Jumat, 1 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Koordinasi Penanganan Konflik Satwa atau Rescue dengan Muspika dan Masyarkat di Kecamatan Kotanopan

Mandailing Natal, 10 Oktober 2019. Seringnya kasus konflik antara manusia dan satwa liar di TN. Batang Gadis khususnya di Mandailing Natal telah melibatkan semua pihak. Koordinasi Penanganan Konflik Satwa atau Rescue dengan Muspika dan Masyarakat di Kec. Kotanopan yang merupakan wilayah kerja SPTN Wilayah II Kotanopan, koordinasi ini dilaksanakan di tiga tempat berbeda anatara lain : di Koramil XIV, Kapolsek Kotanopan dan Kantor Camat Kotanopan. Tim koordinasi Penanganan Konflik Satwa atau Rescue dengan menemui langsung Danramil Kapt. Misran Edi, ND. Danramil antusias dengan pelaksanaan kegiatan ini karena berkaitan pelatihan dengan penanganan konflik mengingat wilayah Koramil XIV yang berada di 5 kecamatan yang berpotensi adanya konflik satwa. Danramil bersedia mengikuti kegiatan pelatihan dan penanganan konflik satwa yang akan dilaksanakan. Koordinasi kemudian dilanjutkan ke kantor Kapolsek Kotanopan. Kapolsek Kotanopan AKP. Indra Sakti bersedia untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan penanganan konflik satwa, beliau menyampaikan untuk pembentukan satgas konflik satwa berdasarkan wilayah kerja. Tim Koordinasi TNBG melanjutkan rangkaian kegiatan penanganan konflik satwa ke kantor camat Kotanopan. Tim melakukan diskusi bersama dengan sekretaris camat (Sekcam) Bapak Alpin S. Hasibuan . Tim menyampaikan tujuan dari kegiatan ini yaitu kedepan nya penanganan konflik satwa semakin cepat tanggap dan itu harus didukung oleh pihak muspika kec. Kotanopan, karna ini juga merupakan sinergitas kolaboratif penangann konflik satwa antara pihak TNBG dengan muspika kecamatan. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Pendidikan Konservasi di SMA Negeri 1 Panyabungan

Panyabungan, 9 Oktober 2019. Sosialiasi konservasi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) untuk memberikan pemahaman serta edukasi tentang konservasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga hutan agar tetap lestari. Sosialisasi konservasi juga sebagai wadah bagi Balai TNBG untuk lebih mengenalkan Taman Nasional Batang Gadis kepada masyarakat umum, baik itu hutan kawasan, fauna dan flora yang berada di hutan Taman Nasional Batang Gadis. Sosialisasi Konservasi juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai – nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Kegiatan pendidikan konservasi di SMA Negeri 1 Panyabungan adalah sebuah upaya Balai TNBG untuk meningkatkan kepedulian generasi mendatang dalam hal kepedulian terhadap hutan kawasan TNBG untuk sama-sama menjaga dan melestarikan nya . Kepala Balai TNBG menyampaikan “Pentingnya menjaga hutan sebagai bentuk upaya kita untuk melestarikan alam untuk kelangsungan hidup pada setiap mahluk hidup, kita sebagai manusia harus sama-sama dan punya kewajiban untuk itu". Siswa/i sangat antusias mendengarkan dan mengikuti Kegiatan sosialisasi konservasi ini. Rangkaian kegiatan antara lain sesi kuis seputar tentang konservasi di berikan kepada siswa/i untuk menuntut mereka aktif dalam kegiatan ini, siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapat hadiah berupa pin Tapir yang merupakan ikon Taman Nasional Batang Gadis. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 menyambut positif kegiatan ini “semoga kedepan nya pihak TNBG terus melakukan kegiatan ini dari tahun ke tahun sehingga generasi masa depan bangsa akan semakin paham tentang penting nya konservasi dan menjaga lingkungan “ ujar Bapak Kepala SMA Negeri 1 Panyabungan. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

PKS Penguatan Fungsi SM Bakiriang dengan mitra PT. Donggi Senoro LNG

Jumat, 4 Oktober 2019 - Bertempat di ruang rapat Sekretariat Dirjen KSDAE, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah yang didampingi KasuBag TU, Kasie SKW I Pangi serta tim teknis Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan kegiatan pembahasan dan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penguatan Fungsi SM Bakiriang tentang konservasi maleo dengan mitra PT. Donggi Senoro LNG. Pembahasan dan perbaikan draft Perjanjian Kerja Sama dimulai pada pukul 10.00 WIB. Hadir dalam kegiatan pembahasan tersebut antara lain Bapak Sekretaris Dirjen KSDAE, Kepala Bagian Hukum KSDAE dan tim, Tim teknis Balai KSDA Sulawesi Tengah dan Tim dari mitra PT. Donggi Senoro LNG. Setelah dicapai kesepakatan dalam pembahasan ini, selanjutnya pada pukul 14.00 WIB dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama dimaksud dengan disaksikan langsung oleh Bapak Sekretaris Dirjen KSDAE. Dengan adanya Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi di kawasan SM Bakiriang, diharapkan akan dapat meningkatkan populasi spesies dilindungi dan terancam punah khususnya satwa burung maleo yang merupakan satwa endemik Sulawesi serta bisa meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga dan melestarikan satwa maleo. Sumber: Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang Oleh TN Bunaken

Poopoh, 7 Oktober 2019 - Balai Taman Nasional Bunaken khususnya Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II melakukan transplantasi karang di perairan Desa Poopoh tepatnya di Dive spot Malcolm. Jenis karang yang ditransplantasi sebagian besar adalah genera Acropora. Metode yang diimplementasikan dalam transplantasi karang ini adalah Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS). Metode MARRS ini mengembangkan struktur rangka besi berbentuk laba-laba sebagai tempat mengikatnya fragmen karang. Kegiatan transplantasi karang ini dihadiri stakeholders antara lain Kecamatan Tombariri, Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kapolsek Tombariri, Danramil 1302-07 Tombariri, Anggota TNI Angkatan Laut, Dosen Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, KPH Unit V, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Minahasa, Kepala Desa Poopoh, Kelompok Nelayan Cahaya Trans dan masyarakat sekitar Desa Poopoh. Dr. Jocelien Renny Makalew, M.Si selaku Kepala Seksi Wisata Budaya, Alam, dan Penata Buatan Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan dalam sambutannya mendukung kegiatan transplantasi karang ini dan mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga dan melestarikan ekosistem terumbu karang yang ada di perairan Poopoh. Terumbu karang yang terjaga kelestariannya akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Poopoh. Kepala Balai TN Bunaken, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut., M.Si menyatakan bahwa kegiatan transplantasi karang merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Balai TN Bunaken yang erat kaitannya dengan 3 fungsi TN Bunaken yaitu Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan. Kegiatan transplantasi karang ini perlu dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak agar ekosistem terumbu karang yang direhabilitasi dapat meningkat persentase tutupan karangnya sehingga ikan-ikan penghuni karang akan berdatangan. Ikan-ikan penghuni karang inilah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 75 media rangka besi laba-laba yang berisi kurang lebih 900 fragmen Acropora berhasil diletakan di lokasi penyelaman Malcolm. Menurut Kepala Seksi PTN II Hendrieks Rundengan, SP proses transplantasi karang tidak berakhir disini, kami akan melakukan monitoring secara berkala terhadap fragmen karang serta mengganti fragmen karang yang lepas maupun mati, sekaligus dan memonitor sejauh mana pertumbuhannya. Kedepan kami akan upayakan dalam transplantasi untuk menciptakan habitat baru bagi perikanan dan wisatawan dapat mengadopsi serta turut serta menanam karang, tutup Hendrieks. Sumber : Stella A. Puteri (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Bunaken
Baca Berita

Pembangunan Research Center di Taman Nasional Baluran

Selasa, 8 Oktober 2019 - Kepala Balai Taman Nasional Baluran Ir. Bambang Sukendro,MM dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus A. Kristensen, meresmikan pembangunan Research Center di SPTN Wilayah I Bekol yang merupakan hibah Copenhagen Zoo Denmark untuk TN Baluran "Dengan adanya research center ini diharapkan dapat melahirkan peneliti-peneliti yang handal, sehingga mampu memberikan jawaban terhadap permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh Taman Nasional Baluran" demikian yang disampaikan Ir. Bambang Sukendro, MM dalam sambutannya Kegiatan ini juga sekaligus sebagai kunjungan pertama Duta Besar Denmark ke TN Baluran. Rasmus A.Kristensen mengungkapkan Baluran merupakan tempat yang luar biasa "Ini merupakan kawasan yang luar biasa, untuk penelitian dan juga pariwisata, dan research center ini akan menjadi aset untuk Baluran yang diharapkan tidak hanya untuk membawa peneliti dari seluruh dunia tapi juga untuk peningkatan pariwisata" Pemutaran Bor Pile dilakukan bersama antara Kepala Balai TN Baluran dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia sebagai simbolis dimulainya pembangunan dan dilanjutkan dengan menyimak paparan singkat tentang konsep bangunan dari Research Center yang mengambil tema Majapahit Copenhagen Zoo dan TN Baluran telah menjalin kerjasama melalui Copenhagen Zoo Baluran Programme. Kerjasama yang telah berlangsung sejak tahun 2012 ini ditujukan untuk Konservasi Satwa Liar di Taman Nasional Baluran. Sumber: Balai TN Baluran
Baca Berita

Kerjasama Multi Pihak dalam Penanganan Kebakaran di Hutan Gunung Bibi, Gunung Merapi Lereng Timur

Boyolali, 8 Oktober 2019 - Kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan nampaknya harus tetap dipertahankan, demikian juga untuk kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kali ini, terjadi kebakaran hutan di lereng timur Gunung Merapi. Kebakaran ini terjadi pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019, sekitar pukul 10.00 WIB dengan sumber titik api berasal dari lahan warga di luar kawasan TNGM. karena kuatnya tiupan angin, kebakaran mulai merembet ke arah kawasan TNGM. kira-kira pukul 13.00, petugas mendapatkan laporan dari masyarakat (Sumardi, penduduk dusun Pedhut, di kaki hutan Gunung Bibi) bahwa hutan Gunung Bibi, dusun Pedhut, desa Wonodoyo, kecamatan Cepogo, kabupaten Boyolali mengalami kebakaran. Kawasan ini masuk ke dalam Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Musuk Cepogo, SPTN Wilayah II Boyolali Klaten. Petugas di posisi terdekat saat kejadian berada di OWA Deles Indah, Kemalang – Klaten, segera meluncur ke TKP untuk segera bergabung dengan masyarakat dalam upaya pemadaman. Inisiatif telah dilakukan masyarakat sekitar kawasan dengan membuat sekat bakar untuk mencegah kebakaran tidak meluas. Pemadaman dilakukan dengan cara memukul-mukul api menggunakan ranting pohon serta menimbun api dengan tanah. Hal ini dilakukan karena sumber air untuk pemadaman sulit untuk dijangkau. Jam 15.00 WIB, api sempat padam. Tetapi sesaat kemudian api kembali menyala akibat tiupan angin yang kencang. Seluruh elemen pemadaman kembali berjibaku untuk memadamkan api, dan memperlebar sekat bakar. Upaya pemadaman terus dilakukan hingga pukul 18.00 WIB, karena kondisi yang semakin gelap dan pekatnya asap, seluruh elemen menarik diri ke posisi yang aman dengan tetap melakukan pemantauan terhadap titik api. Pukul 20.00 WIB, api berangsur-angsur mulai padam karena udara yang dingin dan suplai bahan bakar yang telah habis. Pemantauan titik api terus dilakukan hingga pukul 23.00 WIB dan api dinyatakan telah padam. Keesokan harinya, Minggu 6 Oktober 2019, dilakukan upaya mop up untuk memastikan sudah tidak ada lagi titik api di lokasi kebakaran. Dari hasil pengecekan di lapangan, lokasi kebakaran berada pada titik koordinat UTM X 0441849, Y 9168365 dengan ketinggian 1539 m dpl. Hari kedua paska kebakaran (Selasa, 8 Oktober 2019), setelah api dinyatakan benar-benar padam serta kondisi kawasan sudah kembali kondusif petugas melakukan pengukuran luas areal yang terbakar. Berdasarkan pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa luas kawasan yang terbakar adalah 0,58 Ha. Penanganan kebakaran hutan ini dilaksanakan oleh SPTN Wilayah II Boyolali Klaten beserta staf lingkup RPTN Musuk Cepogo, RPTN Selo, RPTN Kemalang, dibantu oleh anggota MMP/MPA Pedhut, Polsek Cepogo serta Banser Dusun Pedhut, dengan jumlah total sekitar 100 orang. Apresiasi dihaturkan oleh Kepala Balai TNGM kepada para relawan yang telah membantu penanganan kebakaran hutan kali ini. Semoga kebakaran hutan ini merupakan yang terakhir terjadi di kawasan TNGM. **** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Penandatanganan MoU antara Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Palu dengan Balai KSDA Sulawesi Tengah

Selasa, 8 Oktober 2019 - Bertempat di Aula Universitas Muhammadiyah Palu, Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) tentang Tri Dharma (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian) antara Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Palu dengan Balai KSDA Sulawesi Tengah. Dengan adanya MoU ini maka Balai KSDA Sulawesi Tengah mendapat dukungan dari civitas akademika yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah setelah sebelumnya juga melakukan MoU dengan Fakultas Peternakan Universitas Tadulako. Diharapkan dengan semakin banyak pihak yang terlibat secara aktif dalam bidang konservasi di Sulawesi Tengah dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta peran serta masyarakat dalam bidang konservasi. Sumber: Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Sambang Sekolah di SMU Al Muddatsiriyah Untuk EKSATLI

Jakarta, 9 Oktober 2019. Sambang Sekolah merupakan kegiatan edukasi konservasi ke siswa sekolah, kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap minggu oleh BKSDA Jakarta dan Tim EKSATLI. Kegiatan ini berupa pengenalan kondisi lingkungan dan makhluk hidupnya serta pelatihan pengelolaan lingkungan, seperti manajemen sampah. Tema bahasan kali ini merupakan terkait “ Dasar-dasar Konservasi” yang dilaksanakan di Di SMU Al Muddatsiriyah pada tanggal 09 Oktober 2019. Zahra (Tim Eksatli) mengatakan bahwa dasar konservasi itu didasarkan oleh 3 (tiga) Pilar Konservasi yaitu Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya sumberdaya, maka diharapkan setiap mahluk hidup dapat melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara sumberdaya alam tersebut secara berkelanjutan. Selain itu juga di sampaikan terkait kawasan konservasi yang berada pada lingkup Balai KSDA Jakarta. Hal yang menarik pada kegiatan hari ini, Ginanjar (siswa kelas 12) menanyakan terkait tindakan pertama jika kami menemukan tumbuhan, satwa liar (TSL) yang dilindungi khusnya itu bagaimana? Lalu berapa hukuman yang akan di dapat jika memiliki satwa tersebut? Sri Mulyani mengatakan bahwa jika kebetulan menemukan tumbuhan dan satwa liar baiknya mengamankan terlebih dahulu dan melaporkan melalui call center BKSDA Jakarta (081298643727), sehingga nanti petugas Polisi Kehutanan (POLHUT) akan datang secara sigap untuk mengevakuasi ke Tempat Transit Sementara (TTS) Tegal Alur dan dilepasliarkan ke habitat aslinya. Sesuai UUD Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 40 ayat 1 menyatakan bagi setiap orang yang mengambil, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara dan memperniagakan satwa yang dilindungi akan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- Kepala Sekolah Menyampaikan secara singkat bahwa kegiatan ini sangat bagus guna menumbuhkan jiwa konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan. besar harapan kami ini nanti bisa diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah bagi setiap siswa. semoga hal ini juga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menyebar kesemua aspek masyarakat. Sumber: Sri Mulyani - Penyuluh Kehutanan Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Kegiatan Adopsi Pohon yang Dihadiri Lebih Dari 100 Orang Peserta

Pekanbaru, 6 Oktober 2019 - Kawan-kawan Rimbawan Pesisir Dumai yang dimotori oleh bang Rewang Gono dan tentunya dukungan Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan adopsi pohon yang dihadiri lebih dari 100 orang. Pesertanya selain dari Komunitas Pencinta Alam Dumai dan Duri, Hipam, Serdadu Alam, beberapa sekolah dan tentu saja tokoh adat melayu setempat. Pohon yang diadopsi berjumlah 100 batang terdiri dari pulai, trembesi, mahoni dan durian. Penanaman dilakukan di area terbuka di TWA Sungai Dumai dan sekitarnya.Mungkin kamu bertanya tanya apa sih adopsi pohon itu? tujuannya adalah agar masing masing pengadopsi mengikuti perkembangan dan pertumbuhan pohon yang diadopsinya. Dan disini mereka menamai pohon adopsinya berdasarkan kelompok atau komunitasnya. Oh ya, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman adopsi pohon berkelanjutan antara KPA Rimbawan Pesisir dan PATRA SK Dumai Plant disaksikan dan diketahui pihak Balai Besar KSDA Riau. Yuuuk kita kreatif untuk lestarikan alam kita.... Sumber: Balai Besar KSDA Riau CONSERVATION #everyonecandoit
Baca Berita

Kembangkan TWA Sorong, Balai Besar KSDA Papua Barat selenggarakan Upacara Adat Moi sebagai Wujud Penghormatan Adat dan Tradisi

Sorong, 8 Oktober 2019. Dalam rangka pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Sorong menjadi destinasi wisata berkelanjutan, Balai Besar KSDA Papua Barat bekerja sama dengan PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim dan Petrogas (Basin) Limited untuk membangun infrastruktur pendukung penyelenggaraan konservasi in situ tumbuhan dan satwa liar dilindungi di dalam TWA Sorong. Sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan tradisi masyarakat Papua Barat khususnya Suku Moi sebagai pemilik hak ulayat di kawasan TWA Sorong, Balai Besar KSDA Papua Barat selenggarakan Upacara Adat Moi. Upacara adat yang diselenggarakan oleh Balai Besar KSDA Papua Barat bersama-sama dengan PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim, Petrogas (Basin) Limited dan Keluarga Besar Malaseme ini berlangsung khidmat dengan diawali dan diakhiri guyuran hujan. Upacara yang dihadiri tidak kurang dari 85 tamu undangan, dibuka dengan melangsungkan prosesi adat untuk memohon doa restu kelancaran proses pembangunan di TWA Sorong yang dipimpin langsung oleh Kristian Ulim selaku Tokoh Adat Suku Moi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat dalam sambutannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan penghormatan terhadap adat dan tradisi masyarakat setempat dalam penyelenggaraan konservasi. “Era baru pembangunan konservasi saat ini adalah menjadikan manusia dan budaya sebagai subyeknya sehingga dalam pembangunan konservasi ke depan harus banyak melibatkan masyarakat serta harus memberikan penghormatan terhadap budaya masyarakat sekitar kawasan hutan”, tutur R. Basar Manullang selaku Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat. Rencananya setelah pelaksanaan upacara adat, akan dimulai pembangunan secara bertahap di dalam TWA Sorong hingga tahun 2022 berupa pembangunan kandang sanctuary, kandang habituasi, Klinik dan karantina hewan, gudang pakan hewan, jalan trekking untuk pengunjung, pembuatan gapura dan pembuatan gazebo edukasi oleh PT. Pertamina RU VII Kasim. Selain itu, akan dibangun juga secara bertahap hingga tahun 2023 berupa pembangunan arboretum anggrek alami, pembuatan jalan trekking untuk wisatawan, pembangunan rumah herbarium, dan pembangunan rumah anggrek oleh Petrogas Basin Limited. Hadir dalam acara tersebut Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., MM, Kadispotmar Koarmada III Kolonel Laut (P) Arif Rustaman, Dandenkesyah 04.01 Rem 181/PVT Letkol Ckm Adrianus Ayomi, Kadispotmar Lantamal XIV Letkol Laut (KH) Abdul Halid Sabale, Plh. Kasdim 1802/Sorong Mayor Inf. H. Triyana, S.PdI., M.Pd., General Manager PT. Pertamina (Persero) unit VII Kasim Edy Januari Utama, Environmental Senior Supervisor Petrogas (Basin) Limited Engelbert, Asisten III Kabupaten Sorong Klaas Osok, S.Sos., M.Si., Asisten I Kota Sorong Rahman, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Sorong Julian Kely Kambu, Kepala Karantina Kota Sorong I Wayan Kartanegara, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Sorong Kholis Kamaludin, Perwakilan Majelis Rakyat Papua Barat, Kepala Distrik Klaurung dan Sorong Timur, Lurah Klablim dan Klasaman, akademisi Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah Sorong dan Universitas Victory Sorong, mitra NGO dari Fauna and Flora International dan Conservation International Indonesia, Keluarga Besar Malaseme Kalaum, Keluarga Besar Malaseme Klablim, Keluarga Besar Osok Klablim, Keluarga Besar Osok Denlo dan Keluarga Besar Malibela Klawalu serta rekan-rekan media massa. Di akhir acara, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan dukungan pembangunan infrastruktur di Kawasan TWA Sorong dalam rangka mendukung destinasi wisata berkelanjutan oleh para pemangku kepentingan. Kegiatan upacara adat ini dimeriahkan juga melalui penampilan tarian adat Suku Moi yang dikreasikan oleh Sanggar Tari Nanibily Kota Sorong. Rangkaian kegiatan upacara adat ditutup dengan santap siang menggunakan menu masakan tradisional yang secara khusus langsung disiapkan oleh masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung begitu khidmat dan kental dengan nuansa adat Suku Moi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum yang baik dalam membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan konservasi di Provinsi Papua Barat. Sumber: BBKSDA Papua Barat
Baca Berita

Laboratorium Alam Taman Nasional Gunung Merapi

Sleman, 8 Oktober 2019 - Taman Nasional Gunung Merapi selalu menarik untuk diteliti, hal inilah yang menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium alam. Banyak studi, kajian maupun penelitian dilakukan di kawasan ini. selama ini telah banyak kampus, sekolah serta komunitas keilmuan yang melakukan penelitian maupun pembelajaran di kawasan konservasi ini. Demikian juga yang dilaksanakan oleh Program Studi Bologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ). Pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2019, hadirlah 59 mahasiswa semester 7 beserta 17 dosen di kawasan konservasi TNGM, untuk melakukan pembelajaran di alam, berupa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan bobot 2 SKS. Pembelajaran ini mengambil 14 subtema, yaitu hara tanah, kultur jaringan tumbuhan, bakteri, ekologi perairan, ekofisiologi hewan, perilaku mamalia besar, talas-talasan, anggrek, paku, fitokimia tumbuhan, jamur, herpetofauna, analisis vegetasi dan ikan. Mengingat obyek pembelajaran cukup majemuk, maka pihak TNGM mengarahkan di 3 lokasi yaitu Kalikuning, Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo, dengan didampingi oleh 4 (empat) Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) yang bertugas di masing-masing resort. Dalam kesempatan ini, Dr. Reni Indrayanti, M.Si, selaku Kepala Program Studi Biologi FMIPA UNJ menyampaikan bahwa kegiatan KKL ini merupakan kegiatan tahunan dari Prodi Biologi, selanjutnya ada Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bobotnya 3 (tiga) SKS, dan durasinya lebih lama 40 hari kerja. Sumber: Balai TN Gn. Merapi
Baca Berita

Kunjungan Bupati Kampar ke Sungai Subayang

Pekanbaru, 5 Oktober 2019 - Bupati Kampar, bapak Catur Sugeng S. berkunjung ke sungai Subayang, kec.Kampar Kiri Hulu, Kab.Kampar didampingi oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono dan Camat Kampar Kiri Hulu, bapak Dasril. Peninjauan dilakukan untuk melihat proses pembangunan jembatan gantung yang bertujuan sebagai sarana penunjang jalur interpretasi SM Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB). Diharapkan jembatan tersebut tidak sekedar fungsional kemanfaatannya tapi juga secara artistik dan estetis diharapkan menjadi penunjang program wisata alam yang akan dikembangkan pada landscape Rimbang Baling. Kunjungan juga didampingi oleh Bappeda, 9 kades kawasan Bukit Rimbang Bukit Baling, tokoh masyarakat, kontraktor pembangun jembatan dan awak media. 2 jembatan sedang dalam proses pembangunan yaitu Sei Sidu (96 m) dan Sei Tebo (36 m) dengan masing masing lebar 2 m. Masyarakat berkomitmen untuk turut menjaga kelestarian fungsi SM BRBB tersebut. Salam lestari!!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Apotik Alam Bagi Masyarakat Adat Dayak di Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang

Malinau, 9 Oktober 2019 – Masih ingat viralnya Akar Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis hassk) yang diyakini sebagai obat kanker dan tumor? Dikalangan masyarakat Dayak, mengkonsumsi akar bajakah sudah dilakukan sejak dulu karena dipercaya baik untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Tak hanya itu, beragam tanaman hutan lainnya juga kerap digunakan sebagai obat-obatan. Tumbuhan berkhasiat obat tersebar di seluruh wilayah Nusantara, tak terkecuali di Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Masyarakat Dayak telah mengenal penggunaan tumbuhan sebagai obat sejak turun temurun. Minimnya jangkauan fasilitas kesehatan membuat masyarakat lebih cenderung menggunakan tanaman di hutan sebagai pengobatan dengan berbekal eksistensi pengetahuan lokal turun temurun. Data yang dihimpun tim survey Balai Taman Nasional Kayan Mentarang SPTN Wilayah III Long Ampung di Wilayah Kecamatan Kayan Hilir, masyarakat adat lokal masih mempertahankan kearifannya menggunakan obat alami walaupun obat-obatan kimia banyak tersedia. Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) masih menjadi primadona sebagai tanaman herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina. Ada pula rotan (Callamus sp) sebagai penawar racun, obat sakit mata, sariawan, dll. Serta Milettia sp untuk mengobati sakit gigi. Tidak hanya sebatas memanfaatkan, kearifan lokal masyarakat adat ditunjukkan dengan peran serta menjaga hutan. Kekayaan alam dengan keanekaragaman hayati yang tersebar di Taman Nasional Kayan Mentarang memang belum semuanya terjamah oleh tangan manusia. Masih banyak potensi tumbuhan berkhasiat obat yang tumbuh secara lestari dikawasan seluas 1,27 juta hektar ini. Semua tumbuh sebagai laboratorium alam yang di jaga oleh masyarakat Dayak sebagai anugerah Tuhan bagi kehidupan generasi yang akan datang. Sumber : Tim Invetarisasi Timbuhan Obat SPTN III Long Ampung - BTN Kayan Mentarang
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Kedatangan Tamu

Pekanbaru, 7 Oktober 2019 - Balai Besar KSDA Riau kedatangan tamu dari Perusahaan Gas Negara atau biasa disingkat PGN. Dimotori oleh Sales Area Head Pekanbaru dan Dumai, bapak Arief Nurrachman, PGN menyerahkan bantuan alat kesehatan dan pelindung diri akibat bencana kebakaran hutan dan lahan di Prov. Riau. Bantuan masker 3M, 3M Particulate Filter, Masker Debu N95 dan beberapa jenis lainnya langsung diterima oleh bapak Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono. Dalam penyampaiannya, bapak Suharyono sangat mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh PGN dengan memberikan dukungan yang sangat bermanfaat bagi petugas dilapangan untuk meminimalisir efek negatif udara saat bekerja melakukan pemadaman. Semoga untuk ke depannya bencana kebakaran tidak menjadi bencana rutin tahunan ya kawan... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Da'i Konservasi, Kearifan Lokal Berbasis Nilai Islam Untuk Pengabdian Pada Masyarakat

Pekanbaru, 5 Oktober 2019 - Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim membina 15 orang Da'i dari beberapa desa di sekitar SM.Bukit Rimbang Bukit Baling yang tergabung dalam Forum Da'i Konservasi Rimbang Baling (Forkodas) pada tanggal 5 s.d 6 Oktober 2019. Kegiatan ini didukung oleh Balai Besar KSDA Riau dan WWF program Riau yang hingga saat ini terlibat aktif dalam pembinaan Forkodas yang merupakan komunitas perwakilan para Da'i di 2 Kecamatan di Kab. Kampar dan 2 Kecamatan di Kab. Kuantan Singingi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas da'i dalam penyampaian dakwah yang lebih efektif kepada masyarakat, khususnya mengenai konservasi sehingga akan membantu menyadarkan masyarakat dalam menjaga alam dan keanekaragaman hayati nya termasuk satwa langka seperti Harimau Sumatera yang menjadi spesies kunci di Rimbang Baling. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau, Dr. Nurdin, MA. beserta tim Dr. M Badri, M.Si, Dewi Sukartik, M.Sc. dan Hayatullah Kurnadi, MA. memberikan pelatihan langsung kepada para Da'i yang sangat antusias dan aktif mengikuti diskusi serta rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Stasiun Lapangan Camp Subayang, Kampar Kiri Hulu. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono menyampaikan program perlindungan dan pelestarian kawasan SM Bukit Rimbang Rimbang Baling serta memberikan dukungan untuk meningkatkan kepedulian dan kesejahteraan masyarakat. Yuuk kita berkonservasi dengan hati nurani... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar di Hari Satwa Sedunia

Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar di Desa Sionggang UtaraKec. Lumban Julu Kab. Tobas Samosir Pematang Siantar, 9 Oktober 2019 - Dengan bertepatan pada “Hari Satwa Sedunia (World Animal Day)” tanggal 4 Oktober 2019, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar melaksanakan sosialisasi perlindungan satwa liar kepada masyarakat Desa Sionggang Utara Kecamatan Lumban Julu Kabupaten Toba Samosir. Kegiatan ini dilatarbelakangi keinginan masyarakat Desa Sionggang Utara untuk menyusun Peraturan Desa (PERDES) tentang perlindungan satwa liar. Adalah Marandus Sirait seorang pegiat konervasi yang juga merupakan kader konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, warga asli Sionggang Utara sebagai penggagas agar Desa Siongga Utara menyusun Perdes tentang perlindungan satwa liar. Keinginan ini disampaikannya kepada Aparat Desa Sionggang Utara dan disambut baik oleh Kepala Desa Sionggang Utara Bapak Rudin Manurung. Selanjutnya disampaikan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memfasilitasi Desa Sionggang Utara dalam penyusunan PERDES tersebut yang diawali dengan kegiatan sosialisasi. Perburuan satwa liar marak terjadi di Desa Sionggang Utara terutama perburuan terhadap jenis burung dimana pelakunya justru orang di luar Desa Sionggang Utara. Ada yang menggunakan senapan angin, jerat dengan pemikat suara musik. Sehingga belakangan ini sudah ada beberapa jenis burung yang sudah sangat jarang dijumpai atau didengar kicaunnya bahkan ada yang sudah tidak muncul sama sekali seperti jenis burung Sibigo (Kepodang Sumatera), Ambaroba (Cucak Rawa), Simaritom-itom (Cucak Keling), Patia Raja (Kolibri Sepah Raja), Silogo-logo/Lali Piuan (Elang), Belibis, Enggang, Ruak-ruak, dll. Sosialisasi perlindungan satwa liar ini dilaksanakan di Balai Desa Sionggang Utara dengan peserta sebanyak 25 (dua puluh lima) orang. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Desa yang dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudito, S.Hut, ME. kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Adanya PERDES ini, harapannya mereka dapat menindak pelaku-pelaku perburuan satwa liar. Di akhir acara kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sionggang Utara yang peduli terhadap kelestarian satwa liar. Semoga penyusunan PERDES perlindungan satwa liar ini berjalan lancar dan akan didampingi oleh Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. PERDES ini nantinya akan menjadi produk baru bagi pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yang mendukung pengembangan Geopark Kaldera Toba. Geopark Kaldera Toba melestarikan tiga keragaman, yaitu geodiversity atau keanekaragaman batu-batuan, biodiversity atau keragaman hayati dan culture diversity atau keragaman budaya. Pada tanggal 31 Agustus 2019, Geopark Kaldera Toba sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Taman Bumi Global atau Unesco Global Geopark. Masuknya Danau Toba ke jaringan Taman Bumi Global menjadi tumpuan pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sarana dan parsarana pendukung akan dibangun dengan tetap memperhatikan ketiga aspek di atas yaitu geodiversity, biodiversity , dan culture diversity yang menjadi geosite yang saling terkait dan menjadi satu bagian cerita. Sumber : Lisbeth (Penyuluh Kehutanan) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 4.769–4.784 dari 11.140 publikasi