Sabtu, 2 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Lagi, BBKSDA Jatim Lepasliarkan Elang Jawa

Ponorogo, 21 November 2019. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur kembali melepasliarkan seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di hutan produksi penyangga Cagar Alam Gunung Sigogor, Ngebel, Ponorogo, 20 November 2019. Elang Jawa jantan tersebut merupakan penyerahan masyarakat pada awal Agustus yang lalu. Sebelumnya BBKSDA Jatim telah tiga kali melaksanakan pelepasliaran Elang Jawa, masing-masing pada tahun 2013 di sekitar Cagar Alam Kawah Ijen - Banyuwangi, tahun 2016 dan 2017 di sekitar Cagar Alam Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor. Elang Jawa sendiri merupakan satu dari 25 satwa prioritas yang harus ditingkatkan jumlah populasinya di habitat alam. Menurut Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia, M.Si. bahwa tujuan pelepasliaran ini adalah untuk meningkatkan jumlah populasinya di alam. Dan dalam 5 tahun terakhir, tren jumlah Elang Jawa di side-side monitoringnya semakin meningkat. “Di side monitoring Cagar Alam Gunung Picis dan Sigogor ini dijumpai 7 -11 ekor. Dan untuk keseluruhan Pulau Jawa setidaknya ada 300 pasang Elang Jawa,” imbuh Indra. Secara terpisah, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc., Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, mengatakan bahwa proses pelepasliaran ini telah melalui kegiatan penilaian satwa, pemeriksaan kesehatan, penilaian habitat, rehabilitasi dan habituasi dan sesuai dengan Guideline pelepasliaran IUCN. “Harapannya satwa yang dilepasliarkan di alam ini akan survive dan berkembangbiak sehingga dapat menambah populasinya di alam,” ujar pria berkacamata ini. Dalam kegiatan pelepasliaran ini, BBKSDA Jatim turut bekerjasama beberapa stakeholder seperti Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) dan PT. Pertamina Fuel Terminal Madiun. Pertamina sendiri memiliki program lingkungan, konservasi keanekaragamanhayati dan CSR. Dan program – program tersebut masuk ke dalam penilaian perusahan lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Dalam program tersebut kami mempunyai kewajiban untuk bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten untuk peningkatan satwa-satwa yang akan punah. Dan kita akan terus bekerjasama bersama NGO – NGO yang baik dalam penyelamatan satwa liar,” ujar Imran Jamil, KAOPS Pertamina Fuel Terminal Madiun. Selain melepasliarkan Elang Jawa, BBKSDA Jatim juga melepasliarkan 5 ekor Merak Hijau (­Pavo muticus) di lokasi yang tak jauh dari pelepasliaran Elang Jawa. Kelima ekor Merak tersebut berasal dari penangkaran Merak Hijau UD. Tawang Arum milik mbah Surat Wiyoto, Lembaga Konservasi Perusahaan Daerah Obyek Wisata Umbul – Madiun, dan penyerahan masyarakat. Bagi UD. Tawang Arum pelepasliaran 2 ekor Merak Hijau ini merupakan bentuk wujud pelaksanaan kewajiban bagi penangkar yang harus melepasliarkan sebagian hasil tangkarannya ke habitat alam. Kegiatan pelepasliaran ini merupakan upaya-upaya konservasi yang dilakukan BBKSDA Jatim dalam rangkaian peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa yang diperingati setiap tanggal 5 November. Sumber: Agus Irwanto (Naskah dan Foto)
Baca Berita

Rapat Teknis Kegiatan Operasi Sapu Jerat Wilayah Kerja Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 20 November 2019. Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Penegakan Hukum LHK dan Balai Besar KSDA Riau melakukan rapat teknis pelaksanaan operasi sapu jerat di Hotel Pangeran Pekanbaru. Operasi ini akan dilakukan di wilayah kerja Balai Besar KSDA Riau. Rapat dipimpin oleh Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Penegakan Hukum LHK, bapak Sustyo Iriyono dan dihadiri segenap pimpinan dan jajaran Balai Besar KSDA Riau. Kepala Balai Besar, Kepala Bidang Wilayah, Kepala Seksi Wilayah, Kepala Resort, Pejabat Fungsional Polisi Kehutanan, PEH, Penyuluh dan Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL). Semoga upaya yang dilakukan dapat meminimalisir bahkan mencegah perburuan dan perdagangan satwa liar sehingga perlindungan dan pelestarian satwa liar khususnya di Prov. Riau dapat terwujud. Bagi kawan kawan yang mengetahui adanya perburuan dan perdagangan satwa liar hubungi call centre kami di 081374742981 ya. Yuk kita berbuat semampu kita untuk melindungi satwa liar yang tersisa. Wecandoiteverything Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

KEE Tanjung Maleo Menuju Pengelolaan Kolaboratif

Masohi, 19 November 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku gelar Konsultasi publik penyusunan rencana aksi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Tanjung Maleo di Hotel Isabella, Kota Masohi (19/11). Tak sendiri, BKSDA Maluku merangkul Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maluku Tengah bersama mitra lainnya seperti 8 (depalan) dinas dan Desa/Negeri Kailolo (Balai Taman Nasional Manusela, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Negeri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, UPT KHP Maluku Tengah, Ketua Saniri Kailolo, Dinas Pertanian dan Perkebunan, ULP Poka dan Camat Haruku). KEE Tanjung Maleo ditetapkan oleh SK Bupati Maluku Tengah Nomor : 522-5-272 Tahun 2019 Tanggal 3 September 2019 dengan luas 7,56 Ha. Dari hasil konsultasi publik, terbitlah Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial antara lain : Tak hanya rencana aksi, beberapa rekomendasi juga dihasilkan dari kegiatan ini antara lain : Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Lomba Poster Pertikawan Nasional 2019 Hadirkan Harapan Besar Ketua Saka Wanabhakti Cabang Kapuas Hulu

Cibubur – Jakarta Timur, 19 November 2019. Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru Wanabakti (Pertikawan) Tingkat Nasional Tahun 2019 berlangsung dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 25 Desember 2019 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kak Dr. Ir. Siti Nurbaya Abu Bakar, M.Sc. yang merupakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Nasional Saka Kalpataru dan Wanabakti. Salah satu kontingen Kwartir Daerah (KwarDa) yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu Kontingen KwarDa Kalimantan Barat. Pada kegiatan ini, kontingen KwarDa Kalimantan Barat mengirimkan 42 orang yang terdiri dari 2 orang pimpinan kontingen daerah, 9 orang Instruktur dan Pamong Saka, serta 31 orang peserta. Setelah upacara pembukaan kehidupan bumi perkemahan, kegiatan dilanjutkan dengan lomba poster, yang mana pada kegatan ini mengambil tema pramuka selatkan bumi dan diikuti oleh kontingen KwarDa Kalimantan Barat. Dalam pelaksanaanya, peserta lomba poster kontingen Kwarda Kalbar diwakili oleh Gilang Ramadhan – Lupey pada satuan putra dan Patma Yunita – Siti Aisyah pada satuan putri. Keseruan dalam kegiatan Pertikawan akan terus berlanjut selama seminggu. Kak Ardi Andono, S.T.P., M.Sc. selaku Ketua Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu mengapresiasikan semangat para peserta dan keseruan kegiatan pertikawan ini. “dalam rangka meningkatkan pemberdayaan potensi kekayaan intelektual ke semua lapisan masyarakat, maka perlu dilaksanakannya berbagai kegiatan diseminasi dan promosi untuk semua bidang kekayaan intelektual, lomba poster ini sangat pas” . “Diseminasi dan promosi yang dilakukan tidak terbatas pada penyerbarluasan informasi dan pemahaman kekayaan intlektual kepada masyarakat yang masih awam, tetapi bisa melalui penyebaran poster yang berisi ajakan, himbauan atau informasi mengenai perlindungan Kekayaan Intelektual”lanjutnya. “Semoga melalui lomba poster ini, dapat menggali ide kreatif dalam menciptakan poster yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi anggota tentang kekayaan intelektual" ujar kak Ardi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Walang Konservasi, Inovasi BKSDA Maluku Tanamkan Konservasi Sejak Dini

Masohi, 19 November 2019. Launching Walang Konservasi oleh Seksi Wilayah II Masohi Balai KSDA Maluku diresmikan oleh Kepala Balai KSDA Maluku, Bapak Mukhtar Amin Ahmadi, SH., M.Si yang dihadiri oleh OPD Kabupaten Maluku Tengah. Walang Konservasi merupakan salah satu bentuk inovasi di bidang sosialiasi / penyuluhan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang sasarannya lebih kepada anak usia dini/pelajar yaitu tingkat TK, SD, SMP, SMA dan tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat umum yang ingin tahu tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Walang Konservasi ini adalah salah satu media/sarana untuk mempelajari dan mengetahui tentang prinsip-prisnsip konservasi sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990 yaitu Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Stakeholder dalam pembentukan walang Konservasi yaitu Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kab. Maluku Tengah, Dinas Informatika Kabupaten Maluku Tengah, Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA di Kabupaten Maluku Tengah, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Perpustakaan Bogor, Burung Indonesia dan Pusat Rehabilitasi Masihulan. Bentuk dukungan yang diberikan yaitu materi Walang Konservasi berupa buku-buku bacaan di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, spanduk burung dilindungi, poster-poster kegiatan di bidang kehutanan dan lain-lain. Selain buku-buku yang menjadi alat untuk mengetahui Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, hal lain yang dapat dilakukan untuk mempermudah pelajar memahani perlindungan keanekaragaman hayati yaitu melalui Audio Visual. Harapan kami semoga dengan terbentuknya Walang Konservasi ini, generasi muda/pelajar lebih mengetahui, memahami dan mempraktekkan prinsip-prinsip konservasi kedepannya. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan di Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 19 November 2019. Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) ditemukan mati. Informasi kematian satwa dilindungi tersebut diterima oleh Balai Besar KSDA Riau dari bapak Yuyu (PT. Arara Abadi Sinarmas Group) pada tanggal 18 November 2019 jam 11.45 WIB pada petak SBAD 401 B-01 Koordinat ( 1°74’- 101°27’ 15, 23.5 m.258”) di Distrik Duri II konsesi PT. Arara Abadi Desa Tasik Serai, Kec. Talang Mandau, Kab. Bengkalis. Bangkai Gajah pertama kali dilaporkan oleh pengawas tebang setelah menerima informasi dari tenaga kerja tebang bahwa ada bau menyengat. Setelah dilakukan pengecekan ternyata sumbernya adalah bangkai Gajah yang tergeletak. Tanpa menunggu, Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan pawang Gajah untuk melakukan pemeriksaan secara detail (neukropsi). Balai Besar KSDA Riau juga berkoordinasi dengan Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera yang juga langsung menurunkan Timnya untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kematian satwa tersebut. Neukropsi yang dilakukan tim medis Balai Besar KSDA Riau terhadap bangkai Gajah menerangkan bahwa : 1. Gajah yang mati berjenis kelamin jantan berumur 40 tahun; 2. Tidak ditemukan tanda-tanda keracunan dan bekas jerat; 3. Kondisi kepala Gajah sudah terpotong dari pangkal belalai dimana belalai terpisah dari tubuh dengan jarak 1 (satu) meter; 4. Dugaan bahwa Gajah mati karena pembunuhan/ perburuan dengan pemotongan kepala untuk pengambilan gading, namun pada saat pemeriksaan tidak ditemukan proyektil peluru; 5. Kondisi bangkai Gajah sudah membusuk dan diperkirakan satwa tersebut telah mati ± 6 (enam) hari dari ditemukan bangkainya; 6. Gajah tersebut merupakan Gajah yang masuk dalam subpopulasi (kelompok) Gajah Giam Siak Kecil. Tim masih berusaha menemukan pelakunya agar hukum dapat ditegakkan sehingga menimbulkan efek jera bagi yang lainnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bantuan Ekonomi Produktif Untuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Penyangga Taman Nasional Lore Lindu

Sigi, 19 November 2019. “Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera” merupakan moto yang diupayakan untuk direalisasikan secara kolaboratif oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) bersama masyarakat Desa Bunga yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Desa Bunga merupakan salah satu Desa penyangga yang berbatasan dengan TNLL. Oleh karenanya pihak BBTNLL melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Bunga khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH) Serapi Jaya yang diberi bantuan berupa modal peningkatan ekonomi produktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada hari selasa (19/11). Bertempat di Sekretariat KTH Serapi Jaya pada Desa Bunga, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dilangsungkan acara penyerahan bantuan usaha ekonomi produktif kepada KTH Serapi Jaya berupa bibit ternak kambing sebanyak 28 ekor yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (Ir. Jusman). Didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Makmur (Christianus Lamba Awang), Kepala Balai Besar menyerahkan bantuan tersebut kepada ketua KTH Serapi Jaya yang disaksikan oleh aparat Desa Bunga yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Sekretaris Desa Bunga. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi “stimulan” dalam rangka meningkatkan kemandirian kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian dalam menjaga kelestarian hutan. “Bantuan ini diharapkan menjadi stimulan untuk membangkitkan kreatifitas kelompok dalam mengelola usaha ekonomi kreatif sehingga kegiatan pemberdayaan dapat berlanjut dan kemudian menjadi kelompok yang mandiri dalam mengelola usaha mereka agar dapat berkembang” ujar Ir. Jusman dalam sambutannya pada kesempatan itu. Harapan yang besar ikut menyertai acara penyerahan bantuan ini, yaitu dengan momentum ini mampu menuju cita-cita peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar TNLL sehingga masyarakat dapat berkontribusi optimal dalam pengelolaan TNLL. Seperti yang tertuang dalam 10 (sepuluh) cara baru kelola kawasan konservasi dalam arahan Direktur Jenderal Konservasi Sumbedaya Alam dan Ekositem, yaitu “Masyarakat sebagai obyek dalam pengelolaan kawasan konservasi”. Untuk itu komunikasi dan monitoring terkait kegiatan pemberdayaan juga harus berjalan, agar dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di kawasan penyangga TNLL. Monitoring kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan, seperti monitoring kesehatan ternak yang dapat dijembatani oleh BBTNLL untuk berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kab. Sigi atau instansi yang berkompeten dalam hal pemanfaatan dan pengawasan hewan ternak. Pada kesempatan ini juga Ir. Jusman menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Bunga yang mau bekerjasama dan berkolaborasi untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan TNLL yang juga turut “diamini” oleh Sekdes Bunga Ans. “Terima kasih atas perhatian dan pemberian bantuan kepada masyarakat Desa Bunga, kami berharap ini tidak hanya berhenti disini, kelompok dan masyarakat juga turut bersama mempertahankan agar kegiatan ini berlanjut, modal yang diberikan terus menjadi sesuatu yang berkembang baik dan kelompok menjadi mandiri sehingga memberikan manfaat yang baik pula” ujar Ans. Selanjutnya Kepala Balai Besar diakhir acara memberikan kutipan “Bagaimana kita bisa mempertahankan dan menjaga sehingga mewariskan mata air bagi penerus kita bukan memberikan air mata bagi mereka” yang bisa menjadi bahan renungan bahwa “keseriusan dan kemesraan” bersama dalam mewujudkan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat menjadi sesuatu hal yang tertanam dalam setiap langkah mengelola kawasan konservasi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

7 Kelompok Nelayan Lokal Dibekali Balai TN Taka Bonerate Menyusun RPP & RKT

Taman Nasional Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 20 November 2019. September 2019 lalu, Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi dengan 7 (tujuh) kelompok nelayan lokal yang berada dalam Taman Nasional Taka Bonerate. Tujuh kelompok tersebut adalah : Kelompok Nelayan Pulau Mas Jinato, Kelompok Nelayan Pulau Mas Tarupa, Kelompok Nelayan Pulau Mas Tambuna, Kelompok Sumber Rezeki, Kelompok Hinpas Tambuna, Kelompok Dolphin Sejahtera, dan Kelompok Assedingge. Bertempat di Desa Jinato dilaksanakan kegiatan pendampingan dan fasilitas penyusunan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Kelompok Nelayan Mitra Balai TN Taka Bonerate pada tanggal 18 sd. 22 November 2019. Karena salah satu kewajiban kelompok mitra adalah menyusun dokumen tersebut. Fasilitasi dipandu oleh koordinator penyuluh Asep Pranajaya dengan dibantu tim dari pejabat fungsional TNTBR lainnya. Di awal kegiatan, Raduan selaku kepala SPTN Wil. I Tarupa memberikan arahan serta menyampaikan maksud dan tujuan dari penyusunan RPP/RKT kelompok. Kepala Balai TNTBR Faat Rudhianto yang menyempatkan hadir pada kegiatan fasilitasi menyampaikan bahwa RPP dan RKT yang dibuat kelompok akan menjadi pedoman/panduan kelompok dalam melakukan implementasi atau penerapan kerjasama. Poin yang perlu menjadi perhatian adalah pentingnya bagi kelompok untuk melakukan pencatatan hasil tangkapan ikan mereka serta melakukan monitoring dan evaluasi. Kepala Balai menambahkan, bahwa kerjasama ini selain akan memberikan manfaat kepada kelompok, juga akan sangat membantu balai TNTBR melakukan tugas-tugas pokok sebagai pemangku kawasan. Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Makassar yang menyaksikan langsung proses penyusunan dua dokumen penting ini. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Baya Ajang : Kerjasama Balai Taman Nasional Kayan Mentarang dan BPTU Harus Berjalan Lurus

Malinau, 20 November 2019 – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang terus menunjukan komitmennya dalam pengimplementasian konsep pengelolaan kolaboratif. Bersama Badan Pengurus Tana’ Ulen (BPTU) Lalut Birai Desa Long Alango Kecamatan Bahau Hulu telah disepakati perjanjian kerjasama (PKS) dalam rangka penguatan peran masyarakat adat. Lalut Birai adalah areal Tana’ Ulen Desa Long Alango yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang juga merupakan lokasi Stasiun Penelitian Hutan Tropis. Menurut Kule Sumirna Anyie selaku Ketua BPTU Lalut Birai, menjaga dan mengelola Lalut Birai merupakan tugas bersama sebagaimana yang diharapkan Almarhum Ayahanda Anyie Apuy. Dengan adanya Perjanjian Kerja Sama dengan Balai TN Kayan Mentarang segala pengawasan dan pengamanan serta pengelolaan tersebut dapat menjadi lebih kuat. “Kami berterimakasih atas upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Balai TNKM, semoga dengan adanya kerjasama ini kita lebih kuat dan bekerjasama dengan lebih baik lagi kedepan.” ujar Kule. Selain ketua BPTU Lalut Birai, hadir pula Baya Ajang selaku Ketua Adat Besar Bahau Hulu. Dalam sambutannya Baya Ajang berharap Balai TN Kayan Mentarang terus mendampingi adat dalam menjaga warisan alam yang ada disepanjang wilayah adat besar Bahau Hulu. Apalagi Balai TNKM sudah membuktikan dedikasinya terhadap masyarakat melalui “SAUNG” (Sekolah Alam Ujung Negeri) yang ada di Bahau Hulu. “Kerjasama ini adalah wujud keseriusan bersama, gotong-royong dalam mengelola potensi ini dengan memberdayakan masyarakat lokal kita. Apalagi kami sudah melihat dan merasakan manfaat SAUNG bagi anak-anak kami, itu yang patut kita apresiasi. Kedepan semoga yang sudah diprogramkan dapat berjalan dengan baik, secara konsisten dan berkesinambungan sesuai harapan masyarakat adat.” tegas Baya Ajang Perjanjian kerjasama ini merupakan bagian penting dari proses panjang yang telah dimulai sejak tahun 2011. Balai TN. Kayan Mentarang terus mengembangkan konsep pengelolaan kolaboratif dengan asas berbagi peran, berbagi tanggungjawab dan berbagi manfaat bersama masyarakat adat di kawasan penyangga. Semoga perjanjian kerjasama yang telah dibangun dapat menjaga harapan dan kearifan lokal masyarakat adat yang telah berkomitmen menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentaran
Baca Berita

Tujuh Belas Orangutan Kembali ke Habitatnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 19 November 2019. Tujuh belas orangutan, yang kesemuanya telah menuntaskan proses rehabilitasi panjang di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng akan dilepasliarkan ke habitat alaminya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Pelepasliaran ini adalah hasil kerja sama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), USAID LESTARI, dan Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation). Pelepasliaran ketujuh belas orangutan ini menambah populasi orangutan hasil pelepasliaran di wilayah taman nasional tersebut menjadi 152 individu. Ini merupakan pelepasliaran orangutan yang ke-18 kalinya ke TNBBBR, Kabupaten Katingan sejak pelepasliaran pertama di taman nasional itu bulan Agustus 2016 lalu. Sebagai tambahan dari pelepasliaran yang melibatkan orangutan hasil rehabilitasi ini, satu orangutan jantan dewasa juga akan ditranslokasi. Jantan berusia 20 tahun ini diselamatkan 2 bulan lalu dari sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Berkat sifat liar dan keterampilan alami yang masih dimilikinya, orangutan ini tidak membutuhkan proses rehabilitasi dan dipindahkan ke hutan yang aman di TNBBBR. Agung Nugroho, S.Si., M.A., Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, menambahkan, “Berdasarkan survei yang dilaksanakan sebelum pelepasliaran, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk menunjang populasi orangutan secara berkelanjutan, ditambah adanya aspek keamanan dan pengelolaan yang baik. Pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi untuk hidup liar di TNBBBR adalah langkah positif untuk memastikan kelestarian orangutan kalimantan yang saat ini berstatus konservasi ‘sangat terancam punah’. “Di wilayah TNBBBR, kegiatan patroli dan pengamanan wilayah dilakukan secara rutin. Kami berharap dengan tindakan pengamanan ini, para orangutan yang dilepasliarkan hidup aman dan membentuk populasi orangutan liar yang mandiri dan lestari" tutup Agung. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Pesan Konservasi dalam Puisi-Puisi tentang Cycloop

Jayapura, 19 November 2019. Melindungi Cagar Alam Pegunungan Cycloop perlu dilakukan melalui berbagai pola, model, dan media. Bila selama ini Balai Besar KSDA Papua telah menerjunkan secara langsung para polisi kehutanan bersama mitra-mitra ke lapangan, tampaknya media literasi perlu juga dijangkau dalam menunjang kinerja konservasi alam. Melihat hal ini, Balai Besar KSDA Papua menyelenggarakan lomba cipta puisi bertema “Menjaga Cycloop, mama yang mengalirkan kehidupan bagi semesta”. Lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Kegiatan lomba mulai diumumkan di media sosial Balai Besar KSDA Papua pada 30 September 2019, sedangkan batas terakhir pengiriman puisi pada 7 November 2019, dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 16 November 2019. Sebagaimana tercantum dalam pamflet, lomba cipta puisi tersebut dibuka bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Papua. Setiap peserta diperkenankan mengirimkan maskimal lima judul puisi terbaiknya. Dewan juri dalam lomba cipta puisi ini berjumlah tiga orang. Selaku ketua dewan juri yaitu Ummu Fatimah Ria Lestari, S.S., M.A., pengkaji bahasa dan sastra dari Balai Bahasa Papua. Adapun anggota dewan juri adalah Dzikry J.R., S.Th.I., seorang novelis, cerpenis, juga pensyair yang telah enam tahun hingga sekarang fokus mendalami Papua di dalam tulisan-tulisannya, dan Paulus Baibaba, S.Hut., Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar KSDA Papua. Adapun aspek-aspek yang dinilai dalam lomba cipta puisi ini mencakup stuktur puisi yang terdiri atas diksi dan ejaan dengan skor 0-30, isi puisi yang terdiri atas tema dan amanat dengan skor 0-40, serta orisinalitas karya dengan skor 0-30. Berdasarkan laporan panitia penyelenggara lomba cipta puisi, Paulus Baibaba menyampaikan, “Puji Tuhan, lomba cipta puisi ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat luas. Naskah yang masuk ke panitia cukup banyak, melebihi perkiraan. Total 86 judul puisi yang kami terima. Awalnya kami perkirakan sekitar 40-50 naskah. Itu sudah banyak. Tapi ternyata lebih. Bahkan satu hari setelah batas terakhir pengiriman masih ada puisi yang masuk melalui email. Dengan berat hati, kami konfirmasi kepada penulisnya bahwa puisi tersebut tidak dapat kami sertakan dalam penjurian karena melewati batas akhir pengiriman. Jadi, dari 86 naskah yang masuk, 85 naskah yang bisa lolos dalam penilaian dewan juri.” Secara khusus, Ummu Fatimah Ria Lestari memberikan tanggapan dan apresiasi atas terselenggaranya lomba cipta puisi ini. Sebagai pengkaji bahasa dan sastra, ia melihat lomba ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memberikan ruang berekspresi bagi masyarakat. Menurut Ummu, menjaga lingkungan memang harus disuarakan melalui berbagai media, dan sastra dapat menjadi salah satu media yang sangat baik. Dari tulisan sastra kita dapat menyentuh hati dan pikiran seseorang untuk berkesadaran dan melakukan hal-hal yang kita harapkan. “Kegiatan seperti ini bagus untuk menumbuhkan semangat menulis, semangat untuk berkreasi dan berekspresi bagi masyarakat Papua pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Syukur alhamdulillah Balai Besar KSDA Papua dapat mewadahi proses kreatif masyarakat Papua, dengan tujuan untuk penanganan konservasi alam di tanah Papua. Saya pikir saat ini konservasi alam memang perlu dilaksanakan bersama-sama melalui media apa pun, termasuk melalui media karya sastra berupa puisi ini.” Demikian ungkapan Ummu. Ia menyambut baik dan sangat mengapresiasi Balai Besar KSDA Papua, karena telah mengambil bagian dalam proses kreatif masyarakat Papua dan telah memberikan wadah untuk mereka berekspresi. Terkait kualitas naskah-naskah puisi yang masuk ke panitia, Ummu menjelaskan rata-rata puisi sudah cukup bagus. Artinya, masyarakat Papua memiliki niat dan kemauan untuk mengungkapkan atau mengekspresikan segala keinginan dan segala perasaan melalui tulisan. Para juara lomba juga menyambut antusias dan membacakan puisi mereka di dalam kegiatan kampanye Perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Sabtu (16/11). Enam naskah puisi peraih juara sebagai berikut. Menanggapi hal ini, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan, “Kami melihat aspek pesan atau amanat yang disampaikan di dalam puisi-puisi, terutama yang menjadi juara lomba. Bagaimana pesan-pesan itu bisa sampai kepada masyarakat yang lebih luas sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kawasa cagar alam, khususnya Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Nantinya puisi-puisi yang juara akan kami publikasikan melalui media sosial, juga Buletin Insculpta.” (djr) Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

TN. Tesso Nilo, Polri Dan Polhut Gakkum Wilayah Sumatera Lakukan Kegiatan Patroli Gabungan Di Kawasan TN. Tesso Nilo SPTN Wil. II Baserah

Baserah – November 2019. Personil TN. Tesso Nilo bersama Polri dari Polsek Ukui dan Polhut Balai Gakkum wilayah sumatera seksi pekanbaru melakukan kegiatan patroli gabungan. Patroli gabungan ini dilaksanakan selama 6 hari di kawasan Resort Onangan Nilo, SPTN Wilayah II Baserah, Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala resort, Bapak Amir Hamzah, S.Hut. Tujuan dilaksanakan kegiatan patroli ini adalah untuk kegiatan pengamanan kawasan TN. Tesso Nilo dari tindakan perusakan seperti kebakaran, perambahan dan illegal logging. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah patroli ke kawasan dan melakukan sosialisasi, memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang bahaya karlahut dan mengajak mereka untuk saling mengingatkan kepada mayarakat lainya dan turut serta menjaga hutan. Kanit intel polsek ukui, Iptu. Deddy Hendra Cita Tobing yang ikut serta dalam kegiatan patroli gabungan ini menyatakan “Kegiatan patroli yg melibatkan pihak kepolisian, tni dan gakkum disekitar hutan tersisa harus terus ditingkatkan intensitasnya, dgn adanya petugas2 yg lalu lalang di wilayah ini, dapat mencegah masuknya orang-orang yang akan melakukan perusakan di hutan tersisa, dan mudah2an akan meminimalisir adanya bukaan baru” Dalam kegiatan ini juga dilakukan tindakan tegas berupa pengusiran kepada masyarakat yang diduga melakukan kegiatan perkebunan, selain itu juga dilakukan pengambilan keterangan dan pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan illegal di kawasan TN. Tesso Nilo. Pada kegiatan patroli ini tim juga menemukan aktivitas gajah liar. Aktivitas gajah liar ini terlihat dari keberadaan kotoran yang masih baru, rusaknya tanaman sawit masyarakat dan beberapa pondok yang roboh. Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Bapak Halasan Tulus berbangga dan mendukung penuh kegiatan patroli gabungan ini, “Kegiatan patroli gabungan yang melibatkan mitra Polri dan Gakkum merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga kawasan TN. Tesso Nilo. Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan intensitasnya. Kegiatan patroli diselingi soslialisasi dan penyadartahuan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mereka ikut serta menjaga kawasan hutan bersama petugas.” Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Sekda Provinsi Kalbar Lepas Kontingen Pertikawan Kalimantan Barat

Pontianak – Kalimantan Barat, 19 November 2019. Kontingen Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Barat diharapkan menjadi pionir dan teladan yang menerapkan prinsip hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, SH saat melepas kontingen yang akan mengikuti Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) I tahun 2019. Pelepasan itu sendiri berlangsung di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, (14/11/2019). “Sikap dan mentalitas yang ada dalam diri pramuka dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup guna terwujudnya pembangunan yang berkualitas secara ekologis, sosial, dan ekonomi,” ujarnya. Kegiatan Pertikawan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kecakapan dalam menciptakan keselarasan gerak dan langkah dalam konteks lingkungan hidup dan kehutanan. Menurutnya, ini adalah wahana pengaplikasian keterampilan dan peningkatan kecakapan bagi anggota satuan karya pramuka Kalpataru dan Wanabakti yang tercermin pada pokok pokok tujuan yakni, meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pramuka Penegak dan Pandega di bidang isu isu generasi milenial, berkembangnya sikap dan karakter positif, juga empati serta apresiasi terhadap masalah dan memberikan solusi dan jalan keluar terhadap isu isu generasi milenial. “Olehnya itu, seluruh peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh rangkaian Pertikawan dengan baik,” kata A.L. Leysandri, SH. Ia juga berpesan tiga hal kepada para peserta Pertikawan, pertama selalu bersemangat dalam mengikuti semua rangkaian Pertikawan, kedua, jaga kesehatan dan ketiga, berkawanlah sebanyak-banyaknya dengan peserta Pertikawan dari ranting dan cabang seluruh nusantara. Terpisah, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Saka Wana bakti Kalimantan Barat, Ir. Arief Mahmud, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 18 November hingga 25 November 2019 mendatang yang akan berlangsung di Bumi perkemahan Graha Wisata, Cibubur Jakarta Timur. “Penyelenggaraan Pertikawan Nasional I 2019 ini, terdiri dari dua kegiatan tahunan, yaitu perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru yang ke-I dan perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang ke-V yang sepenuhnya dikoordinir oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Pimpinan Satuan Karya Kalpataru dan Wanabakti Tingkat Nasional,” tuturnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Kemitraan Konservasi Di Zona Tradisional SPTN Wilayah 1 Lubuk Kembang Bunga TN. Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, November 2019 – Tim kemitraan Konservasi Balai TN. Tesso Nilo melaksanakan kegiatan penanaman rotan jernang, tanaman pakan lebah dan penaburan benih ikan bersama mitra kelompok masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di zona tradisional TN. Tesso Nilo, tepatnya di wilayah Desa Lubuk Kembang Bunga, pada tanggal 8 November s.d 18 November 2019. Ketua tim Bapak, Fauzan Kahfi, S.Hut, MIL, M.Sc melaksanakan kegiatan ini bersama tim TN. Tesso Nilo lainnya. Kegiatan diawali dengan pertemuan untuk membahas pelaksanaan penanaman, penaburan benih ikan dan lokasinya. Kelompok mitra konservasi yang terlibat diantaranya adalah kelompok Nelayan Nilo Sejahtera, kelompok Sukajadi dan kelompok perbani. Benih ikan ditebar di seungai nilo, tepatnya di kawasan zona tradisional TN. Tesso Nilo. Bibit ikan jenis patin sungai ditear sebanyak 14.000 ekor. Sementara itu ditanam juga 600 batang bibit tanaman pohon pakan lebah dan 330 batang bibit tanaman jernang. Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Ir. Halasan Tulus sangat mengapresiasi kegiatan ini. “kemitraan konservasi Balai TN. Tesso Nilo ini merupakan salah satu program prioritas kita. Masyarakat kita ajak bersama-sama untuk megnelola zona tradisional di TN. Tesso Nilo. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kawasan TN. Tesso Nilo” terang beliau. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Kampanye Perlindungan CA Pegunungan Cycloop, Daniel Toto Ajak Jaga dan Lindungi Cycloop

Jayapura, 16 November 2019. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua menyelenggarakan kampanye perlindungan Cagar Alam (CA) Pegunungan Cycloop pada Sabtu, (16/11). Kampanye berlangsung di Lantai Dasar Mal Jayapura, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai para pejabat dari berbagai instansi terkait, LSM, pelajar, sampai masyarakat umum. Kampanye ditujukan untuk menyentuh masyarakat lebih luas agar memiliki kesadaran dalam menjaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Lebih lanjut kampanye bertujuan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata menjaga Cycloop dalam kehidupan sehari-hari. Aksi yang akan berdampak baik di masa depan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya menanam pohon. Untuk tujuan tersebut, dalam kampanye disediakan sesi khusus pembagian bibit tanaman secara gratis kepada masyarakat pengunjung. Bibit-bibit yang tersedia antara lain matoa (Pometia pinnata), pinang (Areca catechu), nangka (Artocarpus heterophyllus), dan pucuk merah (Syzygium oleina). Selain pembagian bibit tanaman, dalam kampanye juga terdapat sesi pemutaran video-video tentang Cagar Alam Pegunungan Cycloop, yang digarap oleh USAID Lestari dan Balai Besar KSDA Papua. Sesi lainnya adalah kuis seputar Cagar Alam Pegunungan Cycloop serta TSL (Tumbuhan dan Satwa Liar) endemik Cycloop. Sesi ini cukup menarik perhatian pengunjung, sekaligus menambah wawasan mereka tentang Cycloop. Lebih menarik lagi karena kuis disajikan berselingan dengan sesi-sesi yang lain di sepanjang berlangsungnya kampanye. Dalam sesi orasi, Ketua Dewan Adat Suku Imbi Numbay, Daniel Toto, menegaskan, “Siapa pun yang tinggal di Kota dan Kabupaten Jayapura, di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, wajib menjaga dan memelihara Cycloop ini. Kalau tidak mau menjaga, silakan menyimpan barang-barang dan jangan berada di sini lagi.” Daniel Toto juga menyitir hasil survei Balai Besar KSDA Papua, bahwa lapisan tanah di Pegunungan Cycloop sangat tipis, dan ditumbuhi pepohonan yang perakarannya tidak dalam. Hal ini sangat rawan menimbulkan longsor dan banjir apabila terjadi kerusakan ekosistem. Untuk itu, Daniel Toto menghimbau seluruh masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura agar bersama-sama menyadari, bahwa menjaga Cycloop adalah suatu keharusan dan kewajiban. Selain itu, Daniel Toto juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya lomba cipta puisi bertema “Menjaga Cycloop, mama yang mengalirkan kehidupan bagi semesta”. Enam penulis puisi yang meraih juara turut hadir dalam kampanye untuk menerima hadiah berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan. Mereka juga membacakan puisi di sela-sela sesi kampanye yang berlangsung. Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S. Hut., M. Si., menyampaikan, “Hari ini kita menggelar kampanye perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, sekaligus memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Saya kembali menegaskan, bahwa mencintai puspa dan satwa sama artinya dengan menjaga tumbuhan dan satwa liar untuk tetap hidup berkelanjutan di alam. Tumbuhan dan satwa liar itu merupakan bagian dari kekayaan bangsa dan negara. Dengan menjaganya, berarti kita telah menjaga kekayaan bangsa dan negara.” Lebih lanjut Edward menyampaikan hal-hal terkait konservasi. Nilai-nilai di dalam konservasi modern, salah satunya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan. Konservasi bukan berarti tidak dapat memanfaatkan sumber daya alam sama sekali. “Kita boleh memanfaatkan sumber daya, namun harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kita wajib memperhatikan cara-cara pemanfaatan yang bijaksana supaya sumber daya di alam tetap lestari,” kata Edward. Mengenai pelestarian Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Edward menyampaikan, “Demi menjaga dan menjamin kelestarian Cagar Alam Pegunungan Cycloop, pengelolaannya lebih tepat berbasis kearifan lokal. Karena telah terbukti nilai-nilai kearifan lokal mampu menjaga Pegunungan Cycloop selama berabad-abad. Pengelolaan berbasis kearifan lokal artinya mendudukkan masyarakat adat di sekitar Cycloop bukan lagi sebagai obyek, melainkan sebagai subyek.” (djr) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center: 0823-9802-9978
Baca Berita

Menjelang Akhir Tahun, Tujuh Belas Orangutan Kembali ke Habitatnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Nyaru Menteng - Kalimantan Tengah, 19 November 2019. Tujuh belas orangutan hasil program rehabilitasi akan kembali dipulangkan ke habitatnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR) melalui kerja sama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation) dan USAID LESTARI. Pelepasliaran ini menambah populasi orangutan hasil pelepasliaran di wilayah taman nasional tersebut menjadi 153 individu. Ir. Adib Gunawan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, mengatakan, “Kebakaran hutan dan lahan tempo hari sempat mengkhawatirkan, namun berkat kerja keras semua pihak, kita bisa mencegah situasi yang lebih buruk terjadi. Kami bangga bisa bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang berkomitmen tinggi seperti Yayasan BOS dan USAID LESTARI untuk melestarikan orangutan, salah satu satwa yang dilindungi undang-undang. Kerja sama ini, diperkuat dengan pelaku bisnis, dan pemerintah daerah, telah berhasil mengembalikan ratusan orangutan ke hutan alami. “Upaya pelestarian lingkungan hidup itu perlu didukung semua orang. Anda juga bisa berpartisipasi dengan melapor jika melihat ada upaya memburu, menangkap, membunuh, atau memelihara satwa yang dilindungi Undang-Undang seperti orangutan. Orangutan sebagai spesies kunci di hutan, sangat berperan dalam ekosistem hutan. Kita wajib melindungi hutan kita dan keanekaragaman hayati di dalamnya" tutup Adib. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah

Menampilkan 4.481–4.496 dari 11.140 publikasi