Jumat, 1 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kunjungan Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera di Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 29 Oktober 2019. Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera yang lebih populer dengan singkatan YPKHS mempresentasikan di aula Gajah Balai Besar KSDA Riau tentang kegiatan patroli dan pemantauan populasi Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Khaerul Ikhwan selaku korwil YPKHS memaparkan hasil kegiatan tersebut dengan antusias. Diantaranya tentang kerapatan populasi satwa dan temuan lain di lokasi kegiatan. Mari Bersama Selamatkan Harimau Sumatera. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA NTB dan KP2M Berikan Edukasi Pengenalan dan Pelestarian Penyu untuk SD IT Anak Sholeh Mataram

Mataram, 29 Oktober 2019 - Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M) kali ini menerima kedatangan rombongan siswa-siswi kelas 4, guru dan wali murid dari SD IT Anak Sholeh Mataram di Pelestarian Penyu KP2M di Pantai Mapak, Mataram. Kunjungan Keluar Sekolah SD IT Anak Sholeh Mataram ini mengambil tema "Peduli Terhadap Makhluk Hidup". Berlanjut, KP2M kemudian meneruskan niat baik kunjungan kepada BKSDA NTB yang langsung memerintahkan Kurniasih Nur Afifah, S.Hut., M.Si (PEH Muda) dan Fakhrul Hady, S.Hut (PEH Pertama) untuk berkolaborasi dengan KP2M dalam memberikan materi edukasi konservasi penyu. Sebanyak 150-an peserta mendapat materi edukasi mengenai jenis-jenis penyu, siklus hidup penyu, lokasi penyu bertelur, perbedaan penyu dan kura-kura, bahaya sampah plastik untuk biota laut khususnya penyu, proses tagging penyu serta sosialisai bahwa penyu dan seluruh bagian tubuh termasuk telurnya adalah dilindungi oleh UU. Agenda kegiatan yakni pemberian materi edukasi konservasi tentang penyu, pemutaran video siklus hidup penyu dan kuis untuk peserta. Rombongan peserta juga dipersilahkan untuk melihat langsung kolam penampungan tukik sebelum dilepasliarkan, termasuk sarang semi-alami lokasi penetasan telur penyu. Menjelang akhir acara, BKSDA NTB juga memberikan donasi berupa Buku dan Buletin mengenai konservasi untuk koleksi pustaka SD IT Anak Sholeh Mataram. Tak lupa, sesuai dengan tema kegiatan "Peduli Terhadap Makhluk Hidup", Guru SD IT Anak Sholeh Mataram memberikan arahan selama 1 menit kepada siswa-siswi untuk memungut sampah sisa selama mereka berkegiatan di sekitar lokasi acara sebelum akhirnya acara ditutup dengan foto bersama. Sebagai informasi, Pantai Mapak di Mataram merupakan salah satu lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M) ini merupakan kelompok pelestari penyu inisiasi Masyarakat Desa Mapak dibawah binaan BKSDA NTB selaku Pengelola Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Penyu di Provinsi NTB. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Peringatan 1 Tahun Penanaman Karang di Desa Loe TN Kepulauan Togean

Ampana, 30 Oktober 2019. Satu tahun yang lalu, tanggal 29 Oktober 2018, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) III Popolii Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) melaksanakan kegiatan penanaman bibit dan transplantasi karang di wilayah Desa Loe. Kegiatan ini mendapat antusias dari para masyarakat Desa Loe karena kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Desa mereka dan mereka sangat mendukung kegiatan ini. Untuk mengingat sejarah penanaman karang di wilayah Desa Loe maka para masyarakat mencetuskan setiap tanggal 29 Oktober diperingati sebagai hari penanaman karang di Desa Loe. Hal ini mereka lakukan agar para warga Desa Loe khususnya generasi muda bisa menumbuhkan rasa cinta untuk mejaga dan melestrikan alam khususnya laut. Tepat pada hari Selasa Tanggal 29 Oktober 2019 Masyarakat Desa Loe mengundang pihak Balai TN Kepulauan Togean dan beberapa desa setempat untuk memperingati 1 tahun penanaman karang di Desa Loe. Rangkaian acara kegiatan ini berupa penanaman karang dengan media berupa rotan hasil dari kreasi warga Desa Loe yang diikuti sebanyak 25 orang. Bapak Irman Hi. Buloe selaku tokoh masyarakat dan pencetus hari penanaman karang mengungkapkan bahwa mereka sangat berterima kasih kepada Balai TNKT dengan adanya penanaman karang di Desa mereka. Ini dibuktikan dengan karang-karang yang telah ditanam tumbuh dengan cepat dan sangat indah sehingga banyak masyarakat Desa Loe melihat secara langsung jumlah ikan di Desa mereka sudah semakin banyak dan ini semakin meyakinkan mereka bahwa sangat penting sekali menjaga terumbu karang karena merupakan rumah bagi para ikan. Sebagai bentuk aspirasi untuk masyarakat Desa Loe pihak Balai TNKT menyerahkan berupa piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Balai TNKT atas penetapan peringatan hari penanaman karang di Desa Loe yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober. Piagam penghargaan langsung diserahkan oleh Kepala SPTN III Popolii kepada Sekretaris Desa Loe yang disaksikan Langsung oleh masyarakat Desa Loe dan Sekretaris Desa Tutung. Sumber : Adeng Hudaya - Polhut Pertama Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

UPT KLHK Kalsel Peringati Hari Sumpah Pemuda

Banjarbaru, 28 Oktober 2019 − Mengingat tanggal 28 Oktober merupakan tanggal yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana Indonesia selalu merayakan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal tersebut. Pada masa lampau semangat kaum muda dalam upaya meraih kemerdekaan sanggatlah kuat, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengadakan kongres. Tujuannya menyatukan para pemuda dalam satu payung organisasi. Kongres Pemuda pertama pun terselenggara pada 1926. Seperti yang diketahui, Sumpah Pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan para pemuda dalam wujud kristalisasi semangat untuk menegakkan kembali cita-cita berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada 2019 ini, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91. Balai KSDA Kalimantan Selatan beserta dengan UPT KLHK yang lainnya melakukan upacara peringatan hari sumpah pemuda di Banjarbaru pada tanggal 28 Oktober 2019, sebagai bukti untuk menghormati para pejuang kita yang sudah memperjuangkan negara Indonesia di masa lalu. Menurut Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., hari sumpah pemuda merupakan komitmen kaum muda dahulu untuk perjuangan satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Masa milenial ini, maka pemuda harus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, NKRI harus menjadi bagian hidup mereka. Kemajuan bangsa ini sangat tergantung kepada masyarakatnya, khususnya pemuda. Memelihara alam dan lingkungan tidak lepas dari tanggung-jawab kita kepada generasi mendatang. Mari kita bekerja bersama untuk maju, demi generasi mendatang yang lebih baik. (ryn) Sumber : Riyan Susilo Adji, S.Kom - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BKSDA Jakarta Titip Opsetan ke IPB

Bogor, 29 Oktober 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta, berdasarkansurat persetujuan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam danEkosistem nomor: S.396./KSDAE/KKH/KSA.2/10/2018 tanggal 1 Oktober 2018 perihal Pemanfaatan TSL, melaksanakan serah terima opsetan kepada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 29 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang Komodo, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Opsetan yang diserah terimakan sebanyak 32 buah opsetan diantaranya Harimau Sumatera, Beruang Madu, Trenggiling, Buaya Muara, Biawak Hitam, Penyu Sisik, dan Kerang Kepala Kambing, opsetan tersebut merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat. Opsetan ini diharapkan kedepan dapat digunakan sebagai media untuk pendidikan, riset dan edukasi di Fakultas Kehutanan IPB. Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Rinekso Soekmadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa IPB mengapresiasi penitipan opsetan satwa liar ini. "Dahulu opsetan seperti ini biasanya dimusnahkan. Jangan sampai kita kehilangan 2 kali, kehilangan satwa hidupnya dan kehilangan spesimennya. Kedepan kami akan membuat galeri konservasi, sehingga spesimen seperti ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran" imbuh Rinekso. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia mewakili Dirjen KSDAE secara seremonial menyerahkan opsetan kepada Dekan Fakultas Kehutanan IPB. Dalam Sambutanya Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan bahwa sebagaimana ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah No. N 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar serta ketentuan di dalam SK Menteri Kehutanan Nomor 447 tahun 2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran TSL, bahwa spesimen TSL baik utuh maupun bagian bagiannya yang memilki nilai ilmiah dan edukasi dapat disimpan dilembaga riset/pendidikan. Selanjutnya, “Semoga kedepan opsetan ini bisa dimanfaatkan oleh Fakultas Kehutanan IPB sebagai media belajar mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB” imbuh Indra. "Saya berharap spesimen ini dapat dimanfaatkan untuk studi genetis, jangan sampai kita kehilangan sumber daya genetis yang sangat luar biasa ini. Saya juga berharap IPB bisa memberikan kontribusi nyata terhadap upaya konservasi yang telah dilakukan oleh KLHK dan perlu ada penelitian yang aplikatif terhadap masalah yang ada dan mampu memberikan nilai ekonomis" pungkas Indra menutup sambutanya. Ahmad Munawir, Kepala BKSDA Jakarta pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa opsetan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat secara sukarela kepada BKSDA Jakarta. “BKSDA Jakarta secara intens mensosialisasikan kepada masyarakat luas melalui berbagai pertemuan dan media sosial tentang tata aturan kepemilikan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati (opsetan), dan Alhamdulillah belakangan ini banyak masyarakat yang menyerahkan satwa atau opsetan kepada BKSDA Jakarta” imbuh Munawir. Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta
Baca Berita

Mandailing Coffee Fest di Festival Desa Penyangga TN Batang Gadis

Panyabungan, 29 Oktober 2019. Mandailing Coffee Fest adalah festival kopi yang digagasi oleh Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) untuk menunjukkan apresiasi dan kecintaan kita terhadap Kopi Mandailing. Kopi dihasilkan dan ditanam oleh petani di desa desa penyangga TNBG. Tahun ini merupakan pertama kalinya mengadakan Mandailing Coffee Fest dan akan ada setiap tahunnya. Rangkaian lomba antara lain yaitu grading (sortir) kopi, lomba brewing, cupping fun coffee, dan lomba cita rasa kopi. Kopi sendiri merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat oleh TNBG untuk para petani kopi agar hasil kopi masyarakat desa penyangga TNBG kualitasnya semakin baik. Green House Kopi, Mesin Huller kopi dan Bibit Kopi beberapa bantuan yang diberikan TNBG kepada masyarakat desa penyangga. Mandailing Coffe Fest ini juga sebagai wadah lomba bagi para petani kopi untuk ikut berpartisipasi menunjukkan kualitas kopi pada setiap desa penyangga. Masyarakat sangat antusias mengikuti lomba ini. Petani kopi, pegiat kopi , barista dari beberapa cafe di Panyabungan ikut partisipasi dalam lomba lomba ini. Kepala Balai TNBG menyampaikan “Mandailing Coffe Fest ini merupakan kompetisi dan apresiasi kita kepada kopi mandailing dan petani kopi, kita ketahui kopi mandailing merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia, dan petaninya juga harus sejahtera, TNBG hadir di masyarakat untuk terus melaksanakan pemberdayaan masyarakat sehingga kopi yang ditanam kualitasnya semakin baik dan meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga hutan semakin terjaga sesuai dengan jargon KLHK Hutan lestari masyarakat sejahtera”. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Inisiasi Penanaman Satu Juta Mangrove Untuk NTB

Lomobok Barat, 27 Oktober 2019 - "We SAVE Creative NTB" dan "IKAPMI-DOMPU" (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam Dompu) memulai Gerakan "Penanaman Satu Juta Mangrove Untuk NTB" yang kegiatan Inisiasi-nya dilaksanakan pada hari Minggu 27 Oktober 2019 di Desa Cendi Menik, Sekotong Lombok Barat. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd didampingi Asisten I, Asisten III dan Kepala Dinas LHK Prov. NTB, Wakil Bupati Lombok Barat, Kepala Desa Bagek Kembar, BPSPL Wilker NTB, Kepala Balai KSDA NTB beserta KSBTU dan staf, SMK Kehutanan Qomarul Huda, Para Anggota dari We SAVE Creative NTB, IKAPMI-DOMPU, Kelompok Pengelola Wisata Mangrove (POKMASLAWISMA) Bagek Kembar beserta Masyarakat. Dalam pembukaan, Wakil Gubernur NTB menyampaikan apresiasi untuk para pemuda yang peduli terhadap lingkungan, "Tidak perlu acara yang mewah dan megah. Ini acaranya sederhana tetapi esensinya luar biasa. Inilah anak-anak muda yang memiliki ide-ide yang luar biasa, dan semangat luar biasa. Jika penyalurannya benar, pemerintah akan memfasilitasi semangat mereka untuk melakukan yang terbaik untuk bangsa." Beliau juga menambahkan pentingnya mensejahterakan masyarakat dengan melestarikan lingkungan, "Program-program untuk mensejahterakan masyarakat harus disambung dengan melestarikan lingkungan, tidak boleh berhenti harus menjadi satu kesatuan" Sebagai UPT Kementerian LHK, Wakil Gubernur NTB juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Kepala Balai di lokasi acara, "Terima Kasih Kepada Pak Ari, Kepala Balai KSDA NTB atas dukungannya dalam gerakan penanaman mangrove." Selepas Pembukaan, Wakil Gubernur NTB bersama pejabat yang mendampingi dipersilahkan untuk melakukan penanaman mangrove pertama sebagai inisiasi Gerakan "Penanaman Satu Juta Mangrove Untuk NTB" telah dimulai. Sebagai informasi, Desa Cendi Manik merupakan desa di wilayah Sekotong Lombok Barat yang masuk kedalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove melalui SK. Bupati Lombok Barat Nomor 637/10/DLH/2018. Pegiat Wisata Edukasi Mangrove ini dikelola oleh Kelompok Pengelola Wisata Mangrove (POKMASLAWISMA) Bagek Kembar. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

15 Jenis Anggrek di Kawasan TN Gunung Merbabu

Boyolali, 29 Oktober 2019. Hasil kegiatan Inventarisasi Anggrek di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pada awal tahun 2015 hingga sast ini telah dijumpai keanekaragaman jenis Anggrek sebanyak 15 (lima belas) jenis, yaitu: Anggrek epifit, Anggrek bunga Ungu, Anggrek Kantung, Anggrek Rumpun, Anggrek Mahkota Putih, Anggrek Savana, Anggrek Bambu, Anggrek Tanah, Anggrek Tanah Appendicula angustifolia Bl, Anggrek Palida, Anggrek Daun Kipas, Anggrek Keris, Anggrek Sowo, Anggrek Jari, dan Anggrek Epifit. Kondisi habitat di lokasi perjumpaan anggrek cukup beragam, dari ketinggian 1.500 sampai dengan 2.500 mdpl. Jenis vegetasinya antara lain : Pinus, Puspa, Senggani, Kesowo, Kecubung, Acasia dekuren, Tembelekan Lantana camara, Pakis, Daun sendok Plantago asiatica, Paku tiang Alsophila glauca, dan Lumut janggut Usnea barbata, serta vegetasi pegunungan atas seperti rumput Savana, Eidelweiss, Manisrejo, dan Kemlandingan gunung. Dari kegiatan Inventarisasi Anggrek ini kedepannya sangat diperlukan kegiatan penelitian yang lebih lengkap lagi dari pihak akademisi/perguruan tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan lebih lanjut dan sebagai rekomendasi kegiatan konservasi jenis di wilayah TNGMb. Selengkapnya : 15 Jenis Anggrek di Kawasan TN Gunung Merbabu Sumber : Jarot Wahyudi, S.Hut, M.URP
Baca Berita

Pemusnahan Barang Bukti Satwa Belangkas di Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 28 Oktober 2019. Balai Besar KSDA Riau bersama Ditpolairud dan Penyidik Polda Riau melakukan pemusnahan satwa Belangkas Tachypleus tridentatus yang telah mati (dieskan) sebanyak 15 (lima belas) kotak fiber (masing-masing kotak berisi 100 ekor Belangkas sehingga secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 1.500 ekor) dengan cara dikubur di sekitar lokasi kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Satwa tersebut merupakan tangkapan dari Ditpolairud Polda Riau di Panipahan, Kab. Rokan Hilir. Pemusnahan ini juga disaksikan langsung oleh tersangka Irfan alias Ipay bin Syahrudin. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ditpolairud Polda Riau atas prestasi yang luar biasa terhadap perlindungan satwa. Untuk kedepannya diharapkan kerjasama dari seluruh pihak untuk perlindungan satwa terutama satwa yang dilindungi negara akan makin meningkat. Balai Besar KSDA Riau akan menurunkan tim ahlinya guna mendukung kelancaran proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polda Riau. Bagi kawan kawan yang mengetahui adanya kejahatan terhadap satwa, terutama satwa yang dilindungi agar segera menghubungi call centre kami di : 081374742981. Ayoook KATAKAN "STOP" pada WILDLIFE TRADING . Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Ikut Gelar Produk Pemberdayaan Masyarakat, Minuman Khas TN MerBeti Laris Manis

Jember, 29 Oktober 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) ikut berperan dalam gelar produk pemberdayaan masyarakat di Politeknik Negeri Jember pada hari Minggu, 27 Oktober lalu. Acara ini diselenggarakan oleh Bakorwil V Jember guna memperingati HUT Propinsi Jawa Timur ke 74. Pada gelar produk ini, Balai TN MerBeti menampilkan batik Meru Betiri yang menggunakan pewarna alami bermotif keanekaragaman hayati TN MerBeti di Resort Wonoasri Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu; keripik singkong aneka rasa, camilan kuping gajah dan kopi oceano hasil produk SPKP Multikreasi Sejahtera di Resort Malangsari SPTN Wilayah III Kalibaru; minuman sehat produk king betiri di Resort Andongrejo SPTN Wilayah II Ambulu. Selain itu juga menawarkan produk Dharmawanita Persatuan TN MerBeti berupa kerupuk, jamur krispi, minuman kunyas (kunyit asam) dan sinom yang laris manis. Selain gelar produk, diadakan juga jalan sehat, lomba mewarnai, lomba melukis dan lomba fashion batik. Peserta acara ini dari UPT Propinsi Jatim yang ada di wilayah Kerja Bakorwil V Jember dan masyarakat umum. Acara dibuka dengan penampilan drum band TK Pertiwi dan TK Yasmin, dilanjutkan dengan jalan sehat. Setelah itu, peserta jalan sehat dapat berkeliling mengunjungi stand dan membeli hasil produk pemberdayaan dan UKM. Minuman kunyas dan sinom yang ditawarkan TN MerBeti laris manis tak tersisa. Pada fashion batik, Batik Meru Betiri ikut menjadi peserta dengan menampilkan batik bermotif kehati TN MerBeti berwarna biru dari perwarna alami sebagai bawahan dipadukan atasan kebaya abu-abu dan jilbab biru yang serasi dengan bawahan. Akhirnya Batik MerBeti dinobatkan sebagai juara 2 pada lomba fashion batik ini. Semoga ini menjadi semangat motivasi untuk terus mengembangkan usaha batik MerBeti dan memasarkan ke masyarakat luas. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Balai Besar KSDA Papua Laksanakan Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kawasan Konservasi

Jayapura, 28 Oktober 2019. Balai Besar KSDA Papua telah melaksananakan pembahasan Laporan Akhir Dokumen Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) SM Mamberamo Foja pada Senin (28/10). Kegiatan dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S. Hut., M. Si. yang dihadiri oleh tim penyusun dokumen, perwakilan masyarakat, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, akademisi Universitas Cenderawasih, dan pihak-pihak terkait lainnya. Evaluasi Kesesuaian Fungsi Suaka Margasatwa Mamberamo Foja dilakukan dalam rangka melihat kondisi awal dan kondisi terkini kawasan, terkait fungsi kawasan, kondisi eksisting kawasan, dan sosial budaya masyarakat sekitar. Balai Besar KSDA Papua telah melaksanakan pengumpulan data, peta, dan berbagai informasi tentang SM Mamberamo Foja untuk dikaji secara komprehensif, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pada kesempatan tersebut, Edward Sembiring menyampaikan, “Hasil EKF ini akan disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktur Jenderal KSDAE. Nantinya ada dua rekomendasi yang dihasilkan oleh tim, bisa berupa pemulihan ekosistem atau perubahan fungsi kawasan. Tentunya hal itu harus mengacu pada kaidah dan aturan-aturan yang ada, juga memperhatikan kondisi dan berbagai aspek, termasuk masyarakat adat di sekitar kawasan.” Evaluasi Kesesuaian Fungsi kawasan konservasi dilaksanakan atas dasar Keputusan Menteri LHK Nomor 547/Menlhk/KSDAE/KSA.0/11/2018 tentang pembentukan tim teknis EKF Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Suaka Margasatwa Mamberamo Foja, dan Suaka Margasatwa Pulau Dolok. Ruang lingkup EKF, antara lain, usulan evaluasi, pembentukan tim teknis, pelaksanaan EKF, dan penyusunan rekomendasi. Untuk saat ini, dokumen EKF yang telah terselesaikan adalah Suaka Margasatwa Mamberamo Foja. Sementara EKF untuk Suaka Margasatwa Pulau Dolog dan Cagar Alam Pegunungan Cycloop sedang dalam proses penyusunan. Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center: 0823-9802-9978
Baca Berita

Bupati Kapuas Hulu Apresiasi Tim Media Balai Besar TaNa Bentarum di Festival Danau Sentarum

Putussibau, 28 Oktober 2019. Kekompakan tim media Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dalam meliput Festival Danau Sentarum (FDS) 2019 mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Kapuas Hulu Bapak A.M Nasir, S.H. Tim media yang diketuai oleh Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Bapak Ahmad Sirojudin ini berkesempatan dan diundang untuk bertemu Bapak Bupati sekaligus bercengkrama setelah kegiatan selesai di Pendopo Dinas Bupati Kapuas Hulu. Balai Besar mengundang wartawan yang berasal dari media nasional, media provinsi dan media lokal seperti Transmedia, Inews , Tv One, TVRI Kalbar, Kompas Tv, Tribun Pontianak, Pontianak Post, Antara , dan Uncak.com. Tim media sangat bersemangat dalam mendukung keberhasilan kegiatan. Lebih dari 15 (lima belas) berita telah diterbitkan dimedia online, 1 (satu) berita di media cetak dan 1 (satu) berita lagi telah tayang di televisi nasional TV One. Dalam pertemuannya A.M Nasir menyampaikan “kami sangat mengapresiasi pihak Balai Besar yang sudah membawa awak media untuk meliput seluruh kegiatan FDS 2019 kemarin”. Beliau juga akan mengevaluasi segala kekurangan untuk perbaikan kedepannya. Sambutan dari Bupati ini memberikan semangat positif kepada pihak Balai Besar dalam menyelenggarakan kegiatan Media Trip di tahun mendatang. Media Trip merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) setiap tahunnya. Media trip ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mendukung dalam promosi wisata yang ada didalam Kawasan Taman Nasional. Pada kesempatan kali ini Tim media mengangkat isu menarik mengenai beberapa kegiatan selama Festival Danau Sentarum (FDS) 2019 yang telah diselenggarakan sejak 25 Oktober hingga 27 Oktober 2019 yang bertempat di Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BBKSDA Papua Barat Ajak Anak-anak Usia Dini ikut Lindungi Satwa Liar Melalui Cerita Fabel

Sorong, 22 Oktober 2019, Masih dalam rangkaian kegiatan Penyadartahuan dalam rangka peningkatan Upaya Preemtif Perlindungan Satwa Liar dilindungi untuk mengatasi Isu” kurangnya pengetahuan dan rasa Ingin tahu Masyarakat terhadap larangan kepemilikan Satwa Liar yang dilindungi di Kota Sorong”, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat mengajak serta anak-anak Rumah Baca Mahardika Kokoda yang terletak di Kampung Warmon Kokoda Sp.3 Kelurahan Maksubun, Kabupaten Sorong untuk turut serta dalam upaya Perlindungan satwa liar. Konservasi bukan hanya untuk kawasan konservasi ataupun masyarakat sekitar hutan, terlebih lagi menyangkut satwa liar dilindungi yang bisa ada dimana saja dan kejahatan terhadap satwa liar yang bukan hanya berasal dari dalam hutan melainkan juga factor diluar hutan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencegahan-pencegahan melalui kegiatan seperti ini. Hal inilah yang menjadi alasan upaya konservasi harus sampai ke rumah baca Mahardika Kokoda. Sangat Penting untuk mengajak anak-anak mengenal konservasi dan melibatkan mereka dalam upaya-upaya konservasi khususnya dalam Perlindungan satwa liar sejak dini. Karena pada masa 0-6 tahun atau yang biasa disebut golden age, seorang anak mengalami masa yang sangat pesat dalam pertumbuhan dan perkembanganya, serta merupakan usia yang sangat baik dalam mengingat. Mereka lebih mudah mengingat sesuatu dari yang dilihat secara kasat mata ataupun yang didengarkan dari sekitar mereka. Hal inilah yang mendasari BBKSDA Papua Barat untuk memulai mengenalkan konservasi, khususnya dibidang perlindungan satwa liar dengan metode-metode pendekatan dan penyampaian yang mudah diterima oleh anak-anak. Anak-anak suku Kokoda nampak bersemangat dan antusias mendengarkan kata demi kata dari cerita satwa liar yang sampaikan dalam bentuk cerita. BBKSDA Papua Barat menyampaikan pesan konservasi tersebut melalui cerita fabel, mengenalkan Cendrawasih Kecil (Paradisae minor), Kakatua Koki (Cacatua galerita), Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), Kasuari (Casuarius casuarius) dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus) sebagai satu keluarga bahagia yang hidup di hutan, namun mati karena ditembak oleh pemburu. Dan menyebabkan semua hewan lainnya memilih untuk pergi meninggalkan hutan karena merasa hutan sudah tidak aman lagi untuk dijadikan sebagai tempat hidup. Cerita ini bertujuan untuk menumbuhkan keperdulian dan rasa cinta anak-anak terhadap hutan dan bagian-bagiannya. Hal itu dapat terlihat dari reaksi atau tanggapan anak-anak suku Kokoda yang sangat antusias bertanya tentang nasib selanjutnya satwa-satwa dalam cerita diatas dan tidak sedikit pula tercetus tanggapan buruk untuk sikap tokoh Manusia dalam cerita tersebut. BBKSDA Papua Barat juga mengajak anak-anak suku Kokoda untuk ikut serta melindungi satwa liar dengan cara membudayakan kata “Stop Tangkap Burung, Biarkan Burung bebas terbang di Alam” kepada setiap orang yang ditemui. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat (R. Basar Manullang) yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tahu anak-anak Suku Kokoda, Beliau percaya dengan metode pendekatan yang baik dalam bentuk komunikasi intensif serta efektif yang menyenangkan akan dapat membantu perkembangan anak, semakin sering terjalin komunikasi akan menjadikan anak lebih percaya diri, lebih ceria dan akan meningkatkan kecerdasan anak. “Mereka masih banyak yang malas untuk sekolah dan lebih pilih mancing ikan atau main di kebun, sehingga saya juga masih terus berusaha termasuk dengan membangun rumah baca ini disini bersama mitra, terang Marjito Kanigoro. Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Penanaman Serentak Gerakan GNPDAS dan Revolusi Hijau di Tanah Bumbu

Batulicin, 25 Oktober 2019 − Seksi Konservasi Wilayah 3 Batulicin menerima undangan dari Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor bersama KPH KUSAN dalam rangka Kick Off Penanaman Serentak Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) dan Revolusi Hijau Tahun 2019 di Bumi Perkemahan Goa Liang Bangkai Desa Dukuh Rejo Kecamatan Mantewe. Penanaman serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Tujuan dari penanaman ini untuk mengembalikan fungsi hutan agar bisa mensejahterakan rakyat serta tentunya menyehatkan lingkungan. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menyatakan Balai KSDA Kalimantan Selatan berkewajiban selalu untuk aktif dan terus mendorong peran para pihak dalam rangka menjaga kelestarian dari flora dan fauna. Penanaman pohon akan menyiapkan tempat hidup bagi satwa liar dan tumbuhan. Penanaman serentak dan gerakan Revolusi Hijau Banua merupakan pengungkit bagi kita semua untuk dilanjutkan dimasing-masing institusi dan keluarga. Pelibatan parapihak terutama masyarakat dalam menanam dan memelihara pohon sebagai bagian dari amaliah yang tidak terhingga. Sumber: Maulinda, S.Hut - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Cross Trobos 2019 Menembus Ujung Batas Negeri di TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Kapuas Hulu, 26 Oktober 2019 - Cross Trobos merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka Festival Danau Sentarum. Acara yang diorganisir oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) ini diselenggarakan pada hari Sabtu, pukul 08.00-18.00 WIB. Cross Trobos 2019 dilaksanakan di Kecamatan Batang Lupar (Lanjak), Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rute Cross Trobos 2019 melewati desa penyangga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan tampak pula pemandangan Danau Sentarum di beberapa titik. Start dan finish bertempat di lapangan Kecamatan Batang Lupar. Cross Trobos 2019 diikuti oleh 73 orang crosser yang berasal dari Badau, Sintang, Lanjak, dan Putussibau, Kalimantan Barat. Acara ini diselenggarakan untuk merangkul anak muda yang berjiwa pemberani dan menyukai tantangan dalam menjalankan aksi konservasi. Ardi Andono, S.T.P., M.Sc selaku Kepala Bidang Teknis Konservasi TaNa Bentarum, dalam sambutannya menyebutkan bahwa, “Acara ini bukan hanya ajang bersenang-senang, kami berharap ke depannya para crosser juga menjadi bagian dari kami, menjadi agen konservasi.” Peserta sangat antusias dengan acara ini. Semangat para peserta tidak hanya tertuju pada medan cross yang menantang, tetapi juga konservasi lingkungan. Hal tersebut tampak pada minimalisasi penggunaan plastik, tidak membuang sampah sembarangan, serta membawa tumbler saat perjalanan. Peserta Cross Trobos 2019 tidak hanya kaum laki-laki, tetapi juga wanita. Terdapat seorang crosser wanita dalam acara ini dengan semangat yang luar biasa. “Ini memang bukan kali pertama saya mengikuti motor cross. Saya tertantang dengan medan di sekitar TaNa Bentarum ini.” Ujar Brigita Mulyana, crosser wanita di Cross Trobos 2019. Rute sejauh kira-kira 20 km berhasil dilalui oleh para crosser. Medan yang menantang dengan variasi rintangan berupa bukit, semak, sungai dan lumpur menambah semangat para crosser. Vijay, seorang crosser berusia 60 tahun mengakui bahwa track Cross Trobos 2019 sangat menantang. “Saya tidak menyangka bahwa medan cross ini sangat atraktif, lebih sulit dari yang saya perkirakan. Tetapi, medan seperti inilah yang semakin menambah semangat saya dalam motor crossing.” Selain acara motor cross, terdapat pula pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung dalam undian. Harapannya, doorprize tersebut akan meningkatkan semangat para crosser dan bersedia bergabung kembali dalam acara Cross Trobos selanjutnya. Acara ditutup oleh ketua tim panitia Cross Trobos 2019, Junaidi, S. Hut, M. Si, “Acara Cross Trobos ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dengan para crosser yang memiliki semangat membara dalam menaklukan setiap tantangan. Harapannya, para crosser dapat berpartisipasi kembali tahun depan.” Sumber: Arin - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Semarak Opening Festival Taka Bonerate 2019

Kepulauan Selayar, 28 Oktober 2019 - Perhelatan Festival Taka Bonerate 2019 dgn Pertunjukan seni tari dengan tema ‘Jaga Lautku, Tanpa Karang Kita Bukan Selaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar di Lapangan Pemuda Benteng, Kamis (24/10/19). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Marjani Sultan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan, Datuk Luwuk Lamardang Mackulau Opu To Bau, dan turut hadir pula perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Raseno Arya. Kegiatan ini akan berlangsung 24-28 Oktober 2019. Dengan inti kegiatan di Pulau Latondu Taman Nasional Taka Bonerate. Peserta yang hadir di Festival ini diikuti kurang lebih 200 peserta, di antaranya dari Kalimantan dan Jawa. Juga diikuti tiga negara tetangga, Malaysia, Singapura, dan Thailand sebanyak 34 Peserta. “Semoga menjadi ajang promosi bagi pariwisata di Kepulauan Selayar sehingga kita mampu memperkenalkan destinasi pariwisata Kepulauan Selayar dan berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan khususnya Dinas Pariwisata dan Lebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan.” ujar Kepala Dinas Pariwisata Andi Abdul Rahman Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Marjani Sultan, dalam sambutannya mengucapkan berharap dengan adanya festival ini, dapat memberikan dampak meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kepulauan Selayar. “Selamat datang di Bumi Tanadoang Selayar dan selamat menikmati rangkaian kegiatan yang kami siapkan,” katanya. Wakil Guberbur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya mengungkapkan program untuk Selayar pada 2019 ini yang ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Selatan untuk bantuan kapal feri. “Dengan adanya fasilitas infrastruktur terutama akses transportasi akan tumbuh pengusaha-pengusaha lokal yang akan menjamu mereka”. Setelah selesai memberikan sambutannya, dilanjutkan dengan pemukulan bedug tanda dibukanya Festival Taka Bonerate 2019 secara resmi. Di akhir acara opening ceremony Taka Bonerate 2019 menampilkan Ati Kodong dan Meli Geboy yang menambah semarak opening kegiatan ini. Sumber : Asri (PEH Penyelia) - Balai TN Taka Bonerate Foto : Arfan - Dinas Kepariwisataan Kepulauan Selayar

Menampilkan 4.641–4.656 dari 11.140 publikasi