Jumat, 1 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Nagari Binaan BBTN Kerinci Seblat, Juara I ProKlim 2019

Sungai Penuh, 3 Oktober 2019. Setelah mendapatkan penghargaan desa binaan terbaik nasional pada tahun 2017, salah satu nagari binaan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) kembali mendapat apresiasi atas upaya pembinaan masyarakat sekitar kawasan. Nagari binaan TNKS tersebut adalah Limau Gadang Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini ditetapkan sebagai Juara I Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama Tahun 2019 Tingkat Nasional oleh Ditjen PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penyerahan penghargaan ini diserahkan oleh Ibu Menteri LHK hari ini Rabu, tanggal 2 Oktober 2019 di Hotel Century Park, dan langsung diterima oleh Pak Nasrul, Wali Nagari Limau Gadang Lumpo. Nagari ini persis bersebelahan dengan kawasan TNKS di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III - Painan. Nagari yang memiliki banyak potensi objek wisata terutama air terjun Lumpo dan sungai yg berair jernih. Pola budidaya perkebunan masyarakat dikembangkan melalui pola Agroforestri Tradisional (Bahasa Minang = Parak) yang bersinergi dengan Dinas Pertanian Pesisir Selatan dengan menanam Palawija. Sedangkan untuk mengurangi aktifitas masyarakat ke hutan, TNKS bersama nagari sedang berusaha untuk mengembangkan wisata pemandian dan Tubing, yang peralatannya dibantu oleh TNKS melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Semoga dengan pemberdayaan masyarakat ini bisa mendukung terwujudnya hutan lestari, masyarakat sejahtera. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Komitmen Luar Biasa Untuk Konservasi dan Masyarakat Lokal, Balai TN Kelimutu Diganjar Penghargaan

Ende, 3 Oktober 2019. Taman Nasional (TN) Kelimutu kembali menerima penghargaan, kali ini TN Kelimutu menerima penghargaan BirdLife Indonesia Award oleh Burung Indonesia dalam penutupan Program Kemitraan Wallacea yang bertema "Merayakan Capaian di Walacea" bertempat di Hotel Four Points, Makassar Sulawesi Selatan pada hari Rabu (2/10) kemarin. Pada acara ini Burung Indonesia memberikan penghargaan kepada Kepala Balai TN Kelimutu Persada A. Sitepu atas komitmen yang luar biasa terhadap konservasi dan membantu masyarakat lokal dalam bekerja selaras dengan alam di TN Kelimutu. Penghargaan diberikan oleh Dian Agista selaku Direktur Eksekutif Burung Indonesia disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian KLHK, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah di berbagai daerah di wilayah Walacea, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah serta seluruh peserta Mitra Program Kemitraan Walacea dari wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku. Dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Benediktus Bedil Direktur Pengembangan Masyarakat Lembata dalam upayanya menjaga dan melestarikan Teluk Hadakewa melalui kearfikan lokal masyarakat. Program Kemitraan Walacea ini diluncurkan pada tahun 2015 sebagai fasilitas pendanaan bagi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam meningkatkan kapasitas dan perannya dalam perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Program ini telah melibatkan 66 OMS di 202 desa dan komunitas 24 Kabupaten/kota dari 6 Provinsi. Pada kesempatan ini Kepala Balai TN Kelimutu juga berkesempatan menyampaikan paparan bertema "Konservasi Inklusif melalui Ekowisata di TN Kelimutu" dalam sesi Praktek Terbaik Konservasi Keanekaragaman Hayati dari Walacea. Kepala Balai TN Kelimutu berterimakasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder TN Kelimutu yang telah bekerjasama mendukung pengelolaan TN Kelimutu khususnya melalui konservasi inklusif, penghargaan ini adalah hasil kerja masyarakat dan semua stakeholder terkait, semoga dapat menginspirasi berbagai pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Mahasiswa IPB Presentasikan Hasil Penelitian Langur Borneo di Balai Besar TaNa Bentarum

Putussibau, 1 Oktober 2019. M. Elfaza Faishal Musyaffa mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mempresentasikan hasil penelitian mengenai Langur Borneo (Presbytis Chryomelas ssp, cruciger Thomas 1892) yang berada di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Ruang Aula Pertemuan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). Presentasi penelitian ini dihadiri sebanyak 20 audien yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar dalam hal ini diwakili Bapak Ardi Andono, S.TP., M.Sc. selalu Kepala Bidang Teknis Konservasi. Penelitian yang telah dilakukan berfokus pada Karakteristik Habitat dari Langur Borneo dengan mengidentifikasi karakteristik dan komponen habitatnya serta mengidentifikasi pola aktivitas Langur Borneo dalam memanfaatkan ruang di Bukit Semujan, Wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah V Selimbau, Bidang PTN Wilayah III Lanjak. Dari hasil pengamatan lapangan oleh Elfaza beserta petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Efiyati dan Angga Sukma Lovita serta Polisi Kehutanan (Polhut) Riski Gumelar yang dilakukan sejak tanggal 21 – 27 September 2019 diketahui bahwa Langur Borneo berada pada habitat dengan suhu terendah rata-rata sebesar 24,8oc dan suhu rata-rata tertinggi mampu mencapai 30,6oc dengan kelembaban terendah rata-rata sebesar 71,8% dan kelembaban tertinggi rata-rata mencapai 93,2% pada ketinggian jelajah 100-200 mdpl. Habitat Langur Borneo juga tidak jauh dari keberadaan pakan yang didominasi oleh jenis karet. Jenis pakan Langur Borneo dikelompokan menurut bentuknya yaitu buah-buahan, daun, biji-bijian dan bunga. Sedangkan untuk pohon tidurnya Langur Borneo memilih Pohon Empakan dan Pohon Ara dengan ketinggian pohon mencaapai 10-20 meter. Muhammad Rekapermana, S.Hut., M.Eng.,M.Sc selaku kepala seksi pemanfaatan dan pelayanan menuturkan “penelitian ini merupakan data langka terkait keberadaan Langur Borneo dan perlunya monitoring secara berkala terkait populasi dan habitat Langur Borneo untuk melengkapi parameter ilmiah terkait Langur Borneo”. Tim peneliti ini juga berhasil mengambil beberapa video penampakan Langur Borneo secara dekat, yang akan dipublikasikan setelah melalui proses editing. Dengan adanya penelitian dan dokumentasi ini menjadi bahan bagi Balai Besar TaNa Bentarum untuk melakukan pemantauan dan memperkuat kajian pola tingkah laku Langur Borneo selanjutnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Pelajar Muara Bangko Belajar Konservasi Bersama Balai TN Batang Gadis

Muara Bangko, 1 Oktober 2019. Sosialiasi konservasi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) bertujuan untuk memberikan pemahaman serta edukasi tentang konservasi kepada masyarakat pentingnya menjaga hutan agar tetap lestari. Sosialisasi konservasi juga sebagai wadah bagi Balai TNBG untuk lebih mengenalkan Taman Nasional Batang Gadis kepada masyarakat umum , baik itu hutan kawasan, fauna dan flora yang berada di hutan Taman Nasional Batang Gadis. Sosialisasi Konservasi juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai – nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Kegiatan Sosialisasi Konservasi di SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1 Muara Bangko yang berada di Resost 6 Muarabangko, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilyah III Muarasoma adalah sebuah upaya Balai TNBG untuk meningkatkan kepedulian generasi mendatang dalam hal kepedulian terhadap hutan kawasan TNBG untuk sama-sama menjaga dan melestarikan nya . Kepala Balai TNBG menyampaikan “ Pentingnya menjaga hutan sebagai bentuk upaya kita untuk melestarikan alam untuk kelangsungan hidup pada setiap mahluk hidup, kita sebagai manusia harus sama-sama dan punya kewajiban untuk itu “. Siswa/i sangat antusias mendengarkan dan mengikuti Kegiatan sosialisasi konservasi ini, tidak hanya siswa dari kalangan pengajar pun ikut aktif mendengarkan paparan dari Kepala Balai. Kegiatan Konservasi ini selain dihadiri oleh Kepala Balai juga dihadiri oleh Staf SPTN Wilayah III Muarasoma dan seluruh staf kepala Resort 6 Muarabangko. Muarabangko merupakan daerah yang sangat penting untuk edukasi konservasi karna merupakan desa penyangga Taman Nasional Batang Gadis. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Penyuluhan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Waibakul, 29 September 2019. Kemarau panjang yang menyebabkan meningkatnya resiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat para petugas Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengadakan penyuluhan terkait bahaya karhutla. Lokasi yang disasar para petugas adalah desa yang lokasinya berdekatan dengan kegiatan Pemulihan Ekosistem (PE) yaitu Desa Tanamodu. Walaupun dilaksanakan malam hari, ratusan penduduk Desa Tanamodu berbondong-bondong datang untuk menghadiri kegiatan penyuluhan tersebut. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I serta Penyuluh Kehutanan, Bayu Kurniawan, S.Hut secara bergantian memberikan materi tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kepala SPTN I mengingatkan masyarakat bahwa dampak dari karhutla sangat merugikan, seperti timbulnya penyakit pernafasan, matinya satwa dan tumbuhan, hilangnya sumber air, dan sebagainya. Sebagai desa yang memperoleh kesempatan mendapatkan lokasi kegiatan PE, sudah sepatutnya masyarakat dapat menjaga kawasan TN dari bahaya karhutla sehingga manfaat yang timbul dari kegiatan PE dapat diarasakan masyarakat. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Kesaktian Pancasila Balai Besar TaNa Bentarum, Energi Positif Perbaiki Karakter Pegawai

Putussibau , 1 Oktober 2019. Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) secara khidmat, tertib dan sederhana di halaman kantor Balai Besar Tana Bentarum. Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 wib berjalan dengan lancar sesuai dengan pedoman penyelenggaraan upacara. Berdasarkan arahan dari Surat Sekretaris Jenderal KSDAE upacara kali ini mengusung tema “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Pancasila sangat penting dijadikan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mempersatukan keberagaman bagi seluruh rakyat Indonesia. Kepala Balai Besar Tana Bentarum yang diwakili oleh Ardi Andono, S.TP., M.Sc. selaku inpektur upacara turut membuka jalannya upacara yang dihadiri oleh seluruh pegawai Balai Besar dan Anggota Saka Wanabakti Kapuas Hulu. Tak kalah ketinggalan juga, Antusias Manggala Agni Daops Semitau bersama Pegawai Seksi PTN Wil. VI turut memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di halaman Kantor Seksi setempat. Dengan menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila ini diharapkan dapat memberikan energi positif kepada seluruh peserta dan generasi penerus agar lebih sadar lagi dalam memperbaiki karekter anak bangsa. (1/10) Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Bekerja Bersama Masyarakat Sekitar TN Bali Barat Dalam Kerangka Kemitraan Konservasi

Gilimanuk, 30 September 2019. Kemitraan Kehutanan di dalam kawasan konservasi yang selanjutnya disebut Kemitraan Konservasi adalah kerjasama antara pengelola kawasan dengan masyarakat setempat berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya dan saling menguntungkan. Seperti yang dilakukan pada tanggal 30 September 2019, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) melaksanakan rapat internal terkait pengajuan Kemitraan Konservasi yang diajukan 5 kelompok masyarakat yang semuanya merupakan kelompok nelayan di zona tradisional TNBB. Rapat dalam rangka verifikasi tentang proposal, Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Pelaksanaan Program (RKP) dari masing-masing kelompok masyarakat. Dalam arahannya, Kepala Balai TNBB Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan konservasi dengan pemberian akses pemanfaatan terhadap kawasan tentunya selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian dan mandatory pengelolaan tetap mutlak oleh pengelola serta sesuai rencana pengelolaan yang telah disusun. Balai TN Bali Barat juga mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan TNBB, Masyarakat harus dapat merasakan manfaat dari keberadaan TN Bali Barat dengan tetap sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di kawasan konservasi, oleh karena itu Kemitraan Konservasi ini sangat penting dilaksanakan. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Kesaktian Pancasila TNGGP

Cibodas, 01 Oktober 2019, bertempat halaman kantor di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), telah dilaksanakan upacara memperingati “Hari Kesaktian Pancasila”. Tema “Pancasila sebagai dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (Ir. Syahrial Anuar, M.M). Upacara ini dihadiri oleh Pejabat Struktural dan para pegawai lingkup BBTNGGP. Semoga dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila dapat menjaga dan memajukan bangsa ini dengan menjadi lebih baik dimasa yang mendatang. Jaya dan Lestari Indonesiaku Foto dan video: Randi Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Pemberdayaan Masyarakat Desa Meranti Timur Desa Penyangga SM Dolok Surungan

Pembibitan teknik sambung pucuk Kelompok Tani Dos Roha,Desa Meranti Timur Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kab. Tobasa Pematang Siantar, 1 Oktober 2019 - Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar kembali menjalankan program fasilitasi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengembangan usaha ekonomi produktif kepada Kelompok Tani Dos Roha Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kab. Tobasa, September 2019. Bantuan ekonomi yang diberikan berupa biaya untuk pembuatan demplot pembibitan tanaman menggunakan teknik sambung pucuk. Program ini merupakan lanjutan kegiatan peningkatan kapasitas Kelompok Tani Dos Roha yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 yaitu pelatihan ‘’Perbanyakan Tanaman dengan Teknik Sambung Pucuk’’. Paradigma baru pembangunan kehutanan saat ini menekankan bahwa hutan harus dipandang sebagai sumber daya secara komprehensif dengan menitik beratkan pada pembangunan kehutanan bersama masyarakat (community development). Salah satu pendekatan pembangunan kehutanan adalah pelibatan atau partisipasi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai social yang merupakan cermin dari pradigma baru pembangunan kehutanan yang bersifat “people centered, participatory, empowering, and sustainable”. Tujuan akhir dari proses pemberdayaan masyarakat adalah mewujudkan kemandirian warga masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya. Pemberdayaan masyarakat daerah penyangga SM Dolok Surungan I diawali pada tahun 2017 di Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan dengan kelompok binaan yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari Dongan. Berikutnya tahun 2018, program terus berlanjut dan terbentuklah 1 (satu) kelompok binaan lagi di daerah penyangga SM. Dolok Surungan I yang lain yaitu Desa Meranti Timur Kecamatan Pintu Pohan Meranti bernama Kelompok Tani Dos Roha. Kegiatan pemberdayaan kali ini adalah perbanyakan tanaman teknik sambung pucuk yang merupakan keterampilan baru begi Kelompok Tani Dos Roha. Teknik sambung pucuk dilakukan dengan cara menggabungkan batang atas dan batang bawah. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap pathogen tanah dan kokoh, sedangkan batang atas merupakan bagian yang memiliki karakter produksi yang diinginkan. Batang bawah menggunakan tanaman yang berasal dari biji sehingga memiliki perakaran yang kuat. Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan tersebut diharapkan akan menghasilkan tanaman jenis baru dengan sifat genetis yang memiliki keunggulan, yaitu kokoh, perakaran kuat, cepat berbuah, produktif, tahan penyakit dan mutu buah baik sesuai dengan sifat genetis induknya. Harapannya Kelompok Tani Dos Roha mampu menerapkan teknik sambung pucuk dalam perbanyakan tanaman pertanian mereka, mengembangkan usaha pembibitan tanaman baik untuk komersil maupun untuk pemulihan ekosistem Kawasan Konservasi SM. Dolok Surungan I. Untuk kesinambungan kegiatan ini, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar akan melakukan pendampingan terhadap Kelompok Tani Dos Roha maupun kelompok binaan lainnya yang ada di wilayah kerjanya. Sumber: Lisbeth (Penyuluh Kehutanan) Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai TN MerBeti Bertekad Terapkan Eco Office

Jember, 30 September 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) mengadakan sosialisasi penerapan kantor ramah lingkungan (eco office). Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru, Perwakilan Setiap Seksi dan seluruh staf Balai. Eco office adalah kantor peduli lingkungan yang telah mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman serta menyehatkan. Selain itu eco office bertujuan juga untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam. Balai TN MerBeti bertekad untuk menerapkan eco office. Dengan cara antara lain pengurangan sampah plastik dan kertas; penghematan listrik dan bahan bakar; penghematan air; kebersihan ruang kerja / kenyamanan ruang kerja; pengelolaan sampah. Kabalai mencontohkan seperti untuk membuat draf surat dengan menggunakan kertas bekas, mengurangi minuman kemasan dengan membawa Tumbler, mematikan lampu dan alat elektronik bila tak dipakai dan menyediakan tempat sampah sesuai kategorinya serta mengolah sampah daun menjadi pupuk. Sasaran diterapkannya eco office tersebut adalah mengubah sikap dan perilaku individu kantor untuk lebih peduli lingkungan dan melakukan penghematan biaya operasional kantor terkait aspek lingkungan. "Penerapan eco office memang tak mudah. Tapi bisa dimulai dari kepedulian diri kita sendiri terhadap lingkungan, kemudian meluas hingga ke instasi yang lebih besar. Kesadaran individu perlu dipupuk untuk lebih mencintai lingkungan. Dengan tekad kuat, kita akan bisa menerapkannya." Pesan Kabalai. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Kolaborasi Penyuluh : Penyerahan Bantuan "Chest Freezer"

Tambuna - Taman Nasional Taka Bonerate, 30 September 2019. Kolaborasi, sinergitas hal penting membangun sebuah pengelolaan. Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate bersama dengan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan serah terima bantuan "Chest Freezer" dari Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan kepada KUP (Kelompok Usaha Produktif) Melati Desa Tambuna, Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar (29/09). KUP ini merupakan kelompok binaan Balai TN Taka Bonerate. Bantuan diserahkan kepada kelompok oleh Herliana Aksan, S.St.Pi dan Andi Rismayani, S.Pi selaku Penyuluh Perikanan KKP didampingi Asep Pranajaya, S.Pi dan Syamsuriani, S.Pi selaku penyuluh Balai TN Taka Bonerate, serta disaksikan oleh Usman, S.Hut, MP (KSBTU Balai TNTBR) dan Aisyah Amnur, SP.,MP. (Ka.SPTN Wilayah II Jinato TNTBR). Hj. Halifa mewakili kelompok mengucapkan terima kasih kepada Balai TN Taka Bonerate yang telah membina dan mendampingi kelompok selama ini, serta membantu fasilitasi pengajuan bantuan freezer ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usman, S.Hut., MP mengucapkan terima kasih atas kerjasama para Penyuluh Perikanan KKP Kab. Kepulauan Selayar, sehingga kelompok bisa mengakses bantuan KKP untuk pengembangan usahanya. Pada kesempatan yang sama, Aisyah Amnur, SP., MP mengharapkan kerjasama dan kolaborasi dalam pendampingan dan pembinaan kelompok dapat terus terjalin dengan baik. Sumber : Asep Pranajaya - Penyuluh Balai Taman Nasional Taka Bonerate Editor : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

KTH Binaan Balai TN Tesso Nilo Terima Bantuan Ekonomi Produktif & Supervisi

Logas Tanah Datar, 29 September 2019. – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melaksanakan kegiatan monitoring dan supervisi kelompok desa binaan di Desa Rambahan, Kec. Logas Tanah Darat, Kab. Kuansing. Monitoring dilaksanakan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) bidang kegiatan budidaya/pembiakan ternak sapi bali pada Jumat s.d Sabtu, 27 – 28 September 2019 Monitoring yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari pembentukan kelompok masyarakat di Desa Rambahan, Kec. Logas Tanah Datar, Kab. Kuansing pada tanggal 07 Juli 2019 dengan nama “KTH RAMBAHAN DI HATI” yang beranggotakan 20 orang. Tindak lanjut dari pembentukan kelompok program binaan tersebut, Balai TN Tesso Nilo memberikan bantuan ekonomi produktif kepada kelompok tersebut. Dijelaskan oleh ketua tim monitoring, Bapak Amir Hamzah, S.Hut “Monitoring bertujuan untuk memantau perkembangan/kemajuan kegiatan tersebut. Dari hasil monitoring menunjukkan bahwa masyarakat desa sangat antusias. Diketahui, kelompok masyarakat tersebut telah memulai kegiatan pembiakan sapi dengan kegiatan awal yaitu membuat kandang secara swadaya dari anggota kelompok, progres pembuatan kandang sudah mencapai 80%”. Selain pembuatan kandang direncanakan akan dibuatkan pondok di dekat kandang yang berfungsi untuk penjagaan malam hari. Kepala Balai TN Tesso Nilo Ir. Halasan Tulus menyampaikan dukungannya kepada KTH binaan TN Tesso Nilo, “Balai TN Tesso Nilo menaruh harapan kepada KTH yang sudah dibentuk untuk dapat mengembangkan programnya dengan maksimal, dengan suksesnya program dari KTH yang sudah berjalan semoga selanjutnya bisa dibentuk KTH KTH lainnya sehingga program dapat terus berlanjut”, Terang Kepala Balai. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pra Konsultasi Publik Pengelolaan Kawasan

Pekanbaru, 1 Oktober 2019. Rapat awal pembahasan rencana pengelolaan jangka panjang kawasan SM Tasik Serkap, Tasik Besar Serkap dan Tasik Belat internal Balai Besar KSDA Riau dilaksanakan Senin, 30 September 2019 di aula Gajah Balai Besar KSDA Riau. Pembahasan dipimpin oleh Kepala Bidang Wilayah II, bapak Heru Sutmantoro dan di paparkan oleh Tim Penyusun. Rapat menghasilkan beberapa masukan tentang nilai penting kawasan diantaranya bahwa ketiga kawasan ini merupakan ekosistem rawa gambut dan perlunya sinergitas pengelolaan dengan para pihak. Selain itu dalam rapat pembahasan ini dilakukan pembahasan visi, misi, tujuan pengelolaan, strategi pengelolaan dan rencana kerja. Yuuuk, sebagai garda terdepan dalam pelestarian kawasan kita sama sama berjuang untuk pelestarian kawasan kita. Sunber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tim TSL BKSDA NTB Amankan Empat Kotak berisi TSL Tanpa Dokumen

Lembar, 30 September 2019 - BKSDA NTB melalui Petugas POS Pelabuhan Lembar kembali melakukan Pengamanan TSL tanpa dokumen terhadap kendaraan Bus TM dari Pelabuhan Padang Bai Bali yang tiba di Pelabuhan Lembar, Senin 30 September 2019. Melalui informasi dari masyarakat, Tim TSL BKSDA NTB telah mengantongi identitas Bus (Nopol), namun mengingat kondisi pelabuhan yang ramai dari kendaraan yang tiba, Bus TM yang dimaksud sempat lolos dari pengamatan petugas. Tidak menyerah, pengejaran tetap dilakukan dan Tim kemudian memberhentikan Bus di sekitar area SPBU Gerung. Bus-pun berhenti dan pemeriksaan langsung dilakukan. Petugas memeriksa seluruh barang bawaan penumpang termasuk bagasi bus yang benar didalamnya dijumpai 1 Keranjang dan Tiga Kotak Kayu yang berisi satwa burung jenis Burung kenari (Serinus Canaria). Supir Bus tidak dapat menunjukkan Dokumen Pengangkutan (SATS-DN) sehingga pengamanan langsung dilakukan oleh Tim TSL BKSDA NTB. Hingga berita ini diturunkan, satwa telah diamankan di Kantor BKSDA NTB di Mataram. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Wakatobi Amankan 12 Ekor Satwa Burung Endemik Asal Wakatobi

Tomia-Binongko, 1 Oktober 2019. Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Wakatobi, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Tomia-Binongko berhasil mengamankan 12 (dua belas) ekor satwa yang diduga merupakan burung endemik dari Taman Nasinal Wakatobi bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila (1/10). Satwa tersebut berupa burung jenis Kacamata (Zosterops sp) dari seorang penumpang (berasal dari luar Kabupaten Wakatobi) di Kapal Motor Wisata Indah 02 yang hendak berlayar dari Pelabuhan Tomia menuju Pelabuhan Murhum Bau-Bau. Saat dilakukan pemeriksaan, penumpang tersebut tidak bisa menunjukan legalitas barang bawaan yang ada. Satwa tersebut disimpan dalam sangkar yang kemudian dibungkus kain. Berdasarkan pengakuan kepada petugas, satwa tersebut akan dibawa ke Pulau Jawa untuk dipelihara. Disamping itu petugas menemukan 4 (empat) ekor burung yang hampir sama dengan burung yang diambil di Wakatobi yang menurut pengakuanya burung tersebut adalah burung yang dibawa dari Pulau Jawa dan telah memenuhi prosedur untuk keluar kawasan. Menurut keterangan pelaku, burung tersebut ditangkap dengan menggunakan lem yang direkatkan diranting pohon. Tindakan yang dilakukan terkait hal tersebut adalah memberikan pembinaan terhadap pelaku atau penumpang yang membawa satwa burung dengan memberikan pemahaman atau penyadartahuan bahwa wakatobi merupakan kawasan konservasi yang perlu dijaga kelestarian tumbuhan dan satwa liar serta ekosistemnya. Selanjutnya, petugas membuatkan surat pernyataan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan ditanda tangani oleh pelaku diatas materai 6.000. Satwa burung yang telah diamankan kemudian dilepasliarkan kembali kehabitatnya. Pelepasliaran dilakukan di Pantai Hondue, Desa Kolosoha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelepasan. Sumber : Elfiana - Polhut Pelaksana Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Ajak Pelajar Peduli Penyu di Wanagama Rally

Yogyakarta 29 September 2019, Balai KSDA Yogyakarta turut serta di event Wanagama Rally yang digelar selama 4 hari dari tanggal 26 - 29 September 2019 di Yogyakarta. Wanagama rally merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang diagendakan oleh Mapala Sylvagama UGM. Gelaran Wanagama Rally ke- XV tahun 2019 ini melibatkan 168 peserta yang merupakan pelajar di Indonesia dengan peserta paling jauh berasal dari Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Pada pelaksanaan Wanagama Rally hari ke 2, Balai KSDA Yogyakarta didapuk sebagai narasumber untuk menyampaikan materi terkait konservasi penyu. Momentum ini disambut baik oleh Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi. "Melalui Wanagama Rally ini kita bisa mengajak adik-adik generasi muda untuk lebih peduli lingkungan dan berperan langsung dalam kegiatan konservasi. Di Yogyakarta ini, mereka dapat melihat langsung aktivitas yang dilakukan oleh kelompok pelestari penyu Pantai Goa Cemara dalam upaya konservasi penyu. Di Pantai Goa Cemara ini juga terdapat Kader Konservasi binaan Balai KSDA Yogyakarta Subagya dan Yatiman." tutur M. Wahyudi saat menyampaikan materi di Pantai Goa Cemara pada hari Jum’at (27/9/19). Lebih lanjut M.Wahyudi menyampaikan bahwa konservasi penyu ini memerlukan kerjasama dan peran serta para pihak. "Dalam konservasi penyu ini, semakin banyak pihak yang peduli, akan berdampak semakin berkurangnya perburuan telur penyu sehingga kedepan kelestarian penyu dapat terus terjaga. Di DIY Terdapat dua jenis penyu yang mendarat di Pantai Selatan Bantul-Kulonprogo yaitu Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Di Pantai Goa Cemara, pada tahun 2011 dijumpai 10 titik sarang telur penyu sedangkan di tahun 2015 hanya dijumpai 3 titik sarang telur penyu. Hal ini menunjukkan adanya gangguan terhadap penyu tersebut. Oleh karenanya kita himbau kepada semua masyarakat untuk dapat kembali menjadikan pesisir Pantai Selatan sebagai salah satu tempat pendaratan penyu bertelur di DIY." jelas M. Wahyudi. Sumber : Dyahning R. (PEH - Balai KSDA Yogyakarta)

Menampilkan 4.817–4.832 dari 11.140 publikasi