Sabtu, 2 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Masyarakat Adat Kampung Sereh Dukung Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop

Jayapura, 13 November 2019. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua bersama USAID Lestari menyelenggarakan sosialisasi perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Sosialisasi berlangsung di para-para adat Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (13/11). Pihak-pihak yang hadir antara lain perwakilan instansi-instansi terkait, kepala Kampung Sereh, tokoh-tokoh adat, tokoh pemuda setempat, Masyarakat Mitra Polhut, dan masyarakat adat. Secara umum masyarakat adat Kampung Sereh dan sekitarnya memberikan dukungan terhadap rencana pemulihan ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Carlos Assa, salah satu tokoh adat Kampung Sereh menyatakan dalam sambutannya, “Dulu Cycloop tidak seperti ini. Dulu para orang tua kami sangat patuh dengan aturan adat. Kami tidak pernah melanggar batas di dalam Pegunungan Cycloop ini. Orang tua kami katakan batas sampai di sini, semua patuh, tidak akan masuk lebih ke dalam lagi. Dulu kami bisa minum air Cycloop hanya dengan tunduk kepala ke sungai, lalu minum air yang jernih dan segar. Tapi sekarang tidak bisa lagi. Cycloop sekarang sudah lain. Untuk itu kami sangat mendukung perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop.” Sementara Kepala Kampung Sereh, Steven Eluay, juga menyatakan dukungan terhadap perlindungan dan rencana pemulihan ekosistem di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, terutama yang berbatasan dengan Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia mengharapkan dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dengan pemerintah Kampung Sereh, sehingga rencana pemulihan ekosistem di dalam Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dapat berjalan sesuai harapan. “Dalam musrenbang kampung, kami juga membawa topik Cagar Alam Pegunungan Cycloop, bagaimana perlindungannya, bagaimana tindakan nyata di lapangan,” ungkap Steven. Dalam sosialisasi ini menyajikan tiga materi. Pertama, sosialisasi pemulihan ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop, disampaikan oleh Danial Idris, Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Besar KSDA Papua. Kedua, rencana pemulihan ekosistem disampaikan oleh Ronal Luhulima dari BPDASHL Memberamo. Ketiga, peran adat di dalam mengurangi ancaman di Cagar Alam Pegunungan Cycloop, disampaikan oleh Tiffani Mnumumes dari USAID Lestari. Danial Idris menyatakan, dirinya sebagai Pengendali Ekosistem Hutan merasa menanggung beban moral yang sangat berat apabila terjadi kerusakan ekosistem hutan, terutama di wilayah kerjanya. Di dalam materinya, Danial menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengetahui prosedur pemulihan ekosistem. Di dalam kawasan cagar alam, termasuk di Pegunungan Cycloop, hanya bisa ditanami jenis-jenis pohon endemik. Spesies apa pun yang berasal dari luar kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop tidak boleh ditanam di dalamnya. Demikian pula perlakuan terhadap satwa. Ini merupakan bagian dari prosedur pemulihan ekosistem. Melanjutkan materi yang disampaikan Danial, Ronal Luhulima menyatakan, rencana pemulihan ekosistem di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dalam rentang waktu empat tahun ke depan, dimulai sejak 2019, memerlukan sekitar 1,5 juta bibit pohon. Dalam pelaksanaan pemulihan ekosistem tersebut akan melibatkan masyarakat adat setempat, termasuk dalam penyediaan bibit tanaman. Sementara Tiffani menyampaikan, salah satu cara menjaga kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dari perambahan adalah dengan menyusun Peraturan Kampung. Di dalamnya dapat menerakan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kawasan cagar alam. Peraturan tersebut juga dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk menindak tegas indivudu-individu yang melakukan pelanggaran di dalam kawasan cagar alam. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S. Hut., M. Si., menyampaikan, “Kita sudah merangkum data kawasan berdasarkan survei lapangan. Kawasan-kasawan yang mengalami degradasi sudah terpetakan, dan itu nanti yang menjadi prioritas dalam pemulihan ekosistem. Harapannya, pemulihan ekosistem nanti akan melibatkan seluruh komponen, termasuk masyarakat adat yang bersentuhan langsung dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Mudah-mudahan semua rencana tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga capaian yang kita harapkan berupa pemulihan ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop dapat tercapai optimal.” (djr) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center: 0823-9802-9978
Baca Berita

Penyuluhan TWA Cani Sirenreng Sebagai Pengendali Air Wilayah Penyangga Di Desa Tellu Bocoe

Bone, 15 November 2019 – Giat Resort Cani berupa penyuluhan terkait Keberadaan Taman Wisata Alam (TWA) Cani sebagai pengendali air di wilayah-wilayah penyangga pada Hari Jumat, 15 November 2019 di Masjid AT-Takwa Dusun Maningo Desa.Tellu Boccoe Kec.Ponre dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi yang di laksanakan di desa Tellu Boccoe. Kegiatan ini di hadiri sekitar 230 Orang yang terdiri dari Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh pendidik, Tokoh pemuda, Kadus Maningo, laule, leppeng, dan masyarakat sekitar, serta di hadiri oleh Kepala Desa dan Tim penggerak PKK Desa Tellu Boccoe, Kepala KUA Kec.ponre beserta staf. Alias, SH selaku kepala Seksi Resort Cani dalam keterangannya “Kegiatan ini disamping sebagai penyuluhan peran TWA Cani Sirenreng sebagai pengendali air di wilayah penyangga juga sebagai silahturahmi dengan masyarakat dan aparat terkait”. Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian bantuan tunai untuk pembangunan Masjid At-Takwa dusun Maningo Desa Tellu Boccoe Kec. Ponre oleh Resort Cani yang di lanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Pemantauan Harimau Sumatra di SM Bukit Batu

Pekanbaru, 18 November 2019. 14 November 2019, Petugas Balai Besar KSDA Riau tepatnya di Resort Bukit Batu melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) tentang Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di sekitar Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu pada tanggal 14 November 2019 silam. Tim ditemani mbah Mulyono (sahabat konservasi) untuk memastikan jalur perlintasan satwa di kawasan SM dan sekitarnya yang akan dipasang camera trap agar aman dalam pemasangannya. Sebanyak 6 unit camera trap terpasang di jalur perlintasan satwa dan areal bendungan yang merupakan tempat minum satwa bila musim kemarau. Upaya seperti ini sebagai salah bentuk penyelamatan satwa satwa liar di habitatnya yang hampir punah serta mengantisipasi terjadinya konflik antara satwa liar dengan manusia. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelepasliaran Tukik di Gelaran Trisik Festival 2019

Yogyakarta 17 November 2019. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar Trisik Festival 2019, Hari Minggu (17/11/19) di kawasan Pantai Trisik Kulonprogo. Gelaran Trisik Festival ini berlangsung satu hari penuh mulai jam 06.00 – 22.00 WIB diawali dengan senam bersama dan ditutup dengan pesta lampion. Trisik Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Kulonprogo, Drs. H. Sutedjo dengan diawali sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo dan Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB). Dalam sambutan pembukaannya, Drs. H. Sutedjo mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dalam rangka pengembangan destinasi wisata di Pantai Trisik Kulonprogo. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Yogyakarta Untung Suripto, mewakili Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi. “Sebagaimana arahan Bapak Kepala Balai, Balai KSDA Yogyakarta diminta dapat turut serta dalam even yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Kulonprogo ini. Terlebih lagi lokasi penyelenggaraan festival berada di Pantai Trisik yang merupakan salah satu kawasan ekosistem essensial di DIY dengan fenomena burung migran yang hadir di kawasan ini setiap tahunnya. Melalui pelaksanaan kegiatan festival ini, diharapkan Pantai Trisik akan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Ditambah lagi ikon pelepasliaran tukik di Pantai Trisik akan menjadi media konservasi penyu secara nyata di lapangan.” jelas Untung Suripto. Rangkaian acara pembukaan Festival Trisik ditutup dengan pelepasliaran 8 tukik oleh Bupati Kulonprogo beserta tamu undangan. Sumber : Gunadi - Polhut Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Patroli Pengamanan Kawasan bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort 6 Muara Bangko Seksi PTN Wilayah III Sibanggor Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 18 November 2019. Kawasan Taman Nasional Batang Gadis memiliki potensi flora/fauna yang dilindungi yang menjadi prioritas secara nasional. Keberadaan flora/fauna tersebut sudah terancam punah, salah satu faktor penyebabnya adalah terganggunya habitat. Patroli pengamanan hutan dilakukan guna mencegah adanya kejahatan kehutanan khususnya perambahan, penebangan hutan/pencurian kayu, kebakaran hutan, perburuan satwa dan pendudukan kawasan di dalam TN. Batang Gadis. Desa Banjar Melayu terletak di Kecamatan Batang Natal, berjarak sekitar 3 kilometer untuk memasuki Kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Metode pelaksanaan kegiatan patroli bersama mmp ini dilakukan berdasarkan rencana kerja, baik dari peralatan seperti peta kerja dan alat teknis. Tim Patroli menggunakan kendaraan bermotor dan berjalan kaki menyusuri Kawasan Hutan Taman Nasional Batang Gadis, mencatat segala bentuk pengamatan yang terjadi di lapangan dan pengambilan track dan waypoint. Jalur yang dilewati oleh tim merupakan jalur yang sering dilewati juga oleh masyarakat dalam berkebun yang memiliki topografi sedang hingga terjal dan kondisi jalan yang dilewati bergantung pada cuaca ataupun curah hujan, Dari pengamatan yang dilakukan oleh tim selama melaksanakan kegiatan ini di lapangan, terdapat beberapa aktivitas manusia seperti mengambil kayu dan berkebun karet yang berada diluar kawasan TN Batang Gadis. Kawasan TN Batang Gadis disekitar Desa banjar Melayu aman dari ancaman seperti pembalakan, perambahan dan perburuan dan ditemukan beberapa satwa burung dengan jenis rangkong dan elang. TN Batang Gadis di sekitar Desa Banjar Melayu didapatkan dengan kondisi hutan dengan vegetasi rapat dan masih alami serta topografi yang curam dan terdapat beberapa anak sungai. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Bahas Isu Insentif Fiskal Kabupaten Konservasi, Arwana, Kratom dan Madu Hutan DPRD Kapuas Hulu Audiensi Dengan Dirjen KSDAE Dan Wamen LHK

Jakarta, 14 November 2019. Guna mencari solusi dan pencerahan terkait berbagai permasalahan di bidang kehutanan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, Tim perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kapuas Hulu berjumlah 9 orang didampingi oleh staf Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) datang ke Jakarta dengan maksud bertemu dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK). Perwakilan DPRD ini terdiri dari Wakil Ketua, Ketua Komisi A, Ketua Komisi B beserta sejumlah anggota dari berbagai fraksi. Dalam pertemuan dengan Dirjen KSDAE tim DPRD Kapuas Hulu menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Kapuas Hulu, antara lain: permasalahan pajak untuk ekspor ikan arwana yang dinilai memberatkan para penangkar ikan tersebut, permasalahan tanaman Kratom yang belum memiliki payung hukum yang jelas dalam peredaran dan perdagangannya, nilai cukai ekspor madu hutan alam yang belum ditetapkan oleh pemerintah, kewajiban pelepasliaran arwana ke habitat alaminya bagi penangkar arwana, serta keinginan untuk mendorong skema kemitraan konservasi bagi masyarakat yang tinggal di dalam Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Ketua Tim DPRD Kapuas Hulu dalam kunjungan tersebut, Budiharjo menyampaikan “masalah yang fundamental yang dihadapi masyarakat Kapuas hulu saat ini adalah terkait pajak ekspor ikan arwana, peredaran dan perdagangan Kratom, serta pajak ekspor untuk madu hutan”. Dijelaskan pula oleh Budiharjo ”Ketiga produk ini merupakan sandaran ekonomi masyarakat Kapuas Hulu. Potensi di alam cukup tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang prospektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga harus didukung oleh pemerintah dan jangan sampai memberatkan apalagi merugikan masyarakat. Dirjen KSDAE, Wiratno menyambut baik kunjungan tim DPRD tersebut dan menyatakan “Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Kapuas Hulu tersebut akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami akan berupaya membantu Kabupaten Kapuas untuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat secara umum”. Ditambahkan pula oleh Wiratno, “dari berbagai permasalahan ini ada yang akan disikapi langsung oleh Kemen LHK dan ada beberapa yang perlu kami koordinasikan dengan Kementerian atau Lembaga lainnya, seperti masalah pajak dan bea cukai”. Setelah melakukan audiensi dengan Dirjen KSDAE, tim DPRD Kapuas Hulu juga berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan Wamen LHK. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai isu strategis yang ada di Kapuas Hulu seperti Kabupaten Konservasi dan permasalahan terbatasnya ruang usaha dan ekonomi masyarakat akibat luasnya kawasan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu yang mencapai 60% dari total wilayah. Dalam pertemuan ini Wamen LHK, Aloe Dohong memaparkan “Kapuas Hulu telah ditetapkan menjadi Kabupaten Konservasi oleh Pemerintah Daerah, sehingga ini menjadi peluang dan tantangan tersendiri dalam pengelolaannya. Harusnya masyarakat Kapuas Hulu bangga akan status ini. Terbatasnya ruang di Kapuas Hulu harus disikap secara bijak”. Ditambahkan oleh Aloe “Kompensasi adalah salah satu pilihan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berbagai skema yang bisa dipakai untuk kompensasi ini, antara lain skema penyimpanan karbon. Paradigma pemanfaatan hutan di masyarakat saat ini harusnya sudah berubah, kalo dahulu hutan dianggap sebagai mesin ATM yang dapat menyediakan semua kebutuhan masyarakat, tapi sekarang hutan harus dimanfaatkan secara bijak dan lestari sehingga dapat meningkatkan kesejehteraan dan mutu kehidupan masyarakat sekitarnya” tutup Aloe. Pasca audiensi Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Stefanus menyatakan ”kami sangat senang dan bangga bisa diberikan kesempatan bertemu dan berdialog dengan Dirjen KSDAE dan Wamen LHK, banyak pencerahan yang bisa kami dapatkan terkait masalah hutan dan kehutanan di Kabupaten Kapuas Hulu, terutama masalah Arwana , Kratom dan Madu Hutan”. Ditambahkan oleh Stefanus “beberapa hal akan kami follow up, seperti berkoordinasi dengan LIPI dan Kemenkes untuk menguji kandungan Kratom yang masih menjadi isu yang ramai diperdebatkan, selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Pajak untuk mencari solusi bagi pajak ikan arwana dan madu hutan demi kepentingan masyarakat” pungkasnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Audiensi Kepala Balai KSDA Yogyakarta Bersama Bupati Kulonprogo

Yogyakarta 15 November 2019, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Untung Suripto dan Polhut Resort Kulonprogo melakukan audiensi dengan Bupati Kulonprogo hari Jum’at (15/11/19). Tiba di Kantor Bupati Kulonprogo, rombongan Balai KSDA Yogyakarta diterima oleh Bupati Kulonprogo, H. Sutedjo didampingi Asisten Daerah (Asda 1) Kulonprogo. Diketahui bahwa H. Sutedjo semula menjabat sebagai Wakil Bupati Kulonprogo baru saja dilantik menjadi Bupati Kulonprogo menggantikan dr. Hasto Wardoyo, SP. OG.(K) yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BKKBN. Audiensi dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat kerjasama antara Balai KSDA Yogyakarta dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo sekaligus memperkenalkan M. Wahyudi sebagai Kepala Balai KSDA Yogyakarta yang baru. Dalam kesempatan ini M. Wahyudi menyampaikan terkait keberadaan salah satu kawasan konservasi Balai KSDA Yogyakarta yakni SM Sermo yang berlokasi di Kabupaten Kulonprogo. “Keberadaan SM Sermo diharapkan dapat menjadi multiplier effect untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu perlu adanya sinergisitas para pihak dalam pengelolaan kawasan Sermo ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih lagi dengan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo yang membuka peluang meningkatnya kunjungan wisata. Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, di kawasan SM Sermo hanya diperbolehkan untuk wisata terbatas, sehingga perlu perumusan lebih dalam mengenai mekanisme pemanfaatan kawasan SM Sermo agar masyarakat tidak sekedar menjadi penonton. Hal ini sejalan dengan arahan Dirjen KSDAE melalui 10 cara baru kelola kawasan konservasi, disebutkan bahwa masyarakat sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan konservasi sehingga masyarakat dapat turut serta dalam pengelolaan kawasan. Dengan adanya kerjasama berbagai pihak tersebut akan mampu meluruskan stigma yang menganggap kawasan SM Sermo tidak boleh “disentuh” sama sekali. ” tutur M. Wahyudi. Di samping itu M. Wahyudi menjelaskan kedatangannya juga untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Hari Kamis (14/11/19) terkait pembahasan sarana parasarana Pemda Kulonprogo yang berada di dalam kawasan SM Sermo. “Untuk sarana prasarana milik Dinas Pariwisata yang ada di dalam SM Sermo, nanti akan dikerjasamakan dalam skema Perjanjian Kerjasama (PKS) setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal. Sedangkan untuk sarana prasarana Wisma Sermo Asri, akan ditindaklanjuti dengan perijinan pemanfaatan sarana usaha wisata alam dari Ditjen KSDAE. Inti permasalahan terkait Wisma Sermo Asri adalah keterlanjuran penggunaan lahan karena bangunan itu sudah ada sebelum kawasan SM Sermo ditunjuk, dan terkait adanya pungutan retribusi oleh Pemda, tidak dapat dilakukan karena bangunan itu berada di Blok Pengelolaan yang tidak sesuai. Oleh karenanya di tahun 2020 akan dilaksanakan evaluasi fungsi terhadap kawasan SM Sermo yang nantinya akan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari unsur pemerintah pusat dan daerah. Tim terpadu tersebut yang akan memberikan rekomendasinya apakan kawasan SM Sermo berubah menjadi Taman Wisata Alam ataukah tetap sebagai Suaka Margasatwa.” jelasnya. Evaluasi fungsi kawasan SM Sermo ini dipandang penting sebagai dasar untuk menentukan arah pengembangan SM Sermo yang akan dikemas dalam konsep edu ekowisata dan konservasi dalam rangka mendukung Borobudur sebagai destinasi wisata nasional superprioritas. Untuk memberikan gambaran secara visual terkait rencana pengembangan SM Sermo, selanjutnya ditayangkan video animasi rencana pengembangan SM Sermo melalui konsep edu ekowisata dan konservasi yang akan diusulkan pada tahun 2021 mendatang. Dalam tanggapannya, Bupati Kulonprogo sangat mengapresiasi pertemuan dengan Kepala Balai KSDA Yogyakarta ini. “Besar harapan kami pengembangan SM Sermo ke depan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan. Pemda Kulonprogo mendukung rencana pengembangan tersebut dan siap mem back-up kegiatan pengembangan SM Sermo sesuai dengan kewenangan pemda. Untuk mendukung langkah tersebut, Balai KSDA Yogyakarta dapat menyampaikan paparan anggaran di depan tim anggaran daerah sehingga pemda dapat memberi dukungan APBD melalui kegiatan pada instansi teknis. Kulonprogo sangat membutuhkan perhatian semua pihak terlebih lagi dengan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta yang berada di Kabupaten Kulonprogo.” respon H. Sutedjo Di akhir audiensi ini, Kepala Balai KSDA Yogyakarta menyerahkan buku terkait pengelolaan SM Sermo serta produk crispy kelapa hasil kelompok tani hutan binaan Balai KSDA Yogyakarta. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Peringati Hari Cinta Puspa Dan Satwa, Khofifah Resmikan Penangkaran Satwa Dilindungi

Malang, 17 November 2019. Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. meresmikan penangkaran Rusa Timor dan Kijang di UB. Forest, 17 November 2019. Peresmian tersebut dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPS) tahun 2019. Didampingi Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS., dan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timu (Jatim), Dr. Nandang Prihadi, S.Hut,. M.Sc., Khofifah meresmikan penangkaran yang terletak di Desa Tawangargo, Karangploso, Kab. Malang. Adapun jumlah satwa yang ditangkarkan masing-masing Rusa Timor sebanyak 7 ekor dan Kijang 7 ekor. Dengan tema “Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional Untuk Indonesia Unggul”, HCPS tahun ini juga diramaikan dengan penanaman pohon langka dan peresmian Lahan Kehati UB. Forest. Serta, pelepasliaran ratusan ekor burung jenis Cucak Kutilang dan Merbah Cerukcuk. Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Pegawai BDLHK Makassar Di TWA Lejja

Soppeng, 16 November 2019. Taman Wisata Alam Lejja yang di terkenal dengan pemandian alam air panasnya menjadi lokasi kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai BDLHK Makassar Tanggal 16 November 2019, kegiatan peningkatan kapasitas pegawai BDLHK Makassar diikuti 42 Peserta terdiri dari 4 Pejabat Eselon 4 dan seluruh ASN BDLHK Makassar. Acara peningkatan kapasitas pegawai BDLHK Makassar dibuka oleh KSBTU BDLHK Makassar, Ibrahim, S, Sos. Dalam arahannya “kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai dilaksanakan dalam rangka mewujudkan ASN BDLHK yang lebih profesional dengan semangat Kerja "Happy, Easy, Profesional". Kegiatan peningkatan kapasitas ini di kemas dengan berbagai kegiatan seperti Outbond dengan berbagai macam Games untuk membentuk “Team Work” yang baik dan professional untuk mencapai visi dan misi institusi serta meningkatkan kemampuan dan kompetensi ASN Lingkup BDLHK Makassar. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Pengamatan Demplot Rafflesia di Resort 5 Seksi PTN Wilayah III Muara Soma

Mandailing Natal, 18 November 2019. Keberadaan R. meijerii di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) menjadi salah satu objek yang dapat meningkatkan nilai ekologi dan ekonomi kawasan. Anggota marga Rafflesia tidak memiliki akar, batang, dan daun sehingga pertumbuhan dan perkembangannya masih menjadi objek kajian yang memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Keindahan warna, ukuran bunga, dan status kelangkaan Rafflesia diharapkan menjadi daya tarik untuk mempengaruhi masyarakat mengunjungi kawasan, namun ternyata hanya beberapa kelompok masyarakat seperti akademisi/peneliti dan pendaki yang telah menikmati penampakan R. meijerii yang sedang mekar bahkan tidak semua anggota masyarakat di sekitar TNBG yang mengetahui keberadaan spesies langka ini. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengamati dan memantau pertumbuhan Rafflesia di demplot yang telah dibuat. Sedangkan tujuan dari pengamatan demplot Rafflesia ini adalah agar supaya kelestarian dari Rafflesia di Taman Nasional Batang Gadis tetap terjaga dengan cara memantau dan mengamati serta mencatat setiap pertumbuhan dan perkembangannya di demplot yang telah dibuat. Kegiatan Pengamatan Demplot Rafflesia ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 4 -5 September 2019 bertempat di Resort 5 (Rest Area) Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal Seksi PTN Wilayah III Muara Soma Rafflesia meijerii merupakan salah satu spesies Rafflesia berbunga kecil jika dibandingkan dengan kerabatnya yang lain. Tumbuhan ini merupakan holoparasit pada liana dengan jenis Tetrastigma. Pada saat fase mekar penuh diameter bunganya mencapai ± 14 cm, tabung perigone 3,5 – 4 cm, permukaan kelopak bunga bergerinjang kasar dengan warna merah bata, panjang tuba perigone ± 5,5 cm dengan lebar ± 6,5 cm, annulus terdiri dari tonjolan melengkung pipih, tinggi bunga ± 9 cm dari dasar, permukaan atas dan bawah tanpa ramenta di dekat ruang diafragma, panjang seta 0,5 – 2,5 cm didekat perigone ± 8 mm. Berdasarkan literatur yang ada, Rafflesia meijerii tidak memiliki procesii pada permukaan discussnya. Namun pada demplot pengamatan ini semua bunga yang mekar memiliki procesii sehingga temuan ini menarik untuk dikaji nantinya. Demplot Rafflesia tempat dilakukan pengamatan tersebut merupakan kawasan TNBG tepat di belakang resort 5 /Rest Area Sopotinjak yang memiliki vegetasi tumbuhan alami yang masih baik mulai dari pohon besar hingga tumbuhan bawah. Famili Fagaceae dan Myrtaceae serta Lauraceae mendominasi komposisi pohon dan pancang. Sedangkan famili Selaginellaceae dan Araliaceae mendominasi tumbuhan bawah dan semai. Kondisi lantai hutan juga dipenuhi serasah dengan kelembaban yang tinggi dan curah hujan di daerah ini juga lumayan tinggi. Dari pengamatan Ditemukan 26 individu (bonggol dan bunga) Rafflesia di demplot pengamatan, bertambah 3 individu baru dari pengamatan sebelumnya yang berjumlah 23 individu. Seluruh bunga yang mekar dan pernah mekar di demplot pengamatan ini memiliki procesii yang tumbuh di permukaan discuss. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Gubernur Riau Melepas Kontingen Kwartir Daerah Riau

Pekanbaru, 15 November 2019, Balai Besar KSDA Riau selaku Pinsaka Wanabhakti Regional Sumatera mengikuti pelepasan Kontingen Kwartir Daerah Riau oleh Gubernur Riau, bapak Syamsuar selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Riau, untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Bhakti Saka Kalpataru dan Saka Wana Bhakti (Pertikawan) Tingkat Nasional di Cibubur. Acara Pelepasan juga didampingi oleh Pinsaka Kalpataru Regional Sumatera, bapak Amral Fery dan Ketua Kwartir Daerah Harian, bapak OK Nizam Djamil. Acara pelepasan dilakukan di aula Sungkai Balai Diklat LHK Riau, Jl. HR Subrantas Pekanbaru. Sebanyak 44 peserta mewakili Prov. Riau mengikuti acara Pertikawan tersebut dari tanggal 18 sd 25 November 2019. 18 peserta dari Pekanbaru, 20 peserta dari Siak, 1 peserta dari Dumai dan 5 peserta sebagai peninjau. Adapun rincian keikutsertaan peserta tersebut adalah putra : 13 orang (saka wana bhakti) dan 2 orang (saka kalpataru mewakili sekolah adiwiyata). Putri : 8 orang (saka wanabhakti) dan 7 orang (saka kalpataru), ditambah pembina pendamping 2 putra dan 2 putri serta pimpinan kontingen (pimkon) 2 putra dan 2 putri ditambah 1 orang volunteer dari Dumai dan 5 orang peninjau. Sehingga seluruh kontingen daerah Riau berjumlah 44 orang. Untuk seluruh kontingen jangan lupa jaga kesehatan, semangat dan sukses selalu ya. Sumber: BBKSDA Riau
Baca Berita

Kepala Balai KSDA Yogyakarta Tinjau Langsung Pelaksanaan Kampung Satwa Festival III 2019

Yogyakarta 16 November 2019. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi beserta jajarannya hadir dan meninjau langsung pelaksanaan Kampung Satwa Festival III Tahun 2019. Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh Pengelola kampung satwa dan komunitas Reptil Yogyakarta dan tahun 2019 ini telah memasuki penyelenggaraan tahun ke-3. Momentum Kampung Satwa Festival III Tahun 2019 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Cinta Satwa dan Puspa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November. Rangkaian kegiatan Kampung Satwa Festival dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 15-17 November 2019 dengan mengambil tema “Konservasi Satwa & Budaya, Andeder Para Ridwan Mudha Pangreksa Bhumi Nuswantara”. Kampung Satwa Festival III Tahun 2019 dibuka Wakil Gubernur DIY yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Budaya. Wakil Gubernur DIY berharap Kampung Satwa dapat menjadi salah satu pusat edukasi konservasi satwa dan menyelaraskan dengan budaya lokal yang ada untuk kelestarian alam. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Balai KSDA Yogyakarta yang menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Kampung Satwa Festival III Tahun 2019 ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Kampung Satwa Festival ini, konsep pendidikan lingkungan dengan memadukan budaya wayang kancil dengan berbagai karakter satwa akan menarik perhatian semua tingkatan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, Mahasiswa, pegiat konservasi, TNI, Polri dan masyarakat umum. Semoga tujuan kegiatan yang baik ini dapat tercapai yaitu masyarakat dapat bertambah ilmu dan pengetahuan tentang tumbuhan langka dan satwa liar sehingga menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap tumbuhan dan satwa.” tutur M. Wahyudi. Lebih lanjut, M.Wahyudi menghimbau agar kegiatan konservasi satwa yang dilakukan komunitas pecinta satwa perlu dikuatkan dengan legalitas. “Balai KSDA Yogyakarta, terbuka bagi siapapun dan siap melayani masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Kami himbau komunitas pecinta satwa tetap dipayungi legalitas dengan mengajukan ijin penangkaran. Kami juga minta agar tidak dilakukan perkawinan silang antar jenis karena dapat merusak genetik. Sementara itu, untuk satwa eksotik dari luar Indonesia agar tidak dilepasliarkan di Indonesia karena dapat mengganggu ekosistem.” Jelasnya Di akhir acara dilakukan penanaman pohon sawo kecik oleh Kepala balai KSDA Yogyakarta serta pelepasliaran satwa burung perkutut, ular dan ikan air tawar. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Pelepasan Peserta Pertikawan Nasional 2019

Makassar, 17 November 2019 – Giat pelepasan peserta Pertikawan Nasional 2019 cabang Makassar Tanggal, 18 sampai dengan 25 November 2019 oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sulsel Ir.Anis Suratin di SMK-Kehutanan Makassar. Sebanyak 8 Orang dari SAKA WANABHAKTI cabang Makassar dengan 4 Orang Pembina yang salah satu Pembina adalah kepala seksi wilayah IV BBKSDA Sulsel Santiago Pereira. Acara Pelepasan Peserta dilakukan Bersama Wakil Kepala Sekolah SMK-Kehutanan Makassar dalam arahannya Wakasek “Peserta sungguh-sungguh mengikuti giat tersebut sebagai ajang pembelajaran agar hasilnya bisa di teruskan ke teman-teman sepulang dari Pertikawan, Promosikan Taman Nasinoal dan Taman Wisata Alam di Sulsel, jaga nama baik sulsel dan jangan lupa jaga kesehatan serta senantiasa semangat dan riang gembira berkumpul dengan teman-teman dari seluruh Indonesia”. 8 Peserta Pertikawan Nasional 2019 Cabang Makassar berangkat menggunakan Kapal Laut yang di lepas oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Pelabuhan Makassar. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Sinergitas TN Gunung Gede Pangrango dan TNI Dalam Melestarikan Hutan

Bogor, 16 November 2019 - Gunung Pangrango berdiri gagah di pelataran kawasan Puncak yang menjadi wilayah hijau dan penyimpan air bagi kota-kota di sekitarnya. Kondisi tutupan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) cukup baik dalam menjaga fungsinya sebagai penyimpan air, meski ada beberapa titik yang harus lebih ditingkatkan lagi tutupannya. TNGGP yang berbatasan dengan Desa Kuta di Blok Hutan Babakan, salah satu wilayah yang perlu lebih diperhatikan karena lokasi ini seringkali dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitarnya. Meski petugas selalu mengingatkan, namun sepertinya masyarakat kesulitan dalam mengelola sampah rumah tangganya, sehingga seringkali “kucing-kucingan” dengan petugas saat akan membuang sampah di lokasi tersebut. Melihat kondisi tersebut, Direktorat Peralatan dari TNI AD merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam penanganan masalah sampah dan penghijauan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, sejumlah prajurit dari Detasemen Peralatan III/I Bogor dan petugas TNGGP bersama masyarakat Desa Kuta melakukan pembersihan sampah di blok hutan Babakan, kemudian dilanjutkan dengan menanam pohon sebanyak 200 bibit tanaman lokal/ endemik untuk meningkatkan serapan air di lokasi tersebut. Selain itu, Direktorat Peralatan AD juga mendukung kegiatan pengamanan hutan dengan memasang pintu portal di batas kawasan TNGGP Blok Cirembes sebagai upaya penertiban kegiatan ilegal, seperti motorcross. Direktur Peralatan TNI AD, Brigjen Subagyo, S.E., M.M. menyampaikan pentingnya melestarikan alam dan melindungi pohon untuk mencegah terjadinya banjir di daerah hilir, serta sebagai penyimpan air. Sementara, dari pihak BBTNGGP yang diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wilayah Vi Tapos, Bambang Mulyawan, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan partisipasi Korps Peralatan TNI AD yang telah turut serta mendukung kegiatan pelestarian alam dan pengamanan hutan dengan melakukan penanaman pohon dan pemasangan pintu potral di batas kawasan TNGGP. Akhir dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan, 16 November 2019 Korps Peralatan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian santunan untuk duafa di wilayah Kp. Pakancilan, Desa Kuta yang merupkan desa penyangga kawasan TNGGP. Melalui kegiatan ini, penyelenggara beritikad untuk berbagi dengan harapan timbul adanya rasa kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama manusia dan terhadap alam lingkungannya. Sumber: Ayi Rustiadi (PEH Pertama) - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

”SAUNG” Bantu Guru Perbatasan

Long Alango, 17 November 2019 - Berbahagialah siswa-siswi yang dapat mengenyam sekolah di perkotaan dengan segala faslitas dan pengajar terbaik. Hal berbeda dirasakan siswa-siswi yang berada di perbatasan Kalimantan. Menginjak bulan ke 4 Semester 1 tahun ajaran 2019/2020 ini saja, siswa kelas 9 SMPN Bahau Hulu belum pernah mendapatkan pelajaran matematika dikarenakan kekosongan guru. Saat pelajaran matematika, siswa-siswi tersebut 'hanya' diminta mencatat buku KTSP secara bergiliran karena buku yang tersedia hanya berjumlah 5 buah sedangkan jumlah siswa kelas 9 berjumlah 30 orang serta tanpa ada guru yang menerangkan atau menjelaskan pelajaran tersebut. Hari ini, sebanyak 10 siswa menyambangi SAUNG (Sekolah Alam Ujung Negeri). Mereka meminta di ajarkan pelajaran matematika. Personil SPTN Wilayah II yang tak lagi sedang bertugas tampak tekun mengajarkan pelajaran tersebut tahap demi tahap. Tak hanya matematika, jadwal belajar bersama untuk beberapa pelajaran lain pun telah disusun. Keinginan kuat putra-putri penyangga untuk bersekolah di tengah keterbatasan ini menjadi spirit personil Balai TN. Kayan Mentarang untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan SDM di perbatasan melalui SAUNG. SDM Unggul Indonesia Maju. Sumber: Balai TN Kayan Mentarang
Baca Berita

Dukungan Senator DPD RI Arya Wedakarna

Gilimanuk, 16 November 2019 - Pukul 13.00 WITA, Balai TN Bali Barat menerima kunjungan kerja anggota DPD RI perwakilan Propinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS. M.Si. Agenda utama kunjungan kerja tersebut membahas keluhan mahalnya tarif wisata dan pengenaan tiket kepada wisman yg mau bersembahyang ke pure di TN Bali Barat (TNBB) sesuai berita online di NusaBali.com. Kunjungan kerja ini diterima langsung oleh Kabalai (Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si), Pejabat Struktural, Kasat Polhut, Koordinator PEH dan staf. Kabalai memaparkan tentang pengelolaan TNBB, kebijakan, capaian dan dampak/multiplier effect bagi masyrakat sekitar kawasan. Beberapa point tanggapan dan masukan dalam diskusi yang berkembang sebagai berikut : Pada akhir diskusi, senator Arya Wedakarna berjanji membantu mengklarifikasi di medsos dan memberikan dukungan terhadap kerja keras dan upaya Balai TNBB dalam perlindungan kawasan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, pemberian kenang-kenangan berupa buku informasi TNBB, dan pembuatan video story 1 menit dukungan senator Arya Wedakarna terhadap pengelolaan TNBB. Salam konservasi... Sumber: Balai TN Bali Barat

Menampilkan 4.497–4.512 dari 11.140 publikasi