Sabtu, 2 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Rumah Gerbaca Upaya Optimalisasi Kantor Resort TWA Pelaihari

Batakan, 12 November 2019, Penggunaan Kantor Resort Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari sebagai Rumah GERBACA (Gerbang Batakan Membaca dan Maju Bersama) untuk masyarakat Desa Batakan diresmikan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., dihadiri Kepala Subag TU Suwandi, S.Hut, MA dan didampingi beberapa staf Balai KSDA Kalimantan Selatan serta Kepala Desa Batakan Bapak Arsani bersama tokoh masyarakat. Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat yaitu Habib Husien Assegaf. Sambutan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan saat peresmian menyampaikan bahwa kegiatan Rumah GERBACA di Resort TWA Pelaihari menjadi jembatan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan warga Desa Batakan sehingga hubungan komunikasi harmonis ini memudahkan BKSDA Kalimantan Selatan melaksanakan tugas pokoknya yaitu melakukan pengamanan dengan melibatkan masyarakat Desa Batakan, melakukan pemulihan ekosistem melalui kemitraan konservasi, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. Rumah GERBACA merupakan bentuk optimalisasi fungsi Resort TWA Pelaihari melalui Literasi dan teknologi tepat guna yang dapat digunakan masyarakat di sekitar kawasan TWA untuk tempat belajar membaca dimana Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari melalui Resort TWA Pelaihari menyediakan & menginisiasi rekrutmen tenaga pengajar sukarela yg berasal dari pemuda Batakan yg tergabung dlm organisasi Ikatan Pemuda & Sarjana (IKMADA) Kalsel Cabang Tanah Laut agar membantu kegiatan belajar mengajar masyarakat sekitar kawasan. Rumah GERBACA ini merupakan proyek perubahan Kepala SKW I Mirta Sari, S.Hut., M.P. Diharapkan kegiatan optimalisasi fungsi Resort TWA Pelaihari melalui Rumah Gerbaca dapat menjadi sarana yang positif dapat dipergunakan dengan baik untuk meningkatkan pengetahuan oleh masyarakat. Respon positif masyarakat melalui Kepala Desa Batakan Bapak Arsani mengucapkan terima kasih kepada BKSDA Kalimantan Selatan atas perhatian dan bantuannya serta mendukung sepenuhnya kegiatan kantor resort TWA Pelaihari sebagai Rumah GERBACA. (ryn) Sumber : Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

SMA Methodist Pancurbatu Kembali Sambangi TWA Sibolangit

Sibolangit, 14 November 2019. Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit kembali mendapat kunjungan pelajar SMA Methodist Pancur Batu. Kunjungan pertama tanggal 2 November berjumlah 29 Siswa didampingi oleh 2 orang guru dan kunjungan kedua tanggal 9 November 2019 berjumlah 46 siswa/i didampingi 3 guru. Rudy Tarigan, salah satu Guru Biologi yang mengajarkan Bidang Studi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem menjadi pimpinan rombongan. SMA Methodist Pancur Batu melakukan kunjungan bertujuan untuk mengenalkan langsung dilapangan kepada siswa/i tentang teori-teori yang lebih dulu di pelajari di sekolah, selanjutnya melihat dan mempelajari secara langsung di Hutan Konservasi TWA Sibolangit yang menjadi tempat Pembelajaran di Alam. Khusus kunjungan tanggal 9 November 2019 yang masih rangkaian Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Balai Besar KSDA SUmatera Utara, sebelum memasuki kawasan TWA Sibolangit para pelajar dan guru disuguhkan penampilan Maching Band Nuansa Konservasi dan Lingkungan persembahan oleh Siswa/i SD, SMP dan SMK Masehi Sibolangit. Dengan Kunjungan ini semakin membuka cakrawala generasi muda milenial dalam memahami ilmu pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dan tipe ekosistem di Indonesia khususnya di TWA Sibolangit. TWA Sibolangit sudah menjadi tempat pilihan sekolah-sekolah di kota Medan dan sekitarnya untuk belajar tentang alam, kehati dan ekosistem. Berbagai Jenis tumbuhan dan satwa berdasarkan tingkatannya dapat diamati di sini seperti berbagai jenis bambu, rotan, talas-talasan, ficus, pohon, liana, dan lain. Sedangkan satwa seperti burung Rangkong jenis Julang Emas, berbagai jenis burung, babi hutan, kera ekor panjang dan satwa lain, dengan keanerakagaman hayati jenis tumbuhan dan satwa yang ada di TWA Sibolangit membantu pelajar dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuannya. Pada akhir kunjungan Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP menyampaikan kepada guru pembimbing Rudy Tarigan berupa video kawasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Buletin Beo Nias berbagai edisi, stiker dan informasi tentang konservasi dalam satu godie bag ayo ke TWA Sibolangit untuk ditempatkan di perpustakaan dan bahan edukasi tambahan disekolah. Yok bagi kamu pelajar yang belum pernah datang ke TWA Sibolangit, datang dan belajarlah tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem. Pasti seru dan bermanfaat sekaligus menyenangkan dengan udara segar, kicauan burung di pepohonan yang rimbun menambah semangat dalam menggapai ilmu. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama BBKSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pemasangan Camera Trap Di Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 14 November 2019. Tujuh orang petugas Balai Besar KSDA Riau pada tanggal 8 November silam yang dikomandoi Polisi Kehutanan Rafles Sitinjak menuju ke Taman Nasional Zamrud, Kec. Dayun, Kab. Siak untuk melakukan pemasangan Camera Trap di Taman Nasional tersebut. Hal ini terkait dengan laporan sebelumnya yang menyampaikan bahwa sekelompok pekerja melihat kemunculan satwa dilindungi Harimau Sumatera, bahkan mengambil gambarnya melalui video dan sempat viral di masyarakat. Tanpa menunggu waktu, bapak Suharyono melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah II, bapak Heru Sutmantoro menurunkan timnya guna memonitor satwa liar dilindungi tersebut. Di lokasi, tim menjumpai beberapa jejak di jalan induk BOB PT. BSP. Terlihat kurang jelas, namun diameter jejak masih dapat diukur 11 cm. Tim melakukan pemasangan sebanyak 5 Camera Trap di dalam kawasan TN Zamrud, lokasi pemasangan berada di areal yang disinyalir lintasan satwa Harimau Sumatera. Dua kamera trap yang terpasang dilokasi menampakkan kemunculan satwa Harimau yang beredar di video di mana berada di pipa 23 km 98 jalan induk BOB PT. BSP. Rencana monitoring akan dilanjutkan dalam rentang waktu setengah bulan kedepan untuk melihat hasil rekaman dari Camera Trap. Semoga satwa Harimau Sumatera tetap terjaga dan masyarakat dapat tetap selamat melakukan aktivitasnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tes Psikologi dan Kesehatan Polhut Balai KSDA Jambi

Jambi, 14 November 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi melakukan kegiatan peningkatan kemampuan intelejensi dan tes kesehatan Polhut Balai KSDA Jambi yang difasilitasi oleh Bagian Psikologi dan Dokkes Polda Jambi pada Rabu, 6 November 2019 silam. Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Tata Usaha Balai KSDA Jambi, Teguh Sriyanto, sebanyak 23 orang Polhut fungsional dan 5 orang Polhut Pembina (struktural) dari berbagai seksi wilayah kerja di wilayah kerja Balai KSDA Jambi mengikuti kegiatan tahunan ini. Kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi Polhut Balai KSDA Jambi dan juga sebagai sarana legalitas pinjam pakai senjata api yang ada di lingkup Balai KSDA Jambi. Dengan mengikuti tes ini diharapkan semua polhut yang ada di Balai KSDA Jambi dapat diketahui tingkat intelejensi dan kesehatan semua personil yang ada, sehingga nantinya akan diketahui apakah memenuhi syarat untuk menggunakan senjata api, hasil tes baru akan keluar 2 hari setelahnya oleh bagian kesehatan dan psikologi Polda Jambi. Sumber: Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Kesepahaman Bersama Di Desa Penyangga TN Gunung Gede Pangrango

Selasa, 12 November 2019 - bertempat di Saung Pertemuan Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk, Kp. Tabrik, Gekbrong, Cianjur telah diselenggarakan penandatanganan kesepahaman bersama antara masyarakat Desa Gekbrong, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Universitas Suryakancana Dalam Integrasi Pengelolaan Wisata Agro, Wisata Alam, dan Riset di Desa Gekbrong, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur. Hal tersebut dilandasi oleh semangat kebersamaan para pihak dalam mendukung visi Indonesia Maju 2019 – 2024 yang salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan zona penyangga Cagar Biosfer Cibodas serta mewujudkan pengembangan desa wisata, dan riset yang diharapkan dapat menjadi program kebanggaan bersama. Penandatanganan kesepahaman bersama ini dilakukan oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Rektor Universitas Suryakancana (UNSUR), Ketua KTH Hejo Cipruk, Ketua Forum Wisata Gekbrong, dan Kepala Desa Gekbrong, yang disaksikan oleh Camat Gekbrong, Pejabat Lingkup Balai Besar TNGGP, Pejabat Lingkup Universitas Suryakancana Cianjur, dan beberapa mitra terkait. Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, S. Pi., M. Si., menyampaikan, kehadiran semua pihak dalam acara ini merupakan upaya untuk mencapai cita-cita dalam mengharmonisasikan manusia dengan alam. Kemanfaatan keberadaan TNGGP perlu ditingkatkan dan dirasakan, oleh karena itu gagasan dari masyarakat Desa Gekbrong serta Universitas Suryakancana diharapkan menjadi momentum dalam mencapai mimpi mewujudkan manfaat kawasan TNGGP yang lebih baik. Upaya semua pihak dalam menyelaraskan wisata alam, wisata agro, dan didukung riset bersama Universitas Suryakancana dan tidak menutup kemungkanan bekerjasama dengan pihak-pihak lain, serta didukung dengan mitra-mitra di sekitar Desa Gekbrong, seperti PT. Tirta Investama Cianjur, Yayasan Baitul Mal BRI, dan mitra terkait lainnya. Upaya kesepahaman ini diharapkan menjadi momentum yang baik dalam menjalin kerjasama yang lebih erat, sehingga manfaat kerjasama ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, untuk kawasan TNGGP, dan untuk Indonesia. Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, S. H., M.H., Sp.N. selaku Rektor Universitas Suryakancana (UNSUR) melalui sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa pada prinsipnya UNSUR akan berkolaborasi dengan baik dan mudah-mudahan bisa berguna bagi masyarakat. Karena memang diakui Rektor UNSUR, destinasi wisata merupakan salah satu devisa terbesar di Indonesia. Keaslian alam Desa Gekbrong yang menjadi ciri khas destinasi wisata kita ini, sehingga memiliki daya jual yang tinggi, tetapi dari segi promosi wisata perlu adanya peningkatan. Dwidja menambahkan, UNSUR akan membantu promosi wisata pada desa-desa yang telah menjalin kerjasama. Baik bantuan promosi destinasi wisata yang akan dibuat secara online atau website, maupun secara media sosial akan dibantu, sehingga keberadaan desa wisata akan lebih dikenal secara nasional bahkan mancanegara. Pelaksanaan kegiatan program dalam kesepahaman bersama ini, dilakukan melalui pengembangan wisata berbasis masyarakat di desa penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, pengembangan riset, dan penelitian agro, keanekaragaman hayati, sosial, ekonomi dan budaya untuk terwujudnya desa wisata cerdas yang memiliki nilai edukasi, bertanggung jawab, aman, responsif gender, serta peduli terhadap perlindungan alam dan lingkungan. Semoga integrasi pengelolaan wisata agro, wisata alam, dan riset ini dapat mewujudkan Desa Gekbrong sebagai Desa Wisata Cerdas yang menjadi ikon dan kebanggaan Kabupaten Cianjur. Hal-hal terkait implementasi dari kesepahaman ini selanjutnya akan dituangkan dalam rencana aksi bersama dan dilaksanakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Semoga cita-cita yang luhur ini dapat mendorong masyarakat lebih sejahtera. Sumber: Febriyani - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Khas… TN Gunung Gede Pangrango Dukung Literasi

Kamis, 14 November 2019 - Meskipun sudah semakin memudar, ungkapan “buku jendela dunia”, masih relevan terutama di pedesaan yang masih belum terjangkau teknologi canggih seperti “e-book”. Di era “milenium” ini kebiasaan membaca buku semakin ditinggalkan orang, karena disampiung kebiasaan membaca yang memang masih rendah, mereka beralih pada hal-hal berbau audio visual yang dianggap lebih mudah dikonsumsi dari pada buku, seperti “gadget”. Kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak kecil karena informasi yang paling mudah diperoleh melalui membaca, baik koran, tabloid, majalah, buku-buku, dan lain-lain. Sayangnya minat baca masyarakat ini masih tergolong rendah seperti yang pernah diberitakan Kompas.com bahwa minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, masih sangat rendah. Data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 %, artinya dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca (Kompas.com – 22/06/2017). Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melalui kegiatan Perpustakaan Konservasi Keliling (Puskoling) mencoba melakukan upaya dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang ada di sekitar kawasan terutama masyarakat pada usia dini/ usia sekolah. Puskoling juga merupakan salah satu cara komunikasi dalam rangka pengelolaan TNGGP terutama di dalam penyebarluasan informasi tentang konservasi dan lingkungan. Sasaran Puskoling adalah masyarakat umum terutama pelajar pada sekolah yang ada di sekitar kawasan TNGGP sehingga diharapkan mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang konservasi dan lingkungan semenjak dini. Pada triwulan ke-4 tahun 2019 tim Puskoling TNGGP mengunjungi tiga sekolah yang ada di sekitar kawasan yaitu: Melalui Puskoling, para pelajar diharapkan dapat memperoleh informasi dengan membaca buku atau literatur lainnya yang telah disediakan. Tidak hanya itu, berbagai metode digunakan untuk menggugah minat baca serta meningkatkan rasa ingin tahu serta meminimalisir kebosanan diantaranya dengan penyampaian materi yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti, diskusi yang asik dan permainan/ game yang memiliki makna dan bernilai edukasi. Semoga TNGGP dapat terus berperan sebagai agen perubahan dengan menanamkan benih-benih membaca buku kepada para pelajar yang ada di sekitar kawasan. Mengenalkan buku sejak dini, sebuah langkah kecil menuju perubahan besar. Sumber: Wita Puspita Ningrum - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Sosialisasi Eco-Road Paralel Perbatasan, Balai Besar Tana Bentarum Undang 41 Stakeholders

Putussibau, 13 November 2019. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama Kementerian PUPR mengadakan Sosialisasi kajian aspek konservasi (Eco-Road) pembangunan jalan paralel perbatasan ruas Putussibau- Nanga Era - batas Kalimantan Timur di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Sosialisasi diadakan di aula Balai Besar Tana Bentarum, yang dihadiri 41 stakeholder diantaranya Organisasi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Balai Besar Jalan XX Pontianak, Kementerian PUPR, Kepolisian Kapuas Hulu, NGO bidang konservasi serta tokoh masyarakat Desa Lintas Timur. Sosialisasi ini diadakan agar konstruksi jalan pararel perbatasan yang melewati kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi dengan menyusun rancangan adaptasi dan mitigasi dampak negatif pembangunan jalan pararel perbatasan yang melewati TNBK dengan perencanaan adaptasi terhadap sosial-budaya masyarakat dan keanekaragaman hayati di sekitar jalan, menggambarkan dampak yang terjadi dan pengelolaan dampak akibat pembangunan jalan serta mewujudkan peluang dan pengembangan ekonomi, sosial masyarakat di sepanjang jalan pararel perbatasan. Acara sosialisasi dibuka oleh Antonius L. Ain Pamero, S.H.,M.H selaku Wakil Bupati Kapuas Hulu. Beliau menyampaikan pesan kepada masyarakat agar adat dan budaya harus tetap dilestarikan dan dipertahankan. Ditambahkan juga pembangunan jalan yang melintasi Taman Nasional harus di kelola secara khusus berdasarkan kajian aspek konservasi serta mampu mendorong perekonomian dan perdagangan desa-desa yang berada di dalam Taman Nasional khususnya Desa Tanjung Lokang. ”Dalam pembangunan yang sedang berlangsung ini tentunya ada kendala yang akan ditemui, kita harus menyiapkan solusi yang akurat dan kontinyu kedepannya” pungkas Razali, S.Pd selaku Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu. Sementara untuk paparan terkait kajian aspek jalan disampaikan oleh Fery AM Liuw, S.Hut.,T., M.Sc. Paparan terkait kajian tersebut menekankan pada bentuk mitigasi dan rencana pengembangan ekowisata yang melintasi kawasan Taman Nasional Betung Kerihun yang merupakan zona inti dari Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu yang ditetapkan tahun 2018. Prof. Elias sebagai tenaga ahli dibidang pembukaan wilayah hutan menyampaikan bahwa pembangunan jalan ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur yang melewati TNBK merupakan pembangunan strategis tidak terelakkan yang mempunyai peranan penting dalam memperkuat perbatasan negara, melayani asset penting negara, pertahana keamanan serta menjaga persatuan dan kesatuan nasional, tetapi pembangunan jalan di dalam kawasan TNBK ini akan memberikan dampak antara lain biofisik dan sosial sehingga perlu dilakukan antisipasi dalam rangka meminimalisir dampak yang terjadi melalui kegiatan mitigasi dan adaptasi pada kawasan, masyarakat, satwa liar dan habitat. Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar TNBKDS menyampaikan harapan melalui kegiatan mitigasi yang baik pembangunan jalan di dalam kawasan TNBK, selain dapat memberikan manfaat pada masyarakat terutama bagi pengembangan ekonomi setempat juga tetap dapat mempertahankan kelestarian dari kawasan TNBK. Pembangunan jalan pararel ini merupakan implementasi pertamaka kali dari Permen LHK No 23 tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Jalan Strategis Di Dalam Kawasan Hutan oleh Unit Pelaksana Teknis lingkup KLHK Sosialisasi yang berlangsung selama sehari ini merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan mengajak seluruh stakeholder untuk ikut berperan aktif dalam menunjang keberhasilan pembangunan jalan paralel perbatasan. (13/11) Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Tanamkan jiwa konservasi pelajar, SPTN Wilayah II Jinato laksanakan School Visit

Pulau Jinato - Taman Nasional Taka Bonerate, 15 November 2019. Pada hari Kamis, 14 November 2019 Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Jinato Balai Taman Nasional Taka Bonerate melaksanakan giat school visit ke SMPN 39 Kabupaten Kepulauan Selayar di Pulau Jinato. Giat ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan pendidikan konservasi untuk menanamkan jiwa konservasi dan cinta lingkungan kepada pelajar sebagai generasi muda. Pendidikan konservasi juga merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangun semangat tentang lingkungan. Kemudian mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai – nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Aisyah Amnur selaku Kepala SPTN Wilayah II Jinato membuka dan sekaligus mengawali kegiatan dengan mengenalkan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate beserta tugas pokok dan fungsinya. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan ekosistem dan jenis biota dilindungi oleh Sunadi Buki (fungsional PEH) dan pengenalan potensi objek wisata Jinato oleh Andi Rezki Mutmainnah (fungsional Calon PEH). Peserta yang hadir adalah pelajar kelas 7, 8, dan 9 digabung dalam sebuah kelas. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Beberapa dari mereka juga aktif mengajukan atau menjawab pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Selain pemberian materi, kegiatan ini juga membagikan beberapa media dan bahan bacaan berupa booklet, leaflet dan buku-buku mengenai materi terkait. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Upaya Penghalauan Kemunculan Harimau Sumatera di Pante Bidari Aceh Timur

Aceh Timur, 9-10 November 2019. Personil BKSDA Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Resor 12 Langsa dibantu dengan Personil Wildlife Conservation Society melakukan upaya penghalauan Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) yang dikabarkan muncul keberadaannya di sekitar Desa Sijudo Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur melalui foto dan video yang diperoleh dari salah satu karyawan perusahaan gas yang sedang melintas di jalan desa tersebut pada hari Senin tanggal 4 November 2019. Harimau Sumatra (Panthera tigris ssp. sumatrae) ini diperkirakan berjumlah 3 ekor dengan rincian 1 ekor indukan dan 2 ekor lainnya merupakan anakan. Adapun upaya yang dilakukan oleh tim yaitu berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pante Bidari, Komando Rayon Militer Pante Bidari, Kepolisian Sektor Pante Bidari, Kepala Desa Sijudo, dan Masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Kepala Desa Sijudo tidak mengetahui adanya kabar terkait Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) yang berkeliaran di sekitar area Desa Sijudo. Masyarakat setempat menyadari bahwa di sekitar Desa Sijudo merupakan habitat atau tempat tinggal satwa Harimau Sumatra (Panthera tigris ssp. sumatrae) tersebut dan masyarakat tidak merasa terganggu terkait adanya kemunculan satwa ini seperti yang dikabarkan. Tim juga melakukan pengecekan ke lokasi kemunculan Harimau Sumatra (Panthera tigris ssp. sumatrae) ini dan menemukan beberapa jejak kaki dari satwa tersebut. Upaya penghalauan lainnya yang sedang dilakukan oleh tim yaitu dengan pengusiran yang dibantu oleh Pawang Harimau BKSDA Aceh Pak Sarwani yang dilakukan melalui pendekatan kearifan lokal lewat doa-doa. Secara taksonomi, Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) termasuk kelompok Mammalia dengan Famili Felidae. Berdasarkan IUCN, jenis satwa ini berstatus Kritis/critically endangered. Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. Adanya fragmentasi habitat yang makin menyempit menjadi salah satu ancaman dari kelestarian satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) ini. Selain habitat yang makin menyempit, tingkat perburuan menggunakan jerat serta perdagangan ilegal terhadap Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) juga menjadi ancaman terbesar kini. Upaya penghalauan Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh berpedoman kepada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/MENHUT-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengapresiasi masyarakat Desa Sijudo Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur beserta jajaran Pemerintah Kecamatan dengan adanya kesadaran akan berbagi ruang hidup dengan satwa liar serta pihak-pihak terlibat yang segera melaporkan kejadian kemunculan satwa ini kepada BKSDA Aceh sehingga tidak menimbulkan kerugian ataupun dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Penyelamatan dan Pelepasan Satwa Tahun 2019

Mandailing Natal, 13 November 2019. Keberadaan satwa menjadi salah satu kekayaan Taman Nasional Batang Gadis yang keberadaannya menjadi sumber pengetahuan dan kebanggaan, khususnya bagi masyarakat Mandailing Natal. Penyelamatan satwa merupakan salah satu program nasional dalam membantu penanganan satwa liar sebagai hasil upaya penegakan hukum sesuai dengan dengan P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Kampanye secara langsung dilakukan melalui penyelamatan satwa liar dan pembinaan. Dengan demikian semoga ada kesadaran dari semua pihak untuk peduli agar tidak berburu dan menyakiti satwa- satwa sehingga rantai ekosistem tetap berkesinambungan. Status satwa yang dilepaskan? Satwa yang dilepaskan merupakan salah satu penyerahan dari masyarakat yang diberikan langsung ke pihak TNBG untuk segera ditindaklanjuti proses penyelamatannya. Merupakan bentuk kesadaran masyarakat atas kepedulian pada satwa yang dilindungi. Mengapa di selamatkan? Sesuai dengan P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi satwa-satwa ada merupakan satwa yang dilindungi. Dengan kondisi ini perlu sekali untuk dijaga dan dipertahankan populasinya sehingga harus dikembalikan kehabitat aslinya. Taman Nasional Batang Gadis merupakan salah satu UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memegang teguh akan pelestarian satwa. Pada tahun 2019, Sudah ada 4 satwa yang dikembalikan ke Habitatnya di Kawasan Taman Nasional Batang Gadis yaitu : Mengapa di Habitat Aslinya? Satwa akan hidup apabila berada di kondisi alaminya. Pelepasan satwa di laksanakan di kawasan yang memiliki vegetasi tumbuhan alami yang sangat baik mulai dari pohon besar hingga anakan pohon. Kondisi lantai hutan dipenuhi serasah dengan kelembaban yang tinggi dan tumbuhan bawah (semak) masih banyak di kawasan.di lokasi juga harus ada air, seperti anak sungai dengan arus yang sedang saja. Oleh : Rachmadani (POLHUT TN Batang Gadis )
Baca Berita

Berkarier di Jabatan Fungsional

Banjarbaru, 12 November 2019. Mengawali pagi yang cerah di hari selasa, tanggal 12 November 2019 para Pejabat Fungsional lingkup Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan ceria dan antusias menghadiri kegiatan pembinaan yang diadakan di ruang rapat Balai KSDA Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Kegiatan pembinaan Pejabat fungsional dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc selaku Kepala Balai KSDA Kalimantan serta di damping semua pejabat eselon IV di bawahnya. Sebagai Narasumber Balai KSDA Kalimantan Selatan Langsung menghadirkan dari Penilai DUPAK Jabatan Fungsional Bagian Kepegawaian dan Ortala Setditjen KSDAE KemenLHK, Tim penilai DUPAK JFT dihadiri oleh Bapak Yayat Supriatna, S.IP. Sekitar lebih dari 50 pejabat fungsional lingkup Balai KSDAE Kalimantan Selatan menghadiri acara pembinaan yang dilaksanakan pada pagi ini. Banyak materi yang disampaikan oleh narasumber berkaitan untuk membina jenjang karier para pejabat fungsional Tertentu khususnya PermenpanRB No.13 Tahun 2019 yang masih hangat dan penting disosialisasikan bagi yang bersangkutan. Diberitahukan juga aturan penjenjangan Karier bagi JFT masih dalam proses revisi dan harmonisasi guna penyempurnaannya. Berdasarkan hasil pertemuan di Jakarta, disepakati pentingnya penguatan Tim Penilai Pendahuluan Dupak di tingkat UPT-UPT dan dibantu dari unsur kepegawaian sebagai sekretaris agar bisa lebih maksimal, efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sehingga dapat membantu jenjang karier bagi para JFT. Kewajiban penyusunan Dupak harus sesuai SOP berlaku dan tahapan tim Penilaian mutlak tidak dapat dilewati serta batas waktu pengajuan DUPAK sebagi pemenuhan Angka Kredit untuk Kenaikan Pangkat maupun Kenaikan Jabatan dengan Uji kompetensi sebagai prasyaratnya. Untuk mempercepat jejang karier. Yayat menyarankan untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi sebaiknya sesuai progam studi bagi jabatan fungsional tertentu (dengan mengurus Tugas/Ijin Belajar). Pada sessi tanya jawab, para Pejabat Fungsional Balai KSDA Kalimantan Selatan sangat antusias dalam pembinaan ini terbukti sangat banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada Narasumber terkait kariernya. Menyikapi ketidaksesuaian dalam perkembangan Kondisi JF pada UU No.5 Tahun 2014, PP No. 11 tahun 2017 pemerintah akan segera merevisi ketentuan agar tidak menghambat karier JFT. Dr. Mahrus Aryadi selaku Kepala Balai menggarisbawahi semua materi yang disampaikan Narasumber untuk dilaksanakan sebaik dan setaat mungkin. Kita berharap jenjang karier para JFT dapat lebih cepat melejit naik dari waktu yang ditentukan, karena pencapaian angka kredit yang tinggi. Harapan besar dari Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan untuk para JFT agar gerak Cepat, Tepat dan Manfaat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah dijadwalkan, sekaligus memperbanyak pencapaian Angka Kredit sehingga dapat mempercepat jenjang kariernya. (ryn) Sumber: Rony Indra Hermawan, S.E - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BKSDA Kalimantan Selatan Hadiri Rapat Dengar Pendapat (Hearing) di DPRD Kotabaru

Banjarbaru, 12 November 2019. Balai KSDA Kalimantan Selatan memenuhi undangan DPRD Kotabaru dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (hearing) terkait permasalahan kawasan di Kabupaten Kotabaru khususnya Kecamatan Kelumpang Selatan (11/11/2019). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis diikuti beberapa unsur seperti, anggota DPRP Kotabaru, Kantor Pertanahan (BPN) Kab. Kotabaru, Polres Kotabaru, BKSDA Kalsel, SKPD Lingkup Kab. Kotabaru, media cetak dan elektronik, serta ratusan masyarakat Kecamatan Kelumpang Selatan. Ada dua agenda utama yang dibahas dalan rapat tersebut, yaitu penyelesaian tumpang tindih kepemilikan tanah, dan keinginan masyarakat untuk tetap beraktifitas di kawasan cagar alam. Perwakilan masyarakat menyampaikan keresahan mereka karena lahan yang diklaim milik mereka sejak dulu tidak dapat disertifikatkan pada Tahun 2017 karena menurut data BPN Kotabaru bahwa lahan tersebut telah keluar sertifikatnya Tahun 2008. Kepala BPN Kotabaru, Kadi Mulyono menyampaikan akan mengurai permasalahan tumpang tindih kepemilikan lahan ini satu-persatu sehingga permasalahan ini dapat terselesaikan dan tidak ada lagi tuntutan hukum dikemudian hari. Terkait aspirasi masyarakat mengenai keterlanjuran tambak di dalam kawasan cagar alam, Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc, yang didampingi Kepala SKW 3 Batulicin, Nikmat Hakim Pasaribu S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa paradigma pengelolaan hutan saat ini sudah berubah, masyarakat tidak lagi dijadikan objek tetapi menjadi subjek dalam pengelolaan kawasan. Lebih lanjut, Mahrus mengatakan akan mengkaji dan segera menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek keterlanjuran tambak oleh masyarakat setempat tersebut. Mahrus juga menyampaikan program pemerintah dalam mengakomodir keikutseretaan masyarakat untuk ikut mengelola kawasan melalui program Kemitraan Konservasi. Diakhir rapat, DPRD Kab. Kotabaru melalui Ketua DPRD, Syairi Mukhlis menyampaikan akan mengawal semua proses penyelesaian permasalahan masyarakat Kec. Kelumpang Selatan dan berharap semua pihak ikut mendukung proses penyelesaian permasalahan. (ryn) Sumber: Wedkita Hari Aristo, M.Pa - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pelatihan Enumerator Perikanan, Balai TN Taka Bonerate dan WCS-IP Rekrut Masyarakat Lokal

Benteng - Kepulauan Selayar, 13 November 2019. Kemarin (12/11), di ruang fungsional Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) berlangsung pemaparan Program dan Pelatihan Enumerator Perikanan Balai TNTBR oleh mitra WCS-IP. Setelah di penghujung bulan Oktober kemarin melakukan pengambilan data ekologi dan sosial ekonomi, WCS-IP akan kembali melakukan pendataan/monitoring perikanan di TN Taka Bonerate mulai November 2019. Tentunya pendataan tersebut akan dilakukan secara berkala. Giat ini dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Usman yang dihadiri oleh para Kepala SPTN, koordinator fungsional dan Pokja Teknis TN Taka Bonerate serta tiga orang Enumerator dari masyrakat lokal yang terpilih. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Siska Agustina, koordinator program perikanan WCS-IP. "Pendataan perikanan di kawasan TN Taka Bonerate merupakan salah satu upaya untuk mengumpulkan data dan informasi kondisi perikanan di TN Taka Bonerate" kata Siska saat memulai pemaparan. Pelatihan Enumerator ini akan berlangsung tiga hari kedepan, 12 sampai dengan 14 November. Pendataan akan dilakukan di 3 site (desa) yaitu Rajuni, Tarupa, Latondu. Setelah pengambilan data dan evaluasi, kegiatan ini akan dilakukan secara merata di semua desa di dalam TN Taka Bonerate. Pendataan dilakukan oleh Enumerator lokal dari masyarakat Rajuni, Tarupa, dan Latondu. Hal ini selain untuk memberdayakan masyarakat setempat, juga mereka paham akan kondisi masyarakat dan pulau tempat mereka tinggal, dan akan didampingi oleh Enumerator dari Balai TN Taka Bonerate dan mitra WCS-IP. Pelatihan Enumerator perlu dilakukan dalam upaya pemahaman terhadap teknis pengumpulan dan pengunggahan data agar sistem pemantauan pendaratan yang dilakukan sesuai dengan SOP. Metode pendataan berbasiskan fish landing (pendaratan ikan), dengan target ikan karang dan ikan demersal (ikan dasar laut) ekonomis penting. Data hasil akan ditampilkan secara realtime, pengumpulan dan penyimpanan data dilakukan dalam sistem database dan dikumpulkan kemudian diinput ke Excel dan selanjutnya diunggah ke server tersebut. Hasil kajian dari informasi yang telah dikumpulkan, selanjutnya bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan/strategi ditingkat pemerintah, khususnya Balai TN Taka Bonerate ataupun pihak yang terkait. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Balai TN Kayan Mentarang Kirim Petani Madu Data Dian Menimba Ilmu di APDS

Malinau, 13 November 2019. Halo sobat konservasi, guna meningkatkan kapasitas masyakarat dalam pemanfaatan hasil hutan non kayu berupa madu hutan, baru-baru ini Balai Taman Nasional Kayan Mentarang mengirimkan sebanyak 3 orang masyarakat Desa Data Dian untuk belajar tentang budidaya dan pengolahan madu hutan tradisional di Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum tepatnya di Desa Semangit Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Hasil Madu Hutan di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum memang sudah terkenal sejak dulu. Selain hasil melimpah yang mencapai 14-25 Ton/tahun, madu hutan dari wilayah ini juga telah sertifikasi BIOcert, BPOM, Pustanlinghut, SNI 3545, dan SNI 7889. Para petani madu yang disebut periau juga memiliki perkumpulan yang disebut Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) yang bertujuan untuk menerapkan sistem kontrol internal kualitas madu mereka. Selama 4 hari di desa semangit, masyarakat Desa Data Dian tekun mempelajari teknik budidaya dan pengolahan madu hutan. Penggunaan “tikung” sebagai dahan tiruan bersarangnya lebah menjadi lmu baru bagi mereka. Tentu sangat berbeda dengan teknik yang selama ini masih mereka lakukan yakni memanen madu dari pohon tinggi dan pastinya beresiko tinggi. Konsep metode panen lestari dan penerapan mekanisme pengawasan mutu kelompok menjadi hal yang patut dipehatikan untuk menghasilkan Madu Hutan dengan kualitas tinggi. Desa Data Dian juga memiliki potensi madu hutan yang cukup tinggi loh, namun pemanfaatanya masih dilakukan secara tradisional. Potensi SDA yang berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyakat ini menjadi perhatian serius Balai TN Kayan Mentarang. Melalui peningkatan kapasitas masyarakat ini diharapkan akan mengasah kemampuan masyarakat dalam mengolah dan meningkatkan hasil madu hutan sebagai salah satu hasil hutan unggulan desa penyangga di TN Kayan Mentarang. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

ASN Unggul sebagai Pahlawan Masa Kini

Cibodas, 11 November 2019 - Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, peringatan tahun ini lebih istimewa karena bertepatan dengan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Sabtu, 9 November. Saat Upacara Bendera Hari Pahlawan, dikumandangkan kata-kata mutiara beberapa Pahlawan Nasional yang dapat dijadikan spirit dalam melaksanakan tugas kita sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan peringatan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat inovasi untuk menjadi pahlawan masa kini sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”. Selain melaksanakan upacara bendera, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengadakan acara Maulid dengan mengundang Bapak H. Azam Jubaedi untuk memberikan tausiyah dengan mengangkat tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah S.A.W. sebagai Bekal Menjadi ASN yang Unggul”. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan, “Sifat-sifat Rasullah S.A.W. yang dapat dijadikan teladan oleh ASN dalam melaksanakan tugasnya, yaitu sifat Shiddiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (cerdas)”. Acara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kerja Bulanan, seluruh pejabat struktural Eselon III (Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur, Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, dan Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor) memaparkan capaian kinerja selama 2019 berikut kendala dan permasalahannya. Dalam arahannya, Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto menyapaikan beberapa point penting pesan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diantaranya: Acara ditutup dengan paparan dari Kepala Bagian Tata Usaha perihal Tanggungjawab Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau menyampaikan tugas pokok dan fungsi dari ASN yang terdiri dari Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Tertentu, dan Pejabat Fungsional Umum. Dan berpesan dalam menjalankan tugas tambahannya sebagai ASN jangan sampai mengganggu dari tugas pokok dan fungsi. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Kepala Balai KSDA Yogyakarta Dampingi Sumitomo Forestry Audiensi Bersama Dirjen KSDAE

Yogyakarta,9 November 2019, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi dampingi Grup Manajer Sumitomo Forestry Co. Ltd Japan, Mr. Sato Hirotaka dan Field Manager Proyek Kerjasama Paliyan, Gunawan Setiaji melakukan audiensi dengan Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc di Jakarta, Hari Jum’at (08/11/19). Dalam kesempatan ini, Mr. Sato menjelaskan tentang kegiatan Sumitomo Forestry di Indonesia seperti JAGAFOPPTA di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Manupeu Tana Daru, Taman Nasional Gunung Ciremai, serta Proyek Paliyan yang didanai oleh Mitsui Sumitomo Insurance. Mr. Sato selanjutnya menyampaikan mengenai kendala yang dihadapi Sumitomo Forestry selama melaksanakan kegiatan Proyek Paliyan dan mengutarakan rencana perpanjangan proyek Paliyan Tahap IV dari tahun 2021 – 2025. Sumitomo Forestry akan memberikan dukungannya kepada Balai KSDA Yogyakarta terkait upaya penyelesaian konflik dan permasalahan yang masih terjadi di SM Paliyan. Sementara itu, M. Wahyudi menyampaikan mengenai progres penyelesaian permasalahan di tingkat tapak antara masyarakat, BKSDA Yogyakarta dan Sumitomo Forestry. Masyarakat seringkali masih menebangi tanaman yang telah ditanam oleh Mitsui Sumitomo Insurance di petak 141 dan 137. “Saya telah bertemu dengan tokoh masyarakat Paliyan melalui Forum SM Paliyan, momentum itu saya gunakan untuk menggali informasi permasalahan yang ada di SM Paliyan dari para tokoh masyarakat yang hadir. Kemudian kami bersama Kepala Desa, Kepala Dusun dan Tokoh masyarakat lainnya mengecek langsung di lapangan dan memang masih dijumpai permasalahan kelestarian hutan di petak 137 dan 141 yang berbatasan dengan Dusun Manggul dan Dusun Karangasem A dimana tanaman yang telah ditanam Sumitomo Forestry masih sering ditebangi. Setelah kita telusuri dan analisa permasalahan lebih lanjut ternyata ada miskomunikasi antara masyarakat dengan BKSDA Yogyakarta terkait pembuatan jalan tembus antara Dusun Manggul dengan Dusun Namberan yang melewati tepi SM Paliyan serta rencana revitalisasi telaga yang mati/kering di Blok 141 berbatasan dengan dusun Manggul yang tidak disetujui BKSDA Yogyakarta. Miskomunikasi inilah yang kadang menimbulkan konflik antara masyarakat dengan BKSDA Yogyakarta selaku pemangku kawasan. papar M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan langkah yang diambil dalam penyelesaian permasalahan yang ada di SM Paliyan. “Terkait permasalahan tersebut, BKSDA Yogyakarta akan segera mengajukan revisi penataan blok SM Paliyan. Penataan blok ini dipandang sebagai salah satu solusi untuk penyelesaian permasalahan yang ada di kawasan, disamping juga untuk melihat kembali lokasi-lokasi yang belum masuk ke dalam blok khusus seperti jalan aspal di depan kantor resort SM Paliyan dan jalan aspal yang melintasi Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Paliyan. Untuk rencana revisi penataan blok pengelolaan SM Paliyan ini telah disetujui Bapak Dirjen.” Jelasnya. Merespon apa yang disampaikan Grup Manager Sumitomo Forestry dan Kepala Balai KSDA Yogyakarta tersebut, Ir. Wiratno menyampaikan beberapa arahan antara lain: Revitalisasi embung selain mendukung kehidupan masyarakat sekitar kawasan, juga dapat bermanfaat sebagai tempat minum satwa, ketersediaan air untuk penyiraman tanaman dalam rangka rehabilitasi SM Paliyan maupun air yang diperlukaan sebagai antisipasi kebakaran hutan. Dalam audiensi tersebut, Ir. Wiratno selanjutnya menyerahkan Buku Ten (New Ways) Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia kepada Mr. Sato, dan foto Paliyan ada di dalam buku tersebut. Ir. Wiratno juga menegaskan bahwa implementasi 10 cara baru kelola kawasan konservasi perlu dilakukan hingga ke tingkat tapak. Dengan demikian permasalahan di lapangan dapat segera diselesaikan. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 4.529–4.544 dari 11.140 publikasi