupun dukungan para pihak agar populasinya tetap bertahan hingga Masa mendatang. Salam konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

BKSDA NTB dalam Peringatan Hari World Clean Up Day 2019 bersama Wyndham Sundancer Hotel and Resort Lombok

Sekotong, 21 September 2019 - BKSDA NTB dan staf turut serta dalam Peringatan Hari World Clean Up Day 2019 yang diinisasi oleh Wyndham Sundancer Hotel and Resort Lombok di Sekotong, Lombok Barat. Kegiatan dihadiri oleh Gubernur NTB, Bapak Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. yang dalam pembukaan acara menyinggung iklim pariwisata Provinsi NTB pasca gempa beberapa waktu lalu, "Kita sudah buktikan pada dunia bahwa Nusa Tenggara Barat sudah bangkit, Insya Allah dengan kondisi saat ini kita siap menerima tamu di tempat kita yang indah dan nyaman ini". Beliau kemudian menambahkan, "Semoga dengan kegiatan hari ini, wisatawan akan sangat senang untuk berkunjung ke tempat yang sama-sama kita cintai ini (NTB)”. Senada dengan Gubernur NTB, General Manager Wyndham Sundancer Resort Lombok, Ardi Wilson mengutarakan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur dan peserta yang hadir dan berharap kegiatan ini dapat membawa banyak manfaat, khususnya dalam sektor wisata pantai. Bapak Ardi Wilson juga menambahkan, "kegiatan hari ini kami liput di 20.000 hotel Wyndham yang tersebar di seluruh dunia" Kegiatan turut dihadiri juga oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Balai KPH Rinjani Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lombok Barat, Dinas Sosial Kab. Lombok Barat, KODIM Kab. Lombok Barat, Siswa-siswi SMK 2 Sekotong, Staf dan Management Wyndham Sundancer Resort Lombok dan Masyarakat. Rangkaian Kegiatan Peringatan meliputi bersih pantai, senam pagi bersama dan pelepasliaran tukik (anak penyu) yang merupakan hasil pelestarian di sarang semi-alami milik "Kerabat Penyu Lombok" di Desa Kuranji Lombok Barat binaan BKSDA NTB. Sebagai informasi, Wyndham Sundancer Hotel and Resort Lombok merupakan salah satu hotel dan resort bertaraf internasioal yang lokasinya dekat dengan Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Bangko-bangko serta beberapa spot wisata andalan NTB disekitarnya seperti Gili Nanggu, Gili Gede dan Gili Asahan. SUMBER : BSKDA NTB
Baca Berita

Peringati World Cleanup Day 2019, Saka Wanabakti Kapuas Hulu Bersihkan Sampah di Sungai Kapuas

Putussibau, 22 September 2019. Memilih lokasi di Pantai Pala Pulau, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu, Satuan Karya (Saka) Pramuka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu di bawah binaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melakukan aksi peduli lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (Hari Bersih-bersih Sedunia) 2019. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 anggota Saka Pramuka Wanabakti dari berbagai ranting di Kab. Kapuas Hulu. Dipimpin langsung oleh Wakil Pimpinan dan Pamong Saka, aksi dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan menyusuri tepian Sungai Kapuas yang sedang berada dalam kondisi surut akibat kemarau. Pantai (tepian sungai untuk istilah lokal) ini dipilih karena biasa dijadikan tempat berkumpul warga untuk menikmati pemandangan sore hari sambil berenang dan mencari ikan. Tak jarang ditemukan pedagang di tengah sungai (yang surut) saat akhir pekan tiba. Kesadaran yang kurang dari pengunjung dan pedagang seringkali meninggalkan sampah plastik berserakan. Peserta aksi secara serentak memungut sampah di tepian dan sekitar sungai dan mengumpulkannya ke dalam karung yang telah disediakan. Aksi bersih-bersih diakhiri pada pukul 17.00 WIB dengan sedikitnya terkumpul 10 karung sampah dengan bobot total sampah sekitar 200 Kg. Aksi bersih-bersih sampah ini merupakan agenda rutin tahunan Saka Pramuka Wanabakti Kapuas Hulu. "Tahun lalu kita laksanakan aksi yang sama di Desa Nanga Leboyan yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum", ujar Kak Mustar selaku Pamong Saka Wanabakti Kapuas Hulu. Sementara itu Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Kapuas Hulu, Ir. Arief Mahmud, M.Si. yang dihubungi terpisah menyampaikan bahwa World Cleanup Day merupakan aksi serentak yang diikuti seluruh negara dalam rangka mengatasi permasalahan limbah/sampah padat. "Mudah-mudahan aksi yang penting bagi lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat ini dapat terus terlaksana di tahun berikutnya", ungkap Kak Arief. Mau tahu aksi peduli lingkungan Saka Pramuka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu selanjutnya? Kita tunggu di World Cleanup Day 2020, yang akan jatuh pada tanggal 19 September 2020. Salam Saka Wanabakti, Lestari! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)

Menampilkan 4.865–4.880 dari 11.140 publikasi