Jumat, 1 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Workshop Speleologi: Potensi dan Peluang Pengembangan Wisata Karst Taman Nasional Betung Kerihun

Pontianak, 20 Oktober 2019. Bertempat di Ibis Hotel pontianak, acara Workshop Speleologi: Potensi dan Peluang Pengembangan Wisata di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat resmi dibuka (18/10). Acara pembukaan dihadiri oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) yang diwakili Kasubdit PJLAir, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan, Peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Perwakilan Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan, Founder Yok Kita Jelajah Khatulistiwa, dan Acintyacunyata Speleological Club Yogyakarta. Workshop speleologi ini baru pertama kali diadakan di provinsi Kalimantan Barat. Peserta sangat antusias dengan diadakannya acara Workshop, hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan para kelompok masyarakat mulai dari para penggiat gua, pencinta alam, masyarakat lokal sekitar karst, mahasiswa, dan instansi pemerintah. Materi yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan hari ini yaitu Pengelolaan Ekosistem Karst Ekoregion Kalimantan, Identitas Budaya dan Wisata Edukatif, dan Pengembangan Awal Batukapur untuk Wisata Alam di Taman Nasional Manusela. Pengenalan tentang karst dan kawasan TNBK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan partisipan akan Karst dan pengelolaannya, kemampuan dalam mengeksplorasi potensi wilayahnya dan pengemasan menjadi paket wisata, dan meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi pendataan potensi karst. Kawasan karst di kalimantan merupakan yang terluas di Indonesia. Ironisnya, ketersedian data kawasan tersebut justru yang sangat minim. Mengingat pengetahuan tentang speleologi di Indonesia baru dikenal sejak tahun 1900-an, menjadi alasan khusus tertinggalnya pengelolaan kawasan karst di Indonesia. Adapun potensi kawasan karst di TNBK khususnya Desa Tanjung Lokang tercatat sebanyak 55 gua dan 8 diantaranya telah dipetakan. Hal ini menjadi upaya strategis TNBK dalam pengelolaan dan eksplorasi potensi Karst di dalam kawasan. Dalam sambutannya, Puja Utama mewakili Direktur PJLHK menyampaikan bahwa "Kawasan karst sangat berpotensi untuk dimanfaatkan jasa lingkungannya tanpa merusak Karst nya itu sendiri". Dilain kesempatan, Nunu Anugrah selaku Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan menyampaikan bahwa, "Kegiatan ini sangat penting mengingat data dan informasi terkait kawasan karst di kalimantan tidak banyak sehingga kegiatan ini bisa menambah data dan informasi kawasan karst di kalimantan". Pak Beta selaku peserta yang mewakili Tepuai juga menuturkan pentingnya kegiatan workshop ini, "Saya rasa di tepuai punya banyak potensi yang perlu di eksplorasi, terutama oleh pemuda setempat. Disamping itu, banyak juga spot-spot yang cocok untuk dijadikan sebagai objek wisata ataupun penelitian. Semoga kegiatan workshop ini terus berlanjut dan tidak sampai disini saja". Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

SAORIA : Terobosan Balai TN Kelimutu Tingkatkan Kualitas Kinerja

Ende, 19 Oktober 2019. Balai Taman Nasional Kelimutu mengadakan up grading dan pelatihan lanjutan Sistem Alir Informasi Terpadu Sitroom dan Aplikasi (SAORIA), pada tanggal 17-18 Oktober 2019 di Aula kantor Balai. SAORIA Kelimutu telah dibuat sejak tahun lalu merupakan sebuah sistem aplikasi berbasis android yang terintegrasi secara real time dengan situation room berbasis web yang mengalir dalam jaringan internet yang dibangun di lapangan. Fasilitas data/informasi yang ada dalam aplikasi ini terdiri atas data aktifitas petugas, data Barang Milik Negara (BMN), Tiketting PNBP dan File Laporan. Pelatihan ini mempermudah dan meningkatkan kinerja petugas serta kualitas pengelolaan Taman Nasional Kelimutu melalui penggunaan SAORIA yang makin baik. Pada proses up grade SAORIA kali ini dilakukan perbaikan pada fasiltas aplikasi yang ada serta penambahan aplikasi untuk Tata Persuratan. Selain itu juga dilakukan perbaikan dan penambahan dalam penyajiannya di website www.kelimutu.id berupa penambahan link ke CCTV danau untuk kondisi cuaca terkini, link data buku ke aplikasi perpustakaan Taman Nasional Kelimutu dan link ke beberapa web terkait di pusat. Pelatihan ini diikuti oleh personil Balai Taman Nasional Kelimutu yang ada di tiap unit kerja baik resort maupun urusan dengan bimbingan dari mentor Gamma Media Solusindo dan disupervisi langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu dan KSBTU Balai Taman Nasional Kelimutu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Giat Patroli Pengamanan Kawasan Dan Ground Check Open Area Resort 5 Sopotinjak

Sopotinjak, 18 Oktober 2019. Kegiatan Patroli Pengamanan Hutan di Kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) adalah kegiatan preemtif dan preventif yang ditujukan guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat dan kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan. Metode pelaksanaan kegiatan patroli pengamanan kawasan dan ground check open area Taman Nasional Batang Gadis ini dilakukan berdasarkan rencana kerja, baik dari peralatan seperti peta kerja dan alat teknis. Tim Patroli berjalan kaki menyusuri Kawasan Hutan Taman Nasional Batang Gadis, mencatat segala bentuk pengamatan yang terjadi di lapangan dan pengambilan track dan waypoint. Jalur yang dilewati oleh tim merupakan jalur yang menurut keterangan warga adalah jalan Belanda dalam pemasangan batas Hutan jaman dulu. Pada saat sedang patroli tim menemukan kelompok bunga raflesia dengan jumlah 15 bongkol (belum mekar). Tim patroli pengamanan yang diketuai oleh Siti Wahyuna. SP Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Muarasoma menyampaikan antara lain : Perlunya dilakukan pertemuan antara pihak Taman Nasional Batang Gadis dan pemerintah desa Sopotinjak terkait masalah konflik kepemilikan lahan dan mencari solusi dan bentuk kerjasama yang bias menguntungkan kedua belah pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

BKSDA NTB Berikan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Daerah Penyangga

Sumbawa, 14 Oktober 2019 - BKSDA NTB melalui Kepala Balai Ir. Ari Subiantoro, M.P., Kepala SKW II Sumbawa, Arap, S.P. beserta staf memberikan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat untuk dua desa di Daerah Penyangga Kawasan Konservasi yakni TWAL Pulau Moyo dan CA Pulau Panjang. Dalam Kegiatan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif ini, BKSDA NTB juga didampingi dan disaksikan oleh Pemerintah Daerah setempat yakni dari Camat Moyo utara, Ardian Pranata, S.STP., Sekretaris dan staf, Kepala Desa Kukin beserta Sekretaris dan Kepala Dusun Ai Bari. Saat Pembukaan Acara, Arap S.P. selaku Kepala SKW II Sumbawa menyampaikan, "Keberadaan TWAL Pulau Moyo dengan segala potensi wisata pantai dan terumbu karang adalah berkah untuk kita semua. Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat juga dapat lebih merasakan manfaat secara ekonomi dari berkah itu." Senada dengan itu, Kepala BKSDA NTB Ir. Ari Subiantoro, M.P. juga menambahkan, "Bantuan ini hanya permulaan, semoga kedepan masyarakat bisa mengembangkan bantuan ini sehingga muncul alternatif atraksi wisata baru di TWAL Pulau Moyo ini." Dua desa daerah penyangga sebagai penerima bantuan ekonomi produktif, pertama Desa Kukin Dusun Ai Bari Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa melalui Kelompok Masyarakat "Bina Tanjung Pasir Sejahtera" untuk TWAL Pulau Moyo dan kedua Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat Kabutapen Sumbawa melalui Kelompok Masyarakat "Sinar Lestari" untuk CA Pulau Panjang. BKSDA NTB memberikan bantuan usaha ekonomi produktif kepada Kelompok Bina Tanjung Pasir Sejahtera berupa 5 (lima) set alat snorkling dan pelampung dan 1 (satu) set kayak. Melalui bantuan ini, diharapkan perekonomian anggota kelompok dapat terbantu melalui penyediaan jasa penyewaan alat snorkling untuk para pengunjung di TWAL Pulau Moyo. Sementara untuk Kelompok Sinar Lestari, bantuan yang diberikan berupa satu unit sampan beserta mesin, tali dan jangkar. Salah satu harapan besar BKSDA NTB adalah dapat membantu perekonomian anggota kelompok melalui jasa penyewaan sampan dan harapan lain untuk bersama-sama BKSDA NTB menjaga Kawasan Konservasi, mengingat sebagian besar Anggota kelompok juga merupakan anggota MMP yang sering melakukan patroli dan pengamanan di wilayah CA Pulau Panjang. (SUMBER : BKSDA NTB)
Baca Berita

Promosi Jabatan Sebagai Amanah

Banjarbaru, 14 Oktober 2019, Promosi jabatan merupakan pemberian amanah dan apresiasi oleh organisasi bagi pegawai untuk kinerja terbaik yang telah diberikan selama ini. Demikian sepenggal sambutan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan dalam acara perpisahan pegawai Darwin S,Hut.T yang menerima promosi sebagai Kepala Seksi di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat. Darwin sebelumnya adalah Koordinator Urusan Kepegawaian Balai KSDA Kalimantan Selatan. Lebih lanjut Mahrus mengucapkan terima kasih kepada Darwin atas kontribusi selama ini di Balai KSDA Kalimantan Selatan dan harus menunjukan kinerja yang optimal di unit kerja yang baru. Seorang pimpinan akan merasa berhasil apabila dapat mendorong pegawainya untuk promosi menjadi pimpinan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat banyak Darwin-darwin yang lain, tambah Mahrus. Darwin dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak sekali pembelajaran yang didapat selama 2 (dua) tahun bekerja sama dengan Dr. Mahrus. Hal yang paling diingat adalah slogan kerja Balai KSDA Kalsel yaitu Gerak “CTM” yaitu Bergerak Cepat, Tepat, dan Manfaat, ujar Darwin. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan yang diwakilkan kepada staf Urusan Kepegawaian Maryono. Juga oleh KSBTU, Kepala SKW I,II dan III serta tidak ketinggalan dari IKA SKMA Kalimantan Selatan. (ryn) Sumber : Prawira Aditya Rahman, SE - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kelompok Masyarakat Peduli Anggrek “Amabilis Lestari” SM Pelaihari

Tanah Laut, 11 Oktober 2019. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc melakukan Kunjungan dan Silaturahmi ke Kelompok Anggrek dalam rangka Monitoring Kelompok Masyarakat Peduli Anggrek “Amabilis Lestari” Desa Sabuhur Kabupaten Tanah Laut. Amabilis Lestari merupakan kelompok binaan BKSDA Kalsel yang anggotanya adalah masyarakat yang peduli terhadap kelestarian anggrek spesies lokal khususnya di wilayah Tanah Laut. Kelompok yang dibentuk november 2018 ini memiliki agenda pertemuan rutin setiap 2 bulan sekali membahas seputar pelestarian dan budidaya anggrek. Hermanto selaku ketua kelompok Amabilis Lestari menyambut baik kunjungan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan yang didampingi oleh Kepala Resort SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut beserta tim. Pada Kunjungan ini ada beberapa hal yang dibahas antara Kepala Balai dan Ketua kelompok Amabilis Lestari diantaranya terkait permasalahan pengembangan kelompok lebih luas, rencana kerja dan program ke depan. “Kelompok Amabilis Lestari terkendala dana di dalam mengembangkan program dan rencana yang telah dibuat kelompok terkait pelestarian anggrek, ujar Hermanto”. Salah satu rencana kerja yang ingin dilaksanakan yaitu pembuatan demplot budidaya anggrek dalam rangka pelestarian anggrek spesies Meratus dan anggrek bulan pelaihari (Phalaenopsis amabilis). Kelompok Anggrek berharap terkait pengembangan program perlu adanya studi banding kepenangkaran anggrek yang sudah maju. Selain itu pendampingan dari petugas Balai KSDA Kalimantan Selatan khususnya terkait kelembagaan juga diperlukan. Menanggapi hal tersebut Dr. Mahrus menyampaikan akan mengupayakan melalui skema dukungan dari para Mitra Balai KSDA Kalimantan Selatan untuk membantu upaya pelestarian anggrek spesies meratus dan Anggrek Bulan Pelaihari yang populasinya sulit ditemui di alam. “Peran para pihak dan instansi terkait sangat penting untuk dilibatkan dalam kegiatan ini, ujarnya”. Melalui peran para pihak ini diharapkan dapat menambah jumlah populasi spesies anggrek yang keberadaannya sudah sangat langka ini. (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Penyuluh Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Penandatanganan Kontrak Pembangunan PLTMH Mongiilo Utara

Gorontalo, 18 Oktober 2019. Salah satu manfaat hutan dan ekosistemnya yang bisa dikelola secara berkelanjutan dan berguna untuk mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan nilai tambah sumberdaya alam adalah dari sektor jasa lingkungan air. Energy air dari sungai-sungai yang mengalir dari dalam kawasan konservasi bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kemandirian energi listrik dan mendorong aktivitas ekonomi tradisional desa-desa disekitar kawasan. Pada hari Kamis, 10 Oktober 2019 dilaksanakan penandatanganan kontrak pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ) desa Mongiilo Utara, di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Wilayah Gorontalo yang dihadiri oleh Kepala Balai selaku KPA, Kepala Sub Bagian Tata Usaha selaku PPK, Pejabat Pengadaan Barang Jasa , Petugas BMN, Staf Perencanaan, Kepala SPTN 1, Kepala Resort dan Staf Ahli Teknis dari BP2LHK Makassar. Secara nasional, pengembangan potensi sumber daya air sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan listrik telah mendapat perhatian khusus dari pemerintah yang tertuang dalam program prioritas nasional ketahanan energi, dengan salah satu kegiatan prioritasnya adalah pembangunan PLT (pembangkit listrik tenaga) Micro Hidro. Penulis Amal Hidayat (CPNS Polisi Kehutanan)
Baca Berita

Artis dan Youtuber Pencinta Lingkungan Dukung Kemitraan Konservasi di TWAL 17 Pulau

Ngada, 17 Oktober 2019. Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (PKPS) Ir. Erna Rosdiana, M.Si, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan dengan didampingi Kepala Balai Besar KSDA NTT (Ir. Timbul Batubara, M.Si) beserta jajaran melaksanakan Sosialisasi, Fasilitasi dan Sinkronisasi Kemitraan konservasi di TWAL 17 Pulau, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Agenda semakin semarak dengan turut hadirnya penyanyi Nugie dan youtuber milenial Tanita yang merupakan influencer pencinta alam. Ibu Direktur menyampaikan jika Kecamatan Riung memiliki potensi wisata alam sangat indah berupa Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau yang masuk ke dalam Kecamatan Riung, pada kawasan konservasi tersebut dapat diberikan program Perhutanan Sosial berupa Kemitraan Konservasi. Dalam acara yang berlangsung pada hari Rabu-Kamis, 16-17 Oktober 2019 di depan masyarakat calon mitra konservasi, Direktur PKPS menekankan bahwa negara hadir dan memberikan ruang serta kesempatan untuk mengelola kawasan hutan melalui pola kemitraan konservasi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui program perhutanan sosial berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberian akses legal pemanfaatan hutan kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini Kepala Balai Besar KSDA NTT menyampaikan bahwa Balai besar KSDA NTT sebagai pemangku kawasan konservasi di TWAL 17 pulau Riung hadir ditengah masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan konservasi dan akan membantu peningkatan pendapatan masyarakat melalui skema kemitraan konservasi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat disekitar kawasan konservasi diharapkan sebagai pagar sosial untuk menjaga kawasan TWAL 17 pulau dan CA. Riung dan CA. Wolotado. Nugie juga berpesan agar insan manusia lebih dekat dan menyatu dengan alam, serta turut menjaga dan melestarikan TWAL 17 Pulau yang diibaratkan bagian surga dunia, agar dapat terus menyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya. Senada dengan Nugie, Tanita pun menyatakan kekagumannya atas keindahan alam di TWAL 17 Pulau. Diharapkan dengan adanya kemitraan konservasi ini, mitra konservasi dapat bekerjasama dengan pengelola kawasan menuju tercapainya perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Sumber: Humas Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

BKSDA NTB untuk Edukasi Konservasi Pelestarian Satwa Penyu kepada SD Tahfizul Qur'an Mataram

Lombok Barat ,18 Oktober 2019 - Sebagai Kelompok Masyarkat binaan Balai KSDA NTB untuk Pelestarian Penyu, kali ini Sarang semi-alami milik "Kerabat Penyu Lombok" di Desa Kuranji Lombok Barat menerima kedatangan siswa-siswi Sekolah Dasar Tahfizul Qur'an bersama guru dan wali murid. Kunjungan oleh pihak sekolah dimaksudkan sebagai materi pembelajaran serta penguatan budaya sekolah SD Tahfizul Qur'an. Dan hal ini tentu disambut baik oleh BKSDA NTB sebagai pembina kelompok yang mengutus langsung salah satu PEH Pertama, Fakhrul Hady, S.Hut yang hadir mengisi materi edukasi kepada siswa-siswi. Sebanyak 12 orang Siswa-siswi, guru dan wali murid SD Tahfizul Qur'an langsung mendapat materi edukasi mengenai jenis-jenis penyu, siklus hidup penyu, lokasi penyu bertelur serta Sosialisai bahwa penyu dan seluruh bagian tubuh termasuk telurnya adalah dilindungi oleh UU. Rombongan SD Tahfizul Qur'an juga langsung melakukan praktek pembuatan sarang semi-alami seperti besar dan dalam lubang sarang, peletakan telur, jumlah telur dalam satu lubang dsb. Sekali lagi, terima kasih atas kunjungan Rombongan SD Tahfizul Qur'an ke Sarang Semi-alami milik "Kerabat Penyu Lombok" binaan BKSDA NTB. Semoga ilmu yang diperolah bermanfaat untuk sama-sama dengan BKSDA NTB menjaga kelestarian lingkungan, khususnya biota laut penyu. (SUMBER : BKSDA NTB)
Baca Berita

Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kemitkon SKW I

Pelaihari, 15 Oktober 2019. Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Mitra Konservasi di Wilayah Kerja SKW I Pelaihari telah dilaksanakan di Hotel Tuntung Pandang Pelaihari. Adapun kelompok yang berhadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari kelompok Tani Hutan Pantai Baru Desa Sabuhur, kelompok Peladang Batakan Lestari Desa Batakan, dan Kelompok Jasa Usaha Wisata Maju Bersama Desa Batakan. Materi penguatan kapasitas kelembagaan disampaikan langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc yang didampingi oleh Kepala SKW 1 Mirta Sari, S.Hut., M.P. sebagai moderator pada kegiatan tersebut. Peserta kegiatan dihadiri lebih dari 20 orang yang terdiri dari aparat Kecamatan Panyipatan, aparat Kecamatan Jorong, aparat Desa Sabuhur, aparat Desa Batakan dan perwakilan para kelompok Mitra Konservasi di wilayah kerja SKW 1. Setelah pemaparan yang disampaikan narasumber, para peserta diajak berdiskusi interaktif terkait kendala yang dihadapi oleh masyarakat mitra konservasi dalam memenuhi kebutuhan kelompok dalam pengembangan TWA Pelaihari dan SM Pelaihari yang berbasis masyarakat. Nurdin dari Desa Sebuhur menyampaikan potensi wisata yang bisa dikembangkan kedepannya. Madi dari Desa Batakan menyampaikan harapan agar Pantai Batakan bisa dipercepat pengembangannya. Lebih lanjut disampaikan, dalam kegiatan kemitraan konservasi, pihak BKSDA Kalimantan Selatan siap membantu masyarakat dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kelembagaannya. Hak dan kewajiban para pihak penting disepakati untuk keberlanjutan sebuah organisasi. Pada bagian penutup Kepala Balai KSDA Kalsel meminta pengurus kemitraan konservasi untuk menyusun rencana kegiatan bersama anggotanya sesuai potensi alam dan SDM yang ada. (ryn) Sumber : Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Edukasi Satwa Dilindungi Bagi PAUD Di SKW II

Banjarbaru, 17 Oktober 2019. Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat kunjungan dari anak-anak TK. Tunas Rimba. Kegiatan edukasi satwa ini memperkenalkan beberapa jenis satwa liar yang dilindungi. Dengan memperkenalkan binatang mengajarkan anak untuk mencintai mahluk ciptaan Tuhan berupa binatang serta mendidik rasa kepedulian anak terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Banjarbaru M. Ridwan Effendi S.Hut., M.Si menyampaikan bahwa satwa-satwa yg ada di kandang transit saat ini adalah jenis satwa dilindungi hasil penyerahan dari warga masyarakat sebagai pemeliharanya. Berdasarkan peraturan perundangan masyarakat tidak diperbolehkan memelihara satwa yang dilindungi kecuali lembaga konservasi seperti kebun binatang atau taman safari. Ridwan menjelaskan ada beberapa satwa yang dikenalkan yaitu owa-owa (Hylobates muelleri), elang bondol (Haliastur indus), elang brontok (Nisaetus cirrhatus), elang hitam (Ictinaetus malaiensis), burung pucuk ular (Anhinga melanogaster), kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), burung julang emas (Rhyticeros undulatus) dan kukang (Nycticebus menagensis). Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada pihak sekolah TK. Tunas Rimba yg telah memasukan pelajaran muatan lokal berupa pengenalan satwa. Lebih lanjut Dr. Mahrus berpesan dengan memperkenalkan pendidikan konservasi satwa usia dini kepada anak-anak TK diharapkan agar anak2 kelak tidak memelihara satwa liar yang dilindungi, namun menyayangi satwa dengan membiarkan mereka hidup di alam liar sebagai habitatnya. (ryn) Sumber : Lisnaini - PEH Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pembentukan kelompok PLTMH di Desa Mongiilo Utara

Bone Bolango, 11 Oktober 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Pak Gulu (Kadir Halunteki), dihadiri oleh Ayahanda/Kepala Desa (Mahmud Kasupu), Ibu Kepala Dusun 3 (Agustina Komuna) Desa Mongiilo Utara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNBNW (Kusmayanti, S.Hut), staf Ahli dari BP2LHK Makassar, Kepala Resort Bolango, dan Staf dari BTNBNW. Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti tentang pembangunan PLTMH di Desa Mongiilo Utara. Pada diskusi ini dibahas bagaimana cara memenuhi dan mobilitas dari material pembangunan untuk membangun rumah turbin dll mengingat kondisi jalan yang masih rusak dan lokasi dusun yang agak sulit diakses. Kelompok diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pengelolaan serta pemeliharaan PLTMH yang kemudian akan dimanfaatkan oleh masyarakat. PLTMH ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Mongiilo Utara khususnya Dusun 3 Biluwango mendapatkan penerangan yang lebih murah dan praktis. Karna selama ini masyarakat hanya menggunakan genset saat malam hari agar dapat menghidupkan lampu. Bahan bakar yang digunakan genset untuk menghidupkan listrik (lampu) rumah sekitar 2,5 liter sampai jam 12 malam. Gensetpun juga hanya sekitar 10 orang yang memiliki, selebihnya masyarakat yang tidak memiliki genset hanya menggunakan lampu botol. Adapun susunan kepengurusan yang berhasil dibentuk adalah : Pak Yudin (Arman Polimbato) sbg Ketua Kelompok Pak Gulu (Kadir hulenteki) sbg Bendahara Kelompok Pak Inton Pou sbg Operator 1 mesin Pak Arman Halunteki sbg Operator 2 mesin Penulis : Diah Ayu Lestari (Penyuluh Kehutanan BTNBNW)
Baca Berita

Negara Hadir Untuk Masyarakat Melalui Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Bone Bolango, 18 Oktober 2019. Secara administrasi lokasi kegiatan pembangunan PLTMH berada di Desa Mongiilo Utara, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Desa Mongiilo merupakan desa yang berbatasan dan berada pada desa penyangga kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani kebun dan sebagian lain masih menggantungkan hidupnya pada kawasan hutan. Desa Mongiilo Utara merupakan salah satu desa yang sudah berpuluh tahun belum dialiri listrik hingga sekarang, sehingga pada saat malam hari aktivitas masyarakat sangat terbatas. Keterbatasan waktu belajar anak-anak setempat dan juga perkembangan desa yang masih lamban dikarenakan kurangnya informasi yang bisa diakses. Melihat kondisi tersebut Ditjen KSDAE melalui Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menginisiasi pembangunan PLTMH dengan memanfaatkan Potensi Air dari dalam kawasan. PLTMH adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Harapannya melalui pembangunan PLTMH ini bukan hanya mengalirkan listrik tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu contoh dalam hal pendidikan, anak-anak sudah bisa belajar lebih lama dimalam hari tanpa kegelapan, masyarakat bisa mengakses berita melalui TV sehingga bisa melihat perkembangan dunia luar, serta juga bisa meningkatkan pendapat masyarakat khususnya kaum ibu dengan membuat kue, menjahit dll. Penulis : Amal Hidayat (CPNS Polisi Kehutanan BTNBNW)
Baca Berita

Kebakaran Hutan Di Jalur Pendakian Sembalun

Sembalun, 19 Oktober 2019. Kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kali ini lokasi kebakaran berada di jalur pendakian Sembalun. Berikut kronologis kejadian dan tindakan penanganan kebakaran : Kepada para pendaki diharapkan untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melewati jalur pendakian Gunung Rinjani dan melaporkan kepada petugas apabila melihat hotspot/titik api. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Patroli Bersama Masyarakat Mitra Polhut Taman Nasional Batang Gadis Resort 1 di Kawasan Hutan Desa Muara Batang Angkola

Mandailing Natal, 18 Oktober 2019. Taman Nasional Batang Gadis mempunyai tugas dalam hal pengamanan hutan. Melalui patroli bersama masyrakat mitra polhut, tim melaksanakan kegitan preemtif yaitu menutup niat seseorang atau kelompok melakukan tindak pidana kehutanan dan kegiatan preventif yaitu menutup seseorang atau kelompok melakukan tindak pidana kehutanan. Perlindungan dan pengamanan hutan berbasis partisipasi masyarakat setempat merupakan suatu upaya untuk menjaga, melindungi dan mempertahankan hutan dari berbagai gangguan. Masyarakat mitra polhut adalah kelompok masyarakat sekitar hutan yang membantu polisi hutan dalam melaksanakan perlindungan hutan. Kawasan Taman Nasional Batang Gadis memiliki potensi flora/fauna yang dilindungi yang menjadi prioritas secara nasional. Keberadaan flora/fauna tersebut sudah terancam punah, salah satu faktor penyebabnya adalah terganggunya habitat. Patroli pengamanan hutan dilakukan guna mencegah adanya kejahatan kehutanan khususnya perambahan, penebangan hutan/pencurian kayu, kebakaran hutan, perburuan satwa dan pendudukan kawasan di dalam TN. Batang Gadis. Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu berada pada kawasan APL (Area Pengguna Lain) yang secara langsung berbatasan dengan HL (Hutan Lindung). Tujuan dari Kegiatan Patroli bersama Masyarakat Mitra Polhut di Kawasan Taman Nasional Batang Gadis adalah kegiatan preemtif dan preventif yang ditujukan guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat dan kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan. Patroli kawasan dilakasanakan untuk memeriksa data kebun di dalam kawasan tradisional Taman Nasional Batang Gadis yang berada di desa Muara Batang Angkola. Metode yang digunakan dengan menyusuri jalan setapak yang menjadi jalan yang dilalui masyarakat dan mengitari kawasan. Pelaksana terdiri dari 1 tim berjumlah 5 orang, terdiri dari 2 orang dari Taman Nasional Batang Gadis dan 3 orang masyarakat mitra polhut. Dari pengamatan yang dilakukan oleh tim selama melaksanakan kegiatan ini dilapangan, terdapat beberapa kebun yang berada diluar dan didalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis yang sudah lama dengan jenis komoditi seperti karet, coklat, dll, serta tim sudah mendata dan mengitari kebun – kebun yang berada di dalam kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis. Dalam hal ini ketua tim menyampaikanbeberpa point yaitu : Sumber: Blai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Rakor Bidang Kehutanan Kabupaten Jember

Jember, 17 Oktober 2019. Bertempat di aula kantor KPH Jember, Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) menghadiri rapat koordinasi bidang kehutanan Kabupaten Jember Tahun 2019. Rakor ini dihadiri oleh pihak-pihak terkait dalam bidang pengelolaan hutan diantaranya Perum Perhutani KPH Jember, BKSDA Jawa Timur, TN MerBeti, CDK Jember, Dinas Lingkungan Hidup Jember, Polres Jember, Brigif Raider 9, Kodim 0824 Jember, Kejari Jember, serta segenap asper KPH jember. Adanya rakor ini diharapkan dapat terjalin sinergisitas antara pihak-pihak terkait sehingga dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terkait dalam pengelolaan hutan khususnya di Jember. Selain itu, juga dapat memberikan manfaat dan solusi serta mampu menunjang kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pihak-pihak yang hadir diharapkan juga mampu berperan masing-masing sesuai porsinya dalam turut serta pengelolaan hutan. Pada kesempatan ini Maman Surahman, S.Hut., M.Si selaku Kepala Balai TN MerBeti menyampaikan bahwa TN MerBeti merupakan aset bangsa dan negara Indonesia yang memiliki kontribusi yang besar baik secara material maupun immaterial bagi kesejahteraan masyarakat dan kondisi saat ini sekarang TN MerBeti menghadapi permasalahan yang serius dalam tipihut / illegal logging. Sehingga diperlukan kerjasama dan sinergisitas dari seluruh pihak yang terkait untuk menyelamatkan dan melestarikan kawasan TN MerBeti. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri

Menampilkan 4.705–4.720 dari 11.140 publikasi